ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA MANAKARRA ELISABETH RIUPASSA POLITEKNIK NEGERI AMBON

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA MANAKARRA ELISABETH RIUPASSA POLITEKNIK NEGERI AMBON"

Transkripsi

1 84 ANALISIS PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA MANAKARRA ELISABETH RIUPASSA POLITEKNIK NEGERI AMBON ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kinerja dan terjadinya perubahan saldo kas pada PDAM Tirta Manakarra, sehingga menjadi masukan bagi manajemen PDAM Tirta Manakarra dalam mengambil keputusan dimasa yang akan datang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis perbandingan horisontal dan vertikal, serta analisis rasio keuangan. Hasil penelitian menunjukkan kinerja keuangan PDAM Tirta Manakarra melalui: cashflow to sales, cashflow return on asset, cashflow return on debt and equity, serta cashflow return on stockholder equity mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kata Kunci: Kinerja keuangan, cashflow to sales, cashflow return on asset, cashflow return on debt and equity, serta cashflow return on stockholder equity. Latar Belakang PENDAHULUAN Setiap perusahaan wajib menyajikan suatu laporan keuangan pada setiap periode atau setiap satu tahun (Soemarso, 2000). Laporan keuangan digunakan sebagai dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana hasil analisa tersebut digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil suatu keputusan (Baridwan, 2000). Laporan keuangan dapat menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya, struktur modal usaha, keefektifan penggunaan aktiva, serta hal lainnya yang berhubungan dengan keadaan finansial perusahaan (Kieso & Weigandt, 1998). Setiap perusahaan diwajibkan menyusun laporan arus kas dan menjadikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan (Gitosudarmo & Basri, 2002). Laba bersih yang dihasilkan suatu perusahaan belum menjamin bahwa perusahaan tersebut memiliki uang kas yang cukup. Untuk menjalankan operasi, melakukan investasi, dan membayar hutang, maka perusahaan harus memiliki kas, bukan memiliki laba bersih (Yusuf, 1997). Oleh karena itu, tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama satu periode. Laporan arus kas, setiap perusahaan dapat memprediksi kemajuan perusahaan pada setiap tahun berjalan agar perusahaan tidak mengalami kerugian dan kebangkrutan (Jumingan, 2009). Hal tersebut dapat dilihat dari penyajian laporan arus kas yang disusun oleh bagian keuangan untuk mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh perusahaan. Apabila perusahaan telah melakukan hal tersebut, maka diharapkan perusahaan akan dapat bertahan, walaupun terkadang kondisi ekonomi sedang tidak stabil (Harahap, 2002). Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis akan menganalisis laporan arus kas untuk menilai kinerja keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manakarra, Kabupaten Mamuju.

2 85 Rumusan Masalah Apakah kinerja keuangan pada PDAM Tirta Manakarra mengalami peningkatan? Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui kinerja PDAM Tirta Manakarra. 2. Untuk menganalisa terjadinya perubahan saldo kas pada PDAM Tirta Manakarra, sehingga dapat menjadi masukan bagi manajemen dalam mengambil keputusan di masa mendatang. TINJAUAN PUSTAKA Laporan arus kas akan lebih efektif, jika dipisahkan antara sumber dan penggunaan kas (Pradhono, 2004). Format yang digunakan harus sesuai dengan standar laporan arus kas menurut standar akuntansi keuangan, yaitu diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan (IAI, 2004). Rasio laporan arus kas terdiri dari (Munawir, 2004): 1. Cashflow to sales Rasio cashflow to sales untuk mengukur pengembalian atas penjualan dalam bentuk kas, rasio ini diperoleh dengan membagi arus kas operasi dengan penjualan, rumusnya sebagai berikut: Rasio 1: Cashflow to sales = (Arus Kas Operasi) / Penjualan Asumsinya adalah semakin tinggi rasio tersebut, berarti semakin besar pengambilan dari tiap Rupiah penjualan yang diperoleh dalam bentuk kas, semakin efisien kegiatan operasi atau penjualan perusahaan. 2. Cashflow return on asset Rasio ini untuk mengukur tingkat pengambilan kas atas aset perusahaan. Asumsinya adalah semakin tinggi nilai rasio, maka penggunaan aset sangat efisien, sebab tingkat pengembalian atas aset perusahaan semakin besar. Cashflow return on asset dapat diperoleh dengan membagi arus kas operasi sebelum pajak dan pembayaran bunga dengan total asset perusahaan, rumusnya sebagai berikut: Rasio 2: Cashflow return on asset = (Arus Kas Operasi + Pajak + Bunga) / (Total Asset) 3. Cashflow return on debt and equity Rasio ini menunjukkan tingkat pengembalian (dalam bentuk kas) dari hasil operasi perusahaan atas investasi permanen perusahaan, yaitu utang jangka panjang dan modal pemegang saham. Rasio ini diukur dengan membagi arus kas operasi sebelum pembayaran bunga dan deviden dengan total utang dan modal pemilik, rumusnya sebagai berikut: Rasio 3: Cashflow return on debt equity = (Arus Kas Operasi + Bunga) / (Utang + Modal) Rasio ini untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan. Asumsinya adalah semakin tinggi tingkat pengembalian atas utang dan modal, maka semakin efisien perusahaan dalam memanfaatkan dana yang diperoleh dari utang dan modal.

3 86 4. Cashflow return on stockholder equity Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan return (tingkat pengembalian) atas modal yang ditanam pemegang saham. Asumsinya adalah semakin tinggi rasio ini menunjukkan pihak manajemen semakin efisien dalam mengelola modal pemilik. Rasio ini dapat diperoleh dengan membagi arus kas operasi sebelum pembayaran deviden dengan total modal pemilik, rumusnya sebagai berikut: Rasio 4: Cashflow return on stockholder equity = (Arus Kas Operasi) / (Total Modal) Seluruh hasil analisis, kemudian diinterprestasikan secara bersamaan dan memperhatikan informasi tambahan mengenai kondisi keuangan perusahaan serta kondisi perekonomian yang mempengaruhi perusahaan, sehingga dapat ditarik kesimpulan mengenai kelemahan dan kekuatan perusahaan secara keseluruhan. Lokasi dan Waktu Penelitian METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PDAM Tirta Manakarra Kabupaten Mamuju, yang beralamat di Jalan Kurungan Bassi No. 7 Kabupaten Mamuju. Waktu penelitian kurang lebih 2 (dua) bulan, yaitu: bulan September sampai bulan November Jenis dan Sumber Data 1. Data primer adalah data yang dikumpulkan dari hasil observasi dan wawancara dengan pimpinan perusahaan dan karyawan perusahaan. 2. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari dokumen PDAM Tirta Manakarra, literatur, bahan bacaan, atau hal lainnya yang sesuai dengan obyek penelitian. Metode Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data-data, penulis menggunakan metode sebagai berikut: 1. Studi pustaka (library research), yaitu pengumpulan data dengan mempelajari literatur yang berhubungan dengan tujuan penelitian. 2. Wawancara, yaitu pengumpulan data dengan cara tanya jawab secara lisan kepada pihak PDAM Tirta Manakarra berkaitan dengan tujuan penelitian. 3. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan langsung ke PDAM Tirta Manakarra untuk mendapatkan gambaran serta mengumpulkan data penelitian. Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis perbandingan horisontal dan vertikal, serta analisis rasio keuangan dengan rumus sebagai berikut (Santoso, 2007): 1. Cashflow to sales Arus Kas Operasi Cashflow to sales = Penjualan

4 87 2. Cashflow return on asset Arus Kas Operasi + Pajak + Bunga Cashflow return on asset = Total Asset 3. Cashflow return on debt and equity Arus Kas Operasi + Bunga Cashflow return on debt equity = Utang + Modal 4. Cashflow return on stockholder equity Arus Kas Operasi Cashflow return on debt equity = Total Modal Laporan Arus Kas HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN Dalam penyusunan laporan arus kas PDAM Tirta Manakarra Kabupaten Mamuju, dibutuhkan informasi-informasi yang berasal dari Neraca, Laporan Laba/Rugi serta informasi tambahan yang relevan. Laporan Arus Kas diperlukan sebagai data penelitian, karena memungkinkan disusunnya rekonstruksi berdasarkan laporan keuangan (yang merupakan ikhtisar keuangan transaksi-transaksi perusahaan) dari berbagai keputusan penting manajemen di bidang investasi, operasional dan pembelanjaan. Kemudian, data Laporan Arus Kas PDAM Tirta Manakarra dibandingkan dari tahun yang berakhir pada periode tertentu dengan tahun sebelumnya. Hasil Analisis Horisontal Analisis horisontal merupakan teknik melakukan evaluasi secara seri data laporan keuangan suatu perusahaan pada periode waktu tertentu (Munawir, 2004). Proses analisis horisontal dilakukan dengan melakukan melakukan kalkulasi kenaikan/penurunan setiap item dari laporan keuangan, kemudian dibandingkan dengan periode sebelumnya yang dijadikan sebagai dasar perbandingan. Tabel 1. Perbandingan Aktivitas Operasi PDAM Tirta Manakarra Periode Aktivitas Operasi Hasil (Rp) Kenaikan/Penurunan (Rp) Persentase (%) ,008, (1,026,819,149.33) 129, ,817,827, ,843,095, (1,025,268,617.70) 56,40 Sumber: hasil olah data.

5 88 Berdasarkan pada tabel 1, dapat dilihat bahwa aktivitas operasi tahun 2012 berdasarkan laporan atas kas menunjukkan Rp 791,008,113.97, sedangkan aktivitas operasi tahun 2013 sebesar Rp 1,817,827, Hal tersebut menunjukkan bahwa arus kas dari aktivitas operasi selama tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 1,026,819, atau sebesar 129,81%. Sedangkan, perbandingan aktivitas operasi tahun 2013 sebesar Rp 1,817,827, dan untuk aktivitas operasi tahun 2014 sebesar Rp 2,843,095, Dari perbandingan aktivitas operasi antara tahun terjadi kenaikan sebesar Rp 1,025,268, atau sebesar 56,40%. Tabel 2. Perbandingan Aktivitas Investasi PDAM Tirta Manakarra Periode Aktivitas Investasi Hasil (Rp) Kenaikan/Penurunan (Rp) Persentase (%) ,960, ,448, , ,280,409, ,905,134, ,624,725, ,39 Sumber: hasil olah data. Dari tabel 2, dapat dilihat bahwa aktivitas tahun mengalamami kenaikan. Pada tahun 2012 menunjukkan total investasi sebesar Rp 783,960,507.00, sedangkan tahun 2013 total investasi sebesar Rp 1,280,409,321.00, berarti mengalami kenaikan sebesar Rp 496,448, atau 63,32%, menunjukkan total investasi sebesar Rp 7,905,134, mengalami kenaikan Rp 6,624,725, atau sebesar 517,39%. Kenaikan ini terjadi dikarenakan perusahan melakukan menambahan aset tetap dan aset lainnya. Tabel 3. Perbandingan Aktivitas Pendanaan PDAM Tirta Manakarra Periode Aktivitas Pendanaan Hasil (Rp) Kenaikan/Penurunan (Rp) Persentase (%) ,388, ,244,174, , ,632, ,845,763, ,679,130, ,17 Sumber: hasil olah data Dari tabel 3, dapat dilihat bahwa aktivitas pendanaan tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan, dimana pada tahun 2012 menunjukkan total pendanaan sebesar Rp 4,388, Sedangkan, tahun 2013 total investasi pendanaan sebesar Rp 166,632, yang berarti mengalami peningkatan sebesar Rp 162,244,174,06 atau sebesar 3697,15%. Kegiatan pendanaan untuk periode juga mengalami kenaikan yang signifikan, dimana pada tahun 2014 total investasi pendanaan sebesar Rp 5,845,763, yang berarti mengalami peningkatan sebesar Rp 5,679,130, atau sebesar 3408,17%. Kenaikan ini terjadi karena ada penambahan modal Pemerintah Daerah pada aktivitas pendanaan.

6 89 Tabel 4. Perbandingan Kenaikan Kas dan Setara Kas PDAM Tirta Manakarra Periode Setara Kas Hasil (Rp) Kenaikan/Penurunan (Rp) Persentase (%) ,595, ,785, , ,381, ,235,105, ,724, ,62 Sumber: hasil olah data. Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat bahwa perbandingan kas dan setara kas tahun menunjukkan hasil yang positif, karena perusahaan mengalami kenaikan setara kas sebesar Rp. 370,785, atau sebesar 460,05 %. Sedangkan, untuk perbandingan kas dan setara kas periode mengalami kenaikan yang signifikan sebesar Rp 783,724, atau sebesar 173,62%. Dari setiap periodenya dapat dilihat bahwa kas dan setara kas PDAM Tirta Manakarra Kabupaten Mamuju mengalami kenaikan setiap periode. Hasil Analisis Vertikal Analisis vertikal adalah membandingkan penerimaan kas dari aktivitas operasi perusahaan dengan pengeluaran kas dalam membiayai aktivitas investasi dan pendanaan perusahaan (Munawir, 2004). Data kenaikan dan penurunan Kas Bersih tahun 2012, yitu: Arus kas masuk aktivitas operasi Rp 791,008, Arus kas keluar aktivitas investasi (Rp 783,960,507.00) Arus kas keluar dari aktivitas pendanaan (Rp 4,388,348.04) Kenaikan bersih kas dan setara kas tahun 2012 Rp 2,659, Dari laporan Kas Bersih tahun 2012 menunjukkan bahwa kenaikan arus kas sebesar Rp 2,659, Arus kas masuk dari kegiatan operasional Rp 1,121,259, dan kas keluar sebesar Rp 330,251,883.09, sehingga terjadi surplus dari kegiatan operasi sebesar Rp 791,008, Data kenaikan dan penurunan Kas Bersih tahun 2013, sebagai berikut: Arus kas masuk aktivitas operasi Rp 1,817,827, Arus kas keluar aktivitas investasi (Rp 1,280,409,321.00) Arus kas keluar dari aktivitas pendanaan (Rp 166,632,522.10) Kenaikan bersih kas dan setara kas tahun 2011 Rp 370,785, Dari laporan Kas Bersih tahun 2013 menunjukkan bahwa kenaikan arus kas sebesar Rp 370,785, Arus kas masuk dari kegiatan operasional sebesar Rp 2,496,801, dan kas keluar sebesar Rp 678,974,074.74, sehingga terjadi surplus dari kegiatan operasional sebesar Rp 1,817,827, Data kenaikan dan penurunan Kas Bersih tahun 2014, sebagai berikut: Arus kas masuk aktivitas operasi Rp 2,843,095, Arus kas keluar aktivitas investasi (Rp 7,905,134,522.00) Arus kas keluar dari aktivitas pendanaan (Rp 5,845,763,273.94) Penurunan bersih kas dan setara kas tahun 2012 (Rp 10,907,801,914.88) Dari laporan Kas Bersih tahun 2014 menunjukkan adanya penurunan arus kas sebesar Rp 10,907,801, Arus kas masuk dari kegiatan operasional Rp 3,181,959, dan kas keluar sebesar Rp 338,863,988.00, sehingga terjadi surplus dari kegiatan operasi sebesar Rp. 2,843,095,

7 90 Tabel 5. Perbandingan Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan PDAM Tirta Manakarra Periode Aktivitas Operasi (Rp) Aktivitas Investasi (Rp) Aktivitas Pendanaan (Rp) (4= (3) + (2) / (1) (%) (1) (2) (3) (4) ,008, ,960, ,388, , ,817,827, ,280,409, ,632, , ,843,095, ,905,134, ,845,763, ,65 Sumber: hasil olah data. Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa perbandingan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan yang mempengaruhi arus kas periode mengalami kenaikan pada tahun 2013 mencapai 79,60% dibandingkan tahun 2012 yang persentasenya 99,66%, dan menghasilkan laba bagi perusahaan. Pada tahun 2014 juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 483,65%. Hal ini menunjukkan bahwa PDAM Tirta Manakarra Kabupaten Mamuju dinilai baik dalam kinerja keuangan. Hasil Analisis Rasio Berdasarkan informasi Laporan Arus Kas PDAM Tirta Manakarra Kabupaten Mamuju, penulis menggunakan analisis rasio laporan arus kas sebagai pengukur kinerja keuangan perusahaan. Analisis laporan arus kas menggunakan komponen sebagai berikut: laporan arus kas, laporan neraca dan laporan laba/rugi sebagai alat analisis rasio, dengan format yang digunakan sesuai dengan standar laporan arus kas menurut Standar Akuntansi Keuangan, yaitu diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Perhitungan pengukuran rasio laporan arus kas untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan, sebagai berikut: 1. Cashflow to sales (arus kas terhadap penjualan) Rasio cashflow to sales untuk mengukur pengembalian atas penjualan dalam bentuk kas (Scousen, 2001). Rasio ini diperoleh dengan membagi arus kas operasi dengan penjualan. Berikut ini tabel perbandingan rasio cashflow to sales. Tabel 6. Perbandingan Cashflow To Sales (Arus Kas Terhadap Penjualan) PDAM Tirta Manakarra Periode Arus Kas Operasi (Rp) CashFlow To Sales Penjualan (Rp) Hasil perbandingan cashflow to sales (%) ,008, ,789, , ,817,827, ,852,325, , ,843,095, ,060,525, ,35 Sumber: hasil olah data

8 91 Berdasarkan tabel 6, menunjukkan perbandingan cashflow to sales PDAM Tirta Manakarra pada tahun 2013 meningkat 0,26 dari tahun sebelumnya, yakni tahun 2012 sebanyak 0,16. Begitu juga pada tahun 2014 meningkat 0,35. Hal tersebut disebabkan jumlah pendapatan yang dimiliki PDAM Tirta Manakarra yang terus mengalami peningkatan, begitu juga jumlah arus kas operasi yang terus mengalami peningkatan dari tahun 2012, 2011 dan Semakin tinggi rasio tersebut, berarti semakin besar pengembalian dari tiap Rupiah penjualan yang diperoleh dalam bentuk kas, maka semakin efisien kegiatan operasi atau penjualan perusahaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa cashflow to sales yang dimiliki PDAM Tirta Manakarra mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan arti penjualan perusahaan yang cukup baik. 2. Cashflow return on asset (arus kas terhadap tingkat pengembalian asset) Rasio ini mengukur tingkat pengembalian kas terhadap aset perusahaan. Semakin tinggi nilai rasio, berarti penggunaan aset sangan efisien, sebab tingkat pengembalian terhadap aset perusahaan semakin besar (Scousen, 2001). Dat perbandingan tahun sebagai berikut. Tabel 7 Perbandingan Cashflow Return On Asset (Arus Kas Terhadap Tingkat Pengembalian Aset) PDAM Tirta Manakarra Periode Hasil akumulasi arus kas (Operasi + Pajak + Bunga) (Rp) 791,008,113, ,008,113,97 1,817,827, ,138, ,826,966, ,843,095, ,843,095, Sumber: hasil olah data. Cashflow return on asset Total Asset (Rp) Hasil perbandingan cashflow return on asset (%) 14,098,054, ,05 14,329,033, ,12 21,992,127, ,12 Berdasarkan tabel 7, menunjukkan bahwa perbandingan cashflow return on asset PDAM Tirta Manakarra pada tahun 2013 meningkat 0,12 dari tahun sebelumnya, yakni tahun 2012 sebesar 0,05. Hal tersebut disebabkan jumlah tingkat pengembalian aset mengalami peningkatan sebesar Rp 14,329,033, dan di tahun berikutnya yakni tahun 2014 sebesar 0,12. Hal tersebut dipengaruhi pada tahun 2012 dan 2013 arus kas tidak ada nilai pajak yang diakumulasikan. Berdasarkan hasil rasio tersebut, rata-rata persentase untuk tahun , cash flow return on asset PDAM Tirta Manakarra terus meningkat. Hal tersebut menunjukkan kemampuan PDAM Tirta Manakarra dalam melunasi utang jangka pendek, dalam hal ini bunga dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki, sudah cukup baik.

9 92 3. Cashflow return on debt and equity (tingkat pengembalian kas dari hasil operasi perusahaan atas investasi) Rasio ini diukur dengan membagi arus kas operasi sebelum pembayaran bunga dan deviden dengan total utang dan modal pemilik. Hal tersebut untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan. Semakin tinggi tingkat pengambilan atas utang dan modal, maka makin efisien perusahaan dalam memanfaatkan dana yang diperoleh dari utang dan modal (Scousen, 2001). Data perbandingan tahun pada tabel berikut ini Sumber: hasil olah data Tabel 8. Perbandingan Cashflow Return On Debt And Equity PDAM Tirta Manakarra Periode Hasil Akumulasi Arus Kas (Operasi + Bunga) (Rp) 791,008, ,008, ,817,827, ,817,827, ,843,095, ,843,095, Cashflow return on debt and equity Hasil Akumulasi Utang + Modal (Total Liabilitas dan Ekuitas) (Rp) Hasil perbandingan cashflow return on debt and equity (Rp) 14,098,054, ,329,033, ,12 21,992,127, ,12 Dari tabel 8, dapat disimpulkan bahwa cashflow return on debt and equity yang dimiliki PDAM Tirta Manakarra, mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun 2012 cashflow return on debt and equity yang diperoleh adalah sebanyak 0,05, kemudian meningkat di tahun 2011 sebanyak 0,12. Pada tahun 2014 juga terjadi kenaikan sebanyak 0,12. Kenaikan tersebut disebabkan total perputaran arus kas operasi PDAM Tirta Manakarra meningkat setiap tahunnya. Begitu juga total ekuitas dan liabilitas yang terus meningkat secara berkala dari tahun Semakin tinggi tingkat pengembalian atas utang dan modal, maka makin efisien perusahaan dalam memanfaatkan dana yang diperoleh dari utang dan modal. 4. Cashflow return on stockholder equity (tingkat pengendalian atas modal yang di tanam pemegang saham) Rasio ini dapat diperoleh dengan membagi arus kas operasi sebelum pembayaran deviden dengan total modal pemilik (Scousen, 2001). Perbandingannya tahun ditunjukkan pada tabel berikut.

10 93 Tabel 9. Perbandingan Cashflow Return on Stockholder Equity PDAM Tirta Manakarra Periode Hasil Akumulasi Arus Kas Operasi (Rp) Cashflow return on stockholder equity Total Ekuitas (Modal) (Rp) Hasil perbandingan cashflow return on stockholder equity (%) ,008, ,371,482, , ,817,827, ,711,997, , ,843,095, ,326,648,586,64 0,13 Sumber: hasil olah data Dari tabel 9 dapat disimpulkan bahwa cashflow return on stockholder equity yang dimiliki PDAM Tirta Manakarra, meningkat di tahun 2013 sebanyak 0,13 dari tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2012 sebanyak 0,06. Sedangkan, pada tahun 2014 tingkat pengendalian atas modal yang ditanam pemegang saham meningkat sebanyak 0,13. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan bahwa pihak manajemen semakin efisien dalam mengelola modal perusahaan. Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian pada PDAM Tirta Manakarra Kabupaten Mamuju, maka dapat disimpulkan bahwa laporan arus kas dapat dijadikan alat bantu dalam menilai kinerja keuangan, yaitu: 1. Melalui penilaian kinerja keuangan cashflow to sales PDAM Tirta Manakarra menunjukkan bahwa peningkatan cashflow to sales yang dimiliki PDAM Tirta Manakarra mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan penjualan perusahaan yang cukup baik. 2. Melalui penilaian kinerja keuangan, cashflow return on asset PDAM Tirta Manakarraterus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan PDAM Tirta Manakarra dalam melunasi utang jangka pendek, dalam hal ini bunga, dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki sudah cukup baik. 3. Berdasarkan penilaian kinerja keuangan melalui hasil perbandingan cashflow return on debt and equity pada tahun 2012 sebanyak 0,05 dan meningkat di tahun 2013 sebanyak 0,12, dan begitu juga pada tahun 2014 sebanyak 0, Berdasarkan penilaian kinerja keuangan PDAM Tirta Manakarra, cashflow return on stockholder equity pada total perputaran aktivitas operasi dan aktivitas investasi terus meningkat, begitu juga pada total ekuitas yang terus meningkat. Saran 1. Agar tetap mempertahankan dan meningkatkan respon positif dari kreditur terhadap laporan arus kas, disarankan peningkatan arus kas dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga mendorong peningkatan jumlah penerimaan dari pelanggan, yang sangat berpengaruh dari aktivitas operasi pada laporan arus kas PDAM Tirta Manakarra. Karena jumlah arus kas pada aktivitas operasi sangat berpengaruh pada aktivitas investasi PDAM Tirta Manakarra.

11 94 2. Disarankan, manajemen PDAM Tirta Manakarra tetap melihat laporan keuangan periode sebelumnya, untuk mempelajari dan menjadikannya sebagai pengalaman dalam menetapkan perencanaan keuangan yang lebih baik pada periode mendatang. DAFTAR PUSTAKA Baridwan, Z Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE. Gitosudarmo, I. & Basri Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE. Harahap, S.S Teori Akuntansi Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara. IAI Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat. Jumingan Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Bumi Aksara. Kieso, D.E., & Weigandt, J.J Intermediate Accounting. 9 th Edition. New York: John Willey & Sons, Inc. Munawir Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty. Pradhono Analisis Laporan Keuangan. Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Erlangga. Santoso Akuntansi Keuangan Menengah, Buku Pertama. Jakarta: Refika Aditama. Scousen, K.F Akuntansi Keuangan Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Empat. Soemarso, S.R Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi Keempat. Cetakan Pertama. Jakarta: Rineka Cipta. Yusuf, A.H Dasar-Dasar Akuntansi. Edisi Kelima.Yogyakarta: STIE YKPN.

BAB II KAJIAN TEORI. A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Posisi Keuangan Posisi keuangan merupakan salah satu informasi yang disediakan

BAB II KAJIAN TEORI. A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Posisi Keuangan Posisi keuangan merupakan salah satu informasi yang disediakan BAB II KAJIAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Pengertian Posisi Keuangan Posisi keuangan merupakan salah satu informasi yang disediakan dalam laporan keuangan terutama disediakan dalam neraca. Posisi keuangan

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. TELKOM, TBK DIVRE VII KTI MAKASSAR

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. TELKOM, TBK DIVRE VII KTI MAKASSAR ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. TELKOM, TBK DIVRE VII KTI MAKASSAR Mariati M*) Abstract : This study aims to determine the financial performance. Telkom, Tbk DIVRE KTI

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS PADA PT. PLN (PERSERO) AREA MAKASSAR SHELLA KRIEKHOFF POLITEKNIK NEGERI AMBON

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS PADA PT. PLN (PERSERO) AREA MAKASSAR SHELLA KRIEKHOFF POLITEKNIK NEGERI AMBON 38 ANALISIS LAPORAN ARUS KAS PADA PT. PLN (PERSERO) AREA MAKASSAR SHELLA KRIEKHOFF POLITEKNIK NEGERI AMBON ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi berkaitan dengan posisi keuangan,

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN TAHUN PADA PT. PALEM BAJA PALEMBANG

ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN TAHUN PADA PT. PALEM BAJA PALEMBANG ANALISIS PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN TAHUN PADA PT. PALEM BAJA PALEMBANG Abdullah Aziz Dina Oktaviana Jurusan Akuntansi POLITEKNIK PALCOMTECH PALEMBANG Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui

Lebih terperinci

ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Kasus pada PT. Andalan Finance Indonesia Tahun 2011-2013) Oleh : Putu Sulastri & Nurul Marta Hapsari ABSTRAKSI Tujuan penelitian

Lebih terperinci

KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARUS KAS DAN KESESUAIAN LAPORAN ARUS KAS BERDASARKAN PSAK NO 2 PADA PT PETROSINDO KALBAR

KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARUS KAS DAN KESESUAIAN LAPORAN ARUS KAS BERDASARKAN PSAK NO 2 PADA PT PETROSINDO KALBAR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MENGGUNAKAN ARUS KAS DAN KESESUAIAN LAPORAN ARUS KAS BERDASARKAN PSAK NO 2 PADA PT PETROSINDO KALBAR Vivianty Halim Email: vivianty14@ymail.com Program Studi Akuntansi STIE

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN KOPERASI DENGAN ANALISIS RASIO

PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN KOPERASI DENGAN ANALISIS RASIO PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN KOPERASI DENGAN ANALISIS RASIO Oleh Abstra ck Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan Koperasi Unit Desa Prasojo-Kota Kediri ditinjau dari rasio likuiditas,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN DENGAN METODE TIME SERIES UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Syamsul Arif R. Rustam Hidayat Achmad Husaini Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk terus mengikuti perkembangan usahanya. Begitu juga dengan setiap

BAB I PENDAHULUAN. untuk terus mengikuti perkembangan usahanya. Begitu juga dengan setiap BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dan perkembangan ekonomi dunia bisnis yang semakin ketat dan situasi ekonomi yang tidak menentu pada saat sekarang ini mendorong perusahaan untuk terus

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : FITRIA NUR ANGGRAINI NPM :

SKRIPSI. Oleh : FITRIA NUR ANGGRAINI NPM : ANALISIS PENYUSUNAN LAPORAN ARUS KAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE TIDAK LANGSUNG SEBAGAI ALAT PENGENDALI TINGKAT EFEKTIVITAS KINERJA KEUANGAN PADA PT. GUDANG GARAM Tbk SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

PENERAPAN LAPORAN ARUS KAS YANG SESUAI DENGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (Studi Kasus Pada PT. Kent Transindo Indonesia Cabang Kediri)

PENERAPAN LAPORAN ARUS KAS YANG SESUAI DENGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (Studi Kasus Pada PT. Kent Transindo Indonesia Cabang Kediri) PENERAPAN LAPORAN ARUS KAS YANG SESUAI DENGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (Studi Kasus Pada PT. Kent Transindo Indonesia Cabang Kediri) Oleh : Mawarni Putri ABSTRAK PT. Kent Transindo Indonesia adalah perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Laporan Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Laporan Keuangan 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Sebuah perusahaan pastilah memerlukan pencatatan keuangan atas transaksi-transaksi bisnis yang telah dilakukan agar perusahaan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 8 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Analisis Laporan Keuangan 2.1.1.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan pada dasarnya karena

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Keuangan Perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Kasmir (2012:7), laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Arti Pentingnya Laporan Keuangan. suatu proses akuntansi. Laporan keuangan berisikan data-data yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Arti Pentingnya Laporan Keuangan. suatu proses akuntansi. Laporan keuangan berisikan data-data yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian dan Arti Pentingnya Laporan Keuangan Laporan keuangan sering dinyatakan sebagai produk akhir dari suatu proses akuntansi. Laporan keuangan

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN PADA PT. SAPADIA WISATA HOTEL CABANG PASIR PENGARAIAN

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN PADA PT. SAPADIA WISATA HOTEL CABANG PASIR PENGARAIAN ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PERUSAHAAN PADA PT. SAPADIA WISATA HOTEL CABANG PASIR PENGARAIAN Sriya Yunita Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian yunita.sriya@yahoo.co.id ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT AMANAH FINANCE DI MAKASSAR. HELMY SYAMSURI STIE-YPUP Makassar

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT AMANAH FINANCE DI MAKASSAR. HELMY SYAMSURI STIE-YPUP Makassar ANALISIS RASIO LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS PADA PT AMANAH FINANCE DI MAKASSAR HELMY SYAMSURI STIE-YPUP Makassar ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah tingkat rasio likuiditas dan profitabilitas

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk

LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan 2007 PT Asahimas Flat Glass Tbk Rusli Pranadi Manager Corporate Finance Samuel Rumbajan Direktur Keuangan NERACA (Tidak diaudit) 30 September 2008

Lebih terperinci

ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero)

ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero) ANALISIS KEUANGAN PT. PLN (Persero) I. Pendahuluan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) merupakan penyedia listrik utama di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berkepentingan menjaga kelayakan

Lebih terperinci

Menurut Rudianto (2010:9), tujuan koperasi adalah untuk memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi para anggotanya

Menurut Rudianto (2010:9), tujuan koperasi adalah untuk memberikan kesejahteraan dan manfaat bagi para anggotanya 8 2.1 Koperasi 2.1.1 Pengertian Koperasi BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Peraturan Mentri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 04/Per/M.Kukm/Vii/2012, Koperasi adalah :

Lebih terperinci

Catatan 31 Maret Maret 2010

Catatan 31 Maret Maret 2010 NERACA KONSOLIDASI ASET Catatan 31 Maret 2011 31 Maret 2010 ASET LANCAR Kas dan setara kas 2f, 3 220.361.019.579 10.981.803.022 Piutang usaha - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu Pihak yang

Lebih terperinci

PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS MENURUT PSAK 2 GUNA MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT PAN BROTHERS TBK

PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS MENURUT PSAK 2 GUNA MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT PAN BROTHERS TBK PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS MENURUT PSAK 2 GUNA MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI PADA PT PAN BROTHERS TBK (Cash Flow Statement Based on PSAK 2 For Investment Decision Making) Oleh/By: Sutarti Dosen

Lebih terperinci

BAB ANALISA LAPORAN KEUANGAN. Menurut PSAK No.1, laporan keuangan bertujuan untuk : besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

BAB ANALISA LAPORAN KEUANGAN. Menurut PSAK No.1, laporan keuangan bertujuan untuk : besar pemakai dalam pengambilan keputusan. BAB ANALISA LAPORAN KEUANGAN A. Tujuan Laporan Keuangan Menurut PSAK No.1, laporan keuangan bertujuan untuk : 1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan

Lebih terperinci

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa BAB IV ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk IV.1 Analisis Laporan Arus Kas Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan perlu mengetahui perkembangan kegiatan usahanya dari

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan perlu mengetahui perkembangan kegiatan usahanya dari BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan perlu mengetahui perkembangan kegiatan usahanya dari waktu ke waktu agar dapat diketahui apakah perusahaan mengalami kemajuan atau kemunduran.

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA KOKEDA KABUPATEN TEGAL

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA KOKEDA KABUPATEN TEGAL ANALISIS LAPORAN ARUS KAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA KOKEDA KABUPATEN TEGAL Akhmad Edi Mukhtarom 1, Sri Kusumaningrum 2, Andika Ifanani 3 DIII Akuntansi Politeknik

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA KOPKAR GOTONG ROYONG PT. PLN (Persero) AREA PALOPO

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA KOPKAR GOTONG ROYONG PT. PLN (Persero) AREA PALOPO ANALISIS LAPORAN ARUS KAS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA KOPKAR GOTONG ROYONG PT. PLN (Persero) AREA PALOPO ANDI MIFTAHUL JANNAH, HUSMARUDDIN, H. JABBAR HAMSENG ABSTRAK Laporan arus kas melapoarkan kegiatan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Menurut Hery (2012:3) laporan keuangan BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Harahap (2011:105) mendefinisikan laporan keuangan sebagai suatu laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan

Lebih terperinci

samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan

samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan BAB II TIJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan 1. Definisi Laporan Keuangan Laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi

Lebih terperinci

Laporan Arus Kas. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 8. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

Laporan Arus Kas. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 8. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI Laporan Arus Kas Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 8 Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI 1 Agenda 1 2 Laporan Arus Kas Latihan dan Pembahasan 3

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu perusahaan memerlukan laporan keuangan perusahaan, laporan keuangan yang dimaksudkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. keuangan, jadi laporan keuangan merupakan suatu ringkasan transaksi yang

BAB II LANDASAN TEORI. keuangan, jadi laporan keuangan merupakan suatu ringkasan transaksi yang BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Laporan Keuangan Hasil akhir dari proses pencatatan akuntansi disebut dengan laporan keuangan, jadi laporan keuangan merupakan suatu ringkasan transaksi yang dilakukan

Lebih terperinci

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 6 TAHUN 2009

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 6 TAHUN 2009 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1962 tentang Perusahaan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1962 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negera Republik Indonesia Nomor 2387); 2. Undang-Undang

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan keuangan Menurut Djarwanto (2004:5) laporan keuangan merupakan hasil dari pembuatan ringkasan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi dari hasil operasi

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. pihak-pihak yang berkepentingan dengan kondisi dari hasil operasi BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Djarwanto (2004:2), laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses

Lebih terperinci

c. Berdasarkan Rasio Aktivitas d. Berdasarkan Rasio Profitabilitas DAFTAR PUSTAKA

c. Berdasarkan Rasio Aktivitas d. Berdasarkan Rasio Profitabilitas DAFTAR PUSTAKA 98 c. Berdasarkan Rasio Aktivitas Melakukan pengoptimalan penagihan piutang perusahaan karena nilai piutang perusahaan selalu naik setiap hari. Penjualan juga harus ditingkatkan. d. Berdasarkan Rasio Profitabilitas

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus Pada BMT Nurul Barokah Sambi Boyolali)

ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus Pada BMT Nurul Barokah Sambi Boyolali) ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN (Studi Kasus Pada BMT Nurul Barokah Sambi Boyolali) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat -syarat Guna

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menengah dan besar, tidak melihat apakah perusahan tersebut bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. menengah dan besar, tidak melihat apakah perusahan tersebut bertujuan untuk 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagaimana kita ketahui bahwa bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Baik dalam perusahaan yang berskala kecil, menengah dan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Kas diperlukan untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Kas diperlukan untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kas 2.1.1.1 Pengertian Kas Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Kas diperlukan untuk membiayai operasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Manajemen Keuangan Manajemen keuangan berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai ekonomis atau kesejahteraan. Konsekuensinya, semua pengembalian keputusan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Modal Kerja 2.1.1. Pengertian dan Konsep Modal Kerja Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari. Uang atau dana yang telah

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. PLN (Persero) PEMBANGKITAN SUMBAGSEL SEKTOR KERAMASAN PALEMBANG

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. PLN (Persero) PEMBANGKITAN SUMBAGSEL SEKTOR KERAMASAN PALEMBANG ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. PLN (Persero) PEMBANGKITAN SUMBAGSEL SEKTOR KERAMASAN PALEMBANG Arif Budiman Jurusan Akuntansi POLTEK PalComTech Palembang Abstrak Laporan keuangan pada dasarnya adalah

Lebih terperinci

FINANCIAL DISTRESS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS DAN ENTITAS ANAK

FINANCIAL DISTRESS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS DAN ENTITAS ANAK FINANCIAL DISTRESS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS DAN ENTITAS ANAK Julian Purnama Sari Program STudi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Kesulitan keuangan

Lebih terperinci

Analisis Cost Of Capital dan Pengaruhnya Terhadap Laba Pada PT Bumi Jasa Utama-Kalla Rent Makassar

Analisis Cost Of Capital dan Pengaruhnya Terhadap Laba Pada PT Bumi Jasa Utama-Kalla Rent Makassar Analisis Cost Of Capital dan Pengaruhnya Terhadap Laba Pada PT Bumi Jasa Utama-Kalla Rent Makassar JORDAN TIBLOLA ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah biaya modal yang dikeluarkan oleh

Lebih terperinci

ANALISIS COST OF CAPITAL

ANALISIS COST OF CAPITAL ANALISIS COST OF CAPITAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA PADA PT. BUMI JASA UTAMA KALLA RENT MAKASSAR JORDAN TIBLOLA ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah biaya modal yang dikeluarkan oleh

Lebih terperinci

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk.

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk. PENILAIAN KINERJA KEUANGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT JAPFA COMFEED INDONESIA, Tbk. Eldoris Cho doris_cry@yahoo.com Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma ABSTRAKSI Laporan keuangan

Lebih terperinci

LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT SENTUL CITY, Tbk. DAN ENTITAS ANAK Elvira Jayanti Panutupani elvirabey@ymail.com Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAKSI Tujuan

Lebih terperinci

Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri. Muhammad Hariyanto NPM

Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri. Muhammad Hariyanto NPM Evaluasi Kinerja Keuangan Perusahaan PT.Cahaya Energi Mandiri Muhammad Hariyanto NPM. 09.11.1001.3443.079 Email : arie_cem88@yahoo.co.id ABSTRAKSI Lonjakan permintaan batu bara India menyebabkan pemulihan

Lebih terperinci

Kata Kunci : Rasio Keuangan, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. BAB I PENDAHULUAN

Kata Kunci : Rasio Keuangan, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. BAB I PENDAHULUAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK PERIODE 2005-2007 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis rasio Likuiditas, Solvabilitas,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 7 BAB II LANDASAN TEORI A. Hutang 1. Pengertian Hutang Hutang sering disebut juga sebagai kewajiban, dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar oleh perusahaan

Lebih terperinci

ISSN ANALISIS STATEMENT OF CASHFLOW UNTUK MENGEVALUASI KEMAMPUAN KOPERASI DALAM MENGHASILKAN KAS DAN SETARA KAS

ISSN ANALISIS STATEMENT OF CASHFLOW UNTUK MENGEVALUASI KEMAMPUAN KOPERASI DALAM MENGHASILKAN KAS DAN SETARA KAS ISSN 1829-5282 46 ANALISIS STATEMENT OF CASHFLOW UNTUK MENGEVALUASI KEMAMPUAN KOPERASI DALAM MENGHASILKAN KAS DAN SETARA KAS Oleh: Ni Luh Gede Erni Sulindawati Dosen Jurusan Akuntansi Program Diploma III

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Kinerja Kinerja adalah hasil dari banyak keputusan individual yang dibuat secara berkala oleh pihak manajemen. Informasi kinerja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap organisasi pastilah mempunyai tujuan. Bila organisasi tersebut merupakan sebuah perusahaan, yang sering disebut sebagai tujuan organisasi adalah profitabilitas

Lebih terperinci

Perancangan Format Laporan Keuangan Perusahaan Studi Kasus PT Prakasa Wyra Surya

Perancangan Format Laporan Keuangan Perusahaan Studi Kasus PT Prakasa Wyra Surya Perancangan Format Laporan Keuangan Perusahaan Studi Kasus Arniati, Ditta Viviane Politeknik Batam Jl. Parkway, Batam Center, Kepulauan Riau Abstrak Format laporan keuangan perusahaan berbeda-beda, tergantung

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laba a. Pengertian Laba Laba didefinisikan dengan pandangan yang berbeda-beda. Pengertian laba secara operasional merupakan perbedaan antara pendapatan yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Analisis Pengertian analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Yuniarsih dan Suwatno (2008:98) adalah: Analisis adalah penguraian suatu pokok atas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang berskala nasional yaitu PT.Cipta

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang berskala nasional yaitu PT.Cipta BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Jadwal Penelitian Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang berskala nasional yaitu PT.Cipta Graha Sejahtera yang beralamat di Jalan Kendal No. 4 A-B, Menteng

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bidang keuangan menjadi bidang yang sangat penting bagi perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. Bidang keuangan menjadi bidang yang sangat penting bagi perusahaan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bidang keuangan menjadi bidang yang sangat penting bagi perusahaan. Banyak perusahaan yang berskala besar maupun kecil, baik bersifat profit motif maupun

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:2) laporan keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sedangkan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2009:2) laporan keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Pada dasarnya laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang mengandung pertanggungjawaban

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semua perusahaan termasuk perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman pada dasarnya melaksanakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semua perusahaan termasuk perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman pada dasarnya melaksanakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semua perusahaan termasuk perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman pada dasarnya melaksanakan berbagai kegiatan baik yang bersifat operasional maupun

Lebih terperinci

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR EFEKTIVITAS KINERJA KEUANGAN PADA PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK. SURABAYA

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR EFEKTIVITAS KINERJA KEUANGAN PADA PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK. SURABAYA ANALISIS LAPORAN ARUS KAS SEBAGAI ALAT UKUR EFEKTIVITAS KINERJA KEUANGAN PADA PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA TBK. SURABAYA Eko Purwanto Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Profitabilitas Profitabilitas atau kemampuan memperoleh laba adalah suatu ukuran dalam persentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring berjalannya waktu, umumnya suatu perusahaan memerlukan dana

BAB I PENDAHULUAN. Seiring berjalannya waktu, umumnya suatu perusahaan memerlukan dana BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Seiring berjalannya waktu, umumnya suatu perusahaan memerlukan dana untuk melakukan ekspansi, memperbaiki struktur modal, meluncurkan produk baru atau untuk

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN 21 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penilaian perkembangan kinerja keuangan PT ITC dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan usaha perusahaan tersebut yang tercermin

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian, Tujuan dan Jenis Laporan Keuangan 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Fahmi (2013:2) menyatakan bahwa: Laporan Keuangan adalah suatu informasi yang menggambarkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagaimana telah dikemukakan di muka, bahwa pengaturan tata cara

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Sebagaimana telah dikemukakan di muka, bahwa pengaturan tata cara BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Sebagaimana telah dikemukakan di muka, bahwa pengaturan tata cara restrukturisasi pinjaman PDAM / penyelesaian piutang negara pada PDAM telah ditetapkan dalam PMK nomor

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS PADA PT KERSA GUNUNG WASADA SAMARINDA. Endah Septiana Michael Hadjaat

ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS PADA PT KERSA GUNUNG WASADA SAMARINDA. Endah Septiana Michael Hadjaat 1 ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN AKTIVITAS PADA PT KERSA GUNUNG WASADA SAMARINDA Endah Septiana (ameiqueen@yahoo.co.id) Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Michael Hadjaat Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Pemagang melakukan audit pada PT. PF, khususnya melakukan audit pada aset tetap perusahaan. Pemagang melakukan 8 prosedur audit aset tetap. Dengan dilakukannya prosedur

Lebih terperinci

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. SURYA PUTRA SUMETERA II PASIR PENGARAIAN

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. SURYA PUTRA SUMETERA II PASIR PENGARAIAN ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. SURYA PUTRA SUMETERA II PASIR PENGARAIAN IRMA YAHYA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN, ROKAN HULU, RIAU, INDONESIA ABSTRAK Perusahaan dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Hutang Hutang sering disebut juga sebagai kewajiban, dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar oleh perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Laporan Keuangan BAB II TINJAUAN PUSTAKA Laporan keuangan merupakan hasil akhir suatu proses kegiatan pencatatan akuntansi yang merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan keputusan yang tepat dan cepat. Dalam bisnis setiap

BAB I PENDAHULUAN. memerlukan keputusan yang tepat dan cepat. Dalam bisnis setiap 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kegiatan bisnis selalu di hadapkan berbagai persoalan yang memerlukan keputusan yang tepat dan cepat. Dalam bisnis setiap permasalahan akan berdampak

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penilaian terhadap kondisi. Pengertian laporan keuangan menurut beberapa ahli :

BAB II LANDASAN TEORI. dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penilaian terhadap kondisi. Pengertian laporan keuangan menurut beberapa ahli : BAB II LANDASAN TEORI II.1 Laporan Keuangan II.1.1 Definisi Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan penilaian

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Laporan Keuangan Salah satu ciri dari kegiatan perusahaan yaitu adanya transaksi-transaksi. Transaksi-transaksi tersebut dapat mengakibatkan perubahan terhadap aktiva, hutang,

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Kas, analisis hubungan kas dan setara kas terhadap pengeluaran investasi dan pendanaan, PT Mustika Ratu,

ABSTRAK. Kata kunci : Kas, analisis hubungan kas dan setara kas terhadap pengeluaran investasi dan pendanaan, PT Mustika Ratu, ANALISIS HUBUNGAN KAS DAN SETARA KAS DENGAN PENGELUARAN INVESTASI DAN PENDANAAN PADA PT MUSTIKA RATU TAHUN 2004-2008 Febrian Yusuf Effendie Fakultas Ekonomi - Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya 100

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat (investor) yang kemudian disalurkan kepada sektor-sektor yang

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat (investor) yang kemudian disalurkan kepada sektor-sektor yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan perekonomian di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh transaksi saham yang berlaku dalam lantai bursa pasar modal. Hal ini dimungkinkan karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebanyak 25 perusahaan baru di tahun 2011, 23 perusahaan baru di

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebanyak 25 perusahaan baru di tahun 2011, 23 perusahaan baru di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam era globalisasi ini, persaingan antar perusahaan sangat ketat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan yang terdiri dari neraca, perhitungan

Lebih terperinci

30 Juni 31 Desember

30 Juni 31 Desember LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2012 dan 31 Desember 2011 30 Juni 31 Desember ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 73102500927 63710521871 Investasi 2072565000 1964636608 Piutang usaha - setelah

Lebih terperinci

GAMBARAN MENGENAI PERGERAKAN DAN KECENDERUNGAN SERTA MEMBERIKAN PETUNJUK YANG BERHARGA DI DALAM RANGKA MEMPREDIKSI MASA DATANG.

GAMBARAN MENGENAI PERGERAKAN DAN KECENDERUNGAN SERTA MEMBERIKAN PETUNJUK YANG BERHARGA DI DALAM RANGKA MEMPREDIKSI MASA DATANG. LAPORAN KEUANGAN KOMPARATIF LANGKAH AWAL YANG BAIK DALAM MELAKUKAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ADALAH DENGAN MENYAJIKAN LAPORAN KEUANGAN SECARA KOMPARATIF, MISALNYA UNTUK DUA ATAU TIGA TAHUN ATAU LEBIH.

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 8 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Laporan Keuangan 1. Pengertian Laporan Keuangan Pada dasarnya laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk

Lebih terperinci

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PT INDOFARMA (PERSERO) TBK (Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor :KEP- 100/MBU/2002)

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PT INDOFARMA (PERSERO) TBK (Berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor :KEP- 100/MBU/2002) ejournal Ilmu Administrasi Bisnis, 2016, 4 (1): 103-115 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id Copyright 2016 ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PT INDOFARMA (PERSERO)

Lebih terperinci

Analisis Rasio Keuangan pada PT Citra Tubindo Tbk.

Analisis Rasio Keuangan pada PT Citra Tubindo Tbk. Jurnal Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 2, No. 1, July 2014, 45-54 p-issn: 2337-7887 Article History Received May, 2014 Accepted June, 2014 Analisis Rasio Keuangan pada PT Citra Tubindo Tbk.

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan 2.2. Laporan Keuangan II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode saat ini harus

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Koperasi 2.1.1 Pengertian Koperasi bahwa, Undang Undang No.17 tahun 2012 tentang Perkoperasian menyatakan Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di dalam perekonomian, bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Banyak perusahaan yang berskala besar atau kecil, baik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan

BAB I PENDAHULUAN. dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang industri, jasa maupun dagang bertujuan untuk mencari laba, agar kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan

II. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Menurut Sawir (2005), kinerja adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan penghasilan atau meraih keuntungan (laba) dan kemampuan dalam mengelola perusahaan

Lebih terperinci

Oleh Deddy Kurniawan Sugeng Rianto Fakultas Ekonomi Universitas Semarang

Oleh Deddy Kurniawan Sugeng Rianto Fakultas Ekonomi Universitas Semarang PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI PADA PERIODE TAHUN 2007-2010 (Study Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk., PT. Indosat Tbk., PT. Bakrie

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan dunia usaha yang semakin maju, sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan dunia usaha yang semakin maju, sejalan dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam perkembangan dunia usaha yang semakin maju, sejalan dengan perkembangan perekonomian yang tinggi, maka semakin berkembang pula dunia usaha dewasa ini.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan dan perluasan industri pada umumnya membutuhkan sumbersumber

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan dan perluasan industri pada umumnya membutuhkan sumbersumber BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dan perluasan industri pada umumnya membutuhkan sumbersumber pendanaan yang merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Bagi setiap perusahaan, keputusan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Dividen Menurut Baridwan (2004) Dividen merupakan sebagian dari laba yang dibagikan kepada pemegang saham. Dividen merupakan pendapatan yang diperoleh perusahaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. manajemenm, pemerintah, karyawan, serta pelaku pasar modal.

BAB 1 PENDAHULUAN. manajemenm, pemerintah, karyawan, serta pelaku pasar modal. 19 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kondisi perekonomian saat ini, laporan keuangan sudah merupakan media penting dalam proses pengambilan keputusan ekonomis. Laporan keuangan perusahaan merupakan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan

II. TINJAUAN PUSTAKA Kinerja Keuangan 6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Keuangan Menurut Sawir (2000), kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan untuk mendapatkan penghasilan atau untuk meraih keuntungan (laba) dan kemampuan dalam mengelola

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau jangka waktu tertentu. Adapun tujuan dari laporan keuangan yaitu: perusahaan dalam menghasilkan laba.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau jangka waktu tertentu. Adapun tujuan dari laporan keuangan yaitu: perusahaan dalam menghasilkan laba. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Laporan Keuangan Menurut Harahap (2010:105), Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS KINERJA BERDASARKAN MODEL KEMAPANAN. Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi kerja suatu perusahaan di

BAB II ANALISIS KINERJA BERDASARKAN MODEL KEMAPANAN. Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi kerja suatu perusahaan di BAB II ANALISIS KINERJA BERDASARKAN MODEL KEMAPANAN II.1 Kinerja Keuangan II.1.1 Pengertian Kinerja Keuangan Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi kerja suatu perusahaan di bidang keuangan ( Munawir,

Lebih terperinci