Info PDN. Cara Bijak Agar Harga Tak Melonjak. Mendesain Kenaikan Harga: Kemendag Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran Perdagangan Dalam Negeri

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Info PDN. Cara Bijak Agar Harga Tak Melonjak. Mendesain Kenaikan Harga: Kemendag Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran 2014. Perdagangan Dalam Negeri"

Transkripsi

1 PDN/MJL/53/6/2014 Perdagangan Dalam Negeri Mendesain Kenaikan Harga: Cara Bijak Agar Harga Tak Melonjak Kemendag Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran 2014 Rubrik Daerah Unggulan Kaya Potensi Investasi, KOTA JAMBI TAWARKAN BANYAK PRODUK UNGGULAN Liputan Utama II Yang Beda dan Baru DI PAMERAN PANGAN NUSA 2014 Rubrik Distribusi Tantangan Distribusi Komoditas HORTIKULTURA INDONESIA BUTUH SISTEM DAN KEBIJAKAN PENGEMASAN

2 Da ar isi PENGARAH : Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agus na PENANGGUNG JAWAB : Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Jimmy Bella REDAKTUR : Yasir Nussa 4 14 LIPUTAN UTAMA I Yang Beda dan Baru di Pameran Pangan Nusa 2014 KHAZANAH PASAR TRADISIONAL Pasar Kutowinangun Baru : Memberi Harapan dan Peluang Baru LIPUTAN UTAMA II 10 Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran 2014 : Sektor Distribusi Menjadi Kunci Stabilisasi REFERENSIA 17 Kebijakan yang Bersahabat untuk UKM Ala Tiongkok TREN PRODUK 20 Jasa Rental Mobil : Kekurangan Jutaan Armada SENTRA PERDAGANGAN 23 Desa Alam Indah : Sentra Industri Kecil Olahan Stroberi DISTRIBUSI 26 Tantangan Distribusi Komoditas Hor kultura Indonesia : Butuh Sistem dan Kebijakan Pengemasan INFO SEMBAKO 29 Dinamika Pasar Bawang Merah : Solusi Kemendag untuk Wujudkan Keadilan Harga EDITOR : Ni Made Kusuma Dewi DITERBITKAN OLEH : Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri ALAMAT : Gedung Utama Lt. 8 Jl. M. I. Ridwan Rais No. 5 Jakarta Dalam rangka memperkaya informasi dan memperkuat data potensi perdagangan dalam negeri, Tim Redaksi mengundang seluruh jajaran dinas di daerah untuk berpartisipasi mengirimkan naskah atau artikel terkait perkembangan, potensi, dan peluang-peluang perdagangan di daerah. Naskah ditulis dalam MS Word dan dikirim ke Atas partisipasinya kami sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. KOLOM ANDA 32 Integrasi Data Antar Instansi : Menuju Stabilisasi Harga Pangan di Dalam Negeri POTENSI UMKM 37 Singkong Gajah : Ditanam Mudah, Untungnya Melimpah DAERAH UNGGULAN 40 Kaya Potensi Investasi, Kota Jambi Tawarkan Banyak Produk Unggulan PRODUK UNGGULAN 43 Produk Mebel Nasional : Berpeluang Merajai Pasar Global [ 2 ]

3 Redaksi Pembaca yang budiman... Pada edisi ini Info Perdagangan Dalam Negeri akan menyapa Anda dengan liputan-liputan menarik soal dinamika perdagangan menjelang datangnya bulan puasa. Seperti kita maklumi bersama, bulan puasa selalu menjadi tantangan bagi segenap jajaran Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Pasalnya, di bulan seperti ini segala jenis komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan angka konsumsi dan kadang menimbulkan gejolak harga yang tak terprediksi. Karena itu, untuk melihat dengan jelas dan gamblang bagaimana komitmen pemerintah untuk menjaga kestabilan harga, dalam liputan utama kali ini kita akan bersama-sama mengikuti ge rak langkah persiapan dan antisipasi Kemendag dalam mengantipasi gejolak harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan Lebaran. Kemudian, untuk menambah semangat pembaca dalam memajukan perda gangan dalam negeri, redaksi kali ini sudah menyiapkan berbagai informasiinformasi inspiratif dari dunia UKM dan perdagangan dalam negeri. Laporan kunjungan kami ke sentra stroberi di Kab Bandung dan Kota Jambi kami yakini akan membuat pem baca terinspirasi dan menemukan ga gasangagasan yang dibutuhkan negeri kita tercinta ini. Demikian pula dengan rubrikrubrik kami yang lain, semisal Distribusi, Info Sembako, dan juga Referensia yang kali ini mengangkat soal cara Negeri Tiongkok mengembangkan UKM-nya. JASA CUTTING STICKER Kisah Hobi Pembawa Rezeki dari Dunia Modifikasi FOTO: AGUS BACHTIAR Semoga, edisi ini sebagaimana edisi-edisi sebelumnya senantiasa menjadi teman setia Anda dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Tabik Halaman 34 Berawal dari hobinya memodifikasi kendaraan, Muhammad Imam menemukan sumber penghasilan yang menggiurkan hasilnya. Di luar prediksinya, usaha pembuatan cutting sticker yang dilakoninya ternyata bisa mengalirkan puluhan juta rupiah ke kantong sakunya per bulan. [ 3 ]

4 Liputan Utama I Yang Beda dan Baru di Pameran Pangan Nusa 2014 Pameran Produk Dalam Negeri yang digelar bersamaan dengan Pameran Pangan Nusa selalu mendapat apresiasi dari masyarakat luas karena bisa menjadi jendela informasi mengenai perkembangan kreativitas para perajin UKM di Indonesia. [ 4 ]

5 Pameran Pangan Nusa yang diinisiasi oleh Kemendag RI sejak sembilan tahun lalu tak hanya makin semarak, tapi juga menunjukkan terjadinya pertumbuhan kreativitas yang luar biasa. Demikian pula dengan Pameran Produk Dalam Negeri yang baru dilaksanakan keempat kalinya, makin membuktikan bila negeri ini kaya dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kreatif. Panasnya udara rupanya tidak menjadi penghalang masyarakat untuk menghadiri acara pembukaan Pameran Pa ngan Nusa (PPN) ke-9 dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional (PPDNR) ke-4 tahun 2014 di Lapangan Merah Enggal, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Jumat (2/5) lalu. Antusiasme penduduk kota seluas 197,22 km² itu bukan hanya terlihat dari jum lahnya, tapi juga dari beragamnya segmen masyarakat yang datang. Ada dari kalangan pelajar SMP/SMA, mahasiswa, pengusaha, pejabat, ibu-ibu PKK. Mereka sudah memenuhi lapangan sejak pukul 9 pagi, meski pa me ran baru akan dibuka untuk umum tepat pukul 2 siang. Kedatangan mereka pun tak sia-sia. Pasal nya, pelaksanaan PPN dan PPDNR yang diselenggarakan Kemendag RI ini me nyuguhkan tontonan beragam ha sil kreativitas dari berbagai daerah yang inspiratif dan meng gugah semangat masya rakat untuk terus berkarya. Banyak perubahan dan berbeda dari tahuntahun sebelumnya. Itulah yang terbidik oleh pandangan mata dan kamera yang terus mengikuti kegiatan PPN dan PPDNR yang rutin diselenggarakan oleh Kemendag RI setiap tahun ini. Terlihat, tahun ini Kemendag RI mencoba menawarkan konsep pameran yang lebih tematik, sehingga memudahkan pengunjung mencerna betapa kayanya negeri ini dengan produk-produk yang kreatif berbahan baku kekayaan alam nusantara. Kesan unik dan me na rik pun tak bisa terelakkan dari ajang pa meran tahunan pemerintah yang diseleng garakan untuk mempromosikan produk-produk khas dalam negeri ini. Tengok saja misalnya stan Ikan Segar dan Produk Olahannya. Stan khusus yang dirancang oleh Kemendag RI di bagian Utara lokasi pameran ini memamerkan beberapa produk olahan berbahan baku ikan dan hasil laut lainnya seperti ikan sarden kalengan, ikan asin, abon, dan ikan pindang. Di stan ini, pengunjung juga bisa menyaksikan aneka ragam jenis ikan segar yang potensial untuk menjadi komoditas perdagangan Indonesia di pasar domestik maupun mancanegara. Dipajangnya ikan bawal berukuran jum bo di stan ini membuat banyak orang mampir mengunjunginya. Ratusan kamera FOTO-FOTO: AGUS BACHTIAR Stan Ikan Segar dan produk olahannya mendapat perhatian khusus dari para investor. [ 5 ]

6 Liputan Utama I Wamendag RI Bayu Krisnamurthi didampingi Dirjen PDN Srie Agustina berfoto bersama dengan para juara Lomba Masak Pameran Pangan Nusa Tahun Kota ini dipilih karena meru pakan gerbang Pulau Sumatera. Lam pung juga memiliki dua pela buhan berkelas internasional. pengunjung dan juga jurnalis tak henti-hentinya mengabadikan ikan tersebut untuk membawanya sebagai oleh-oleh dan cerita bagi keluarganya. Selain menampilkan stan bertemakan kekayaan pangan daerah, kami juga menyiapkan stan tematik lainnya yang berisikan produk-produk dalam negeri yang sudah mendunia, ucap Dirjen PDN Srie Agustina. Hal ini, menurut Srie, bertujuan untuk me ngangkat kekhasan pangan asli daerah serta le bih mem perkenalkan produk-produk yang dibuat di da lam ne geri dan dipasarkan secara lokal maupun inter na sional. Produk itu antara lain handuk Terry Palmer, radio Magno, dan sepatu Tom Hawkins, katanya. Agar penyelenggaraan PPN dan PPDNR memiliki efek lebih bagi UKM, Kemendag RI juga mengundang assessor/merchandiser dari sejumlah ritel modern untuk melakukan penilaian terhadap produk UKM po tensial di daerah agar bisa menjadi pemasok tetap me reka. Adapun ritel modern itu seperti Carrefour, Alfamart, Indomaret, Hypermart, dan Giant. Itulah yang membedakan pelaksanaan pameran tahun ini dengan sebelumnya. Harapannya, tentu setelah pameran ini berlangsung akan ada transaksi yang terjadi antara UKM dan ritel. Sesi khusus telah disiapkan untuk mempertemukan mereka, ungkap Direktur Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri, Kemendag RI Suhanto, saat mewawancarainya di sela-sela acara. Menurut Suhanto, cara tersebut merupakan terobosan yang ditempuh Kemendag RI dalam rangka mengimplementasikan Permendag No. 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan [ 6 ] Pa sar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Mo dern. Menerapkan strategi jemput bola se macam ini, kata Suhanto, akan mempertajam konek tivitas serta menguatkan jejaring pasar pelaku UKM. Yang penting, adalah bagaimana pameran ini bisa lebih efektif mengangkat daya saing UKM dalam menghadapi pasar bebas. Ujung-ujungnya, hal ini da pat meningkatkan konsumsi produk dalam negeri, tukasnya. Sekedar catatan, penyelenggaraan PPN dan PPDNR di Bandar Lampung diikuti oleh sekitar 100 UKM yang terdiri dari 50 UKM peserta PPN dan 50 UKM peserta PPDNR yang berasal dari 12 provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Su matera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, D.I. Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Maluku, Kalimantan Barat, dan Provinsi Lampung. Lomba Masak Makanan Minuman Khas Daerah, pun kembali diadakan Kemendag RI guna mengem bangkan dan memperkenalkan potensi keanekaragaman cita rasa makanan nusantara, serta mendorong pengembangan produk kuliner nasional. Lomba tersebut diikuti oleh anggota Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung dan beberapa daerah peserta pameran. Total peserta lomba sebanyak 13 tim. Dalam kesempatan pembukaan pameran ini, Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi juga memberikan bantuan sarana usaha kepada 2 orang perwakilan Pedagang Kaki Lima (PKL) berupa 50 unit gerobak dan 100 unit tenda. Selain di Bandar Lampung, PPN dan PPDNR tahun 2014 ini juga akan diselenggarakan di kota-kota

7 lainnya seperti di Purwokerto pada Mei dan Juni di Malang. Sementara itu, puncak dari serangkaian acara pameran ini akan dilaksanakan tanggal 29 Agustus-1 September di Jakarta. MENGANGKAT CITRA PRODUK LOKAL Terpilihnya Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah pertama penyelenggaraan PPN dan PPDNR tahun 2014 ini bukannya tanpa alasan. Kota ini dipilih karena merupakan gerbang Pulau Sumatera. Lam pung juga memiliki dua pelabuhan berkelas internasional, ucapnya. Selain itu, kata Wamendag RI Bayu Krisnamurthi, Lampung juga memiliki banyak potensi yang sangat bisa dikembangkan di masa yang akan da tang. Di Lampung terdapat berbagai jenis in dustri berkualitas ekspor mulai dari industri kecil (UMKM) hingga industri besar seperti kopi, co kelat, sawit, gula, per ikanan. Bahkan, Provinsi Lampung saat ini juga sudah menjadi basis pengge mukan sapi. Lampung memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional, imbuh Wamendag. Potensi lain yang membuat Lampung saat ini kian cerah adalah sudah adanya sistem pangan dan agrobisnis yang cukup lengkap. Selain itu, daerah ini telah berhasil memperkenalkan diri sebagai sentra produksi nanas kepada dunia. Provinsi Lampung juga terkenal karena dapat menghasilkan gula Dirjen PDN Srie Agustina tengah mencicipi salah satu makanan khas dari Palembang. dengan standar paling tinggi sekalipun yang diminta dunia, tandas Wamendag. Dengan kata lain, Lampung salah satu daerah yang sanggup mengangkat citra produk lokal di mata internasional. Wamendag menambahkan, semua potensi itu terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan eko nomi Lampung pada 2013 lalu sebesar 5,97% atau mencapai Rp 164,39 triliun (1,8% dari PDB Nasio nal). Artinya, lebih tinggi dari PDB Indonesia 5,78%, ujarnya. Selain menampil kan stan ber temakan ke ka yaan pa ngan daerah, kami juga menyiapkan stan tematik lainnya yang ber isikan produk-produk dalam negeri yang sudah mendunia. PPN & PPDNR Efek f Mendongkrak Citra Produk Dalam Negeri PADA tahun 2013 lalu Kementerian Perdagangan RI mendapatkan penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Cinta Karya Bangsa. Penghargaan yang diberikan Wakil Presiden Boediono itu merupakan bentuk apresiasi terhadap kementerian yang berhasil meningkatkan penggunaan produk dalam negeri berdasarkan Inpres No. 2 tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri. Keberhasilan Kemendag RI dalam meraih penghargaan bergengsi itu tak lepas dari konsistensinya dalam menjalankan berbagai kegiatan promosi dan pameran. Salah satunya adalah ajang PPN dan PPDNR yang dinilai cukup ampuh menumbuhkan minat masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri. Dua kegitan yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Kemendag RI ini juga terbukti mampu merangsang lahirnya wirausahawan-wirausahawan baru di Indonesia. Berdasarkan laporan Dirjen PDN Srie Agustina, tercatat sebanyak UKM dengan nilai transaksi hampir menembus angka Rp 20 miliar sejak 8 tahun pelaksanaan PPN dan PPDNR. Memang nominalnya masih kecil, tapi sudah terjadi dinamika pergerakan UKM semenjak pameran ini dilakukan, imbuh Srie Agustina dalam sambutan laporannya atas pameran ini. Prestasi lainnya, PPN dan PPDNR juga tercatat telah memfasilitasi sekitar pelaku UKM untuk menjadi pemasok utama sejumlah ritel modern. Dengan keberhasilan UKM menjadi pemasok di ritel-ritel modern itu, menurut Srie, secara tidak langsung dapat meningkatkan penggunaan produk-produk dalam negeri. Meningkatnya konsumsi produk lokal, lanjutnya, sangat penting untuk meminimalisir ketergantungan masyarakat pada produk dari negara luar. Dampaknya, importasi barang bakal tertekan. Apalagi jika melihat begitu besarnya potensi pasar Indonesia, ini akan menjadi peluang yang luar biasa bagi pelaku industri UKM kita, kata Srie menjelaskan. Perlu diketahui, bahwa omzet perdagangan dalam negeri secara nasional mencapai Rp triliun. Dari jumlah tersebut, yang diperdagangkan di ritel modern dan pusat perbelanjaan kisarannya hingga Rp 100 triliun. Artinya, jika 80%-nya harus diisi oleh produk dalam negeri, bisa dibayangkan seberapa besar peluang pasar yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh industri dalam negeri. Maka, mari kita terus berkreasi dan tak berhenti melakukan inovasi! (ccp/amf) [ 7 ]

8 Perspektif Mendesain Kenaikan Harga: Cara Bijak Agar Harga Tak Melonjak Sejumlah komoditas selalu mengalami kenaikan permintaan di bulan puasa. Kemendag RI telah mendesain kenaikan harga beberapa komoditas yang rentan mengalami gejolak di setiap momentum puasa dan Lebaran agar tidak memberatkan masyarakat. Seperti biasa, pada bulan puasa akan terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, terutama di sektor kebutuhan pokok. Kenaikan itu diprediksi akan terjadi sampai H+10 Lebaran. Pada bulan puasa tahun ini menurut Wamendag Bayu Krisnamurthi, peningkatannya 30% - 40%. Hukum pasar tak bisa dihindari. Peningkatan konsumsi berdampak pada kenaikan harga. Pada momentum seperti bulan puasa para pengusaha dan juga pedagang biasanya memanfaatkannya untuk menutup kerugian yang mereka alami pada bulan-bulan sebelumnya, sehingga mereka pun menaikkan harga dagangannya. Bahkan, seringkali kenaikan harga akibat biaya transportasi sudah mulai naik mengikuti tren naik harga di bulan-bulan jelang Lebaran ini. Menyikapi kondisi tersebut, Kemendag RI mengambil kebijakan dengan mendesain kenaikan harga dan memberi ruang kepada pengusaha atau pedagang untuk menaikkan harganya secara bertahap sejak bulan Mei lalu. Terobosan untuk mencoba smoothing out kenaikan harga ini diharapkan menjadi solusi agar kenaikan harga yang pasti terjadi tidak begitu membebani. Betapa pun, peningkatan konsumsi yang berdampak pada terjadinya tren kenaikan harga di bulan suci merupakan suatu kondisi yang tak mungkin dihindari. Tugas pemerintah adalah bagaimana mengendalikan harga agar tidak melonjak terlalu tinggi. Dengan langkah ini, diharapkan para pedagang memiliki ruang untuk memanfaatkan situasi peningkatan konsumsi ini guna mengejar kerugian yang dialami sebelumnya secara wajar dan terkendali. Setidaknya, ada tiga jenis komoditas yang sengaja dinaikkan (by design) mendekati bulan suci Ramadan tahun ini. Ketiga komoditas itu adalah daging, telur ayam, dan bawang merah. Soal daging, hasil analisis Kemendag menyebutkan bahwa kapasitas produksi ayam dalam perunggasan di Indonesia saat ini adalah 2,5 miliar ekor per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 70% diproduksi oleh perusahaan besar, dan 30% oleh perusahaan kecil. Sementara itu, penjualannya 70% adalah melewati pasar tradisional, sisanya modern. Berangkat dari fakta tersebut, maka pedagang harus sensitif terhadap harga. Mereka harus memperhatikan pula kondisi kon sumen dalam negeri yang mayoritas berbelanja di pasar tra disional, yakni kalangan menengah dan menengah ke bawah yang secara ekonomi harus diberi ruang untuk mendapatkan ke butu han pokok mereka dengan harga terjangkau dan tidak membebani. [ 8 ]

9 Berkenaan dengan itu, maka daging ayam dinaikkan 8,25% menjadi Rp dari harga bulan sebelumnya yang berada di kisaran Rp sampai Rp Sedangkan telur ayam naik 6,59% menjadi Rp Menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (Kemendag) Srie Agustina, penaikan harga ini dilakukan pemerintah karena melihat peternak merugi sehingga perlu didorong dengan kebijakan pemerintah. Srie menambahkan bahwa naiknya harga daging ayam tersebut diambil untuk menutupi kerugian peternak rakyat di tengah-tengah adanya permintaan yang tinggi pada bulan-bulan tersebut. Masih terkait dengan antisipasi lonjakan harga daging ayam tersebut, pemerintah mengimbau kepada para pengusaha untuk mengurangi pasokan ayam usia sehari atau day old atau Day Old Chicks (DOC) sebesar 15% dari pasokan mingguannya. Langkah tersebut, menurut Srie, merupakan salah satu kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan didukung oleh pengusaha dalam negeri dimana sebelumnya mereka mengalami kelebihan produksi sebanyak ribu ekor DOC per minggunya dan menyebabkan harga daging ayam terlalu rendah. Dari hasil perhitungan yang dilakukan oleh Kemendag RI dengan instrumen yang ada, para pengusaha mengusulkan pengurangan pasokan sebesar 15% untuk mendapat kan pemasukan yang cukup bagi para peternak. Sedangkan untuk daging sapi, Kemendag RI memiliki cara menahan harganya agar tidak melonjak menjelang Ramadan, yaitu dengan menstabilkan pasokan kebutuhan daging sapi. Sebab, dalam hitungan pe merin tah, saat ini pasokan daging sapi masih terbilang ku rang, sehingga Kemendag melakukan impor daging ke luar negeri. Menurut Mendag, pemerintah juga akan melakukan penetapan harga daging sapi menjelang Lebaran tahun ini. Akan ada adjustment exchange rate-nya dan proses ini sedang dikerjakan sekarang. Melalui langkah ini, diharapkan harga daging sapi tidak melonjak tinggi di saat bulan puasa nanti. Adapun harga bawang merah hanya dinaikkan 3,6% atau menjadi Rp per kg. Soal kecilnya kenaikan har ga bawang merah yang tak sampai 5% ini, tak lain di maksudkan untuk menjaga mekanisme pasar. Sebab, se bentar lagi bawang merah akan memasuki masa pa nen. Harapannya, kalau naik, antara 5% - 7% saja sampai menje lang Lebaran. (amf) [ 9 ]

10 Liputan Utama II Hadapi Bulan Puasa dan Lebaran 2014 Sektor Distribusi Menjadi Kunci Stabilisasi Stok pangan menjelang bulan Ramadan tahun 2014 ini terpantau masih aman. Meski demikian Kemendag RI tetap mewaspadai terjadinya lonjakan harga pangan sebelum maupun selama bulan puasa. Papan harga elektronik akan dipasang di 165 pasar di seluruh Indonesia untuk memberikan informasi harga produk pangan terbaru dan mencegah tindakan spekulasi harga yang biasa dilakukan pedagang. Sektor distribusi pun memegang peranan kunci stabilisasi. Faktor cuaca jelang musim hujan dan tingginya ombak menjadikan alam di wilayah Indonesia Timur kurang bersahabat. Akibatnya, distribusi sejumlah kebutuhan pokok dan juga bahan bakar minyak ke beberapa daerah terpencil semisal Ambon, Maluku Utara, Manokwari, dan Papua rawan terganggu. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pengen da lian harga pangan di bulan puasa yang di seleng garakan oleh Kemendag RI dan dihadiri oleh perwakilan dari 33 Dinas Perdagangan tingkat pro vinsi di Auditorium Kemendag, Jakarta, Jumat (30/5) lalu. Sebagai informasi, dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan RI. Muhammad Lutfi itu juga dihadiri oleh Sekretaris Jen deral Ke mendag, Gunaryo; Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Srie Agustina; Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Bachrul Chairi; Kepala Badan Pengawasan Perda gangan Berjangka Komoditi, Kemendag, Sutriono Edi, dan Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlin dungan Konsumen, Kemendag, Widodo. Distribusi menjadi masalah utama di Timur, simpul Mendag M. Lutfi usai memperoleh laporan dari perwakilan 33 Disperindag da lam rapat yang digelar Kemendag untuk mengeta hui kesiapan masing-masing daerah dalam menghadapi bulan puasa tersebut. Karena itu, Kemendag RI menilai wilayah Indonesia bagian Timur masih rawan mengalami ke naikan harga dan perlu mendapat perhatian khusus. Adapun untuk daerah-daerah lain, dari ha sil laporan daerah-daerah tersebut Kemendag RI menyimpulkan bahwa stok pangan masih cu kup. Bahkan, strukturnya jumlahnya lebih baik dari ta hun sebelumnya, imbuh Mendag. Meski demikian, kata Mendag RI, kewaspadaan men jelang dan selama bulan puasa tetap di perlukan. Me nurutnya, masih ada kemungkinan terjadinya lon ja kan harga, terutama bila ada ulah spekulasi ok num pengusaha dan pedagang yang memainkan stok dan harga di pasaran. Terkait dengan kewaspadaan itu, Kemendag RI akan melakukan persiapan secara menyeluruh untuk menjaga stok pangan dan menstabilkan [ 10 ]

11 Kita berusaha untuk mengendalikan harga secara menyeluruh, untuk memastikan kegia tan beribadah masyarakat pada bulan Ramadan tidak terganggu akibat adanya kenaikan harga kebutuhan pokok. FOTO-FOTO: AGUS BACHTIAR [ 11 ]

12 Liputan Utama II Situasi bongkar muat di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta. Kita akan berkoordinasi lebih erat dengan Kementerian Perhubungan dan Pe ker jaan Umum untuk menge tahui ada gangguan dis tribusi atau tidak. harga. Hal ini ditegaskan oleh Wamendag Bayu Krisnamurthi. Kita berusaha untuk mengendalikan har ga secara menyeluruh, untuk memastikan kegiatan beribadah masyarakat pada bulan Ramadan tidak terganggu akibat adanya kenaikan harga kebutuhan pokok, tandasnya di Jakarta, Kamis (22/5) lalu. Dilaporkan, Kemendag RI sudah menyiapkan kegiatan ope rasi pasar dan juga pasar murah. Untuk menjalankan program operasi pasar, Kemendag RI akan melibatkan dan bekerja sama dengan perusahaanperusahaan yang bernaung di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bulog dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Tujuan dari operasi pasar ini adalah agar masyarakat bisa mendapatkan beberapa produk kebutuhan po kok mereka dengan harga terjangkau. Kegiatan ini, menurut Mendag akan digelar selama sebulan pe nuh sebelum dan setelah masuk Ramadan. Ope rasi pasar ini akan dilakukan di 33 provinsi seluruh Indo nesia. Rencananya, beberapa produk yang akan digelar di pasar murah adalah minyak goreng, terigu, dan juga gula. [ 12 ] Kegiatan strategis Kemendag lainnya adalah penye lenggaraan pasar murah di berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Dalam kegiatan ini Kemendag akan menggandeng Pemerintah Daerah (Pemda) de ngan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut keterangan Men dag, pasar murah akan dilaksanakan dari hari pertama puasa. Pasar penyeimbang ini perlu, kare na kalau permintaan meningkat kadang terjadi spe kulasi, tutur Lutfi. Program lain yang akan dilakukan Kemendag RI un tuk menstabilkan harga adalah memasang papan in for masi harga elektronik di 165 pasar di seluruh Indo nesia. Papan ini rencananya akan digunakan oleh Kemendag RI untuk menginformasikan harga produk pangan terbaru kepada masya rakat luas dan mencegah tindakan spekulasi harga yang acapkali dilakukan pedagang. Menurut Mendag, papan harga tersebut ditujukan untuk menjadi referensi harga bagi pedagangan dan pembeli. Bahkan, papan informasi tersebut

13 dan ritel sudah menggenjot pasokannya hingga 30%. Angka ini jauh lebih be sar dibanding sebelumnya. Karena itu, Ke mendag RI akan terus melakukan penge cekan, terutama dalam sistem distribusi. Kegiatan berikutnya, sesuai rencana Kemendag sudah mulai melakukan pe mantauan aktif terhadap distribusi produkproduk makanan segar seperti ayam, daging, dan ikan sekitar dua minggu menjelang Ramadan. Berkenaan dengan masalah distribusi, Ke mendag juga sudah melakukan koordinasi intensif dengan intansi terkait semisal Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Pasalnya, setiap men jelang Lebaran, angkutan barang akan digantikan dengan angkutan penumpang, sehingga perlu dilakukan langkah taktis penyediaan stok di pasaran. Bagi Kemendag, persoalan distribusi ini sangat penting sebagai upaya mengantisipasi terjadinya perpindahan pola konsumsi masyarakat yang biasanya di pusat kota dan kota besar, beralih ke daerah. Truk pengangkut komoditas kebutuhan pokok dari Jawa Tengah melintas di jalur pantura menuju Jakarta. juga sangat di butuh kan oleh pemerintahpemerintah daerah untuk menganalisis kondisi stok dan harga di pasar-pasar yang ada wilayahnya. Dari papan tersebut, Pemda bisa melihat apakah daerahnya kelebihan suplai atau memerlukan barang tertentu untuk daerah sekitar, papar Mendag. KOORDINASI DISTRIBUSI LINTAS INSTANSI Sebagaimana dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, menjelang datangnya bulan suci Ramadan tahun ini Kemendag juga te rus menerus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak lain, baik dari instansi pemerintah terkait maupun dengan para pelaku usaha. Dari rekaman, Kemendag RI telah menjalin koordinasi aktif dengan para pelaku ritel, distributor dan pedagang, terutama mereka yang bergerak di sektor penjualan produk olahan dan produk tahan lama seperti makanan olahan, garmen, dan fesyen. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, koordinasi ini terbukti efektif untuk mengatasi pa so kan dan menstabilkan harga barang. Pe ngalaman dalam tiga hingga empat ta hun terakhir, pusat distribusi regional yang dikembangkan oleh pelaku usaha jadi menentukan, ujar Wamendag RI. Dilaporkan, saat ini sudah cukup banyak supplier yang menjamin bahwa dari pusat distribusi ke distribusi regional hanya membutuhkan waktu enam jam. Jadi, pengusaha su dah memperkirakan sesuai dengan kondisi transportasi setempat untuk membangun distribusi regional. Bahkan, dari hasil koordinasi tersebut, sejak dua bulan menjelang Idul Fitri, menurut keterangan Wamendag RI, pedagang besar Yang perlu dicermati dalam bulan puasa ini sentra konsumsi bergeser, Jakarta akan menurun konsumsinya, yang akan bertambah di daerah. Perubahan pola bulanan ini harus bisa diantisipasi de ngan distribusi, ujar Wamendag RI, Ka mis (22/5/2014). Sebab itu, Kemendag akan selalu memastikan keama nan dan kelancaran proses distribusi ke beberapa wilayah di Indonesia demi mencegah kenaikan harga. Kita akan berkoordinasi lebih erat dengan Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum untuk mengetahui ada gangguan distribusi atau tidak. Distribusi ini lah yang menen tukan bagi sentra konsumsi, imbuhnya. Kepada media, Mendag RI Lutfi juga me - ngatakan bahwa Kemendag sudah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan agar bisa men jaga logistik barang terutama untuk yang tidak tahan lama. Kita minta kepada mereka untuk menjaga logistik dalam hal ini tranportasi terutama H-7, agar lebih baik, kata Lutfi. (amf) [ 13 ]

14 Khazanah Pasar Tradisional Pasar Kutowinangun Baru Memberi Harapan dan Peluang Baru Diresmikannya Pasar Kutowinangun setelah direvitalisasi membuat para pedagang setempat makin semangat. Pemerintah Daerah Kebumen pun berharap pasar yang sudah dibangun dan tampak lebih indah ini bisa menjadi sarana promosi bagi produk-produk unggulan daerah. FOTO-FOTO: AGUS BACHTIAR Mendag RI Muhammad Lutfi menandatangani prasasti peresmian Pasar Kutowinangun dan Pasar Petanahan, Kamis Awalnya banyak pedagang di Pasar Kutowinangun, Kebumen, tak percaya bila pa sar tempat mereka berjualan selama ini akan menjadi semegah saat ini. Seperti mimpi, pasar jadi besar begini, ujar Hj. Darosah (70), salah seorang pe dagang gerabah yang sudah hampir setengah abad menempati pasar tersebut. Nenek dari 18 cucu tersebut juga mengaku bah wa dirinya sangat senang Pasar Kutowinangun dibangun. Sekarang sudah cukup luas, sangat rapi, imbuhnya saat diwawancari oleh beberapa waktu sebelum Pasar Kutowinangun diresmikan oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, Kamis (13/3) lalu. Tentu saja kebahagian Hj. Darosah tak berlebihan. Pa salnya, kesan kotor, bau, dan semrawut sudah tak lagi melekat di pasar dengan luas bangunan men capai m 2 itu. Di bangunan yang baru ini terdapat 128 kios dan 36 los. Total jumlah pe dagang nya ada orang. Alhamdulillah, lebih enak, lebih bersih, dan tidak kepanasan, kata Khoirudin, salah seorang pedagang yang sudah puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari pasar tersebut. Kebahagiaan para pedagang itu pun bercam pur dengan optimisme yang besar. Hal itu tam pak dari ekspresi beberapa pedagang ketika ditanya tentang kesan dan harapannya terhadap bangunan baru pa sar mereka. Kami yakin pasar ini akan lebih ramai dan pengunjungnya makin ba nyak, tutur Khoirudin sambil menyiapkan dagangannya. Menurut Khoirudin, pasar yang biasanya hanya ramai di hari pasaran, yaitu Hari Jum at tersebut pas ti akan bisa ramai te rus setiap hari. Sebab, kata dia, Pasar Kuto wina ngun saat ini sudah berubah [ 14 ]

15 Tampilan baru bangunan Pasar Kutowinangun setelah direvitalisasi oleh Kementerian Perdagangan RI. total. Se lain lantainya berkeramik, semua fasilitas pendukung juga sudah dilengkapi oleh pe merintah melalui program revitalisasi yang didanai dengan dana tugas perbantuan Kementerian Perdagangan RI tahun 2013 sebesar Rp15 miliar. Fasilitas-fasilitas pendukung semisal kantor pe ngelola, musala, kamar mandi, cuci, dan kakus (MCK), kontainer sampah, areal parkir, dan klinik kesehatan pun tersedia dengan sa ngat memadai. Bahkan, seperti layaknya di pusat-pusat perbelanjaan modern, Pasar Kutowinangun yang terletak persis di tepi jalan raya Kebumen-Jogja ini juga dilengkapi de ngan Closed-Circuit Television (CCTV) di delapan titik dan sejumlah tabung pemadam kebakaran yang diletakkan di beberapa lokasi strategis. Optimisme juga nampak dari wajah sum ringah Men teri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengu capkan lafaz Bismillah se saat sebelum penggun tingan pita tanda diresmikannya Pasar Kutowi nangun, Kebumen. Semoga para pedagang le bih untung dan membawa kebahagiaan bagi semuanya, imbuh Muhammad Lutfi. Pernyataan Mendag Lutfi tersebut sontak disambut ucapan syukur oleh Bupati Ke bu men Buyar Winarso, Dirjen P D N Srie Agustina, dan Kepala Dinas Perindag Jawa Tengah P. Edison Ambarura yang turut meng hadiri acara peresmian pasar tersebut. Riuhnya tepuk tangan dari para pedagang dan tamu undangan pun ikut menambah suasana kebahagiaan warga Kebumen me nyambut diresmikannya Pasar Kuto winangun yang sudah puluhan tahun me ngawal roda perekonomian daerah yang dikenal dengan lanting sebagai camilan khasnya tersebut. Pada kesempatan peresmian tersebut, Mendag Lutfi menyempatkan diri menge li lingi pasar dan menyapa para pedagang. Kepada mereka, Mendag berpesan agar para pedagang bisa menjaga dan memelihara Pasar Kutowinangun. Sebab, kata dia, hal itu akan berdampak positif, baik untuk pe da gang maupun warga sekitar. Jika dirawat dengan baik, pasar ini pasti akan memberikan manfaat luar biasa besar yang berdampak pula pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat sekitar, tandas nya. Pesan Mendag ini bukannya tanpa ala san. Menurut Mendag Lutfi, konsistensi Kemendag RI dalam menjalankan program revitalisasi pasar ini telah terbukti mampu mengangkat omzet pedagang pasar rata-rata sebesar 70%. Sekedar informasi, saat ini perputaran uang para pedagang Pasar Kutowinangun di perkirakan dapat menyentuh angka se besar Rp3,58 miliar per bulannya. Hal ini, membuktikan betapa pasar tersebut amat di minati oleh masyarakat d a n [ 15 ]

16 Khazanah Pasar Tradisional Program (revi talisasi pa sar-red) ini di mak sudkan untuk mengubah citra pasar tradisional dari kesan kotor, semrawut, bau, dan gersang menjadi pasar yang bersih, tertib, nyaman, dan sejuk. Zonasi dan pencahayaan ruangan di dalam Pasar Kutowinangun baru membuat para pedagang dan pengunjung lebih nyaman. berperan penting dalam menunjang arus distribusi bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Kebumen. Berkenaan dengan itu, revitalisasi terhadap Pasar Kutowinangun juga diharapkan oleh pemerintah setempat bisa lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya tersebut. Harapan ini dilontarkan oleh Kepala Disperindagsar Kebumen, Drs Sigit Basuki. Menurutnya, kondisi pasar yang kini sudah sangat representatif itu pasti bakal memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan warga. Apalagi, kata dia, letak Pasar Kutowinangun cukup stra tegis. Yakni, berada tepat pada akses jalan peng hubung ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta (DIY). Kepada, Drs Sigit Basuki juga mengatakan bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menjaga eksistensi pasar tradisonal tidak hanya sebatas pada pembenahan bangunan pasar melainkan memberdayakan, dan mendidik pedagang pasar agar lebih profesional dalam mengelola usahanya. Tentunya, jika pedagang telah memahami strategi pemasaran dan teknik pengemasan barang yang baik, hal ini bisa meningkatkan citra pedagang pasar di mata masyarakat. Sehingga, dengan be gitu pasar tradisional bakal semakin ramai, ung kapnya. Terkait dengan tujuan ini, sebelum pasar diresmikan Pemda setempat telah melakukan sosialisasi penempatan pedagang. Dalam sosialisasi tersebut para pedagang diberi pengarahan tentang aturan penggunaan lokasi berdagang yang baru. Termasuk, menjaga kebersihan pasar yang lebih indah dan megah dibanding bangunan pasar yang lama. Sebagai informasi tambahan, selain meresmikan Pasar Kutowinangun, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi hari itu secara simbolis juga menanda tangani prasasti peresmian Pasar Tradisional Pe tanahan. Revitalisasi terhadap Pasar Petanahan sen diri menelan dana Rp 9,2 miliar. Pasar tersebut memiliki 102 kios, 53 los, dan menampung 797 pedagang, sedangkan omzet per bulan sekitar Rp2,39 miliar. Program (revitalisasi pasar-red) ini dimaksudkan untuk mengubah citra pasar tradisional dari kesan kotor, semrawut, bau, dan gersang menjadi pasar yang bersih, tertib, nyaman, dan sejuk. Tujuannya, agar lebih memiliki daya saing dengan toko modern, kata Mendag Lutfi dalam sambutannya. Dalam kesempatan tersebut, Mendag RI juga memberikan apresiasi terhadap manajemen BRI karena telah membantu pedagang melalui Program Kredit Usaha Rakyat dan program tanggung jawab sosial perusahaan. (ccp/amf) [ 16 ]

17 Referensia Kebijakan yang Bersahabat untuk UKM Ala Tiongkok Sektor Usaha Kecil dan Menengah merupakan pilar perekonomian negara yang diyakini pemerintah Tiongkok akan membantu negara mencapai kesejahteraan bersama. Sadar akan potensi tersebut, Pemerintah Tiongkok fokus pada pengembangan UKM dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bersahabat untuk para pelaku UKM di negerinya. Di Tiongkok, UKM bisa menyumbang lebih dari 60% pendapatan negara dan menyerap 80% lebih tenaga kerja yang ada. Jumlah UKM Tiongkok yang dikenal gesit melihat peluang ini lebih dari 90% dari total seluruh perusahaan yang meng gerakkan perekonomian negeri Tirai Bambu ini. Bahkan, kabarnya investasi mereka untuk aset ti dak ber gerak saat ini lebih besar daripada aset yang di miliki Badan Usaha Milik Negara Tiongkok. Tak pelak, Pemerintah Tiongkok pun membe rikan per hatian khusus dan sangat serius ter hadap sek tor ini. Berbagai kebijakan dan program mereka kerah kan untuk te rus mempertahankan perannya se ba gai penggerak perekonomian negara dan sumber kese jahteraan rakyatnya. Keseriusan Tiongkok mendukung UKM bisa terlihat ketika negeri ini mendorong peran UKM serta bisnis swasta daerah yang disebut sebagai Township and Village Enterprises (TVEs) dalam menopang kekuatan ekspornya. Semula, TVEs adalah perkembangan dari industri pedesaan yang digencarkan Tiongkok. Pada tahun 1960, jumlahnya ha nya 117 ribu. Namun, pada tahun 1978 atau se jak reformasi Tiongkok jumlah ter sebut berkembang pesat menjadi 1,52 juta. Sementara itu, jika ditilik dari sisi ke mampuan penyediaan lapangan kerja, pada peng hujung 1990-an TVEs sudah bisa menam pung setengah dari tenaga kerja di pedesaan Tiongkok. Memang, perkembangan TVEs sempat mengalami pasang surut serta tidak merata di seluruh Tiongkok. Namun, dalam buku Peserta pameran UKM di Tiongkok tengah mempresentasikan produknya kepada para pengunjung. berjudul Diplomasi China, Indonesia dan Pre siden Baru (2004) yang ditulis oleh Pamuji disebutkan bahwa secara rata-rata me ngalami pertumbuhan yang sangat mengesankan. Disebutkan, produksi dari TVEs meningkat dengan rata-rata 22,9% pada periode Secara nasional, output TVEs di 2004 pun mencapai 42% dari seluruh produksi nasional. Sementara untuk volume ekspor, TVEs memberikan kontribusi sebesar sepertiga dari volume total ekspor Tiongkok tahun 1990-an. Untuk mendukung TVEs, Pemerintah Tiongkok melalui State Sience and Technology Commission (SSTC) mengeluarkan kebijakan yang disebut The Spark Plan. Menurut Pamuji, kebijakan ini terdiri dari tiga kegiatan utama yang berangkaian. Kegiatan yang pertama adalah memberikan pelatihan kepada 200 ribu pemuda desa se tiap tahunnya. Dalam pelatihan ini para peserta dibekali dengan satu atau dua tek nik yang bisa diterapkan di daerah mereka masing-masing. Kegiatan kedua adalah bekerja sama dengan lembaga riset di tingkat pusat dan tingkat provinsi untuk mem bangun peralatan teknologi yang siap pakai di pedesaan. Adapun yang ketiga ialah dengan mendirikan 500 TVEs yang berkualitas sebagai pilot project. Menurut para pengamat ekonomi dunia, TVEs lah yang membuat banjirnya produk-produk Tiongkok di pasaran Internasional. [ 17 ]

18 Referensia Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Tiongkok meng harap kan ba nyak pro dusen, terutama yang berada di sektor UKM untuk lebih per caya diri dalam menjual barang ke luar negeri. Foto: english.people.com Seorang pekerja industri kecil di Tiongkok tengah bekerja. KEBIJAKAN BARU TIONGKOK UNTUK EKSPOR UKM Kemajuan dan perkembangan UKM di Tiongkok bukan berarti tanpa hambatan. Belakangan ini, persaingan di pasar global membuat banyak peru sa haan jasa perdagangan di Tiongkok memerlukan beleid baru yang memungkinkan mereka untuk me ngaju kan permohonan keringanan atau pembebasan pajak untuk barang ekspor. Diberitakan para produsen Tiongkok menghadapi kesulitan di pasar inter nasional. Pasalnya, produk-produk mereka mulai ke hilangan daya saing dalam hal harga akibat naiknya biaya produksi dan biaya tenaga kerja, persaingan yang ketat, dan fluktuasi nilai tukar Yuan. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Tiongkok pun merespon dengan cepat dan sudah menyusun dan akan meluncurkan sebuah kebijakan. Kebijakan yang dibutuhkan oleh pemerintah setempat untuk membantu memperluas pertumbuhan perdagangan dan mendorong usaha kecil dan menengah dalam negeri sehingga dapat lebih memanfaatkan pasar internasional. Dalam kebijakan yang dimaksud, perusahaan jasa perdagangan nantinya bisa diizinkan untuk memperoleh pembebasan pajak asal mereka sudah me nandatangani kontrak dengan perusahaan kecil dan menengah untuk menjual barang ke pasar luar negeri. Kebijakan ini juga menegaskan bahwa penyedia layanan perdagangan hanya diperbolehkan mengajukan permohonan keringanan pajak sesudah diberikan hak oleh UKM untuk menjual barang di pasar luar negeri. Dalam sejarah perekonomian Tiongkok, substansi kebijakan tersebut merupakan perubahan besar dalam reformasi perpajakan ekspor Tiongkok. Sebab, dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan oleh State Admini stration of Taxation awal bulan lalu ini membuat bisnis ekspor di Tiongkok bisa di serahkan oleh para pelaku UKM kepada pe rusa haan jasa perdagangan. Padahal, se belumnya oto ritas perpajakan Tiongkok sangat berhati-hati dalam soal ini dan sa ngat hati-hati terhadap bisnis pajak yang dilakukan oleh perusahaan jasa per dagangan. Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Tiongkok mengharapkan banyak produsen, terutama yang berada di sektor UKM untuk lebih per caya diri dalam menjual barang ke luar negeri. Kabar terbaru, bulan April (2014) lalu Peme rin tah Tiongkok juga sudah mengumumkan pa ket stimulus ekonomi untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi di negaranya. Di antara program ekonomi yang diumumkan itu adalah, perpanjangan keringanan pem bayaran pajak untuk perusahaan kecil dan mi kro sampai akhir tahun Dewan Negara Tiongkok pada kesempatan itu me nya takan, UKM sangat penting untuk me nambah pasar dan juga menambah lowo ngan pekerjaan di Tiongkok. Sebulan sebelumnya, Tiongkok malah me rencanakan peluncuran program per cobaan bagi perusahaan swasta untuk mendirikan bank. Seperti diketahui, sebagian besar bank di Tiongkok dikontrol negara dan bank yang didirikan perusahaan swasta sangat [ 18 ]

19 jarang. Di sisi lain, akses terhadap perbankan juga elemen kunci dari kontrol otoritas terhadap ekonomi di negeri komunis itu. Masalah besar sektor perbankan Tiongkok ialah bank milik negara mengucurkan sebagian besar pinjamannya untuk peru sahaan negara. Sangat sulit bagi perusahaan skala kecil dan mikro serta perusahaan swas ta mendapat pinjaman, ujar Shen Jianguang, analis Mizuho Securities yang berbasis di Hong Kong. Apalagi pinjaman itu seringkali atas desakan para pejabat lokal. Kondisi ini bisa memicu terciptanya kredit macet. Langkah regulator perbankan negeri tirai bambu ini menjadi salah satu kebijakan reformasi sektor keuangan untuk mendorong kompetisi dan membantu perusahaan kecil memperoleh pinjaman. Buah dari kinerja pemerintah Tiongkok terhadap UKM itulah mendorong Forum Asia Pacific Economic Cooperation sepakat mengangkat program yang dimilikinya ber sama empat negara lain. Pada Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2014 di Taichung, Taiwan (24-28 Maret 2014) disebutkan Tiongkok salah satu negara yang memiliki program peningkatan kapasitas UMKM. Forum menerangkan, bahwa Tiongkok telah memperkenalkan program approach in promoting high growth entrepreneurship dalam meningkatkan UKM. PS/amf "SELA EKSKLUSIF" Drs. Suhanto, MM (Dir. Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri) Ciptakan Skema Penguatan UKM Indonesia PERTUMBUHAN pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam beberapa tahun belakangan menunjukkan tren positif. Tercatat, jumlah UKM di Indonesia saat ini telah menembus angka 55,2 juta unit yang tersebar di berbagai pelosok tanah air. Kontribusi Si Kecil terhadap perekonomian nasional pun tidak bisa dipandang remeh. Sebesar 57% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh UKM. Seperti apa teknisnya? Pertama, sebelum pameran berlangsung, kami sudah mengirim surat ke seluruh Disperindag untuk menanyakan mengenai produk-produk unggulan apa yang mereka miliki dan akan dijual ke provinsi lain. Tentunya didukung dengan berbagai syarat seperti kualitas dan kontinuitas produksi. Kepada reporter Cecep Saefudin, Selasa (17/6) lalu, Dir. Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri Suhanto, me ma parkan tentang langkah-langkah strategis Kemendag RI dalam mengembangkan serta menguatkan sektor UKM. Di tengah kesibukannya, di ruang kerjanya yang tak terlampau besar itu, ia juga berbicara panjang lebar mengenai potensi dan peluang UKM memasuki era AEC 2015 mendatang. Berikut petikannya: Seperti apa kendala yang dihadapi UKM saat ini? Dan apa program atau kebijakan untuk UKM di Indonesia? Secara umum, masalahnya adalah permodalan dan akses pemasaran. Keduanya sangat me merlukan dorongan dari pemerintah pusat, Pemda dan swasta. Kementerian Perdagangan telah me la kukan sejumlah upaya untuk mengatasi per masalahan tersebut. Dari sisi permodalan misal kan, kami telah bekerja sama dengan pihak perbankan yang dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberikan fasilitas pinjaman. Nantinya, prosedur peminjaman akan lebih dipermudah oleh BRI. Selain itu, agar mudah dijangkau UKM, kami juga mendorong BRI membuka Teras BRI di sejumlah pasar rakyat. Sedangkan dari sisi pemasaran, Kemendag RI memfasilitasi UKM dengan menyelenggarakan Pameran Pangan Nusa (PPN) & Pameran Produk Dalam Negeri Regional (PPDNR). Pameran yang dilaksanakan secara bersama-sama tersebut dilaksanakan setiap tahun dan terus menunjukan perkembangan yang baik. Kami juga sering kali melakukan temu usaha antara pelaku UKM dengan peritel modern agar akses pasar UKM kian terbuka. Semua program itu, didukung oleh pemerintah melalui beberapa kebijakan yang diyakini makin mendorong pertumbuhan UKM, misalnya saja Permendag 70 tahun 2014 dan Undang-Undang Perdagangan. Bagaimana dengan pameran PPN & PPDNR. Seberapa efektif, dan apa yang ingin dituju Kemendag RI dari penyelenggaraan pameran itu? Begini, ada 2 misi besar yang kami angkat dalam PPN dan PPDNR tahun ini. Pertama, adalah untuk me nunjuk kan ke masyarakat kalau banyak produk In do nesia yang berkualitas dan sudah mendunia. Kedua, memberikan akses pasar kepada UKM. Ke dua hal ini kami lakukan setelah melalui tahapan evaluasi dari penyelenggaraan pameran di tahuntahun sebelumnya. Maka, kami mulai merubah polanya. Saat ini, kami lebih mengedepankan penetrasi pasar. Tujuannya, agar efek pameran lebih terasa manfaatnya bagi UKM. Caranya bagaimana? Nah, dalam pameran itu kita fasilitasi dengan suatu program yang kita namakan: misi dagang lokal/forum dagang. Kita mempertemukan sekitar 60-an pengusaha dari beberapa provinsi. Mereka diminta membawa contoh produk untuk selanjutnya dinilai dari segi kelayakannya oleh pengusaha dari provinsi lain, misalnya dari kualitas dan kontinuitas produksi. Kedua, kami juga meminta Disperindag untuk mencari distributor barang yang sifatnya multi produk. Jadi, kita mempertemukan antara pengusaha satu provinsi dan provinsi lain. Apa landasan Kemendag RI sebagai strategi menyukseskan program pemasaran produk UKM? Tentunya Permendag 70 tahun 2014 yang mewa jib kan para pelaku ritel modern untuk mengisi 80% produk dalam negeri pada gerai mereka. Saat ini, kita benar-benar bertekad, serius untuk mengaplikasikan Permendag 70 tahun 2014 se bab ini akan menjadi kesempatan bagi UKM untuk masuk ke ritel modern. Sebagai bukti, pada pameran PPN & PPDNR di Purwokerto kemarin, nilai transaksi Alfamart de ngan UKM saja mencapai Rp 4 miliar. Kalau su dah begini, UKM akan lebih mudah. Mereka ting gal meningkatkan produktivitas. Terpenting, ada lah pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memberdayakan para pelaku UKM, sehingga nantinya sudah tidak ada di kotomi antara UKM dan ritel. Keduanya saling melengkapi. Terkait AEC 2015 (Perjanjian Perdagangan Komunitas Masyarakat Asean) apakah UKM bisa lebih siap menghadapinya? Kita harus optimis dan percaya diri. Jangan meman dang AEC sebagai suatu hal yang mena kutkan. Itulah kenapa kami mendesain segala macam program pengembangan UKM, agar mereka siap menghadapi AEC. Terpenting, tujuan dan harapan nya adalah agar produk-produk UKM bisa men jadi raja di negeri sendiri. *** (ccp) [ 19 ]

20 Tren Produk Jasa Rental Mobil Kekurangan Jutaan Armada [ 20 ]

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Transportasi memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi berhubungan dengan kegiatan-kegiatan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

berani ikut pameran industri rumahan, raih banyak keuntungan Lusiana Trisnasari

berani ikut pameran industri rumahan, raih banyak keuntungan Lusiana Trisnasari berani ikut pameran industri rumahan, raih banyak keuntungan Lusiana Trisnasari BERANI IKUT PAMERAN INDUSTRI RUMAHAN, RAIH BANYAK KEUNTUNGAN Berani Ikut Pameran Industri Rumahan, Raih Banyak Keuntungan

Lebih terperinci

LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009

LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009 LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009 Yth. Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Yth. Ibu Hj. Mufidah Yusuf Kalla,

Lebih terperinci

STABILISASI HARGA PANGAN

STABILISASI HARGA PANGAN STABILISASI HARGA PANGAN Oleh : Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR DEWAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2008 PERANAN KOMODITAS PANGAN PRODUSEN KESEMPATAN KERJA DAN PENDAPATAN KONSUMEN RUMAH TANGGA AKSES UNTUK GIZI KONSUMEN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN Hasil PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN PUSAT PERBELANJAAN DAN TOKO MODERN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI SLEMAN, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. *

ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. * ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. * Era perdagangan bebas di negaranegara ASEAN tinggal menghitung waktu. Tidak kurang dari 2 tahun pelaksanaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan di bidang ekonomi diarahkan

Lebih terperinci

Dampak Banjir Terhadap Inflasi

Dampak Banjir Terhadap Inflasi Dampak Banjir Terhadap Inflasi Praptono Djunedi, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Siapa yang merusak harga pasar hingga harga itu melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari

Lebih terperinci

TENTANG PENATAAN TOKO SWALAYAN DI KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

TENTANG PENATAAN TOKO SWALAYAN DI KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN TOKO SWALAYAN DI KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa seiring dengan pertumbuhan

Lebih terperinci

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia =============================================================================== Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia !" #$ %$#&%!!!# &%!! Tujuan nasional yang dinyatakan

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 75/11/35/Th. XI, 6 November PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 ITK Triwulan 3 Jawa Timur sebesar 114,17 dan Perkiraan ITK Triwulan 4 sebesar 110,37

Lebih terperinci

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - 1 LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 TRIWULAN III KATA PENGANTAR Kualitas belanja yang baik merupakan kondisi ideal yang ingin

Lebih terperinci

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 SEMESTER I

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 SEMESTER I 1 KATA PENGANTAR Kualitas belanja yang baik merupakan kondisi ideal yang ingin diwujudkan dalam pengelolaan APBD. Untuk mendorong tercapainya tujuan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penyerapan

Lebih terperinci

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA

BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA BAB III PELAKSANAAN TRANSAKSI MENGGUNAKAN GIRO LEBIH DI PUSAT GROSIR SURABAYA A. Gambaran Tentang Pusat Grosir Surabaya (PGS) 1. Sejarah Berdirinya Tak dapat dipungkiri bahwa dunia perdagangan sekarang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN PADA PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-42 TAHUN 2014 JAKARTA, 23 JUNI 2014

SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN PADA PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-42 TAHUN 2014 JAKARTA, 23 JUNI 2014 SAMBUTAN MENTERI PERTANIAN PADA PERINGATAN HARI KRIDA PERTANIAN (HKP) KE-42 TAHUN 2014 JAKARTA, 23 JUNI 2014 Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera bagi kita semua Saudara-saudara

Lebih terperinci

PENERAPAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR BERDASARKAN UU NOMOR 28 TAHUN 2009 TERKAIT BBM BERSUBSIDI

PENERAPAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR BERDASARKAN UU NOMOR 28 TAHUN 2009 TERKAIT BBM BERSUBSIDI PENERAPAN PAJAK BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR BERDASARKAN UU NOMOR 28 TAHUN 2009 TERKAIT BBM BERSUBSIDI 1. Permasalahan Penerapan aturan PBBKB yang baru merupakan kebijakan yang diperkirakan berdampak

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan pasar ritel terus berkembang sebagai akibat dari perubahan pada berbagai bidang. Pasar ritel yang terus bertumbuh secara nasional tidak hanya menguntungkan

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK UMKM MELALUI HKI (HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL)

PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK UMKM MELALUI HKI (HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL) PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK UMKM MELALUI HKI (HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL) I. LATAR BELAKANG UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah ) merupakan pelaku ekonomi nasional yang mempunyai peran yang sangat penting

Lebih terperinci

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 1 PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KOPERASI DAN UKM 1. Revitalisasi dan Modernisasi Koperasi; 2. Penyuluhan Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi;

Lebih terperinci

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS http://rahalasia.com http://wstars.com PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR ʺPerburuan Harta Makassarʺ Rahal adalah serangkaian seri pertama yang menyenangkan

Lebih terperinci

Layanan Manajemen Jasa Angkut

Layanan Manajemen Jasa Angkut Pemimpin Logistik Baru Layanan Manajemen Jasa Angkut Bringing Personal Service to Your Supply Chain Sebuah pabrik harus menyuplai situsnya di Amerika Selatan. Distributor harus mengirimkan suku cadangnya

Lebih terperinci

Monitoring Realisasi APBD 2013 - Triwulan I

Monitoring Realisasi APBD 2013 - Triwulan I Monitoring Realisasi APBD 2013 - Triwulan I 1 laporan monitoring realisasi APBD dan dana idle Tahun 2013 Triwulan I RINGKASAN EKSEKUTIF Estimasi realisasi belanja daerah triwulan I Tahun 2013 merupakan

Lebih terperinci

JOBB The WORX Smart Pants: Celana Pintar Pria Pekerja Aktif

JOBB The WORX Smart Pants: Celana Pintar Pria Pekerja Aktif SIARAN PERS: UNTUK DITERBITKAN SEGERA JOBB The WORX Smart Pants: Celana Pintar Pria Pekerja Aktif JOBB menghadirkan inovasi celana pintar yang nyaman dan bergaya untuk para pria pekerja aktif. JAKARTA,

Lebih terperinci

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 Yth. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air Yth. Para peserta upacara sekalian. Assalamu alaikum Warrahmatullahi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang terjadi dalam dunia usaha modern terutama bidang usaha rumah makan dan restoran. Hal tersebut ditandai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa masyarakat adil dan makmur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Risna Khoerun Nisaa, 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Risna Khoerun Nisaa, 2013 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

BERITA DAL 1 14* Bulletin PIM Edisi September 2011 2 3 4 5 6 WWW.PIM.co.id LAM GAMBAR 7 8 9 10 KETERANGAN GAMBAR : 1. Direktur Tekbang bersama staf meninjau langsung produksi urea granul areal pabrik urea-2

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016 DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 OUTLINE 1 Rancangan Awal RKP 2016 2 3 Pagu Indikatif Tahun 2016 Pertemuan Tiga Pihak 4 Tindak

Lebih terperinci

Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator

Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator Latar Belakang Berbagi ilmu. Inilah yang mendorong sekelompok pemuda asal Kupang melakukan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH A. Ridwan Siregar Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca. Minat baca dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, merupakan negara yang menjadi pasar potensial untuk pemasaran berbagai jenis barang maupun

Lebih terperinci

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015 1 ARAHAN UU NO. 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN A. KERANGKA KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN Kedaulatan Pangan Kemandirian Pangan Ketahanan Pangan OUTCOME Masyarakat

Lebih terperinci

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Analisis fundamental. Daftar isi. [sunting] Analisis fundamental perusahaan. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi suatu perusahaan. Teknis ini menitik beratkan

Lebih terperinci

ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM

ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA ARAH KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI DAN PENINGKATAN DAYA SAING UMKM DALAM RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Menurut Galler (dalam Sinaga, 2003: 16), perubahan pada

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat. Menurut Galler (dalam Sinaga, 2003: 16), perubahan pada BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan ilmu dan teknologi, serta keadaan ekonomi yang semakin membaik dapat menyebabkan perubahan pada pola konsumsi dan cara makan masyarakat. Menurut Galler

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 No. 17/03/34/Th.XVII, 2 Maret 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Februari 2015, NTP

Lebih terperinci

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS FREQUENTLY ASKED QUESTIONS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 17/11 1 11/DKSP TANGGAL 1 JUNI 2015 PERIHAL KEWAJIBAN PENGGUNAAN RUPIAH DI WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA A. UMUM 1. Apa saja pertimbangan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2015 TENTANG PENGHIMPUNAN DANA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2015 TENTANG PENGHIMPUNAN DANA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 1.tE,"P...F.3...1!..7. INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2015 TENTANG PENGHIMPUNAN DANA PERKEBUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Latar Belakang 1. 1.1 PENDAHULUAN Latar Belakang Listrik merupakan salah satu sumber daya energi dan mempunyai sifat sebagai barang publik yang mendekati kategori barang privat yang disediakan pemerintah (publicly provided

Lebih terperinci

merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE

merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE Untung. Inilah semacam roh atau ramuan yang merangsang setiap orang mau

Lebih terperinci

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN DI INDONESIA. Oleh: Dr. Sunoto, MES

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN DI INDONESIA. Oleh: Dr. Sunoto, MES ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN Potensi dan Tantangan DI INDONESIA Oleh: Dr. Sunoto, MES Potensi kelautan dan perikanan Indonesia begitu besar, apalagi saat ini potensi tersebut telah ditopang

Lebih terperinci

SAMBUTAN PENJABAT GUBERNUR SULAWESI TENGAH PADA ACARA PEMBUKAAN TEMU BISNIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KAKAO SULAWESI TENGAH SENIN, 18 APRIL 2011

SAMBUTAN PENJABAT GUBERNUR SULAWESI TENGAH PADA ACARA PEMBUKAAN TEMU BISNIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KAKAO SULAWESI TENGAH SENIN, 18 APRIL 2011 GUBERNUR SULAWESI TENGAH SAMBUTAN PENJABAT GUBERNUR SULAWESI TENGAH PADA ACARA PEMBUKAAN TEMU BISNIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KAKAO SULAWESI TENGAH SENIN, 18 APRIL 2011 ASSALAMU ALAIKUM WAR, WAB, SALAM SEJAHTERA

Lebih terperinci

LINTAS BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL JAKARTA JAMBI KESETIAKAWANAN SOSIAL TANPA BATAS

LINTAS BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL JAKARTA JAMBI KESETIAKAWANAN SOSIAL TANPA BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL LINTAS BATAS JAKARTA JAMBI TANPA BATAS KESETIAKAWANAN SOSIAL 2 KESETIAKAWANAN SOSIAL LINTAS BATAS MISI MENEMBUS BATAS WILAYAH MENEMBUS BATAS AGAMA MENEMBUS BATAS ETNIS/SUKU MENEMBUS

Lebih terperinci

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA PERUM DAMRI PADA UPACARA HARI ULANG TAHUN DAMRI KE-67 TANGGAL 25 NOVEMBER 2013

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA PERUM DAMRI PADA UPACARA HARI ULANG TAHUN DAMRI KE-67 TANGGAL 25 NOVEMBER 2013 SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA PERUM DAMRI PADA UPACARA HARI ULANG TAHUN DAMRI KE-67 TANGGAL 25 NOVEMBER 2013 Assalamu alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua. Om...

Lebih terperinci

DEWAN ENERGI NASIONAL OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014

DEWAN ENERGI NASIONAL OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014 OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014 23 DESEMBER 2014 METODOLOGI 1 ASUMSI DASAR Periode proyeksi 2013 2050 dimana tahun 2013 digunakan sebagai tahun dasar. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sebesar

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 5/5/Th.XVIII, 5 Mei 5 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 TUMBUH,7 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I- Perekonomian Indonesia yang diukur

Lebih terperinci

No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN. Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN. Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia No. 17/ 11 /DKSP Jakarta, 1 Juni 2015 SURAT EDARAN Perihal : Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Sehubungan dengan berlakunya Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PERLAKUAN KEPABEANAN, PERPAJAKAN, DAN CUKAI SERTA TATA LAKSANA PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BARANG KE DAN DARI SERTA BERADA DI KAWASAN YANG

Lebih terperinci

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Nomor. 30/AN/B.AN/2010 0 Bagian Analisa Pendapatan Negara dan Belanja Negara Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN SETJEN DPR-RI Analisis Asumsi Makro Ekonomi

Lebih terperinci

PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati

PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati PENINGKATAN NILAI TAMBAH JAGUNG SEBAGAI PANGAN LOKAL Oleh : Endah Puspitojati Kebutuhan pangan selalu mengikuti trend jumlah penduduk dan dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan per kapita serta perubahan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal.

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pusat perbelanjaan merupakan istilah yang tak asing lagi, terlebih bagi masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. Mal merupakan

Lebih terperinci

Company Profile. Visi

Company Profile. Visi Company Profile Nama Perusahaan : CV.KEMITRAAN A SWALAYAN SIUP : 503.6/303/PK/2014 Bidang Usaha : Kemitraan Minimarket A SWALAYAN Kantor Pusat : Puri Hutama Danguran A.1 Klaten (0272) 3353129 Website :

Lebih terperinci

Upaya Balai Bahasa Provinsi Bali dalam Mengembangkan Pengajaran BIPA di Bali

Upaya Balai Bahasa Provinsi Bali dalam Mengembangkan Pengajaran BIPA di Bali Upaya Balai Bahasa Provinsi Bali dalam Mengembangkan Pengajaran BIPA di Bali Sang Ayu Putu Eny Parwati, Balai Bahasa Provinsi Bali Jalan Trengguli I No. 34 Denpasar, Tlp. 0361 461714 timbipa_bbd@yahoo.co.id

Lebih terperinci

Hadirin dan tamu undangan yang Saya hormati pula;

Hadirin dan tamu undangan yang Saya hormati pula; Assalamualaikum Wr. Wb Ysh. Sekretaris Daerah Kab. Pemalang; Ysh. Para Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kab. Pemalang; Ysh. Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas PD. BKK Pemalang; Ysh. Pimpinan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH I. UMUM Dengan adanya otonomi daerah Pemerintah Provinsi memiliki peran yang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah.peran penting tersebut telah mendorong banyak

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG

ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG K E M E N T E R I A N P E R E N C A N A A N P E M B A N G U N A N N A S I O N A L / B A D A N P E R E N C A N A A N P E M B A N G U N A N N A S I O N A L ( B A

Lebih terperinci

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang MENTERI IIUKUM DAN HAKASASI MANUSIA REPTIBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI PADA ACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS KEPADA NARAPIDANA DAN ANAK PIDANA PADA PERINGATAN HARI RAYA NATAL TANGGAL 25

Lebih terperinci

Pangan untuk Indonesia

Pangan untuk Indonesia Pangan untuk Indonesia Tantangan Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk menjamin ketahanan pangan bagi penduduknya. Indikator ketahanan pangan juga menggambarkan kondisi yang cukup baik. Akan

Lebih terperinci

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999 SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1997-1999 Cakupan : Halaman 1. Sekilas Sejarah Bank Indonesia di Bidang Moneter Periode 1997-2 1999 2. Arah Kebijakan 1997-1999 3 3. Langkah-Langkah Strategis 1997-1999

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangat beragam jenisnya, misalnya sarana angkutan

Lebih terperinci

KOPERASI & UKM di INDONESIA. Antara Tantangan, Harapan dan Modernisasi

KOPERASI & UKM di INDONESIA. Antara Tantangan, Harapan dan Modernisasi KOPERASI & UKM di INDONESIA Antara Tantangan, Harapan dan Modernisasi Orang bijak selalu berkata tidak ada yang abadi didunia ini kecuali Perubahan begitu juga dengan perubahan Undang-Undang No. 25 tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hongkong, dan Australia. Selama periode Januari-November 2012, data

BAB I PENDAHULUAN. Hongkong, dan Australia. Selama periode Januari-November 2012, data 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri fashion di Indonesia saat ini berkembang dengan sangat pesat. Kondisi tersebut sejalan dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat akan fashion yang

Lebih terperinci

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam Abstrak UPAYA PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) Oleh : Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena

Lebih terperinci

BAB III HASIL PENELITIAN TERHADAP PENGEMBALIAN KREDIT MIKRO DI USAHA SIMPAN PINJAM KAMPOENG ILMU SURABAYA

BAB III HASIL PENELITIAN TERHADAP PENGEMBALIAN KREDIT MIKRO DI USAHA SIMPAN PINJAM KAMPOENG ILMU SURABAYA BAB III HASIL PENELITIAN TERHADAP PENGEMBALIAN KREDIT MIKRO DI USAHA SIMPAN PINJAM KAMPOENG ILMU SURABAYA A. Gambaran Umum Usaha Simpan Pinjam Kampoeng Ilmu Surabaya. 1. Sejarah Berdirinya Usaha Simpan

Lebih terperinci

Program Bonus: Sebuah Modifikasi dari Konsep Kredit-Mikro

Program Bonus: Sebuah Modifikasi dari Konsep Kredit-Mikro Deskripsi Singkat Program Bonus: Sebuah Modifikasi dari Konsep Kredit-Mikro Tujuan dokumen ini adalah untuk memberikan gambaran singkat tentang Program Bonus. Program Bonus memobilisasi dana hibah untuk

Lebih terperinci

Kerjasama Dalam Sentra UKM

Kerjasama Dalam Sentra UKM B A B Kerjasama Dalam Sentra UKM T ingkat Kerjasama dan Keberadaan Kelompok menjadi salah satu pemicu peningkatan aktivitas di dalam sentra. Hal ini menunjukkan dukungan pada pendekatan JICA yang mensyaratkan

Lebih terperinci

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa A. Latar Belakang KOPI, Dewasa ini, tradisi masyarakat menjadi perhatian aset warisan bangsa. Hal ini disebabkan karena dinamika zaman telah mengubah sikap dan perilaku masyarakat. Tradisi masyarakat selalu

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua BUPATI BANYUWANGI SAMBUTAN BUPATI BANYUWANGI PADA UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL DIRANGKAI DENGAN PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE-18 SEKALIGUS DEKLARASI GEMPITA PERPUS (GERAKAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015

Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015 TV KABEL di Pulau BATAM Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015 COGAN TV merupakan Televisi Kabel pada channel 5 di jaringan TV Kabel : BARELANG TV dengan wilayah jangkauan siaran seluruh kota

Lebih terperinci

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS 1 SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS PENILAIAN SUATU BISNIS Mengingat nilai suatu proyek ditentukan dengan mengestimasi present value perkiraan arus kasnya di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang menilai

Lebih terperinci

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa :

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa : ISI FORM D *Semua Informasi Wajib Diisi *Mengingat keterbatasan memory database, harap mengisi setiap isian dengan informasi secara general, singkat dan jelas. A. Uraian Kegiatan Deskripsikan Latar Belakang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE BULAN MARET TAHUN 2015

PERKEMBANGAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE BULAN MARET TAHUN 2015 PERKEMBANGAN HARGA DAN PASOKAN PANGAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT PERIODE BULAN MARET TAHUN 2015 Berdasarkan pemantauan harga dan pasokan pangan pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dengan melibatkan

Lebih terperinci

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Menurut Probo Hindarto (2010), lesehan merupakan istilah untuk cara duduk diatas lantai, dimana akar budayanya berasal dari tata krama duduk di dunia timur. Lesehan merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/3/PBI/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENGGUNAAN RUPIAH DI WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/3/PBI/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENGGUNAAN RUPIAH DI WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/3/PBI/2015 TENTANG KEWAJIBAN PENGGUNAAN RUPIAH DI WILAYAH NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS Jakarta, 27 Mei 2015 Pendahuluan Tujuan Kebijakan Industri Nasional : 1 2 Meningkatkan produksi nasional. Meningkatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dibidang makanan dan minuman cepat saji. Pertumbuhan bisnis makanan dan

BAB I PENDAHULUAN. dibidang makanan dan minuman cepat saji. Pertumbuhan bisnis makanan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan industri saat ini semakin meningkat dengan sangat pesat. Hal tersebut terjadi pada segala bidang bisnis atau berbagai jenis usaha, seperti bisnis

Lebih terperinci

KALAU TERJADI KENAIKAN HARGA BBM, APA STRATEGI PELAKU UMKM

KALAU TERJADI KENAIKAN HARGA BBM, APA STRATEGI PELAKU UMKM KALAU TERJADI KENAIKAN HARGA BBM, APA STRATEGI PELAKU UMKM Oleh : Pariaman Sinaga *) Pada dasawarsa terakhir ini terminologi istilah usaha yang berskala mikro, kecil dan menengah (sering disingkat UMKM)

Lebih terperinci

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan kuliah umum di Kampus UNSUR Cianjur, Selasa (6/11) [Foto: admin]

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan kuliah umum di Kampus UNSUR Cianjur, Selasa (6/11) [Foto: admin] Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan kuliah umum di Kampus UNSUR Cianjur, Selasa (6/11) [Foto: admin] Dalam rangka menanamkan jiwa enterpreneurship di kalangan generasi muda, pada hari Selasa (6/11),

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung

Lebih terperinci

PENGGUNAAN HIGH TEMPORAL AND SPASIAL IMAGERY DALAM UPAYA PENCARIAN PESAWAT YANG HILANG

PENGGUNAAN HIGH TEMPORAL AND SPASIAL IMAGERY DALAM UPAYA PENCARIAN PESAWAT YANG HILANG PENGGUNAAN HIGH TEMPORAL AND SPASIAL IMAGERY DALAM UPAYA PENCARIAN PESAWAT YANG HILANG Oleh : Yofri Furqani Hakim, ST. Ir. Edwin Hendrayana Kardiman, SE. Budi Santoso Bidang Pemetaan Dasar Kedirgantaraan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa masyarakat adil dan makmur berdasarkan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TANGGAL 21 DESEMBER 2000 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TANGGAL 21 DESEMBER 2000 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TANGGAL 21 DESEMBER 2000 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/M-DAG/PER/6/2011 TENTANG PENGADAAN DAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/M-DAG/PER/6/2011 TENTANG PENGADAAN DAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17/M-DAG/PER/6/2011 TENTANG PENGADAAN DAN PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERDAGANGAN

Lebih terperinci