INFO MURIA. Media Komunikasi Antar Sivitas Akademika UMK. Cerdas dan Santun ISSN: Optimalkan Smart Phone Secara Bijak

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "INFO MURIA. Media Komunikasi Antar Sivitas Akademika UMK. Cerdas dan Santun ISSN: 2088-2920. Optimalkan Smart Phone Secara Bijak"

Transkripsi

1 INFO MURIA Culture University Media Komunikasi Antar Sivitas Akademika UMK Cerdas dan Santun ISSN: Optimalkan Smart Phone Secara Bijak Perkembangan teknologi beserta feature phone yang ditawarkan secara tidak langsung turut mempengaruhi penggunaan ponsel pintar atau smart phone di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan ramainya penggunaan internet melalui smart phone di Indonesia yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Sebab, dari data yang merupakan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan jika pengguna internet di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 63 juta orang. Sementara itu sebesar 70,1% pengguna menggunakan smart phone untuk surfing di internet, dan sebanyak 64,2% pengguna berada di rentan usia tahun. (Dewi Widya Tahun 2013, Vserv yang merupakan salah satu jaringan periklanan mobile terbesar di dunia, baru saja merilis sejumlah hasil penelitiannya tentang peta konsumen mobile internet untuk wilayah Asia Tenggara. Hasilnya, Indonesia masuk dalam pengguna mobile internet dengan rentan usia paling muda se-asia Tenggara yaitu dengan persentase 21% pengguna mobile internet di Indonesia berada di rentang usia di bawah 18 tahun, diikuti dengan 32% pengguna di usia tahun, 33% di rentang usia tahun, dan terakhir sebanyak 14% pengguna mobile internet di Indonesia berada di rentang usia lebih dari 35 tahun. (Avi Tejo Bhaskoro, vserv-rilis-laporan-pola-pengguna-mobile-internet-se-asiatenggara/) Ningrum, read/467387/2012-pengguna-internetindonesia-capai-63-juta) Sisi positif dari penggunaan smart phone dapat memperluas wawasan, pergaulan, dan jaringan. Juga dapat digunakan sebagai media penyambung sillaturrahmi. Bagi remaja yang introvert atau pendiam pun dapat dengan lancar berkomunikasi dengan teman-temn di dunia maya terutama untuk sharing, katarsis (curhat) sehingga dapat memacu rasa percaya diri karena tidak ketinggalan zaman. Yudha Pandu Wibisono, salah satu mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Teknik UMK pun menjadi salah satu pengguna smart phone. Yudha menuturkan, jika Operating System Android yang Open Source lebih bebas untuk dioperasikan atau di utak-atik sesuka hati. Yudha pun menambahkan, jika smart phone yang ia gunakan sangat mempermudah proses pembelajaran, ataupun untuk hiburan karena aplikasi yang ditawarkan cukup bagus dan menarik. Apalagi kalau mau membuka file Office tidak perlu laptop atau netbook jadi bisa mengefisienkan waktu. Tab juga praktis Mahasiswa UMK sedang asyik menggunakan Samrtphone (Dok. Info Muria) Info Muria / Edisi XV/ Agustus - Oktober2013 mudah dibawa, dan untuk searching oke juga, aku mahasiswa yang sering memakai aplikasi Path untuk mengedit foto dan terkoneksi ke berbagai media sosial (medsos) twitter, facebook, flipster, dan medsos lain. Fajar Kawuryan, S.Psi, M,Si selaku Dosen Fakultas Psikologi UMK pun melihat penggunaan smart phone dikalangan remaja dari dua sisi. Menurutnya, sisi positif dari penggunaan smart phone dapat memperluas wawasan, pergaulan, dan jaringan. Juga dapat digunakan sebagai media penyambung sillaturrahmi. Bagi remaja yang introvert atau pendiam pun dapat dengan lancar berkomunikasi dengan teman-teman di dunia maya terutama untuk sharing, katarsis (curhat) sehingga dapat memacu rasa percaya diri karena tidak ketinggalan zaman. Lanjutnya, dampak negatif dari penggunaan smart phone ini dapat menyebabkan remaja jadi lupa waktu dan lupa diri, konsumtif, dan gampang diperdaya jika tidak selektif dan teliti dalam memilih teman dan kegiatan di dunia maya. Jadi idealnya, ketika sudah tahu efek positif dan negatifnya, sebaiknya manjauhi efek negatifnya dan mengoptimalkan efek positif dari penggunaan smart phone. tuturnya. (Nabila-Desi/Info Muria)

2 Fokus 2 Tajuk Generasi (Muda) Connected Gadget, kini bukan lagi barang mewah. Di kalangan anak muda dan remaja varian teknologi produk gadget dari berbagai merek populer telah mereka miliki. Mereka sangat familier dan lihai memainkan tombol keyboar mini atau sentuhan tangan pada piranti produk android. Jika tidak digenggam, biasanya diletakkan di saku celana atau baju. Dalam kesehariannya, mereka tak pernah mau dan bisa lepas dari perangkat canggih teknologi informasi ini. Rhenald Kasali dalam bukunya Cracking Zone, mengindetifikasi anak muda yang tergila-gila dengan gadget ini digategorikan sebagai generasi Gen C. Gen C adalah generasi connected, generasi komputer, generasi chameleon (bunglon). Mereka kebanyakan lahir pada tahun 90-an ke atas. Gadget sendiri memberikan fasilitas yang memanjakan pemiliknya. Karena itu, generasi muda dan remaja yang selama ini terbuai oleh layanan gadget tidak terasa telah membentuk perilaku dan budaya baru. Bahkan terkadang generasi gadget ini sulit difahami oleh orang tua, apabila tidak ngeh dengan keberadaan dan perkembangannya. Salah satunya adalah cara mereka berkomunikasi. Mereka seringkali menyatukan tulisan (huruf) dengan angka, atau menyingkat-nyingkatnya sehingga susah membacanya kecuali sesama mereka. Dalam berdandan mereka juga seringkali menginginkan tampil beda (eksklusif), pakaiannya serba mathcing. Mulai dari baju, celana, sepatu, kaos kai, bahkan warna rambutnya pun dibuat sewarna. Ada yang menyebut mereka sebagai Generasi Alay. Entah apa yang dimaksud secara filosofis dengan penamaan alay. Perubahan culture, dan derasnya informasi dapat dengan cepat diserap dan diikuti oleh mereka. Tak peduli mereka dikatakan aneh, norak atau bahkan melanggar norma, yang terpenting bagi mereka adalah gaul. Generasi gaul inilah yang sekarang ini sedang menunggu estafet zaman. Bagaimana dengan konteks sumpah pemuda? Agaknya, perlu kreatifitas mengemas isu agar mereka bisa memahami nilai luhur momen sumpah pemuda. Bagi mereka, jika kemasan lebih menarik, gaul dan up to date tentu akan diburu dan ditiru. *** Pengabdian Pemuda Pemuda disebut-sebut sebagai tonggak kemajuan suatu bangsa. Peran pemuda sangatlah penting. Siapa lagi yang akan melanjutkan jika bukan pemuda, para orang tua pastinya akan segera selesai dengan segala rutinitas di kehidupan bermasyarakat. Harapan besar yang ditujukan kepada pemuda tidak serta merta membuat pemuda berlomba-lomba memajukan negeri ini. Banyak pula pemuda yang lari, bekerja ke negara lain demi mendapat pendapatan yang berjumlah besar. Alhasil, pemuda tergiur menyeberang ke negeri orang dan melupakan nasib ibu pertiwi di masa depan. Sungguh malang ibu pertiwi saat ini. Jauh di pelosok negeri ini, terdapat masyarakat dengan segala keterbatasan. Mereka menunggu tangan pemuda untuk memajukan kehidupan di daerah mereka. Jarang sekali ditemui anak-anak bersekolah sampai jenjang pendidikan tinggi. Pengalaman penulis sebagai peserta Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) di daerah Datukeli, Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai bukti. Di daerah ini, baru dua bulan didirikan sebuah sekolah kejuruan, ada 31 anak yang mendaftar bersekolah. Mereka bukan berasal dari lulusan SMP yang baru lulus saja, namun terdapat lulusan SMP yang telah 2 tahun berhenti masih memiliki semangat sekolah. Alasan mereka memang sederhana, bisa bersekolah dengan biaya murah. Bagaimana tidak, daerah Datukeli berada di pegunungan yang meski rata namun membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan ke sekolah dengan melalui jalan yang berliku termasuk jurang. Di sinilah seharusnya peran pemuda ditegaskan. Berkembangnya suatu negara sangat dekat dengan pendidikan. Sebenarnya jika kita mau melihat keadaan Indonesia, banyak sekali anak-anak negeri ini ingin bersekolah. Sayangnya tidak semua keadaan baik menjangkau mereka. Sebut saja, di sebuah Kabupaten Yahukimo di Papua. Seorang guru terkadang pergi ke sekolah lima bulan sekali. mengapa? Karena daerah itu berada di pegunungan tanpa jalur darat. Masyarakat di sana dapat pergi ke laut atau daerah lain dengan menggunakan pesawat kecil. Coba bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika harus bolak-balik menuju dan keluar daerah itu. Alangkah baiknya jika para pemuda mau menengok saudara-saudara jauh di pelosok negeri. Memberikan pengabdian kepada ibu pertiwi. Tidak ada satupun anak di negeri ini tidak ingin merasakan sekolah, minimnya guru membuat mereka semakin jauh dari pendidikan (Dian/Info Muria).

3 Betapa perih hati ini, manakala di media cetak dan elektronik memberitakan dan mempublikasikan kenakalan generasi muda yang sifatnya kriminal, misalnya melakukan pelanggaran hukum yaitu korupsi, tawuran sampai ada yang meninggal, membunuh gara-gara alasan yang sepele, diejek. Tindak kriminal yang lain seperti mencuri, menjabret, merampok, minum-minuman keras dan narkoba serta melakukan pelanggaran seksual untuk kesenangan semata. Inikah potret generasi bangsa yang diidamkan oleh para pahlawan dan pendiri negara? Angkatan 20-an telah meletakkan pondasi dengan menggelar sumpah pemuda dalam situasi belum merdeka, angkatan 45 mengumandangkan proklamasi kemerdekaan, angkatan 66 membuat terobosan melawan gelombang orde lama dan angkatan 90 mendobrak kebekuan tirani, orde baru. Apa yang bisa dilakukan angkatan selanjutnya? Apakah remaja atau pemuda sekarang mengalami degradasi moral dan tidak lagi memiliki rasa nasionalis? Para mahasiswa penulis yang terlibat dalam pengabdian dan penelitian di kawasan Muria, selalu bergembira dan bersemangat dalam setiap kegiatan. Dari bertemu dengan ibu-ibu untuk mengajari membuat sirup parijoto, membuat tas dari bahan bekas sampai bertemu dengan remaja untuk menginformasikan potensi desa dan bertemu anak-anak untuk melakukan penyadaran perlunya peduli lingkungan. Bahkan sampai menelusuri keragaman hayati dan sosial budaya di desa pinggir hutan Muria di Kabupaten Kudus, Pati dan Jepara. Semua kegiatan tanpa honorarium artinya semua kegiatan tidak harus dengan bertransaksi dengan materi (baca: uang). Keperluan di lapangan seperti makan, minum, peralatan lapangan dan akomodasi dalam kegiatan penulis dan tim yang menanggung. Hasilnya, mereka, anak-anak muda menjadi pribadi yang tangguh, bisa belajar memahami kehidupan di luar kampus, di luar masih banyak yang bisa dilakukan untuk sesama dan mendapatkan proses pembelajaran yang nyata, tidak terjebak dalam katanya-katanya. Dari sini, penulis berharap, lima sampai sepuluh tahun mereka akan menjadi individu yang memiliki kepedulian terhadap sesama, dengan lingkungannya dan menjadi pribadi yang tangguh dan kritis serta bertanggungjawab. Di sisi lain, dalam proses yang resmi dan terjalur, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) telah melakukan hal yang bombastis, Semangat Pemuda Fokus memberikan peluang kepada anak bangsa untuk berbagi dengan sesamanya di daerah yang tertinggal. Program SM-3T adalah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. Daerah Sasaran program ini adalah kabupaten yang termasuk kategori daerah 3T di empat provinsi, yaitu Provinsi Aceh, NTT, Sulawesi Utara, Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Maluku. Salah seorang mahasiswa yang sering terlibat dalam kegiatan penulis, ikut lolos menuju NTT, Ende. Saya sangat bersemangat untuk mengikuti program ini, mencari pengalaman baru, saya baru pertama naik pesawat, pertama pergi jauh dari rumah dan dalam waktu yang lama. Pada kesempatan langka dan waktu yang berbeda, secara serius saya bertanya pada anak usia SMP, apa arti sumpah pemuda bagi dirinya, jawabannya Membangkitkan rasa nasionalisme anak muda yang banyak hilang karena globalisasi. Apa yang bisa kamu lakukan? Belajar dengan giat karena anak muda adalah pemimpin bangsa di masa depan. Bagaimana caranya? kecuali dengan belajar, harus jujur, mengerjakan pekerjaan rumah dan disiplin, tidak membolos sekolah. Kecuali itu, saya suka menonton bola dari klub luar negeri, tapi kalau kesebelasan nasional kita main, saya juga menonton, senang dan bangga kalau menang. Saya juga menyukai musik dari Indonesia, bukan yang k-pop. Saya seperti pelajar yang lain, suka bermain game dalam komputer tetapi hanya di hari libur atau tidak ada pelajaran. Banyak versi lain, yang bisa kita tangkap. Bagaimana anak muda di sekeliling kita memaknai sumpah pemuda. Artinya di sekeliling kita perlu terus menerus di gemakan dan diaplikasikan kebanggaan dalam diri bahwa generasi muda harus belajar memahami kehidupan dan mengetahui bahwa negara kita memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang beragam dan tidak kalah dengan luar negeri, generasi muda yang nantinya akan bekerja sesuai dengan profesi dan keminatan serta keahlian akan mengelola dan menjaganya dengan bijak dan adil. Tentu saja, dengan perilaku yang peduli dengan sesama dan bertanggungjawab. Setuju? (Widjanarko/Info Muria) Susunan Redaksi Info Muria Penanggung Jawab: Rektor UMK, Pengarah: Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV Pimpinan Redaksi: Zamhuri, Redaktur Pelaksana: M Widjanarko, Sekretaris Redaksi: Noor Athiyah, Staf Redaksi: Much Harun, Milla, Anggi, Faisal, Nabila, Atik, Anik, Sofi, Desi. Diterbitkan oleh Humas Universitas Muria Kudus. Alamat: Gondangmanis PO. Box 53 Bae Kudus (0291) Redaksi menerima artikel, foto dan tulisan lainnya dilampiri kartu identitas melalui atau Epaper Info Muria bisa diunduh di

4 Rembug Aktor Itu Bernama Pemuda Oleh Agus Khrisna Pambudi * Pemuda merupakan sekuel kehidupan manusia yang penuh cita dan semangat menggebu. Pemuda berada diantara anak-anak dan orang tua. Pemuda itu rawan. Ia rawan larut dalam suka cita anak-anak dan rawan terlanjur memasuki kehampaan orang tua. Dalam kondisi ini ia akan kehilangan ciri khasnya yang penuh cita dan semangat. Padahal setiap pemuda memiliki peran sebagai the leader of tomorrow. Pemuda juga memiliki peran sebagai tangan Tuhan karena pada tangan merekalah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Jika kita memiliki semangat dan kemampuan untuk mengembangkan bangsa dan negaranya, maka sebenarnya semua itu akan kembali kepada kita. Hasil dari pembangunan dalam aspek apapun sebenarnya adalah kepentingan pribadi dan lingkungan kita. Di suatu negeri gemah ripah lohjinawi, tapi pada suatu zaman yang dianggap kalatidha oleh pujangga terakhir Jawa, Ranggawarsita, pemuda tidak sadar akan dirinya sendiri, ia tidak menyadari potensinya yang penuh cita dan semangat. Pemuda kehilangan perannya dalam panggung sandiwara. Atau mungkin ia hanya berperan sebagai penonton yang mencaci. Pada tahun 2020 pemuda menemukan kembali peran -nya dalam negeri dan (mungkin) kehidupan ini. Setidaknya masih ada waktu untuk merayakan 100 tahun negeri ini merdeka. Bonus demografi yang kita peroleh pada tahun 2045, merupakan dua mata pisau. Jika peran pemuda dikelola dengan baik, merdeka -lah negeri ini, namun jika tidak, entah apa jadinya. Lantas sebenarnya apa peran kita sebagai pemuda bagi negeri ini atau kehidupan ini? Dengan atau tanpa adanya kita, apakah kehidupan tetap berjalan? Peran Pemuda cukup sederhana, mengambil peran dalam kehidupan ini. Apapun peran itu. Ironisnya, pemuda seperti kehilangan jati dirinya. Kita tidak berani mengambil peran dalam lingkungannya. Peran dengan tanggung jawab yang besar masih dipandang sebagai sesuatu yang membelenggu. Ketika disodori sebuah tanggung jawab (baca: peran), yang ada adalah saling lempar batu. Kita semua saling berebut dan adu cepat, tetapi bukan untuk mengambil peran tersebut melainkan berlomba-lomba untuk menolak. Kita (mungkin) masih larut dalam keceriaan anak-anak, sehingga tidak menganggap tanggungjawab sebagai sebuah kewajiban tetapi beban.setiap pemuda memikul tanggungjawab yang besar di pundaknya karena setiap pemuda dengan kemampuannya untuk masyarakat dengan kebutuhannya. Pemuda masih mengungkung diri dalan ke-aku-an. Peranan pemuda dalam sosialisasi bermasyarakat sungguh menurun drastis. Dulu pada setiap kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, acara-acara keagamaan dan adat istiadat, pemuda berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Kini pemuda melarutkan diri dalam suka cita anak-anak dan lebih suka berperan dalam dunia maya daripada duduk mufakat untuk kemajuan RT, RW, Desa, Universitas, Provinsi bahkan di tingkat yang lebih tinggi. Pemuda itu penuh cita dan semangat. Tetapi itu saja tidaklah cukup. Seharusnya pemuda dengan penuh semangat menyambut peran mulai dari lingkungan terdekatnya. Mulai dari lingkungan keluarga, desa, perkuliahan, universitas dan seterusnya. Pemuda terlalu sering mengambil peran sebagai penonton dan pencaci, yang tidak diimbangi dengan capaian-capaian yang ada. Terkadang cacian (kritik) tidak sepenuhnya didasari atas idealisme tetapi ada bumbu-bumbu perasaan iri karena berada di luar sistem dan ambisi yang besar untuk berada di dalam sistem. Sehingga hal ini mengingatkan kita pada istilah lama MAJOI (Malu Aku Jadi Orang Indonesia). Kalau sudah begini, darimana ke-cinta-an pada diri bangsa dapat tumbuh? Jika top down kurang efektif dan efisien sehingga menyisakan mental korup dan jurang ketimpangan antar daerah yang begitu jauh, dari sinilah pemuda memulai perannya melalui arus bottom up sebagai pengiring arus top down. Seperti halnya membangun rumah yang dimulai dari pondasi, bukan dari atapnya. Wahai para pemuda, khususnya mahasiswa, ambillah peran -mu. Jika kemarin kita hanya sebagai penonton, mulailah untuk menjadi pemeran atau pun sutradara. Jika kemarin kita hanya menjadi pencaci, mulailah menjadi orang yang dicaci. Jika kemarin kita menjadi orang yang dilayani, mulailah menjadi seorang pelayan. Jika kemarin kita sebagai pendoa, mulailah menjadi seorang pengabul doa. Mulailah dari diri sendiri, dari sekarang, dari hal yang terkecil dan terdekat. Dengan begitu, kita dapat menjawab tulisan cak nun Indonesia bagian dari desa saya karena begitu berpengaruhnya bagi desanya tetapi tidak sebaliknya dengan Desa saya (juga) bagian dari Indonesia karena lingkungan terkecil dan terdekat kita juga memberikan sumbangsih pada negeri ini. * Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muria Kudus

5 Karakter Bangsa di Tengah Liberalisasi Teknologi Tanggal 28 Oktober merupakan momentum yang harus selalu diingat oleh masyarakat Indonesia, yang muda dan yang pernah muda. Karena lebih dari 50 tahun yang lalu, pemuda Indonesia dengan segala kondisi dan keterbatasannya telah menggaungkan semangat patriotik yang menggelorakan nasionalisme dan kesepakatan secara nasional bahwa bertanah air, berbangsa dan berbahasa yang satu yaitu Indonesia. Hanya tiga hal tetapi maknanya sangat besar, selalu relevan dan up to date dengan kondisi Indonesia, yang majemuk dan beragam. Perubahan yang terjadi didukung dan didorong oleh teknologi dan perkembangannya menyentuh segala aspek kehidupan di berbagai aras, dari aras paling tinggi sampai pada kehidupan keseharian masyarakat secara individu dan kelompok di berbagai pelosok negeri. Perkembangan teknologi, mendorong berbagai inovasi yang menghasilkan semakin banyak kemudahan bagi yang dapat mengakses dan mengendalikannya untuk kemasalahan diri dan komunitasnya. Permasalahannya teknologi berkembang tidak memilih dan memilah! Sebaliknya diperlukan aktor yang dapat mengendalikannya agar menjadi sumberdaya untuk menopang kehidupan agar semakin bermakna dan berkualitas. Bank Dunia (2009), dalam laporannya yang dikutip dari Dewa Rahman yang dimuat dalam Jurnal Perempuan vol 18 nomor 3 yang terbit pada bulan Agustus 2013, menyatakan bahwa akses terhadap internet (broadband) sebesar 10% akan mendorong kemajuan ekonomi di negara berkembang sebesar 1,38% dan di negara maju sebesar 1,12 %. Penambahan akses selama setahun terhadap internet tersebut akan berkorelasi dengan peningkatan 1,5 % produktivitas tenaga kerja dalam lima tahun dan serta penurunan pengangguran sebanyak 10%. Hal tersebut terjadi karena melalui internet dapat diperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat, yang pada akhirnya mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang berbasis teknologi. Dampak positif dapat dihitung dengan berbagai asumsi yang digunakan dengan mempertimbangkan kondisi di berbagai negara. Berbagai asumsi harus dibuat bukan hanya sebagai upaya pencapaian target dan dampak ekonominya saja, tetapi juga harus mempertimbangkan ekses sosialbudaya yang negatif. Hal tersebut mengingat karakteristik masyarakat yang majemuk secara kualitas, bersifat dualisme disatu sisi kelompok masyarakat yang maju dan dapat mengikuti derasnya arus modernisasi tekonologi informasi sekaligus menyeleksi makna dan manfaat sesuai kebutuhannya dan disisi lain masyarakat yang hanya Oleh Dr. Mamik Indaryani, MS* Pakar mengikuti dan hanyut oleh derasnya arus perubahan untuk tujuan kemudahan tanpa dapat memilah dan memilih sesuai kebutuhannya. Pasar potensial bagi barang dan jasa layanan berbasis tekonologi adalah kelompok muda. Karakteristik dan sifatnya yang agresif dengan keingintahuan yang tinggi harus didukung oleh nilai dan norma, etika dan estetika, sifat kritis dan cermat dalam menghadapi daya tarik pasar teknologi. Sebagai aset bangsa kelompok muda memiliki fungsi yang sangat strategis. Alfin Tofler telah mengingatkan bahwa ada masanya pada gelombang ketiga dunia (saat ini) hanya orang yang dapat menguasai informasi yang dapat menggengggam dunia. Kuasai internet dan berbagai bentuk teknologi informasi, bukan sebaliknya manusia yang dikuasai dan diperbudak teknologi. Hanya karena meng update status dapat melupakan kewajiban dan tanggung jawab lainnya yang lebih penting (karena menyangkut orang banyak). Human relation digantikan dengan gadget, bahkan sudah ditanamkan dan dibudayakan sejak dini kepada anggota keluarga, anakanak dengan segala kebanggaannya. Jika hal ini dibiarkan maka akan menimbulkan dampak kontra produktif yang lebih hebat dari meningkatnya produktivitas ekonomi dan berkurangnya angka pengangguran. Namun, dapat dipastikan semakin memudarkan modal sosial, toleransi dan solidaritas sosial. Kecanggihan penguasaaan teknologi tidak akan bermakna apapun jika hanya berorientasi pada terbentuknya karakter yang individualism, opportunism dan lainnya dengan melupakan asas sebagai manusia seutuhnya yang bukan hanya dikendalikan otak kiri tetapi harus ada keseimbangan dengan fungsi otak kanan. Pemuda dan orang muda harus disiapkan sejak dini dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter berbasis teknologi dengan tetap berpegang pada nilai- nilai luhur sebagai bangsa yang adiluhung. Bukan karena teknologi ada kemerdekaan yang tak terbatas untuk belajar pada berbagai situs yang tidak semua sesuai dengan kebutuhannya. Hal inilah yang saat ini kita alami, sehingga semakin banyak orang muda dan pemuda yang matang sebelum waktunya, mencoba hal-hal tidak pada saat dan tempat yang tepat. Realitas semakin banyaknya tindakan destruktif, arogansi, suka melawan, kekerasan, pelecehan, sampai angka penderita HIV/AIDS dan narkoba yang semakin tinggi adalah indikasi kesalahan informasi yang diperoleh dengan bebas melalui kebebasan dalam mengakses teknologi informasi yang tersedia dalam berbagai bentuk, jenis dan media. * Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus 5

6 Fokus Mendewasakan Diri Melalui Organisasi Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia! Penggalan kalimat tersebut tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Ya, itu adalah penggalan pidato sang presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Begitu besarnya kepercayaan Bung Karno akan kekuatan pemuda, sehingga beliau dengan lantangnya berani mengatakan hal itu. Kekuatan Pemuda telah terbukti dalam sejarah kita. Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia membuat sebuah pernyataan bahwa mereka bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia, yang disebut Sumpah Pemuda. Momentum inilah yang menjadi pertanda awal pergerakan pemuda dan cerminan komitmen pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tahun Pemuda yang digadang sebagai agent of change mampu membuktikan bahwa kesungguhan dan tekad bulatnya mampu mengubah keadaan menjadi lebih bersemangat dan bersatu. Lantas bagaimana dengan pemuda pada era Reformasi ini? Danny Lutvi Hidayat, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris yang juga Presiden BEM FKIP 2011/2012 menuturkan bahwa peran pemuda sangatlah penting dalam pembangunan bangsa. Mereka dapat berkontribusi sesuai dengan bidang ahli mereka masing-masing. Pemuda adalah seseorang yang memiliki jiwa muda, berpikiran maju dan terbuka. Lanjut Dani, pemuda sebagai generasi pembangun bangsa dapat mengasah dirinya dengan berorganisasi. Disana, mereka dapat mengembangkan kemampuan, berproses untuk mendewasakan diri, memimpin, mengkoordinasi, memecahkan konflik dan memutuskan pilihan. Pemuda dapat bebas memilih organisasi sesuai dengan minatnya. Dalam ruang lingkup universitas, pemuda yang notabenenya seorang mahasiswa dapat bergabung dalam organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ/HIMA), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Disamping dapat mengembangkan kapasitas dirinya, dengan organisasi mereka dapat berlatih bermasyarakat dengan merealisasikan tri darma perguruan tinggi yakni, pendidikan, penelitian dan pengabdian Masyarakat. Berawal dari sanalah mereka mendapatkan bekal untuk hidup bermasyarakat. Bekal kemampuan atau skill, bekal komunikasi yang santun guna mencapai tujuan hidup mereka masing-masing. Senada dengan Danny, Mega Kusumawardhani, mantan ketua departemen Keilmuan dan Penalaran Akdemik BEM Psikologi 2012/2013, turut memberikan pendapat yang serupa. Diskusi mahasiswa untuk berfikir out of the box (Doc. info Muria) Bagi gadis mungil berkacamata ini, peran organisasi bagi pemuda sangatlah penting. Melalui organisasi, pemuda dapat belajar untuk menyampaikan pemikiran mereka serta menjalankan kewajiban sesuai dengan job description masing-masing. Pemuda juga belajar untuk berinteraksi dengan berbagai macam karakter serta menghadapi dan menyelesaikan konflik. Singkatnya organisasi sebagai sarana mendewasakan diri, tuturnya. Menurut Mega, pengalaman belajar yang didapat dari organisasi inilah yang nantinya akan membuat pemuda lebih kritis, peka, berpikiran terbuka, serta memiliki dedikasi lebih tinggi dibanding pemuda yang tidak berorganisasi. Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Febra Robiyanto, S.E, M.Si, Akt menegaskan bahwa mahasiswa yang bergabung dalam organisasi akan berimbas positif untuk dirinya sendiri, dengan berorganisasi mereka dapat mengembangkan potensi melalui berbagai proses yang ada. Jika proses-proses ini dimanfaatkan dengan baik tentu saja pengalaman-pengalaman ini dapat dipergunakan di lingkungan kerja dan kehidupan bermasyarakat. Tambah Febra, dengan bergabungnya pemuda di dalam sebuah organisasi, maka mereka akan belajar memanajemen konflik guna mencapai tujuan hidup mereka. (Atik & Anggi/Info Muria)

7 Produk mahasiswa Poetoe Boemboeng (Doc. info Muria) Di era modern dan serba mudah ini, masyarakat dimanjakan dengan kemudahan dan kenyamanan dalam segala hal seperti makanan telah banyak yang dikemas dalam bentuk jadi atau dengan istilah junk food, sehingga memudahkan dalam konsumsi tanpa repot-repot meracik terlebih dahulu. Semua ingin serba instan, karena terbiasa dengan kemudahan. Berawal dari pemikiran bahwa banyak masyarakat yang mulai meninggalkan makanan tradisional, Nabila dan tiga orang temannya Fauziah, Afib, dan Puji terinspirasi untuk menjadikan Poetoe Boemboeng sebagai suatu program kreativitas. Nabila ingin memunculkan kembali cita rasa makanan itu dengan variasi rasa melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Salah satu hasil kreativitas mahasiswa penerima beasiswa PKM 2012 Poetoe Boemboeng Koedoes berhasil lolos sebagai PKM terpilih untuk dibiayai pelaksanaannya. Poetoe Boemboeng merupakan makanan tradisional yang mulai hilang keberadaannya karena posisinya tergeser dengan semakin maraknya junk food yang lebih diminati masyarakat. Untuk itu, Poetoe Boemboeng kembali dihadirkan dengan beberapa varian rasa, berbeda dengan yang dijual pedagang pada umumnya yang berisi gula merah. Makanan tradisional yang berbahan dasar tepung beras ini mendapatkan respon yang positif dan mampu mengambil perhatian para penggemar Poetoe Boemboeng. Rasanya enak dan lebih banyak varian rasanya sehingga ingin mencoba Yang Muda yang Berkarya Poetoe Boemboeng hadir dengan inovasi baru. Poetoe Boemboeng Koedoes bisa jadi menjadi oleh-oleh khas Kudus selain jenang Kudus. semua rasa yang ada, ungkap Geshar. Fokus Poetoe Boemboeng hadir dengan inovasi baru. Poetoe Boemboeng Koedoes bisa jadi menjadi oleh-oleh khas Kudus selain jenang Kudus. Akan tetapi, karena Poetoe Boemboeng adalah makanan yang tidak bisa bertahan lama maka keinginan tersebut belum bisa terwujud. Nabila dan kawan-kawan sempat berjualan Poetoe Boemboeng di depan pasar Jember dan mendapatkan respon yang positif dari para pembeli. Poetoe Boemboeng juga di jual di beberapa Fakultas seperti Fakultas Psikologi dan Fakultas Teknik, harganya pun cukup terjangkau yaitu Rp 2000,- per-bungkus yang berisi 4 buah Poetoe Boemboeng. Proses pembuatan Poetoe Boemboeng tidak mudah. Untuk bisa membuat Poetoe Boemboeng dengan cita rasa yang tinggi, Nabila dan teman-temannya membutuhkan waktu 3 minggu untuk belajar kepada pak Sapari, seorang pedagang Poetoe Boemboeng di Gang 1. Namun usaha dan ketekunan Nabila tidak sia-sia, Nabila mampu membuat Poetoe Boemboeng dengan rasa yang enak dan lezat berkat keseriusannya dalam belajar membuat Poetoe Boemboeng. Bagi para pemuda dan pemudi teruslah berkarya, saatnya yang muda yang berkarya, dengan mengikuti jejak Nabila dan kawan-kawan dengan hal yang berbeda di luar sana. Meskipun Salah satu mahasiswa memamerkan produknya. (Doc. info Muria) masih muda sebagai mahasiswa, Nabila tidak segan ataupun malu melakukan berkreasi, mau belajar membuat dan berjualan makanan tradisional seperti Poetoe Boemboeng sehingga dapat bangkit kembali dengan varian rasa. (Milla- Anik/Info Muria).

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa A. Latar Belakang KOPI, Dewasa ini, tradisi masyarakat menjadi perhatian aset warisan bangsa. Hal ini disebabkan karena dinamika zaman telah mengubah sikap dan perilaku masyarakat. Tradisi masyarakat selalu

Lebih terperinci

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi*

Dua Sisi Mata Uang Dampak Teknologi Jumat, 14 Februari 2014 17:15. Oleh Ahmad Turmudzi* Oleh Ahmad Turmudzi* Sebelum masuk ke inti tulisan singkat ini, saya ingin mengulas terlebih dahulu arti remaja. Menurut akar katanya, remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA SALINAN - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia!

BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia! BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia! Siapakah yang tidak mengenal kalimat

Lebih terperinci

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati

EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati EKSISTENSI SANGGAR TARI KEMBANG SORE PUSAT - YOGYAKARTA Theresiana Ani Larasati Pengaruh era globalisasi sangat terasa di berbagai sendi kehidupan bangsa Indonesia, tidak terkecuali di Daerah Istimewa

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMBANG DAERAH KABUPATEN JEMBRANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana

Lebih terperinci

SURATKU BUAT RI 1-2: "Dua Harapan Agar Generasi Muda dapat Berkarya" (112)

SURATKU BUAT RI 1-2: Dua Harapan Agar Generasi Muda dapat Berkarya (112) Tretes, 20 Agustus 2009 Kepada Yth : Bpk Presiden RI beserta Wakil Di Tempat Dengan hormat, Sebelumnya saya menyampaikan selamat atas terpilihnya Bapak Presiden beserta Wakil untuk memimpin Bangsa Indonesia

Lebih terperinci

Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator

Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator Kerangka Acuan Development Study Tour Teknologi Tepat Guna Geng Motor imut: Digester Portable Biogas dan Desalinator Latar Belakang Berbagi ilmu. Inilah yang mendorong sekelompok pemuda asal Kupang melakukan

Lebih terperinci

Sultan Abdurrahman adalah Raja Sumenep yang ke-32 yang memerintah dari tahun 1811 1854 M. Sultan Abdurrahman ini adalah anak dari Panembahan

Sultan Abdurrahman adalah Raja Sumenep yang ke-32 yang memerintah dari tahun 1811 1854 M. Sultan Abdurrahman ini adalah anak dari Panembahan Setiap kali saya bertanya siapa sosok Aria Wiraraja kepada para remaja Sumenep, dengan lantang mereka menjawab, Raja pertama di Sumenep! Begitu juga disaat saya bertanya apakah mereka kenal dengan sosok

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Rektor Universitas Widya Dharma Klaten Menimbang

Lebih terperinci

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian.

Uji Penilaian Profesional Macquarie. Leaflet Latihan. Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Uji Penilaian Profesional Macquarie Leaflet Latihan Verbal, Numerikal, Pemahaman Abstrak, Kepribadian. Mengapa Uji Penilaian psikometrik digunakan Dewasa ini semakin banyak perusahaan yang menyertakan

Lebih terperinci

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan kuliah umum di Kampus UNSUR Cianjur, Selasa (6/11) [Foto: admin]

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan kuliah umum di Kampus UNSUR Cianjur, Selasa (6/11) [Foto: admin] Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan kuliah umum di Kampus UNSUR Cianjur, Selasa (6/11) [Foto: admin] Dalam rangka menanamkan jiwa enterpreneurship di kalangan generasi muda, pada hari Selasa (6/11),

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS http://rahalasia.com http://wstars.com PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR ʺPerburuan Harta Makassarʺ Rahal adalah serangkaian seri pertama yang menyenangkan

Lebih terperinci

Globalisasi, Kemajuan atau Kemunduran Zaman??

Globalisasi, Kemajuan atau Kemunduran Zaman?? Tema : Pengaruh Kemajuan Teknologi Bagi Remaja Globalisasi, Kemajuan atau Kemunduran Zaman?? Globalisasi. Sebuah istilah yang pastinya sering kita dengar, memiliki arti suatu proses di mana antarindividu,

Lebih terperinci

Indonesia-Maroko: Beberapa Langkah Lebih Dekat Melalui Seni Budaya (124/M)

Indonesia-Maroko: Beberapa Langkah Lebih Dekat Melalui Seni Budaya (124/M) KOPI, Ada banyak cara dalam mempromosikan suatu negara dan mempererat hubungan diplomatik antar dua negara, salah satunya adalah melalui seni dan budaya. Indonesia adalah negeri yang kaya akan tradisi,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 200 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan

Lebih terperinci

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati Masa Kanak-Kanak Akhir Siti Rohmah Nurhayati MASA KANAK-KANAK AKHIR Masa kanak-kanak akhir sering disebut sebagai masa usia sekolah atau masa sekolah dasar. Masa ini dialami anak pada usia 6 tahun sampai

Lebih terperinci

Mobilisasi Masyarakat

Mobilisasi Masyarakat Mobilisasi Masyarakat Dalam tulisan ini saya mencoba memadukan beberapa pengalaman dan pengamatan tentang Community Mobilization (Penggerakan Masyarakat), dengan tujuan agar masyarakat ikut melakukan kegiatankegiatan

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS

SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS Pada Acara Temu Muka dan

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

1. Memiliki keyakinan, tidak ragu

1. Memiliki keyakinan, tidak ragu KOPI - Presiden kini dipilih langsung oleh rakyat, sehingga suara rakyat sangat menentukan masa depan bangsa ini. Dengan demikian, maka rakyat harus cerdas untuk memilih presiden. Lalu siapakah calon presiden

Lebih terperinci

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 09 PALEMBANG 2O13 Standar KEMAHASISWAAN 1 Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Lebih terperinci

Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi

Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi PLPBK DI KAWASAN HERITAGE MENTIROTIKU Kabupaten Toraja Utara memiliki budaya yang menarik bagi wisatawan dan memilki banyak obyek

Lebih terperinci

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Chee Kim adalah seorang anak yatim piatu. Meskipun ia baru berusia enam tahun, ia hidup sebagai gelandangan di kota Hong Kong. Ia tidak mempunyai keluarga. Pada suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya.

BAB I PENDAHULUAN. pelajaran matematika. Permasalahan ini relevan dengan bukti empiris yang. membaca atau mengerjakan soal-soal yang ada di dalamnya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurang maksimalnya pemanfaatan media merupakan salah satu dari sekian banyak masalah dalam pembelajaran di sekolah termasuk pada mata pelajaran matematika. Permasalahan

Lebih terperinci

SIAP Mencoba Yammer? MENGAPA YAMMER? ANDA DAPAT MENGGUNAKAN YAMMER UNTUK BERGABUNG DENGAN JARINGAN SEKARANG JUGA!

SIAP Mencoba Yammer? MENGAPA YAMMER? ANDA DAPAT MENGGUNAKAN YAMMER UNTUK BERGABUNG DENGAN JARINGAN SEKARANG JUGA! SIAP Mencoba Yammer? Yammer adalah jejaring sosial pribadi perusahaan kita, yaitu alat online untuk berkomunikasi dan berkolaborasi. Yammer tersedia untuk membantu menyelesaikan pekerjaan Anda serta mendukung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2013) hlm. 16. aplikasinya (Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada, 2009) hlm, 13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi, serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan

Lebih terperinci

= Eksistensi KORPRI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sejalan dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN)

= Eksistensi KORPRI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sejalan dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) Tema = Eksistensi KORPRI dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sejalan dengan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) KORPRI Cilacap, Dekat, Merekat, dengan Prioritas

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 12 Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus Diurapi di Betania Persepakatan untuk Membunuh Lazarus Yesus Dielu-elukan di Yerusalem Beberapa Orang Yunani Mencari Yesus Yesus Memberitakan

Lebih terperinci

ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN Oleh: Hermanto SP Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Luar Biasa

ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN Oleh: Hermanto SP Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Luar Biasa ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN Oleh: Hermanto SP Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Luar Biasa Pendahuluan Tulisan ini, di awali dengan memaparkan visi, misi dan tujuan Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2006-2010.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Roda pemerintahan terus bergulir dan silih berganti. Kebijakan baru dan perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. Dampak

Lebih terperinci

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M)

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M) KOPI - Pernah kita melihat poster ataupun baliho bakal calon pemimpin di pinggir jalan yang tidak menggambarkan adanya karakter tegas dari bakal calon pemimpin itu sendiri. Kita ambil satu contoh bakal

Lebih terperinci

PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PELANGGAN SABUN MANDI NUVO DI SIDOARJO

PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PELANGGAN SABUN MANDI NUVO DI SIDOARJO 50 PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PELANGGAN SABUN MANDI NUVO DI SIDOARJO SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen

Lebih terperinci

Ditulis oleh Orang Gila

Ditulis oleh Orang Gila 1 PRAMA WIRATAMA Ditulis oleh Orang Gila Ditulis oleh Orang Gila Oleh: Prama Wiratama Copyright 2010 by Prama Wiratama Desain Sampul: PENGANTAR 2 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah akhirnya buku saya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Lagu wajib nasional adalah lagu-lagu mengenai perjuangan dan nasionalisme bangsa yang wajib untuk dihapalkan oleh peserta didik. Lagu wajib nasional sebagai

Lebih terperinci

RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM)

RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) DISUSUN OLEH: Nama: Bejoi Nicolas NPM: 0103285687 Lokasi KKN-PPM: Puncak Lawang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)

Lebih terperinci

Internet Sehat dan Aman (INSAN)

Internet Sehat dan Aman (INSAN) Internet Sehat dan Aman (INSAN) Oleh : Rini Agustina, S.Kom, M.Pd Sumber : Direktorat Pemberndayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia

Lebih terperinci

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan 2007 Kerja sama Pusat Rencana dan Statistik Kehutanan, Departemen Kehutanan dengan Direktorat Statistik Pertanian, Badan Pusat Statistik Jakarta, 2007 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 Yth. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air Yth. Para peserta upacara sekalian. Assalamu alaikum Warrahmatullahi

Lebih terperinci

: 002/SWRIII/OMB/IX/2015 Hal : Orientasi Mahasiswa Baru 2015 Lampiran : 1. Peraturan Umum 2. Lembar Persetujuan Keikutsertaan OMB 2015

: 002/SWRIII/OMB/IX/2015 Hal : Orientasi Mahasiswa Baru 2015 Lampiran : 1. Peraturan Umum 2. Lembar Persetujuan Keikutsertaan OMB 2015 No : 002/SWRIII/OMB/IX/2015 Hal : Orientasi Mahasiswa Baru 2015 Lampiran : 1. Peraturan Umum 2. Lembar Persetujuan Keikutsertaan OMB 2015 Kepada Yth, Orang tua/wali Mahasiswa Baru Angkatan 2015 Di tempat

Lebih terperinci

Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Indeks: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA.

Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Indeks: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Bentuk: Oleh: UNDANG-UNDANG (UU) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 30 TAHUN 1954 (30/1954) Tanggal: 14 SEPTEMBER 1954 (JAKARTA) Sumber: LN 1954/85; TLN NO. 657 Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH PROMOSI DAN CITRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP MINAT MASUK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA MAHASISWA FKIP AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2012 SKRIPSI

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH A. Ridwan Siregar Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca. Minat baca dengan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa transmigrasi merupakan bagian integral

Lebih terperinci

SEBAGAI GURU BESAR BIDANG ILMU BIOLOGI KONSERVASI PADA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

SEBAGAI GURU BESAR BIDANG ILMU BIOLOGI KONSERVASI PADA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA SAMBUTAN REKTOR PADA PENGUKUHAN Prof. Dr. SUGIYARTO, M.Si. SEBAGAI GURU BESAR BIDANG ILMU BIOLOGI KONSERVASI PADA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Bismi l-lahi r-rahmani r-rahim Assalamu

Lebih terperinci

LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT

LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT INFORMASI PUBLIK PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT 2014 ANALISA PROSEDUR PELAYANAN INFORMASI Dari survei yang telah dilakukan oleh Tim Pelayanan Informasi Publik Kementerian

Lebih terperinci

Pelaksanaan Diklat Orientasi CPNS Badan POM Tahun Anggaran 2015

Pelaksanaan Diklat Orientasi CPNS Badan POM Tahun Anggaran 2015 Pelaksanaan Diklat Orientasi CPNS Badan POM Tahun Anggaran 2015 Sebagai salah satu upaya pelaksanaan Reformasi Birokrasi terkait area perubahan penataan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur, memperkenalkan

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 19 disebutkan bahwa

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. memberikan pertolongan yang justru sangat dibutuhkan.

BAB 1 PENDAHULUAN. memberikan pertolongan yang justru sangat dibutuhkan. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tingkah laku menolong sering muncul dalam masyarakat, dimana perilaku ini diberikan guna meringankan penderitaan orang lain, misalnya menolong orang lain yang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN. TENTANG PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:00 - Last Updated Wednesday, 26 March 2014 12:12

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:00 - Last Updated Wednesday, 26 March 2014 12:12 Alkisah, di Kampung Benua, Majene, Sulawesi Barat, hiduplah tiga orang pemuda yang hendak memperluas lahan perladangan dan permukiman penduduk, serta membangun pelabuhan di pantai. Ketiga pemuda tersebut

Lebih terperinci

Survei: Sebuah Perjalanan Mengenal Nusantara

Survei: Sebuah Perjalanan Mengenal Nusantara Survei: Sebuah Perjalanan Mengenal Nusantara Negara ini luas. Indonesia, dengan segala kekayaannya, hamparan pulau ini layaknya sebuah surga untuk mereka yang merasa memilikinya. Penjelajahan mengelilingi

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

rutinitas dan enggan berpikir tentang hal-hal yang baru. Semua itu dibentuk oleh mindset kita.

rutinitas dan enggan berpikir tentang hal-hal yang baru. Semua itu dibentuk oleh mindset kita. Banyak Entrepreneur yg tidak menyadari bahwa dunia ini penuh dgn perubahan dan mereka tdk boleh duduk-duduk enak melewati hidup dari keuntungan tanpa kewaspadaan. Manusia merasakan perubahan, tetapi manusia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

PERANAN MAHASISWA DALAM MEMERANGI KORUPSI

PERANAN MAHASISWA DALAM MEMERANGI KORUPSI PERANAN MAHASISWA DALAM MEMERANGI KORUPSI Disarikan dari Modul Sosialisasi Anti Korupsi BPKP tahun 2005 oleh Mohamad Risbiyantoro, Ak., CFE (PFA pada Deputi Bidang Investigasi BPKP). Mahasiswa dan sejarah

Lebih terperinci

LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009

LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009 LAPORAN MENTERI PERDAGANGAN PADA PEMBUKAAN PAMERAN EKONOMI KREATIF 2009 VIRUS K DAN PAMERAN PANGAN NUSA 2009 JAKARTA, 7 AGUSTUS 2009 Yth. Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Yth. Ibu Hj. Mufidah Yusuf Kalla,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang MENTERI IIUKUM DAN HAKASASI MANUSIA REPTIBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI PADA ACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS KEPADA NARAPIDANA DAN ANAK PIDANA PADA PERINGATAN HARI RAYA NATAL TANGGAL 25

Lebih terperinci

Memaknai Kembali Arti Kesejahteraan Guru. Oleh : Fahriza Marta Tanjung, S.Pd. 1

Memaknai Kembali Arti Kesejahteraan Guru. Oleh : Fahriza Marta Tanjung, S.Pd. 1 Memaknai Kembali Arti Kesejahteraan Guru Oleh : Fahriza Marta Tanjung, S.Pd. 1 Perspektif Kesejahteraan Guru Kini Dalam setiap Peringatan Hari Guru, persoalan kesejahteraan guru selalu menjadi topik yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam

BAB I PENDAHULUAN. Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhirnya,

Lebih terperinci

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20 Pewarta-Indonesia, Tepat pukul 02.00 wita, saat pagi masih buta, duduk membentuk segitiga, memori itu perlahan kembali dibuka. Memoar perjalanan yang sudah lama terpendam, tapi masih tetap eksis dikepala

Lebih terperinci

2 Ketika aku mengundang Yesus masuk ke dalam hidupku, Ia menerangi hatiku yang gelap, dingin dan kosong. Keputusanku untuk mengundang Yesus tidak akan pernah kusesali. Karena itu, aku berkata kepada-nya,

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang

Lebih terperinci

PT GALACTIC MULTIMEDIA LUNCURKAN OOMPH, RUMAH ANDROID PUNYA INDONESIA

PT GALACTIC MULTIMEDIA LUNCURKAN OOMPH, RUMAH ANDROID PUNYA INDONESIA PT Galactic Multimedia Mobile Aplikasi hiburan pada platform Android sesuai minat masyarakat local Siaran Pers PT GALACTIC MULTIMEDIA LUNCURKAN OOMPH, RUMAH ANDROID PUNYA INDONESIA Jakarta, PT Galactic

Lebih terperinci

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA Budaya Organisasi Pengertian Satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BERGUNAKAH PELAJARAN PRAKARYA BAGI SISWA?

BERGUNAKAH PELAJARAN PRAKARYA BAGI SISWA? BERGUNAKAH PELAJARAN PRAKARYA BAGI SISWA? Pendahuluan M. Fajar Prasudi Dalam kurikulum 2013 terdapat pelajaran Prakarya yang wajib dilaksanakan oleh satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak?

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak? Elly, Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati Sadis! Tingkat kriminalitas sudah sampai kepada tahap yang paling menjijikan dan mengerikan. Sehingga seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, ibu

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PELUANG USAHA

IDENTIFIKASI PELUANG USAHA IDENTIFIKASI PELUANG USAHA TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Pada akhir pembelajaran peserta mengetahui mengenai peluang dari mana asalnya dan cara menemukannya 2. Pada akhir pembelajaran peserta memiliki pengetahuan

Lebih terperinci

PERAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA SKRIPSI. Guna mencapai derajat Sarjana S-1

PERAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA SKRIPSI. Guna mencapai derajat Sarjana S-1 PERAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN

PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN HALAMAN JUDUL PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH JALAN LINGKAR PATI SELATAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBERIAN GANTI KERUGIAN (Studi Kasus Pengadaan Tanah di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati) Diajukan untuk melengkapi

Lebih terperinci

106 intisari-online.com

106 intisari-online.com 106 intisari-online.com BISNIS Reinkarnasi BISNIS MAK COMBLANG DI ZAMAN DIGITAL Penulis: M. Habib Asyhad Fotografer: Bhisma Adinaya Selama orang masih membutuhkan cinta, selama itu juga bisnis mak comblang

Lebih terperinci

KOPERASI & UKM di INDONESIA. Antara Tantangan, Harapan dan Modernisasi

KOPERASI & UKM di INDONESIA. Antara Tantangan, Harapan dan Modernisasi KOPERASI & UKM di INDONESIA Antara Tantangan, Harapan dan Modernisasi Orang bijak selalu berkata tidak ada yang abadi didunia ini kecuali Perubahan begitu juga dengan perubahan Undang-Undang No. 25 tahun

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI

Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI Nilai-nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt, Tuhan yang maha kuasa, berkat rahmat dan karunia-nya buku saku

Lebih terperinci

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY (Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon dan Desa Sumbermulya

Lebih terperinci

BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT

BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT BUDAYA MARITIM NUSANTARA DAN GERAKAN KEMBALI KE LAUT Gusti Asnan (Jur. Sejarah, Fak. Ilmu Budaya, Univ. Andalas Padang gasnan@yahoo.com) Berbincang mengenai budaya maritim Nusantara sesungguhnya membincangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life

BAB I PENDAHULUAN. ini. Proses pendidikan seumur hidup itu lebih dikenal dengan istilah long life 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Proses pendidikan

Lebih terperinci

MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PENDIDIKAN MORAL Oleh Sukiniarti FKIP UT kuniarti@mail.ut.ac.id. Abstrak

MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PENDIDIKAN MORAL Oleh Sukiniarti FKIP UT kuniarti@mail.ut.ac.id. Abstrak MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PENDIDIKAN MORAL Oleh Sukiniarti FKIP UT kuniarti@mail.ut.ac.id Abstrak Garis-garis besar Haluan Negara telah menggariskan bahwa pengembangan sumber daya manusia

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PROGRAM POSY ANDU MANDIRI

LANGKAH-LANGKAH PROGRAM POSY ANDU MANDIRI BAB III LANGKAH-LANGKAH PROGRAM POSY ANDU MANDIRI PENGEMBANGAN PROGRAM POSYANDU MANDIRI Atas dasar berbagai uraian tersebut, Posyandu masa depan harus secara sadar dikembangkan untuk pertama-tama menjadi

Lebih terperinci

PSIKOLOGI PELATIHAN FISIK

PSIKOLOGI PELATIHAN FISIK 1 PSIKOLOGI PELATIHAN FISIK Danu Hoedaya FPOK UPI Materi Penyajian Pelatihan Pelatih Fisik Sepak Bola Se-Jawa Barat FPOK-UPI, 14-17 Februari 2007 2 PENGANTAR Materi Psikologi Kepelatihan pada Pelatihan

Lebih terperinci

SAMBUTAN BUPATI PASURUAN PADA ACARA UPACARA PERINGATAN HARI JADI KABUPATEN PASURUAN KE-1084 TAHUN 2013

SAMBUTAN BUPATI PASURUAN PADA ACARA UPACARA PERINGATAN HARI JADI KABUPATEN PASURUAN KE-1084 TAHUN 2013 SAMBUTAN BUPATI PASURUAN PADA ACARA UPACARA PERINGATAN HARI JADI KABUPATEN PASURUAN KE-1084 TAHUN 2013 TANGGAL 18 SEPTEMBER 2013 1 ASSALAMU ALAIKUM WR, WB. 1. SDR. PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD KABUPATEN PASURUAN;

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pola Asuh Orang Tua 2.1.1 Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Hurlock (1999) orang tua adalah orang dewasa yang membawa anak ke dewasa, terutama dalam masa perkembangan. Tugas

Lebih terperinci

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre

Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Program Pembangunan Karakter Klinik Abu Albani Centre Tujuan Pembangunan Karakter Anak : Membangun sikap dan watak seseorang sehingga mempunyai sebuah sikap yang dapat dinilai sebagai sikap yang baik menurut

Lebih terperinci

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Pemimpin : Lakukan NetWORK Bukan NetSit Atau NetEat Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan,

Lebih terperinci

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT

PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT PENINGKATAN POTENSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM DIKLAT Oleh Samsul Hidayat, M.Ed (Widyaiswara Madya BKD & DIKLAT Provinsi NTB) ABSTRAKSI Peserta didik dalam menempuh pendidikan Pelatihan sangat ditentukan

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK

ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK 45 ANALISIS KINERJA KUALITAS PRODUK Perilaku konsumen dalam mengkonsumsi dangke dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat setempat. Konsumsi dangke sudah menjadi kebiasaan masyarakat dan bersifat turun

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI KARTANEGARA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Disiplin: Sebuah Keharusan yang Wajib Dimiliki Setiap Pegawai

Disiplin: Sebuah Keharusan yang Wajib Dimiliki Setiap Pegawai Review / Ulasan Edisi 1 No. 1, Jan Mar 2014, p.62-66 Disiplin: Sebuah Keharusan yang Wajib Dimiliki Setiap Pegawai Tata Zakaria Widyaiswara of Education and Training Institutes of Banten Province, Jl.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci