KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74/K/X-XIII.2/2/2009 TENTANG

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74/K/X-XIII.2/2/2009 TENTANG"

Transkripsi

1 KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74/K/X-XIII.2/2/2009 TENTANG MEKANISME KERJA TIM PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelesaian kerugian negara, Peraturan BPK Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara mensyaratkan agar setiap pimpinan instansi/lembaga/gubernur/bupati/walikota membentuk Tim Penyelesaian Ganti Kerugian Negara (TPKN), yang berfungsi membantu pimpinan untuk menyelesaikan kerugian negara di dalam lingkup kewenangannya; b. bahwa berdasarkan hal sebagaimana dimaksud pada huruf a, BPK telah membentuk Tim Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Badan Pemeriksa Keuangan (TPKN) untuk menyelesaikan kerugian negara di lingkungan BPK; c. bahwa agar TPKN dapat menjalankan tugasnya dengan tertib dan lancar, dipandang perlu menetapkan Mekanisme Kerja TPKN; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355); 2. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 4654); 4. Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 147);

2 5. Surat Keputusan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 31/SK/I- VIII.3/8/2006 tanggal 31 Agustus 2006 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan, Keputusan, dan Naskah Dinas pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia; 6. Keputusan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 39/K/I-VIII.3/7/2007 tanggal 13 Juli 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelaksana Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN TENTANG MEKANISME KERJA TIM PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan: 1. Keuangan negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. 2. Kerugian negara adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai. 3. Tim Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Badan Pemeriksa Keuangan, yang selanjutnya disingkat TPKN, adalah TPKN yang dibentuk di lingkungan BPK dalam rangka menangani penyelesaian ganti kerugian negara di BPK. 4. Perbuatan melawan hukum adalah tiap perbuatan membawa kerugian kepada pihak lain, mewajibkan pihak yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu untuk mengganti kerugian tersebut. 5. Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak, yang selanjutnya disingkat SKTJM, adalah surat keterangan yang menyatakan kesanggupan dan/atau pengakuan bahwa yang bersangkutan bertanggung jawab atas kerugian negara yang terjadi dan bersedia mengganti kerugian negara dimaksud. 6. Surat Keputusan Pembebanan Sementara adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh BPK tentang pembebanan penggantian sementara atas kerugian negara sebagai dasar untuk melaksanakan sita jaminan. 7. Surat Keputusan Pencatatan adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh BPK tentang proses penuntutan kasus kerugian negara untuk sementara tidak dapat dilanjutkan. 8. Surat Keputusan Pembebanan adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh BPK yang mempunyai kekuatan hukum final tentang pembebanan penggantian kerugian negara. 9. Surat Keputusan Pembebasan adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh BPK tentang pembebasan bendahara dari kewajiban untuk mengganti kerugian negara karena tidak ada unsur perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai.

3 10. Dokumen adalah data, catatan, dan/atau keterangan yang berkaitan dengan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, baik tertulis di atas kertas atau sarana lain, maupun terekam dalam bentuk/corak apapun. 11. Surat Pemberitahuan Ganti Rugi, yang selanjutnya disebut SPGR, adalah surat yang dikeluarkan oleh TPKN kepada penanggung jawab kerugian negara yang berisi pemberitahuan kerugian negara dan pemberian kesempatan yang bersangkutan menyatakan pembelaan diri/keberatan. BAB II ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI TPKN Pasal 2 (1) Pembentukan organisasi TPKN ditetapkan dengan Keputusan Sekretaris Jenderal. (2) Struktur organisasi TPKN terdiri dari: a. Pengarah, yaitu Sekretaris Jenderal dan Inspektur Utama; b. Ketua dan Wakil Ketua; c. Sekretaris; d. Anggota yang berjumlah ganjil; dan e. Sekretariat. (3) Struktur organisasi TPKN secara ex officio dijabat oleh pejabat dan pelaksana dari unsur-unsur satuan kerja Biro Keuangan, Biro Sumber Daya Manusia, Biro Umum, Inspektorat Utama, dan Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara. Pasal 3 TPKN mempunyai tugas: a. menerima dan menginventarisasikan kasus-kasus kerugian negara yang terjadi di lingkungan BPK; b. melakukan inventarisasi dan pengumpulan bahan-bahan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; c. melakukan penelitian, verifikasi dokumen, dan menyusun laporan kerugian negara; d. melakukan analisis, evaluasi, dan penghitungan kerugian negara; e. melaksanakan langkah-langkah penyelesaian ganti kerugian negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; f. melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal penyelesaian kerugian negara; g. menatausahakan dokumen penyelesaian kerugian negara; dan h. melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Sekretaris Jenderal.

4 Pasal 4 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, TPKN menyelenggarakan fungsi: a. membantu Sekretaris Jenderal dalam melaksanakan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK baik yang dilakukan oleh Bendahara, Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pejabat Lain, dan Pihak Ketiga; b. melaksanakan penuntutan atas ganti rugi yang dilaksanakan oleh Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pejabat Lain, dan Pihak Ketiga; dan c. melaksanakan administrasi, surat menyurat, dan penatausahaan dokumen penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK. BAB III TUGAS ORGAN TPKN Pasal 5 Pengarah mempunyai tugas: a. memberikan kebijakan dan arahan tentang mekanisme percepatan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; b. memantau pelaksanaan kinerja Tim dalam menyelesaikan ganti kerugian negara di lingkungan BPK; c. memberikan saran dan masukan yang diperlukan Tim dalam hal ganti kerugian negara; dan d. bertanggung jawab atas keberhasilan percepatan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK. Pasal 6 Ketua mempunyai tugas: a. memimpin dan mengarahkan TPKN dalam melaksanakan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; b. menjabarkan lebih lanjut kebijakan Pengarah dalam rangka penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; c. memimpin rapat TPKN; d. membagi tugas dan mengarahkan lebih lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara kepada Anggota; e. melakukan pengawasan atas kinerja pelaksanaan penyelesaian ganti kerugian negara melalui SKTJM maupun tuntutan ganti rugi, pelaksanaan administrasi, surat menyurat, dan penatausahaan dokumen penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; f. melaksanakan koordinasi lebih lanjut dengan instansi dan lembaga lain berkaitan dengan penyelesaian ganti kerugian negara; dan g. melaporkan kepada pengarah atas pelaksanaan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK.

5 Pasal 7 Wakil Ketua mempunyai tugas: a. berkedudukan sebagai Ketua Harian yang menangani operasional TPKN; b. membantu Ketua dalam memimpin dan mengarahkan TPKN untuk melaksanakan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; c. melaksanakan arahan Ketua untuk membagi tugas dan mengarahkan lebih lanjut penyelesaian kasus-kasus kerugian negara kepada Anggota; d. menggantikan Ketua apabila berhalangan; e. melakukan pengawasan internal atas pelaksanaan kinerja Tim dalam penyelesaian ganti kerugian negara, pelaksanaan penuntutan atas ganti rugi, pelaksanaan administrasi, surat menyurat, dan penatausahaan dokumen penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; f. melaksanakan koordinasi intern dengan satuan kerja di lingkungan BPK berkaitan dengan penyelesaian ganti kerugian negara; dan g. menyusun laporan berkala atas pelaksanaan tugas kepada Ketua untuk selanjutnya disampaikan kepada Pengarah. Pasal 8 Sekretaris mempunyai tugas: a. memimpin pelaksanaan penatausahaan dokumen penyelesaian ganti kerugian negara dan distribusi Surat Keputusan TPKN; b. menerima dan melakukan pencatatan/inventarisasi Laporan Kasus Kerugian Negara beserta dokumen-dokumen pendukung kasus kerugian negara; c. melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan berkas Laporan Kerugian Negara; d. membuat risalah pembahasan terhadap berkas Laporan Kerugian Negara untuk selanjutnya menjadi bahan pembahasan penyelesaian ganti kerugian negara oleh Anggota; e. menyimpan berkas Laporan Kerugian Negara, buku daftar, surat-surat bukti, dan suratsurat lainnya; f. memberikan laporan kepada Ketua mengenai jumlah perkara yang masuk, status perkembangan atau tindak lanjut atas kasus yang masih dalam proses atau telah ditetapkan pembebanannya; g. menyiapkan undangan, bahan, agenda, dan hasil putusan rapat; h. menyiapkan surat pemberitahuan/keputusan yang diterbitkan TPKN atas pelaksanaan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; dan i. melaporkan hasil kerjanya kepada Ketua. Pasal 9 Anggota mempunyai tugas: a. membantu Ketua melaksanakan penyelesaian ganti kerugian negara; b. memberikan masukan kepada Ketua dalam peningkatan kinerja TPKN;

6 c. melaksanakan penelitian, pemeriksaan, dan wawancara dalam rangka pelaksanaan penyelesaian ganti kerugian negara berdasarkan penugasan yang diberikan oleh Ketua/Wakil Ketua; d. melengkapi berkas dokumen laporan kerugian negara yang diperlukan untuk menyelesaikan pemulihan ganti kerugian negara; e. membantu Ketua/Wakil Ketua dalam melaksanakan koordinasi dengan pihak eksternal maupun internal sesuai penugasan yang diberikan Pimpinan; f. menyusun laporan pelaksanaan tugas penyelesaian ganti kerugian negara atas penugasan yang diberikan kepadanya; g. menyiapkan bahan-bahan pembahasan penyelesaian ganti kerugian negara terkait dengan jabatan struktural/fungsional yang disandangnya; dan h. menghadiri rapat pembahasan penyelesaian ganti kerugian negara. Pasal 10 Sekretariat mempunyai tugas: a. melaksanakan fungsi operasional Sekretaris dalam hal pelaksanaan penatausahaan dokumen penyelesaian kasus kerugian negara dan distribusi Surat Keputusan TPKN; b. membantu Sekretaris dalam menyediakan konsep-konsep Surat Keputusan TPKN; c. menyimpan berkas Laporan Kerugian Negara, buku inventarisasi kasus kerugian negara (buku register), surat-surat bukti, dan surat-surat lainnya; d. menyusun konsep laporan jumlah kasus kerugian negara yang masuk ke TPKN, status perkembangan atau tindak lanjut atas kasus yang masih dalam proses atau telah ditetapkan pembebanannya; e. menyiapkan dan mendistribusikan konsep undangan, bahan, agenda, dan hasil putusan rapat; f. melegalisir surat-surat yang akan dijadikan bukti; g. menyiapkan dan menyampaikan salinan Penetapan atau Putusan TPKN; dan h. melaporkan hasil kerjanya kepada Sekretaris. BAB IV LAPORAN DAN VERIFIKASI DOKUMEN KERUGIAN NEGARA Pasal 11 (1) Sekretaris Jenderal wajib melaporkan terjadinya kerugian negara di lingkungan BPK kepada BPK paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak diketahuinya kerugian negara. (2) Konsep Laporan Kerugian Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disiapkan oleh Ketua/Wakil Ketua berdasarkan usulan konsep dari Sekretaris. (3) Sekretariat mencatat dan memberikan nomor register laporan kerugian negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ke dalam buku kerugian negara BPK.

7 Pasal 12 (1) Pimpinan Satuan Kerja wajib menyampaikan laporan kerugian negara yang terjadi di unit kerjanya/sesuai kewenangannya kepada Sekretaris Jenderal dengan tembusan kepada Ketua; (2) Ketua menerima Laporan Kerugian Negara dari Pimpinan Satuan Kerja beserta dokumen pendukungnya untuk selanjutnya didisposisikan kepada Sekretaris. (3) Sekretaris memerintahkan Sekretariat untuk mencatat dan memberikan nomor register berkas-berkas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ke dalam buku penerimaan dokumen. Pasal 13 Kelengkapan berkas permohonan penyelesaian ganti kerugian negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 antara lain: a. Surat rekomendasi dari Pimpinan Satuan Kerja berkaitan dengan kerugian negara yang terjadi pada unit kerjanya, berisi antara lain: 1. analisa perbuatan melawan hukum; 2. analisa nilai kerugian negara; dan 3. pihak yang bertanggung jawab. b. Keputusan Pengangkatan sebagai Bendahara, Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pejabat Lain, dan Pihak Ketiga. c. Dokumen-dokumen berkaitan dengan tugas-tugas Bendahara (atas TGR yang dilakukan oleh Bendahara), yaitu: 1. Berita Acara Pemeriksaan Kas/Barang dan Register Penutupan Buku Kas/Barang; 2. Surat Keterangan tentang sisa uang yang belum dipertanggungjawabkan dari Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran; 3. Surat Keterangan Bank tentang saldo kas di bank bersangkutan; dan 4. Foto kopi/rekaman Buku Kas Umum bulan yang bersangkutan yang memuat adanya kekurangan kas. d. Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tugas-tugas Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pejabat Lain, dan Pihak Ketiga, yaitu: 1. Hasil Pengawasan Inspektorat Utama tentang kerugian negara oleh Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pejabat Lain, dan Pihak Ketiga; 2. Laporan kehilangan yang berakibat kerugian negara; dan 3. Laporan wanprestasi karena tidak melaksanakan ikatan wajib kerja dari Biro Sumber Daya Manusia. e. Surat Tanda Lapor dari Kepolisian dalam hal kerugian negara mengandung tindak pidana; f. Berita Acara Pemeriksaan tempat kejadian perkara dari Kepolisian dalam hal kerugian negara terjadi karena pencurian atau perampokan; g. Surat Keterangan Ahli Waris dari Kelurahan atau Pengadilan (dalam hal penanggung jawab meninggal dunia).

8 Pasal 14 (1) Berdasarkan perintah Sekretaris, Sekretariat melakukan verifikasi terhadap kelengkapan berkas Laporan Kerugian Negara yang disampaikan Pimpinan Satuan Kerja. (2) Sekretariat menyusun Laporan Hasil Verifikasi kelengkapan berkas, risalah kasus posisi kerugian negara serta evaluasi kasus untuk penyelesaian ganti kerugian negara yang selanjutnya dilaporkan kepada Sekretaris untuk menjadi bahan rapat TPKN. (3) Risalah kasus posisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) memuat: a. uraian mengenai kelengkapan berkas Laporan Kerugian Negara yang disampaikan oleh Pimpinan Satuan Kerja; b. ringkasan kasus posisi kerugian negara; dan c. evaluasi singkat untuk keperluan pembahasan kasus. (4) Risalah kasus posisi yang akan digunakan sebagai bahan rapat TPKN terlebih dahulu diperiksa, dikoreksi oleh Sekretaris dan mendapat persetujuan dari Ketua/Wakil Ketua. Pasal 15 (1) Dalam hal terjadi kekurangan kelengkapan berkas atau ketidakjelasan alamat penanggung jawab, Sekretaris secara tertulis dapat meminta Pimpinan Satuan Kerja untuk melengkapi kekurangan berkas laporan kerugian negara selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak diterimanya berkas dimaksud. (2) Dalam hal kelengkapan berkas tidak dipenuhi dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretaris memberitahukan secara tertulis kepada atasan Pimpinan Satuan Kerja agar memerintahkan Pimpinan Satuan Kerja melengkapi berkas penyelesaian kerugian negara. (3) Apabila dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja setelah diterimanya permintaan kelengkapan berkas oleh Atasan Pimpinan Satuan Kerja namun tidak memperoleh tanggapan, maka TPKN akan memproses laporan dan menetapkan nilai kerugian negara berdasarkan berkas yang ada. Pasal 16 Laporan hasil verifikasi kelengkapan berkas beserta dokumen pendukung yang diperlukan atas kerugian negara terhadap Bendahara disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak selesainya pelaksanaan penelitian dan verifikasi dokumen untuk ditetapkan kerugian negaranya. BAB V PEMBAHASAN PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA Pasal 17 (1) Pembahasan penyelesaian ganti kerugian negara oleh TPKN ditujukan untuk kerugian negara yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pejabat Lain, dan Pihak Ketiga.

9 (2) Terhadap kasus kerugian negara atas tanggung jawab Bendahara, TPKN melakukan penelitian dan menyampaikan hasil penelitiannya kepada Majelis Tuntutan Perbendaharaan BPK. Pasal 18 Pembahasan penyelesaian ganti kerugian negara oleh TPKN meliputi: a. pembahasan terpenuhi atau tidaknya unsur-unsur kerugian negara; b. pembahasan pelaksanaan pemulihan kerugian negara baik melalui upaya damai maupun tuntutan ganti rugi; c. pembahasan keberatan dari penanggung jawab kerugian negara; d. pembahasan penyelesaian kasus-kasus kerugian negara yang cenderung macet dan tidak terselesaikan; dan e. hal-hal lain sesuai kebutuhan TPKN dalam penyelesaian ganti kerugian negara. Pasal 19 (1) Sekretariat mendistribusikan bahan pembahasan kepada Anggota paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum pelaksanaan rapat pembahasan dimaksud. (2) Anggota wajib memberikan catatan dan masukan atas kasus yang disampaikan dalam rapat TPKN antara lain berkaitan dengan: a. terpenuhi tidaknya unsur-unsur kerugian negara; b. metode penyelesaian ganti kerugian negara yang diusulkan; c. analisa persetujuan atau penolakan atas keberatan dari penanggung jawab kerugian negara; d. jalan keluar penyelesaian kasus kerugian negara yang macet dan tidak terselesaikan; dan e. hal-hal lain untuk keperluan penyelesaian pemulihan kerugian negara. Pasal 20 (1) Pembahasan penyelesaian kasus kerugian negara oleh TPKN dilakukan oleh Anggota menggunakan materi risalah kasus posisi yang disampaikan oleh Sekretariat. (2) Diskusi dan pengambilan keputusan terhadap kasus kerugian negara dilakukan dalam rapat TPKN. BAB VI PEMERIKSAAN KASUS KERUGIAN NEGARA Pasal 21 (1) Berdasarkan hasil pembahasan kasus kerugian negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1), Ketua atau Wakil Ketua dalam rapat TPKN dapat meminta Anggota untuk melakukan langkah-langkah penelitian lebih lanjut penyelesaian kerugian negara.

10 (2) Langkah-langkah lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain: a. meminta keterangan penanggung jawab; b. melakukan koordinasi dengan instansi terkait; c. melengkapi bukti-bukti; dan/atau d. hal-hal lain untuk keperluan penyelesaian ganti kerugian negara sesuai keputusan rapat TPKN. Pasal 22 (1) Penugasan lebih lanjut sebagaimana disebutkan dalam Pasal 21 dilakukan oleh Tim berdasarkan Surat Tugas Ketua. (2) Segala pembiayaan untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan kepada anggaran BPK. Pasal 23 (1) Tim sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) melaksanakan tugasnya paling lambat 30 (tiga puluh) hari. (2) Tim yang diberikan tugas wajib menyampaikan laporan kepada Ketua paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan tugas. (3) Sekretariat menyelesaikan segala keperluan administratif berkenaan dengan penugasan dimaksud. Pasal 24 (1) Hasil penelitian kerugian negara oleh Tim dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan kerugian negara, baik terhadap Bendahara, Pegawai Negeri Bukan Bendahara, Pejabat Lain, dan Pihak Ketiga. (2) Hasil penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Sekretaris Jenderal untuk bahan penilaian, penetapan, dan penerbitan Keputusan Sekretaris Jenderal. BAB VII KEBERATAN Pasal 25 (1) Pembahasan atas keberatan dibicarakan dalam rapat TPKN dan bersifat banding. (2) Hasil pembahasan keberatan dalam rapat TPKN yang bersifat banding tersebut dapat berupa: a. menerima keseluruhan; b. menerima sebagian; atau c. menolak.

11 Pasal 26 (1) Apabila TPKN menerima keberatan secara keseluruhan maka TPKN akan menyampaikan keputusan tersebut kepada Sekretaris Jenderal untuk selanjutnya meminta Sekretaris Jenderal menerbitkan Surat Keputusan Pembebasan. (2) Apabila TPKN menerima keberatan Bendahara secara sebagian atau menolak maka TPKN akan menyampaikan keputusan tersebut kepada Sekretaris Jenderal untuk selanjutnya meminta Sekretaris Jenderal menerbitkan Surat Keputusan Pembebanan dan/atau Surat Pemberitahuan Penolakan. Pasal 27 (1) Legalisasi dan distribusi Surat Keputusan Pembebasan, Surat Keputusan Pembebanan dan Surat Pemberitahuan Penolakan dimintakan TPKN kepada Direktorat LABH Ditama Binbangkum. (2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikirimkan kepada penanggung jawab kerugian negara, melalui satuan kerjanya dengan tembusan kepada Pimpinan Satuan Kerja, Inspektur Utama, serta atasan langsung yang bersangkutan. BAB VIII RAPAT TPKN Pasal 28 (1) TPKN mengadakan rapat pembahasan kasus kerugian negara sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam waktu 1 (satu) bulan. (2) Rapat TPKN dipimpin oleh Ketua atau Wakil Ketua apabila Ketua berhalangan. Pasal 29 (1) Kuorum rapat dinyatakan tercapai apabila dihadiri oleh 50%+1 anggota. (2) Dalam hal rapat TPKN mengagendakan pengambilan keputusan penyelesaian ganti kerugian negara namun tidak tercapai kuorum, rapat ditunda paling lama 5 (lima) hari kerja sejak rapat tertunda. (3) Dalam hal telah 3 (tiga) hari kerja terjadi penundaan rapat, pendapat dimintakan secara tertulis. Pasal 30 Agenda rapat TPKN meliputi: a. koordinasi dan evaluasi kinerja TPKN; b. pembahasan kasus penyelesaian ganti kerugian negara; c. banding atas keberatan penanggung jawab kerugian negara; d. laporan progress dan kinerja TPKN dalam menangani kerugian negara di lingkungan BPK; dan e. hal-hal lain sesuai perintah Pimpinan.

12 Pasal 31 (1) Berdasarkan arahan Ketua/Wakil Ketua dan Sekretaris, Sekretariat menyiapkan seluruh kelengkapan rapat, mulai dari undangan, bahan dan agenda rapat, serta kelengkapan lain berkaitan dengan administrasi rapat. (2) Undangan dan agenda rapat sekurang-kurangnya disampaikan kepada peserta rapat 3 (tiga) hari kerja sebelum pelaksanaan rapat. Pasal 32 (1) Sekretaris adalah notulis rapat yang berkewajiban mencatat semua pembicaraan dalam rapat TPKN. (2) Sekretariat menyiapkan dokumentasi rapat, notulen dan minutasi rapat. (3) Notulen dan minutasi rapat disampaikan kepada peserta rapat TPKN pada waktu rapat berikutnya. Pasal 33 (1) Pada dasarnya pengambilan Keputusan dalam rapat TPKN didasarkan pada musyawarah dan mufakat. (2) Apabila tidak dicapai kesepakatan dalam rapat TPKN maka dapat dilakukan voting (suara terbanyak). (3) Keputusan yang diambil oleh TPKN dalam rapat baik dengan musyawarah dan mufakat maupun voting (suara terbanyak) merupakan Keputusan Tim dan dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, obyektifitas, dan kepatutan. (4) Sekretaris mencatat pertimbangan dan metode pengambilan keputusan yang dilakukan TPKN dalam resume pembahasan kasus kerugian negara. BAB IX PERSIAPAN PENYUSUNAN KONSEP SURAT KEPUTUSAN Pasal 34 Sekretaris menyiapkan konsep Surat Keputusan TPKN berkaitan dengan terjadi tidaknya kerugian negara, yaitu: a. Surat Keputusan Pembebasan dalam hal tidak terpenuhinya unsur-unsur kerugian negara dan diterimanya keberatan; b. Pemberitahuan untuk menyelesaikan ganti kerugian negara kepada penanggung jawab kerugian negara disertai saran agar menyelesaikannya melalui SKTJM dalam hal terpenuhinya unsur-unsur kerugian negara; c. Surat Keputusan Pembebanan dalam hal penanggung jawab tidak menyampaikan keberatannya, ditolak keberatannya baik sebagian atau seluruhnya; d. Surat Keputusan Pemberitahuan Ganti Rugi (SPGR) dalam hal penanggung jawab kerugian negara yang telah menandatangani SKTJM tidak melaksanakannya baik sebagian maupun seluruhnya;

13 e. Surat Keputusan Pencatatan dalam hal penanggung jawab meninggal dunia dan ahli waris tidak diketahui keberadaannya, atau melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya serta tidak ada keluarga. Pasal 35 (1) Sekretaris menyiapkan konsep Surat Keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 berdasarkan Keputusan Rapat TPKN; (2) Penyampaian konsep Surat Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampiri dengan risalah rapat dan analisa kasus posisi. Pasal 36 (1) Sekretariat mengusulkan konsep Surat Keputusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 kepada Sekretaris untuk selanjutnya dikoreksi dan dimintakan persetujuan dari Ketua/Wakil Ketua; (2) Ketua/Wakil Ketua menyampaikan konsep Surat Keputusan Pembebanan Sementara kepada Sekretaris Jenderal untuk dikoreksi dan ditandatangani. Pasal 37 (1) Untuk keperluan legislasi, Sekretariat menyampaikan konsep yang telah disetujui tersebut kepada Ditama Binbangkum (dhi. Direktorat LABH) paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya konsep tersebut oleh TPKN. (2) Dalam nota dinasnya, Sekretariat meminta Direktorat LABH menyelesaikan legislasi atas konsep dimaksud paling lama 5 (lima) hari kerja setelah diterimanya konsep yang bersangkutan. (3) Ketua/Wakil Ketua menyampaikan konsep yang telah dilegislasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Sekretaris untuk ditandatangani selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah diterimanya dari Direktorat LABH. Pasal 38 (1) Sekretariat menatausahakan lebih lanjut Keputusan TPKN dalam waktu selambatlambatnya 5 (lima) hari kerja setelah rapat TPKN dilakukan. (2) Sekretariat memberikan nomor register dan tanggal putusan untuk dimintakan tanda tangan Ketua/Wakil Ketua. Pasal 39 (1) Sesuai dengan jabatannya, TPKN dan Sekretariat wajib menjaga kerahasiaan Keputusan; (2) Dalam hal dilanggarnya rahasia jabatan berkenaan dengan Keputusan TPKN, Ketua, Wakil Ketua, Anggota dan Sekretariat dapat dijatuhi hukuman disiplin sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

14 BAB X DALUWARSA Pasal 40 (1) Daluwarsa kerugian negara dibahas dalam rapat TPKN; (2) Apabila daluwarsa kerugian negara disetujui oleh TPKN, hal-hal yang perlu dilaksanakan adalah: a. melaporkan usulan pendapat mengenai daluwarsa kerugian negara dimaksud kepada Sekretaris Jenderal; b. meneliti ulang berkas dan dokumen dimaksud untuk memastikan kembali Keputusan Daluwarsa dimaksud; dan c. melaksanakan proses penghapusan atas daluwarsa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) Sekretaris Jenderal menerbitkan Surat Keputusan tentang Penghapusan Kerugian Negara karena daluwarsa berdasarkan usulan konsep dari Sekretaris melalui Ketua/Wakil Ketua. BAB XI DISTRIBUSI SURAT KEPUTUSAN TPKN Pasal 41 (1) Sekretaris menyiapkan konsep Surat Keputusan TPKN untuk ditandatangani Ketua/Wakil Ketua. (2) Asli Surat Keputusan merupakan dokumen yang harus disimpan oleh Sekretariat dengan tembusannya disampaikan dan didistribusikan kepada: a. Sekretaris Jenderal; b. Inspektur Utama; c. Kepala Biro Keuangan; d. KPPN setempat atau instansi lainnya yang berwenang melaksanakan penagihannya; e. Penanggung jawab kerugian negara; dan f. Pimpinan Satuan Kerja dan Atasan Langsung. Pasal 42 (1) Sekretaris bertanggung jawab atas sistem pengarsipan dokumen berkaitan dengan penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan BPK; (2) Sekretariat wajib mempergunakan sistem pengarsipan yang berlaku secara umum untuk kemudahan pencarian dokumen. (3) Kadaluwarsa pengarsipan dokumen penyelesaian ganti kerugian negara dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

15 BAB XII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 43 (1) Dalam hal penyelesaian kasus kerugian negara tidak dapat ditindaklanjuti, Sekretaris melaporkan kepada Ketua/Wakil Ketua dan mengusulkan untuk menyerahkan pengurusan kasus kerugian negara kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) sesuai ketentuan yang berlaku. (2) Pengurusan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibahas dalam rapat TPKN. (3) Keputusan rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang menyatakan pengurusan kasus kerugian negara di Kantor Pengurusan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. (4) Hasil pemantauan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaporkan perkembangannya kepada Ketua/Wakil Ketua untuk selanjutnya secara berkala disampaikan kepada Sekretaris Jenderal BPK. Pasal 44 (1) Ketentuan tentang penyitaan aset jaminan dan penanganan atas aset dilakukan sesuai kewenangannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan (2) Pengaturan secara teknis terhadap tindakan untuk Sita Jaminan dan penanganannya dilaksanakan dengan berkoordinasi pada unit kerja terkait sesuai tugas pokok dan fungsi unit kerja di BPK. BAB XIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 45 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 18 Februari 2009 BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIS JENDERAL, ttd. Tembusan Keputusan ini disampaikan kepada: 1. Ketua; 2. Wakil Ketua; 3. Para Anggota; 4. Inspektur Utama; 5. Kaditama Binbangkum; 6. Para Kepala Perwakilan; 7. Kepala Direktorat LABH. Dharma Bhakti NIP

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembara

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembara No. 149, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPORA. TPKN. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG TATA KERJA TIM PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.923, 2013 KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Keuangan Negara. Tim Penyelesaian Kerugian Negara. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 Tahun 2013

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 41 / HUK / 2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 41 / HUK / 2010 TENTANG PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 41 / HUK / 2010 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

2017, No Penyelesaian Kerugian Negara di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Mengingat : 1..Undang-U

2017, No Penyelesaian Kerugian Negara di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Mengingat : 1..Undang-U No.1168, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-DPDTT. Penyelesaian Kerugian Negara. Pedoman. PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN

Lebih terperinci

2015, No Mengingat :1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambah

2015, No Mengingat :1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambah No.119, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ESDM. Kerugian Negara. Penyelesaian. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06 TAHUN 2015 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.138, 2009

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.138, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.138, 2009 PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.HH-03.KU.03.01 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA TERHADAP PEGAWAI NEGERI BUKAN BENDAHARA DAN PEJABAT LAIN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GROBOGAN, Menimbang

Lebih terperinci

2014, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lemb

2014, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lemb BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.742, 2014 KEMENSOS. Kerugian Negara. Penyelesaian Bendara. Petunjuk. Pencabutan. PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN

Lebih terperinci

KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG

KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN NASIONAL

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PUSAT STATISTIK PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DI LINGKUNGAN BADAN PUSAT STATISTIK KEPALA BADAN PUSAT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.05/MEN/2011

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.05/MEN/2011 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.05/MEN/2011 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.455, 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN. Ganti Rugi. Bendahara

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.455, 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN. Ganti Rugi. Bendahara BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.455, 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN. Ganti Rugi. Bendahara PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 193/PMK.01/2009 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA/DAERAH TERHADAP BENDAHARA

RANCANGAN PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA/DAERAH TERHADAP BENDAHARA RANCANGAN PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA/DAERAH TERHADAP BENDAHARA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK NDONESIA, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1182, 2012 KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA. Kerugian Negara. Anggaran. Penyelesaian. PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1987, 2014 KEMENHAN. Perbendaharaan. Ganti Rugi. Tuntutan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2014 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERANG, Menimbang : a. bahwa ketentuan yang mengatur

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 759 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.414, 2012 KOMISI PEMILIHAN UMUM. Tata Cara. Penyelesaian. Kerugian Negara. PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 76 TAHUN : 2015 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 75 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat - 1 - Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 66 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PENYELESAIAN

Lebih terperinci

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DI LINGKUNGAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DI LINGKUNGAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR : KEP. 07 TAHUN 2012 TANGGAL : 6 SEPTEMBER 2012 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI,

Lebih terperinci

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TENGAH KEPUTUSAN DPRD KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 26 TAHUN 2014 T E N T A N G

PROVINSI JAWA TENGAH KEPUTUSAN DPRD KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 26 TAHUN 2014 T E N T A N G Salinan PROVINSI JAWA TENGAH KEPUTUSAN DPRD KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 26 TAHUN 2014 T E N T A N G PERSETUJUAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61/KMK.08/2002 TENTANG PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61/KMK.08/2002 TENTANG PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61/KMK.08/2002 TENTANG PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa perubahan Struktur Organisasi Badan Urusan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA SANDI NEGARA. Kerugian Negara. Penyelesaian. Tata Cara.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA SANDI NEGARA. Kerugian Negara. Penyelesaian. Tata Cara. 14 No.154, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA SANDI NEGARA. Kerugian Negara. Penyelesaian. Tata Cara. PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1 BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2017 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: info@anri.go.id NOMOPERATURAN KEPALA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.333, 2013 KEMENTERIAN AGAMA. Kerugian Negara. Keuangan. Penyelesaian. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt cüéä Çá ]tãt UtÜtà

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt cüéä Çá ]tãt UtÜtà - 1 - jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt cüéä Çá ]tãt UtÜtà Menimbang PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUNINGAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUNINGAN, PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUNINGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan upaya penyelesaian

Lebih terperinci

2017, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP PEGAWAI NEGERI BUKAN BE

2017, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP PEGAWAI NEGERI BUKAN BE BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1972, 2017 KEMENKEU. Tuntutan Ganti Kerugian. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 218/PMK.01/2017 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 76/HUK/2006 TENTANG

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 76/HUK/2006 TENTANG PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 76/HUK/2006 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUNTUTAN GANTI RUGI TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL BUKAN BENDAHARA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN SOSIAL RI Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN LEMBAGA SANDI NEGARA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN LEMBAGA SANDI NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI BARAT NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SULAWESI BARAT, Menimbang Mengingat : : a. bahwa

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.57,2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PAN dan RB. Penyelesaian. Kerugian Negara. Tata Cara. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 1 RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT, a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

2017, No Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

2017, No Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia No.280, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNN. Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Akibat Kekurangan Perbendaharaan. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR : 9 TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, Menimbang : a. bahwa kekayaan daerah adalah

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN PUSAT STATISTIK

PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN PUSAT STATISTIK KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK, Menimbang

Lebih terperinci

A. Latar Belakang B. Tujuan C. Tugas dan Wewenang Majelis Pertimbangan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota

A. Latar Belakang B. Tujuan C. Tugas dan Wewenang Majelis Pertimbangan Ketua Wakil Ketua Sekretaris Anggota LAMPIRAN I PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN TUNTUTAN PERBENDAHARAAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang : a. b. c. d. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 /K/I-XIII.2/8/2010 TENTANG TATA CARA SIDANG MAJELIS TUNTUTAN PERBENDAHARAAN

KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 /K/I-XIII.2/8/2010 TENTANG TATA CARA SIDANG MAJELIS TUNTUTAN PERBENDAHARAAN KEPUTUSAN NOMOR 6 /K/I-XIII.2/8/2010 TENTANG TATA CARA SIDANG MAJELIS TUNTUTAN PERBENDAHARAAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 11 Keputusan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 07/K/I-XIII.2/9/2009

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 7 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 7 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 7 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 6 TAHUN 2014 SERI E.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 6 TAHUN 2014 SERI E.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 6 TAHUN 2014 SERI E.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA /DAERAH TERHADAP BENDAHARA PASCA BERLAKUNYA PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL

PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA /DAERAH TERHADAP BENDAHARA PASCA BERLAKUNYA PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA /DAERAH TERHADAP BENDAHARA PASCA BERLAKUNYA PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL Sumber : http://mpscpa.com/wp-content/uploads/2016/11/11_21_16-613784726_sbtb_560x292.jpg

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.196, 2016 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN. Pegawai Negeri Bukan Bendahara. Pejabat Lain. Ganti Kerugian. Tata Cara (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5934)

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.489, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BMKG. Penyelesaian Kerugian Negara. Prosedur. Perubahan. PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BAGIAN ANGGARAN 007 (SEKRETARIAT NEGARA) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN NEGARA/DAERAH TERHADAP PEGAWAI NEGERI BUKAN BENDAHARA ATAU PEJABAT LAIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA. Oleh: Mukhtaromin (Widyaiswara Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan) ABSTRAK:

PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA. Oleh: Mukhtaromin (Widyaiswara Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan) ABSTRAK: PENYELESAIAN GANTI KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA Oleh: Mukhtaromin (Widyaiswara Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan) ABSTRAK: Kerugian negara adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang,

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA, Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1348, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN NARKOTIKA NASIONAL. Penyelesaian. Kerugian Negara. Tata Cara. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1608, 2014 KEMENKES. Penyelesaian. Kerugian Negara. Petunjuk Pelaksanaan. RATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN, Menimbang : a. bahwa setiap kerugian daerah yang

Lebih terperinci

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

- 1 - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

- 1 - KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA - 1 - SALINAN KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER

Lebih terperinci

- 2 - Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lemba

- 2 - Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lemba - 2 - Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.982, 2013 KEPOLISIAN. Kerugian Negara. Tuntutan. Penyelesaian. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. No.621,2013 KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI. Penyelesaian. Kerugian Negara. Bukan Bendahara. Tata Cara.

BERITA NEGARA. No.621,2013 KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI. Penyelesaian. Kerugian Negara. Bukan Bendahara. Tata Cara. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.621,2013 KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI. Penyelesaian. Kerugian Negara. Bukan Bendahara. Tata Cara. PERATURAN KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 03

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian Kerugian Negara Di Lingkungan Kementerian Kesehatan

Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian Kerugian Negara Di Lingkungan Kementerian Kesehatan a b MENTERI KESEHATAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat dan karunianya, maka Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 60 Tahun 2014 Tentang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DI BAB I PENDAHULUAN

PEDOMAN PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA TERHADAP BENDAHARA DI BAB I PENDAHULUAN 2012, No.917 24 LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR KEP. 07 TAHUN 2012 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 262/K/X-XIII.2/10/2008

KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 262/K/X-XIII.2/10/2008 KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 262/K/X-XIII.2/10/2008 TENTANG TATA CARA PEMOTONGAN TUNJANGAN KEGIATAN DAN PEMBINAAN KHUSUS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN SEKRETARIS

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1208, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH AGUNG. Kerugian Negara. MA. Badan Peradilan. Penyelesaian. PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENETAPAN KERUGIAN NEGARA DAN MEKANISME TINDAK LANJUT REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAAN BPK RI. Susriboy ITTAMA SETJEN DPR RI

PELAKSANAAN PENETAPAN KERUGIAN NEGARA DAN MEKANISME TINDAK LANJUT REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAAN BPK RI. Susriboy ITTAMA SETJEN DPR RI PELAKSANAAN PENETAPAN KERUGIAN NEGARA DAN MEKANISME TINDAK LANJUT REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAAN BPK RI Susriboy ITTAMA SETJEN DPR RI PEMAHAMAN KERUGIAN NEGARA/DAERAH DALAM RANAH HUKUM ADMINISTRASI KERUGIAN

Lebih terperinci

TENTANG TATA BERACARA PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG BADAN KEHORMATAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

TENTANG TATA BERACARA PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG BADAN KEHORMATAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 01/DPR RI/IV/2007-2008 TENTANG TATA BERACARA PELAKSANAAN TUGAS DAN WEWENANG BADAN KEHORMATAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA DEWAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA. KEUANGAN BPK. Tata Kerja. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA. KEUANGAN BPK. Tata Kerja. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA No.112, 2016 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN BPK. Tata Kerja. Pencabutan. PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG TATA KERJA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERANG, Menimbang : a. bahwa ketentuan yang mengatur

Lebih terperinci

QANUN ACEH NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN PEMERINTAH ACEH

QANUN ACEH NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN PEMERINTAH ACEH QANUN ACEH NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENYELESAIAN KERUGIAN PEMERINTAH ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA GUBERNUR

Lebih terperinci

Bagian Ketiga Tugas dan Wewenang Pasal 71. Bagian Ketiga Tugas dan Wewenang. Pasal 6

Bagian Ketiga Tugas dan Wewenang Pasal 71. Bagian Ketiga Tugas dan Wewenang. Pasal 6 Persandingan UU Nomor 27 tahun 2009 tentang MD3 dan TATIB DPR Dalam kaitannya dengan pembahasan dan penetapan APBN, Peran DPD, Partisipasi Masyarakat, dan tata cara pelaksanaan rapat. UU NOMOR 27 TAHUN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 22 TAHUN 2008 TENTANG TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PEMALANG, Menimbang : a. bahwa setiap

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN GANTI KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 12 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR 235 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN DAN TATA KERJA MAJELIS PERTIMBANGAN TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DI KPPU KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA

PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DI KPPU KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DI KPPU KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan transparansi dan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 122 / PMK.06 / 2007 TENTANG KEANGGOTAAN DAN TATA KERJA PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 122 / PMK.06 / 2007 TENTANG KEANGGOTAAN DAN TATA KERJA PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 122 / PMK.06 / 2007 TENTANG KEANGGOTAAN DAN TATA KERJA PANITIA URUSAN PIUTANG NEGARA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia

Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia \ Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR 01 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA PELAKSANAAN KEMITRAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang No.993, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMKEU. Keanggotaan dan Tata Kerja Panitia. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 102/PMK.06/2017 TENTANG KEANGGOTAAN DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN 1 PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUWU TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL 1 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING PATEN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING PATEN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING PATEN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 72 Undang-undang Nomor 6 Tahun

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN JAKSA AGUNG MUDA PENGAWASAN NOMOR : JUKLAK-01/H/Hjw/04/2011

PETUNJUK PELAKSANAAN JAKSA AGUNG MUDA PENGAWASAN NOMOR : JUKLAK-01/H/Hjw/04/2011 PETUNJUK PELAKSANAAN JAKSA AGUNG MUDA PENGAWASAN NOMOR : JUKLAK-01/H/Hjw/04/2011 TENTANG TEKNIS PENANGANAN LAPORAN PENGADUAN DAN TATA KELOLA ADMINISTRASI BIDANG PENGAWASAN JAKSA AGUNG MUDA PENGAWASAN,

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 213/PMK.01/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 213/PMK.01/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 213/PMK.01/2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 508/KMK.01/1999 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 81 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 81 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR 81 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 25 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG TATA KERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM, KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI, DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang :

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.224, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERTAHANAN. Penyelenggaraan. Tuntutan. Perbendaharaan. Ganti Rugi. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 07 TAHUN 2012

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci