Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi"

Transkripsi

1 4V :: ;.'.: *&.'/,;,. GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS TARIF DALAM PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan dalam Undang-Undang mor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Dacrah pada Pasal 48 dinyatakan Larif Reribusi dapal ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sc4<ali dan peninjauan larif retribusi dimaksud dilakukan dcngan memperhatikan indeks harga dan perkembangan pcrekonomian, b. bahwa memperhatikan pertumbuhan ekonomi masyarakat cukup baik, maka besaran tarif Retribusi Jasa Usaha sudali tidak sesuai dengan kondisi dan Kebutuhan hiikum saat ini sehingga perlu diubah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam hurufa clan hurufb, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Perubahan Kedua Alas Peraturan Gubernur Bali mor 4 1 Tahun 2012 tentang Perubahan Alas Tarif Dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali mor 3 Tahun tentang Retribusi Jasa Usaha; Mengingai : 1. Undang-Undang mor 64 Tahun 1958 tentang Pcmbenlukan Dacrah-daerah Tingkal 1 Bali, Nusa Tenggara Barai dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 mor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 1649); 2. Undang-Undang mor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 mor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 5078);

2 3. Undang-Undang mor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 mor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 5049); 4. Undang-Undang mor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia 'fahun 2004 mor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 4389); 5. Undang-Undang mor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 mor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 mor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang mor 2 'fahun 2014 tentang Perubahan Alas Undang-Undang mor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 mor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 mor 5589); 6. Peraturan Pemerintah mor 38 'fahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Neyara Republik Indonesia Tahun 2007 mor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 4737); 7. Peraturan Pemerintah mor 69 Tahun tentang lata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 mor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 5161); 8. Peraturan Daerah Provinsi Bali mor 1 'fahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Daerah Provinsi Bali (Lembaran Daerah Provinsi Bali 'fahun 2008 mor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali mor 1); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 4 1 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS TARIF DALAM PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA.

3 Pasal Ketentuan dalam Lampiran Peraturan Gubernur Bali mor 4 1 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Tarif dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali mor 3 'fahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha (Berita Daerah Provinsi Bali Tahun 2012 mor 41) diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini. Pasal II Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari Agar setiap orang mengeiahuinva. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Bali. Ditetapkan di Denpasar pada tanggal 17 pember 2014 GUBERNUR BALI, MADE MANGKU PAST1KA \9 Diundangkan di Denpasar pada tanggal 17 pember 2014 SEKREfTARIS DAE PROVINSI BALI, COKORDA NGURAH PEMAYUN BERITA DAERAH PROVINSI BALI TAHUN 2014 NOMOR 68

4 LAMPIRAN RANCANGAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 17 NOPEMBER 2014 NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS TARIF DALAM PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA 1. RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH (Penycwaan Tanah dan Bangunan, Laboratoriiim, Ruangan dan Kcndaraan Bcrmotor) A. DINAS KESEHATAN PROVINSI BALI BALAI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KHUSUS TENAGA KESEHATAN (BPKKTK) DINAS KESEHATAN a. Kepenlingan Pemerintah NO JENIS RETRIBUSI FASILITAS STANDAR PEMAKAIAN TARIF/IIARI I Mess / asrania FAN Per orang Ruang belajar AC- Per ruangan Auditorium /Aula AC Per ruangan (Rp) b. Di luar Kepentingai Pemerintah / Umun NO JENIS RETRIBUSI FASILITAS STANDAR PEMAKAIAN TARIF/HARI (Rp.) 1 Moss asrama FAN Per orang Ruang belajar AC Per ruangan Auditorium / Aula AC Per ruangan C. DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI BALI Laborutorium t I' 11) Italui Hipcrkcs dan KK Dinas Tcnaga Kcrja NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME I II TARIF (Rp.) Pengujian Pengujian Udara Ambient Parameter Pengujian Emisi Gas Buang Parameter Pengujian Air Laut Sampel Pengujian Air Limbah Sam pel Pengujian Air Kali Sampel Pengujian Air Limbah Domestik Sam pel Pengukuran Pengukuran Kebisingan Lokasi Pengukuran Pencahayaan l.okasi Pengukuran Getaran Lokasi Pengukuran Opasitas Cerobong J. 6 III IV. I. i cugukuraii ii.iiiii i\t i j.i Pengukuran antropometri Pemeriksaan : Lokasi orang IUU.UUU Kesehatan Umum (Main: Pemeriksaan Fungsi Pcparu orang Pemeriksaan Pb dalam darah orang Pemeriksaan Pb dalam urine orang Pemeriksaan Cholinesterase orang Pcmbinaan Ergonomi Pcmbinaan Ergonomi Alat Kerja Ruungan

5 D. DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI BALI Jenis Retribusi Standar Pemakaian I. UPT. TAMAN BUDAYA 1. Pemakaian Tanah dan Bangunan a. Untuk stand kegiatan Pesta Kesenian Bali: Tarif (Rp.) Keterangan - Retribusi Stand Dckranasda Per stand stand - Retribusi stand di bawah Gedung Per stand space Ksirarnavva - Retribusi stand di bawah Panggung Per stand space Ardha Candra Parkir Barat 25 Stand Kcrajinan - Retribusi Stand Kerjinan dan Kuliner (Stand Darurat) b. Untuk stand diluar kegiatan Pesta Kesenian Bali : - Retribusi stand di bawah Gedung Ksirarnawa - Retribusi stand di bawah Panggung Ardha Candra c. Pemakaian panggung terbuka Ardha Per stand Per Kegiatan Per Kegiatan Candra: - Utuk kegiatan sosial Per hari Untuk kegiatan komersil Per hari d. Pemakaian Gedung Ksirarnawa : - Untuk kegiatan sosial Per hari Untuk kegiatan komersil Per hari e. Pemakaian lantai I Gedung Per Kegiatan Ksirarnawa: f. Pemakaian wnntilan Per hari g. Pemakaian ruang pcrtemuan Per hari h. Pemakaian stage-stage di halaman Per hari i. Retribusi Wisma Per orang II. UPT. MUSEUM BALI 1. Pemakaian Ruangan/panggung: a. Pemakaian ruangan Per hari b. Pemakaian auditorium : - untuk kegiatan komersil Per hari untuk kegiatan sosial Per hari Ill UPT. MONUMEN PER.IUANGAN RAKYAT BALI: a. Pemakaian toko cendramata Per bulan b. Pemakaian ruang rapat Per hari 1.()()().()()() c. Pemakaian ruang pameran Per minggu d. Pemakaian Halaman Monumcn/I.apangan - untuk kegiatan komersil Per hari untuk keuiatan sosial Per hari e. Pemakaian toilet lapangan Per bulan I. UPT. TAMAN BUDAYA Retribusi Karcis Masuk a. Pemjuniune Manca Neaara - Dewasa Per oranc Anak-anak Per oranu b. Pengunjung Nusantara - Dewasa Per orang Anak-anak Per oranu c. Penuunjuna Mahasiswa/pelajar - Mahasiswa Per orang Pclajar Per oran» Kantin Atas 3 Stand Kuliner -utara Wantilan 25 stand kuliner

6 Jcnis Retribusi Standar Pemakaian II. UPT. MUSEUM BALI a. Pengunjung Manca Negara Tarif (Rp.) - Dewasa Per orang Anak-anak Per oraim b. Pengunjung Nusantara - Dewasa Per orang Anak-anak Per oraim HI c. Penaunjunii Mahasiswa/pclajar - Mahasiswa Per orang Pelajar Per oraim UPT. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI a. Peimunjune Manca Neizara - Dewasa Per oraim Anak-anak Per orang b. Pengunjung Nusantara - Dewasa Per oraim Anak-anak Per oraim c. Peneunjune Mahasiswa/pelajar - Mahasiswa Per oranc Pelajar Per oraim E. DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI BALI Laboratorium Pengcndlian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMMP) Provinsi Bali. I. UPT. Laboratorium Pengcndalian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMMP) Provinsi Bali Biaya Retribusi Pemeriksaan dihitung berdasarkan jenis hasil-hasil Perikanan yang diekspor per ton sebagai berikut: Jenis Parameter Uji Tarif (Rp.) Sirip Hiu x Kurs US 5/Ton 2 Lobster, Kepiting x Kurs US S / Ton 3 Udang x Kurs US S/Ton 4 Ikan Kerapu, Kakap 8.00 x Kurs US $/Ton 5 lkan Tuna 6.00 x Kurs US $/Ton 6 lkan Lainnya 4.50 x Kurs US $ / Ton 7 Cumi, Gurita.Kepiting 8.00 x Kurs US $ / Ton 8 Kekerangan 4.00 x Kurs US $/Ton 9 Tepung Ikan 2.00 x Kurs US $/ Ton 10 Rumput t.aut 0,50 x Kurs US S / Ton 11 Ikan Asin dan Hasil Olahan Lainnya 4.00 x Kurs US S/Ton 12 Ikan Kaleng 3.00 x Kurs US S/Ton 13 Lain-lain 3,00 x Kurs US $/ Ton US 1yang dimaksud adalah Kurs US S yang berdasarkan dal'tar nilai Kurs sebagai dasar pelunas in Bea Masuk, PPN, PPnBM, Pajak Ekspor dan PPH berdasarkan Surat Kcputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia, yang berlaku pada saat pembayaran. 2. Biaya Retribusi Pemeriksaandan Pengujian yang dilakukan olch UPT.Laboratorium Pengcndalian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan diluar ekspor dihitung berdasarkan parameter Uji sebagai berikut: NO JENIS PARAMETER UJI TARIF (Rp) / Sampel Mercury Plumbun Cadmium Pengujian Formaldehide (Formalin)

7 F. BIRO ASET SETDA PROVINSI BALI Jenis Pcmasukan Standar Pemakaian Denpasar dan Badung Sewa Luar Denpasar I dan Badung I Pemakaian tanah untuk usaha peternakan dan m2 / tahun Pemakaian tanah untuk pemasangan tower m2/ tahun Pemakaian tanah untuk bangunan tempat tinggal ni2 tahun Pemakaian tanah untuk warung/kios/sejcnisnya m2/ tahun Pemakaian tanah untuk usaha Pariwisata : - Belum berkembang m2/ tahun Sudah berkembanu m2/ tahun Pemakaian tanah untuk pcmasangan/pemancangan m2/ tahun tiang papan rcklame 7 Pemakaian tanah untuk usaha'industri kccil m2/ tahun Pemakaian tanah untuk tempat penjemuran/ m2/ tahun penimbunan bahan 9 Pemakaian tanah untuk kantor ni2 ' tahun Pemakaian tanah untuk rumah sakit m2' tahun Pemakaian tanah untuk lembaga pendidikan m2/ tahun Pemakaian tanah untuk parkir m2/ tahun Pemakaian tanah untuk gudang m2 / tahun Pemakaian tanah untuk rumah sewa m2/ tahun Pemakaian tanah untuk keperluan lainnya komersial m2/ tahun Pemakaian tanah untuk keperluan lainnya non komersial m2/ tahun Pemakaian Nari Graha - Untuk Pemerintah per kegiatan / hari Untuk n Pemerintah per kegiatan / hari Sewa Rumah Dinas Rumah Dinas Luas Bangunan Standar Pemakaian Scwa (R» luas bangunan Sewa Denpasar dan Badung Luar Denpasar dan Badung 1 Type A M2 Per Bulan m TypeB M2 Per Bulan TypeC 70-I00M2 Per Bulan TypeD M2 Per Bulan Type E M2 Per Bulan Sewa Knntin Scwa Kantin Standar Sewa (Rp) Sewa Pemakaian Denpasar & Badung Luar Denpasar & Badung 1 Sewa Kantin Per Bulan DINAS PEKER.IAAN UMU.M PROVINSI BALI I. Laboratorium pengujian Tanah dan Bahan Bangunan Parameter Laboratorium Satuan Tarif (Rp.) I Analisa Saringan Per sample 5( Atterberg Per sample o.' Berat Jenis Per sample Berat Isi Per sample Kadar Air Per sample 2S Kuat geser langsung Per sample Hydrometer Per sample Konsolidasi Per sample Pemadatan Standar Per sample Pemadaman Modified Per sample CBR Lab Per sample Permeability Per sample Mix Design Agg A-B Per sample Proctor Per sample

8 Pekerjaan Lapangan Satuan larif (Rp.) 1 Pemboran Tangan Per sample Pengambilan contoh tanah asli Per sample SPT dengan Bor Per sample SPT tanpa Bor Per sample Bor Mesin Per meter Sumuruji/Tes Pit Per meter Geolistik Per detik Sondir ringan per detik ok normal Per sample Seismick per meter rentang Per sample Van Test Per sample Sand Cone Per sample Bankelmean Beam Per sample Cone Penetrmeter Per sample D.C.P Per sample Pengambilan sample (Corrc Drill) Per sample CBR Lab/ CBR Lap Per sample Index Kepipihan Per sample Lab. Batuan Geologi Satuan Tarif(Rp.) 1 Gradasi Per sample Abrasi Per sample Berat Jenis dan Absorsi Kasar Per sample Berat Jenis dan Absorsi Mains Per sample Berat isi Per sample KadarLumpur Per sample Suondness Per sample Kelekatan batuan tcrhadap aspal Per sample Sand Equilpalent Per sample Laboratorium Beton Satuan Tarif(Rp.) 1 Mix Desain Beton Per sample Kuat Tckan Beton Per sample J Kuat Tekan Hammer Pertitik Kuat Tekan Mortar Per sample Miz Disignc Mortar Per sample Laboratorium Pengujian Air Jenis Parameter Satuan Tarif (Rp.) FISIKA 1 Bau 1 Sampel Rasa 1 Sampel Suhu 1 Sampel Warna 1 Sampel Kekeruhan 1 Sampel Zat Padat Terlarut (TDS) 1 Sampel Zat Padat Tersuspensi (TSS) 1 Sampel DHL 1 Sampel Kecerahan 1 Sampel Lapisan minyak 1 Sampel Bcnda Tcrapung 1 Sampel Zat Terendap 1 Sampel Debu 1 Sampel Kcbisingan 1 Sampel

9 11 KIMIA Satuan Tarif(Rp.) 1 Air Raksa (Hg) 1 Sampel Alkalinity (ppmcac03) 1 Sampel Aluminium (Al) 1 Sampel Amoniak(NH3) 1 Sampel Amonium (NI14) 1 Sampel Antimonat (Sb) 1 Sampel Argentum/ Perak (Ag) 1 Sampel Arsen (As) 1 Sampel Aidit> (C02) 1 Sampel Barium (Ba) 1 Sampel Besi l l-'e Terlarut 1 Sampel Bcsi(Fe) Total 1 Sampel Besi 1 Sampel Boron (B) 1 Sampel Bahan Organik (Kmn04) 1 Sampel Bahan N Organik 1 Sampel IOC 1 Sampel BOD 1 Sampel COD 1 Sampel C02 Aggressive 1 Sampel Cadmiun (Cd) 1 Sampel Calsium (Ca) 1 Sampel Chlorida (CI) 1 Sampel Chlorine bebas/ sisa chlor 1 Sampel Cromium (Cr) 1 Sampel Cobalt (Co) 1 Sampel DO 1 Sampel Detergent 1 Sampel Emas 1 Sampel Florida (F) 1 Sampel Fenol 1 Sampel Kalium (K) 1 Sampel Kesadahan 1 Sampel Kebasaan 1 Sampel Magnesium (Mg) 1 Sampel Mangan (Mn) 1 Sampel Minyak lemak 1 Sampel Nikel (Ni) 1 Sampel Natrium (Na) 1 Sampel Nitrat (N03) 1 Sampel Nitrit(N02) 1 Sampel Oksidcn terlarut (DO) 1 Sampel ph 1 Sampel Psfat (P04) 1 Sampel Salinitas 1 Sampel Selenium (Sc) 1 Sampel Sianida 1 Sampel Sisa Chlor (Free Chlor) 1 Sampel Surfaktan 1 Sampel Sulfat (S04) 1 Sampel Sulfida (H2S) 1 Sampel Tembaga (Cu) 1 Sampel Timah Putih (Sn) 1 Sampel Timbal(Pb) 1 Sampel Zcng (Zn) 1 Sampel III MIKROBIOLOGI Satuan Tarif (Rp.) 1 Koli Tinja 1 Sampel Total Koli 1 Sampel

10 3. Pemakaian/ Penyewaan Alat-Alat Berat Jenis Peralatan Kapasitas Alat Tarif/hari(Rp) I A Bulldozer Case 1150c > 150 IIP Dump Truck Mitsubhisi 3 ton Dump Truck Isizu TLD 40 4 ton Dump Truck Isuzu TXD 54 5 ton DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA PROVINSI BALI UPTD BALAI PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR DINAS PENDIDIKAN. a. Kepentingan Pemerintah J 2 JENIS STANDAR TARIF /HARI FASILITAS RETRIBUSI PEMAKAIAN (Rp) Ruang bclajar Fan Per ruangan Auditorium/Aula Fan Per ruangan b. Di luar Kepentingan Pemerintah/ Umum 1 2 JENIS STANDAR TARIF/ FASILITAS RETRIBUSI PEMAKAIAN HARI (Rp) Ruang bclajar Fan Per ruangan Auditorium/Aula Fan Per ruangan RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH A. DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI BALI a. Bcnih lkan (Benin Dasar) (1-3 )/ckor Jenis Benih Ikan UKURAN SATUAN TARIF (Rp.) 1 2 Karper 1-3 cm ekor Nila 1-3 cm ekor Lele 1-3 cm ekor C. DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN IIEWAN PROVINSI BALI I KOMODITI TARIF Tcrnak Bibit 1 Sapi Jantan Umur 1,5 Tahun/ ekor /ekor 2 Sapi Betina Umur 1,5Tahun/ ekor /ekor 3 Babi Bibit umur 45 hari berat max 12Kg/ekor /ekor (Rp) 4. RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA B. DINAS KEHUTANAN PROVINSI BALI URAIAN RETRIBUSI TARIF (Rp) 1 KARCIS MASUK 2 3 Nusantara 1. Perorangan Dewasa Rombongan Dewasa I.Rombongan Anak-anak Asing/ mancanegara Perorangan Dewasa Rombongan Dewasa Perorangan Anak Rombongan Anak KEGIATAN I'OTO DALAM KAWASAN a.fotoprawedding b.foto Model c.foto Untuk Iklan Produk KEGIATAN SHOOTING FILM/SINETRON DOKUMENTER a.shooting Film Sinetron b.shooting Film Video Klip

11 L. DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI UPT. BPSMB DISPERINDAG PROVINSI BALI URAIAN SATUAN TARIF (Rp) NAIK TURUN PERSEN (%) JASA SERTIFIKASI per conto_h_ NAIK 33% 2. PENGUJIAN HASIL PERTANIAN DAN PERKEBUNAN per contoh NAIK 14.30% GUBERNUR BALI, MADE MANGKU PASTIKA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air SALINAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syaratsyarat Dan Pengawasan Kualitas Air MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL Siapa yang tak kenal ikan lele, ikan ini hidup di air tawar dan sudah lazim dijumpai di seluruh penjuru nusantara. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak

Lebih terperinci

I. UMUM II. PASAL DEMI PASAL. Pasal 1 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c...

I. UMUM II. PASAL DEMI PASAL. Pasal 1 Ayat (1) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c... PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP I. UMUM Untuk

Lebih terperinci

Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Usaha dan/atau kegiatan pembangkit listrik tenaga termal adalah usaha dan/atau kegiatan

Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Usaha dan/atau kegiatan pembangkit listrik tenaga termal adalah usaha dan/atau kegiatan SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 08 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA TERMAL MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang

Lebih terperinci

BAB II UNIT INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL)

BAB II UNIT INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BAB II UNIT INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) 5 2.1. Unit Instalasi Pengolahan Air Limbah Instalasi pengolahan air limbah PT. Kinocare Era Kosmetindo terdiri dari unit pemisah lemak 2 ruang, unit

Lebih terperinci

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C)

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) : NMR Merk : JEOL JNMECA 500 Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) Attached Proton Test (APT) Correlation Spectroscopy (COSY, NOESY) Distortionless Enhancement by Polarization Transfer 9DEPT) 45 o Distortionless

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB PENDAHULUAN.7. Latar Belakang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudi dayakan di Indonesia. Ikan Nila menduduki urutan kedua setelah ikan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2014 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA MODUL: UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih terperinci

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 77 ayat (12)

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 77 ayat (12) ^r^y RrwM GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG BAGAN AKUN STANDAR/STRUKTUR DAN KODE REKENING APBD, NERACA, ARUS KAS, DAN NON ANGGARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 7 dicantumkan dalam izin Ortodonansi Gangguan.

Persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 7 dicantumkan dalam izin Ortodonansi Gangguan. 1 KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR :KEP.13/MENLH/3/1995 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP Menimbang : a. bahwa untuk mencegah terjadinya pencemaran

Lebih terperinci

Metode Pengumpulan Data Komponen Lingkungan Metode Analisis Dampak Lingkungan Metode dan Teknik Indentifikasi, Prediksi, Evaluasi dan Interpretasi

Metode Pengumpulan Data Komponen Lingkungan Metode Analisis Dampak Lingkungan Metode dan Teknik Indentifikasi, Prediksi, Evaluasi dan Interpretasi Metode Pengumpulan Data Komponen Lingkungan Metode Analisis Dampak Lingkungan Metode dan Teknik Indentifikasi, Prediksi, Evaluasi dan Interpretasi Dampak Mengetahui komponen dan parameter lingkungan

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN BESARAN SEWA PEMANFAATAN TANAH DAN/ ATAU BANGUNAN GEDUNG PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP- 58/MENLH/12/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN RUMAH SAKIT LINGKUNGAN HIDUP

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP- 58/MENLH/12/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN RUMAH SAKIT LINGKUNGAN HIDUP KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP- 58/MENLH/12/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN RUMAH SAKIT LINGKUNGAN HIDUP Kementerian Lingkungan Hidup 2002 1 KEPUTUSAN MENTERI NEGARA

Lebih terperinci

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR PEGUNUNGAN udara bersih, bebas polusi air hujan mengandung CO 2, O 2, N 2, debu & partikel dr atmosfer AIR

Lebih terperinci

Produksi benih ikan patin jambal (Pangasius djambal) kelas benih sebar

Produksi benih ikan patin jambal (Pangasius djambal) kelas benih sebar Standar Nasional Indonesia Produksi benih ikan patin jambal (Pangasius djambal) kelas benih sebar ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR VISI DAN MISI VISI Meningkatkan Kebersihan dan Keindahan Kota Denpasar Yang Kreatif dan Berwawasan

Lebih terperinci

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN..

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN.. DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN LAMPIRAN I :.. PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN TANGGAL : 31 MARET 2011 UMUM DAN KEPEGAWAIAN INDUSTRI KOPERASI LEMBAGA MIKRO USAHA MIKRO, KECIL,

Lebih terperinci

OPTIMASI DAYA DUKUNG TANAH PADA STRUKTUR PONDASI TELAPAK DENGAN METODE SUB-SOIL IMPROVEMENT PADA PROYEK AUDITORIUM UNSYIAH BANDA ACEH

OPTIMASI DAYA DUKUNG TANAH PADA STRUKTUR PONDASI TELAPAK DENGAN METODE SUB-SOIL IMPROVEMENT PADA PROYEK AUDITORIUM UNSYIAH BANDA ACEH OPTIMASI DAYA DUKUNG TANAH PADA STRUKTUR PONDASI TELAPAK DENGAN METODE SUB-SOIL IMPROVEMENT PADA PROYEK AUDITORIUM UNSYIAH BANDA ACEH Iskandar Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 112 TAHUN 2003 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DOMESTIK MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 112 TAHUN 2003 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DOMESTIK MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, S A L I N A N KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 112 TAHUN 2003 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DOMESTIK MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme :

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme : TANAH Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah Hubungan tanah dan organisme : Bagian atas lapisan kerak bumi yang mengalami penghawaan dan dipengaruhi oleh tumbuhan

Lebih terperinci

c. Perda ini mengatur tentang perubahan pada Ketentuan Umum dan Susunan Organisasi.

c. Perda ini mengatur tentang perubahan pada Ketentuan Umum dan Susunan Organisasi. PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH - PERUBAHAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 1 organisasi di lingkungan Sekretariat

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN A. Pengertian Kelarutan Kemampuan garam-garam larut dalam air tidaklah sama, ada garam yang mudah larut dalam air seperti natrium klorida (NaCl) dan ada pula garam sukar

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2008

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2008 SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK TERMAL MENTERI NEGARA LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 10, Pasal

Lebih terperinci

- 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

- 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP - 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH 1. Pengendalian Dampak Lingkungan 1. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 1. Menetapkan

Lebih terperinci

PROFIL. Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PROFIL. Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya KEMENTERIAN KESEHATAN RI KEMENTERIAN KESEHATAN RI BB/BTKLPP Balai Besar/Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Bersih dan melayani PROFIL Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya

Lebih terperinci

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III Olimpiade Kimia Indonesia Kimia UJIAN PRAKTEK Petunjuk : 1. Isilah Lembar isian data pribadi anda dengan lengkap (jangan disingkat) 2. Soal Praktikum terdiri dari 2 Bagian:

Lebih terperinci

Kebutuhan Air dalam Kehidupan Organisme. Kebutuhan Air dalam Kehidupan Manusia. Sumber Air dan Daur Hidrologik. Kualitas Air dan Pencemaran

Kebutuhan Air dalam Kehidupan Organisme. Kebutuhan Air dalam Kehidupan Manusia. Sumber Air dan Daur Hidrologik. Kualitas Air dan Pencemaran 1 2 3 4 5 Kebutuhan Air dalam Kehidupan Organisme Kebutuhan Air dalam Kehidupan Manusia Sumber Air dan Daur Hidrologik Kualitas Air dan Pencemaran Pengelolaan Air Bagi Tanaman Bagi Hewan terestrial Bagi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-51/MENLH/10/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN INDUSTRI

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-51/MENLH/10/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN INDUSTRI Lampiran KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : KEP-51/MENLH/10/1995 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR BAGI KEGIATAN INDUSTRI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP Menimbang : a. bahwa untuk melestarikan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG JENIS DAN ATAS YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

BUPATI KARANGASEM KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 130 /HK/2013 TENTANG

BUPATI KARANGASEM KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 130 /HK/2013 TENTANG BUPATI KARANGASEM KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 130 /HK/2013 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN KARANGASEM BUPATI KARANGASEM, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI,

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI, GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa Pembangunan Kepariwisataan di

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG SERTIFIKASI LAIK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG SERTIFIKASI LAIK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG SERTIFIKASI LAIK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA, Menimbang : Mengingat : a. bahwa keracunan makanan dan minuman, proses

Lebih terperinci

Budidaya Nila Merah. Written by admin Tuesday, 08 March 2011 10:22

Budidaya Nila Merah. Written by admin Tuesday, 08 March 2011 10:22 Dikenal sebagai nila merah taiwan atau hibrid antara 0. homorum dengan 0. mossombicus yang diberi nama ikan nila merah florida. Ada yang menduga bahwa nila merah merupakan mutan dari ikan mujair. Ikan

Lebih terperinci

A. INVENTARIS INDUK Inventaris induk di UPTD BBI Karangrayung per 31 Desember 2013. Jumlah induk (ekor)

A. INVENTARIS INDUK Inventaris induk di UPTD BBI Karangrayung per 31 Desember 2013. Jumlah induk (ekor) PERSONALIA UPTD BBI KARANGRAYUNG dari: Personalia atau jumlah pegawai UPTD BBI Karangrayung 3 (tiga) orang yang terdiri Kepala UPTD (satu) orang Kasubag TU (satu) orang Tenaga harian lepas (satu) orang

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS KATION DAN ANION

BAB II ANALISIS KATION DAN ANION BAB II ANALISIS KATION DAN ANION Banyak ion-ion terlarut yang kita temui di sekitar kita misalnya pada air laut, sungai, limbah, atau pun dalam bentuk padatannya seperti pada tanah dan pupuk. Unsur logam

Lebih terperinci

GUBERNUR PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

GUBERNUR PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SURAT KEPUTUSAN NO. 670/2000 TANGGAL 28 MARET 2000 TENTANG PENETAPAN BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK DI PROPINSI DKI GUBERNUR PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA Menimbang : a. bahwa kehidupan dan kelestarian

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PERLAKUAN KEPABEANAN, PERPAJAKAN, DAN CUKAI SERTA TATA LAKSANA PEMASUKAN DAN PENGELUARAN BARANG KE DAN DARI SERTA BERADA DI KAWASAN YANG

Lebih terperinci

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA IV.1 TINJAUAN UMUM Pengambilan sampel air dan gas adalah metode survei eksplorasi yang paling banyak dilakukan di lapangan geotermal.

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR DAN ANALISIS KUALITAS AIR TUKAD YEH SUNGI DI KABUPATEN TABANAN DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN

IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR DAN ANALISIS KUALITAS AIR TUKAD YEH SUNGI DI KABUPATEN TABANAN DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN TESIS IDENTIFIKASI SUMBER PENCEMAR DAN ANALISIS KUALITAS AIR TUKAD YEH SUNGI DI KABUPATEN TABANAN DENGAN METODE INDEKS PENCEMARAN NI MADE SETIARI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2012

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN FASILITAS DAN INSENTIF USAHA HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Larutan buffer adalah larutan yg terdiri dari: 1. asam lemah/basa

Lebih terperinci

BIDANG USAHA, JENIS USAHA DAN SUB-JENIS USAHA BIDANG USAHA JENIS USAHA SUB-JENIS USAHA

BIDANG USAHA, JENIS USAHA DAN SUB-JENIS USAHA BIDANG USAHA JENIS USAHA SUB-JENIS USAHA BIDANG USAHA, JENIS USAHA DAN SUBJENIS USAHA BIDANG USAHA JENIS USAHA SUBJENIS USAHA 1. Daya Tarik Wisata No. PM. 90/ HK. 2. Kawasan Pariwisata No. PM. 88/HK. 501/MKP/ 2010) 3. Jasa Transportasi Wisata

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014.

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. III. MATERI DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN SUSKA Riau.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 78,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG PEMBERLAKUAN SNI SEBAGIAN PARAMETER UNTUK HANDUK SECARA WAJIB

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG PEMBERLAKUAN SNI SEBAGIAN PARAMETER UNTUK HANDUK SECARA WAJIB PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG PEMBERLAKUAN SNI SEBAGIAN PARAMETER UNTUK HANDUK SECARA WAJIB DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Account Representative

Account Representative Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi : Account Representative FASILITAS PEMBEBASAN ATAU PENGURANGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN DAN FASILITAS PAJAK PENGHASILAN UNTUK PENANAMAN MODAL DI BIDANG-BIDANG USAHA

Lebih terperinci

Bab-2 RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

Bab-2 RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP Bab-2 RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP 2.1. BAGIAN HULU 2.1.1. Kualitas Udara A. Tahap Konstruksi Kualitas udara (SO 2, CO, dan debu ) Menurunnya kualitas udara. Emisi gas buang dan debu dari kegiatan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. manusia maupun binatang dan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu air adalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. manusia maupun binatang dan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu air adalah 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kajian Teoritis 2.1.1 Air Air sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan, baik itu kehidupan manusia maupun binatang dan tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu air adalah merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2015 TENTANG PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2015 TENTANG IURAN EKSPLOITASI DAN PEMELIHARAAN BANGUNAN PENGAIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 91 TAHUN 2010 TENTANG JENIS PAJAK DAERAH YANG DIPUNGUT BERDASARKAN PENETAPAN KEPALA DAERAH ATAU DIBAYAR SENDIRI OLEH WAJIB PAJAK DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PerMen 04-1980 Ttg Syarat2 APAR

PerMen 04-1980 Ttg Syarat2 APAR PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI No : PER.04/MEN/1980 TENTANG SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI: PerMen 04-1980 Ttg

Lebih terperinci

1. KOMPONEN AIR LAUT

1. KOMPONEN AIR LAUT 1. KOMPONEN AIR LAUT anna.ida3@gmail.com/2013 Salinitas Salinitas menunjukkan banyaknya (gram) zat-zat terlarut dalam (satu) kilogram air laut, dimana dianggap semua karbonat telah diubah menjadi oksida

Lebih terperinci

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 4 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SISTEM IPAL DOMESTIK

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 4 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SISTEM IPAL DOMESTIK BAB 4 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR SISTEM IPAL DOMESTIK 29 4.1 Prosedur Start-Up IPAL Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC Start-up IPAL dilakukan pada saat IPAL baru selesai dibangun atau pada saat

Lebih terperinci

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan 2007 Kerja sama Pusat Rencana dan Statistik Kehutanan, Departemen Kehutanan dengan Direktorat Statistik Pertanian, Badan Pusat Statistik Jakarta, 2007 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMANFAATAN AIR HUJAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan

Lebih terperinci

Memastikan APAR dalam kondisi siap-siaga untuk penanganan awal terjadinya kebakaran.

Memastikan APAR dalam kondisi siap-siaga untuk penanganan awal terjadinya kebakaran. 1/9 1. Tujuan Memastikan PR dalam kondisi siap-siaga untuk penanganan awal terjadinya kebakaran. 2. lat dan Bahan 1. Sesuai kebutuhan 2. - 3. Kualifikasi Pelaksana 1. Memahami Instruksi Kerja PR 2. - 4.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN JEPARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN JEPARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN JEPARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang : a bahwa dalam rangka mengoptimalkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU

PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU PEMERINTAH KABUPATEN MAMUJU Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 17, Telp (0426) 21101, Kode Pos 51911 Mamuju PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAMUJU NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR DENGAN

Lebih terperinci

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 22 TAHUN 1993 (22/1993) Tanggal : 27 PEBRUARI 1993 (JAKARTA) DENGAN

Lebih terperinci

Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat

Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat Standar Nasional Indonesia Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat ICS 91.100.15 Badan Standardisasi Nasional Daftar Isi Daftar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir konstan dan diekskresi dalam

Lebih terperinci

PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN IKAN. Riza Rahman Hakim, S.Pi

PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN IKAN. Riza Rahman Hakim, S.Pi PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN IKAN Riza Rahman Hakim, S.Pi Penggolongan hasil perikanan laut berdasarkan jenis dan tempat kehidupannya Golongan demersal: ikan yg dapat diperoleh dari lautan yang dalam. Mis.

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN JALAN USAHATANI

RANCANG BANGUN JALAN USAHATANI RANCANG BANGUN JALAN USAHATANI JALAN USAHA TANI TRANSPORTASI SARANA PRODUKSI PERTANIAN: BENIH PUPUK PESTISIDA MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN TRANSPORTASI HASIL PRODUKSI PERTANIAN TRANSPORTASI KEGIATAN OPERASI

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1996 TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1996 TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 1996 TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing produk ekspor di pasaran

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KAJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN PERBANDINGAN VOLUME DAN PERBANDINGAN BERAT UNTUK PRODUKSI BETON MASSA MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PECAH MERAPI (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN SABO DAM) Oleh : Yudi

Lebih terperinci

RINCIAN PENDAPATAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013

RINCIAN PENDAPATAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013 LAMPIRAN XIV PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013 RINCIAN PENDAPATAN DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013 KODE 4 1 PENDAPATAN ASLI

Lebih terperinci

Analisa Manfaat Biaya Proyek Pembangunan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder Daerah Istimewa Yogyakarta

Analisa Manfaat Biaya Proyek Pembangunan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder Daerah Istimewa Yogyakarta JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013) 1-5 1 Analisa Manfaat Biaya Proyek Pembangunan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder Daerah Istimewa Yogyakarta Dwitanti Wahyu Utami dan Retno Indryani Jurusan Teknik

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor I Tahun 1970

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 KESELAMATAN KERJA Undang-undang Nomor I Tahun 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk

Lebih terperinci

STANDAR USAHA RESTORAN. NO ASPEK UNSUR NO SUB UNSUR I. PRODUK A. Ruang Makan dan Minum

STANDAR USAHA RESTORAN. NO ASPEK UNSUR NO SUB UNSUR I. PRODUK A. Ruang Makan dan Minum LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR USAHA RESTORAN STANDAR USAHA RESTORAN A. Restoran Bintang 3. I. PRODUK A. Ruang Makan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, yang tidak terlepas dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa keterbukaan perdagangan

Lebih terperinci

BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR32- TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN DANA BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR32- TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN DANA BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR32- TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN DANA BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO. Menimbang

Lebih terperinci

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa (P) Fasa (phase) dalam terminology/istilah dalam mikrostrukturnya adalah suatu daerah (region) yang berbeda struktur atau komposisinya dari daerah lain. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa juga dapat didefinisikan

Lebih terperinci

Produksi benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar

Produksi benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar Standar Nasional Indonesia SNI 7311:2009 Produksi benih udang vaname (Litopenaeus vannamei) kelas benih sebar ICS 65.150 Badan Standardisasi Nasional SNI 7311:2009 Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii

Lebih terperinci

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS (Instalasi Pengolahahan Air Laut Sederhana): Transformasi Air Laut Menjadi Air Tawar dengan Pemisahan Elektron Cl - Menggunakan Variasi Batu Zeolit sebagai Upaya Penyediaan

Lebih terperinci

Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri

Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri Standar Nasional Indonesia Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri ICS 13.060.50 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002 Tentang PENGELOLAAN PELABUHAN KHUSUS MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. Bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan telah

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH 1 SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 29 TAHUN 2014 T E N T A N G UPAH MINIMUM PROVINSI DAN UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI TAHUN 2015 PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Nomor : 14 Tahun 2001 Seri : B Nomor : 06

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Nomor : 14 Tahun 2001 Seri : B Nomor : 06 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Nomor : 14 Tahun 2001 Seri : B Nomor : 06 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI NOMOR : 14 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. A. Sejarah Balai Besar Kerajinan dan Batik. Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) adalah unit pelaksanan teknis

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. A. Sejarah Balai Besar Kerajinan dan Batik. Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) adalah unit pelaksanan teknis BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN A. Sejarah Balai Besar Kerajinan dan Batik Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) adalah unit pelaksanan teknis dilingkungan Kementerian Perindustrian yang berada di bawah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam 10 tahun terakhir, jumlah kebutuhan ikan di pasar dunia semakin meningkat, untuk konsumsi dibutuhkan 119,6 juta ton/tahun. Jumlah tersebut hanya sekitar 40 %

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI (UMSP) TAHUN 2011

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI (UMSP) TAHUN 2011 tj-/ PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL PROVINSI (UMSP) TAHUN 2011 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS

Lebih terperinci

Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa

Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa Pemantauan Kerusakan Lahan untuk Produksi Biomassa Rajiman A. Latar Belakang Pemanfaatan lahan memiliki tujuan utama untuk produksi biomassa. Pemanfaatan lahan yang tidak bijaksana sering menimbulkan kerusakan

Lebih terperinci

STRUK UK UR O R O GANISA GANISA DIN DI AS AS DAE RAH KABUP UP TEN N A B NGKA T HUN UN 0 2 0 0 8

STRUK UK UR O R O GANISA GANISA DIN DI AS AS DAE RAH KABUP UP TEN N A B NGKA T HUN UN 0 2 0 0 8 DINAS DAERAH TAHUN 2008 DINAS PENDIDIKAN LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH PERNCANAN DAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR SEKOLAH MENENGAH PENDIDIKAN NON FORMAL PERENCANAAN KURIKULUM KURIKULUM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan

Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan No Bidang kategori 1 Pemerintahan Peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran Pemeliharaan Hydrant Pembangunan Hydrant Kering Pemeliharaan pertitik

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Dasar Pemikiran Sejak satu dasawarsa terakhir masyarakat semakin

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa masyarakat adil dan makmur berdasarkan

Lebih terperinci

ESRU ECO SURF RESCUE ULUWATU TUJUAN KAMI ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KESEHATAN EKOSISTEM LOKAL DAN MEMELIHARA ULUWATU UNTUK GENERASI MASA DEPAN.

ESRU ECO SURF RESCUE ULUWATU TUJUAN KAMI ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KESEHATAN EKOSISTEM LOKAL DAN MEMELIHARA ULUWATU UNTUK GENERASI MASA DEPAN. ESRU ECO SURF RESCUE ULUWATU TUJUAN KAMI ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KESEHATAN EKOSISTEM LOKAL DAN MEMELIHARA ULUWATU UNTUK GENERASI MASA DEPAN. ESRU, ULUWATU, BUKIT PENINSULA, BALI, INDONESIA www.ecosurfrescue.moonfruit.com

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 33 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS SENSUS BARANG MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH

Lebih terperinci

PAJAK ATAS JASA BIDANG PERHOTELAN

PAJAK ATAS JASA BIDANG PERHOTELAN PAJAK ATAS JASA BIDANG PERHOTELAN Retnaningtyas Widuri Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra e-mail: widuri@peter.petra.ac.id Abstrak: Tulisan ini ingin menguraikan aturan pajak yang berlaku saat

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

KESETIMBANGAN. titik setimbang

KESETIMBANGAN. titik setimbang KESETIMBANGAN STANDART KOMPETENSI;. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang berpengaruh, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KOMPETENSI DASAR;.. Menjelaskan kestimbangan

Lebih terperinci

BAB III METODE & DATA PENELITIAN

BAB III METODE & DATA PENELITIAN BAB III METODE & DATA PENELITIAN 3.1 Distribusi Jaringan Tegangan Rendah Pada dasarnya memilih kontruksi jaringan diharapkan memiliki harga yang efisien dan handal. Distribusi jaringan tegangan rendah

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI LAMPIRAN 24 DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 2 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013 Kode Subbid Sub-bidang, bagian Sub-bidang kode

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 41 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 20092008 TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 20092008 TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 20092008 TENTANG TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, bahwa Undang-Undang Nomor

Lebih terperinci