Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi"

Transkripsi

1 4V :: ;.'.: *&.'/,;,. GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS TARIF DALAM PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa sesuai ketentuan dalam Undang-Undang mor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Dacrah pada Pasal 48 dinyatakan Larif Reribusi dapal ditinjau kembali paling lama 3 (tiga) tahun sc4<ali dan peninjauan larif retribusi dimaksud dilakukan dcngan memperhatikan indeks harga dan perkembangan pcrekonomian, b. bahwa memperhatikan pertumbuhan ekonomi masyarakat cukup baik, maka besaran tarif Retribusi Jasa Usaha sudali tidak sesuai dengan kondisi dan Kebutuhan hiikum saat ini sehingga perlu diubah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam hurufa clan hurufb, perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Perubahan Kedua Alas Peraturan Gubernur Bali mor 4 1 Tahun 2012 tentang Perubahan Alas Tarif Dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali mor 3 Tahun tentang Retribusi Jasa Usaha; Mengingai : 1. Undang-Undang mor 64 Tahun 1958 tentang Pcmbenlukan Dacrah-daerah Tingkal 1 Bali, Nusa Tenggara Barai dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 mor 115, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 1649); 2. Undang-Undang mor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 mor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 5078);

2 3. Undang-Undang mor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 mor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 5049); 4. Undang-Undang mor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia 'fahun 2004 mor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 4389); 5. Undang-Undang mor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 mor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 mor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang mor 2 'fahun 2014 tentang Perubahan Alas Undang-Undang mor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 mor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 mor 5589); 6. Peraturan Pemerintah mor 38 'fahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Neyara Republik Indonesia Tahun 2007 mor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 4737); 7. Peraturan Pemerintah mor 69 Tahun tentang lata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 mor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia mor 5161); 8. Peraturan Daerah Provinsi Bali mor 1 'fahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Daerah Provinsi Bali (Lembaran Daerah Provinsi Bali 'fahun 2008 mor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Bali mor 1); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 4 1 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS TARIF DALAM PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA.

3 Pasal Ketentuan dalam Lampiran Peraturan Gubernur Bali mor 4 1 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Tarif dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali mor 3 'fahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha (Berita Daerah Provinsi Bali Tahun 2012 mor 41) diubah sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Gubernur ini. Pasal II Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari Agar setiap orang mengeiahuinva. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Bali. Ditetapkan di Denpasar pada tanggal 17 pember 2014 GUBERNUR BALI, MADE MANGKU PAST1KA \9 Diundangkan di Denpasar pada tanggal 17 pember 2014 SEKREfTARIS DAE PROVINSI BALI, COKORDA NGURAH PEMAYUN BERITA DAERAH PROVINSI BALI TAHUN 2014 NOMOR 68

4 LAMPIRAN RANCANGAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 17 NOPEMBER 2014 NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS TARIF DALAM PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA 1. RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH (Penycwaan Tanah dan Bangunan, Laboratoriiim, Ruangan dan Kcndaraan Bcrmotor) A. DINAS KESEHATAN PROVINSI BALI BALAI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KHUSUS TENAGA KESEHATAN (BPKKTK) DINAS KESEHATAN a. Kepenlingan Pemerintah NO JENIS RETRIBUSI FASILITAS STANDAR PEMAKAIAN TARIF/IIARI I Mess / asrania FAN Per orang Ruang belajar AC- Per ruangan Auditorium /Aula AC Per ruangan (Rp) b. Di luar Kepentingai Pemerintah / Umun NO JENIS RETRIBUSI FASILITAS STANDAR PEMAKAIAN TARIF/HARI (Rp.) 1 Moss asrama FAN Per orang Ruang belajar AC Per ruangan Auditorium / Aula AC Per ruangan C. DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI BALI Laborutorium t I' 11) Italui Hipcrkcs dan KK Dinas Tcnaga Kcrja NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME I II TARIF (Rp.) Pengujian Pengujian Udara Ambient Parameter Pengujian Emisi Gas Buang Parameter Pengujian Air Laut Sampel Pengujian Air Limbah Sam pel Pengujian Air Kali Sampel Pengujian Air Limbah Domestik Sam pel Pengukuran Pengukuran Kebisingan Lokasi Pengukuran Pencahayaan l.okasi Pengukuran Getaran Lokasi Pengukuran Opasitas Cerobong J. 6 III IV. I. i cugukuraii ii.iiiii i\t i j.i Pengukuran antropometri Pemeriksaan : Lokasi orang IUU.UUU Kesehatan Umum (Main: Pemeriksaan Fungsi Pcparu orang Pemeriksaan Pb dalam darah orang Pemeriksaan Pb dalam urine orang Pemeriksaan Cholinesterase orang Pcmbinaan Ergonomi Pcmbinaan Ergonomi Alat Kerja Ruungan

5 D. DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI BALI Jenis Retribusi Standar Pemakaian I. UPT. TAMAN BUDAYA 1. Pemakaian Tanah dan Bangunan a. Untuk stand kegiatan Pesta Kesenian Bali: Tarif (Rp.) Keterangan - Retribusi Stand Dckranasda Per stand stand - Retribusi stand di bawah Gedung Per stand space Ksirarnavva - Retribusi stand di bawah Panggung Per stand space Ardha Candra Parkir Barat 25 Stand Kcrajinan - Retribusi Stand Kerjinan dan Kuliner (Stand Darurat) b. Untuk stand diluar kegiatan Pesta Kesenian Bali : - Retribusi stand di bawah Gedung Ksirarnawa - Retribusi stand di bawah Panggung Ardha Candra c. Pemakaian panggung terbuka Ardha Per stand Per Kegiatan Per Kegiatan Candra: - Utuk kegiatan sosial Per hari Untuk kegiatan komersil Per hari d. Pemakaian Gedung Ksirarnawa : - Untuk kegiatan sosial Per hari Untuk kegiatan komersil Per hari e. Pemakaian lantai I Gedung Per Kegiatan Ksirarnawa: f. Pemakaian wnntilan Per hari g. Pemakaian ruang pcrtemuan Per hari h. Pemakaian stage-stage di halaman Per hari i. Retribusi Wisma Per orang II. UPT. MUSEUM BALI 1. Pemakaian Ruangan/panggung: a. Pemakaian ruangan Per hari b. Pemakaian auditorium : - untuk kegiatan komersil Per hari untuk kegiatan sosial Per hari Ill UPT. MONUMEN PER.IUANGAN RAKYAT BALI: a. Pemakaian toko cendramata Per bulan b. Pemakaian ruang rapat Per hari 1.()()().()()() c. Pemakaian ruang pameran Per minggu d. Pemakaian Halaman Monumcn/I.apangan - untuk kegiatan komersil Per hari untuk keuiatan sosial Per hari e. Pemakaian toilet lapangan Per bulan I. UPT. TAMAN BUDAYA Retribusi Karcis Masuk a. Pemjuniune Manca Neaara - Dewasa Per oranc Anak-anak Per oranu b. Pengunjung Nusantara - Dewasa Per orang Anak-anak Per oranu c. Penuunjuna Mahasiswa/pelajar - Mahasiswa Per orang Pclajar Per oran» Kantin Atas 3 Stand Kuliner -utara Wantilan 25 stand kuliner

6 Jcnis Retribusi Standar Pemakaian II. UPT. MUSEUM BALI a. Pengunjung Manca Negara Tarif (Rp.) - Dewasa Per orang Anak-anak Per oraim b. Pengunjung Nusantara - Dewasa Per orang Anak-anak Per oraim HI c. Penaunjunii Mahasiswa/pclajar - Mahasiswa Per orang Pelajar Per oraim UPT. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI a. Peimunjune Manca Neizara - Dewasa Per oraim Anak-anak Per orang b. Pengunjung Nusantara - Dewasa Per oraim Anak-anak Per oraim c. Peneunjune Mahasiswa/pelajar - Mahasiswa Per oranc Pelajar Per oraim E. DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI BALI Laboratorium Pengcndlian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMMP) Provinsi Bali. I. UPT. Laboratorium Pengcndalian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMMP) Provinsi Bali Biaya Retribusi Pemeriksaan dihitung berdasarkan jenis hasil-hasil Perikanan yang diekspor per ton sebagai berikut: Jenis Parameter Uji Tarif (Rp.) Sirip Hiu x Kurs US 5/Ton 2 Lobster, Kepiting x Kurs US S / Ton 3 Udang x Kurs US S/Ton 4 Ikan Kerapu, Kakap 8.00 x Kurs US $/Ton 5 lkan Tuna 6.00 x Kurs US $/Ton 6 lkan Lainnya 4.50 x Kurs US $ / Ton 7 Cumi, Gurita.Kepiting 8.00 x Kurs US $ / Ton 8 Kekerangan 4.00 x Kurs US $/Ton 9 Tepung Ikan 2.00 x Kurs US $/ Ton 10 Rumput t.aut 0,50 x Kurs US S / Ton 11 Ikan Asin dan Hasil Olahan Lainnya 4.00 x Kurs US S/Ton 12 Ikan Kaleng 3.00 x Kurs US S/Ton 13 Lain-lain 3,00 x Kurs US $/ Ton US 1yang dimaksud adalah Kurs US S yang berdasarkan dal'tar nilai Kurs sebagai dasar pelunas in Bea Masuk, PPN, PPnBM, Pajak Ekspor dan PPH berdasarkan Surat Kcputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia, yang berlaku pada saat pembayaran. 2. Biaya Retribusi Pemeriksaandan Pengujian yang dilakukan olch UPT.Laboratorium Pengcndalian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan diluar ekspor dihitung berdasarkan parameter Uji sebagai berikut: NO JENIS PARAMETER UJI TARIF (Rp) / Sampel Mercury Plumbun Cadmium Pengujian Formaldehide (Formalin)

7 F. BIRO ASET SETDA PROVINSI BALI Jenis Pcmasukan Standar Pemakaian Denpasar dan Badung Sewa Luar Denpasar I dan Badung I Pemakaian tanah untuk usaha peternakan dan m2 / tahun Pemakaian tanah untuk pemasangan tower m2/ tahun Pemakaian tanah untuk bangunan tempat tinggal ni2 tahun Pemakaian tanah untuk warung/kios/sejcnisnya m2/ tahun Pemakaian tanah untuk usaha Pariwisata : - Belum berkembang m2/ tahun Sudah berkembanu m2/ tahun Pemakaian tanah untuk pcmasangan/pemancangan m2/ tahun tiang papan rcklame 7 Pemakaian tanah untuk usaha'industri kccil m2/ tahun Pemakaian tanah untuk tempat penjemuran/ m2/ tahun penimbunan bahan 9 Pemakaian tanah untuk kantor ni2 ' tahun Pemakaian tanah untuk rumah sakit m2' tahun Pemakaian tanah untuk lembaga pendidikan m2/ tahun Pemakaian tanah untuk parkir m2/ tahun Pemakaian tanah untuk gudang m2 / tahun Pemakaian tanah untuk rumah sewa m2/ tahun Pemakaian tanah untuk keperluan lainnya komersial m2/ tahun Pemakaian tanah untuk keperluan lainnya non komersial m2/ tahun Pemakaian Nari Graha - Untuk Pemerintah per kegiatan / hari Untuk n Pemerintah per kegiatan / hari Sewa Rumah Dinas Rumah Dinas Luas Bangunan Standar Pemakaian Scwa (R» luas bangunan Sewa Denpasar dan Badung Luar Denpasar dan Badung 1 Type A M2 Per Bulan m TypeB M2 Per Bulan TypeC 70-I00M2 Per Bulan TypeD M2 Per Bulan Type E M2 Per Bulan Sewa Knntin Scwa Kantin Standar Sewa (Rp) Sewa Pemakaian Denpasar & Badung Luar Denpasar & Badung 1 Sewa Kantin Per Bulan DINAS PEKER.IAAN UMU.M PROVINSI BALI I. Laboratorium pengujian Tanah dan Bahan Bangunan Parameter Laboratorium Satuan Tarif (Rp.) I Analisa Saringan Per sample 5( Atterberg Per sample o.' Berat Jenis Per sample Berat Isi Per sample Kadar Air Per sample 2S Kuat geser langsung Per sample Hydrometer Per sample Konsolidasi Per sample Pemadatan Standar Per sample Pemadaman Modified Per sample CBR Lab Per sample Permeability Per sample Mix Design Agg A-B Per sample Proctor Per sample

8 Pekerjaan Lapangan Satuan larif (Rp.) 1 Pemboran Tangan Per sample Pengambilan contoh tanah asli Per sample SPT dengan Bor Per sample SPT tanpa Bor Per sample Bor Mesin Per meter Sumuruji/Tes Pit Per meter Geolistik Per detik Sondir ringan per detik ok normal Per sample Seismick per meter rentang Per sample Van Test Per sample Sand Cone Per sample Bankelmean Beam Per sample Cone Penetrmeter Per sample D.C.P Per sample Pengambilan sample (Corrc Drill) Per sample CBR Lab/ CBR Lap Per sample Index Kepipihan Per sample Lab. Batuan Geologi Satuan Tarif(Rp.) 1 Gradasi Per sample Abrasi Per sample Berat Jenis dan Absorsi Kasar Per sample Berat Jenis dan Absorsi Mains Per sample Berat isi Per sample KadarLumpur Per sample Suondness Per sample Kelekatan batuan tcrhadap aspal Per sample Sand Equilpalent Per sample Laboratorium Beton Satuan Tarif(Rp.) 1 Mix Desain Beton Per sample Kuat Tckan Beton Per sample J Kuat Tekan Hammer Pertitik Kuat Tekan Mortar Per sample Miz Disignc Mortar Per sample Laboratorium Pengujian Air Jenis Parameter Satuan Tarif (Rp.) FISIKA 1 Bau 1 Sampel Rasa 1 Sampel Suhu 1 Sampel Warna 1 Sampel Kekeruhan 1 Sampel Zat Padat Terlarut (TDS) 1 Sampel Zat Padat Tersuspensi (TSS) 1 Sampel DHL 1 Sampel Kecerahan 1 Sampel Lapisan minyak 1 Sampel Bcnda Tcrapung 1 Sampel Zat Terendap 1 Sampel Debu 1 Sampel Kcbisingan 1 Sampel

9 11 KIMIA Satuan Tarif(Rp.) 1 Air Raksa (Hg) 1 Sampel Alkalinity (ppmcac03) 1 Sampel Aluminium (Al) 1 Sampel Amoniak(NH3) 1 Sampel Amonium (NI14) 1 Sampel Antimonat (Sb) 1 Sampel Argentum/ Perak (Ag) 1 Sampel Arsen (As) 1 Sampel Aidit> (C02) 1 Sampel Barium (Ba) 1 Sampel Besi l l-'e Terlarut 1 Sampel Bcsi(Fe) Total 1 Sampel Besi 1 Sampel Boron (B) 1 Sampel Bahan Organik (Kmn04) 1 Sampel Bahan N Organik 1 Sampel IOC 1 Sampel BOD 1 Sampel COD 1 Sampel C02 Aggressive 1 Sampel Cadmiun (Cd) 1 Sampel Calsium (Ca) 1 Sampel Chlorida (CI) 1 Sampel Chlorine bebas/ sisa chlor 1 Sampel Cromium (Cr) 1 Sampel Cobalt (Co) 1 Sampel DO 1 Sampel Detergent 1 Sampel Emas 1 Sampel Florida (F) 1 Sampel Fenol 1 Sampel Kalium (K) 1 Sampel Kesadahan 1 Sampel Kebasaan 1 Sampel Magnesium (Mg) 1 Sampel Mangan (Mn) 1 Sampel Minyak lemak 1 Sampel Nikel (Ni) 1 Sampel Natrium (Na) 1 Sampel Nitrat (N03) 1 Sampel Nitrit(N02) 1 Sampel Oksidcn terlarut (DO) 1 Sampel ph 1 Sampel Psfat (P04) 1 Sampel Salinitas 1 Sampel Selenium (Sc) 1 Sampel Sianida 1 Sampel Sisa Chlor (Free Chlor) 1 Sampel Surfaktan 1 Sampel Sulfat (S04) 1 Sampel Sulfida (H2S) 1 Sampel Tembaga (Cu) 1 Sampel Timah Putih (Sn) 1 Sampel Timbal(Pb) 1 Sampel Zcng (Zn) 1 Sampel III MIKROBIOLOGI Satuan Tarif (Rp.) 1 Koli Tinja 1 Sampel Total Koli 1 Sampel

10 3. Pemakaian/ Penyewaan Alat-Alat Berat Jenis Peralatan Kapasitas Alat Tarif/hari(Rp) I A Bulldozer Case 1150c > 150 IIP Dump Truck Mitsubhisi 3 ton Dump Truck Isizu TLD 40 4 ton Dump Truck Isuzu TXD 54 5 ton DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA PROVINSI BALI UPTD BALAI PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR DINAS PENDIDIKAN. a. Kepentingan Pemerintah J 2 JENIS STANDAR TARIF /HARI FASILITAS RETRIBUSI PEMAKAIAN (Rp) Ruang bclajar Fan Per ruangan Auditorium/Aula Fan Per ruangan b. Di luar Kepentingan Pemerintah/ Umum 1 2 JENIS STANDAR TARIF/ FASILITAS RETRIBUSI PEMAKAIAN HARI (Rp) Ruang bclajar Fan Per ruangan Auditorium/Aula Fan Per ruangan RETRIBUSI PENJUALAN PRODUKSI USAHA DAERAH A. DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI BALI a. Bcnih lkan (Benin Dasar) (1-3 )/ckor Jenis Benih Ikan UKURAN SATUAN TARIF (Rp.) 1 2 Karper 1-3 cm ekor Nila 1-3 cm ekor Lele 1-3 cm ekor C. DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN IIEWAN PROVINSI BALI I KOMODITI TARIF Tcrnak Bibit 1 Sapi Jantan Umur 1,5 Tahun/ ekor /ekor 2 Sapi Betina Umur 1,5Tahun/ ekor /ekor 3 Babi Bibit umur 45 hari berat max 12Kg/ekor /ekor (Rp) 4. RETRIBUSI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA B. DINAS KEHUTANAN PROVINSI BALI URAIAN RETRIBUSI TARIF (Rp) 1 KARCIS MASUK 2 3 Nusantara 1. Perorangan Dewasa Rombongan Dewasa I.Rombongan Anak-anak Asing/ mancanegara Perorangan Dewasa Rombongan Dewasa Perorangan Anak Rombongan Anak KEGIATAN I'OTO DALAM KAWASAN a.fotoprawedding b.foto Model c.foto Untuk Iklan Produk KEGIATAN SHOOTING FILM/SINETRON DOKUMENTER a.shooting Film Sinetron b.shooting Film Video Klip

11 L. DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI UPT. BPSMB DISPERINDAG PROVINSI BALI URAIAN SATUAN TARIF (Rp) NAIK TURUN PERSEN (%) JASA SERTIFIKASI per conto_h_ NAIK 33% 2. PENGUJIAN HASIL PERTANIAN DAN PERKEBUNAN per contoh NAIK 14.30% GUBERNUR BALI, MADE MANGKU PASTIKA

TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA

TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA TARIF LAYANAN JASA TEKNIS BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN, IKLIM DAN MUTU INDUSTRI BALAI RISET DAN STANDARDISASI INDUSTRI SAMARINDA Jl. M.T. Haryono / Banggeris

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 07 TAHUN 2013

LEMBARAN DAERAH PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 07 TAHUN 2013 LEMBARAN DAERAH NOMOR 07 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN, PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 TENTANG BAKU MUTU LINDI BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN -1- PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN LABORATORIUM PENGUJIAN MUTU KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BINTAN,

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG BAKU MUTU LINGKUNGAN HIDUP DAN KRITERIA BAKU KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a.

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR, 4. Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 1999 tentang Perusahaan Umum Jasa Tirta I ;

GUBERNUR JAWA TIMUR, 4. Peraturan Pemerintah Nomor 93 Tahun 1999 tentang Perusahaan Umum Jasa Tirta I ; GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 28 / KPTS/013/2005 TENTANG PENUNJUKAN LABORATORIUM KUALITAS AIR PERUSAHAAN UMUM JASA TIRTA (PIT) I SEBAGAI LABORATORIUM LINGKUNGAN DI JAWA TIMUR

Lebih terperinci

BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG - 1 - SALINAN BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN

Lebih terperinci

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM

BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM L A M P I R A N 268 BAKU MUTU LIMBAH CAIR UNTUK INDUSTRI PELAPISAN LOGAM PARAMETER KADAR MAKSIMUM BEBAN PENCEMARAN MAKSIMUM (gram/ton) TSS 20 0,40 Sianida Total (CN) tersisa 0,2 0,004 Krom Total (Cr) 0,5

Lebih terperinci

No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI

No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 BAB I MATERI Materi adalah sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi dapat berupa benda padat, cair, maupun gas. A. Penggolongan

Lebih terperinci

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 52 TAHUN 2014 TENTANG

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 52 TAHUN 2014 TENTANG - 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 52 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG BAGI INDUSTRI DAN/ATAU KEGIATAN USAHA LAINNYA

Lebih terperinci

QANUN KABUPATEN SIMEULUE NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

QANUN KABUPATEN SIMEULUE NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG 1 QANUN KABUPATEN SIMEULUE NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS QANUN KABUPATEN SIMEULUE NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN NAMA ALLAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT No Seri D

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT No Seri D LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT No. 27 2000 Seri D PERATURAN DAERAH JAWA BARAT NOMOR : 39 TAHUN 2000 TENTANG PERUNTUKAN AIR DAN BAKU MUTU AIR PADA SUNGAI CITARUM DAN ANAK-ANAK SUNGAINYA DI JAWA BARAT

Lebih terperinci

FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT. 1. Nama Pemohon : Jabatan : Alamat : Nomor Telepon/Fax. :...

FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT. 1. Nama Pemohon : Jabatan : Alamat : Nomor Telepon/Fax. :... Lampiran I Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Tanggal : FORMULIR ISIAN IZIN PEMBUANGAN LIMBAH CAIR KE LAUT I. INFORMASI UMUM A. Pemohon 1. Nama Pemohon :... 2. Jabatan :... 3. Alamat :...

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa Retribusi Pemakaian

Lebih terperinci

Lampiran F - Kumpulan Data

Lampiran F - Kumpulan Data Lampiran F - Kumpulan Data TABEL 1.1.d. PEMANTAUAN KUALITAS AIR Jenis Perairan : Sungai Code Tahun Data : Desember 2006 Air Klas III Titik 1 Titik 2 1 1 Residu terlarut *** mg/l 1000 245 280 2 Residu tersuspensi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air

PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air SALINAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN Nomor : 416/MEN.KES/PER/IX/1990 Tentang Syaratsyarat Dan Pengawasan Kualitas Air MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR TAHUN 009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH PROPINSI BALI NOMOR 3 TAHUN 000 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanah merupakan salah satu unsur alam yang sama pentingnya dengan air dan udara. Tanah adalah suatu benda alami, bagian dari permukaan bumi yang dapat ditumbuhi oleh

Lebih terperinci

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur

Jenis pengujian atau sifat-sifat yang diukur LAMPIRAN SERTIFIKAT AKREDITASI LABORATORIUM NO. LP-028-IDN Alamat Bidang Pengujian : Jl. Jend. Ahmad Yani No. 315, Surabaya 60234 Bahan atau produk Gaplek SNI 01-2905-1992 butir 7.1 Pati Serat Pasir/Silika

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 4 TAHUN 2016

BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR 4 TAHUN 2016 BUPATI TEBO PROVINSI JAMBI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR TAHUN 0 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEBO NOMOR TAHUN 0 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

RETRIBUSI JASA USAHA

RETRIBUSI JASA USAHA SALINAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 3 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 3 TAHUN 2011 T E N T A N G RETRIBUSI JASA USAHA DISUSUN OLEH BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BONE

Lebih terperinci

UPTD BALAI PENGUJIAN MUTU DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

UPTD BALAI PENGUJIAN MUTU DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH UPTD BALAI PENGUJIAN MUTU DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN TENGAH A. ORGANISASI Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah ditetapkan

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT NOMOR : /Sk/624/BKPMD/82 TENTANG

SURAT KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT NOMOR : /Sk/624/BKPMD/82 TENTANG SURAT KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT NOMOR : 660.31/Sk/624/BKPMD/82 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN KRITERIA PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT INDUSTRI GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

Lebih terperinci

Laboratorium Pengujian Bidang Struktur dan Konstruksi Bangunan

Laboratorium Pengujian Bidang Struktur dan Konstruksi Bangunan WAKTU PELAYANAN 1. Laboratorium Pengujian Bidang Struktur dan Konstruksi Bangunan Tanggal Revisi : 08 Desember 201 Bahan atau Produk yang Diuji Jenis Pengujian atau Sifat-sifat yang diukur (Hari Kerja)

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 67 TAHUN 2013 TENTANG HONORARIUM PEMERIKSAAN DAN TINDAK LANJUT LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2007

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG RETRIBUSI ANALISA LIMBAH CAIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN KOMERING ULU TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015

PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015 PELAKSANAAN KEGIATAN BIDANG PENGENDALIAN KERUSAKAN PERAIRAN DARAT TAHUN 2015 A. PEMANTAUAN KUALITAS AIR DANAU LIMBOTO Pemantauan kualitas air ditujukan untuk mengetahui pengaruh kegiatan yang dilaksanakan

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA BERKAT RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA BERKAT RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA BERKAT RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peran serta pekerja

Lebih terperinci

STRUKTUR DAN BESARNYA RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH

STRUKTUR DAN BESARNYA RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH NOMOR : TAHUN 0 STRUKTUR DAN BESARNYA RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH a. Pemakaian Tanah Daerah Besarnya Tarif Retribusi Sewa Tanah Milik Pemerintah Daerah setiap Tahunnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sewon dibangun pada awal

BAB I PENDAHULUAN. Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sewon dibangun pada awal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang a. Profil IPAL Sewon Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sewon dibangun pada awal Januari 1994 Desember 1995 yang kemudian dioperasikan pada tahun 1996. IPAL Sewon

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI, PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI, Menimbang : a. bahwa dengan telah diundangkannya Undang-undang

Lebih terperinci

MATERI DAN METODE. Materi

MATERI DAN METODE. Materi MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Penelitian dilaksanakan selama dua bulan pada bulan Maret 2011 sampai dengan April 2011 di Laboratorium Pengelolaan Limbah Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan,

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PENCABUTAN PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENGENDALIAN PEREDARAN MINUMAN BERALKOHOL DI PROVINSI BALI DENGAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 40 TAHUN : 2005 SERI : C NOMOR : 7 QANUN KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 40 TAHUN : 2005 SERI : C NOMOR : 7 QANUN KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 40 TAHUN : 2005 SERI : C NOMOR : 7 QANUN KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II ACEH UTARA

Lebih terperinci

Kriteria PROPER Pengendalian Pencemaran Air 2014

Kriteria PROPER Pengendalian Pencemaran Air 2014 PENGUATAN KAPASITAS PROPER 2014 Kriteria PROPER Pengendalian Pencemaran Air 2014 Sekretariat PROPER KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP Perbedaan Kriteria Air PROPER 2013 dibandingkan Kriteria Air PROPER 2014

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE LAUT

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE LAUT SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PERIZINAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH KE LAUT MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa dalam

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN DIBIDANG PERIZINAN DAN NON PERIZINAN KEPADA KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP ; PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2016

Lebih terperinci

LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION

LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION LOGO ANALISIS KUALITATIF KATION DAN ANION By Djadjat Tisnadjaja 1 Jenis analisis Analisis makro Kuantitas zat 0,5 1 g Volume yang dipakai sekitar 20 ml Analisis semimikro Kuatitas zat sekitar 0,05 g Volume

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Air merupakan sumber daya alam yang menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan. Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 38 TAHUN 2016 TENTANG BIAYA PULSA UNTUK PETUGAS PROTOKOL PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, S A L I N A N KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 115 TAHUN 003 TENTANG PEDOMAN PENENTUAN STATUS MUTU AIR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SUMBER LIMBAH CAIR 1. Air cucian dan admoist pada proses pelunakan cengkeh 2. Air cucian dan admoist pada proses pelunakan gagang tembakau 3. Air cucian dan residual dari proses ekstraksi bahan bahan pembuat

Lebih terperinci

V. KESIMPULAN DAN SARAN

V. KESIMPULAN DAN SARAN 56 V. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Air minum isi ulang yang memenuhi syarat kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum adalah

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 39 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 39 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 39 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PERUBAHAN, PERGESERAN ANTAR RINCIAN OBYEK BELANJA DAN PERGESERAN

Lebih terperinci

KEPALA DINAS BIDANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN BIDANG TANAMAN PANGAN BIDANG TANAMAN HORTIKULTURA BIDANG PETERNAKAN

KEPALA DINAS BIDANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN BIDANG TANAMAN PANGAN BIDANG TANAMAN HORTIKULTURA BIDANG PETERNAKAN DINAS PERTANIAN KEPEG DAN KEU TANAMAN PANGAN TANAMAN HORTIKULTURA PETERNAKAN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN SARANA PRASARANA TANAMAN PANGAN SARANA PRASARANA TANAMAN HORTIKULTURA SARANA PRASARANA

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 42 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK BAGI KETEL UAP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelestarian

Lebih terperinci

ANALISIS BOD dan COD DI SUNGAI SROYO SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI DI KECAMATAN JATEN

ANALISIS BOD dan COD DI SUNGAI SROYO SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI DI KECAMATAN JATEN ISBN : 979-498-467-1 Kimia Anorganik, Analitik, Fisika, dan Lingkungan ANALISIS BOD dan COD DI SUNGAI SROYO SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI DI KECAMATAN JATEN Nanik Dwi Nurhayati Program Studi P.Kimia FKIP UNS

Lebih terperinci

PEMANTAUAN, PELAPORAN DAN EVALUASI

PEMANTAUAN, PELAPORAN DAN EVALUASI Lampiran IV Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor : Tanggal : 2014 PEMANTAUAN, PELAPORAN DAN EVALUASI I. PEMANTAUAN Pemantauan menjadi kewajiban bagi pelaku usaha dan atau kegiatan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG INSTANSI PELAKSANA PEMUNGUTAN

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN GUBERNUR PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 169 TAHUN 2003

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN GUBERNUR PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 169 TAHUN 2003 KEPUTUSAN PROPINSI NOMOR : 169 TAHUN 2003 TENTANG BAKU MUTU EMISI SUMBER TIDAK BERGERAK DI PROPINSI Menimbang Mengingat : a. Bahwa Baku Mutu Lingkungan Daerah untuk wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB III TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI

BAB III TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI BAB III TATA NAMA SENYAWA DAN PERSAMAAN REAKSI A. STANDAR KOMPETENSI Mendiskripsikan hukumhukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia. B. Kompetensi Dasar : Menuliskan nama senyawa anorganik

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 21 TAHUN 2002 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 21 TAHUN 2002 T E N T A N G 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 21 TAHUN 2002 T E N T A N G PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 1999 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU (DBH-CHT) PROVINSI BALI DAN KABUPATEN/KOTA DI BALI TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Usaha dan/atau kegiatan pembangkit listrik tenaga termal adalah usaha dan/atau kegiatan

Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Usaha dan/atau kegiatan pembangkit listrik tenaga termal adalah usaha dan/atau kegiatan SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 08 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA TERMAL MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air bersih merupakan salah satu dari sarana dasar yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air bersih merupakan salah satu dari sarana dasar yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Air bersih merupakan salah satu dari sarana dasar yang paling dibutuhkan oleh masyarakat. Kebutuhan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1. Bagan Penelitian. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Lampiran 1. Bagan Penelitian. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Lampiran 1. Bagan Penelitian K5 K7 K0 B T K2 K5 K1 K7 K4 K6 K6 K2 K4 K4 K0 K7 K1 K6 K2 K0 K1 K5 Lampiran 2. Formula Media NA Cair (Rao, 1982). Nama Bahan Jumlah Pepton 5 g Beef Ekstrak 3 g NaCl

Lebih terperinci

PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN DAN PENETAPAN PENCAPAIAN TARGET PENERIMAAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH PER TRIWULAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. standar, dilanjutkan pengukuran kadar Pb dalam contoh sebelum dan setelah koagulasi (SNI ).

HASIL DAN PEMBAHASAN. standar, dilanjutkan pengukuran kadar Pb dalam contoh sebelum dan setelah koagulasi (SNI ). 0.45 µm, ph meter HM-20S, spektrofotometer serapan atom (AAS) Analytic Jena Nova 300, spektrofotometer DR 2000 Hach, SEM-EDS EVO 50, oven, neraca analitik, corong, pompa vakum, dan peralatan kaca yang

Lebih terperinci

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL

BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL BUDIDAYA IKAN LELE DI KOLAM TERPAL Siapa yang tak kenal ikan lele, ikan ini hidup di air tawar dan sudah lazim dijumpai di seluruh penjuru nusantara. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 69 TAHUN 2013 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KEGIATAN DAN/ATAU USAHA

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 69 TAHUN 2013 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KEGIATAN DAN/ATAU USAHA www.hukumonline.com PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 69 TAHUN 2013 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI KEGIATAN DAN/ATAU USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang

Lebih terperinci

Ima Yudha Perwira, S.Pi, MP, M.Sc (Aquatic)

Ima Yudha Perwira, S.Pi, MP, M.Sc (Aquatic) PENGELOLAAN KUALITAS AIR DALAM KEGIATAN PEMBENIHAN IKAN DAN UDANG Ima Yudha Perwira, S.Pi, MP, M.Sc (Aquatic) DISSOLVED OXYGEN (DO) Oksigen terlarut ( DO ) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air yang

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2017

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2017 GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2017 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2000 TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA PANAS BUMI UNTUK PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2000 TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA PANAS BUMI UNTUK PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2000 TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA PANAS BUMI UNTUK PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan kebijaksanaan

Lebih terperinci

RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH

RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH 1. Tarif Retribusi pemakaian tanah milik Pemerintah Daerah untuk pemasangan/penggantungan

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, S A L I N A N PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN MINYAK DAN GAS SERTA PANAS BUMI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KANTOR MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP DI BIDANG PENGENDALIAN DAMPAK

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG BADAN KOORDINASI PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN PROVINSI BALI

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG BADAN KOORDINASI PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN PROVINSI BALI GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG BADAN KOORDINASI PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2000 TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA PANAS BUMI UNTUK PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2000 TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA PANAS BUMI UNTUK PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 76 TAHUN 2000 TENTANG PENGUSAHAAN SUMBER DAYA PANAS BUMI UNTUK PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan kebijaksanaan diversifikasi dan konservasi

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATAKERJA DINAS DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP. Baku Mutu Air Limbah. Migas. Panas Bumi.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP. Baku Mutu Air Limbah. Migas. Panas Bumi. No.582, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP. Baku Mutu Air Limbah. Migas. Panas Bumi. PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH BESI

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH BESI SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PERTAMBANGAN BIJIH BESI MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

V/P55\ PROVINSI BALI. KEPUTUSAN BUPATl KARANGASEM NOMOR 6/HK/2016 TENTANG

V/P55\ PROVINSI BALI. KEPUTUSAN BUPATl KARANGASEM NOMOR 6/HK/2016 TENTANG V/P55\ PROVINSI BALI KEPUTUSAN BUPATl KARANGASEM NOMOR 6/HK/2016 TENTANG PENETAPAN REALISASI PENERIMAAN DAN BESARNYA PEMBAYARAN INSENTIF PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TRIWULAN IV TAHUN ANGGARAN 2015

Lebih terperinci

KLASIFIKASI LIMBAH. Oleh: Tim pengampu mata kuliah Sanitasi dan Pengolahan Limbah

KLASIFIKASI LIMBAH. Oleh: Tim pengampu mata kuliah Sanitasi dan Pengolahan Limbah KLASIFIKASI LIMBAH Oleh: Tim pengampu mata kuliah Sanitasi dan Pengolahan Limbah 1 Pengertian Limbah Limbah: "Zat atau bahan yang dibuang atau dimaksudkan untuk dibuang atau diperlukan untuk dibuang oleh

Lebih terperinci

BUPATI SAMPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR : 4 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI SAMPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR : 4 TAHUN 2014 TENTANG BUPATI SAMPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR : 4 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

fenimbang : a. bahwa sistem rujukan berjenjang dan sistem rujukan

fenimbang : a. bahwa sistem rujukan berjenjang dan sistem rujukan GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 62 TAHUN 2014 I TENTANG PERUBAHAN KE DUA ATAS PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG REGIONALISASI PELAYANAN SISTEM RUJUKAN DI PROVINSI BALI DENGAN

Lebih terperinci

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 77 ayat (12)

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 77 ayat (12) ^r^y RrwM GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG BAGAN AKUN STANDAR/STRUKTUR DAN KODE REKENING APBD, NERACA, ARUS KAS, DAN NON ANGGARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUBANG NOMOR : 7 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUBANG NOMOR : 7 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN DAERAH NOMOR : 7 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BAGIAN ORGANISASI SETDA TAHUN 2008 PEMERINTAH PERATURAN DAERAH NOMOR : 7 TAHUN 2008

Lebih terperinci

Air minum dalam kemasan

Air minum dalam kemasan SNI 0135532006 Standar Nasional Indonesia Air minum dalam kemasan ICS 67.160.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 0135532006 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif...

Lebih terperinci

Air minum dalam kemasan

Air minum dalam kemasan SNI 0135532006 Standar Nasional Indonesia Air minum dalam kemasan ICS 67.160.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 0135532006 Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif...

Lebih terperinci

TARIF LAYANAN LABORATORIUM 2016 NO JENIS LAYANAN SATUAN HARGA (RP) PENGELOLA LAB

TARIF LAYANAN LABORATORIUM 2016 NO JENIS LAYANAN SATUAN HARGA (RP) PENGELOLA LAB KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS UDAYANA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL KampusBukit JimbaranTelp./Fax: (0361) 703385 http://www.sipil.unud.ac.id/ind Email: sipil@unud.ac.id

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DALAM PERMEN LH NOMOR 5 TAHUN 2014

KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DALAM PERMEN LH NOMOR 5 TAHUN 2014 KEBIJAKAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR DALAM PERMEN LH NOMOR 5 TAHUN 2014 Oleh : IIM IBRAHIM DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN KELANGKAAN PROFESI BAGI PEJABAT FUNGSIONAL, KETENAGAKERJAAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

KONDISI PERAIRAN KOLAM PELABUAHAN SUNDA KELAPA DITINJAU DARI SEGI FISIK DAN KIMIA PERAIRANNYA

KONDISI PERAIRAN KOLAM PELABUAHAN SUNDA KELAPA DITINJAU DARI SEGI FISIK DAN KIMIA PERAIRANNYA KONDISI PERAIRAN KOLAM PELABUAHAN SUNDA KELAPA DITINJAU DARI SEGI FISIK DAN KIMIA PERAIRANNYA Oleh : Muchdar Effendi *) Abstrak Pelabuhan Sunda Kelapa sangat stragegis, dilihat dari fungsi nya sebagai

Lebih terperinci

PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN LELE, MAS DAN NILA

PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN LELE, MAS DAN NILA PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN IKAN LELE, MAS DAN NILA Harwi Kusnadi Peneliti Pertama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu Jl. Irian Km. 6,5Kelurahan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB PENDAHULUAN.7. Latar Belakang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudi dayakan di Indonesia. Ikan Nila menduduki urutan kedua setelah ikan

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 72 TAHUN 2013 TENTANG PENETAPAN BESARAN SEWA PEMANFAATAN TANAH DAN/ ATAU BANGUNAN GEDUNG PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

SALINAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (5) 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang

SALINAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (5) 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI GAS METANA BATUBARA MENTERI NEGARA LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA SALINAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA NCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 21 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH Menimbang : a. PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG, bahwa

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 23 TAHUN 2015 TENTANG PENGHARGAAN KEPADA PERSEORANGAN, ORGANISASI PARIWISATA, SERTA BADAN USAHA YANG BERPRESTASI LUAR BIASA ATAU BERJASA BESAR DALAM MENINGKATKAN

Lebih terperinci

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C)

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) : NMR Merk : JEOL JNMECA 500 Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) Attached Proton Test (APT) Correlation Spectroscopy (COSY, NOESY) Distortionless Enhancement by Polarization Transfer 9DEPT) 45 o Distortionless

Lebih terperinci

KLASIFIKASI MINERAL. Makro : Kebutuhan minimal 100 mg/hari utk orang dewasa Ex. Na, Cl, Ca, P, Mg, S

KLASIFIKASI MINERAL. Makro : Kebutuhan minimal 100 mg/hari utk orang dewasa Ex. Na, Cl, Ca, P, Mg, S ANALISIS KADAR ABU ABU Residu anorganik dari proses pembakaran atau oksidasi komponen organik bahan pangan. Kadar abu dari bahan menunjukkan : Kadar mineral Kemurnian Kebersihan suatu bahan yang dihasilkan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI JASA USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa Retribusi Daerah merupakan salah satu sumber pendapatan

Lebih terperinci

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DOMESTIK

Lebih terperinci