PEDOMAN PEMBUATAN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs)

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN PEMBUATAN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs)"

Transkripsi

1 Kementerian Perhubungan RI Sekretariat Jenderal Pusat Data dan Informasi Jakarta TKD/021/B-05/E001 PEDOMAN PEMBUATAN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs) TENTANG TATA KELOLA DATA (PDT-PS/SOP-1)

2 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Pembuatan Standard Operating Procedures (SOPs) Tentang Tata Kelola Data diterbitkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan acara Temu Pengelola Data sekaligus untuk melakukan penerapan PM 88 Tahun 2011 Tentang Alur Data dan Informasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. Sebuah Standard Operating Procedures (SOPs) adalah satu set instruksi tertulis yang mendokumentasikan aktivitas rutin dan berulang dilakukan oleh sebuah organisasi. Pengembangan dan penggunaan SOP merupakan merupakan faktor yang dapat mengukur sukses tidaknya suatu kegiatan operasional. SOP juga menjaga kekonsistenan kegiatan operasional dari awal hingga akhir. Buku Pedoman Pedoman Standard Operating Procedures (SOPs) Tentang Tata Kelola Data dapat dijadikan pedoman bagi unit kerja dalam pembuatan SOP kegiatan yang dilaksanakan pada kegiatan Alur Data, sehingga diharapkan pelaksanaan Alur Data dapat dicapai semaksimal mungkin. Pedoman Pembuatan Standard Operating Procedures (SOPs) Tentang Tata Kelola Data mengadaptasi buku Guidance for Preparing Standard Operating Procedures (SOPs) yang disusun oleh Environmental Protection Agency dan Pedoman Teknis Penyusunan Standar Operating Procedures terbitan Maiestas Publising. Buku pedoman ini diharapkan dapat memberikan pedoman kerja lapangan (workbook) yang bermanfaat bagi unit kerja untuk menyusun, menerapkan, dan memelihara SOP. PDT-PS/SOP-1 ii

3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii 1. PENDAHULUAN TUJUAN MANFAAT RUANG LINGKUP SISTEMATIKA PENULISAN TAHAP PENYUSUNAN SOP Tahap Persiapan Tahap Pembentukan Organisasi Tim Tahap Perencanaan Tahap Penyusunan Tahap Uji Coba Tahap Penyempurnaan Tahap Implementasi Tahap Pemeliharaan dan Audit DAFTAR SOP Wali Data (WD) Wali Data Kliring (WDK) Simpul Wali Data (SWD) Penghubung Simpul Wali Data (PSW) PDT-PS/SOP-1 iii

4 PEDOMAN PEMBUATAN STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs) TENTANG TATA KELOLA DATA 1. PENDAHULUAN Di dalam organisasi publik (pemerintah), visi yang diemban adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui pemberian pelayanan yang prima kepada masyarakat sebagai pemilik/pemangku kepentingan, baik pelayanan yang bersifat langsung diberikan maupun pelayanan yang dinikmati masyarakat secara tidak langsung. Salah satu penunjang meningkatnya pelayanan kepada masyarakat adalah melalui kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Untuk membuat kebijakan yang baik harus ditopang oleh data dan informasi yang berkualitas. Salah satu dinamika informasi dalam era global menunjukkan bahwa informasi dari suatu daerah, wilayah maupun negara dapat dikirim dan diterima oleh daerah, wilayah atau negara lain dalam waktu relatif singkat. Informasi yang diterima merupakan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Informasi ini pada dasarnya bersumber dari data yang sudah diolah, sehingga mempunyai nilai tambah bagi penerimanya. Semua insan mandiri yang produktif tidak terikat pada usia dan pekerjaan akan selalu memerlukan data dan informasi untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, karena hal tersebut menjadi bahan atau bahkan komoditas yang sangat unggul dalam pola kehidupan manusia. Tanpa data dan informasi, manusia tidak bisa berperan banyak dalam lingkungannya. Semua kegiatan membutuhkan informasi yang tepat supaya arah kegiatan tersebut bisa dikendalikan dengan baik sesuai dengan tujuan dan pengelolaan kegiatan yang bersangkutan. Namun demikian proses pengiriman data sering kali menemui kendala dan masih dianggap belum memenuhi kebutuhan akan informasi. Hal ini akan berujung pada pelayanan yang kurang cepat dan tepat, sehingga masyarakat selaku pengguna merasa kecewa. Apalagi jika kondisi tersebut berlangsung berulang-ulang, maka masyarakat akan mengeluh.

5 Kondisi tersebut tentunya tidak dapat dibiarkan terus berlangsung. Oleh karena itu upaya pemerintah untuk memperbaiki sistem pengelolaan data terus dilakukan melalui berbagai kebijakan yang mendorong kearah perbaikan penyelenggaraan pemerintah. Pemerintah telah mencanangkan penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance) sejak tahun Proses penyusunan standar pengelolaan data agar lebih mudah haruslah diketahui secara pasti prosedurnya. Melalui Prosedur yang jelas, akan lebih mudah diketahui berapa biaya yang diperlukan, waktu yang dibutuhkan, siapa saja yang terlibat, peralatan apa saja yang diperlukan serta persyaratan apa saja yang harus dipenuhi oleh pengguna jasa pelayanan. Untuk memenuhi perihal diatas dan meningkatkan efisiensi, efektifitas dan kesinambungan pelaporan Data dan Informasi Perhubungan serta memantapkan Sistem Informasi Perhubungan, diperlukan Pedoman Pembuatan Standard Operating Procedures (SOP) pada Tata Kelola Data di Lingkungan Kementerian Perhubungan sebagai salah satu komponen Tata Kelola Data Dan Informasi TUJUAN Tujuan Pengembangan dan penggunaan SOP Tata Kelola Data dan Informasi dalam suatu proses atau prosedur pengelolaan data di Kementerian Perhubungan adalah untuk meminimalisasi keragaman dari output pengelolaan data yang dihasilkan, baik dari segi pelaporan, jenis data yang dikumpulkan, hingga tata cara pengumpulan datanya. Selain itu penggunaan dan pengembangan SOP juga akan meningkatkan kualitas output dari pengelolaan data dikarenakan konsistensi dari pengimplementasian proses atau prosedur yang dilakukan di dalam Unit Kerja di setiap tingkat Wali Data. Penggunaan SOP dalam tata kelola data juga memudahkan pelaksanaan suatu proses pengelolaan data saat terjadi pergantian personil. Pelaksanaan SOP tata kelola data mengurangi peluang terjadinya perbedaan jenis pelaporan dan kesalahan persepsi antar pengelola data. Pada penggunaan data maupun informasi sebelumnya untuk melakukan evaluasi tata kelola data yang telah berjalan, SOP dapat digunakan untuk merekonstruksi proses pengelolaan data yang telah berjalan saat tidak ada referensi lain yang tersedia. PDT-PS/SOP-1 2

6 1.2. MANFAAT Manfaat teknis dari pembuatan dan penggunaan SOP Tata Kelola Data adalah sebagai berikut : 1. Menjamin adanya standarisasi kebijakan, peraturan, dan keluaran terkait tentang tata kelola data baik yang dibuat untuk intern organisasi atau unit kerja maupun dari ekstern, misalnya Undang-undang, Keputusan Presiden atau Menteri, maupun yang berupa Aturan lainnya dari institusi. 2. Menjamin adanya standarisasi pelaksanaan setiap prosedur operasional standar mengenai tata kelola data yang telah ditetapkan menjadi pedoman baku. 3. Menjamin adanya standarisasi untuk penggunaan dan distribusi formulir, blanko, dan dokumen dalam prosedur operasional standar pada setiap kegiatan tata kelola data. 4. Menjamin adanya standarisasi sistem administrasi (termasuk kegiatan penyimpanan arsip dan sistem dokumentasi) dari kegiatan Tata Kelola Data. Sistem administrasi menjadi jaminan adanya upaya untuk menghargai tiap transaksi dan peristiwa yang terjadi di dalam organisasi atau unit kerja. 5. Menjamin adanya standarisasi untuk kegiatan validasi data. 6. Menjamin adanya standarisasi pelaporan untuk kegiatan Tata Kelola Data. 7. Menjamin adanya standarisasi untuk kegiatan pengawasan kegiatan tata kelola data. Penerapan pengawasan Kegiatan Tata Kelola Data bukan hanya berupa validasi, tetapi juga pengimplementasian komponen pengendalian organisasi atau unit kerja secara keseluruhan. 8. Menjamin adanya standarisasi untuk pelaksanaan evaluasi dan penilaian kegiatan Tata Kelola Data dalam organisasi atau unit kerja. 9. Menjamin adanya standarisasi untuk pelayanan dan tanggapan kepada pihak luar organisasi atau unit kerja mengenai Tata Kelola Data. Standar ini yang merefleksi dari dampak SOP suatu unit kerja terhadap pihak ekstern unit kerja. SOP yang efektif memastikan bahwa semua kegiatan unit kerja dalam kegiatan Tata Kelola Data dapat berjalan pada pola yang paling ekonomis, efektif, dan efisien. 10. Menjamin adanya standarisasi untuk keterpaduan dan keterkaitan di antara prosedur Tata Kelola Data dengan prosedur operasional Tata Kelola Data lainnya di dalam konteks dan kerangka dari tujuan kegiatan Tata Kelola Data. Penyajian yang terintegrasi dalam konsep, konteks, dan terapan sangat penting untuk menghindari PDT-PS/SOP-1 3

7 terjadinya duplikasi dalam keputusan maupun tindakan dalam kegiatan Tata Kelola Data pada akhirnya menghasilkan ketidakefektifan dan ketidakefisienan unit kerja. 11. Menjamin adanya acuan yang formal bagi anggota unit kerja untuk menjalankan kewajiban di dalam prosedur operasional standar. SOP pada dasarnya disusun untuk menjadi pedoman baku bagi anggota organisasi atau unit kerja dalam menjalankan kegiatan, baik dalam mengambil keputusan maupun tindakan dalam kegiatan Tata Kelola Data. 12. Menjamin adanya acuan yang formal untuk setiap perbaikan serta pengembangan prosedur-prosedur operasional standar mengenai Tata Kelola Data di masa datang. SOP mengenai Tata Kelola Data dapat berubah serta berkembang sesuai perubahan dan perkembangan dari unit kerja dalam mengelola data. SOP mengenai Tata Kelola Data yang penyajiannya efektif akan memudahkan saat dilakukan perubahan atau perbaikan di masa yang akan datang RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari buku ini mencakup penjelasan terhadap Pedoman Pembuatan Standard Operating Procedures tentang Tata Kelola Data guna mendukung Alur Data di lingkungan Kementerian Perhubungan SISTEMATIKA PENULISAN Dalam penulisan SOP terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. SOP harus dijelaskan secara singkat, berjengjang-jenjang, dan dalam format yang mudah untuk dibaca. Informasi yang ditampilkan dalam SOP tidak boleh mengandung makna yang ambigu dan terlalu rumit. Sebaiknya tidak menggunakan kata sebutan orang ke dua seperti "anda" dalam penyusunan SOP. SOP juga sebaiknya tidak menggunakan kalimat yang bertele-tele, berlebihan dan terlalu panjang. Informasi yang ingin disampaikan harus jelas. Untuk ilustrasi prosesnya sebaiknya menggunakan diagram alur. PDT-PS/SOP-1 4

8 2. TAHAP PENYUSUNAN SOP Inti dari disusunnya buku Pedoman Pembuatan SOP tentang Tata Kelola Data ini adalah memberikan pedoman praktis bagi penyusun, pengimplementasi dan pengendali SOP di dalam unit kerja adalah tahap-tahap teknis penyusunan SOP. Tahap-tahap teknis penyusunan SOP adalah sebagai berikut: 2.1. Tahap Persiapan Tahapan ini bertujuan untuk memahami kebutuhan penyusunan atau pengembangan SOP serta menyusun alternatif tindakan yang harus dilakukan oleh unit kerja yang terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu : a. Mengetahui kebutuhan. b. Mengevaluasi dan menilai kebutuhan c. Menetapkan kebutuhan d. Menetapkan alternatif tindakan Produk dari tahapan ini adalah keputusan mengenai alternatif tindakan yang akan dilakukan Tahap Pembentukan Organisasi Tim Tahapan ini bertujuan untuk menetapkan orang atau tim dari unit kerja yang bertanggungjawab untuk melaksanakan alternative tindakan yang telah dibuat dalam tahap persiapan. Tahapan ini mencakup 5 (lima) langkah, yaitu: a. Menetapkan orang atau tim dari unit kerja yang bertugas sebagai penanggungjawap pelaksana b. Menyusun pembagian tugas pelaksanaan c. Menetapkan orang yang diberi tanggungjawab atas pelaksanaan secara garis besar. d. Menetapkan mekanisme control pekerjaan e. Membuat pedoman pembagian pekerjaan dan control pekerjaan Produk dari tahap ini adalah pedoman pembagian tugas dan control pekerjaan. PDT-PS/SOP-1 5

9 2.3. Tahap Perencanaan Tahapan ini bertujuan menyusun serta menetapkan strategi, metodologi, rencana dan program kerja yang akan digunakan oleh tim pelaksana penyusunan. Tahap ini terdiri dari 4 (empat) langkah, yaitu: a. Menyusun strategi dan metodologi kerja. b. Menyusun perencanaan kerja c. Menyusun program-program kerja rinci d. Menyusun pedoman perencanaan dan program kerja rinci Produk dari tahap ini adalah pedoman perencanaan dan program kerja rinci Tahap Penyusunan Tahapan ini bertujuan untuk melaksanakan penyusunan SOP sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Tahap ini terdiri dari 5 (lima) langkah, yaitu: a. Mengumpulkan informasi terkait dengan metode pendekatan pengumpulan yaitu dengan metode pendekatan system atau risiko kegiatan. b. Mengumpulkan informasi pelengkap, yaitu alur otorisasi, kebijakan, pihak yang terlibat, formulir, kaitan dengan prosedur lain, dank ode prosedur. c. Menetapkan metode dan teknik penulisan SOP yang dipilih. d. Melaksanakan penulisan SOP. e. Membuat draft pedoman SOP. Produk dari tahapan ini adalah draft pedoman SOP Tahap Uji Coba Tahapan ini bertujuan menerapkan SOP dalam bentuk uji coba draft pedoman SOP yang telah dibuat dalam tahap penyusunan. Tahap ini terdiri dari 6(enam) langkah yaitu: a. Merancang metodologi uji coba. b. Mempersiapkan materi uji coba. c. Menetapkan tim pelaksana uji coba. d. Mempersiapkan sarana uji coba. e. Melaksanakan uji coba. f. Menyusun laporan hasil uji coba. PDT-PS/SOP-1 6

10 Produk dari tahap ini adalah laporan hasil uji coba yang digunakan untuk melakukan penyempurnaan draft pedoman SOP Tahap Penyempurnaan Tahapan ini bertujuan menyempurnakan pedoman SOP berdasarkan laporan hasil uji coba yang dilakukan pada tahap sebelumnya. Tahap ini terdiri dari 6 (enam) langkah, yaitu: a. Mendiskusikan laporan hasil uji coba. b. Merancang dan merencanakan langkah-langkah penyempurnaan pedoman SOP c. Menyusun pembagian tugas penyempurnaan d. Melaksanakan penyempurnaan e. Melakukan uji coba terbatas dengantim atau tim penyeimbang (counterpart) atau kelompok fokus (focus group) yang dibentuk secara khusus. f. Menyusun pedoman SOP akhir (final manual) Produk dari tahap ini adalah pedoman SOP akhir (final manual atau final guidance) yang dapat digunakan sebagai pedoman standar dalam unit kerja Tahap Implementasi Tahapan ini bertujuan untuk mengimplementasikan pedoman SOP akhir secara menyeluruh dan standar dalam organisasi. Tahap ini terdiri dari 6 (enam) langkah, yaitu: a. Merancang metodologi implementasi. b. Mempersiapkan materi implementasi. c. Menetapkan tim pelaksana implementasi d. Mempersiapkan sarana implementasi. e. Melaksanakan implementasi. f. Menyusun laporan implementasi. Produk dari tahap ini adalah laporan implementasi yang akan menjadi dasar dalam melakukan tahapan pemeliharaan dan audit. PDT-PS/SOP-1 7

11 2.8. Tahap Pemeliharaan dan Audit Tahapan ini merupakan tahap akhir dari seluruh tahap-tahap teknis penyusunan SOP dan bertujuan untuk menyelenggarakan pemeliharaan dan audit atas pelaksanaan penerapan SOP dalam organisasi selama periode tertentu. Tahapan ini terdiri dari 7 (tujuh) langkah, yaitu: a. Merencanakan kegiatan pemeliharaan dan audit atas pedoman SOP yang diterapkan. b. Mempersiapkan tim pemeliharaan dan audit. c. Melaksanakan pemeliharaan dan audit. d. Membuat laporan setiap kegiatan pemeliharaan dan audit. e. Menyimpulkan temuan-temuan di dalam laporan kegiatan pemeliharaan dan audit dan menyusun perencanaan perbaikan yang diperlukan. f. Melaksanakan perbaikan sesegera mungkin bila perbaikan yang dilakukan kecil dan bersifat rutin. g. Melaksanakan tahap-tahap teknis penyusunan SOP dari awal jika perbaikan yang harus dilakukan besar dan bersifat tidak rutin. Produk dari tahap ini adalah : (i) laporan perbaikan rutin, dan (ii) laporan kebutuhan perbaikan besar atas SOP. Penyusunan SOP dalam organisasi atau uni kerja harus dilakukan melalui tahap-tahap yang sistematis berpedoman pada tahapan-tahapan teknis yang telah disajikan. Setiap tahap akan menghasilkan produk yang menjadi dasar bagi pelaksanaan tahap yang berikutnya. Tahap-tahap ini merupakan siklus yang harus dilaksanakan secara berurutan. PDT-PS/SOP-1 8

12 3. DAFTAR SOP Berikut adalah daftar Standard Operating Procedures (SOP) yang harus disediakan oleh masing-masing tingkatan Wali Data Wali data (WD) SOP Tata Kelola Data pada tingkat Wali Data harus berisi tentang : Penyediaan Data Pengelolaan Data Pendistribusian Data 3.2. Wali data Kliring (WDK) SOP Tata Kelola Data pada tingkat Wali Data Kliring harus berisi tentang : Penyebarluasan Data dan Metadata kepada: o Simpul Wali Data (SWD) o Masyarakat Pengkoordinasian dan Pengintegrasian o Pengumpulan Data o Pemeliharaan Data o Pemutakhiran Data o Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Metadata Penyusunan Tata Kerja Pengelolaan Data Sesuai Bidangnya Masing-Masing Penyiapan Bahan Penyusunan Kebijakan Teknis Di Bidang Kliring Data Pelaksanaan Pemantauan Standar Yang Telah Diberlakukan Pertukaran Dan Penyebarluasan Data dan Metadata 3.3. Simpul Wali data (SWD) SOP Tata Kelola Data pada tingkat Simpul Wali Data harus berisi tentang : Pengumpulan, Pemeliharaan dan Pemutakhiran Data Pertukaran Dan Penyebarluasan Data Penyediaan Data Yang Dapat Diakses Oleh Masyarakat Pembangunan Sistem Akses Data Yang Terintegrasi Koordinasi Antarlintas Pelaku Pengelola Data PDT-PS/SOP-1 9

13 Penyampaian Data Dan Metadata Kepada Penghubung Simpul Wali data (PSW) Penghubung Simpul Wali data (PSW) SOP Tata Kelola Data pada tingkat Penghubung Simpul Wali Data harus berisi tentang : Pembangunan Dan Pemeliharaan Sistem Akses Penjagaan Keamanan Data Pemfasilitasian Pertukaran Data Dan Berbagipakai Data Pembinaan Kepada WDK dan SWD Pelaksanaan Penentuan Standar Kebutuhan Data Dan Informasi Pemberian Persetujuan Data Tingkat Pusat Penyebarluasan Data kepada : o Menteri o Publik Pelaksanaan Proses Integrasi Data Kedalam Data Warehouse Kegiatan Analisa Data PDT-PS/SOP-1 10

14 Lampiran 1. Format SOP Tata Kelola Data pada tingkat Wali Data STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs) TATA KELOLA DATA PADA TINGKAT WALI DATA (SOP-TKD/WD-1) Juni, 2013 Oleh [Unit Kerja Tingkat Wali Data] Disetujui : (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Kepala [Unit Kerja Tingkat Wali Data Kliring] (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Kepala [Unit Kerja Tingkat Wali Data] (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Koordinator Pengelola Data [Unit Kerja Tingkat Wali Data] PDT-PS/SOP-1 11

15 SOP-TKD/WD-1 Page 2 of 5 DAFTAR ISI A. Ruang Lingkup... 3 B. Ringkasan Metode... 3 C. Kualifikasi Personil... 3 D. Prosedur... 4 E. Sistem Pelaporan... 5 F. Referensi... 5 PDT-PS/SOP-1 12

16 SOP-TKD/WD-1 Page 3 of 5 A. RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari penulisan SOP ini mencakup kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan selaku Wali Data. Kegiatan tersebut meliputi penyediaan data, pengelolaan data, dan Pendistribusian Data. B. RINGKASAN METODE SOP ini meliputi tiga kegiatan yaitu penyediaan data, pengelolaan data, dan pendistribusian data. Penyediaan data yang dilakukan oleh Wali Data meliputi mencari ketersediaan data yang wajib untuk disediakan oleh unit wali data dan menyiapkan metadata dari setiap data yang disediakan. Data yang wajib disediakan oleh unit tingkat wali data adalah data pemerintahan, data pembangunan, data pengusahaan, data operasional dan data sektor lain yang terkait. Pengelolaan data yang harus dilakukan oleh unit tingkat wali data adalah tata cara pengumpulan data, pemeliharaan data, data pemanggilan data dan pengarsipan data. Data yang telah dikumpulkan pada tahap penyediaan data akan dikelola oleh unit tingkat wali data. Pendistribusian data yang dilakukan oleh unit tingkat wali data harus melalui sistem yang terintegrasi. C. KUALIFIKASI PERSONIL Setiap Unit tingkat Wali Data diwajibkan untuk memiliki personil yang akan bertugas melaksanakan kegiatan data bidang pemerintahan, bidang pembangunan, bidang pengusahaan, bidang data operasional, bidang data sektor lain yang terkait. Personil tersebut diusulkan dalam Prosedur Tetap Pengajuan Menjadi Wali Data Pada Setiap Jenjang. PDT-PS/SOP-1 13

17 SOP-TKD/WD-1 Page 4 of 5 D. PROSEDUR Prosedur yang harus dilakukan unit kerja tingkat wali data adalah sebagai berikut : 1. Prosedur Penyediaan Data - Wali Data berkewajiban untuk mencari ketersediaan data yang berada dalam lingkup kerjanya. Data yang harus disediakan adalah data pemerintahan, data pembangunan, data pengusahaan, data operasional dan data sektor lain yang terkait. - Wali Data memiliki keharusan untuk menyiapkan metadata dari setiap data yang disediakan. 2. Prosedur Pengelolaan Data - Wali Data berkewajiban untuk melakukan pengumpulan data yang berada dalam lingkup kerjanya. - Wali Data berkewajiban untuk melakukan pemeliharaan data yang berada dalam lingkup kerjanya. - Wali Data berkewajiban untuk melakukan pemutakhiran data yang berada dalam lingkup kerjanya. - Wali Data berkewajiban untuk melakukan pengarsipan data yang berada dalam lingkup kerjanya. - Semua kegiatan prosedur pengelolaan data yang dilakukan oleh unit tingkat wali data harus sudah menggunakan sistem terkomputerisasi. 3. Prosedur Pendistribusian Data - Wali Data berkewajiban untuk mendistribusikan data kepada Wali Data kliring yang berada diatasnya. - Setiap kegiatan pendistribusian kepada walidata kliring, harus dilaporkan dan pelaporannya diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali data - Kegiatan pendistribusian data dilakukan pada akhir minggu pertama setiap bulannya. PDT-PS/SOP-1 14

18 SOP-TKD/WD-1 Page 5 of 5 E. SISTEM PELAPORAN Setiap kegiatan tata kelola data yang dilakukan oleh unit tingkat Wali Data harus dilaporkan kepada Wali Data Kliring dan pelaporannya diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali data. F. REFERENSI - PM 88 TAHUN 2011 Tentang Alur Data dan Informasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. PDT-PS/SOP-1 15

19 Lampiran 2. Format SOP Tata Kelola Data pada tingkat Wali Data Kliring STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs) TATA KELOLA DATA PADA TINGKAT WALI DATA KLIRING (SOP-TKD/WDK-1) Juni, 2013 Oleh [Unit Kerja Tingkat Wali Data Kliring] Disetujui : (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Kepala [Unit Kerja Tingkat Simpul Wali Data] (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Kepala [Unit Kerja Tingkat Wali Data Kliring] (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Koordinator Pengelola Data [Unit Kerja Tingkat Wali Data Kliring] PDT-PS/SOP-1 16

20 SOP-TKD/WDK-1 Page 2 of 6 DAFTAR ISI A. Ruang Lingkup... 3 B. Ringkasan Metode... 3 C. Kualifikasi Personil... 3 D. Prosedur... 4 E. Sistem Pelaporan... 6 F. Referensi... 6 PDT-PS/SOP-1 17

21 SOP-TKD/WDK-1 Page 3 of 6 A. RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari penulisan SOP ini mencakup kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan selaku Wali Data Kliring. Kegiatan tersebut meliputi Penyebarluasan metadata dan data kepada Simpul Wali Data dan masyarakat, Pengkoordinasian dan pengintegrasian kegiatan pengumpulan, pemeliharaan, dan pemutakhiran data serta hasil pelaksanaan kegiatan pembangunan metadata dari setiap unit di lingkungannya, Penyusunan Tata Kerja pengelolaan data sesuai bidangnya masing-masing beserta pendukungnya, Pelakasanaan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang Kliring Data, Pelaksanaan pemantauan standar yang telah diberlakukan pada unitnya serta kebutuhan masyarakat pengguna data, Pelaksanakan pertukaran dan penyebarluasan data dan metadata. B. RINGKASAN METODE SOP ini meliputi enam kegiatan yang harus dilakukan oleh Wali Data Kliring. Kegiatan pertama adalah penyebarluasan data dan metadata kepada Simpul Wali Data dan Masyarakat. Kegiatan kedua adalah melakukan pengkoordinasian dan pengintegrasian untuk unit kerja tingkat Wali Data yang berada di bawah koordinasinya. Kegiatan ketiga adalah penyusunan tata kerja pengelolaan data sesuai bidangnya masing-masing. Kegiatan ke empat adalah melakukan penyiapan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kliring data. Kegiatan kelima adalah pelaksanaan pemantauan standar yang telah diberlakukan. Kegiatan ke enam adalah melaksanakan penukaran dan penyebarluasan data dan metadata. C. KUALIFIKASI PERSONIL Setiap Unit tingkat Wali Data Kliring diwajibkan untuk memiliki personil yang akan bertugas melaksanakan kegiatan data bidang pemerintahan, bidang pembangunan, bidang pengusahaan, bidang data operasional, bidang data sektor lain yang terkait. Personil tersebut diusulkan dalam Prosedur Tetap Pengajuan Menjadi Wali Data Pada Setiap Jenjang. PDT-PS/SOP-1 18

22 SOP-TKD/WDK-1 Page 4 of 6 D. PROSEDUR Prosedur yang harus dilakukan unit kerja tingkat wali data kliring adalah sebagai berikut : 1. Penyebarluasan Data dan Metadata - Wali Data Kliring berkewajiban untuk mencari ketersediaan data yang berada dalam lingkup kerjanya. Data yang harus disediakan adalah data pemerintahan, data pembangunan, data pengusahaan, data operasional dan data sektor lain yang terkait. - Wali Data Kliring memiliki keharusan untuk menyiapkan metadata dari setiap data yang disediakan. - Wali Data Kliring memiliki tugas untuk melakukan penyebarluasan data dan metadata baik untuk data dan metadata yang ada di unit kerjanya, juga unit kerja tingkat wali data yang berada di bawah koordinasinya. - Wali Data Kliring melakukan penyebarluasan data dan metadata kepada Simpul Wali Data, lalu diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali Data. - Wali Data Kliring melakukan klasifikasi data yang akan disebarluaskan kepada masyarakat sebelum melakukan penyebarluasan data dan metadata kepada masyarakat. Hasil klasifikasi data yang dilakukan diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali Data. 2. Pengkoordasian dan Pengintegrasian Data - Wali Data Kliring berkewajiban untuk melakukan pengumpulan data yang berada dalam lingkup kerjanya serta unit tingkat kerja Wali Data yang berada dibawah koordinasinya. PDT-PS/SOP-1 19

23 SOP-TKD/WDK-1 Page 5 of 6 - Wali Data Kliring berkewajiban untuk melakukan pemeliharaan data yang berada dalam lingkup kerjanya serta unit kerja tingkat Wali Data yang berada dibawah koordinasinya. - Wali Data Kliring berkewajiban untuk melakukan pemutakhiran data yang berada dalam lingkup kerjanya kerjanya serta unit kerja tingkat Wali Data yang berada dibawah koordinasinya. - Wali Data Kliring memiliki tugas untuk membuat laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Metadata. 3. Penyusunan Tata Kerja Pengelolaan Data Sesuai Bidangnya Masing - Masing - Wali Data Kliring berkewajiban untuk menyusun tata kerja pengelolaan data sesuai bidangnya masing-masing yang didasarkan kepada data yang dikelolanya dan unit kerja tingkat wali data yang berada di bawah koordinasinya. - Tata Kerja Pengelolaan Data yang dibuat harus diberitahukan kepada unit kerja tingkat Wali Data dan Simpul Wali Data, serta diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali Data. 4. Penyiapan Bahan Penyusunan Kebijakan Teknis di Bidang Kliring Data. - Wali Data Kliring berkewajiban untuk menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kliring data yang didasarkan kepada data yang dikelolanya dan unit kerja tingkat wali data yang berada di bawah koordinasinya. - Bahan Penyusunan Kebijakan Teknis di Bidang Kliring Data yang dibuat harus diberitahukan kepada unit kerja tingkat Wali Data dan Simpul Wali Data, serta diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali Data. 5. Pelaksanaan Pemantauan Standar Yang Telah Diberlakukan. - Wali Data Kliring berkewajiban untuk melaksanakan pemantauan standar berdasarkan bahan penyusunan kebijakan teknis di bidang kliring data yang telah dibuat. PDT-PS/SOP-1 20

24 SOP-TKD/WDK-1 Page 6 of 6 - Hasil pemantauan standar yang telah dilakukan akan dilaporkan kepada Simpul Wali Data dan diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali Data. 6. Pertukaran dan Penyebarluasan Data dan Metadata. - Wali Data Kliring bertugas untuk melakukan pertukaran dan penyebarluasan Data dan Metadata yang dikumpulkan dari unit kerjanya dan unit kerja tingkat Wali Data. - Pertukaran dan penyebaran data dan metadata harus dilakukan menggunakan sistem yang terintegrasi. - Pertukaran dan penyebaran data dan metadata harus dilakukan selambatlambatnya pada minggu ke dua disetiap bulannya. E. SISTEM PELAPORAN Setiap kegiatan tata kelola data yang dilakukan oleh unit tingkat Wali Data Kliring harus dilaporkan kepada Simpul Wali Data dan pelaporannya diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali data. F. REFERENSI - PM 88 TAHUN 2011 Tentang Alur Data dan Informasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. PDT-PS/SOP-1 21

25 Lampiran 3. Format SOP Tata Kelola Data pada tingkat Simpul Wali Data STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs) TATA KELOLA DATA PADA TINGKAT SIMPUL WALI DATA (SOP-TKD/SWD-1) Juni, 2013 Oleh [Unit Kerja Tingkat Simpul Wali Data] Disetujui : (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Kepala [Unit Kerja Tingkat Penghubung Simpul Wali Data] (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Kepala [Unit Kerja Tingkat Simpul Wali Data] (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Koordinator Pengelola Data [Unit Kerja Tingkat Simpul Wali Data] PDT-PS/SOP-1 22

26 SOP-TKD/SWD-1 Page 2 of 5 DAFTAR ISI A. Ruang Lingkup... 3 B. Ringkasan Metode... 3 C. Kualifikasi Personil... 3 D. Prosedur... 4 E. Sistem Pelaporan... 5 F. Referensi... 5 PDT-PS/SOP-1 23

27 SOP-TKD/SWD-1 Page 3 of 5 A. RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari penulisan SOP ini mencakup kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan selaku Simpul Wali Data. Kegiatan tersebut meliputi pengumpulan, pemeliharaan dan pemutakhiran data; pertukaran dan penyebarluasan data sesuai dengan bidangnya; penyediaan data yang dapat diakses oleh masyarakat sesuai dengan peraturan perundangan; membangun sistem akses data yang terintegrasi dengan Sistem Pengelolaan Data Kementerian Perhubungan; koordinasi antarlintas pelaku pengelola data di bidangnya; dan menyampaikan data maupun metadata serta merupakan unit yang melaksanakan kegiatan operasi, administrasi, pelayanan transportasi yang membawahi wali data atau berdiri sendiri. B. RINGKASAN METODE SOP ini meliputi enam kegiatan yang harus dilakukan oleh Simpul Wali Data. Kegiatan pertama adalah pengumpulan, pemeliharaan dan pemutakhiran data untuk unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada di bawah koordinasinya.. Kegiatan kedua adalah melakukan pertukaran dan penyebarluasan data. Kegiatan ketiga adalah penyediaan data yang dapat diakses oleh masyarakat. Kegiatan ke empat adalah pembangunan sistem akses data yang terintegrasi. Kegiatan kelima adalah melaksanakan koordinasi antarlintas pelaku pengelola data. Kegiatan ke enam adalah penyampaian data dan metadata kepada penghubung Simpul Wali Data. C. KUALIFIKASI PERSONIL Setiap Unit tingkat Simpul Wali Data diwajibkan untuk memiliki personil yang akan bertugas melaksanakan kegiatan data bidang pemerintahan, bidang pembangunan, bidang pengusahaan, bidang data operasional, bidang data sektor lain yang terkait. Personil tersebut diusulkan dalam Prosedur Tetap Pengajuan Menjadi Wali Data Pada Setiap Jenjang. PDT-PS/SOP-1 24

28 SOP-TKD/SWD-1 Page 4 of 5 D. PROSEDUR Prosedur yang harus dilakukan unit kerja tingkat Simpul wali data adalah sebagai berikut : 1. Pengumpulan, Pemeliharaan dan Pemutakhiran Data - Simpul Wali Data berkewajiban untuk melakukan pengumpulan data yang berada di unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya. - Simpul Wali Data berkewajiban untuk melakukan pemeliharaan data yang telah dikumpulkan dari unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya. - Simpul Wali Data berkewajiban untuk melakukan pemutakhiran data yang berada di unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya. - Simpul Wali Data memiliki tugas untuk membuat laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pengumpulan, Pemeliharaan dan Pemutakhiran Data. 2. Pertukaran dan Penyebarluasan Data - Simpul Wali Data berkewajiban untuk melakukan pertukaran data yang berada unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya kepada pihak lain yang membutuhkan. - Simpul Wali Data berkewajiban untuk melakukan pertukaran data yang berada unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya.kepada pihak lain yang membutuhkan. 3. Penyediaan data yang dapat diakses oleh Masyarakat - Simpul Wali Data bertugas untuk melakukan klasifikasi terhadap data yang telah dikumpulkan dari unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya untuk selanjutnya disebarluaskan kepada masyarakat. Hasil klasifikasi data yang dilakukan diteruskan kepada Penghubung Simpul Wali Data. - Simpul Wali Data berkewajiban untuk membangun sistem untuk penyebarluasan data yang dapat diakses oleh masyarakat. PDT-PS/SOP-1 25

29 SOP-TKD/SWD-1 Page 5 of 5 4. Pembangunan Sistem Akses Data yang terintegrasi. - Simpul Wali Data berkewajiban untuk membangun sistem akses data yang terintegrasi dengan sistem data yang yang dibentuk oleh unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring. - Sistem Akses Data yang dibangun selanjutnya akan digunakan untuk pelaporan dan penyebarluasan data kepada Penghubung Simpul Wali Data. 5. Koordinasi Antarlintas Pelaku Pengelola Data - Simpul Wali Data berkewajiban melakukan koordinasi terhadap unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya 6. Penyampaian Data dan Metadata kepada Penghubung Simpul Wali Data - Simpul Wali Data berkewajiban untuk menyampaikan data dan metadata yang berada pada unit kerja tingkat Wali Data dan Wali Data Kliring yang berada dibawah koordinasinya kepada Penghubung Simpul Wali Data. E. SISTEM PELAPORAN Setiap kegiatan tata kelola data yang dilakukan oleh unit tingkat Simpul Wali Data harus dilaporkan kepada Penghubung Simpul Wali Data melalui sistem yang terintegrasi. F. REFERENSI - PM 88 TAHUN 2011 Tentang Alur Data dan Informasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. PDT-PS/SOP-1 26

30 Lampiran 4. Format SOP Tata Kelola Data pada tingkat Penghubung Simpul Wali Data STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOPs) TATA KELOLA DATA PADA TINGKAT SIMPUL WALI DATA (SOP-TKD/PSW-1) Juni, 2013 Oleh [Unit Kerja Tingkat Penghubung Simpul Wali Data] Disetujui : (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Kepala [Unit Kerja Tingkat Penghubung Simpul Wali Data] (Tanda tangan dan Tanggal Penandatanganan) Koordinator Pengelola Data [Unit Kerja Tingkat Simpul Wali Data] PDT-PS/SOP-1 27

31 SOP-TKD/PSW-1 Page 2 of 5 DAFTAR ISI A. Ruang Lingkup... 3 B. Ringkasan Metode... 3 C. Kualifikasi Personil... 3 D. Prosedur... 4 E. Sistem Pelaporan... 5 F. Referensi... 5 PDT-PS/SOP-1 28

32 SOP-TKD/PSW-1 Page 3 of 5 A. RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari penulisan SOP ini mencakup kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan selaku Penghubung Simpul Wali Data. Kegiatan tersebut meliputi membangun sistem akses, memfasilitasi pertukaran data, memelihara sistem akses, dan melakukan pembinaan kepada WDK dan SWD serta melaksanakan penentuan standar kebutuhan data dan informasi serta persetujuan tingkat pusat yang selanjutnya disebarluaskan untuk kebutuhan Menteri dan Publik, termasuk Penjagaan Keamanan Data, Berbagi Pakai Data, dan Proses Integrasi Data ke dalam Data Warehouse serta Analisa Data. B. RINGKASAN METODE SOP ini meliputi sembilan kegiatan yang harus dilakukan oleh Penghubung Simpul Wali Data. Kegiatan pertama adalah pembangunan dan pemeliharaan sistem akses data. Kegiatan kedua adalah penjagaan keamanan data. Kegiatan ketiga adalah pemfasilitasian pertukaran data dan berbagipakai data. Kegiatan ke empat adalah pembinaan kepada WDK dan SWD. Kegiatan kelima adalah pelaksanaan penentuan standar kebutuhan data dan informasi. Kegiatan ke enam adalah pemberian persetujuan data tingkat pusat. Kegiatan ketujuh adalah penyebarluasan data kepada Menteri dan Masyarakat. Kegiatan kedelapan adalah pelaksanaan proses integrasi data ke dalam Data Warehouse. Kegiatan kesembilan adalah melakukan kegiatan analisa data. C. KUALIFIKASI PERSONIL Setiap Unit tingkat Penghubung Simpul Wali Data diwajibkan untuk memiliki personil yang akan bertugas melaksanakan kegiatan data bidang pemerintahan, bidang pembangunan, bidang pengusahaan, bidang data operasional, bidang data sektor lain yang terkait. Personil tersebut diusulkan dalam Prosedur Tetap Pengajuan Menjadi Wali Data Pada Setiap Jenjang. PDT-PS/SOP-1 29

33 SOP-TKD/PSW-1 Page 4 of 5 D. PROSEDUR Prosedur yang harus dilakukan unit kerja tingkat wali data kliring adalah sebagai berikut : 1. Pembangunan dan pemeliharaan sistem akses. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban untuk membangun dan memelihara sistem akses yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban untuk melakukan pemeliharaan terhadap sistem akses yang digunakan untuk mengumpulkan data yang telah dikumpulkan. 2. Penjagaan Keamanan Data - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban untuk menjaga keamanan sistem akses yang digunakan untuk mengumpulkan data yang telah dikumpulkan. 3. Pemfasilitasian pertukaran data dan berbagipakai data - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban untuk memfasilitasi setiap unit kerja baik tingkat Simpul Wali Data, Wali Data Kliring dan Wali Data untuk melakukan pertukaran data. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban untuk memfasilitasi setiap unit kerja baik tingkat Simpul Wali Data, Wali Data Kliring dan Wali Data untuk melakukan berbagipakai data. 4. Pembinaan terhadap WDK dan SWD - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban memberikan pembinaan kepada Wali Data Kliring dan Simpul Wali Data terkait kegiatan penyelenggaraan Alur Data dan Informasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. - Wali Data Kliring dan Simpul Wali Data berhak untuk meminta pembinaan terkait penyelenggaraan Alur Data dan Informasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. PDT-PS/SOP-1 30

34 SOP-TKD/PSW-1 Page 5 of 5 5. Pelaksanaan penentuan standar kebutuhan data dan informasi. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban melaksanakan penentuan standar kebutuhan data dan informasi yang telah disepakati di tingkat Simpul Wali Data dan Wali Data Kliring. 6. Pemberian Persetujuan Data Tingkat Pusat. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban memberikan persetujuan data tingkat pusat yang didasari atas data yang telah dikumpulkan pada tingkat Simpul Wali Data, Wali Data Kliring dan Wali Data. 7. Penyebarluasan Data kepada Menteri dan Publik. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban memberikan persetujuan data tingkat pusat yang didasari atas data yang telah dikumpulkan pada tingkat Simpul Wali Data, Wali Data Kliring dan Wali Data. 8. Pelaksanaan proses integrasi data ke dalam Data Warehouse. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban mengintegrasikan data yang telah terkumpul hingga tingkat Simpul Wali Data ke dalam Data Ware House. 9. Kegiatan Analisa Data. - Penghubung Simpul Wali Data berkewajiban melakukan kegiatan analisa data yang hasilnya dapat digunakan oleh seluruh unit kerja di setiap tingkatan wali data. - Hasil analisa data yang dilakukan oleh Penghubung Simpul Wali Data harus dapat diakses oleh unit kerja di semua tingkatan Wali Data. E. SISTEM PELAPORAN Setiap kegiatan tata kelola data yang dilakukan oleh unit tingkat Penghubung Simpul Wali Data harus dapat diketahui oleh setiap tingkatan Wali Data. F. REFERENSI - PM 88 TAHUN 2011 Tentang Alur Data dan Informasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan. PDT-PS/SOP-1 31

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 88 TAHUN 2011 TENTANG ALUR DATA DAN INFORMASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 88 TAHUN 2011 TENTANG ALUR DATA DAN INFORMASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 88 TAHUN 2011 TENTANG ALUR DATA DAN INFORMASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 88 TAHUN 2011 TENTANG ALUR DATA DAN INFORMASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 88 TAHUN 2011 TENTANG ALUR DATA DAN INFORMASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 88 TAHUN 2011 TENTANG ALUR DATA DAN INFORMASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, - 1 - SALINAN PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2017 TENTANG SATU DATA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR / PERMEN-KP/2017 TENTANG SATU DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, No.982, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENLU. SOP dan Pengelolaan Bisnis Proses. PERATURAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN BISNIS PROSES DAN STANDAR

Lebih terperinci

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publ

2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publ BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1252, 2017 BEKRAF. Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. PERATURAN KEPALA BADAN EKONOMI KREATIF NOMOR 12 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1465, 2015 BPKP. Laporan Kinerja. Pemerintah Daerah. Rencana Tindak Pengendalian Penyajian. Asistensi Penyusunan. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN

Lebih terperinci

2 2015, No Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja U

2 2015, No Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja U No.1465, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Laporan Kinerja. Pemerintah Daerah. Rencana Tindak Pengendalian Penyajian. Asistensi Penyusunan. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG AUDIT PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG AUDIT PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK -- 1 -- PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG AUDIT PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.955, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pedoman. PERATURAN KEPALA PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN

Lebih terperinci

- 1 - LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG

- 1 - LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG - 1 - LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL DAN PROSEDUR DI LEMBAGA SANDI NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.706, 2013 BADAN NARKOTIKA NASIONAL. Standar Operasional Prosedur. Penyusunan. Pedoman PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN

Lebih terperinci

2017, No Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lemba

2017, No Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lemba No.723, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNPB. Penyusunan SOP. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 02 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No 50 Tahun 2014 (Permendikbud no 50 thn 2014), Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

Lebih terperinci

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembar

2017, No Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembar No.924, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNN. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Pencabutan. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Nomor : 145/KN/2013 tentang Standard Operating Procedures (SOP) Kantor

BAB I PENDAHULUAN. Nomor : 145/KN/2013 tentang Standard Operating Procedures (SOP) Kantor BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung adalah unit Eselon III di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA : 120/Permentan/OT.140/11/2013

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA : 120/Permentan/OT.140/11/2013 5 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 120/Permentan/OT.140/11/2013 PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA DALAM NEGERI DI BIDANG PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG SATU DATA INDONESIA (VERSI 9)

RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG SATU DATA INDONESIA (VERSI 9) RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN TENTANG SATU DATA INDONESIA (VERSI 9) Forum Konsultasi Publik 18 Mei 2017 BADAN INFORMASI GEOSPASIAL 2 STRUKTUR RANCANGAN PERPRES Bab I. Bab II. Ketentuan Umum Tujuan dan Strategi

Lebih terperinci

Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008

Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008 Checklist Audit Mutu ISO 9001:2000 Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008 :2008 4. 4.1 4.1 4.1 Sistem Manajemen Mutu Persyaratan Umum Apakah organisasi menetapkan dan mendokumentasikan sistem manajemen mutu

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

WALIKOTA PROBOLINGGO

WALIKOTA PROBOLINGGO DRAFT 18 JUNI 2010 WALIKOTA PROBOLINGGO SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG SIMPUL JARINGAN DATA SPASIAL DAERAH (SJDSD) KOTA PROBOLINGGO WALIKOTA PROBOLINGGO, Menimbang :

Lebih terperinci

WALIKOTA PROBOLINGGO

WALIKOTA PROBOLINGGO WALIKOTA PROBOLINGGO SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

NOMOR: 1 7/PER/BP-BRR/IV /2006 TENTANG

NOMOR: 1 7/PER/BP-BRR/IV /2006 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN PELAKSANA BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM DAN KEPULAUAN NIAS PROVINSI SUMATERA UTARA NOMOR: 1 7/PER/BP-BRR/IV

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011 PERATURAN WALIKOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011

BERITA DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011 PERATURAN WALIKOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011 BERITA DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011 PERATURAN WALIKOTA SALATIGA NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI BADAN INVESTASI DAN PROMOSI ACEH

PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI BADAN INVESTASI DAN PROMOSI ACEH PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI BADAN INVESTASI DAN PROMOSI ACEH BADAN INVESTASI DAN PROMOSI ACEH 2015 1 DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN... 3 1.1. LATAR BELAKANG... 3 1.2. MAKSUD DAN TUJUAN...

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DI LINGKUP PEMERINTAH PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN 2008 TENTANG PELAKSANAAN E-GOVERNMENT DI INSTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN 2008 TENTANG PELAKSANAAN E-GOVERNMENT DI INSTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN 2008 TENTANG PELAKSANAAN E-GOVERNMENT DI INSTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang:

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU INTERNAL SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STIKES HARAPAN IBU JAMBI

MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU INTERNAL SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STIKES HARAPAN IBU JAMBI MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU INTERNAL SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STIKES HARAPAN IBU JAMBI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU STIKES HARAPAN IBU JAMBI TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU STIKES HI JAMBI VISI Menjadi

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG DAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG DAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DAN PERATURAN MENTERI

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Fungsi dan Manfaat Sistem Informasi Akuntansi. Akuntansi sebagai sistem informasi ekonomi dan keuangan mampu

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Fungsi dan Manfaat Sistem Informasi Akuntansi. Akuntansi sebagai sistem informasi ekonomi dan keuangan mampu BAB II LANDASAN TEORITIS A. Teori-teori 1. Pengertian Fungsi dan Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi sebagai sistem informasi ekonomi dan keuangan mampu memberikan yang bermanfaat bagi para pemakainya.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG SINKRONISASI PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PEMBANGUNAN NASIONAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG SINKRONISASI PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PEMBANGUNAN NASIONAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG SINKRONISASI PROSES PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PEMBANGUNAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT - 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT - 2 - PEDOMAN STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sekarang ini, telah

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sekarang ini, telah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sekarang ini, telah membawa pengaruh yang besar dalam dunia bisnis dan industri. Dalam organisasi bisnis modern sekarang

Lebih terperinci

TAHAPAN PENYUSUNAN SOP

TAHAPAN PENYUSUNAN SOP 11 LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 3 TAHUN 2013 TANGGAL 18 APRIL 2013 TAHAPAN PENYUSUNAN SOP Tahapan penyusunan SOP meliputi: 1. Persiapan a. Membentuk Tim dan kelengkapannya 1) Tim terdiri dari

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2015 TENTANG DATA POKOK PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2015 TENTANG DATA POKOK PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 79 TAHUN 2015 TENTANG DATA POKOK PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Penyusunan Job Description dan SOP Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan. Departemen Perhubungan

Penyusunan Job Description dan SOP Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan. Departemen Perhubungan Penyusunan Job Description dan SOP Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Departemen Perhubungan Tegal, 29 September 2015 Daftar isi Pendahuluan Sekilas GMPJ Ruang lingkup kegiatan Keluaran Pendekatan

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL

MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL POLITEKNIK LP3I JAKARTA TAHUN 2016 ii iii DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv Bab I Penjelasan Umum... 2 A. Definisi dan

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 477 TAHUN 2014 TENTANG

SURAT KEPUTUSAN KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 477 TAHUN 2014 TENTANG SURAT KEPUTUSAN KEPALA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PROBOLINGGO NOMOR : 477 TAHUN 2014 TENTANG PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI (PPID) KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PROBOLINGGO KEPALA

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Membuat dan Merealisasikan Rancangan Pencahayaan

JUDUL UNIT : Membuat dan Merealisasikan Rancangan Pencahayaan KODE UNIT : TIK.MM02.017.01 JUDUL UNIT : Membuat dan Merealisasikan Rancangan Pencahayaan DESKRIPSI UNIT : Unit ini mendeskripsikan tentang kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan proses

Lebih terperinci

2017, No Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Pere

2017, No Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Pere LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.105, 2017 PEMERINTAHAN. Pembangunan. Nasional. Perencanaan. Penganggaran. Sinkronisasi. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6056) PERATURAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 50 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN DAN PENERAPAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) DALAM MANAJEMEN PERKANTORAN. Oleh : ZARKANI, S.Ag, MAP Widyaiswara Muda.

PERKEMBANGAN DAN PENERAPAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) DALAM MANAJEMEN PERKANTORAN. Oleh : ZARKANI, S.Ag, MAP Widyaiswara Muda. PERKEMBANGAN DAN PENERAPAN SOP (STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR) DALAM MANAJEMEN PERKANTORAN Oleh : ZARKANI, S.Ag, MAP Widyaiswara Muda ABSTRAK SOP (Standar Operasional Prosedur) mempunyai padanan kata, yaitu

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2011 NOMOR 2 SERI E PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BOGOR DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa situasi lingkungan eksternal dan internal perbankan mengalami

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG KEPUTUSAN

KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 351 TAHUN 2011 TENTANG PEJABAT PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN PERATURAN MENTERI

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 N

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 N BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 157, 2017 KEMENDAGRI. Pelayanan Informasi dan Dokumentasi. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 88 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan http://www.djpp.depkumham.go.id Teks tidak dalam format asli. LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 46, 2005 APBN. Pajak. Pnbp. Pemeriksaan (Penjelasan

Lebih terperinci

BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 23 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 16 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI TANGGAL : 12 SEPTEMBER 2011 NOMOR : 16 TAHUN 2011 TENTANG : PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

L A P O R A N K I N E R J A

L A P O R A N K I N E R J A L A P O R A N K I N E R J A 2 0 1 4 A s i s t e n D e p u t i B i d a n g P e m b e r d a y a a n M a s y a r a k a t Deputi Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabinet Republik Indonesia 2014 K a

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG

PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG, Menimbang

Lebih terperinci

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba

2 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tamba BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.491, 2015 KEMENKOMINFO. Akuntabilitas Kinerja. Pemerintah. Sistem. Penyelenggaraan. Pedoman. PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13

Lebih terperinci

2013, No BAB I PENDAHULUAN

2013, No BAB I PENDAHULUAN 6 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13/PERMEN-KP/2013 TENTANG PEDOMAN UMUM PENGUMPULAN DATA KINERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 132/PMK.01/2012 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 132/PMK.01/2012 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 132/PMK.01/2012 TENTANG PEDOMAN LAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

2012, No

2012, No 2012, No.1211 4 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

MANNA, 04 DESEMBER 2014

MANNA, 04 DESEMBER 2014 KAJIAN KEBUTUHAN PENYUSUNANN DAN PENERAPAN S O P DAN SP DILINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BENGKULU SELATAN Disusun Oleh : NOPIAN ANDUSTI, SE.MSP SAB BIDANG EKONOMI DAN KEUANGAN Disampaikan Kepada

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotis

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotis BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.88. 2016 KEMENLH-KEHUTANAN. Pengawasan Intern. Penyelenggaraan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.83/MENLHK-SETJEN/2015

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM INFORMASI KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG PANGKALAN DATA PENDIDIKAN TINGGI

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG PANGKALAN DATA PENDIDIKAN TINGGI SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG PANGKALAN DATA PENDIDIKAN

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BIDANG KERJASAMA HUMAS DAN MARKETING

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BIDANG KERJASAMA HUMAS DAN MARKETING STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR BIDANG KERJASAMA HUMAS DAN MARKETING Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 Standar

Lebih terperinci

PROPOSAL PENAWARAN APLIKASI TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK (TNDE) Untuk Instansi Pemerintah Daerah

PROPOSAL PENAWARAN APLIKASI TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK (TNDE) Untuk Instansi Pemerintah Daerah PROPOSAL PENAWARAN APLIKASI TATA NASKAH DINAS ELEKTRONIK (TNDE) Untuk Instansi Pemerintah Daerah LATAR BELAKANG Kepemerintahan yang baik (good governance), telah menjadi wacana yang paling mengemuka dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN Tentang:

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN Tentang: PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2016 Tentang: @pddikti forlap.ristekdikti.go.id Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti Kemristekdikti OUTLINE 01

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DESA JATILOR KECAMATAN GODONG PERATURAN KEPALA DESA JATILOR NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DESA JATILOR KECAMATAN GODONG PERATURAN KEPALA DESA JATILOR NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DESA JATILOR KECAMATAN GODONG PERATURAN KEPALA DESA JATILOR NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DESA JATILOR

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 52 TAHUN 2011 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 52 TAHUN 2011 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 52 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL 1 2016 BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL No.23,2016 Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. PEMERINTAHAN DAERAH.Penyusunan, Standar Operasional Prosedur, Penyelenggaraan Pemerintahan. BUPATI

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TATA PAMONG DAN PENJAMINAN MUTU

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TATA PAMONG DAN PENJAMINAN MUTU STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TATA PAMONG DAN PENJAMINAN MUTU Universitas Respati Yogyakarta Jln. Laksda Adi Sucipto KM 6.3 Depok Sleman Yogyakarta Telp : 0274-488 781 ; 489-780 Fax : 0274-489780 B A D

Lebih terperinci

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKRETARIAT JENDERAL PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 KATA PENGANTAR Berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004

Lebih terperinci

DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN

DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN DEPARTEMEN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN MANUAL PROSEDUR AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL (AMAI) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN Baru FAKULTAS

Lebih terperinci

PIAGAM AUDIT INTERNAL

PIAGAM AUDIT INTERNAL PIAGAM AUDIT INTERNAL (INTERNAL AUDIT CHARTER) PT PERTAMINA INTERNASIONAL EKSPLORASI & PRODUKSI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 3 1.1 Umum... 3 1.2 Visi, Misi, Dan Tujuan... 3 1.2.1 Visi Fungsi Audit Internal...

Lebih terperinci

Drs.H.Adang Tadjuddin,M.Si. Drs.H.ADANG TADJUDDIN,M.Si

Drs.H.Adang Tadjuddin,M.Si. Drs.H.ADANG TADJUDDIN,M.Si Drs.H.Adang Tadjuddin,M.Si Drs.H.ADANG TADJUDDIN,M.Si Pengertian Standard Operating Procedure (SOP) Penetapan tertulis mengenai aktivitas-aktivitas baku yang harus dilakukan dalam proses penyelenggaraan

Lebih terperinci

BAB III STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PPID

BAB III STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PPID BAB III STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PPID Dalam rangka pelayanan informasi yang akurat, lengkap dan tidak menyesatkan, maka setiap PPID dan PPIDP dalam lingkup SKPD perlu melakukan pengelolaan informasi

Lebih terperinci

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK

INTERNAL AUDIT CHARTER 2016 PT ELNUSA TBK 2016 PT ELNUSA TBK PIAGAM AUDIT INTERNAL (Internal Audit Charter) Internal Audit 2016 Daftar Isi Bab I PENDAHULUAN Halaman A. Pengertian 1 B. Visi,Misi, dan Strategi 1 C. Maksud dan Tujuan 3 Bab II ORGANISASI

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR

BUPATI PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR BUPATI PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR PERATURAN BUPATI PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR NOMOR TAHUN 2014 TENTANG TATA KERJA PROSEDUR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DI KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

GUBERNUR SULAWESI BARAT,

GUBERNUR SULAWESI BARAT, GUBERNUR SULAWESI BARAT PERATURAN GUBERNUR SULAWESI BARAT NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DI LINGKUP PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI BARAT

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 30 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS, TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH. menetapkann. Sistem

BUPATI BANYUMAS, TENTANG SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH. menetapkann. Sistem BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 64 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DENGAN N RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG I N S P E K T O R A T Jalan Mayor Widagdo No. 2 Telepon (0253) PANDEGLANG PIAGAM AUDIT INTERN

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG I N S P E K T O R A T Jalan Mayor Widagdo No. 2 Telepon (0253) PANDEGLANG PIAGAM AUDIT INTERN PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG I N S P E K T O R A T Jalan Mayor Widagdo No. 2 Telepon (0253) 201168 PANDEGLANG 42212 PIAGAM AUDIT INTERN 1. Audit intern adalah kegiatan yang independen dan obyektif dalam

Lebih terperinci

Standard Operating Procedure Prodi Teknik Industri. [Type the author name] [Type the company name] [Pick the date]

Standard Operating Procedure Prodi Teknik Industri. [Type the author name] [Type the company name] [Pick the date] 2010 Standard Operating Procedure Prodi Teknik Industri [Type the author name] [Type the company name] [Pick the date] Standard Operasional Prosedur (SOP) Program Studi Teknik Industri ini merupakan SOP

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG TATA KELOLA LAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG TATA KELOLA LAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 70 TAHUN 2011 TENTANG TATA KELOLA LAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 11 MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 46 2016 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG

BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG NO. 36 2011 SERI. E PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR 36 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 104 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 81 TAHUN 2011 TENTANG TATA KERJA PEJABAT PENGELOLA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR : 54 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO,

Lebih terperinci

PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero)

PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero) PIAGAM (CHARTER) AUDIT SATUAN PENGAWASAN INTERN PT VIRAMA KARYA (Persero) Jakarta, 17 Januari 2017 DAFTAR ISI Halaman A. PENDAHULUAN... 1 I. Latar Belakang... 1 II. Maksud dan Tujuan Charter Satuan Pengawasan

Lebih terperinci

2015, No c. bahwa untuk mewujudkan pengawasan tersebut dalam huruf b, diperlukan peran Inspektorat Jenderal atau nama lain yang secara fungsio

2015, No c. bahwa untuk mewujudkan pengawasan tersebut dalam huruf b, diperlukan peran Inspektorat Jenderal atau nama lain yang secara fungsio BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1728, 2015 KEMENKEU. Anggaran. Bendahara Umum Negara. Pelaksanaan. Pengawasan PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 204/PMK.09/2015 TENTANG PENGAWASAN

Lebih terperinci

BUPATI OGAN ILIR PERATURAN BUPATI OGAN ILIR NOMOR : 12 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI OGAN ILIR PERATURAN BUPATI OGAN ILIR NOMOR : 12 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI OGAN ILIR PERATURAN BUPATI OGAN ILIR NOMOR : 12 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI OGAN ILIR NOMOR 27 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA LAYANAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 126, 2014 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KESRA. Kesehatan. Sistem Informasi. Data. Pengelolaan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5542) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kelola kepemerintahan yang baik (good governance government), yaitu

BAB 1 PENDAHULUAN. kelola kepemerintahan yang baik (good governance government), yaitu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pengelolaan keuangan pemerintah daerah harus dilakukan berdasarkan tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance government), yaitu pengelolaan keuangan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem informasi akuntansi adalah suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem informasi akuntansi adalah suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi adalah suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen dan teknologi yang keterkaitannya dirancang untuk mengumpulkan dan memproses

Lebih terperinci

ADMINISTRASI PERSURATAN DAN KEARSIPAN BIMTEK PENGEMBANGAN KARIR TENAGA ADMINISTRASI SMK BOGOR, APRIL 2012

ADMINISTRASI PERSURATAN DAN KEARSIPAN BIMTEK PENGEMBANGAN KARIR TENAGA ADMINISTRASI SMK BOGOR, APRIL 2012 ADMINISTRASI PERSURATAN DAN KEARSIPAN BIMTEK PENGEMBANGAN KARIR TENAGA ADMINISTRASI SMK BOGOR, 23-25 APRIL 2012 KOMPETENSI YANG DIHARAPKAN Mampu mengadministrasikan persuratan dan kearsipan dalam rangka

Lebih terperinci

STANDAR EVALUASI DAN PELAPORAN

STANDAR EVALUASI DAN PELAPORAN STANDAR EVALUASI DAN PELAPORAN A. Latar Belakang B. Norma dan Dasar Hukum C. Definisi Global dan Detail Standar D. Maksud dan Tujuan E. Kebutuhan Sumber Daya Manusia F. Kebutuhan Sarana dan Prasarana G.

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Kerja Keras Kerja Lebih Keras Kerja Lebih Keras Lagi 1

Kata Pengantar. Kerja Keras Kerja Lebih Keras Kerja Lebih Keras Lagi 1 Kata Pengantar Reformasi birokrasi dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM pada hakikatnya adalah perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang

Lebih terperinci

-1- DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

-1- DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA, -1- PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL

Lebih terperinci

2011, No Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1

2011, No Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.300, 2011 KEMENTERIAN NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI. Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi. Pedoman. PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI NOMOR 02 /M/PER/V/2011

Lebih terperinci