ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK JASA PENGIRIMAN UNTUK PENETAPAN TARIF PENGIRIMAN PAKET INTERNASIONAL (TUJUAN JEPANG) DI PT POS INDONESIA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK JASA PENGIRIMAN UNTUK PENETAPAN TARIF PENGIRIMAN PAKET INTERNASIONAL (TUJUAN JEPANG) DI PT POS INDONESIA"

Transkripsi

1 bidang EKONOMI ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK JASA PENGIRIMAN UNTUK PENETAPAN TARIF PENGIRIMAN PAKET INTERNASIONAL (TUJUAN JEPANG) DI PT POS INDONESIA WATI ARIS ASTUTI & GYAN HERLIANA Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unikom Dalam menghitung harga pokok jasanya perusahaan tidak memperhatikan asal wilayah pos pengiriman paket, sehingga, harga pokok dan tarif yang dihasilkan sama untuk seluruh asal wilayah pos pengiriman paket dan untuk mengetahui komponen biaya yang dimasukkan kedalam perhitungan harga pokok jasa serta perhitungan harga pokok jasa pengiriman paket pos internasional. Metode yang di gunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu suatu metode yang mengolah data, menganalisis, serta menginterprestasikan dari data yang diperoleh perusahaan sehingga setiap pengiriman paket di kantor pos akan melalui empat tahapan, yaitu proses collecting, outgoing, incoming dan delivery. Dari hasil analisis diketahui bahwa perusahaan menghitung dengan menjumlahkan semua biaya yang terkait dalam proses pengiriman paket menuju Negara lain. Harga pokok jasa yang dihasilkan dari perhitungan yang dilakukan oleh perusahaan lebih besar dibandingkan dengan yang dihitung dalam penelitian, sehingga tarif yang dihasilkan pun lebih tinggi. PENDAHULUAN Hampir setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut perusahaan memerlukan perencanaan dan juga pengendalian biaya. Selain itu, Perusahaan jasa pun memerlukan informasi mengenai biaya yang berkenaan dengan suatu kegiatan untuk kebutuhan internal perusahaan. Informasi biaya tersebut berguna bagi perusahaan dalam rangka mengelola dan menyusun suatu perencanaan sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu keluaran, bahkan memberikan informasi untuk menilai kinerja bagian yang ditinjau dari efektifitas dan efisiensi biaya bagian yang bersangkutan. Informasi biaya mempunyai tiga tujuan pokok dalam mengelola sumber ekonomi perusahaan, yaitu menentukan harga pokok, pengendalian biaya dan pengambilan keputusan bagi manajemen perusahaan, umumnya kegiatan perusahaan jasa sesuai dengan permintaan para pelanggan atau konsumen. Selain biaya, baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa perlu melakukan perhitungan dan juga penentuan harga pokok produksi. Harga pokok produksi adalah biaya yang melekat pada suatu aktiva yang belum dikonsumsi atau digunakan dalam upaya merealisasi pendapatan dalam suatu periode dan akan dikonsumsi dikemudian hari, sedangkan penentuan harga pokok produksi merupakan pembebanan unsur biaya produksi terhadap produk yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Adapun tahapan dalam menentukan harga pokok produksi, yaitu: (1) pengumpulan biaya, (2) penggolongan biaya dan (3) pengalokasian biaya. Penentuan harga pokok diperusahaan jasa pengiriman barang sama halnya dengan penentuan 31

2 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana harga pokok diperusahaan manufaktur, namun dalam perhitungannya perusahaan jasa tidak melibatkan biaya bahan baku (misalnya bahan baku kayu pada perusahaan mebel). ( kutipan TA: Arlin Amelia, 2010 : 2 ). PT Pos merupakan salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak dalam bidang jasa, khususnya jasa dalam bidang jasa pengiriman. Baik pengiriman surat, wesel, maupun pengiriman paket. PT Pos Indonesia memiliki banyak layanan pengiriman paket atau barang, baik pengiriman dalam negeri maupun pengiriman internasional. Proses pengiriman internasional di PT Pos Indonesia dilakukan setiap hari kerja. Dalam proses pengirimannya terdapat beberapa tahapan, yaitu proses collecting, proses outgoing, proses incoming dan delivery. Proses collecting yaitu proses pengumpulan paket yang dilakukan di kantor pos masing-masing daerah. Proses outgoing persiapan yang dilakukan oleh pos untuk pengiriman paket-paket. Proses incoming yaitu proses kedatangan paket dari masing-masing wilayah pos. Proses delivery yaitu proses pengiriman ketujuan masingmasing wilayah pos, baik dalam negeri maupun luar negeri. Masalah yang dihadapi oleh PT Pos Indonesia saat ini adalah di dalam melakukan perhitungan harga pokok jasa pengiriman. PT Pos Indonesia didalam melakukan perhitungan harga pokok jasa pengiriman tidak menghitung berdasarkan asal wilayah pos pengiriman, misalkan saja wilayah pos V (Bandung) dan ini berdampak pada salah satu komponen biaya dalam perhitungan harga pokok jasa yaitu biaya angkutan dalam negeri. (sumber: Drs.H.Rachmat,SE; Asisten Manajer Dokument dan Museum PT Pos Indonesia) Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu analisis lebih lanjut tentang penentuan harga pokok jasa dan tarif pengiriman, sehingga penulis mengambil judul Analisis Perhitungan Harga Pokok Jasa Pengiriman Untuk Penetapan Tarif Pengiriman Paket Internasional (tujuan Jepang) Di PT POS Indonesia. KAJIAN PUSTAKA Istilah biaya Menurut Mursyidi (2008:14) menjelaskan bahwa pengertian biaya sebagai berikut : Biaya adalah sebagai suatu pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harta lainnya untuk mencapai tujuan, baik yang dapat dibebankan saat ini maupun pada saat yang akan datang. Menurut Gunadarma (2010:64) bahwa: harga pokok jasa yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu jasa. Untuk perusahaan manufaktur elemen harga pokok jasanya terdiri dari biaya operasional dan juga biaya tenaga langsung. Karena keluaran (output) yang dihasilkan antara perusahaan manufaktur dan jasa berbeda, maka penentuan harga pokoknya pun akan berbeda. Perusahaan jasa sering kali tidak mempunyai atau hanya sedikit persediaan, sehingga sistem penentuan harga pokoknya relatif sederhana. Berikut merupakan aliran biaya dalam perusahaan jasa (Blocher, Chen,Lin, 2005 : 87): Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan harga pokok jasa adalah biaya yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk jasa. Cara menghitung harga pokok jasa tersebut relatif lebih sederhana, karena dalam perusahaan jasa perhitungan harga pokok tidak atau sedikit melibatkan bahan baku. Komponen Harga Pokok Jasa Dalam overtime_pay.com yang diakses pada tanggal 30 Maret 2011, sumber pendapatan utama dari jenis usaha jasa pengiriman adalah Pendapatan Jasa Pengiriman Barang dan Pendapatan Jasa Packing Barang, dengan nama Account Pendapatannya adalah : 1. Pendapatan Jasa Pengiriman Barang 2. Pendapatan Jasa Packing Barang 32

3 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.11 No. 1 Jika ada pendapatan lain yang sifatnya adalah pendapatan utama, bisa ditambahkan juga sesuai dengan kebutuhan. Dalam contoh di atas, ada dua sumber pendapatan, maka harga pokoknya harus ada 2, yaitu : 1. Harga Pokok Jasa Pengiriman Barang 2. Harga Pokok Jasa Packing Barang Sub account dari Harga Pokok Pengiriman Barang antara lain adalah : 1. Gaji/Upah Sopir dan Kurir 2. Uang Makan Sopir 3. BBM 4. Tenaga kerja angkut 5. Service dan Maintenance Kendaraan 6. Penyusutan Kendaraan 7. dan biaya lain yang terkait langsung dengan pengiriman Barang Ada beberapa jasa pengiriman tidak melakukan pengangkutan sendiri (menggunakan jasa angkutan lain), maka biaya yang dikeluarkan untuk membayar ongkos pengiriman ini menjadi komponen harga pokok dengan nama Ongkos Angkut. Sedangkan sub account Harga Pokok Packing Barang antara lain adalah : 1. Bahan Baku Packing 2. Bahan Perlengkapan Packing 3. Tenaga Kerja Packing 4. Overhead packing lainnya Sedangkan biaya lain yang tidak terkait langsung, bisa dimasukkan ke kelompok Biaya Administrasi dan Umum. Penetapan Tarif Menurut Horngen, Foster, dan Datar (2005:76) dan diterjemahkan oleh Desi Adhariani mengatakan bahwa keputusan dalam menetapkan tarif ada dua, yaitu : 1. Price Discrimination 2. Peak-Load Pricing Penjelasan uraian mengenai penetapan tarif tersebut diatas adalah sebagai berikut : a. Price Discrimination Adalah penetapan tarif yang dibebankan kepada beberapa pelanggan lebih tinggi untuk produk atau jasa yang sama dibandingkan dengan yang dibebankan kepada pelanggan lainnya. Contoh, tarif jasa yang ditetapkan oleh pos lebih rendah dibandingkan dengan tarif jasa yang ditetapkan oleh non pos (swasta ). b. Peak-Load Pricing Adalah penetapan tarif yang dibebankan kepada konsumen merupakan harga tertinggi untuk produk atau jasa disaat permintaan melebihi batas. Contoh, tarif dalam menggunakan telepon pada saat jam sibuk akan lebih mahal jika dibandingkan dengan menggunakan telepon pada saat malam hari (bukan jam sibuk). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penetapan Tarif Menurut Horngren, Foster, dan Datar yang diterjemahkan oleh Desi Adhariani (2005:98) mengemukakan bahwa : tarif dari sebuah produk atau jasa bergantung pada permintaan dan penawaran. Tiga pengaruh atas permintaan dan penawaran adalah : a. Pesaing Tidak ada bisnis tanpa pesaing. Perusahaan harus selalu menyadari tindakan dari para pesaingnya. Pada satu sisi, produk alternatif atau produk pengganti kompetitor dapat mempengaruhi permintaan dan memaksa sebuah perusahaan untuk menurunkan harganya. Disisi lainnya, sebuah perusahaan yang tidak memiliki pesaing dapat menetapkan tarif yang lebih tinggi, sehingga perusahaan harus mampu memperkirakan biaya pesaingnya dan informasi yang berharga dalam menetapkan tarif untuk memper- 33

4 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana tahankan dan meningkatkan laba perusahaan. b. Pelanggan Pelanggan mempengaruhi tarif melalui pengaruh mereka pada permintaan atas suatu produk atau jasa. Perusahaan harus selalu menguji keputusan penentuan tarif melalui para pelanggan mereka. Harga terlalu tinggi dapat menyebabkan para pelanggan menolak produk suatu perusahaan dan memilih produk pengganti atau yang bersaing. c. Biaya Biaya mempengaruhi tarif karena biaya mempengaruhi penawaran. Makin rendah biaya produksi sebuah produk terhadap tarif yang dibayarkan pelanggan, maka makin besar kuantitas produk yang bersedia ditawarkan oleh perusahaan. Para manajer yang memahami biaya produksi, mereka menetapkan tarif produk itu menarik bagi para pelanggan yang dapat memaksimalkan penghasilan operasi perusahaan mereka. OBJEK DAN METODE PENELITIAN Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Sesuai dengan pendapat Sugiyono (2009:38) mendefinisikan objek penelitian sebagai berikut: Objek penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peniliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan tujuan tertentu mengenai suatu hal yang akan dibuktikan secara objektif untuk mendapatkan data sesuai tujuan dan kegunaan tertentu. Adapun objek penelitian yang penulis teliti adalah analisis perhitungan harga pokok jasa pengiriman untuk penetapan tarif pengiriman paket internasional (tujuan Jepang) di Kantor Pusat PT Pos Indonesia (PERSERO) Bandung. Metode Penelitian Menurut Sugiyono (2009:2) menjelaskan bahwa metode penelitian adalah sebagai berikut: Metode Penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendaptkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisifikasi masalah. Adapun pengertian dari metode deskriptif analitis menurut Sugiono (2009: 29) adalah : Metode Deskriptif adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penggunaan metode deskriptif analitis, yaitu suatu metode penelitian dengan mengungkapkan masalah yang ada di perusahaan, mengolah data, menganalisis, meneliti dan menginterprestasikan serta membuat kesimpulan dan memberi saran yang kemudian disusun pembahasannya secara sistematis sehingga masalah yang ada di perusahaan dapat dipahami. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan semua proses yang dilakukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian, maka dapat dikatakan bahwa desain penelitian merupakan semua proses penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam melaksanakan penelitian mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan dengan cara memilih, mengumpulkan 34

5 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.11 No. 1 dan menganalisis data yang diteliti pada waktu tertentu. Operasionalisasi Variable Menurut Jonathan Sarwono dan Tutty Martadiredja (2008:107), Variabel merupakan variabel yang dapat diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatu gejala yang diobservasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (independent variable) merupakan suatu variabel yang bebas dimana keberadaanya tidak dipengaruhi oleh variable yang lain, bahkan variabel ini merupakan suatu variabel yang dapat mempengaruhi variabel lain. Teknik Pengumpulan Data 1. Library Research (penelitian kepustakaan) Yaitu pengumpulan data-data dari literatur, sumber-sumber lain yang berhubungan dengan masalah, menbaca, dan mempelajari bukubuku untuk memperoleh data-data yang berkaitan. 2. Field Research (penelitian lapangan) Yaitu penulis melakukan pengamatan secara langsung ke perusahaan yang dituju yaitu dikantor Pusat PT Pos Indonesia (PERSERO) Bandung. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Aktivitas Perusahaan PT Pos Indonesian (Persero) yang dibentuk berdasarkan PP No.9 Tahun 1979 dan PP No bertujuan untuk membangun, mengembangkan, dan mengusahakan pelayanan Pos dan Giro guna mempertinggi kelancaran hubungan untuk menunjang pembangunan nasional, dengan memberikan pelayanan sebaik mungkin keseluruh wilayah Indonesia dan dalam hubungan antar bangsa. Kegiatan utama dari Pos adalah menyediakan layanan jasa kepada masyarakat, baik masyarakat yang berada di perkotaan maupun di pedesaan. Selain itu, pos juga menjual benda-benda pos seperti perangko dan materai. Layanan jasa lain yang ditawarkan oleh PT Pos Indonesia yaitu, kiriman internasional, hybrid-mail, ritel, logistik, keuangan, paket pos dan surat pos. Kiriman internasional terdiri dari express post, Express Mail Service (EMS), paket pos internasional dan wesel pos internasional. Express post adalah suatu layana pengiriman dokumen dan barang ekspres dengan jangkauan lebih dari 200 negara dengan fasilitas track & trace. Express Mail Service (EMS) merupakan layanan Premium PT Pos Indonesia (Persero) untuk pengiriman dokumen dan barang dagangan ke luar negeri. Kiriman express ke 83 negara yang masuk dalam jaringan Express Mail Service (EMS). Pengiriman maupun penerimaan dapat melakukan pelacakan kiriman secara elektronik. Paket pos internasional merupakan pelayanan pengiriman barang ke 184 negara, baik paket pos internasional udara maupun paket pos internasional laut, dan wesel pos internasional adalah layanan pengiriman uang dari dan ke 14 negara (Brunai, Hongkong, Iran, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Philipina, Qatar, Singapore, Uni Emirat Arab, Austria, Brazil, Taiwan, Thailand) dan dapat dilayanioleh seluruh kantor pos online wesel pos. Hybrid-mail/surat elektonik/ratron, adalah salah satu layanan berupa layanan pengiriman berita dan spesifikasi hybrid karena dapat diakses pengguna jasa baik melalui internet berbasis web (sedang dalam proses pembangunan) dan Short Message Service (SMS) melalui nomor 8161 (saat ini hanya untuk Telkomsel dan Indosat) yang kemudian dapat diterima oleh tujuan dalam bentuk surat maupun kartu. Ratron memiliki desain baku yang dapat digunakan untuk menyampaikan ucapan hari besar keagamaan dan hari-hari 35

6 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana istimewa lainnya, seperti; Selamat Lebaran Idul Fitri, Selamat Natal, Selamet Tahun Baru, Selamat Imlek, Galungan dan Ucapan Selamat Ulang Tahun yang diranceng sesuai kebutuhan pelanggan. Untuk pengiriman paket luar negeri, komponen biaya yang ditetapkan oleh pos internasional melalui surat KSBU Pos Internasional No 894/SBU Pos Int/0609 tanggal 29 Juni 2009, komponen-komponen biaya tersebut adalah biaya angkutan udara luar negeri, tarif ganti ongkos, air conveyance duse, biaya ADM dan security charge. Komponen Biaya Harga Pokok Jasa Di PT Pos Indonesia Berikut merupakan perhitungan komponen biaya harga pokok jasa paket pos internasional : a. Biaya Handling Kantor Pos Negara Asal Handling kantor pos Negara asal merupakan aktivitas penanganan paket yang dikirim ke Negara tujuan di kantor pos Negara asal, kegiatan handling ini meliputi collecting, outgoing, incoming, delivery dan reporting. Biaya handling kantor pos Negara asal merupakan biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan oleh perusahaan. Biaya handling kantor pos Negara asal ini meliputi aktivitas pekerja yang terlibat dalam proses pengiriman paket pos internasional. Dalam menetapkan biaya tenaga kerja langsung, perusahaan menghitung berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh setiap karyawan. Perusahaan menetapkan anggaran jumlah paket yang diterima setiap harinya yaitu sebesar 120 paket per hari. Sedangkan untuk perhitungan biaya handling kantor asal didapat dari jumlah paket pos Kg pertama dibagi dengan kurs dolar, karena tarif pengiriman pos internasional ini menggunakan mata uang USD. b. Biaya Angkutan Dalam Negeri Biaya angkutan dalam negeri dipergunakan untuk membiayai pengiriman paket dari kantor pos yang berada di masing-masing cabang kantor pos ke kantor pos pusat menuju Kantor Tukar Soekarno-Hatta. Kota Bandung merupakan kantor pos wilayah V, daerah Bandung yang masuk ke Wilayah Pos V meliputi seluruh daerah yang berada di Jawa Barat. Dalam melakukan pengiriman paket, perusahaan menggunakan jalur darat dengan kapasitas kendaraan sebesar 8 ton (8000 Kg), namun hanya digunakan sebesar 59%. Tarif per ton kendaraan adalah sebesar Rp 3,344 maka didapat tarif angkutan per Kg sebesar Rp Jarak yang ditempuh adalah 600 Km, ditambah jarak dari MPC- KTSH sejauh 80 km (40 km x 2). c. Biaya handling KTSH (Kantor Tukar Soekarno-Hatta) Biaya handling KTSH (Kantor Tukar Soekarno-Hatta) merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengirim paket tersebut ke Negara tujuan, biaya ini dikeluarkan di bandara Soekarno-Hatta. Berikut merupakan rincian dan perhitungan biaya handling KTSH (Kantor Tukar Soekarno-Hatta). Dari biaya tersebut, maka dapat diketahui biaya yang dikenakan di KTSH (Kantor Tukar Soekarno-Hatta) untuk melakukan pengiriman paket per Kg. Biaya allowance adalah biaya yang disisihkan oleh perusahaan untuk keperluan yang mungkin atau tidak mungkin terjadi. PT Pos Indonesia menetapkan biaya allowance sebesar 5 % dari jumlah biaya yang dikeluarkan didalam negeri (handling kantor asal dalam negeri, angkutan dalam negeri dan handling Kantor Tukar Soekarno-Hatta). 36

7 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.11 No. 1 d. Biaya Overhead Biaya overhead adalah biaya tidak langsung yang terdiri dari biaya selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, seperti biaya tenaga kerja langsung, biaya penyusutan dan lain-lain. Biaya overhead yang digunakan di PT Pos Indonesia berupa tarif dalam satuan persen yaitu sebesar 15% dari jumlah biaya dalam negeri dan biaya allowance yang telah dihitung. Besarnya tarif tersebut telah ditetapkan oleh perusahaan. e. Inflasi Inflasi adalah suatu proses meningkatkan harga-harga secara umum dan terus menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflansi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan atau desakan biaya. Inflasi tarikan permintaan terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga, sedangkan inflasi desakan biaya terjadi akibat meningkatnya biaya produk sehingga mengakibatkan harga produkproduk yang dihasilkan meningkat. Inflasi dapat digolongkan menjadi empat bagian, yaitu inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada dibawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%-30% setahun; inflasi berat antara 30%-100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada diatas 100% setahun. PT Pos Indonesia menetapkan besar inflasi untuk perhitungan harga pokok jasa ini adalah sebesar 8%. Dalam menetapkan nilai inflasi tersebut, perusahaan mengacu pada nilai inflasi dari tahun-tahun sebelumnya. Nilai inflasi pada perhitungan harga pokok jasa, didapat dari 8% x (jumlah biaya dalam negeri + biaya allowance + biaya overhead ). f. Biaya Angkutan Udara Luar Negeri Biaya angkutan luar negeri ini telah ditetapkan oleh pos internasional. Pos Internasional menetapkan 1 SDR = USD , jarak yang ditempuh untuk mengirim paket pos ke Negara Jepang adalah sejauh 6000 Km. Maka, biaya angkutan luar negeri per gram per satu kali jalan adalah sebesar $ g. Tarif Ganti Ongkos Tarif ganti ongkos pengiriman paket pos dengan tujuan luar negeri sepenuhnya telah ditetapkan oleh pos internasional dalam surat ketetapan Pos Internasional No 894/ SBU Pos Int/0609 tanggal 29 Juni Ganti ongkos per item pulang pergi sebesar SDR 5.75 = USD 8.99 dan ganti ongkos per Kg pulang pergi sebesar SDR 0.57 = USD Dalam perhitungan harga pokok jasa dengan tujuan Negara Jepang,tidak dikenakan biaya air conveyance duse, biaya ADM dan security charge. Ini sesuai dengan ketetapan oleh pos internasional melalui surat ketetapan Pos Internasional No 894/ SBU Pos Int/0609 tanggal 29 Juni Hasil analisis antara teori dan data yang diperoleh dari perusahaan mengenai komponen biaya yang dimasukkan kedalam perhitungan harga pokok jasa berbeda. Menurut teori Azhar Susanto (2006:24) komponen harga pokok jasa terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Sedangkan menurut data yang diperoleh dari perusahaan PT Pos Indonesia, komponen harga pokok jasa tersebut terdiri dari biaya handling, biaya angkutan dalam negeri, biaya allowance, biaya overhead, inflasi, biaya angkutan udara luar negeri, biaya tarif ganti ongkos, biaya air convey- 37

8 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana ance dues, biaya ADM, dan biaya security charge. Perbedaan komponen biaya yang dimasukkan kedalam harga pokok jasa ini berbeda dikarenakan PT Pos Indonesia telah menggunakan metode perhitungan sendiri yang telah ditetapkan sebelumnya, dimana perhitungan yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia adalah dengan menjumlahkan semua komponen-komponen yang terlibat dalam harga pokok jasa tersebut. Penetapan Tarif Pengiriman Paket Internasional Di PT Pos Indonesia Penetapan tarif pengiriman atau penetapan harga jual untuk produk atau jasa yang dihasilkan dari perusahaan yang diatur oleh pemerintah ditentukan berdasarkan biaya penuh masa yang akan datang ditambah dengan laba yang diharapkan. Perbedaan dengan penentuan harga jual normal, biaya penuh masa yang akan datang dapat dihitung dengan menggunakan salah satu pendekatan, variable costing atau full costing. Sedangkan untuk perusahaan yang diatur oleh pemerintah, biaya penuh masa yang akan datang dihitung dengan hanya menggunakan pendekatan full costing saja, karena pendekatan variable costing tidak diterima sebagai prinsip akuntansi yang lazim. Setiap kenaikan harga jual produk atau jasa yang diatur dengan peraturan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan yang ditinjau dari segi perhitungan biaya penuh yang dipakai sebagai perhitungannya dan kewajaran laba yang ditambahkan di atas biaya penuh tersebut. Hasil analisis perhitungan harga pokok jasa untuk penetapan tarif yang diperoleh dari data perusahaan dan juga dari teori telah sesuai. Menurut data perusahaan dan juga teori Horngren, Foster, dan Datar yang diterjemahkan oleh Desi Adhariani mengatakan bahwa untuk penetapan tarif, perhitungan harga pokok jasanya dapat menggunakan dua cara, yaitu dengan cara full costing atau dengan cara variable costing. Full costing adalah penetapan tarif yang memperhitungkan semua unsur biaya yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead yang bersifat variable maupun bersifat tetap. Sedangkan variable costing adalah penetapan tarif yang hanya memasukkan unsurr-unsur biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead variable. Tetapi dalam perhitungan harga pokok jasa untuk penetapan tarif ini perusahaan PT Pos Indonesia menetapkan laba yang diharapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 34 % untuk pengiriman paket pos internasional, hal ini karena PT Pos Indonesia mempertimbangkannya berdasarkan pengguna jasa (konsumen), pesaing dan biaya yang dikeluarkan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Komponen biaya yang digunakan dalam menghitung harga pokok jasa pengiriman paket internasional di PT Pos Indonesia adalah biaya handling kantor pos Negara asal (collecting, proses outgoing, proses incoming dan delivery), biaya angkutan dalam negeri, biaya handling KTSH (Kantor Tukar Soekarno-Hatta), biaya allowance, biaya overhead, inflansi, biaya angkutan udara luar negeri, dan tarif ganti ongkos. 2. Perusahaan melakukan perhitungan harga pokok jasa berdasarkan metode yang ditetapkan oleh perusahaan. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menjumlahkan semua biaya yang terkait dalam proses pengiriman paket menuju Negara Lain. Saran 1. Perusahaan sebaiknya melakukan perhitungan harga pokok jasa dengan mempertimbangkan asal wilayah pengiriman paket pos internasional tersebut. Ini dilakukan agar pembebanan biaya dapat lebih spesifik untuk masing-masing 38

9 Wati Aris Astuti & Gyan Herliana Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.11 No. 1 Wilayah Pos, terutama dalam komponen biaya angkutan dalam negeri. Harga pokok jasa yang lebih rendah berpengaruh terhadap tarif dan laba perusahaan. Maka perusahaan dapat menawarkan harga yang lebih rendah kepada konsumen untuk tujuan bersaing dengan para kompetitornya atau perusahaan dapat menaikkan tingkat laba yang diharapkan tanpa ada kenaikkan terlalu tinggi pada harga jual. 2. Untuk menentukan harga pokok jasa sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan perubahan kurs sebelumnya. Sehingga kurs rupiah terhadap dolar yang ditetapkan dalam perhitungan harga pokok tidak terlalu tinggi. Karena, dalam menentukan harga pokok jasanya perusahaan menggunakan mata uang US dolar. DAFTAR PUSTAKA Blocher, Edward J. Kung H, Chen, Thomas W, Lin Manajemen Biaya, dengan Tekanan Stratejik. Dokumen Internal PT. Pos Indonesia. Mursyidi Akuntansi Biayaconvensional costing, Just In Time, dan Activity Based Costing. Bandung: PT Refika Aditama Sejarah PT. Pos Indonesia diambil [http:// www. PT Pos Indonesia.co.id Sugiyono Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : CV. Alfabeta. Sugiyono Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Cv Alfabeta. Suherli, Michell Akuntansi Untuk Bisnis, Jasa dan Dagang. Yogyakarta : Graha Ilmu Tutty S. Martadiredja, Jonathan Sarwono Riset Bisnis. Yogyakarta : Penerbit Andi Wikipedia Corporation Factory Overhead. Tersedia di en.wikipedia.org/wiki/ factory_overhead (30 Maret 2011) Employeeissues Corporation Overtime-Pay. Tersedia di Employeeissues/Overtime_pay.com (30 Maret 2011) Gunadarma Metode Harga Pokok Pesanan dan Proses. Tersedia di agustin.staff.gunadarma.ac.id/ downloads/files/11395 (30 Maret 2011) Job Description PT. Pos Indonesia diambil [http://arsipberita.com/arsip/ sejarah-pt-pos-indonesia.html] www. Google.com J onathan Sarwono Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu 39

10 40

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Sesuai dengan pendapat Sugiyono (2009:38) mendefinisikan objek penelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Ada beberapa pengertian biaya yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya: Daljono (2011: 13) mendefinisikan Biaya adalah suatu pengorbanan sumber

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI II.1 Akuntansi Biaya II.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Terdapat beberapa pengertian akuntansi biaya yang dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain: Rayburn yang diterjemahkan oleh

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Sesuai

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Sesuai BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan suatu data. Sesuai dengan pendapat Sugiyono (2010:13) mendefinisikan objek penelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai kegiatan tertentu yang sangat kompleks. Pertumbuhan suatu badan usaha biasanya tidak lepas dari berbagai

Lebih terperinci

Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai

Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.akuntansi biaya bukan merupakan tipe akuntansi tersendiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dalam bidang percetakan semakin ketat yang. menyebabkan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya bersaing

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dalam bidang percetakan semakin ketat yang. menyebabkan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya bersaing BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Persaingan perusahaan dalam bidang percetakan semakin ketat yang menyebabkan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya bersaing agar perusahaannya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Biaya Informasi biaya sangat bermanfaat bagi manajemen perusahaan. Diantaranya adalah untuk menghitung harga pokok produksi, membantu manajemen dalam fungsi perencanaan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut. menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin meningkat.

BAB I PENDAHULUAN. membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut. menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin meningkat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi dan informasi membawa dampak yang sangat kuat dalam dunia usaha, hal tersebut menyebabkan persaingan antar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai tujuan untuk mendapatkan laba maksimum secara terus-menerus

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai tujuan untuk mendapatkan laba maksimum secara terus-menerus BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatannya mempunyai tujuan untuk mendapatkan laba maksimum secara terus-menerus demi kelangsungan hidup usahanya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam keadaan krisis ekonomi seperti sekarang ini, setiap perusahaan harus

BAB I PENDAHULUAN. Dalam keadaan krisis ekonomi seperti sekarang ini, setiap perusahaan harus BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam keadaan krisis ekonomi seperti sekarang ini, setiap perusahaan harus mempertahankan eksistensinya karena ketatnya persaingan yang terjadi diantara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Meningkatkan dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, antarbangsa dan antarnegara. mendukung kegiatan pemerintahan

BAB I PENDAHULUAN. 1. Meningkatkan dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, antarbangsa dan antarnegara. mendukung kegiatan pemerintahan BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PT Pos Indonesia (Persero) merupakan satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa pengiriman yang tujuannya adalah memudahkan masyarakat

Lebih terperinci

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA 9 BAB II TUNJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Menurut Bastian (2006:137) Biaya adalah suatu bentuk pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk mencapai tujuan entitas.

Lebih terperinci

PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP) STANDAR DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi pada PT. Sigi Multi Sejahtera Pasuruan Tahun 2011)

PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP) STANDAR DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi pada PT. Sigi Multi Sejahtera Pasuruan Tahun 2011) PENENTUAN TARIF BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP) STANDAR DALAM PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI (Studi pada PT. Sigi Multi Sejahtera Pasuruan Tahun 2011) Radinas Putri Ayuning Firdaus Ach. Husaini M. G. Wi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Biaya dan Pengklasifikasian Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi baik organisasi bisnis, non bisnis, manufaktur, dagang dan jasa. Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan manufaktur dalam melakukan produksi memerlukan pengorbanan

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan manufaktur dalam melakukan produksi memerlukan pengorbanan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan manufaktur dalam melakukan produksi memerlukan pengorbanan sumber daya untuk memproses bahan mentah atau bahan setengah jadi menjadi barang jadi.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Akuntansi Manajemen Akuntansi dapat dipandang dari dua tipe akuntansi yang ada yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Sebagai salah satu tipe informasi akuntansi manajemen

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. tepat. Hal ini disebabkan karena harga pesanan khusus berupa Plywood-CF

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. tepat. Hal ini disebabkan karena harga pesanan khusus berupa Plywood-CF 71 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1. Kesimpulan Berdasarkan penyajian dan analisis data pada bab IV dapat ditarik kesimpulan bahwa jika didasarkan pada penerapan biaya relevan, keputusan yang diambil PT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada dunia industri dewasa ini, perusahaan perusahaan dituntut untuk

BAB I PENDAHULUAN. Pada dunia industri dewasa ini, perusahaan perusahaan dituntut untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada dunia industri dewasa ini, perusahaan perusahaan dituntut untuk melakukan perubahan dan peningkatan kemampuan agar dapat bersaing dengan industri lain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Akibat dari krisis ekonomi yang menimpa Indonesia, tak sedikit pula

BAB I PENDAHULUAN. Akibat dari krisis ekonomi yang menimpa Indonesia, tak sedikit pula BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Akibat dari krisis ekonomi yang menimpa Indonesia, tak sedikit pula perusahaan lokal yang harus gulung tikar karena sudah tidak mampu lagi untuk beroperasi.

Lebih terperinci

Sistem Informasi Akuntansi Penuh dalam Penentuan Harga Jual pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan ZULIA HANUM

Sistem Informasi Akuntansi Penuh dalam Penentuan Harga Jual pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan ZULIA HANUM Sistem Informasi Akuntansi Penuh dalam Penentuan Harga Jual pada PT. Coca Cola Bottling Indonesia Medan ZULIA HANUM Jurnal Ilmiah Ekonomikawan ISSN: 1693-7600 Edisi 12 Juli 2013 ABSTRAK Tujuan dari penelitian

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Pumping Learning Center (PLC) merupakan sebuah unit usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak dalam training sumber daya manusia (puslat SDM). Kegiatannya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memiliki peranan penting bagi manajemen perusahaan agar dapat memiliki perusahaan dalam

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya 2.2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi sebagai salah satu ilmu terapan mempunyai dua tipe, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Salah satu yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini di mulai pada bulan Agustus tahun 2013. Dimana Objek dari penelitian ini adalah laporan harga pokok produksi pada PT. Tiga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada setiap perusahaan penentuan harga jual merupakan hal penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Pada setiap perusahaan penentuan harga jual merupakan hal penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada setiap perusahaan penentuan harga jual merupakan hal penting untuk mendapatkan seberapa besar laba yang diinginkan oleh perusahaan. Dalam penentuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan perusahaan umumnya ditentukan oleh kemampuan manajemen

BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan perusahaan umumnya ditentukan oleh kemampuan manajemen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan perusahaan umumnya ditentukan oleh kemampuan manajemen untuk melihat kemungkinan dan kesempatan yang akan terjadi pada masa datang. Perencanaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perekonomian sekarang ini, sebagian besar produsen tidak langsung

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perekonomian sekarang ini, sebagian besar produsen tidak langsung BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam perekonomian sekarang ini, sebagian besar produsen tidak langsung menjual barang mereka kepada pemakai akhir. Di antara produsen dan pemakai terdapat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Informasi Akuntansi Diferensial 2.1.1 Pengertian Informasi Akuntansi Diferensial Informasi diperlukan manusia untuk mengurangi ketidakpastian yang selalu menyangkut masa yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada bab ini, penulis akan menguraikan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli yang akan digunakan sebagai landasan dalam menganalisa permasalahan yang ada diperusahaan PT

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terjadinya persaingan yang ketat khususnya dalam sektor ekonomi. Perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. terjadinya persaingan yang ketat khususnya dalam sektor ekonomi. Perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kondisi perekonomian memasuki era globalisasi memiliki dampak terjadinya persaingan yang ketat khususnya dalam sektor ekonomi. Perusahaan sebagai bagian yang terpenting

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 2.1.1 Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2, dan 3 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya salah satu bagian atau unsur dari harga pokok dan juga unsur yang paling pokok dalam akuntansi biaya, untuk itu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini persaingan dalam dunia bisnis terasa semakin ketat, hal tersebut juga dapat

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini persaingan dalam dunia bisnis terasa semakin ketat, hal tersebut juga dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Saat ini persaingan dalam dunia bisnis terasa semakin ketat, hal tersebut juga dapat dirasakan di Indonesia. Kenyataan tersebut dapat kita lihat dari banyaknya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam era globalisasi, para pelaku bisnis manufaktur semakin bersaing untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam era globalisasi, para pelaku bisnis manufaktur semakin bersaing untuk 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi, para pelaku bisnis manufaktur semakin bersaing untuk memajukan perusahaannya. Persaingan tersebut menuntut pihak manajemen perusahaan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi keuangan yang membahas mengenai penentuan harga pokok produk. Akuntansi biaya secara khusus berkaitan dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya adalah suatu kegiatan yang ditunjukkan untuk menyediakan informasi biaya bagi manajemen yang merupakan alat dalam merencanakan, mengorganisir,

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Analisis profitabilitas Pelanggan, Activity Based Costing (ABC)

ABSTRAK. Kata Kunci : Analisis profitabilitas Pelanggan, Activity Based Costing (ABC) ABSTRAK Persaingan yang ketat antar produsen maupun distributor pharmasi yang terjadi saat ini, menyebabkan perusahaan dituntut untuk memperoleh laba yang maksimal dan terus meningkat. Analisis profitabilitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan banyak potensi, salah satunya adalah potensi ekonomi. Menurut Ginanjar Kartasasmita sebagai

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI

BAB II KERANGKA TEORI BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Pengertian dan Penggolongan Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya berkaitan dengan semua tipe organisasi bisnis, non-bisnis, manufaktur, eceran dan jasa. Umumnya, berbagai macam

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Biaya Penentuan biaya selalu menjadi fokus utama bagi para manajer karena melalui pembebanan biaya bagi setiap item (produk maupun jasa) yang dihasilkan membantu para manajer

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL. laba yang ingin dicapai perusahaan juga mempengaruhi kelangsungan hidup

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL. laba yang ingin dicapai perusahaan juga mempengaruhi kelangsungan hidup 14 BAB II PENENTUAN HARGA JUAL Keputusan penentuan harga jual sangat penting, karena selain mempengaruhi laba yang ingin dicapai perusahaan juga mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh negara melalui penyertaan modal secara langsung yang berasal dari kekayaan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh negara melalui penyertaan modal secara langsung yang berasal dari kekayaan BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Menurut Mahmudi (2011, 196) menyatakan bahwa badan usaha milik negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perusahaan dapat dipandang sebagai suatu sistem yang memproses masukan untuk menghasilkan keluaran. Perusahaan yang bertujuan mencari laba maupun yang tidak,

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP (Studi Kasus Pada RSB Nirmala,Kediri)

PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP (Studi Kasus Pada RSB Nirmala,Kediri) PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP (Studi Kasus Pada RSB Nirmala,Kediri) Ninik Anggraini Dosen Jurusan Akuntansi Fak. Ekonomi UNISKA Kediri ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dari definisi biaya tersebut mengandung empat unsur penting biaya yaitu: 1. Pengorbanan sumber-sumber ekonomi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dari definisi biaya tersebut mengandung empat unsur penting biaya yaitu: 1. Pengorbanan sumber-sumber ekonomi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Biaya Pengertian biaya menurut Supriyono (1999:252) adalah pengorbanan sumbersumber ekonomi yang sudah terjadi atau akan terjadi yang dinyatakan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan dalam menentukan harga pokok adalah biaya. Biaya mengandung dua pengertian, yaitu dalam beban

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN TARIF BERDASARKAN METODE WAKTU DAN BAHAN

BAB II PENENTUAN TARIF BERDASARKAN METODE WAKTU DAN BAHAN BAB II PENENTUAN TARIF BERDASARKAN METODE WAKTU DAN BAHAN 2.1 Jasa 2.1.1 Definisi Jasa Jasa adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1. Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN PERUSAHAAN

BAB III TINJAUAN PERUSAHAAN 14 BAB III TINJAUAN PERUSAHAAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan Umurn Pos merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam jajaran Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi yang benaung di bawah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dagang dan jasa, dalam bidang dagang salah satunya adalah perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. dagang dan jasa, dalam bidang dagang salah satunya adalah perusahaan Bab I, Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Selama ini perusahaan yang ada di Indonesia bergerak dalam bidang dagang dan jasa, dalam bidang dagang salah satunya adalah perusahaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan pada CV. PATT ENGINEERING yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian dilakukan pada CV. PATT ENGINEERING yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan pada CV. PATT ENGINEERING yang terletak di Jalan Raya Sempal Wadak KM. 1 Kecamatan Bululawang-Kabupaten Malang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan bagian akuntansi yang mencatat berbagai macam biaya, mengelompokkan, mengalokasikannya

Lebih terperinci

2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu:

2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu: 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan hal yang paling penting bagi manajemen perusahaan sebagai basis data biaya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Penyusunan laporan akhir ini penulis menggunakan beberapa teori sebagai acuan untuk membahas permasalahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG MASALAH. Di antara beberapa tujuan yang ingin dicapai perusahaan, pada dasarnya

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG MASALAH. Di antara beberapa tujuan yang ingin dicapai perusahaan, pada dasarnya 1 BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG MASALAH Di antara beberapa tujuan yang ingin dicapai perusahaan, pada dasarnya tujuan utama perusahaan adalah untuk mendapatkan laba dari kegiatan bisnis dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam era globalisasi dewasa ini yang ditandai dengan persaingan pelaku

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam era globalisasi dewasa ini yang ditandai dengan persaingan pelaku BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi dewasa ini yang ditandai dengan persaingan pelaku bisnis, perusahaan harus dapat bersaing agar usaha yang didirikan dapat bertahan.persaingan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN UKDW. menarik untuk dibicarakan karena dengan majunya sektor ini dapat

BAB I PENDAHULUAN UKDW. menarik untuk dibicarakan karena dengan majunya sektor ini dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara agraris yang berusaha menjadi negara maju dengan mengembangkan sektor industrinya. Asumsi ini diterapkan semenjak era presiden Soeharto

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Hansen dan Mowen (2004:40) mendefinisikan biaya sebagai:

BAB II LANDASAN TEORI. Hansen dan Mowen (2004:40) mendefinisikan biaya sebagai: BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Biaya 2.1.1 Definisi Biaya Hansen dan Mowen (2004:40) mendefinisikan biaya sebagai: Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha akhir akhir ini mengalami persaingan global yang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha akhir akhir ini mengalami persaingan global yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam dunia usaha akhir akhir ini mengalami persaingan global yang sangat ketat,dimana perusahaan tidak hanya menghadapi pesaing lokal tetapi juga pesaing internasional.

Lebih terperinci

PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI. Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si

PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI. Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si PENETAPAN HARGA POKO PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. PAYA PINANG GROUP TEBING TINGGI Sri Wangi Sitepu, S.Pd, M.Si ABSTRAK Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan

Lebih terperinci

SKRIPSI Digunakan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Pada Program Studi Akuntansi

SKRIPSI Digunakan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Pada Program Studi Akuntansi ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TRADISIONAL DAN ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PERUSAHAAN KECAP MURNI JAYA KEDIRI SKRIPSI Digunakan

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP HARGA POKOK PRODUK (Study Kasus Pada Perusahaan Galunggung Raya Blok) Oleh :

PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP HARGA POKOK PRODUK (Study Kasus Pada Perusahaan Galunggung Raya Blok) Oleh : PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP HARGA POKOK PRODUK (Study Kasus Pada Perusahaan Galunggung Raya Blok) Oleh : IRVAN NURDIANSYAH RIZAL (Jurusan Akuntansi FE Universitas Siliwangi) Tedi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Klasifikasi Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya merupakan salah satu pengeluaran yang pasti dalam suatu perusahaan, oleh karenanya, biaya sangat diperlukan dalam

Lebih terperinci

Indikator Inflasi Beberapa indeks yang sering digunakan untuk mengukur inflasi seperti;.

Indikator Inflasi Beberapa indeks yang sering digunakan untuk mengukur inflasi seperti;. Bab V INFLASI Jika kita perhatikan dan rasakan dari masa lampau sampai sekarang, harga barang barang dan jasa kebutuhan kita harganya terus menaik, dan nilai tukar uang selalu turun dibandingkan nilai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis di Indonesia saat ini sangat pesat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha kecil dan menengah (UKM) yang turut meramaikan dunia bisnis Indonesia.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia membutuhkan rakyat

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia membutuhkan rakyat BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang Penelitian Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia membutuhkan rakyat yang sehat untuk dapat belajar dan bekerja dalam rangka membangun bangsa. Agar rakyat

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN METODE COST PLUS PRICING DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK PADA PT.WONOJATI WIJOYO KEDIRI

ANALISIS PERHITUNGAN METODE COST PLUS PRICING DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK PADA PT.WONOJATI WIJOYO KEDIRI ANALISIS PERHITUNGAN METODE COST PLUS PRICING DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PRODUK PADA PT.WONOJATI WIJOYO KEDIRI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Lebih terperinci

yang bersifat variabel maupun tetap. Sedangkan pada metode variabel costing biaya produksi yang diperhitungkan hanyalah yang bersifat variabel saja. D

yang bersifat variabel maupun tetap. Sedangkan pada metode variabel costing biaya produksi yang diperhitungkan hanyalah yang bersifat variabel saja. D PENENTUAN HARGA POKOK PESANAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL TAS RANSEL PADA CV. BEBY COLLECTION Yulli Astuti (21207215) Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Gunadarma, 2011 ABSTRAK Setiap

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. tetapi juga menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Dengan adanya

I. PENDAHULUAN. tetapi juga menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Dengan adanya I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teknologi komunikasi saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat umum tetapi juga menjadi ladang bisnis yang menjanjikan. Dengan adanya perkembangan bisnis operator

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING II.1. Harga Jual Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya 2.1.1 Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya memberikan informasi biaya yang akan digunakan untuk membantu menetapkan harga pokok produksi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad (1982 : 131) bahwa metode

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN KAJIAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN KAJIAN PUSTAKA 2.1 Biaya 2.1.1 Pengertian Biaya Biaya adalah merupakan objek yang dicatat, digolongkan, diringkas dan disajikan oleh akuntansi biaya. Definisi biaya menurut Bastian Bustami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan sebagai bentuk suatu organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam menjalankan bisnisnya. Adapun tujuan perusahaan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan domestik harus mempersiapkan secara matang kinerja dan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan-perusahaan domestik harus mempersiapkan secara matang kinerja dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dalam era perdagangan bebas setiap perusahaan bersaing tidak hanya pada perusahaan domestik saja, tetapi juga pada perusahaan internasional. Oleh karena

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Table 3.1 Definisi Kelayakan Investasi. Aspek Studi Kelayakan Bisnis

BAB 3 METODE PENELITIAN. Table 3.1 Definisi Kelayakan Investasi. Aspek Studi Kelayakan Bisnis BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Penetapan Kriteria Kelayakan berikut: Penetapan kriteria optimasi dalam penelitian ini akan dijabarkan sebagai Aspek Studi Kelayakan Bisnis Aspek Pasar dan Pemasaran Aspek Sumber

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur di Indonesia Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur di Indonesia Tahun 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemilihan Judul Globalisasi bisnis, meningkatnya persaingan, dan munculnya teknologiteknologi baru telah memaksa banyak produsen untuk mengevaluasi kembali bisnis

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan memiliki visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai,

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan memiliki visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai, Bab I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap perusahaan memiliki visi, misi dan tujuan yang ingin dicapai, terutama mencapai laba yang optimal. Oleh sebab itu, manajemen harus

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pengembangan akuntansi umum. Pengembangan tersebut diadakan karena. kebutuhan informasi terhadap biaya produksi secara rinci.

BAB II LANDASAN TEORI. pengembangan akuntansi umum. Pengembangan tersebut diadakan karena. kebutuhan informasi terhadap biaya produksi secara rinci. BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Akuntansi Biaya dan Biaya 1. Pengertian Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan cabang akuntansi, yang berasal dari pengembangan akuntansi umum. Pengembangan tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ketepatan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin

BAB I PENDAHULUAN. ketepatan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pembangunan di Indonesia terus mengalami peningkatan ditandai dengan arus globalisasi di segala bidang yang membawa dampak cukup besar terhadap perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai kegiatan tertentu yang sangat kompleks. Pertumbuhan suatu badan usaha biasanya tidak lepas dari berbagai permasalahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini persaingan bisnis semakin ketat. Setiap perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini persaingan bisnis semakin ketat. Setiap perusahaan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi ini persaingan bisnis semakin ketat. Setiap perusahaan dituntut untuk mampu bersaing baik dalam hal berbisnis, penguasaan pasar, yang tentu

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Definisi Biaya 1. Pengertian Biaya Segala tindakan yang telah dipikirkan secara matang akan meminta pertimbangan antara manfaat dan pengorbanan. Begitu juga dalam sektor produksi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia usaha dalam era globalisasi ekonomi sekarang ini, telah memicu suatu persaingan yang ketat dan sengit diantara perusahaanperusahaan yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam hal penyedia lapangan. mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam hal penyedia lapangan. mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Mikro Kecil dan Menengah Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau lebih popular dengan singkatan UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam hal penyedia lapangan pekerjaan.

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya melengkapi manajemen menggunakan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu dan efisiensi serta membuat keputusan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan zaman dan pertumbuhan perekonomian cenderung

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan zaman dan pertumbuhan perekonomian cenderung BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman dan pertumbuhan perekonomian cenderung membuat kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu jasa meningkat. Sehingga mengharuskan perusahaan baik

Lebih terperinci

Penentuan Harga Pokok Kamar Hotel dengan. Metode Activity Based Costing (Studi Kasus pada Hotel Rachmad Jati Caruban) Oleh: Ratna Kusumastuti

Penentuan Harga Pokok Kamar Hotel dengan. Metode Activity Based Costing (Studi Kasus pada Hotel Rachmad Jati Caruban) Oleh: Ratna Kusumastuti Penentuan Harga Pokok Kamar Hotel dengan Metode Activity Based Costing (Studi Kasus pada Hotel Rachmad Jati Caruban) Oleh: Ratna Kusumastuti Desen Pembimbing: Prof. Gugus Irianto, SE., MSA., Ph.D., Ak

Lebih terperinci

METODE HARGA POKOK PESANAN FULL COSTING

METODE HARGA POKOK PESANAN FULL COSTING METODE HARGA POKOK PESANAN FULL COSTING 1 Pengertian Metode Harga Pokok Pesanan Metode ini digunakan oleh perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan. Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam perhitungan kos

BAB I PENDAHULUAN. Untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam perhitungan kos BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam perhitungan kos produksi, perusahaan dapat menggunakan berbagai macam cara perhitungan. Misalnya dengan menggunakan process

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan perekonomian suatu negara tidak terlepas dari berbagai faktor yang mendukungnya, yaitu salah satu faktor pendukung dalam upaya pencapaian tujuan tersebut

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam praktik bisnis, konsumen menginginkan produk yang sesuai dengan selera kebutuhan mereka, di mana produk tersebut memiliki kualitas tinggi serta harga yang terjangkau.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 8 BAB II LANDASAN TEORI Penyelesaian masalah yang diteliti dalam penelitian ini memerlukan teoriteori atau tinjauan pustaka yang dapat mendukung pengolahan data. Beberapa teori tersebut digunakan sebagai

Lebih terperinci

METODE DIRECT COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK. Nurul Badriyah,SE,MPd

METODE DIRECT COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK. Nurul Badriyah,SE,MPd METODE DIRECT COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK Nurul Badriyah,SE,MPd ABSTRAK Direct costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang

Lebih terperinci

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA Manajemen dalam menjalankan tugasnya harus mempunyai keahlian serta kemampuan untuk memanfaatkan setiap faktor produksi yang ada. Salah satu

Lebih terperinci

Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Full Costing Sebagai Dasar Penentuan Harga Jual Produksi Tahu Pas (Putra H.

Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Full Costing Sebagai Dasar Penentuan Harga Jual Produksi Tahu Pas (Putra H. Repositori STIE Ekuitas STIE Ekuitas Repository Final Assignment - Diploma 3 (D3) http://repository.ekuitas.ac.id Final Assignment of Accounting 2017-01-07 Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode

Lebih terperinci