BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7"

Transkripsi

1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 November 212 dengan alokasi waktu 2 jam pelajaran. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I menyajikan materi perubahan wujud benda dengan menggunakan metode eksperimen di kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo pada semenster 1 tahun pelajaran 212/213 mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) seperti pada lampiran 1 halaman 51 serta skenario pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Pada akhir proses pembelajaran siswa mengerjakan soal-soal post-tes tentang perubahan wujud benda. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada perubahan wujud benda maka diadakan penilaian dengan menggunakan format penilaian yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Adapun aspek-aspek yang dinilai yang menjadi indikator hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda meliputi: (1) menjelaskan proses perubahan wujud benda, (2) Menyebutkan faktor yang mempengaruhi perubahan wujud benda, (3) Menyebutkan contoh perubahan wujud benda. Pengambilan data pada pembelajaran siklus I dilakukan secara bersamasama oleh peneliti dan seorang guru sebagai pengamat. Kegiatan guru sebagai peneliti maupun kegiatan belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung diamati dengan menggunakan lembar pengamatan dan pelaksanaan post tes

2 menggunakan lembar soal post tes, lembar jawaban dan lembar hasil post tes yang telah disiapkan Tahap Observasi Awal Observasi awal ini dilakukan sebagai dasar untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda. Berdasarkan observasi awal hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Data Hasil Observasi Awal Hasil Belajar Siswa Materi Perubahan Wujud Benda Pada Siswa Kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo Kriteria Aspek Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Kurang Sekali Jumlah Siswa Persentase (%) Keterangan Tidak Jumlah Memperhatikan data pada tabel 1 nampak bahwa dari 2 siswa, hanya 7 siswa atau 35% yang tuntas pada materi perubahan wujud benda dan 13 siswa atau 65% tidak tuntas pada materi perubahan wujud benda. Secara keseluruhan data hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda di kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo dapat dilihat pada tabel berikut.

3 Tabel 2. Data Siswa Hasil Observasi Awal Hasil Belajar Siswa Materi Perubahan Wujud Benda Pada Siswa Kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo Keterangan No Nama Siswa L/P Nilai Aspek Tidak 1 Ariyanto Yadi L 77 B 2 Agus Djou L 6 C 3 Ismail Umar L 6 C 4 Rain Umar L 75 B 5 Frengki Melu L 65 C 6 Faisal Moito L 55 K 7 Yulis Kuli L 55 K 8 Rio Susanto L 5 K 9 Suleman Amri L 6 C 1 Revlin Lakoro L 55 K 11 Nirmala Modagu P 78 B 12 Srigita Yusuf P 6 C 13 Marsela Abd Hamid P 75 B 14 Misrawati P 75 B 15 Novita S. Thalib P 55 K 16 Fitriyanti Ali P 77 B 17 Fatmawati P 65 C 18 Hawaria Yasin P 6 C 19 Sri Yulianti Juna P 76 B 2 Tantri S. Bua P 6 C Jumlah 7 13 Persentasi Hasil Penelitian Siklus I a. Tahap Perencanaan Adapun yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah: 1) Menyiapkan/menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2) Menyusun Skenario pembelajaran 3) Menyiapkan media dan Lembar Kerja Siswa (LKS) 4) Menyiapkan pedoman observasi b. Tahap Pelaksanaan

4 Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7 November 211 dengan materi perubahan wujud benda. Siswa yang hadir pada saat tindakan siklus I sebanyak 2 orang siswa. Adapun tahap pelaksanaan yang dilakukan guru adalah mula-mula guru menggali pengetahuan awal siswa dengan melakukan tanya jawab melalui kegiatan apersepsi. Selanjutnya guru mengonformasikan tujuan pembelajaran yang akan dicapi siswa, guru menjelaskan materi secara singkat, guru mengorganisir siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Guru membagikan nomor kepala kepada setiap siswa dalam kelompok. Setiap siswa dibagikan tugas dalam bentuk LKS materi perubahan wujud benda, secara kelompok siswa melakukan eksperimen, guru membimbing siswa atau kelompok saat diskusi maupun eksperimen, siswa mempresentasi hasil diskusi, guru melakukan penguatanpenguatan. Selanjutnya guru dengan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan post tes. c. Tahap Pemantauan dan Evaluasi Pada tahap ini dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru, kegiatan belajar siswa, serta hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda. Pengamatan dan evaluasi terhadap pembelajaran tersebut menggunakan lembar observasi dan lembar soal post test yang telah dipersiapkan. Adapun kegiatan pembelajara siklus I diperoleh data sebagai berikut. 1 Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Siklus I

5 Kegiatan guru dalam proses pembelajaran perubahan wujud benda dilakuakn melalui metode eksperimen pada siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 212/213, diamati dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan. Aspek kegiatan guru yang dinilai terdiri dari 7 aspek. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh pengamat diperoleh data seperti diuraikan dalam tabel 1 berikut. Tabel 3: Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Pembelajaran Siklus I Kriteria Aspek Jumlah Persentase Aspek (%) Sangat baik Baik Cukup Kurang ,86 57,14 Jumlah 7 1 Memperhatikan hasil analisis data pada tabel 3 dapat diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan guru yang diamati dan dinilai, 3 aspek atau 142,86% memperoleh nilai pengamatan dengan kriteria sangat baik (B), 4 aspek atau 57,14% mencapai kriteria baik (C). Uraian lengkap mengenai data hasil observasi kegiatan guru pada pembelajaran siklus I dapat dilihat pada lampiran 3 halaman Hasil Pengamatan Kegiatan Belajar Siswa pada Siklus I Pengamatan terhadap kegiatan belajar siswa dilakukan secara individual selama pembelajaran berlangsung oleh seorang pengamat. Aspek-aspek kegiatan siswa yang diamati dan dinilai terdiri dari 7 aspek.

6 Pada tabel 4 berikut ini diuraikan dan digambarkan hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus I. Tabel 4: Hasil Pengamatan Kegiatan Belajar Siswa pada Siklus I Kriteria Aspek Jumlah Aspek Persentase (%) Sangat baik Baik Cukup Kurang ,86 57,14 Jumlah 7 1 Memperhatikan data pada tabel 4 dapat diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan siswa yang diamati 3 aspek atau 42,86% mencapai kriteria baik (B), dan 4 aspek atau 57,14% mencapai kriteria cukup (C). Uraian lengkap mengenai hasil pengamatan kegiatan siswa pada pembelajaran siklus I dapat dilihat pada lampiran 4 halaman Penilaian Hasil Belajar Siswa pada Perubahan Wujud Benda Siklus I Untuk mengukur tingkat hasil belajar siswa materi aperubahan wujud benda melalui metode eksperimen pada siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 212/213, maka pada akhir pembelajaran siklus I dilakukan post tes atau evaluasi tertulis menggunakan soal uraian sebagaimana terdapat pada lampiran 6 halaman 64. Soal tersebut terdiri dari 3 butir, di mana masing-masing butir soal diberikan skor dengan total skor maksimal 12.

7 Berdasarkan penilaian tertulis tersebut diperoleh data hasil post tes yang diuraikan pada tabel 3 berikut. Tabel 5: Hasil Penilaian Post Tes pada Siklus I Skor Tercapai Kurang dari 9 Rentang Nilai < 75 Jumlah siswa 6 Persentase (%) 3 Keterangan Tidak 9 ke atas 75 ke atas 14 7 Jumlah Memperhatikan data pada tabel 5 menyangkut hasil post tes pada pembelajaran siklus I dapat diketahui bahwa, dari 2 siswa yang dikenakan tindakan 14 orang atau 7% memperoleh nilai baik atau tuntas pada materi perubahan wujud benda, sedangkan siswa yang tidak memiliki nilai yang baik atau tidak tuntas pada materi perubahan wujud benda berjumlah 6 orang atau 3%. Uraian lengkap mengenai hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda siklus I dapat dilihat pada lampiran 7 halaman Tahap Analisas dan Refleksi Berdasarkan refleksi yang dilakukan oleh peneliti dan pengamat terhadap pengamatan kegiatan guru, pengamatan kegiatan belajar siswa dan hasil penilaian post tes yang merupakan gambaran tindakan yang dilakukan pada siklus I. Refleksi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tindakan yang dilakukan pada siklus I meningkatkan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda melalui metode eksperimen pada siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten

8 Gorontalo tahun pelajaran 212/213, sesuai indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan. Berdasarkan refleksi tersebut disimpulkan bahwa indikator keberhasilan yang ditetapkan belum tercapai. Hal ini karena beberapa aspek pembelajaran, baik menyangkut kegiatan guru melaksanakan pembelajaran maupun kegiatan belajar siswa yang belum berlangsung secara optimal, sehingga belum berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda. Dari hasil pengamatan ternyata kegiatan guru dalam pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen masih terdapat beberapa langkah yang belum dilaksanakan secara optimal yaitu: 1) Mengarahkan siswa dalam metode eksperimen 2) Membimbing melakukan eksperimen 3) Membimbing siswa berdiskusi tentang hasil eksperimen 4) Membimbing siswa menyimpulkan materi pembelajaran Dengan tidak optimalnya pelaksanaan langkah-langkah metode eksperimen dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa sehingga sebagian siswa belum tuntas pada pembelajaran perubahan wujud benda. Adapun kegiatan belajar siswa yang belum optimal pada siklus I yaitu: 1) Kerjasama dalam melakukan eksperimen 2) Menjawab pertanyaan-pertanyaan 3) Melakukan proses eksperimen sesuai dengan perintah dalam LKS 4) Ketelitian dalam melakukan eksperimen

9 Memperhatikan temuan temuan yang ada maka tindakan yang telah dilakukan pada siklus I belum mencapai hasil yang ditetapkan pada indikator keberhasilan yaitu minimal meningkat 1 orang siswa atau 5% dari 7 orang atau 35% menjadi 17 orang siswa atau 85% dari 2 orang siswa yang dikenai tindakan memiliki hasil belajar yang baik pada materi perubahan wujud benda. Dengan demikian peneliti dan pengamat sepakat untuk melanjutkan tindakan pembelajaran ke siklus II Deskripsi Data Hasil Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II Tindakan siklus II dilaksanakan pada Rabu tanggal 14 November 212. Siklus II yang akan dilaksanakan untuk menyempurnakan tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. Tindakan ini memperhatikan hubungan antara kegiatan guru dalam pembelajaran dengan kegiatan belajar siswa sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda. Hubungan antara kegiatan guru dalam pembelajaran dengan kegiatan belajar siswa tidak lepas dari metode eksperimen yang telah dipilih memiliki kelebihan dan kelemahan. Sehubungan dengan kelebihan dari metode pembelajaran ini akan dioptimalkan pelaksanaannya, sedangkan kelemahan metode pembelajaraan ini akan akan dikurangi pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda. Proses pembelajaran siklus II dilaksanakan dengan mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagaimana terdapat pada lampiran 8 halaman 67.

10 4.1.5 Hasil Pelaksanaan Penelitian Siklus II a. Tahap Perencanaan Adapun yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah: 1. Menyiapkan/menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2. Menyusun Skenario pembelajaran 3. Menyiapkan media dan Lembar Kerja Siswa (LKS) 4. Menyiapkan pedoman observasi b. Tahap Pelaksanaan Penelitian tindakan kelas ini siklus II dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 November 212, dengan mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disusun sebelumnya sebagaimana terlampir pada lampiran 8 halaman 67. Siswa yang hadir pada saat tindakan siklus II sebanyak 2 orang siswa. Adapun tahap pelaksanaan yang dilakukan guru adalah mula-mula guru menggali pengetahuan awal siswa dengan melakukan tanya jawab melalui kegiatan apersepsi. Selanjutnya guru mengonformasikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa, guru menjelaskan materi secara singkat, guru mengorganisir siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap siswa dibagikan tugas dalam bentuk LKS materi perubahan wujud benda, secara kelompok siswa melakukan eksperimen, guru lebih mengoptimalkan pembimbingan siswa baik secara perorangan maupun kelompok saat diskusi maupun eksperimen, siswa mempresentasi hasil diskusi, guru melakukan penguatan-penguatan. Selanjutnya guru dengan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Pada akhir pembelajaran siswa mengerjakan post tes.

11 c. Tahap Pemantauan dan Evaluasi Pada tahap ini dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru, kegiatan belajar siswa, serta hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda. Pengamatan dan evaluasi terhadap pembelajaran tersebut menggunakan lembar observasi dan lembar soal post test yang telah dipersiapkan. Adapun kegiatan pembelajara siklus II diperoleh data sebagai berikut. 1. Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Siklus II Kegiatan guru dalam proses pembelajaran siklus II diamati dan dinilai dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan. Aspek kegiatan guru yang diamati terdiri dari 7 aspek. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh seorang guru pengamat diperoleh data sebagaimana diuraikan dalam tabel 6 berikut ini. Tabel 6: Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Pembelajaran Siklus II Kriteria Aspek Sangat baik Baik Cukup Kurang Jumlah Aspek 5 2 Persentase (%) 71,43 28,57 Ket Tidak Jumlah Memperhatikan uraian data pada tabel 6 di atas dapat diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan guru dalam pembelajaran siklus II yang diamati 5 aspek atau 71,43% mencapai kriteria sangat baik (SB), dan 2 aspek atau 28,57% mencapai

12 kriteria baik (B). Sehingga dari 7 aspek kegiatan guru dalam proses pembelajaran yang diamati mengalami ketuntasan 1%. Uraian lengkap mengenai data hasil pengamatan kegiatan guru pada pembelajaran siklus II dapat dilihat pada lampiran 1 halaman Hasil Pengamatan Kegiatan Belajar Siswa pada Siklus II Pengamatan terhadap kegiatan belajar siswa pada siklus II dilakukan secara individual selama pembelajaran berlangsung oleh pengamat, menggunakan lembaran pengamatan yang telah disiapkan. Aspek-aspek kegiatan belajar siswa yang diamati terdiri dari 7 butir. Berikut ini diuraikan dan digambarkan data hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus II dalam tabel 7 berikut. Tabel 7: Hasil Pengamatan Kegiatan Belajar Siswa pada Siklus II Kriteria Aspek Sangat baik Baik Cukup Kurang Jumlah Aspek 5 2 Persentase (%) 71,43 28,57 Keterangan Tidak Jumlah Memperhatikan data pada tabel 7 diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan belajar siswa yang diamati, 5 aspek atau 71,43 % memperoleh nilai pengamatan dengan kriteria sangat baik (SB), dan 2 aspek atau 28,57 % mencapai kriteria baik (B). Sehingga dari 7 aspek kegiatan belajar siswa yang diamati mengalami ketuntasan 1%.

13 Uraian lengkap hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada lampiran 11 halaman Hasil Penilaian Kemampuan Menentukan Pikiran Pokok Siklus II Untuk mengukur hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda melalui metode eksperimen pada siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 212/213, maka pada akhir pembelajaran siklus II dilakukan penilaian tertulis menggunakan soal uraian sebagaimana terdapat pada lampiran 13 halaman 8. Soal tersebut terdiri dari 3 butir, di mana masing-masing butir diberikan skor. Berdasarkan penilaian tertulis tersebut diperoleh data hasil post tes yang diuraikan pada tabel 8 berikut. Tabel 8 : Hasil Penilaian Post Tes pada Siklus II Skor Tercapai Kurang dari 9 Rentang Nilai < 75 Jumlah siswa 2 % Kriteria 1 C Keterangan Tidak 9 ke atas 75 ke atas 18 9 B Jumlah Memperhatikan data pada tabel 8 menyangkut hasil post tes pada pembelajaran siklus II dapat diketahui bahwa, dari 2 siswa yang dikenakan tindakan 18 orang atau 9% memiliki nilai yang baik pada materi perubahan wujud benda, sedangkan siswa yang tidak memiliki nilai yang baik pada materi perubahan wujud benda berjumlah 2 orang atau 1%. Uraian lengkap mengenai hasil belajar siswa pada siklus II dapat dilihat pada lampiran 14 halaman 81.

14 4. Tahap Analisis dan Refleksi Pembelajaran Siklus II Analisis dan Refleksi pada akhir pembelajaran siklus II dilakukan melalui diskusi oleh peneliti dengan pengamat. Pembelajaran yang diamati dan dinilai selanjutnya dianalisis dan direfleksi. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran apakah tindakan yang dilaksanakan telah sesuai dengan yang direncanakan semula serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda melalui metode eksperimen pada siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 212/213, sesuai indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan. Dari kegiatan refleksi tersebut diketahui proses pembelajaran materi perubahan wujud benda melalui metode eksperimen dapat terlaksana sesuai rencana, serta berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penilaian post tes pada siklus II menunjukkan bahwa dari 2 orang siswa yang dikenakan tindakan, 18 orang siswa atau 9% memiliki hasil belajar yang baik materi perubahan wujud benda. 4.2 Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, baik pada tindakan siklus I maupun tindakan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 212/213. Hal ini nampak pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Peningkatan kualitas pembelajaraan maupun hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda ini erat kaitannya dengan pemilihan metode pembelajaran

15 yang diterapkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaraan. Kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda dapat dilihat pada uraian berikut : 1. Pengamatan Kegiatan Guru dalam Pembelajaran Berdasarkan data hasil pengamatan kegiatan guru dalam pembelajaran tindakan siklus I diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan guru yang amati, 3 aspek atau 42,86% mencapai kriteria baik (B), 4 aspek atau 57,14% mencapai kriteria baik (C). Sedangkan siklus II diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan guru yang diamati dan dinilai, 5 aspek atau 71,43% mencapai kriteria sangat baik (SB), dan 2 aspek atau 28,57% mencapai kriteria baik (B), atau secara keseluruhan persentasi keterlaksanaan tahapan kegiatan pembelajaran guru mencapai 1%. Semua aspek yang tercantum pada lembar pengamatan tahapan pembelajaran teramati selama proses pembelajaran. Hal ini menujukkan bahwa guru melaksanakan proses pembelajaran dengan baik berdasarkan pedoman yang telah direncanakan dan disusun oleh peneliti. Ketercapaian tahapan pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen semakin meningkat. Ada beberapa hal yang dioptimalkan guru tahapan pembelajaran siklus II sebagai upaya perbaikan proses pembelajaran dari siklus I, yaitu: (1) membimbing dan mengarahkan siswa dalam melakukan metode eksperimen, (2) Membimbing siswa secara optimal dalam melakukan eksperimen, (3) membimbing siswa baik secara perorangan maupun kelompok saat diskusi tentang hasil eksperimen, (4) membimbing siswa secara optimal dalam menyimpulkan materi pembelajaran.

16 2. Pengamatan Kegiatan Belajar Siswa Berdasarkan data hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada siklus I diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan siswa yang diamati, 3 aspek atau 42,86% mencapai kriteria baik (B), dan 4 aspek atau 57,14% mencapai kriteria cukup (C). Sedangkan pada siklus II diketahui bahwa dari 7 aspek kegiatan belajar siswa yang diamati, 5 aspek atau 71,43% memperoleh nilai pengamatan dengan kriteria sangat baik (SB), 2 aspek atau 28,57% mencapai kriteria baik (B) atau secara keseluruhan meningkat menjadi 1%. Hal ini menujukkan bahwa kegiatan belajar siswa lebih memfokuskan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok sehingga siswa mudah menjawab soal-soal post tes. 3. Hasil Penilaian Post Tes Berdasarkan data hasil penilaian post tes setelah pembelajaran, pada siklus I diketahui bahwa, dari 2 siswa yang dikenakan tindakan 14 orang atau 7% memiliki nilai yang baik materi perubahan wujud benda. Pada siklus II hasil penilaian post tes mengalami peningkatan yaitu dari 2 siswa yang dikenai tindakan 18 orang siswa atau 9% memiliki nilai yang baik materi perubahan wujud benda, sedangkan 2 orang atau 1% yang tidak memiliki nilai yang baik materi perubahan wujud benda. Untuk lebih jelasnya, perbandingan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda mulai dari observasi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel 9 berikut ini.

17 Tabel 9: Perbandingan Hasil Belajar Siswa Materi Perubahan Wujud Benda Mulai Dari Observasi Awal, Siklus I dan Siklus II Pada Siswa Kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo. Kegiatan Observasi Awal Siklus I Siklus II Jumlah Siswa Persentase (%) Memperhatikan data pada tabel 9 persentasi hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda melalui metode eksperimen pada siswa kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo mengalami peningkatan dari 7 orang siswa atau 35% pada observasi awal menjadi 14 orang siswa atau 7% pada siklus I. Selanjutnya terjadi peningkatan pula pada siklus II menjadi 18 orang siswa atau 9% yang memiliki nilai yang baik materi perubahan wujud benda. Meskipun kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan dan telah berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda, tetapi masih perlu pengembangan lebih lanjut. Hal ini karena sesuai analisis data masih terdapat 2 (empat) orang siswa yang dinyatakan tidak memiliki nilai yang baik atau tidak tuntas materi perubahan wujud benda pada pembelajaran siklus II, karena tidak mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Kedua siswa tersebut masih memerlukan penanganan lebih lanjut setelah tindakan kelas dilaksanakan, yakni dengan memberikan tugas individual agar mereka memiliki nilai yang baik atau tuntas pada materi perubahan wujud benda.

18 Memperhatikan hasil refleksi siklus II di mana dari 2 siswa yang dikenakan tindakan, 18 orang siswa atau 9% yang memiliki hasil belajar yang baik pada materi perubahan wujud benda, dengan demikian indikator keberhasilan telah tercapi. Hal ini berarti hipotesis tindakan kelas yaitu Jika guru menggunakan metode eksperimen maka hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda di kelas IV SDN 25 Limboto Kabupaten Gorontalo meningkat, dinyatakan diterima, sehingga penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Observasi Awal Siklus I Pertemuan I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Observasi Awal Siklus I Pertemuan I BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Hasil Penelitian Observasi Awal Siklus I Pertemuan I Pelaksanaan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan meningkatkan hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana dengan menggunakan dua

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana dengan menggunakan dua BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian dengan judul Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model Active Learning Tipe The Power Of Two Topik Lingkungan Hidup telah terlaksana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ketiga bulan Maret, dengan alokasi waktu dalam penelitian ini yaitu 3 x 35 menit (2 x

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ketiga bulan Maret, dengan alokasi waktu dalam penelitian ini yaitu 3 x 35 menit (2 x BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Secara ringkas pelaksanaan tindakan kelas ini di kelas V SDN 2 Biau Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo utara. Pada semester genap tahun

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri I Gorontalo dengan jumlah siswa 34 orang dan I orang guru mitra.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Memberikan apersepsi dan Menanyakan kembali pengertian hidrologi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Memberikan apersepsi dan Menanyakan kembali pengertian hidrologi. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.2 Siklus I a. Proses pelaksanaan tindakan Proses pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Kegiatan pendahuluan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan mengenai Pendekatan Konstruktivisme untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan kelas yang dikenai tindakan adalah kelas VIII E yang berjumlah 27 peserta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan kelas yang dikenai tindakan adalah kelas VIII E yang berjumlah 27 peserta 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMP Negeri I Kabila dan kelas yang dikenai tindakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan skenario pembelajaran dengan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan skenario pembelajaran dengan 25 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 3.4 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap pertemuan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan skenario pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo dengan jumlah siswa 32 dan guru

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo Utara yang berjumlah 20 orang siswa, terhadap materi perubahan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo Utara yang berjumlah 20 orang siswa, terhadap materi perubahan 4.1. Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1. Pengamatan Observasi Awal Pelaksanaan observasi awal dilakukan untuk melihat sejauhmana hasil yang diperoleh siswa Kelas IV SDN 1 Kasia

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berjumlah 27 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berjumlah 27 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Kota Gorontalo Profinsi Gorontalo dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VIII.3,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1. Hasil Tindakan Penelitian Berdasarkan hasil tindakan penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab terdahulu telah dikemukakan bahwa penelitian tindakan kelas ini

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab terdahulu telah dikemukakan bahwa penelitian tindakan kelas ini BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi hasil penelitian Pada bab terdahulu telah dikemukakan bahwa penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Hutadaa kecamatan Talaga Jaya Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang berbasis kelas dan bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian ini menerapkan konsep

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, selama 3 bulan mulai bulan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN No 87 Kota

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas III SDN No 87 Kota BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas dengan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas IV B SDN Pasanggrahan 1 Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang mengenai penerapan model pembelajaran

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan metode Think Pair Share

BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan metode Think Pair Share BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN DAN PEMBAHASAAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan metode Think Pair Share dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa menulis isi pengumuman

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini ditujukan terutama terhadap efektifitas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini ditujukan terutama terhadap efektifitas BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini ditujukan terutama terhadap efektifitas penggunaan media kartu kata dalam pembelajaran bahasa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH 24 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus (Kondisi Awal) Kondisi awal merupakan keadaan siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. XI IPS MA AL-FALAH Limboto. Kelas yang dikenai tindakan dalam penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. XI IPS MA AL-FALAH Limboto. Kelas yang dikenai tindakan dalam penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan 23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang difokuskan pada situasi kelas yang lazim dikenal dengan Classroom Action Research.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Rejosari

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Rejosari BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian a. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Rejosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Siswa yang menjadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif. BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini, waktu yang digunakan penulis untuk mulai mengadakan penelitian sampai menyelesaikannya adalah selama satu bulan, mulai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bone Bolango. Sekolah ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena dianggap

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Bone Bolango. Sekolah ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena dianggap 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 8 Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Sekolah ini dipilih sebagai lokasi penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten pasawaran dengan jumlah siswa 22 orang, laki-laki 11 dan perempuan 11 orang. B. Tempat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. TEMUAN AWAL Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan, terdapat masalah dalam sistem pembelajaran di kelas VII E yaitu ketidakbiasaan siswa untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap pertemuan berdasarkan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian 21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang

BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang 1 BAB IV DESKRIPSI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Hunggaluwa-Limboto, yang menjadi penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN 2 Tudi Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN 2 Tudi Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Perencanaan pelaksanaan penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN 2 Tudi Kecamatan Monano Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Kunandar (2010 : 45) PTK dapat didefinisikan sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 26 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Proses pengambilan data pada pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Pendekatan PAKEM pada siklus I peneliti menggunakan lembar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Telaga. Alasan pemilihan tempat penelitian ini karena menurut peneliti bahwa lokasi

BAB III METODE PENELITIAN. Telaga. Alasan pemilihan tempat penelitian ini karena menurut peneliti bahwa lokasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN 2 Telaga. Alasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Mekar 7

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Mekar 7 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Mekar 7 Banjarmasin. Subjek penelitian adalah siswa kelas

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester III. METODE PENELITIAN A. Seting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester genap tahun pelajaran 2010-2011. Jumlah siswa pada kelas tersebut ada 32 orang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan, maka peneliti mengadakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan, maka peneliti mengadakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Observasi Awal. Sebelum penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan, maka peneliti mengadakan observasi dan pengumpulan data dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, pada siklus pertama dilakukan tiga kali pertemuan. Siklus kedua dilaksanakan dengan tiga kali

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Penelitian 3.3.1 Setting Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Dipilihnya kelas tersebut sebagai

Lebih terperinci

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada tahap perencanaan peneliti dan guru mitra berdiskusi untuk menyusun perangkat

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada tahap perencanaan peneliti dan guru mitra berdiskusi untuk menyusun perangkat IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Siklus I 4.1.1.1 Perencanaan Tindakan Pada tahap perencanaan peneliti dan guru mitra berdiskusi untuk menyusun perangkat pembelajaran yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini telah berlangsung dalam dua siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini telah berlangsung dalam dua siklus 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan mengelompokkan bangun ruang sederhana melalui pendekatan kontekstual

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan

BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Wetan Kabupaten Karawang. SDN Cilamaya I merupakan sekolah tempat penulis

BAB III METODE PENELITIAN. Wetan Kabupaten Karawang. SDN Cilamaya I merupakan sekolah tempat penulis BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cilamaya I Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang. SDN Cilamaya I merupakan sekolah

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI NU Tabudarat Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pacet Kecamatan Reban Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pacet Kecamatan Reban Kabupaten 14 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pacet Kecamatan Reban Kabupaten Batang dengan subjek penelitian adalah siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan bulan Desember Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan bulan Desember Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2012 sampai dengan bulan Desember 2012. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 50 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian yang dilakukan di SMA Swasta Cerdas Murni ini menerapkan metode pembelajaran diskusi kelompok dengan penggunaan media grafis pada materi pedosfer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). B. Model PTK yang Dikembangkan Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Hasil Pelaksanaan Tindakan Siklus I a. Tahapan Persiapan Kegiatan persiapan tindakan siklus I dilaksanakan pada hari Sabtu, 25

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Bolaang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Bolaang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Bolaang Uki dengan jumlah siswa 20 orang. Penelitian ini dilaksanakan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... A. Latar Belakang Masalah...

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... A. Latar Belakang Masalah... DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL.... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... i iv vi viii x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 8 C. Tujuan Penelitian...

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.

BAB III METODE PENELITIAN. sebanyak 21 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada tanggal 23 April 05

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas. Dalam penelitian ini penelitian difokuskan pada situasi kelas, di

BAB III METODE PENELITIAN. tindakan kelas. Dalam penelitian ini penelitian difokuskan pada situasi kelas, di 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini penelitian difokuskan pada situasi kelas,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Sekolah ini didirikan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sidoharjo Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Sekolah ini didirikan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian SDN 1 Sidoharjo merupakan salah satu sekolah dasar yang terletak di Desa Sidoharjo Kecamatan Tolangohula

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 6 Tanjungrejo Jekulo Kudus tahun pelajaran 2012/2013

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. April sampai bulan Juni tahun pelajaran 2011/2012. SDN 5 Suwawa Tengah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. April sampai bulan Juni tahun pelajaran 2011/2012. SDN 5 Suwawa Tengah 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Subjek Penelitian. 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN 5 Suwawa Tengah Kecamatan Suwawa Tengah Kabupaten Bone Bolango.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1 Kondisi Awal Pelaksanaan pembelajaran pada kondisi awal belum menggunakan model pembelajaran penggunaan media realia. Keterlibatan

Lebih terperinci

Perencanaan Tindakan BAB IV

Perencanaan Tindakan BAB IV BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Kondisi Awal Sebelum pelaksanan siklus 1 dan siklus 2, terlebih dahulu peneliti melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan

Lebih terperinci

BAB IV. Hasil penelitian dan Pembahasan. 2012/2013 pada SDN Gambut2. Kecamatan Gambut, Siswa kelas V berjumlah

BAB IV. Hasil penelitian dan Pembahasan. 2012/2013 pada SDN Gambut2. Kecamatan Gambut, Siswa kelas V berjumlah BAB IV Hasil penelitian dan Pembahasan A. Deskripsi Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas V semester II tahun 2012/2013 pada SDN Gambut2. Kecamatan Gambut, Siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa 4.1 Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa 4.1.1.1 Gambaran Kemampuan Menyelesaikan Pengurangan Pecahan biasa Siklus I

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Menguneng 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang pada siswa kelas IV semester 2 tahun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN

BAB III METODE PENELITIAN. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 010 Tualang Kabupaten Siak. Tahun pelajaran 2013-2014 dengan jumlah siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Kondisi Prasiklus Prasiklus dilaksanakan pada minggu 1 dan 2 bulan September 2012 dengan dibantu oleh teman sejawat sebagai pengamat. Dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. di dalamnya, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas. Menurut

BAB III METODE PENELITIAN. di dalamnya, yaitu sebuah penelitian yang dilakukan di kelas. Menurut BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pemilihan metode penelitian dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung di dalamnya, yaitu

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 19 Bandar

III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 19 Bandar 19 III. METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 19 Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siklus II. Pada tindakan siklus II ternayata indikator penelitian telah tercapai,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. siklus II. Pada tindakan siklus II ternayata indikator penelitian telah tercapai, BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tindakan siklus I belum mencapai indikator yang telah ditetapkan, sehingga dilanjutkan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.1 Deskripsi Hasil Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti didampingi oleh ibu Dra. Nurhayati Alie sebagai guru matematika kelas X di SMA N 3 Gorontalo

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 26 A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas termasuk penelitian kualitatif meskipun data

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pengertian Metode dan Penelitian Metode adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk menganalisa suatu masalah dalam penelitian (Ratna, 2004:34). Kualitas penelitian tergantung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kelas IV SD Negeri 3 Metro Pusat Semester I tahun pelajaran 2009/2010.

BAB III METODE PENELITIAN. kelas IV SD Negeri 3 Metro Pusat Semester I tahun pelajaran 2009/2010. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 3 Metro Pusat Semester I tahun pelajaran 2009/2010. Jumlah siswa kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 13 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dengan materi pokok pengukuran waktu, yaitu penggunaan alat ukur waktu dengan satuan jam tiruan dilaksanakan pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII, yang berjumlah 25 siswa yang

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII, yang berjumlah 25 siswa yang 16 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan waktu Penelitian dilaksanakan di SMP PGRI 2 Braja Selebah pada semester Genap Tahun Pelajaran 2012-2013 Kabupaten Lampung Timur pada bulan Mei 2013. Subyek penelitian

Lebih terperinci

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan : 40 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri Wringingintung 01 yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung. 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Perumnas Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung

Lebih terperinci

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN 39 BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN A. Paparan Data Awal Pengambilan data awal dilakukan di SD Negeri Babakan Hurip kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang pada bulan Januari tahun 201 diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN Rejoagung 01, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Jumlah siswa kelas IV adalah 22 siswa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Prosedur Penelitian Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Gaya Dengan Menggunakan Metode Eksperimen PadaPelajaran IPA Kelas IV SDN No.

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Gaya Dengan Menggunakan Metode Eksperimen PadaPelajaran IPA Kelas IV SDN No. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Gaya Dengan Menggunakan Metode Eksperimen PadaPelajaran IPA Kelas IV SDN No. 3 Siwalempu Asmaul Husna Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini diuraikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini diuraikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini diuraikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilanjutkan dengan tindakan siklus I dan siklus II. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilanjutkan dengan tindakan siklus I dan siklus II. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Deskripsi Hasil Penelitian Hasil penelitian yang diuraikan meliputi kegiatan guru dan kegiatan siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Telaga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi pelaksanaan penelitian ini adalah di SDNegeri Cimanggu yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi pelaksanaan penelitian ini adalah di SDNegeri Cimanggu yaitu 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi pelaksanaan penelitian ini adalah di SDNegeri Cimanggu yaitu terletak di jalan patrol cimanggu Kelurahan Cimanggu

Lebih terperinci

PENGGUNAAN GARIS BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS V SD INPRES 3 BESUSU

PENGGUNAAN GARIS BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS V SD INPRES 3 BESUSU PENGGUNAAN GARIS BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT DI KELAS V SD INPRES 3 BESUSU Oleh: Sitti Adha, Baharuddin Paloloang, Akina Abstrak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diselenggarakan berdasarkan prosedur dengan mengharapkan adanya perubahan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diselenggarakan berdasarkan prosedur dengan mengharapkan adanya perubahan 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas yang telah berlangsung dalam dua siklus diselenggarakan berdasarkan prosedur dengan mengharapkan adanya perubahan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. siswa kelas X-4 SMA ARJUNA Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran

III. METODE PENELITIAN. siswa kelas X-4 SMA ARJUNA Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas X-4 SMA ARJUNA Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada pelajaran

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus Gambaran yang dijadikan pangkal menentukan permasalahan upaya peningkatan hasil belajar IPA di kelas V SD menggunakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 25 Limboto

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 25 Limboto BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 25 Limboto Kecamatan Limboto. Sekolah ini dipilih oleh peneliti karena dianggap sangat

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek Isna Basonggo, I Made Tangkas, dan Irwan Said Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SIKLUS 2

HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SIKLUS 2 F4 HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) SIKLUS 2 A. Tindakan Kedua (Siklus II) a. Tahap Perencanaan Kegiatan pada rancangan tindakan kedua berdasarkan atas refleksi pada siklus pertama, maka yang menjadi

Lebih terperinci

Ai Rosliyani 1, Nurdinah Hanifah 2, Riana Irawati 3

Ai Rosliyani 1, Nurdinah Hanifah 2, Riana Irawati 3 Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1, No. 1 (2016) PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) BERMEDIA KARTU MISTERI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TOKOH SEJARAH

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Model Penelitian Penelitian yang dilakukan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 19 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Siklus I 4.1.1.1 Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan siklus I dimulai memilih materi yang akan diajarkan yaitu panjang satuan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Observasi Awal Sebelum melakukan tindakan pada siklus I, peneliti melakukan observasi awal di kelas IX MTs Ma arif NU 1 Karanglewas Kabupaten Banyumas. Pada

Lebih terperinci