Hasil Perhitungan Dengan Winhisab Oleh Laboratorium Falak Dan Komputer Fakultas Syariah

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hasil Perhitungan Dengan Winhisab Oleh Laboratorium Falak Dan Komputer Fakultas Syariah"

Transkripsi

1 UJI VALIDASI HASIL PERHITUNGAN PROGRAM UNTUK MENGHITUNG AWAL BULAN QAMARIYAH BERDASARKAN VISIBILITAS BULAN PADA TAHUN 1432 HIJRIYAH DENGAN MARKAS MALANG No. Nama Bulan Qamariyah Hasil Perhitungan Dengan Program Hasil Penelitian (Authorium 1. Muharrom Muharram 1432 H. Terjadi Pada = Jam 0:35: WIB 6 Desember 2010 M 17:41:12.02 WIB Persen :-30.0: e Deklinasi Bulan = -24:-8: :34.0: :34.0: Hasil Perhitungan Dengan Winhisab Oleh Laboratorium Falak Dan Komputer Fakultas Syariah Hasil Perhitungan Dengan Algoritma Meuss Karya DR.Rinto Anugraha (Excel, Dosen Fisika UGM dan Kontributor di Eramuslim.com dan Rukyatulhilal.org Tidak dilakukan Perhitungan Muharram 1432 H. Terjadi Pada = Jam 0:35:43 WIB 6 Desember 2010 M 17:41:12WIB 0.61 Persen -22:-30:-9 e Deklinasi Bulan = -24:-8:-23 (Derajat:Menit busur:detik 247:1:4(Derajat:Menit busur:detik 246:34:29 (Derajat:Menit busur:detik 7:31:13 +

2 7.0:31.0: Shafar Shafar 1432 H. Terjadi Pada = Jam 16:2:39.0 WIB 4 Januari 17:55:10.05 WIB Persen :-43.0: e Deklinasi Bulan = -21:-33: :36.0: :4.0: :-46.0: Shafar 1432 H. Terjadi Pada = Jam 16:04 WIB 4 Januari ada 0,01Persen Tidak 246 : 51: 32.8 (Derajat:Menit busur:detik 248 : 08: 2.47 (Derajat:Menit busur:detik -0 : -14: -5.18(Derajat:Menit busur:detik + Shafar 1432 H. Terjadi Pada = Jam 16:2:39.0 WIB 4 Januari 17:55:10.05 WIB Persen :- 43.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -21:-33: (Derajat:Menit busur:detik g h Azimuth Bulan = 248.0:4.0: i Tinggi Hilal Haqiqi Hilal= -0.0:-46.0: (Derajat:Menit busur:detik + j Kesimpulan :

3 + i I. Kesimpulan : 3. Robiul Awal Rabiu'l Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 9:30: WIB 3 Februari 17:59:50.33 WIB Persen :-33.0: e Deklinasi Bulan = -11:-50: :49.0: :6.0: :33.0: i I. Kesimpulan : Rabiul Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 08:04 WIB 3 Februari 0.22 Persen Tidak e Deklinasi Bulan =Tidak 253.0:6.0: :8.0: :52:5.64 (Derajat:Menit busur:detik + Rabiu'l Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 9:30: WIB 3 Februari 17:59:50.33 WIB Persen :- 33.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -11:-50: (Derajat:Menit busur:detik 258.0:6.0: (Derajat:Menit busur:detik 0.0:33.0: (Derajat:Menit busur:detik + I. Kesimpulan :

4 4. Robiul Akhir 5. Jumadil Awal Rabi'ul Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 3:45: WIB 5 Maret 17:50:58.05 WIB Persen :-5.0: e Deklinasi Bulan = 0:56: :27.0: :10.0: :31.0: Jumadil Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam Rabiul Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 3:47 WIB 5 Maret 0.54 Persen Tidak 263: 41: 6.74 (Derajat:Menit busur:detik 271:23: 26.4 (Derajat:Menit busur:detik h Tinggi Hilal Haqiqi Hilal=1:43: Jumaddil Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 21:34 Rabi'ul Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 3:45: WIB 5 Maret 2011 M 17:50:58.05 WIB Persen :- 5.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = 0:56: (Derajat:Menit busur:detik 271.0:10.0: :31.0: (Derajat:Menit busur:detik Jumadil Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 21:32: WIB 3 April 2011

5 6. Jumadil Akhir 21:32: WIB 3 April 17:36:3.77 WIB Persen :15.0: e Deklinasi Bulan = 9:0: :7.0: :20.0: :-22.0: Jumadil Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 13:50: WIB 3 Mei WIB 3 April 0.20 Persen d Deklinasi Matahari Tidak 275:09:43,3 (Derajat:Menit busur:detik 278:23:26,4(Derajat:Menit busur:detik - 5:30:37,65 (Derajat:Menit busur:detik + Jumadil Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 13:52WIB 3 Mei M 17:36:3.77 WIB Persen :15.0: e Deklinasi Bulan = 9:0: :7.0: :20.0: :-22.0: (Derajat:Menit busur:detik + Jumadil Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 13:50: WIB 3 Mei 2011 M 17:23:29.06 WIB

6 17:23:29.06 WIB Persen :38.0: e Deklinasi Bulan = 19:16: :36.0: :17.0: :-18.0: Rajab Rajab 1432 H. Terjadi Pada = Jam 4:2: WIB 2 Juni 17:20:26.03 WIB 0.10 Persen Tidak 285:38:14,4 (Derajat:Menit busur:detik 289:18:24,54 (Derajat:Menit busur:detik - 0:35:54,19 (Derajat:Menit busur:detik + Rajab 1432 H. Terjadi Pada = Jam 4:04.0 WIB 2 Juni 0.32Persen Persen :38.0: e Deklinasi Bulan = 19:16: :36.0: :17.0: :-18.0: (Derajat:Menit busur:detik + Rajab 1432 H. Terjadi Pada = Jam 4:2: WIB 2 Juni Matahari Terbenam = Pukul 17:20:26.03 WIB b Cahaya Hilal (Iluminasi Persen c Deklinasi Matahari = :10.0:

7 Persen :10.0: e Deklinasi Bulan = 23:23: :12.0: :30.0: :44.0: Sya ban Sya'ban 1432 H. Terjadi Pada = Jam 15:53: WIB 1 Juli 17:25:40.66 WIB Persen Tidak 292:13:56,11 (Derajat:Menit busur:detik 294:29:25,86 (Derajat:Menit busur:detik 4:45:5,24 (Derajat:Menit busur:detik + Sya ban 1432 H. Terjadi Pada = Jam 15:55 WIB 1 Juli 0.02 Persen Tidak 3 d Deklinasi Bulan = 23:23: e Azimuth Matahari = 292.0:12.0: f Azimuth Bulan = 294.0:30.0: g Tinggi Hilal Haqiqi Hilal= 4.0:44.0: (Derajat:Menit busur:detik + h Kesimpulan : Sya'ban 1432 H. Terjadi Pada = Jam 15:53: WIB 1 Juli 17:25:40.66 WIB Persen :6.0: e Deklinasi Bulan = 21:33:

8 :6.0: e Deklinasi Bulan = 21:33: :9.0: :43.0: :-27.0: Ramadhan Ramadhan 1432 H. Terjadi Pada = Jam 1:39: WIB 31 Juli 17:31:21.09 WIB Persen :17.0: :10:56,59 (Derajat:Menit busur:detik 291:44:30,87 (Derajat:Menit busur:detik - 0:-1:-18,25 (Derajat:Menit busur:detik Ramadhan 1432 H. Terjadi Pada = Jam 1:41 WIB 31 Juli 0.71 Persen Tidak 293.0:9.0: (Derajat:Menit busur:detik 291.0:43.0: :-27.0: (Derajat:Menit busur:detik + Ramadhan 1432 H. Terjadi Pada = Jam 1:39: WIB 31 Juli 17:31:21.09 WIB Persen :17.0: e Deklinasi Bulan = 11:52: :17.0:

9 10. Syawal e Deklinasi Bulan = 11:52: :17.0: :7.0: :51.0: Syawal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 10:4: WIB 29 Agustus 17:31:19.4 WIB Persen :23.0: e Deklinasi Bulan = 288:18:31,02 (Derajat:Menit busur:detik 283:5:59,19 (Derajat:Menit busur:detik 6:44:30,72(Derajat:Menit busur:detik + Syawal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 10:5 WIB 29 Agustus 0,32 Persen Tidak 279 :19: 33,8 (Derajat:Menit busur:detik 273:30: 283.0:7.0: (Derajat:Menit busur:detik 6.0:51.0: (Derajat:Menit busur:detik + Syawal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 10:4: WIB 29 Agustus 17:31:19.4 WIB Persen :23.0: e Deklinasi Bulan = 3:12: :18.0: :29.0:

10 11. Dzulqadah 3:12: :18.0: :29.0: :41.0: Dzul-Qa'dah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 18:8: WIB 27 September 17:27:49.56 WIB Persen :-34.0: e Deklinasi Bulan = -5:-50: ,99 (Derajat:Menit busur:detik 1:44: 17,46 (Derajat:Menit busur:detik Dzulqadah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 18:10 WIB 27 September 0.18 Persen Tidak 268:14:11,7(Derajat:Menit busur:detik 263:42:10,4 (Derajat:Menit busur:detik - 1.0:41.0: (Derajat:Menit busur:detik + Dzul-Qa'dah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 18:8: WIB 27 September 17:27:49.56 WIB Persen :- 34.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -5:-50: (Derajat:Menit busur:detik 263.0:38.0: :-59.0: (Derajat:Menit

11 12. Dzulhijjah 116.0:15.0: :38.0: :-59.0: Dzul-Hijjah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 2:55: WIB 27 Oktober 17:27:23.96 WIB Persen :-44.0: e Deklinasi Bulan = -18:-10: :31.0: :45:3,51 (Derajat:Menit busur:detik + Dzulhijjah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 2:57 WIB 27 Oktober 0.62Persen Tidak 256:58:3,65 (Derajat:Menit busur:detik 252:30:40,6 (Derajat:Menit busur:detik 6:7:38,76 (Derajat:Menit busur:detik busur:detik Dzul-Hijjah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 2:55: WIB 27 Oktober 17:27:23.96 WIB Persen :- 44.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -18:-10: (Derajat:Menit busur:detik (Derajat:Menit busur:detik 252.0:31.0: :33.0: (Derajat:Menit busur:detik +

12 252.0:31.0: :33.0:

13 Toleransi maksimal=0,5: TABEL PERSENTASE KEAKURATAN HASIL PERHITUNGAN 1432 H BERDASARKAN TINGGI HILAL No. Program Yang Digunakan Muhar rom Sha far Robiul Awal Robiul Akhir Jumad il Awal Jumadil Akhir Nama Bulan Qamariyah Rajab Sya ban Ramadha n Syawal Dzulqada h Dzulhijjah 1. Winhisab oleh Laboratorium Falak 2. Program Hasil Penelitian Selisih (Dalam D:M:S Tidak dilakuk an Perhitu ngan 7.0:31. 0: (DMS Tidak dihitun g 0.0: : (D: M:S -0 : -14: (D: M:S 0:32 : :52: :33.0: :19: :43: :31.0: :12: : 30:37, :- 22.0: (D:M:S 0:8: (D:M:S - 0:35:54, :- 18.0: :17: :45:5,24 0:-1:-18,25 4.0:44.0: :1: : : (D: M:S 0:27 : :44:30,72 6.0:51.0: :7: :44: 17,46 1.0:41.0: :3: :45:3,51-2.0:-59.0: :14: (DMS 6:7:38,76 ( 6.0:33.0: :7:27, (DMS

14 Selisih (Dalam Desimal Toleransi Total dalam persen (memenuhi toleransi dibagi 11 * 100% Tidak dihitun g 537 8(D: M:S 0.54 (Tid ak me men uhi 0.32 (memen uhi % (memenu hi 0.14 (meme nuhi (Tidak memenu hi 0.03 (memenuhi (D: M:S 0.46 (me men uhi 0.13 (memenuhi (memenuhi 0,25 (memenuhi 0,13 (memenuhi

MAKALAH ASTRONOMI KALENDER BULAN. Dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Astronomi. Dosen Pengampu: Arif Widiyatmoko, M.Pd.

MAKALAH ASTRONOMI KALENDER BULAN. Dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Astronomi. Dosen Pengampu: Arif Widiyatmoko, M.Pd. MAKALAH ASTRONOMI KALENDER BULAN Dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Astronomi Dosen Pengampu: Arif Widiyatmoko, M.Pd. Disusun oleh: Mugi Rahayu 4001411007 Anies Rahmayati 4001411033 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS SISTEM HISAB AWAL BULAN QAMARIAH DR. ING. KHAFID DALAM PROGRAM MAWAAQIT. A. Analisis terhadap Metode Hisab Awal Bulan Qamariah dalam

BAB IV ANALISIS SISTEM HISAB AWAL BULAN QAMARIAH DR. ING. KHAFID DALAM PROGRAM MAWAAQIT. A. Analisis terhadap Metode Hisab Awal Bulan Qamariah dalam 82 BAB IV ANALISIS SISTEM HISAB AWAL BULAN QAMARIAH DR. ING. KHAFID DALAM PROGRAM MAWAAQIT A. Analisis terhadap Metode Hisab Awal Bulan Qamariah dalam Program Mawaaqit Mawaaqit merupakan salah satu contoh

Lebih terperinci

Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Disampaikan pada Diseminasi Hisab Rukyat di BPPR- LAPAN Pameungpeuk 30 Juli 2011

Lebih terperinci

Menetukan 1 Syawal pada Kalender Masehi berdasarkan Algoritma Brute Force

Menetukan 1 Syawal pada Kalender Masehi berdasarkan Algoritma Brute Force Menetukan 1 Syawal pada Kalender Masehi berdasarkan Algoritma Brute Force Willy, 13512065 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha

Lebih terperinci

PENANGGALAN SYAMSIYAH DAN QAMARIYAH

PENANGGALAN SYAMSIYAH DAN QAMARIYAH 1 PENANGGALAN SYAMSIYAH DAN QAMARIYAH Dimaklumi bersama bahwa ilmu astronomi sekarang menganut teori Heliosentris (Helio = matahari, sentris = pusat). Heliosentris adalah teori bahwa matahari sebagai pusat

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KELAYAKAN BUKIT WONOCOLO BOJONEGORO SEBAGAI TEMPAT RUKYAT DALAM PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH

BAB IV ANALISIS KELAYAKAN BUKIT WONOCOLO BOJONEGORO SEBAGAI TEMPAT RUKYAT DALAM PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH BAB IV ANALISIS KELAYAKAN BUKIT WONOCOLO BOJONEGORO SEBAGAI TEMPAT RUKYAT DALAM PENENTUAN AWAL BULAN KAMARIAH A. Latar Belakang Digunakannya Bukit Wonocolo Bojonegoro sebagai Tempat Rukyat Sejak sebelum

Lebih terperinci

CONTOH PERHITUNGAN AWAL BULAN QAMARIAH

CONTOH PERHITUNGAN AWAL BULAN QAMARIAH CNTH PERHITUNGAN AWAL BULAN QAMARIAH I. AYAT Al-QUR'AN DAN HADITS TENTANG BULAN QAMARIAH, PUASA DAN IDUL-FITHRI ( Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah

Lebih terperinci

SALDO AKHIR (30 Dzulhijjah H) 31,115,191, DOMPET DHUAFA REPUBLIKA LAPORAN ARUS KAS Periode 01 Ramadhan 30 Ramadhan 1431.

SALDO AKHIR (30 Dzulhijjah H) 31,115,191, DOMPET DHUAFA REPUBLIKA LAPORAN ARUS KAS Periode 01 Ramadhan 30 Ramadhan 1431. d DOMPET DHUAFA REPUBLIKA Periode 01 Ramadhan 30 Ramadhan 1431 30 Ramadhan Zakat 23,028,397,646.00 Infak/Sedekah 3,134,834,101.00 Dana Infak Terikat 1,630,275,400.00 Wakaf 1,840,103,973.00 Solidaritas

Lebih terperinci

Inilah Hisab 1 syawal 1430 dan prediksi 1 Syawwal 1430 H diperbagai negara «MUSLI...

Inilah Hisab 1 syawal 1430 dan prediksi 1 Syawwal 1430 H diperbagai negara «MUSLI... Page 1 of 11 Inilah Hisab 1 Syawal 1430 Dan Prediksi 1 Syawwal 1430 H Diperbagai Negara Posted on September 15, 2009. Filed under: berita Tags: 'idul fitri, 1 syawal, afrika, asean, bulan, dunia, eropa,

Lebih terperinci

Imkan Rukyat: Parameter Penampakan Sabit Hilal dan Ragam Kriterianya (MENUJU PENYATUAN KALENDER ISLAM DI INDONESIA)

Imkan Rukyat: Parameter Penampakan Sabit Hilal dan Ragam Kriterianya (MENUJU PENYATUAN KALENDER ISLAM DI INDONESIA) Imkan Rukyat: Parameter Penampakan Sabit Hilal dan Ragam Kriterianya (MENUJU PENYATUAN KALENDER ISLAM DI INDONESIA) T. Djamaluddin LAPAN Bandung t_djamal@bdg.lapan.go.id, t_djamal@hotmail.com http://t-djamaluddin.spaces.live.com/

Lebih terperinci

MENGHITUNG WAKTU IJTIMAK

MENGHITUNG WAKTU IJTIMAK Serial Hisab Falak Alternatif MENGHITUNG WAKTU IJTIMAK Oleh : Fikrizuhara Muzakkin.*) والقمرقدرنه منازل حتى عاد آالعرجون القد يم ) سي -39 ( Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 2 JUNI 2011 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1432 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 2 JUNI 2011 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1432 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 2 JUNI 2011 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1432 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan

Lebih terperinci

BAB IV. Analisis Metode Perumusan Pada Kalender Abadi Asopon Karya Johan. Hudaya dan Witono

BAB IV. Analisis Metode Perumusan Pada Kalender Abadi Asopon Karya Johan. Hudaya dan Witono BAB IV Analisis Metode Perumusan Pada Kalender Abadi Asopon Karya Johan Hudaya dan Witono A. Metode Perumusan Penentuan Awal Bulan Kamariah Pada Kalender Abadi Asopon Karya Johan Hudaya Dan Witono Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam sebuah organisasi. Organisasi merupakan suatu sistem dinamis yang

BAB I PENDAHULUAN. dalam sebuah organisasi. Organisasi merupakan suatu sistem dinamis yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kehidupan manusia dalam bermasyarakat mengandung aktivitasaktivitas baik hubungan antar manusia, individu atau kelompok yang tergabung dalam sebuah organisasi.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERBANDINGAN PENENTUAN KETINGGIAN HILAL PERSPEKTIF ALMANAK NAUTIKA DAN EPHEMERIS

BAB IV ANALISIS PERBANDINGAN PENENTUAN KETINGGIAN HILAL PERSPEKTIF ALMANAK NAUTIKA DAN EPHEMERIS BAB IV ANALISIS PERBANDINGAN PENENTUAN KETINGGIAN HILAL PERSPEKTIF ALMANAK NAUTIKA DAN EPHEMERIS 1. Analisis Metode Perhitungan Irtifa al-hilal Perspektif Sistem Almanak Nautika Irtifâ al-hilâl, sesuai

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM BUKIT WONOCOLO. A. Sejarah Digunakannya Bukit Wonocolo Bojonegoro sebagai Tempat

BAB III GAMBARAN UMUM BUKIT WONOCOLO. A. Sejarah Digunakannya Bukit Wonocolo Bojonegoro sebagai Tempat BAB III GAMBARAN UMUM BUKIT WONOCOLO A. Sejarah Digunakannya Bukit Wonocolo Bojonegoro sebagai Tempat Rukyat Pengamatan hilal untuk penentuan awal bulan kamariah di bukit Wonocolo dilakukan pertama kali

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. muslimin, sebab banyak ibadah dalam Islam yang pelaksanaannya dikaitkan

BAB I PENDAHULUAN. muslimin, sebab banyak ibadah dalam Islam yang pelaksanaannya dikaitkan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penentuan awal bulan Qamariah sangat penting artinya bagi segenap kaum muslimin, sebab banyak ibadah dalam Islam yang pelaksanaannya dikaitkan dengan perhitungan

Lebih terperinci

D E F KETERANGAN : 12.7

D E F KETERANGAN : 12.7 KALENDER 00 Muharrom H. - Muharrom H. 0 Jadyu - Jadyu Suro ( Za ) - Suro ( Dal ) Dihisab oleh : IBNU ZAHID ABDO EL-MOEID Jl. Kyai sahlan XIII No. Manyar Gresik Telepon (0) ; 00 Website : http://www.geocities.com/moeidzahid

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KELAYAKAN PANTAI KARTINI JEPARA SEBAGAI TEMPAT RUKYAT AL-HILAL A. Faktor yang Melatarbelakangi Penggunaan Pantai Kartini Jepara

BAB IV ANALISIS KELAYAKAN PANTAI KARTINI JEPARA SEBAGAI TEMPAT RUKYAT AL-HILAL A. Faktor yang Melatarbelakangi Penggunaan Pantai Kartini Jepara BAB IV ANALISIS KELAYAKAN PANTAI KARTINI JEPARA SEBAGAI TEMPAT RUKYAT AL-HILAL A. Faktor yang Melatarbelakangi Penggunaan Pantai Kartini Jepara sebagai Tempat Pengamatan Hilal (Rukyat Al-Hilal) Terdapat

Lebih terperinci

4 Muharrom 1430 H Muharrom 1431 H. 10 Jadyu Jadyu Suro 1942 ( Za ) - 14 Suro 1943 ( Dal )

4 Muharrom 1430 H Muharrom 1431 H. 10 Jadyu Jadyu Suro 1942 ( Za ) - 14 Suro 1943 ( Dal ) KALENDER 00 Muharrom H. - Muharrom H. 0 Jadyu - Jadyu Suro ( Za ) - Suro ( Dal ) Dihisab oleh : IBNU ZAHID ABDO EL-MOEID Jl. Kyai sahlan XIII No. Manyar Gresik Telepon (0) ; 00 Website : http://geocities.com/moeidzahid

Lebih terperinci

BAB III PENYESUAIAN KALENDER SAKA DENGAN KALENDER HIJRIYAH DAN APLIKASINYA DALAM PENENTUAN AWAL BULAN QOMARIYAH

BAB III PENYESUAIAN KALENDER SAKA DENGAN KALENDER HIJRIYAH DAN APLIKASINYA DALAM PENENTUAN AWAL BULAN QOMARIYAH BAB III PENYESUAIAN KALENDER SAKA DENGAN KALENDER HIJRIYAH DAN APLIKASINYA DALAM PENENTUAN AWAL BULAN QOMARIYAH A. Penyesuaian Antara Kalender Saka Dengan Kalender Hijriyah Penyesuaian antara kalender

Lebih terperinci

BAB VII PRAKTIK RUKYAT HILAL

BAB VII PRAKTIK RUKYAT HILAL BAB VII PRAKTIK RUKYAT HILAL A. Pengertian Praktik merupakan aplikasi dari wawasan, pengetahuan dan tata cara melakukan sesuatu. Praktik Rukyatul Hilal adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara empirik

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS SISTEM HISAB AWAL WAKTU SALAT PROGRAM MAWAAQIT VERSI A. Analisis Sistem Hisab Awal Waktu Salat Program Mawaaqit Versi 2001

BAB IV ANALISIS SISTEM HISAB AWAL WAKTU SALAT PROGRAM MAWAAQIT VERSI A. Analisis Sistem Hisab Awal Waktu Salat Program Mawaaqit Versi 2001 BAB IV ANALISIS SISTEM HISAB AWAL WAKTU SALAT PROGRAM MAWAAQIT VERSI 2001 A. Analisis Sistem Hisab Awal Waktu Salat Program Mawaaqit Versi 2001 Sistem hisab waktu salat di Indonesia sangat beragam dan

Lebih terperinci

BAB IV UJI COBA DAN EVALUASI APLIKASI KIBLAT SIKU-SIKU. A. Uji Fungsionalitas Aplikasi Kiblat Siku-siku

BAB IV UJI COBA DAN EVALUASI APLIKASI KIBLAT SIKU-SIKU. A. Uji Fungsionalitas Aplikasi Kiblat Siku-siku BAB IV UJI COBA DAN EVALUASI APLIKASI KIBLAT SIKU-SIKU A. Uji Fungsionalitas Aplikasi Kiblat Siku-siku Pada sub bahasan ini akan melakukan uji coba terkait fungsionalitas dari Aplikasi Kiblat Siku-siku.

Lebih terperinci

Penentuan Awal Bulan Qamariyah & Prediksi Hisab Ramadhan - Syawal 1431 H

Penentuan Awal Bulan Qamariyah & Prediksi Hisab Ramadhan - Syawal 1431 H Prolog Setiap menjelang Ramadhan & Syawal biasanya umat Islam disibukkan dengan persoalan hisab & rukyat berkaitan penentuan awal bulan yang telah lama menjadi perbincangan di negri ini. Perbedaan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kandungan atau makna yang tersirat di dalam suatu nash. Mulai dari ibadah yang

BAB I PENDAHULUAN. kandungan atau makna yang tersirat di dalam suatu nash. Mulai dari ibadah yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di dalam Islam, pelaksanaan ibadah-ibadah yang disyariatkan telah diatur sedemikian detailnya, hanya dibutuhkan pemahaman dalam mencari kandungan atau makna

Lebih terperinci

BUMI DAN BULAN A. Rotasi bumi

BUMI DAN BULAN A. Rotasi bumi BUMI DAN BULAN Bumi merupakan planet yang bentuknya hampir benar- benar bulat. Diameter Bumi diukur dari kutup utara ke kutup selatan adalah 12.714 km, sedangkan diameternya sepanjang khatulistiwa adalah

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 23 JANUARI 2012 M PENENTU AWAL BULAN RABI UL AWAL 1433 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 23 JANUARI 2012 M PENENTU AWAL BULAN RABI UL AWAL 1433 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 23 JANUARI 2012 M PENENTU AWAL BULAN RABI UL AWAL 1433 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari

Lebih terperinci

Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Abdul Rachman dan Thomas Djamaluddin Peneliti Matahari dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Disampaikan pada Diseminasi Hisab Rukyat di BPPR- LAPAN Pameungpeuk 30 Juli 2011

Lebih terperinci

BAB III HISAB KETINGGIAN HILAL MENURUT KITAB SULLAM AN-NAYYIRAIN DAN ALMANAK NAUTIKA

BAB III HISAB KETINGGIAN HILAL MENURUT KITAB SULLAM AN-NAYYIRAIN DAN ALMANAK NAUTIKA BAB III HISAB KETINGGIAN HILAL MENURUT KITAB SULLAM AN-NAYYIRAIN DAN ALMANAK NAUTIKA A. Penyajian Data Hisab Ketinggian Hilal Menurut Kitab Sullam an- Nayyirain 1. Penyajian Data Hisab Ketinggian Hilal

Lebih terperinci

BAB III SISTEM PERHITUNGAN AL-MANAK NAUTIKA DAN EPHEMERIS. 1. Sekilas Tentang Sistem Almanak Nautika

BAB III SISTEM PERHITUNGAN AL-MANAK NAUTIKA DAN EPHEMERIS. 1. Sekilas Tentang Sistem Almanak Nautika BAB III SISTEM PERHITUNGAN AL-MANAK NAUTIKA DAN EPHEMERIS 1. Tinjauan Umum Sistem Almanak Nautika 1. Sekilas Tentang Sistem Almanak Nautika Almanak Nautika adalah almanak kelautan yang diterbitkan oleh

Lebih terperinci

Lampiran I. Algoritma Equation of Time Versi Jean Meeus

Lampiran I. Algoritma Equation of Time Versi Jean Meeus Lampiran I Algoritma Equation of Time Versi Jean Meeus NO Simbol Rumus 1 A INT (Y/100) 2 B 2 - A + INT (A/4) INT (365,25 x (Y+4716)) + Int(30.6001 x (M + 1)) + D + B - 3 JD 1524.5 3 T (JD 2451545,0) /

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM PANTAI UJUNG PANGKAH. A. Sejarah Penggunaan Pantai Ujung Pangkah sebagai Tempat Rukyat Al-

BAB III GAMBARAN UMUM PANTAI UJUNG PANGKAH. A. Sejarah Penggunaan Pantai Ujung Pangkah sebagai Tempat Rukyat Al- BAB III GAMBARAN UMUM PANTAI UJUNG PANGKAH A. Sejarah Penggunaan Pantai Ujung Pangkah sebagai Tempat Rukyat Al- Hilal Lokasi Kabupaten Gresik terletak di sebelah barat laut Kota Surabaya yang merupakan

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 29 MEI 2014 M PENENTU AWAL BULAN SYA BAN 1435 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 29 MEI 2014 M PENENTU AWAL BULAN SYA BAN 1435 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 29 MEI 2014 M PENENTU AWAL BULAN SYA BAN 1435 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan

Lebih terperinci

BAB II IRTIFA UL HILAL DALAM PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH

BAB II IRTIFA UL HILAL DALAM PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH 18 BAB II IRTIFA UL HILAL DALAM PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH A. Awal Bulan Hijriyah 1. Pengertian Awal Bulan Hijriah Sejak awal peradaban, manusia telah membagi waktu ke dalam beberapa periode, seperti

Lebih terperinci

Tugas Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Materi : Batasan dan Ragam KTI)

Tugas Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Materi : Batasan dan Ragam KTI) Tugas Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Materi : Batasan dan Ragam KTI) NAMA : AYUB SIREGAR INSTANSI : DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA SELATAN PANGKAT/GOL : PENATA MUDA TK.I / III.B Contoh Artikel/Makalah

Lebih terperinci

KALENDER. 15 Muharrom 1431 H Muharrom 1432 H. 10 Jadyu Jadyu Suro 1943 ( Dal )-24Suro 1944 ( Ba )

KALENDER. 15 Muharrom 1431 H Muharrom 1432 H. 10 Jadyu Jadyu Suro 1943 ( Dal )-24Suro 1944 ( Ba ) KALENDER 00 Muharrom H. - Muharrom H. 0 Jadyu - Jadyu Suro ( Dal )-Suro ( Ba ) KETERANGAN KALENDER :. A B C G D E F A = Kalender Hijriyah Qomariyah (Hijri lunar calendar) B = Kalender Masehi (Gregorian

Lebih terperinci

Awal Ramadan dan Awal Syawal 1433 H

Awal Ramadan dan Awal Syawal 1433 H Awal Ramadan dan Awal Syawal 1433 H Kalendar Taqwim Standard merupakan rujukan resmi pemerintah Republik Indonesia dan sekaligus kalendar rujukan bagi umat Islam Indonesia. Walaupun dalam kalendar tersebut

Lebih terperinci

Hilal Ramadhan Monday, 25 July 2011

Hilal Ramadhan Monday, 25 July 2011 Hilal Ramadhan Monday, 25 July 2011 Hilal Ramadhan Sumber: http://www.nu.or.id/page/id/dinamic_detil/14/32814/teknologi/hilal_ramadhan.html KONSEKUENSI ISTIKMAL RAJAB 1432H Laporan dari daerah-daerah menyatakan

Lebih terperinci

BAB III SISTEM HISAB ALMANAK NAUTIKA DAN ASTRONOMICAL ALGORITHMS JEAN MEEUS. Astronomical Algortihms karya Jean Meeus. Pembahasan lebih memfokuskan

BAB III SISTEM HISAB ALMANAK NAUTIKA DAN ASTRONOMICAL ALGORITHMS JEAN MEEUS. Astronomical Algortihms karya Jean Meeus. Pembahasan lebih memfokuskan 53 BAB III SISTEM HISAB ALMANAK NAUTIKA DAN ASTRONOMICAL ALGORITHMS JEAN MEEUS Pada bab ini penulis akan membahas mengenai Almanak Nautika dan Astronomical Algortihms karya Jean Meeus. Pembahasan lebih

Lebih terperinci

Materi Bedah Kisi-Kisi US Tahun 2017

Materi Bedah Kisi-Kisi US Tahun 2017 Bedah Kisi-Kisi US Tahun 2017 www.gurusd.net DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GROBOGAN 29 Sistem organ pada manusia Menjelaskan fungsi bagian indera pendengaran yang ditunjuk dalam gambar Fungsi Indra Pendengaran

Lebih terperinci

K E P U T U S A N MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 557/MENKES/SK/VII/2006 TENTANG PEDOMAN PEREKRUTAN PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESIA

K E P U T U S A N MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 557/MENKES/SK/VII/2006 TENTANG PEDOMAN PEREKRUTAN PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESIA K E P U T U S A N MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 557/MENKES/SK/VII/2006 TENTANG PEDOMAN PEREKRUTAN PETUGAS KESEHATAN HAJI INDONESIA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Perbedaan Penentuan Awal Bulan Puasa dan Idul Fitri diantara Organisasi Islam di Indonesia: NU dan Muhammadiyah

Perbedaan Penentuan Awal Bulan Puasa dan Idul Fitri diantara Organisasi Islam di Indonesia: NU dan Muhammadiyah Perbedaan Penentuan Awal Bulan Puasa dan Idul Fitri diantara Organisasi Islam di Indonesia: NU dan Muhammadiyah Puasa merupakan rukun islam yang ke-tiga, di dalam islam puasa berarti menahan diri dari

Lebih terperinci

Working Paper Series Makalah dari Program Hibah Pengajaran Semester Genap 2014/2015

Working Paper Series Makalah dari Program Hibah Pengajaran Semester Genap 2014/2015 Working Paper Series Makalah dari Program Hibah Pengajaran Semester Genap 2014/2015 Metode Pembelajaran Integratif dalam Pengajaran Matakuliah Ilmu Falak II di Program Studi Hukum Islam Anisah Budiwati

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 12 MARET 2013 M PENENTU AWAL BULAN JUMADIL ULA 1434 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 12 MARET 2013 M PENENTU AWAL BULAN JUMADIL ULA 1434 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 12 MARET 2013 M PENENTU AWAL BULAN JUMADIL ULA 1434 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM TENTANG PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH. beliau dikukuhkan sebagai khalifah ke-3 menggantikan khalifah Abu Bakar as-

BAB III GAMBARAN UMUM TENTANG PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH. beliau dikukuhkan sebagai khalifah ke-3 menggantikan khalifah Abu Bakar as- 40 BAB III GAMBARAN UMUM TENTANG PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH A. Kalender Hijriyah Dalam Lintasan Sejarah Sistem kalender Qamariyah atau tarikh Hijriyah sebenarnya telah digunakan oleh bangsa Arab sejak

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Dari hasil penelitian penulis yang berjudul Perancangan Aplikasi. Mobile Phone, dapat diambil beberapa kesimpulan, bahwa :

BAB V PENUTUP. Dari hasil penelitian penulis yang berjudul Perancangan Aplikasi. Mobile Phone, dapat diambil beberapa kesimpulan, bahwa : BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari hasil penelitian penulis yang berjudul Perancangan Aplikasi Perhitungan Mizwala Qibla Finder dengan Java 2 Micro Edition (J2ME) pada Mobile Phone, dapat diambil beberapa

Lebih terperinci

BAB III PANTAI PASIR PUTIH SEBAGAI LOKASI RUKYAT AL-HILAL. Lokasi Pantai Pasir Putih terletak di Desa Pasir Putih, Kecamatan

BAB III PANTAI PASIR PUTIH SEBAGAI LOKASI RUKYAT AL-HILAL. Lokasi Pantai Pasir Putih terletak di Desa Pasir Putih, Kecamatan 36 BAB III PANTAI PASIR PUTIH SEBAGAI LOKASI RUKYAT AL-HILAL A. Letak Geografis Pantai Pasir Putih Lokasi Pantai Pasir Putih terletak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, merupakan salah satu daerah

Lebih terperinci

APLIKASI SEGITIGA BOLA DALAM RUMUS-RUMUS HISAB RUKYAT

APLIKASI SEGITIGA BOLA DALAM RUMUS-RUMUS HISAB RUKYAT APLIKASI SEGITIGA BOLA DALAM RUMUS-RUMUS HISAB RUKYAT Disampaikan pada : Kegiatan Pembinaan dan Orientasi Hisab Rukyat Hisab dan Rukyat di Lingkungan PA/MA Direktorat Pranata dan Tata Laksana Perkara Perdata

Lebih terperinci

BAB III KALENDER MASEHI DAN HIJRIYAH

BAB III KALENDER MASEHI DAN HIJRIYAH BAB III KALENDER MASEHI DAN HIJRIYAH A. Waktu dalam Kehidupan Manusia Allah swt menetapkan perjalanan waktu dikaitkan dengan peredaran matahari dan perjalanan bulan pada orbitnya, sebagaimana QS. Yunus,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan hari raya Islam (Idul fitri dan Idul adha) memang selalu diperbincangkan oleh

BAB I PENDAHULUAN. dan hari raya Islam (Idul fitri dan Idul adha) memang selalu diperbincangkan oleh BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Polemik yang terjadi di Indonesia seputar masalah penetuan awal puasa dan hari raya Islam (Idul fitri dan Idul adha) memang selalu diperbincangkan oleh kalangan masyarakat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. primer lainnya adalah perlunya penanggalan atau yang biasa disebut dengan

BAB I PENDAHULUAN. primer lainnya adalah perlunya penanggalan atau yang biasa disebut dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di antara kebutuhan manusia yang tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan primer lainnya adalah perlunya penanggalan atau yang biasa disebut dengan kalender.

Lebih terperinci

MAKALAH ISLAM. Fenomena Gerhana 2014

MAKALAH ISLAM. Fenomena Gerhana 2014 MAKALAH ISLAM Fenomena Gerhana 2014 15 April 2014 Makalah Islam Fenomena Gerhana 2014 Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag (Kepala Subdit Binsyar dan Hisab Rukyat Kemenag RI Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia)

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 13 OKTOBER 2015 M PENENTU AWAL BULAN MUHARRAM 1437 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 13 OKTOBER 2015 M PENENTU AWAL BULAN MUHARRAM 1437 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 13 OKTOBER 2015 M PENENTU AWAL BULAN MUHARRAM 1437 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan

Lebih terperinci

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT (Pendekatan Sistem Koordinat Geografik dan Ellipsoid) Oleh : Akhmad Syaikhu A. PERSIAPAN Untuk melakukan pengukuran arah kiblat suatu tempat atau kota dengan

Lebih terperinci

Hisab dan Rukyat Setara: Astronomi Menguak Isyarat Lengkap dalam Al-Quran tentang Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah

Hisab dan Rukyat Setara: Astronomi Menguak Isyarat Lengkap dalam Al-Quran tentang Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah I Hisab dan Rukyat Setara: Astronomi Menguak Isyarat Lengkap dalam Al-Quran tentang Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah Diskusi soal penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah seringkali

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS METODE AZIMUTH BULAN SEBAGAI ACUAN PENENTUAN ARAH KIBLAT. A. Analisis Penentuan Arah Kiblat dengan Metode Azimuth Bulan

BAB IV ANALISIS METODE AZIMUTH BULAN SEBAGAI ACUAN PENENTUAN ARAH KIBLAT. A. Analisis Penentuan Arah Kiblat dengan Metode Azimuth Bulan BAB IV ANALISIS METODE AZIMUTH BULAN SEBAGAI ACUAN PENENTUAN ARAH KIBLAT A. Analisis Penentuan Arah Kiblat dengan Metode Azimuth Bulan Pada dasarnya azimuth Bulan adalah busur yang diukur dari titik Utara

Lebih terperinci

PENENTUAN AWAL BULAN QOMARIAH DI INDONESIA BERDASARKAN DATA PENGAMATAN HILAL BMKG

PENENTUAN AWAL BULAN QOMARIAH DI INDONESIA BERDASARKAN DATA PENGAMATAN HILAL BMKG PENENTUAN AWAL BULAN QOMARIAH DI INDONESIA BERDASARKAN DATA PENGAMATAN HILAL BMKG QOMARIAH MONTHS EARLIER DEFINITION IN INDONESIA UNDER THE SUPERVISION OF DATA HILAL BMKG Rukman Nugraha Pusat Seismologi

Lebih terperinci

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1433 H (2012 M)

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1433 H (2012 M) JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1433 H (2012 M) UNTUK KABUPATEN KEBUMEN PROPINSI JAWA TENGAH Disusun Oleh : Muh. Ma rufin Sudibyo Disampaikan Kepada yang Terhormat : Kepala Kementerian Agama Kantor Kabupaten

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KOMPARASI ISTIWAAINI KARYA SLAMET HAMBALI SEBAGAI PENENTU ARAH KIBLAT DENGAN THEODOLIT

BAB IV ANALISIS KOMPARASI ISTIWAAINI KARYA SLAMET HAMBALI SEBAGAI PENENTU ARAH KIBLAT DENGAN THEODOLIT BAB IV ANALISIS KOMPARASI ISTIWAAINI KARYA SLAMET HAMBALI SEBAGAI PENENTU ARAH KIBLAT DENGAN THEODOLIT A. Analisis Istiwaaini Dalam Penentuan Arah Kiblat Slamet Hambali menjelaskan bahwa Istiwaaini adalah

Lebih terperinci

HISAB RUKYAT DALAM ASTRONOMI MODERN. T. Djamaluddin 1

HISAB RUKYAT DALAM ASTRONOMI MODERN. T. Djamaluddin 1 HISAB RUKYAT DALAM ASTRONOMI MODERN T. Djamaluddin 1 Pendahuluan Hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan) secara umum adalah bagian tak terpisahkan dari astronomi modern. Hisab yang formulasinya

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 10 FEBRUARI 2013 M PENENTU AWAL BULAN RABI UTS TSANI 1434 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 10 FEBRUARI 2013 M PENENTU AWAL BULAN RABI UTS TSANI 1434 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 10 FEBRUARI 2013 M PENENTU AWAL BULAN RABI UTS TSANI 1434 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari

Lebih terperinci

BAB IV PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DALAM PENENTUAN AWAL BULAN SYAWAL 1992, 1993, 1994 M DAN AWAL ZULHIJAH 2000 M ANTARA NAHDLATUL ULAMA DAN PEMERINTAH

BAB IV PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DALAM PENENTUAN AWAL BULAN SYAWAL 1992, 1993, 1994 M DAN AWAL ZULHIJAH 2000 M ANTARA NAHDLATUL ULAMA DAN PEMERINTAH BAB IV PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DALAM PENENTUAN AWAL BULAN SYAWAL 1992, 1993, 1994 M DAN AWAL ZULHIJAH 2000 M ANTARA NAHDLATUL ULAMA DAN PEMERINTAH 1. Analisis Komparasi Metode Penentuan Awal Ramadan, Syawal

Lebih terperinci

Hisab dan rukyat - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklop...

Hisab dan rukyat - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklop... 1 of 6 10/10/12 08:16 Hisab dan rukyat Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM RABU, 24 SEPTEMBER 2014 M PENENTU AWAL BULAN DZULHIJJAH 1435 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM RABU, 24 SEPTEMBER 2014 M PENENTU AWAL BULAN DZULHIJJAH 1435 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM RABU, 24 SEPTEMBER 2014 M PENENTU AWAL BULAN DZULHIJJAH 1435 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari

Lebih terperinci

10 Kapitu (42) - 40 Kapitu (42) 41 Kapitu (42) - 26 Kawolu (26)

10 Kapitu (42) - 40 Kapitu (42) 41 Kapitu (42) - 26 Kawolu (26) ٤ جمادى الا ولى - ١٤٣٨ ١ جمادى الا خيرة ٢ ١٤٣٨ ربيع الا خر - ١٤٣٨ ٣ جمادى الا ولى ١٤٣٨ 10 Jadyu 1395-10 وسط الشتاء - أخرالشتاء أول الشتاء - وسط الشتاء Dalwu 1395 11 Dalwu 1395-8 Hut 1395 10 Kapitu (42)

Lebih terperinci

1 ZULHIJJAH 1430 HIJRIYYAH DI INDONESIA Dipublikasikan Pada Tanggal 11 November 2009

1 ZULHIJJAH 1430 HIJRIYYAH DI INDONESIA Dipublikasikan Pada Tanggal 11 November 2009 Risalah Elektronik RHI Nomor 2 Volume I Tahun 13 H 1 ZULHIJJAH 13 HIJRIYYAH DI INDONESIA Dipublikasikan Pada Tanggal 11 November 29 I. PENDAHULUAN Sistem kalender yang digunakan Umat Islam, selanjutnya

Lebih terperinci

Seputar Perbedaan Ilmu Hisab dan Penentuan Hari Raya

Seputar Perbedaan Ilmu Hisab dan Penentuan Hari Raya Seputar Perbedaan Ilmu Hisab dan Penentuan Hari Raya KH Abdul Salam Nawawi Ilmu hisab (astronomi) tentang posisi bulan yang berkembang di Indonesia secara umum dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu: 1.

Lebih terperinci

INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 8 DAN 9 SEPTEMBER 2010 PENENTU AWAL BULAN SYAWWAL 1431 H

INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 8 DAN 9 SEPTEMBER 2010 PENENTU AWAL BULAN SYAWWAL 1431 H INFORMASI ASTRONOMIS HILAL DAN MATAHARI SAAT MATAHARI TERBENAM TANGGAL 8 DAN 9 SEPTEMBER 2010 PENENTU AWAL BULAN SYAWWAL 1431 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam

Lebih terperinci

A. Analisis Fungsi dan Kedudukan Deklinasi Bulan dan Lintang Tempat dalam menghitung Ketinggian Hilal menurut Kitab Sullam an-nayyirain

A. Analisis Fungsi dan Kedudukan Deklinasi Bulan dan Lintang Tempat dalam menghitung Ketinggian Hilal menurut Kitab Sullam an-nayyirain BAB IV ANALISIS FUNGSI DAN KEDUDUKAN DEKLINASI BULAN DAN LINTANG TEMPAT DALAM MENGHITUNG KETINGGIAN HILAL DALAM KITAB SULLAM AN-NAYYIRAIN DAN ALMANAK NAUTIKA A. Analisis Fungsi dan Kedudukan Deklinasi

Lebih terperinci

ASTRONOMI MEMBERI SOLUSI PENYATUAN UMMAT

ASTRONOMI MEMBERI SOLUSI PENYATUAN UMMAT ASTRONOMI MEMBERI SOLUSI PENYATUAN UMMAT Prof. Dr. Thomas Djamaluddin Profesor Riset Astronomi Astrofisika Deputi Sains, Pengkajian,dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA

Lebih terperinci

BAB IV UJI FUNGSIONALITAS, VALIDITAS, KOMPARASI, DAN EVALUASI PERHITUNGAN WAKTU SALAT PADA ISLAMIC ASTRONOMY SITE

BAB IV UJI FUNGSIONALITAS, VALIDITAS, KOMPARASI, DAN EVALUASI PERHITUNGAN WAKTU SALAT PADA ISLAMIC ASTRONOMY SITE BAB IV UJI FUNGSIONALITAS, VALIDITAS, KOMPARASI, DAN EVALUASI PERHITUNGAN WAKTU SALAT PADA ISLAMIC ASTRONOMY SITE A. UJI FUNGSIONALITAS Uji coba yang pertama adalah uji fungsioalitas pada program awal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam hukum Islam, banyak ibadah yang keabsahannya digantungkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam hukum Islam, banyak ibadah yang keabsahannya digantungkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam hukum Islam, banyak ibadah yang keabsahannya digantungkan pada perjalanan sang waktu yang didasarkan pada peredaran matahari dan peredaraan bulan. Hal

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SABTU, 1 MARET 2014 M PENENTU AWAL BULAN JUMADAL ULA 1435 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SABTU, 1 MARET 2014 M PENENTU AWAL BULAN JUMADAL ULA 1435 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SABTU, 1 MARET 2014 M PENENTU AWAL BULAN JUMADAL ULA 1435 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan

Lebih terperinci

!" # $%&'("#$)$*+"+)

! # $%&'(#$)$*++) KATA PENGANTAR!" # $%&'("#$)$*+"+) Syukur al hamdulillah Penulis panjatkan kehadhirat Allah SWT. yang telah melimpahkan Taufiq dan Hidayah-Nya, sehingga tulisan yang diberi judul Pengenalan Dasar-Dasar

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 16 DAN JUMAT, 17 JULI 2015 M PENENTU AWAL BULAN SYAWAL 1436 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 16 DAN JUMAT, 17 JULI 2015 M PENENTU AWAL BULAN SYAWAL 1436 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 16 DAN JUMAT, 17 JULI 2015 M PENENTU AWAL BULAN SYAWAL 1436 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari

Lebih terperinci

Modul Pelatihan HISAB - RUKYAT AWAL BULAN HIJRIYAH

Modul Pelatihan HISAB - RUKYAT AWAL BULAN HIJRIYAH Modul Pelatihan HISAB - RUKYAT AWAL BULAN HIJRIYAH Oleh : MUTOHA ARKANUDDIN ============================================================ HISAB AWAL BULAN HIJRIYAH Oleh : Mutoha Arkannuddin *) Sistem Kalender

Lebih terperinci

PEDOMAN TATACARA PELAKSANAAN ITSBAT RUKYATUL HILAL

PEDOMAN TATACARA PELAKSANAAN ITSBAT RUKYATUL HILAL PEDOMAN TATACARA PELAKSANAAN ITSBAT RUKYATUL HILAL PENDAHULUAN 1. Hisab dan Rukyat adalah perpaduan perhitungan dan obsevasi hilal dan merupakan salah satu cara atau metode untuk penentuan awal bulan.

Lebih terperinci

Program Konversi Kalender Masehi-Hijriyah. Posted on 9 Desember 2010 by tdjamaluddin. i 6 Votes. T. Djamaluddin

Program Konversi Kalender Masehi-Hijriyah. Posted on 9 Desember 2010 by tdjamaluddin. i 6 Votes. T. Djamaluddin 1 of 13 10/10/12 08:03 ******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** =========================================== Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi Program Konversi Kalender

Lebih terperinci

BAB IV. ANALISIS METODE HISAB GERHANA MATAHARI DALAM KITAB IRSYẬD AL-MURỈD A. Analisis Metode Hisab Gerhana Matahari dalam Kitab Irsyậd al-murỉd

BAB IV. ANALISIS METODE HISAB GERHANA MATAHARI DALAM KITAB IRSYẬD AL-MURỈD A. Analisis Metode Hisab Gerhana Matahari dalam Kitab Irsyậd al-murỉd BAB IV ANALISIS METODE HISAB GERHANA MATAHARI DALAM KITAB IRSYẬD AL-MURỈD A. Analisis Metode Hisab Gerhana Matahari dalam Kitab Irsyậd al-murỉd Kitab Irsyậd al-murỉd merupakan kitab karangan KH. Ahmad

Lebih terperinci

BAB III PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN THEODOLIT DALAM BUKU EPHEMERIS HISAB RUKYAH 2013

BAB III PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN THEODOLIT DALAM BUKU EPHEMERIS HISAB RUKYAH 2013 BAB III PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN THEODOLIT DALAM BUKU EPHEMERIS HISAB RUKYAH 2013 A. Ephemeris Hisab Rukyat Ephemeris Hisab Rukyat adalah sebuah buku yang berisi tabel Astronomi yaitu data Matahari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring semakin populernya penanggalan Masehi sebagai penanggalan

BAB I PENDAHULUAN. Seiring semakin populernya penanggalan Masehi sebagai penanggalan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring semakin populernya penanggalan Masehi sebagai penanggalan resmi multinasional, 1 penanggalan Hijriah tetap eksis di masyarakat sebagai pemegang fungsi yang sangat

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS UJI KELAYAKAN TEMPAT RUKYAT AL-HILAL DI PANTAI ALAM INDAH TEGAL. A. Analisis Dasar Pertimbangan Pantai Alam Indah Tegal Dijadikan

BAB IV ANALISIS UJI KELAYAKAN TEMPAT RUKYAT AL-HILAL DI PANTAI ALAM INDAH TEGAL. A. Analisis Dasar Pertimbangan Pantai Alam Indah Tegal Dijadikan BAB IV ANALISIS UJI KELAYAKAN TEMPAT RUKYAT AL-HILAL DI PANTAI ALAM INDAH TEGAL A. Analisis Dasar Pertimbangan Pantai Alam Indah Tegal Dijadikan Sebagai Salah Satu Tempat Rukyat Al-hilal Dalam bab ke-3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perbedaan pendapat mengenai penetapan awal bulan Qamariyah kerap

BAB I PENDAHULUAN. Perbedaan pendapat mengenai penetapan awal bulan Qamariyah kerap BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbedaan pendapat mengenai penetapan awal bulan Qamariyah kerap terjadi antar organisasi keagamaan. Persoalan ini merupakan persoalan yang sudah menjurus ke

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PENGGUNAAN DAN AKURASI BENCET DI PONDOK PESANTREN AL-MAHFUDZ SEBLAK DIWEK JOMBANG SEBAGAI PENUNJUK WAKTU SALAT

BAB IV ANALISIS PENGGUNAAN DAN AKURASI BENCET DI PONDOK PESANTREN AL-MAHFUDZ SEBLAK DIWEK JOMBANG SEBAGAI PENUNJUK WAKTU SALAT BAB IV ANALISIS PENGGUNAAN DAN AKURASI BENCET DI PONDOK PESANTREN AL-MAHFUDZ SEBLAK DIWEK JOMBANG SEBAGAI PENUNJUK WAKTU SALAT A. Analisis Bencet di Pondok Pesantren Al-Mahfudz Seblak Diwek Jombang. 1.

Lebih terperinci

Penulis : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc Dipublikasikan ulang dari

Penulis : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc Dipublikasikan ulang dari Penulis : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc Dipublikasikan ulang dari www.muslim.or.id Penyebar: Iman Daryanto [http://www.ebookislamgratis.wordpress] Buletin At Tauhid Edisi 18 Tahun X Segala puji

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN DAFTAR ISI PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN INTISARI ABSTRACT vii x xii xiii xv xvii xviii xix BAB I PENDAHULUAN 1 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

Lebih terperinci

SOLAR ENVELOPE Lingkungan Penerangan Ernaning Setiyowati

SOLAR ENVELOPE Lingkungan Penerangan Ernaning Setiyowati Kompleks bangunan ini adalah kompleks perumahan modern yang menawarkan konsep desain minimalis. Antar unit bangunannya tidak memiliki jarak sama sekali. Open space yang ada hanyalah pada halaman depan

Lebih terperinci

M. YAKUB MUBAROK NIM :

M. YAKUB MUBAROK NIM : PEMROGRAMAN DATA EPHEMERIS MATAHARI DAN BULAN BERDASARKAN PERHITUNGAN JEAN MEEUS MENGGUNAKAN BAHASA PROGRAM PHP (PERSONAL HOMEPAGE HYPERTEXT PREPROCESSOR) DAN MySQL (MY STRUCTURE QUERY LANGUAGE) SKRIPSI

Lebih terperinci

Perayaan Tahun Baru Islam

Perayaan Tahun Baru Islam Perayaan Tahun Baru Islam Bulan demi bulan telah berlalu dan tanpa terasa kita telah berada di pengujung tahun hijriyah dan tidak lama lagi tahun yang lama akan berlalu dan akan datang tahun baru. Hal

Lebih terperinci

SIDANG PENETAPAN PENYAKSIAN RUKYATUL HILAL Oleh : Anshoruddin

SIDANG PENETAPAN PENYAKSIAN RUKYATUL HILAL Oleh : Anshoruddin SIDANG PENETAPAN PENYAKSIAN RUKYATUL HILAL Oleh : Anshoruddin I. PENDAHULUAN Pasal 52 A UU No. 7 Th 1989 menyatakan : " Pengadilan Agama memberikan istbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan

Lebih terperinci

PARADIGMA BARU PERADILAN AGAMA. Oleh: Ahsan Dawi Mansur. Peradilan Agama merupakan lingkungan peradilan di bawah

PARADIGMA BARU PERADILAN AGAMA. Oleh: Ahsan Dawi Mansur. Peradilan Agama merupakan lingkungan peradilan di bawah PARADIGMA BARU PERADILAN AGAMA Oleh: Ahsan Dawi Mansur Peradilan Agama merupakan lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung sebagai pelaku kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peristiwa yang sering terjadi adalah pertama, pada saat menentukan akhir bulan

BAB I PENDAHULUAN. peristiwa yang sering terjadi adalah pertama, pada saat menentukan akhir bulan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, seringkali mengalami peristiwa yang membingungkan saat terjadi penentuan hari pertama sebuah bulan yang

Lebih terperinci

Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat

Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat Dyah Worowirastri Ekowati Universitas Muhammadiyah Malang dyah_umm@yahoo.com Abstrac The problem of determining

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KELAYAKAN PANTAI NAMBANGAN SURABAYA SEBAGAI TEMPAT RUKYAT HILAL. A. Analisis Latar Belakang Pemakaian Pantai Nambangan sebagai

BAB IV ANALISIS KELAYAKAN PANTAI NAMBANGAN SURABAYA SEBAGAI TEMPAT RUKYAT HILAL. A. Analisis Latar Belakang Pemakaian Pantai Nambangan sebagai BAB IV ANALISIS KELAYAKAN PANTAI NAMBANGAN SURABAYA SEBAGAI TEMPAT RUKYAT HILAL A. Analisis Latar Belakang Pemakaian Pantai Nambangan sebagai Tempat Rukyat Hilal Dipilihnya pantai Nambangan sebagai salah

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH 25 Penetapan Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH Majelis Ulama Indonesia, setelah : MENIMBANG :

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian pada prinsipnya tidak terlepas dari bagaimana cara untuk

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian pada prinsipnya tidak terlepas dari bagaimana cara untuk BAB III METODE PENELITIAN Dalam penelitian pada prinsipnya tidak terlepas dari bagaimana cara untuk mempelajari, menyelidiki, maupun melaksanakan suatu kegiatan secara sistematis. Metode penelitian dapat

Lebih terperinci

Muharram, Ketika kemuliaannya ternoda..

Muharram, Ketika kemuliaannya ternoda.. Muharram, Ketika kemuliaannya ternoda.. "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.

Lebih terperinci

ANALISIS VISIBILITAS HILAL PENENTU AWAL RAMADHAN DAN SYAWAL 1433 H DENGAN MODEL FUNGSI VISIBILITAS KASTNER

ANALISIS VISIBILITAS HILAL PENENTU AWAL RAMADHAN DAN SYAWAL 1433 H DENGAN MODEL FUNGSI VISIBILITAS KASTNER Seminar Nasional Fisika 2012 Universitas Negeri Semarang 6 Oktober 2012 ISBN 978-602-97835-2-0 ANALISIS VISIBILITAS HILAL PENENTU AWAL RAMADHAN DAN SYAWAL 1433 H DENGAN MODEL FUNGSI VISIBILITAS KASTNER

Lebih terperinci