Hasil Perhitungan Dengan Winhisab Oleh Laboratorium Falak Dan Komputer Fakultas Syariah

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hasil Perhitungan Dengan Winhisab Oleh Laboratorium Falak Dan Komputer Fakultas Syariah"

Transkripsi

1 UJI VALIDASI HASIL PERHITUNGAN PROGRAM UNTUK MENGHITUNG AWAL BULAN QAMARIYAH BERDASARKAN VISIBILITAS BULAN PADA TAHUN 1432 HIJRIYAH DENGAN MARKAS MALANG No. Nama Bulan Qamariyah Hasil Perhitungan Dengan Program Hasil Penelitian (Authorium 1. Muharrom Muharram 1432 H. Terjadi Pada = Jam 0:35: WIB 6 Desember 2010 M 17:41:12.02 WIB Persen :-30.0: e Deklinasi Bulan = -24:-8: :34.0: :34.0: Hasil Perhitungan Dengan Winhisab Oleh Laboratorium Falak Dan Komputer Fakultas Syariah Hasil Perhitungan Dengan Algoritma Meuss Karya DR.Rinto Anugraha (Excel, Dosen Fisika UGM dan Kontributor di Eramuslim.com dan Rukyatulhilal.org Tidak dilakukan Perhitungan Muharram 1432 H. Terjadi Pada = Jam 0:35:43 WIB 6 Desember 2010 M 17:41:12WIB 0.61 Persen -22:-30:-9 e Deklinasi Bulan = -24:-8:-23 (Derajat:Menit busur:detik 247:1:4(Derajat:Menit busur:detik 246:34:29 (Derajat:Menit busur:detik 7:31:13 +

2 7.0:31.0: Shafar Shafar 1432 H. Terjadi Pada = Jam 16:2:39.0 WIB 4 Januari 17:55:10.05 WIB Persen :-43.0: e Deklinasi Bulan = -21:-33: :36.0: :4.0: :-46.0: Shafar 1432 H. Terjadi Pada = Jam 16:04 WIB 4 Januari ada 0,01Persen Tidak 246 : 51: 32.8 (Derajat:Menit busur:detik 248 : 08: 2.47 (Derajat:Menit busur:detik -0 : -14: -5.18(Derajat:Menit busur:detik + Shafar 1432 H. Terjadi Pada = Jam 16:2:39.0 WIB 4 Januari 17:55:10.05 WIB Persen :- 43.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -21:-33: (Derajat:Menit busur:detik g h Azimuth Bulan = 248.0:4.0: i Tinggi Hilal Haqiqi Hilal= -0.0:-46.0: (Derajat:Menit busur:detik + j Kesimpulan :

3 + i I. Kesimpulan : 3. Robiul Awal Rabiu'l Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 9:30: WIB 3 Februari 17:59:50.33 WIB Persen :-33.0: e Deklinasi Bulan = -11:-50: :49.0: :6.0: :33.0: i I. Kesimpulan : Rabiul Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 08:04 WIB 3 Februari 0.22 Persen Tidak e Deklinasi Bulan =Tidak 253.0:6.0: :8.0: :52:5.64 (Derajat:Menit busur:detik + Rabiu'l Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 9:30: WIB 3 Februari 17:59:50.33 WIB Persen :- 33.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -11:-50: (Derajat:Menit busur:detik 258.0:6.0: (Derajat:Menit busur:detik 0.0:33.0: (Derajat:Menit busur:detik + I. Kesimpulan :

4 4. Robiul Akhir 5. Jumadil Awal Rabi'ul Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 3:45: WIB 5 Maret 17:50:58.05 WIB Persen :-5.0: e Deklinasi Bulan = 0:56: :27.0: :10.0: :31.0: Jumadil Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam Rabiul Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 3:47 WIB 5 Maret 0.54 Persen Tidak 263: 41: 6.74 (Derajat:Menit busur:detik 271:23: 26.4 (Derajat:Menit busur:detik h Tinggi Hilal Haqiqi Hilal=1:43: Jumaddil Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 21:34 Rabi'ul Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 3:45: WIB 5 Maret 2011 M 17:50:58.05 WIB Persen :- 5.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = 0:56: (Derajat:Menit busur:detik 271.0:10.0: :31.0: (Derajat:Menit busur:detik Jumadil Awwal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 21:32: WIB 3 April 2011

5 6. Jumadil Akhir 21:32: WIB 3 April 17:36:3.77 WIB Persen :15.0: e Deklinasi Bulan = 9:0: :7.0: :20.0: :-22.0: Jumadil Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 13:50: WIB 3 Mei WIB 3 April 0.20 Persen d Deklinasi Matahari Tidak 275:09:43,3 (Derajat:Menit busur:detik 278:23:26,4(Derajat:Menit busur:detik - 5:30:37,65 (Derajat:Menit busur:detik + Jumadil Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 13:52WIB 3 Mei M 17:36:3.77 WIB Persen :15.0: e Deklinasi Bulan = 9:0: :7.0: :20.0: :-22.0: (Derajat:Menit busur:detik + Jumadil Akhir 1432 H. Terjadi Pada = Jam 13:50: WIB 3 Mei 2011 M 17:23:29.06 WIB

6 17:23:29.06 WIB Persen :38.0: e Deklinasi Bulan = 19:16: :36.0: :17.0: :-18.0: Rajab Rajab 1432 H. Terjadi Pada = Jam 4:2: WIB 2 Juni 17:20:26.03 WIB 0.10 Persen Tidak 285:38:14,4 (Derajat:Menit busur:detik 289:18:24,54 (Derajat:Menit busur:detik - 0:35:54,19 (Derajat:Menit busur:detik + Rajab 1432 H. Terjadi Pada = Jam 4:04.0 WIB 2 Juni 0.32Persen Persen :38.0: e Deklinasi Bulan = 19:16: :36.0: :17.0: :-18.0: (Derajat:Menit busur:detik + Rajab 1432 H. Terjadi Pada = Jam 4:2: WIB 2 Juni Matahari Terbenam = Pukul 17:20:26.03 WIB b Cahaya Hilal (Iluminasi Persen c Deklinasi Matahari = :10.0:

7 Persen :10.0: e Deklinasi Bulan = 23:23: :12.0: :30.0: :44.0: Sya ban Sya'ban 1432 H. Terjadi Pada = Jam 15:53: WIB 1 Juli 17:25:40.66 WIB Persen Tidak 292:13:56,11 (Derajat:Menit busur:detik 294:29:25,86 (Derajat:Menit busur:detik 4:45:5,24 (Derajat:Menit busur:detik + Sya ban 1432 H. Terjadi Pada = Jam 15:55 WIB 1 Juli 0.02 Persen Tidak 3 d Deklinasi Bulan = 23:23: e Azimuth Matahari = 292.0:12.0: f Azimuth Bulan = 294.0:30.0: g Tinggi Hilal Haqiqi Hilal= 4.0:44.0: (Derajat:Menit busur:detik + h Kesimpulan : Sya'ban 1432 H. Terjadi Pada = Jam 15:53: WIB 1 Juli 17:25:40.66 WIB Persen :6.0: e Deklinasi Bulan = 21:33:

8 :6.0: e Deklinasi Bulan = 21:33: :9.0: :43.0: :-27.0: Ramadhan Ramadhan 1432 H. Terjadi Pada = Jam 1:39: WIB 31 Juli 17:31:21.09 WIB Persen :17.0: :10:56,59 (Derajat:Menit busur:detik 291:44:30,87 (Derajat:Menit busur:detik - 0:-1:-18,25 (Derajat:Menit busur:detik Ramadhan 1432 H. Terjadi Pada = Jam 1:41 WIB 31 Juli 0.71 Persen Tidak 293.0:9.0: (Derajat:Menit busur:detik 291.0:43.0: :-27.0: (Derajat:Menit busur:detik + Ramadhan 1432 H. Terjadi Pada = Jam 1:39: WIB 31 Juli 17:31:21.09 WIB Persen :17.0: e Deklinasi Bulan = 11:52: :17.0:

9 10. Syawal e Deklinasi Bulan = 11:52: :17.0: :7.0: :51.0: Syawal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 10:4: WIB 29 Agustus 17:31:19.4 WIB Persen :23.0: e Deklinasi Bulan = 288:18:31,02 (Derajat:Menit busur:detik 283:5:59,19 (Derajat:Menit busur:detik 6:44:30,72(Derajat:Menit busur:detik + Syawal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 10:5 WIB 29 Agustus 0,32 Persen Tidak 279 :19: 33,8 (Derajat:Menit busur:detik 273:30: 283.0:7.0: (Derajat:Menit busur:detik 6.0:51.0: (Derajat:Menit busur:detik + Syawal 1432 H. Terjadi Pada = Jam 10:4: WIB 29 Agustus 17:31:19.4 WIB Persen :23.0: e Deklinasi Bulan = 3:12: :18.0: :29.0:

10 11. Dzulqadah 3:12: :18.0: :29.0: :41.0: Dzul-Qa'dah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 18:8: WIB 27 September 17:27:49.56 WIB Persen :-34.0: e Deklinasi Bulan = -5:-50: ,99 (Derajat:Menit busur:detik 1:44: 17,46 (Derajat:Menit busur:detik Dzulqadah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 18:10 WIB 27 September 0.18 Persen Tidak 268:14:11,7(Derajat:Menit busur:detik 263:42:10,4 (Derajat:Menit busur:detik - 1.0:41.0: (Derajat:Menit busur:detik + Dzul-Qa'dah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 18:8: WIB 27 September 17:27:49.56 WIB Persen :- 34.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -5:-50: (Derajat:Menit busur:detik 263.0:38.0: :-59.0: (Derajat:Menit

11 12. Dzulhijjah 116.0:15.0: :38.0: :-59.0: Dzul-Hijjah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 2:55: WIB 27 Oktober 17:27:23.96 WIB Persen :-44.0: e Deklinasi Bulan = -18:-10: :31.0: :45:3,51 (Derajat:Menit busur:detik + Dzulhijjah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 2:57 WIB 27 Oktober 0.62Persen Tidak 256:58:3,65 (Derajat:Menit busur:detik 252:30:40,6 (Derajat:Menit busur:detik 6:7:38,76 (Derajat:Menit busur:detik busur:detik Dzul-Hijjah 1432 H. Terjadi Pada = Jam 2:55: WIB 27 Oktober 17:27:23.96 WIB Persen :- 44.0: (Derajat:Menit busur:detik e Deklinasi Bulan = -18:-10: (Derajat:Menit busur:detik (Derajat:Menit busur:detik 252.0:31.0: :33.0: (Derajat:Menit busur:detik +

12 252.0:31.0: :33.0:

13 Toleransi maksimal=0,5: TABEL PERSENTASE KEAKURATAN HASIL PERHITUNGAN 1432 H BERDASARKAN TINGGI HILAL No. Program Yang Digunakan Muhar rom Sha far Robiul Awal Robiul Akhir Jumad il Awal Jumadil Akhir Nama Bulan Qamariyah Rajab Sya ban Ramadha n Syawal Dzulqada h Dzulhijjah 1. Winhisab oleh Laboratorium Falak 2. Program Hasil Penelitian Selisih (Dalam D:M:S Tidak dilakuk an Perhitu ngan 7.0:31. 0: (DMS Tidak dihitun g 0.0: : (D: M:S -0 : -14: (D: M:S 0:32 : :52: :33.0: :19: :43: :31.0: :12: : 30:37, :- 22.0: (D:M:S 0:8: (D:M:S - 0:35:54, :- 18.0: :17: :45:5,24 0:-1:-18,25 4.0:44.0: :1: : : (D: M:S 0:27 : :44:30,72 6.0:51.0: :7: :44: 17,46 1.0:41.0: :3: :45:3,51-2.0:-59.0: :14: (DMS 6:7:38,76 ( 6.0:33.0: :7:27, (DMS

14 Selisih (Dalam Desimal Toleransi Total dalam persen (memenuhi toleransi dibagi 11 * 100% Tidak dihitun g 537 8(D: M:S 0.54 (Tid ak me men uhi 0.32 (memen uhi % (memenu hi 0.14 (meme nuhi (Tidak memenu hi 0.03 (memenuhi (D: M:S 0.46 (me men uhi 0.13 (memenuhi (memenuhi 0,25 (memenuhi 0,13 (memenuhi

BAB II IRTIFA UL HILAL DALAM PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH

BAB II IRTIFA UL HILAL DALAM PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH 18 BAB II IRTIFA UL HILAL DALAM PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH A. Awal Bulan Hijriyah 1. Pengertian Awal Bulan Hijriah Sejak awal peradaban, manusia telah membagi waktu ke dalam beberapa periode, seperti

Lebih terperinci

Jadwal Shalat Bulan Januari, 2015 M Denpasar, Bali, Indonesia

Jadwal Shalat Bulan Januari, 2015 M Denpasar, Bali, Indonesia Jadwal Shalat Bulan Januari, 2015 M 01 04:29 04:39 06:01 06:27 12:24 15:51 18:44 19:59 (9:16) 02 04:30 04:40 06:01 06:27 12:24 15:51 18:45 19:59 (9:18) 03 04:30 04:40 06:02 06:28 12:25 15:51 18:45 20:00

Lebih terperinci

BAB III KALENDER MASEHI DAN HIJRIYAH

BAB III KALENDER MASEHI DAN HIJRIYAH BAB III KALENDER MASEHI DAN HIJRIYAH A. Waktu dalam Kehidupan Manusia Allah swt menetapkan perjalanan waktu dikaitkan dengan peredaran matahari dan perjalanan bulan pada orbitnya, sebagaimana QS. Yunus,

Lebih terperinci

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT

METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT METODE PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN TEODOLIT (Pendekatan Sistem Koordinat Geografik dan Ellipsoid) Oleh : Akhmad Syaikhu A. PERSIAPAN Untuk melakukan pengukuran arah kiblat suatu tempat atau kota dengan

Lebih terperinci

Hisab Awal Bulan Syawwal 1434 H

Hisab Awal Bulan Syawwal 1434 H Hisab Awal Bulan Sistem Ephemeris 1 Hisab Awal Bulan Syawwal 1434 H Kota Penentuan Brisbane Lintang tempat (φ) = 27 28' 45 LS Bujur tempat (λ) = 153 1 ' 40 BT Tinggi tempat =... 10 meter di atas laut 0.

Lebih terperinci

Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat

Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat Telaah Matematis pada Penentuan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Metode Ephemeris Hisab Rukyat Dyah Worowirastri Ekowati Universitas Muhammadiyah Malang dyah_umm@yahoo.com Abstrac The problem of determining

Lebih terperinci

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH 25 Penetapan Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 2 Tahun 2004 Tentang PENETAPAN AWAL RAMADHAN, SYAWAL, DAN DZULHIJJAH Majelis Ulama Indonesia, setelah : MENIMBANG :

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan

Lebih terperinci

JADWAL WAKTU SHOLAT BANDUNG, CIMAHI DAN SEKITARNYA TAHUN 2015

JADWAL WAKTU SHOLAT BANDUNG, CIMAHI DAN SEKITARNYA TAHUN 2015 BULAN : JANUARI 2015 TANGGAL SHUBUH TERBIT DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA 01/01/2015 04:12 05:37 11:55 15:20 18:10 19:25 02/01/2015 04:12 05:38 11:55 15:20 18:11 19:25 03/01/2015 04:13 05:38 11:56 15:21 18:11

Lebih terperinci

BAB II HISAB AWAL BULAN QAMARIYAH

BAB II HISAB AWAL BULAN QAMARIYAH BAB II HISAB AWAL BULAN QAMARIYAH A. Pengertian Awal Bulan Qamariyah Penanggalan adalah sistem satuan satuan ukuran waktu yang digunakan untuk mencatat peristiwa peristiwa penting, baik mengenai kehidupan

Lebih terperinci

PENJELASAN TENTANG HASIL HISAB BULAN RAMADAN, SYAWAL, DAN ZULHIJAH 1436 H (2015 M)

PENJELASAN TENTANG HASIL HISAB BULAN RAMADAN, SYAWAL, DAN ZULHIJAH 1436 H (2015 M) PENJELSN TENTNG HSIL HIS ULN RMDN, SYWL, DN ZULHIJH 1436 H (2015 M) Data dan kesimpulan sebagaimana dimuat dalam Hasil Hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang merupakan lampiran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam penetapan awal bulan kamariah, terdapat beberapa metode yang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam penetapan awal bulan kamariah, terdapat beberapa metode yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam penetapan awal bulan kamariah, terdapat beberapa metode yang menjadi dasar dalam penentuannya, antara lain yaitu dengan menggunakan metode hisab dan metode rukyat.

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 16 DAN RABU, 17 JUNI 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAMADLAN 1436 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 16 DAN RABU, 17 JUNI 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAMADLAN 1436 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 16 DAN RABU, 17 JUNI 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAMADLAN 1436 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

Dengan PHBM Masyarakat Terlibat Langsung dalam Melestarikan Hutan

Dengan PHBM Masyarakat Terlibat Langsung dalam Melestarikan Hutan Dengan PHBM Masyarakat Terlibat Langsung dalam Melestarikan Hutan LMDH Wana Bersemi, Desa Gempol, Kabupaten Blora Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) merupakan suatu lembaga yang dibentuk oleh masyarakat

Lebih terperinci

PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA WAKAL

PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA WAKAL PENETAPAN AWAL BULAN QAMARIYAH PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA WAKAL (Studi Kasus Desa Wakal, Kec. Lei Hitu, Kab. Maluku Tengah, Ambon) Skripsi Diajukan kepada Fakultas Syariah dan Hukum Untuk Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

PENENTUAN AWAL AKHIR WAKTU SHOLAT

PENENTUAN AWAL AKHIR WAKTU SHOLAT PENENTUAN AWAL AKHIR WAKTU SHOLAT Sholat 5 waktu sehari semalam adalah kewajiban setiap muslim/at dan salah satu rukun Islam. Sholat adalah amalan yang pertama kali dihisab di hari akhir. Jika sholat seorang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENENTUAN ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON. A. Pengecekan Arah Kiblat Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENENTUAN ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON. A. Pengecekan Arah Kiblat Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon BAB IV ANALISIS TERHADAP PENENTUAN ARAH KIBLAT MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON A. Pengecekan Arah Kiblat Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon Dalam menganalisa arah kiblat Masjid Agung Sang Cipta

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH. Pada dasarnya salah satu kebutuhan manusia dalam hidup adalah sistem

BAB II PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH. Pada dasarnya salah satu kebutuhan manusia dalam hidup adalah sistem BAB II PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH A. Pengertian Bulan Hijriyah Pada dasarnya salah satu kebutuhan manusia dalam hidup adalah sistem penanggalan, atau kalender. Penanggalan merupakan sebuah sistem satuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Alam semesta merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Alam semesta merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alam semesta merupakan sumber ilmu pengetahuan yang paling berharga di jagad ini, hampir segala ilmu pengetahuan bermula dari alam semesta. melalui berbagai

Lebih terperinci

BAB III RUKYAT AL-HILAL DI PANTAI PANCUR ALAS PURWO BANYUWANGI. A. Kedaan Geografis Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi

BAB III RUKYAT AL-HILAL DI PANTAI PANCUR ALAS PURWO BANYUWANGI. A. Kedaan Geografis Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi BAB III RUKYAT AL-HILAL DI PANTAI PANCUR ALAS PURWO BANYUWANGI A. Kedaan Geografis Pantai Pancur Alas Purwo Banyuwangi Pantai Pancur berada di kawasan Taman Nasional 1 Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi.

Lebih terperinci

QANUN KABUPATEN ACEH BESAR NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS QANUN KABUPATEN ACEH BESAR NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR

QANUN KABUPATEN ACEH BESAR NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS QANUN KABUPATEN ACEH BESAR NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR QANUN KABUPATEN ACEH BESAR NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS QANUN KABUPATEN ACEH BESAR NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PASAR Menimbang : a. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

SEGITIGA BOLA DAN ARAH KIBLAT

SEGITIGA BOLA DAN ARAH KIBLAT SEGITIGA BOLA DAN ARAH KIBLAT Pengetahuan tentang arah kiblat yang benar sangat penting bagi ummat Islam. Ketika ummat Islam malaksanakan ibadah shalat, terdapat sebuah kewajiban untuk menghadap kiblat

Lebih terperinci

PEDOMAN DAN PERHITUNGAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT DI LAPANGAN

PEDOMAN DAN PERHITUNGAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT DI LAPANGAN HISAB FALAK : PERHITUNGAN DAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT A. Pengertian Qiblat Menurut Syara PEDOMAN DAN PERHITUNGAN PENGUKURAN ARAH QIBLAT DI LAPANGAN Oleh : Drs. Chairul Zen S., al-falaky (Tenaga Ahli Hisab

Lebih terperinci

Keutamaan Bulan Muharram

Keutamaan Bulan Muharram Keutamaan Bulan Muharram فضل شهر االله المحرم Disusun Oleh: Team Indonesia Murajaah : Abu Ziyad Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah 1428 2007 Keutamaan Bulan Muharram Hari-hari ini kita telah memasuki

Lebih terperinci

5 TAHUN 2012 SKB.06/MEN/VII/2012 02 TAHUN 2012 TENTANG HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2013 DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA

5 TAHUN 2012 SKB.06/MEN/VII/2012 02 TAHUN 2012 TENTANG HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2013 DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI AGAMA, MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI, DAN MENTERI PENDAYAGUNAANAPARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR NOMOR NOMOR 5 TAHUN 2012 SKB.06/MEN/VII/2012

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

POSISI MATAHARI, BUMI, DAN BULAN PADA SAAT TERJADI GERHANA DALAM PERSPEKTIF GEOMETRI

POSISI MATAHARI, BUMI, DAN BULAN PADA SAAT TERJADI GERHANA DALAM PERSPEKTIF GEOMETRI POSISI MATAHARI, BUMI, DAN BULAN PADA SAAT TERJADI GERHANA DALAM PERSPEKTIF GEOMETRI SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Arah kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam dalam

BAB I PENDAHULUAN. Arah kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah Arah kiblat merupakan arah yang dituju oleh umat Islam dalam melaksanakan ibadah khususnya shalat, yaitu menghadap ke arah ka bah di Masjidil Haram. Kata Arah

Lebih terperinci

JADWAL INTERVIEW INTERN DENGAN PIHAK BANK JATIM REKRUTMEN PEGAWAI KREDIT MIKRO TAHAP V KANTOR PUSAT BANK JATIM JL. BASUKI RAHMAT NO 98-104 SURABAYA

JADWAL INTERVIEW INTERN DENGAN PIHAK BANK JATIM REKRUTMEN PEGAWAI KREDIT MIKRO TAHAP V KANTOR PUSAT BANK JATIM JL. BASUKI RAHMAT NO 98-104 SURABAYA 1 AO - 726 Senin, 18 Agustus 2014 08.00 WIB s.d Selesai R. Rapat SDM Lt IV 2 AO - 765 Senin, 18 Agustus 2014 08.00 WIB s.d Selesai R. Rapat SDM Lt IV 3 AO - 462 Senin, 18 Agustus 2014 08.00 WIB s.d Selesai

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERIPENDIDIKANNASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN2006 TENTANG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERIPENDIDIKANNASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN2006 TENTANG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERIPENDIDIKANNASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN2006 TENTANG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa Departemen

Lebih terperinci

ANALISIS KOMPARASI PERHITUNGAN WAKTU SALAT DALAM TEORI GEOSENTRIK DAN GEODETIK

ANALISIS KOMPARASI PERHITUNGAN WAKTU SALAT DALAM TEORI GEOSENTRIK DAN GEODETIK ANALISIS KOMPARASI PERHITUNGAN WAKTU SALAT DALAM TEORI GEOSENTRIK DAN GEODETIK TESIS MAGISTER Dibuat guna memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Magister Ilmu Falak Oleh: AHMAD FADHOLI

Lebih terperinci

LAPORAN ATAS PROSEDUR YANG DISEPAKATI PADA LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU

LAPORAN ATAS PROSEDUR YANG DISEPAKATI PADA LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU LAMPIRAN A.4 LAPORAN ATAS PROSEDUR YANG DISEPAKATI PADA LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU NO. PROSEDUR YANG DISEPAKATI TEMUAN/KETERANGAN 1 2 5 A. UMUM 1. Buat

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 183/PMK.07/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 183/PMK.07/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 183/PMK.07/2014 TENTANG BATAS MAKSIMAL KUMULATIF DEFISIT ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH, BATAS MAKSIMAL

Lebih terperinci

KALENDER PENDIDIKAN. TK, TKLB, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK dan PNFI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 KATA PENGANTAR

KALENDER PENDIDIKAN. TK, TKLB, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK dan PNFI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KALENDER PENDIDIKAN TK, TKLB, SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK dan PNFI TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Buku Kalender Pendidikan ini disusun sebagai pedoman dalam membuat rencana dan program

Lebih terperinci

il3#8il:il$#ffitffi",*

il3#8il:il$#ffitffi,* KEPUTUS$I BERSAMA MENTERI AGAMA' MEITTERI TENAGA KER.IA DAN TRANS}trGRASI, DAI\ MENTERI PENDAYAGT'NAAN APARATTJR I\IEGARA REPUBLIK INDONESIA il3#8il:il$#ffitffi",* NOMOR : SI(Bfl I/1VI.PAN2/2008 TENTANG

Lebih terperinci

SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN

SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN Sistem "Verifikasi dan Validasi Data Proses Pembelajaran" dimaksudkan untuk memastikan konsistensi proses belajar mengajar (PBM) dengan acuan

Lebih terperinci

KEGIATAN PENDAHULUAN. Abstrak: Kampung. Islam. the centre of Islam. comprehend social. as a unique. village. Teknik PWK; Vol. 2; No.

KEGIATAN PENDAHULUAN. Abstrak: Kampung. Islam. the centre of Islam. comprehend social. as a unique. village. Teknik PWK; Vol. 2; No. Jurnal Teknik PWK Volume 2 Nomor 3 2013 Online :http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/pwk KEGIATAN ISLAMI DI KAMPUNG KAUMAN KOTA SEMARANG Dian Sandri¹ dan Hadi Wahyonoo ² 1 Mahasiswa Jurusan Perencanaan

Lebih terperinci

Gambar 5.27. Penentuan sudut dalam pada poligon tertutup tak. terikat titik tetap P 3 P 2 P 5 P 6 P 7

Gambar 5.27. Penentuan sudut dalam pada poligon tertutup tak. terikat titik tetap P 3 P 2 P 5 P 6 P 7 A Δ P P 3 3 4 P4 P Δ 5 P 5 6 8 P 6 P 8 7 Gambar 5.7. Penentuan sudut dalam pada poligon tertutup tak terikat titik tetap P 7 3 P 3 P 4 4 P P P 5 5 P 6 P 8 6 8 P 7 Gambar 5.8. Penentuan sudut luar pada

Lebih terperinci

ROMADHON BULAN KEMULIAAN

ROMADHON BULAN KEMULIAAN ROMADHON BULAN KEMULIAAN Alhamdulillah kita berjumpa Romadhon lagi. Ramadhan adalah bulan latihan untuk menempa diri. Bulan tidak makan dan tidak minum untuk perbaikan metabolisme tubuh. Bulan dimana kita

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 53/08/19/Th.XIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 3.686,00 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3.099,80 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

Bid'ah-Bid'ah di Bulan Rajab

Bid'ah-Bid'ah di Bulan Rajab 1 Risalah Ilmiyah Ahlus Sunnah Bid'ah-Bid'ah di Bulan Rajab Fatwa-Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Pertanyaan 1: Apa hukum orang yang berpuasa di bulan Rajab selama satu bulan penuh seperti

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 46/08/34/Th.XVII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 17,76 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3,17 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 12 /PBI/2012 TENTANG LAPORAN KANTOR PUSAT BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 12 /PBI/2012 TENTANG LAPORAN KANTOR PUSAT BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 12 /PBI/2012 TENTANG LAPORAN KANTOR PUSAT BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka efektivitas pelaksanaan

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA I. PENDAHULUAN A. UMUM. Berdasarkan pasal ayat () Undang-undang Nomor 4 Tahun 999 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 974, tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, dinyatakan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR :1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR :1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000 PEDOMAN PELAPORAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Lampiran XIIIc Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1453 K/29/MEM/2000 LAMPIRAN XIIIc KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR :1453 K/29/MEM/2000 TANGGAL : 3 November 2000

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN TRANSAKSI DERIVATIF

PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN TRANSAKSI DERIVATIF Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/ 45 /DPD tanggal 15 September 2005 PETUNJUK PENGISIAN LAPORAN TRANSAKSI DERIVATIF Laporan Transaksi Derivatif yang wajib disampaikan kepada Bank Indonesia adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan daya saing dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan daya saing dalam rangka BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi persaingan di era global perusahaan dituntut untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Persaingan yang semakin ketat menyebabkan perusahaan dituntut

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe,

BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe, BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN 4.1 Perhitungan Return Pengembalian Bebas Risiko Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe, Treynor, dan Jensen, digunakan suatu tingkat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

No. 15/40/DKMP Jakarta, 24 September 2013. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No. 15/40/DKMP Jakarta, 24 September 2013. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No. 15/40/DKMP Jakarta, 24 September 2013 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Pemilikan

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI (Evaluation Phase dan Deployment Phase)

BAB V IMPLEMENTASI (Evaluation Phase dan Deployment Phase) BAB V IMPLEMENTASI (Evaluation Phase dan Deployment Phase) 5.1 Lingkungan Implementasi Implementasi merupakan tahapan dimana hasil perancangan yang telah dibangun mulai diterapkan pada kondisi yang menyerupai

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH

ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH KEPUTUSAN MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-45 TENTANG ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH ANGGARAN DASAR MUHAMMADIYAH MUQADDIMAH Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala puji bagi Allah yang mengasuh

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No.50/08/71/Th.IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 5.451 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 8.486 TON DAN BAWANG MERAH SEBESAR 1.242 TON

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA LABORATORIUM SEKOLAH/MADRASAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA LABORATORIUM SEKOLAH/MADRASAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA LABORATORIUM SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Lebih terperinci

Jumlah Anggota Senat Unsri

Jumlah Anggota Senat Unsri PEMILIHAN REKTOR UNIVERSITAS SRIWIJAYA MASA JABATAN 2015-2019 Anggota senat Universitas Sriwijaya (Unsri) sebanyak 97 orang per 10 Juni 2015 berdasarkan data dari Sekretariat Senat Unsri yang akan melakukan

Lebih terperinci

TEORI SIPAT DATAR (LEVELLING)

TEORI SIPAT DATAR (LEVELLING) POKOK BAHASAN : TEORI SIPAT DATAR (LEVELLING) Prinsip penentuan beda tinggi; Jenis Peralatan Sipat Datar: Dumpy Level, Tilting level, Automatic Level; Bagian Alat; Mengatur Alat : garis arah niveau, garis

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/PMK.04/2015 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/PMK.04/2015 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/PMK.04/2015 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 69/PMK.04/2009 TENTANG PENUNDAAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA ALAMAT : Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon Denpasar Telp. 0361 226119, 235105

PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA ALAMAT : Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon Denpasar Telp. 0361 226119, 235105 PEMERINTAH PROVINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA ALAMAT : Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon Denpasar Telp. 0361 226119, 235105 K E P U T U S A N KEPALA DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

STRUKTUR ONGKOS USAHA PETERNAKAN JAWA TENGAH TAHUN 2014

STRUKTUR ONGKOS USAHA PETERNAKAN JAWA TENGAH TAHUN 2014 No. 78/12/33 Th. VIII, 23 Desember 2014 STRUKTUR ONGKOS USAHA PETERNAKAN JAWA TENGAH TAHUN 2014 TOTAL BIAYA PRODUKSI UNTUK USAHA SAPI POTONG SEBESAR 4,67 JUTA RUPIAH PER EKOR PER TAHUN, USAHA SAPI PERAH

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/10/PBI/2014 TENTANG PENERIMAAN DEVISA HASIL EKSPOR DAN PENARIKAN DEVISA UTANG LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

B A B I I K A J I A N T E O R I D A N P E N G A J U A N H I P O T E S I S

B A B I I K A J I A N T E O R I D A N P E N G A J U A N H I P O T E S I S B A B I I K A J I A N T E O R I D A N P E N G A J U A N H I P O T E S I S 2. 1 L a n d a s a n T e o r i 2. 1. 1 P e n g e r t i a n S u k u B u n g a S e c a r a s e d e r h a n a b u n g a d a p a t

Lebih terperinci

KALENDER AKADEMIK FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN AKADEMIK 2014/2015

KALENDER AKADEMIK FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN AKADEMIK 2014/2015 KALENDER AKADEMIK FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA TAHUN AKADEMIK / Tanggal 17 Juni (SNMPTN) 17 s/d 25 Juli (SBMPTN) 1 s/d 8 Agustus (SPMK) Kegiatan Baru 25 29 Agustus Lama (Bayar SPP) 25 29 Agustus

Lebih terperinci

BAB. Bumi dan Alam Semesta

BAB. Bumi dan Alam Semesta BAB 9 Bumi dan Alam Semesta Suatu hari, Dimas, Leo, Siti, dan Nina pergi berkemah di sebuah taman dekat rumah Dimas. Ketika malam tiba, langit sangat cerah sehingga banyak bintang bertebaran di angkasa.

Lebih terperinci

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI (ANGKA SEMENTARA TAHUN 2014)

PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI (ANGKA SEMENTARA TAHUN 2014) BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 19/03/32/Th. XVII, 2 Maret 2015 PRODUKSI PADI, JAGUNG, DAN KEDELAI (ANGKA SEMENTARA TAHUN ) PRODUKSI PADI TAHUN (ANGKA SEMENTARA) DIPERKIRAKAN TURUN 3,63 PERSEN PADI Menurut

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 211/PMK.01/2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 211/PMK.01/2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 211/PMK.01/2014 TENTANG HARI DAN JAM KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014

K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M 2 1/28/2014 PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM BIRO KEPEGAWAIAN & ORTALA K E M E N

Lebih terperinci

MEMPELAJARI PERAMALAN PRODUKSI LOWER BALL JOINT PADA PT. MENARA TERUS MAKMUR. : 36410714 : Teknik Industri : Ratih Wulandari, ST., MT.

MEMPELAJARI PERAMALAN PRODUKSI LOWER BALL JOINT PADA PT. MENARA TERUS MAKMUR. : 36410714 : Teknik Industri : Ratih Wulandari, ST., MT. MEMPELAJARI PERAMALAN PRODUKSI LOWER BALL JOINT PADA PT. MENARA TERUS MAKMUR Nama NPM Jurusan Pembimbing : Sudrajat : 36410714 : Teknik Industri : Ratih Wulandari, ST., MT., LATAR BELAKANG Produksi informasi

Lebih terperinci

KOTA SERI : NOMOR BEKASI TENTANG PROSEDUR. Menimbang : b. bahwaa. dan

KOTA SERI : NOMOR BEKASI TENTANG PROSEDUR. Menimbang : b. bahwaa. dan BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 2011 PERATURAN WALIKOTAA BEKASI NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG PROSEDUR TETAP PENANGANAN UNJUK RASA DI WILAYAH PEMERINTAH KOTA BEKASI SERI : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAA

Lebih terperinci

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan berkembangnya teknologi, berkembang pula perilaku

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan berkembangnya teknologi, berkembang pula perilaku BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan berkembangnya teknologi, berkembang pula perilaku konsumen yang memanfaatkan akan teknologi. Salah satu yang paling diminati oleh masyarakat

Lebih terperinci

: ABDULLAH SAFII Tmp & Tanggal lahir : SUBULUSSALAM, 15 Juli 2000 Sekolah Asal : K Kepala Sekolah Penyelenggara, Kepala Sekolah Penyelenggara,

: ABDULLAH SAFII Tmp & Tanggal lahir : SUBULUSSALAM, 15 Juli 2000 Sekolah Asal : K Kepala Sekolah Penyelenggara, Kepala Sekolah Penyelenggara, No. Peserta : 06-082-001-8 : ABDULLAH SAFII Tmp & Tanggal lahir : SUBULUSSALAM, 15 Juli 2000 No. Peserta : 06-082-001-8 : ABDULLAH SAFII Tmp & Tanggal lahir : SUBULUSSALAM, 15 Juli 2000 No. Peserta : 06-082-002-7

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

PERTEMUAN 10. ALIRAN AIR TANAH DAN TRANSPORT LARUTAN

PERTEMUAN 10. ALIRAN AIR TANAH DAN TRANSPORT LARUTAN PERTEMUAN 10. ALIRAN AIR TANAH DAN TRANSPORT LARUTAN Kelompok Praktikum : Anggota Kelompok NIM 1. 2. 3. 4. 5. 6. Lokasi Praktikum: Waktu Praktikum: Tanggal: Pukul: Dosen Praktikum: DESKRIPSI MATERI Polusi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET 2015 INFLASI 0,09 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET 2015 INFLASI 0,09 PERSEN BPS KABUPATEN BANYUWANGI No. 03/April/3510/Th.II, 03 April PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BANYUWANGI MARET INFLASI 0,09 PERSEN Pada bulan Banyuwangi mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, lebih

Lebih terperinci

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA Perihal : Perizinan, Pengawasan, Pelaporan, dan Pengenaan Sanksi Bagi Pedagang Valuta

Lebih terperinci

MASIHKAH MAHKAMAH KONSTITUSI DAPAT DIPERCAYA SEBAGAI PENGAWAL KONSITUSI????

MASIHKAH MAHKAMAH KONSTITUSI DAPAT DIPERCAYA SEBAGAI PENGAWAL KONSITUSI???? MASIHKAH MAHKAMAH KONSTITUSI DAPAT DIPERCAYA SEBAGAI PENGAWAL KONSITUSI???? Written by Normansyah Monday, 31 October 2011 22:30 - Last Updated Thursday, 24 November 2011 07:55 Potret nyata amburadulnya

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

PROSEDUR PERENCANAAN & OPERASI

PROSEDUR PERENCANAAN & OPERASI PROSEDUR PERENCANAAN & No. Dokumen : PT-KITSBS-23 No. Revisi : 00 : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum & Fas 2. Abdan Syakuro

Lebih terperinci

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL INSTITUT PERTANIAN BOGOR Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Telepon (0251) 8622642 Pes. 154/157, Fax. (0251) 8622713 BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 13/I3.24.4/PanPB/BAPP/ME_PHKI_APBNP/2010

Lebih terperinci

ILMU UKUR TANAH. Oleh: IDI SUTARDI

ILMU UKUR TANAH. Oleh: IDI SUTARDI ILMU UKUR TANAH Oleh: IDI SUTARDI BANDUNG 2007 1 KATA PENGANTAR Ilmu Ukur Tanah ini disajikan untuk Para Mahasiswa Program Pendidikan Diploma DIII, Jurusan Geologi, Jurusan Tambang mengingat tugas-tugasnya

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH-MAHASISWA (LKTIM) SE-JAWA-BALI 2014

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH-MAHASISWA (LKTIM) SE-JAWA-BALI 2014 PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH-MAHASISWA (LKTIM) SE-JAWA-BALI 2014 LEMBAGA PENGEMBANGAN PENALARAN DAN PENELITIAN MAHASISWA EKONOMI (LP3ME) FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MALANG PETUNJUK

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN ZAT CAIR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 MENGGUNAKAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN PENAMPIL LCD

RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN ZAT CAIR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 MENGGUNAKAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN PENAMPIL LCD RANCANG BANGUN ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN ZAT CAIR BERBASIS MIKROKONTROLLER AT89S51 MENGGUNAKAN SENSOR FOTOTRANSISTOR DAN PENAMPIL LCD Yefri Hendrizon, Wildian Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi,

Lebih terperinci

Kompetensi Siswa Hakikat Fisika

Kompetensi Siswa Hakikat Fisika MENGUKUR Kompetensi Siswa 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama,

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 139 /PMK.06/2009 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 139 /PMK.06/2009 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 139 /PMK.06/2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENYAMPAIAN, DAN PENGUBAHAN RENCANA JANGKA PANJANG SERTA RENCANA KERJA DAN ANGGARAN TAHUNAN LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR

Lebih terperinci

MANFAAT PENETAPAN HARGA POKOK PESANAN DALAM EFEKTIVITAS PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK. (suatu studi kasus pada PT PINDAD (Divisi T&C) di Bandung)

MANFAAT PENETAPAN HARGA POKOK PESANAN DALAM EFEKTIVITAS PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK. (suatu studi kasus pada PT PINDAD (Divisi T&C) di Bandung) MANFAAT PENETAPAN HARGA POKOK PESANAN DALAM EFEKTIVITAS PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK (suatu studi kasus pada PT PINDAD (Divisi T&C) di Bandung) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi dan Melengkapi Salah Satu

Lebih terperinci

PENGGUNAAN HIGH TEMPORAL AND SPASIAL IMAGERY DALAM UPAYA PENCARIAN PESAWAT YANG HILANG

PENGGUNAAN HIGH TEMPORAL AND SPASIAL IMAGERY DALAM UPAYA PENCARIAN PESAWAT YANG HILANG PENGGUNAAN HIGH TEMPORAL AND SPASIAL IMAGERY DALAM UPAYA PENCARIAN PESAWAT YANG HILANG Oleh : Yofri Furqani Hakim, ST. Ir. Edwin Hendrayana Kardiman, SE. Budi Santoso Bidang Pemetaan Dasar Kedirgantaraan

Lebih terperinci

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 2013

TAHAPAN, PROGRAM DAN JADWAL PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 2013 Lampiran Nomor : Berita Acara Komisi Pemilihan Umum : 0 / BA / II / 01 TAHAPAN, PROGRAM DAN PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI KUBU RAYA TAHUN 01 Lampiran : Keputusan Komisi Pemilihan

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA KUALITAS SEBAGAI SALAH SATU INFORMASI MANAJERIAL

ANALISIS BIAYA KUALITAS SEBAGAI SALAH SATU INFORMASI MANAJERIAL ANALISIS BIAYA KUALITAS SEBAGAI SALAH SATU INFORMASI MANAJERIAL (Studi Kasus pada PT. Dirgantara Indonesia) SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Menempuh Ujian Sidang Sarjana pada Jurusan Akuntansi

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 156 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 156 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 156 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden.

DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden. DARI QUARK KE SELURUH UNIVERSUM MEMILIKI 6 TIRUAN SAMA SEPERTI ASLINYA Copyright 2014 Ahmad Sudirman* Stockholm - Sweden. Abstrak Satu juta milyard, satu juta milyard, satu juta milyard, satu juta milyard,

Lebih terperinci

www.fiqhindonesia.com

www.fiqhindonesia.com 6 196 Daftar Bahasan Pengertian Anjuran Melakukan Hukum Syarat-Syarat Waktu di Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan Hikmah di Balik Anjuran Hal-Hal yang Dibolehkan Bagi Orang yang Hal-Hal yang Membatalkan

Lebih terperinci

ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN

ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN PELAYANAN TERAPI PENGGANTI GINJAL PADA ERA JKN JKN menanggung biaya pelayanan : Hemodialisis CAPD Transplantasi Ginjal HEMODIALISIS Dapat dilaksanakan

Lebih terperinci

- 126 - a. Standar Pelayanan Permintaan Alat Tulis Kantor di Lingkungan Satuan Kerja Sekretariat Negara

- 126 - a. Standar Pelayanan Permintaan Alat Tulis Kantor di Lingkungan Satuan Kerja Sekretariat Negara - 126-3. Biro Umum a. Standar Pelayanan Permintaan Alat Tulis Kantor di Lingkungan Satuan Kerja Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PERMINTAAN ALAT TULIS KANTOR DI LINGKUNGAN SATUAN KERJA SEKRETARIAT

Lebih terperinci

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011

Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Analisis Asumsi Makro Ekonomi RAPBN 2011 Nomor. 30/AN/B.AN/2010 0 Bagian Analisa Pendapatan Negara dan Belanja Negara Biro Analisa Anggaran dan Pelaksanaan APBN SETJEN DPR-RI Analisis Asumsi Makro Ekonomi

Lebih terperinci

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1

Khutbah Jum'at. Keutamaan Bulan Sya'ban. Bersama Dakwah 1 Bersama Dakwah 1 KHUTBAH PERTAMA.. * Hari ini kita telah memasuki bulan Sya'ban. Tidak terasa telah enam hari kita bersamanya. Bulan Sya'ban, yang terletak diantara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan

Lebih terperinci

Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda : Dalam agama Islam, perhitungan tahun baru Hijriyah, diawali dengan bulan Muharram yang dikenal oleh orang Jawa dengan sebutan bulan Suro. Dalam Islam bulan Muharram merupakan salah satu bulan diantara

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 13/ 5 /PBI/2011 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENYALURAN DANA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 13/ 5 /PBI/2011 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENYALURAN DANA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 13/ 5 /PBI/2011 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENYALURAN DANA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam

Lebih terperinci