BAB II KAJIAN TEORI A. FISIOLOGI PERKEMBANGAN BAYI USIA 0 6 BULAN. sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II KAJIAN TEORI A. FISIOLOGI PERKEMBANGAN BAYI USIA 0 6 BULAN. sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu"

Transkripsi

1 5 BAB II KAJIAN TEORI A. FISIOLOGI PERKEMBANGAN BAYI USIA 0 6 BULAN Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup 2 keadaan yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Seperti dijelaskan oleh Soetjiningsih, 1995, mengenai pengertian pertumbuhan dan perkembangan secara definisi adalah sebagai berikut : 1. Pertumbuhan Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam kuantitas seperti misalnya : besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingakat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang dan keseimbangan metabolik. Pada dua bulan kehamilan pertama, terjadi proses diferensiasi berbagai organ, seperti mata, tangan, dan telinga. Setelah mencapai tujuh bulan usia kehamilan, biasanya disebut masa pertumbuhan dalam kandungan. Pada masa pertumbuhan hingga kelahiran bayi, berat janin kira kira 500 kali lipat. Bila pada usia 9 minggu berat janin kira kira 6,7 gram, maka pada waktu lahir menjadi sekitar 3500 gram. Bayi orang Indonesia berat lahirnya

2 6 rata rata mencapai 300 gram. Pertambahan berat badan ibu hamil diperkirakan mencapai 12,5 kilogram. Akan tetapi, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pertambahan berat badan ibu masih dianggap normal bila berkisar antara 6,5 16,5 kilogram. Dengan mengetahui pertambahan berat badan ibu selama hamil, dapat diperkirakan berat badan bayi lahir. Beberapa kondisi, seperti kesehatan dan keperluan zat- zat gizi yang kurang mendapat perhatian selama kehamilan, dapat mengakibatkan bayi dilahirkan dengan berat badan rendah (BBLR), yaitu berat badan lahir 2500 gram atau kurang 2. Perkembangan Perkembangan (development) merupakan perubahan dalam kualitas misalnya bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan berkaitan terhadap fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ atau individu. Untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologinya. Tingkat tercapainya potensi biologi seseorang, merupakan hasil interaksi berbagi faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik,

3 7 lingkungan bio fisiko sosial dan perilaku. Proses yang unik dari hasil akhir yang berbeda beda akan memberikan ciri tersendiri pada setiap anak.. B. Tumbuh Kembang Anak 1. Pertumbuhan dan perkembangan janin Dalam pertumbuhan dan perkembangan janin maka dapat dibedakan dalam perkembangan somatik, perkembangan neurologis dan perkembangan perilaku janin. a) Perkembangan Somatik Perkembangan somatik janin dapat dipilahkan dalam masa embrio, dan masa janin. 1) Masa Embrio Implantasi dimulai enam hari paska pembuahan. Embrio terdiri dari masa sel sferis dengan rongga sentral (blastokista). Setelah 2 minggu, implantasi selesai dan sirkulasi uteroplasenta dimulai. Embrio mempunyai 2 lapisan yang terpisah, yaitu endodermis dan eksodermis, serta amnion yang sudah mulai terbenttuk. Setelah 3 minggu, lapisan benih utama yang ketiga (mesoderm) telah muncul, bersama dengan neural tube dan pembuluh darah primitif dan jantung telah mulai memompa.

4 8 Setelah minggu ke 4 dan minggu ke 8, pelipatan lateral lapisan embriologis, diikuti dengan pertumbuhan pada ujung cranial dan kaudal serta pembentukan kuncup tangan dan kaki menghasilkan bentuk seperti manusia. Pada akhir minggu ke 8, ketika mendekati masa embrional, sistem sistem organ besar yang belum sempurna telah berkembang. Rata rata berat embrio 9 gr dan panjang dari kepala ke pantat 5 cm. Kejadian kejadian penting sebelum kelahiran digambarkan pada table 2.1 Tabel 2.1 Peristiwa penting perkembangan prenatal Minggu Peristiwa Perkembangan 1 Fertilisasi dan implantasi, mulai dari masa embrional 2 Endoderm dan ektoderm muncul (embrio bilaminar) 3 Masa henti menstruasi pertama, mesoderm muncul (embrio trilaminar), somit mulai dibentuk 4 Fusi neural fold pelipatan embrio ke dalam bentuk manusia, tunas lengan dan kaki muncul, panjang kepala samapai pantat mm 5 Plokade lensa, mulut primitif, garis jari pada tangan 6 Hidung primitif,filtrum, palatrum primer, panjang kepala sampai pantat mm 7 Kelopak mata mulai 8 Ovarium dan testis dapat dibedakan 9 Masa janin mulai, panjang kepala sampai pantat 5 cm, berat 8 gr 10 Genetalia eksterna dapat dibedakan 20 Batas kehidupan bawah biasa, berat 460 gr,

5 9 panjang 19 cm 25 Trimester 3 dimulai, berat 900 gr, panjang 25 cm 28 Mata membuka, janin memutar kepala ke bawah, berat 1300 gr 38 Cukup bulan 2) Masa Janin Dari minggu ke 9 dan selanjutnya, perubahan somatik terdiri dari pertumbuhan jumlah dan ukuran sel serta perubahan kembali struktur beberepa sistem organ. Perubahan proporsi tubuh digambarkan pada gambar 2.1 Pada minggu ke 10, wajah mulai dapat dikenali sebagai manusia. Pada minggu ke 12, gender genetalia eksterna dapat dibedakan dengan jelas. Perkembangan paru terjadi dengan pembentukan tunas bronchus, bronchioles dan selanjutnya bercabang semakin kecil. Pada minggu ke 20 sampai minggu ke 24, alveolus primitife dan produksi surfaktan telah dimulai. Selama trimester ke 3, berat janin 3 kali lipat dan panjang menjadi 2 kali lipat sebagai penyimpanan protein tubuh, lemak, zat besi dan kalsium

6 10 Gambar 2.1 Perubahan proporsi tubuh dari janin sampai dewasa b) Perkembangan Neurologis Selama minggu ke 3, lapisan neural muncul pada permukaan eksodermal dan tiga lapisan embrio. Pelipatan ke dalam menghasilkan neural tube yang akan menjadi sistem saraf perifer. Pada minggu ke 5, tampak 3 subdivisi utama otak ke depan, otak tengah dan otak belakang. Kornu dorsalis dan ventralis medulla spinalis telah mulai terbentuk, bersama dengan saraf motorik dan sensorik perifer. Meilinisasi mulai pada pertengahan kehamilan dan berlanjut sampai usia 2 tahun pertama. Pada akhir masa embrio (1-8 minggu) banyak struktur sistem saraf kasar yang sudah mulai terbentuk, sehingga menyebabkan susunan saraf pusat rentan terhadap pengaruh teratogenik dan hipoksif selama kehamilan

7 11 c) Perkembangan prilaku janin Kontraksi otot mulai muncul untuk pertama kali pada sekitar minggu ke 8, segera diikuti gerakan fleksi lateral. Pada minggu ke 13-14, gerakan bernafas dan menelan, serta stimulasi taktil menimbulkan gerakan yang lembut. Reflek menggenggam tampak pada minggu ke 17 dan berkembang dengan baik pada minggu ke 27, mata membuka terjadi sekitar minggu ke 26 Selama trimester ketiga, terdapat tiga keadaan prilaku janin yang tampak jelas digambarkan : (1). Pasif dengan sedikit gerakan mata dan sedikit variasi frekuensi jantung, (2). Gerakan mata terus menerus dengan ledakan aktivitas tubuh dan percepatan frekuensi jantung, (3). Gerakan mata dan tubuh terus menerus dengan takikardia. Sistem organ merupakan masa yang paling rapuh selama masa pertumbuhan dan diferensiasi maksimum, pada umumnya selama trimester pertama Setiap individu mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan semasa (masa organogenesis) 2. Perkembangan Berat Badan Masa Neonatus Berat badan bayi lahir dapat turun sampai 10% di bawah berat badan lahir pada minggu pertama yang disebabkan oleh eksresi cairan ekstravaskuler yang berlebihan makan makanan yang kurang. Masukan makanan membaik ketika kolostrum diganti dengan susu yang lebih berlemak, bayi telah dapat

8 12 menghisap lebih efisien dan ibu menjadi lebih nyaman dalam teknik pemberian makan. Berat badan bayi harus bertambah lagi atau melebihi berat badan lahir pada saat berumur 2 minggu dan harus bertambah kira kira 30 gr/ hari selama bulan pertama. Bayi lahir akan langsung menangis sebagai tanda dimulainya pernapasan secara aktif. Selama minggu pertama, bila bayi tidur terlentang maka posisi kepala akan menengok ke satu sisi, lengan sisi searah akan ekstensi eksorotasi sedangkan lengan sisi berlawanan akan fleksi. Pada bulan pertama, adanya suara atau gerakan yang mendadak dapat membuat tubuh bayi menjadi kaku kemdian menangis serta menggerakan lengannya kearah atas dan bawah. Kontrol muskuler bayi baru lahir sangat lemah. Pada posisi tengkurap terkadang bayi dapat mengangkat kepalanya perlahan, tetapi apabila diberikan posisi duduk, kepala akan menengok ke satu sisi, lengan sisi searah akan ekstensi eksorotasi sedangkan lengan sisi berlawanan akan fleksi. Gerakan gerakan bayi sering kali tidak terkontrol, kecuali pandangan mata, pergerakan mata, pergerakan kepala dan penghisapan. Senyum terjadi tanpa keinginan sendiri. Menangis terjadi dalam responnya terhadap rangsangan yang jelas kelihatan misalnya popoknya basah, tetapi sering kali tidak jelas. Puncak menangis secara normal sekitar usia 6 minggu. Apabila diberi rangsangan berlebihan, mereka dapat menenangkan diri sendiri dengan memandang ke sudut lain, menguap atau menghisap bibir atau

9 13 jari mereka. Dengan cara demikian dapat dapat menaikkan aktifitas saraf parasimpatis dan mengurangi aktifitas saraf simpatis. Keadaan tingkah laku tersebut menentukan tonus otot bayi, gerakan spontan, pola ensefalogram dan respm terhadap rangsangan. C. PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI 1. Pengertian Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonates). Berat badan digunakan untuk mendiagnosis bayi normal atau BBLR. Berat badan dapat dipergunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik dan dasar perhitungaan dosis obat dan makanan. Penentuan berat badan dilakukan dengan cara menimbang (Supariasa, 2002) Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak : a) Faktor Dalam (internal) 1) Ras / etnik atau bangsa Anak yang dilahirkan dari ras / bangsa Eropa akan berbeda dengan orang Indonesia atau bangsa lainnya.

10 14 2) Keluarga Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perawakan pendek 3) Umur Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja 4) Jenis Kelamin Fungsi dari reproduksi pada anak berkembang lebih cepat daripada laki- laki. Tetapi, setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan lakilaki akan lebih cepat. 5) Genetik Faktor genetik akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan kematangan tulang, alat seksual, serta saraf sehingga merupakan modal dasar dalam mencapai akhir proses pertumbuhan dan perkembangan 6) Kelainan Kromosomn Kelaianan kromosom umunya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada Syndroma Down s.

11 15 b) Faktor Luar (eksternal) 1) Faktor Prenatal (a) Gizi, nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama selama trimester akhir kehamilan (b) Mekanis Posisi janin yang abnormal dalam kandungan dapat menyebabkan kelainan congenital, misalnya club foot (c) Toksin/ zat kimia, radiasi (d) Kelaian endokrin (e) Infeksi TORCH atau penyakit menular seksual (f) Kelainan imunologi (g) Psikologis ibu 2) Faktor persalinan / kelahiran Riwayat kelahiran dengan vakum ekstraksi atau forceps dapat menyebabkan trauma kepala pada bayi sehingga beresiko terjadinnya kerusakan jaringan otak. 3). Faktor Pascanatal (a) Gizi Tumbuh Kembang bayi diperlukan zat makanan yang adekuat (b) Lingkungan fisik dan kimia

12 16 Lingkungan merupakan tempat anak hidup sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider) (c) Psikologis (d) Penyakit kronis / kelainan congenital (e) Endokrin (f) Sosio - ekonomi (g) Lingkungan pengasuhan Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu dan anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. (h) Stimulasi Perkembangan memerlukan rangsangan / stimulasi khususnyta dalam keluarga, misalnya penyedia alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak (i) Obat- obatan Bayi berat lahir rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor : 1. Faktor- faktor yang berkaitan dengan ibu seperti : umur ibu, umur kehamilan, paritas, berat badan dan tinggi badan, status gizi (nutrisi), anemia, kebiasaan minum alcohol, dan merokok. Penyakit keadaan - keadaan tertentu waktu hamil (misalnya anemia, perdarahan dan lainlain), jarak kehamilan, kehamilan ganda, riwayat abortus. 2. Faktor janin meliputi kehamilan kembar dan kelainan bawaan

13 17 3. Faktor bayi seperti jenis kelamin dan ras 4. Faktor lingkungan seperti : pendidikan, pengetahuan ibu, pekerjaan,status soaial ekonomi dan budaya 2. Perkembangan Berat Badan Bayi Normal Tabel Perkembangan Berat Badan Bayi Usia 0-6 Bulan Umur Laki laki Perempuan Berat Badan Tinggi badan Berat Badan Tinggi Badan 0 bulan 3300 gram 49 cm 3200 gram 49,1 cm 2 bulan 4500 gram 54,7 cm 4200 gram 53,7 cm 3 bulan 6400 gram 61,4 cm 5800 gram 59,8 cm 4 bulan 7000 gram 63,9 cm 6400 gram 62,1 cm 5 bulan 7500 gram 65,9 cm 6900 gram 64,0 cm 6 bulan 7900 gram 67,6 cm 7300 gram 65,7 cm a) Pertumbuhan dan perkembangan pada usia 1 sampai 3 bulan Bayi mulai memandangi tangan dan memusatkan perhatian pada mainan di depannya. Bayi dapat membuka tangan untuk mengambil mainan, menjatuhkan dan memegang kembali dalam waktu sebentar. Apabila bayi digendong pada posisi tegak, kepala tidak lagi jatuh ke depan melainkan telah dapat dipertahankan agar selalu dalam posisi tegak.

14 18 b) Pertumbuhan dan perkembangan umur 2,5 bulan sampai 3,5 bulan Bayi mulai lebih tertarik dengan lingkungan sekitarnya, tetapi masih terpusat pada orang tuanya. Dia dapat memfokuskan pandangannya pada obyek berwarna cerah dan mengikuti dengan pandangan mata dan mengikuti dengan pandangan mata dari satu sisi ke sisi yang lain. Bayi tampak lebih aktif bergerak. Reflek awal yang membatasi gerakan secara disadari/ voluntair mulai berkurang. Hilangnya reflex tonus leher asimetris menyebabkan bayi dapat berguling dan juga mulai meneliti benda benda pada garis tengahnya dan memainkan mereka untuk memegang benda benda dengan keinginannya sendiri melepaskannya. Pada posisi tengkurap, bayi dapat mengangkat kepala dan menggerakan tungkainya serta dapat mengangkat dada dan kepala dengan tegak. Ketika ditempatkan pada posisi duduk, punggung masih membungkuk tetapi kepala sudah cukup kuat. Apabila dipegang pada posisi berdiri, bayi belum tegak dan tungkai masih selalu fleksi serta mengangkat satu kaki. c) Pertumbuhan dan Perkembangan umur 3,5 bulan sampai 4,5 bulan Bayi dapat tersenyum bila melihat seseorang terkadang dengan mengeluarkan suara mulut atau tenggorokan. Dia suka melihat sekitarnya

15 19 dengan mengangkat kepala mengikuti arah suara. Warna yang cerah masih lebih menarik untuk dilihat dan diperhatikan dibandingkan dengan warna yang lain. Pada saat tidur tengkurap bayi lebih suka memiringkan lehernya pada satu sisi, dan bila sudah terlalu lama maka dia akan memutar lehernya pada satu sisi yang lain. Bayi telah dapat mengontrol otot untuk menyangga lengan dan tungkainya dengan lebih baik. Apabila mendengar suara bel disebelahnya, bayi akan tertarik dan menggerakkan kepala, bahu dan lengannya. Hal ini merupakan awal koordinasi antara gerakan mata dan tubuh. Jari saling menyentuh dan bermain tangan, serta dimasukkan ke dalam mulut untuk dihisap. Pada saat dipegang pada posisi tegak Tumbuh kembang bayi tak sama karena dipengaruhi interaksi faktor tersebut selama beberapa saat. d) Pertumbuhan dan Perkembangan umur 4,5 sampai 5,5 bulan. Pada usia ini bayi mulai mencoba mengenal lingkungan sekitarnya dengan menggunakan mata, jari jari, tangan dan mulutnya. Dimulai dengan menghisap jarinya, kemudian mencari sesuatu yang tampak disekitarnya untuk dimasukkan ke dalam mulut, seperti misalnya mainan, kaki atau jempol kaki. Bayi pada usia ini dapat juga mempelajari badan mereka sendiri, mulai memandang tangannya dengan serius, berbicara, meniup gelembung

16 20 dan memegang telinga, pipi dan alat kelaminnya. Pengenalan ini memperlihatkan tingkah awal dalam pemahaman sebab dan akibat, seperti yang dipelajari bayi bahwa gerakan otot dengan kemauan sendiri menghasilkan rabaan yang diperkirakan dengan sensasi penglihatan. Otot punggung mulai kuat dan dapat duduk dengan tegak dengan disangga. Bayi mulai dapat merangkak, tetapi masih terbatas karena kurang kuatnya kemampuan untuk mengangkat perut dari atas matras. e) Pertumbuhan dan Perkembangan usia 5,5 sampai 6,5bulan Pada periode ini ditandai dengan adanya peningkatan kekuatan dan aktifitas bayi. Bayi dapat berguling dari posisi terlentang, dan dapat menyangga tubuhnya dengan tangannya serta menahan posisi kepala tegak dengan dada terangkat. Terkadang juga dapat menyangga tubuhnya dengan satu tangan saat meraih benda dengan tangan satunya. Bayi akan memberikan respon terhadap suara dengan mengangkat kepalanya, atau dengan perubahan ekspresi dan menghentikan aktifitasny. Kemampuan bersosialisasi semakin baik, dia akan memandangi orang yang memasuki ruangan. Dan akan berteriak teriak apabila ditnggal sendiri. Apabila bayi melihat benda yang dijatuhkan, akan cepat menyerah jika bendanya tidak kelihatan. ( Hellburg Teodor, 2005)

17 21 D. Massage 1 Pengertian Massage adalah sentuhan atau tekanan yang akan merangsang peredaran darah dan menambah energi. Massage merupakan kebutuhan yang sama pentingnya pada bayi sebagaimana kebutuhan lain seperti makan dan minum. Massage merupakan alat komunikasi untuk menjalin ikatan emosional antara orang tua dan bayinya. Para orang tua kita telah melakukan pemijatan pada bayinya, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan, melemaskan otot ataupun kalau bayinya demam, meskipun para orang tua kita belum mengetahui dengan pasti manfaatnya, jadi bisa dikatakan lebih kepada tradisi atau kepercayaan. Dalam pengembangan massage penulis ingin mengenalkan bahwa ada beberapa cara atau metode diantaranya. 2 Metode Massage a. Perahan cara India Arah pijatan cara India ialah pijatan yang menjauhi tubuh. Guna pemijatan cara ini adalah untuk relaksasi atau melemaskan otot. Dengan gerakan tangan kanan dan kiri ke bawah secara bergantian dan berulang ulang seolah memerah susu sapi (Utami Roesli, 2002) b. Perahan cara Swedia Arah pijatan cara Swedia adalah dari pergelangan tangan kearah badan. Pijatan ini berguna untuk mengalirkan darah ke jantung dan paru

18 22 paru. Dengan gerakan tangan kanan dan kiri terapis secara bergantian mulai dari pergelangan tangan kanan bayi kearah pundak. Kemudian lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi kearah pundak (Roesli.2002). c. Pijat tradisional cara Jawa Pemijatan terhadap anak kecil, yakni bayi sampai dengan balita, disebut dadah. Istilah pijat memang tidak terlalu cepat, karena pada bayi misalnya, sama sekali tidak boleh dipijat tetapi hanya dipegang pegang saja. Pemijatan harus selalu dilakukan dari bagian bagian badan yang letaknya berjauhan dari letak jantung. Misalnya, bagian ujung kaki dulu, atau ujung jari dulu. Ada bagian bagian tubuh bayi yang harus diperlakukan dengan ekstra hati hati. Bagian bagian itu kepala, terutama disekitar ubun ubunnya. Sepanjang tulang belakang juga tergolong bagian yang rawan. Dan terakhir daerah dada ( Roesli.2002). d. Pijat Cina Pijat adalah tentang sentuhan. Ingatlah bahwa energi seorang anak mudah dicapai, dan pijat yang dilakukan tidak membutuhkan tekanan kuat agar efektif (Roesli, 2002) 1) Teknik Tekan, teknik ini melibatkan penggunaan tekanan ringan dan diam pada titik tertentu. Dengan menggunakan ibu jari, jari tengah atau telapak tangan untuk menekan titik

19 23 2) Teknik Dorong, menggunakan jari jari tunggal atau kombinasi ibu jari, telunjuk dan jari tengah dan sisi telapak tangan untuk mendorong dengan kuat pada arah yang berhubungan dengan titik. Teknik ini harus ringan dan cepat dan bergerak searah membentuk garis sepanjang titik atau meridian lain. 3. Teknik Massage a. Effleurage Effleurage adalah salah satu gerakan utama dalam pijat dan bisa dilakukan di bagian tubuh manapun. Itu menunjukkan awal dan akhir pijatan dan bisa dilakukan sebelum atau sesudah usapan yang lain dan memudahkan pemijat untuk menggosokkan aliran gerakan satu ke gerakan yang lain. b. Friksi Friksi adalah salah satu gerakan yang menggunakan lingkaran ibu jari (walaupun ujung jari, buku buku jari atau bahkan siku juga bisa digunakan). Otot digerakkan berlawanan dari tulang dengan gerakan sirkular dari lingkaran ibu jari. c. Petrissage Petrissage adalah sebuah gerakan kuat yang memungkinkan untuk memijat otot dan merupakan gabungan dari empat gerakan yaitu picking up, wringing, squeezing, dan rolling.

20 24 d. Tapotement Tapotement merupakan serangkaian tindakan memijat ringan yang dilakukan dengan tangan secara bergantian secara tepat. Ada dua pijatan perkusi utama yaitu cupping dan hacking. e. Vibrasi dan Goyangan Vibrasi adalah gerakan bergetar yang lembut pada jaringan, yang dilakukan oleh tangan atau jari jari. Goyangan (shaking) adalah gerakan yang mencakup area yang lebih luas dan dlikakukan dengan lebih kuat. E. MASSAGE BAYI 1. Pengertian Massage bayi merupakan Terapi sentuh tertua dan terpopuler yang dikenal manusia. Massage bayi telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia temasuk di Indonesia, dan diwariskan secara turun temurun, dan merupakan salah satu stimulus sentuhan (touch) yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang bayi (Roesli, 2002) Massage bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktikkan sejak berabad abad tahun silam secara turun temurun oleh dukun bayi. Yang disebut bayi adalah anak yang berumur 0 12 bulan (Roesli, 2001). 2. Manfaat

21 25 1) Secara Langsung a. Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan. b. Mengurangi kembung dan kolik. c. Memberi efek nyaman pada bayi, memberikan respon relaksasi dan mengurangi stress. 2) Secara Tidak Langsung a. Meningkatkan kenaikan berat badan b. Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan c. Dapat merangsang peningkatan volume air susu ibu( Roesli, 2001) 3. Tujuan a. Memperbaiki sistem sirkulasi darah dan pernapasan b. Dapat menambah nafsu makan, sehingga menambah berat badan pada sang anak c. Dapat membantu merelaksasikan otot ototnya d. Membantu mengatasi gangguan tidur 4. Efek Fisiologis a. Meningkatkan daya tahan tubuh b. Melancarkan sirkulasi darah c. Mengoptimalkan interaksi sosial antara bayi dan orang tuanya d. Mengurangi depresi dan ketegangan e. Merelaksasikan otot otot bayi.

22 26 5. Efek Teraupetik a. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan berat badan bayi b. Merelaksasikan otot dan persendian bayi c. Membantu menjamin otot ototnya berfungsi dengan baik d. Membantu mencegah terjadinya keseleo pada bayi. 6. Indikasi Massage Bayi a. Meningkatkan jumlah dan sitotoksisitas dari sistem immunitas (sel pertumbuhan alam). b. Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan. c. Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan. d. Meningkatkan kenaikan berat badan. e. Membuat tidur lelap. f. Mengurangi kembung dan kolik. 7. Kontra indikasi Massage Bayi a. Memijat setelah makan b. Membangunkan bayi setelah dipijat c. Memijat saat bayi sakit d. Memijat saat bayi tidak mau dipijat e. Memaksakan posisi tertentu pada pemijatan 8. Hal hal yang perlu diperhatikan a. Memandang bayi dengan pancaran kasih sayang

23 27 b. Bernyanyi / putar lagu lagu yang tenang / lembut untuk membantu menciptakan suasana tenang selama massage c. Awali dengan sentuhan ringan, kemudian secara bertahap ditingkatkan penekanannya. d. Sebelum dilakukan massage lumuri bayi dengan baby oil / lotion sesering mungkin e. Massage sebaiknya diawali dari kaki, perut, dada, tangan, muka, punggung f. Mandikan bayi ± 30 menit setelah dimassage agar segar dan bersih dari baby oil jika dilakukan pada malam hari dilap saja dengan air hangat g. Hindarkan bayi dari baby oil / lotion agar tidak terkena mata. 9. Prosedur Pelaksanaan Massage Bayi Setiap gerakan pada tahap pemijatan ini dapat diulang sebanyak enam kali, dan diperhatikan juga cara pemijatan sesuai dengan usia bayi a. 0 1 bulan, dengan gerakan usapan halus (stroking) b. 1 6 bulan, gerakan halus disertai dengan tekanan ringan c. 3 3 tahun, secara bertahap tambahkanlah tekanan dengan ditekan. d. Frekuensi yang diberikan 2 kali seminggu selama 3 minggu. e. Dengan waktu yang diperlukan menit

24 28 f. Pemijatan yang dilakukan lebih ditujukan pada pijatan perut yang bekaitan dengan peningkatan berat badan pada bayi normal usia 0 6 bulan. 10. Prosedur dan dosis Pijat bayi dilakukan oleh 3 komponen yaitu Fisioterapi, Bayi dan orang tua atau keluarga. Sebagai pemanasan bayi diberikan pelukan dan ciuman oleh orang tua atau Fisioterapi supaya bayi bisa berinteraksi dan mengenal lingkungan. Prosedur pijat bayi dilakukan dalam posisi terlentang dan tengkurap a. Persiapan sebelum massage 1) Tangan harus bersih, kuku pendek dan perhiasan tidak akan menggores. 2) Ruangan yang hangat dan menyenangkan. 3) Bayi sudah selesai makan atau sedang tidak lapar. 4) Duduklah dengan posisi nyaman. 5) Baringkan bayi dipermukaan yang rata dan lembut 6) Menyiapka handuk, popok, baju ganti, dan minyak bayi, (baby oil/lotion) b. Selama melakukan massage, dianjurkan hal hal berikut ini : 1) Minta izin pada bayi 2) Pertahankan hubungan mata dengan bayi

25 29 3) Menyanyilah atau bicara lembut 4) Memulailah dengan sentuhan ringan 5) Tanggaplah akan isyarat isyarat bayi 6) Jika bayi menangis, cobalah untuk menenangkannya sebelum melanjutkan massage. Jika bayi menangis lebih keras hentikanlah massage. 7) Mandikan bayi (berdasarkan suhu tubuh) setelah massage berakhir 8) Hindarkan mata bayi dari baby oil/ lotion. 11. Teknik Massage a. Kaki 1) Perahan dari atas ke bawah a) Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti memegang pemukul soft ball b) Gerakan tangan kebawah secara bergantian, seperti memerah Gambar 2.2 Teknik massage kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 56

26 30 2) Peras dan putar a) Pegang kaki bayi pada pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan b) Peras dan putar kaki bayi dengan lembut dimulai dari pangkal paha kearah mata kaki. Gambar 2.3 Teknik massage peras dan putar kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 56 3) Telapak kaki a) Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimulai dari tumit kaki menuju jari jari diseluruh telapak kaki

27 31 Gambar 2.4 Teknik massage Telapak Kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 57 4) Tarikan lembut jari a) Pijatlah jari jarinya satu persatu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki, diakhiri dengan kasih sayang yang lembut pada tiap ujung jari. 5) Titik Tekanan Gambar 2.5 Teknik massage Jari kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 57

28 32 a) Tekan tekanlah kedua ibu jari secara bersamaan diseluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari jari Gambar 2.6 Teknik massage Tekan kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 58 6) Punggung Kaki a) Dengan mempergunakan kedua ibu jari secara bergantian pijatlah punggung kaki dari pergelangan kaki kearah jari jarin secara bergantian Gambar 2.7 Teknik massage Punggung kaki bayi 7) Peras dan Putar pergelangan kaki Sumber : Prasetyono, 2009, 58

29 33 a) Buatlah gerakan seperti memeras dengan mempergunakan ibu jari dan jari jari lainnya dipergelangan kaki bayi Gambar 2.8 Teknik massage Pergelangan kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 59 8) Gerakan Menggulung a) Pegang pangkal paha dengan kedua tangan anda b) Buatah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki Gambar 2.9 Teknik massage menggulung kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 59

30 34 9) Gerakan Akhir a) Setelah gerakan a sampai i dilakukan pada kaki kanan dan kiri rapatkan kedua kaki bayi b) Letakkan kedua tangan anda secara bersamaan pada pantat dan pangkal paha c) Usapkan kedua kaki bayi dengan tekanan lembut dari paha kearah pergelangan kaki, ini merupakan gerakan akhir bagian kaki Gambar 2.10 Teknik massage Gerakan Akhir kaki bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 60 b. PERUT Catatan hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk 1) Mengayuh Sepeda a) Letakkan gerakan memijat pada perut bayi pada seperti mengayuh pedal sepeda dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri.

31 35 Gambar 2.11 Teknik massage mengayuh sepeda pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 60 2) Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat a) Angkat kedua kaki bayi dengan salah satu tangan b) Dengan tangan yang lain pijat perut bayi dari perut bagian atas sampai kejari jari kaki Gambar 2.12 Teknik massage Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat Sumber : Prasetyono, 2009, 61 3) Ibu jari kesamping a) Letakkan kedua ibu jari disamping kanan kiri pusar perut

32 36 b) Gerakan kedua ibu jari kearah tepi perut kanan dan kiri Gambar 2.13 Teknik massage ibu jari kesamping pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 61 4) Bulan Matahari a) Buat lingkaran searah jarum jam dengan jari tangan kiri mulai dari perut sebelah kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas kemudian kembali ke daerah kanan bawah (seolah membentuk gambar matahari M), gunakan tangan kanan untuk membuat gerakan setengah lingkaran mulai dari bagian kanan bawah perut bayi sampai bagian kiri perut bayi (seolah membentuk gambar bulan B), tangan kiri selalu membuat bulatan penuh (matahari) sedangkan tangan kanan akan membuat gerakan setangah lingkaran (bulan)

33 37 Gambar 2.14 Teknik massage Bulan Matahari pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 62 5) Gerakan I LOVE YOU Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari jari tangan kanan membentuk huruf I, kemudian pijat membentuk huruf L terbalik, mulai dari kanan atas ke kiri bawah, kemudian pijat membentuk huruf U terbalik, mulai dari kanan bawah (daerah usus buntu) ke atas, kemudian ke kiri, ke bawah dan berakhir di perut kiri bawah Gambar 2.15Teknik massage I LOVE U pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 63 6) Jari jari berjalan a) Letakkan ujung jari jari satu tangan pada perut bayi bagian kanan b) Gerakan jari jari pada perut bayi bagian kanan ke bagian kiri, guna mengeluarkan gelembung gelembung udara

34 38 Gambar 2.16 Teknik massage Jari berjalan pada perut bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 63 c. Dada 1) Jantung Besar a) Buatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan kedua telapak tangan anda dari tengah dada ke atas, kesamping luar, kembali ke tengah dada 2) Kupu kupu Gambar 2.17 Teknik massage Jantung besar pada dada bayi Sumber : Prasetyono, 2009, 64

PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc

PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK ppkc Terapi Sentuh (Touch Therapy) Metode sentuh untuk sehat adalah pendekatan atau terobosan baru dalam pemeliharaan kesehatan. Metode inipun bisa digabungkan dengan

Lebih terperinci

MODUL. Disampaikan dalam Pelatihan Pijat Bayi di Cibiru Bandung Sabtu, 3 November Disusun Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep.

MODUL. Disampaikan dalam Pelatihan Pijat Bayi di Cibiru Bandung Sabtu, 3 November Disusun Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep. MODUL PIJAT BAYI Disampaikan dalam Pelatihan Pijat Bayi di Cibiru Bandung Sabtu, 3 November 2007 Disusun Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep. FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN TAHUN 2007

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lokasi yang berbeda menginformasikan bahwa terdapat hubungan yang. pada anak akan diikuti oleh gangguan perkembangannya.

BAB I PENDAHULUAN. lokasi yang berbeda menginformasikan bahwa terdapat hubungan yang. pada anak akan diikuti oleh gangguan perkembangannya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak sebagai harapan bangsa merupakan sebuah aset yang membutuhkan pemantauan dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam siklus daur kehidupan tahapan tumbuh kembang

Lebih terperinci

PENGURUTAN (MASSAGE)

PENGURUTAN (MASSAGE) PENGURUTAN (MASSAGE) Massage merupakan salah satu cara perawatan tubuh paling tua dan paling bermanfaat dalam perawatan fisik (badan) Massage mengarahkan penerapan manipulasi (penanganan) perawatan dari

Lebih terperinci

Nah, bagi Anda yang ingin mengintip, seperti apa sih pijat bayi itu, berikut kami beberkan langkah-langkahnya, disertai dengan gambar.

Nah, bagi Anda yang ingin mengintip, seperti apa sih pijat bayi itu, berikut kami beberkan langkah-langkahnya, disertai dengan gambar. Pijat bayi sebenarnya tidak hanya bermanfaat untuk fisik si kecil, tetapi juga bisa menjadi sarana dimana Anda dan bayi Anda bisa berduaan dalam suasana rileks dan menyenangkan. Bahkan, bagi para ibu baru

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mendiagnosis bayi normal atau BBLR. Dikatakan BBLR apabila berat bayi-balita,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mendiagnosis bayi normal atau BBLR. Dikatakan BBLR apabila berat bayi-balita, BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Berat Badan Bayi 1. Pengertian Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Berat badan

Lebih terperinci

Tumbuh kembang anak. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH

Tumbuh kembang anak. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH Tumbuh kembang anak Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH Pokok bahasan Pendahuluan Definisi pertumbuhan & perkembangan Tumbuh kembang janin Tumbuh kembang anak 0 5 tahun Tumbuh kembang anak 6 10 tahun

Lebih terperinci

LATIHAN FISIK SEBAGAI PENDUKUNG ASUHAN GIZI BAGI LANSIA DR.dr.BM.Wara Kushartanti

LATIHAN FISIK SEBAGAI PENDUKUNG ASUHAN GIZI BAGI LANSIA DR.dr.BM.Wara Kushartanti LATIHAN FISIK SEBAGAI PENDUKUNG ASUHAN GIZI BAGI LANSIA DR.dr.BM.Wara Kushartanti TUJUAN MODUL Setelah mempelajari modul ini, diharapkan peserta dapat: 1. Memahami konsep dukungan latihan fisik untuk asuhan

Lebih terperinci

Cara Mudah Mengencangkan. dan Memperindah Payudara

Cara Mudah Mengencangkan. dan Memperindah Payudara Cara Mudah Mengencangkan dan Memperindah Payudara Banyak wanita yang merasa minder apabila payudaranya kecil dan mundur atau mengendur. Tetapi, banyak juga yang tidak terlalu peduli dengan organ tubuhnya

Lebih terperinci

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psi.

Santi E. Purnamasari, M.Si., Psi. Santi E. Purnamasari, M.Si., Psi. 1. Tumbuh kembang adalah proses yang kontinu dari konsepsi sampai dewasa. Dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan bawaan 2. Pada periode tertentu ada masa percepatan dan

Lebih terperinci

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG SOP SENAM HAMIL

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG SOP SENAM HAMIL Versi : 1 Tgl : 17 maret 2014 1. Pengertian Senam Hamil adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik maupun mental, untuk menghadapi persalinan yang cepat, aman dan spontan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan sangat erat dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia. menakutkan, tanpa sentuhan-sentuhan yang nyaman dan aman di

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan sangat erat dengan kehamilan dan proses kelahiran manusia. menakutkan, tanpa sentuhan-sentuhan yang nyaman dan aman di 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pijat bayi adalah terapi tertua yang dikenal manusia dan yang paling populer, yang juga merupakan seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dipraktekkan sejak

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN MASA BAYI

PERKEMBANGAN MASA BAYI PERKEMBANGAN MASA BAYI Tahap Masa Bayi Neonatal (0 atau baru Lahir-2 minggu Bayi (2 minggu- 2 tahun) TUGAS PERKEMBANGAN MASA BAYI Belajar makan makanan padat Belajar berjalan Belajar bicara Belajar menguasai

Lebih terperinci

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS SURATINI SOEWARNO MOJOSONGO SURAKARTA TAHUN 2013 KARYA TULIS ILMIAH

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS SURATINI SOEWARNO MOJOSONGO SURAKARTA TAHUN 2013 KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS SURATINI SOEWARNO MOJOSONGO SURAKARTA TAHUN 2013 KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Tugas Akhir Pendidikan Diploma III Kebidanan

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN KULIT WAJAH

LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN KULIT WAJAH LANGKAH-LANGKAH PERAWATAN KULIT WAJAH PERAWATAN MINGGUAN Selain perawatan harian, lakukan juga perawatan seminggu sekali untuk kulit wajah kita agar kulit terawat dengan maksimal. Langkah I Membersihkan

Lebih terperinci

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI DUKUH CEMETUK DESA LOROG TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN 2012 KARYA TULIS ILMIAH

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI DUKUH CEMETUK DESA LOROG TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN 2012 KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI DUKUH CEMETUK DESA LOROG TAWANGSARI SUKOHARJO TAHUN 2012 KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Tugas Akhir Pendidikan Diploma III Kebidanan

Lebih terperinci

II B. Sistem Kerja dan Kontrol pada Manusia

II B. Sistem Kerja dan Kontrol pada Manusia II B. Sistem Kerja dan Kontrol pada Manusia Sistem komunikasi utama dalam tubuh manusia: Sistem Syaraf Perangkat Penunjang: Otot Perangkat sensor tubuh (panca indera) Berfungsi mengontrol keseimbangan

Lebih terperinci

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat Perkembangan gerakan kasar Bulan Pencapaian Titik Pencapaian 1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan 2 Setengah miring jika dalam posisi tengkurap, selalu meletakkan pipi ke alas secara bergantian disebut titik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1) Landasan Teori 1. Tumbuh Kembang a. Pengertian Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang bisa diukur dengan

Lebih terperinci

ANATOMI DAN FISIOLOGI

ANATOMI DAN FISIOLOGI ANATOMI DAN FISIOLOGI Yoedhi S Fakar ANATOMI Ilmu yang mempelajari Susunan dan Bentuk Tubuh FISIOLOGI Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) dari Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) dari alat atau jaringan

Lebih terperinci

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas

Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas Latihan Kekuatan Otot Tubuh Bagian Atas Kekuatan otot adalah tenaga, gaya, atau tegangan yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot pada suatu kontraksi dengan beban maksimal. Otot-otot tubuh

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. Pengolahan data berdasarkan kumpulan data yang diperoleh diupayakan dapat

BAB V PEMBAHASAN. Pengolahan data berdasarkan kumpulan data yang diperoleh diupayakan dapat BAB V PEMBAHASAN Pengolahan data berdasarkan kumpulan data yang diperoleh diupayakan dapat menjawab pertanyaan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara baby spa dengan perkembangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian sangat dibutuhkan karena bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang diteliti tersebut, agar apa yang diharapkan dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam

Lebih terperinci

TUMBUH KEMBANG ANAK. By. Nur Asnah,S.S.Kep.Ns.M.Kep

TUMBUH KEMBANG ANAK. By. Nur Asnah,S.S.Kep.Ns.M.Kep TUMBUH KEMBANG ANAK By. Nur Asnah,S.S.Kep.Ns.M.Kep TUMBUH KEMBANG TUMBUH : BERTAMBAHNYA SEL-SEL TUBUH/ UKURAN TUBUH BERTAMBAH BERKAITAN DENGAN HAL FISIK YANG TERLIHAT TINGGI BADAN & BERAT BADAN Pertumbuhan

Lebih terperinci

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI DUSUN PAPAHAN KELURAHAN PAPAHAN KECAMATAN TASIKMADU

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI DUSUN PAPAHAN KELURAHAN PAPAHAN KECAMATAN TASIKMADU FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PELAKSANAAN PIJAT BAYI DI DUSUN PAPAHAN KELURAHAN PAPAHAN KECAMATAN TASIKMADU Luluk Nur Fakhidah Dosen AKBID Mitra Husada Karanganyar Jl Achmad Yani No.167. Papahan,

Lebih terperinci

MASA PRANATAL. Siti Rohmah Nurhayati

MASA PRANATAL. Siti Rohmah Nurhayati MASA PRANATAL Siti Rohmah Nurhayati 1 Tahapan Perkembangan Janin dalam Kandungan Permulaan kehidupan manusia dapat ditinjau secara psikologis dan biologis Secara psikologis kehidupan manusia dimulai pada

Lebih terperinci

MATERI PENYULUHAN ASI EKSLUSIF OLEH : dr.rizma Alfiani Rachmi

MATERI PENYULUHAN ASI EKSLUSIF OLEH : dr.rizma Alfiani Rachmi MATERI PENYULUHAN ASI EKSLUSIF OLEH : dr.rizma Alfiani Rachmi Pengertian ASI (Air Susu Ibu) ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan alamiah berupa cairan Dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan

Lebih terperinci

DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK

DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK 177 DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK Oleh: B. Suhartini Dosen Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi FIK UNY Abstrak Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN. By: IRMA NURIANTI. SKM, M.Kes

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN. By: IRMA NURIANTI. SKM, M.Kes PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN By: IRMA NURIANTI. SKM, M.Kes Definisi ANAK DULU: < 12 THN; < 15 THN; < 16 THN UU Tenaga Kerja, UU Perkawinan [UU No. 9 TAHUN 1979 ttg Kesejahteraan Anak: USIA < 21 thn dan

Lebih terperinci

Berkaitan dg perubahan besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, atau individu, yang bisa diukur dg ukuran berat, panjang, umur tulang,

Berkaitan dg perubahan besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, atau individu, yang bisa diukur dg ukuran berat, panjang, umur tulang, Berkaitan dg perubahan besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, atau individu, yang bisa diukur dg ukuran berat, panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolik. Berkaitan dg aspek fisik,

Lebih terperinci

Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan ibu dan bulan

Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan ibu dan bulan Mata Kuliah Kode Mata Kuliah : IOF 220 : Perkembangan Motorik Materi 7: Perkembangan Gerak Refleks Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan ibu dan bulan pertama setelah lahir.

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN LAMPIRAN 1. SURAT IJIN PENELITIAN LAMPIRAN 2. SURAT KETERANGAN SELESAI PENELITIAN LAMPIRAN 3 KUESIONER PENELITIAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI PEMETIK KOPI DI DUSUN BANUA TAHUN 2015 Karakteristik

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN 69

LAMPIRAN-LAMPIRAN 69 LAMPIRAN-LAMPIRAN 69 Lampiran 1 FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN Pengaruh Senam Otak terhadap Peningkatan Daya Ingat Lansia di Panti Werdha Karya Kasih Mongonsidi Medan Oleh Paula Angelina

Lebih terperinci

Bab IV Memahami Tubuh Kita

Bab IV Memahami Tubuh Kita Bab IV Memahami Tubuh Kita Pubertas Usia reproduktif Menopause Setiap perempuan pasti berubah dari anak-anak menjadi dewasa dan perubahan dari dewasa menjadi dewasa yang lebih tua Sistem Reproduksi Perempuan

Lebih terperinci

BAHAN AJAR : c. Pigmentasi: terjadinya perubahan warna kulit akibat terganggunya melanin pada sel melanosit.

BAHAN AJAR : c. Pigmentasi: terjadinya perubahan warna kulit akibat terganggunya melanin pada sel melanosit. BAHAN AJAR : 1. Tujuan dan manfaat Perawatan Kulit Wajah : a. Mempertahankan kondisi kulit dari keriput dan noda-noda pada kulit b. Meremajakan jaringan otot dan sel-sel kulit c. Menanggulangi kelainan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan otot-ototnya untuk bergerak. Perubahan pada perilaku motorik

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan otot-ototnya untuk bergerak. Perubahan pada perilaku motorik BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan motorik merupakan proses belajar bagaimana tubuh menggunakan otot-ototnya untuk bergerak. Perubahan pada perilaku motorik dirasakan sepanjang daur kehidupan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bersifat kuantitatif. Sedangkan pengertian tumbuh itu sendiri yaitu proses

BAB I PENDAHULUAN. bersifat kuantitatif. Sedangkan pengertian tumbuh itu sendiri yaitu proses BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses tumbuh kembang terjadi secara bertahap dan berlangsung lama tidak terjadi sekaligus. Untuk itu perlunya pemantauan berkala dan teratur, sehingga bayi dapat tumbuh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan

BAB I PENDAHULUAN. mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Soetjiningsih (2008) Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan

Lebih terperinci

Bayi yang sehat dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia. aktifitas bermain dan beradaptasi dengan lingkungan.

Bayi yang sehat dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia. aktifitas bermain dan beradaptasi dengan lingkungan. A. Analisis Situasi Pertumbuhan dan perkembangan adalah fase yang sangat menentukan bagi kehidupan bayi. Sejak di lahirkan, bayi memiliki dua kebutuhan yang harus dipenuhi orang tuanya yaitu, terpenuhinya

Lebih terperinci

BAB VI MASSAGE (PENGURUTAN)

BAB VI MASSAGE (PENGURUTAN) 63 BAB VI MASSAGE (PENGURUTAN) Massage merupakan salah satu di antara cara-cara perawatan tubuh yang paling tua dan paling bermanfaat dalam perawatan fisik (badan). Dalam ilmu tata rias, massage dapat

Lebih terperinci

KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN)

KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN) KARAKTERISTIK TAHAPAN PERKEMBANGAN MASA BAYI (0 2 TAHUN) TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM: Setelah mengikuti perkuliahan, diharapkan mahasiswa dapat memahami karakteristik perkembangan aspek fisik, motorik, intelektual,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Negara menggunakannya sebelum abad ke-18. Hal ini masih tradisi di

BAB I PENDAHULUAN. Negara menggunakannya sebelum abad ke-18. Hal ini masih tradisi di 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bedong bayi merupakan perawatan bayi yang hampir seluruh Negara menggunakannya sebelum abad ke-18. Hal ini masih tradisi di beberapa bagian Timur Tengah, Inggris,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu mengalami proses perkembangan semasa hidupnya, mulai

BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu mengalami proses perkembangan semasa hidupnya, mulai 15 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap individu mengalami proses perkembangan semasa hidupnya, mulai dari janin sampai dewasa. Proses perkembangan antara individu satu dengan yang lainya tidak sama

Lebih terperinci

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia Rentang Perkembangan Manusia UMBY 1. Neonatus (lahir 28 hari) Pada tahap ini, perkembangan neonatus sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan. 2. Bayi (1

Lebih terperinci

Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien. Stroke Non Hemoragik

Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien. Stroke Non Hemoragik LAMPIRAN 1 Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Stroke Non Hemoragik A. Pengertian Latihan aktif dan pasif / ROM adalah merupakan suatu kebutuhan manusia untuk melakukan pergerakan

Lebih terperinci

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMP VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM GERAK MANUSIA Tubuhmu memiliki bentuk tertentu. Tubuhmu memiliki rangka yang mendukung dan menjadikannya

Lebih terperinci

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment)

Measurement I. DIGIT SPAN (Before Treatment) Measurement I DIGIT SPAN (Before Treatment) ( Forward (F) Digit ) Series Trial I Trial II --2-9- ---9-2-- -2---1 ---- -1-9--- -9-2--- -9-1---2- -1--9--- --1-9-2--- --2-9--1-- 9 2-----2--- -1--9--2--- (

Lebih terperinci

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA 55 LAMPIRAN TEKNIK PELAKSANAAN LATIHAN HATHA YOGA PERSIAPAN LATIHAN Partisipan menggunakan pakaian yang bersih dan longgar. Partisipan tidak memakai alas kaki selama latihan. Karena latihan yoga harus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengoptimalan tumbuh kembang bayi, motor control, motor learning, dan

BAB I PENDAHULUAN. pengoptimalan tumbuh kembang bayi, motor control, motor learning, dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tumbuh kembang adalah proses yang hirarki (bertahap) dinamis dan bersimultan pada bayi. Hal ini perlu dilakukan pemantauan secara berkala dan teratur sehingga potensinya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maka dampaknya adalah lost generation. Fisioterapi sangat besar perannya dalam

BAB I PENDAHULUAN. maka dampaknya adalah lost generation. Fisioterapi sangat besar perannya dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bayi gizi kurang merupakan suatu ancaman bagi generasi yang akan datang. Masa bayi ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Jika pada masa

Lebih terperinci

Mitos Sixpack Orang menghabiskan uang jutaan setiap tahun untuk mendapatkan tubuh ideal. Sekarang ini terdapat sekitar 200 lebih alat-alat latihan untuk perut. Sebagian alat-alat ini tidak berguna sama

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3-5 Tahun Keterampilan motorik kasar adalah kemampuan anak dalam menggerakkan otot besar atau sebagian tubuh atau seluruh tubuh dalam aktivitas

Lebih terperinci

Menggapai Multi Orgasme!

Menggapai Multi Orgasme! 1 P a g e Menggapai Multi Orgasme! 2 P a g e Menggapai Multi Orgasme! Wanita bukanlah sebagai objek seks, tetapi lebih merupakan tempat anda berbagi kenikmatan erotis. Seks terjadi bila keduanya bergairah,

Lebih terperinci

AKTIVITAS FISIK DAN SENAM USILA Dr.dr.BM.Wara Kushartanti FIK UNY

AKTIVITAS FISIK DAN SENAM USILA Dr.dr.BM.Wara Kushartanti FIK UNY AKTIVITAS FISIK DAN SENAM USILA Dr.dr.BM.Wara Kushartanti FIK UNY PENGANTAR Usila sebagai akronim usia lanjut mengandung konotasi ganda. Disatu pihak ia dikaitkan dengan kelemahan, ketidak mampuan, ketidak

Lebih terperinci

UKDW BAB Latar Belakang

UKDW BAB Latar Belakang BAB 1 1.1.Latar Belakang Bermain adalah hal yang sangat dibutuhkan, baik bagi user-user yang baru lahir sampai user-user yang sudah sekolah. Dengan bermain, user-user juga sedang melakukan pembelajaran

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berabad abad silam (Andrews dalam Sulung dkk, 2015). dapat meningkatkan berat badan bayi (Yuliana dkk, 2013).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berabad abad silam (Andrews dalam Sulung dkk, 2015). dapat meningkatkan berat badan bayi (Yuliana dkk, 2013). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pijat Bayi Massage adalah terapi sentuh tertua dan yang paling populer yang dikenal manusia. Massage meliputi seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang telah dipraktekkan

Lebih terperinci

ANGGOTA KELOMPOK 1 : 1.Ellaeis Guinea (14006) 2.Febriyanti Dwi S (14007) 3.Herlita Sari M. (14011) 4.Magdalena P. A. C (14015) 5.Natalia Ratna K.

ANGGOTA KELOMPOK 1 : 1.Ellaeis Guinea (14006) 2.Febriyanti Dwi S (14007) 3.Herlita Sari M. (14011) 4.Magdalena P. A. C (14015) 5.Natalia Ratna K. ANGGOTA KELOMPOK 1 : 1.Ellaeis Guinea (14006) 2.Febriyanti Dwi S (14007) 3.Herlita Sari M. (14011) 4.Magdalena P. A. C (14015) 5.Natalia Ratna K. (14019) 6.Ratna A. (14024) 7.Tetie (14026) ADAPTASI BAYI

Lebih terperinci

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA 2 : MENSTRUASI PARTUS

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA 2 : MENSTRUASI PARTUS 1 SISTEM REPRODUKSI MANUSIA 2 : MENSTRUASI PARTUS SMA REGINA PACIS JAKARTA Ms. Evy Anggraeny Proses Menstruasi 2 Ada empat fase 1. Fase menstruasi 2. Fase folikel/proliferasi 3. Fase luteal/ovulasi 4.

Lebih terperinci

AKTIVITAS / MOBILISASI PIMPINAN MENERAN DUKUNGAN MENTAL

AKTIVITAS / MOBILISASI PIMPINAN MENERAN DUKUNGAN MENTAL Kelompok 3 : 1. Asti salin (14001) 2. Intan kusumajati (14012) 3. Magdalena (14015) 4. Nawangsari (14020) 5. Nia rifni (14021) 6. Niken Ayu (14022) 7. Pascalia (14023) 8. Ratna A (14024) 9. Siska R (14025)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Berbagai macam vitamin, gizi maupun suplemen dikonsumsi oleh

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Berbagai macam vitamin, gizi maupun suplemen dikonsumsi oleh 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak adalah suatu titipan Tuhan yang sangat berharga. Saat diberikan kepercayaan untuk mempunyai anak, maka para calon orang tua akan menjaga sebaik-baiknya dari mulai

Lebih terperinci

Kelompok 6 (adri, diah, yuyun, irfan, rama)

Kelompok 6 (adri, diah, yuyun, irfan, rama) Kelompok 6 (adri, diah, yuyun, irfan, rama) Masase (massage) berasal dari bahasa Arab mash yang artinya menekan dengan lembut atau dari kata Yunani massien yang berarti memijat atau melulut. Tetapi istilah

Lebih terperinci

Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi. Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan.

Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi. Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pengertian Teknik Menyusui Yang Benar Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994). Pembentukan dan Persiapan

Lebih terperinci

SENAM HAMIL BANTU MELAHIRKAN TANPA KECEMASAN Oleh : Sulastri, S.Kep., Ns. Dosen Akper PKU Muhammadiyah Surakarta. Abstrak :

SENAM HAMIL BANTU MELAHIRKAN TANPA KECEMASAN Oleh : Sulastri, S.Kep., Ns. Dosen Akper PKU Muhammadiyah Surakarta. Abstrak : SENAM HAMIL BANTU MELAHIRKAN TANPA KECEMASAN Oleh : Sulastri, S.Kep., Ns. Dosen Akper PKU Muhammadiyah Surakarta Abstrak : Saat ini, wanita yang tengah hamil tidak menjadi halangan untuk tetap berolahraga

Lebih terperinci

SENAM REFLEKSI TAHAP PELEBURAN (terdiri dari tujuh gerakan)

SENAM REFLEKSI TAHAP PELEBURAN (terdiri dari tujuh gerakan) SENAM REFLEKSI Senam refleksi dilakukan dengan menggabungkan gerakan tubuh dan teknik pengaturan pernapasan. Tujuannya adalah memperbaiki fungsi-fungsi otot-otot yang berhubungan dengan alat-alat/organ

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. akan melibatkan kerja tubuh. Kegiatan yang dilakukan secara rutinitas setiap hari

BAB I PENDAHULUAN. akan melibatkan kerja tubuh. Kegiatan yang dilakukan secara rutinitas setiap hari 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Isu isu ergonomi kesehatan semakin banyak diminati, mengingat setiap aktivitas kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga istirahat pada semua orang akan melibatkan

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS JAUNIWATI INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS JAUNIWATI INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI DI BPS JAUNIWATI INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB II TINJAUAN TEORI BAB II TINJAUAN TEORI 2.1. Pengetahuan 2.1.1. Pengertian Pengetahuan Pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya. Pengetahuan juga merupakan hasil mengingat

Lebih terperinci

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun MANUAL KETERAMPILAN KLINIK TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU Tim Penyusun Prof. Dr. Djauhariah A. Madjid, SpA K Dr. dr. Ema Alasiry, Sp.A. IBCLC dr. A. Dwi Bahagia Febriani, PhD, SpA(K) CSL SIKLUS HIDUP

Lebih terperinci

MANFAAT ASI BAGI BAYI

MANFAAT ASI BAGI BAYI HO4.2 MANFAAT ASI BAGI BAYI ASI: Menyelamatkan kehidupan bayi. Makanan terlengkap untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi yang diperlukan untuk kehidupan 6 bulan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. garam organik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. garam organik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ASI 1. Definisi ASI Air susu ibu (ASI) adalah suatu lemak dalam larutan protein, laktose dan garam organik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu (Ambarwati.,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karakteristik ibu menyusui, teknik menyusui dan waktu menyusui. Menurut WHO/UNICEF Tahun 2004 menyusui adalah suatu cara yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karakteristik ibu menyusui, teknik menyusui dan waktu menyusui. Menurut WHO/UNICEF Tahun 2004 menyusui adalah suatu cara yang 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Untuk Menyusui Tinjauan tentang menyusui meliputi definisi menyusui, manfaat menyusui, karakteristik ibu menyusui, teknik menyusui dan waktu menyusui. 2.1.1 Definisi

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengetahuan Pengetahuan (knowledge) merupakan hasil dari tahu dan pengalaman seseorang dalam melakukan penginderaan terhadap suatu rangsangan tertentu. Pengetahuan atau kognitif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945.

BAB I PENDAHULUAN. menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan yang sedang berlangsung sekarang ini pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh manusia untuk menuju masyarakat

Lebih terperinci

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun MANUAL KETERAMPILAN KLINIK TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU Tim Penyusun Prof. Dr. Djauhariah A. Madjid, SpA K Dr. dr. Ema Alasiry, Sp.A. IBCLC dr. A. Dwi Bahagia Febriani, PhD, SpA(K) CSL SIKLUS HIDUP

Lebih terperinci

Modul ke: Pedologi. Cedera Otak dan Penyakit Kronis. Fakultas Psikologi. Yenny, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi.

Modul ke: Pedologi. Cedera Otak dan Penyakit Kronis. Fakultas Psikologi. Yenny, M.Psi., Psikolog. Program Studi Psikologi. Modul ke: Pedologi Cedera Otak dan Penyakit Kronis Fakultas Psikologi Yenny, M.Psi., Psikolog Program Studi Psikologi www.mercubuana.ac.id Apakah yang Dimaksudkan dengan Kelumpuhan Otak itu? Kelumpuhan

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Biologi

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Biologi Nama : UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Biologi Kelas : 8 Waktu : 07.45-09.15 No.Induk : Hari/Tanggal : Jumat, 05 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai : 1.

Lebih terperinci

PANDUAN PELATIHAN UNTUK MEMBER

PANDUAN PELATIHAN UNTUK MEMBER PANDUAN PELATIHAN UNTUK MEMBER www. Selamat Bergabung dalam komunitas member, Sebelum anda mulai latihan, baca dahulu SELURUH isi panduan pelatihan ini (lebih baik baca berulangkali) jangan tergesa-gesa.

Lebih terperinci

Tahapan Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

Tahapan Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu Tahapan Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu MINGGU KE-1 : Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan

Lebih terperinci

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns Berat badan 2500-4000 gram. Panjang badan lahir 48-52 cm. Lingkar dada 30-35 cm. Lingkar kepala 33-35 cm. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup

Lebih terperinci

Permulaan Kehidupan Manusia

Permulaan Kehidupan Manusia Permulaan Kehidupan Manusia (Perkembangan Pranatal) Purwandari FIP UNY Kapan kehidupan manusia dimulai? Biologis Psikologis Konsepsi (pembuahan) bertemunya sel telur (ovum) dengan sperma (spermatozoa)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Istilah tumbuh kembang mencangkup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan (growth)

Lebih terperinci

Asfiksia. Keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur

Asfiksia. Keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur Asfiksia Keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur 1 Tujuan Menjelaskan pengertian asfiksia bayi baru lahir dan gawat janin Menjelaskan persiapan resusitasi bayi baru

Lebih terperinci

JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA

JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan pengertian dan fungsi jaringan embrional 2. Menjelaskan ciri dan fungsi jaringan epitelium 3. Menjelaskan ciri dan fungsi jaringanjaringan

Lebih terperinci

NEONATUS BERESIKO TINGGI

NEONATUS BERESIKO TINGGI NEONATUS BERESIKO TINGGI Asfiksia dan Resusitasi BBL Mengenali dan mengatasi penyebab utama kematian pada bayi baru lahir Asfiksia Asfiksia adalah kesulitan atau kegagalan untuk memulai dan melanjutkan

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 15. SISTEM GERAK MANUSIALATIHAN SOAL BAB 15

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 15. SISTEM GERAK MANUSIALATIHAN SOAL BAB 15 SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 15. SISTEM GERAK MANUSIALATIHAN SOAL BAB 15 1. Kelompok tulang di bawah ini yang termasuk tulang pipa adalah Tulang hasta, tulang paha, tulang betis Tulang hasta, tulang belikat,

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI RESIKO TINGGI DENGAN BBLR. Mei Vita Cahya Ningsih

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI RESIKO TINGGI DENGAN BBLR. Mei Vita Cahya Ningsih ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI RESIKO TINGGI DENGAN BBLR Mei Vita Cahya Ningsih D e f e n I s i Sejak tahun1961 WHO telah mengganti istilah premature baby dengan low birth weight baby ( bayi berat lahir

Lebih terperinci

PROSES PERTUMBUHAN EMBRIOGENESIS

PROSES PERTUMBUHAN EMBRIOGENESIS PROSES PERTUMBUHAN EMBRIOGENESIS 1. Trimester pertama Seluruh periode zigot dan embrionik serta dua minggu periode janin (dari total 10 minggu kehidupan setelah fertilisasi) berada pada 12 minggu pertama

Lebih terperinci

BAB V PERKEMBANGAN MASA BAYI. Oleh: Prof.Dr. Siti Partini Suardiman Drs. Hiryanto, M.Si

BAB V PERKEMBANGAN MASA BAYI. Oleh: Prof.Dr. Siti Partini Suardiman Drs. Hiryanto, M.Si BAB V PERKEMBANGAN MASA BAYI Oleh: Prof.Dr. Siti Partini Suardiman Drs. Hiryanto, M.Si Yulia Ayriza, M.Si, Ph.D Dra. Purwandari, M.Si Dr. Rita Eka Izzaty, M.Si Rosita Endang Kusmaryani, M.Si yulia_ayriza@uny.ac.id

Lebih terperinci

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP)

BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) Artikel ini merupakan sebuah pengetahuan praktis yang dilengkapi dengan gambar-gambar sehingga memudahkan anda dalam memberikan pertolongan untuk

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang dipraktekkan sejak berabad-abad silam lamanya. Bahkan. kehamilan dan proses kelahiran manusia (Lee, 2009).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang dipraktekkan sejak berabad-abad silam lamanya. Bahkan. kehamilan dan proses kelahiran manusia (Lee, 2009). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Pijat Bayi a. Pengertian Pijat Bayi Pijat adalah terapi sentuh tertua yang dikenal manusia dan yang paling popular. Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan

Lebih terperinci

BABY WRAP TUTORIAL Content:

BABY WRAP TUTORIAL Content: BABY WRAP TUTORIAL Content: Ikatan Dasar (Basic Wrap) Gendongan Bayi Pelukan (Hug Hold) Gendongan Bayi Hadap Depan (Facing Out Position) Gendongan Bayi Baru Lahir (Newborn Hold) Gendongan Bayi Kangguru

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Santrock,2007). Masa bayi di mulai sejak berumur 1-12 bulan yang mana

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Santrock,2007). Masa bayi di mulai sejak berumur 1-12 bulan yang mana 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Masa Bayi dan Balita 1. Masa Bayi Masa bayi merupakan masa yang sulit, terutama karena bayi tidak bisa menceritakan bagaimana mereka melihat dirinya sendiri (Santrock,2007).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkembangan pada bayi merupakan suatu proses yang hakiki, unik, dinamik,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Perkembangan pada bayi merupakan suatu proses yang hakiki, unik, dinamik, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pada bayi merupakan suatu proses yang hakiki, unik, dinamik, dan berkesinambungan. Faktor yang mempengaruhi perkembangan bayi ada dua, yaitu faktor genetik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORITIS. dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek.

BAB II TINJAUAN TEORITIS. dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Pengetahuan 1. Defenisi Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya).

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Petumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan dan Hewan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Petumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan dan Hewan RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP N 1 Berbah : IPA : VIII/1 : Petumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan dan Hewan : 1 Pertemuan

Lebih terperinci

SEKSUALITAS. endang parwieningrum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN

SEKSUALITAS. endang parwieningrum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN SEKSUALITAS endang parwieningrum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN - 2012 KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan dapat memahami seksualitas sebagai bagian

Lebih terperinci

Penyusun: Dr. Danu Hoedaya & Dr. Nitya Wismaningsih [ Tim Psikologi Pelatda PON XVI Jawa Barat ]

Penyusun: Dr. Danu Hoedaya & Dr. Nitya Wismaningsih [ Tim Psikologi Pelatda PON XVI Jawa Barat ] Paket Latihan Mental Khusus Pelatda PON XVI Jawa Barat Penyusun: Dr. Danu Hoedaya & Dr. Nitya Wismaningsih [ Tim Psikologi Pelatda PON XVI Jawa Barat ] Komite Olahraga Nasional Indonesia - Jawa Barat Bandung,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dan Deri, 2008) dari Warwick medical school, Institute of Education dan

BAB 1 PENDAHULUAN. dan Deri, 2008) dari Warwick medical school, Institute of Education dan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pentingnya upaya dalam meningkatkan kesehatan dan perkembangan bayi perlu adanya perawatan yang baik untuk bayi itu sendiri. Salah satunya adalah pijat yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan merupakan pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan merupakan pertambahan kemampuan struktur dan fungsi tubuh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Tumbuh kembang tidak dapat dipisahkan dari proses maturasi jaringan terutama otak sejak dari dalam kandungan, janin, sampai dengan usia lanjut. Perkembangan

Lebih terperinci