IDENTIFIKASI PELUANG USAHA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IDENTIFIKASI PELUANG USAHA"

Transkripsi

1 IDENTIFIKASI PELUANG USAHA TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Pada akhir pembelajaran peserta mengetahui mengenai peluang dari mana asalnya dan cara menemukannya 2. Pada akhir pembelajaran peserta memiliki pengetahuan menganalisis peluang yang dimilki untuk dijadikan bisnis yang nyata 3. Pada akhir pembelajaran peserta mengatahui faktor-faktor yang mengakibatkan kegegalan dalam memanfaatkan peluang yang ada SUMBER PELUANG Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan pelung, mengapa untuk dapat menjadi seorang wirausaha sukses seseorang harus menemukan sebuah peluang emas dan apakah sulit untuk dapat menemukan peluang? Peluang sendiri sebenarnya berasal dari sebuah ide, inspirasi atau kesempatan yang muncul untuk dimanfaatkan bagi kepentingan seseorang baik dalam kehidupan sehari hari dalam bisnis. Dalam bahasa inggris opportunity berarti sebuah atau beberapa kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau moment. Jadi asal dari peluang itu adalah kesempatan yang terjadi dan berkembang menjadi ide bagi seseorang. Bila asal dari peluang adalah sebuah kesempatan yang terjadi, maka dari mana sebenarnya darimanakah sumber-sumber peluang itu? Adapun sumber peluang atau kesempatan itu berasal dari: 1. Diri Anda Sendiri Peluang yang paling potensial dan sangat besar resiko kesuksesannya bersumber dari dalam diri sendiri karena beberapa alasan berikut ini: a. Bisnis itu membutuhkan proses yang panjang dan bahkan bisa seumur hidup sehingga harus membuat Anda bahagia dan sukses b. Bisnis itu membutuhkan konsistensi dan komitmen yang tinggi sehingga kunci kesuksesannya adalah Anda mencintai pekerjaan atau bisnis tersebut c. Kesuksesan bisnis merupakan akumulasi dari kesuksesan dalam menaklukkan kegagalan demi kegaaglan sehingga semuanya dapat terwujud. Oleh sebab itu, jika anda terampil, kompeten dan cekatan dalam menjalankan bisnis Anda serta memiliki pengetahuan yang cukup, maka bisnis Anda akan meraih kesuksesan dengan cepat.

2 Beberapa sumber peluang yang muncul dari diri anda sendiri seperti: A. Hobi Anda Dari hobi yang anda miliki dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menguntungkan, hal ini menjadi masuk akal karena pada saat anda menjadikan hobi anda menjadi usaha anda akan mencurahkan segala kemampuan yang Anda miliki karena Anda menyukai hal tersebut. B. Keahlian Anda Jelas, keahlian yang Anda miliki dapat memberikan sumber inspirasi dan sumber peluang bisnis yang ingin Anda kembangkan. Mulailah dari bidang dimana Anda merasa memiliki keahlian dibidang tertentu, kemudian temukan inspirasi dan peluang bisnisnya. C. Peluang dari Pengetahuan dan Latar Belakang Pendidikan Mengapa sumber ini merupakan potensi dalam menemukan peluang, karena Anda sudah mengetahui, mempelajari dan memahami bidang Anda tekuni. Untuk itu segera pahami cara memberdayakan peluang yang Anda miliki dari latar belakang pendidikan Anda. 2. Lingkungan Banyak peluang dan inspirasi yang timbul justru dari lingkungan kita, misalnya: a. Usaha orang tua Anda, dalam diskusi setiap harinya orang tuan Anda sering menceritakan kesulitan-kesulitas bisnisnya. Hal itu bisa mendatangkan inspirasi bisnis bila Anda menggabungkannya dengan latarbelakang pendidikan, hobi, pengetahuan dan keahlian Anda b. Lingkungan rumah Anda, seperti pergaulan, tetangga, teman main, dan lain lain c. Kebiasaan Anda dalam rangka menuju ke kampus, perjalanan, lingkungan sekolah, teman sekolah dan lain-lain d. Saat anda berkunjung ke café, atau dimananpun anda berada Semua hal diatas dapat memberikan inspirasi, ide, dan gagasan yang luar biasa bila Anda sering menggunakan sudut pandang kreatif dalam melihat suatu kejadian. 3. Perubahan yang Terjadi Peluang besar yang sering muncul menjadi sebuah bisnis adalah perubahan yang terjadi di lingkungan Anda, contohnya: a. Perubahan global: Misalnya perubahan kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang Dollar Amerika (US $) mengakibatkan banyak barang impor mengalami kenaikan harga sementara barang lokal mengalami penurunan harga jual. Hal ini membukan peluang bagi para produsen lokal untuk memperkenalkan produknya kemasyarakat. b. Perubahan lingkungan: Misalnya, pembangunan perumahan yang baru di sekitar komplek Anda mengakibatkan perubahan jumlah penduduk. Perubahan jumlah penduduk berarti mendorong perubahan tingkat permintaan kebutuhan keluarga.

3 Sehingga peluang yang mungkin akan timbul adalah bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk seperti: laundry atau jasa pencucian baju, mini market, transportasi dll. c. Perubahan Peraturan Pemerintah juga akan menimbulkan ancaman bagi industry yang terkena dampaknya dan peluang bagi yang mampu membacanya dan mendapatkan manfaatnya. d. Perubahan musim e. Perubahan gaya hidup f. Perubahan tingkat kebutuhan tentang, pola hidup yang lebih sehat g. Perubahan tingkat tekanan pekerjaan yang semakin tinggi (berat), hal ini dapat membuka peluang untuk memberikan subuah layanan hiburan bagi pekerja tersebut. h. Perubahan teknologi informasi dan komunikasi seperti kemajuan teknologi mobile phone dan internet. i. Perubahan tingkat pertumbuhan pemilik kendaraan akan memunculkan peluang penjualan sparepart, asuransi, asesoris bengkel dll. 4. Konsumen Suara konsumen itu penting karena sering menciptakan gagasan baru dalam memperbaiki produk yang ada dan peluang bagi yang akan mendirikan usaha baru. Masukan-masukan dari konsumen yang dapat memberikan inspirasi peluang baru seperti: a. Keluhan-keluhan dari konsumen b. Saran-saran dari konsumen c. Permintaan khusus dari konsumen dan calon konsumen d. Angan-angan yang diimpikan oleh konsumen tentang produk atau jasa tertentu e. Harapan dari konsumen terhadap produk atau jasa anda 5. Gagasan Orang Lain Seperti halnya suara dari konsumen, gagasan dari orang lain (mungkin karena keluhankeluhan terhadap suatu produk atau layanan yang disampaikan teman anda ke anda), dapat memberi ide yang membuka peluang bagi anda dalam membuat suatu bisnis. 6. Informasi yang Diperoleh Dalam perjumpaan dengan orang lain terkadang kita mendapatkan informasi baru. Bagi orang yang mendengarnya, informasi baru itu bisa berguna untuk dijadikan sebagai peluang bisnis karena informasi tersebut memiliki hubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dia miliki. Namun bagi orang-orang tertentu informasi baru itu tidak bermanfaat karena informasi tersebut tidak memiliki hubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Hal ini yang bisa membedakan mengapa ada orang

4 yang merasa tidak memiliki peluang dibanding orang yang memiliki peluang. Contohnya seperti: a. Mendapat informasi tentang produk baru yang sedang trend dan mengetahui cara membelinya, sedangkan dikota lain belum ada produk tersebut tetapi iklannya telah didenganr oleh masyarakat disana. Ini berarti bisa menjadi sebuah peluang karena kemampuan konektivitas. b. Informasi mengenai kebutuhan pokok yang harganya lebih mahal dari pada di tempat lain untuk produk yang sama. Ini juga dapat menjadi sebuah peluang karena ada selisih harga c. Informasi tentang kebutuhan produk tertentu dan Anda tau dimana produk itu ada atau diproduksi Banyak sumber peluang bisnis yang dapat Anda gali dari hal-hal yang ada disekeliling Anda. Kuncinya adalah berfikir kreatif dan tumbuhkan kreatifitas untuk menciptakan sebuah inovasi produk terbaru yang dapat anda konversikan serta memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini dapat menjadi kunci sukses dari sebuah bisnis. ANALISA PELUANG SEBELUM DIJADIKAN BISNIS Untuk dapat mengubah peluang yang mampu Anda lihat menjadi sebuah peluang emas, Anda harus menganalisis peluang tersebut. Sejauh mana tingkat keberhasilan dan gagasannya dipasar sangat tergantung pada pada penggabungan empat hal, yaitu persaingan, pesaing, perubahan arah persaingan dan kebutuhan pelanggan. Jadi Anda jangan hanya merasa cukup bila peluang itu bersumber dari sebuah ide bisnis yang diperoleh dari sebuah inspirasi. Hal ini baru merupakan proses awal saja atau dapat disebut sebagai peluang yang masih mentah. Oleh karena itu Anda harus mengatahui ciri dari peluang yang memiliki potensi untuk di kategorikan sebagai peluang bisnis yang baik dan masuk akal. 1. Ciri bisnis yang potensial adalah: a. Bisnis yang dibangun adalah bisnis yang potensial atau memilki bilai jual yang tinggi b. Tidak menjadikan bisnis itu hanya sebagai ambisi pribadi semata tetapi sifatnya nyata c. Bisnis itu mempunyai waktu bertahan yang lama dipasar d. Tidak menghabiskan modal (uang ) Anda karena investasi yang terlalu besar e. Tidak bersifat momentum (kejadian sesaat) atau bersifat musiman f. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi skala industry

5 Karena sebab itu, bila Anda ingin memiliki bisnis yang potensial, kita perlu mengetahui ciri-ciri sebuah peluang yang mendasari sebuah Bisnis yang baik untuk Anda, ciri-ciri peluang bisnis yang baik adalah: a. Peluang itu orisinil dan bukan tiruan; bisnis yang sukses itu bukan hanya meniru bisnis orang lain. Bisnis yang hanya meniru belum tentu hasilnya sama persis dengan bisnis yang ditiru tersebut. Hal ini disebabkan karena kondisi dan situasi yang telah terjadi dan yang akan terjadi belum tentu sama, bisnis itu bukan mesin fotocopy. b. Peluang itu harus bisa mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar dimasa yang akan datang. Dalam arti peluang itu harus dapat ditingkatkan nilai kualnya serta bisa terus diinovasi. c. Benar-benar sesuai dengan minat Anda atau ada link dengan pengetahuan, keahlian dan sifat Anda agar peluang itu dapat bertahan lebih lama. d. Tingkat visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji; untuk itu perlu dilakukan penelitian dan uji coba dipasar. e. Bersifat ide yang kreattif dan inovativ bukan tiruan dari ide orang lain f. Anda yakin bisa mewujudkannya dan sukses untuk menjalaninya. g. Anda senang menjalankannya dan benar-benar suka bisnis tersebut. 2. Faktor-faktor keberhasilan peluang usaha untuk menjadi keberhasilan usah Tahapan ini merupakan sebuah tahapan penting dalam mengidentifikasi foktor-faktor keberhasilan sebuah peluang usaha agar bisnis Anda berhasil. Faktor-faktor keberhasilan sebuah peluang usaha adalah: a. Peluang itu memenuhi ciri-ciri peluang bisnis Anda yang baik, Bukan tiruan b. Berawal dari uji test pasar dan uji coba (trial) Seperti: Seberapa besar tingkat kebutuhan produk Anda dipasar. Apakah tinggi atu rendah Seberapa besar tingkat kontinuitas kebutuhan akan produk tersebut Mengetahui alasan, mengapa orang enggan membeli, memakai, dan menggunakan jasa atau produk Anda c. Mengikuti dan memenuhi kebutuhan konsumen d. Mengikuti trend (kecenderungan) perubahan pasar e. Bisa terus menerus diinovasi dan di tingkatkan kualitasnya f. Resiko kegagalannya tidak besar saat pertama kali dimulai. Dalam arti tingkat visibilitasnya telah diperhitungkan dengan waktu saat diluncurkan di pasar. g. Merupakan alternative terbaik dari peluang-peluang yang ada 3. Faktor Kegagalan Sebuah Peluang Usaha yang Gagal Dijadikan Bisnis

6 Banyak inspirasi yang bagus dan brilian, namun terkadang inspirasi tersebut gagal dijadikan sebuah bisnis atau gagal saat diluncurkan untuk menjadi produk atau jasa yang ingin ditawarkan kepada calon pelanggan. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor kegagala peluang usaha agar bisa meminimalisir resiko usaha. Faktor-faktor itu adalah: a. Kebutuhan pasarnya tidak bersifat monoton dan musiman sehingga tidak hanya bersifat jangka pendek b. Peluang itu sudah kadaluarsa atau telah banyak ada orang yang memulai bisnis tersebut c. Tidak segera mengambil keputusan untuk memulainya sehingga peluang itu lewat begitu saja. Istilahnya NADO (Not Action Dream Only) atau NAPO (Not Action Plan Only) d. Waktunya sudah lewat, terjadi perubahan kebutuhan atau muncul teknologi baru yang telah membuat peluang produk atau jasa itu out of date e. Survey pasar tidak akurat, artinya hal itu hanya sekedar persepsi Anda yang menyatakan bahwa peluang itu sangat potensial lalu segera dilaksanakan begitu saja, Jadi tingkat akurasi peluang terhadap PASAR tidak tepat sehingga menyebabkan produk itu tidak laku dipasar f. Mudah ditiru atau di buat oleh orang lain g. Daya beli rendah h. Kebutuhan tidak kontinyu i. Tingkat kebutuhan kecil j. Pemilihan alternative ide-ide bisnisnya salah 4. Memberdayakan dan Mengembangkan Peluang Anda Setelah anda melakukan survey, riset, uji coba pasar maka peluang Anda harus diberdayakan menjadi peluang emas. Caranya sebagai berikut: a. ATMI: Amati Tiru Modifikasi dan Improvisasi. Setelah Anda melakukan survey dan riset, maka salah satu jalan untuk memberdayakan peluang Anda adalah strategi ini (ATMI). Melalui ATMI anda akan mudah mengambangkan sebuah produk menjadi lebih unggul dari produk sebelumnya sehingga kemungkinan untuk dapat diterima dipasar menjadi lebih besar. b. Make It Better: Membuat peluang Anda di pasar menjadi lebih baik lagi setelah survey pasar; misalnya produk yang Anda buat menjadi lebih cepat, lebih kecil, lebih enak, lebih ringan dll c. Make It One: Menjadikannya sebagai yang pertama. Peluang yang baik adalah peluang bisnis yang pertama kali Anda lakukan sebelum orang lain melakukannya. Untuk itu, strategi ini akan menjadi pilihan terbaik. Contohnya adalah: Menjadi yang terbesar

7 Menjadi yang terlengkap Menjadi yang tercanggih Menjadi yang tercepat Menjadi yang teringan Menjadi yang terbaik d. Make Your Product Be A Specialist: Produk Anda adalah produk yang khusus dan Anda menjadi specialist: Contohnya: Bengkel motor khusus Harley Davidson Bengkel motor khusus Vespa Batik Tulis Halus Restoran Bebek Hitam e. Clonner: Meniru habis tetapi menggunakan merek yang berbeda. Cara ini sering dilakukan oleh orang lain, tetapi harus berhati-hati mengingat ada unsur hak Paten, HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual), atau tuntutan dari pihak yang ditiru. Jadi apabila Anda ingin melakukan Clonner, jiplaklah fungsi dan tujuan penggunaan produknya, bukan merek, bentuk dan kemasannya. f. Subtitute: Menjadi produk pengganti. Cara ini juga efektif bila Anda memulai bisnis di mana pasar sudah cukup besar dengan menjadi produk pengganti dari produk pesaing yang paling besar atau yang menengah. KEGAGALAN SEBUAH PELUANG Banyak orang yang ingin memulai bisnis, bahkan ada yang sudah memutuskan bisnis apa yang akan dibangunnya, akan tetapi ketika peluang itu telah ada didapan mata peluang itu hanya dilihat, dipikirkan, diutak atik, dihitung dan terus dipelajari semantara orang lain sudah berlari kencang mendahuluinya. Peluang pun gagal untuk didapatkan. Hal-hal seperti ini memang seringkali menyakitkan dan menyesakkan dada. Untuk itulah selain Anda harus memilki konsep yang matang juga harus memiliki keberanian untuk segera memulai, sehingga Anda dapat menjalankan usaha dengan perhitungan baik dengan kegesitan yang tinggi pula. Untuk itulah Anda harus menjadi seorang smart entrepreneur yang terasah, sehingga Anda memiliki intuisi yang tajam untuk memanfaatkan semua peluang yang dapat Anda temukan. Kegagalan sebuah peluang itu bisa berawal dari beberapa hal, antara lain: 1. Tidak Segera Mengambil Keputusan Peluang itu lewat begitu saja, terkadang Anda mengetahuinya tetapi dilewatkan begitu saja atau bahkan Anda tidak menyadari ada sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan.

8 2. Waktunya Sudah Lewat (kadaluarsa) Tidak Efektif Lagi Peluang itu memiliki waktu dan masa. Terkadang bisa lama, bisa juga singkat. Jadi, Anda juga perlu melihat apakah Anda harus mengambil keputusan sekarang atau nanti. 3. Survei Tidak Akurat, Hanya Persepsi Anda Saja Terkadang Anda sudah siap, waktu juga tepat, namun survey yang Anda lakukan tidak akurat. Ini Akan membuat peluang itu juga tidak akurat atau menjadi meleset. Ternyata yang Anda kira tidak sesuai dengan kondisi pasar yang sesungguhnya. 4. Diambil Orang Ingatlah bahwa banyak orang berfikir sama seperti Anda. Jadi, janganlah menganggab bahwa Anda menjadi orang pertama, sehingga Anda merasa aman dan tenang-tenang saja. Anda harus tetap berinovasi agar orang lain tidak mengambil kesempatan yang telah anda miliki. 5. Tidak Ada Strategi yang Jelas Beserta Konsepnya Apa bila ini terjadi maka yang terjadi adalah Bisnis Anda akan gagal sebelum berkembang. Saat Anda mendapat peluang memang rasanya luar biasa, namun yang lebih sulit adalah Mewujudkan impian Anda. Jadi Anda harus memiliki prinsip Be Smarter Not Harder. Hal yang perlu Anda ingat, peluang seperti sebuah benih, yang mebutuhkan iklim, tanah, cuaca, dan lingkungan yang baik. Anda membutuhkan strategi dan taktik untuk membuat biji itu tetap tumbuh dengan baik. Anda membutuhkan keteguhan hati untuk tetap menyirami, manjaganya dari hama (persaingan), memupuknya agar biji itu dapat tumbuh dan tidak rusak. Untuk mempermudah Anda menemukan peluang bisnis, Anda dapat melihat Skema dibawah ini: REFERENSI DASAR-DASAR KEWIRAUSAHAAN, Ir HENDRO, MM, ERLANGGA 2011

BAB I PENDAHULUAN. taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu. sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar.

BAB I PENDAHULUAN. taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu. sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah penting. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangat beragam jenisnya, misalnya sarana angkutan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penting, karena dalam berwirausaha kreativitas, inovasi dan pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. penting, karena dalam berwirausaha kreativitas, inovasi dan pengetahuan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini kreativitas, inovasi dan pengetahuan kewirausahaan sangat penting, karena dalam berwirausaha kreativitas, inovasi dan pengetahuan kewirausahaan merupakan

Lebih terperinci

Makalah. Analisis Studi Kelayakan Bisnis-Usaha Distro. DI Susun oleh : Joko Purnomo

Makalah. Analisis Studi Kelayakan Bisnis-Usaha Distro. DI Susun oleh : Joko Purnomo Makalah Analisis Studi Kelayakan Bisnis-Usaha Distro DI Susun oleh : Joko Purnomo 14121023 UNIVERSITAS MERCUBUANA YOGYAKARTA FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI PRODI SISTEM INFORMASI 2015-2016 1 DAFTAR ISI BAB

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang PENDAHULUAN Latar Belakang Pada tahun 2003 terdapat satu milyar pengguna telepon seluler di dunia (Krisna, 2001). Menurut riset PT Telkom, pengguna telepon seluler di Indonesia tahun 2000 sudah 3.198.649

Lebih terperinci

BISNIS ONLINE PELUANG USAHA RUMAH

BISNIS ONLINE PELUANG USAHA RUMAH BISNIS ONLINE PELUANG USAHA RUMAH Disusun oleh : Nama : Puspa Mutiara Saputri NIM : 10.11. Kelas : S1 TI 2F STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Jln. Ring Road Utara, Condong Catur, Depok, Sleman ABSTRAK Seiring dengan

Lebih terperinci

BAB III PENGEMBANGAN IDE USAHA

BAB III PENGEMBANGAN IDE USAHA BAB III PENGEMBANGAN IDE USAHA I. SUMBER PENEMUAN IDE-IDE BARU Sumber ide biasanya berkaitan dengan hal-hal atau kegiatan yang menyangkut organisasi atau lembaga yang ada hubungannya dengan bisnis, seperti

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Pemasaran Pengertian pemasaran mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar penjualan dan periklanan. Tjiptono (2002) memberikan definisi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut adalah : 1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk membangun jaringan pasar, aspek tersebut adalah : 1. Membangun sistem promosi untuk penetrasi pasar BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya dengan

Lebih terperinci

Mendayagunakan Kreativitas Untuk Menciptakan Peluang Usaha dan Memperoleh Penghasilan

Mendayagunakan Kreativitas Untuk Menciptakan Peluang Usaha dan Memperoleh Penghasilan Mendayagunakan Kreativitas Untuk Menciptakan Peluang Usaha dan Memperoleh Penghasilan Oleh : Lale Triwidya Helani (10.11.3925) Teknologi Informatika STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011 Abstraksi Kreativitas adalah

Lebih terperinci

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir.

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir. TOPI BERPIKIR Kecerdasan dan kemampuan berpikir bisa dianalogikan dengan mobil dan pengendaranya. Mobil biasa di tangan pengemudi luar biasa bisa mengalahkan mobil luar biasa yang dikendarai oleh pengemudi

Lebih terperinci

BAB II IDENTIFIKASI MASALAH. A. Profil Perusahaan

BAB II IDENTIFIKASI MASALAH. A. Profil Perusahaan BAB II IDENTIFIKASI MASALAH A. Profil Perusahaan 1. Sejarah Pendirian Seiring dengan perkembangan zaman, muncul beberapa ide kreatif anak muda untuk membuka peluang usaha. Setiap peluang usaha sebaiknya

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS STUDIO MUSIC

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS STUDIO MUSIC KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS STUDIO MUSIC DISUSUN OLEH : AGUSTINUS FAJAR T 11.02.8168 11-D3MI-04 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011/2012 ABSTRAK Peluang usaha adalah sebuah ruang kreasi yang bersifat independent

Lebih terperinci

BAB V Perilaku Konsumen pada Pasar Konsumsi dan Pasar Bisnis

BAB V Perilaku Konsumen pada Pasar Konsumsi dan Pasar Bisnis BAB V Perilaku Konsumen pada Pasar Konsumsi dan Pasar Bisnis PASAR KONSUMEN DAN TINGKAH LAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI Pasar konsumen: Semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang dan

Lebih terperinci

Makalah Usaha Rumah Makan

Makalah Usaha Rumah Makan Makalah Usaha Rumah Makan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Saat ini persaingan di dunia kerja semakin berat dan pengangguran semakin bertambah banyak. Memaksakan pemerintah agar segera mengatasi

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sivaramakrishna. Dy. Excecutive Director dan Dr. Sharma S Mantha

BAB 2 LANDASAN TEORI. Sivaramakrishna. Dy. Excecutive Director dan Dr. Sharma S Mantha BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Pelayanan Prima 2.1.1. Definisi Pelayanan Prima Menurut Aristotle dalam handbook on service excellence dari Mr. M. Sivaramakrishna. Dy. Excecutive Director dan Dr. Sharma S Mantha

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR YANG MENIMBULKAN MINAT BELI. DI McDONALD S RUNGKUT SURABAYA SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR YANG MENIMBULKAN MINAT BELI. DI McDONALD S RUNGKUT SURABAYA SKRIPSI ANALISIS FAKTOR YANG MENIMBULKAN MINAT BELI DI McDONALD S RUNGKUT SURABAYA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Diajukan Oleh :

Lebih terperinci

Mengapa Saya Harus Mempelajari Manajemen Pemasaran?

Mengapa Saya Harus Mempelajari Manajemen Pemasaran? Mengapa Saya Harus Mempelajari Manajemen Pemasaran? Oleh : Laksmita Sari Dosen : Nanang Suryadi, SE,,MM Pernahkah kita berfikir tentang apa yang akan kita lakukan hari ini dan dengan produk dari merk apa

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Era globalisasi yang semakin meningkat menuntut perkembangan di banyak sektor. Hal ini didukung dengan adanya perkembangan informasi yang cepat, kecanggihan teknologi,

Lebih terperinci

Karya Ilmiah Peluang Bisnis. Bisnis Pakaian

Karya Ilmiah Peluang Bisnis. Bisnis Pakaian Karya Ilmiah Peluang Bisnis Bisnis Pakaian Nama : Dhaim Matul Aslamiyah H Nim : 11.02.7970 Kelas : D3-MI-01 Kelompok : A STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011/2012 ABSTRAK Di zaman sekarang,dimana harga-harga kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kewirausahaan berperan penting dalam perekonomian bangsa dan

BAB I PENDAHULUAN. Kewirausahaan berperan penting dalam perekonomian bangsa dan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kewirausahaan berperan penting dalam perekonomian bangsa dan merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang berkembang. Menurut Ciputra

Lebih terperinci

Peluang Bisnis Butik

Peluang Bisnis Butik LAPORAN TUGAS E-BISNIS Peluang Bisnis Butik Disusun Oleh : Unik Dinar Irwanti (08.11.2459/S1 TI 6I) JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA JENJANG STRATA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM

Lebih terperinci

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PROPOSAL USAHA ROTI GORENG BIDANG KEGIATAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PROPOSAL USAHA ROTI GORENG BIDANG KEGIATAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PROPOSAL USAHA ROTI GORENG BIDANG KEGIATAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN Diusulkan Oleh: Nama Mahasiswa (Ketua) (NIM) Nama Mahasiswa (Wakil Ketua) (NIM) Nama

Lebih terperinci

Kunci Emas Untuk Sukses

Kunci Emas Untuk Sukses Pendahuluan Memilih produk yg profitable, merupakan langkah yg penting dalam usaha baru Kunci Emas Untuk Sukses, melakukan bisnis yang tepat saat yang tepat. Hal ini menunjukkan penentuan jenis produk

Lebih terperinci

MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA

MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA Teknik Mendapatkan Ide MENGEMBANGKAN DAN MENJUAL IDE BERWIRAUSAHA By: AGB Suatu hari, di sebuah cafe, pablo picasso didekati oleh seorang wanita amerika. Wanita itu meminta kepadanya dengan sangat untuk

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Indonesia baru mampu memiliki 0,18% enterpreneur dari jumlah penduduknya. Enterpreneur memegang peranan penting dalam

PENDAHULUAN. Indonesia baru mampu memiliki 0,18% enterpreneur dari jumlah penduduknya. Enterpreneur memegang peranan penting dalam Disampaikan oleh : Ir. Ahmad Rizal Ketua Umum KADIN Prop. Sumsel Disampaikan Pada Kuliah Umum Kewirausahaan From Campus To Be An Enterpreneur Inderalaya, 7 Agustus 2008 PENDAHULUAN Enterpreneur memegang

Lebih terperinci

Jika Memang Bisnis Internet Itu Mudah, Mengapa Masih Banyak yang Gagal?

Jika Memang Bisnis Internet Itu Mudah, Mengapa Masih Banyak yang Gagal? Jika Memang Bisnis Internet Itu Mudah, Mengapa Masih Banyak yang Gagal? Terdapat dua rahasia yang wajib anda tahu agar bisnis internet anda menuju puncak kesuksesan. Temukan jawabannya di ebook ini. Oleh:

Lebih terperinci

Sukses dengan anak tangga pencitraa diri.

Sukses dengan anak tangga pencitraa diri. Sukses dengan anak tangga pencitraa diri. Pengertian Pencitraan Diri Pencitraan merupakan kemampuan seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan menghasilkan suatu karya atau tingkah laku guna mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi belakangan ini menyebabkan persaingan antar

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi belakangan ini menyebabkan persaingan antar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan teknologi belakangan ini menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin terbuka. Persaingan dapat terjadi pada industri maupun jasa, baik perusahaan

Lebih terperinci

MANAJEMEN USAHA. Oleh: Lina Nur Hidayati

MANAJEMEN USAHA. Oleh: Lina Nur Hidayati MANAJEMEN USAHA Oleh: Lina Nur Hidayati Pengelolaan manajemen usaha dibutuhkan dalam konteks internal perusahaan, agar perusahaan benar-benar memiliki arah dalam menjalankan usaha, terukur, dan terencana

Lebih terperinci

BAB III KAUM MUDA PARUH WAKTU DAN GAYA HIDUP MODERN. banyak kaum muda yang masih berstatus sebagai mahasiswa bekerja paruh waktu dengan

BAB III KAUM MUDA PARUH WAKTU DAN GAYA HIDUP MODERN. banyak kaum muda yang masih berstatus sebagai mahasiswa bekerja paruh waktu dengan BAB III KAUM MUDA PARUH WAKTU DAN GAYA HIDUP MODERN Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tujuan kaum muda melakukan pekerjaan paruh waktu dan mengetahui dampak pekerjaan paruh waktu tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Persaingan dunia usaha di Indonesia dewasa ini berkembang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Persaingan dunia usaha di Indonesia dewasa ini berkembang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Persaingan dunia usaha di Indonesia dewasa ini berkembang begitu pesat dan sangat ketat, karena setiap perusahaan selalu menginginkan hasil yang memuaskan

Lebih terperinci

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM KAPEIN (KAOS PEMUDA INDONESIA) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN.

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM KAPEIN (KAOS PEMUDA INDONESIA) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM KAPEIN (KAOS PEMUDA INDONESIA) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN Diusulkan oleh: 1. ELISA ESTI RAHAYU (B0115021) 2. ANI SUYANTI (B0115005) 3. BEKTI MARDIASTUTI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Dengan. berkomunikasi, manusia dapat berhubungan dengan sesamanya.

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Dengan. berkomunikasi, manusia dapat berhubungan dengan sesamanya. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial dan memerlukan hubungan dengan orang lain. Manusia ingin mendapatkan perhatian diantara sesama dan kelompok. Diperlukan serba

Lebih terperinci

Usaha Sampingan Jasa Rental Mobil

Usaha Sampingan Jasa Rental Mobil Usaha Sampingan Jasa Rental Mobil Padatnya sarana transportasi umum menjelang libur hari lebaran, memaksa sebagian besar masyarakat untuk mencari alternatif lain dengan menyewa kendaraan roda empat kepada

Lebih terperinci

Berkarir di Bidang Pangan Tak Pernah Lekang Oleh: Nur Aeni (Alumni Program Studi S1 Teknologi Pangan UNIMUS)

Berkarir di Bidang Pangan Tak Pernah Lekang Oleh: Nur Aeni (Alumni Program Studi S1 Teknologi Pangan UNIMUS) Berkarir di Bidang Pangan Tak Pernah Lekang Oleh: Nur Aeni (Alumni Program Studi S1 Teknologi Pangan UNIMUS) Seberapa besar prospek teknologi pangan? Sebesar jumlah penduduk dunia yang tahun 2012 diprediksi

Lebih terperinci

e C n ar a i a a g s a a s n s h a a h & 0dalan

e C n ar a i a a g s a a s n s h a a h & 0dalan Pertemuan 4 MenCari Gagasan Usaha & PerM0dalan endahuluan Memilih produk yg profitable, merupakan langkah yg penting dalam usaha baru Kunci Emas Untuk Sukses, melakukan bisnis yang tepat saat yang tepat.

Lebih terperinci

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN oleh Rosita E.K., M.Si Konsep dasar dari konseling adalah mengerti

Lebih terperinci

SANGGAR MAIN RUMAH INSPIRASI

SANGGAR MAIN RUMAH INSPIRASI KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS SANGGAR MAIN RUMAH INSPIRASI Disusun Oleh: Nama NIM Kelas Kelompok : Sarry Yunika : 11.01.2825 : 11-D3TI-01 : B SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BENGKEL OTOMOTIF Tugas Lingkungan Bisnis. Oleh Novia Anggar Sari D3TI_03

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BENGKEL OTOMOTIF Tugas Lingkungan Bisnis. Oleh Novia Anggar Sari D3TI_03 KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS BENGKEL OTOMOTIF Tugas Lingkungan Bisnis Oleh Novia Anggar Sari 11.01.2998 D3TI_03 JURUSAN TEKHNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA

Lebih terperinci

OLEH ERDINI ENGGAR S, SP OWNER BISNISWANITA.COM

OLEH ERDINI ENGGAR S, SP OWNER BISNISWANITA.COM OLEH ERDINI ENGGAR S, SP OWNER BISNISWANITA.COM Membangun Bisnis Busana Oleh ERDINI ENGGAR S, SP http://www.bisniswanita.com 2004 HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG Dilarang meng-copy, meniru, menyebarkan,

Lebih terperinci

pesimis, tidak percaya diri, bahkan tidak ikut andil dalam kegiatan apa pun. Perbedaan itulah yang membuatnya merasa minder.

pesimis, tidak percaya diri, bahkan tidak ikut andil dalam kegiatan apa pun. Perbedaan itulah yang membuatnya merasa minder. Episode # 1 YAKIN Marilah kita mempunyai keyakinan bahwa kebenaran menghasilkan kekuatan, dan dengan keyakinan itu marilah kita menuju tantangan akhir untuk melakukan tugas kita seperti yang kita pahami.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk kemajuan pembangunan. Salah satu lembaga pendidikan yang penting adalah perguruan tinggi.

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGIS DAN KEWIRAUSAHAAN. Langkah-langkah yang harus ditempuh menuju sukses berbisnis

MANAJEMEN STRATEGIS DAN KEWIRAUSAHAAN. Langkah-langkah yang harus ditempuh menuju sukses berbisnis MANAJEMEN STRATEGIS DAN KEWIRAUSAHAAN Langkah-langkah yang harus ditempuh menuju sukses berbisnis TUJUAN PEMBELAJARAN: Memahami Bisnis Kecil membangun keunggulan bersaing dipasar Mampu menciptakan perencanaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan baru bermunculan sehingga mengakibatkan persaingan

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan baru bermunculan sehingga mengakibatkan persaingan BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Fenomena persaingan bisnis yang sangat pesat sejalan dengan atribut perusahaan baru bermunculan sehingga mengakibatkan persaingan kompetitif yang ketat dan beragam.

Lebih terperinci

Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya

Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya A. Cara Untuk Memasuki Dunia Usaha Sebagai pengelola dan pemilik usaha atau pelaksana usaha kecil wirausaha dapat memilih dan melakukan tiga cara yang dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada awalnya air minum dalam kemasan lebih banyak di konsumsi untuk

BAB I PENDAHULUAN. pada awalnya air minum dalam kemasan lebih banyak di konsumsi untuk BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini persaingan dalam dunia usaha khususnya di bidang industri minuman yang semakin ketat, sehingga menuntut berbagai macam bentuk usaha untuk lebih kreatif dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tabel 1.1 Pertumbuhan penjualan PC dan Laptop No. Tahun Pertumbuhan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tabel 1.1 Pertumbuhan penjualan PC dan Laptop No. Tahun Pertumbuhan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ilmu teknologi dan informasi semakin maju dengan pesat. Hampir semua orang yang berada di negara maju maupun negara berkembang memiliki teknologi yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 21 tahun dan belum menikah (www.google.com). Menurut UU No. 23 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. 21 tahun dan belum menikah (www.google.com). Menurut UU No. 23 Tahun BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Konsep anak didefinisikan dan dipahami secara bervariasi dan berbeda, sesuai dengan sudut pandang dan kepentingan yang beragam. Menurut UU No. 4 Tahun 1979

Lebih terperinci

5. RENCANA PEMASARAN (Marketing plan) 5.1. Pengertian Marketing Plan Pemasaran adalah suatu proses penciptaan dan penyampaian barang dan jasa yang

5. RENCANA PEMASARAN (Marketing plan) 5.1. Pengertian Marketing Plan Pemasaran adalah suatu proses penciptaan dan penyampaian barang dan jasa yang 5. RENCANA PEMASARAN (Marketing plan) 5.1. Pengertian Marketing Plan Pemasaran adalah suatu proses penciptaan dan penyampaian barang dan jasa yang diinginkan pelanggan, yang meliputi kegiatan yang berkaitan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tingginya tingkat pertumbuhan penggunaan notebook di masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Tingginya tingkat pertumbuhan penggunaan notebook di masyarakat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tingginya tingkat pertumbuhan penggunaan notebook di masyarakat khususnya bagi kalangan mahasiswa ataupun masyarakat umum membuat ketersediaan akan notebook

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. adalah makluk sosial dimanapun mereka berada saling membutuhkan satu

BAB I PENDAHULUAN. adalah makluk sosial dimanapun mereka berada saling membutuhkan satu BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di era globlisasi seperti sekarang ini cafe merupakan suatu bisnis yang menjanjikan. Bukan hanya sekedar area untuk makan saja akan tetapi banyak masyarakat

Lebih terperinci

ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS

ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS Kuliah 3 ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS DEPARTEMEN AGRIBISNIS FEM - IPB Menurut Husnan, Suad ASPEK PASAR ASPEK TEKNIS ASPEK MANAJEMEN ASPEK HUKUM KEUANGAN (FINANSIAL) EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN

Lebih terperinci

Pertemuan 6 PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Pertemuan 6 PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU Pertemuan 6 PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU I. PENGERTIAN Produk baru adalah:(djaslim Saladin, 2007:76) 1. Produk yang benar-benar baru (bagi dunia) 2. Produk pengganti yang benar-benar berbeda dari produk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada zaman yang serba berteknologi canggih seperti sekarang ini,

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada zaman yang serba berteknologi canggih seperti sekarang ini, BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pada zaman yang serba berteknologi canggih seperti sekarang ini, Internet telah menjadi sebuah fenomena teknologi informasi yang signifikan. Internet menciptakan

Lebih terperinci

PANDUAN WAWANCARA PEMILIK

PANDUAN WAWANCARA PEMILIK 52 PANDUAN WAWANCARA PEMILIK 1. Mengapa Anda memilih bergerak di bidang ini? Apa alasannya? Berpikir teliti, inovatif dan kreatif: 2. Dalam setiap transaksi, apakah Anda selalu melakukan pengecekan ulang,

Lebih terperinci

LAMPIRAN I KUESIONER AUDIT INTERNAL. Berikan tanda cek ( ) pada kotak yang tersedia sesuai dengan kondisi internal yang dimiliki oleh

LAMPIRAN I KUESIONER AUDIT INTERNAL. Berikan tanda cek ( ) pada kotak yang tersedia sesuai dengan kondisi internal yang dimiliki oleh LAMPIRAN I KUESIONER AUDIT INTERNAL Petunjuk : Berikan tanda cek ( ) pada kotak yang tersedia sesuai dengan kondisi internal yang dimiliki oleh perusahaan. No Daftar Pertanyaan Audit Internal Ya Tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan dan pada dasarnya

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan dan pada dasarnya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan dan pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang berakal budi pikiran memerlukan komunikasi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pusat perbelanjaan moderen merupakan tempat berkumpulnya. pedagang yang menawarkan produknya kepada konsumen.

I. PENDAHULUAN. Pusat perbelanjaan moderen merupakan tempat berkumpulnya. pedagang yang menawarkan produknya kepada konsumen. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pusat perbelanjaan moderen merupakan tempat berkumpulnya pedagang yang menawarkan produknya kepada konsumen. Pasar ini terdiri dari sekelompok lokasi usaha ritel dan

Lebih terperinci

Dompet Handphone Murah Datangkan Untung Jutaan Rupiah

Dompet Handphone Murah Datangkan Untung Jutaan Rupiah Dompet Handphone Murah Datangkan Untung Jutaan Rupiah Laris manis perkembangan bisnis handphone di Indonesia ternyata tidak hanya memberikan keuntungan besar bagi para produsen maupun distributor produk

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. kebutuhan pelanggan. Bila pemasar memahami kebutuhan pelanggan, menetapkan. efektif, maka produk atau jasa tersebut mudah dijual.

II. LANDASAN TEORI. kebutuhan pelanggan. Bila pemasar memahami kebutuhan pelanggan, menetapkan. efektif, maka produk atau jasa tersebut mudah dijual. 13 II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Saat ini, pemasaran harus dipahami tidak hanya dalam pemahaman kuno sebagai membuat penjualan tetapi dalam pemahaman modern yaitu memuaskan kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan industri manufaktur maupun jasa menunjukkan perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Persaingan industri manufaktur maupun jasa menunjukkan perkembangan 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Persaingan industri manufaktur maupun jasa menunjukkan perkembangan yang sangat pesat saat ini. Setiap perusahaan bersaing untuk memberikan yang terbaik agar

Lebih terperinci

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN 1 PENDAHULUAN Jika dahulu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir dan diasah melalui pengalaman langsung di lapangan, maka sekarang ini paradigma tersebut telah

Lebih terperinci

Pertemuan 11 MEDIA DAN AUDIENS

Pertemuan 11 MEDIA DAN AUDIENS Pertemuan 11 MEDIA DAN AUDIENS Tujuan Pembelajaran : Mahasiswa mampu memahami prinsip pemilihan konsumen dalam konteks perencanaan media. Pada dasarnya sangat jarang kita temui suatu produk atau merek

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS. Peningkatan kualitas..., Priyambodo Nur Ardi Nugroho, FT UI, 2010.

BAB IV ANALISIS. Peningkatan kualitas..., Priyambodo Nur Ardi Nugroho, FT UI, 2010. BAB IV ANALISIS Dalam industri jasa, termasuk freight forwarding, loyalitas pelanggan sangat penting sekali untuk bisa tetap menguasai pasar dan mendapat pelanggan. Karena dalam persaingan di dunia freight

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN:

KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN: KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN: Wirausaha adalah seseorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknya system ekonomi perusahaaan yang bebas. Karir kewirausahaan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat, menghasilkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bidang yang sama sehingga banyak perusahaan yang tidak dapat. mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. bidang yang sama sehingga banyak perusahaan yang tidak dapat. mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kondisi perekonomian Indonesia yang semakin maju dan mengalami perkembangan, ini ditunjukkan semakin banyaknya bermunculan perusahaan industri, baik industri

Lebih terperinci

COACH. For Your MORE INFORMATION: Menciptakan Sejuta Milyader Berakhlak Mulia di Indonesia. Please Contact: / /

COACH. For Your MORE INFORMATION: Menciptakan Sejuta Milyader Berakhlak Mulia di Indonesia. Please Contact: / / THE SPIRITUAL LIFE AND BUSINESS COACH Menciptakan Sejuta Milyader Berakhlak Mulia di Indonesia Edisi Maret 2014 Tanamkan Budaya Perusahaan untuk membangun Team hebat! - Visi dan Misi untuk membagun pondasi

Lebih terperinci

SEBAB SEBAB KEGAGALAN PRODUK BARU Retno Djohar Juliani Dosen Administrasi Niaga Universitas Pandanaran

SEBAB SEBAB KEGAGALAN PRODUK BARU Retno Djohar Juliani Dosen Administrasi Niaga Universitas Pandanaran SEBAB SEBAB KEGAGALAN PRODUK BARU Retno Djohar Juliani Dosen Administrasi Niaga Universitas Pandanaran Abstract The New product can be failure in the market because there is internal factor and external

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan untuk mengakses kemajuan teknologi informasi dan komunikasi

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan untuk mengakses kemajuan teknologi informasi dan komunikasi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Perubahan gaya hidup dikalangan masyarakat modern saat ini didominasi oleh adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat. Teknologi

Lebih terperinci

TUGAS ENTREPRENEURSHIP BAB 5

TUGAS ENTREPRENEURSHIP BAB 5 NIM : 10112680 NAMA KELAS : FAQIH PRATAMA LAZUARDI : KWU-7 TUGAS ENTREPRENEURSHIP BAB 5 SOAL! 1. Tetapkan suatu usaha atau perusahaan yang akan Saudara jalankan (nama usaha atau perusahaan, jenis usaha,

Lebih terperinci

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN PIU KABUPATEN KUBU RAYA TAHUN 2014 BUSINESS PLAN INFRASTRUKTUR KOMPONEN 2 RUMAH PRODUKSI RAJUNGAN A. LATAR BELAKANG Business Plan akan menjadi dasar atau pijakan bagi

Lebih terperinci

Proses Penyusunan Feasibility Study (Studi Kelayakan)

Proses Penyusunan Feasibility Study (Studi Kelayakan) Proses Penyusunan Feasibility Study (Studi Kelayakan) Banyaknya investasi proyek yang gagal, baik pada tahap pembangunan maupun tahap operasi, membuat perlunya ketepatan dan ketelitian dalam tahap studi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Mobil merupakan suatu hal penting yang dianggap mampu membantu

BAB I PENDAHULUAN. Mobil merupakan suatu hal penting yang dianggap mampu membantu BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Mobil merupakan suatu hal penting yang dianggap mampu membantu mempermudah hidup manusia. Sejak ditemukannya alat transportasi tersebut, gerak hidup manusia berubah

Lebih terperinci

PERUMUSAN GAGASAN AWAL DALAM ORGANISASI

PERUMUSAN GAGASAN AWAL DALAM ORGANISASI PERUMUSAN GAGASAN AWAL DALAM ORGANISASI Oleh: Hermanto SP, M.Pd. Staf Ahli Pembantu Rektor III UNY Telp (0274) 586168 Psw 208. 325, 317 HP 08121575726 atau (0274) 781 7575 Telp Rumah (0274) 882481 hermanuny@yahoo.com

Lebih terperinci

LAMPIRAN A PEDOMAN OBSERVASI DAN WAWANCARA

LAMPIRAN A PEDOMAN OBSERVASI DAN WAWANCARA 172 LAMPIRAN A PEDOMAN OBSERVASI DAN WAWANCARA 173 PEDOMAN OBSERVASI A. Keadaan fisik subyek : Penampilan B. Ekspresi wajah saat wawancara : Ceria, tidak suka, cemas, lemas, tertarik, bosan. C. Bahasa

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Nusantara yang berjumlah 166 karyawan. Berikut karakteristik responden. Tabel 1.Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Nusantara yang berjumlah 166 karyawan. Berikut karakteristik responden. Tabel 1.Identitas Responden Menurut Jenis Kelamin BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identitas Responden Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Way Seputih Bumi Nusantara yang berjumlah 166 karyawan. Berikut karakteristik responden penelitian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. proses terjadinya perubahan prilaku sebagai dari pengalaman. kreatif, sehingga mampu memacu semangat belajar para siswa.

BAB I PENDAHULUAN. proses terjadinya perubahan prilaku sebagai dari pengalaman. kreatif, sehingga mampu memacu semangat belajar para siswa. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran yang terencana diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang aktif dan kondusif dan proses belajar mengajar yang dapat berlangsung sesuai dengan

Lebih terperinci

Usaha Untung Besar, Dari Cookies Aneka Rasa

Usaha Untung Besar, Dari Cookies Aneka Rasa Usaha Untung Besar, Dari Cookies Aneka Rasa Imut, lezat, dan renyah!!! Paduan inilah yang berhasil membuat camilan cookies aneka rasa diminati konsumen di berbagai belahan dunia. Bila dulunya cookies diciptakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. artinya ia akan tergantung pada orang tua dan orang-orang yang berada di

BAB I PENDAHULUAN. artinya ia akan tergantung pada orang tua dan orang-orang yang berada di BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia terlahir dalam keadaan yang lemah, untuk memenuhi kebutuhannya tentu saja manusia membutuhkan orang lain untuk membantunya, artinya ia akan tergantung

Lebih terperinci

Solusi Bisnis. Jika kita melihat kondisi persaingan yang dihadapi oleh UKM Indonesia. secara umum dan Perusahaan Denmarx secara khususnya, maka dapat

Solusi Bisnis. Jika kita melihat kondisi persaingan yang dihadapi oleh UKM Indonesia. secara umum dan Perusahaan Denmarx secara khususnya, maka dapat BAB III Solusi Bisnis Jika kita melihat kondisi persaingan yang dihadapi oleh UKM Indonesia secara umum dan Perusahaan Denmarx secara khususnya, maka dapat disimpulkan bahwa persaingan yang terjadi sangat

Lebih terperinci

CONTOH OPERASIONAL VARIABEL

CONTOH OPERASIONAL VARIABEL CONTOH OPERASIONAL VARIABEL Operasinalisasi dalam variabel, indikator dan item yaitu sebagai berikut. 1) Faktor Internal (X) Faktor Internal yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian pada

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini, masyarakat Indonesia sudah mulai terpengaruh dan mengadaptasi

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini, masyarakat Indonesia sudah mulai terpengaruh dan mengadaptasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Saat ini, masyarakat Indonesia sudah mulai terpengaruh dan mengadaptasi gaya hidup orang asing yang dikenal dengan istilah westernisasi, mulai dari gaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini dalam konteks perusahaan dan konsumen/pelanggan diterjemahkan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. ini dalam konteks perusahaan dan konsumen/pelanggan diterjemahkan sebagai 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Hospitality dari makna bahasanya diartikan keramahtamahan. Kata ini dalam konteks perusahaan dan konsumen/pelanggan diterjemahkan sebagai bentuk pelayanan.

Lebih terperinci

BAB VII PRODUK Apa itu produk? Barang dan Jasa

BAB VII PRODUK Apa itu produk? Barang dan Jasa BAB VII PRODUK Apa itu produk? Produk adalah sesuatu yang diciptakan untuk tujuan transaksi. Produk memuaskan kebutuhan dan keinginan tertentu dari pelanggan dan memberikan pendapatan pada penjual atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berganti menjadi sepeda motor. Perubahan pola kehidupan yang terjadi pada

BAB I PENDAHULUAN. berganti menjadi sepeda motor. Perubahan pola kehidupan yang terjadi pada 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perubahan tingkat dan pola kehidupan masyarakat yang kian maju, menyebabkan adanya perkembangan dalam setiap aspek kehidupan masyarakat tersebut. Salah satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keamanan, dan kenyamanan dalam hal mobilitasnya. Terkadang orang lebih memilih

BAB I PENDAHULUAN. keamanan, dan kenyamanan dalam hal mobilitasnya. Terkadang orang lebih memilih BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Perkembangan sarana transportasi masal yang belum baik menyebabkan banyak orang yang rela membayar harga mahal untuk memperoleh ketepatan, keamanan, dan kenyamanan

Lebih terperinci

Pembangun Aset Income TANPA Ilmu Kanuragan 1

Pembangun Aset Income TANPA Ilmu Kanuragan 1 1 2 3 ====== Ebook 5 ====== PANDUAN PROMOSI GRATIS POWERFULL ========== 4 DEMI KEBAIKAN PASTIKAN ANDA MEMBACA EBOOK INI MULAI DARI AWAL HINGGA AKHIR Sekarang kita masuk ke pembahasan tentang bagaimana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini perusahaan industri sepeda motor di indonesia semakin

BAB I PENDAHULUAN. Sekarang ini perusahaan industri sepeda motor di indonesia semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini perusahaan industri sepeda motor di indonesia semakin berkembang pesat ditambah dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih menuntut setiap perusahaan

Lebih terperinci

Melestarikan Budaya Dengan Membuka Usaha Galeri Batik

Melestarikan Budaya Dengan Membuka Usaha Galeri Batik Melestarikan Budaya Dengan Membuka Usaha Galeri Batik Seni batik merupakan salah satu kebudayaan lokal yang telah mengakar di seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Bila awalnya kerajinan batik hanya berkembang

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS MERAIH KESUKSESAN DENGAN BISNIS KECIL

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS MERAIH KESUKSESAN DENGAN BISNIS KECIL KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS MERAIH KESUKSESAN DENGAN BISNIS KECIL Oleh FAJAR SETIAWAN NIM:11.12.6085 Jurusan sistem informatika STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011/101 KATA PENGANTAR Assalamu alaikum warahmatullahi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada saat ini keadaan perekonomian Indonesia sedang dalam tahap pemulihan, akibat dari krisis yang terjadi belakangan ini melibatkan harga kebutuhan sehari-hari

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. sistematis segala masalah yang timbul dari masyarakat usaha. Kegiatan pemasaran

BAB II LANDASAN TEORI. sistematis segala masalah yang timbul dari masyarakat usaha. Kegiatan pemasaran 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Pemasaran Pengertian pemasaran bukan saja meliputi jual beli tetapi membahas secara sistematis segala masalah yang timbul dari masyarakat usaha. Kegiatan pemasaran

Lebih terperinci

ANALISIS ASPEK MARKETING

ANALISIS ASPEK MARKETING ANALISIS ASPEK MARKETING Pemasaran/Marketing Adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi, dan distribusi dari gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang

Lebih terperinci

Menganalisa Pasar Konsumen dan Perilaku Pembeli

Menganalisa Pasar Konsumen dan Perilaku Pembeli Menganalisa Pasar Konsumen dan Perilaku Pembeli DOSEN : DIANA MA RIFAH Tujuan Analisa Pasar Konsumen Menentukan bagaimana faktor budaya, sosial, personal, dan psikologis mempengaruhi perilaku pembelian

Lebih terperinci

I. T U J U A N Memperkuat basis produksi usaha IKM Memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas dilihat dari aspek

I. T U J U A N Memperkuat basis produksi usaha IKM Memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas dilihat dari aspek BERIKAN KEPUASAN PUBLIK BAHWA PRODUK UNGGULAN DAERAH ANDA ADALAH BERKUALITAS DAN BERMANFAAT oleh : Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Disampaikan pada acara : Rapat Regional Kementerian Perindustrian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bab Pendahuluan ini secara berturut-turut membahas mengenai latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. Bab Pendahuluan ini secara berturut-turut membahas mengenai latar belakang 1 BAB I PENDAHULUAN Bab Pendahuluan ini secara berturut-turut membahas mengenai latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan definisi istilah. 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF. oleh apapun jika manusia tersebut berkehendak untuk terus berkembang.

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF. oleh apapun jika manusia tersebut berkehendak untuk terus berkembang. BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF 1.1 Deskripsi Konsep Bisnis Setiap manusia memiliki kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lain, kebutuhan manusia adalah

Lebih terperinci