MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN (Dalam miliar Rupiah) Prioritas/ Rencana Prakiraan Rencana.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN (Dalam miliar Rupiah) Prioritas/ Rencana Prakiraan Rencana."

Transkripsi

1 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP I Prioritas: Ketahanan Pangan dan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan A Fokus Prioritas: Peningkatan Produksi dan Produktivitas Untuk Menjamin Ketersediaan Pangan dan Bahan Baku 1 Pengelolaan produksi tanaman serealia 336,0 336,0 396,8 447,1 507,6 571,6 2 Pengelolaan produksi tanaman kacang-kacangan dan umbiumbian 130,0 130,0 174,1 233,7 316,5 402,2 3 Pengelolaan sistem penyediaan benih tanaman pangan 55,0 55,0 60,5 66,0 72,5 80,0 4 Penyaluran subsidi benih tanaman pangan Pengelolaan sistem penyediaan dan pengawasan sarana produksi tanaman pangan 86,9 86,9 107,3 135,9 177,2 228,4 6 Penyaluran pupuk bersubsidi Penguatan perlindungan tanaman pangan dari gangguan OPT dan DFI 8 Pengembangan metode pengujian mutu benih dan penerapan sistem mutu laboratorium pengujian benih 86,3 86,3 95,0 105,0 115,0 125,0 5,0 5,0 6,0 7,2 8,6 10,4 9 Pengembangan peramalan serangan Organisme Penganggu Tumbuhan 6,2 6,2 7,0 8,6 10,4 12,4 II.10.M.B-1

2 10 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk 63,4 63,4 107,8 80,2 96,3 120,3 Tanaman Buah Berkelanjutan 11 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Sayuran dan Biofarmaka Berkelanjutan 12 Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Hias Berkelanjutan 65,2 65,2 102,3 82,5 99,0 123,7 66,0 66,0 46,0 83,6 100,3 125,3 II.10.M.B-2

3 13 Pengembangan sistem perbenihan, pupuk dan sarana produksi lainnya 46,1 46,1 66,0 58,4 70,0 87,6 14 Pengembangan Sistem Perlindungan Tanaman Hortikultura 41,5 41,5 56,0 52,4 62,9 78,7 15 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim 16 Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman rempah dan penyegar 17 Dukungan penyediaan benih unggul bermutu dan sarana produksi perkebunan 18 Dukungan perlindungan perkebunan dan penanganan gangguan usaha perkebunan 19 Dukungan pengujian dan pengawasan mutu benih serta penerapan teknologi proteksi tanaman perkebunan 20 Peningkatan kuantitas dan kualitas benih/bibit dengan mengoptimalkan sumber daya lokal 21 Peningkatan produksi ternak ruminansia dengan pendayagunaan sumber daya lokal 22 Peningkatan produksi ternak non ruminansia dengan pendayagunaan sumber daya lokal 45,6 45,6 47,9 50,2 52,8 55,4 46,1 46,1 548,4 50,8 53,3 56,0 30,7 30,7 32,2 63,9 63,9 67,0 70,4 73,9 77,6 33,8 23,0 23,0 24,2 25,4 147,5 147,5 348,5 348,5 170,3 204,2 615,1 477,2 35,5 37,3 26,7 28,0 232,3 262,1 548,8 630,0 51,4 51,4 92,6 122,0 158,0 185,0 II.10.M.B-3

4 23 Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan menular 187,1 187,1 264,1 224,5 254,3 285,8 strategis dan penyakit zoonosis 24 Perluasan areal pertanian 225,4 225,4 706,7 3150,7 3148,9 3142,9 25 Pengelolaan air untuk pertanian 313,2 313,2 718,2 860,8 856,0 850,1 II.10.M.B-4

5 26 Pengembangan pengelolaan lahan pertanian 214,6 214,6 1269,5 704,3 718,2 748,0 27 Pengembangan penangangan pasca panen pertanian 48,5 48,5 75,0 64,4 74,5 85,5 28 Pengembangan ketersediaan dan penanganan rawan pangan 160,0 160,0 203,0 201,1 210,2 219,4 29 Penelitian Dan Pengembangan Peternakan Dan Veteriner 73,7 73,7 73,2 99,9 116,3 117,5 30 Penelitian/Analisis Sosial Ekonomi Dan kebijakan Pertanian 16,2 16,2 17,8 19,6 21,5 23,7 II.10.M.B-5

6 31 Penelitian dan pengembangan pascapanen pertanian 15,3 15,3 16,8 18,5 20,3 22,4 32 Penelitian dan pengembangan tanaman pangan 107,7 107,7 103,4 130,3 143,3 139,6 33 Penelitian dan pengembangan tanaman perkebunan 95,0 95,0 79,0 114,9 126,4 139,1 34 Pengembangan perpustakaan dan penyebaran teknologi pertanian 35 Penelitian/perekayasaan dan pengembangan mekanisasi pertanian 12,8 12,8 14,1 15,5 17,0 18,7 13,2 13,2 14,3 16,6 18,3 19,9 II.10.M.B-6

7 36 Penelitian dan pengembangan bioteknologi dan sumber daya 45,7 45,7 24,3 29,7 33,5 37,9 genetik pertanian 37 Pengkajian dan Percepatan Diseminasi Inovasi Teknologi Pertanian 316,9 316,9 316,9 383,4 421,8 445,9 38 Penelitian dan Pengembangan hortikultura 57,4 57,4 64,0 74,1 84,4 96,3 39 Peningkatan kualitas Pelayanan karantina Pertanian dan 179,4 179,4 371,6 281,0 351,0 440,0 Pengawasan keamanan Hayati. 40 Pelayanan perizinan dan investasi pertanian 11,7 11,7 8,0 12,8 13,4 14,1 41 Pengembangan perlindungan dan pendaftaran varietas tanaman 7,0 7,0 6,0 7,7 8,1 8,5 42 Pengelolaan Sumber Daya Ikan (SDI) 37,5 37,5 53,4 71,4 88,4 103,9 43 Pembinaan dan Pengembangan Kapal Perikanan, Alat 119,5 119,5 240,5 380,0 400,9 555,8 Penangkap Ikan, dan Pengawakan Kapal Perikanan 44 Pengembangan Pembangunan dan Pengelolaan Pelabuhan 455,2 455,2 634,1 824, , ,1 Perikanan 45 Pelayanan Usaha Perikanan Tangkap yang Efisien, Tertib, dan 27,5 27,5 23,8 37,3 50,0 62,2 Berkelanjutan 46 Pengembangan Usaha Penangkapan Ikan dan Pemberdayaan 30,0 30,0 55,7 91,5 125,2 151,6 Nelayan Skala Kecil 47 Pengembangan Sistem Produksi Pembudidayaan Ikan 66,3 66,3 93,5 126,8 157,1 176,1 48 Pengembangan Sistem Perbenihan Ikan 61,7 61,7 56,2 107,9 131,9 150,1 II.10.M.B-7

8 49 Pengembangan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan 54,9 54,9 38,5 88,9 124,0 150,0 Pembudidayaan Ikan 50 Pengembangan Sistem Usaha Pembudidayaan Ikan 35,6 35,6 262,0 225,0 229,6 321,6 51 Pengembangan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan 46,5 46,5 70,8 134,7 178,0 219,1 Ikan 52 Pengawalan dan Penerapan Teknologi Terapan Adaptif 205,5 205,5 121,5 217,9 234,7 239,6 Perikanan Budidaya 53 Penelitian dan Pengembangan IPTEK Perikanan Tangkap 104,0 104,0 110,4 89,8 80,0 85,0 54 Penelitian dan Pengembangan IPTEK Perikanan Budidaya 74,2 74,2 128,5 90,0 90,0 95,2 55 Peningkatan Pengelolaan Hutan Tanaman 44,7 44,7 47,5 49,9 52,4 55,0 56 Peningkatan Pengelolaan Hutan Alam Produksi 48,7 48,7 54,2 55,3 58,1 61,0 57 Peningkatan perencanaan pengelolaan hutan produksi 19,4 19,4 19,8 20,0 20,6 20,6 58 Peningkatan usaha industri primer kehutanan 23,5 23,5 52,1 24,2 25,0 25,0 59 Pengembangan Perhutanan Sosial 1.238, , , , , ,6 II.10.M.B-8

9 B Fokus Prioritas: Peningkatan Efisiensi Sistem Distribusi dan Stabilisasi Harga Pangan 1 Pengembangan pemasaran domestik 65,9 65,9 70,0 73,2 83,3 95,5 2 Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan ,53 163,46 170,89 178,32 C Fokus Prioritas: Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Konsumsi Pangan 1 Penjaminan pangan asal hewan yang aman dan halal serta pemenuhan persyaratan produk hewan non pangan 168,8 168,8 771,16 215,4 232,9 251,2 2 Peningkatan Sistem karantina Tumbuhan 6,5 6,5 6,5 8 8,5 9 3 Peningkatan Sistem karantina Hewan 6,5 6,5 6,5 8 8,5 9 4 Pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan peningkatan keamanan pangan segar 60,0 60,0 189,4 202,0 258,0 316,3 5 Fasilitasi Pengembangan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil 15,2 15,2 43,5 59,4 67,5 76,3 Perikanan 6 Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam 102,9 102,9 95,8 118,4 162,2 250,0 Negeri Hasil Perikanan 7 Pengembangan dan Pembinaan Perkarantinaan Ikan 14,0 14,0 222,7 300,0 370,0 450,0 II.10.M.B-9

10 D Fokus Prioritas: Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, dan Pemasaran Produk Pertanian, Perikanan dan Kehutanan 1 Pengembangan mutu dan standardisasi pertanian 37,8 37, ,8 71,8 82,8 2 Pengembangan pengolahan hasil pertanian 130,5 130, ,5 170,5 185,5 3 Pengembangan pemasaran internasional 38,5 38, ,5 65,5 75,5 4 Pengembangan Sistem Informasi dan Peningkatan sistem , Pengawasan keamanan Hayati II.10.M.B-10

11 5 Peningkatan kualitas Penyelenggaraan laboratorium Uji , ,5 25 Standar karantina Pertanian 6 Fasilitasi Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Perikanan 37,2 37,2 86,8 123,9 150,3 177,7 7 Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Luar 3,5 3,5 18,6 29,0 35,5 40,9 Negeri Hasil Perikanan 8 Fasilitasi Pembinaan dan Pengembangan Sistem Usaha dan Investasi Perikanan 21,4 21,4 38,8 62,1 78,5 85,0 9 Peningkatan tertib peredaran hasil hutan dan iuran hasil hutan 62,9 62,9 59,2 64,8 66,8 66,8 10 Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan 21,0 21,0 21,4 21,9 22,7 22,8 11 Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan 30,3 30,3 30,9 31,5 32,8 32,8 E Fokus Prioritas: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan 1 Pemantapan sistem pelatihan pertanian 155,62 155,62 263,33 203,2 209,72 216,47 2 Pemantapan sistem penyuluhan pertanian 738,42 738,42 793,32 839,57 892,8 949,13 3 Pelayanan pembiayaan Pertanian, Pengembangan Usaha 1.017, , , , , ,60 Agribisnis Perdesaan (PUAP) dan Penguatan kelembagaan Ekonomi Perdesaan Melalui LM3 II.10.M.B-11

12 4 Pelatihan Kelautan dan Perikanan 19,0 19,0 49,6 70,8 94,7 117,5 5 Penyuluhan Kelautan dan Perikanan 34,0 34,0 72,2 91,0 119,5 141,9 6 Pendidikan Kelautan dan Perikanan 97,3 97,3 177,4 195,1 240,3 283,3 7 Penyuluhan kehutanan 76,7 76,7 80,8 81,6 84,0 84,1 8 Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Departemen Kehutanan dan SDM kehutanan Lainnya 143,7 143,7 153,6 152,4 157,0 157,2 II.10.M.B-12

13 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP I Prioritas: Ketahanan dan Kemandirian Energi A Fokus Prioritas: Peningkatan produksi dan cadangan migas (intensification) 1 Dukungan Manajemen dan Teknis Ditjen Migas 1,5 1,5 1,60 1,68 1,77 1,86 2 Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi 76,49 76,49 128,57 145,05 163,64 185,45 3 Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi 129,00 129,00 148,15 147,99 155,58 163,33 4 Penyiapan Kebijakan Dan Peningkatan Kerja Sama Bilateral Dan Multilateral Dalam Rangka Optimasi Penerimaan Negara Dan Peningkatan Investasi Kegiatan Usaha Migas Serta Pemberdayaan Kapasitas Nasional 9,95 9,95 10,45 10,97 11,52 12,10 5 Pembinaan dan Penyelenggaraan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi 84,88 84,88 90,88 97,34 105,83 113,46 II.10.M.B-13

14 B Fokus Prioritas: Peningkatan produktivitas dan pemerataan pemanfaatan energi, serta penggunaan energi terbarukan Koordinasi dan Sinkronisasi Kebijakan bidang percepatan penyediaan dan pemanfaatan Energi Alternatif Koordinasi Pengembangan Kebijakan Pengembangan Bahan Bakar Nabati Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman Tahunan (Prioritas Nasional dan Bidang) 6,00 6,36 6,74 7, ,00 1,06 1,12 1, ,2 79,2 83,1 87,26 91,6 96,21 II.10.M.B-14

15 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP I Prioritas: Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Mineral dan Pertambangan A Fokus Prioritas: Peningkatan produksi dan nilai tambah produk pertambangan mineral dan batubara 1 Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan 22,6 22,6 24,80 25,99 27,24 28,55 2 Pendidikan dan Pelatihan Geologi 45,8 45,8 41,04 50,44 52,96 55,61 3 Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral, Batubara dan Panas Bumi 38,9 38,9 77,20 76,75 78,95 81,04 4 Pendidikan Tinggi Energi dan Mineral 21,7 21,7 22,96 24,11 25,32 26,58 5 Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah 15,8 15,8 17,02 18,12 19,03 20,18 6 Pembinaan dan Pengusahaan Panas Bumi dan Air Tanah 31,8 31,8 88,98 94,48 93,07 91,59 7 Kegiatan Penyusunan Kebijakan dan Program serta Evaluasi 23,8 23,8 80,49 84,94 96,93 107,52 Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Mineral. Batubara dan Panas Bumi 8 Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan Batubara 14,1 14,1 89,26 86,61 90,35 89,84 II.10.M.B-15

16 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP 9 Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan 35,0 35,0 40,30 32,00 29,50 26,80 Batubara 10 Penelitian dan Pelayanan Geologi Lingkungan dan Air Tanah 80,3 80,3 84,32 88,53 92,96 97,61 B Fokus Prioritas: Peningkatan produktivitas dan pemerataan pemanfaatan energi, serta penggunaan energi terbarukan 1 Pembinaan Lindungan Lingkungan, Keselamatan Operasi dan Usaha Penunjang Bidang Migas 6,05 6,05 101,49 115,03 147,87 0,91 2 Survei dan Pelayanan Geologi 174,1 174,1 183,43 192,10 201,21 210,77 3 Penyelidikan dan Pelayanan Sumber Daya Geologi 144,4 144,4 151,62 159,20 167,16 175,52 4 Mitigasi dan Pelayanan Kebencanaan Geologi 26,8 26,8 28,15 29,56 31,04 32,59 5 Riset dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi 10,3 10,3 10,85 11,40 11,97 12,57 6 Pembinaan Keteknikan Lindungan Lingkungan dan Usaha Penunjang Bidang Mineral. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah 4, ,42 54,20 49,14 50,57 7 Dokumentasi Koleksi dan Pelayanan Museum Geologi 7,33 7,33 7,70 8,08 8,49 8,91 8 Fasilitasi dalam rangka perumusan Kebijakan Energi Nasional dan penetapan Rencana Umum Energi Nasional, serta Penyelenggaraan persidangan 14,6 14,6 15,14 16,65 18,32 20,15 9 Fasilitasi dalam rangka penetapan langkah-langkah penanggulangan krisis dan darurat energi, serta pengawasan pelaksanaan kebijakan energi lintas sektor 4,73 4,73 5,44 5,98 6,58 7,24 II.10.M.B-16

17 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang : SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP Rencana Tahun Prakiraan Rencana Prioritas/Kegiatan Prioritas Pencapaian 2010 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) IV PRIORITAS A: Perbaikan Kualitas Lingkungan Hidup A Fokus Prioritas : Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 1 Pengendalian Pencemaran Air 13,0 13,0 31,0 32,0 33,0 33,0 2 Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik 5,1 5,1 20,0 21,0 22,0 23,0 3 Pengendalian Pencemaran Limbah Usaha Skala Kecil 5,5 5,5 16,0 17,0 17,5 18,0 4 Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Kegiatan Pertambangan, Energi, 6,5 6,5 23,0 24,0 25,5 27,0 Minyak dan Gas 5 Pengelolaan B3 dan Limbah B3 Manufaktur, Agroindustri dan Jasa 6,3 6,3 24,0 25,0 25,5 27,0 6 Administrasi Pengelolaan B3 dan Limbah B3 6,8 6,8 19,0 20,0 21,0 22,0 7 Pengelolaan Kualitas Air dan Kawasan Gambut 9,0 9,0 40,5 41,0 42,5 43,5 8 Peningkatan Konservasi Keanekaragaman Hayati 5,3 5,3 17,0 17,0 18,0 18,5 9 Pemulihan dan Penanganan Media Lingkungan (Lahan, Pesisir 7,2 7,2 12,0 12,5 13,0 13,5 dan Perairan) Tercemar Limbah B3 II.10.M.B-17

18 Bidang : SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP Rencana Tahun Prakiraan Rencana Prioritas/Kegiatan Prioritas Pencapaian Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun Tahun 2010 Tahun 2011 (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) B Fokus Prioritas : Peningkatan Kapasitas Pengelolaan SDA dan LH 1 Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup 2,2 2,2 15,0 16,0 17,0 17,5 2 Peningkatan Partisipasi Masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 3,8 3,8 15,5 16,0 17,0 18,0 3 Peningkatan Data, Informasi dan Infrastruktur Sistem Informasi Lingkungan Hidup 6,2 6,2 17,0 17,0 18,5 19,0 4 Peningkatan Sarana Teknis Pengendalian Dampak Lingkungan 14,3 14,3 25,0 25,0 26,0 27,0 5 Peningkatan Instrumen Ekonomi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 21,0 21,0 21,5 17,0 18,0 19,0 6 Penanganan Kasus Lingkungan 3,7 3,7 20,0 21,0 22,0 23,0 7 Peningkatan Kapasitas Penegakan Hukum Lingkungan 4,8 4,8 13,0 13,5 14,0 14,5 II.10.M.B-18

19 Rencana Prioritas/ Kegiatan Prioritas Tahun 2010 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Prakiraan Pencapaian Tahun 2010 Rencana Tahun 2011 (dalam miliar rupiah) Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) V PRIORITAS : PENINGKATAN KONSERVASI DAN REHABILITASI SUMBER DAYA HUTAN A Fokus Prioritas : Perencanaan Makro Bidang Kehutanan dan Pemantapan Kawasan Hutan 1 Pengukuhan Kawasan Hutan 70,64 70,64 76,01 79,81 83,4 83,5 2 Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) 36,1 36,1 36,82 37,56 39,25 39,3 3 Penyusunan rencana makro kawasan hutan 57,00 57,00 58,14 59,30 61,97 62,05 4 Inventarisasi dan pemantauan sumberdaya hutan 64,5 64,5 69,5 75,0 81,4 87,7 5 Pengendalian penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan di luar kegiatan kehutanan 10,21 10,21 10,41 10,62 11,10 11,11 B Fokus Prioritas : Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Hutan 1 Pengembangan Kawasan Konservasi dan Ekosistem Esensial 267,52 267,52 200,5 278,32 281,11 281,45 2 Penyidikan dan Perlindungan Hutan 162,02 162,02 165,26 168,57 170,25 170,45 3 Pengembangan konservasi spesies dan genetik 90,01 90,01 76,11 93,21 93,54 93,58 4 Pengendalian kebakaran hutan 300,00 300,00 275,00 250,00 230,00 220,00 5 Pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam 90,00 90,00 91,80 93,64 94,57 94,69 II.10.M.B-19

20 Prioritas/ Kegiatan Prioritas Rencana Tahun 2010 Prakiraan Pencapaian Tahun 2010 Rencana Tahun 2011 (dalam miliar rupiah) Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) C. Fokus Prioritas : Peningkatan Fungsi Daya Dukung DAS 1 Penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dan 1541, , , , , ,49 Reklamasi Hutan di DAS Prioritas 2 Pengembangan perbenihan tanaman hutan 20,86 20,86 21,28 21,70 22,79 22,82 3 Pembinaan penyelenggaraan pengelolaan DAS 137,59 137,59 140,34 143,15 150,31 150,49 D. Fokus Prioritas : Pengembangan Penelitian dan IPTEK Sektor Kehutanan 1 Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kehutanan dan 21,70 21,70 22,13 22,58 23,48 23,51 Perubahan Iklim. 2 Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Alam. 23,00 23,00 23,46 23,93 24,89 24,92 II.10.M.B-20

21 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP Prioritas/ Prakiraan Perencanaan Rencana Tahun Rencana. Fokus Prioritas/ Pencapaian 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Kegiatan Prioritas Tahun 2010 VI Prioritas: PENINGKATAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA KELAUTAN MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 A. Fokus Prioritas : Peningkatan Rehabilitasi, Konservasi, Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan 1 Peningkatan Operasional Pengawasan Sumber Daya Perikanan 23,2 23,2 28,0 31,7 40,3 46,9 2 Peningkatan Operasional Pengawasan Sumber Daya Kelautan 13,2 13,2 15,0 17,5 18,8 22,4 3 Peningkatan Operasional dan Pemeliharaan Kapal Pengawas 117,2 117,2 133,7 250,0 350,0 400,0 4 Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengawasan dan Pemantuan Kapal Perikanan 56,0 56,0 66,3 110,2 123,39 152,35 5 Penyelesaian Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan 16,2 16,2 17,1 18,8 20,4 21,1 6 Pengelolaan dan Pengembangan Konservasi Kawasan dan Jenis 73,5 73,5 183,0 167,0 209,1 264,2 II.10.M.B-21

22 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP Prioritas/ Prakiraan Perencanaan Rencana Tahun Rencana. Fokus Prioritas/ Pencapaian 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Kegiatan Prioritas Tahun 2010 B. Fokus Prioritas : Pendayagunaan Laut, Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, dan Pulau-Pulau Terdepan 1 Penataan Ruang dan Perencanaan Pengelolaan Wilayah Laut, 75,2 75,2 43,5 70,0 109,7 109,7 Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 2 Pendayagunaan Pesisir dan Lautan 35,8 35,8 30,4 60,0 70,0 85,0 3 Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil 11,8 11,8 21,5 60,0 75,0 60,0 4 Pelayanan Usaha dan Pemberdayaan Masyarakat 237,0 237,0 157,7 225,0 250,0 270,0 5 Pembinaan dan koordinasi penyiapan produk hukum dan 8,0 8,0 11,8 13,0 15,0 18,0 penataan organisasi KKP C Fokus Prioritas : Inovasi Riset dan Teknologi Terapan Kelautan 1 Penelitian dan Pengembangan IPTEK Kelautan 23,8 23,8 35,1 82,0 94,8 60,0 2 Penelitian dan Pengembangan IPTEK Kewilayahan, Dinamika dan Sumber Daya nhayati Pesisir dan Laut 15,7 15,7 31,5 55,0 60,0 80,0 3 Penelitian dan Pengembangan IPTEK Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan 19,0 19,0 22,7 52,5 58,0 64,6 4 Penelitian dan Perekayasaan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan 11,7 11,7 14,5 47,0 50,0 55,0 II.10.M.B-22

23 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP VII Prioritas: Peningkatan Kualitas Informasi Iklim dan Bencana Alam serta Kapasitas Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim A Fokus Prioritas: Peningkatan Kualitas Informasi Iklim, Cuaca dan Bencana Alam Lainnya 1 Pengelolaan Metorologi Publik BMKG 52,86 52,86 160,80 222,38 196,72 222,38 Strengthening BMKG Climate and Weather Services Capacity* ,91 180,73 90,36-2 Pengelolaan Iklim Agroklimat dan Iklim Maritim BMKG 9,5 9,5 16,38 25,51 35,18 31,06 3 Pengelolaan Gempa Bumi dan Tsunami BMKG 71,4 71,4 83,89 110,91 110,91 110,91 4 Pengelolaan Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG 3,6 3,6 22,50 20,60 35,18 31,06 5 Pengelolaan Meteorologi Penerbangan dan Maritim BMKG 22,7 22,7 107,90 93,17 93,17 93,17 6 Pengelolaan Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG 6,9 6,9 36,96 13,90 13,90 13,90 II.10.M.B-23

24 Bidang: SUMBER DAYA ALAM dan LINGKUNGAN HIDUP B Fokus Prioritas: Peningkatan Adaptasi dan mitigasi terhadap Perubahan Iklim 1 Pengendalian Pencemaran Udara 5,8 5,8 27,0 28,0 29,0 31,0 2 Pengendalian Pencemaran Udara Dari Emisi dan Kebisingan 4,8 4,8 22,0 23,0 27,0 28,0 Kendaraan Bermotor 3 Perlindungan Atmosfir dan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim 4 Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Hutan dan Lahan 5 Peningkatan Konservasi dan Pengendalian Kerusakan Ekosistem Pesisir dan Laut 10,6 10,6 24,0 25,0 26,0 26,5 14,8 14,8 22,0 22,0 27,5 28,0 5,4 5,4 17,0 17,0 18,0 18,5 6 Pengawasan dan Evaluasi Pemanfaatan Ruang 1,7 1,7 22,0 23,0 24,5 24,5 C Fokus Prioritas: Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Penanganan Perubahan Iklim 1 Pengelolaan Instrumentasi, Rekayasa dan Kalibrasi BMKG 14,4 14,4 49,95 39,62 39,62 39,62 2 Pengelolaan Jaringan Komunikasi BMKG 9,2 9,2 47,10 29,68 29,68 29,68 3 Pengelolaan Data Base BMKG 3,2 3,2 10,56 16,20 16,20 16,20 4 Pengembangan dan Pengelolaan UPT BMKG 118,3 118,3 356,64 332,58 332,58 332,58 5 Penelitian dan Pengembangan BMKG 10,7 10,7 13,10 17,74 17,74 17,74 6 Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian 60,29 60,29 56,3 72, ,2 88,3 II.10.M.B-24

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH PAPUA Provinsi Papua PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH PAPUA 1 Pendidikan Peningkatan akses pendidikan dan keterampilan kerja serta pengembangan

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH MALUKU 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Peningkatan kapasitas pemerintah Meningkatkan kualitas

Lebih terperinci

PRIORITAS 5 MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2011 WILAYAH MALUKU

PRIORITAS 5 MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2011 WILAYAH MALUKU PRIORITAS 5 MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2011 WILAYAH MALUKU DALAM JUTA RUPIAH NO. ARAH KEBIJAKAN STRATEGI PENGEMBANGAN FOKUS PRIORITAS KEMENTERIAN/LEMBAGA 1. Provinsi Maluku 1. Pengembangan sentra

Lebih terperinci

BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Pada bab ini akan disampaikan seluruh program dalam RPJMK Aceh Tamiang Tahun 2013-2017, baik yang bersifat Program Unggulan maupun program dalam rangka penyelenggaraan

Lebih terperinci

C. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN

C. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN C. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN 1 2 3 1. Pengendalian Dampak 1. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 2. Analisis Mengenai Dampak (AMDAL) 3. Pengelolaan Kualitas

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN, BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KLATEN NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN

BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN A. KONDISI UMUM Sektor pertanian telah berperan dalam perekonomian nasional melalui sumbangannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penerimaan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan telah

Lebih terperinci

BUPATI DONGGALA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DONGGALA,

BUPATI DONGGALA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DONGGALA, BUPATI DONGGALA PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DONGGALA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 127/KEPMEN-KP/2015 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 127/KEPMEN-KP/2015 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 127/KEPMEN-KP/2015 TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN SATUAN KERJA LINGKUP PUSAT KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2015 DENGAN

Lebih terperinci

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 23 TAHUN 2008 SUB BAGIAN UMUM SEKSI

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 23 TAHUN 2008 SUB BAGIAN UMUM SEKSI BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 23 TAHUN 2008 KELOMPOK JABATAN TK/SD PENDIDIKAN MENENGAH PENDIDIKAN NON FORMAL PMPTK PENGOLAHAN

Lebih terperinci

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 7 TAHUN 2012 KEPALA DINAS BIDANG

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 7 TAHUN 2012 KEPALA DINAS BIDANG BAGAN STRUKTUR ORGANISASI LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 7 TAHUN 2012 KELOMPOK JABATAN TK/SD PENDIDIKAN MENENGAH PENDIDIKAN NON FORMAL PMPTK PENGOLAHAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH NUSA TENGGARA

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH NUSA TENGGARA MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH NUSA TENGGARA PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH NUSA TENGGARA 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Peningkatan kapasitas pemerintah daerah

Lebih terperinci

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia

Mendukung terciptanya kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. Meningkatnya jumlah minat investor untuk melakukan investasi di Indonesia E. PAGU ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM No. Program Sasaran Program Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Iklim Usaha Kondusif 1. Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Mendukung terciptanya kesempatan

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN 8.1 Program Prioritas Pada bab Indikasi rencana program prioritas dalam RPJMD Provinsi Kepulauan Riau ini akan disampaikan

Lebih terperinci

RANGKUMAN HASIL KESEPAKATAN MUSRENBANGNAS DAN PERTEMUAN BILATERAL RKP Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan LH BAPPENAS

RANGKUMAN HASIL KESEPAKATAN MUSRENBANGNAS DAN PERTEMUAN BILATERAL RKP Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan LH BAPPENAS RANGKUMAN HASIL KESEPAKATAN MUSRENBANGNAS DAN PERTEMUAN BILATERAL RKP 2011 P 5: KETAHANAN PANGAN P 9: LH DAN PENGELOLAAN BENCANA Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan LH BAPPENAS Disampaikan dalam RAKORBANGPUS

Lebih terperinci

BUPATI BATANG HARI A. FATTAH

BUPATI BATANG HARI A. FATTAH LAMPIRAN I NOMOR 3 TAHUN 2008 SUSUNAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROGRAM PENDIDIKAN DASAR PENDIDIKAN MENENGAH DAN PERGURUAN TINGGI PENDIDIKAN NON FORMAL DAN KEBUDAYAAN Data dan Informasi Sekolah Dasar

Lebih terperinci

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT KABINET

STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT KABINET LAMPIRAN PERATURAN SEKRETARIS KABINET REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 4 TAHUN 2015 TANGGAL : 19 JUNI 2015 STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT KABINET Sekretaris Kabinet Wakil Sekretaris Kabinet Deputi Bidang Politik,

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 113 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA PEKANBARU

Lebih terperinci

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 PRAKIRAAN PENCAPAIAN TAHUN 2010 RENCANA TAHUN 2010

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 PRAKIRAAN PENCAPAIAN TAHUN 2010 RENCANA TAHUN 2010 MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN BIDANG: WILAYAH DAN TATA RUANG (dalam miliar rupiah) PRIORITAS/ KEGIATAN PRIORITAS 2012 2013 2014 I PRIORITAS BIDANG PEMBANGUNAN DATA DAN INFORMASI SPASIAL A

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 1 PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU DINAS PENDIDIKAN PROGRAM UMUM PENDIDIKAN DASAR PENDIDIKAN MENENGAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN FORMAL

Lebih terperinci

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH SULAWESI

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH SULAWESI MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH SULAWESI Provinsi Sulawesi Utara PRIORITAS NASIONAL MATRIKS ARAH KEBIJAKAN BUKU III RKP 2012 WILAYAH SULAWESI 1 Pendidikan Peningkatan akses pendidikan dan keterampilan kerja

Lebih terperinci

Lampiran BAB II STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

Lampiran BAB II STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN Lampiran BAB II STRUKTUR ORGANISASI KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN STAF AHLI MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN STAF AHLI BIDANG 1. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA PUSAT DAN DAERAH 2. INDUSTRI DAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR : KEP.006 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR : KEP.006 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR : KEP.006 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR KEP.002 TAHUN 2010

Lebih terperinci

KEPALA DINAS U P T D

KEPALA DINAS U P T D SUSUNAN ORGANISASI PEKERJAAN UMUM KEPALA Subbag Program dan Bidang Bina Marga Bidang Cipta Karya dan Perumahan Bidang Pengelolaan Sumberdaya Air Bidang Tata Ruang Seksi Bina Teknik dan Peralatan Seksi

Lebih terperinci

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 PRIORITAS PEMBANGUNAN 2017 Meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2013

BAB V RENCANA PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2013 BAB V RENCANA PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN Prioritas pembangunan Kabupaten Lingga Tahun diselaraskan dengan pelaksanaan urusan wajib dan urusan pilihan sesuai dengan amanat dari Peraturan

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 65.095.787.348 29.550.471.790 13.569.606.845 2.844.103.829 111.059.969.812 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 64.772.302.460

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.583.925.475 29.611.683.617 8.624.554.612 766.706.038 105.586.869.742 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.571.946.166

Lebih terperinci

PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL

PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL PENGARUSUTAMAAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL Endah Murniningtyas Deputi Bidang SDA dan LH Kementerian PPN/Bappenas Lokakarya Mengarusutamakan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Agenda

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATAKERJA DINAS DAERAH PROVINSI JAMBI

GUBERNUR JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATAKERJA DINAS DAERAH PROVINSI JAMBI GUBERNUR JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATAKERJA DINAS DAERAH PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI 2 BAB II SUSUNAN ORGANISASI 2 BAB III WAKIL MENTERI PERTANIAN 3 BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL 4

DAFTAR ISI BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI 2 BAB II SUSUNAN ORGANISASI 2 BAB III WAKIL MENTERI PERTANIAN 3 BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL 4 D A F T A R I S I Halaman DAFTAR ISI i BAB I KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI 2 BAB II SUSUNAN ORGANISASI 2 BAB III WAKIL MENTERI PERTANIAN 3 BAB IV SEKRETARIAT JENDERAL 4 A. BIRO PERENCANAAN 5 1. Bagian Penyusunan

Lebih terperinci

- 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

- 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP - 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH 1. Pengendalian Dampak Lingkungan 1. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 1. Menetapkan

Lebih terperinci

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP - 283 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP 1. Pengendalian Dampak Lingkungan 1. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 1. Menetapkan kebijakan mengenai pengelolaan Limbah

Lebih terperinci

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 1

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 1 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN KUPANG Bagian Pertama Dinas Pasal 1 Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan Dan Kehutanan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam

Lebih terperinci

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP - 216 - H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP 1. Pengendalian Dampak Lingkungan 1. Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) 1. Menetapkan kebijakan mengenai pengelolaan Limbah

Lebih terperinci

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN

MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN SELAKU KETUA TIM NASIONAL REHABILITASI DAN REVITALISASI KAWASAN PLG DI KALIMANTAN TENGAH NOMOR : KEP-42/M.EKON/08/2007 TENTANG TIM PENDUKUNG DAN

Lebih terperinci

KEPALA DINAS BIDANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN BIDANG TANAMAN PANGAN BIDANG TANAMAN HORTIKULTURA BIDANG PETERNAKAN

KEPALA DINAS BIDANG PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN BIDANG TANAMAN PANGAN BIDANG TANAMAN HORTIKULTURA BIDANG PETERNAKAN DINAS PERTANIAN KEPEG DAN KEU TANAMAN PANGAN TANAMAN HORTIKULTURA PETERNAKAN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN SARANA PRASARANA TANAMAN PANGAN SARANA PRASARANA TANAMAN HORTIKULTURA SARANA PRASARANA

Lebih terperinci

MATRIK 2.3 RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2011

MATRIK 2.3 RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN 2011 MATRIK 2.3 TINDAK PEMBANGUNAN KEMENTERIAN/ LEMBAGA TAHUN KEMENTERIAN/LEMBAGA : KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP I. PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP 1 Pengelolaan Kualitas Air dan Kawasan

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 17 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PERTANIAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015

BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015 BAHAN MENTERI DALAM NEGERI PADA ACARA MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) REGIONAL KALIMANTAN TAHUN 2015 BALAI SIDANG JAKARTA, 24 FEBRUARI 2015 1 I. PENDAHULUAN Perekonomian Wilayah Pulau Kalimantan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT LD. 7 2012 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Untuk mewujudkan misi pembangunan daerah Kabupaten Sintang yang selaras dengan strategi kebijakan, maka dibutuhkan adanya kebijakan umum dan program

Lebih terperinci

2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional.

2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional. BAB XVII DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN Bagian Kesatu Susunan Organisasi Pasal 334 Susunan organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretaris, membawahkan: 1. Sub Bagian

Lebih terperinci

DINAS PERKEBUNAN. Tugas Pokok dan Fungsi. Sekretaris. Sekretaris mempunyai tugas :

DINAS PERKEBUNAN. Tugas Pokok dan Fungsi. Sekretaris. Sekretaris mempunyai tugas : DINAS PERKEBUNAN Tugas Pokok dan Fungsi Sekretaris Sekretaris mempunyai tugas : a. Menyusun rencana dan program kerja kesekretariatan; b. Mengkoordinasikan program kerja masing-masing Sub Bagian; c. Mengkoordinasikan

Lebih terperinci

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BENGKULU

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BENGKULU DINAS PENDIDIKAN Lampiran 1 : PERATURAN DAERAH Umum Perencanaan dan Pelaporan Keuangan Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi Pendidikan Non formal Penyusunan

Lebih terperinci

Pemerintah Daerah Provinsi Bali BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

Pemerintah Daerah Provinsi Bali BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan serta pencapaian target-target pembangunan pada tahun 2016, maka disusun berbagai program prioritas yang

Lebih terperinci

Anggaran (Sebelum Perubahan) , , ,00 98, , ,

Anggaran (Sebelum Perubahan) , , ,00 98, , , Anggaran (Sebelum 21 Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan 4.654.875.000,00 18.759.324.259,00 15.731.681.490,00 83,86 Prasarana Rumah Sakit 22 Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rumah 39.808.727.000,00

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS

BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS Pembangunan yang diprioritaskan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mendesak yang memberikan dampak luas bagi masyarakat, sebagai berikut : 8.1. Indikasi Program

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60/KEPMEN-KP/SJ/2017 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60/KEPMEN-KP/SJ/2017 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60/KEPMEN-KP/SJ/2017 TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2017 DENGAN

Lebih terperinci

KEPALA DINAS BIDANG PENDIDIKAN DASAR SEKSI PENGEMBANGAN DATA PENDIDIKAN SEKSI TAMAN KANAK-KANAK SEKSI SEKOLAH MENENGAH ATAS SEKSI SEKOLAH DASAR

KEPALA DINAS BIDANG PENDIDIKAN DASAR SEKSI PENGEMBANGAN DATA PENDIDIKAN SEKSI TAMAN KANAK-KANAK SEKSI SEKOLAH MENENGAH ATAS SEKSI SEKOLAH DASAR LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH BAGAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH UMUM, PENGEMBANGAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PENDIDIKAN DASAR PENDIDIKAN MENENGAH

Lebih terperinci

RISALAH KESEPAKATAN PEMBAHASAN SIDANG KELOMPOK II MUSRENBANG NASIONAL TAHUN 2010

RISALAH KESEPAKATAN PEMBAHASAN SIDANG KELOMPOK II MUSRENBANG NASIONAL TAHUN 2010 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL (MUSRENBANGNAS) TAHUN 2010 Jakarta, 28 April-1 Mei 2010 RISALAH KESEPAKATAN PEMBAHASAN SIDANG KELOMPOK

Lebih terperinci

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: Sarana dan Prasarana

MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: Sarana dan Prasarana MATRIKS 2.2.B ALOKASI PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2011 Bidang: Sarana dan Prasarana No / Fokus / Kegiatan Rencana Tahun 2010 Prakiraan Rencana Tahun 2011 Prakiraan Maju I SUMBER DAYA AIR I SUMBER DAYA

Lebih terperinci

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 27 TAHUN 2016 B U P A T I G A R U T, t t d RUDY GUNAWAN KEPALA DINAS

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT NOMOR 27 TAHUN 2016 B U P A T I G A R U T, t t d RUDY GUNAWAN KEPALA DINAS DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN GARUT LAMPIRAN IV PAUD DAN DIKMAS SD SMP DATA DAN KETENAGAAN PAUD KURIKULUM KURIKULUM PEMBINAAN PENDIDIK DIKMAS KELEMBAGAAN DAN KESISWAAN KELEMBAGAAN DAN KESISWAAN PEMBINAAN

Lebih terperinci

Rencana Strategis BMKG Tahun

Rencana Strategis BMKG Tahun 2012, No.167 4 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BMKG NOMOR : KEP.06 TAHUN 2011 TANGGAL : 9 Desember 2011 Rencana Strategis BMKG Tahun 2010-2014 5 2012, No.167 BMKG TUGAS POKOK dan FUNGSINYA Dasar Hukum Fungsi

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.396.506.021 27.495.554.957 7.892.014.873 639.818.161 102.423.894.012 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.384.518.779

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi

PENDAHULUAN. Dinas Perkebunan Provinsi Riau Laporan Kinerja A. Tugas Pokok dan Fungsi PENDAHULUAN A. Tugas Pokok dan Fungsi Berdasarkan Peraturan Gubernur No. 28 Tahun 2015 tentang rincian tugas, fungsi dan tata kerja Dinas Perkebunan Provinsi Riau, pada pasal 2 ayat 2 dinyatakan bahwa

Lebih terperinci

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PAGU RKAKL/DIPA DAN REALISASI TA 2013 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 51 BELANJA PEGAWAI 52 BELANJA BARANG 53 BELANJA MODAL 57 BELANJA BANTUAN SOSIAL KEMENTERIAN/LEMBAGA, UNIT PAGU REALISASI PAGU

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Dasar Hukum 1.3. Gambaran Umum 1.3.1. Kondisi Geografis Daerah 1.3.2. Gambaran Umum Demografis 1.3.3.

Lebih terperinci

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SEKSI KEAKSARAAN DAN KESETARAAN SEKSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH SEKSI KEAKSARAAN DAN KESETARAAN SEKSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MUSI RAWAS NOMOR : 2 TAHUN 2008 UMUM DIKDAS DIKMENTI PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH KURIKULUM KURIKULUM KEAKSARAAN DAN KESETARAAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/KEPMEN-KP/2016 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/KEPMEN-KP/2016 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16/KEPMEN-KP/2016 TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2016 DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KONAWE UTARA NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KONAWE UTARA NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KONAWE UTARA NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KONAWE UTARA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

RANGKUMAN HASIL SIDANG KELOMPOK PRIORITAS

RANGKUMAN HASIL SIDANG KELOMPOK PRIORITAS RANGKUMAN HASIL SIDANG KELOMPOK PRIORITAS (P5:Ketahanan Pangan; P7:Iklim Investasi & Iklim Usaha; P9:Lingkungan Hidup & Pengelolaan Bencana; dan Prioritas Bidang Perekonomian lainnya) WILAYAH Sulawesi

Lebih terperinci

REKAPITULASI HASIL EVALUASI KESELARASAN PROGRAM DALAM DOKUMEN PERENCANAAN TAHUN ANGGARAN 2016

REKAPITULASI HASIL EVALUASI KESELARASAN PROGRAM DALAM DOKUMEN PERENCANAAN TAHUN ANGGARAN 2016 REKAPITULASI HASIL EVALUASI PROGRAM PERENCANAAN TAHUN ANGGARAN 2016 KETERSEDIAAN RPJMD RKPD 1 01 15 Program Pendidikan Anak Usia Dini 1 1 1 1 1 1 1 1 01 16 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Tasikmalaya A. Visi Perumusan visi dan misi jangka menengah Dinas Pertanian,

Lebih terperinci

Penetapan kebijakan norma, standar, prosedur, dan kriteria penataan ruang laut sesuai dengan peta potensi laut.

Penetapan kebijakan norma, standar, prosedur, dan kriteria penataan ruang laut sesuai dengan peta potensi laut. - 602 - CC. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KELAUTAN DAN PERIKANAN 1. Kelautan 1. Penetapan kebijakan norma, standar, prosedur, dan kriteria pengelolaan sumberdaya kelautan dan ikan di wilayah laut

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2012

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2012 [Type text] LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2012 LAMPIRAN BUKU III: Matriks Arah Kebijakan DIPERBANYAK OLEH : KEMENTERIAN PERENCANAAN

Lebih terperinci

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Peraturan Daerah Nomor Tanggal : : Tahun 2015 28 Desember 2015 PEMERINTAH PROVINSI BANTEN RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan

Lebih terperinci

BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN

BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN BAB 18 REVITALISASI PERTANIAN, PERIKANAN, DAN KEHUTANAN A. KONDISI UMUM Sektor pertanian telah berperan dalam perekonomian nasional melalui sumbangannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penerimaan

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN RETENSI ARSIP SEKTOR PEREKONOMIAN URUSAN LINGKUNGAN HIDUP

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN RETENSI ARSIP SEKTOR PEREKONOMIAN URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Jalan Ampera Raya No. 7, Jakarta Selatan 12560, Indonesia Telp. 62 21 7805851, Fax. 62 21 7810280 http://www.anri.go.id, e-mail: info@anri.go.id PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN KETAPANG

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN KETAPANG PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN KETAPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KETAPANG, Menimbang : a.

Lebih terperinci

Terlaksananya kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan ikan. Terlaksananya penataan ruang laut sesuai dengan peta potensi laut.

Terlaksananya kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan ikan. Terlaksananya penataan ruang laut sesuai dengan peta potensi laut. B. URUSAN PILIHAN 1. KELAUTAN DAN PERIKANAN a. KELAUTAN 1. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan dan ikan di wilayah laut kewenangan 1. Pelaksanaan kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2015 merupakan tahun keempat pelaksanaan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2011-2016.

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA,

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA, KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Daerah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH NOMOR : 06 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DINAS DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH

PERATURAN DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH NOMOR : 06 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DINAS DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH PERATURAN DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH NOMOR : 06 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DINAS DAERAH PROPINSI SULAWESI TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SULAWESI TENGAH,

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH PROVINSI PAPUA

GUBERNUR PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH PROVINSI PAPUA GUBERNUR PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2010 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2010 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 70.623.211.429 31.273.319.583 8.012.737.962 316.844.352 110.226.113.326 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 70.609.451.524

Lebih terperinci

KEPALA DINAS. Subbagian Perencanaan Program. Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. Seksi. Kurikulum dan Pembelajaran

KEPALA DINAS. Subbagian Perencanaan Program. Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus. Seksi. Kurikulum dan Pembelajaran DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI RIAU 1 : PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU PAUD dan Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Non

Lebih terperinci

KEPUTUSAN NOMOR 54 TAHUN 2015 TENTANG KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL,

KEPUTUSAN NOMOR 54 TAHUN 2015 TENTANG KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL, BADAN INFORMASI GEOSPASIAL (BIG) Jl. Raya Jakarta-BogorKM. 46. Cibinong 69 Telepon. (0) 875 06-06. Faksimile. (0) 875 064 PO. Box. 46 CBI Website: http://www.big.go.id BADAN INFORMASI GEOSPASIAL KEPUTUSAN

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2008

LEMBARAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2008 No. Urut: 04 LEMBARAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH PROVINSI SUMATERA

Lebih terperinci

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Ketahanan Pangan dan Gizi adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Ketahanan Pangan dan Gizi adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan No.60, 2015 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KESEJAHTERAAN. Pangan. Gizi. Ketahanan. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5680) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK

Lebih terperinci

GUBERNUR BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 14 TAHUN 2013

GUBERNUR BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 14 TAHUN 2013 GUBERNUR BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PROVINSI BANTEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI NOMOR 8 TAHUN 2011

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI NOMOR 8 TAHUN 2011 SALINAN PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA PEMERINTAH PROVINSI PAPUA PERATURAN DAERAH PROVINSI PAPUA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS-DINAS DAERAH PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI PAPUA,

Lebih terperinci

BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Pada bab ini akan disampaikan seluruh program dalam RPJMD 2013-2017 baik yang bersifat Program Unggulan maupun program dalam rangka penyelenggaraan Standar Pelayanan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang II. Dasar Hukum III. Gambaran Umum 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Gambaran Umum Demografis 3. Kondisi Ekonomi BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

POIN DAN GRADE JABATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

POIN DAN GRADE JABATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR : 49 TAHUN 2013 TANGGAL : 31 DESEMBER 2013 POIN DAN GRADE JABATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI 1. SEKRETARIAT DAERAH Sekretaris Daerah 7000 15c

Lebih terperinci

SUBBAGIAN UMUM BIDANG BINA PERIBADATAN SEKSI PEMBINAAN HUKUM SYARIAT ISLAM SEKSI PENATAAN SARANA SEKSI KERJASAMA ANTAR LEMB.

SUBBAGIAN UMUM BIDANG BINA PERIBADATAN SEKSI PEMBINAAN HUKUM SYARIAT ISLAM SEKSI PENATAAN SARANA SEKSI KERJASAMA ANTAR LEMB. TATAKERJA DINAS SYARIAT ISLAM LAMPIRAN I QANUN PERENCANAAN, EVALUASI BINA PERIBADATAN BINA SYARIAT ISLAM DAKWAH DAN SYIAR ISLAM PEMBINAAN PERIBADATAN PENATAAN SARANA PEMBINAAN HUKUM SYARIAT ISLAM KERJASAMA

Lebih terperinci

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA B U P A T I WAKIL BUPATI

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA B U P A T I WAKIL BUPATI LAMPIRAN I : PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA B U P A T I WAKIL BUPATI DPRD DAERAH STAF AHLI Keterangan : INSPEKTORAT BAPPEDA : Garis Hubungan Kemitraan SATUAN POLISI PAMONG PRAJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH

Lebih terperinci