ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010"

Transkripsi

1 PERSEPSI MAHASISWA S1 AKUNTANSI TENTANGPENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk) (Studi Kasus Mahasiswa Program S1 Akuntansi IBN) Albertus Karjono Institut Bisnis Nusantara Jl. D.I.Panjaitan Kav. 24 Jakarta 1334 ABSTRAK Penelitian ini mengenai persepsi mahasiswa S1 Akuntansi Institut Bisnis Nusantara tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa S1 Akuntansi terhadap PPAk. Disamping itu, untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi tentang PPAk yang disebabkan perbedaan informasi, antara mahasiswa tahun angkatan 28, 29,dan 21. Responden pada penelitian untuk sampel sebanyak 18 orang dari populasi mahasiswa S1 Akuntansi angkatan tersebut sebanyak 123 mahasiswa. Responden terdiri atas mahasiswa angkatan 28 sebanyak 17 orang, mahasiswa angkatan 29 sebanyak 49 orang, dan mahasiswa angkatan 21 sebanyak 42 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 21. Data-data yang terkumpul terlebih dahulu di uji validitas (moment Pearson) dan reliabilitas (Alpha Cronbach). Dalam uji hipotesis pertama digunakan Uji T, sedangkan untuk uji hipotesa kedua digunakan indeks yang dikembangkan oleh Cronin dan Taylor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa akuntansi S1 telah memiliki persepsi positif terhadap PPAk dan tidak terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa angkatan 28, 29, maupun 21 mengenai PPAk. Semoga penelitian ini dapat memberikan kontribusi pemikiran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengembangkan program PPAk di Institut Bisnis Nusantara mengingat bahwa responden adalah calon pengguna program tersebut. Pendahuluan Pendidikan merupakan hal yang penting dalam proses kehidupan manusia karena dapat meningkatkan kemampuan seseorang secara kualitatif (Up Grading Human Resources). Pendidikan nasional selalu berubah dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan kurikulum, yang kadang dipicu oleh bergantinya Menteri Pendidikan Nasional. SK MENDIKNAS No.179/U/21 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) merupakan salah satu peraturan Menteri yang merubah kurikulum pendidikan akuntansi di Indonesia. Surat Keputusan ini menyebutkan bahwa mahasiswa yang lulus dari jurusan Akuntansi tidak secara otomatis Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 82

2 mendapatkan gelar akuntan sejak 31 Agustus 24 tetapi harus menempuh program Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) untuk mendapatkan gelar Akuntan (Ak). Program Pendidikan profesi Akuntansi diharapkan mampu menjawab kebutuhan akan pentingnya sumber daya manusia yang profesional dan kompeten di bidang Akuntansi. Reformasi pada wilayah sistem pendidikan Akuntansi, bertujuan untuk mengejar kesenjangan antara conceptual systems dengan physical systems yang selama ini menjadi kelemahan system pendidikan Akuntansi. Pendidikan Akuntansi selayaknya diarahkan untuk memberi pemahaman konseptual yang didasarkan pada penalaran sehingga ketika akhirnya masuk ke dalam dunia praktik dapat beradaptasi dengan keadaan sebenarnya dan memiliki resistance to change yang rendah terhadap gagasan perubahan atau pembaruan yang menyangkut profesinya (Suwardjono 1992 dalam Abdullah 22). Dorongan dan kritik dari praktisi dan kalangan bisnis yang notabene pemakai sumber daya akuntan terhadap kesenjangan antara profesi dan sistem pendidikan akuntansi, mengakibatkan pemerintah mengeluarkan kebijakan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 179/U/21 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta, kini telah memiliki izin untuk menyelenggarakan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Seperti yang telah diuraikan di atas dengan keberadaan PPAk ini, diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan kompetensi lulusan akuntan, hal ini disebabkan nantinya para akuntan harus mempunyai kredibilitas dalam menyusun dan melaksanakan review (audit) atas laporan keuangan, yang kemudian hasilnya akan digunakan oleh para pihak yang berkepentingan sebagai dasar pengambil keputusan. Dengan telah berdirinya Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), kita perlu mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa akuntansi sebagai stakeholder utama atau calon pengguna jasa dalam proses pendidikan profesi tersebut. Persepsi yang telah terbentuk pada mahasiswa baik positif ataupun negatif, nantinya akan mempengaruhi perilaku atau respon mereka terhadap keberadaan Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 83

3 Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan penelitian mengenai persepsi mahasiswa S1 akuntansi tantang PPAk. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Dunia praktik dan pendidikan akuntansi di negara Indonesia juga mengalami banyak perubahan semenjak munculnya ilmu Akuntansi. Pendidikan Akuntansi di Indonesia telah mengalami perubahan mendasar sejak awal tahun 199-an (Machfoedz 1999 dalam Abdullah 22). Diawali dengan berubahnya Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang diganti dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada Kongres Ikatan Akuntan Indonesia tahun 1994 yang juga menyepakati kelahiran Kompartemen Akuntan Pendidik. Perubahan berikutnya yaitu diberlakukannya Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (USAP) pada tahun Kemudian pada tahun 21, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 179/U/21 tentang Penyelenggaraan PPAk, setiap mahasiswa yang lulus dari jurusan Akuntansi tidak secara otomatis mendapatkan gelar akuntan (Ak) terhitung sejak 31 Agustus 24. Jadi bagi mahasiswa yang menginginkan gelar akuntan (Ak) harus terlebih dahulu mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Mahasiswa S1 Akuntansi setelah menyelesaikan program sarjana akan mendapat gelar Sarjana Ekonomi, tanpa adanya tambahan gelar akuntan sejak dikeluarkannya SK MENDIKNAS No.179/U/21. Lulusan tersebut mempunyai pilihan untuk meneruskan ke Pendidikan Profesi Akuntansi untuk mendapatkan gelar akuntan. Tanggapan serta kritikan bermunculan dari berbagai kalangan baik dari praktisi, kalangan bisnis, maupun kalangan akademisi. Adanya PPAk ini diharapkan menghasilkan sumber daya akuntan yang lebih berkompeten dan profesional dari sebelumnya. Mengenai kurikulum PPAk diatur oleh Ikatan Akuntan Indonesia sehingga nantinya sumber daya akuntan yang dihasilkan perguruan tinggi benar-benar sesuai dengan kualitas standar tertentu. Meskipun demikian ada pula penelitian yang kontra terhadap adanya PPAk. Santika (25) melihat bahwa adanya PPAk menimbulkan persepsi negatif dari calon mahasiswa terutama terkait masalah biaya pendidikan yang dikeluarkan dan waktu yang harus ditempuh. Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 84

4 Mahasiswa program studi Akuntansi adalah calon pengguna program PPAk, maka persepsi mahasiswa akuntansi diperlukan dalam rangka mengetahui pandangan atau pemahaman mereka tentang program PPAk. Persepsi adalah daya memahami sesuatu hal dengan jelas dan cermat. Dalam penelitian ini, penulis menempatkan lima indikator dalam mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai PPAk yang meliputi pentingnya gelar akuntan, minat dan kemampuan, instrumen pendukung penyelenggaraan PPAk, dan terakhir keterkaitan PPAk dengan dunia kerja. Hal ini bertujuan untuk menilai persepsi mahasiswa, apakah positif atau negatif terhadap adanya penyelenggaraan PPAk, positif dalam arti mahasiswa telah mengetahui atau mempersepsikan indikator tersebut dengan baik, karena pada akhirnya persepsi menjadi masalah penting yang sebisa mungkin diharapkan dapat dibentuk. Apabila ternyata ditemukan persepsi positif, maka dengan kata lain obyek yang dipersepsikan memberi stimulus berupa kondisi yang tidak menyimpang dari yang seharusnya dipenuhi oleh obyek persepsi tersebut. Disamping itu, peneliti ingin mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa akuntansi berdasarkan angkatannya masing-masing mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi. Apakah ada perbedaan persepsi yang dikarenakan perbedaan informasi, motivasi serta pengetahuan. Rumusan masalah : 1. Apakah mahasiswa Institut Bisnis Nusantara mempunyai persepsi positif tentang Pendidikan Profesi Akuntansi? 2. Apakah ada perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi angkatan 28, 29 dan 21 mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)?. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat behavioral (persepsi) karenanya data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Responden yang digunakan dalam penelitian ini meliputi mahasiswa S1 Akuntansi angkatan 28, 29 dan 21. Penelitian ini menggunakan metode proportional stratified random sampling dalam menentukan sampel. Populasi yang teridentifikasi sebanyak 123 mahasiswa dan Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 85

5 dari jumlah Mahasiswa S1 akuntansi itu kuisioner yang disebar oleh peneliti sebanyak 115 lembar dengan tingkat pengembalian 94% atau sebanyak 18 lembar. Metode pengambilan data menggunakan kuisioner, wawancara, dan studi pustaka. Kuisioner tersebut terbagi atas lima bagian atau variabel. Bagian pertama, berisi lima pertanyaan tentang pengetahuan mengenai Gelar Akuntan. Bagian ini berisikan perubahan mekanisme dalam mendapatkan gelar akuntan dari kementerian keuangan. Bagian kedua, berisi enam pertanyaan tentang minat dan kemampuan mahasiswa sebagai stakeholder baik dari sisi kapabilitas, kompetensi, dan biaya studi. Bagian ketiga, berisi empat pertanyaan mengenai kesiapan institusi dalam menyelenggarakan PPAk. Bagian keempat, berisi empat pertanyaan tentang instrumen pendukung penyelenggaraan PPAk baik sarana dan prasarana maupun kompetensi pengajarnya. Bagian kelima, berisi tujuh pertanyaan mengenai keterkaitan PPAk dengan dunia kerja. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert dengan skala 1 sampai 5. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat apakah mahasiswa Institut Bisnis Nusantara memiliki persepsi positif tentang PPAk dan mengetahui apakah ada perbedaan persepsi antara mahasiswa angkatan 28, 29 dan 21. Sebelum kuisioner didistribusikan, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dengan metode product momen Pearson dan uji reliabilitas dengan metode Cronbach s Alfa. Alat Analisis 1. Untuk menguji mengenai persepsi mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk dilakukan dengan: a. Menghitung rerata riil (Z), yaitu jumlah skor jawaban dibagi jumlah responden. b. Menghitung rerata harapan (μ), yakni 3 kali jumlah pertanyaan. c. Jika rerata riil lebih besar atau sama dengan rerata harapan maka persepsi responden positif tentang PPAk. Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 86

6 d. Uji statistik melalui Z observasi dalam distribusi normal, dengan rumus (Djarwanto PS dan Pangestu,2:194) : Z S n Keterangan : Z = rerata riil S = simpangan baku μ = rerata harapan n = jumlah sampel Rumus simpangan baku (S) (Sugiarto, 21:14): S n t 1 ( X ) n 1 2 e. Jika rerata riil lebih besar atau sama dengan rerata harapan maka persepsi responden positif tentang PPAk. 2. Sedangkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan persepsi antara mahasiswa angkatan 28, 29, dan 21 tentang PPAk, digunakan indeks persepsi yang dikembangkan oleh Cronin dan Taylor. Indeks Persepsi ini dapat digunakan untuk mengukur tingkat persepsi individual maupun tingkat persepsi secara menyeluruh. Total skor jawaban mahasiswa dimasukkan ke dalam rentang skala yang diperoleh dengan rumus (Cronin dan Taylor dalam Adhiatma, 21) dengan langkahlangkah sebagai berikut : Interval Skala = skala maksimal skala minimal Jumlah Kriteria Kriteria penilaian : Sangat Tidak Setuju atau Sangat Tidak Baik = 1 Tidak Setuju atau Tidak Baik = 2 Netral atau Cukup Baik = 3 Setuju atau Baik = 4 Sangat Setuju atau Sangat Baik = 5 Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 87

7 Dengan demikian dapat diperoleh : Interval skala untuk setiap responden adalah: Min = 1 x 24 x 1 = 24 Max = 1 x 24 x 5 = 12 Interval Skala = = 19,2 Setelah nilai interval diketahui, kemudian dibuat rentang skala sehingga dapat diketahui letak penilaian setiap responden. Adapun rentang skala tersebut adalah: 24 43,2 = Sangat Tidak Baik 44,2 62,4 = Tidak Baik 63,4 81,6 = Cukup Baik 82,6 1,8 = Baik 11,8 12 = Sangat Baik Rentang Skala di atas dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut : Sangat tdk baik Tidak Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik ,2 62,4 81,6 1,8 12 Hasil Penelitian Gambaran Umum Responden Objek penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi S1 Akuntansi angkatan Responden sebanyak 18 orang merupakan sampel yang diambil dari populasi mahasiswa Akuntansi angkatan Jumlah kuesioner yang tidak dikembalikan berjumlah 15 buah, sehingga data kuesioner yang terkumpul sebanyak 18 buah. Karakteristik responden terlihat dalam tabel 1 berikut ini. Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 88

8 Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Kategori Jumlah % Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan ,8% 6,2% Usia Responden < 18 tahun tahun >21 tahun ,9% 24,1% Angkatan ,7% 15,4% 38,9% Jurusan Waktu SMA IPA IPS ,6% 82,4% Motivasi memilih Prodi Prodi favorit 43 39,8% Akuntansi Kebetulan Lain-lain ,1% 49,1% Setelah lulus S1 Akuntansi Bekerja Melanjutkan Kuliah ,9% 11,1% Mengetahui SK Tahu 13 12% No.179/U/21 Tidak Tahu 95 88% Mengetahui PPAk Tahu Tidak Tahu ,7% 31,3% Minat ikut PPAk Ya Tidak ,6% 19,4% Uji Pendahuluan a. Uji Validitas Untuk pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, dilakukan percobaan terhadap instrumen penelitian kepada 3 orang responden mahasiswa yang terdistribusi merata. Untuk perhitungan, menggunakan metode korelasi product moment pearson dengan bantuan software SPSS 16. dan hasilnya dibandingkan dengan rtabel dengan a=,5 dan n = 3. Jika rhitung lebih besar dari rtabel Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 89

9 maka pertanyaan dikatakan valid. Skor tiap butir pertanyaan per variabel dimasukkan disertai dengan jumlah skor tiap butir pertanyaan. Tabel 2. Hasil Uji korelasi product moment Pearson No. Pertanyaan r-tabel r-hitung Keterangan 1 1 Mendapat Gelar Akuntan,361,457 valid 2 2 Mendapat Gelar Akuntan,361,476 valid 3 3 Mendapat Gelar Akuntan,361,612 valid 4 4 Mendapat Gelar Akuntan,361,59 valid 5 5 Mendapat Gelar Akuntan,361,471 valid 6 1 Minat dan Kemampuan,361,461 valid 7 2 Minat dan Kemampuan,361,471 valid 8 3 Minat dan Kemampuan,361,43 valid 9 4 Minat dan Kemampuan,361,247 tidak valid 1 5 Minat dan Kemampuan,361,135 tidak valid 11 6 Minat dan Kemampuan,361,469 valid 12 1 Kesiapan lembaga dalam PPAk,361,423 valid 13 2 Kesiapan lembaga dalam PPAk,361,442 valid 14 3 Kesiapan lembaga dalam PPAk,361,57 valid 15 4 Kesiapan lembaga dalam PPAk,361,545 valid 16 1 Sarana Pendukung PPAk,361,53 valid 17 2 Sarana Pendukung PPAk,361,478 valid 18 3 Sarana Pendukung PPAk,361,543 valid 19 4 Sarana Pendukung PPAk,361,436 valid 2 5 Sarana Pendukung PPAk,361,545 valid 21 1 PPAk terkait dengan dunia Kerja,361,676 valid 22 2 PPAk terkait dengan dunia Kerja,361,547 valid 23 3 PPAk terkait dengan dunia Kerja,361,587 valid 24 4 PPAk terkait dengan dunia Kerja,361,58 valid 25 5 PPAk terkait dengan dunia Kerja,361,419 valid 26 6 PPAk terkait dengan dunia Kerja,361,371 valid 27 7 PPAk terkait dengan dunia Kerja,361,56 valid Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 9

10 Berdasarkan hasil pengujian validitas di atas, diketahui terdapat dua item pertanyaan yang tidak valid, yakni item minat dan kemampuan. b. Uji Reliabilitas Kriteria penerimaan reliabilitas instrumen pertanyaan adalah bila r-hitung > r- tabel maka instrumen pertanyaan dinyatakan reliabel. Nilai tabel uji dua sisi pada taraf kepercayaan 95% atau signifikansi 5% dapat dicari berdasarkan responden atau N. Oleh karena N=3, maka derajat bebasnya N-2=3-2=28. Nilai r-tabel satu sisi pada df=28 dan p=5% adalah.347. Oleh karena nilai Alpha Cronbach =,897 ternyata lebih besar dari r tabel =,374 maka kuesioner yang diuji terbukti reliebel. Perhitungan dan Pembahasan Dari hasil pertanyaan yang diajukan dan dijawab responden, dihasilkan rerata riil sebesar 12,787 yaitu jumlah skor jawaban (11.11) dibagi jumlah responden (18). Sedangkan rerata harapan (μ) adalah 81 (3 kali jumlah pertanyaan atau 3x27). Hasilnya rerata riil lebih besar dibandingkan rerata harapan, sehingga dapat disimpulkan bahwa mahasiswa S1 Akuntansi Institut Bisnis Nusantara memiliki persepsi positif tentang PPAk. Untuk menguji adanya perbedaan persepsi antara mahasiswa Akuntansi angkatan 28, mahasiswa Akuntansi angkatan 29, dan mahasiswa Akuntansi angkatan 21 mengenai Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk), maka dilakukan pengukuran tingkat persepsi mahasiswa dengan menggunakan Indeks Persepsi yang dikembangkan oleh Cronin dan Taylor. Berdasarkan perhitungan kuesioner yang telah terkumpul, dapat diketahui tingkat persepsi mahasiswa akuntansi per angkatan yakni angkatan 28, angkatan 29, dan angkatan 21. Skala interval item jawaban pertanyaan untuk seluruh mahasiswa tiap angkatan adalah: Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 91

11 Mahasiswa angkatan 28 dengan jumlah responden 17 orang: Minimum = 17 x 27 x 1 = 459 Maximum = 17 x 27 x 5 = Interval Skala = ( )/5 = 367,2 Setelah nilai interval diketahui, kemudian dibuat rentang skala sehingga dapat diketahui letak penilaian setiap responden. Adapun rentang skala tersebut adalah: ,2 = Sangat Tidak Baik 826,2-1193,4 = Tidak Baik 1193,4 156,6 = Cukup Baik 156,6 1927,8 = Baik 1927, = Sangat Baik Rentang Skala di atas dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut : Sangat tidak baik Tidak Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik ,2 1193,4 156,6 1927, Mahasiswa angkatan 29 dengan jumlah responden 49 orang : Min = 49 x 27 x 1 = 1323 Max = 49 x 27 x 5 = 6615 Interval Skala = ( )/5 = 158,4 Rentang skala : ,4 = Sangat Tidak Baik 2381,4 3439,8 = Tidak Baik 3439,8 5556,6 = Cukup Baik 4498,2 5556,6 = Baik 5556, = Sangat Baik Sangat tidak baik Tidak Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik ,4 3439,8 4498,2 5556, Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 92

12 Mahasiswa angkatan 21 dengan jumlah responden 42 orang : Min = 42 x 27 x 1 = 1134 Max = 42 x 27 x 5 = 567 Interval Skala = ( )/5 = 97,2 Rentang skala : ,2 = Sangat Tidak Baik 241,2 2948,4 = Tidak Baik 2948,4 3855,6 = Cukup Baik 3855,6 4762,8 = Baik 4762,8 567 = Sangat Baik Sangat tidak baik Tidak Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik ,2 2948,4 3855,6 4762,8 567 Dari rentang skala diatas dapat diketahui tingkat persepsi mahasiswa tiap angkatan : Tabel 3 Tingkat Persepsi mahasiswa Akuntansi angkatan 28 tentang PPAk No Tingkat Persepsi Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik % % 17,7% 52,9% 29,4% Jumlah Responden % Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 93

13 Tabel 4 Tingkat Persepsi mahasiswa Akuntansi angkatan 29 tentang PPA No Tingkat Persepsi Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik % % 32,6% 49,% 18,4% Jumlah Responden % Tabel 5 Tingkat Persepsi mahasiswa Akuntansi angkatan 21 tentang PPAk No Tingkat Persepsi Frekuensi Persentase (%) Sangat Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik % % 7,1% 73,8% 19,1% Jumlah Responden % Dari hasil perhitungan di atas dapat dilihat bahwa ada kesamaan tingkat persepsi yang dominan, pada masing-masing angkatan. Mahasiswa Akuntansi 28 dengan tingkat persepsi baik 52,9% mahasiswa Akuntansi 2 berpersepsi baik sebanyak 49%, dan mahasiswa Akuntansi 21 juga berpresepsi baik sebanyak 73%. Berdasarkan hasil di atas maka disimpulkan bahwa ternyata tidak ada beda persepsi antara mahasiswa S1 akuntansi 28,29, dan 21 mengenai PPAk. Kesimpulan dan Saran Dari hasil analisis data dan pembahasan masalah yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Dari hasil pertanyaan yang diajukan dan dijawab responden, dihasilkan rerata riil sebesar 12,787 yaitu jumlah skor jawaban (11.11) dibagi jumlah responden (18). Sedangkan rerata harapan (μ) adalah 81 (3 kali Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 94

14 jumlah pertanyaan atau 3x27). Hasilnya adalah rerata riil lebih besar dibandingkan rerata harapan, sehingga dapat disimpulkan bahwa mahasiswa S1 akuntansi Institut Bisnis Nusantara memiliki persepsi positif tentang PPAk. Hal ini berarti bahwa Mahasiswa S1 Akuntansi telah memiliki persepsi bahwa dengan Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) kompetensi dan profesionalisme sumber daya akuntan lebih berkualitas. 2. Hasil perhitungan dalam analisis Indeks Persepsi Mahasiswa dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi angkatan 28, mahasiswa akuntansi angkatan 29, dan mahasiswa akuntansi angkatan 21 tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Berdasar kesimpulan penelitian di atas, maka dapat memberikan efek sebagai berikut : 1. Adanya persepsi mahasiswa S1 Akuntansi IBN tentang Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) secara positif, itu berarti mahasiswa telah mengetahui tujuan diselenggarakannya Pendidikan Profesi Akuntansi. Hal ini berarti bahwa dengan adanya Pendidikan Profesi Akuntansi akan mendapat dukungan yang positif dari kalangan mahasiswa akuntansi, karena mahasiswa Akuntansi adalah calon pengguna jasa Pendidikan Profesi Akuntansi nantinya. 2. Mahasiswa memahami akan tujuan PPAk yaitu menghasilkan sumber daya akuntan yang lebih berkompeten dan profesional, yang dalam proses pendidikannya perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, tentunya dengan biaya yang relatif mahal. Oleh karena itu disarankan agar pihak penyelenggara perlu ada pendekatan berupa sosialisasi secara intensif kepada mahasiswa mengenai manfaat apa atau hal-hal apa saja yang diperoleh ketika mahasiswa mengikuti program PPAk dengan motivasi agar mahasiswa bersemnagat dalam mengambil PPAk, adanya dukungan sarana prasarana, serta biaya terjangkau. Tentunya semua untuk mencerdaskan anak bangsa. Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 95

15 DAFTAR PUSTAKA ESENSI Volume 13 No.2 Desember 21 Abdullah, 22, Persepsi Mahasiswa Akuntansi terhadap Profesi Akuntansi terhadap Profesi Akuntan Publik: Sebuah Studi Empiris, Journal Media Riset Akuntansi, Auditing, dan Informasi Vol 2 No 1 April 22, Jakarta Anonim, 22, Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Akuntan, IAI, Jakarta. Cooper, Donald R dan C.W. Emory, 1998, Metodologi Penelitian Bisnis, Widyono S, Uka W, Erlangga, Jakarta. Djarwanto Ps dan Pangestu S, 2, Statistik Induktif, Edisi keempat, Cetakan Kelima, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta. Icuk Rangga Bawono, dkk. Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi Reguler Tentang PPAk. Di akses dari Internet. Idrus, 23, Deskripsi dan Eksistensi Pendidikan Profesi Akuntan ditinjau dari Joel G. Siegel dan Jae K Shim, 1999, Kamus Istilah Akuntansi, Cetakan Ketiga, PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Penerbit Andi, Mengolah Data Statistik Hasil Penelitian dengan SPSS. Andi Offset Yogyakarta Rahayu, Wahyudi, 23, IAI : Implikasi dari Era Globalisasi terhadap Pendidikan Akuntan dan Prospek Kerja, Makalah dalam Seminar Perspektif Pendidikan Sugiarto, dkk. 21, Teknik Sampling, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Sugiyono, 29, Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung Buku dan Software SPSS seri 16 Albertus Karjono: Persepsi Mahasiswa S1 Akuntansi tentang PPAk... 96

Icuk Rangga Bawono 1 Mochamad Novelsyah 2 Arum Lutfia 3 ABSTRACT

Icuk Rangga Bawono 1 Mochamad Novelsyah 2 Arum Lutfia 3 ABSTRACT PERSEPSI MAHASISWA S1 AKUNTANSI REGULER DAN EKSTENSI TENTANG PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk) (STUDI KASUS PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN SWASTA M DI KOTA PURWOKERTO JAWA TENGAH) Icuk Rangga Bawono

Lebih terperinci

PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI REGULER DAN NON REGULER TENTANG PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI REGULER DAN NON REGULER TENTANG PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI PERSEPSI MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI REGULER DAN NON REGULER TENTANG PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI Icuk Rangga Bawono Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman E-mail: cukycute@yahoo.com Mochamad

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diminat oleh mahasiswa saat ini. Dari hasil penelitian Tengker dan Morasa (2007)

BAB I PENDAHULUAN. diminat oleh mahasiswa saat ini. Dari hasil penelitian Tengker dan Morasa (2007) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakar Masalah Akuntansi merupakan salah satu jurusan di fakultas ekonomi yang banyak diminat oleh mahasiswa saat ini. Dari hasil penelitian Tengker dan Morasa (2007) menyebutkan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Akuntansi merupakan salah satu jurusan di fakultas ekonomi yang banyak diminati oleh mahasiswa saat ini. Pendidikan akuntansi harus menghasilkan akuntan yang profesional sejalan dengan perkembangan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penelitian deskriptif ditandai adanya upaya untuk mengetahui

Lebih terperinci

Titik Chomariyati F BAB I PENDAHULUAN. kualitas pendidikannya, hal ini terjadi karena akuntan merupakan produk dari

Titik Chomariyati F BAB I PENDAHULUAN. kualitas pendidikannya, hal ini terjadi karena akuntan merupakan produk dari The perceptions of accounting lecturers and accounting university students towards the Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) in Indonesia and Financial Accounting Standards (FAS) in Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data yang dikumpulkan melalui instrumen angket adalah data untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Data yang dikumpulkan melalui instrumen angket adalah data untuk 49 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Data Data yang dikumpulkan melalui instrumen angket adalah data untuk variabel X (Persepsi Siswa tentang Keterampilan Mengajar Guru PLP) yang terdiri

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. berasal dari jawaban responden terhadap daftar pernyataan yang dituangkan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. berasal dari jawaban responden terhadap daftar pernyataan yang dituangkan BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Karakteristik Responden Dalam bab IV disajikan analisis terhadap data yang diperoleh selama penelitian. Data yang terkumpul merupakan data primer, yaitu

Lebih terperinci

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 JURNAL PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diminati mahasiswa saat ini, hal ini dikarenakan bahwa rata-rata mahasiswa

BAB I PENDAHULUAN. diminati mahasiswa saat ini, hal ini dikarenakan bahwa rata-rata mahasiswa 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akuntansi merupakan salah satu jurusan di Fakultas Ekonomi yang banyak diminati mahasiswa saat ini, hal ini dikarenakan bahwa rata-rata mahasiswa memilih jurusan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, objek adalah hal, perkara, atau orang menjadi pokok pembicaraan; dijadikan sasaran diteliti, diperhatikan. Objek dalam

Lebih terperinci

ABSTRAK. professional mempunyai hasil Chi-kuadrat hitung = dan Chi-kuadrat tabel = jadi H

ABSTRAK. professional mempunyai hasil Chi-kuadrat hitung = dan Chi-kuadrat tabel = jadi H ABSTRAK Berkarir di Kantor Akuntan Publik merupakan karir yang sangat menjanjikan karena diharga secara finansial. Karir sebagai akuntan publik memberikan tantangan intelektual dan pengalaman belajar sehingga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menentukan adanya kesamaan status gejala tersebut dengan membandingkannya

BAB III METODE PENELITIAN. menentukan adanya kesamaan status gejala tersebut dengan membandingkannya BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipologi Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey, dimana penelitian ini akan mengambil sampel dari satu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dibutuhkan suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang dimaksud

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka suatu penelitian memerlukan suatu metode penelitian. Menurut Sugiyono (2008:2) Metode penelitan pada dasarnya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas mengenai lokasi, populasi, sampel, desain penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001: 2008 TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 SEDAYU BANTUL JURNAL SKRIPSI

PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001: 2008 TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 SEDAYU BANTUL JURNAL SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001: 2008 TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 SEDAYU BANTUL JURNAL SKRIPSI Oleh : Eko Supriyadi Sumarjo H PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun 22 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei Semester genap Tahun Pelajaran 2013-2014. Tempat Penelitian adalah SMP Negeri 1 Kotabumi, SMP

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al-

III. METODE PENELITIAN. SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al- III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester genap SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2011/2012. SMA Al- Azhar 3 Bandar

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. penelitian ini dipilih berdasarkan kemudahan dalam memperoleh data dan mahasiswa

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. penelitian ini dipilih berdasarkan kemudahan dalam memperoleh data dan mahasiswa BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN III.1. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah mahasiswa - mahasiswi jurusan Akuntansi angkatan 2007-2008 dan program ganda (Akuntansi - Sistem Informasi) angkatan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: mahasiswa akuntansi, mahasiswi akuntansi, profesi akuntan

ABSTRAK. Kata kunci: mahasiswa akuntansi, mahasiswi akuntansi, profesi akuntan PERBEDAAN PERSEPSI ANTARA MAHASISWA DENGAN MAHASISWI AKUNTANSI TERHADAP PROFESI AKUNTAN (Studi Kasus di Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi. PENGARUH MOTIVASI TERHADAP MINAT MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang difokuskan pada kajian

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang difokuskan pada kajian 43 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang difokuskan pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis, Sifat dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah field research (penelitian lapangan) 1 yaitu suatu penelitan yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek / Subyek Penelitian Obyek yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berlokasi di Kampus Terpadu, Jl. Lingkar Selatan, Tamantirto,

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Pengujian Instrumen Penelitian Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari instrumen penelitian yang digunakan agar menghasilkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, yakni menitikberatkan pada masalah atau peristiwa yang berlangsung dengan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Objek Penelitian Pelaksanaan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Kartini Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang dilatarbelakangi bahwa kondisi pendidikan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi kasus di kawasan usaha agroindustri terpadu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi kasus di kawasan usaha agroindustri terpadu III. METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini merupakan studi kasus di kawasan usaha agroindustri terpadu Kecamatan Pesisir Selatan Kabupaten Pesisir Barat. Pengumpulan data dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Penelitian korelasi menurut Suharsimi (2010) adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 6

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 6 36 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 6 Metro pada semester genap tahun pelajaran 01/013 yang terdiri dari 3 kelas yaitu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data Badan Statistik Indonesia menjelaskan sebagai berikut : Lowongan Pencari kerja

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data Badan Statistik Indonesia menjelaskan sebagai berikut : Lowongan Pencari kerja BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persaingan dalam dunia kerja selalu meningkat seiring perkembangan waktu. Jumlah angkatan kerja yang tinggi tidak mampu ditampung oleh jumlah lapangan kerja megakibatkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis. Sugiyono

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Pegawai merupakan asset utama perusahaan yang menjadi perencana dan pelaku aktif dari setiap aktivitas organisasi. Mereka mempunyai pikiran, perasaan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto,

BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian merupakan keseluruhan cara atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian mulai dari merumuskan masalah

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk 44 III. METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional Penelitian Konsep dasar dan definisi operasional mencakup pengertian untuk mendapatkan data yang akan dianalisis dengan mengoperasionalkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di yang beralamatkan di Jl. Penghulu KH. Hasan Mustapa No. 23 kota Bandung Provinsi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang sedang diteliti. Sehubungan dengan hal ini, Suharsimi Arikunto (00:136)

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar

BAB III METODA PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar 27 BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Lingkup Penelitian Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar daerah operasi perusahaan yakni di daerah kampung Sakarum, Nasef, Malabam,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan adalah penelitian non eksperimental, yaitu penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan adalah penelitian non eksperimental, yaitu penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN 4. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental, yaitu penelitian yang digunakan

Lebih terperinci

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 18 responden laki-laki dengan persentase 43% dan 24 orang responden

Berdasarkan Tabel 4.1 di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 18 responden laki-laki dengan persentase 43% dan 24 orang responden BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan pada ERHA CLINIC Bandung Hasil Penelitian pada bab ini penulis membahas hasil penelitian tentang pengaruh Pelatihan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian

METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam menjelaskan dan menjawab permasalahan yang dikemukakan, diperlukan metode penelitian dengan teknik pengumpulan data yang tepat dan akurat agar tujuan dari penelitian dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Penelitian observasional deskriptif adalah peneliti melakukan

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Penelitian observasional deskriptif adalah peneliti melakukan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pendekatan ini memnungkinkan dilakukannya

Lebih terperinci

BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang

BAB III. Metodologi Penelitian. Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian yang 28 BAB III Metodologi Penelitian 3.1. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan pemahaman matematis siswa SMA IPS melalui pembelajaran dengan pendekatan Contextual

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN IV.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini mengambil sampel Mahasiswa Akuntansi Universitas Bina Nusantara. Ganda (2004) mengatakan Mahasiswa adalah individu

Lebih terperinci

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN. Oleh : Dr. Bambang Widjarnoko. SE.

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN. Oleh : Dr. Bambang Widjarnoko. SE. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN Oleh : Dr. Bambang Widjarnoko. SE.,MM ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gaya kepemimpinan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang bersistem; sekumpulan peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh

BAB 3 METODE PENELITIAN. yang bersistem; sekumpulan peraturan, kegiatan dan prosedur yang digunakan oleh BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian 3.1.1 Metodologi dan Metode Penelitian Metode adalah ilmu tentang kerangka kerja untuk melaksanakan penelitian yang bersistem; sekumpulan peraturan, kegiatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan suatu kerangka kerja yang digunakan dalam melaksanakan suatu penelitian. Adapun desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek dari penelitian ini adalah pengguna sepatu Converse, dan lokasi dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. 3.2 Populasi dan Sampel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional ialah suatu

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional ialah suatu BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pendekatan cross sectional ialah suatu penelitian untuk

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1 1 BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakterisitik Responden Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar sebanyak 100 orang yang penulis temui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Penelitian survei ini

BAB III METODE PENELITIAN. kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Penelitian survei ini BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Menurut Singarimbun (1989: 3) penelitian survei merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan 15 Maret-28 Mei tahun akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan (Notoatmodjo, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan 15 Maret-28 Mei tahun akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan (Notoatmodjo, 2010). 33 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gorontalo, Kota Gorontalo. 3.1.2 Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penilitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan pada Variabel yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penilitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan pada Variabel yang 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penilitian ini adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan pada Variabel yang diteliti, masalah yang dirumuskan dan hipotesis yang diajukan, maka penelitian

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN 35 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji suatu kebenaran pengetahuan dengan menggunakan cara atau metode yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kecerdasan Spiritual Siswa di SMA Negeri 1 Kunto Darussalam. Bulan April sampai dengan Bulan Juni 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. Kecerdasan Spiritual Siswa di SMA Negeri 1 Kunto Darussalam. Bulan April sampai dengan Bulan Juni 2014. BAB III METODE PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mencari Pengaruh Minat Mengikuti Layanan Bimbingan Kelompok terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa di SMA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro.

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lokasi penelitian merupakan suatu tempat dimana peneliti akan memperoleh atau mencari suatu data yang berasal dari responden yang akan diteliti oleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang dipakai merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di jalan Dr. Setiabudhi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan terhadap guru-guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan sampel sebanyak 140 orang. Data penelitian diambil menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan metode yang akan ditempuh dalam penelitian, sehingga rumusan masalah dan hipotesis yang akan diajukan dapat dijawab dan diuji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. independent (bebas) dan variabel dependet (terikat). Variabel bebas yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. independent (bebas) dan variabel dependet (terikat). Variabel bebas yaitu BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel yaitu variabel independent (bebas) dan variabel dependet (terikat).

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang tepat sangat diperlukan dalam pelaksanaan suatu penelitian. Metode penelitian dapat digunakan sebagai pedoman

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang hubungan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai suatu bidang pengetahuan dalam akuntansi, pemeriksaan

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai suatu bidang pengetahuan dalam akuntansi, pemeriksaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagai suatu bidang pengetahuan dalam akuntansi, pemeriksaan akuntan (atau lebih tepat disebut pengauditan) merupakan pengetahuan yang tidak dapat dipisahkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengungkapkan korelatif antara dua variabel, variabel independent (tingkat pendidikan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. responden yang terdiri atas lima Kantor Akuntan Publik dan 4 Universitas Negeri dan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. responden yang terdiri atas lima Kantor Akuntan Publik dan 4 Universitas Negeri dan 64 BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Sampel Penelitian Data pada penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada responden yang terdiri atas lima Kantor Akuntan Publik dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hendaknya metode penulisan dengan memperhatikan kesesuaian antara objek yang

BAB III METODE PENELITIAN. hendaknya metode penulisan dengan memperhatikan kesesuaian antara objek yang BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara atau prosedur untuk mengetahui dan mendapatkan data dengan tujuan tertentu yang menggunakan teori dan konsep yang bersifat empiris, rasional

Lebih terperinci

Ulfa Nurhayani (Universitas Negeri Medan) Abstrak

Ulfa Nurhayani (Universitas Negeri Medan) Abstrak Vol. 4 N0.1 Juni 2012 PENGARUH MOTIVASI TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI UNTUK MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk) (STUDI EMPIRIS PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA MEDAN) Ulfa Nurhayani (Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna pendekatan yang nantinya akan digunakan untuk memecahkan masalah. Adapun metode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Kerangka Penelitian Kerangka penelitian ini adalah langkah demi langkah dalam penyusunan Tugas Akhir mulai dari tahap persiapan penelitian hingga pembuatan dokumentasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar profesi Akuntan. Pendidikan ini harus

BAB I PENDAHULUAN. perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar profesi Akuntan. Pendidikan ini harus BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) adalah pendidikan lanjutan pada perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar profesi Akuntan. Pendidikan ini harus dijalani setelah

Lebih terperinci

Ekonomi FKIP UKSW Salatiga yang kuliah pada semester genap 2015/2016.

Ekonomi FKIP UKSW Salatiga yang kuliah pada semester genap 2015/2016. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian di lapangan, maka perlu disusun metode penelitian yang tepat untuk digunakan menyusun penelitian dalam studi. Oleh karena

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen, dimana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh 1. Tujuan Penelitian

Lebih terperinci

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin, 51 BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan deskripsi tentang deskripsi responden dan analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. masalah dalam penelitian. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan

BAB III METODE PENELITIAN. masalah dalam penelitian. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan 22 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang berisikan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mengumpulkan data dengan tujuan dapat menjawab masalah dalam penelitian. Melalui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan model

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan model A. Waktu dan Tempat Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri Tambang pada semester genap tahun pelajaran 014/015 yaitu mulai tanggal 10 Maret sampai 4 April 014

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat dilaksanakannya penelitian guna memperoleh data yang diperlukan. Penelitian

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan Metode yang digunakan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan Metode yang digunakan III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah deskriptif, sedangkan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ex post facto yang mengambil sampel dari populasi. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental secara analitik korelasi dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental secara analitik korelasi dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental secara analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jenis ini dipilih untuk mencari hubungan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan subyek penelitian Penyusunan Instrumen Penelitian (kuesioner)

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Tabel 3.1. Jadwal Penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Tabel 3.1. Jadwal Penelitian 31 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pendahuluan Bab berikut akan menjelaskan mengenai tempat dan waktu penelitian, strategi penelitian, variabel penelitian, instrumen penelitian, analisa data serta populasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan dan menyimpulkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nasabah atau trader yang melakukan trading valas pada PT Fasting Futures Semarang, baik kategori mini

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. sikap mahasiswa terhadap adopsi ebook melalui angka-angka. Karena itu tipe

III. METODE PENELITIAN. sikap mahasiswa terhadap adopsi ebook melalui angka-angka. Karena itu tipe 33 III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan apakah ada pengaruh persepsi dan sikap mahasiswa terhadap adopsi ebook melalui angka-angka. Karena itu tipe penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan desain atau suatu proses yang memberikan arahan atau petunjuk secara sistematis kepada peneliti dalam melakukan proses penelitian.

Lebih terperinci

Jurnal : Peran Audit Internal dalam Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance. Vicky Dzaky C. P. (0109U189) Universitas Widyatama

Jurnal : Peran Audit Internal dalam Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance. Vicky Dzaky C. P. (0109U189) Universitas Widyatama PERAN AUDIT INTERNAL DALAM UPAYA MEWUJUDKAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (Studi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung) Vicky Dzaky C. P. 0109U189 ABSTRAK Audit internal adalah suatu

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan sebuah rancangan bagaimana suatu penelitian akan dilakukan. Rancangan tersebut digunakan untuk mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian tentang Studi komparasi motivasi belajar PAI antara yang menggunakan moving class (SMA N 8 Semarang) dan yang tidak menggunakan moving

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yaitu penelitian yang mendasarkan pada perhitungan angka-angka atau statistik, dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu. menggunakan angka-angka untuk menyimpulkan hasil penelitian.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu. menggunakan angka-angka untuk menyimpulkan hasil penelitian. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu menggunakan angka-angka untuk menyimpulkan hasil penelitian. penelitian ini termasuk penelitian

Lebih terperinci