BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 27 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Sekolah SDN 1 Lupoyo yang berlokasi di Jln. Olitule tepatnya di desa lupoyo kec. Telaga biru kab. Gorontalo yang didirikan pada tahun 1955 dan beroperasi juga pada tahun yang sama memiliki bangunan permanen dengan luas tanah m dan luas bangunan 567 m. Hingga saat ini telah memiliki 8 ruang kelas dengan rincian masing-masing ruang kelas 1 jumlah rombel satu dan kelas 2 jumlah rombel dua kelas, kelas 3 memiliki satu rombel, kelas 4 dengan satu rombel, kelas 5 dengan dua rombel kelas dan untuk kelas 6 hanya memilik satu rombel. Saat ini SDN 1 Lupoyo saat ini di pimpin oleh Bapak Johan Ali, S.Pd dan hingga saat ini memiliki 200 jumlah siswa dan 10 orang tenaga pengajar sebagimana pada rincian berikut ini: Keadaan Siswa Tabel 1. Keadaan siswa Menurut tingkatan kelas di SDN 1 Lupoyo Tahun Ajaran 2012/2013 No 1. Kelas I Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Jumlah II III IV V VI Jumlah (Sumber Data: SDN 1 Lopoyo Kec. Telaga Biru Kab. Gorontalo, 2013)

2 28 Tabel 1 di atas menunjukan bahwa jumlah seluruh siswa pada SDN 1 Lupoyo kec. Telaga Biru Kab Gorontalo adalah 200 Siswa yang tersebar pada 6 tingkatan kelas. Dengan demikian jelas rasio siswa dengan jumlah kelas yang ada sangat baik dan representatif untuk proses pembelajaran Keadaan Guru SDN 1 Lupoyo Kec. Telaga Biru Guru sebagai komponen penting yang turut menunjang proses belajar mengajar di sekolah setelah siswa. Adapun keadaan guru pada SDN 1 Lupoyo Kec. Telaga Biru dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Keadaan Guru SDN 1 Lupoyo Kec. Telaga Biru T.P 2012/2013 No 1. Nama Johan Ali, S.Pd Jenis kelamin L Jabatan Kepala Sekolah 2. Euis Djafar Pido, S.Pd P Wali Kelas VI 3. Abubakar Nusuri, S.Pd L Wali Kelas V 4. Silawaty Goma, S.Pd P Wali Kelas IV 5. Hasilina Muda P Wali Kelas III 6. Rita H. Dumako P Wali Kelas II 7. Hj Rosmin Umar, S.Pdi P Wali Kelas I 8. Lusiana Ishak Utina, S.Pd P Guru Mata Pelajaran 9. Marta Nusi P Guru Mata Pelajaran 10. Yulin S. Mohune P Guru Mata Pelajaran (Sumber Data: SDN 1 Lupoyo Kec. Telaga Biru Tahun 2013) Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa sebagian besar guru di sekolah tersebut sudah menyandang predikat sarjana dan diploma. Hal ini sangat berpengaruh terhadap suatu kemajuan yang sangat besar bagi sekolah ini, karena dengan kondisi kualitas SDM siswa akan meningkat.

3 Deskripsi hasil penelitian Pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang membelajarkan materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatanya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat dengan menggunakan model pembelajaran tipe STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas IV SDN I Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo pada semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013 telah berlangsung dalam dua siklus pembelajaran Observasi Awal Dari kegiatan observasi awal terhadap subjek penelitian dimana sebagai data awal yang menjadi dasar penelitian dapat dideskprisikan dari data hasil observasi awal yang dicapai siswa dari 34 orang jumlah siswa keseluruhan yang dikenai tindakan nampak masih mendominasi siswa yang belum mencapai target ketuntasan dengan 27 siswa atau 79% sedangkan siswa yang telah berhasil mencapai target hanya 7 orang siswa atau 21%. Sebagaimana nampak pada tabel 3 berikut ini:

4 30 Tabel 3 Hasil belajar siswa pada observasi awal No Nama Siswa Perolehan Nilai Tuntas Keterangan Belum Tuntas 1 Adrian Karim 60-2 Husain Hasan 78-3 Nelson Lateka 50-4 Dandi S Suma 65-5 Armin Mustapa 45-6 Riski Abubakar 50-7 Andika Kilo 55-8 Dwi Praditya Ntuiyo 75-9 Abdul Zakaria Usman Suspandi Lawani Yusnan N.Kadir Mohamad Husain Noval Hasan Firman Usman Ibrahim K. Utina Rido Jafar Husain Adam Hilala Ilham Ferawati Lateka Ismawati Kasim Ainun Hasan Nurcahyani Ukilo Perawati Maliki 50 -

5 31 24 Anggriani Kaharu Nurainsyah Mohammad Anisa Akuba Irmawati Kilo Karmila K.Hasan Fatmawati Mohamad Rapika Mou Handayani Akuba Pingki Duyo Laila Akuba Firawati Usman 55 - Jumlah Daya Serap 62 Persentase Ketuntasan 21 % Dari hasil yang diperoleh pada observasi awal ini, maka peneliti dan guru mitra sebagai observer merumuskan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi dilingkungan setempat melalui model pembelajaran tipe STAD Hasil Pelaksanaan Tindakan Pada Siklus I Pengambilan data siklus I dilakukan secara bersama- sama oleh peneliti dan guru mitra. Kegiatan guru melaksanakan proses pembelajaran maupun aktifitas siswa selama menjalani proses pembelajaran diamati oleh guru mitra selaku observer dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

6 Hasil pengamatan kegiatan guru kegiatan guru dalam proses pembelajaran siklus I diamati oleh seorang guru mitra selaku observer. Aspek kegiatan guru yang diamati dan dinilai terdiri dari 15 butir, yang meliputi kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup, dengan aspek- aspek: 1) berdoa sambil menyiapkan siswa untuk menerima pelajaran; 2) menumbuhkan motivasi siswa; 3) apersepsi, dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan; 4) menjelaskan tujuan pembelajaran; 5) memberikan kesempatan bertanya pada siswa berkaitan dengan tujuan pembelajaran; 6) membagi siswa dalam kelompok; 7) menjelaskan materi; 8) membagi LKS pada setiap kelompok; 9) menjelaskan cara kerja kelompok; 10) membimbing kelompok dalam mendiskusikan/ mengerjakan LKS; 11) membimbing kelompok dalam mempresentasikan hasil kerja masing - masing kelompok; 12) bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan kelompok; 13) bersama siswa membuat kesimpulan materi; 14) memberikan tes tertulis; 15) menutup pelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan observer pada pembelajaran siklus I, diperoleh data bahwa dari 15 aspek kegiatan guru yang diamati dan dinilai, 2 aspek mencapai (13%) kriteria sangat baik (SB),10 aspek (67%) mencapai kriteria baik (B) dan 3 aspek (20%) kegiatan guru mencapai kriteria cukup (C). Untuk lebih jelasnya hasil pengamatan kegiatan guru pada siklus I ini dapat dilihat pada lampiran 4 halaman 59.

7 Hasil Pengamatan Aktivitas Belajar Siswa Dari hasil pengamatan aktifitas belajar siswa siklus I dapat dilihat dari ketiga aspek pengamatan kegiatan siswa sebagaimana yang nampak pada tabel di bawah ini: No Indikator Penilaian Jumlah Siswa 1 Kerjasama dalam kelompok 2 Keberanian mengemukakan pendapat 3 Ketepatan menyimpulkan materi Persentase (%) Baik Cukup 7 21 Kurang Baik Cukup 9 26 Kurang Baik Cukup 5 15 Kurang Dari hasil pengamatan aktifitas siswa pada siklus I dapat dideskripsikan bahwa: Aspek kerjasama dalam kelompok nampak siswa yang masuk pada kategori Sangat Baik (B) 15 orang siswa atau 44 % dan kategori Cukup (C) nampak 7 orang siswa atau 21 % sedangkan kategori Kurang (K) terdapat 12 orang siswa atau 35 %. Untuk aspek keberanian mengemukakan pendapat siswa yang nampak Baik (B) terdapat 11 orang siswa dengan 33 % sedangkan siswa yang masuk pada kategori Cukup (C) 9 siswa dengan persentase 26 % dan siswa yang masuk pada kategori Kurang (K) 14 orang siswa persentase 41 %. Serta pada aspek Ketepatan menyimpulkan materi nampak untuk kategori Baik (B) 14 siswa dengan persentase 41 % dan kategori Cukup (C) 5 orang siswa dengan 15 % sedangkan untuk kategori Kurang (K) nampak 15 siswa 44 %. Untuk lebih jelasnya hasil pengamatan aktivitas belajar siswa siklus I ini dapat dilihat pada lampiran 5 halaman 60.

8 Hasil Belajar Siswa Untuk mengukur hasil belajar siswa pada materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat, maka pada akhir pembelajaran siklus I dilakukan evaluasi tertulis menggunakan tes uraian. Soal yang digunakan pada akhir pembelajaran siklus I terdiri dari empat butir yang dilengkapi dengan rubrik penilaian. Berdasarkan evaluasi tertulis terhadap 34 orang siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 2012/2013 yang dikenakan tindakan diperoleh data hasil belajar siswa sebagimana nampak pada tabel dibawah ini : Tabel Hasil Belajar Siswa Pada tindakan siklus I Keterangan Uraian Nilai No Jumlah Tidak Siswa Tuntas Tuntas < Dari tabel di atas dapat dideskripsikan dimana dari 34 jumlah keseluruhan siswa yang dikenai tindakan terdapat 23 orang siswa yang telah berhasil mencapai target ketuntasan yang telah ditetapkan dengan persentase 68 %. rentang capain antara terdapat 1 orang siswa atau 3 % dan untuk rentang nilai terdapat 9 orang siswa atau 26 % dan untuk rentang nilai ada 13 siswa atau 38 %. Sehingga hasil belajar siswa pada tindakan siklus I ini siswa yang telah

9 35 tuntas terdapat 23 orang siswa atau jika dipersentasekan mencapai 68 %. Sedangkan siswa yang belum mencapai target ketuntasan pada kegiatan siklus I ini ada 11 orang siswa atau 32 % dan daya serap pada siklus I ini baru mencapai 73 %. Untuk lebih jelasnya hasil belajar siswa pada kegiatan siklus I ini dapat dilihat pada lampiran 6 halaman Refleksi Siklus I Refleksi dilakukan melalui diskusi dengan guru mitra yang bertindak selaku observer setelah pembelajaran siklus I dilaksanakan. Refleksi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah tindakan yang dilaksanakan telah sesuai dengan yang direncanakan serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatanya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat yang di belajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan refleksi tersebut diketahui bahwa telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari kegiatan observasi awal akan tetapai sesuai indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan 80% siswa yang dikenakan tindakan memperoleh hasil belajar minimal 75 keatas sesuai KKM. Belum optimalnya capaian pada siklus I diduga disebabkan sebagai aspek pembelajaran, baik menyangkut kegiatan guru melaksanakan pembelajaran melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD maupun aktivitas siswa yang belum optimal. Dari hasil observasi serta saran-saran yang diberikan guru observer diketahui kegiatan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran serta

10 36 aktivitas siswa yang belum optimal selama menjalani proses pembelajaran, meliputi aspek- aspek sebagai berikut: 1) Guru kurang memberikan kesempatan bertanya kepada siswa. 2) Guru kurang membimbing siswa dalam mendiskusikan/mempresentasikan hasil kerja kelompok. 3) Pada akhir pembelajaran guru tidak mengarahkan siswa mencatat bagianbagian penting dari materi, sehingga sebahagian besar siswa tidak dapat mengambil makna dari materi yang telah diajarkan. Selain itu, aktifitas siswa yang belum dilakukan secara optimal adalah menyangkut aspek-aspek sebagai berikut. 1) Setiap kelompok nampak belum ada sikap saling kerja sama dalam memecahkan soal pada LKS yang telah di bagikan 2) Pada saat diskusi kelompok siswa belum memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat. 3) Kemampuan siswa mengambil makna atau simpulan dari materi belum optimal. Minimnya optimalisasi proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dan siswa menyebabkan hasil belajar yang dicapai pada pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat tidak seperti yang ditetapkan pada indikator keberhasilan tindakan. Dari 34 siswa yang dikenai tindakan pada pembelajaran siklus I hanya 23 orang atau 68% yang dinyatakan tuntas belajar.

11 37 Memperhatikan data tersebut berarti peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN Telaga Biru Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo pada pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya Alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD belum dapat dicapai, karena hasilnya masih di bawah indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu 80%. Hal tersebut yang menjadi pokok bahasan antara peneliti dan observer dalam refleksi, sehingga disepakati bahwa aspek-aspek kegiatan pembelajaran akan diperbaiki dan disempurnakan pada proses pembelajaran berikutnya, yakni pada kegiatan pembelajaran siklus II Hasil Pelaksanaan Tindakan Pada Siklus II Pembelajaran siklus II diarahkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan aspek-aspek pembelajaran yang belum terlaksana dengan baik pada siklus I. Dasar dan pertimbagan untuk membuat perencanaan pembelajaran siklus II adalah hasil observasi pada pembelajaran siklus I. Oleh karena itu, sebelum pembelajaran siklus II dilaksanakan, peneliti merencanakan perbaikan terhadap proses pembelajaran yang akan dilaksanakan, yakni menyangkut aspekaspek berikut. 1) Guru harus memberikan kesempatan bertanya kepada siswa baik berkaitan dengan proses pembelajaran yang akan dilakukan maupun menyangkut materi yang diajarkan.

12 38 2) Guru perlu membimbing siswa dalam mendiskusikan/mempresentasikan hasil kerja kelompok. 3) Pada akhir pembelajaran guru perlu mengarahkan siswa membuat rangkuman materi. Selain itu, aktifitas siswa yang perlu dioptimalkan pada pembelajaran siklus II menyangkut aspek-aspek sebagai berikut. 1) Siswa diminta untuk saling membantu atau kerja sama dalam kelompok untuk memecahkan soal pada LKS. 2) Pada saat diskusi kelompok di harapkan siswa untuk berani dalam mengemukakan pendapat. 3) Siswa diminta mengambil makna atau simpulan dari materi yang telah diajarkan. Berdasarkan perencanaan-perencanaan tersebut di atas, maka pembelajaran siklus II dilaksanakan, dan hasilnya diuraikan berikut ini Hasil Pengamatan Kegiatan Guru Sebagaimana pada pembelajaran siklus I, kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus II diamati oleh seorang guru mitra selaku observer. Aspek kegiatan guru yang diamati dan dinilai terdiri dari 15 aspek kegiatan guru dimaksud dijabarkan dalam bentuk kegiatan awal. Kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan aspek-aspek: 1) berdoa sambil menyiapkan siswa untuk menerima pelajaran; 2) menumbuhkan motivasi siswa; 3) apersepsi, dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan; 4) menjelaskan tujuan pembelajaran; 5) memberikan kesempatan

13 39 bertanya pada siswa berkaitan dengan tujuan pembelajaran; 6) membagi siswa dalam kelompok; 7) menjelaskan materi; 8) membagi LKS pada setiap kelompok; 9) menjelaskan cara kerja kelompok; 10) membimbing kelompok dalam mendiskusikan/ mengerjakan LKS; 11) membimbing kelompok dalam mempresentasikan hasil kerja masing -masing kelompok; 12) bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan kelompok; 13) bersama siswa membuat kesimpulan materi; 14) memberikan tes tertulis; 15) menutup pelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada pembelajaran siklus II tersebut diperoleh data dapat dideskripsikan dari 15 aspek kegiatan guru yang diamati dari 9 aspek (60 %) mencapai kriteria sangat baik (SB), sedangkan 6 aspek lainnya (40%) mencapai kriteria baik (B). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 10 halaman 69 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan guru pada awal hinga akhir pembelajaran menunjukan antusias guru dalam memberikan pelajaran pada siswa hal ini secara otomatis akan tergambar pula pada aktifitas belajar siswa Hasil Pengamatan Aktifitas Siswa Pengamatan terhadap kegiatan siswa selama menjalani proses pembelajaran dilakukan secara klasikal oleh seorang guru mitra selaku observer. Aspek-aspek kegiatan siswa yang diamati dan dinilai terdiri dari 3 aspek kegiatan siswa. Seperti halnya pada siklus I, aspek-aspek aktifitas siswa yang diamati dan dinilai selama menjalani kegiatan pembelajaran siklus II meliputi: : 1) Aspek kerja sama dalam kelompok, 2) Aspek keberanian dalam mengemukakan pendapat, 3) Aspek menyimpulkan materi.

14 40 Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh guru mitra terhadap aktivitas siswa selama menjalani kegiatan pembelajaran siklus II, dapat dilihat pada tabel aktifitas belajar siswa dibawah ini: No Indikator Penilaian Jumlah Siswa 1 Kerjasama dalam kelompok 2 Keberanian mengemukakan pendapat 3 Ketepatan menyimpulkan materi Persentase (%) Baik Cukup 2 6 Kurang 1 3 Baik Cukup 9 26 Kurang 1 3 Baik Cukup 7 21 Kurang 1 3 Dari tabel di atas hasilnya dapat diuraikan sebagai berikut: Nampak dari ketiga aspek yang diamati menunjukan antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa pada ketiga aspek dimana pada aspek kerjasama dalam kelompok nampak siswa yang memperoleh kategori Baik (B) terdapat 91 %, dan 6 % termasuk pada kategori Baik (B), dan untuk katgori kurang (K) 3 %. Sedangkan pada aspek keberanian dalam mengemukakan pendapat nampak 71 % Baik (B) dan 26 % menunjukan siswa Cukup (C), dan 3 % masuk pada kategori Kurang (K). Dan untuk aspek menyimpulkan materi terdapat 76 % untuk kategori Baik (B) dan 21 % termasuk pada kategori Cukup (C) sedangkan untuk kategori Kurang (K) nampak hanya 3 % Untuk lebih jelasnya hasil aktifitas belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 70

15 Hasil Belajar Siswa Untuk mengukur hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo pada pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat, maka pada akhir pembelajaran siklus II dilakukan evaluasi tertulis menggunakan soal uraian. Soal tersebut terdiri dari 4 butir dilengkapi dengan rubrik penilaian. Masing-masing butir diberikan skor, dan skor maksimal yang dapat dicapai oleh masing-masing siswa adalah 16, sedangkan skor ketuntasan individu adalah 12 atau nilai 75. Soal dimaksud selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12 halaman 72 Berdasarkan evaluasi tertulis terhadap 34 orang siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo yang dikenakan tindakan diperoleh data hasil belajar pada pembelajaran ilmu pengetahuan sosial materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hasilnya dapat di analisis sebagaimana nampak pada halaman 42.

16 42 Tabel Hasil Belajar Siswa Pada tindakan siklus II Keterangan Uraian Nilai No Jumlah Tidak Siswa Tuntas Tuntas < Dari hasil pelaksanaan tindakan pembelajaran pada siklus II ini nampak dari 34 orang siswa yang telah tuntas mencapai indikator kinerja yang telah di tetapkan nampak 32 orang siswa atau 94 % yang di deskripsikan untuk rentang nilai terdapat 20 orang siswa atau 59 %, untuk rentang nilai terdapat 9 orang siswa 26 % dan untuk rentang nilai terdapat 3 orang siswa atau 9 %. sedangkan 6 % atau 2 orang siswa tidak mencapai indikator ketuntasan yang telah ditetapkan. Untuk lebih jelasnya hasil belajar siswa pada kegiatan siklus II ini dapat dilihat pada lampiran 12 halaman Refleksi Siklus II Refleksi dilakukan melalui diskusi dengan guru mitra yang bertindak selaku observer pada pembelajaran siklus II dilaksanakan. Reflrksi tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah tindakan yang dilaksanakan pada pembelajaran siklus II dengan menerapkan model pembelajaran tipe STAD siklus II telah sesuai dengan apa yang direncanakan serta mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo pada materi jenis

17 43 dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat. Berdasarkan refleksi tersebut dapat diketahui bahwa indikator keberhasilan tindakan yang dicapai. Hasil analisis data menunjukan bahwa lebih dari 80% aspek kegiatan guru dan aktifitas siswa telah berlangsung optimal dengan kriteria sangat baik (SB) dan baik (B). Demikian juaga pada siswa pada proses pembelajaran menunjukan bahwa siswa Baik (B) dan Cukup (C) telah mencapai 100 % ketuntasan yang telah ditetapkan. Dengan melihat hasil analisi kegiatan guru dan aktifiatas siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II ini begitu antusias secara otomatis akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa dimana dari 34 orang siswa yang dikenakan tindakan pada pembelajaran siklus II, 32 orang atau 94 % dinyatakan tuntas dengan hasil belajar 75 ke atas. Dengan melihat hasil belajar siswa pada kegiatan siklus II telah melebihi indikator kinerja yang telah ditetapkan maka sesuai hasil refleksi di putuskan tidak perlu lagi dilanjutkan tindakan pada siklus selanjutnya. Dengan demikian hasil temuan dalam penelitian ini peneliti dapat mendeskripsikan pada observasi awal ketuntasan belajar siswa hanya 21 %. Dari hasil observasi awal inilah yang menjadi langkah awal peneliti dan guru mitra merumuskan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa di gunakan model pembelajaran kooperatif tipa STAD. Dari hasil pelaksanaan tindakan siklus I diperoleh temuan hasil belajar dimana ketuntasan belajar siswa telah meningkat menjadi 68 %. Dengan melihat hasil capain siswa belum mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan maka di adakannya tindakan siklus II sebagai bentuk

18 44 peneyempuraan dari tindakan sebelumnya. Dari hasil pelaksanaan tindakan siklus II di peroleh temuan hasil belajar dimana siswa yang telah memperoleh nilai 75 keatas telah mencapai 94 %. Dengan melihat temuan hasil belajar siswa yang telah dideskripsikan diatas maka disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat relefan untuk disajikan kepad siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa. 4.3 Pembahasan Pada dasarnya untuk membentuk atau melahirkan manusia- manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memerlukan manejemen pendidikan yang terarah dan berkualitas dan guru yang profesional dibidangnya. Salah satu indikator guru yang profesional adalah guru yang berhasil mengembangkan proses pembelajaran di kelas, mulai dari merencanakan, dan melaksanakan tindak lanjut agar pembelajaran yang dikembangkan mencapai tujuan yang diharapkan. Keberhasilan proses pembelajaran antara lain ditandai oleh tumbuh dan terpelihara aktifitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung serta dikuasainya maeteri pelajaran oleh siswa yang tampak dari capaian hasil belajar oleh masing-masing siswa. Kenyataan menunjukan bahwa tidak selamanya mengembangkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa. Dalam pembelajaran seringkali siswa lebih banyak fasif dan mendengarkan ceramah guru dari pada melakukan aktifitas belajar yang memudahkan mereka memahami materi.

19 45 Kondisi yang diuraikan di atas adalah hasil observasi awal yang ditemukan dalam proses pembelajaran IPS di kelas IV SDN 1 Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Hasil identifikasi awal menunjukan bahwa model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat belum mampu menumbuhkan aktifitas belajar siswa, serta tidak mampu menciptakan interaksi antara guru dan siswa serta interaksi antara siswa selama kegiatan pembelajaran, hal yang sulit yang dilakukan guru adalah menumbuhkan aktifitas belajar siswa. Dari keseluruhan siswa yang dibelajarkan dalam satu kelas hanya ketua kelas atau siswa tertentu saja yang nampak aktifitasnya selama proses pembelajaran misalnya mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan lisan yang diajukan selama menjelaskan materi, menuliskan jawaban di papan, mencatat bagian-bagian penting dari materi yang diajarkan, sedangkan siswa lainnya cenderung fasif. Kondisi siswa sebagaimana diuraikan di atas tentu saja membutuhkan solusi dari guru, agar aktifitas belajar tidak hanya demikian oleh sebagian kecil siswa, melainkan oleh seluruh siswa. Dengan perkataan lain, diperlukan model pembelajaran yang mampu menumbuhkan aktifitas belajar siswa, serta mampu menciptakan interaksi antara guru dan siswa serta interaksi antara siswa. Kondisi yang diuraikan di atas mendorong penelitian untuk melakukan tindakan kelas yang telah berlangsung selama dua siklus. Berdasarkan pelaksanaan dan hasil penelitian, baik pada pembelajaran siklus I maupun siklus II menunjukan bahwa ada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa

20 46 kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo pada pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat. Indikatornya terlihat dari aspek-aspek kegiatan guru menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan aspek aktifitas siswa selama menjalankan proses pembelajaran, dimana lebih dari 80% aspek-aspek tersebut mencapai kriteria Baik (B) dan Cukup (C). Indikator lainnya adalah peningkatan hasil belajar siswa dimana lebih dari 80% siswa dikenekan tindakan dinyatakan tuntas dan memperoleh nilai 75 ke atas. Meskipun kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan telah berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa namun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Hal ini karena sesuai analisis hasil belajar, ada beberapa bagian materi yang tidak dapat dituntaskan pada siklus I, sehingga harus diperbaiki pada pembelajaran berikutnya (siklus II). Berdasarkan data empiris yang diperoleh melalui pelaksanaan tindakan kelas pada pembelajaran IPS materi jenis sumber daya alam dan persebarannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat, hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam penyajiannya pada materi tersebut antara lain: 1) penjelasan guru tentang aktifitas yang harus dilakukan siswa selama menjalani proses pembelajaran; 2) Perlunya guru membimbing siswa dalam mendiskusikan/mempresentasikan hasil kerja kelompok 3) perlunya arahan guru pada siswa agar mencatat bagian-bagian penting dari materi. Selain itu, menyangkut aktifitas siswa ada beberapa aspek

21 47 yang perlu diperhatikan pada pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) siswa perlu diberikan kesempatan mengemukakan pendapatnya atau memberikan umpan balik selama proses pembelajaran berlangsung. 2) Siswa diminta memperhatikan penjelasan dari guru. 3) Pada saat diskusi kelompok siswa diminta untuk aktif dalam memecahkan soal pada LKS. 4) Siswa diminta berani dalam mengemukakan pendapatnya. 5) Siswa diminta mengambil makna atau simpulan dari materi yang telah diajarkan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada akhir pembelajaran siklus I disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran belum terlaksana seperti yang diharapkan, sehingga turut mempengaruhi pada hasil belajar yang diperoleh siswa kelas IV SDN 1 Lupoyo Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo pada pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat. Dari 15 aspek kegiatan guru yang diamati, terdapat 3 aspek (20 %) yang belum dilaksanakan guru secara optimal dan hanya mencapai kriteria cukup (C). Demikian pula menyangkut kegiatan siswa selama proses pembelajaran, dari 3 aspek yang diamati pada pembelajaran siklus I terdapat 3 aspek yang mencapai kriteria kurang (K). Belum optimalnya aspek-aspek pembelajaran siklus I memberi efek yang kurang memuaskan terhadap hasil belajar siswa. Dari 4 soal evaluasi yang diberikan pada pembelajaran siklus I, ketuntasan siswa adalah 23 dari 34 siswa. Dengan perkataan lain, siswa yang dinyatakan tuntas dengan nilai 75 ke atas pada pembelajaran siklus I hanya 23 orang (68%).

22 48 Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan melalui diskusi dengan observer pada akhir pembelajaran siklus I, maka disepakati untuk diadakan perbaikan dan penyempurnaan terhadap aspek-aspek pembelajaran, baik kegiatan guru dan aktifitas siswa yang belum optimal pada pembelajaran siklus I. Perbaikan dan penyempurnaan tersebut dilakukan pada pembelajaran siklus II. Didahului dengan perencanaan perbaikan aspek-aspek kegiatan pembelajaran yang belum optimal pada pembelajaran siklus I disertai pemberian penguatan (reinforcement) pada bagian-bagian materi yang tidak tuntas pada pembelajaran sebelumnya, maka pembelajaran siklus II dilaksanakan. Hasil kegiatan pembelajaran siklus II menunjukan bahwa terjadi peningkatan kualitas pembelajaran, baik menyangkut kegiatan guru melaksanakan pembelajaran maupun kegiatan aktifitas siswa. Pada kegiatan guru, dari 15 aspek yang diamati, 9 aspek (60%) mencapai kriteria penilaian sangat baik (SB) dan 6 aspek (40%) mencapai kriteria baik (B). demikian pula menyangkut aktifitas belajar siswa, dari 3 aspek yang diobservasi khususnya pada aspek Kerjasaa dalam kelompok terdapat 31 siswa atau 91% mencapai kriteria penilaian Baik (B), dan 2 orang siswa pada kategori cukup ( 6%) dan pada kategori kurang nampak 1 orang siswa atau 3 %. Sedangkan pada aspek Keberanian mengemukakan pendapat nampak 24 siswa atau 71 % masuk pada kategori baik, sedangkan pada kategori cukup terdapat 9 atau 26 % dan untuk kategori kurang terdapat 1 orang siswa atau 3 %. Dan pada aspek ketepatan menyimpulkan materi pada kategori baik terdapat 26 siswa atau 77 %, dan kategori cukup 7 siswa atau 21 % dan 1 orang siswa 3 % masuk pada kategori kuran pada pembelajaran siklus II.

23 49 Peningkatan kualitas pembelajaran tersebut diikuti pula oleh peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Analisis hasil belajar menunjukan bahwa, 32 dari 34 siswa atau 94 % dari seluruh siswa yang dikenakan tindakan memperoleh hasil belajar 75 ke atas dan dinyatakan tuntas belajar. Ketuntasan terjadi pula pada materi yang diajarkan dengan daya serap telah mencapai 90 % karena dari 4 butir soal yang diberikan pada akhir pembelajaran siklus II. Seluruhnya dinyatakan tuntas dengan daya serap 80% ke atas untuk setiap butir soal. Berdasarkan capaian sebagaimana diuraikan di atas terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1Telaga Biru Kabupaten Gorontalo tahun pelajaran 2012/2013 pada pembelajaran IPS materi jenis dan persebaran sumber daya alam serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat yang disajikan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Peningkatan ini masih ditindaklanjuti dengan memberikan tugas-tugas tertentu kepada dua orang siswa yang belum tuntas, karena hasil belajar mereka yang tidak mencapai kriteria katuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Dengan meningkatnya hasil belajar siswa maka hipotesis tindakan yang dirumuskan yakni: Jika dalam pembelajaran guru menerapkan Model pembelajaran kooperatif tipe STAD maka hasil belajar siswa akan meningkat dengan ketuntasan 80%, sehingga tindakan penelitian ini dapat diterima.

I. PENDAHULUAN. selama ini pada semester ganjil tahun pelajaran menunjukan bahwa

I. PENDAHULUAN. selama ini pada semester ganjil tahun pelajaran menunjukan bahwa I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan pengalaman mengajar di kelas VIII C SMP Negeri 1 Pardasuka selama ini pada semester ganjil tahun pelajaran 2010-2011 menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tahun 2012 berubah nama menjadi SDN 4 Tibawa. Sekolah terletak di Jalan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tahun 2012 berubah nama menjadi SDN 4 Tibawa. Sekolah terletak di Jalan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1 Kondisi Lokasi Penelitian SDN 4 Tibawa berdiri pada tahun 1957 dengan status hibah dan luas sekolah 3.150 M 2. Sebelumnya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Sekolah SDN Banyubiru 05 berada di Desa Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. SD ini terletak cukup dekat dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN. Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung. Senang Kota Bandar Lampung. 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian 3.1.1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Perumnas Way Kandis, Jalan Bunga Sedap Malam Raya Kecamatan Tanjung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan kelas yang dikenai tindakan adalah kelas VIII E yang berjumlah 27 peserta

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dan kelas yang dikenai tindakan adalah kelas VIII E yang berjumlah 27 peserta 34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Pelaksanaan Tindakan Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMP Negeri I Kabila dan kelas yang dikenai tindakan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menyajikan materi Kubus dan Balok dengan menggunakan pendekatan Realistic

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menyajikan materi Kubus dan Balok dengan menggunakan pendekatan Realistic BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan Mei 0 dengan menyajikan materi Kubus dan Balok dengan menggunakan pendekatan Realistic

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDK Ogomojolo Pada Materi Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kemerdekaan Melalui Metode Resitasi

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDK Ogomojolo Pada Materi Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kemerdekaan Melalui Metode Resitasi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDK Ogomojolo Pada Materi Perjuangan Bangsa Indonesia Sebelum Kemerdekaan Melalui Metode Resitasi Ayub Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan 27 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan dikonversi ke dalam data kualitatif. Hal ini ditujukan untuk mendeskripsikan

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode NHT (Numbered Head Together) Pada Pokok Bahasan Gaya Kelas V SDN 6 Tambun

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode NHT (Numbered Head Together) Pada Pokok Bahasan Gaya Kelas V SDN 6 Tambun Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode NHT (Numbered Head Together) Pada Pokok Bahasan Gaya Kelas V SDN 6 Tambun Hildayanti Anwar Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan

BAB III METODE PENELITIAN. dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa. Penelitian ini dilaksanakan 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas dengan menggunakan model STAD dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Penelitian dilakukan di kelas IV SDN Watuagung 01 pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 14 siswa pada

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu.

BAB III METODE PENELITIAN. dengan jumlah siswa 20 anak yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 11. Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. BAB III METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian a. Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan terhadap siswa kelas III SDN I Lugusari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Semester Dua

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Baleharjo Kecamatan Eromoko Kabupaten Wonogiri. SDN 1 Baleharjo terletak di lingkungan pedesaan yang jauh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini penulis laksanakan pada SMP Negeri 1 Mootilango Kabupaten Gorontalo tepatnya pada kelas VII 1 yang jumlahnya 32 siswa yang

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN 26 BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat SDN Jirak SDN Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong terletak di desa Jirak Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong,

Lebih terperinci

dan Refleksi. Adapun silkus tindakan dapat digambarkan sebagai berikut:

dan Refleksi. Adapun silkus tindakan dapat digambarkan sebagai berikut: 18 BAB III RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru sebagai peneliti dan siswa yang diteliti yaitu siswa kelas IV SDN 5 Bagelen, sebanyak 15 siswa yang terdiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikenal dan ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan, atau istilah dalam bahasa Inggris

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN No. 1 Enu Pada Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN No. 1 Enu Pada Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN No. 1 Enu Pada Pembelajaran IPS Dengan Menggunakan Metode Diskusi Kelompok Evawati, H. Abduh. H. Harun, dan Nuraedah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AK 2 SMK Negeri 1 Batudaa Kabupaten Gorontalo dengan jumlah siswa 32 dan guru

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri I Way Lima. Siswa kelas VIII.G

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri I Way Lima. Siswa kelas VIII.G 28 BAB III METODE PEELITIA A. Seting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP egeri I Way Lima. Siswa kelas VIII.G berjumlah 32 orang yang terdiri dari 11 orang perempuan dan 21 orang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Keprabon, Kecamatan Polanharjo. SD Negeri 1 Keprabon merupakan salah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Keprabon, Kecamatan Polanharjo. SD Negeri 1 Keprabon merupakan salah BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Sekolah SDN 1 Keprabon Tempat penelitian yang dilakukan ini berada di kelas IV SD Negeri 1 Keprabon, Kecamatan Polanharjo. SD Negeri 1 Keprabon merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah satu penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas XI AP 5 SMK Negeri I Gorontalo dengan jumlah siswa 34 orang dan I orang guru mitra.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yaitu suatu action research (penelitian tindakan) yang dilakukan di kelas (Wardhani, 2007:1.3).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Muhammadiyah 2 Kalianda Lampung Selatan. 2. Kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian adalah kelas VII 2 yang

BAB III METODE PENELITIAN. Muhammadiyah 2 Kalianda Lampung Selatan. 2. Kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian adalah kelas VII 2 yang BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat 1. Lokasi penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti adalah SMP Muhammadiyah 2 Kalianda Lampung Selatan 2. Kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat SD Inpres Padengo Kabupaten Pohuwato

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sejarah Singkat SD Inpres Padengo Kabupaten Pohuwato BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian 4.1.1. Sejarah Singkat SD Inpres Padengo Kabupaten Pohuwato SD Inpres Padengo terletak di jalan Bendungan Padengo Desa Padengo

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sangat strategis dan mudah dijangkau untuk melaksanakan penelitian, subjek

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sangat strategis dan mudah dijangkau untuk melaksanakan penelitian, subjek 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 7 Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango. Sekolah ini dipilih oleh peneliti karena

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Kelas yang dijadikan

III. METODE PENELITIAN. Lampung pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Kelas yang dijadikan III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIIIB SMP Pelita Bangsa yang terletak di Jalan Pangeran Emir M. Noer no. 33 Palapa, Tanjung Karang, Bandar Lampung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Awal Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian diperoleh data mengenai kondisi pembelajaran Aqidah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Pra Siklus Sebelum dilaksanakan penelitian, guru lebih banyak melakukan pembelajaran dengan menggunakan model konvesional yaitu ceramah.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Lokasi penelitian 4.1.1 Gambaran Singkat Lokasi Penelitian SDN I Bulila terletak di kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo merupakan sekolah yang terletak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 4.1.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 03 Gumawang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1. Hasil Tindakan Penelitian Berdasarkan hasil tindakan penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristis Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 4 Kota Gorontalo, khususnya di kelas XI Akuntansi yang jumlah siswanya

Lebih terperinci

Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana

Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Perubahan Wujud Benda dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SDN 21 Ampana Masyita, Amram Rede, dan Mohammad Jamhari Mahasiswa Program

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Subjek Penelitian Sekolah Dasar Negeri 3 Batursari Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo terletak di Jln. Kuncen Ds Batursari, berdiri sejak tahun 1985,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP 2 SUSUKAN kelas VII F semester 2 tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa sebanyak 28 siswa, terdiri dari siswa

Lebih terperinci

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X. Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perkalian Bilangan Cacah di Kelas II SDN Inpres 1 Birobuli Maspupah SDN Inpres 1 Birobuli, Sulawesi Tengah ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini telah berlangsung dalam dua siklus

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini telah berlangsung dalam dua siklus 30 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan mengelompokkan bangun ruang sederhana melalui pendekatan kontekstual

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Jumlah siswa kelas 4 pada SDN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Awal Subjek Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan di kelas V yang berjumlah 29 siswa di SDN Lemahireng 2 Kecamatan Bawen tahun ajaran

Lebih terperinci

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair Share

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair Share Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair Share Alam Pembelajaran IPS di Kelas IV SDN Inpres Mayayap Sarifa Tas, Anthonius Palimbong, dan Hasdin

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 22% Jumlah Nilai tertinggi 76 Nilai terendah 20

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 22% Jumlah Nilai tertinggi 76 Nilai terendah 20 26 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Hasil Penelitian 1.1.1 Deskripsi Kondisi Awal Kondisi awal siswa kelas IV SDN Bakaran Kulon 01 semester 1 tahun pelajaran 2012/2013 adalah siswa yang kurang

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura Ni Wayan Lasmini SD Negeri 2 Tatura, Palu, Sulawesi Tengah ABSTRAK Permasalahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan kesulitan tindakan kelas. Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan kesulitan tindakan kelas. Penelitian 17 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini peneliti akan menyajikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan kesulitan

Lebih terperinci

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32)

nilai tertinggi nilai terendah (log n) (log 32) 45 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tlogo 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Subyek yang menjadi penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. melakukan penelitian tindakan kelas ini. Peneliti mengacu pada

BAB III METODE PENELITIAN. melakukan penelitian tindakan kelas ini. Peneliti mengacu pada 31 BAB III METODE PENELITIAN 3.1.Setting Penelitian Untuk melakukan penelitian tindakan kelas ini. Peneliti mengacu pada beberapa metode penelitian tindakan kelas yang dapat dipergunakan, yaitu metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 10 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini akan dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Krengseng 04 Kec Gringsing Kab Batang semester II

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo Utara yang berjumlah 20 orang siswa, terhadap materi perubahan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Gorontalo Utara yang berjumlah 20 orang siswa, terhadap materi perubahan 4.1. Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1. Pengamatan Observasi Awal Pelaksanaan observasi awal dilakukan untuk melihat sejauhmana hasil yang diperoleh siswa Kelas IV SDN 1 Kasia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jagabaya I Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, selama 3 bulan mulai bulan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ketiga bulan Maret, dengan alokasi waktu dalam penelitian ini yaitu 3 x 35 menit (2 x

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ketiga bulan Maret, dengan alokasi waktu dalam penelitian ini yaitu 3 x 35 menit (2 x BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Secara ringkas pelaksanaan tindakan kelas ini di kelas V SDN 2 Biau Kecamatan Biau Kabupaten Gorontalo utara. Pada semester genap tahun

Lebih terperinci

Beberapa kepala sekolah yang pernah menjabat di SDN 1 Suwawa

Beberapa kepala sekolah yang pernah menjabat di SDN 1 Suwawa BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sekolah SDN I Suwawa Selatan Kabupaten Bonebolango awal berdirinya dari Tahun 1952 dibangun di atas tanah seluas 1.342 m2. Sekolah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Peneliti berperan utama sebagai pengajar dan sebagai perencana tindakan artinya peneliti sebagai pengajar dalam proses belajar mengajar dan peneliti

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. juga teman sejawat yang bertindak sebagai observer. Penelitian ini hanya BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.1 Deskripsi Hasil Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti didampingi oleh ibu Dra. Nurhayati Alie sebagai guru matematika kelas X di SMA N 3 Gorontalo

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN 2 Tudi Kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN 2 Tudi Kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian 4.1.1 Perencanaan pelaksanaan penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas III SDN 2 Tudi Kecamatan Monano Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian 21 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteistik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. di kelas VII yang berjumlah 19 orang yang terdiri dari 5 orang siswa laki-laki dan

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. di kelas VII yang berjumlah 19 orang yang terdiri dari 5 orang siswa laki-laki dan 29 BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Satap Mootilango khususnya pada materi Wujud Zat dan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Meselesek Isna Basonggo, I Made Tangkas, dan Irwan Said Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteritik Subyek Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN No. 86 Kota Tengah Kota Gorontalo

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Rejosari

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Rejosari BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian a. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Rejosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Siswa yang menjadi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Sebelum diberikan pembelajaran dengan metode cooperative learning tipe STAD, langkah awal yang dilakukan adalah menguji instrument yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan

BAB III METODE PENELITIAN. Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota Selatan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar Dan Karakteristik Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei semester genap TA. 2011/2012 yang berlokasi di SDN No. 33 Kota

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1. Deskripsi Siklus 1 4.1.1.1. Perencanaan Tindakan 1 Pada tahapan ini, kegiatan penyusunan rencana pembelajaran dilakukan setelah diperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru sebagai peneliti dan siswa yang diteliti yaitu siswa kelas V SD Negeri 01 Suka Agung Barat sebanyak 23 siswa yang terdiri

Lebih terperinci

Ainun Sampede, Mohammad Jamhari, dan Amiruddin Kade. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Ainun Sampede, Mohammad Jamhari, dan Amiruddin Kade. Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas V SDN 2 Dolonga Ainun Sampede, Mohammad Jamhari, dan Amiruddin Kade Mahasiswa Program Guru

Lebih terperinci

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Diskripsi Siklus 1 1) Perencanaan Tindakan Bab IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan tindakan didasarkan pada hasil studi pendahuluan yang bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek penelitian adalah siswa kelas V.A SDN 4 Talang Kecamatan. terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan.

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek penelitian adalah siswa kelas V.A SDN 4 Talang Kecamatan. terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian 3.1.1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah siswa kelas V.A SDN 4 Talang Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar Lampung, dengan jumlah siswa 29 orang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan proses dan praksis pembelajaran. Arikunto (2010: 135).

BAB III METODE PENELITIAN. peningkatan proses dan praksis pembelajaran. Arikunto (2010: 135). 20 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru ke kelas atau di sekolah tempat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Deskripsi Hasil Penelitian Pada bagian ini peneliti akan menyajikan tentang hasil penelitian mengenai data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas IV SDN Rejoagung 01, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Jumlah siswa kelas IV adalah 22 siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Sesuai rancangan penelitian, hasil penelitian dipaparkan dalam dua paparan, yaitu peningkatan hasil belajar siswa dan proses pembelajaran dalam

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berjumlah 27 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berjumlah 27 orang yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Kota Gorontalo Profinsi Gorontalo dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VIII.3,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 57

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 57 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Penelitian Adapun yang menjadi lokasi penelitian adalah Sekolah Dasar Negeri 57 Dumbo Raya Kota Gorontalo. Waktu penelitian dilaksanakan selama

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian ini adalah SDN 2 Ponelo tepatnya berlokasi di Jl Otiola kecamatan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Lokasi penelitian ini adalah SDN 2 Ponelo tepatnya berlokasi di Jl Otiola kecamatan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Temuan Umum Lokasi penelitian ini adalah SDN 2 Ponelo tepatnya berlokasi di Jl Otiola kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Sekolah ini berdiri

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat MI Miftahul Khairiyah Cempaka

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat MI Miftahul Khairiyah Cempaka BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Singkat MI Miftahul Khairiyah Cempaka MI Miftahul Khairiyah Cempaka terletak dalam wilayah Kecamatan Cempaka, yang berlokasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Subjek Penelitian 4.1.1. Kondisi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas I SDN 1 Tanggung, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. orang siswa. Adapun yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu meningkatkan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. orang siswa. Adapun yang menjadi fokus pada penelitian ini yaitu meningkatkan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN 2 Telaga Kecamatan Telaga. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam peneltian ini adalah guru mata pelajaran IPS dan siswa

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek dalam peneltian ini adalah guru mata pelajaran IPS dan siswa 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam peneltian ini adalah guru mata pelajaran IPS dan siswa kelas IV tahun pelajaran 2014-2015 dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. dan pembelajaran secara aktif profesional dan merupakan penelitian yang

III. METODE PENELITIAN. dan pembelajaran secara aktif profesional dan merupakan penelitian yang III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu bentuk penelitian yang bersifat relaktif dengan melakukan kegiatan-kegiatan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Model Kooperatif Learning Tipe STAD di Kelas 3 SD Inpres 1 Siney

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Model Kooperatif Learning Tipe STAD di Kelas 3 SD Inpres 1 Siney Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Model Kooperatif Learning Tipe STAD di Kelas 3 SD Inpres 1 Siney Insani, Samsurizal M. Suleman, dan Fatma Dhafir Mahasiswa Program Guru

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Pra Siklus Data yang didapat sebelum melaksanakan penelitian, ditemukan permasalahan yang perlu diberikan solusi untuk

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Aek Kuasan dengan menerapkan model pembelajaran Modelling The Way pada materi Pedosfer

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 29 4.1 Pelaksanaan Tindakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh peneliti yang menggunakan rancangan penelitian model

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. SD Negeri 06 Metro Barat terletak di jalan Jendral Sudirman No. 14 Ganjar

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. SD Negeri 06 Metro Barat terletak di jalan Jendral Sudirman No. 14 Ganjar BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Profil SD Negeri 06 Metro Barat SD Negeri 06 Metro Barat terletak di jalan Jendral Sudirman No. 14 Ganjar Agung Kota Metro. Pada periode ini SD Negeri 06 Metro Barat dipimpin

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 20 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reklektif terhadap

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester III. METODE PENELITIAN A. Seting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester genap tahun pelajaran 2010-2011. Jumlah siswa pada kelas tersebut ada 32 orang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013 di SDN Pati Wetan 01 Kecamatan Pati. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas

Lebih terperinci

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar PENERAPAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER ( NHT ) DENGAN MEDIA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 GUNUNG PUTRI SITUBONDO Oleh Ria Dwi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatuddiniyah yang beralamat Jalan Jambu Burung Keramat RT. 7 Desa Jambu Burung

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Memberikan apersepsi dan Menanyakan kembali pengertian hidrologi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Memberikan apersepsi dan Menanyakan kembali pengertian hidrologi. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.2 Siklus I a. Proses pelaksanaan tindakan Proses pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Kegiatan pendahuluan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pekerjaan siswa kelas III di MI Al-Hikmah Kalidawir Tanggulangin

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. pekerjaan siswa kelas III di MI Al-Hikmah Kalidawir Tanggulangin BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian yang kami lakukan pada mata pelajaran IPS materi jenisjenis pekerjaan siswa kelas III di MI Al-Hikmah Kalidawir Tanggulangin Sidoarjo,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain dan Jenis Penelitian Desain atau jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK (Classroom Action Research). Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran SDN Samban 02 Penelitian ini dilakukan di SDN Samban 02 Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Dilihat dari letak geografisnya SDN Samban 02 terletak di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Beji Kabupaten Pasuruan pada tanggal 11 Agustus Dalam observasi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Beji Kabupaten Pasuruan pada tanggal 11 Agustus Dalam observasi 38 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pra Tindakan Sebelum pelaksanaan penelitian dilakukan observasi awal MI Negeri Beji Kabupaten Pasuruan pada tanggal 11 Agustus

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. siswa kelas X-4 SMA ARJUNA Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran

III. METODE PENELITIAN. siswa kelas X-4 SMA ARJUNA Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran III. METODE PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas X-4 SMA ARJUNA Bandar Lampung semester ganjil tahun pelajaran 2010/2011.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Kondisi Awal 4.1.1.1 Kondisi Proses Pembelajaran Kondisi pembelajaran yang terpusat pada guru terjadi pada pembelajaran matematika di

Lebih terperinci

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Santigi Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Inquiri

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Santigi Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Inquiri Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Santigi Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Inquiri Samsinar, Mohamad Jamhari, dan Ritman Ishak Paudi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian

Lebih terperinci