Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari"

Transkripsi

1 Setelah mempelajari materi pesawat sederhana dan penerapannya diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan pesawat sederhana 2. Membedakan jenis-jenis pesawat sederhana 3. Menjelaskan prinsip kerja pesawat sederhana 4. Menggambarkan penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari Menurut ajaran agama, manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna di muka bumi. Manusia diberi kelebihan oleh Allah yaitu makhluk yang berpikir sehingga dapat mempelajari dan merenungkan tentang ciptaan Allah. Manusia juga dikatakan sebagai homo faber, artinya manusia dapat membuat alat-alat dan menggunakannya. Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari 1

2 kemampuan inderanya yang terbatas sehingga perlu berupaya untuk membuat peralatan sebagai sarana untuk mencapai tujuannya. Karena itu, sebagai makhluk homo fiber ananda perlu bersyukur diberi kemampuan ini dan memanfaatkan peralatan yang telah dibuat dengan baik sesuai dengan perintah Allah. 2. Pesawat Sederhana Saat belajar di rumah tiba-tiba pensil ananda patah, lalu ananda langsung mengambil peruncing pensil, saat ingin membuka bungkus makanan ananda menggunakan gunting dan juga saat ingin memotong kuku ananda menggunakan pemotong kuku. Perucing pensil, gunting dan pemotong kuku merupakan beberapa contoh dari alat yang memudahkan pekerjaan kita. Alat-alat yang digunakan manusia untuk mempermudah dalam melakukan kerja atau usaha disebut pesawat. Sebuah pesawat berfungsi untuk memperbesar gaya atau usaha. Selain digunakan untuk memperbesar gaya, manusia juga menggunakan pesawat untuk mengubah energi, memindahkan energi, memperbesar kecepatan, dan mengubah arah gerak benda. Secara umum pesawat ada dua macam, yaitu pesawat sederhana dan pesawat rumit. Pesawat sederhana merupakan peralatan yang dibuat sangat praktis dan mudah digunakan. Pesawat sederhana adalah alat sederhana yang dipergunakan untuk mempermudah manusia melakukan usaha. Pengertian lain pesawat sederhana adalah alat yang dapat mengubah besar atau arah dari gaya yang dikerjakan. Pembuka tutup botol, gunting, resleting, dan tang merupakan beberapa contoh pesawat sederhana. Pesawat rumit adalah alat yang dapat membantu pekerjaan manusia yang tersusun dari gabungan beberapa pesawat sederhana. Contoh pesawat rumit antara lain mesin jahit, motor, kipas angin, komputer, sepeda, mobil, robot, dan sebagainya. Berbagai alat dirancang untuk memudahkan pekerjaan manusia. Sebagai contoh pembuatan berbagai jenis robot dengan kepandaian yang berbeda-beda. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak ada tangan-tangan robot yang mampu menyamai penciptaan tangan manusia yang bekerja secara sempurna. Allah menciptakan seluruh makhluk dengan sempurna dengan satu perintah saja "Jadilah". Sebagai makhluk ciptaan Allah kita perlu menyadari bahwa tidak ada satupun peralatan yang dibuat oleh manusia dapat menyaingi ciptaan Allah. 2

3 Dalam kehidupan sehari ada beberapa jenis pesawat sederhana yang sering digunakan manusia untuk mempermudah dalam melakukan usaha. Ada beberapa macam pesawat sederhana yang ditemukan antara lain: tuas dan pengungkit, katrol, bidang miring dan roda. Pernahkah ananda melihat tukang batu ingin memindahkan sebuah batu yang besar?. Untuk memindahkan batu tersebut mereka sering menggunakan linggis dari besi sebagai pengungkit. Tuas atau pengungkit adalah jenis pesawat sederhana yang digunakan untuk mengungkit, memindahkan, atau menggeser kedudukan suatu benda yang berat atau berukuran besar. Pada suatu tuas terdapat tiga titik yaitu kuasa, titik tumpu, dan titik beban. Pada tuas juga dikenal dua gaya yaitu gaya kuasa dan gaya beban, dan dua lengan yaitu lengan kuasa dan lengan beban. Bagian-bagian tuas dapat diperhatikan pada Gambar 1. A T B L K Gambar 1. Bagian-Bagian Tuas Keterangan: A = Titik kuasa = Gaya beban (N) T = Titik tumpu L K = Lengan kuasa (m) B = Titik beban L B = Lengan beban (m) = Gaya kuasa (N) Sebelum manusia memikirkan dan membuat tuas untuk mempermudah melakukan usaha, Allah telah lebih dulu memperlihatkan prinsip kerja tuas dalam tubuh manusia. Gaya pada tubuh manusia disebabkan oleh kontraksi otot (biceps dan 3

4 triceps), tulang, dan tendon. Dalam pergerakan bagian tubuh manusia maka bagian ini bertindak sebagai tuas. Dalam hal ini tuas adalah suatu usaha oleh kontraksi otot untuk menggerakkan beban baik dari tubuh sendiri maupun beban dari luar. Sebagai contoh saat kita mengangkat suatu benda dengan menggunakan tangan, maka tangan yang memegang beban menjadi titik beban, lengan menjadi titik kuasa, dan siku menjadi titik tumpu. Keadaan tuas dikatakan setimbang jika perkalian antara gaya beban dengan lengan beban (L B ) sama dengan perkalian antara gaya kuasa dengan lengan kuasa (L K ). Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut. x L x B L K Penggunaan tugas dalam kehidupan menyebabkan gaya beban terasa lebih ringan sehingga diperoleh keuntungan. Keuntungan yang diperoleh dari pesawat sederhana dinamakan keuntungan mekanik. Keuntungan mekanik pada tuas dinyatakan sebagai perbandingan antara gaya beban yang diangkat dengan gaya kuasa yang diperlukan atau perbandingan antara lengan kuasa dengan lengan beban. Secara matematika keuntungan mekanik dapat dituliskan dalam bentuk: K m L L K B Keuntungan mekanik pada tuas bergantung pada panjang masing-masing lengan. Semakin panjang lengan kuasanya, maka keuntungan mekaniknya akan semakin besar. Jika panjang tuas 4 m, keuntungan mekanisnya adalah... Tuas dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tuas jenis pertama, tuas jenis kedua, dan tuas jenis ketiga. Perbedaan ketiga jenis jenis tuas tersebut didasarkan pada posisi sistem kerjanya. a. Tuas Jenis Pertama Karakteristik dari tuas jenis pertama adalah posisi titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Tuas jenis ini bekerja dengan memperbesar gaya yang diberikan. Beban Kuasa Titik tumpu 4

5 Gambar 2. Tuas Jenis Pertama Pemanfaatan tuas jenis pertama banyak ditemukan dalam kehidupan seharihari. Contohnya adalah gunting, jungkat jangkit, pemotong kuku, penjepit jemuran, dan tang. Pada tubuh manusia tuas jenis pertama ditemukan pada tengkorak dan tulang leher. Kenapa tuas pada tengkorak dan tulang leher termasuk pada jenis tuas pertama?. b. Tuas Jenis Kedua Karakteristik dari tuas jenis pertama adalah beban tuas jenis kedua terletak di antara titik tumpu dan kuasa. Beban Kuasa Titik tumpu Gambar 3. Tuas Jenis Kedua Contoh tuas jenis kedua dalam kehidupan adalah pembuka tutup botol, gerobak dorong beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri. Apa contoh lain dari tuas jenis kedua dalam kehidupan sehari-hari?. Dalam tubuh manusia prinsip tuas jenis kedua ditemukan pada kaki wanita menggunakan sandal berhak tinggi. Bagaimana ananda dapat menjelaskannya?. c. Tuas Jenis Ketiga Karakteristik tuas jenis ketiga adalah posisi kuasa yang terletak di antara titik tumpu dan beban. Tuas jenis ketiga bekerja dengan cara memperbesar gerakan. Kuasa Beban Titik tumpu Gambar 4. Tuas Jenis Ketiga Pemanfaatan tugas jenis ketiga dalam kehidupan sehari antara lain: sekop, staples, penjepit kue, dan pinset. Pada tubuh manusia contohnya adalah saat mengangkat suatu 5

6 benda dengan menggunakan tangan, maka tangan yang memegang beban menjadi titik beban, lengan menjadi kuasa, dan siku menjadi titik tumpu. Pastinya ananda sudah tahu seperti apa itu katrol. Ketika menimba air di sumur atau ketika para pekerja bangunan sedang mengangkat beberapa bahan dari lantai bawah ke lantai bagian atas. Alat yang digunakan untuk mempermudah usaha dinamakan katrol. Katrol adalah salah satu jenis alat pesawat sederhana yang terdiri atas roda berporos dengan tali sebagai penghubungnya. Pengertian lain dari katrol adalah sebuah roda yang disekelingnya diberi tali dan dipakai untuk mempermudah pekerjaan manusia. Suatu katrol biasanya terbuat dari material yang tahan aus dan memiliki kekuatan yang cukup. Sebagai contoh bahan katrol adalah baja karbon menengah. ungsi utama dari katrol adalah untuk memudahkan kita mengangkat beban yang berat. Katrol digunakan untuk memudahkan kita mengangkat beban yang berat. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Secara umum katrol dapat dibedakan menjadi katrol tetap, katrol bergerak, dan katrol ganda. a. Katrol tetap Katrol tetap adalah katrol yang jika digunakan untuk melakukan usaha, tidak berpindah tempat melainkan hanya berputar pada porosnya. L K L B Gambar 5. Katrol Tetap 6

7 Contohnya adalah katrol yang digunakan untuk menimba air di sumur dan pada tiang bendera merupakan contoh katrol tetap dalam kehidupan sehari-hari. Keuntungan mekanis katrol tetap dapat dicari dengan membandingkan antara beban yang diangkat dengan kuasa. Jika gesekan antara tali dan katrol diabaikan maka keuntungan mekanis katrol tetap dapat dituliskan dalam bentuk x L x B L K Bentuk katrol adalah berupa lingkaran sehingga jar-jari katrol sama. Dengan alasan ini lengan L B = L K sehingga =, artinya gaya yang dikerjakan untuk mengangkat benda sama dengan berat benda yang diangkat. Keuntungan mekanis katrol tetap adalah 1 (satu). Secara matematis dapat dituliskan seperti: K m 1 Keuntungan menggunakan katrol tetap, yaitu arah gaya kuasa searah dengan gaya berat beban. b. Katrol Bergerak Katrol bergerak adalah katrol yang dapat bergerak bebas apabila digunakan untuk mengangkat benda. Pada katrol bergerak, gaya yang dikerjakan sama dengan setengah berat benda. Contoh pemanfaatan katrol bebas adalah pada alat pengangkat peti kemas 7

8 Gambar 6. Katrol Bergerak Pada katrol bergerak titik tumpu berada dititik A, kuasa dititik B, dan beban dititik O. Keuntungan mekanis katrol bergerak merupakan perbandingan antara lengan kuasa dengan lengan beban dimana bernilai 2. Secara matematis dapat dirumuskan: K m 2 Pada katrol bergerak gaya kuasa yang diperlukan untuk mengangkat sebuah beban dengan berat adalah setengah dari berat beban. Karena itu, fungsi katrol bergerak adalah untuk mengubah arah gaya dan memperbesar gaya. c. Sistem Katrol Katrol kombinasi merupakan gabungan katrol tetap dan katrol bergerak yang disebut sistem katrol. Dengan kata lain sistem katrol adalah katrol majemuk yang terdiri atas katrol-katrol tetap dan katrol-katrol bergerak. Sistem katrol biasanya digunakan untuk mengangkat beban yang massanya besar. Biasanya sistem katrol ini digunakan untuk mengangkat beban yang massanya dalam orde ton misalnya peti kemas. Dengan sistem katrol, kuasa diperlukan untuk mengangkat beban yang besar dapat semakin diperkecil. Sistem katrol dapat menggunakan dua katrol dimana satu sebagai katrol tetap dipasang ditas dan satu lagi sebagai katrol penggerak. Sistem katrol juga dapat menggunakan tiga atau empat katrol. Suatu contoh system katrol dapat diperhatikan pada Gambar Gambar 7. Katrol Ganda 8

9 Keuntungan mekanik dari sistem katrol tergantung pada jumlah katrol dan tali yang menanggung beban. Dengan menggunakan katrol berganda, keuntungan mekanisnya akan lebih besar. Jika gaya gesekan katrol diabaikan, hubungan antara gaya dan beban pada system katrol dapat ditulis dalam bentuk: Dimana: 2 n = Beban (N) = Gaya (N) N = Jumlah katrol Keuntungan mekanik dari sistem pegas dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara beban dengan kuasa dan dapat dirumuskan dalam bentuk: K M 2 n Keuntungan mekanik pada sistem katrol tergantung pada banyaknya katrol yang ada pada sistem katrol. Contoh pada katrol majemuk yang terdiri dari 4 katrol, berapakah keuntungan mekaniknya?. Karena sistem terdiri dari empat katrol, maka keuntungan mekaniknya adalah 4. Contoh soal: Sebuah benda yang beratnya 2000 N akan diangkat dengan katrol majemuk. Jika gaya yang dikerjakan hanya 400 N, berapakah banyaknya katrol yang harus digunakan?. Diketahui : = 2000 N Jawab : Km = 400 N Jadi, jumlah katrol yang diperlukan pada system adalah 5 buah 9

10 Suatu hari ananda dan keluarga pergi berlibur menuju suatu puncak gunung a- tau bukit. Ketika melewati lereng gunung bagaimana bentuk lintasan hingga kita tiba di puncak gunung tersebut? Mengapa demikian? Memindahkan benda dari suatu tempat ke tempat yang lebih tinggi akan terasa berat jika langsung diangkat. Dengan menggunakan bidang miring hal tersebut dapat lebih mudah untuk dilakukan. Mengapa orang mesir kuno sebelum masehi memanfaatkan bidang miring untuk mengangkat batu raksasa ketika membangun piramida?. Gambar Jalan menuju perbukitan dibuat melereng, agar mudah mencapai puncak bukit Bidang miring merupakan istilah untuk menyatakan bidang datar yang membentuk suatu sudut dari permukaan horizontal. Bidang miring adalah suatu permukaan datar yang memiliki suatu sudut yang bukan sudut tegak lurus terhadap permukaan horizontal. Pengertian lain dari bidang miring adalah sebuah pesawat sederhana yang digunakan untuk memudahkan pemindahan suatu beban ke tempat yang lebih tinggi dengan cara mendorong beban dari pada dengan mengangkat Gambar menggunakan bidang miring memudahkan manusia untuk memindahkan barang jika dibandingkan harus mengangkatnya beban tersebut. Seorang mendorong beban pada bidang miring diperlihatkan Gambar 6 Pada bidang miring usaha yang diperlukan untuk mengangkat suatu beban dengan berat dengan gaya dan perpindahan sejauh Sama energi potensial yang dimiliki benda pada ketinggi h. s x h Besarnya gaya yang diperlukan untuk memindahkan benda dari posisi A ke posisi B adalah: x h s 10

11 Keterangan: s = Panjang bidang miring (m) h = Tinggi bidang miring (m) = Berat beban (N) = Gaya yang diperlukan (N) Keuntungan mekanis dari bidang miring adalah perbandingan antara berat beban dengan gaya yang diperlukan dan dapat dirumuskan dalam bentuk: K m s h Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip kerja bidang miring digunakan pada pembuatan jalan-jalan di bukit dan pegunungan, sekrup, resleting, dan tangga. Sekrup bekerja dengan menggunakan prinsip bidang miring. Pada sekrup terdapat silinder dan uliran yang bekerja bersamaan. Jika sekrup diputar satu kali maka kepala sekrup dan sumbu sekrup akan bergerak melingkar satu kali. Besar keuntungan mekanis dari sekrup dirumuskan sebagai berikut. keliling sekrup K m interval sekrup Dimana Km = keuntungan mekanis sekrup Keliling sekrup = jumlah keliling yang ada pada sekrup Interval sekrup = jumlah keliling yang ada pda sekrup Keuntungan menggunakan bidang miring adalah memperkecil usaha yang dilakukan dengan menambah jarak tempuh. Kelemahan dari pesawat ini adalah untuk menggunakannya diperlukan waktu yang relatif lebih lama. a. Baji Baji adalah pesawat sederhana yang prinsip kerjanya sama dengan bidang mi- 11

12 ring. Baji merupakan buah bidang miring yang disatukan. Baji terbuat dari bahan yang keras seperti besi atau baja. Baji digunakan untuk membelah kayu, membelah batu, atau benda keras lainnya. Semakin tipis bentuk baji maka semakin mudah kerja yang dilakukan. Salah satu alat yang sering dijumpai menggunakan prinsip baji adalah kapak. b. Sekrup Gambar Roda Sepeda dan Porosnya Sekrup adalah alat yang digunakan untuk memudahkan kerja. Sekrup merupakan bidang miring yang dililitkan pada sebuah tabung sehingga lilitannya berbentuk spiral. Jarak antara ulir-ulir lilitan sekrup disebut interval sekrup. Pesawat sederhana yang sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari yang prinsip kerjanya berdasarkan sekrup adalah dongkrak mobil mekanik, paku ulir, dan baut. Gambar Roda Sepeda dan Porosnya Roda dan poros merupakan pesawat sederhana yang terdiri atas sebuah roda berputar yang dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda dan poros merupakan pesawat sederhana yang berfungsi memperbesar kecepatan dan gaya. Roda berporos ini banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda 12

13 kendaraan bermotor, dan gerinda. Kecepatan yang dihasilkan oleh sepeda diperoleh dari perbandingan antara jarijari roda dan jari-jari poros (gir). Misalnya, pada sepeda balap. Jika gir belakang disetel pada jari-jari terkecil ma- Gambar Roda Sepeda dan Porosnya ka sepeda akan melaju dengan kencang. Jika gir roda belakang disetel pada jari-jari yang besar maka laju sepeda balap akan melambat. Keuntungan mekanis yang diperoleh dari roda dan poros dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut. K m jari jariroda jari jariporos Pada benda dilempar vertikel ke atas dengan suatu kecepatan awal v o terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi potensial. Semakin tinggi posisi benda energi 13

Sebuah benda yang diberi gaya sebesar 6 N selama 5 menit mengalami perpindahan sejauh 15 m, tentukanlah: a. usaha yang dilakukan benda b.

Sebuah benda yang diberi gaya sebesar 6 N selama 5 menit mengalami perpindahan sejauh 15 m, tentukanlah: a. usaha yang dilakukan benda b. Jawab: P = Fv = (5 N) (2 m/s) = 10 N m/s = 10 watt. Jadi, daya benda tersebut adalah 10 watt. Menguji Diri Sebuah benda yang diberi gaya sebesar 6 N selama 5 menit mengalami perpindahan sejauh 15 m, tentukanlah:

Lebih terperinci

Widodo Setiyo Wibowo TOPIK: PESAWAT SEDERHANA

Widodo Setiyo Wibowo TOPIK: PESAWAT SEDERHANA Widodo Setiyo Wibowo widodo_setiyo@uny.ac.id TOPIK: PESAWAT SEDERHANA Tujuan Setelah mengikuti sesi ini, mahasiswa mampu: Memahami maksud Kompetensi Dasar (KD) dan lingkup materi dalam KD 3.5 dan 4.5 Kelas

Lebih terperinci

Bagaimana Menurut Anda

Bagaimana Menurut Anda Bagaimana Menurut Anda Dapatkah kita mencabut paku yang tertancap pada kayu dengan menggunakan tangan kosong secara mudah? Menaikkan drum ke atas truk tanpa alat bantu dengan mudah? Mengangkat air dari

Lebih terperinci

MODUL MATA PELAJARAN IPA

MODUL MATA PELAJARAN IPA KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Usaha, energi, dan pesawat sederhana untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Lampiran 1: RPP SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : MI Falahiyyah Rowosari Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : V/Genap Materi : Pesawat sederhana Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran

Lebih terperinci

Bab. Peta Konsep. Gambar 13.1 Mendorong mobil. Usaha. membahas melakukan

Bab. Peta Konsep. Gambar 13.1 Mendorong mobil. Usaha. membahas melakukan Bab 13 Usaha dan Energi Sumber: image.google.com Gambar 13.1 Mendorong mobil Mendorong mobil merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan tenaga. Ketika kamu mendorong mobil hingga bergerak, kamu telah

Lebih terperinci

BAB XIV PESAWAT SEDERHANA

BAB XIV PESAWAT SEDERHANA BAB XIV PESAWAT SEDERHANA 1. Apakah yang dimaksud dengan pesawat sederhana? 2. Alat-alat apa saja yang dapat digolongkan sebagai pesawat sederhana? 3. Apa kegunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari?

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I Sekolah Mata Pelajaran : SDN 02 Kopeng : Ilmu Pengetahuan Alam Pokok Bahasan : Pesawat Sederhana Kelas/Semester : V/2 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit A. Standar

Lebih terperinci

BBM 5 PESAWAT SEDERHANA

BBM 5 PESAWAT SEDERHANA BBM 5 PESAWAT SEDERHANA PENDAHULUAN Bahan Belajar Mandiri (BBM) ini merupakan BBM kelima dari mata kuliah Konsep Dasar Fisika untuk SD yang membahas pesawat sederhana dan jenis-jenisnya. Dalam kehidupan

Lebih terperinci

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Fisika

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Fisika Nama : Kelas : 8 UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Mata Pelajaran : Fisika Waktu : 07.45-09.15 No.Induk : Hari/Tanggal : Selasa, 09 Desember 2014 Petunjuk Umum: Nilai : 1.

Lebih terperinci

BAB 1 BAB II PEMBAHASAN

BAB 1 BAB II PEMBAHASAN BAB 1 I. PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Pesawat sederhana adalah segala jenis perangkat yang hanya membutuhkan satu gaya untuk bekerja. Kerja terjadi sewaktu gaya diberikan dan menyebabkan gerakan sepanjang

Lebih terperinci

Pesawat Sederhana. 279 Bab 9 Energi dan Usaha 279. Pesawat Sederhana

Pesawat Sederhana. 279 Bab 9 Energi dan Usaha 279. Pesawat Sederhana Pesawat Sederhana B Apakah kamu menggunakan pesawat atau mesin hari ini? Kamu mungkin mengetahui bahwa sepeda adalah sebuah mesin. Peraut pensil dan pembuka botol juga mesin. Jika kamu memutar pegangan

Lebih terperinci

Bab. Energi dan Perubahannya

Bab. Energi dan Perubahannya Bab 10 Sumber: lh6.ggpht.com Energi dan Perubahannya Hasil yang harus kamu capai: memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mempelajari bab ini, kamu harus mampu: menjelaskan

Lebih terperinci

67

67 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 Nama : No Absen : Pilihlah jawaban yang kamu anggap benar! 1. Setiap alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia disebut a. katrol c. motor b. pesawat sederhana

Lebih terperinci

BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA

BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA 1 BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA 01. Usaha yang dilakukan oleh suatu gaya terhadap benda sama dengan nol apabila arah gaya dengan perpindahan benda membentuk sudut sebesar. A. 0 B. 5 C. 60

Lebih terperinci

Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian

Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian 46 Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian 47 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA UPT DISDIKPORA KECAMATAN BAWEN SD NEGERI BAWEN 03 Alamat:

Lebih terperinci

Contoh Soal IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 5 SD/MI Hindayani.com

Contoh Soal IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 5 SD/MI Hindayani.com Contoh Soal IPA Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 5 SD/MI Hindayani.com Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Ban sepeda akan berhenti jika di rem, ban sepeda berhenti karena gaya A. gravitasi C.

Lebih terperinci

USAHA, ENERGI & DAYA

USAHA, ENERGI & DAYA USAHA, ENERGI & DAYA (Rumus) Gaya dan Usaha F = gaya s = perpindahan W = usaha Θ = sudut Total Gaya yang Berlawanan Arah Total Gaya yang Searah Energi Kinetik Energi Potensial Energi Mekanik Daya Effisiensi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI D I N A S P E N D I D I K A N

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI D I N A S P E N D I D I K A N PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI D I N A S P E N D I D I K A N Alamat : Komplek perkantoran Pemda Muaro Jambi Bukit Cinto Kenang, Sengeti UJIAN SEMESTER GANJIL SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

LAMPIRAN I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) LAMPIRAN LAMPIRAN I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I Sekolah : SD Negeri Salatiga 03 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) Kelas/Semester : V/ 2

Lebih terperinci

Kegiatan Semester 2. Gaya dan Pesawat Sederhana 73

Kegiatan Semester 2. Gaya dan Pesawat Sederhana 73 Kegiatan Semester 2 Pada setiap awal semester, kamu akan mendapat kegiatan semester. Untuk Kelas V semester 2 ini, kamu harus melakukan kegiatan semester sebagai berikut. 1. Tema Kegiatan : pencegahan

Lebih terperinci

sifat Gaya meliputi tiga hukum contoh gaya Hukum I Newton Gaya gesekan mempermudah pekerjaan dan memperkecil gaya untuk melakukan usaha

sifat Gaya meliputi tiga hukum contoh gaya Hukum I Newton Gaya gesekan mempermudah pekerjaan dan memperkecil gaya untuk melakukan usaha Gaya VI Seorang pendayung harus mengayuh air ke belakang agar perahu terdorong ke depan. Prinsip apakah yang digunakan pendayung tersebut? Dalam kehidupan sehari-hari, manusia berusaha menciptakan alat

Lebih terperinci

5. Tentukanlah besar dan arah momen gaya yang bekerja pada batang AC dan batang AB berikut ini, jika poros putar terletak di titik A, B, C dan O

5. Tentukanlah besar dan arah momen gaya yang bekerja pada batang AC dan batang AB berikut ini, jika poros putar terletak di titik A, B, C dan O 1 1. Empat buah partikel dihubungkan dengan batang kaku yang ringan dan massanya dapat diabaikan seperti pada gambar berikut: Jika jarak antar partikel sama yaitu 40 cm, hitunglah momen inersia sistem

Lebih terperinci

MENGIDENTIFIKASI MANFAAT PESAWAT SEDERHANA PADA KERJA OTOT DAN RANGKA MANUSIA. Identitas Mata Pelajaran

MENGIDENTIFIKASI MANFAAT PESAWAT SEDERHANA PADA KERJA OTOT DAN RANGKA MANUSIA. Identitas Mata Pelajaran MENGIDENTIFIKASI MANFAAT PESAWAT SEDERHANA PADA KERJA OTOT DAN RANGKA MANUSIA Identitas Mata Pelajaran Sekolah : SMPN 8 Padang Kelas : VIII Semester : 1 Pelajaran / Materi : IPA/Sistem Gerak Pada Manusia

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.1

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.1 1. Perhatikan gambar! http://primemobile.co.id/assets/uploads/materi/cap53.png SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.1 Jika panjang lengan kuasa 1,5 m, maka panjang lengan beban

Lebih terperinci

PENGENDALIAN MUTU KLAS X

PENGENDALIAN MUTU KLAS X PENGENDLIN MUTU KLS X. Untuk mengukur ketebalan selembar kertas yang paling teliti menggunakan alat ukur. mistar. jangka sorong C. rol meter D. micrometer sekrup E. sferometer 2. Perhatikan gambar penunjuk

Lebih terperinci

LATIHAN USAHA, ENERGI, IMPULS DAN MOMENTUM

LATIHAN USAHA, ENERGI, IMPULS DAN MOMENTUM LATIHAN USAHA, ENERGI, IMPULS DAN MOMENTUM A. Menjelaskan hubungan usaha dengan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari dan menentukan besaran-besaran terkait. 1. Sebuah meja massanya 10 kg mula-mula

Lebih terperinci

MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN

MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN Kumpulan Soal Latihan UN UNIT MEKANIKA Pengukuran, Besaran & Vektor 1. Besaran yang dimensinya ML -1 T -2 adalah... A. Gaya B. Tekanan C. Energi D. Momentum E. Percepatan 2. Besar tetapan Planck adalah

Lebih terperinci

DINAMIKA PARTIKEL KEGIATAN BELAJAR 1. Hukum I Newton. A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda

DINAMIKA PARTIKEL KEGIATAN BELAJAR 1. Hukum I Newton. A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda KEGIATAN BELAJAR 1 Hukum I Newton A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda DINAMIKA PARTIKEL Mungkin Anda pernah mendorong mobil mainan yang diam, jika dorongan Anda lemah mungkin mobil mainan belum bergerak,

Lebih terperinci

BAB iv HUKUM NEWTON TENTANG GERAK & PENERAPANNYA

BAB iv HUKUM NEWTON TENTANG GERAK & PENERAPANNYA BAB iv HUKUM NEWTON TENTANG GERAK & PENERAPANNYA CAKUPAN MATERI A. Hukum Pertama Newton B. Hukum Kedua Newton C. Hukum Ketiga Newton D. Gaya Berat, Gaya Normal & Gaya Gesek E. Penerapan Hukum Newton Hukum

Lebih terperinci

Bahan Ajar IPA Terpadu

Bahan Ajar IPA Terpadu Setelah mempelajari materi gerak lurus diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan gaya 2. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengidentifikasi gaya gesekan yang menguntungkan

Lebih terperinci

BAB USAHA DAN ENERGI

BAB USAHA DAN ENERGI BAB USAHA DAN ENERGI. Seorang anak mengangkat sebuah kopor dengan gaya 60 N. Hitunglah usaha yang telah dilakukan anak tersebut ketika: (a anak tersebut diam di tempat sambail menyangga kopor di atas kepalanya.

Lebih terperinci

BAB 7 USAHA, ENERGI, DAN PESAWAT SEDERHANA

BAB 7 USAHA, ENERGI, DAN PESAWAT SEDERHANA BAB 7 USAHA, ENERGI, DAN PESAWAT SEDERHANA A. Usaha Beberapa contoh yang termasuk pada usaha: a. Orang mendorong gerobak hingga gerobaknya pindah. b. Seorang siswa mendorong mejanya hingga bergeser ke

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) : SMP N 2 Pegandon

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) : SMP N 2 Pegandon RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah Kelas / Semester Mata Pelajaran : SMP N 2 Pegandon : VIII ( Delapan ) / Genap : Ilmu Pengetahuan Alam Standart kompetensi : 5. Memehami peranan usaha, gaya

Lebih terperinci

3. Sebuah sinar laser dipancarkan ke kolam yang airnya tenang seperti gambar

3. Sebuah sinar laser dipancarkan ke kolam yang airnya tenang seperti gambar 1. Pembacaan jangka sorong di samping yang benar adalah. cm a. 1,05 c. 2, 05 b. 1,45 d. 2, 35 2. Adi berangkat ke sekolah pukul 06.15. Jarak rumah Ardi dengan sekolah 1.8 km. Sekolah dimulai pukul 07.00.

Lebih terperinci

Uji Kompetensi Semester 1

Uji Kompetensi Semester 1 A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! Uji Kompetensi Semester 1 1. Sebuah benda bergerak lurus sepanjang sumbu x dengan persamaan posisi r = (2t 2 + 6t + 8)i m. Kecepatan benda tersebut adalah. a. (-4t

Lebih terperinci

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA 1. Soal Olimpiade Sains bidang studi Fisika terdiri dari dua (2) bagian yaitu : soal isian singkat (24 soal) dan soal pilihan

Lebih terperinci

UJI COBA INSTRUMEN PRETEST-POSTTEST. c. Sederhana b. Mudah dan sulit

UJI COBA INSTRUMEN PRETEST-POSTTEST. c. Sederhana b. Mudah dan sulit 81 82 83 UJI COBA INSTRUMEN PRETEST-POSTTEST Nama : Kelas : No absen : Berilah tanda silan (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling benar! 1. Batang besi atau batang lain yang digunakan

Lebih terperinci

GAYA GESEK. Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik

GAYA GESEK. Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik GAYA GESEK (Rumus) Gaya Gesek Gaya Gesek Statis Gaya Gesek Kinetik f = gaya gesek f s = gaya gesek statis f k = gaya gesek kinetik μ = koefisien gesekan μ s = koefisien gesekan statis μ k = koefisien gesekan

Lebih terperinci

Benda menjadi bergerak adalah pengaruh gaya terhadap benda yang diam.

Benda menjadi bergerak adalah pengaruh gaya terhadap benda yang diam. Hubungan antara Gaya dan Gerak. Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat mempengaruhi keadaan suatu benda. Gaya dapat menimbulkan perubahan gerak atau perubahan kecepatan. Meja yang didorong dapat

Lebih terperinci

6. Berapakah energi kinetik seekor nyamuk bermassa 0,75 mg yang sedang terbang dengan kelajuan 40 cm/s? Jawab:

6. Berapakah energi kinetik seekor nyamuk bermassa 0,75 mg yang sedang terbang dengan kelajuan 40 cm/s? Jawab: 1. Sebuah benda dengan massa 5kg meluncur pada bidang miring licin yang membentuk sudut 60 0 terhadap horizontal. Jika benda bergeser sejauh 5 m, berapakh usaha yang dilakukan oleh gaya berat jawab: 2.

Lebih terperinci

Hukum Newton dan Penerapannya 1

Hukum Newton dan Penerapannya 1 Hukum Newton dan Penerapannya 1 Definisi Hukum I Newton menyatakan bahwa : Materi Ajar Hukum I Newton Setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap sepanjang garis lurus

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.2

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.2 1. Perhatikan gambar katrol majemuk berikut! http://primemobile.co.id/assets/uploads/materi/cap58.png SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.2 Jika massa beban 90 kg dan percepatan

Lebih terperinci

Gambar 12.2 a. Melukis Penjumlahan Gaya

Gambar 12.2 a. Melukis Penjumlahan Gaya Bab 12 Gaya Sumber: image.google.com Gambar 12.1 Mengayuh sepeda Apakah kamu pernah naik sepeda? Jika belum pernah, cobalah. Apa yang kamu rasakan ketika naik sepeda? Mengapa sepeda dapat bergerak? Apakah

Lebih terperinci

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA Dalam gerak translasi gaya dikaitkan dengan percepatan linier benda, dalam gerak rotasi besaran yang dikaitkan dengan percepatan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Pengertian Dongkrak Dongkrak merupakan salah satu pesawat pengangkat yang digunakan untuk mengangkat beban ke posisi yang dikehendaki dengan gaya yang kecil. 2.1.1 Dongkrak

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.3

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.3 1. Perhatikan gambar di bawah! http://primemobile.co.id/assets/uploads/materi/cap66.png SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.3 Dari keempat bidang miring di atas yang memiliki

Lebih terperinci

BAHAN AJAR PENERAPAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

BAHAN AJAR PENERAPAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI BAHAN AJAR PENERAPAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Analisis gerak pada roller coaster Energi kinetik Energi yang dipengaruhi oleh gerakan benda. Energi potensial Energi yang

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 11 FISIKA

Antiremed Kelas 11 FISIKA Antiremed Kelas FISIKA Persiapan UAS - Latihan Soal Doc. Name: K3ARFIS0UAS Version : 205-02 halaman 0. Jika sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi r= 5t 2 +, maka kecepatan rata -rata antara

Lebih terperinci

Kegiatan Pembelajaran. Pembelajaran. Pertemuan 1. Pesawat sederhana

Kegiatan Pembelajaran. Pembelajaran. Pertemuan 1. Pesawat sederhana LAMPIRAN 73 Lampiran 1. Silabus Satuan Pendidikan : SD Kelas/ Semester : V/ 2 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam. Standar Kompetensi : 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi serta fungsinya.

Lebih terperinci

BAB VII ENERGI. Gb. Kegiatan sehari-hari yang memerlukan energi

BAB VII ENERGI. Gb. Kegiatan sehari-hari yang memerlukan energi BAB VII ENERGI Setiap saat kita memerlukan energi yang sangat besar untuk kegiatan-kegiatan kita sehari-hari baik untuk kegiatan jasmani ataupun untuk kegiatan rohani. Berpikir, bekerja, belajar, bernyanyi

Lebih terperinci

Pelatihan Ulangan Semester Gasal

Pelatihan Ulangan Semester Gasal Pelatihan Ulangan Semester Gasal A. Pilihlah jawaban yang benar dengan menuliskan huruf a, b, c, d, atau e di dalam buku tugas Anda!. Perhatikan gambar di samping! Jarak yang ditempuh benda setelah bergerak

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 11 FISIKA

Antiremed Kelas 11 FISIKA Antiremed Kelas FISIKA Dinamika Rotasi dan Kesetimbangan Benda egar - Dinamika Rotasi Doc Name: ARFIS070 Version : 0-07 halaman Perhatikan gambar berikut ini! m B Q r m A r 3 r P m C m A = kg; m B = 3kg;

Lebih terperinci

KERJA DAN ENERGI. 4.1 Pendahuluan

KERJA DAN ENERGI. 4.1 Pendahuluan IV KERJA DAN ENERGI Kompetensi yang ingin dicapai setelah mempelajari bab ini adalah kemampuan memahami, menganalisis dan mengaplikasikan konsep-konsep kerja dan energi pada kehidupan sehari-hari ataupun

Lebih terperinci

USAHA DAN ENERGI. W = F.s Satuan usaha adalah joule (J), di mana: 1 joule = (1 Newton).(1 meter) atau 1 J = 1 N.m

USAHA DAN ENERGI. W = F.s Satuan usaha adalah joule (J), di mana: 1 joule = (1 Newton).(1 meter) atau 1 J = 1 N.m USAHA DAN ENERGI Usaha (W) yang dilakukan pada sebuah benda oleh suatu gaya tetap (tetap dalam besar dan arah) didefinisikan sebagai perkalian antara besar pergeseran (s) dengan komponen gaya (F) yang

Lebih terperinci

Energi dan Usaha BAB 9. A. Energi B. Pesawat Sederhana. 261 Bab 9 Energi dan Usaha 261. Sumber:

Energi dan Usaha BAB 9. A. Energi B. Pesawat Sederhana. 261 Bab 9 Energi dan Usaha 261. Sumber: BAB 9 Energi dan Usaha A. Energi B. Pesawat Sederhana Sumber: http://www.nightglow.gsfc.nasa.gov 261 Bab 9 Energi dan Usaha 261 Peta Konsep energi potensial berubah bentuk misalnya menjadi dapat energi

Lebih terperinci

ULANGAN TENGAH SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016 MATA PELAJARAN : IPA KELAS : VIII HARI/TANGGAL : WAKTU

ULANGAN TENGAH SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016 MATA PELAJARAN : IPA KELAS : VIII HARI/TANGGAL : WAKTU PEMERINTAH KOTA SEMARANG DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 37 SEMARANG Jl. Sompok No. 43 Semarang 50242 Telp / Fax (024) 8446802, Web Site : www.smp37-smg.sch.id, e-mail : smp37smg@yahoo.co.id ULANGAN TENGAH

Lebih terperinci

77

77 76 77 78 79 80 81 Siklus 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Satuan Pendidikan : SDN 3 Nglinduk Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelas/Semester : V (lima) / II (Dua). Alokasi Waktu :

Lebih terperinci

Lampiran 1. Surat Keterangan Melakukan Penelitian

Lampiran 1. Surat Keterangan Melakukan Penelitian 78 79 Lampiran 1 Surat Keterangan Melakukan Penelitian 80 Lampiran 2 Surat Keterangan Melakukan Uji Validitas Siklus 81 Lampiran 3 Kisi-Kisi Soal Evaluasi SIKLUS I Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan

Lebih terperinci

MOMENTUM & IMPULS. p : momentum benda (kg.m/s) m : massa benda (kg) v : kecepatan benda (m/s)

MOMENTUM & IMPULS. p : momentum benda (kg.m/s) m : massa benda (kg) v : kecepatan benda (m/s) MOMENTUM & IMPULS (Rumus) Momentum: Hasil kali massa benda dengan kecepatannya (besaran vektor). Perubahan momentum bersudut Pada sumbu-x: p : momentum benda (kg.m/s) m : massa benda (kg) v : kecepatan

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 11 FISIKA

Antiremed Kelas 11 FISIKA Antiremed Kelas 11 FISIKA Keseimbangan dan Dinamika Rotasi Doc Name: K13AR11FIS060 Version : 014-08 halaman 1 01. Perhatikan gambar berikut ini! MA= kg; MB=3kg; MC=4kg; r1=8m; r=6m PQ sejajar r1 dan memotong

Lebih terperinci

5. Gaya Tekan Tekanan merupakan besarnya gaya tekan tiap satuan luas permukaan.

5. Gaya Tekan Tekanan merupakan besarnya gaya tekan tiap satuan luas permukaan. Gaya Doronglah daun pintu sehingga terbuka. Tariklah sebuah pita karet. Tekanlah segumpal tanah liat. Angkatlah bukumu. Pada setiap kegiatan itu kamu mengerahkan sebuah gaya. Gaya adalah suatu tarikan

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 10 FISIKA

Antiremed Kelas 10 FISIKA Antiremed Kelas 0 FISIKA Dinamika, Partikel, dan Hukum Newton Doc Name : K3AR0FIS040 Version : 04-09 halaman 0. Gaya (F) sebesar N bekerja pada sebuah benda massanya m menyebabkan percepatan m sebesar

Lebih terperinci

138 Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VII

138 Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VII Gerak Lurus 137 138 Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VII V Gerak Lurus Jika kamu berada di dalam mobil yang sedang berjalan dan memandang sebuah pohon di pinggir jalan, kamu akan melihat seolah-olah

Lebih terperinci

Jawaban Soal OSK FISIKA 2014

Jawaban Soal OSK FISIKA 2014 Jawaban Soal OSK FISIKA 4. Sebuah benda bergerak sepanjang sumbu x dimana posisinya sebagai fungsi dari waktu dapat dinyatakan dengan kurva seperti terlihat pada gambar samping (x dalam meter dan t dalam

Lebih terperinci

LAMPIRAN I SURAT IZIN PENELITIAN

LAMPIRAN I SURAT IZIN PENELITIAN 63 LAMPIRAN I SURAT IZIN PENELITIAN 64 65 LAMPIRAN 2 SURAT KETERANGAN PENELITIAN 66 67 LAMPIRAN 3 RPP SIKUS I 68 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Nama Sekolah : SDN Rejowinangun Utara 03 Mata Pelajaran

Lebih terperinci

Xpedia Fisika DP SNMPTN 05

Xpedia Fisika DP SNMPTN 05 Xpedia Fisika DP SNMPTN 05 Doc. Name: XPFIS9910 Version: 2012-06 halaman 1 Sebuah bola bermassa m terikat pada ujung sebuah tali diputar searah jarum jam dalam sebuah lingkaran mendatar dengan jari-jari

Lebih terperinci

Di unduh dari : Bukupaket.com

Di unduh dari : Bukupaket.com 2. Gerak pada Hewan Salah satu sifat makhluk hidup adalah bergerak. Hewan bergerak dengan berbagai cara, misalnya ada hewan yang berjalan, berlari, terbang, berenang, merayap, dan lain sebagainya. Hewan

Lebih terperinci

GuruMuda.Com. Konsep, Rumus dan Kunci Jawaban ---> Alexander San Lohat 1

GuruMuda.Com. Konsep, Rumus dan Kunci Jawaban ---> Alexander San Lohat  1 Indikator 1 : Membaca hasil pengukuran suatu alat ukur dan menentukan hasil pengukuran dengan memperhatikan aturan angka penting. Pengukuran dasar : Pelajari cara membaca hasil pengukuran dasar. dalam

Lebih terperinci

BAB DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

BAB DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR BAB DNAMKA OTAS DAN KESEMBANGAN BENDA TEGA. SOA PHAN GANDA. Dengan menetapkan arah keluar bidang kertas, sebagai arah Z positif dengan vektor satuan k, maka torsi total yang bekerja pada batang terhadap

Lebih terperinci

SOAL TRY OUT FISIKA 2

SOAL TRY OUT FISIKA 2 SOAL TRY OUT FISIKA 2 1. Dua benda bermassa m 1 dan m 2 berjarak r satu sama lain. Bila jarak r diubah-ubah maka grafik yang menyatakan hubungan gaya interaksi kedua benda adalah A. B. C. D. E. 2. Sebuah

Lebih terperinci

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07)

PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07) PR ONLINE MATA UJIAN: FISIKA (KODE A07) 1. Gambar di samping ini menunjukkan hasil pengukuran tebal kertas karton dengan menggunakan mikrometer sekrup. Hasil pengukurannya adalah (A) 4,30 mm. (D) 4,18

Lebih terperinci

Kinematika Sebuah Partikel

Kinematika Sebuah Partikel Kinematika Sebuah Partikel oleh Delvi Yanti, S.TP, MP Bahan Kuliah PS TEP oleh Delvi Yanti Kinematika Garis Lurus : Gerakan Kontiniu Statika : Berhubungan dengan kesetimbangan benda dalam keadaan diam

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 10 Fisika

Antiremed Kelas 10 Fisika Antiremed Kelas 0 Fisika UAS Doc. Name:K3AR0FIS0UAS Doc. Version: 205-0 2 halaman 0. Perhatikan tabel berikut! Diketahui usaha merupakan hasil perkalian gaya denga jarak, sedangkan momentum merupakan hasil

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR

SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR LAMPIRAN TUGAS Mata Kuliah Progran Studi Dosen Pengasuh : Fisika Dasar : Teknik Komputer (TK) : Fandi Susanto, S. Si Tugas ke Pertemuan Kompetensi Dasar / Indikator Soal Tugas 1 1-6 1. Menggunakan konsep

Lebih terperinci

DINAMIKA PARTIKEL-2. Mata Pelajaran : Fisika K e l a s : X (Sepuluh) Nomor Modul : FIS. X.05. : Uu Fathulloh, S.Pd.

DINAMIKA PARTIKEL-2. Mata Pelajaran : Fisika K e l a s : X (Sepuluh) Nomor Modul : FIS. X.05. : Uu Fathulloh, S.Pd. DINAMIKA PARTIKEL-2 Mata Pelajaran : Fisika K e l a s : X (Sepuluh) Nomor Modul : FIS. X.05 Penulis Pengkaji Materi Pengkaji Media : Uu Fathulloh, S.Pd. : Drs. I Made Astra, M.Si. : Dr. Nurdin Ibrahim,

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 10 Fisika

Antiremed Kelas 10 Fisika Antiremed Kelas Fisika Persiapan UAS Fisika Doc. Name:ARFISUAS Doc. Version: 26-7 halaman. Perhatikan tabel berikut! No Besaran Satuan Dimensi Gaya Newton [M][L][T] 2 2 Usaha Joule [M][L] [T] 3 Momentum

Lebih terperinci

2. Mesin Frais/Milling

2. Mesin Frais/Milling 2. Mesin Frais/Milling 2.1 Prinsip Kerja Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan

Lebih terperinci

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN IPA BAB VII GERAK PADA MAKHLUK HIDUP DAN TAK HIDUP

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN IPA BAB VII GERAK PADA MAKHLUK HIDUP DAN TAK HIDUP SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN IPA BAB VII GERAK PADA MAKHLUK HIDUP DAN TAK HIDUP Dr. RAMLAWATI, M.Si. SITTI RAHMA YUNUS, S.Pd., M.Pd. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

Seminar Internasional, ISSN Peran LPTK Dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia

Seminar Internasional, ISSN Peran LPTK Dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PESAWAT SEDERHANA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS MULTIMEDIA Oleh: Ni Wayan Marti Jurusan Manajemen Informatika, FTK - Universitas Pendidikan Ganesha ABSTRAKS Media pembelajaran

Lebih terperinci

Aplikasi konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa alam yang relevan (dalam penyelesaian masalah sehari hari).

Aplikasi konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa alam yang relevan (dalam penyelesaian masalah sehari hari). Aplikasi konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa alam yang relevan (dalam penyelesaian masalah sehari hari). Aplikasi konsep tekanan benda padat, cair, dan gas pada peristiwa alam yang

Lebih terperinci

1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU

1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU 1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU A. Tujuan 1. Menyebutkan macam-macam jenis alat tangan dan fungsinya. 2. Menyebutkan bagian-bagian dari alat-alat tangan pada kerja bangku. 3. Mengetahui bagaimana cara

Lebih terperinci

BAB MOMENTUM DAN IMPULS

BAB MOMENTUM DAN IMPULS BAB MOMENTUM DAN IMPULS I. SOAL PILIHAN GANDA 0. Dalam sistem SI, satuan momentum adalah..... A. N s - B. J s - C. W s - D. N s E. J s 02. Momentum adalah.... A. Besaran vektor dengan satuan kg m B. Besaran

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 11 FISIKA

Antiremed Kelas 11 FISIKA ntiremed Kelas 11 FISIK Usaha dan Energi - Latihan Soal Doc Name: R11FIS0501 Version : 2012-07 halaman 1 01. Grafik berikut adalah gaya yang diberikan pada suatu benda terhadap jarak yang ditempuh benda

Lebih terperinci

dengan g adalah percepatan gravitasi bumi, yang nilainya pada permukaan bumi sekitar 9, 8 m/s².

dengan g adalah percepatan gravitasi bumi, yang nilainya pada permukaan bumi sekitar 9, 8 m/s². Hukum newton hanya memberikan perumusan tentang bagaimana gaya mempengaruhi keadaan gerak suatu benda, yaitu melalui perubahan momentumnya. Sedangkan bagaimana perumusan gaya dinyatakan dalam variabelvariabel

Lebih terperinci

TKS-4101: Fisika MENERAPKAN KONSEP USAHA DAN ENERGI J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA

TKS-4101: Fisika MENERAPKAN KONSEP USAHA DAN ENERGI J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA TKS-4101: Fisika MENERAPKAN KONSEP USAHA DAN ENERGI Dosen: Tim Dosen Fisika Jurusan Teknik Sipil FT-UB 1 Indikator : 1. Konsep usaha sebagai hasil

Lebih terperinci

Gaya dan Tekanan. A. Gaya B. Gerak Dipercepat. Bab 8 Gaya dan Tekanan 213. Sumber:

Gaya dan Tekanan. A. Gaya B. Gerak Dipercepat. Bab 8 Gaya dan Tekanan 213. Sumber: BAB 8 Gaya dan Tekanan A. Gaya B. Gerak Dipercepat Sumber: http://www.k53.pbase.com Bab 8 Gaya dan Tekanan 213 BAB Gaya dan Tekanan Amatilah gerak benda-benda di sekitarmu; dedaunan yang melambai-lambai,

Lebih terperinci

ANTIREMED KELAS 11 FISIKA

ANTIREMED KELAS 11 FISIKA ANTIRMD KLAS 11 FISIKA Persiapan UAS 1 Fisika Doc. Name: AR11FIS01UAS Version : 016-08 halaman 1 01. Jika sebuah partikel bergerak dengan persamaan posisi r = 5t + 1, maka kecepatan rata-rata antara t

Lebih terperinci

BAHAN AJAR ANDI RESKI_15B08049_KELAS C PPS UNM

BAHAN AJAR ANDI RESKI_15B08049_KELAS C PPS UNM Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui benda-benda yang bergerak melingkar beraturan misalnya: gerak bianglala, gerak jarum jam, gerak roda sepeda/motor/mobil, gerak baling-baling kipas angin,

Lebih terperinci

GERAK MELINGKAR. = S R radian

GERAK MELINGKAR. = S R radian GERAK MELINGKAR. Jika sebuah benda bergerak dengan kelajuan konstan pada suatu lingkaran (disekeliling lingkaran ), maka dikatakan bahwa benda tersebut melakukan gerak melingkar beraturan. Kecepatan pada

Lebih terperinci

Kumpulan Soal UN Fisika Materi Usaha dan Energi

Kumpulan Soal UN Fisika Materi Usaha dan Energi Telp (051) 710890 Email: sma_marsoedbogor@yahoo.co.id www.marsudirini-bgr.sch.id Kumpulan Soal UN Fisika Materi Usaha dan Energi 1. UN Fisika SMA 011/01 Paket A86 Sebuah benda bergerak dari titik A tanpa

Lebih terperinci

Latihan I IMPULS MOMENTUM DAN ROTASI

Latihan I IMPULS MOMENTUM DAN ROTASI Latihan I IMPULS MOMENTUM DAN ROTASI 1. Bola bergerak jatuh bebas dari ketinggian 1 m lantai. Jika koefisien restitusi = ½ maka tinggi bola setelah tumbukan pertama A. 50 cm B. 25 cm C. 2,5 cm D. 12,5

Lebih terperinci

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini terfokus pada lingkungan kerja saat ini dan data antropometri yang dibutuhkan untuk perancangan

Lebih terperinci

Besaran Fisika pada Gerak Melingkar

Besaran Fisika pada Gerak Melingkar MATERI POKOK BESARAN FISIKA PADA GERAK MELINGKAR I. Kompetensi Dasar Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan II. Indikator Hasil Belajar Siswa dapat : 1. Mengetahui pengertian

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 SURAT IJIN PENELITIAN

LAMPIRAN 1 SURAT IJIN PENELITIAN 59 LAMPIRAN 1 SURAT IJIN PENELITIAN 60 61 LAMPIRAN 2 SURAT KETERANGAN PENELITIAN 62 63 LAMPIRAN 3 RPP SIKLUS 1 RPP SIKLUS 2 64 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I PERTEMUAN I Sekolah : SD Negeri

Lebih terperinci

ULANGAN UMUM SEMESTER 1

ULANGAN UMUM SEMESTER 1 ULANGAN UMUM SEMESTER A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang benar!. Kesalahan instrumen yang disebabkan oleh gerak brown digolongkan sebagai... a. kesalahan relatif

Lebih terperinci

PERSIAPAN UN FISIKA 2015 SMA NO SOAL JAWABAN 01 Perhatikan gambar berikut!

PERSIAPAN UN FISIKA 2015 SMA NO SOAL JAWABAN 01 Perhatikan gambar berikut! NO SOAL JAWABAN 01 Perhatikan gambar berikut! Jono menempuh lintasan ABC dan Jinni menempuh lintasan BDC. Jarak dan perpindahan Jono dan Jinni adalah. A. Jono; 12 m dan 4 m, Jinni; 16 m dan 4 m B. Jono;

Lebih terperinci

Dinamika Rotasi 1. Dua bola bermassa m 1 = 2 kg dan m 2 = 3 kg dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti pada gambar.

Dinamika Rotasi 1. Dua bola bermassa m 1 = 2 kg dan m 2 = 3 kg dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti pada gambar. 1. Dua bola bermassa m 1 = 2 kg dan m 2 = 3 kg dihubungkan dengan batang ringan tak bermassa seperti pada gambar. 3. Perhatikan gambar berikut. Jika sistem bola diputar pada sumbu di titik a, maka besar

Lebih terperinci

Kinematika Gerak KINEMATIKA GERAK. Sumber:

Kinematika Gerak KINEMATIKA GERAK. Sumber: Kinematika Gerak B a b B a b 1 KINEMATIKA GERAK Sumber: www.jatim.go.id Jika kalian belajar fisika maka kalian akan sering mempelajari tentang gerak. Fenomena tentang gerak memang sangat menarik. Coba

Lebih terperinci

Uraian Materi. W = F d. A. Pengertian Usaha

Uraian Materi. W = F d. A. Pengertian Usaha Salah satu tempat seluncuran air yang popular adalah di taman hiburan Canada. Anda dapat merasakan meluncur dari ketinggian tertentu dan turun dengan kecepatan tertentu. Energy potensial dikonversikan

Lebih terperinci