MEMBANGUN PERENCANAAN STRATEGIS DAN KEBIJAKAN SP/SB

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MEMBANGUN PERENCANAAN STRATEGIS DAN KEBIJAKAN SP/SB"

Transkripsi

1 MODUL PELATIHAN MEMBANGUN PERENCANAAN STRATEGIS DAN KEBIJAKAN SP/SB INTERNATIONAL LABOUR ORGANIZATION Proyek Pendidikan Untuk Pekerja di Indonesia

2 2003 DAFTAR ISI MATERI Daftar isi Bab 1 Bab 2 Cara Menggunakan Buku Pendahuluan dan Tujuan Pelatihan Bab 3 Bab 4 Bab 5 Bab 6 Bab 7 II Bab 8 Bab 9 Bab 10 Bab 11 Bab 12 Bab 13 Bab 14 III Bab 15 Bab 16 Bab 17 Memahami Perencanaan Strategis Analisis SWOT Analysis Merumuskan Visi dan Misi Tujuan dan Rencana aksi Evaluasi Pelaksanaan Rencana Penerapan Rencana Strategis Pengorganisasian dan Rekrutmen Anggota Hubungan SP/SB dengan anggota Struktur dan Administrasi SP/SB Keuangan SP/SB Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) Pendidikan dan Pelatihan Anggota Strategi Komunikasi SP/SB Partisipasi dalam Kebijakan Sosial Ekonomi Politik: Sosial Dialog Dampak pasar bebas ASEAN (AFTA) Dokumen Strategi Pengentasan Kemiskinan (PRSP) Lampiran 1 Program Pelatihan Lampiran 2 Contoh Pernyataan Pers Zona Bebas Pekerja Anak Lampiran 3 Contoh Berita Hasil Pernyataan Pers Kukar, Pertama di Asia Zona Bebas Pekerja Anak 2

3 Bab 1 CARA MENGGUNAKAN BUKU K e g u n a a n Buku ini dirancang untuk dapat digunakan oleh aktivis Serikat Pekerja/Serikat Buruh (selanjutnya ditulis SP/SB) sebagai panduan berdiskusi dan mempelajari lebih jauh masa depan SP/SB. Buku ini dapat digunakan oleh: Peserta pelatihan SP/SB Rapat-rapat SP/SB yang membahas strategi Anggota SP/SB secara individual sebagai bahan studi S i s t e m a t i k a Buku ini tersusun atas 17 bab yang memuat subyek berbeda, seperti tertera di Daftar Isi. Setiap bab dilengkapi dengan Kegiatan untuk dijalankan dalam kelompok kecil. Setiap kegiatan memiliki tujuan, yakni hasil yang diharapkan dari tugas kelompok. Setelah menyelesaikan tugas, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja, membandingkan dengan kelompok lain, dan mendiskusikan sehingga diperoleh kesimpulan. P e r a n F a s i l i t a t o r Peran pendidik atau fasilitator dalam pelatihan: Memaparkan latar belakang pelatihan secara singkat, padat, dan langsung ke sasaran. Memperkenalkan setiap topik dan menjelaskan tujuannya Menjelaskan tugas yang harus dijalankan setiap kelompok Membantu kelompok jika diperlukan Merancang format presentasi dan diskusi Membantu peserta mencapai kesimpulan yang jelas dan jernih. 3

4 Bab 2 PENDAHULUAN DAN TUJUAN Tujuan: Membantu peeserta memahami tantangan pokok yang dihadapi SP/SB Membantu peserta memahami konsep perencanaan strategis Memberi gambaran pentingnya peran perencanaan strategis agar SP/SB dapat menghadapi tantangan-tantangan baru. Menunjukkan bahwa SP/SB dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan ekonomi politik penting yang menyangkut kepentingan mereka. T a n t a n g a n Di banyak negara maju, SP/SB dihadapkan dengan serangkaian tantangan yang serupa. Dalam upaya merespon tantangan tersebut, SP/SB menyimpulkan bahwa respon yang diambil menentukan apakah SP/SB bisa tertahan. Sejumlah isu pokok dari tantangan yang menghadang SP/SB adalah: Jumlah anggota yang cenderung menurun Menurunnya industri lama, di mana secara tradisional SP/SB-nya kuat, dan munculnya industriindustri jasa baru yang belum memiliki SP/SB mapan. Meningkatnya jumlah pekerja kontrak, yang umumnya gagal direkrut oleh SP/SB Program privatisasi Kebijakan pengusaha atau pemerintah yang anti-sp/sb Opini publik bahwa SP/SB hanya mewaliki kepentingan segelintir pekerja dan berakibat pada rendahnya animo pekerja untuk menjadi anggota. Keanggotaan SP/SB didominasi oleh pria, padahal jumlah angkatan kerja perempuan terus bertambah. SP/SB mengabaikan rekrutmen pekerja usia muda. J a w a b a n Dalam beberapa tahun terakhir, perencanaan strategis mulai diyakini oleh SP/SB sebagai alat untuk memperkuat posisi mereka. Dalam banyak kasus, SP/SB menyimpulkan bahwa jika mereka tidak tidak mengubah dan memodernisasi pendekatan mereka terhadap sejumlah masalah di atas, mereka akan kehilangan makin banyak anggota dan posisi tawar di depan pengusaha dan pemerintah. Konsep perencanaan strategis sejak beberapa tahun terakhir telah digunakan secara luas dalam dunia bisnis. Perusahaan meluangkan lebih banyak waktu dan upaya untuk memikirkan strategi agar dapat bertahan. Produk, pesaing, pelanggan, dan potensi pasar diperhitungkan dengan sangat serius. Dari sana, mereka kemudian menentukan target dan tujuan ke arah mana bisnis hendak dibangun, kemudian merumuskan langkah-langkah untuk mewujudkannya. 4

5 SP/SB memang memiliki dunia dan tantangan yang berbeda dengan lembaga bisnis. Tetapi, organisasi apapun memiliki pilihan-pilihan ke mana dan bagaimana mereka akan berkembang. Dalam pelatihan ini peserta diperkenalkan dengan ide-ide dasar perencanaan strategis dan pengembangan organisasi. Perumusan ulang strategi pengelolaan SP/SB merupakan latihan yang amat berguna, termasuk dalam acara konferensi, keterlibatan intensif dalam struktur kepengurusan, dan barangkali berhasil mengubah struktur atau kebijakan dasar. Ide tentang perencanaan dasar dan pengembangan SP/SB dapat pula diterapkan melalui cara yang sederhana di semua level struktur kepengurusan, nasional hingga lokal. 5

6 Bab 3 MEMAHAMI RENCANA STRATEGIS A p a? Perencanaan strategis membantu SP/SB memperbaharui cara pandang terhadap tantangan dan membantu SP/SB mengidentifikasi langkah yang harus diambil untuk meresponnya. Perencanaan strategis membantu memperjelas: Cara-cara yang harus ditempuh untuk mengembangkan SP/SB Keputusan-keputusan yang harus diambil untuk memastikan SP/SB siap bertahan menghadapi tantangan masa depan. M e n g a p a? Perencanaan strategis diperlukan karena membantu pemimpin/pengurus SP/SB: Merespon dan mengantisipasi perubahan masa depan Melakukan respon terharap perubahan secara sistematis Menguji semua informasi yang relevan berkenaan dengan situasi perburuhan Mempertimbangkan kembali tujuan yang hendak dicapai SP/SB dan menyusun rencana untuk mencapainya. B a g a i m a n a? Bagaimana melaksanakan perencanaan strategis? Perencanaan strategis dan pengembangan organisasi terdiri atas lima elemen: Situasi: analisis lingkungan SP/SB dan analisis perubahan yang sedang berlangsung di lingkungan tersebut. Lingkungan di sini diartikan lingkungan dalam organisasi SP/SB. Visi dan misi: mendefinisikan misi dan visi untuk SP/SB Penetapan tujuan: menetapkan tujuan dan prioritas Perencanaan: rencana aksi untuk mencapai tujuan, mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki SP/SB, dan mempertimbangkan aspek organisasi. Menjalankan rencana, mengevaluasi, dan mengukur efektivitas. 6

7 Bab 4 ANALISIS SWOT Tujuan Setelah sesi ini, peserta diharapkan mampu: Mengidentifikasikan kekuatan dan kelemahan SP/SB Membuat analisi lingkungan luar dan mengenali peluang dan ancaman bagi SP/SB Menyiapkan ringkasan dari hasil analisi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terhadap SP/SB berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal di atas. M e n g a p a a n a l i s i s? Analisis terhadap kekuatan dan kelemahan yang diidap SP/SB dan ancaman terhadapnya merupakan dasar untuk mengenali tantangan yang harus dihadapi. Proses analisis ini dikenal dengan nama Analisis SWOT. Hal terpenting adalah, analisis SWOT harus dilakukan dengan jujur. Peserta mengungkap informasi yang diketahui apa adanya sehingga situasi yang dihadapi dapat dikenali dengan tepat. A n a l i s i s a p a? Analisis SWOT terbagi dalam dua jenis, yakni analisis lingkungan dan analisis institusional. 1. Analisis lingkungan bertujuan melihat peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan luar. Dalam hal ini, yang bisa dikenali adalah peluang dan ancaman. Peluang (opportunities): apa saja yang memberi kemungkinan adanya perbaikan atau penguatan organisasi. Misalnya, UU Ketenagakerjaan yang memihak hak buruh. Ancaman (threats): kondisi di luar organisasi yang potensial melemahkan posisi SP/SB. Misalnya, turunnya jumlah investasi asing di suatu negara yang berdampak pada meningkatnya kasus PHK sehingga mengurangi jumlah anggota SP/SB. 2. Analisis institusional diarahkan pada identifikasi kekuatan dan kelemahan di dalam organisasi. Kekuatan (strong points): apa saja yang dapat memberi keuntungan atau aset bagi SP/SB. Misalnya, program pelatihan yang rutin dan efektif. Kelemahan (weak points): karakteristik atau sifat internal yang merugikan organisasi. Misalnya, hanya sedikit anggota yang bersedia membayar iuran rutin. 7

8 Peluang untuk SP/SB (analisis lingkungan/eksternal) Ancaman untuk SP/SB (analisis lingkungan/eksternal) Kekuatan SP/SB (analisis institusional/internal) Kelemahan SP/SB (analisis institusional/internal) Di halaman berikut dalam dilihat tabel berisi tantangan dan isu pokok yang dihadapi SP/SB. Sebagian merupakan isu LINGKUNGAN karena berasal dari luar SP/SB, sebagian lagi INSTITUSIONAL karena berasal dari dalam dan menyangkut peran SP/SB. Isian dalam tabel tersebut dibagi dalam beberapa kategori, tidak semuanya cocok dengan kondisi aktual dalam SP/SB. Jadi faktor yang belum tercantum dapat ditambahkan. Pengisian daftar sesuai kenyataan di lapangan akan membantu memahami persoalan SP/SB dengan lebih jelas. K e g i a t a n 1 Tujuan Menganalisis perubahan situasi yang harus dihadapi SP/SB sebagai dampak dari perubahan kondisi eksternal. Tugas Setiap kelompok menentukan faktor eksternal yang terdapat dalam daftar (halaman berikut) 1. Tunjukkan faktor-faktor mana yang mempengaruhi SP/SB 2. Buat daftar berisi peluang-peluang utama yang dapat dimanfaatkan oleh SP/SB 3. Buat daftar berisi ancaman terhadap SP/SB. 4. Jelaskan alasannya dan diskusikan dalam kelompok bagaimana cara mengatasi ancaman tersebut? Presentasi Buat laporan dan presentasikan dengan menggunakan OHP atau flipchart. 8

9 F a k t o r L i n g k u n g a n Kerangka politik/peraturan: Perubahan kerangka dan kebijakan politik Perubahan kerangka undang-undang perburuhan Peraturan upah minimum Otonomi daerah Privatisasi Dampak globalisasi dunia (WTO) dan ASEAN (AFTA) Kerangka ketenagakerjaan: Angka pengangguran Meningkatnya pekerja kontrak dan pekerja tidak tetap Ekonomi sektor informal yang besar Pabrik atau perusahaan yang pekerjanya belum terorganisasi Rendahnya tingkat pendidikan dan pelatihan pekerja Akses untuk memperoleh pelatihan Profil Industri: Total pekerja dan perinciannya secara gender, umur, dan status kerja Sektor-sektor dalam industri Penumpukan jumlah tenaga kerja di daerah tertentu Jumlah perusahaan/pabrik dalam propinsi atau kabupaten tertentu Tehnologi dan kinerja perusahaan: Tingkat keuntungan Menurunnya daya kompetisi industri manufaktur Menurunnya jumlah investasi asing Struktur pembiayaan perusahaan Tingkat perpindahan pekerja/buruh dalam periode tertentu Dampak teknologi baru Perubahan bentuk perusahaan Perilaku sosial: Opini publik terhadap SP/SB: positif atau negatif Profil pekerja: Gaya hubungan perburuhan Strategi pengusaha pada organisasi perusahaan dan kondisi kerja Strategi untuk meningkatkan daya saing, penghematan biaya, nilai tambah 9

10 A n a l i s i s L i n g k u n g a n P e l u a n g A n c a m a n 10

11 Kegiatan 2 Tujuan Menganalisis situasi internal SP/SB Tugas Diskusikan dalam kelompok isu-isu yang terhadap dalam daftar faktor institusional yang mungkin mempengaruhi SP/SB 1. Tentukan faktor mana yang relevan dengan SP/SB anda 2. Buat daftar kekuatan SP/SB dan jelaskan alasannya 3. Buat daftar kelemahan SP/SB dan jelaskan alasannya. Presentasi Paparkan kesimpulan diskusi dengan menggunakan OHP atau flipcharts. 11

12 F a k t o r I n s t i t u s i o n a l Budaya dan sistem manajemen SP/SB Apa nilai dasar, ideologi, dan tujuan SP/SB? Bagaimana struktur SP/SB? Apakah sistem yang berjalan adalah yang diinginkan? Bagaimana sistem yang membuat perencanaan kerja? Bagaimana mekanisme pengambilan keputusan? Bagaimana mekanisme pengawasan dan evaluasi? Peran pengurus cabang di era otonomi daerah Sumber daya Staf Fasilitas Keuangan SP/SB Biaya iuran anggota, mahal atau tidak? Komunikasi Apakah ada struktur yang efektif untuk berkomunikasi dengan perwakilan di tingkat propinsi, kabupaten, cabang, dan unit kerja? Apakah teknologi informasi sudah dipertimbangkan sebagai satu cara membangun komunikasi SP/SB Apakah ada strategi untuk berhubungan dengan media massa? Keanggotaan SP/SB Apa ada sistem memadai untuk mencatat keanggotaan? Apa terdapat sistem untuk mengetahui kebutuhan anggota? Persentase anggota SP/SB: per provinsi, per sektor, per gender? Trend keanggotaan, turun atau naik? Apakah SP/SB tahu siapa dan di mana anggotanya? Persepsi anggota terhadap SP/SB, positif atau negatif? Apakah anggota berperan aktif? Apakah ada rekruitmen dan organisasi yang terencana? Apakah ada evaluasi terhadap tehnik rekrutmen? Pelayanan untuk anggota Apa pelayanan yang diberikan SP/SB kepada anggota? Dapatkah pelayanan tersebut ditingkatkan? Hubungan eksternal Hubungan SP/SB dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah, manajemen, LSM, lembaga konsumen, publik Jaringan dengan SP/SB lain dan dengan organisasi internasional 12

13 A n a l i s i s I n s t i t u s i o n a l K e k u a t a n K e l e m a h a n Ringkasan Analisis SWOT Tujuan Menganalisis situasi terkini SP/SB di tengah-tengah perubahan yang sedang berlangsung untuk merumuskan analisis singkat tentang strategi SP/SB Tugas Dalam kelompok, identifikasikan peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan terpenting. Buat dalam bagan di bawah. 13

14 A n a l i s i s S W O T Peluang Ancaman Kekuatan Kelemahan 14

15 Bab 5 MERUMUSKAN VISI DAN MISI Tujuan: Di akhir sesi ini, peserta pelatihan harus mampu: Memahami makna dan nilai penting misi dan visi Merumuskan pernyataan visi dan misi untuk SP/SB mereka V i s i d a n m i s i Ide pokok dari penerapan metode perencanaan strategis ialah untuk mendapatkan kesimpulan apa yang harus dilakukan sebuah organisasi untuk menjawab tantangan dihadapi dengan modal peluang yang dimiliki. Termasuk di dalamnya adalah tujuan yang ingin diraih, metode umum untuk meraih tujuan tersebut, dan strategi yang dibutuhkan. Pada situasi tertentu, dalam merumuskan perencanaan sebuah organisasi perlu memperbaruhi filosofi strategisnya, termasuk visi dan misinya. Misi biasanya dirumuskan dalam kalimat singkat yang menggambarkan tujuan organisasi. Misi dapat membatu menjaga organisasi tetap fokus pada bidang garapan utamanya. Kadang, organisasi terlibat dalam semua jenis aktivitas yang sesungguhnya tidak relevan dengan bidang garapan pokoknya. Menentukan misi dapat membantu SP/SB menfokuskan diri pada konstituen yang diwakilinya dan apa yang ingin dicapai. Misi juga berfungsi untuk mengkomunikasikan apa yang ingin dicapai oleh SP/SB ke anggota dan calon anggota. Berikut ini beberapa contoh misi dari tiga organisasi SP/SB di Inggris, yakni TUC, GPMU, dan T and G. TUC adalah konfederasi serikat buruh nasional. T and G adalah serikat umum kedua terbesar di Inggris, dan GMNU adalah serikat pekerja yang bergerak di industri penerbitan. Trade Union Congress, UK The TUC is the voice of Britain at work. With more than 70 member unions representing 7 million working people from all walks of life, we campaign for a fair deal at work and for social justice at home and abroad. TUC adalah suara pekerja Inggris. Dengan anggota 70 serikat pekerja yang mewakili 7 juta pekerja semua sektor, TUC memperjuangkan perjanjian yang adil di tempat kerja, dan keadilan sosial di rumah dan mana saja. 15

16 Graphical, Paper & Media Union, UK GPMU adalah serikat pekerja terbesar di dunia dengan anggota pekerja dari industri penerbitan, kertas, percetakan, IT, dan media di Inggris dan Irlandia. GPMU memiliki reputasi tak tertandingi dalam mewakili kepentingan pekerja. Kami memiliki perjanjianperjanjian berskala nasional dengan asosiasi pengusaha mengenai semua isu pekerja dan kami memiliki tim pakar kelas dunia untuk membantu persoalan pekerja. Dengan lebih dari 200 pekerja penuh di 60 kantor perwakilan, bantuan profesional kami selalu tersedia ketika dibutuhkan. T and G T and G memperjuangkan hak-hak anda Misi sebuah SP/SB dapat dirumuskan dengan cara berikut; Serikat Pekerja XXX mewakili kepentingan pekerja di sektor XXX. Kami memperjuangkan perbaikan kondisi kerja dan kepentingan seluruh anggota di hadapan pemerintah dan pengusaha di tingkat nasional, propinsi, dan kabupaten. Untuk melengkapi misi, banyak organisasi yang juga merumuskan visi. Visi disusun dengan maksud membangun citra atau cara pandang terhadap keadaan yang diinginkan, atau kondisi yang dicita-citakan. ASPEK Indonesia Union member-global player Jika suatu organisasi memiliki bidang garapan dan wilayah gerak yang berbeda-beda, visi dan misi yang jelas akan membantu publik atau calon anggota memahami dengan cepat apa yang ingin dicapai. 16

17 ILO Decent Work ILO (Organisasi Buruh Internasional) adalah organisasi internasional besar yang mempekerjakan lebih dari 3000 staf di seluruh dunia. ILO mengajak pemerintah, serikat buruh, dan pengusaha bersama-sama dan melakukan banyak kegiatan. Sejak beberapa tahun terakhir ILO mengambil langkah maju dengan menentukan arahan strategis yang lebih jelas untuk program-programnya yang dirumuskan dalan visi misi Pekerjaan yang Layak (Decent Work). Pekerjaan yang Layak dijadikan alat untuk mengkomunikasikan semua tujuan dari peran dan kegiatan ILO. Setiap kegiatan ILO sekarang merupakan satu bagian dari empat tujuan strategis berikut: Prinsip dasar dan hak-hak di tempat kerja Ketenagakerjaan Perlindungan sosial Dialog sosial Pendekatan ini membantu organisasi tetap fokus pada cita-cita semula. Visi dan Misi harus: Jelas Mudah dipahami Fokus Dapat dicapai Memberikan arahan dan nilai Kegiatan 3 Ke Arah Mana Anda Akan melangkah? Tujuan Merumuskan visi dan misi SP/SB (di tingkat pusat atau nasional) Tugas Mendiskusikan dan menentukan visi dan misi bagi SP/SB (level nasional) Instruksi 1. Anggota kelompok harus berasal dari SP/SB yang sama 2. Rumuskan pernyataan visi dan misi secara: Singkat Mudah dipahami Fokus Dapat dicapai Mengandung arahan dan nilai 3. Setiap kelompok boleh merumuskan lebih dari satu statement visi dan misi, Presentasi Kesimpulan setiap kelompok dipresentasikan dengan OHP atau flipchart. 17

18 M i s i SP/SB V i s i SP/SB 18

19 Bab 6 TUJUAN DAN RENCANA AKSI Tujuan: Memahami perbedaan antara tujuan dengan rencana Mampu merumuskan tujuan Mengembangkan dan merumuskan tujuan dan prioritas SP/SB M e n g a p a? Semua organisasi sukses, baik yang kecil, besar, komersial, politis, dan industrial, semua merumuskan tujuan yang jelas dan menyusun rencana untuk meraihnya. Tujuan sangat esensial. Karena, jika kita tidak tahu tujuan, maka kita tidak akan tahu benar atau salah jalan yang ditempuh. Rencana adalah jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Rencana harus disusun berdasarkan tujuan yang ditentukan sebelumnya. Gagal membuat perencanaan sama artinya dengan berencana untuk gagal. Tujuan tidak dapat dicapai tanpa rencana, baik tujuan dalam mengelola pekerja di pabrik atau membangun perkawinan. Sumber daya hanya dapat dialokasikan dengan benar jika tujuan dengan jelas dan rencana untuk mencapainya sudah ditentukan. Jadi, penetapan struktur, alokasi sumber daya, dan kegiatan SP/SB harus mengikuti tujuan yang ditetapkan. D a l i h T a k B e r e n c a n a Terlalu sibuk. Terlalu sibuk melakukan apa? Harus diingat, sibuk dan produktif adalah dua hal yang berbeda. Bagaimana kita tahu kegiatan mana yang produktif tanpa adanya tujuan dan rencana? Lebih baik menangani masalah jika sudah muncul. Alasan seperti ini artinya membiarkan orang lain mendikte untuk apa waktu kita dihabiskan. Hanya menunggu munculnya isu memang terlihat mudah. Namun ini sama artinya dengan hanya bersikap reaktif, membiarkan orang lain yang menyusun dan menjalankan agenda dan prioritas mereka. Semua sumber daya dan waktu yang tersedia sudah digunakan untuk menjalankan kegiatan. Memang tampaknya organisasi melakukan banyak kegiatan, tapi mungkin sekali tanpa efektivitas. Individu atau organisasi kerap memprioritaskan kegiatan yang paling mudah dan menyenangkan, bukan kegiatan yang menentukan tercapai tidaknya tujuan kita. Misalnya, mengunjungi pabrik yang pekerjanya menjadi anggota SP/SB terlihat lebih menyenangkan daripada mengunjungi pabrik di mana SP/SB tidak memiliki anggota. Akan tetapi, dalam jangka panjang, kegiatan yang disebut terakhir lebih penting dan menguntungkan SP/SB. R e n c a n a E f e k t i f Secara umum, perencanaan yang efektif didapat setelah pertanyaan berikut dijawab: Bagaimana kondisi terakhir? Dari mana kita bisa mulai? Apa tujuan dan sasarannya? Kegiatan apa yang dibutuhkan untuk mencapainya? 19

20 Bagaimana kegiatan ini dijalankan? Bagaimana cara mengevaluasi kemajuan dan meninjau ulang rencana? R e n c a n a S t r a t e g i s Rencana strategis merupakan dasar dari semua rencana-rencana kerja dan kegiatan suatu organisasi. Perencanaan strategis merupakan kebijakan dan arahan jangka panjang bagi SP/SB secara keseluruhan, dengan cara: menentukan posisi sekarang menyusun tujuan dan sasaran menentukan cara mencapai tujuan dan cara mengukur kemajuannya. Dalam praktiknya, yang terjadi jika suatu organisasi tidak merumuskan rencana strategis adalah: bersikap reaktif terhadap setiap masalah dan krisis yang muncul. mengalokasikan sumber daya seolah-olah lingkungan dan situasi sekitar tidak berubah. menggunakan taktik dan strategi yang tidak efektif. Misalnya, tidak menyadari bahwa jumlah pekerja kontrak semakin banyak sehingga pendekatan ke calon anggota dilakukan dengan anggapan kebanyakan pekerja berstatus pekerja tetap. terjebak dalam struktur yang menghalangi-halangi tercapainya tujuan. M e n y i a p k a n n y a Analisis profil industri dan SP/SB (singkat dan informal) Tentukan tujuan Identifikasi kekuatan dan kelemahan Rumuskan strategi Sepakati prioritas Siapkan metode pelaksanaan dan sumber daya Laksanakan Evaluasi kemajuan dan tinjau ulang strategi dan implementasi (jika diperlukan) 20

21 Dari analisis institusional dan lingkungan yang sudah dilakukan, juga dari penyegaran kembali visi dan misi organisasi, sasaran yang ingin dicapai dapat diringkaskan sebagai berikut: Jumlah anggota yang meningkat Perbaikan dalam Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) Perubahan organisasi Tujuan yang ditetapkan harus: Realistik tapi menantang Disusun dalam kerangka waktu sehingga hasilnya bisa diukur Tujuan harus ditetapkan melalui proses diskusi dan peninjauan ulang di dalam SP/SB. SP/SB juga perlu memiliki sistem evaluasi untuk mengetahui apa program yang disusun berhasil mencapai tujuan atau tidak, dan jika tidak, mengapa. Kegiatan 4 Tujuan Menetapkan tujuan yang akan dicapai melalui rencana kerja SP/SB Tugas Menggambarkan tujuan dengan menggabungkan sasaran dan hasil analisi SWOT. Instruksi Gunakan lembar kegiatan untuk mencatat prioritas. Tujuan harus: Spesifik Terukur Dapat dilaksanakan Berorientasi pada hasil Ditentukan batas waktunya Jika tujuan secara umum diturunkan lagi ke dalam tugas khusus, terperinci, dan berskala lebih kecil, setiap orang di SP/SB harus memahami tugas dan tanggungjawab masing-masing. Presentasi Paparkan kesimpulan diskusi dengan menggunakan OHP atau flipchart. 21

22 T u j u a n Tulis empat tujuan SP/SB paling penting dalam urutan prioritas. Ingat: tujuan harus terukur 1. Prioritas: 2. Prioritas: 3. Prioritas 4. Prioritas R e n c a n a Rencana merupakan rincian tahap-tahap yang disusun dari upaya besar untuk mencapai tujuan. SP/SB harus membangun strategi dan seperangkat kegiatan untuk mencapai tujuan. Rencana yang disusun harus diarahkan pada tercapainya tujuan. Kegiatan yang disusun harus menjelaskan apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, kapan, dan di mana. Dalam menyusun rencana, SP/SB harus mempertimbangkan segala sumber daya yang dimiliki. Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, perumusan rencana aksi harus mencakup: Seperangkat kegiatan untuk mencapai tujuan. Antara kegiatan dan tujuan harus terhubung 22

23 Kelompok sasaran yang dituju melalui kegiatan tersebut. Penugasan berupa wewenang dan tanggungjawab, siapa yang harus melakukan apa? Jadwal, rincian tanggal dan batas akhir pelaksanaan kegiatan Tempat, di mana kegiatan akan dilaksanakan, di tingkat pusat, lokal, atau individual. Sumber daya yang dibutuhkan dan yang tersedia. Jika ada kesenjangan antara sumber daya yang diperlukan dengan yang tersedia (misalnya dalam hal keuangan, SDM, peralatan, dan sebagainya), rumuskan cara menjembataninya. SP/SB menentukan cara mengukur kemajuan yang diperoleh dari tiap kegiatan. Kegiatan 5 Tujuan Menyusun rencana kegiatan bagi SP/SB. Tugas Menyusun rencana kegiatan berdasarkan tujuan yang ditentukan. Perintah Gunakan lembar kegiatan untuk menjelaskan secara rinci rencana aksi untuk SP/SB. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, rencana aksi harus mencakup: Seperangkat kegiatan Kelompok sasaran dari tiap kegiatan Penugasan, wewenang dan tanggungjawab untuk pelaksana kegiatan Jadwal yang jelas dan terencana Tempat pelaksanaan kegiatan Sumber daya (dana dan manusia) yang dibutuhkan Ukuran keberhasilan Presentasi Presentasikan kesimpulan yang diperoleh melalui OHP atau flipcharts. 23

24 Bab 7 MENGEVALUASI PELAKSANAAN RENCANA A p a Evaluasi dan peninjuan ulang secara berkala dan teratur terhadap tujuan, strategi, dan pencapaiannya melalui kegiatan merupakan hal yang sangat penting. Seluruh perangkat dalam rencana strategis tidak boleh kaku dan alergi terhadap perubahan atau pembaruan. Rencana harus fleksibel, baik untuk membangun rumah atau organisasi. Evaluasi merupakan unsur mutlak dari sebuah rencana. K e b u t u h a n Untuk mengevaluasi dan meninjau ulang suatu kegiatan dibutuhkan: informasi yang akurat dan dapat diandalkan tentang sejauh mana kemajuan yang sudah diperoleh. seperangkat alat atau metode untuk menilai biaya dan keuntungan yang diperoleh dari suatu kegiatan. K e g u n a a n Dari evaluasi dan peninjauan ulang sebuah rencana, diharapkan SP/SB akan mampu: Menilai apakah kegiatan yang dijalankan benar-benar mendukung tercapainya tujuan dan strategi. Memutuskan apakah strategi dan tujuan yang sudah ditetapkan perlu direvisi dan diperbaharui. 24

25 Kegiatan 6 R e n c a n a A k s i Kegiatan Sasaran Kelompok Sasaran Pelaksana Waktu/ Batas Akhir Keperluan 25

26 II PENERAPAN PERENCANAAN STRATEGIS Setelah menganalisis perubahan situasi yang harus dihadapi SP/SB dan membahas dasar-dasar perencanaan strategis, mulai bab ini akan dibahas cara menerapkan rencana strategis terhadap sejumlah aspek vital dari SP/SB. Aspek-aspek di dalam SP/SB yang akan diulas dengan pendekatan strategis adalah Pengorganisasian dan rekrutmen anggota Hubungan SP/SB dengan anggota Struktur organisasi dan administrasi SP/SB Keuangan SP/SB Pengembangan cakupan dan efektivitas KKB Pendidikan dan pelatihan anggota 26

27 Bab 8 REKRUTMEN DAN PENGORGANISASIAN Tujuan Mengetahui pentingnya organisasi dan rekrutmen anggota bagi organisasi Mengetahui iklim organisasi dalam SP/SB Mengetahui manfaat perencanaan untuk pengembangan organisasi dan rekrutmen anggota M a s a l a h y a n g D i h a d a p i Di banyak negara, jumlah pekerja yang tertarik menjadi anggota SP/SB terus menurun. Kecenderungan ini disebabkan oleh sejumlah hal berikut: Perubahan pola pekerjaan, industri manufaktur yang dulu mendominasi mulai digeser oleh industri jasa serta privatisasi perusahaan-perusahaan publik. Perubahan teknologi yang berdampak mengurangi pekerja di sektor tertentu. Perubahan bentuk kontrak kerja, pekerja kontrak lebih banyak dibandingkan pekerja tetap. Perusahaan besar semakin sedikit, sementara perusahaan berskala kecil semakin banyak. Berkembangnya tehnik manajemen modern yang semakin mengecilkan peran SP/SB Kurangnya strategi pengorganisasian dan rekrutmen anggota yang dijalankan oleh SP/SB Sistem iuran wajib, di mana anggota secara otomatis dipotong upahnya sebagai biaya iuran ke SP/SB membuat SP/SB malas untuk melibatkan pekerja agar berperan aktif. Opini publik yang buruk membuat SP/SB tampak kurang menarik minat banyak pekerja. SP/SB dianggap sebagai pembuat masalah daripada sebagai organisasi yang membantu kepentingan pekerja. 27

28 P e r u b a h a n s t r u k t u r a l Di Indonesia, sejumlah sektor manufaktur menghadapi masalah serius berupa pengurangan tenaga kerja dan perubahan struktural. Sektor tekstil, sepatu, elektronika, dan kayu semua menghadapi masalah serius. Sebuah analisis baru-baru ini menyatakan sumbangan sektor-sektor ini terhadap GDP akan turun dari 28 persen menjadi hanya 25 persen dari 2002 hingga Dalam periode yang sama, sumbangan sektor jasa terhadap GDP diperkirakan naik dari 41 persen menjadi 48 persen. Pada saat yang sama, industri sektor manufaktur tampaknya cenderung menjadi lebih padat modal dan padat teknologi, tidak lagi padat tenaga kerja, untuk memelihara daya saing di level internasional. Pergeseran orientasi ini tampaknya berdampak pada tenaga kerja di sektor manufaktur. Masalahnya bagi SP/SB adalah secara tradisional pekerja yang menjadi anggota SP/SB berasal dari sektor manufaktur dan sektor publik. Di samping itu, mengorganisasi pekerja dari kalangan industri yang baru berkembang kerap kali merupakan pekerjaan yang sulit. P e k e r j a k o n t r a k Kini semakin banyak pengusaha yang memilih mempekerjakan pekerja tidak tetap, sehingga makin banyak pekerja yang merasa masa depannya tidak terjamin. Seringkali terjadi, SP/SB tidak mampu membela kepentingan pekerja kontrak secara efektif, padahal persentase pekerja kontrak semakin lama semakin tinggi. N i l a i S t r a t e g i s SP/SB didirikan untuk membantu pekerja, dan amat penting bagi SP/SB untuk terus menjangkau pekerja yang belum belum terorganisasi dan terlindungi. Jika SP/SB gagal melakukan hal tersebut, maka SP/SP akan dianggap hanya mewakili kepentingan segelintir kelompok. Di tingkat perusahaan, jika SP/SB tidak mewakili sebagian besar pekerja, maka secara otomatis pengaruh dan posisi tawar SP/SB tersebut akan berkurang. Di tingkat yang lebih tinggi, upaya SP/SB untuk mempengaruhi pemerintah akan tidak terlalu efektif, jika pemerintah merasa SP/SB tidak terlalu representatif. Selain itu, semakin sedikit anggota yang membayar iuran ke SP/SB akan semakin melemahkan kemampuan SP/SB dalam mengelola organisasi dan melayani anggota. P e r u b a h a n K u l t u r Di banyak negara, SP/SB yang telah mapan kebanyakan berkutat dengan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan anggota. Akibatnya, program rekrutment dan pengorganisasian calon anggota dan kebutuhan untuk membangun kultur pengorganisasian kerap dilupakan. Jika SP/SB ingin memainkan peran yang relevan dan menjadi pemain utama di masa-masa mendatang, mereka harus mulai melihat jauh ke depan dan menempatkan kegiatan pengorganisasian sebagai prioritas dari tugas SP/SB. 28

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS 1.1. Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana

Lebih terperinci

Panduan untuk Fasilitator

Panduan untuk Fasilitator United Nations Development Programme (UNDP) The Office of UN Special Ambassador for Asia Pacific Partnership for Governance Reform Panduan untuk Fasilitator Kartu Penilaian Bersama untuk Tujuan Pembangunan

Lebih terperinci

K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA

K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA 1 K 100 - Upah yang Setara bagi Pekerja Laki-laki dan Perempuan untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya 2 Pengantar

Lebih terperinci

Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1

Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1 S T U D I K A S U S Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1 F R A N C I S I A S S E S E D A TIDAK ADA RINTANGAN HUKUM FORMAL YANG MENGHALANGI PEREMPUAN untuk ambil bagian dalam

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012

ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012 ANGGARAN DASAR (AD) AMAN Ditetapkan oleh Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke-Empat (KMAN IV) Tobelo, 24 April 2012 BAB I NAMA, BENTUK, WAKTU DAN KEDUDUKAN Pasal 1 1) Organisasi ini bernama Aliansi Masyarakat

Lebih terperinci

Latar Belakang. Mengapa UN4U?

Latar Belakang. Mengapa UN4U? UN4U Indonesia adalah salah satu program penjangkauan terbesar dalam kampanye UN4U global dilaksanakan di beberapa kota di seluruh dunia selama bulan Oktober. Dalam foto di atas, para murid di Windhoek,

Lebih terperinci

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 1 R-197 Rekomendasi Mengenai Kerangka Promotional Untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

B. Maksud dan Tujuan Maksud

B. Maksud dan Tujuan Maksud RINGKASAN EKSEKUTIF STUDI IDENTIFIKASI PERMASALAHAN OTONOMI DAERAH DAN PENANGANANNYA DI KOTA BANDUNG (Kantor Litbang dengan Pusat Kajian dan Diklat Aparatur I LAN-RI ) Tahun 2002 A. Latar belakang Hakekat

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER Kami meyakini bahwa bisnis hanya dapat berkembang dalam masyarakat yang melindungi dan menghormati hak asasi manusia. Kami sadar bahwa bisnis memiliki tanggung

Lebih terperinci

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012

IKLIM ORGANISASI. Rangkaian Kolom Kluster I, 2012 IKLIM ORGANISASI Sebuah mesin memiliki batas kapasitas yang tidak dapat dilampaui berapapun besaran jumlah energi yang diberikan pada alat itu. Mesin hanya dapat menghasilkan produk dalam batas yang telah

Lebih terperinci

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA 1 K-88 Lembaga Pelayanan Penempatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi

Lebih terperinci

Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender

Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender Sesi 8: Pemberitaan tentang Masalah Gender 1 Tujuan belajar 1. Memahami arti stereotip dan stereotip gender 2. Mengidentifikasi karakter utama stereotip gender 3. Mengakui stereotip gender dalam media

Lebih terperinci

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab ECD Watch Panduan OECD untuk Perusahaan Multi Nasional alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab Tentang Panduan OECD untuk perusahaan Multi nasional Panduan OECD untuk Perusahaan Multi

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG Dalam bagian ini akan disampaikan faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok yang dilihat dari faktor intern yakni: (1) motivasi

Lebih terperinci

KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN RINGKASAN EKSEKUTIF

KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN RINGKASAN EKSEKUTIF KERANGKA KEBIJAKAN SEKTOR AIR MINUM PERKOTAAN a. Pada akhir Repelita V tahun 1994, 36% dari penduduk perkotaan Indonesia yang berjumlah 67 juta, jiwa atau 24 juta jiwa, telah mendapatkan sambungan air

Lebih terperinci

Peraturan Lembaga Manajemen Kelembagaan dan Organisasi. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kelembagaan dan Organisasi

Peraturan Lembaga Manajemen Kelembagaan dan Organisasi. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kelembagaan dan Organisasi Peraturan Tentang 1. Ruang Lingkup Pengaturan Peraturan ini disusun untuk memberikan panduan kepada Dewan Pengurus dan pegawai tentang susunan, tugas, fungsi dan pengaturan lainnya yang berkaitan dengan

Lebih terperinci

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 A) Latar Belakang Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

K122 Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja

K122 Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja K122 Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja 1 K 122 - Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan

Lebih terperinci

CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN

CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN Kelompok Kerja Edukasi Masyarakat Di Bidang Perbankan 2007 1. Pendahuluan Bank sebagai lembaga intermediasi dan pelaksana sistem pembayaran memiliki peranan

Lebih terperinci

Hensi Margaretta, MBA.

Hensi Margaretta, MBA. Hensi Margaretta, MBA. 1 Pokok Bahasan Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya 2 Tingkatan-tingkatan Manajemen Para karyawan yang bertanggung jawab dalam mengelola karyawan atas sumber

Lebih terperinci

KOPERASI DALAM OTONOM DAERAH

KOPERASI DALAM OTONOM DAERAH 5 KOPERASI DALAM OTONOM DAERAH 5.1. Substansi Otonom Daerah Secara subtantif otonomi daerah mengandung hal-hal desentralisasi dalam hal bidang politik, ekonomi dalam rangka kemandirian ekonomi daerah dan

Lebih terperinci

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting

b. bahwa Badan Usaha Milik Negara mempunyai peranan penting UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG BADAN USAHA MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Badan Usaha Milik Negara merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG KOMITE PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas:

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas: PRINSIP ESSILOR Setiap karyawan Essilor dalam kehidupan professionalnya ikut serta bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Essilor. Sehingga kita harus mengetahui dan menghormati seluruh prinsip yang

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 32/MEN/XII/2008 TENTANG TATA CARA PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN KEANGGOTAAN

Lebih terperinci

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat Naskah Soal Ujian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Petunjuk: Naskah soal terdiri atas 7 halaman. Anda tidak diperkenankan membuka buku / catatan dan membawa kalkulator (karena soal yang diberikan tidak

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA. NOMOR: KEP. 68/MEN/IV/2004

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA. NOMOR: KEP. 68/MEN/IV/2004 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA. NOMOR: KEP. 68/MEN/IV/2004 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/ AIDS DI TEMPAT KERJA Tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia

Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia MIGRANT WORKERS ACCESS TO JUSTICE SERIES Akses Buruh Migran Terhadap Keadilan di Negara Asal: Studi Kasus Indonesia RINGKASAN EKSEKUTIF Bassina Farbenblum l Eleanor Taylor-Nicholson l Sarah Paoletti Akses

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PERTAHANAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN

Lebih terperinci

K150 Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi

K150 Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi K150 Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi 1 K 150 - Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi 2 Pengantar Organisasi Perburuhan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi

Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi 2011 PEMBUKAAN Organisasi Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Demokrasi didirikan pada 18 Mei 1998

Lebih terperinci

DRAFT PEDOMAN MENGENAI HUBUNGAN AICHR DENGAN ORGANISASI MASYARAKAT MADANI

DRAFT PEDOMAN MENGENAI HUBUNGAN AICHR DENGAN ORGANISASI MASYARAKAT MADANI PEDOMAN MENGENAI HUBUNGAN AICHR DENGAN ORGANISASI MASYARAKAT MADANI As of 14 November 2013 I. Pendahuluan 1. Salah satu tujuan ASEAN seperti yang diatur dalam Piagam ASEAN adalah untuk memajukan ASEAN

Lebih terperinci

Program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia Komponen 3 Akreditasi Madrasah

Program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia Komponen 3 Akreditasi Madrasah Program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia Komponen 3 Akreditasi Madrasah 0 Daftar isi Daftar isi... 1 BAB I PENDAHULUAN... 2 1.1. Latar Belakang... 2 1.2. Tujuan Penyusunan Panduan... 2 BAB II PENDAMPINGAN

Lebih terperinci

Mengapa setiap orang bisa dan mampu menjadi pemimpin?

Mengapa setiap orang bisa dan mampu menjadi pemimpin? Kepemimpinan tidak sekadar mulai ketika posisi sedang di atas. Pemimimpin juga bisa ditemukan di level terendah dalam organisasi dan di setiap bagian dalam organisasi. Dalam laporan khusus oleh Knowledge@Wharton

Lebih terperinci

ANGGOTA GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN

ANGGOTA GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN B U K U S A K U B A G I ANGGOTA GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERDAGANGAN ORANG DI INDONESIA Penyusun Desainer : Tim ACILS dan ICMC : Marlyne S Sihombing Dicetak oleh : MAGENTA FINE PRINTING Dikembangkan

Lebih terperinci

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013

KESEMPATAN KERJA PERDAGANGAN. Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Jakarta, 5 Juli 2013 KESEMPATAN KERJA MENGHADAPI LIBERALISASI PERDAGANGAN Rahma Iryanti Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Jakarta, 5 Juli 2013 1 MATERI PEMAPARAN Sekilas mengenai Liberalisasi Perdagangan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH ANGGARAN DASAR ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) MUKADIMAH Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia sebagai mata rantai dalam jajaran industri pariwisata,

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA AMAN PERIODE 2012 2017

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA AMAN PERIODE 2012 2017 GARIS-GARIS BESAR PROGRAM KERJA AMAN PERIODE 2012 2017 Laporan Sekjen AMAN Periode 2007-2012, Hasil Pertemuan-pertemuan Komite Pengarah dan Hasil Sarasehan Masyarakat Adat yang dilaksanakan pada tanggal

Lebih terperinci

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu Strategi 2020 Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR) atas Strategi 2020 merupakan

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI SAMBAS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015-2019

RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI SAMBAS MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015-2019 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 PENGADILAN NEGERI SAMBAS Jl. Pembangunan Sambas Kalbar 79462 Telp/Fax. (0562) 392323, 392342 Email: indo@pn-sambas.go.id Website: www.pn-sambas.go.id

Lebih terperinci

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI Kebijakan Kepatuhan Global Desember 2012 Freeport-McMoRan Copper & Gold PENDAHULUAN Tujuan Tujuan dari Kebijakan Anti-Korupsi ( Kebijakan ) ini adalah untuk membantu memastikan kepatuhan oleh Freeport-McMoRan

Lebih terperinci

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA Kualitas didefinisikan dalam banyak cara. Menurut James Martin, konsultan komputer terkenal, mendeskripsikan kualitas perangkat lunak sebagai tepat

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Blitar 2005-2025

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Blitar 2005-2025 BAB I PENDAHULUAN A. UMUM Di era otonomi daerah, salah satu prasyarat penting yang harus dimiliki dan disiapkan setiap daerah adalah perencanaan pembangunan. Per definisi, perencanaan sesungguhnya adalah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG MENTERI KETENAGAKERJAAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA PUBLIKDONESIA PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBUATAN DAN PENGESAHAN PERATURAN

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

AKSES INFORMASI DARI KELOMPOK BANK DUNIA

AKSES INFORMASI DARI KELOMPOK BANK DUNIA 3 AKSES INFORMASI DARI KELOMPOK BANK DUNIA PADA BAGIAN INI Informasi adalah hak! Kebijakan akan keterbukaan di Bank Dunia, IFC, dan MIGA Strategi lainnya untuk memperoleh informasi mengenai operasi Kelompok

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) BAB I. Pasal 1 STRUKTUR ORGANISASI ASITA

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) BAB I. Pasal 1 STRUKTUR ORGANISASI ASITA ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PERUSAHAAN PERJALANAN WISATA INDONESIA (ASITA) BAB I Pasal 1 STRUKTUR ORGANISASI ASITA 1. DEWAN PENGURUS PUSAT (DPP) ASITA 1.1. Pengurus ASITA tingkat Nasional selanjutnya

Lebih terperinci

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK

KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK KOMISI INFORMASI PUSAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI INFORMASI Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

KEPMEN NO. 16 TH 2001

KEPMEN NO. 16 TH 2001 KEPMEN NO. 16 TH 2001 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP.16/MEN/2001 TENTANG TATA CARA PENCATATAN SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Lebih terperinci

Panduan Permohonan Hibah

Panduan Permohonan Hibah Panduan Permohonan Hibah 1. 2. 3. Sebelum memulai proses permohonan hibah, mohon meninjau inisiatif-inisiatif yang didukung Ford Foundation secara cermat. Selain memberikan suatu ikhtisar tentang prioritas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa diantaranya sebagai berikut: 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Matematika adalah bagian yang sangat dekat dengan kehidupan seharihari. Berbagai bentuk simbol digunakan manusia sebagai alat bantu dalam perhitungan, penilaian,

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI FEDERASI SERIKAT PEKERJA NIAGA, BANK, JASA DAN ASURANSI NOMOR PO-09/PP/X/2012

PERATURAN ORGANISASI FEDERASI SERIKAT PEKERJA NIAGA, BANK, JASA DAN ASURANSI NOMOR PO-09/PP/X/2012 PERATURAN ORGANISASI FEDERASI SERIKAT PEKERJA NIAGA, BANK, JASA DAN ASURANSI NOMOR PO-09/PP/X/2012 TENTANG KEANGGOTAAN SERIKAT PEKERJA / FEDERASI SERIKAT PEKERJA NIAGA BANK DAN ASURANSI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Pemimpin : Lakukan NetWORK Bukan NetSit Atau NetEat Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan,

Lebih terperinci

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati Pernyataan Prinsip: Setiap orang berhak mendapatkan perlakuan hormat di tempat kerja 3M. Dihormati berarti diperlakukan secara jujur dan profesional dengan

Lebih terperinci

Plan de Vida - sebuah inisiatif masyarakat adat untuk kelestarian budaya (cultural survival)

Plan de Vida - sebuah inisiatif masyarakat adat untuk kelestarian budaya (cultural survival) Plan de Vida - sebuah inisiatif masyarakat adat untuk kelestarian budaya (cultural survival) Ditulis oleh: HermissionBastian CSQ Issue: 23.4 (Winter 1999) Visions of the Future: The Prospect for Reconciliation

Lebih terperinci

BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI

BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa keinsinyuran merupakan kegiatan penggunaan

Lebih terperinci

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL 1 K-144 Konsultasi Tripartit untuk Meningkatkan Pelaksanaan Standar-Standar Ketenagakerjaan Internasional

Lebih terperinci

Bantuan Hibah Grassroots Untuk Kemanusiaan

Bantuan Hibah Grassroots Untuk Kemanusiaan Bantuan Hibah Grassroots Untuk Kemanusiaan MENTERI LUAR NEGERI JEPANG Bantuan Hibah Grassroots untuk Kemanusiaan Pendahuluan Pemerintah Jepang menyediakan sebuah skema bantuan untuk proyek pembangunan

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1. Sasaran Pokok dan Arah Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tujuan akhir pelaksanaan pembangunan jangka panjang daerah di Kabupaten Lombok Tengah

Lebih terperinci

Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL)

Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) MODUL 22 Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) TUJUAN Memahami prinsip SMART dan WFO dalam perumusan rencana kerja tindak lanjut. Membuat Rencana Kerja sebagai Tindak Lanjut Kegiatan. Advokasi untuk mengawal

Lebih terperinci

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA 2003-2006 ANGGARAN DASAR MASTEL MUKADIMAH Bahwa dengan berkembangnya teknologi, telah terjadi

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu perubahan secara mendasar, terencana dan terukur. Upaya

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Yayasan ini bernama Yayasan Gedhe Nusantara atau Gedhe Foundation (dalam bahasa Inggris) dan selanjutnya dalam Anggaran

Lebih terperinci

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA I. VISI, MISI, DAN TUJUAN UNIVERSITAS A. VISI 1. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan

Lebih terperinci

Mobilisasi Masyarakat

Mobilisasi Masyarakat Mobilisasi Masyarakat Dalam tulisan ini saya mencoba memadukan beberapa pengalaman dan pengamatan tentang Community Mobilization (Penggerakan Masyarakat), dengan tujuan agar masyarakat ikut melakukan kegiatankegiatan

Lebih terperinci

IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1. Kesimpulan Dari uraian diatas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : (1) Profil koperasi wanita secara nasional per tanggal 26 Desember 2006 adalah : Jumlah

Lebih terperinci

Lima Tips dalam Penyusunan Anggaran TI yang Baik

Lima Tips dalam Penyusunan Anggaran TI yang Baik Lima Tips dalam Penyusunan Anggaran TI yang Baik Seringkali kesulitan meyakinkan para pemegang keputusan di organisasi tempat bekerja untuk menyetujui proposal anggaran yang Anda ajukan? Tujuan utama dari

Lebih terperinci

Asosiasi Pengusaha Indonesia. International Labour Organization. Panduan Praktik yang Baik untuk Mempekerjakan Pekerja Rumahan bagi Pengusaha

Asosiasi Pengusaha Indonesia. International Labour Organization. Panduan Praktik yang Baik untuk Mempekerjakan Pekerja Rumahan bagi Pengusaha Asosiasi Pengusaha Indonesia International Labour Organization Panduan Praktik yang Baik untuk Mempekerjakan Pekerja Rumahan bagi Pengusaha Asosiasi Pengusaha Indonesia International Labour Organization

Lebih terperinci

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS

SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS 1 SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS PENILAIAN SUATU BISNIS Mengingat nilai suatu proyek ditentukan dengan mengestimasi present value perkiraan arus kasnya di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang menilai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan pemilihan umum

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA

PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA PEDOMAN PENILAIAN PELAKSANAAN PRINSIP-PRINSIP TATA KELOLA YANG BAIK LEMBAGA PEMBIAYAAN EKSPOR INDONESIA 1. Penilaian terhadap pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik Lembaga Pembiayaan Ekspor

Lebih terperinci

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban! 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH OLEH A. MULIATI, AM Kepala sekolah dalam meningkatkan profesonalisme guru diakui sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 19 TAHUN 2OL4 TANGGAL : 17 JVLI 2OL4 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA

BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA BUDAYA ORGANISASI DAN ETIKA KERJA Budaya Organisasi Pengertian Satu wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.16/MEN/XI/2011 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.16/MEN/XI/2011 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.16/MEN/XI/2011 TENTANG TATA CARA PEMBUATAN DAN PENGESAHAN PERATURAN

Lebih terperinci

Terjemahan Tanggapan Surat dari AusAID, diterima pada tanggal 24 April 2011

Terjemahan Tanggapan Surat dari AusAID, diterima pada tanggal 24 April 2011 Terjemahan Tanggapan Surat dari AusAID, diterima pada tanggal 24 April 2011 Pak Muliadi S.E yang terhormat, Terima kasih atas surat Anda tertanggal 24 Februari 2011 mengenai Kalimantan Forests and Climate

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK)

DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK) DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK) JAKARTA, 3 APRIL 2014 UUD 1945 KEWAJIBAN NEGARA : Memenuhi, Menghormati dan Melindungi hak asasi

Lebih terperinci

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan Pengembangan Sumber Daya Sekolah Oleh: Ruswandi Hermawan Abstrak Sekolah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuantujuan pendidikan. Sumber daya pendidikan di sekolah dapat dikelompokkan

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN

PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN DAFTAR ISI PENGANTAR 3 1. TUJUAN PEDOMAN PELAPORAN KEBERLANJUTAN GRI 5 2. CARA MENGGUNAKAN PEDOMAN 2.1 Pedoman 7 2.2 Menggunakan Pedoman untuk Menyusun Laporan Keberlanjutan:

Lebih terperinci

Catatan Informasi mengenai Proses Multi-Stakeholder

Catatan Informasi mengenai Proses Multi-Stakeholder Catatan Informasi mengenai Proses Multi-Stakeholder oleh The Proforest Initiative Catatan informasi ini merupakan pelengkap dari Pedoman Penggunaan SSL REDD+ di Tingkat Negara, yang mencakup pedoman wajib

Lebih terperinci

Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Kinerja Pendidikan: Survei Kualitas Tata Kelola Pendidikan pada 50 Pemerintah Daerah di Indonesia

Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Kinerja Pendidikan: Survei Kualitas Tata Kelola Pendidikan pada 50 Pemerintah Daerah di Indonesia Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Kinerja Pendidikan: Survei Kualitas Tata Kelola Pendidikan pada 50 Pemerintah Daerah di Indonesia Wilayah Asia Timur dan Pasifik Pengembangan Manusia Membangun Landasan

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DP.01.07 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Lebih terperinci

Oleh : Cahyono Susetyo

Oleh : Cahyono Susetyo PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS KELOMPOK Oleh : Cahyono Susetyo 1. PENDAHULUAN Perencanaan partisipatif yang saat ini ramai didengungkan merupakan suatu konsep yang dianggap mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. *

ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. * ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. * Era perdagangan bebas di negaranegara ASEAN tinggal menghitung waktu. Tidak kurang dari 2 tahun pelaksanaan

Lebih terperinci