SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS"

Transkripsi

1 1 SINTESIS FUNGSI-FUNGSI BISNIS PENILAIAN SUATU BISNIS Mengingat nilai suatu proyek ditentukan dengan mengestimasi present value perkiraan arus kasnya di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang menilai suatu proyek akan bersedia berinvestasi jika present value dari arus kasnya di masa mendatang melebihi biaya perolehan yang diperlukan untuk berinvestasi pada proyek tersebut. Ketika para investor mempertimbangkan untuk berinvestasi di sebuah perusahaan, mereka dapat menggunakan logika yang sama. Nilai sebuah perusahaan adalah sama dengan present value arus kasnya di masa mendatang. Arus kas perusahaan di periode tertentu sama dengan arus kas masuknya, dikurangi arus kas keluar. Kebanyakan arus kas masuk perusahaan dihasilkan dari penjualannya, sedangkan kabanyakan arus kas keluar biasanya diakibatkan oleh pengeluaranpengeluaran atau pajaknya. Jika pembayaran yang diterima sebuah perusahaan berasal dari penjualan menggunakannya untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran yang terjadi dengan uang tunai, maka biasanya arus kasnya mencerminkan keuntungannya (setelah pajak). Jadi nilai sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh perkiraan keuntungannya di masa mendatang. Anus kas sebuah perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, namun biasanya keuntungan adalah motivasinya. BAGAIMANA KEPUTUSAN-KEPUTUSAN BISNIS MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN Para manajer harus mengelola perusahaan dengan tujuan memaksimalkan nilainya. Tujuan ini merupakan minat terbesar dari para pemilik yang menginvestasikan dana mereka di perusahaan. Karena nilai sebuah perusahaan adalah present value dari arus kasnya maka manajer harus membuat keputusan-keputusan yang meningkatkan arus kas di masa mendatang ini. Kebanyakan keputusan-keputusan bisnis yang dimaksudkan untuk meningkatkan nilai perusahaan dapat diklasifikasikan dalam fungsi-fungsi manajemen, pemasaran. keuangan. Jika keputusan-keputusan dapat menghasilkan arus kas yang lebih tinggi, maka akan dapat mendorong nilai perusahaan.

2 2 Keputusan-keputusan Manajemen Manajemen merupakan arti di mana perusahaan menggunakan para karyawan dan sumber-sumber daya lain (seperti mesin-mesin). Beberapa keputusan kunci manajemen berfokus pada perencanaan strategis, penentuan struktur organisasi, penentuan proses produksi, dan bagaimana memotivasi karyawan. Perencanaan Strategis Banyak keputusan didasarkan pada rencana strategis perusahaan, yang mengidentifikasi peluang dan arah bisnis perusahaan. Oleh karena itu, sebuah perusahaan yang memanfaatkan para karyawannya dan sumber-sumber daya lain akan tergantung pada peluang yang ada dan jenis proyek bisnis yang diimplementasikan perusahaan. perencanaan yang tepat dapat mengkapitalisasi berbagai peluang yang akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi atau biayabiaya produksi yang lebih rendah bagi perusahaan. Hasil juga dapat meningkatkan keuntungan, yang akan meningkatkan present value arus kas perusahaan di masa mendatang. Sebuah perusahaan yang meyusun rencana strategis lebih efektif memiliki potensi ebih banyak untuk mendorong nilainya. Pertimbangkanlah dua perusahaan komputer yang berhasil di AS selama awal tahun 1990-an, tetapi menyerahkan pangsa pasarnya kepada para pesaing baru pada tahun-tahun terakhir. Salah satu perusahaan ini tetap nenggunakan rencana strategis lama, yang hanya berusaha menyediakan satu jenis computer tertentu untuk pelanggan komputer di AS. Perusahaan lainnya memperbaiki encana strategisnya untuk mengubah produk yang ditawarkan dan mengubah geografis pasar yang dilayaninya. Perusahaan tersebut menawarkan suatu variasi komputer untuk nemenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Perusahaan juga menciptakan paket perangkat unak untuk melengkapi komputernya. Bahkan, perusahaan tersebut juga berusaha nelayani pasar di luar negeri. Perbaikan rencana strategis ini memberikan banyak cara bagi perusahaan untuk tetap memelihara atau bahkan meningkatkan pangsa pasarnya. Struktur Organisasi Keputusan manajemen yang penting adalah struktur organisasi, yang mengidentifikasi leskripsi pekerjaan pada setiap posisi pekerjaan dan hubungan di antara posisi-posisi ersebut. Struktur organisasi menentukan bagaimana

3 3 mengalokasikan sumber daya manusia pada berbagai tugas. Struktur organisasi bukan merupakan keputusan sesaat, saat struktur organisasi diubah maka struktur penugasan juga harus diubah. Struktur organisasi yang diciptakan dengan tepat dapat menghasilkan biaya operasional yang lebih rendah. Pada tahun-tahun terakhir, banyak perusahaan telah memperbaiki struktur organisasinya agar penggunaan sumber daya manusia lebih efisien. Khususnya, banyak perusahaan merampingkan jumlah tenaga kerja dan mendelegasikan lebih banyak tanggung jawab kepada karyawan yang posisi pekerjaannya tidak dihapuskan. Perampingan umumnya dimaksudkan untuk mencapai tingkat produksi yang sama, namun engan biaya yang lebih rendah. Akibatnya, perusahaanperusahaan akan mampu mengurangi pengeluaran gaji, yang mendorong nilai perusahaan dan menghasilkan arus kas yang lebih tinggi. Proses Produksi Sebuah perusahaan menciptakan proses produksi untuk membuat produk atau jasanya. Proses ini menentukan bagaimana sumber daya manusia digabungkan dengan sumber-sumber lain (seperti bangunan pabrik dan mesin-mesin) untuk membuat produksi atau jasanya. Keputusan Lokasi Pabrik Adalah sebuah keputusan produksi yang penting dalam pemilihan lokasi pabrik. Keputusan ini akan menentukan biaya luas tanah. Keputusan ini juga menentukan biaya-biaya untuk mempekerjakan karyawan dan biaya pengiriman produk. Meskipun para manajer ingin menyeleksi suatu lokasi pabrik di lokasi yang biayanya rendah, namun mereka juga harus mempertimbangkan bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan. Jika produk-produk dapat dikirimkan dengan mudah, lokasi yang optimal akan didasarkan pada sebuah lokasi yang biaya-rendah karena produk dapat dikirimkan ke lokasi lain di mana permintaannya kuat. Namun, beberapa lokasi yang memiliki harga tanah yang rendah tidak memiliki pasokan sumber daya yang memadai. Karena keputusan lokasi pabrik akan memberikan dampak yang besar pada biayabiaya perusahaan dan mungkin pada pendapatannya, juga dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Sebuah lokasi pabrik yang sangat besar dapat mencapai volume produksi yang tinggi, namun juga menyebabkan pengeluaran-pengeluaran yang

4 4 tinggi. Lokasi pabrik bukan merupakan keputusan sesaat karena akan menilai kembali bilamana perusahaan mengalami pertumbuhan yang tinggi atau berencana memproduksi produk baru. Keputusan Rancangan dan Tata Letak Keputusan rancangan dan tata letak memiliki dampak yang signifikan terhadap biayabiaya produksi. Rancangan mencerminkan ukuran dan struktur pabrik, sedangkan tata letak adalah cara mengatur mesin-mesin dan peralatannya di dalam pabrik. Pada tahun-tahun terakhir, banyak perusahaan mulai menggunakan pabrik yang fleksibel, di mana tata letak dapat disesuaikan dengan mudah untuk memenuhi perbaikan proses produksi. Idealnya, tata letak juga harus dapat disesuaikan dengan mudah untuk memenuhi perbaikan jenis produk yang dibuat. Dengan demikian, perusahaan dapat memperbaiki berbagai lini produknya, tanpa menimbulkan biayabiaya kepindahan ke pabrik yang baru. Satu strategi baru lain yang digunakan perusahaan adalah mengurangi luas tata letak ruang dalam menanggapi perampingan pekerjaan. Akibatnya, perusahaanperusahaan ini tidak hanya mengurangi biaya-biaya gaji, tetapi juga pengeluaranpengeluaran yang berhubungan dengan sewa atau kepemilikan ruang kerja. Strategi ini mengurangi pengeluaran-pengeluaran lebih lanjut, yang menghasilkan arus kas lebih banyak dan kemudian nilai perusahaan lebih tinggi. Keputusan Kualitas Kualitas suatu produk yang dihasilkan perusahaan tergantung pada proses produksi yang digunakan dan komitmen karyawan terhadap kualitas produk. Semakin tinggi kualitas, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan, dan akan mempengaruhi reputasi produk. Jadi, permintaan akan sebuah produk tergantung pada kualitasnya dan pada proses produksi yang digunakan. Dalam upaya meningkatkan jumlah penyerahan barang dan pengulangan pembelian, saat ini perusahaan harus mulai memberi perhatian lebih banyak pada kualitas dan kepuasan pelanggan. Penekanan pada jaminan kualitas ke seluruh proses produksi, adalah berkenaan dengan manajemen kualitas total (TQM). Meskipun TQM digunakan dalam berbagai cara, namun biasanya melibatkan penentuan suatu tingkat kualitas yang diinginkan, menciptakan sebuah proses produksi yang dapat mencapai tingkat kualitas tersebut, dan mengendalikan tingkat kualitas setiap waktu. TQM dapat berhasil dengan baik jika

5 5 para karyawan diizinkan membantu menciptakan proses produksi yang dimaksudkan untuk mencapai tingkat kualitas yang diinginkan. TQM juga dapat berhasil jika beberapa kelompok karyawan ditugaskan untuk mengawasi dan mengontrol kualitas. Karena kualitas yang lebih tinggi dapat lebih meningkatkan kepuasan pelanggan, maka akan dapat menghasilkan penjualan yang lebih tinggi dan akhirnya arus kas yang lebih tinggi bagi perusahaan. Keputusan-keputusan Lain yang Berhubungan dengan Proses Produksi Perusahaan juga dapat meningkatkan proses produksi melalui penggunaan teknologi. Mereka telah mengotomatisasi banyak bagian proses produksi, sehingga tugas-tugas tersebut dilaksanakan oleh mesin-mesin tanpa bantuan sumber daya manusia. Sebuah metode paling akhir untuk meningkatkan proses produksi adalah dengan memproduksi volume yang besar, sehingga skala ekonomis dapat direalisasikan. Produk yang biaya tetapnya relatif lebih tinggi bisa memperoleh keuntungan dari skala ekonomis. Memotivasi Karyawan Para karyawan cenderung akan merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka jika mereka diberi (1) kompensasi yang seimbang dengan kinerja mereka, (2) keamanan pekerjaan. (3) jadwal kerja yang fleksibel, dan (4) program keterlibatan karyawan. Perusahaanperusahaan yang tidak sanggup menawarkan keamanan pekerjaan, saat mereka terus berupaya mengurangi biaya-biaya operasi dengan perampingan tenaga kerja. Namun mereka telah mulai menawarkan kompensasi yang terkait dengan kinerja karyawan, jadwal kerja yang lebih fleksibel, dan lebih banyak program keterlibatan karyawan. Pada tingkat ini, kepuasan kerja dapat memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka dan perusahaan akan dapat mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan memberikan kepuasan pekerjaan yang lebih banyak. Oleh karena itu, para karyawan akan mampu meningkatkan arus kas (biaya-biaya produksi per karyawan lebih rendah dan akan meningkatkan nilai mereka sebagai hasil dari memotivasi sumber daya manusia. Mengelola Karyawan Selain motivasi, perusahaan juga memiliki beberapa kontrol pada seberapa baik kineria para karyawan. Pertama, mereka memiliki kontrol pada tahap penerimaan.

6 6 Penerima dan seleksi karyawan yang tepat akan menghasilkan seleksi karyawan dengan kualifikasi yang baik. Perusahaan juga dapat mengendalikan seberapa baik kinerja para karyawan mereka, dengan mengembangkan keterampilan mereka. Secara khusus, perusahaa. berfokus pada pengembangan teknis karyawan, pengambilan keputusan, pelayanan pelanggan, keamanan, dan keterampilan sumber daya manusia. Perusahaan jug mengkontrol kinerja karyawan dengan menyusun prosedur yang tepat untuk evaluasi. Karyawan harus diinformasikan tentang kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja mereka dan beban yang ditugaskan pada setiap ukuran. Manajemen sumber daya manusia yang tepat dapat membantu perusahaan mencapai suatu tingkat produksi yang tinggi, yang dapat mendorong nilai mereka. Keputusan-keputusan Pemasaran Setiap perusahaan menggunakan bauran pemasaran, yang merupakan kombinasi berbagai strategi produk, penentuan harga, distribusi, dan promosi yang digunakan untuk menjual produk dan jasa. Strategi Produk Kesuksesan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh upaya perusahaan untuk menjual produk. Ketika sebuah perusahaan menentukan sebuah produk (lini produk) yang akan ditawarkan, maka harus diidentifikasi target pasarnya, sehingga perusahaan dapat menentukan profit pelanggan untuk menarik perhatian mereka. Saat waktu berlalu, perusahaan dapat mencoba memperbaiki produk yang ada sehingga mendiferensiasi produk mereka dari para pesaingnya. Untuk menciptakan strategi baru, mereka juga harus berinvestasi pada riset dan pengembangan. Secara umum, strategi untuk menciptakan atau mengembangkan produk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, yang akan menghasilkan arus kas yang lebih tinggi dan oleh karenanya nilai perusahaan yang lebih tinggi. Strategi Penentuan Harga Pendapatan yang dihasilkan sebuah perusahaan berhubungan secara langsung dengan harga yang dibebankan pada produknya. Penentuan harga dapat dipengaruhi oleh biayabiaya produksi dan harga para pesaing. Harga sebuah produk yang terlalu tinggi akan membatasi kuantitas permintaan konsumen, namun harga yang terlalu

7 7 rendah tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup. Penentuan harga yang tepat dapat meningkatkan arus kas di masa mendatang (pendapatan yang lebih tinggi) dan kemudian dapat meningkatkan nilai perusahaan. Strategi distribusi Saluran distribusi menentukan alur sebuah produk dari produsen kepada konsumen. Saluran distribusi tersebut juga mementukan perbedaan lokasi di mana produk tersedia. Strategi distribusi perusahaan akan mempengaruhi biaya-biaya pengiriman sebuah produk dari titik produksi kepada konsumen. Oleh karena itu, strategi distibusi dapat mendorong arus kas perusahaan di masa mendatang. Strategi promosi Perusahaan menggunakan strategi promosi untuk meningkatkan penerimaan berbagai produk melalui transaksi khusus, iklan, dan publisitas. Mereka umumnya menggunakan promosi untuk melengkapi strategi produk-produk mereka, strategi penentuan harga, dan strategi distribusi. Perusahaan melakukan promosi untuk memperkenalkan produkproduk baru kepada pelanggan potensial. Terlebih, banyak produk-produk populer dipromosikan untuk melindungi kesan mereka dan mempertahankan pangsa pasar. Strategi promosi yang efektif akan mendorong arus kas (dengan meningkatkan pendapatan) dan selanjutnya meningkatkan nilai perusahaan. Keputusan Keuangan Fungsi keuangan menentukan bagaimana perusahaan memperoleh dan menginvestasikan dana, akan dirangkum lebih lanjut. Strategi Pendanaan Berbagai perusahaan menggunakan strategi pendanaan untuk memperoleh jumlah dan jenis pendanaan yang diinginkan. Mereka dapat meminjam dari berbagai lembaga keuangan, seperti bank komersial, perusahaan keuangan, ataupun lembaga tabungan. Alternatifnya, jika mereka reputasi nasional dan memerlukan dana dalam jumlah besar, mereka dapat menerbitkan obligasi. Jika perusahaan memilih untuk memperoleh pendanaan ekuitas dan bukan pendanaan utang, mereka dapat berusaha memperoleh dana dari sebuah perusahaan modal ventura. Alternatifnya, jika memerlukan sejumlah dana yng besar, mereka

8 8 dapat menerbitkan saham. Strategi pendanaan yang tepat akan membuat perusahaan mampu memperoleh dana dengan harga yang rendah dan selanjutnya akan meningkatkan nilai perusahaan. Strategi Investasi Bisnis Perusahaan menggunakan strategi investasi untuk mengalokasikan dana mereka ke seluruh operasi bisnis. Mereka menggunakan penganggaran modal untuk menentukan apakah proyek potensial layak dan dapat dilaksanakan. Agar sebuah proyek layak dilaksanakan, present value arus kasnya di masa mendatang harus melebihi biaya perolehannya. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskon arus kas di masa mendatang didasarkan pada biaya pendanaan yang digunakan untuk mendukung proyek sebuah perusahaan. Jika perusahaan dapat memperoleh dana dari proyek dengan harga yang relatif rendah, maka proyek tersebut memiliki peluang yang lebih baik untuk dipertimbangkan sebagai proyek yang layak. Karena banyak proyek membutuhkan pendanaan yang cukup besar, keputusankeputusan penganggaran modal akan memberikan dampak yang besar terhadap nilai perusahaan. HUBUNGAN ANTARA STRATEGI-STRATEGI BISNIS Meskipun keputusan-keputusan menajemen, pemasaran, dan keuangan sangat berbeda, namun saling berhubungan. Sehingga, keputusan-keputusan manajemen dapat ditentukan hanya setelah mempertimbangkan informasi pasar, dan keputusan-keputusan pemasaran dapat ditentukan hanya setelah mempertimbangkan informasi manajemen. Keputusan-keputusan keuangan akan sangat tergantung pada keputusan-keputusan manajemen dan pemasaran. Hubungan antara Struktur Organisasi dan Produksi Untuk memberikan ilustrasi bagaimana hubungan antara keputusan-keputusan manajemen, pemasaran, dan keuangan, pertimbangkan sebuah perusahaan yang memproduksi meja kantor dan mendistribusikannya ke berbagai toko pengecer mebel perkantoran. Sebagian struktur organisasi perusahaan tersebut bergantung pada bauran produk (sebuah keputusan pasar). Jika diversifikasi lini produk perusahaan adalah termasuk lampu perkantoran, file cabinet, dan rak buku, maka struktur organisasinya harus menspesifikasikan siapa yang bertanggung jawab memproduksi dan mengelola produk-produk tambahan tersebut. Lokasi pabrik yang dipilih harus cukup luas, dan

9 9 rancangan dan tata letak ruang perusahaan harus cukup fleksibel, agar memungkinkan produksi produk-produk tambahan tersebut. Hubungan antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Produksi Keputusan-keputusan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak sebuah perusahaan juga dipengaruhi penentuan harga mebel perkantoran (keputusan pemasaran lain). Jika strategi penentuan harga adalah memberi harga yang tinggi, maka volume penjualan akan lebih rendah. Lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak perusahaan harus memungkinkan ruang kerja yang cukup (tidak berlebihan) untuk mencapai tingkat produksi yang relatif rendah dalam memenuhi perkiraan volume penjualan. Jika perusahaan memberi harga yang lebih bersaing pada mebel perkantoran tersebut. maka perusahaan harus mengantisipasi jumlah penjualan yang lebih besar. Pada kasus ini, perusahaan akan menggunakan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letaknya untuk dapat mencapai tingkat volume produksi yang lebih besar. Kebanyakan perusahaan menentukan jenis target pasar yang ingin mereka capai dan mengimplementasikan sebuah strategi penentuan harga sebelum memutuskan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letaknya. Oleh karena itu, strategi penentuan harga mendikte tingkat produksi yang diperlukan, yang mempengaruhi lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak perusahaan. Hubungan antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Distribusi Strategi penentuan harga sebuah perusahaan juga mempengaruhi strategi distribusi. Jika strategi penentuan harga dimaksudkan untuk berfokus hanya kepada pelanggan yang kaya, maka mebel perkantoran harus didistribusikan secara eksklusif di kalangan atas. Namun, jika harga ditentukan lebih rendah untuk menarik berbagai variasi pelanggan yang lebih luas, maka mebel akan didistribusikan kepada banyak toko agar cakupannya lebih luas. Sama halnya dengan penentuan harga yang mempengaruhi distribusi, maka distribusi juga dapat mempengaruhi penentuan harga. Ketika perusahaan mulai menawarkan produk-produknya langsung kepada pelanggan melalui Internet di samping toko pengecer, maka perusahaan akan mampu menurunkan harga yang ditetapkan karena dapat menghindar dari berbagai perantaraan.

10 10 Hubungan antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Promosi Strategi promosi sebuah perusahaan juga akan dipengaruhi oleh strategi penentuan harga. Jika strategi penentuan harga dimaksudkan untuk berfokus hanya pada pelanggan yang kaya, maka promosi akan ditargetkan secara eksklusif terhadap pelanggan tersebut. Namun jika harga ditentukan lebih rendah untuk menarik perhatian berbagai variasi pelanggan yang lebih luas, promosi akan ditargetkan untuk dapat mencakup kelompok pelanggan potensial yang lebih luas. Jumlah pengeluaran promosi akan dipengaruhi oleh volume penjualan perusahaan dan selanjutnya oleh tingkat produksi. Akibatnya, keputusan-keputusan lokasi pabrik, rancangan, dan tata letak harus mempertimbangkan jumlah rencana produksi perusahaan. Hubungan antara Strategi Penentuan Harga dan Strategi Pendanaan Keputusan-keputusan pendanaan perusahaan akan sangat tergantung pada strategi penentuan harga. Jika perusahaan menggunakan suatu strategi penentuan harga yang akan menghasilkan tingkat penjualan yang relatif rendah (yang selanjutnya tingkat produksi yang lebih rendah), maka perusahaan hanya akan memerlukan jumlah dana yang rendah untuk mendukung tingkat produksi tersebut. Namun, jika perusahaan menggunaka strategi penentuan harga yang akan menghasilkan tingkat penjualan yang tinggi (yang selanjutnya tingkat produksi yang tinggi), maka perusahaan memerlukan jumlah dana yang cukup besar untuk mendukung tingkat produksi. Jika perusahaan memerlukan juml dana yang relatif rendah, maka dapat memutuskan untuk meminjam dari sebuah ba komersial. Jika perusahaan memerlukan jumlah dana yang besar, maka dapat menerbit obligasi. Perusahaan juga harus mempertimbangkan penggunaan beberapa pendana ekuitas jika jumlah dana yang diperlukan akan melebihi kapasitas utangnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Pemasaran Pengertian manajemen pemasaran menurut Adi (2006:6) adalah suatu analisis, perencana, pelaksanaan serta kontrol program-program yang telah direncanakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan globalisasi yang disertai pertumbuhan perdagangan domestik dan

BAB 1 PENDAHULUAN. perkembangan globalisasi yang disertai pertumbuhan perdagangan domestik dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Ekonomi nasional sedang mengalami perubahan yang pesat seiring dengan perkembangan globalisasi yang disertai pertumbuhan perdagangan domestik dan persaingan

Lebih terperinci

BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN

BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN 23 BAB IV KERANGKA PEMIKIRAN 4.1 Kerangka Pemikiran Teoritis 4.1.1 Studi Kelayakan Usaha Proyek atau usaha merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat (benefit) dengan menggunakan sumberdaya

Lebih terperinci

Bab 5 Manajemen Kas dan Surat Berharga Jangka Pendek

Bab 5 Manajemen Kas dan Surat Berharga Jangka Pendek D a s a r M a n a j e m e n K e u a n g a n 73 Bab 5 Manajemen Kas dan Surat Berharga Jangka Pendek Mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menjelaskan tentang motif memegang kas, aliran kas dalam perusahaan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barangnya ke pemakai akhir. Perusahaan biasanya bekerja sama dengan perantara untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barangnya ke pemakai akhir. Perusahaan biasanya bekerja sama dengan perantara untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Saluran Distribusi Pada perekonomian sekarang ini, sebagian besar produsen tidak langsung menjual barangnya ke pemakai akhir. Perusahaan biasanya bekerja sama dengan

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III. Endang Duparman. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI

KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III. Endang Duparman. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI Modul ke: 05 KEWIRAUSAHAAN III Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III Fakultas SISTIM INFORMASI Endang Duparman Program Studi INFORMATIKA www.mercubuana.a.cid EVALUASI RENCANA PRODUKSI

Lebih terperinci

Bab 2 Arus Kas, Laporan Keuangan dan Nilai Tambah Perusahaan

Bab 2 Arus Kas, Laporan Keuangan dan Nilai Tambah Perusahaan M a n a j e m e n K e u a n g a n & P r a k 20 Bab 2 Arus Kas, Laporan Keuangan dan Nilai Tambah Perusahaan Mahasiswa dapat memahami dan menyebutkan laporan keuangan dasar dalam laporan keuangan tahunan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Bauran Pemasaran 2.1.1 Pengertian Bauran Pemasaran Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, perusahaan mengenal dan menggunakan bauran pemasaran yang terdiri dari tujuh unsur yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Pemasaran Setiap perusahaan didirikan pasti erat dengan pemasaran. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan laba adalah sangat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara berkembang yang sedang giat-giatnya

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara berkembang yang sedang giat-giatnya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan Negara berkembang yang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan disegala bidang. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan pedagang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semakin banyak pula jumlah rumah tinggal, gedung, bangunan perkantoran, dan lain

BAB I PENDAHULUAN. semakin banyak pula jumlah rumah tinggal, gedung, bangunan perkantoran, dan lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan Dengan semakin berkembangnya tingkat perekonomian di Indonesia, maka semakin banyak pula jumlah rumah tinggal, gedung, bangunan perkantoran, dan lain sebagainya.

Lebih terperinci

Pengembangan Marketing Mix untuk Mendukung Kinerja Pemasaran UKM

Pengembangan Marketing Mix untuk Mendukung Kinerja Pemasaran UKM MAKALAH KEGIATAN PPM Pengembangan Marketing Mix untuk Mendukung Kinerja Pemasaran UKM Oleh: Muniya Alteza, M.Si 1 Disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Usaha bagi UKM di Desa Sriharjo, Bantul Dalam Rangka

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan, dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan mencapai

Lebih terperinci

Mengumpulkan Informasi (Riset Pemasaran)

Mengumpulkan Informasi (Riset Pemasaran) Mengumpulkan Informasi (Riset Pemasaran) Hensi Margaretta, MBA. 1 Pokok Bahasan Hambatan dalam riset pemasaran Permintaan pasar 2 Pendahuluan Pemasar memerlukan informasi yang tepat waktu, akurat, dan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen, Pemasaran, dan Manajemen Pemasaran 2.1.1 Pengertian Manajemen Istilah manajemen memiliki ruang lingkup yang sangat luas di dalam dunia bisnis, dapat berarti

Lebih terperinci

Karya ilmiah. Peluang Bisnis. Dengan judul STRATEGI DISTRIBUSI DAN STRATEGI PROMOSI. STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Disusun oleh.

Karya ilmiah. Peluang Bisnis. Dengan judul STRATEGI DISTRIBUSI DAN STRATEGI PROMOSI. STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Disusun oleh. Karya ilmiah Peluang Bisnis Dengan judul STRATEGI DISTRIBUSI DAN STRATEGI PROMOSI. STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA Disusun oleh Rizwan syaifullah Nim:10.12.4795 i Kata pengantar Puji syukur kami ucapkan kepada

Lebih terperinci

Strategi Distribusi A. Pengertian Dan Arti Penting Saluran Distribusi

Strategi Distribusi A. Pengertian Dan Arti Penting Saluran Distribusi Strategi Distribusi A. Pengertian Dan Arti Penting Saluran Distribusi Keputusan mengenai saluran distribusi dalam pemasaran adalah merupakan salah satu keputusan yang paling kritis yang dihadapi manajemen.

Lebih terperinci

KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III ENDANG SUPARMAN SKOM,MM. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI

KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III ENDANG SUPARMAN SKOM,MM. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI Modul ke: 04 KEWIRAUSAHAAN III Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III Fakultas SISTIM INFORMASI ENDANG SUPARMAN SKOM,MM Program Studi INFORMATIKA www.mercubuana.a.cid EVALUASI RENCANA MARKETING

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. Pengertian pasar telah banyak didefinisikan oleh ahli-ahli ekonomi. Pasar

BAB II LANDASAN TEORITIS. Pengertian pasar telah banyak didefinisikan oleh ahli-ahli ekonomi. Pasar BAB II LANDASAN TEORITIS 2.1 Teori Pemasaran Pengertian pasar telah banyak didefinisikan oleh ahli-ahli ekonomi. Pasar adalah himpunan semua pelanggan potensial yang sama-sama mempunyai kebutuhan atau

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1

DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL KATA PENGANTAR ABSTRAK DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1 ABSTRAK Seorang investor pemilik PT X menilai permintaan dan pangsa pasar di kota Bandung terlihat masih menjanjikan untuk bisnis Depot air Minum isi ulang AMIRA. Tetapi sebelum investor menanamkan modalnya

Lebih terperinci

Entrepreneurship and Inovation Management

Entrepreneurship and Inovation Management Modul ke: 12 Entrepreneurship and Inovation Management PERENCANAAN KEUANGAN Fakultas Ekonomi Dr. Tukhas Shilul Imaroh,MM Program Studi Paska Sarjana www.mercubuana.ac.id Pengertian Financial Plan Financial

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi. sasarannya telah digariskan dengan jelas.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi. sasarannya telah digariskan dengan jelas. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kegiatan Proyek Menurut Soeharto (1997), kegiatan proyek adalah satu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan

Lebih terperinci

AUDIT ORGANISASI PEMASARAN

AUDIT ORGANISASI PEMASARAN AUDIT ORGANISASI PEMASARAN Pemasaran pada dasarnya adalah keseluruhan dari perusahaan karena pemenuhan kepuasan pelanggan adalah tanggung jawab keseluruhan bagian atau fungsi yang terdapat di perusahaan.konsep

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. setiap perusahaan harus benar-benar berfokus pada pelanggan, serta

BAB I PENDAHULUAN. setiap perusahaan harus benar-benar berfokus pada pelanggan, serta BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tingginya tingkat persaingan dalam dunia bisnis saat ini menuntut setiap perusahaan harus benar-benar berfokus pada pelanggan, serta memelihara hubungan baik

Lebih terperinci

Materi 14 Mendistribusikan dan Mempromosikan Produk. by HJ. NILA NUROCHANI, SE., MM.

Materi 14 Mendistribusikan dan Mempromosikan Produk. by HJ. NILA NUROCHANI, SE., MM. Materi 14 Mendistribusikan dan Mempromosikan Produk by HJ. NILA NUROCHANI, SE., MM. 1 Saluran Distribusi Keberhasilan dari produk apapun tergantung pada bauran distribusi-nya (kombinasi saluran distribusi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pemasaran Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan. Dunia persaingan yang semakin ketat saat ini, menuntut perusahaan untuk melakukan berbagai upaya yang dilakukan secara

Lebih terperinci

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas karya ilmiah

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas karya ilmiah Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas karya ilmiah BISNIS Disusun oleh: NIM : 10.11.3615 RAFIKATURRAHMAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAGEMEN ILMU KOMPUTER AMIKOM 2011 ABSTRAK Dalam dunia bisnis

Lebih terperinci

BAB V RENCANA AKSI. persiapan yang akan dilakukan. Hal ini digunakan untuk persiapan, pelaksanaan, beberap kegiatan utama yang akan dijalankan, yaitu:

BAB V RENCANA AKSI. persiapan yang akan dilakukan. Hal ini digunakan untuk persiapan, pelaksanaan, beberap kegiatan utama yang akan dijalankan, yaitu: BAB V RENCANA AKSI 5.1 Perencanaan Kegiatan dan Waktu Persiapan Pada bagian ini menjelaskan mengenai perencaan kegiatan dan waktu persiapan yang akan dilakukan. Hal ini digunakan untuk persiapan, pelaksanaan,

Lebih terperinci

ANALISIS DANA DAN ARUS KAS

ANALISIS DANA DAN ARUS KAS MANAJEMEN KEUANGAN II[TYPE THE COMPANY NAME] ANALISIS DANA DAN ARUS KAS Rowland Bismark Fernando Pasaribu UNIVERSITAS GUNADARMA PERTEMUAN 02 EMAIL: rowland dot pasaribu at gmail dot com ANALISIS DANA DAN

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. masa dan merupaka salah satu bidang paling dinamis dan manajemen, Pemasaran

BAB II LANDASAN TEORI. masa dan merupaka salah satu bidang paling dinamis dan manajemen, Pemasaran 10 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan Subyek bagi semua orang maupun dunia usaha segala masa dan merupaka salah satu bidang paling dinamis dan manajemen, Pemasaran juga

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memuaskan kebutuhan konsumen atau pelanggannya akan barang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran 2.1.1 Pengertian Pemasaran Perusahaan melakukan kegiatan pemasaran pada saat perusahaan ingin memuaskan kebutuhannya melalui sebuah proses transaksi. Pemasaran juga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan bebas ini, masing-masing perusahaan dituntut untuk dapat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan bebas ini, masing-masing perusahaan dituntut untuk dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era persaingan bebas ini, masing-masing perusahaan dituntut untuk dapat bersaing dan memiliki keunggulan dibandingkan perusahaan lain. Untuk mencapai keunggulan

Lebih terperinci

BAB 4. ANALISIS dan HASIL PENELITIAN

BAB 4. ANALISIS dan HASIL PENELITIAN BAB 4 ANALISIS dan HASIL PENELITIAN 4.1 Pelaksanaan Kegiatan Distribusi Perusahaan Untuk melaksanakan kegiatan pemasarannya, PT. ANUGERAH IDEALESTARI telah menunjuk PT. ANUGERAH CENTRAL AUTOMOTIVE sebagai

Lebih terperinci

BAB V RENCANA AKSI. model bisnis makanan sehat cepat saji Manahipun sebagaimana telah dirancang. tanggung jawab, dan evaluasi pengukuran kinerja.

BAB V RENCANA AKSI. model bisnis makanan sehat cepat saji Manahipun sebagaimana telah dirancang. tanggung jawab, dan evaluasi pengukuran kinerja. BAB V RENCANA AKSI Bab V berisi tentang rencana aksi yang dilakukan untuk merealisasikan model bisnis makanan sehat cepat saji Manahipun sebagaimana telah dirancang. Untuk mendukung realisasi rancangan

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data 4.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Metrokom Jaya berdiri pada tahun 2007, telah menjadi pemimpin dalam bidang penjualan komputer bekas. Memulai bisnis di

Lebih terperinci

Rangkuman Bab 14. Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga

Rangkuman Bab 14. Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga Rangkuman Bab 14 Mengembangkan Strategi dan Program Penetapan Harga A. Memahami Penetapan Harga Harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; unsur-unsur lainnya menghasilkan

Lebih terperinci

Laporan Keuangan. Laporan Laba/ Rugi. Laporan Perubahan Modal. Neraca. Laporan Arus Kas

Laporan Keuangan. Laporan Laba/ Rugi. Laporan Perubahan Modal. Neraca. Laporan Arus Kas MATERI K.D 1.5 Kompetensi Dasar : 1.5 Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Kegiatan akhir dari proses akuntansi perusahaan dagang di antaranya adalah membuat laporan keuangan. Secara umum komponen

Lebih terperinci

BAB V RENCANA AKSI. misi, visi dan nilai perusahaan, rencana pemasaran, rencana operasional, rencana

BAB V RENCANA AKSI. misi, visi dan nilai perusahaan, rencana pemasaran, rencana operasional, rencana BAB V RENCANA AKSI Bagian ini akan membahas mengenai rencana bisnis dan rencana aksi. Rencana bisnis yang akan dibahas terdiri dari lima bagian yaitu misi, visi dan nilai perusahaan, rencana pemasaran,

Lebih terperinci

RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN

RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEUANGAN PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN Manajemen Keuangan adalah suatu proses dalam pengaturan aktivitas atau kegiatan keuangan dalam suatu organisasi, dimana di dalamnya termasuk

Lebih terperinci

PENYUSUNAN ANGGARAN A. Hakikat Anggaran

PENYUSUNAN ANGGARAN A. Hakikat Anggaran 1 PENYUSUNAN ANGGARAN A. Hakikat Anggaran Suatu anggaran operasi merupakan pernyataan tentang pendapatan dan beban yang direncanakan untuk satu tahun yang akan datang. Proses penyusunan anggaran merupakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN UKDW. karena itu produk yang telah dibuat oleh perusahaan harus dapat sampai

BAB 1 PENDAHULUAN UKDW. karena itu produk yang telah dibuat oleh perusahaan harus dapat sampai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penjualan produk merupakan variabel yang memiliki peran penting dan strategis bagi suatu perusahaan. Hal ini disebabkan tujuan dari pembuatan produk adalah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok suatu perusahaan dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidup, berkembang dan mendapatkan laba.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Penilaian Persediaan Persediaan merupakan aktiva yang sangat vital bagi kelangsungan usaha suatu perusahaan, tidak terkecuali untuk PT. Aqua Golden Mississipi Tbk.

Lebih terperinci

PENGELOLAAN KEUANGAN UNTUK USAHA KECIL MENENGAH

PENGELOLAAN KEUANGAN UNTUK USAHA KECIL MENENGAH PENGELOLAAN KEUANGAN UNTUK USAHA KECIL MENENGAH PELATIHAN M A NAJEMEN KEUANGAN BAGI UKM SE PROVINSI KEPULAUAN RIAU BATAM, M EI 2013 Oleh: DR. MULYANINGRUM, SE, M.Hum RAMBAT LUPIYOADI, SE, ME MENGELOLA

Lebih terperinci

BAHAN AJAR Jurusan : Administrasi Bisnis Konsentrasi : Mata Kuliah : Pengantar Bisnis

BAHAN AJAR Jurusan : Administrasi Bisnis Konsentrasi : Mata Kuliah : Pengantar Bisnis BAB 7 Manajemen Pemasaran 7.1. Konsep-Konsep Inti Pemasaran Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan produk, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan

Lebih terperinci

BAB V RENCANA AKSI. bisnis mobile application platform PinjamPinjam. Penjelasan dalam bab ini

BAB V RENCANA AKSI. bisnis mobile application platform PinjamPinjam. Penjelasan dalam bab ini BAB V RENCANA AKSI Bab ini menjelaskan rencana aksi atau realisasi dari perancangan model bisnis mobile application platform PinjamPinjam. Penjelasan dalam bab ini meliputi rencana kegiatan dan waktu pelaksanaan,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. NIlai, Biaya dan Kepuasan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. NIlai, Biaya dan Kepuasan 18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan adanya kegiatan pemasaran akan menimbulkan penawaran produk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Pemasaran Pemasaran merupakan kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Teori Keagenan (Agency Theory) Teori keagenan (Agency Theory) menyebutkan bahwa hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang lain (agent)

Lebih terperinci

JUMLAH AKTIVA

JUMLAH AKTIVA NERACA 31 DESEMBER 2007 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan bank 3 866.121.482 3.038.748.917 Piutang usaha - bersih Hubungan istimewa 2b, 2c, 4, 5, 8 2.635.991.416 328.548.410 Pihak ketiga - setelah dikurangi

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. pembahasan mengenai perbandingan dan perhitungan PPh pasal 21 Metode

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. pembahasan mengenai perbandingan dan perhitungan PPh pasal 21 Metode BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah perusahaan, struktur organisasi, serta tujuan perusahaan. Dalam bab ini dilakukan juga pembahasan

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dewi (2006) dengan judul

BAB II URAIAN TEORITIS. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dewi (2006) dengan judul BAB II URAIAN TEORITIS A. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dewi (2006) dengan judul Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Peningkatan Volume Penjualan Produk Pocari Sweat pada

Lebih terperinci

SOAL. No Nama Afiliasi Bidang Usaha Kepemilikan Lokasi 1 PT. Berlian Pemegang hak 27% Balikpapan

SOAL. No Nama Afiliasi Bidang Usaha Kepemilikan Lokasi 1 PT. Berlian Pemegang hak 27% Balikpapan SOAL PT. Mahameru merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi furniture secara massal dan juga memenuhi permintaan dengan desain khusus. Perusahaan pada tahun 2X07 berencana menjual sahamnya di pasar

Lebih terperinci

Materi Minggu 3. Model Deskriptif Manajemen Strategik (Bagian 1) Menurut David (1999) dalam proses manajemen strategik ada tiga tahap, yaitu:

Materi Minggu 3. Model Deskriptif Manajemen Strategik (Bagian 1) Menurut David (1999) dalam proses manajemen strategik ada tiga tahap, yaitu: M a n a j e m e n S t r a t e g i k 15 Materi Minggu 3 Model Deskriptif Manajemen Strategik (Bagian 1) 3.1 Proses Manajemen Strategik Manajemen strategik merupakan proses tiga tingkatan yang melibatkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pemasaran, Fungsi Manajemen Pemasaran dan Bauran Pemasaran 2.1.1 Pengertian Pemasaran Perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa akan dihadapkan pada masalah bagaimana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian. Teori-teori tersebut berkaitan dengan penjualan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian. Teori-teori tersebut berkaitan dengan penjualan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab II menjelaskan teori-teori mengenai konsep penjualan sebagai landasan penelitian. Teori-teori tersebut berkaitan dengan penjualan. A. Pengertian Penjualan Definisi menjual menurut

Lebih terperinci

05FTPD. Marketing. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.

05FTPD. Marketing. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si. Modul ke: Marketing Fakultas 05FTPD Penjelasan mengenai kontrak perkuliahan yang didalamnya dijelaskan mengenai tata tertib, teknis, serta bahan untuk perkuliahan di Universitas Mercu Buana Denta Mandra

Lebih terperinci

bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli

bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli BAB II LANDASAN TEORI A. PEMASARAN 1. Pengertian dari Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan

Lebih terperinci

DANA PENSIUN BANK DKI PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI LAPORAN ASET NETO PER 30 JUNI ASET Semester I 2017 Semester II 2016

DANA PENSIUN BANK DKI PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI LAPORAN ASET NETO PER 30 JUNI ASET Semester I 2017 Semester II 2016 A. LAPORAN ASET NETO INVESTASI (NILAI WAJAR) ASET Surat Berharga Negara 43.996.444.448 100.081.670.878 Tabungan 2.581.094.681 2.983.430.198 Deposito on call 30.000.000.000 0 Deposito Berjangka 77.060.000.000

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi berkembang dengan pesat. Dunia bisnis pun terpengaruh dengan

BAB I PENDAHULUAN. teknologi berkembang dengan pesat. Dunia bisnis pun terpengaruh dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada abad ini seperti yang kita ketahui dunia ekonomi dan teknologi berkembang dengan pesat. Dunia bisnis pun terpengaruh dengan adanya perkembangan teknologi itu

Lebih terperinci

Mengapa Saya Harus Mempelajari Manajemen Pemasaran?

Mengapa Saya Harus Mempelajari Manajemen Pemasaran? Mengapa Saya Harus Mempelajari Manajemen Pemasaran? Oleh : Laksmita Sari Dosen : Nanang Suryadi, SE,,MM Pernahkah kita berfikir tentang apa yang akan kita lakukan hari ini dan dengan produk dari merk apa

Lebih terperinci

Pengantar Sistem Informasi & e-bisnis. Defri Kurniawan

Pengantar Sistem Informasi & e-bisnis. Defri Kurniawan Pengantar Sistem Informasi & e-bisnis Defri Kurniawan Content: Konsep Dasar Sistem dan Informasi Pengertian Sistem Informasi Sistem Informasi Bisnis (-e-bisnis) Jenis Sistem Informasi Bisnis Konsep Dasar

Lebih terperinci

Penganggaran Perusahaan 113 BAB 7 ANGGARAN KAS

Penganggaran Perusahaan 113 BAB 7 ANGGARAN KAS Penganggaran Perusahaan 113 BAB 7 ANGGARAN KAS A. Anggaran Kas Kas merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga kelancaran aktivitas perusahaan. Jumlah kas yang ada kurang atau lebih dapat berakibat

Lebih terperinci

Kompetensi Dasar 5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi

Kompetensi Dasar 5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi Kompetensi Dasar 5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi 1. Pengertian dan klasifikasi akun (rekening). Akun merupakan suatu formulir yang digunakan untuk mencatat pengaruh perubahan nilai (penambahan atau

Lebih terperinci

Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Sistem Informasi Bisnis

Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I. Sistem Informasi Bisnis Muhammad Bagir, S.E.,M.T.I Sistem Informasi Bisnis 1 Outline Materi Konsep Dasar Sistem dan Informasi Pengertian Sistem Informasi Proses Bisnis Sistem Informasi Bisnis (e-bisnis) Jenis Sistem Informasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Penelitian Terdahulu Berdasarkan penelitian terdahulu, dengan skripsi yang disusun oleh Sari (2007) pada PG Kebon Agung Malang. Kesimpulan yang didapat dari penelitian

Lebih terperinci

Berkas Permanen. dengan Nomor 1882/1984 tanggal 5 Mei 1984 dan diumumkan dalam Tambahan Nomor 32 pada Berita Negara Nomor 1001 tanggal 18 Mei 1984.

Berkas Permanen. dengan Nomor 1882/1984 tanggal 5 Mei 1984 dan diumumkan dalam Tambahan Nomor 32 pada Berita Negara Nomor 1001 tanggal 18 Mei 1984. Berkas Permanen SEJARAH DAN LATAR BELAKANG PERUSAHAAN PT PETA didirikan tanggal 23 April 1984 dengan akta notaries James, SH Nomor 30372 di Jakarta. Akte ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan Nomor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Electronic Commerce atau yang disingkat dengan E-Commerce adalah

BAB I PENDAHULUAN. Electronic Commerce atau yang disingkat dengan E-Commerce adalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Electronic Commerce atau yang disingkat dengan E-Commerce adalah kegiatan- kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (Consumers), manufaktur (manufactures), services

Lebih terperinci

STUDI KELAYAKAN USAHA

STUDI KELAYAKAN USAHA STUDI KELAYAKAN USAHA 1 PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN USAHA Studi kelayakan usaha ialah suatu penelitian tentang layak tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan berhasil dan menguntungkan secara kontinyu.

Lebih terperinci

- 6 - DANA PENSIUN. PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI LAPORAN AKTIVA BERSIH

- 6 - DANA PENSIUN. PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI LAPORAN AKTIVA BERSIH Berjalan Sebelumnya AKTIVA INVESTASI (Nilai Wajar) Deposito on call XX XX Deposito Berjangka XX XX Sertifikat Deposito XX XX Sertifikat Bank Indonesia XX XX Saham XX XX Obligasi XX XX Unit Penyertaan Reksadana

Lebih terperinci

IV. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian dilakukan di Kampung Budaya Sindangbarang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive

Lebih terperinci

Program Penjualan dan Distribusi

Program Penjualan dan Distribusi MODUL MATERI 10 Program Penjualan dan Distribusi 10.1 Pendahuluan Program distribusi dan penjualan dapat didefinisikan sebagai program yang terdiri atas berbagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar

Lebih terperinci

BAB 5 ANALISIS KEUANGAN

BAB 5 ANALISIS KEUANGAN BAB 5 ANALISIS KEUANGAN 5.1. Ekuitas Ekuitas adalah modal kepemilikan yang diinvestasikan dalam suatu usaha. Vraniolle merupakan badan perorangan dengan modal yang berasal dari pemilik. Ekuitas modal pemilik

Lebih terperinci

Lampiran I. Kuesioner Penelitian Analisis Strategi Bisnis Pada PT Rekadaya Elektrika

Lampiran I. Kuesioner Penelitian Analisis Strategi Bisnis Pada PT Rekadaya Elektrika 128 Lampiran I Kuesioner Penelitian Analisis Strategi Bisnis Pada PT Rekadaya Elektrika Jakarta, 17 April 2009 Kepada Yth : PT Rekadaya Elektrika Jakarta Dengan Hormat, Sehubungan dengan adanya analisis

Lebih terperinci

Inisiasi V Strategi Produk & Daur Hidup Produk. Selamat berjumpa. Jadwal tutorial yang telah kami kirimkan menunjukkan pada

Inisiasi V Strategi Produk & Daur Hidup Produk. Selamat berjumpa. Jadwal tutorial yang telah kami kirimkan menunjukkan pada Inisiasi V Strategi Produk & Daur Hidup Produk Pendahuluan Selamat berjumpa. Jadwal tutorial yang telah kami kirimkan menunjukkan pada minggu ini kita akan membahas pokok bahasan kelima, yaitu tentang

Lebih terperinci

BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS

BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS BAB VII SIKLUS PENDAPATAN: PENJUALAN DAN PENAGIHAN KAS A. Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang

Lebih terperinci

BAB 9 EVALUASI KINERJA DALAM PERUSAHAAN YANG TERDESENTRALISASI

BAB 9 EVALUASI KINERJA DALAM PERUSAHAAN YANG TERDESENTRALISASI BAB 9 EVALUASI KINERJA DALAM PERUSAHAAN YANG TERDESENTRALISASI 1 Akuntansi Pertanggungjawaban Akuntansi pertanggungjawaban adalah suatu sistem yang mengukur hasil dari masing-masing pusat pertanggungjawaban

Lebih terperinci

KEPUTUSAN INVESTASI MODAL

KEPUTUSAN INVESTASI MODAL 1 Pertemuan 12 KEPUTUSAN INVESTASI MODAL Organisasi sering dihadapkan dengan peluang (atau kebutuhan) untuk melakukan investasi dalam aktiva atau proyek yang mencerminkan komitmen jangka panjang. A. Jenis-jenis

Lebih terperinci

BAB 9 MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB 9 MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN BAB 9 MANAJEMEN KEUANGAN PERUSAHAAN Konsep Dasar Keuangan (finance) adalah fungsi bisnis yang bertanggung jawab untuk mendapatkan dana, mengelola dana dan merencanakan penggunaan dana. Tugas ini secara

Lebih terperinci

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS KONSEP KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 41 BAB 3 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Perkembangan Perusahaan Pada tahun 1997 terjadi krisis moneter yang berkepanjangan di Indonesia. Akibat dari krisis moneter ini, banyak perusahaan yang mempertahankan

Lebih terperinci

Tantangan Manajemen. Teknologi. Informasi. Sistem. Informasi. Konsep-konsep Dasar

Tantangan Manajemen. Teknologi. Informasi. Sistem. Informasi. Konsep-konsep Dasar KONSEP KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis

Lebih terperinci

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA. Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah 34 BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA 4.1 Penyajian Data Pada bab empat ini akan dijelaskan mengenai sejarah perusahaan, struktur organisasi, serta tujuan perusahaan. Dalam bab ini dilakukan juga pembahasan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pendapatan dan Beban 1. Pengertian Pendapatan Pendapatan sebagai salah satu elemen penentuan laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam. Hal

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pemasaran Menurut Terry dalam Hasibuan (2007:2), manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,

Lebih terperinci

MODUL PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN 1 MODUL 13 : STUDI KELAYAKAN BISNIS. Yang dibahas pada modul 12 ini adalah :

MODUL PERKULIAHAN KEWIRAUSAHAAN 1 MODUL 13 : STUDI KELAYAKAN BISNIS. Yang dibahas pada modul 12 ini adalah : MODUL PERKULIAHAN MODUL 13 : STUDI KELAYAKAN BISNIS. Yang dibahas pada modul 12 ini adalah : A. Kriteria Investasi B. Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis C. Evaluasi dan Persiapan Bisnis Baru Fakultas Program

Lebih terperinci

BAB MANAJEMEN KAS A. Kas dan Aliran Kas

BAB MANAJEMEN KAS A. Kas dan Aliran Kas BAB V MANAJEMEN KAS Suatu perusahaan terbilang sukses karena bisa memetik keuntungan atau laba, jumlah asetnya pun besar. Akan tetapi, tatkala perusahaan mulai kesulitan untuk membayar tagihan dan memenuhi

Lebih terperinci

Pertemuan 13 Penyusunan Anggaran Kas Disarikan dari Yusnita, Wenny dan sumber2 relevan lainnya

Pertemuan 13 Penyusunan Anggaran Kas Disarikan dari Yusnita, Wenny dan sumber2 relevan lainnya Pertemuan 13 Penyusunan Anggaran Kas Disarikan dari Yusnita, Wenny dan sumber2 relevan lainnya Beberapa istilah anggaran kas Anggaran Kas disebut juga sebagai: o Anggaran Perubahan Kas o Anggaran Penggunaaan

Lebih terperinci

DANA PENSIUN BANK DKI PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI LAPORAN ASET NETO PER 31 DESEMBER ASET Semester II 2015 Semester I 2015

DANA PENSIUN BANK DKI PROGRAM PENSIUN MANFAAT PASTI LAPORAN ASET NETO PER 31 DESEMBER ASET Semester II 2015 Semester I 2015 A. LAPORAN ASET NETO INVESTASI (NILAI WAJAR) ASET Semester II 2015 Semester I 2015 Surat Berharga Negara 20.056.075.000 5.058.305.000 Tabungan 4.684.964.144 5.714.635.010 Deposito on call 0 0 Deposito

Lebih terperinci

BAB III OBJEK PENELITIAN PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA

BAB III OBJEK PENELITIAN PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA BAB III OBJEK PENELITIAN PT. GROOVY MUSTIKA SEJAHTERA III.1 Gambaran Umum Perusahaan III.1.1 Riwayat PT.Groovy Mustika Sejahtera PT.Groovy Mustika Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi

Lebih terperinci

Bab VI ASPEK KEUANGAN. Tabel 6.1 Kebutuhan Dana

Bab VI ASPEK KEUANGAN. Tabel 6.1 Kebutuhan Dana Bab VI ASPEK KEUANGAN 6.1 Kebutuhan Dana Agenda furniture membutuhkan dana dengan rincian sebagai berikut: Tabel 6.1 Kebutuhan Dana no Komponen Investasi Jumlah Total 1 Aktiva Tetap A. Mobil Pick Up 112.000.000

Lebih terperinci

BAB 1 MANAJEMEN KEUANGAN (Pengantar)

BAB 1 MANAJEMEN KEUANGAN (Pengantar) Manajemen Keuangan (Pengantar) 1 BAB 1 MANAJEMEN KEUANGAN (Pengantar) Manajemen Keuangan (Pengantar) 2 PENGERTIAN DAN PENTINGNYA MANAJEMEN KEUANGAN Keuangan merupakan salah satu bidang fungsional dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Analisis Pengertian analisis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Yuniarsih dan Suwatno (2008:98) adalah: Analisis adalah penguraian suatu pokok atas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. pemasaran dan biaya lainnya yang terkait dengan delivery layanan.

BAB II LANDASAN TEORI. pemasaran dan biaya lainnya yang terkait dengan delivery layanan. 10 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Bundling Bundling merupakan pengelompokan beberapa layanan telekomunikasi jadi satu paket untuk meningkatkan pelanggan potensial dan mengurangi biaya iklan, pemasaran

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akhmad Naruli (2014) melakukan penelitian tentang Analisis Penentuan Harga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akhmad Naruli (2014) melakukan penelitian tentang Analisis Penentuan Harga BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu Akhmad Naruli (2014) melakukan penelitian tentang Analisis Penentuan Harga Jual Produk Dan Pengaruhnya Terhadap Laba Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. industri yang cukup ketat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dituntut untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. industri yang cukup ketat. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dituntut untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia industri yang semakin kompetitif dalam era globalisasi sekarang ini menuntut industri atau perusahaan untuk dapat menyusun strategi yang tepat agar

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Akuntansi Biaya Akuntansi biaya merupakan salah satu pengkhususan dalam akuntansi, sama halnya dengan akuntansi keuangan, akuntansi pemerintahan, akuntansi pajak, dan sebagainya.

Lebih terperinci

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN MODUL PERKULIAHAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN ORGANISASI JASA Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi & Bisnis Akuntasi 14 32006 DRS.SUHARMADI, AK.MM.M.Si, CA Abstract Sesi 14

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tak hanya mencakup penjualan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tak hanya mencakup penjualan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pemasaran 2.1.1 Pengertian Pemasaran Pemasaran ( Marketing ) merupakan suatu rangkaian proses kegiatan yang tak hanya mencakup penjualan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan

Lebih terperinci