Semester : VII Hal: 1 dari 5. Dosen : Har & Imam RP S1 SB 03. No.Revisi : 00. secara umum KKNI. Level 6 Kemampuan. C. Deskripsi CP.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Semester : VII Hal: 1 dari 5. Dosen : Har & Imam RP S1 SB 03. No.Revisi : 00. secara umum KKNI. Level 6 Kemampuan. C. Deskripsi CP."

Transkripsi

1 RP S1 SB 03 A. : CP 3 : Mampu menerapkanmetodestatistikasalammatematikakeuangan P15.1 : Mampu Berkomunikasi secara lisan dan tertulis dalam Bahasa Indonesia CP15.3 :Mampu mengelola dan bekerja dalam tim 4. CP15.4 : Bertanggungg jawab atas hasil kerja mandiri dan kelompok 5. CP 17.1 : Jujur amanah dan bere ka 6. CP 18.5 : Patuhpadaaturantertulisdantidaktertulis 7. CP19 :MempunyaisikapCerdas, Amanah dan KreatifsebagaibekalbelajarSepanjang Hayat CP2 pada mata kuliah MatematikaKeuangan diberi kode CP3M yang meliputi 9 sub Capaian Pembelajaran, yaitu : CP3M1 sd CPM9. Hal: 1 dari 5 B. Untuk mencapai CP di atas diperlukan 8 sebagai berrikut : 1).Tingkat Bunga, 2). Penerapann Tingkat Bunga, 3). AnuitasTertentu, 4.)AnuitasUmum,5).AmortisasidanCadanganPelunasanHutang, 6.)Obligasi, 7).Tingkat Pengembalian Modal, 8).PenerapanLanjutan, 9).BungaStokastik Mata kuliahprasyarat :PengantarmetodeSta s ka (SS141201) C. Deskripsi CP secara umum KKNI Level 6 Kemampuan Deskripsi Penguasaan pengetahuan Mampu menjelaskan konsepmatematikakeuangan 6. Mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural Kemampuan kerja. Mampu mengaplikasikan metode Statistika dalam 6.4 Mampu Menggunakan IPTEKS pada bidangnya dalam penyelesaian masalah serta Mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi Kemampuan manjerial 6.6 Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, serta mampu mengkomunikasikan hasil analisiss baik secara lisan maupun tertulis 6.7 Mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alterna f solusi secara mandiri dan kelompok; 6.8 Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggungg jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi Sikap dan tata nilai Mempunyai EtikaProfesi, kerjasama, menghargai orang lain, patuhaturan, cerdasamanahkreatif

2 Mampumenjelaskanpengert ian, jenistingkatsukubungadanp erhitungannya Mampumenerapkanpersoal an Tingkat Bunga DapatmenjelaskanAnuitasT ertentu INDIKATOR BERHASILAN Mampumenjelaskanpengertiansu kubunga, tingkatsukubunga Mampumenghitungjenistingkatbuu nga, nilaitunai, percepatanpembungaan, diskontodantingkatbungatidakaktii f Mampumenjelaskan danmenyelesaikanpersamaannilai. Mampumenyelesaikanpermasalah anjangkawaktudantingkatbungataa kdiketahui Mampumenentukanperiodewaktuu tingkatbunga Dapat menjelaskan danmenghitunganuitasawal&akhir, anuitassembarangwaktu Mampumenentukanrangkaianpe mbayaranabadi, waktutidakdiketahui, Tingkat Bunga PenerapanTin gkat Bunga AnuitasTerte ntu [1] B1 [2] B1 [1] B2 [2] B2 [1] B3 [2] B3 E Hal: 2 dari 5 10%/ /10% TT 15%/ /25% 10%/ /35%

3 INDIKATOR BERHASILAN tingkatbungatidakdiketahuidantid aktetap E Hal: 3 dari Mampumenyekesaikanp ermasalahananuitasumum 5. Dapat menjelaskandanmenerapka namortisasidancadanganp elunasanhutang Dapat menjelaskan pengertiananuitasumum Dapatmenerapkanperiodepembay aransamadantidaksama Mampumeyelesaikanpermaslahann Anuitaskontinu, naikturundanumumtidakkonstan ETS Mampumenyelesaikanpersoalana mortisasi Mampu menerapkanmetodecadanganpelu nasanhutang 4. Anuitas Umum 5. Amortisasida nmetodecad anganpelunas anhutang [1] B4 [2] B4 [1].B5 [2].B5 10%/ /45% 10%/ /55%

4 21 23 INDIKATOR BERHASILAN 6. Dapat Dapatmenjelaskandanmenerapka menjelaskanpengertiandanme npadaberbagaihargadantingkatbu nerapkanperhitunganobligasi ngaobligasi Hargaobligasitanggaldanbulan 6. Obligasi [1]. B6 [2]. B6 E Hal: 4 dari 5 10%/ /65% Dapatmenentukandanmen ganalisastingkatpengembalian Modal Dapatmenganalisiskasdiskonto, TB reinvestasi Dapatmengukurtingkatbungapenaa naman modal dan capital budgeting 7. Tingkat Pengembalia n Modal [1]. B7 [2]. B7 TT 15%/ /80% Dapatmenerapkanlebihlanjut permasalahan Tingkat pengembalian modal Dapat memahamidanmenerapkandepres iasi Mampumenyelesaianpersoalanpe ngaruhinflasi, pajakdanketidakpastian 8. PenerapanLe bihlanjutinve tasikeuangan [1]. B8 [2]. B8 10%/ /90%

5 29 30 INDIKATOR BERHASILAN 9. Dapatmenjelaskandanme nerapkanbungastokastik Dapat menjelaskan bungastokastikdanindependen TB Dapat menerapkan model lognormal, time series, binomial, kontinudanujiskenario 9. Bunga Stokastik [1]. B9 [2]. B12 E Hal: 5 dari 5 10%/ /100 % EAS *1)TT 0 P L : Tes Tulis,Observasi,Presentasi dan Laporan. 2) AL: Action Learning. Pustaka : Haryono, Diktat MatematikaKeuangan, 2011 Kellison, Stephen. G, The Theory of Interest, McGraw.Hill International, 2009

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk SMA/MA Kelas X Mata Pelajaran : Matematika (Wajib) Penerbit dan Percetakan Jl. Tengah No. 37, Bumi Asri Mekarrahayu Bandung-40218 Telp. (022) 5403533 e-mail:srikandiempat@yahoo.co.id

Lebih terperinci

Mempunyai Solusi untuk Setiap x R???

Mempunyai Solusi untuk Setiap x R??? Mempunyai Solusi untuk Setiap R??? a a m m q q b b c c d e e h h j j k k m m q q y y f f n n y y g g p p z z. a a a a a {, } . ( ).......... ( ). ( ). ( ) ( ). ( ) ( )... ( )... ( ) ( ) ( ) a a a a

Lebih terperinci

π‘₯ Mempunyai Solusi π‘₯ R???

π‘₯ Mempunyai Solusi π‘₯ R??? Mempunyai Solusi R??? ( )... ... m n m n m n a b... a b ... > >... ... ( ) ( ) > ( ) ( ). >...... > ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )... ( ) ( ) > >

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.

Lebih terperinci

Alternatif Penyusunan Kurikulum Mengacu pada KKNI. Dipresentasikan oleh Liliana Sugiharto 2013

Alternatif Penyusunan Kurikulum Mengacu pada KKNI. Dipresentasikan oleh Liliana Sugiharto 2013 Alternatif Penyusunan Kurikulum Mengacu pada KKNI Dipresentasikan oleh Liliana Sugiharto 2013 ISI PERATURAN DAN KETENTUAN TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI 1. Pergeseran paradigma ke konsep KBK (Kepmendiknas

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL ROPOSAL PERMOHONAN PENYELENGARAAN PENGAKUAN PEMBELAJARAN LAMPAU (PPL) PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

Lebih terperinci

Uji Hipotesis. Atina Ahdika, S.Si, M.Si. Universitas Islam Indonesia 2015

Uji Hipotesis. Atina Ahdika, S.Si, M.Si. Universitas Islam Indonesia 2015 Uji Hipotesis Atina Ahdika, S.Si, M.Si Universitas Islam Indonesia 015 Definisi Hipotesis Suatu pernyataan tentang besarnya nilai parameter populasi yang akan diuji. Pernyataan tersebut masih lemah kebenarannya

Lebih terperinci

KISI-KISI MATERI UJIAN KOMPETENSI PRODI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS INSTITUT PERBANAS

KISI-KISI MATERI UJIAN KOMPETENSI PRODI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS INSTITUT PERBANAS KISI-KISI MATERI UJIAN KOMPETENSI PRODI S-1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS INSTITUT PERBANAS 1. KOMPETENSI : PERBANKAN SYARIAH No Kompetensi Unsur Kompetensi Dasar Indikator Hasil Belajar Sumber

Lebih terperinci

MODUL PUSKESMAS 1. SISTEM INFORMASI PUSKESMAS (SIMPUS)

MODUL PUSKESMAS 1. SISTEM INFORMASI PUSKESMAS (SIMPUS) Modul Puskesmas 1. SIMPUS MODUL PUSKESMAS 1. SISTEM INFORMASI PUSKESMAS (SIMPUS) I. DESKRIPSI SINGKAT Sistem informasi merupakan bagian penting dalam suatu organisasi, termasuk puskesmas. Sistem infomasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan informasi menjadi sangat penting dan. kebutuhan pokok bagi setiap orang. Bagi masyarakat, banyak aspek kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan informasi menjadi sangat penting dan. kebutuhan pokok bagi setiap orang. Bagi masyarakat, banyak aspek kehidupan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan informasi menjadi sangat penting dan menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi setiap orang. Bagi masyarakat, banyak aspek kehidupan yang sangat bergantung

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN JALAN TOL DI SUMATERA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN JALAN TOL DI SUMATERA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN NOMOR 100 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN JALAN TOL DI SUMATERA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendorong pengembangan kawasan

Lebih terperinci

MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN KURIKULUM TRAINING. Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA.

MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN KURIKULUM TRAINING. Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA. MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN Modul ke: 05 KURIKULUM TRAINING Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Instruksional Umum : 1.

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII KURIKULUM

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Hakekat Soal Cerita yang Diajarkan di Sekolah Dasar 2.1.1 Pengertian Soal Cerita Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan mudah dipahami

Lebih terperinci

PENGANTAR ANALISA RUNTUN WAKTU

PENGANTAR ANALISA RUNTUN WAKTU DIKTAT KULIAH PENGANTAR ANALISA RUNTUN WAKTU Dr.rer.nat. Dedi Rosadi, M.Sc.Eng.Math. Email: dedirosadi@ugm.ac.id http://dedirosadi.staff.ugm.ac.id Program Studi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu

Lebih terperinci

Oleh: HARRY SULASTIANTO

Oleh: HARRY SULASTIANTO Oleh: HARRY SULASTIANTO PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH Karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ipteks yang diperolehnya melalui studi kepustakaan, pengalaman, penelitian,

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 Doktor (S3) Doktor (S3) Terapan 9 Magister (S2) Magister (S2) Terapan 8 7 Sarjana (S1) Diploma 4 (D4) 6 Fokus

Lebih terperinci

Leasing. Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula

Leasing. Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula Bahan Ajar : Manajemen Keuangan Bisnis II Digunakan untuk melengkapi buku wajib Disusun oleh: Nila Firdausi Nuzula Leasing Pendahuluan Salah satu cara untuk mengelola kepemilikan aktiva tetap dalam suatu

Lebih terperinci

Sistem Operasi Jaringan

Sistem Operasi Jaringan Proxy server: komputer server yang bertindak sebagai penengah antara user di jaringannya dengan sumber daya eksternal yang sedang diakses. Recovery: usaha untuk mengembalikan kendali terhadap suatu sistem.

Lebih terperinci

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT IV

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT IV GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT IV 1. Nama Mata Diklat 2. Deskripsi Singkat 3. Tujuan Pembelajaran Budaya Kerja dalam Kepemimpinan yang Efektif : Mata diklat ini membekali

Lebih terperinci

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14 1. http://padamu.siap.web.id/ 2. klik: aktifasi akun PTK 3. isi NUPTK 4. isi kode aktifasi 5. klik: lanjut 6. isi password 7. ulangi password 8. isi email (WAJIB ADA) 9. klik: lanjut 10. klik: simpan 11.

Lebih terperinci

FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU: PROSES PEMBELAJARAN REVISI :

FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU: PROSES PEMBELAJARAN REVISI : DOKUMEN LEVEL KODE SOP/LAK/B.01 UNIVERSITAS KADIRI TANGGAL STANDARD OPERATING PROCEDURE BERLAKU FAK. ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK PROSES PEMBELAJARAN REVISI A. TUJUAN Untuk terlaksananya kegiatan pembelajaran

Lebih terperinci

Jurusan Bahasa Jepang Aturan Pokok Penerimaan Siswa Baru

Jurusan Bahasa Jepang Aturan Pokok Penerimaan Siswa Baru 名 叀 屋 硌 ε–Ά 会 計 ε°‚ ι–€ ε­¦ ζ ‘ Akademi Manajemen dan Akuntansi Nagoya Jurusan Bahasa Jepang Aturan Pokok Penerimaan Siswa Baru April, Oktober Tahun 2013 April, Oktober Tahun 2014 1 Kualifikasi Pelamar 2 Kapasitas

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

BAB II ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN BAB II ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN A. Arti Penting Analisis Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengethaui tingkat profitabilitas (keuntungan)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa dengan dilakukan perubahan terhadap

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN

PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 I. PETUNJUK UMUM Petunjuk umum

Lebih terperinci

Perhitungan Bunga Kredit dengan Angsuran

Perhitungan Bunga Kredit dengan Angsuran Perhitungan Kredit dengan / Mengapa Perhitungan Kredit Perlu Diketahui? Perhitungan bunga kredit yang digunakan bank akan menentukan besar kecilnya angsuran pokok dan bunga yang harus dibayar Debitur atas

Lebih terperinci

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 Indonesia cukup beruntung, karena menjadi negara yang masih dapat mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif tahun 2009 sebesar 4,4 % di tengah krisis keuangan global

Lebih terperinci

PANDUAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SIAKAD) MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO

PANDUAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SIAKAD) MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO PANDUAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (SIAKAD) MAHASISWA AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI BOJONEGORO Pengertian: Sistem Informasi Akademik atau SIAKAD adalah fasilitas yang digunakan untuk mempermudah transaksi

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil 67 BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil penelitian. Pembahasan hasil penelitian berdasarkan deskripsi data tentang strategi

Lebih terperinci

PERAN SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN TRADISIONAL DAN KOMPLEMENTER

PERAN SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN TRADISIONAL DAN KOMPLEMENTER PERAN SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN UPAYA KESEHATAN TRADISIONAL DAN KOMPLEMENTER Agustin Kusumayati Ketua Badan Khusus Upaya Kesehatan Tradisional dan Komplementer Ikatan Ahli Kesehatan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI INTRUKSIONAL

KOMUNIKASI INTRUKSIONAL KOMUNIKASI INTRUKSIONAL Muhammad Surip Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Komunikasi Intruksional merupakan proses memindahkan sebagian pesan (pengetahuan) pendidik kepada peserta

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA (STIKI)

SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA (STIKI) SILABUS: Kode Mata Kuliah MI09KK34 Mata Kuliah Sistem Operasi Prasyarat - Cosyarat Struktur Data TIU Mahasiswa memahami peranan dan fungsi sistem operasi dalam sistem komputer Deskripsi Mata kuliah ini

Lebih terperinci

Sesi IX : RISET OPERASI. Perkembangan Riset Operasi

Sesi IX : RISET OPERASI. Perkembangan Riset Operasi Mata Kuliah :: Riset Operasi Kode MK : TKS 4019 Pengampu : Achfas Zacoeb Sesi IX : RISET OPERASI e-mail : zacoeb@ub.ac.id www.zacoeb.lecture.ub.ac.id Hp. 081233978339 Perkembangan Riset Operasi Dimulai

Lebih terperinci

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN. Oleh: Bambang Prio Hartono, ST, MT

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN. Oleh: Bambang Prio Hartono, ST, MT PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN MATA KULIAH RANGKAIAN LISTRIK I ( ED1113/3 sks/sem. I ) Oleh: Bambang Prio Hartono, ST, MT JURUSAN TEKNIK LISTRIK D-III FAKULTAS

Lebih terperinci

PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DAN DISKONTO OBLIGASI YANG DIPERDAGANGKAN DAN/ATAU DILAPORKAN PERDAGANGANNYA DI BURSA EFEK

PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DAN DISKONTO OBLIGASI YANG DIPERDAGANGKAN DAN/ATAU DILAPORKAN PERDAGANGANNYA DI BURSA EFEK PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DAN DISKONTO OBLIGASI YANG DIPERDAGANGKAN DAN/ATAU DILAPORKAN PERDAGANGANNYA DI BURSA EFEK Peraturan Pemerintah No. 6 TAHUN 2002, Tgl. 23-03-2002 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

Panduan Pengoperasian

Panduan Pengoperasian Panduan Pengoperasian Aplikasi Pengelolaan Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan pengelolaankinerjakkp@gmail.com Cara Membuka Aplikasi Aplikasi Kinerjaku adalah aplikasi berbasis web yang dapat di

Lebih terperinci

Pengantar Proses Stokastik

Pengantar Proses Stokastik Bab 5: Atina Ahdika, S.Si, M.Si Statistika FMIPA Universitas Islam Indonesia 2015 Waktu Antar Kedatangan Waktu Antar Kedatangan Misalkan T 1 menyatakan waktu dari kejadian/kedatangan pertama. Misalkan

Lebih terperinci

PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL

PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL Lingkungan alam Lingkungan Sosial Lingkungan Binaan/Buatan LINGKUNGAN HIDUP Manusia Sebagai Makhluk Sosial -Membentuk Pengelompokkan Sosial (Social Grouping) mempertahankan

Lebih terperinci

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010 DRAFT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA PENDIDIKAN SUB SEKTOR JASA PENDIDIKAN SWASTA LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA SUB BIDANG BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN TINGKAT BUNGA MENGAMBANG SERI SBR001. Bagian A : Penerbit dan Bentuk Obligasi

PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN TINGKAT BUNGA MENGAMBANG SERI SBR001. Bagian A : Penerbit dan Bentuk Obligasi DRAFT PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN TINGKAT BUNGA MENGAMBANG SERI SBR001 Bagian A : Penerbit dan Bentuk Penerbit : Pemerintah Republik Indonesia. Dasar Hukum :

Lebih terperinci

ANALISIS TEMPAT KERJA

ANALISIS TEMPAT KERJA II. ANALISIS TEMPAT KERJA Untuk dapat membuat rencana kerja yang realistis, rapi, dan teratur, sebelum menjatuhkan pilihan jenis alat yang akan digunakan, perlu dipelajari dan penelitian kondisi lapangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan teknologi informasi memberikan berbagai kemudahan pada berbagai badan usaha. Dari segi yuridis, badan hukum dapat terbagi menjadi tujuh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian 141 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Berdasarkan gambaran permasalahan yang diuraikan pada bagian sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian

Lebih terperinci

Bab 4 KONSOLIDASI PADA ANAK PERUSAHAAN YANG DIMILIKI PENUH. McGraw-Hill/Irwin. Copyright 2005 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.

Bab 4 KONSOLIDASI PADA ANAK PERUSAHAAN YANG DIMILIKI PENUH. McGraw-Hill/Irwin. Copyright 2005 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved. Bab 4 KONSOLIDASI PADA ANAK PERUSAHAAN YANG DIMILIKI PENUH McGraw-Hill/Irwin Copyright 2005 by The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved. 4-2 Konsolidasi pada Anak Perusahaan yang dimiliki penuh

Lebih terperinci

Proses Evaluasi. Keterbatasan mampuan Negara. imo Masyarakat PRUDEN

Proses Evaluasi. Keterbatasan mampuan Negara. imo Masyarakat PRUDEN Proses Evaluasi Keterbatasan mampuan Negara imo Masyarakat PRUDEN Kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik,

Lebih terperinci

User Manual Sistem Informasi Akademik

User Manual Sistem Informasi Akademik User Manual Sistem Informasi Akademik Program Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung SISFO PAAP - 2012 Petunjuk Penggunaan User Level : Intranet Local Area Network Kampus, Internet

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Teknologi Bahan Konstruksi Kode Mata Kuliah : MKT 1106 SKS : 2(2-0) Waktu Pertemuan : 100 Menit A. Tujuan Pembelajaran 1. Tujuan pembelajaran umum mata kuliah

Lebih terperinci

Perencanaan Capital Budgeting Dalam Rangka Pengambilan Keputusan Ekspansi Pabrik Baru PT Mazida Industry

Perencanaan Capital Budgeting Dalam Rangka Pengambilan Keputusan Ekspansi Pabrik Baru PT Mazida Industry Perencanaan Capital Budgeting Dalam Rangka Pengambilan Keputusan Ekspansi Pabrik Baru PT Mazida Industry SKRIPSI Oleh : Darwin - 0900799676 Putra Aditya - 0900804770 Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Jurusan

Lebih terperinci

BATIK TULIS BREBESAN PROFIL KOMODITI PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

BATIK TULIS BREBESAN PROFIL KOMODITI PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROFIL KOMODITI PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN BATIK TULIS BREBESAN KELOMPOK INDU STRI TEKSTIL SENTRA INDUSTRI KERAJINAN BATIK TULIS SALEM Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Lebih terperinci

Satuan Acara Perkuliahan, Manajemen Perkantoran Modern

Satuan Acara Perkuliahan, Manajemen Perkantoran Modern Satuan Acara Perkuliahan, Manajemen Perkantoran Modern Tim Dosen 1. Ni Nyoman Dewi Pascarani,S,S.,M.Si 2. Putu Eka Purnamaningsih, SH.MA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan komunikasi

Lebih terperinci

Peta Konsep. Bab 3 Matematika Keuangan

Peta Konsep. Bab 3 Matematika Keuangan Bab 3 Matematika Keuangan Sumber: Majalah Tempo 29 Des 03-4 Jan 04 Dalam dunia bisnis, ilmu matematika keuangan banyak diterapkan dalam dunia perbankan, perdagangan, bahkan dunia pemerintahan. Dalam dunia

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN, SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan Sistem Dealer Utama dan untuk lebih meningkatkan

Lebih terperinci

PENERAPAN SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU SECARA ONLINE DAN REALTIME

PENERAPAN SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU SECARA ONLINE DAN REALTIME PENERAPAN SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU SECARA ONLINE DAN REALTIME Ariyanto A. Setyawan dan Bisma Jayadi PT. (Persero) Telekomunikasi Indonesia, Tbk. ari_as@telkom.co.id dan bisma@brawijaya.ac.id Abstraksi

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI

PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI PENGARUH PERTUMBUHAN DANA PIHAK KETIGA DAN AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP NET INTEREST MARGIN PADA BANK PEMERINTAH RANGKUMAN SKRIPSI Oleh : ADITYA RAHMAN HAKIM 2005210181 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS

Lebih terperinci

ii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga dunia pendidikan kita telah memiliki Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional

Lebih terperinci

Tentang IQ dan EQ. By : ZR

Tentang IQ dan EQ. By : ZR Tentang IQ dan EQ By : ZR Istilah IQ (intelligence quotient) sudah bukan hal yang baru lagi. Sebagian besar orang bahkan mempercayai bahwa IQ tinggi menjamin keberhasilan seseorang. Namun, belakangan muncul

Lebih terperinci

ANOVA SATU ARAH Nucke Widowati Kusumo Projo, S.Si, M.Sc

ANOVA SATU ARAH Nucke Widowati Kusumo Projo, S.Si, M.Sc ANOVA SATU ARAH Nucke Widowati Kusumo Proo, S.Si, M.Sc It s about: Ui rata-rata untuk lebih dari dua populasi Ui perbandingan ganda (ui Duncan & Tukey) Output SPSS PENDAHULUAN Ui hipotesis yang sudah kita

Lebih terperinci

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN

PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN PETA KOMPETENSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONTRAK PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGANTAR ILMU LINGKUNGAN ( ED6202/2 sks/sem. VI ) Oleh: Ir. Iftitah Ruwana, MT JURUSAN TEKNIK LISTRIK D-III FAKULTAS

Lebih terperinci

METODE RISET (TMK602)

METODE RISET (TMK602) METODE RISET (TMK602) PERUMUSAN MASALAH Anrinal - ITP 1 Penemuan Permasalahan Permasalahan dapat diidentifik asikan sebagai kesenjangan antara dengan harapan, an perkembangan dengan pengembangan, antara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi manusia, jika ide pokok di dalam wacana tersebut tidak dipahami.

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi manusia, jika ide pokok di dalam wacana tersebut tidak dipahami. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia adalah makhluk yang butuh akan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan diharapkan akan membawa manusia semakin baik. Hanya saja ilmu pengetahuan tidak akan diperoleh

Lebih terperinci

Analisis Kemampuan Awal Mahasiswa Tahun Pertama Jurusan Fisika FMIPA UNP Abstrak PENDAHULUAN

Analisis Kemampuan Awal Mahasiswa Tahun Pertama Jurusan Fisika FMIPA UNP Abstrak PENDAHULUAN Analisis Kemampuan Awal Mahasiswa Tahun Pertama Jurusan Fisika FMIPA UNP Masril, Pakhrur Razi, Akmam, Irvan Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Padang E-mail : masril_qch@yahoo.com Abstrak Tujuan utama

Lebih terperinci

Quality Assurance dan Upaya Pelaksanaannya Dalam Pendidikan

Quality Assurance dan Upaya Pelaksanaannya Dalam Pendidikan Penyegaran Dosen STMIK-Bandung, 6 Februari 2008 --------------------------------------------------------------------------- Quality Assurance dan Upaya Pelaksanaannya Dalam Pendidikan Suryadi Siregar Pokok

Lebih terperinci

PAJAK PENGHASILAN ATAS USAHA REKSA DANA (SERI PPH UMUM NO. 30)

PAJAK PENGHASILAN ATAS USAHA REKSA DANA (SERI PPH UMUM NO. 30) PAJAK PENGHASILAN ATAS USAHA REKSA DANA (SERI PPH UMUM NO. 30) Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-18/PJ.42/1996, Tgl. 30-04-1996 Sehubungan dengan telah diundangkannya Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 8 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 8 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 8 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG STANDAR OPERASIOAL PROSEDUR (SOP) MANAJEMEN DATA DAN INFORMASI PEMERINTAH KOTA CILEGON DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL INSTITUTE OF BUSINESS (IOB) MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL Email PEDRO XIMENES ST,MM : larimata@lycos.com : radio_kliburfm@yahoo.com Pendahuluan Kriteria Penilaian : Kehadiran di kelas minimal 80% dari

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF UNTUK APLIKASI PENGANGKATAN DAN PENGEMBANGAN KARIR PEGAWAI PADA BADAN USAHA X Silvia Rostianingsih 1, Moh. Isa Irawan, Sri Finalyah 1 Jurusan Teknik Informatika Universitas Kristen

Lebih terperinci

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Mata Kuliah : Struktur Beton Lanjutan Kode : TSP 407 SKS : 3 SKS Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Pertemuan - 11 TIU : Mahasiswa dapat mendesain berbagai elemen struktur beton bertulang TIK

Lebih terperinci

LAMPIRAN I RENCANA KEGIATAN HARIAN (RKH) Pertemuan Pertama

LAMPIRAN I RENCANA KEGIATAN HARIAN (RKH) Pertemuan Pertama 171 LAMPIRAN I RENCANA KEGIATAN HARIAN (RKH) Pertemuan Pertama Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Sumberjaya (Ekstrakurikuler Seni Tari) Alokasi Waktu 1 x 40 (1x Pertemuan) Mengapresiasi karya seni tari Bedana

Lebih terperinci

Mengukur Kelayakan Ekonomis Proyek Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Metode Cost & Benefits Analysis Dan Aplikasinya Dengan MS EXCEL 2000

Mengukur Kelayakan Ekonomis Proyek Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Metode Cost & Benefits Analysis Dan Aplikasinya Dengan MS EXCEL 2000 Mengukur Kelayakan Ekonomis Proyek Sistem Informasi Manajemen Menggunakan Metode Cost & Benefits Analysis Dan Aplikasinya Dengan MS EXCEL 2000 Gatot Prabantoro Dosen Sistem Informasi Manajemen & Sains

Lebih terperinci

1. Institusi : FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi 2. Tahun Akademik : 2011/ 2012 3. Semester : II 4. Nama dan Kode Mata Kuliah : Teori Komunikasi

1. Institusi : FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi 2. Tahun Akademik : 2011/ 2012 3. Semester : II 4. Nama dan Kode Mata Kuliah : Teori Komunikasi 1. Institusi : FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi 2. Tahun Akademik : 2011/ 2012 3. Semester : II 4. Nama dan Kode Mata Kuliah : Teori Komunikasi (SPK 1201) 5. SKS : 3-0 6. Pengampu : Dr. Toto Sugito Mite Setiansah,

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14 SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14 Jurusan/Program Studi : Manajemen / S1 Manajemen Mata Kuliah : Statistik Bisnis Kode Mata Kuliah : 22008 Bobot : 3 sks Jumlah Tatap Muka (TM) : 2 (TM 13-14) Deskripsi

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM UMUM Kegiatan usaha Bank senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan

Lebih terperinci

BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI

BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Tahun 2014 ii Buku K DIKTI BUKU KURIKULUM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Horticultural Partnership Support Program. Knowledge Management Series. Kelompok Tani yang Efektif

Horticultural Partnership Support Program. Knowledge Management Series. Kelompok Tani yang Efektif Horticultural Partnership Support Program Knowledge Management Series Kelompok Tani yang Efektif 1. Tani Definisi Dasar Kegiatan yang berkaitan dengan pengolahan tanah dengan tujuan memelihara tanaman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan hidup sehari-hari sangatlah mudah untuk terwujud, meskipun kita tidak

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan hidup sehari-hari sangatlah mudah untuk terwujud, meskipun kita tidak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada masa globalisasi seperti yang terjadi di Indonesia berbagai macam kebutuhan hidup sehari-hari sangatlah mudah untuk terwujud, meskipun kita tidak memegang

Lebih terperinci

TABEL KODE AKUN PAJAK DAN KODE JENIS SETORAN

TABEL KODE AKUN PAJAK DAN KODE JENIS SETORAN TABEL AKUN PAJAK DAN Berdasarkan : 1. PER-38/PJ/2009 2. PER-23/PJ/2010 dan SE-54/PJ/2010 3. PER-24/PJ/2013 Keterangan : 1. Yang berwarna.. adalah perubahan yang terdapat dalam PER-23/PJ/2010 dan SE-54/PJ/2010

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O 93 09114 IV 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl.

Lebih terperinci

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) Metode Yang Digunakan Tujuan Penelitian

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram) Metode Yang Digunakan Tujuan Penelitian - - - Level 0 Sistem Gambar 2. Level 1 Transaksi Proses Pembelian Level 1 Transaksi Proses Penjualan Gambar 5. DAD Level 1 Transaksi Proses Input Jurnal Penyesuaian DAD Level 1 Laporan Jurnal Gambar

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR. Hal 1 dari 4

PROSEDUR MUTU EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR. Hal 1 dari 4 Telp. (04) 85081, 86458337, Fax. (04) 85081. http://www.unnes.ac.id 1 dari 4 1. TUJUAN Prosedur evaluasi proses belajar mengajar ditetapkan agar dapat menjamin terselenggaranya kegiatan proses belajar

Lebih terperinci

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS nama perguruan tinggi logo perguruan tinggi nama kota, bulan dan tahun DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar (jika

Lebih terperinci

EADC 2011 FORM PROPOSAL. Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi FORM PROPOSAL.

EADC 2011 FORM PROPOSAL. Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi FORM PROPOSAL. Eagle Awards Documentary Competition 2011 Bagimu Indonesia Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi. Pedoman pengisian peserta Eagle Awards

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 463 TAHUN 2012

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 463 TAHUN 2012 MENTERI KEPUTUSAN MENTERI NOMOR 463 TAHUN 2012 TENTANG JABATAN YANG DAPAT DIDUDUKI OLEH TENAGA KERJA ASING PADA KATEGORI INDUSTRI PENGOLAHAN GOLONGAN POKOK INDUSTRI BAHAN KIMIA DAN BARANG DARI BAHAN KIMIA

Lebih terperinci

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 01 PALEMBANG 2O13 1 Standar Isi Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Muhammadiyah Palembang SPMI-UMP

Lebih terperinci

MODEL PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

MODEL PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MODEL PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT 1. Nama Diklat : Diklat Kepemimpinan Tk. IV 2. Mata Diklat : Diagnostic Reading 3. Alokasi Waktu : 18 Jam Pelajaran 4. Deskripsi Singkat : Mata diklat ini membekali

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM. PERTEMUAN 1 Oleh: Prof. Dr. Yetti Supriyati, MPd.

EVALUASI PROGRAM. PERTEMUAN 1 Oleh: Prof. Dr. Yetti Supriyati, MPd. EVALUASI PROGRAM PERTEMUAN 1 Oleh: Prof. Dr. Yetti Supriyati, MPd. 1 Interrelation among concept : Doran, Lawrenz & Helgenson (1995) EVALUATION TESTING MEASUREMENT ASSESSMENT Evaluation: to evaluate the

Lebih terperinci

ESRU ECO SURF RESCUE ULUWATU TUJUAN KAMI ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KESEHATAN EKOSISTEM LOKAL DAN MEMELIHARA ULUWATU UNTUK GENERASI MASA DEPAN.

ESRU ECO SURF RESCUE ULUWATU TUJUAN KAMI ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KESEHATAN EKOSISTEM LOKAL DAN MEMELIHARA ULUWATU UNTUK GENERASI MASA DEPAN. ESRU ECO SURF RESCUE ULUWATU TUJUAN KAMI ADALAH UNTUK MENGEMBALIKAN KESEHATAN EKOSISTEM LOKAL DAN MEMELIHARA ULUWATU UNTUK GENERASI MASA DEPAN. ESRU, ULUWATU, BUKIT PENINSULA, BALI, INDONESIA www.ecosurfrescue.moonfruit.com

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DOKUMEN RAHASIA KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DALAM RANGKA PELAKSANAAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) / RIGHTS ISSUE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK JAKARTA,

Lebih terperinci

PENYUSUNAN TES HASIL BELAJAR

PENYUSUNAN TES HASIL BELAJAR PENYUSUNAN TES HASIL BELAJAR Oleh: Prihastuti Ekawatiningsih, M.Pd Disampaikan dalam Kuliah Evaluasi Pembelajaran Jurusan PTBB, Fakultas Teknik, UNY Tahun 2009 Syarat-Syarat Tes Yang Baik Hanya mengukur

Lebih terperinci

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN 1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.

Lebih terperinci

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI MENGHITUNG LUAS SEGI BANYAK KELAS VI MI RAUDLATUSSIBYAN SAMPANG DEMAK TAHUN PELAJARAN

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI MENGHITUNG LUAS SEGI BANYAK KELAS VI MI RAUDLATUSSIBYAN SAMPANG DEMAK TAHUN PELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI MENGHITUNG LUAS SEGI BANYAK KELAS VI MI RAUDLATUSSIBYAN SAMPANG DEMAK TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015 SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN. F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9

LAMPIRAN. F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9 LAMPIRAN Lampiran 1 Dimensi Dukungan Sosial Dimensi Indikator UF/F Urut UF 1 F 8 Mendefinisikan masalah Mengetahui dan memahami masalah UF 26 F 14 F 20 F 2 UF 9 Identifikasi Kriteria Membuat kriteria jurusan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

PSAK 5 : SEGMEN OPERASI IFRS 8 : Operating Segments. Presented by: Dwi Martani

PSAK 5 : SEGMEN OPERASI IFRS 8 : Operating Segments. Presented by: Dwi Martani PSAK 5 : SEGMEN OPERASI IFRS 8 : Operating Segments Presented by: Dwi Martani Agenda 1 Tujuan dan Ruang Lingkup 2 Kit Kriteriai Segmen 3 Pengungkapan segmen 4 Ilustrasi 2 Perspektif Pemakai Penyusunan

Lebih terperinci

D3... S1... S2... S3...

D3... S1... S2... S3... ANGKET PELACAKAN LULUSAN (TRACER STUDY) STIK BINA HUSADA PALEMBANG TAHUN 2014 A. Data Pribadi Nama : Jenis Kelamin : Tempat, tanggal lahir : Status Perkawinan : No. Telp/HP : E-mail : Alamat asal : Alamat

Lebih terperinci