BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel"

Transkripsi

1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan : a. Interaksi antar cabang adalah hubungan baik formal maupun informasi yang terjadi diantara cabang-cabang yang ada dalam suatu perusahaan. Interaksi antar cabang memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam merespon kepekaan konsumen terhadap kualitas layanan yang ditawarkan perusahaan. Koordinasi antar cabang dalam perusahaan merupakan sumber untuk menciptakan superior value bagi konsumen. b. Sistem informasi pemasaran merupakan adalah merupakan suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk perusahaan serta menyediakan informasi yang diperlukan para manajer untuk pengambilan keputusan. c. Kualitas Pelayanan didefinisikan sebagai suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan yang dapat bersifat nyata (nampak/tangible) atau tidak nyata (tidak nampak/intangible) yang terjadi dalam suatu interaksi antara pelanggan dan penyedia layanan dan/atau sumber daya fisik atau barang dan/atau system penyedia layanan yang disediakan untuk mengatasi masalah pelanggan. 36

2 d. Kepuasan nasabah adalah tingkat perasaan seseorang setelah mendapatkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapannya. Faktor yang sering digunakan dalam mengevaluasi kepuasan terhadap jasa yang bersifat tangible (berwujud) dan intangible (tidak berwujud). Definisi Operasional Agar konsep data diteliti secara empiris maka konsep tersebut harus didefinisikan dengan cara mengubahnya menjadi variable atau sesuatu yang mempunyai nilai. Penjelasan definisi konseptual dari variable-variabel penelitian ini adalah : a. Interaksi antar cabang adalah skor penilaian yang diperoleh dari jawaban responden yang mengukur dimensi hubungan antar cabang (dengan indikator : birokrasi, komunikasi karyawan, serta koordinasi antar cabang) dan dimensi koordinasi dan perhatian pemimpin (dengan indikator : keaktifan pimpinan, dan kebijakan bertukar pendapat) melalui instrumen penelitian. b. Sistem Informasi Pemasaran adalah skor penilaian yang diperoleh dari jawaban responden yang mengukur dimensi sistem informasi (dengan indikator : dukungan sistem informasi, dan pendistribusian informasi), dimensi pemanfaatan teknologi (dengan indikator : pemanfaatan teknologi informasi) dan anggaran sistem informasi (dengan indikator : budget sistem informasi) melalui instrumen penelitian. c. Kualitas Layanan adalah skor penilaian yang diperoleh dari jawaban responden yang mengukur dimensi pemberian pelayanan (dengan indikator : keakuratan pelayanan, respon keluhan dan kemampuan dalam pelayanan), dimensi 37

3 penanganan komplain (dengan indikator : penyelesaian komplain dan kecepatan penanganan komplain) melalui instrumen penelitian. d. Kepuasan Nasabah adalah skor penilaian yang diperoleh dari jawaban responden yang mengukur dimensi kepuasan terhadap pelayanan (dengan indikator : pelayanan sesuai harapan, dan pelayanan prima), dimensi kepuasan terhadap kinerja perusahaan (dengan indikator : keamanan nasabah, teknologi pelayanan dan keakuratan pelayanan) melalui instrumen penelitian. 3. Pengukuran Variabel a. Pada penelitian terdapat satu variabel terikat yaitu kepuasan nasabah (Y) dan tiga variabel bebas yaitu interaksi antar cabang (X1), sistem informasi pemasaran (X) dan kualitas pelayanan (X3). Datayang terkumpul dilakukan pembobotan dengan menggunakan skala likert dengan 5 alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). b. Penyusunan instrumen penelitian dari tiap tiap variabel bebas dan terikat dengan kisi kisi sebagai berikut : Tabel 1, Kisi kisi Instumen Penelitian Variabel Dimensi Indikator No Butir Interaksi antar cabang ( X1) 1. Hubungan antar cabang 1. Birokrasi antar Cabang. Komunikasi karyawan 1, 3,4. Koordinasi dan Perhatian pimpinan 3. Koordinasi antar cabang 4. Keaktifan pimpinan 5,6 7,8 38

4 Sistem Informasi Pemasaran 1. Sistem Informasi 5. Kebijakan dalam bertukar pendapat 9,10 1. Dukungan sistem 1, informasi ( X). Pendistribusian informasi 3,4. Pemanfaatan Teknologi 3. Pemanfaatan tehnologi informasi 5,6 Kualitas layanan (X3) 3. Anggaran sistem informasi 1. pemberian Pelayanan 4. Budget sistem informasi 1. keakuratan pelayanan. Respon keluhan nasabah 7,8 1, 3,4 3. kemampuan karyawan dalam pelayanan 5,6. Penanganan Komplain 4. Penyelesaian komplain 7,8 Kepuasan nasabah (Y) 1. Kepuasan terhadap pelayanan 5. Kecepatan penanganan komplain 1. Pelayanan yg sesuai harapan. Pemberian pelayanan prima 9,10 1, 3,4 3. Pemberian keamanan kepada nasabah 5,6. Kepuasan terhadap kinerja perusahaan 4. Tehnologi pelayanan 7,8 5. Keakuratan kinerja pelayanan 9,10 39

5 B. Teknik Penentuan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Perum Pegadaian Cabang DKI Jakarta. Penggunaan populasi untuk Perum Pegadaian Cabang DKI Jakarta didasari dengan alasan kemudahan dalam memperoleh data responden dan keterbatasan peneliti dalam hal waktu tenaga dan biaya. Pada penelitian ini jumlah populasinya adalah sebesar 639 orang, populasi tersebut masih dikelompokan berdasarkan jenis barang jaminan yang digadaikan. Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti yang memiliki karakteristik sama dengan populasi yang nantinya akan menentukan jumlah responden yang digunakan untuk mewakili keseluruhan populasi. Sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin: Jumlah Sampel (n) = N 1 Ne Dimana : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi e = Kesalahan dalam pengambilan sampel (sampel error) = (639 x 0.1 ) = 87 orang Adapun rumus pengambilan sampel untuk setiap jenis barang jaminan yang digadaikan oleh nasabah adalah, Ridwan (004,11) n i = Ni. n N 40

6 n i = Jumlah Sampel Menurut Barang Jaminan n = Jumlah Sampel Seluruhnya Ni = Jumlah Populasi Menurut Barang Jaminan N = Jumlah Sampel seluruhnya Berdasarkan rumus di atas dengan menggunakan sampling error (kesalahan pengambilan sampel) sebesar 10% diperoleh sampel minimal sebesar 87 orang. Adapun tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Adapun pertimbangan yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah nasabah Perum Pegadaian Cabang DKI Jakarta. Penyebaran sampel dan gambaran populasi berdasarkan jenis agunan yang dibawa nasabah seperti yang telah ditetapkan tertera pada tabel, sedangkan penetapan responden yang akan dijadikan objek penelitian dilakukan dengan cara pengundian. Tabel, Matrik Populasi dan Sampel Jenis Agunan Nasabah Jumlah Populasi Jumlah Sampel Mobil 50 7 Motor Elektronik Emas / Berlian 8 31 Total

7 C. Teknik Pengumpulan Data 1. Data yang dikumpulkan berupa data yang terdiri dari data primer dan data sekunder a. Data Primer Data yang diperoleh secara langsung dari object penelitian berupa skor jawaban responden ( sampel penelitian ) terhadap kuisioner / angket penelitian. b. Data Sekunder Data yang diperoleh dari informasi-informasi yang disediakan oleh unit atau lembaga-lembaga yang ada berupa dokumen maupun referensi yang terkait dengan fokus penelitian.. Dalam melakukan pengumpulan data penulis menggunakan metode : a. Riset Lapangan 1) Wawancara, pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab dengan pihak terkait dalam penelitian secara sistematis berdasarkan tujuan penelitian. ) Kuisioner, pengumpulan data melalui daftar pertanyaan yang diajukan kepada pihak yang berhubungan langsung dengan masalah yang akan diteliti. Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner tertutup yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. 4

8 b. Riset Kepustakaan Pengumpulan data dengan penelitian secara teoritis kepustakaan untuk mendapatkan teori-teori yang berhubungan dan mendukung pemecahan masalah penelitian c. Riset Internet Pengumpulan data riset orang lain yang di dapat dari internet dengan cara mendownload sebagai review untuk dijadikan acuan penelitian. D. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis Analisis data dan pengujian hipotesis dilaksanakan dengan metode korelasi dan regresi dengan uji persyaratan validitas/reliabilitas dan statistik deskriptif untuk skor kelima instrumen. 1. Uji Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur, atau sejauh mana alat ukur yang digunakan mengenai sasaran. Semakin tinggi validitas alat test, maka alat tersebut semakin mengenai pada sasarannya, atau semakin menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Suatu test dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila alat test tersebut menjalankan fungsi pengukurannya, atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna tujuan diadakannya test atau penelitian tersebut (Sugiono: 003, 71). Tujuan dilakukan uji validitas adalah untuk mengukur apakah data yang diberikan pada kuisioner dapat dipercaya atau tidak serta dapat mewakili apa yang 43

9 hendak diteliti. Dalam penelitian ini uji validitas dipergunakan rumus korelasi product moment Sugiyono (004, ). r ( n( n( X ) ( X ) ( X ) ) ( Y ) Y ) ( Y ) ) Butir-butir pernyataan dikatakan valid bila : r hitung > r tabel dan nilai signifikasi r < 0,05. Uji ini menggunakan perhitungan nilai r hitung sesuai dengan rumus korelasi yang dibandingkan dengan nilai r tabel untuk setiap item pertanyaan angket penelitian dari variabel bebas terhadap variabel terikat, Sugiyono (004, ).. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah tingkat kestabilan suatu alat pengukur dalam mengukur suatu gejala atau kejadian. Semakin tinggi reliabilitas suatu alat pengukur, semakin stabil pula alat pengukur tersebut untuk mengukur suatu gejala dan sebaliknya jika reliabilitas tersebut rendah maka alat tersebut tidak stabil dalam mengukur suatu gejala. Dengan penggunaan tingkat alpha dengan rumus, Sudjana (198). Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur sampai sejauh mana derajat ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran, Husein Umar (1999). Uji reliabilitas dilakukan dengan metode internal consistency. Internal consitency diukur dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha k. r 1 ( k 1) r 44

10 Dari hasil perhitungan ini dapat dintentukan bahwa instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi jika nilai koefisien yang diperoleh >0,60 Imam Ghozali (00). Setelah instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya kemudian data-data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik tertentu. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan analisis kuantitatif. 3. Korelasi Korelasi tidak menunjukkan hubungan sebab akibat (Sugiyono, 004: 4), namun korelasi menjelaskan besar tingkat hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain Untuk dapat menilai ada tidaknya hubungan antara variabel bebas (X) seperti variabel efektivifitas sistem informasi, perilaku karyawan dan kualitas alat taksir terhadap variabel terikat (Y) risiko operasional, maka dapat digunakan pedoman seperti pada tabel dibawah ini: Tabel 3. Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat Sumber: Sugiyono: 004, 14 Untuk menguji apakah hubungan itu berlaku untuk keseluruhan populasi (hubungan yang signifikan), maka perlu diuji signifikansinya dengan rumus: 45

11 t r ( n ) (1 r ) Sumber: Sugiyono: 004, 6 Harga t tersebut selanjutnya dikonsultasikan dengan tabel t sehingga dapat disimpulkan bahwa korelasi variabel bebas (X) seperti variabel efektivitas sistem informasi, perilaku karyawan dan kualitas alat taksir dengan variabel terikat risiko operasional (Y) dapat digeneralisasikan dan berlaku untuk sampel. 4. Analisis Regresi Dalam teknis statistik, regresi dimasukkan untuk memprediksi seberapa besar pengaruh risiko operasional sebagai variabel terikat apabila efektivitas sistem informasi, perilaku karyawan dan kualitas alat taksir sebagai variabel bebas di rubah. Untuk itu ada hubungan yang erat antara korelasi dan regresi, dimana teknik korelasi digunakan menganalisis kuatnya hubungan variabel, sedangkan regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh berubahnya nilai variabel tertentu bila variabel lain berubah. Dengan demikian apabila koefisien korelasi tinggi, maka koefisien regresi juga bernilai positif (naik) dan sebaliknya jika koefisien korelasi negatif, maka koefisien regresinya juga negatif (turun). a. Regresi Linier Sederhana Dikatakan regresi linier sederhana apabila variabel bebas jumlahnya adalah satu, sehingga rumus yang digunakan adalah : Y = a + bx Di mana: Y : Subyek dalam variabel terikat yang diprediksi A : Konstanta koefisien regresi yang menunjukkan angka 46

12 peningkatan atau penurunan variabel terikat yang didasarkan kepada hubungan nilai variabel bebas B : Penduga bagi koefisien regresi. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan. X : Subyek variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu. Dalam hal ini harga a dan b (Sugiyono: 004, 38-39) dalam persamaan regresi linier dapat dihitung dengan rumus: b n( XY ) ( n( Y b( Y X )( )) Y ) Y b( a n X ) Sumber: Sugiyono: 004, Adapun perhitungan dengan memasukkan instrumen yang dikembangkan melalui skor dari faktor variabel bebas, yaitu implementasi sistem informasi, perilaku karyawan dan alat taksir sehingga bisa diketahui nilai variabel terikat risiko operasional. b. Analisis Regresi Berganda Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah dengan analisis regresi berganda (Sugiyono, 004). Y = a + b 1 X 1 + b X + b 3 X 3 Di mana: Y : Risiko operasional a : Konstanta b 1 : Koefisien regresi X 1 b : Koefisien regresi X b 3 : Koefisien regresi X 3 X 1 : Efektivitas sistem informasi X : Perilaku karyawan 47

13 X 3 : Kualitas alat taksir 6. Analisis Ekonometrik Adalah asumsi-asumsi yang digunakan untuk menganalisis regresi terhadap data yang diteliti. Agar menghasilkan data valid jika digunakan untuk memprediksi. a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan menguji salah satu asumsi dasar regresi berganda yakni variabel-variabel independen dan dependen harus berdistribusi normal atau mendekati normal. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan menggunakan metode grafik yaitu dengan melihat grafik normal probability plot atau kurva berbentuk lonceng terbalik. b. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas digunakan untuk melihat apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang sempurna atau sangat tinggi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi yang sagat tinggi atau sempurna maka koefisien regresi akan mempunyai standar deviasi yang sempurna. Kondisi ini berarti koefisien-koefisien regresi tidak dapat ditaksir dengan mudah dan tidak memungkinkan untuk mengisolir pengaruh variabel independen secara individual (Husein Umar, 00). Untuk memeriksa kemungkinan ada tidaknya masalah multikolinearitas dalam sebuah model regresi, (Husein Umar, 00) menyarankan melihat indikator koefisien determinasi (R ) yang 48

14 tinggi namun sangat sedikit atau tidak ada variabel independen yang berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. c. Uji Autokorelasi Uji ini dilakukan untuk mendeteksi adanya hubungan atau korelasi dari variabel-variabel. Selain itu, menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi hubungan yang signifikan antar variable bebasnya. Asumsi penting dalam model regresi linear klasik adalah tidak terdapat autokorelasi atau kondisi yang berurutan diantara gangguan yang masuk ke dalam fungsi regresi populasi. Istilah autokorelasi dapat didefinisikan sebagai korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu (seperti dalam data time series) atau ruang (seperti dalam data cross section). Konsekuensi adanya autokorelasi diantaranya adalah selang keyakin menjadi lebar serta variasi dan standar error ditaksir terlalu rendah. Pendekatan ada tidaknya autokorelasi pada penelitian ini menggunakan uji statis d Dublin Watson (DW). Dengan menghitung nilai d kemudian tentukan batas bawah dl dan du. Untuk menguji Autokorelasi dapat dilihat dari nilai Durbin Waston (DW), yaitu jika nilai DW terletak antara du dan (4 du) atau du DW (4 du), berarti bebas dari Autokorelasi. Jika nilai DW lebih kecil dari dl atau DW lebih besar dari (4 dl) berarti terdapat Autokorelasi. Nilai dl dan du dapat dilihat pada tabel Durbin Waston, yaitu nilai dl ; du = α ; n ; (k 1). Keterangan : n adalah jumlah sampel, k adalah jumlah variabel, dan α adalah taraf signifikan. 49

15 7. Uji Hipotesis a. Uji t 1) Uji t digunakan untuk menguji signifikan secara parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam model regresi yang sudah dihasilkan. Dengan membandingkan t hitung dengan t tabel menggunakan rumus: t hitung bi sbi Di mana: t hitung : Nilai t bi : Koefisien regresi sbi : Koefisien standar error regresi ) Rumusan Hipotesis a) H0 = β1 = 0, berarti secara parsial variabel bebas interaksi antar cabang, sistem informasi pemasaran dan kualitas layanan berpengaruh tidak siginifikan terhadap kepuasan nasabah. b) H0 = β1 0, berarti secara parsial variabel bebas interaksi antar cabang, sistem informasi pemasaran dan kualitas layanan berpengaruh siginifikan terhadap kepuasan nasabah. 3) Pengambilan Keputusan a) Apabila t hitung > t tabel atau t hitung < t tabel maka Ha diterima atau H0 ditolak. b) Apabila t hitung < t tabel atau t hitung > t tabel maka H0 diterima atau Ha ditolak 50

16 b. Uji F Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan 5% (a=0,05). Kriteria pengujian uji t adalah sebagai berikut: H0 ditolak jika Sig t hitung < a (tingkat signifikan yang digunakan) H0 diterima jika Sig t hitung > a (tingkat signifikan yang digunakan) Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikan pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Dengan rumus: MSSdariESS F MSSdariRSS Di mana: MSS : Rata-rata jumlah kuadrat (mean sum of square) ESS : Jumlah kuadrat regresi (explain sum of square) RSS : Jumlah kuadrat sisa (residual sum of square) F : F hitung Kriteria pengujian uji F adalah sebagai berikut: 1) Apabila nilai signifikan F hitung lebih rendah dibandingkan dengan alpha yang digunakan (5%), maka dapat dikatakan bahwa secara bersama-sama variasi variabel independen dapat menjelaskan variasi variabel dependen dalam model yang digunakan, demikian juga sebaliknya apabila F hitung lebih besar dari alpha yang digunakan (5%). ) H0 ditolak jika Sig F hitung < a (0,05) 3) H0 diterima jika Sig F hitung > a (0,05) 4) Tingkat signifikan yang digunakan dalam analisis adalah 0,05 (5%) 51

17 c. Koefisien Determinasi (R ) dengan rumus: R ei y 1 Mengetahui besar peranan variabel bebas terhadap variabel terikat Di mana: R : Koefisien determinasi ei : Standar error y : Sampel Koefisien determinasi (R ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan satu. Nilai R yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel- variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel-variabel dependen (Kuncoro: 003, 0). Menurut Lind (Suharyadi, 004: 515) bahwa variabel bebas dapat menjelaskan variabel tidak bebas. Bila R > 0,5 dikatakan baik atau akurat, bila R = 0,5 dikatakan sedang, bila R < 0,5 dikatakan kurang. Untuk mempermudah menganalisis dan menguji hipotesis yang diajukan, maka datadata yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS. SPSS pada awalnya singkatan dari Statistical Package for the Social Sciences namun seiring dengan perkembangan pasar software ini yang 5

18 semakin meluas sehingga bukan hanya paket software yang tadinya diperuntukkan bagi ilmu sosial saja tetapi menjadi Statistical Product and Service Solutions merupakan aplikasi statistik untuk mengelola dan menganalisis data untuk berbagai keperluan dengan menggunakan teknik statistik. Perhitungan analisis pada penelitian ini berpedoman pada SPSS for Windows versi 1.00 dengan dua alasan utama (1) Sesuai dengan spesifikasi hardware yang dimiliki, () sesuai dengan kebutuhan untuk analisis data penelitian ini. 53

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Arikunto (2010:162), objek merupakan variabel penelitian. Objek penelitian terdiri dari objek variabel dan objek lokasi. Objek variabel dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA 1. Pendahuluan Istilah "regresi" pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886. Galton menemukan adanya tendensi bahwa orang tua yang memiliki

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Desain Penelitian Penelitian Jenis dan Metode Unit Analisis Time Horizon Penelitian T-1 Asosiatif/survey Organisasi-Departemen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian 49 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian a. Persiapan Awal Persiapan awal yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini adalah mematangkan konsep

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

! "#$"# "%& '(&) *)+ )"$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4

! #$# %& '(&) *)+ )$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat kecerdasan emosi dan sikap pada budaya organisasi

Lebih terperinci

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besarnya pengaruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan,

BAB III METODE PENELITIAN. Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan, 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Karangnongko Kabupaten Klaten, seluruh siswa berasal dari pedesaan,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel. variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran variabel Definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara memberikan arti atau menspesifikasi

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TABUNGAN ib HASANAH TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK BNI SYARIAH SKRIPSI N a m a : Hikmawati N I M : 43111110164 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research),

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), 45 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tentang kebijakan (Policy Research), menurut Majchrzak yang dikutip dari Riduwan (2007) penelitian kebijakan adalah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Responden Dalam gambaran umum mengenai responden ini akan disajikan data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 orang responden.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah... 1 1.2 Rumusan Masalah. 8 1.3 Tujuan Penelitian.. 8 1.4 Mamfaat Penelitian... DAFTAR ISI Halaman SAMPUL DALAM... i PRASYARAT GELAR... ii LEMBAR PERSETUJUAN... iii PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iv PERNYATAN ORISINALITAS... v UCAPAN TERIMAKASIH... vi ABSTRAK... ix ABSTRACT... x DAFTAR

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS HENDRY admin teorionline.net Phone : 02-834 4694 / email : klik.statistik@gmail.com Tentang Regresi Sederhana Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis

Lebih terperinci

Ifa Atiyah Nur Alimah

Ifa Atiyah Nur Alimah ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR 6T ( TEPAT SASARAN,TEPAT JUMLAH,TEPAT HARGA,TEPAT WAKTU,TEPAT KUALITAS,TEPAT ADMINISTRASI) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN 1 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Statistik Deskriptif Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, baik perusahaan dibidang keuangan maupun bidang non-keuangan sebagai sampel

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I Siti Aisyah Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta email:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada :

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada : 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Dalam upaya pelaksanaan penelitian, maka peneliti melakukannya pada : 1. Tempat Penelitian Guna memperoleh data yang diperlukan dalam penulisan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau rancangan penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif, dimana penelitian diarahkan untuk mendiskripsikan suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo,

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi KONTRIBUSI PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAHDAN KEMAMPUAN EKONOM ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 SAMBIREJO TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Diajukan

Lebih terperinci

REGRESI LINEAR SEDERHANA

REGRESI LINEAR SEDERHANA REGRESI LINEAR SEDERHANA DAN KORELASI 1. Model Regresi Linear 2. Penaksir Kuadrat Terkecil 3. Prediksi Nilai Respons 4. Inferensi Untuk Parameter-parameter Regresi 5. Kecocokan Model Regresi 6. Korelasi

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV HASPARI PALEMBANG

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV HASPARI PALEMBANG PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA CV HASPARI PALEMBANG Dibyantoro Nani Cesimariani Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang Abstract The object of this final report is to find

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian 34 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental yaitu jenis penelitian yang belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN

PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN PENGARUH PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT KERETA API (PERSERO) DIVISI REGIONAL III SUMATERA SELATAN Yoni Fetri Suci (chi3nthaa@yahoo.com) Siti Khairani (siti.khairani@mdp.ac.id)

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok

Lebih terperinci

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA Tujuan Praktikum: Membantu mahasiswa memahami materi Pegambilan keputusan dari suatu kasus dengan menggunakan kaidah dan persamaan I. Pendahuluan Di dalam analisa ekonomi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BB 3 METODE PENELITIN 3.1 Desain/Kerangka Penelitian Berdasarkan dari uraian latar belakang, perumusan masalah, dan teori-teori yang telah dijelaskan sebelumnya, maka kerangka pemikiran dari penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Tanggung jawab sosial merupakan tanggung jawab perusahan terhadap lingkungan dan para pemangku kepentingan. Tanggung jawab sosial menjadikan perusahaan

Lebih terperinci

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation TOperAC 47 988.47 2376.52 1802.6366

Lebih terperinci

Pengaruh Pendapatan, Jumlah Nasabah, Dan Tingkat Inflasi Terhadap Penyaluran Kredit Pada Perum Pegadaian Cabang Batam Periode 2008-2012

Pengaruh Pendapatan, Jumlah Nasabah, Dan Tingkat Inflasi Terhadap Penyaluran Kredit Pada Perum Pegadaian Cabang Batam Periode 2008-2012 Pengaruh Pendapatan, Jumlah Nasabah, Dan Tingkat Inflasi Terhadap Penyaluran Kredit Pada Perum Pegadaian Cabang Batam Periode 2008-2012 Titi Widiarti 1), Sinarti 2) 1) Jurusan Manajemen Bisnis, Politeknik

Lebih terperinci

BAB III METOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif,

BAB III METOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif, BAB III METOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan jenis kuantitatif, oleh karena itu digunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan gambaran tentang profil kemampuan komunikasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Asumsi Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi terhadap data penelitian. Uji asumsi yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE TRIMMING PADA ANALISIS JALUR

BAB III METODE TRIMMING PADA ANALISIS JALUR 36 BAB III METODE TRIMMING PADA ANALISIS JALUR 3.1 Analisis Jalur Analisis jalur yang dikenal sebagai path analysis dikembangkan pertama tahun 1920-an oleh seorang ahli genetika yaitu Sewall Wright (Riduwan

Lebih terperinci

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy

PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN. Stefani Gita Cakti. Erly Suandy PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN DI KABUPATEN SLEMAN Stefani Gita Cakti Erly Suandy Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari 43-44 Yogyakarta.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera)

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera) Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera) 1 Ferry Yudhy I., SE 2 DR. E. Susy Suhendra 1 Pasca Sarjana Manajemen Perbankan Universitas Gunadarma

Lebih terperinci

Herlina JMK Vol. 5 No. 1, Maret 2008

Herlina JMK Vol. 5 No. 1, Maret 2008 ANALISIS PENGARUH KUALITAS JASA, KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS MEREK PADA KONSUMEN KARTU simpati dan As DI KABUPATEN SLEMAN Herlina ABSTRACT Now days, Industry of telecomunication celluler offered various

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis dan Ruang Lingkup Penelitian Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian komparatif yakni penelitian yang dilakukan dengan maksud

Lebih terperinci

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Uji Korelasi Wahyu Setyawan Wahyu.gtx1@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Lisensi Dokumen: m Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP 34 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMP Negeri 1 Limboto dan SMP Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo dengan waktu penelitian

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG ORBITH VOL. 9 NO. 3 NOVEMBER 2013 : 228 235 ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG Oleh : Bambang Sarjono Staf Pengajar Jurusan Elektro Politeknik Negeri Semarang

Lebih terperinci

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang

Sehubungan dengan permasalahan penelitian yang penulis teliti. Penelitian deskriptif memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Deskriptif, dengan metode ini penulis berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi pada masa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Posyandu wilayah binaan Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Jakarta Barat. Puskesmas ini terletak di Jalan Angsana Raya

Lebih terperinci

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA)

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) Febri Alfiansyah Universitas Negeri Surabaya E-mail: febri_alfiansyah@rocketmail.com Abstract

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN RUMAH MAKAN 1 Etty Roswitha Ariyani 1 Jl. Rawa Papan Rt. 012/006 No. 48 Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan (roswithaariyani@yahoo.com)

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PELANGGAN DENGAN SISTEM E-COMMERCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS JASA LAYANAN PELANGGAN

ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PELANGGAN DENGAN SISTEM E-COMMERCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS JASA LAYANAN PELANGGAN ANALISIS PENGARUH PENERAPAN PELAYANAN PELANGGAN DENGAN SISTEM E-COMMERCE TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN DAN KUALITAS JASA LAYANAN PELANGGAN Erna Mulyati, Liane Oktariani Politeknik Pos Indonesia,

Lebih terperinci

REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO

REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO REGRESI LINIER OLEH: JONATHAN SARWONO 1.1 Pengertian Apa yang dimaksud dengan regresi linier? Istilah regresi pertama kali dalam konsep statistik digunakan oleh Sir Francis Galton dimana yang bersangkutan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sebuah penelitian agar dapat berhasil dengan baik, maka perlu

BAB III METODE PENELITIAN. Sebuah penelitian agar dapat berhasil dengan baik, maka perlu 5 BAB III METODE PENELITIAN Sebuah penelitian agar dapat berhasil dengan baik, maka perlu diadakannya perencanaan yang baik, fasilitas yang memadai, pengelolaan dan pengolahan yang trampil dan penggunaan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN ii iii iv vi viii x xii xiii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. penulis akan mengemukakan metode penelitian induktif. Metode penelitian

BAB III METODELOGI PENELITIAN. penulis akan mengemukakan metode penelitian induktif. Metode penelitian 76 BAB III METODELOGI PENELITIAN Agar suatu masalah dapat dipaparkan dengan jelas, maka perlu adanya suatu metode khusus sesuai dengan permasalahan yang akan di bahas. Disini penulis akan mengemukakan

Lebih terperinci

BAB m METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Sesuai dengan hipotesis yang diajiikan, variabel-variabel yang digunakan

BAB m METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel. Sesuai dengan hipotesis yang diajiikan, variabel-variabel yang digunakan BAB m METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Sesuai dengan hipotesis yang diajiikan, variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel dependent : Kepercayaan Diri 2. Variabel

Lebih terperinci

Analisis Instrumen (Soal)

Analisis Instrumen (Soal) Analisis Instrumen (Soal) Oleh Dr. Zulkifli Matondang, M.Si PPs Unimed - Medan Pendahuluan Menganalisis instrumen (tes/non-tes), merupakan upaya untuk mengetahui tingkat kebaikan butir instrumen yang akan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x DAFTAR ISI ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian...... 1 1.2. Identifikasi Masalah....

Lebih terperinci

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG JEMBER THE INFLUENCE OF WORK ENVIRONMENT AND MOTIVATION TOWARD TO THE WORK PRODUKTIVITY

Lebih terperinci

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat stress kerja yang dialami oleh para manajer madya di perusahaan X Bandung. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah

Lebih terperinci

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR Data Sampel I Data Sampel II Data Sampel III 5 4 7 9 8 5 9 4 6 CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR Kategori Data Sampel I Data Sampel

Lebih terperinci

Written by Winarno Monday, 17 December 2012 00:00 - Last Updated Monday, 24 December 2012 03:07

Written by Winarno Monday, 17 December 2012 00:00 - Last Updated Monday, 24 December 2012 03:07 Skripsi... Oh... Skripsi... Skripsi merupakan tugas akhir perkuliahan yang terkadang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. karena skripsi inilah yang membuat seseorang terkadang menjadi mahasiswa abadi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan

BAB 1 PENDAHULUAN. Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Energi sangat berperan penting bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan sangat berperan dalam proses pembangunan. Oleh sebab itu peningkatan serta

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Kepuasan Pelanggan Bagi bisnis, kepuasan pelanggan dipandang sebagai salah satu dimensi kinerja pasar. Penigkatan kepuasan pelanggan berpotensi mengarah

Lebih terperinci

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia)

ABSTRAK. PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) ABSTRAK PERANAN PENGENDALIAN PRODUKSI DALAM MENUNJANG TERPENUHINYA PESANAN (Studi kasus pada PT. Sari Keramik Indonesia) Seiring dengan semakin ketatnya dunia usaha, maka perusahaan dituntut untuk dapat

Lebih terperinci

PENGARUH PERTUMBUHAN AKTIVA PRODUKTIF DAN DANA PIHAK KETIGA PADA KINERJA OPERASIONAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA DI KABUPATEN TABANAN

PENGARUH PERTUMBUHAN AKTIVA PRODUKTIF DAN DANA PIHAK KETIGA PADA KINERJA OPERASIONAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA DI KABUPATEN TABANAN PENGARUH PERTUMBUHAN AKTIVA PRODUKTIF DAN DANA PIHAK KETIGA PADA KINERJA OPERASIONAL LEMBAGA PERKREDITAN DESA DI KABUPATEN TABANAN Gerianta Wirawan Yasa dan I Gusti Ngurah Dody Setyawan Fakultas Ekonomi,

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto 37 BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto (2010) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa

Lebih terperinci

UJI COBA MODEL (VALIDASI)

UJI COBA MODEL (VALIDASI) UJI COBA MODEL (VALIDASI) Yaya Jakaria PUSAT PENELITIAN KEBIJAKAN DAN INOVASI PENDIDIKAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA 2009 Uji Coba Model atau Produk Uji coba

Lebih terperinci

Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PT. Bank SinarMas Cabang Gorontalo

Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PT. Bank SinarMas Cabang Gorontalo LAPORAN PENELITIAN DANA PNBP FEB TAHUN ANGGARAN 2014 Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PT. Bank SinarMas Cabang Gorontalo Oleh Supardi Nani,SE.,M.Si NIP. 19760717 200501 1 002

Lebih terperinci

FAJAR NOVA EFENDI B 100 020 445

FAJAR NOVA EFENDI B 100 020 445 ANALISIS PENGARUH DIMENSI KUALITAS TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DI BIDANG JASA TELEKOMUNIKASI SELULER (Studi Kasus Konsumen Pengguna Simcard Indosat IM3 di Kotamadya Surakarta) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENGUJIAN VALIDITAS MENGGUNAKAN EXCEL Berikut ini adalah contoh pengujian validitas konstruk, yang digunakan untuk menilai apakah data hasil angket/kuisioner

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN BRAND IMAGE PADA RUMAH MAKAN AYAM GORENG

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN BRAND IMAGE PADA RUMAH MAKAN AYAM GORENG ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN BRAND IMAGE PADA RUMAH MAKAN AYAM GORENG The Effect of Service Quality on Customer Satisfaction and Brand Image at Fried Chicken Restaurant

Lebih terperinci

PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT. NUANSA WISATA PRIMA NUSANTARA TOURS & TRAVEL DI KOTA JEMBER

PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT. NUANSA WISATA PRIMA NUSANTARA TOURS & TRAVEL DI KOTA JEMBER ib unej ib unej ib unej ib unej ib unej PENGARUH DIMENSI KUALITAS JASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PT. NUANSA WISATA PRIMA NUSANTARA TOURS & TRAVEL DI KOTA JEMBER SKRIPSI oleh : Erina Angga Kusuma NIM.

Lebih terperinci

PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA

PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK DAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TERHADAP VOLUME PENJUALAN PADA PERUSAHAAN PERAK ASRI SILVER YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja 2. Variabel Bebas : a.persepsi Keharmonisan Keluarga : b. Konsep Diri B. Definisi Operasional

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR

SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SAMOSIR OLEH : PIRTAHAP SITANGGANG 120521115 PROGRAM STUDI STRATA

Lebih terperinci

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT.JARING SYNERGI MANDIRI

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT.JARING SYNERGI MANDIRI PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT.JARING SYNERGI MANDIRI Nama : Ahmad Novel NPM : 10211442 Jurusan : manajemen Pembimbingan : Christina Wulandari, SE. M.I.Kom LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN A. Validitas a. Pengertian Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Jadi pengujian validitas itu mengacu pada

Lebih terperinci

ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010

ESENSI Volume 13 No.2 Desember 2010 PERSEPSI MAHASISWA S1 AKUNTANSI TENTANGPENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk) (Studi Kasus Mahasiswa Program S1 Akuntansi IBN) Albertus Karjono Institut Bisnis Nusantara Jl. D.I.Panjaitan Kav. 24 Jakarta

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem, Pengendalian Intern, Pembelian, Kinerja Keuangan. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem, Pengendalian Intern, Pembelian, Kinerja Keuangan. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jaman, pihak manajemen perusahaan melakukan perubahan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mengatasi perubahan, manajemen harus bisa menyusun strategi dan kebijakan perusahaan

Lebih terperinci

Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Return Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Return Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Return Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk Erni Indah Sari (erni.is.01@gmail.com) Ervita Safitri (ervitasafitri@gmail.com) Ratna Juwita (ratnaj@stmik-mdp.net)

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP INTENSI HUNIAN ULANG HOTEL MERDEKA MADIUN

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP INTENSI HUNIAN ULANG HOTEL MERDEKA MADIUN PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP INTENSI HUNIAN ULANG HOTEL MERDEKA MADIUN Laporan Akhir Penelitian oleh Rino Desanto W. S.E. NIDN: 0702126401 POLITEKNIK MADIUN 2008 INTISARI

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG PENGARUH BAGI HASIL DAN KREDIT MACET TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH DI BMT NU SEJAHTERA SEMARANG TAHUN 2011-2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi SyaratGuna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada PT. Madubaru Yogyakarta)

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada PT. Madubaru Yogyakarta) PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada PT. Madubaru Yogyakarta) SKRIPSI Disusun Oleh : Frana Agus Sugianto No. Mhs : 141 040 387 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

PENGARUH DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN J.CO CABANG PADANG

PENGARUH DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN J.CO CABANG PADANG PENGARUH DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN J.CO CABANG PADANG Viona Aprilya Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus Air Tawar Padang Email : Viona.aprilya@ymail.com

Lebih terperinci