KENDALA TANGAN TANGGA ALIH LATEKS PEMBUATAN KE INDUSTRI SA RUNG RUMAH ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KENDALA TANGAN TANGGA ALIH LATEKS PEMBUATAN KE INDUSTRI SA RUNG RUMAH ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN"

Transkripsi

1 KENDALA TANGAN TANGGA ALIH LATEKS PEMBUATAN KE INDUSTRI SA RUNG RUMAH Wiwik Sofiarti, Made Sumarti, K. dad Marsongko Puslitbang Teknologi lsotop dan Radiasi Batan, Jakarta ABSTRAK KENDALA AUH TEKNOLOGI PEMBUATAN SARUNG TANGAN LATEKS lradiasi KE INDUSTRI RUMAH TANGGA. Pelatihan ketrampilan merupakan salah satu introduksi dalam alih teknologi pembuatan sa rung tangan lateks iradiasi. Dari sudut ilmu pengetahuan penelitian lebih lanjut ten tang lateks iradiasi menghasilkan teori yang tnendukung secara ilmiah bagi lateks iradiasi itu sendiri. Teori tersebut adalah keunggulan sifat-sifat, kegunaan, pengaruh dan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan don lain-lain. Pengetahuan ibniah tersebut sampai kepada masyarakat melalui informasi yang diberikan melalui media cetak don pertemuan-pertemuan ilmiah. Dengan dana, peralatan don tenaga pengajar yang ada. kesempatan dalam melakukan alih teknologi telah dimanfaatkan semaksimal mungkin. Namun harus diakui bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memajukan ilmu pengetahuan don teknologi lateks iradiasi agar dapat diterima don dipergunakan dalam industri. Diharapkan pelatihan ketrampilan di Inpres Desa Tertinggal (IDT) merupakan kegiatan yang dapat mendorong timbulnya wirausaha sesuai dengan salah satu misi yang diemban oleh Batan yaitu penerapan ilmu pengetahuan don tektlologi nuklir untuk industri. ABSTRACT TECHNOLOGY TRANSFER DIFFICULTIES OF GLOVE MAKING FROM IRRADIATED LATEX INTO HOME INDUSTRY. A skill training of glove making is a tool for technology transfer. Research on the radiation vulcanization of natural rubber latex results variable characteristics of the rubber latex. Scientifically the superior characteristics of vulcanized irradiated latex has a good effect for healthiness and environment. Theoritically it supports the utilization of the latex. The science get from research reach to the community through an information from newspaper and symposium. The technology of making robber glove from irradiated latex has been introduced and done as good as possible through a short training to the community in Inpres Desa Tertinggal (IDT) to develop either the science and technology of the irradiated latex or the application as well. It is not easy to develop the science and technologi of the irradiated latex in order that it may be accepted and used in industry. It is hoped the training can stimulate a growing new rubber good industry. And the motivation of the training in glove making is co mission of Batan in developing the science and technology. PENDAHULUAN L ateks iradiasi di Indonesia merupakan bahan yang dihasilkan oleh Puslitbang Teknologi Isotop dan Radiasi- Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Lateks iradiasi sebagai basil penelitian tersebut siap dipakai sebagai bahan baku pembuatan sarung tangan. Pembuatan sarung tangan dari lateks iradiasi sangat sederhana dan hemat energi. Kesederhanaan cara pembuatan sarung tangan tersebut memungkinkan untuk dikembangkan dalam industri rumah tangga. Dalam era moderen penemuan baru merupakan hal yang biasa, tetapi hila dihadapkan dalam aplikasi, maka timbul hal-hal yang menyangkut modal, pengguna prod uk, pemasaran, dan lain-lain. Dalam upaya mengatasi krisis ekonomi ada beberapa factor terkait, diantaranya pendayagunaan sumber daya alam, lapangan kerja. pendayagunaan tenaga kerja, dan juga perkembangan penduduk. Laju perkembangan penduduk yang sangat cepat dan tidak diimbangi pengadaan lapangan kerja akan menyebabkan timbulnya pengangguran. Jumlah pengangguran semakin meningkat dengan adanya tenaga putus sekolah. Untuk mengurangi jumlah pengangguran, Batan telah mengadakan pelatihan tenaga trampil pembuatan sarung tangan dari lateks iradiasi kepada tenaga putus sekolah di beberapa des a di Kabupaten Bekasi. Tujuan pelatihan adalah membentuk tenaga trampil yang siap kerja untuk memproduksi sarung tangan dan mendorong timbulnya wirausaha baru sehingga dapat menampung tenaga kerja. Sarana pelatihan yang terdiri dati lateks iradiasi, tenaga pelatih, dan peralatan disediakan oleh Batan dengan sasaran masyarakat desa lertinggal. Oalam suatu simposium pad:'. tahun 1999 diungkapkan teknologi terhadap kondisi Indonesia harus dilingkatkan [I]. Oi sini timbul pertanyaan kondisi yang bagaimana? Mari kila bersama-sama mengkaji lebih lanjut. Sifal dad kegunaan lateks iradiasi lelah diinformasikan melalui seminar, media cetak, dan Prosldlng Pertemuan dan Presentasilimiah Penelltlan Dasar Ilmu Pengetahuan den Teknologl NILJkllr

2 media elektronik beberapa tahun sebelum pelatihan tenaga trampil dilakukan. Namun demikian, hingga kini baru ada satu industri yang menggunakan lateks iradiasi untuk menghasilkan suatu produk. Tentu saja merupajcan suatu hal yang cukup membanggakan dimana Batan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melangkah kepada kenyataan dalam penerapan basil penelitiannya di bidang industri barang jadi karet. Lateks iradiasi mempunyai keunggulan dibanding lateks konvensional karena non carcinogen sehingga aman untuk pembuatan barang jadi karet dengan proses celup. masyarakat yang berkebudayaaan pasif (di sini masyarakat desa tertinggal) ingin membentuk kebudayaan progresif yang mengarah menjadi kebudayaan industri. METODE PENELITIAN Analisis data Kegiatan penelitian introduksi lateks iradiasi di lot telah dimulai tahunl996 []. Tahap II dilakukan pacta tahun 1997 [3], tahap III dilakukan pacta tahun 1998 [4]. Dalam pengenalan lateks iradiasi ke masyarakat dipakai metode pelatihan pembuatan sarung tangan industri dan halon. Sarung tangan industri adalah sarung tangan yang digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan dengan maksud untuk melindungi tangan dan menjaga kebersihan. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil kuisioner. Motivasi Pelatihan Dalam era informasi, disamping perguruan tinggi, peranan lembaga penelitian sebagai pusat pemikiran dan pengkajian ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin tampak. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih luas dibutuhkan masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan melahirkan teknologi makin memegang peranan dan menentukan perkembangan masyarakat. Pelatihan ketrampilan dapat merupakan pendidikan, minimal bagi sekelompok masyarakat yang menerima pelatihan. Kebudayaan industri dapat tercipta melalui lembaga-lembaga ilmu pengetahuan yang dapat menyalurkan ilmu hingga membentuk dasar yang kokoh untuk melahirkan kebudayaan industri. Motivasi Peserta Mengikuti Pelatihan Budaya masyarakat des a tertinggal selama ini telah dipengaruhi oleh kebudayaan moderen melalui media massa, baik media cetak maupun media elektronik. Kebudayaaan dikuasai oleh ilmu, teknologi clan ekonomi. Teknologi clan industri berkembang ke seluruh dunia berdasarkan pemikiran yang sarna. Adalah wajar hila Karakteristik Masyarakat Desa Tertinggal Karakteristik peserta pelatihan di desa tertinggal terdiri dari para ibu rumah tangga, bapak rumah tangga, wirausahawan, ustad, dad para pengangguran putus sekolah. Pendidikkan formal para peserta adalah Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Umum, dan Sekolah Teknik Mesin. Perlu diketahui bahwa pendidikkan dari sekolah rendah hingga perguruan tinggi dapat dikatakan bersifat universal. Perbedaannya desa tertinggal miskin sarana yang telah menciptakan masyarakatnya memitiki rota pikir yang juga miskin atau terbelakang. Disinitah peranan penemuan atau inovasi IPTEK diberikan untuk mendorong atau menggerakkan pola pikir. Prosiding Pertemuan dan Presentasi IImiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologl Nuklir

3 Status Peserta Pelatihan Status peserta pelatihan yang diperoleh berdasarkan penunjukan dari Pemda setempat cukup beragam. Hal ini menjadikan pertimbangan untuk materi pelatihan yang diberikan. Secara rinci status peserta dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 4. Peserta pelatihan di IDT di daerah industri Tabel. Peserta pelatihan di pedalaman IDT Statll~ lndividu (oran.g) Jumlah (%) Ibu rumah tangga 0 80 Kepala rumah tangga (pria) " 8 Wiraswasta 4 Ustad 4 Ketua tangga Tabel 3. Rukun Te 4 Jumlah Peserta pelatihan di pedalaman dekat daerah pantai Tabel 5. Jawaban kuisioner peserta pelatihan pembuatan sa rung tangan dan balon, di Desa Ciantra. Bekasi. November /998. Jumlah 1. Sebelum pelatihan : Belum tahu cara membuat sarung tangan/ halon. Selama pelatihan : a. Saya dapat mengikuti dan mengerti dengan baik, tetapi belum dapat b. Dapat mengikuti dan dapat c. Tidak menjawab 3. Setelah pelatihan : a. Berani produksi sarung tangan/balon asal modal dibantu b. Belum berani produksi sendiri karena belum menguasainya c. Berani produksi sendiri asal bahan baku mudah didapat d. Tidak menjawab 4. Pelaksanaan Pelatihan : a. Mudah dimengerti dan bisa memprak-tikkannya b. Mudah dimengerti dan ingin membuat dot bayi, topeng, dll 5. Saran: a. Seluju dengan membual halon b. Seluju membual sarung langan dan balon, dan ingin produksi sendiri, mohon banluan peralalan dan modal Jawa ban Prosldlng Pertemuan dan Presentasilimiah Penelltlan Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologl Nukllr P3TM-BATAN Yogyakarta, 7 Junl00

4 Wiwik Sofiarti, dkk. ISSN Tabel 6. Jawaban kuisioner peserta diktat berser. tifikat di daerah industri *) I.Sebelum pelatihan: Belum tahu cara membuat sarung tangan dan halon.selama pelatihan : Dapat mengikuti dan dapat 3.Setelah pelatihan: Berani produksi halon sendiri asal modal dibantu Berani produksi sarung tangan dan halon asal bahan baku Mudah didapat 4.Pelaksanaan pelatihan : Mudah dimengerti dan bisa mempraktekannya Ingin pelatihan lebih lanjut untuk barangjadi karet lainnya 5.Saran : Mohon bantuan modal atau peralatan HASIL DAN PEMBAHASAN lndividu (orang) Dalam upaya menerapkan hasil penelitian, Batan telah mengadakan pelatihan pembuatan sarung tangan dari lateks iradiasi. Kegiatan ini merupakan partisipasi Batan sebagai lembaga pemerintah dalam usaha pengembangan sumber daya manusia di bidang industri. Kualitas manusia akan ditentukan oleh tiga faktor yaitu tingkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku [ 5]. Dengan demikian seseorang untuk dapat berkarya ditentukan oleh ketiga faktor tersebut. Pelatihan pembuatan sarong tangan termasuk technical skill yaitu pelatihan ketrampilan dalam menggunakan pengetahuan metode, teknik serta peralatan. Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya man usia/ tenaga kerja dalam industri sarung tangan maka diselenggarakan pelatihan singkat yang bersifat link and match. Dalam mewujudkan pelatihan yang link and match, sebelum pelatihan diselenggarakan diadakan survai untuk memperoleh data peserta. Data peserta diperlukan untuk menentukan materi ilmu pengetahuan yang akan diberikan, tenaga pengajar, sarana dan prasarana. Pelatihan pembuatan sarung tangan di sini bukan merupakan pendidikan formal, sehingga materi pelatihan harus fleksibel. Agar pelatihan bersifat link and match dengan dunia usaha, maka materi pelatihan sebaiknya mempunyai komposisi pengetahuan teori dan praktik dengan perbandingan : 70 [6]. Hal ini sesuai dengan saran dati Pusdiklat- Batan dalam penyelenggaraan diklat singkat. Semakin besar komponen praktik dibanding komponen teori, maka semakin lebih mudah terwujud pelatihan yang link and match dengan dunia usaha [6]. Batan sebagai lembaga penyelenggara pelatihan mengusahakan semaksimal mungkin dalam pelatihan pembuatan sarung tangan. Diharapkan, pengetahuan ketrampilan dad pengalaman yang diperoleh peserta dapat dijadikan bekal mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja sesuai dengan motivasi peserta [Tabel I]. Hal ini bermanfaat dalam mencari nafkah baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Penyediaan sarana dan prasarana yang lengkap sangat menunjang keberhasilan pelatihan. Disamping sarana dad prasarana, seleksi peserta didik merupakan hal yang renting. Walaupun kurikulum dad tenaga pengajar telah disiapkan dengan baik. tanpa seleksi peserta didik. maka harapan penyelenggaraan diklat yang link and match dengan dunia usaha dapat kandas [6]. Data peserta pelatihan pembuatan sarung tangan seperti tertera dalam Tabel. Tabel 3, dad Tabel 4 diperoleh dari Pemda Kabupaten Bekasi tanpa diadakan seleksi, tetapi dalam proses kegiatan belajar mengajar atau transfer of knowledge berlangsung dengan baik [.3,4]. Dari jumlah kuisioner yang masuk (95 lembar), setelah pelatihan semua peserta menyatakan dapat membuat sarung tangan. Walaupun demikian, tidak berarti bahwa semua peserta telah benar-benar trampil atau memiliki technical skill dalam membuat sarung tangan. Hal ini disebabkan karena tingkat pengetahuan yang dimiliki peserta sangat bervariasi dad pelatihan yang diadakan sangat singkat waktunya. Untuk meningkatkan kemampuan seseorang atau individu hingga mencapai ketrampilan memerlukan suatu proses pelatihan secara berkala. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan secara bertahap dan diawali sejak tahun 1996 menjelaskan bahwa tanpa seleksi peserta kegiatan pelatihan hanya merupakan suatu pengenalan IPTEK ke desa. Hal ini memberikan manfaat bagi Batan, sebagai pelatih telah mendapat pengalaman dalam pendekatan kepada perilaku masyarakat IDT. Tidak adanya organisasi setelah pelatihan selesai menyebabkan peserta merupakan individu bebas yang telah mendapatkan IPTEK. Pemda sebagai penentu peserta pelatihan tidak berfungsi sebagai manajer, tetapi sebagai penguasa yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang dad memperoleh IPTEK. Tabel 5. adalah contoh kuisioner yang diisi oleh peserta pelatihan yang sebagian besar pesertanya ibu rumah tangga. Ada seorang dari sekian peserta yang dengan tegas menjawab berani berproduksi kalau bahan baku mudah didapat. Ternyata dati sekian peserta ada yang dapat Prosldlng Pertemuan dan Presentasilimiah Penelltlan Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologl tllukllr

5 menyerap pelatihan dengan sangat baik. Terlihat dalam Tabel 6 jawaban peserta di daerah industri, hampir semua peserta dapat menyerap pelatihan dengan sangat baik dad berorientasi keproduksi. Di daerah industri peserta pelatihan telah memiliki pola pikir industri. Dalam Strategi Pengembangan SDM untuk pemberdayaan usaha kecil dad menengah, istilah kegiatan pemberdayaan (empowerment) adalah sebuah nuansa baru dalam pembangunan nasional. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendampingan adalah tindak atau proses pengkaderan yang merupakan salah satu upaya dalam mempercepat program pemberdayaan masyarakat lokal [7]. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sarong tangan di IDT merupakan upaya Batan dalam mempercepat program pemberdayaan masyarakat IDT di Kabupaten Bekasi. Harus disadari bahwa teknologi pembuatan sarung tangan dad balon berfungsi sebagai alat dalam mempermudah pelaksanaan kegiatan organisasi Batan. DAFfAR PUSTAKA 1. ANONIM, Sambutan Rektor Institut Teknologi Bandung Pacta Acara Pembukaan Simposium, Menerawang Masa Depan Ilmu Pengetahuan Teknologi dad Seni, ITB Bandung SOFIARTI W., Laporan Teknis, Introduksi Teknologi Lateks Karet Alam Iradiasi, P3TIR/ B5.0/ SOFIARTI W., Laporan Teknis, Diklat Pembuatan Produk Karet dati Lateks Iradiasi, di Kabupaten Bekasi, P3TIR/ B3. 03/ SOFIARTI W., Diklat Pembuatan Sarung Tangan dad Balon dati Lateks Iradiasi di desa Tambun, Kabupaten Bekasi, P3TIR/ B. 01/ PARTIWI Y., Pelatihan Ketrampilan Manajemen Dengan Pendekatan Perilaku, KESIMPULAN 1. Banyak kebutuhan yang diperlukan untuk mendirikan suatu industri baru an tara lain, modal, peralatan, leadership yang dapat merekrut SDMnya.. Disamping hal di alas, dengan tidak adanya orang yang mengatur dad dapat mengorganisasikan peserta pelatihan juga merupakan kendala untuk mendirikan wirausaha baru. 3. Kendala yang ketiga adalah ketidak beranian peserta pelatihan berlaku sebagai individu yang mampu menjadi manajer untuk mendirikan suatu industri rumah tangga. 4. Di sini pelatihan ketrampilan yang diajarkan merupakan penyebaran Iptek ke masyarakat IDT. UCAPAN TERIMA KASIH Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi atas kerjasama yang diberikan dalam pelatihan ketrampilan pembuatan sarung tangan clan halon dari lateks iradiasi. Ucapan yang sam a disampaikan kepada Ka P3TIR, Ka Pusdiklat, Batan clan semua pihak yang telah membantu hingga terlaksana penyelenggaraan pelatihan ketrampilan. Semoga apa yang telah dicapai dapat bermanfaat bagi kita semua. TANYAJAWAB MurdaniSumarsono..Saran untuk dilanjutkan dengan RUK..Mana yang lebih baik dengan sistem irradiasi atau dengan konvensional dari segi pembuatan dad segi peyimpanan. Wiwik Sofiarti.Terimakasih atas sarannya dan akan dicoba untuk dilanjutkan..lateks irradiasi sebagai bahan dasar sarung tangan daya simpannya jauh lebih lama (6 bulan) dibanding bahan baku (dasar). Komponen lateks yang dibuat secara konvensional [beberapa hari (1- hari)j, komponen yang sudah dibuat harus sudah habis dipakai. hila tidak maka lateks akan menggumpal. Proses pembuatan sa rung tangan menggunakan lateks irradiasi lebih sederhana dari pada proses pembuatan sarung tangan dengan cara kovensional (menggunakan campuran bahan-bahan kimia) karena memerlukan pelaksanaan yang bertahap. Proses pembuatannya tidak menggunakan pemanasan. Prosldlng Pertemuan dan Presentasilimiah Penelltlan Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologl Nukllr

LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET

LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkebunan karet paling luas di dunia. Sebagian besar karet alam tersebut

Lebih terperinci

I.ATEKS AI.AiI IRADIA$I $EBAGAI BAHAN BAKU INDU$TRI RUMAH TANGGA BARANG IADI KARET

I.ATEKS AI.AiI IRADIA$I $EBAGAI BAHAN BAKU INDU$TRI RUMAH TANGGA BARANG IADI KARET I.ATEKS AI.AiI IRADIA$I $EBAGAI BAHAN BAKU INDU$TRI RUMAH TANGGA BARANG IADI KARET Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkebunan karet paling luas di dunia. Sebagian besar karet alam tersebut

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : 396/KA/XI/2005 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : 396/KA/XI/2005 TENTANG PERATURAN NOMOR : 396/KA/XI/2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BALAI IRADIASI, ELEKTROMEKANIK, DAN INSTRUMENTASI, Menimbang : bahwa dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi penelitian dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam menghadapi era perdagangan bebas pada abad ke 21 dan situasi krisis

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam menghadapi era perdagangan bebas pada abad ke 21 dan situasi krisis BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam menghadapi era perdagangan bebas pada abad ke 21 dan situasi krisis moneter yang masih melanda di Indonesia ini, industri industri di Indonesia harus berdaya

Lebih terperinci

Oleh : Pengaruh kreatifitas siswa dan prestasi belajar mata diklat produktif terhadap

Oleh : Pengaruh kreatifitas siswa dan prestasi belajar mata diklat produktif terhadap Pengaruh kreatifitas siswa dan prestasi belajar mata diklat produktif terhadap minat berwiraswasta siswa kelas II Rumpun Otomotif SMK Negeri 2 Surakarta Oleh : Adit Priyadi NIM. K2502017 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan dihasilkan melalui pendidikan.dalam proses pendidikan pula, manusia. belajar dari, tentang, dan dengan tehnologi itu sendiri.

BAB I PENDAHULUAN. dan dihasilkan melalui pendidikan.dalam proses pendidikan pula, manusia. belajar dari, tentang, dan dengan tehnologi itu sendiri. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana utama untuk memperoleh,menerapakan dan mengembangkan ipteks. Pendidikan termasuk kegiatan pembelajaran dan penanaman nilai-nilai

Lebih terperinci

PENENTUAN KEMBALI KOMPOSISI KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA SEBAGAI PERISAI RADIASI SINAR-X SESUAI KETENTUAN BAPETEN

PENENTUAN KEMBALI KOMPOSISI KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA SEBAGAI PERISAI RADIASI SINAR-X SESUAI KETENTUAN BAPETEN PENENTUAN KEMBALI KOMPOSISI KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA SEBAGAI PERISAI RADIASI SINAR-X SESUAI KETENTUAN BAPETEN Kristiyanti, Tri Harjanto, Suripto Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir - BATAN E-mail

Lebih terperinci

ditingkatkan dan disebarluaskan ke berbagai kota baik di perlu mengadakan usaha-usaha pembinaan yang aktif,

ditingkatkan dan disebarluaskan ke berbagai kota baik di perlu mengadakan usaha-usaha pembinaan yang aktif, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelaksanaan pembangunan dari pemerintah pusat, khususnya program pembangunan dalam Pelita VI melalui Program Inpres Desa Tertinggal ( IDT ) ini semakin ditingkatkan

Lebih terperinci

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA DIES NATALIS KE-49 UNTAN PONTIANAK

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA DIES NATALIS KE-49 UNTAN PONTIANAK 1 SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA DIES NATALIS KE-49 UNTAN PONTIANAK Hari/Tanggal : Sabtu/17 Mei 2008 Pukul : 07.30 WIB Tempat : Gedung Auditorium UNTAN Pontianak Yth. Bapak Wakil Presiden

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Kondisi ini akan

BAB I PENDAHULUAN. baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Kondisi ini akan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Globalisasi telah membawa dampak bagi segala aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Kondisi ini akan membawa persaingan yang semakin

Lebih terperinci

ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN ISSN Suratman dad Agus Sulistyono Puslitbang Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta.

ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN ISSN Suratman dad Agus Sulistyono Puslitbang Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta. Sura/man dan Agus Sulistyono ISSN 0216.3128 355 Suratman dad Agus Sulistyono Puslitbang Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta. ABSTRAK Telah dipelajari bioassay H-3 dalam urin dengan destilasi reflux. Tujuan

Lebih terperinci

BAB l PENDAHULUAN. Dalam kehidupan masyarakat suatu bangsa, keberadaan suatu perusahaan

BAB l PENDAHULUAN. Dalam kehidupan masyarakat suatu bangsa, keberadaan suatu perusahaan BAB l PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan masyarakat suatu bangsa, keberadaan suatu perusahaan memilki peranan penting. Perusahaan dapat berperan sebagai alat yang menjembatani berbagai kepentingan

Lebih terperinci

Data yang dikumpulkan dari penelitian ini berasal dari jawaban responden

Data yang dikumpulkan dari penelitian ini berasal dari jawaban responden 81 5.2. Validitas dan Reliabilitas Kuisioner Data yang dikumpulkan dari penelitian ini berasal dari jawaban responden sebelum penelitian berlangsung kepada 30 responden santri Pondok Sunan Drajat. 5.2.1.

Lebih terperinci

RUMAH SINGGAH SOCIOPRENEUR SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI JUMLAH PENGANGGURAN TERDIDIK DI PROVINSI JAMBI ABSTRAK

RUMAH SINGGAH SOCIOPRENEUR SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI JUMLAH PENGANGGURAN TERDIDIK DI PROVINSI JAMBI ABSTRAK RUMAH SINGGAH SOCIOPRENEUR SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI JUMLAH PENGANGGURAN TERDIDIK DI PROVINSI JAMBI Irna Christina, Maya Ardawati, Yunia Hardika Sari * ABSTRAK Rumah singgah sociopreneur merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga

BAB I PENDAHULUAN. melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan

Lebih terperinci

Perempuan dan Industri Rumahan

Perempuan dan Industri Rumahan A B PEREMPUAN DAN INDUSTRI RUMAHAN PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAHAN DALAM SISTEM EKONOMI RUMAH TANGGA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN DAN ANAK C ...gender equality is critical to the development

Lebih terperinci

PENGARUH PENCUCIAN DAN PEMANASAN TERHADAP SIFAT FISIK MEKANIK BARANG CELUP DARI LA TEKS ALAM IRADIASI.

PENGARUH PENCUCIAN DAN PEMANASAN TERHADAP SIFAT FISIK MEKANIK BARANG CELUP DARI LA TEKS ALAM IRADIASI. Risalah Peltemuan Ilmiah Penelilian dan Pengembangan I-yJlikasi Isolop dan RadiaSl; 2, PENGARUH PENCUCIAN DAN PEMANASAN TERHADAP SIFAT FISIK MEKANIK BARANG CELUP DARI LA TEKS ALAM IRADIASI. Made Sumarti,

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari uraian pembahasan diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Dari uraian pembahasan diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan 161 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Simpulan Dari uraian pembahasan diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut : 1. Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda Pelaksanaan pendidikan di SMK

Lebih terperinci

302 ISSN Murdani Sumarsono dan Djok~W.

302 ISSN Murdani Sumarsono dan Djok~W. 302 ISSN 0216.3128 Sumarsono dan Djok~W. PENGARUH VOLUME, SUHU DAN KECEP A T AN ALIR.~ TERHADAP ELUSI PEMISAHAN Ru DARI RESIN AMBERLITE IRC -SO SumarsoDo dad Djoko Widodo Puslitbang Teknologi Maju BATAN,

Lebih terperinci

TATA CARA PENGUSULAN, PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

TATA CARA PENGUSULAN, PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG KEPUTUSAN SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Nomor : 11/SK/K01-SA/2009 TENTANG TATA CARA PENGUSULAN, PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PROGRAM STUDI DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG SENAT AKADEMIK INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu yang sangat besar dan mendasar, karena

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu yang sangat besar dan mendasar, karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan merupakan suatu yang sangat besar dan mendasar, karena menyangkut kualitas suatu bangsa. Pendidikan juga berarti menyiapkan kaderkader bangsa siap

Lebih terperinci

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL INVESTASI PADA INDUSTRI SARUNG TANGAN KARET DENGAN APLIKASI TEKNOLOGI NUKLIR

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL INVESTASI PADA INDUSTRI SARUNG TANGAN KARET DENGAN APLIKASI TEKNOLOGI NUKLIR Prosiding Seminar Nasional XXIII Kimia dalam Industri dan Lingkungan Hotel Phoenix Yogyakarta, 13 November 2014 ISSN :0854-4778 ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL INVESTASI PADA INDUSTRI SARUNG TANGAN KARET

Lebih terperinci

Apakah Aku Seorang Manajer yang Baik?

Apakah Aku Seorang Manajer yang Baik? Apakah Aku Seorang Manajer yang Baik? oleh: Supriyanto Widyaiswara Muda Pusdiklat PSDM Good management is the art of making problems so interesting and their solutions so constructive that everyone wants

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN IPTEK & INOVASI BIDANG MATERIAL MAJU UNTUK INDUSTRI

PERKEMBANGAN IPTEK & INOVASI BIDANG MATERIAL MAJU UNTUK INDUSTRI PERKEMBANGAN IPTEK & INOVASI BIDANG MATERIAL MAJU UNTUK INDUSTRI Dr.Ir. Utama H. Padmadinata Ketua Komtek Material Maju DRN Anggota Pokja Industri Strategis & Teknologi Tinggi Komite Ekonomi dan Industri

Lebih terperinci

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 2018 Visi Terwujudnya Kudus Yang Semakin Sejahtera Visi tersebut mengandung kata kunci yang dapat diuraikan sebagai berikut: Semakin sejahtera mengandung makna lebih

Lebih terperinci

POLA BLENDED LEARNING & DEVELOPMENTAL ASSIGNMENT SEBAGAI MODEL PENINGKATAN KOMPETENSI SDM

POLA BLENDED LEARNING & DEVELOPMENTAL ASSIGNMENT SEBAGAI MODEL PENINGKATAN KOMPETENSI SDM POLA BLENDED LEARNING & DEVELOPMENTAL ASSIGNMENT SEBAGAI MODEL PENINGKATAN KOMPETENSI SDM Dr. Ir. Sudi Ariyanto, M.Eng. Presentasi di Workshop KPTF 1-2 April 2016 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pendahuluan

Lebih terperinci

MASYARAKAT DAN KELUARGA SEBAGAI MUTIARA UNTUK KEMAJUAN BANGSA INDONESIA. Oleh: Prof. Dr. Clara M. Kusharto, MSc

MASYARAKAT DAN KELUARGA SEBAGAI MUTIARA UNTUK KEMAJUAN BANGSA INDONESIA. Oleh: Prof. Dr. Clara M. Kusharto, MSc MASYARAKAT DAN KELUARGA SEBAGAI MUTIARA UNTUK KEMAJUAN BANGSA INDONESIA Oleh: Prof. Dr. Clara M. Kusharto, MSc 2012 LATAR BELAKANG Perguruan Tinggi dikenai mempunyai 3 (tiga) peran utama dalam pembangunan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1. Kesimpulan Hasil Analisis Budaya perusahaan merupakan salah satu aspek yang penting untuk mencapai tujuan perusahaan. Hasil analisis mengenai budaya perusahaan yang

Lebih terperinci

Sambutan Tertulis Presiden Republik Indonesia pada Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2006 Kepada Semua Provinsi

Sambutan Tertulis Presiden Republik Indonesia pada Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2006 Kepada Semua Provinsi Sambutan Tertulis Presiden Republik Indonesia pada Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2006 Kepada Semua Provinsi Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berubah menjadi maju atau lebih berkembang dengan sangat pesat, seperti

BAB I PENDAHULUAN. berubah menjadi maju atau lebih berkembang dengan sangat pesat, seperti 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman, manusia ikut serta mengiringi perkembangan tersebut. Perkembangan tersebut mengakibatkan banyak hal yang berubah menjadi

Lebih terperinci

Menteri Perindustrian Republik Indonesia NARASI PADA ACARA TEMU USAHA DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Menteri Perindustrian Republik Indonesia NARASI PADA ACARA TEMU USAHA DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Menteri Perindustrian Republik Indonesia NARASI PADA ACARA TEMU USAHA DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Parigi, 4 Mei 2015 Yth.: 1. Bupati Parigi Moutong; 2.

Lebih terperinci

PERAN WANITA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI DESA TASIKAGUNG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH

PERAN WANITA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI DESA TASIKAGUNG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH PERAN WANITA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN DI DESA TASIKAGUNG KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH TUGAS AKHIR TKP 481 Oleh : ASTRID EKANINGDYAH L2D000400 JURUSAN PERENCANAAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan di bidang furnitur mebel semakin banyak jumlahnya disetiap

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan di bidang furnitur mebel semakin banyak jumlahnya disetiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Perusahaan di bidang furnitur mebel semakin banyak jumlahnya disetiap daerah di Indonesia. Hal ini dapat dipahami mengingat semakin meningkatnya kebutuhan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1980 TENTANG. Presiden Republik Indonesia,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1980 TENTANG. Presiden Republik Indonesia, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1980 TENTANG ORGANISASI BIRO PUSAT STATISTIK Presiden Republik Indonesia, Menimbang : a. bahwa kegiatan Biro Pusat Statistik telah tumbuh dan berkembang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Penataan SDM perlu terus diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan

BAB I PENDAHULUAN. Penataan SDM perlu terus diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan masalah mendasar yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional. Penataan SDM

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Oleh : Dr. Ir. Hj. Aida Vitayala S. Hubeis

PEMBANGUNAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT. Oleh : Dr. Ir. Hj. Aida Vitayala S. Hubeis PEMBANGUNAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Oleh : Dr. Ir. Hj. Aida Vitayala S. Hubeis Batasan Istilah Pemberdayaan masyarakat (community emporwerment) adalah perujudan dari pengembangan

Lebih terperinci

IBM HOME INDUSTRI BERBAHAN DASAR THERMO PLASTICS RUBBER (TPR)

IBM HOME INDUSTRI BERBAHAN DASAR THERMO PLASTICS RUBBER (TPR) IBM HOME INDUSTRI BERBAHAN DASAR THERMO PLASTICS RUBBER (TPR) Anita T. Kurniawati {1} dan Suparto [2] Teknik Informatika-ITATS [1] & Teknik Industri-ITATS [2} Email: anitateku@yahoo.com [1] ABSTRAK Hal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sadar, terencana dan berkelanjutan dengan sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. sadar, terencana dan berkelanjutan dengan sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan tidak lain merupakan suatu proses perubahan yang berlangsung secara sadar, terencana dan berkelanjutan dengan sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan

Lebih terperinci

Bismillahi rahmani rahiim,

Bismillahi rahmani rahiim, Pidato Utama Seminar IDB: Mencetak Sumber Daya Manusia yang Kompetitif bagi Pemberdayaan Ekonomi Dr. Hendar (Deputi Gubernur, Bank Indonesia) Jakarta, 13 Mei 2016 Bismillahi rahmani rahiim, Yang saya hormati:

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pelatihan merupakan suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pelatihan merupakan suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Pelatihan dan Pengembangan Pelatihan merupakan suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan khusus seseorang atau

Lebih terperinci

sehingga benar-benar dapat diwujudkan tata kepemerintahan yang baik (Good governance)

sehingga benar-benar dapat diwujudkan tata kepemerintahan yang baik (Good governance) BAB II RENCANA STRATEGIS A. RENCANA STRATEGIS 1. VISI Tantangan birokrasi pemerintahan masa depan meliputi berbagai aspek, baik dalam negeri maupun manca negara yang bersifat alamiah maupun sosial budaya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. individu secara optimal. Potensi individu diawali dan mulai

BAB I PENDAHULUAN. individu secara optimal. Potensi individu diawali dan mulai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk mengembangkan potensipotensi individu secara optimal. Potensi individu diawali dan mulai berkembang sejak individu

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN DAN RENCANA IMPLEMENTASI

BAB IV KESIMPULAN DAN RENCANA IMPLEMENTASI BAB IV KESIMPULAN DAN RENCANA IMPLEMENTASI 4.1 Kesimpulan Usaha Kecil Menengah memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia ditinjau dari segi jumlah usaha maupun penciptaan lapangan

Lebih terperinci

KELOMPOK TERNAK MANDIRI

KELOMPOK TERNAK MANDIRI KELOMPOK TERNAK MANDIRI Desa/ Kelurahan : pananjung Rt 001/ Rw 003 Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Nomor : 01/ PPD- KT.CM/ I /2012 Lampiran : 1 ( satu ) bundle Perihal : Permohonan Bantuan Dana

Lebih terperinci

PRIMA Volume 8, Nomor 1, Juni 2011 ISSN : DESAIN PINTU RUANG PESAWAT SINAR-X DARI BAHAN KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA

PRIMA Volume 8, Nomor 1, Juni 2011 ISSN : DESAIN PINTU RUANG PESAWAT SINAR-X DARI BAHAN KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA ABSTRAK DESAIN PINTU RUANG PESAWAT SINAR-X DARI BAHAN KOMPOSIT KARET ALAM TIMBAL OKSIDA Sri Mulyono Atmojo*Krismawan*Abdul Jalil* *Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir-BATAN Telah dilakukan perancangan pintu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN an dimana terjadi krisis ekonomi. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) demikian UKM tidak dapat dipandang sebelah mata.

BAB I PENDAHULUAN an dimana terjadi krisis ekonomi. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) demikian UKM tidak dapat dipandang sebelah mata. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam sejarah perekonomian indonesia, terutama pada era akhir 1990-an dimana terjadi krisis ekonomi. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) pernah berperan sebagai penyelamat

Lebih terperinci

Program Pengentasan Kemiskinan melalui Penajaman Unit Pengelola Keuangan

Program Pengentasan Kemiskinan melalui Penajaman Unit Pengelola Keuangan Program Pengentasan Kemiskinan melalui Penajaman Unit Pengelola Keuangan I. PENDAHULUAN Pembangunan harus dipahami sebagai proses multidimensi yang mencakup perubahan orientasi dan organisasi sistem sosial,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS A. Permasalahan Pembangunan Dari kondisi umum daerah sebagaimana diuraikan pada Bab II, dapat diidentifikasi permasalahan daerah sebagai berikut : 1. Masih tingginya angka

Lebih terperinci

Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta

Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta Sumber : Kementerian Pendidikan Nasional/Dirjen Dikti/Direktorat Kelembagaan 15 November 2008 Program Mahasiswa Wirausaha Bagi Kopertis dan Perguruan Tinggi Swasta LATAR BELAKANG Hasil Survei Sosial Ekonomi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan bahwa pendidikan telah menjadi satu pranata kehidupan sosial yang

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan bahwa pendidikan telah menjadi satu pranata kehidupan sosial yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pendidikan bermutu menunjukkan bahwa pendidikan telah menjadi satu pranata kehidupan sosial yang kuat dan berwibawa,

Lebih terperinci

LAMPIRAN INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2001 TENTANG KERANGKA KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PENDAYAGUNAAN TELEMATIKA DI INDONESIA

LAMPIRAN INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2001 TENTANG KERANGKA KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PENDAYAGUNAAN TELEMATIKA DI INDONESIA LAMPIRAN INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2001 TENTANG KERANGKA KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PENDAYAGUNAAN TELEMATIKA DI INDONESIA Pendahuluan Pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN I.1 1 BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pemanfaatan TI di instansi pemerintah sesuai dengan Inpres No 6 tahun 2001 tentang pengembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia dan Inpres No 3 / 2003 tentang

Lebih terperinci

LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC

LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC attitude knowledge skill Agus Sutrisno Empat Kerangka Strategis MEA ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukumg dengan

Lebih terperinci

UNIT PENGELOLA KEUANGAN : POTENSI PENGEMBANGAN BPR SYARIAH 1 Oleh : Sasli Rais 2

UNIT PENGELOLA KEUANGAN : POTENSI PENGEMBANGAN BPR SYARIAH 1 Oleh : Sasli Rais 2 UNIT PENGELOLA KEUANGAN : POTENSI PENGEMBANGAN BPR SYARIAH 1 Oleh : Sasli Rais 2 A. Pendahuluan Program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah untuk mencoba menanggulangi kemiskinan di Indonesia sudah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. produksi karet alam dunia 8,307 juta ton. Diprediksi produk karet alam

BAB 1 PENDAHULUAN. produksi karet alam dunia 8,307 juta ton. Diprediksi produk karet alam BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sampai tahun 2004, produksi karet alam Indonesia 1,905 juta ton, masih menempati nomor 2 setelah Thailand sebesar 2,848 juta ton dari produksi karet alam dunia 8,307

Lebih terperinci

BUPATI SEMARANG SAMBUTAN BUPATI SEMARANG PADA ACARA PENERIMAAN MAHASISWA KKN IKIP VETARAN SEMARANG

BUPATI SEMARANG SAMBUTAN BUPATI SEMARANG PADA ACARA PENERIMAAN MAHASISWA KKN IKIP VETARAN SEMARANG 1 BUPATI SEMARANG SAMBUTAN BUPATI SEMARANG PADA ACARA PENERIMAAN MAHASISWA KKN IKIP VETARAN SEMARANG TANGGAL 22 JANUARI 2014 HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KABUPATEN SEMARANG 2 Assalamu alaikum Wr. Wb. Ysh :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat, dengan teknologi dan komunikasi yang canggih tanpa mengenal

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat, dengan teknologi dan komunikasi yang canggih tanpa mengenal BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tuntutan dan tantangan dalam dunia pendidikan saat ini semakin kompleks, karena harus berpacu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai

Lebih terperinci

Seminar Internasional, ISSN Peran LPTK Dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia

Seminar Internasional, ISSN Peran LPTK Dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SEBAGAI UPAYA MEMASUKI DUNIA KERJA Oleh : Hernie Kumaat Dosen Jurusan PKK FT Unima Abstrak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terjadi dengan sangat cepat. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak

BAB I PENDAHULUAN. terjadi dengan sangat cepat. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi ini terjadi dengan sangat cepat. Di masa krisis yang melanda seperti saat ini, banyak pihak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan Pendidikan Nasional adalah upaya mencerdasakan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa dan berahlak mulia

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tertentu, hal tersebut dapat dilihat dari semangat dan prestasi belajar siswa

BAB 1 PENDAHULUAN. tertentu, hal tersebut dapat dilihat dari semangat dan prestasi belajar siswa BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap siswa mempunyai perhatian khusus terhadap mata pelajaran tertentu, hal tersebut dapat dilihat dari semangat dan prestasi belajar siswa terhadap pelajaran

Lebih terperinci

PEMBERDAYAAN KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI TERHADAP KINERJA PADA PT. AQUA TIRTA INVESTAMA DI KLATEN SKRIPSI

PEMBERDAYAAN KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI TERHADAP KINERJA PADA PT. AQUA TIRTA INVESTAMA DI KLATEN SKRIPSI PEMBERDAYAAN KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI TERHADAP KINERJA PADA PT. AQUA TIRTA INVESTAMA DI KLATEN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi

Lebih terperinci

Abstrak. Kata kunci: pembinaan, usaha mikro dan usaha kecil, jiwa wirausaha

Abstrak. Kata kunci: pembinaan, usaha mikro dan usaha kecil, jiwa wirausaha Abstrak Jiwa wirausaha sangat di butuhkan dalam berwirausaha, hal tersebut dapat diukur melalui karakteristik berwirausaha yaitu percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, berani mengambil resiko,

Lebih terperinci

PENGARUH KADAR URANIUM DAN PEMANASAN TERHADAP LUAS MUKA, BERA T JENIS DAN DIAMETER GEL

PENGARUH KADAR URANIUM DAN PEMANASAN TERHADAP LUAS MUKA, BERA T JENIS DAN DIAMETER GEL 284 ISSN 0216-3128, dkk. PENGARUH KADAR URANIUM DAN PEMANASAN TERHADAP LUAS MUKA, BERA T JENIS DAN DIAMETER GEL, Damunir dad Didiek Herhady Puslitbang Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta. ABSTRAK PENGARUH

Lebih terperinci

STRATEGI SUSTAINABLE MARKETING ENTERPRISE DALAM PENGEMBANGAN WIDYAISWARA MENDUKUNG CITRA LEMBAGA KEDIKLATAN YANG DIPERHITUNGKAN

STRATEGI SUSTAINABLE MARKETING ENTERPRISE DALAM PENGEMBANGAN WIDYAISWARA MENDUKUNG CITRA LEMBAGA KEDIKLATAN YANG DIPERHITUNGKAN STRATEGI SUSTAINABLE MARKETING ENTERPRISE DALAM PENGEMBANGAN WIDYAISWARA MENDUKUNG CITRA LEMBAGA KEDIKLATAN YANG DIPERHITUNGKAN ABSTRAK Widyaiswara merupakan salah satu alternatif jabatan dalam pengembangan

Lebih terperinci

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM A. SASARAN STRATEJIK yang ditetapkan Koperasi dan UKM selama periode tahun 2005-2009 disusun berdasarkan berbagai

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : TENTANG

SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : TENTANG SURAT KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 893.3 252 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN LATIHAN PRA JABATAN DAN KEPRIBADIAN BAGI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL / PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG BERPENDIDIKAN SARJANA

Lebih terperinci

PANDUAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TAHUN

PANDUAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TAHUN PANDUAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TAHUN 2012 I i ITB CAREER CENTER LEMBAGA KEMAHASISWAAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012 1. Latar Belakang Berdasarkan data survey tenaga kerja

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perilaku seseorang sebagai usaha mencerdaskan manusia melalui kegiatan. manusia dewasa, mandiri dan bertanggung jawab.

BAB I PENDAHULUAN. perilaku seseorang sebagai usaha mencerdaskan manusia melalui kegiatan. manusia dewasa, mandiri dan bertanggung jawab. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi saat ini menuntut adanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Salah satu wahana untuk

Lebih terperinci

Penentuan Dosis Gamma Pada Fasilitas Iradiasi Reaktor Kartini Setelah Shut Down

Penentuan Dosis Gamma Pada Fasilitas Iradiasi Reaktor Kartini Setelah Shut Down Berkala Fisika ISSN : 141-9662 Vol.9, No.1, Januari 26, hal 15-22 Penentuan Dosis Gamma Pada Fasilitas Iradiasi Reaktor Kartini Setelah Shut Down Risprapti Prasetyowati (1), M. Azam (1), K. Sofjan Firdausi

Lebih terperinci

[ Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi - BATAN ] 2012

[ Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi - BATAN ] 2012 logo lembaga [ kode kegiatan ] 3.01.03 [ judul kegiatan ] Pemanfaatan Bagas Untuk Pembuatan Bioetanol Dengan Perlakuan Radiasi dan Sakarifikasi Fermentasi Simultan [ nama peneliti ] Ir. Sugiarto Danu [

Lebih terperinci

METODE HIBAH PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DP2M DIKTI

METODE HIBAH PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DP2M DIKTI METODE HIBAH PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DP2M DIKTI Disampaikan Oleh : DR. ROZA ELVYRA, M.Si Pelatihan Penulisan Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah DP2M DIKTI Pendanaan Tahun 2016 LPPM Universitas

Lebih terperinci

STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA RUMAHAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELUARGA

STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA RUMAHAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELUARGA STRATEGI PEMBERDAYAAN USAHA RUMAHAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELUARGA Dyah Hapsari ENH, E.S. Halimi, Rudy Kurniawan, Yusnaini, dan Rogaiyah Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. erat. Hal ini terbukti dengan adanya fakta bahwa perkembangan ilmu

BAB I PENDAHULUAN. erat. Hal ini terbukti dengan adanya fakta bahwa perkembangan ilmu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era globalisasi ini pembangunan sumber daya manusia memiliki arti yang sangat penting. Dalam era tersebut diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang

Lebih terperinci

memiliki daya saing. Rendahnya kualitas SDM juga merupakan batu sandungan dalam era globalisasi, karena era ini merupakan era persaingan kualitas

memiliki daya saing. Rendahnya kualitas SDM juga merupakan batu sandungan dalam era globalisasi, karena era ini merupakan era persaingan kualitas Analisis pemahaman konsep kimia pada materi pokok sistem periodik unsur siswa kelas x program imersi semester gasal SMA Negeri 4 Surakarta tahun pelajaran 2006/ 2007 oleh: Tri Mahanani K3302047 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Salah satu masalah pokok yang dihadapi Pemerintah Indonesia sebagai negara

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Salah satu masalah pokok yang dihadapi Pemerintah Indonesia sebagai negara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu masalah pokok yang dihadapi Pemerintah Indonesia sebagai negara sedang berkembang adalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi

Lebih terperinci

PEMBUATAN SARUNG TANGAN DARI LATEKS ALAM YANG DIVULKANISASI RADIASI DAN BELERANG

PEMBUATAN SARUNG TANGAN DARI LATEKS ALAM YANG DIVULKANISASI RADIASI DAN BELERANG PEMBUATAN SARUNG TANGAN DARI LATEKS ALAM YANG DIVULKANISASI RADIASI DAN BELERANG (PREPARATION OF GLOVES FROM RADIATION PREVULCANIZED AND SULPHUR VULCANIZED NATURAL RUBBER LATEX) Marsongko Pusat Aplikasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Anak Balita (1 5 Tahun) Anak balita adalah anak yang berusia 1-5 tahun. Pada kelompok usia ini, pertumbuhan anak tidak sepesat masa bayi, tapi aktifitasnya lebih banyak (Azwar,

Lebih terperinci

LITERASI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI

LITERASI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI LITERASI INFORMASI DI PERGURUAN TINGGI http://www.wla.lib.wi.us/waal/newsletter/211.html http://bunchlibrary.pbwiki.com/information+literacy+across+the+curriculum Literasi Informasi di Perguruan Tinggi

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PEMAGANGAN MAHASISWA PADA DUNIA INDUSTRI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM SWASTA KEMENTERIAN AGAMA RI

PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PEMAGANGAN MAHASISWA PADA DUNIA INDUSTRI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM SWASTA KEMENTERIAN AGAMA RI PETUNJUK TEKNIS PROGRAM PEMAGANGAN MAHASISWA PADA DUNIA INDUSTRI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM SWASTA KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN TINGGI ISLAM TAHUN ANGGARAN

Lebih terperinci

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH SMK TANGERANG SELATAN

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH SMK TANGERANG SELATAN KISI-KISI UJIAN SEKOLAH SMK TANGERANG SELATAN Mata Diklat : Kewirausahaan Penyusun : Tim Kewirausahaan Kurikulum : Standar Isi Tahun Diklat : 2009/2010 No. 1 2 Mampu mengidentifikasi kegiatan dan peluang

Lebih terperinci

TUGAS DAN FUNGSI KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA (KONI) KOTA BEKASI

TUGAS DAN FUNGSI KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA (KONI) KOTA BEKASI TUGAS DAN FUNGSI KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA (KONI) KOTA BEKASI A. TUGAS POKOK DAN FUNGSI KONI Menurut Pasal 24 Bagian Ketujuh Anggaran Rumah Tangga KONI Tahun 2014, Pengurus KONI mempunyai tugas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sektor perindustrian ini adalah dengan cara mengembangkan industri kecil.

BAB I PENDAHULUAN. sektor perindustrian ini adalah dengan cara mengembangkan industri kecil. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu sektor perekonomian yang sedang mendapat perhatian dari pemerintah pada saat ini adalah sektor perindustrian. Untuk dapat meningkatkan sektor perindustrian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dengan dikeluarkannya undang-undang Nomor 22 Tahun kewenangan yang luas untuk menggunakan sumber-sumber keuangan

BAB I PENDAHULUAN. Dengan dikeluarkannya undang-undang Nomor 22 Tahun kewenangan yang luas untuk menggunakan sumber-sumber keuangan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat sesuai

Lebih terperinci

Peningkatan Mutu Hasil Uji Kompetensi Personil Sebagai Strategi Pengawasan Tenaga Nuklir. Aris Sanyoto Balai DIKLAT - BAPETEN

Peningkatan Mutu Hasil Uji Kompetensi Personil Sebagai Strategi Pengawasan Tenaga Nuklir. Aris Sanyoto Balai DIKLAT - BAPETEN Widyanuklida Vol. 9 No. 1-2, November 2009 Peningkatan Mutu Hasil Uji Kompetensi Personil Sebagai Strategi Pengawasan Tenaga Nuklir Aris Sanyoto Balai DIKLAT - BAPETEN Abstrak Badan Tenaga Atom Intemasional

Lebih terperinci

2011 Petunjuk Teknis Program HIBAH MITI

2011 Petunjuk Teknis Program HIBAH MITI 2011 Petunjuk Teknis Program HIBAH MITI Departemen Pendayagunaan IPTEK MITI Mahasiswa 2011 PETUNJUK TEKNIS Program Hibah MITI untuk Pemberdayaan Masyarakat LATAR BELAKANG Bangsa Indonesia adalah Negara

Lebih terperinci

ANALISA DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI JUMLAH MASYARAKAT PENGANGGUR DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

ANALISA DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI JUMLAH MASYARAKAT PENGANGGUR DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI ANALISA DAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI JUMLAH MASYARAKAT PENGANGGUR DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI Fabianus Yayan, Taufan Rifai, Hidayatulah Himawan Prodi Teknik Informatika UPN Veteran Yogyakarta

Lebih terperinci

KEBERADAAN LOGAM-LOGAM BERAT Ph, Cd, Fe, DAN Co DALAM CUPLIKAN RAMBUT KEP ALA PEGA W AI POM BENSIN DI DAERAH ISTIMEW A YOGY AKART A

KEBERADAAN LOGAM-LOGAM BERAT Ph, Cd, Fe, DAN Co DALAM CUPLIKAN RAMBUT KEP ALA PEGA W AI POM BENSIN DI DAERAH ISTIMEW A YOGY AKART A P KEBERADAAN LOGAM-LOGAM BERAT Ph, Cd, Fe, DAN Co DALAM CUPLIKAN RAMBUT KEP ALA PEGA W AI POM BENSIN DI DAERAH ISTIMEW A YOGY AKART A C. Sopriyanto, Zainol Kamal dan Santin. Puslitbang Teknologi Maju BATAN,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. wilayah tanah air Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar

BAB I PENDAHULUAN. wilayah tanah air Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada hakekatnya pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil makmur materiil dan spiritual yang merata di seluruh wilayah tanah air

Lebih terperinci

BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN BAB V. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN Menurut RPJPD Kabupaten Kampar 2005-2025, berlandaskan pelaksanaan, pencapaian, dan sebagai keberlanjutan RPJM ke-1, maka RPJM ke-2 (2011-2016) ditujukan

Lebih terperinci

Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material

Dokumen Kurikulum Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Dokumen Kurikulum 2013-2018 Program Studi : Ilmu dan Teknik Material Fakultas : Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Kode

Lebih terperinci

APLIKASI PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) SEBAGAI SISTEM KONTROL PADA Modifikasi Automatic Loading Machine Generator 99 Mo/ 99m Tc berbasis PZC

APLIKASI PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) SEBAGAI SISTEM KONTROL PADA Modifikasi Automatic Loading Machine Generator 99 Mo/ 99m Tc berbasis PZC APLIKASI PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) SEBAGAI SISTEM KONTROL PADA Modifikasi Automatic Loading Machine Generator 99 Mo/ 99m Tc berbasis PZC I WAYAN W., ARTADI H.W., ADANG H.G., YONO S., A. MUTALIB

Lebih terperinci

ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN. Latar belakang Masalah H asil olah akhir limbah radioaktif aktivitas

ABSTRAK ABSTRACT PENDAHULUAN. Latar belakang Masalah H asil olah akhir limbah radioaktif aktivitas Supardi dad Sukarman Aminjoyo Puslitbang Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta ABSTRAK KARAKTERISTIK BAHAN WADAH PENYIMPANAN ABADI UMBAH RADIOAKTIF PADA TANAH DANGKAL. Telah diteliti karakteristik bahan wadah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya yang dimiliki perusahaan, tanpa dukungan sumber daya manusia

BAB I PENDAHULUAN. sumber daya yang dimiliki perusahaan, tanpa dukungan sumber daya manusia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi, peran SDM (Sumber Daya Manusia) dalam organisasi bisnis menjadi isu penting. Sumber daya manusia memegang peran utama dalam setiap kegiatan

Lebih terperinci

IPTEK BAGI PRODUK UNGGULAN DAERAH

IPTEK BAGI PRODUK UNGGULAN DAERAH IPTEK BAGI PRODUK UNGGULAN DAERAH Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Pendidikan Tinggi Kemendikristek RI Pendahuluan Pendahuluan Program Iptek bagi Produk Unggulan Daerah (IbPUD) adalah salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat ditempuh melalui lembaga pendidikan formal dan non formal. Hal ini merupakan tantangan bagi dunia pendidikan

Lebih terperinci

BAB 2 PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA

BAB 2 PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA BAB 2 PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA 2.1. PENGERTIAN PERENCANAAN SDM Pegawai atau karyawan merupakan sumber daya yang dimiliki organisasi, dan harus dipekerjakan secara efektif, efisien, dan manusiawi.

Lebih terperinci

Yth. Anggota Komisi XI DPR RI, Ibu Indah Kurnia, Para Pelaku Industri Perasuransian, Para hadirin sekalian

Yth. Anggota Komisi XI DPR RI, Ibu Indah Kurnia, Para Pelaku Industri Perasuransian, Para hadirin sekalian Yth. Anggota Komisi XI DPR RI, Ibu Indah Kurnia, Para Pelaku Industri Perasuransian, Para hadirin sekalian Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua. Pertama-tama, mari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas ilmu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas ilmu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan yang secara langsung atau tidak langsung dipersiapkan untuk mengikuti laju perkembangan ilmu

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISTEM PENGAPIAN

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISTEM PENGAPIAN HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR SISTEM PENGAPIAN Sekar A. Ningtyas 1, Wowo S. Kuswana 2, Tatang Permana 3 Departemen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Indonesia Jl.

Lebih terperinci