Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan"

Transkripsi

1 ` Hubungan Karaerisi Perawa Dengan Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan di Rumah Sai Columbia Asia Medan Rosia Saragih SKM, MKes 1, Naalina Rumapea 2 1 Dosen Faulas Ilmu Keperawaan Universias Darma Agung Medan 2 Mahasiswa Program Sudi S1 Faulas Ilmu Keperawaan Universias Darma Agung Medan ABSTRAK Cuci angan mempunyai pengaruh besar erhadap pencegahan erjadinya infesi nosoomial rumah sai dan perawa mempunyai andil besar arena berinerasi dengan pasien selama 24 jam. Perilau cuci angan perawa saa ini adalah bahwa ada beberapa perawa yang enggan melauan cuci angan. Berdasaran daa dari PPI rumah Sai Columbia Asia Medan masih erdapa ejadian infesi nosoomial anara lain 5% pada pemasangan dower caheer, 6% ejadian plebiis sala sau, 1 asus suspec MRSA pada bulan Agusus Apabila ejadian infesi ini erus berulang, maa image rumah sai aan jele dan bisa mengaibaan Bad Occupaional Rae (BOR) rumah sai menurun. Tujuan peneliian ini unu mengeahui hubungan araerisi perawa (inga pengeahuan, inga pendidian, umur dan lama beerja) dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Jenis peneliian ini adalah peneliian desripif orelasi. Populasi dalam peneliian ini adalah semua enaga eperawaan yang beerja di Rumah Sai Columbia Asia Medan sebanya 280 orang, dengan eni probabiliy sampling sebanya 84 orang perawa. Pengumpulan daa dengan menggunaan uesioner dan analisa daa dilauan secara univaria dan bivariae menggunaan uji Pearson. Hasil peneliian menunjuan adanya hubungan yang bermana anara inga pengeahuan mengenai cuci angan dengan inga epauhan melauan cuci angan ( p = 0,02), ada hubungan yang bermana anara inga pendidian dengan inga epauhan melauan cuci angan (p = 0,04), ada hubungan yang bermana anara umur dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan (p = 0,02), ada hubungan yang bermana anara lama beerja dengan inga epauhan melauan cuci angan (p = 0,04) di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Rumah sai Columbia Asia Medan memilii inga epauhan melauan cuci angan dengan aegori epauhan minimal (72,61%). Saran yang diberian adalah epada semua perawa dimina esadarannya unu selalu pauh melauan cuci angan sesuai dengan sandar sebelum dan sesudah melauan indaan epada pasien. Kaa Kunci : Karaerisi, Kepauhan, Cuci angan

2 The Relaion Beween Nurses Characer wih The Nurses Obidience Washing Hand a Colombia Asia Hospial Medan Rosia Saragih SKM, MKes 1, Naalina Rumapea 2 1 Dosen Faulas Ilmu Keperawaan Universias Darma Agung Medan 2 Mahasiswa Program Sudi S1 Faulas Ilmu Keperawaan Universias Darma Agung Medan ABSTRACT Hand washing have he major effec o he prevenion of nosocomial infecion in hospial and nurse have he big conribuion because heir ineracion wih he paien all hrough 24 hour. Nowadays, he nurse behavior of hand washing are ha here some nurses which unwilling o do hand washing. Based on daa from Columbia Asia Hospial Medan, here is sill he occurrence of nosocomial infecion which are 5% in insallaion of dower caheer, 6% in phlebiis scale one even, 1 had case of MRSA suspec in Augus If his infecion is coninued recurring, hence he image of hospial will be bad and can resul he decrease of Bed Occupaional Rae (BOR) of hospial. Targe of his research is o now he relaionship beween nurse characerisic (level of nowledge, level of educaion, age, woring period) wih he obedience of he nurse o do hand washing a Columbia Asia Hospial Medan. The ype of his research is descripive correlaion research. Populaion in his research is 280 nurses ha woring a Columbia Asia Hospial Medan, using probabiliy sampling echnique wih 84 nurses. Daa collecing are using quesioner and he daa analyzing conduced by univariae and bivariae analysis using Pearson es. Resul of he research shows ha here is imporance relaionship beween level of nowledge wih he obedience of he nurse o do hand washing (p = 0,02), here is imporance relaionship beween level of educaion wih he obedience of he nurse o do hand washing (p= 0,04), here is imporance relaionship beween nurse age wih he obedience of he nurse o do hand washing (p = 0,02), here is imporance relaionship beween woring period wih he obedience of he nurse o do hand washing (p = 0,04) a Columbia Asia Hospial Medan. The obedience of he nurse o do hand washing a Columbia Asia Hospial Medan caegorize as minimum (72,61%). Suggesion o all nurses is he awareness o obey he hand washing procedure in line wih sandard before and afer conducing acion o he paien. Key word: characerisic, obedience, hand washing.

3 Pendahuluan Undang Undang Nomor 44 enang rumah sai menyaaan bahwa Seiap pasien mempunyai ha memperoleh eamanan dan eselamaan dirinya selama dalam perawaan di rumah sai (Tunggal, 2010). Segala benu pelayanan yang diberian rumah sai epada pasiennya berujuan agar pasien segera sembuh dari sainya dan seha embali, sehingga ida dapa dioleransi bila dalam perawaan di rumah sai pasien menjadi lebih menderia aiba dari erjadinya resio yang sebenarnya dapa dicegah. Menuru Soeroso (2000) di negara berembang ermasu Indonesia, raa-raa prevalensi infesi nosoomial adalah seiar 9,1% dengan variasi 6,1%-16,0%. Di Indonesia ejadian infesi nosoomial pada jenis/ipe rumah sai sanga beragam. Peneliian yang dilauan oleh Depes RI pada ahun 2004 diperoleh daa proporsi ejadian infesi nosoomial di rumah sai pemerinah dengan jumlah pasien orang dari jumlah pasien beresio (55,1%), sedangan unu rumah sai swasa dengan jumlah pasien 991 pasien dari jumlah pasien beresio (35,7%). Unu rumah sai ABRI dengan jumlah pasien 254 pasien dari jumlah pasien beresio (9,1%). Pemerinah Indonesia elah mengeluaran ebijaan pencegahan infesi nosoomial di rumah sai dan fasilias esehaan lainnya. Kebijaan iu eruang dalam Kepuusan Meneri Kesehaan Nomor 270/Menes/III/2007 enang Pedoman Manajerial Pengendalian Infesi di Rumah Sai dan Fasilias Kesehaan. Selain iu Kepuusan Menes Nomor 381/Menes/III/2007 mengenai Pedoman Pengendalian Infesi di Rumah Sai dan Fasilias Kesehaan. Saa ini anga ejadian infesi nosoomial elah dijadian salah sau olo uur muu pelayanan rumah sai. Izin operasional sebuah rumah sai bisa dicabu arena ingginya anga ejadian infesi nosoomial. (Darmadi, 2008). Cara paling ampuh unu mencegah erjadinya infesi nosoomial adalah dengan menjalanan Universal Precauian yang salah saunya adalah dengan mencuci angan pada seiap penanganan pasien di rumah sai. Sebuah peneliian mengungapan bahwa dengan mencuci angan dapa menurunan 20% - 40% ejadian infesi nosoomial. Namun pelasanaan cuci angan iu sendiri belum mendapa respon yang masimal. Di negara berembang, egagalan dalam pelasanaan cuci angan sering dipicu oleh eerbaasan dana unu mengadaan fasilias cuci angan. Namun eia sudah ada dana, endala beriunya yang sebenarnya paling memprihainan adalah urangnya epauhan unu menaai prosedur. Sudi di Ameria Seria menunjuan inga epauhan perawa melauan cuci angan masih seiar 50% dan di Ausralia masih seiar 65%. Sama halnya dengan program cuci angan di Rumah Sai Cipo Mangunusumo (RSCM) yang sudah seja ahun 2008 eapi sampai saa ini epauhan perawa melauan cuci angan hanya seiar 60%. Hal ini bisa menjadi anangan yang cuup besar bagi im pengendali infesi rumah sai unu mempromosian program cuci angan ini. (Perdalin,2010). Perawa yang beerja di rumah sai mempunyai araer yang berbeda beda dan sanga beragam bai inga pendidian, umur, masa erja, maupun inga pengeahuannya. Perbedaan araerisi ini enunya aan berpengaruh erhadap penguasaan ilmu pengeahuan, eerampilan, dan siap profesional seorang perawa dalam menjalanan perannya. Rumah Sai Columbia Asia Medan adalah sebuah rumah sai PMA (Penanaman Modal Asing) yang erlea di pusa oa Medan, epanya di jalan Lisri nomor 2A Medan. Rumah sai ini menyediaan beberapa pelayanan medis yaiu Rawa Inap, Ou Paien Deparemen (OPD), Acciden and Emergency (A&E), Operaing Room(OR), Inensive Care Uni(ICU), High Dependency Uni (HDU), Neonaus Inensive Care Uni (NICU), Nursery, Execuive Healh Screening, Chemoherapy, Hemodialisa, sera uni penunjang seperi Radiologi, Laboraorium, Fisioherapy dan Farmasi. Di rumah sai ini erdapa urang lebih 11 ruang perawaan dan iap ruangan erdiri dari empa idur sera di seiap ruangan erdapa urang lebih perawa yang berugas. Unu pengendalian ejadian infesi nosoomial, Rumah Sai Columbia Asia

4 Medan mempunyai omie Pencegahan Pengendalian Infesi (PPI) rumah sai. PPI mempunyai egiaan-egiaan pencegahan dan pengendalian infesi nosoomial yang erprogram, program ersebu dapa berupa pelaihan aaupun pengawasan langsung e ruang ruang perawaan. Berdasaran daa dari PPI rumah Sai Columbia Asia Medan masih erdapa ejadian infesi nosoomial seiar 5% pada pemasangan dower caheer, 6% ejadian plebiis sala sau, 1 asus suspec MRSA pada bulan Agusus 2010, 1 asus suspec MRSA pada bulan Sepember 2010 dan 1 asus suspec MRSA pada bulan Oober Apabila ejadian ejadian infesi ini erus berulang maa image rumah sai aan jele dan selanjunya pasien pasien aan enggan daang beroba e Rumah Sai Columbia Asia Medan dan pada ahirnya aan menurunan BOR (Bed Occupoional Rae) rumah sai. Apabila BOR rumah sai menurun erus ia ahu apa yang aan erjadi rumah sai bisa uup, ida bisa beroperasional lagi arena dana yang ida cuup, aryawan aan di PHK (Pemuusan Hubungan Kerja) dan ahirnya menambah jumlah penganguran. Berdasaran uraian diaas penelii merasa erari unu melauan peneliian yang erai dengan hubungan araerisi perawa dengan epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Tinjauan Teoriis Karaerisi Karaerisi adalah ciri-ciri dari individu yang erdiri dari demografi seperi jenis elamin, umur sera saus sosial seperi, inga pendidian, peerjaan, ras, saus. (Widianingrum, 2000). Menuru Efendi, demografi beraian dengan suur pendudu, umur, jenis elamin dan saus eonomi sedangan daa ulural menganga inga pendidian, peerjaan, agama, ada isiada, penghasilan dan sebagainya. Pada peneliian ini araerisi yang dielii adalah pengeahuan, pendidian, umur dan masa erja. 1. Pengeahuan Pengeahuan adalah merupaan hasil dari ahu dan ini erjadi seelah orang melauan penginderaan erhadap suau obje erenu. Menuru Nooadmojo (2003) pengeahuan erdiri 6 ingaan yaiu: a. Tahu (now) Tahu arinya menginga suau maeri yang elah dipelajari sebelumnya. Termasu edalaman pengeahuan, inga ini adalah menginga embali (recall) sesuau yang spesifi dari seluruh bahan yang dipelajari aau rangsangan yang elah dierima. b. Memahami(comprehension) Memahami arinya sebagai suau emampuan unu menjelasan secara benar enang obje yang dieahui dan dapa menginerpreasian maeri ersebu secara benar. c. Apliasi (aplicaion) Apliasi diarian sebagai emampuan unu menggunaan maeri yang elah dipelajari pada siuasi aau ondisi sebenarnya. d. Analisa (analysis) Analisa adalah suau emampuan unu menjabaran maeri aau suau obje e dalam omponen omponen eapi masih di dalam sruur organisasi dan masih ada aiannya sau dengan yang lain. e. Sinesis (Synhesis) Sinesis menunjuan epada suau emampuan unu meleaan aau menghubungan bagian bagian di dalam eseluruhan yang baru. f. Evaluasi (Evaluaion) Evaluasi ini beraian dengan dengan emampuan unu melauan jusifiasi aau peneliian erhadap suau maeri. Sebagian besar pengeahuan aau ogniif merupaan domain yang sanga pening dalam pembenuan indaan seseorang (Nooadmojo, 2003). 2. Tinga Pendidian Pendidian berpengaruh erhadap pola fiir individu. Sedangan pola fiir berpengaruh erhadap perilau seseorang dengan aa lain pola piir seseorang yang berpendidian rendah aan berbeda dengan pola piir seseorang yang berpendidian inggi (Asmadi, 2010). Pendidian

5 eperawaan mempunyai pengaruh besar erhadap ualias pelayanan eperawaan (Asmadi, 2010). Pendidian yang inggi dari seorang perawa aan memberi pelayanan yang opimal. 3. Umur Umur berpengaruh erhadap pola fiir seseorang dan pola fiir berpengaruh erhadap perilau seseorang. Umur seseorang secara garis besar menjadi indiaor dalam seiap mengambil epuusan yang mengacu pada seiap pengalamannya, dengan semain banya umur maa dalam menerima sebuah insrusi dan dalam melasanaan suau prosedur aan semain beranggungjawab dan berpengalaman.semain cuup umur seseorang aan semain maang dalam berfiir dan berinda (Evin, 2009). 4. Masa Kerja Menuru Balai Pusaa Deparemen Pendidian dan Kebudayaan 1991 masa erja adalah (lama erja) adalah merupaan pengalaman individu yang aan menenuan perumbuhan dalam peerjaan dan jabaan. Kreiner dan Kinichi (2004) menyaaan bahwa masa erja yang lama aan cenderung membua seseorang beah dalam sebuah organisasi hal ini disebaban arena elah beradapasi dengan lingungan yang cuup lama sehingga aan merasa nyaman dalam peerjaannya. Semain lama seseorang beerja maa inga presasi aan semain inggi, presasi yang inggi di dapa dari perilau yang bai. Kepauhan Kepauhan didefinisian sebagai eseiaan, eaaan aau loyalias. Kepauhan yang dimasud disini adalah eaaan dalam pelasanaan prosedur cuci angan sebelum dan sesudah ona dengan pasien. Menuru Sme epauhan adalah inga seseorang melasanaan suau cara aau berperilau sesuai dengan apa yang disaranan aau dibebanan epadanya. Dalam hal ini perawa disaranan unu selalu melauan prosedur cuci angan pada seiap sebelum dan sesudah ona dengan pasien. Perawa Perawa aau Nurse berasal dari bahasa lain yaiu dari aa Nurix yang berari merawa aau memelihara. Perawa adalah profesi yang difousan pada perawaan individu, eluarga, dan masyaraa sehingga merea dapa mencapai, memperahanan, aau memulihan esehaan yang opimal dan ualias hidup dari lahir sampai mai. Cuci Tangan Kebersihan angan (cuci angan) merupaan suau prosedur indaan membersihan angan dengan menggunaan sabun/anisepi dibawah air mengalir aau dengan menggunaan handrub yang berujuan unu menghilangan ooran dari uli secara meanis dan mengurangi jumlah miroorganisme semenara. Persauan Pengendalian Infesi Indonesia (Perdalin, 2010). Menuru Sumuri (2008), cuci angan dilauan berujuan unu menganga miroorganisme yang ada di angan, mencegah infesi silang (cross infecion), menjaga ondisi seril, melindungi diri dan pasien dari infesi dan memberian perasaan segar dan bersih. Prosedur cuci angan dilauan sebelum dan sesudah ona dengan pasien. Selain mencuci angan dengan menggunaan sabun ani sepi di bawah air mengalir, cuci angan juga dapa dilauan dengan memaai handrub berbasis alohol. Wau unu menggunaan handrub anisepi adalah ondisi emergency dimana fasilias cuci angan suli dijangau, fasilias cuci angan inadequa, saa ronde di ruangan yang memerluan desinfesi angan dan buan penggani cuci angan bedah. Rumah sai Menuru WHO rumah sai adalah bagian inegral dari suau organisasi sosial dan esehaan dengan fungsi menyediaan pelayanan paripurna (omprehensif), penyembuhan penyai (uraif) dan pencegahan penyai (prevenif) epada masyaraa. Rumah sai juga merupaan pusa pelaihan bagi enaga esehaan dan pusa peneliian medi. Berdasaran undang-undang No. 44 Tahun 2009 enang rumah sai, yang dimasudan dengan rumah sai adalah insiusi pelayanan esehaan yang menyelenggaraan pelayanan esehaan perorangan secara paripurna yang menyediaan pelayanan rawa inap, rawa jalan, dan gawa darura.

6 Perilau cuci angan peugas esehaan Perilau adalah indaan aau aifias dari manusia iu sendiri yang mempunyai benangan yang sanga luas anara lain berjalan, berbicara, menangis, erawa, beerja, uliah, menulis, membaca dan sebagainya. Dari uraian diaas dapa disimpulan bahwa perilau manusia adalah semua egiaan aau aifias manusia, bai yang diamai langsung maupun yangida diamai oleh piha luar (Nooadmojo, 2003). Menuru eori Green dalam Nooadmojo (2003) menganalisis perilau manusia dari inga esehaan dimana esehaan seseorang aau masyaraa dipengaruhi oleh 2 faor poo yaiu faor perilau (Behavior Causes) dan faor diluar perilau (Non Behavior Causes). Selanjunya perilau iu sendiri dienuan aau erbenu dari 3 faor, yaiu faor-faor predisposisi (Predisposing facors) yang erwujud dalam pengeahuan, siap, epercayaan, eyainan, nilai-nilai. Kemudian faor-faor penduung (Enabling Facors) yang erwujud dalam lingungan fisi, ersedia aau ida ersedianya fasilias-fasilias aau saran-sarana esehaan misalnya fasilias unu cuci angan ; dan faor-faor pendorong (reinforcing facors) yang erwujud dalam siap dan perilau peugas esehaan aau peugas lain yang merupaan elompo referensi dari perilau masyaraa. Perubahan perilau individu baru menjadi dapa opimal jia perubahan ersebu erjadi melalui proses inernalisasi dimana perilau yang baru iu dianggap bernilai posiif bagi individu iu sendiri dan diinegrasian dengan nilai-nilai lain dari hidupnya. Tujuan Peneliian Adapun ujuan peneliian adalah unu mengeahui hubungan araerisi perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah sai Columbia Asia Medan, unu menggambaran hubungan pengeahuan perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan, unu menggambaran hubungan inga pendidian perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah sai Columbia Asia Medan, unu menggambaran hubungan umur perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan, unu menggambaran hubungan lama beerja perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan, unu menggambaran inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Manfaa Peneliian Unu menambah pengalaman melauan peneliian dan unu mengeahui lebih dalam enang prosedur cuci angan, sebagai gambaran nyaa yang dapa dimanfaaan unu evaluasi eefeifan program program pencegahan infesi nosoomial rumah sai hususnya enang epauhan perawa melauan prosedur cuci angan, sebagai bahan referensi unu penelii selanjunya eruama peneliian mengenai pengendalian dan pencegahan infesi nosoomial aau peneliian epauhan melauan cuci angan. Desain Peneliian Peneliian ini merupaan peneliian Desripif Korelasi yaiu peneliian yang dilauan unu mengeahui gambaran hubungan 2 variabel peneliian yaiu anara variabel independen (bebas) araerisi perawa (pengeahuan, pendidian, umur, masa erja) dengan variabel dependen (eria) epauhan perawa melauan cuci angan. Pendeaan yang digunaan adalah belah linang (cross secional) arena penguuran daa peneliian dilauan saa bersamaan/sesaa. empa peneliian dilauan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Alasan penelii memilih loasi ini adalah arena belum pernah dilauan peneliian enang hubungan araerisi perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Populasi dalam peneliian ini adalah seluruh perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan, dengan jumlah 280 orang. Sampel pada peneliian ini adalah Probabiliy sampling dengan besar sample 84 orang.

7 Hasil Peneliian Disribusi responden berdasaran inga pengeahuan enang cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan Tinga Pengeahuan enang cuci angan Freuensi Persenase Bai 80 95,24 Sedang 3 3,57 Buru 1 1,19 Toal (n) ,00 bahwa mayorias responden mempunyai pengeahuan yang bai enang cuci angan (95,24%), disusul dengan pengeahuan sedang (3,57%) dan pengeahuan buru (1,19%). Disribusi responden berdasaran inga pendidian perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan Tinga Persenase Freuensi Pendidian D3 (Diploma) 74 88,10 S1 (Sarjana) 10 11,90 Toal (n) ,00 bahwa mayorias responden berpendidian Diploma (88,10%), disusul dengan Sarjana Keperawaan (11,90%). Disribusi responden berdasaran umur perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan Umur Freuensi Persenase < 25 ahun 20 23, ahun 40 47,62 > 35 ahun 24 28,57 Toal (n) ,00 bahwa mayorias responden berumur ahun (47,62%), disusul dengan umur > 35 ahun (28,57%) dan yang berumur < 25 ahun (23,81%). Disribusi responden berdasaran lama beerja perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan Lama Beerja Freuensi Persenase < 5 ahun 45 53, ahun 20 23,81 > 10 ahun 19 22,62 Toal (n) ,00 bahwa mayorias responden mempunyai masa erja < 5 ahun (53,57%), disusul dengan masa erja 5 10 ahun (23,81%) dan masa erja > 10 ahun (22,62%). Disribusi responden berdasaran inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan Tinga Freuensi Persenase Kepauhan Tida pauh ,61 27,38 Toal (n) bahwa mayorias responden pauh melauan cuci angan (72,61%) dan yang ida pauh (27,38%). Disribusi abulasi silang inga pengeahuan perawa enang cuci angan dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Ting a Penge ahua n Pera wa Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan Fre Prs Tida F r Prs e F r e Pr s (% )

8 Bai 59 Sedan g 2 73,7 5 66, Buru 0-1 Jumla h 61 72, ,2 5 33, , 00 27, , 24 3,5 7 1, bahwa perawa dengan inga pengeahuan bai mempunyai inga epauhan paling inggi (73,75%), disusul dengan inga pengeahuan sedang (66,67%) dan inga pengeahuan buru (0%). Disribusi abulasi silang inga pendidian perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Tinga Pendidi an Perawa D3 (Diplom a) S1 (Sarjana Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan Fr e Prs % 54 72, , 00 ) Jumlah 61 72, 62 Tida Fre Prs % 20 27, , , 38 Fr e Pr s % 74 0, , bahwa perawa dengan inga pendidian D3 mempunyai inga epauhan yang paling inggi (72,97%) disusul dengan perawa dengan inga pendidian S1 (70,00%). Disribusi abulasi silang umur perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan Um ur Tinga Kepauhan Perawa Melauan Per Cuci Tangan awa Tida Prs Fre (Ta Prs Fr Fr Prs hun e e ) < , , , , , , 62 > , 10 41, , Jum lah , , bahwa perawa yang berumur anara 25 ahun 35 ahun menunjuan persenase inga epauhan yang paling inggi (80,00%) disusul dengan perawa yang berumur < 25 ahun (75,00%) dan perawa yang berumur > 35 ahun (58,33%). Disribusi abulasi silang lama beerja perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. Lama Beer ja Pera wa (Tahu n) Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan Fre < > Prs 77, 78 70, 00 63, 16 Tida Fre Prs 22, 22 30, 00 36, 84 Fre Prs 53, 57 23, 81 22, 62

9 Jumla h 61 72, , bahwa perawa dengan lama beerja urang dari 5 ahun mempunyai inga epauhan yang paling inggi (77,78%), disusul dengan perawa dengan lama beerja 5 ahun 10 ahun (70,00%) dan perawa yang beerja lebih dari 10 ahun (63,16%). Pembahasan Karaerisi Perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan, pengeahuan Tenang Cuci Tangan Berdasaran hasil peneliian menunjuan bahwa sebagian besar (95,23%) perawa mempunyai pengeahuan yang bai enang cuci angan. Pengeahuan adalah hasil au yang erjadi seelah seseorang melauan penginderaan erhadap sesuau obje erenu. Sebagian besar pengeahuan manusia diperoleh melalaui maa dan elinga (Nooadmojo, 2007). Pengeahuan adalah informasi aau maluma yang dieahui aau disadari seseorang. Beberapa faor yang mempengaruhi pengeahuan anara lain pendidian, media, informasi. Pendidian adalah sebuah pengubahan siap dan aa lau seseorang aau elompo dan juga usaha mendewasaan manusia melalui upaya pengajaran dan pelaihan unu ujuan mencerdasan. Media secara husus didesain unu mencapai masyaraa yang luas, informasi sebagai ransfer pengeahuan. Pendidian Berdasaran hasil peneliian menunjuan bawah inga pendidian perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan mayorias diploma iga (88,09%) dan hanya sedii (11,91%) yang berpendidian sarjana eperawaan, boleh diaaan bahwa perawa Rumah Sai Columbia Asia Medan masih berpendidian vocasional dan hanya sebagian ecil yang spesialis (ners). Pada saa ini dasar penaaan pendidian perawa adalah menuju aanan profesionalisme dan globalisai. Profesionalisme menunu perawa harus menyelesaian pendidian aademi dan profesi sebagaimana profesi lain yang berembang. Rendahnya pendidian perawa dapa menjadi rendahnya pelayanan eperawaan dan daya saing perawa ersebu dengan perawa asing (Suara Merdea Semarang, 2007). Di sisi lain Inernaional Council of Nursing (ICN) menunu seorang perawa yang aan memberian pelayanan harus melalui serifiasi dan uji ompeensi unu memperoleh Regiser Nurse (RN). Unu uji RN seseorang harus menyelesaian pendidian Ners dengan demiian dengan inernasional sandar pendidian dasar perawa harus berpendidian Ners. Demiian juga dengan regulasi perawa di dalam negeri banya perawa asing yang aan masu e Indonesia, yang memilii sandar ompeensi yang inggi. Bila ia ida menganisipasinya maa ehadiran merea aan menjadi ancaman bagi perawa-perawa Indonesia (Edi Wariano, 2007). Unu iu diunu esadaran dari perawa Rumah Sai Columbia Asia Medan unu memiiran inda lanju pendididiannya agar esisensi merea dalam pelayanan eperawaan di era globalisasi saa ini dapa diperahanan dan diingaan. Manajemen rumah sai juga diharapan memberian perhaian dan duungan bagi perawa-perawa yang ingin meningaan araf pendidiannya. Umur Hasil peneliian menunjuan bahwa mayorias perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan berada direnang usia anara 25 ahun sampai dengan 35 ahun (47,61%). Hal ini menunjuan bahwa perawa di Rumah Sai Columbia Asia Medan berada pada renang umur dewasa muda, menuru Peage dalam Anwar (2007), pada usia dewasa muda seseorang lebih flesibel, erbua dan sanga adapif. Rumah Sai Columbia Asia Medan unu menduung pengembangan rumah sai hususnya di pelayanan eperawaan, dimana sumber daya manusianya berada pada posisi yang sanga memunginan unu diaja bersama-sama meningaan ualias pelayanan hususnya pelayanan eperawaan. Teapi ida boleh dipungiri bahwa pada usia ini loyalias seseorang iu masih eruju pada diri sendiri, hal ini dapa dipahami arena, enaga erja pada

10 usia ini masih erdorong ua unu memanapan eberadaannya alau perlu pindah dari sau organisai e organisasi lain aau bahan juga pindah dari sau profesi e profesi lain (Niisenuo, 1991). Unu iu, menajemen harus jeli meliha siuasi ini agar merea dapa memperahanan aryawan erbainya. Masa Kerja Berdasaran hasil peneliian menunjuan bahwa mayorias perawa Rumah Sai Columbia Asia Medan mempunyai masa erja urang dari lima ahun (53,57%). Biasanya lama masa erja digunaan unu menguur loyalias seorang aryawan, semain lama masa erja maa semain loyallah aryawan ersebu erhadap perusahaannya. Begiu peningnya loyalias sehingga perusahaan merasa perlu menyusun berbagai ebijaan rewarding dengan memasuan faor lama beerja, misalnya penganugerahan penghargaan epada aryawan yang elah beerja seian ahun, mendapaan cui ambahana pada aryawan yang sudah beerja seian ahun dan lain-lain. Loyal adalah pauh, seia (Purwodarmina, 2002). Dengan mendapaan loyalias dari aryawannya sebuah perusahaan merasa benarbenar memilii aryawan yang siap empur demi epeningan usahanya, demiian juga bila seorang aryawan yain elah memberian loyalias, dia a perlu hawair ehilangan peerjaannya. Teapi ida sedii perusahaan menganggap bahwa loyalias adalah hal edua yang diharapan dari seorang aryawan seelah profesionalisme. Pada eadaan ini dapa diaaan bahwa perawa Rumah Sai Columbia Asia Medan belum menunjuan loyalias yang inggi erhadap rumah sai dimana pada hasil peneliian ini menunjuan lebih banya aryawan baru daripada aryawan yang elah lama beerja. Hal ini dapa menjai perimbangan manajemen unu meninjau embali beberapa ebijasanaan erai loyalias aryawan. Tinga Kepauhan Perawa Malauan Cuci Tangan di Rumah Sai Columbia Asia Medan Hasil peneliian menunjuan bahwa inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan adalah 72,61% bila disesuaian dengan aegori inga epauhan perawa melauan cuci angan oleh Perdalin (2010) maa aegori inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan adalah epauhan minimal (<75%) eapi bila dibandingan dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Ameria Seria (50%) dan Ausralia (65%) dan juga di Rumah Sai Cipo Mangunusumo Jaara (65%), inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia sudah lebih bai. Pengeahuan Perawa Tenang Cuci Tangan Dengan Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan Di Rumah Sai Colombia Medan Hasil peneliian menunjuan bahwa perawa dengan inga pengeahuan yang bai enang cuci angan mempunyai epauhan yang lebih inggi (73,75%) unu melauan prosedur cuci angan. Sesuai dengan Nooadmojo (2007) dimana perilau yang didasaran pengeahuan aan lebih langgeng daripada perilau yang ida didasari oleh pengeahuan. Sehingga pada eadaan ini, perawa-perawa yang mempunyai inga pengeahuan yang bai enang cuci angan menunjuan epauhannya melauan cuci angan. Tinga Pendidian Perawa Dengan Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan Hasil peneliian menunjuan bahwa inga epauhan perawa yang paling inggi adalah pada perawa yang berpendidian Diploma 3 (72,97%). Berbanding erbali dengan Asmadi (2007) dimana pendidian berpengaruh dengan pola fiir individu sedangan pola fiir berpengaruh erhadap perilau seseorang, pada eadaan ini perawa yang berpendidian diploma iga malah lebih pauh dari perawa yang berpendidian sarjana. Hal ini sanga disayangan, dimana seseorang yang berpendidian lebih inggi ida pauh melauan prosedur cuci angan. Mengapa hal ini bisa erjadi, apaah mungin ida ada emauan aau esadaran unu melauannya. Kemauan adalah dorongan dasar dari dalam diri

11 yang lebih inggi daripada insing, refles, auomaisme, nafsu einginan, ebiasaan, ecenderungan dan hawa nafsu. Kemauan adalah dorongan dari alam sadar berdasaran perimbangan fiir dan perasaan sera seluruh pribadi seseorang yang menimbulan egiaan yang erarah pada ercapainya ujuan erenu yang berhubungan dengan ebuuhan hidup pribadinya (Prawira, 2010). Hal inilah yang mungin yang urang dimilii oleh perawaperawa ersebu. Walaupun inga pengeahuannya bai oleh arena inga pendidian yang inggi, eapi apabila ida ada emauan merea ida aan pauh melauan prosedur cuci angan ersebu. Umur Perawa Dengan Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan Hasil peneliian menunjuan inga epauhan paling inggi adalah pada perawa berusia anara 25 ahun sampai 35 ahun (80,00%). Sesuai dengan Peage dalam Anwar (2007) yang menyaaan bahwa seseorang pada usia ini lebih adapif sehingga dalam melauan suau prosedur lebih cepa anggap dan melauannya dengan benar. Berbanding erbali dengan Sephen (2001) yang menyaaan bahwa seseorang yang lebih muda cenderung mempunyai fisi yang ua dan dapa beerja eras eapi dalam beerja urang disiplin dan urang beranggung jawab. Teapi pada peneliian ini perawa dengan umur yang lebih muda malah lebih pauh melauan prosedur cuci angan dari pada perawa yang lebih ua. Kepauhan paling rendah berada pada umur > 35 ahun (58,33%) berbanding erbali dengan Sephen (2001) yang menyaaan bahwa ualias posiif yang ada pada seseorang yang berumur lebih ua melipui pengalaman, perimbangan, eia erja yang ua dan omimen erhadap muu (dalam hal ini omimen unu selalu melauan cuci angan sesuai dengan sandar). Pada peneliian ini malah perawa-perawa yang lebih ua yang lebih ida pauh. Mengapa hal ini bisa erjadi? Apaah eia erja dan omimen para perawa yang berusia dewasa (lebih ua) sudah menurun aau bahan hilang. Hal ini mungin menjadi suau ajian yang pening bagi manajemen Rumah Sai Columbia Asia Medan sehingga edepannya dapa dieahui apa sebenarnya aar masalahnya sehingga dapa dicari solusi unu mengaasinya dengan harapan perawa-perawa ersebu bisa ermoivasi embali unu selalu beerja sesuai sandar ermasu ermoivasi unu selalu melauan prosedur cuci angan sesuai dengan sandar. Lama Beerja Perawa Dengan Tinga Kepauhan Perawa Melauan Cuci Tangan Hasil peneliian menunjuan bahwa, perawa dengan masa erja urang dari lima ahun memilii inga epauhan yang paling inggi (77,78%), berbanding erbali dengan Gibson (1997), semain lama seseorang beerja inga presasi semain inggi, presasi yang inggi berasal dari perilau yang bai dalam hal ini perilau yang bai unu melauan prosedur cuci angan. Pada peneliian ini perawa yang masa erjanya urang dari lima ahun malah lebih pauh daripara perawa yang masa erjanya lebih dari 10 ahun. Hal ini sanga disayangan, dimana sebenarnya seseorang yang sudah lama beerja diharapan aan lebih memahami peerjaannya ermasu efe-efe dari peerjaannya ersebu. Hubungan Karaerisi Perawa Dengan Tinga Kepauhan Perawa melauan Cuci Tangan Di Rumah Sai Columbia Asia Medan Uji orelasi berujuan unu menguji hubungan anara dua variabel dan ida menunjuan fungsional (berhubungan buan berari disebaban). Nugroho (2005). Hasil analisa saisi dalam peneliian ini adalah araerisi perawa dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan menunjuan adanya hubungan yang bermana. Sesuai dengan peneliian yang dilauan oleh Arfiani (2010) yang menyaaan bahwa ada hubungan yang bermana anara inga pengeahuan enang cuci angan dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan dan juga sesuai dengan peneliian yang dilauan oleh Sulasri (2010) yang menyaaan bahwa ada hubungan yang bermana anara pengeahuan dan lama beerja dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan, dan pengeahuan dan lama beerja merupaan variabel yang paling

12 menenuan epauhan dalam melauan cuci angan. Nurbaii (2007) mengemuaan epauhan dapa di pengaruhi oleh faor inernal dan faor exernal seperi usia, pendidian, pengeahuan dan masa erja diduung oleh Nooadmodjo yang mengemuaan bahwa faor yang mempengaruhi epauhan adalah pendidian, usia, dan moivasi. Dari semua pendapa para ahli jelas erliha bahwa memang benar araerisi perawa berhubungan dengan inga epauhan perawa ersebu dalam melauan cuci angan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Hipoesa Peneliian erjawab ada hubungan yang bermana anara araerisi perawa (pengeahuan, pendidian, umur, lama beerja) dengan inga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan. 2. Tinga epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan ermasu dalam aegori epauhan minimal. Saran 1. Rumah Sai Columbia Asia Medan harus melauan evaluasi embali enang eefeifan program pencegahan infesi nusoomial rumah sai hususnya enang epauhan perawa melauan cuci angan unu meningaan epauhan perawa melauan cuci angan di Rumah Sai Columbia Asia Medan yang masih dalam aegori minimal. 2. Kepada seluruh perawa harus meningaan esadarannya unu selalu beerja sesuai dengan sandar eruama sandar dalam melauan prosedur cuci angan. 3. Bagi perawa-perawa yang masih berpendidian D3 harus memiiran inda lanju pendidiannya earah yang lebih inggi agar esisensi dalam pelayanan eperawaan di era globalisasi saa ini dapa diperahanan dan diingaan. 4. Manajemen Rumah Sai Columbia Asia Medan harus memberi perhaian husus epada perawa-perawa yang masa erjanya lebih dari 10 ahun, unu mengeahui emunginan adanya rasa jenuh pada perawaperawa ersebu sehingga dapa dicari jalan eluar agar perawaperawa ersebu ermoivasi embali dan eap semanga beerja sehingga ualias pelayanan eperawaan dapa diperahanan dan diingaan. 5. Bagi perawa-perawa yang berpendidian Sarjana eapi ida pauh melauan cuci angan harus merubah siapnya sehingga dapa menjadi pola anuan bagi perawaperawa seluruhnya, hususnya bagi perawa-perawa yang masih berpendidian D3. 6. Kepada penelii selanjunya mungin dapa melauan peneliian enang epauhan melauan cuci angan buan hanya perawa eapi epauhan melauan cuci angan oleh peugas esehaan lainnya, misalnya doer, analis, fisioerapis, houseeeping dan lain-lain, dan juga peneliian enang pengaruh pelasanaan prosedur cuci angan erhadap pencegahan infesi nosoomial. DAFTAR PUSTAKA Anwar, Teori Perembangan Kogniif, 2007, Jaara : EGC. Arfiani, Absra,www.google.com, 2010, Semarang. Ariuno, S. Prosedur Peneliian Suau Pendeaan Prae, 2006, Jaara : Rinea Cipa. Darmadi, Infesi Nosoomial Problemaia dan Pengendaliannya, 2008, Jaara : Salemba Media. Eri, Absra, 2010, Jogjaara.

13 Fijrijano, Daa Menuru Sala Penguuran, Jaara. Ismani, Nila, Eia Keperawaan, 2001, Jaara : EGC. Kasjono, Yasril, Tehni Sampling unu Peneliian Kesehaan, 2009, Jaara : Graha Ilmu. Mardalis Meode Peneliian. Jaara: Bumi Asara. Niven Neil, Psiologi Kesehaan Penganar unu Perawa dan Profesional Kesehaan Lain, 2002, Jaara : EGC. Nooamodjo, Prof. Dr. Soeidjo, Pendidian dan Perilau Kesehaan, Ed Nooamodjo, Prof. Dr. Soeidjo, Meode Peneliian Kesehaan, 2005, Jaara : Rinea Cipa. Nooamodjo, Prof. Dr. Soeidjo, Kesehaan Masyaraa Ilmu dan Seni, Ed PERDALIN, Handou Pengendalian Infesi Nosoomial, 2010, Jaara. Seiadi, Konsep dan Penulisan Rise Keperawaan, 2007, Jaara :Graha Ilmu. Suharsimi, Ariuno. Prosedur Peneliian (Suau Pendeaan Prai), 2006, Jaara: Rinea Cipa. Suardi. Meodologi Peneliian Pendidian, Jaara: Bumi Asara. Sulasri, Absra, Jaara. Tunggal, HS, Undang- undang Kesehaan dan Rumah Sai, Jaara: Rinea Cipa. Wasis, Ns, Pedoman Rise Prais unu Profesi Perawa, 2008, Jaara : EGC.

14

15

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengerian Persediaan (Invenory) Persediaan didefinisikan sebagai barang jadi yang disimpan aau digunakan unuk dijual pada periode mendaang, yang dapa berbenuk bahan baku yang

Lebih terperinci

PELAYANAN HIV/AIDS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

PELAYANAN HIV/AIDS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Working Paper Series No. 16 July 2007, Firs Draf PELAYANAN HIV/AIDS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Andris Purwaningias, Yanri Wijayani Subrono, Mubasysyir Hasanbasri Kaakunci: hospials, HIV/AIDS, healh

Lebih terperinci

MANAJEMEN LABA RIIL DAN BERBASIS AKRUAL: DAPATKAH AUDITOR YANG BERKUALITAS MENDETEKSINYA?

MANAJEMEN LABA RIIL DAN BERBASIS AKRUAL: DAPATKAH AUDITOR YANG BERKUALITAS MENDETEKSINYA? MANAJEMEN LABA RIIL DAN BERBASIS AKRUAL: DAPATKAH AUDITOR YANG BERKUALITAS MENDETEKSINYA? Dwi Ramono Universias Diponegoro Absrac This sudy examines wheher managemen of public companies in Indonesia engage

Lebih terperinci

Analisis Gerak Osilator Harmonik Dengan Gaya pemaksa Bebas Menggunakan Metode Elemen Hingga Dewi Sartika junaid 1,*, Tasrief Surungan 1, Eko Juarlin 1

Analisis Gerak Osilator Harmonik Dengan Gaya pemaksa Bebas Menggunakan Metode Elemen Hingga Dewi Sartika junaid 1,*, Tasrief Surungan 1, Eko Juarlin 1 Analisis Gerak Osilaor Harmonik Dengan Gaya pemaksa Bebas Menggunakan Meode Elemen Hingga Dewi Sarika junaid 1,*, Tasrief Surungan 1, Eko Juarlin 1 1 Jurusan Fisika FMIPA Universias Hasanuddin, Makassar

Lebih terperinci

Jawaban Soal Latihan

Jawaban Soal Latihan an Soal Laihan 1. Terangkanlah ari grafik-grafik di bawah ini. dan ulis persamaan geraknya. an: a. Merupakan grafik kecepaan erhadap waku, kecepaan eap. Persamaan v()=v b. Merupakan grafik jarak erhadap

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI ANDROID UNTUK MENGHITUNG BIAYA LISTRIK RUMAH TANGGA

RANCANG BANGUN APLIKASI ANDROID UNTUK MENGHITUNG BIAYA LISTRIK RUMAH TANGGA RANCANG BANGUN APLIKASI ANDROID UNTUK MENGHITUNG BIAYA LISTRIK RUMAH TANGGA skripsi disajikan sebagai salah sau syara unuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Sudi Pendidikan Teknik Elekro oleh

Lebih terperinci

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks)

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Mercu Buana MODUL PERTEMUAN KE 3. MATA KULIAH : FISIKA DASAR (4 sks) MODUL PERTEMUAN KE 3 MATA KULIAH : (4 sks) MATERI KULIAH: Jarak, Kecepaan dan Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Percepaan; Gerak Lurus Berauran, Gerak Lurus Berubah Berauran POKOK BAHASAN: GERAK LURUS 3-1

Lebih terperinci

II. Penggunaan Alat Peraga. segitiga, kemudian guru bertanya Berapakah alasnya? (7) Berapakah tingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapatkannya?

II. Penggunaan Alat Peraga. segitiga, kemudian guru bertanya Berapakah alasnya? (7) Berapakah tingginya? (2), Bagaimanakah cara mendapatkannya? rumus luas layang-layang dengan pendekaan luas segiiga 1. Memahami konsep luas segiiga 2. Memahami layang-layang dan unsur-unsurnya (pengerian layanglayang dan diagonal-diagonalnya) Langkah 1 Gb. 11.2

Lebih terperinci

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan

KINEMATIKA. gerak lurus berubah beraturan(glbb) gerak lurus berubah tidak beraturan KINEMATIKA Kinemaika adalah mempelajari mengenai gerak benda anpa memperhiungkan penyebab erjadi gerakan iu. Benda diasumsikan sebagai benda iik yaiu ukuran, benuk, roasi dan gearannya diabaikan eapi massanya

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH. Oleh: Tri Wibowo & Hidayat Amir 1. Abstraksi

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH. Oleh: Tri Wibowo & Hidayat Amir 1. Abstraksi FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR RUPIAH Oleh: Tri Wibowo & Hidaya Amir 1 Absraksi Salah sau indikaor makro pening dalam penyusunan APBN adalah asumsi nilai ukar rupiah erhadap US$. Asumsi besaran

Lebih terperinci

Agar Xn berperilaku acak yang dapat dipertanggungjawabkan :

Agar Xn berperilaku acak yang dapat dipertanggungjawabkan : ara memperoleh data Zaman dahulu, dgn cara : 1. Melempar dadu 2. Mengoco artu Zaman modern (>1940), dgn cara membentu bilangan aca secara numeri/ aritmati(menggunaan omputer), disebut Pseudo Random Number

Lebih terperinci

E-book Statistika Gratis... Statistical Data Analyst. Uji Asumsi Klasik Regresi Linear

E-book Statistika Gratis... Statistical Data Analyst. Uji Asumsi Klasik Regresi Linear E-boo Sasa Gras... Sascal Daa Anals Uj Asums Klas Regres Lnear Pada penulsan enang Regres Lnear n, penuls aan memberan bahasan mengena Uj Asums Klas epada para pembaca unu memberan pemahaman dan solus

Lebih terperinci

Kajian Teoritik Sistem Peredam Getaran Satu Derajat Kebebasan

Kajian Teoritik Sistem Peredam Getaran Satu Derajat Kebebasan JURNL TEKNIK MESIN Vol., No., Oober 999 : 56-6 Kajian Teorii Sise Pereda Gearan Sau Deraja Kebebasan Joni Dewano Dosen Faulas Teni, Jurusan Teni Mesin Universias Krisen Pera bsra Gearan yang erjadi pada

Lebih terperinci

PENGUJIAN PEMBERLAKUAN RUMUS SEGITIGA BOLA DALAM PENENTUAN ARAH KIBLAT SHOLAT

PENGUJIAN PEMBERLAKUAN RUMUS SEGITIGA BOLA DALAM PENENTUAN ARAH KIBLAT SHOLAT PENGUJIAN PEMBERLAKUAN RUMUS SEGITIGA BOLA DALAM PENENTUAN ARAH KIBLAT SHOLAT Galuh Kusuma Wardhani, Wahyu Kurniawan, Naalia Dianing Gulia, Wahyu Hari Krisiyano Progdi Fisika dan Pendidikan Fisika, FSM,

Lebih terperinci

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran SILABUS Nama Sekolah : SMA N 78 JAKARTA Maa Pelajaran : MATEMATIKA LANJUTAN Beban Belajar : 2 sks STANDAR KOMPETENSI: 1. Menyusun lingkaran dan garis singgungnya. Dasar 1.1 Menyusun lingkaran yang memenuhi

Lebih terperinci

VERIFIKASI PERHITUNGAN PERANGKAT HOOK (KAIT) OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 25 TON PADA PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR

VERIFIKASI PERHITUNGAN PERANGKAT HOOK (KAIT) OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 25 TON PADA PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR PRPN BATAN, 4 November 03 VERIFIKASI PERHITUNGAN PERANGKAT HOOK (KAIT) OVERHEAD TRAVELLING CRANE DENGAN KAPASITAS ANGKAT 5 TON PADA PABRIK ELEMEN BAKAR NUKLIR Syamsurrijal Ramdja dan Perus Zacharias PRPN

Lebih terperinci

PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTILAYER FEEDFORWARD NETWORK DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION

PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTILAYER FEEDFORWARD NETWORK DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION Konferensi Nasional Sistem dan Informatia 2008; Bali, November 5, 2008 PREDIKSI HARGA SAHAM MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN MULTILAYER FEEDFORWARD NETWORK DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION Wahyudi Setiawan

Lebih terperinci

PERAMALAN DENGAN MODEL SVAR PADA DATA INFLASI INDONESIA DANNILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP KURS DOLAR AMERIKA

PERAMALAN DENGAN MODEL SVAR PADA DATA INFLASI INDONESIA DANNILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP KURS DOLAR AMERIKA PERAMALAN DENGAN MODEL SVAR PADA DATA INFLASI INDONESIA DANNILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP KURS DOLAR AMERIKA Daivi S. Wardani, Adi Seiawan, Didi B. Nugroho Program Sudi Maemaika Fakulas Sains dan Maemaika,

Lebih terperinci

ANALISIS BEDA. Konsep. Uji t (t-test) Teknik Uji Beda. Agus Susworo Dwi Marhaendro

ANALISIS BEDA. Konsep. Uji t (t-test) Teknik Uji Beda. Agus Susworo Dwi Marhaendro ANALII BEA Agus usworo wi Marhaedro Kosep Peeliia bermaksud meguji keadaa (sesuau) yag erdapa dalam suau kelompok dega kelompok lai Meguji apakah erdapa perbedaa yg sigifika di aara kelompok-kelompok Tekik

Lebih terperinci

ANALISIS BEDA Fx F.. S u S g u i g y i an a t n o t da d n a Ag A u g s u Su S s u wor o o

ANALISIS BEDA Fx F.. S u S g u i g y i an a t n o t da d n a Ag A u g s u Su S s u wor o o ANALII BEDA Fx. ugiyao da Agus usworo Kosep Peeliia bermaksud meguji keadaa (sesuau) yag erdapa dalam suau kelompok dega kelompok lai Meguji apakah erdapa perbedaa yg Meguji apakah erdapa perbedaa yg sigifika

Lebih terperinci

STUDI DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG KALI SURABAYA SEGMEN GUNUNGSARI JAGIR DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING STUDY OF CARRYING CAPACITY AND ASSIMILATIVE

STUDI DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG KALI SURABAYA SEGMEN GUNUNGSARI JAGIR DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING STUDY OF CARRYING CAPACITY AND ASSIMILATIVE STUDI DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG KALI SURABAYA SEGMEN GUNUNGSARI JAGIR DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING STUDY OF CARRYING CAPACITY AND ASSIMILATIVE CAPACITY OF SURABAYA RIVER AT GUNUNGSARI JAGIR SEGMENT

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DAN PENOMORAN BENANG

KONSTRUKSI DAN PENOMORAN BENANG e Geomer : Yarn and wine wine srengh Shape & area of ne locked area e weigh Load disribuion Soal KOSRUKSI DA PEOMORA EAG SIGLE YAR S S - wis PLY Z PLY Z - wis WIE (S-wis) 3 ex X 3 Z x 3 S DIREC UMERIG

Lebih terperinci

KAJIAN UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS G4 PT INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN BALI

KAJIAN UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS G4 PT INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN BALI ESIS KAJIAN UNJUK KERJA PEMBANGKI LISRIK ENAGA GAS G4 P INDONESIA POWER UNI BISNIS PEMBANGKIAN BALI YON EKO SAPURO PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSIAS UDAYANA DENPASAR 204 ESIS KAJIAN UNJUK KERJA PEMBANGKI

Lebih terperinci

MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU

MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU 1 MODEL OSILASI HARMONIK LOGARITMIK PADA GERAK BEBAN DENGAN MASSA YANG BERUBAH SECARA LINIER TERHADAP WAKTU MODEL OF HARMONIC LOGARITHMIC MOTION OSCILLATION WITH THE MASSCHANGING LINEARLY WITH TIME Kunlesiowai

Lebih terperinci

einstein cs Fisika Soal

einstein cs Fisika Soal [OSN-Kabupaten 2008] 1. Sebuah elevator nai e atas dengan percepatan a e. Saat etinggian elevator terhadap tanah adalah h dan ecepatannya adalah v e (anggap t = 0), sebuah bola dilepar vertial e atas dengan

Lebih terperinci

NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN

NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN NILAI AKUMULASI ANUITAS AKHIR DENGAN ASUMSI DISTRIBUSI UNIFORM UNTUK m KALI PEMBAYARAN Nomi Kelari *, Hasriai 2, Musraii 2 Mahasiswa Program S Maemaika 2 Dose Jurusa Maemaika Fakulas Maemaika da Ilmu Pegeahua

Lebih terperinci

BUKU CATATAN 62 >5>5>?

BUKU CATATAN 62 >5>5>? BUKU CATATAN 62!ida% lama lagi *unda -u.imu a%an men0a1uh%an 1a%h1a -e1an %e 1anah dan menghan.ur%an %epada ular5 6ilangn7a ana%8ana% dan %e0andaan a%an lang9ung :era%hir5 -i naga a%an di9erah%an %epada

Lebih terperinci

SISTEM USAHA TANI TERINTEGRASI TANAMAN-TERNAK SEBAGAI RESPONS PETANI TERHADAP FAKTOR RISIKO. Tjeppy D. Soedjana

SISTEM USAHA TANI TERINTEGRASI TANAMAN-TERNAK SEBAGAI RESPONS PETANI TERHADAP FAKTOR RISIKO. Tjeppy D. Soedjana SISTEM USAHA TANI TERINTEGRASI TANAMAN-TERNAK SEBAGAI RESPONS PETANI TERHADAP FAKTOR RISIKO Tjeppy D. Soedjana Pua Peneliian dan Pengembangan Peernakan, Jalan Raya Pajajaran Kav. E. 59, Bogor 16151 ABSTRAK

Lebih terperinci

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER

JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER STATISTIK CUKUP Oleh: Ramayai Rizka M (11810101003), Dey Ardiao (1181010101), Ikfi Ulyawai (1181010103), Falviaa Yulia Dewi (1181010106), Ricki Dio Rosada (11810101034), Nurma Yuia D (11810101035), Wula

Lebih terperinci

< < < < ry14 < < < +i- -9 -g. 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha

< < < < ry14 < < < +i- -9 -g. 1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha lha ry rq 9 g rrq hq rr! L, +, : F L ah{ _ L.{ b.{ PRATURAN DRKS PRUSAHAAN UMUM PRUM) JAMNAN KRDTT NDONSA NOMOR : 2 /PerDrp{ll2ml TNTANG STANDARD OPRATNG PROCD,R (SOP) PMAMNAN KRDT UMUM BRBASS RJSKO PRUSAHAAN

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA MASYARAKAT DI DESA SENURO TIMUR Nur Alam Fajar * dan Misnaniarti ** ABSTRAK Penyakit menular seperti diare dan ISPA (Infeksi

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG MATEMATIS

LATAR BELAKANG MATEMATIS 8 II LATAR BELAKANG MATEMATIS Derii : Bab ini memberian gambaran tentang latar belaang matemati ang digunaan ada item endali eerti eramaan linear diferenial orde (atu), orde (dua), orde tinggi, tranformai

Lebih terperinci

GAMBARAN IMPLEMENTASI PROSEDUR CUCI TANGAN PERAWAT DI RSD. PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA

GAMBARAN IMPLEMENTASI PROSEDUR CUCI TANGAN PERAWAT DI RSD. PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA GAMBARAN IMPLEMENTASI PROSEDUR CUCI TANGAN PERAWAT DI RSD. PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL YOGYAKARTA Karya Tulis Tulis Untuk memenuhi syarat memperoleh derajat Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS KLUSTER UNTUK SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI TEKS BAHASA INDONESIA

TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS KLUSTER UNTUK SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI TEKS BAHASA INDONESIA TEMU KEMBALI INFORMASI BERBASIS KLUSTER UNTUK SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI TEKS BAHASA INDONESIA Amir Hamzah Jurusan Teknik Informaika, Fakulas Teknologi Indusri Insiu Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakara

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 Zuraidah, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih terperinci

Abstrak. Ikan nila dapat berkembans biak dcnsan rnudah secara alarni cli kolarn. tantbak. alau pun

Abstrak. Ikan nila dapat berkembans biak dcnsan rnudah secara alarni cli kolarn. tantbak. alau pun M;{alah llmiah sriwijaya, valume XIX, No.I2, iuli 2011 rssn 0r26_468ii Majal, i?i,r;i ls.lrrabec PBNGARUH IIORMON TESTOSTBRON TERIHDAP MASKULIMSASI BENIH IKAN NILA (oreochromis niroicus) DENGAN METODE

Lebih terperinci

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI

SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI SOLUSI SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL NON LINEAR MENGGUNAKAN METODE EULER BERBANTUAN PROGRAM MATLAB SKRIPSI oleh: RILA DWI RAHMAWATI NIM: 0350050 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Rumah sakit sebagai institusi penyedia jasa pelayanan kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Rumah sakit sebagai institusi penyedia jasa pelayanan kesehatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan sarana penyedia layanan kesehatan untuk masyarakat. Rumah sakit sebagai institusi penyedia jasa pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna

Lebih terperinci

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1)

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1) KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU Trisna Anggreini 1) Abstract. The purpose of this research are acessing the correlation of attitudes

Lebih terperinci

PENENTUAN UMUR SIMPAN PADA PRODUK PANGAN. Heny Herawati

PENENTUAN UMUR SIMPAN PADA PRODUK PANGAN. Heny Herawati PENENTUAN UMUR SIMPAN PADA PRODUK PANGAN Heny Herawai Balai Pengkajian Teknologi Peranian Jawa Tengah, Buki Tegalepek, Koak Po 101 Ungaran 50501 ABSTRAK Pengolahan pangan pada induri komerial anara lain

Lebih terperinci

PENYELESAIAN NUMERIK INTEGRAL LIPAT TIGA DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI ROMBERG

PENYELESAIAN NUMERIK INTEGRAL LIPAT TIGA DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI ROMBERG PENYELESAIAN NUMERIK INTEGRAL LIPAT TIGA DENGAN MENGGUNAKAN INTEGRASI ROMBERG SKRIPSI Ole Uba Dilla NIM 0680000 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 0 PENYELESAIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. fungsinya ditandai dengan adanya mutu pelayanan prima rumah. factor.adapun factor yang apling dominan adalah sumber daya

BAB I PENDAHULUAN. fungsinya ditandai dengan adanya mutu pelayanan prima rumah. factor.adapun factor yang apling dominan adalah sumber daya 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan, rujukan dan atau upaya penunjang,

Lebih terperinci

PENGARUH PENGATURAN TEMPAT DUDUK U SHAPE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PRIMARY DI HARVARD ENGLISH COURSE SEI RAMPAH SKRIPSI

PENGARUH PENGATURAN TEMPAT DUDUK U SHAPE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PRIMARY DI HARVARD ENGLISH COURSE SEI RAMPAH SKRIPSI PENGARUH PENGATURAN TEMPAT DUDUK U SHAPE TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA PRIMARY DI HARVARD ENGLISH COURSE SEI RAMPAH SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Psikologi OLEH : DEEPRAJ

Lebih terperinci

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik An ounce of prevention is worth a pound of cure Pencegahan kecil mempunyai nilai yang sama dengan pengobatan yang banyak

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID ABSTRAK PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih dan Rini Oktariza Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi

Lebih terperinci

CAHPS Surgical Care Survey. Version: 2.0 Populasi: Dewasa Bahasa: Bahasa Indonesia

CAHPS Surgical Care Survey. Version: 2.0 Populasi: Dewasa Bahasa: Bahasa Indonesia Version:.0 Populasi: Dewasa Bahasa: Bahasa Indonesia File name: CAHPS Surgical Care Survey_Bahasa Indonesia_0 Last updated: November, 0 Instruksi Survei Jawab setiap pertanyaan dengan menandai kotak yang

Lebih terperinci

Rauf Harmiady. Poltekkes Kemenkes Makassar ABSTRAK

Rauf Harmiady. Poltekkes Kemenkes Makassar ABSTRAK FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN PRINSIP 6 BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT OLEH PERAWAT PELAKSANA DI RUANG INTERNA DAN BEDAH RUMAH SAKIT HAJI MAKASSAR Rauf Harmiady Poltekkes Kemenkes Makassar

Lebih terperinci

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN DI UNIT KEPERAWATAN. Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep.

PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN DI UNIT KEPERAWATAN. Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep. PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KEPERAWATAN DI UNIT KEPERAWATAN Oleh : Windy Rakhmawati, S.Kp, M.Kep. 1. Pendahuluan Sejalan dengan berkembangnya zaman, pelayanan kesehatan pun mengalami perkembangan dalam

Lebih terperinci

PERCOBAAN I HUKUM NEWTON

PERCOBAAN I HUKUM NEWTON PERCOBAAN I HUKUM NEWTON I. Tujuan Mepelajai geak luus beubah beauan pada bidang daa dengan banuan ai ack ail unuk enenukan hubungan anaa jaak, waku, kecepaan, dan waku, sea hubungan anaa assa, pecepaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang tua yang sudah memiliki anak. Enuresis telah menjadi salah satu

BAB I PENDAHULUAN. orang tua yang sudah memiliki anak. Enuresis telah menjadi salah satu 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Enuresis atau yang lebih kita kenal sehari-hari dengan istilah mengompol, sudah tidak terdengar asing bagi kita khususnya di kalangan orang tua yang sudah memiliki

Lebih terperinci

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA STRATEGIS BISNIS DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN DENGAN

Lebih terperinci

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN Diajukan oleh : RIKKI GUNAWAN GIRSANG N P

Lebih terperinci

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI

PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI PENDUGAAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN METODE PREDIKSI TAK BIAS LINIER TERBAIK EMPIRIK PADA MODEL PENDUGAAN AREA KECIL SKRIPSI Disusun Oleh: NANDANG FAHMI JALALUDIN MALIK NIM. J2E 009

Lebih terperinci

SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK

SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK SENI DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK Nur Auliah Hafid Widyaiswara LPMP Sulsel 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Seni dapat meningkatkan Kecerdasan Emosional

Lebih terperinci

KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS DI CSSD RSUD DR. SOETOMO YENNYKA LEILASARIYANTI 2443008138

KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS DI CSSD RSUD DR. SOETOMO YENNYKA LEILASARIYANTI 2443008138 KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS DI CSSD RSUD DR. SOETOMO YENNYKA LEILASARIYANTI 2443008138 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2012 ABSTRAK KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS DI CSSD

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Rumah sakit merupakan salah satu unit usaha yang memberikan pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan,

Lebih terperinci

Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org

Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org Uji Validitas dan Reliabilitas Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

KARTU BIMBINGAN PENELITIAN

KARTU BIMBINGAN PENELITIAN Lampiran 1 KARTU BIMBIGA PEELITIA Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Pembangunan asional Veteran Jakarta Tahun 2011 Peneliti Judul : Linda Wattimena : Hubungan Tingkat

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum

LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat sarjana strata-1 kedokteran umum PERBEDAAN KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA BIJAK Penelitian di Instalasi Rawat Jalan Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr. Kariadi LAPORAN AKHIR HASIL

Lebih terperinci

PENGARUH PELATIHAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM TERHADAP PENERAPAN MAKP TIM DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN.

PENGARUH PELATIHAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM TERHADAP PENERAPAN MAKP TIM DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN. PENGARUH PELATIHAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL (MAKP) TIM TERHADAP PENERAPAN MAKP TIM DI RSUD DR. SOEGIRI LAMONGAN Suratmi.......ABSTRAK....... Kinerja perawat merupakan salah satu faktor penting

Lebih terperinci

Karya Tulis Ilmiah. Disusun oleh: RASTIFIATI 20080320108

Karya Tulis Ilmiah. Disusun oleh: RASTIFIATI 20080320108 HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN PRIMIGRAVIDA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA Karya Tulis Ilmiah Disusun dan Diajukan untuk

Lebih terperinci

BAB VI PEMBAHASAN. RSPAD Gatot Soebroto. Cara pengambilan data menggunakan metode Cross

BAB VI PEMBAHASAN. RSPAD Gatot Soebroto. Cara pengambilan data menggunakan metode Cross BAB VI PEMBAHASAN Pembahasan adalah kesenjangan yang muncul setelah peneliti melakukan penelitian kemudian membandingkan antara teori dengan hasil penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari 16 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keselamatan Pasien (Patient Safety) merupakan isu global dan nasional bagi rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEBAK KATA TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA (Studi Eksperimen Di kelas XI IPA SMA Negeri 4 Tasikmalaya)

Lebih terperinci

BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) SISWA SMAN 2 JEMBER

BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) SISWA SMAN 2 JEMBER BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) SISWA SMAN 2 JEMBER SKRIPSI diajukan guna memenuhi tugas akhir dan memenuhi syarat-syarat untuk menyelesaikan Pendidikan

Lebih terperinci

OLEH : RUMITA ENA SARI

OLEH : RUMITA ENA SARI PENGARUH PERSEPSI MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS BROMO KECAMATAN MEDAN DENAI KOTA MEDAN TAHUN 2009 OLEH : RUMITA ENA SARI 041000010 FAKULTAS

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI SISWA-SISWI DI SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA

KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI SISWA-SISWI DI SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI SISWA-SISWI DI SMP MUHAMMADIYAH 1 KARTASURA Karya Tulis Ilmiah ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dirumah sakit merupakan bentuk

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dirumah sakit merupakan bentuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dirumah sakit merupakan bentuk pelayanan yang di berikan kepada pasien melibatkan tim multi disiplin termasuk tim keperawatan.

Lebih terperinci

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD UCAPAN TERIMA KASIH DENGAN KEDISIPLINAN WAKTU SAAT MENGIKUTI TIMBANG TERIMA PERAWAT RUANG BEDAH DI RSUP Dr.

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD UCAPAN TERIMA KASIH DENGAN KEDISIPLINAN WAKTU SAAT MENGIKUTI TIMBANG TERIMA PERAWAT RUANG BEDAH DI RSUP Dr. HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD UCAPAN TERIMA KASIH DENGAN KEDISIPLINAN WAKTU SAAT MENGIKUTI TIMBANG TERIMA PERAWAT RUANG BEDAH DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG SKRIPSI Disusun untuk memenuhi persyaratan mencapai

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, - 1 - PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RA. BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

MODEL MATEMATIKA REAKSI SINTESIS DIASILGLISEROL MENGGUNAKAN BIOKATALIS MELALUI MEKANISME ESTERIFIKASI TAK REVERSIBLE

MODEL MATEMATIKA REAKSI SINTESIS DIASILGLISEROL MENGGUNAKAN BIOKATALIS MELALUI MEKANISME ESTERIFIKASI TAK REVERSIBLE MAKARA, SAINS, VOL. 15, NO. 1, APRIL 2011: 28-32 MODEL MATEMATIKA REAKSI SINTESIS DIASILGLISEROL MENGGUNAKAN BIOKATALIS MELALUI MEKANISME ESTERIFIKASI TAK REVERSIBLE Heri Hermansyah *), Tania Surya Uami,

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM (MPKP) DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN MAJENE

HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM (MPKP) DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN MAJENE HUBUNGAN PENERAPAN METODE TIM (MPKP) DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN MAJENE Hardianti Anthon. P, Muh. Yassir, Adriani Kadir Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan STIKES Nani

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENCATATAN dan PELAPORAN EPIDEMIOLOGI

MANAJEMEN PENCATATAN dan PELAPORAN EPIDEMIOLOGI MANAJEMEN PENCATATAN dan PELAPORAN EPIDEMIOLOGI A. Pengertian Pencatatan dan Pelaporan merupakan kegiatan yang harus diperhatikan oleh tenaga kesehatan (khususnya Epidemiolog) dalam rangka memberikan pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak pada hakikatnya merupakan aset terpenting dalam tercapainya keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa selanjutnya. Derajat kesehatan anak

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa

KATA PENGANTAR. Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) RSUD Ambarawa KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, taufik, dan karunia Nya, kami dapat menyelesaikan Penyusunan Buku Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepatuhan Menurut Adiwimarta, Maulana, & Suratman (1999) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kepatuhan didefinisikan sebagai kesetiaan, ketaatan atau loyalitas. Kepatuhan yang

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PRINSIP 12 BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM

HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PRINSIP 12 BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PRINSIP 12 BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM dr. H. KOESNADI KABUPATEN BONDOWOSO SKRIPSI Oleh Retno Utami NIM 102310101045 PROGRAM

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo)

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) SKRIPSI Disusun Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Persyaratan Guna Meraih

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa

BAB I PENDAHULUAN. lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nyeri punggung bawah adalah perasaan nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan lokal di bawah batas kosta dan di atas lipatan glutealis inferior, dengan atau tanpa

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih.. Dalam BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 21 Pengertian Regresi Linier Pengertian regresi secara umum adalah sebuah alat statistik yang memberikan penjelasan tentang pola hubungan (model) antara dua variabel atau lebih

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39

PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai aterm adalah 280 sampai 300 hari atau 39 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS TERHADAP PERILAKU ANC PUSKESMAS LATAMBAGA KABUPATEN KOLAKA The Relationship Of Knowledge And Attitude Of Pregnant

Lebih terperinci

ABSTRACT. : Clean And Healthy Lifestyle, Washing Hands With Soap, Knowledge, Attitude, Actions

ABSTRACT. : Clean And Healthy Lifestyle, Washing Hands With Soap, Knowledge, Attitude, Actions GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI YAYASAN PERGURUAN TUT WURI HANDAYANI DI MABAR KECAMATAN MEDAN DELI TAHUN 2014 Winda Sari

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00

PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00 DAFTAR INDUK DOKUMEN RSUD TUGUREJO PROVINSI JAWA TENGAH TU & HUMAS PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00 1 No. 1 Tahun 2013 Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit RSUD Tugurejo

Lebih terperinci

Semuel Sandy, M.Sc*, Maxi Irmanto, M.Kes, ** *) Balai Litbang Biomedis Papua **) Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih

Semuel Sandy, M.Sc*, Maxi Irmanto, M.Kes, ** *) Balai Litbang Biomedis Papua **) Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih Analisis Hubungan Tingkat Kecukupan Gizi Terhadap Status Gizi pada Murid Sekolah Dasar di SD Inpres Dobonsolo dan SD Inpres Komba, Kabupaten Jayapura, Papua Semuel Sandy, M.Sc*, Maxi Irmanto, M.Kes, **

Lebih terperinci

Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS.

Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS. 121 Lampiran 1. Langkah perhitungan Uji Validitas di SPSS. 1. Pilih program SPSS for Windows pada komputer anda. Setelah itu, pilih Cancel. 2. Pada variable view, ketik: Nomor1 (Nomor2, Nomor3,, Nomor20)

Lebih terperinci

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni 1 MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT Henni Djuhaeni I. Pendahuluan Pelayanan medik khususnya medik spesialistik merupakan salah satu Ciri dari Rumah Sakit yang membedakan antara Rumah Sakit dengan

Lebih terperinci

SASARAN Semua Tenaga Pelayanan Kesehatan, Dokter, Perawat, Bidan. METODE Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Kunjungan lapangan, Praktek

SASARAN Semua Tenaga Pelayanan Kesehatan, Dokter, Perawat, Bidan. METODE Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Kunjungan lapangan, Praktek PENDAHULUAN Health Care Associated Infection ( HAIs) atau Infeksi sehubungan dengan pelayanan kesehatan merupakan masalah serius bagi semua sarana pelayanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Lebih terperinci

KAJIAN STANDAR KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI FASYANKES

KAJIAN STANDAR KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI FASYANKES KAJIAN STANDAR KEBUTUHAN SDM KESEHATAN DI FASYANKES Disajikan Pada : Lokakarya Nasional Pengembangan dan Pemberdayaan SDMK Tahun 2014 KA. PUSRENGUN SDM KESEHATAN PENDAHULUAN ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN

Lebih terperinci

NILAI DAN STANDAR MERCK

NILAI DAN STANDAR MERCK Be well NILAI DAN SANDAR MERCK DASAR KEBERHASILAN KIA ata ertib Edisi III BANUAN LAIN Sumber Daya untuk Karyawan Supervisor atau Manajer Mulailah dengan berkonsultasi kepada orang yang paling memahami

Lebih terperinci

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RAWAT INAP DENGAN METODE SERVICE QUALITY DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER SKRIPSI. Oleh

STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RAWAT INAP DENGAN METODE SERVICE QUALITY DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER SKRIPSI. Oleh STRATEGI PENINGKATAN MUTU PELAYANAN RAWAT INAP DENGAN METODE SERVICE QUALITY DI RSD dr. SOEBANDI JEMBER SKRIPSI Oleh Diah Puspitasari NIM 072110101045 BAGIAN ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penelitian Tanggung jawab sosial merupakan tanggung jawab perusahan terhadap lingkungan dan para pemangku kepentingan. Tanggung jawab sosial menjadikan perusahaan

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP SESUAI DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT UMUM R.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP SESUAI DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT UMUM R. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN DOKTER DALAM PENULISAN RESEP SESUAI DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT UMUM R.A. KARTINI JEPARA TAHUN 2006 PROPOSAL PENELITIAN Program Studi Magister

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA

TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA (Studi Korelasional tentang Pengaruh Tayangan Talkshow Satu Jam Lebih Dekat di TvOne dan Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa FISIP

Lebih terperinci

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA. Karnawan Joko Setyono. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA ANGKUTAN UMUM DAN SEPEDA MOTOR UNTUK MAKSUD KERJA Abstract Karnawan Joko Setyono Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang The objectives of this research are to calibrate

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengujian hipotesis tentang perbedaan dua parameter rata-rata, dilakukan

ABSTRAK. Pengujian hipotesis tentang perbedaan dua parameter rata-rata, dilakukan PENGUJIAN PERBEDAAN DUA RATA-RATA Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan

Lebih terperinci