KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP"

Transkripsi

1

2 KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya berpenghasilan rendah, pemukiman dan lingkungannya rawan serta tidak/belum tersedianya sarana sanitasi yang layak. Air bersih yang layak tersebut adalah layak secara kualitas maupun layak secara kuantitas. Kebutuhan air itu sudah sepantasnya dapat terpenuhi. Dan upaya penyediaan air minum di masyarakat harus sejalan dengan penanganan kesehatan dan sanitasinya. Melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas), pemerintah berupaya untuk (i) meningkatkan jumlah masyarakat pedesaan dan peri-urban untuk mendapatkan akses air minum, kesehatan dan sanitasi, (ii) mengurangi jumlah penduduk terserang penyakit diare dan penyakit lainnya yang ditularkan melalui air dan lingkungan, serta (iii) meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelaksanaan maupun penanganan pasca proyek. Sehingga, pada akhirnya pencapaian target MDGs bidang air minum, dan penyehatan lingkungan (AMPL) dapat terwujud. Program Pamsimas dilaksanakan di 15 provinsi. Dan merupakan program lintas kementerian: Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan. Koordinasi lintas kementerian di tingkat pusat maupun daerah sangat penting. Oleh karena itu, amat perlu adanya Buku Pedoman maupun Petunjuk Pelaksanaan Program Pamsimas, yang dapat menjadi acuan dalam menjalankan seluruh kegiatan. Semoga dengan Buku Pedoman dan Buku Petunjuk Teknis yang cukup lengkap ini dapat memberikan arahan pada seluruh siklus kegiatan Pamsimas; baik dalam hal peran masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, mampu melaksanakan pengoperasian, sampai dengan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi yang sehat. Jakarta, Pebruari 2012 Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- i

3 KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kualitas maupun kuantitas. Namun masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Program Pamsimas adalah program andalan Pemerintah di dalam penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat bagi masyarakat miskin di pedesaan. Sejak 2008 Pamsimas dilaksanakan, dampaknya positif bagi masyarakat desa yang tersebar di 15 provinsi. Sebagai program stimulan dengan pendekatan berbasis masyarakat, program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus sebagai penanggungjawab pelaksanaan kegiatan. Agar lancar dan dapat dipertanggungjawabkan, maka diperlukan Buku Pedoman dan Petunjuk Teknis. Buku-buku ini merupakan penyempurnaan buku-buku tahun lalu, dan banyak manfaat dapat dipetik, antara lain: Mengendalikan program termasuk penilaian kinerja pendampingan masyarakat dalam pembuatan semua bentuk dokumen program Pamsimas Panduan kerja pengendalian mutu pelaksanaan pendampingan masyarakat dalam hal pembuatan segala bentuk dokumen terkait program Pamsimas Memantau dan evaluasi proses pendampingan masyarakat untuk membuat semua pelaporan dan pertanggungjawaban Panduan untuk memfasilitasi masyarakat dalam membuat segala jenis dokumen dalam kegiatan program Pamsimas Memahami secara menyeluruh segala bentuk pelaporan dan pertanggungjawaban di tingkat masyarakat Memastikan semua pelaporan dan pertanggungjawaban dapat dibuat oleh masyarakat dan memuat informasi yang benar Dengan demikian diharapkan seluruh aspek kegiatan di tingkat masyarakat dapat berjalan dengan baik. Masyarakat dapat menikmati air bersih dan sanitasi yang layak sepanjang massa dalam pengelolaan yang berkelanjutan. Jakarta, Pebruari 2012 Direktur Pengembangan Air Minum - DJCK, Ir. Danny Sutjiono /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- ii

4 DAFTAR ISI Hal KATA SAMBUTAN...i KATA PENGANTAR...ii DAFTAR ISI...iii DAFTAR TABEL...vi DAFTAR GAMBAR...vi DAFTAR SINGKATAN...vii BAB 1. PENDAHULUAN Tujuan Pengertian Prinsip-Prinsip Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pengguna Petunjuk Teknis... 2 BAB 2. PENGUKURAN INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM DAN PROSES KEGIATAN PAMSIMAS Sasaran Dan Obyek Pemantauan Indikator Capaian Program (KPI) Matrik Indikator Capaian Program Indikator Capaian Proses Pamsimas Ketentuan Umum Siklus Kegiatan di Tingkat Kabupaten / Kota Siklus Kegiatan di Tingkat Masyarakat (Bulan 1-24) BAB 3. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pengertian Prinsip Tujuan Ketentuan Umum Kerangka dan Struktur Data SIM /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- iii

5 3.1.6 Output / Pelaporan Pemantauan Keberlanjutan Ketentuan Umum Tujuan Pemantauan Keberlanjutan Peran dan Pelaku Pemantauan Keberlanjutan Tahap Pelaksanaan Pemantauan Keberlanjutan BAB 4. MASTER SCHEDULE DAN QUICK STATUS Ketentuan Umum Prosedur Penyusunan Master Schedule dan Rencana Kerja Prosedur Pelaporan Quick Status BAB 5. UJI PETIK Ketentuan Umum Prosedur Pelaksanaan Uji Petik Mekanisme Pelaporan Uji Petik BAB 6. EVALUASI Ketentuan Umum Prosedur Pelaksanaan Evaluasi BAB 7. PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT ( PPM ) Ketentuan Umum Pengertian PPM Tujuan PPM Sasaran PPM Asas dan Prinsip PPM Media Pengaduan Masyarakat Jenis, Cakupan dan Kategori Pengaduan Paradigma Pengaduan Operasional / Strategi Dasar Prosedur Penanganan Pengaduan Masyarakat Langkah dan Kriteria Penyelesaian Masalah Langkah-langkah Penyelesaian Masalah: Standard Penyelesaian PPM Fasilitator Penanganan PPM Penanganan Pengaduan Pada Paska Program BAB 8. WEBSITE Tujuan Dan Sasaran Tujuan Sasaran Ketentuan Umum /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- iv

6 8.3 Uraian Isi (Content) Dan Penanggung Jawab BAB 9. PELAPORAN Ketentuan Umum Prosedur Pelaporan /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- v

7 DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Pengguna dan Manfaat Penggunaan Petunjuk Teknis Pemantauan dan Evaluasi. 2 Tabel 2.1 Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas... 6 Tabel 2.2 Matrik Kegiatan Pemantauan... 8 Tabel 3.1 Kerangka Pemantauan Keberlanjutan Program Pamsimas DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Pelaporan SIM Terpadu (IMIS) Gambar 3.3 Struktur Pengelolaan Data dari Daerah ke Pusat Gambar 3.4 Pelaporan SIM Pamsimas Gambar 3.5 Alur Pelaporan SIM PAMSIMAS /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- vi

8 DAFTAR SINGKATAN APBD APBN BABS BLM BOP BPD BPKP CMAC CPIU CPMU TKK FGD IFR IMAS IMIS KPPN LKM ODF PAMSIMAS PJM ProAKSi TKP PHLN PMAC PPK PPM : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Buang Air Besar Sembarangan : Bantuan Langsung Masyarakat : Biaya Operasional Proyek : Badan Perwakilan Desa : Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan : Central Management Advisoryy Consultant : Central Project Implementation Unit : Central Project Management Unit : Tim Koordinasi Kab/Kota : Focused Group Discussion / Diskusi Kelompok Terarah : Interim Financial Report : Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi : Integrated Management Information System : Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara : Lembaga Keswadayaan Masyarakat : Open Defecation Free : Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat : Perencanaan Jangka Menengah Program Air Minum, Kesehatan dan Sanitasi : Tim Koordinasi Provinsi : Pinjaman/ Hibah Luar Negeri : Provincial Management Advisoryy Consultant : Pejabat Pembuat Komitmen : Penanganan Pengaduan Masyarakat /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- vii

9 RAB RKM RPJM Satker SBS SIM POB SP2D SPK SPM SPPB TFM TKKc TKM UKT-Kes UKT-SAMS UPK UPM : Rencana Anggaran Biaya : Rencana Kerja Masyarakat : Rencana Pembangunan Jangka Menengah : Satuan Kerja : Stop Buang air besar Sembarangan : Sistem Informasi Manajemen : Prosedur Operasional Baku : Surat Perintah Pencairan Dana : Surat Perjanjian Kerja : Surat Perintah Membayar : Surat Perjanjian Pemberian Bantuan : Tim Fasilitator Masyarakat : Tim Koordinasi Kecamatan : Tim Kerja Masyarakat : Unit Kerja Teknis Kesehatan : Unit Kerja Teknis Sarana Air Minum dan Sanitasi : Unit Pengelola Keuangan : Unit Pengaduan Masyarakat /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- viii

10 BAB 1. PENDAHULUAN Pengintegrasian berbagai komponen dalam program Pamsimas yang menjadi sasaran dan obyek kegiatan harus dicapai selama kurun waktu pelaksanaan program. Untuk itu diperlukan pemantauan dan evaluasi yang secara khusus melihat perkembangan pencapaian target dan indikator Pamsimas secara konsisten dan terbuka. Pemantauan yang memadai terhadap kinerja program sangat diperlukan agar dapat dilakukan evaluasi yang mendorong pengelolaan program yang lebih efektif dan sesuai dengan tujuan Pamsimas. Mengingat banyaknya desa/kelurahan dan kegiatan dalam program Pamsimas, diperlukan suatu sistem pengelolaan informasi yang terintegrasi agar pelaksanaan dan kinerja keberhasilan Pamsimas dapat dengan mudah dipantau dan dievaluasi. Sistem pemantauan dan evaluasi Pamsimas diharapkan dapat memastikan pelaksanaan Pamsimas tepat waktu dan sesuai dengan capaian kegiatan Pamsimas. 1.1 TUJUAN Buku Petunjuk Teknis ini ditujukan sebagai acuan/panduan dalam melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan Program Pamsimas bagi para pelaku program. Buku Petunjuk Teknis ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pedoman Pengelolaan Program Pamsimas, Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat, dan petunjuk teknis lainnya. Buku ini juga merupakan panduan pengelolaan data dan informasi (SIM) untuk mendukung kegiatan pemantauan, evaluasi dan pelaporan semua kegiatan program Pamsimas. 1.2 PENGERTIAN Pemantauan adalah kegiatan pengumpulan informasi yang dilakukan secara periodik untuk memastikan suatu kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pemantauan adalah proses yang dilakukan selama siklus program, dimulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan keberlanjutan. Hasil kegiatan pemantauan digunakan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan dan penyesuaian terhadap perencanaan. Evaluasi adalah serangkaian kegiatan penilaian yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui keberhasilan dalam mencapai tujuan program. Kegiatan evaluasi /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 1

11 dilakukan dengan mengunakan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pelaporan adalah proses untuk menyajikan data dan informasi secara tepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dan kebijakan. Untuk memudahkan penyajian dan analisa data, pelaporan dilakukan dengan format yang telah ditentukan dan memadai. Format laporan harus dapat memberikan petunjuk atau informasi yang jelas dan sistematis sehingga memudahkan para pengambil keputusan dalam melakukan aktivitasnya. Pelaporan dilakukan secara berkala dan berjenjang. 1.3 PRINSIP-PRINSIP PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi mengikuti prinsip-prinsip berikut: Partisipatif. Semua pelaku program terutama masyarakat, fasilitator, dan konsultan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemantauan,evaluasi, dan pelaporan. Transparan. Pemantauan evaluasi, dan pelaporan harus dilakukan secara terbuka dan mudah diakses oleh semua pihak. Akurat. Informasi yang disampaikan harus menggunakan data yang benar, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. 1.4 PENGGUNA PETUNJUK TEKNIS Petunjuk Teknis ini diperuntukan bagi para pelaku program Pamsimas yang dapat dilihat pada Tabel 1.1 dibawah ini: Tabel 1.1 Pengguna dan Manfaat Penggunaan Petunjuk Teknis Pemantauan dan Evaluasi Pengguna Organisasi masyarakat (LKM, Satlak Pamsimas, Badan Pengelola SPAMS) Pengelola Program (CPMU, PPMU dan DPMU, Satker, PIU) Manfaat Memahami arti penting pemantauan, evaluasi, dan pelaporan yang dilakukan oleh masyarakat Terwujudnya proses pelaksanaan dan pengelolaan program secara terbuka dan transparan Segenap masyarakat dapat melakukan pemantauan dan memberikan masukan untuk perbaikan dalam pengelolaan program Masyarakat dapat melakukan Pemantauan secara berkelanjutan Memahami secara menyeluruh konsep pemantauan, evaluasi, dan pelaporan program Pamsimas Merencanakan pengelolaan program dan melakukan evaluasi sesuai tahapan yang ada dalam program Pamsimas Mengendalikan program termasuk penilaian kinerja pelaksanaan kegiatan Pamsimas /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 2

12 Pengguna Konsultan Pelaksana (CMAC, PMAC dan DMAC) Fasilitator Masyarakat Pemerintah (Pusat, Provinsi, Kota/Kabupaten) Kelompok Peduli/Pemerhati Manfaat Panduan kerja pengendalian mutu pelaksanaan kegiatan lapangan Memantau dan mengevaluasi kemajuan pelaksanaan program sesuai kondisi kemajuan di lapangan Menyusun strategi dan rencana kerja dalam rangka perbaikan pelaksanaan fasilitasi di lapangan Panduan dalam melaporkan pelaksanaan program di lapangan Panduan kerja pengendalian mutu pelaksanaan kegiatan lapangan Panduan kerja pendampingan masyarakat dan para pemangku kepentingan di desa/kelurahan Panduan dalam melaporkan pelaksanaan program di lapangan Memahami secara menyeluruh konsep pemantauan, evaluasi, dan pelaporan program Pamsimas Memastikan kebijakan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Pamsimas. Melakukan kontrol dan umpan balik Melakukan advokasi /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 3

13 BAB 2. PENGUKURAN INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM DAN PROSES KEGIATAN PAMSIMAS 2.1 SASARAN DAN OBYEK PEMANTAUAN Pemantauan dalam program Pamsimas dilakukan secara berkala dalam kerangka siklus utama program, yaitu: a. Persiapan Sosialisasi dan Peminatan Tingkat Desa & Kelurahan Penetapan lokasi desa b. Perencanaan IMAS (Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi) Pemicuan awal dengan CLTS (Community Led Total Sanitation) Pembentukan LKM Penyusunan PJM Proaksi Penyusunan RKM c. Pelaksanaan Penguatan Kapasitas (Pelatihan) Pembangunan Sarana Fisik Air Minum dan Sanitasi Promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) d. Keberlanjutan Pengelolaan dan Pemeliharaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 4

14 Pendampingan Pemda dalam pengarusutamaan dan perluasan program air bersih dan sanitasi berbasis masyrakat Substansi yang menjadi sasaran kegiatan pemantauan dikembangkan dari tujuan dan indikator kinerja utama program Pamsimas yang tertuang dalam Pedoman Pengelolaan Program (PMM) dan Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat (VIM). Adapun Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicators) program Pamsimas adalah: 1. Peningkatan jumlah masyarakat miskin dan rentan yang dapat mengakses fasilitas SAM 2. Peningkatan jumlah masyarakat miskin dan rentan yang dapat mengakses fasilitas Sanitasi 3. Jumlah desa/kel yang menyusun RKM 4. Persentase Kab/Kota yang melaksanakan perluasan dan pengarusutamaan pendekatan PAMSIMAS 5. Persentase alokasi anggaran AMPL di Kab/kota terhadap kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDGs 6. Jumlah Kab/Kota yang mereplikasi program Pamsimas, di luar target desa/kelurahan Pamsimas 7. Persentase komunitas yang stop buang air besar sembarangan (SBS) 8. Persentase komunitas yang melaksanakan CTPS 9. Persentase sekolah yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) 10. Persentase desa/kelurahan yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi, serta memenuhi tingkat kepuasan mayoritas masyarakat sasaran 11. Persentase desa/kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif 12. Jumah desa/kelurahan dan Kab/Kota yang melampaui kriteria kinerja program dan memperoleh tambahan dana hibah 13. Adanya struktur dan alat pemantauan program (SIM Terpadu, M&E) yang memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan program Secara rinci, indikator kinerja utama Pamsimas dan target pencapaiannya dapat dilihat pada Table 2.1 : /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 5

15 Tabel 2.1 Indikator Pencapaian Kinerja Program Pamsimas Indikator Pencapaian Program Baseline Periode Pengumpulan Data dan Pelaporan Tahun 1*) Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 Frekuensi dan Pelaporan Instrumen Pengumpulan Data Penanggung Jawab Pengumpulan Data Jumlah tanbahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak, berdasarkan status sosial dan ekonomi Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak, berdasarkan status sosial dan ekonomi ,5 1 juta 0,3-0,6 juta 1-2 juta 0,6-0,9 juta 2-3 juta 0,9-1,5 juta 3-5 juta 1,5-2,4 juta 6-7 juta 2-3 juta Laporan kumulatif tahunan, berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU Data MIS yang berkelanjutan dan Survei Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU, berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Jumlah desa/kelurahan yang telah menyusun RKM Rencana peningkatan kapasitas untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program 0 NA % 2,550 3, % Laporan kumulatif tahunan, berdasarkan laporan kemajuan detail dari DPMU Laporan proyek dan dokumen anggaran Kab./Kota CPMU, berdasarkan data dan laporan dari DPMU Realisasi anggaran Kab./Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDG TBD 50% 100% Jumlah Kab./Kota yang mereplikasi program Pamsimas, di luar target desa Pamsimas none 20 of of of of 70 % masyarakat sasaran yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF/SBS) % masyarakat sasaran yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) % sekolah sasaran yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS). Zero 0% 0% 0% 10% 10% 12% 20% 20% 27% 40% 40% 51% 60% 60% 77% 80% 80% 95% Laporan kumulatif tahunan, berdasarkan laporan kemajuan detail dari daerah Survei evaluasi perubahan perilaku higinis (PHS) pada saat baseline, midterm dan EOP Data MIS yang berkelanjutan dan Survei Rumah Tangga Evaluasi perubahan perilaku Survei acak/random DPMU melaporkan ke CPMU, berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen Lembaga yang dikontrak oleh Dinas Kesehatan Propinsi, di beberapa lokasi pemantauan di masing-masing Propinsi % desa/kelurahan yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi, serta memenuhi tingkat kepuasan mayoritas masyarakat sasaran N/A 0% 90% 90% 90% 90% 90% Laporan kumulatif tahunan, bersumber dari pemantauan MIS yang berkelanjutan Data MIS yang berkelanjutan dan Survei Rumah Tangga DPMU melaporkan ke CPMU, berdasarkan data MIS yang dikumpulkan dari penilaian partisipatif dan data tim evaluasi independen /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 6

16 Indikator Pencapaian Program % desa/kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif Baseline Periode Pengumpulan Data dan Pelaporan Tahun 1*) Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6 N/A 0% 90% 90% 90% 90% 90% Frekuensi dan Pelaporan Instrumen Pengumpulan Data Penanggung Jawab Pengumpulan Data Jumah desa/kelurahan dan kab./kota yang melampaui kriteria kinerja proyek dan memperoleh tambahan dana hibah 0 N/A N/A Desa/5 Kab Desa/ 10 Kab Desan/ 15 Kab Desa/ 20 Kab Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi Laporan proyek CPMU, berdasarkan data dan laporan dari DPMU Adanya struktur dan alat pemantauan proyek (IMIS, M&E) memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan proyek 0 100% Kab 100% Kab 100% Kab 100% Kab 100% Kab 100% Kab Laporan kwartal DPMU dan kajian per tahun oleh Propinsi IMIS, Monitoring MIS yang berkelanjutan DPMU, kajian per 6 bulan oleh CPMU /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 7

17 Berdasarkan indikator kinerja utama dan cakupan kegiatan program tersebut, kemudian dikembangkan menjadi indikator kinerja kegiatan per siklus. Untuk memudahkan sistem pelaporan dan pemantauan kemudian disusun glossary dan Log book (format-format pelaporan). Indikator ini kemudian dilaporkan mengikuti sistem pelaporan dari lapangan (SIM) dan juga dilakukan melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi lainnya seperti uji petik, kunjungan lapangan, studi kasus, studi dampak, misi supervisi, dan lain sebagainya. Kegiatan pemantauan dan evaluasi program Pamsimas dapat digambarkan dalam Tabel 2.2 berikut : Tabel 2.2 Matrik Kegiatan Pemantauan No. Obyek Pemantauan Acuan Sumber Data Pelaku 1 Capaian Kinerja KPI Data SIM Survei/Uji Petik LKM, Fasilitator, DMAC, PMAC, CMAC 2 Waktu Master Schedule Laporan Quick Status LKM, Fasilitator, DMAC, PMAC, CMAC 3 Pengelolaan Dana Anggaran BLM, APBD, Swadaya Masyarakat Data SIM - Pencairan Dana - Penyerapan Dana Survei/Uji Petik - Pembukuan dan laporan pertanggung jawaban dana (LPD) LKM, Fasilitator, DMAC, PMAC, CMAC 4 Penanganan Masalah Prosedur Penanganan masalah Database/aplikasi PPM, yang bersumber dari: Pengaduan online/ website, sms pengaduan, tatap langsung, kotak pengaduan, dan lain-lain Semua pelaku Pamsimas 2.2 INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM (KPI) Matrik Indikator Capaian Program No. Indikator Capaian Satuan Sumber Data Komponen Data Tingkat 1 Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas air minum yang layak, berdasarkan status sosial dan ekonomi Jiwa Data SIM (modul 4) dan Survei Rumah Tangga Jumlah Penerima manfaat kegiatan Sarana Air Minum/ Air Bersih Desa/Kel. 2 Jumlah tambahan orang yang mempunyai akses yang berkelanjutan terhadap fasilitas sanitasi yang layak, berdasarkan status sosial dan ekonomi Jiwa Data SIM (modul 4) dan Survei Rumah Tangga Jumlah Penerima Manfaat kegiatan sarana Sanitasi yang layak (Jamban Keluarga + Jamban Komunal, diluar jamban sekolah) Desa/Kel. /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 8

18 No. Indikator Capaian Satuan Sumber Data Komponen Data Tingkat 3 Jumlah desa/kelurahan yang telah menyusun RKM 4 Rencana peningkatan kapasitas untuk mendukung adopsi dan pengarusutamaan pendekatan Pamsimas, dan kinerja dalam rangka pencapaian tujuan program 5 Realisasi anggaran Kab./Kota (APBD) dalam sektor AMPL sebagai persentase dari kebutuhan anggaran untuk mencapai target MDGs 6 Jumlah Kab./Kota yang mereplikasi program Pamsimas, di luar target desa Pamsimas 7 Persentase target komunitas yang bebas dari buang air besar di sembarang tempat (ODF/SBS) 8 Persentase target komunitas yang menerapkan program cuci tangan pakai sabun (CTPS) 9 Persentase target sekolah yang mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS). 10 Persentase desa/kelurahan yang mempunyai sarana air minum yang layak dan berfungsi, serta memenuhi tingkat kepuasan mayoritas masyarakat sasaran 11 Persentase desa/kelurahan dengan sarana air minum yang layak yang dikelola dan dibiayai secara efektif Desa/kel Data SIM (modul 2) Jumlah desa/kel yang melaksanakan penyusunan RKM (I dan II) % Data SIM (modul 6) Persentase Jumlah Kota/Kab yang sudah memiliki Rencana Aksi Daerah bidang air minum dan sanitasi untuk mencapai target MDG yang berbasis masyarakat dan/atau institusi % Data SIM (modul 6) Persentase Jumlah Kota/Kab yang memiliki anggaran WSS Kab/Kota Data SIM (modul 4) % Data SIM (modul 4 dan 7) dan Data Pemantauan Sanitarian % Data SIM (modul 4 dan 7) dan Data Pemantauan Sanitarian % Data SIM (modul 4) dan Survei evaluasi PHBS % Survei Rumah Tangga % Data SIM (modul 7) dan Survei Rumah Tangga Jumlah Kab/Kota yang melakukan replikasi program Pamsimas Persentase Jumlah dusun yang sudah deklarasi ODF/SBS / Jumlah dusun total lokasi Pamsimas Persentase Jumlah dusun yang sudah menerapkan CTPS / Jumlah dusun total lokasi Pamsimas Persentase jumlah SD/MI yang merealisasikan kegiatan RKM terhadap jumlah SD/MI yang menjadi target program Pamsimas Persentase jumlah desa yang memenuhi tingkat kepuasan penerima manfaat sarana air minum terhadap jumlah desa yang menjadi target program Pamsimas Jumlah badan pengelola yang sudah dikelola dan menerapkan mekanisme iuran dengan efektif Desa/Kel. Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota Dusun Dusun Desa/Kel. Desa/Kel. Desa/Kel. 12 Jumah desa/kelurahan dan kab./kota yang melampaui kriteria kinerja program dan memperoleh tambahan dana hibah Desa/Kel. dan Kab/Kota Data SIM (modul 5) Jumlah desa/kelurahan yang menerima tambahan dana hibah Jumlah kab/kota yang menerima tambahan dana hibah Desa/Kel. dan Kab/Kota /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 9

19 No. Indikator Capaian Satuan Sumber Data Komponen Data Tingkat 13 Adanya struktur dan alat pemantauan program (SIM Terpadu, M&E) yang memberikan informasi berkala mengenai kualitas pelaksanaan program % Data kelengkapan SIM Persentase jumlah kota/kab yang sudah memanfaatkan data SIM dalam pengelolaan program Kab/Kota 2.3 INDIKATOR CAPAIAN PROSES PAMSIMAS Ketentuan Umum 1. Indikator capaian proses merupakan pencapaian kinerja program oleh pelaku pada setiap siklus yang sudah berjalan. 2. Pengukuran indikator capaian proses dilaporkan secara berkala sesuai dengan siklus yang berjalan dengan metode Survei dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). 3. Pengukuran indikator capaian proses dilaporkan secara berjenjang mulai tingkat Desa/Kelurahan, Kabupaten/Kota, Propinsi, dan Nasional dan dianggap sebagai hasil capaian resmi pelaksanaan program di masyarakat dan hasil pendampingan pelaku program. 4. Indikator capaian proses Pamsimas sifatnya berkelanjutan, dimulai dari siklus yang bersangkutan dan diakumulasi sampai akhir program. 5. Sumber data indikator capaian proses diperoleh dari pengolahan data SIM. 6. Apabila standar indikator proses tercapai berarti pendampingan dianggap memadai, dan apabila standar tidak dapat dicapai, maka diperlukan tindak korektif terhadap lokasi pendampingan atau pelaku yang terkait. 7. Semua angka dan unsur terkait yang diperlukan dalam Indikator Capaian Proses adalah minimal yang harus dipenuhi Siklus Kegiatan di Tingkat Kabupaten / Kota Seleksi Desa (Bulan minus (-) 4 s/d Bulan 1) 1. Pemda Kab/Kota mengalokasikan anggaran daerah sebesar minimal 10% dan biaya operasional untuk pelaksanaan program Pamsimas yang dituangkan dalam APBD % perwakilan desa yang memenuhi kriteria (masuk dalam long list) menghadiri sosialisasi awal di tingkat Kab/Kota. 3. Minimal perwakilan dari 3 unsur (Kepala Desa, BPD, Tokoh masyarakat) hadir pada sosialisasi awal tingkat Kab/Kota. /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 10

20 Pendampingan Pemda (Bulan 1-24) 1. Ada deklarasi komitmen Kepala Daerah untuk mendukung pelaksanaan Pamsimas (hanya diukur satu kali pada awal kegiatan pendampingan Pemda dimulai). 2. Rapat Kerja bidang AMPL dihadiri oleh pengambil keputusan dari minimal dinasdinas terkait (Bappeda, PMD, PU, Dinas Kesehatan). 3. Pembentukan Pokja AMPL. 4. Rapat Kerja Tim Penyusun Rencana Aksi bidang AMPL BM dihadiri oleh pengambil keputusan dari minimal dinas-dinas terkait (Bappeda, PMD, PU, Dinas Kesehatan). 5. Rencana Aksi bidang AMPL berbasis masyarakat. 6. Realisasi APBD memuat kegiatan AMPL. 7. Target air minum dan sanitasi yang layak 50%. 8. Jumlah Kab/Kota yang melakukan replikasi Pamsimas Siklus Kegiatan di Tingkat Masyarakat (Bulan 1-24) Sosialisasi Awal (Bulan minus (-) 2 s/d Bulan 1) 1. 3% penduduk dewasa terlibat dalam pertemuan sosialisasi oleh Pemerintah Desa % peserta dewasa yang mengikuti pertemuan sosialisasi oleh Pemerintah Desa adalah perempuan % penduduk dewasa terlibat dalam pertemuan warga dalam rangka peminatan program (akumulasi dari pertemuan tingkat dusun) % peserta dewasa yang mengikuti pertemuan warga dalam rangka peminatan program adalah perempuan IMAS (Bulan ke 2-3) 1. 10% penduduk dewasa hadir pada pertemuan Klasifikasi Kesejahteraan (akumulasi dari pertemuan tingkat dusun) % perempuan pada setiap pertemuan FGD campuran IMAS % warga miskin hadir dalam setiap tahapan FGD IMAS. 4. 3% penduduk dewasa terlibat dalam rapat Pleno IMAS % peserta dewasa yang terlibat pertemuan Pleno IMAS adalah perempuan % penduduk yang terlibat dalam pertemuan Pleno IMAS adalah kelompok miskin CLTS (Bulan ke 2-3) 1. Ada pemicuan yang melibatkan perwakilan dari setiap komunitas yang masih melakukan BABS (alternatif 1: pemicuan dilakukan di setiap komunitas tersebut, atau opsi 2: pemicuan melibatkan seluruh perwakilan komunitas tersebut). /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 11

21 2. Ada natural leader dari setiap pemicuan. 3. Ada Rencana Tindak Lanjut dengan kerangka waktu yang disepakati untuk mencapai 100% ODF/SBS pada komunitas yang telah dipicu. 4. Ada sistem pemantauan masyarakat untuk perkembangan menuju 100% SBS. Format pemantauan dapat dilihat pada Buku Kumpulan Format (PT.7.20) Pembentukan LKM (Bulan ke 3-4) (hanya untuk desa yang belum mempunyai kelembagaan di tingkat Masyarakat) 1. 30% penduduk dewasa mengikuti pemilihan tingkat basis. 2. 2% penduduk dewasa (utusan) mengikuti pemilihan di tingkat desa % anggota LKM adalah perempuan. 4. Dokumen Pencatatan Notaris tersedia di LKM Penyusunan PJM Proaksi dan Opsi (Bulan ke 4) 1. 10% penduduk dewasa terlibat dalam pertemuan rembug dusun penyusunan PJM ProAksi (akumulasi dari pertemuan tingkat dusun) % peserta dewasa yang terlibat pertemuan rembug dusun penyusunan PJM ProAksi adalah perempuan % penduduk dewasa terlibat dalam rapat pertemuan opsi (akumulasi dari pertemuan tingkat dusun) % peserta dewasa yang terlibat pertemuan opsi adalah perempuan. 5. 3% penduduk dewasa terlibat dalam rapat Pleno PJM Proaksi % peserta dewasa yang terlibat pertemuan PJM Proaksi adalah perempuan % penduduk yang terlibat dalam Pleno PJM Proaksi adalah kelompok miskin Penyusunan RKM (Bulan ke 4-5) 1. 3% penduduk dewasa terlibat dalam rapat Pleno (hasil kegiatan penyusunan RKM) % peserta dewasa yang terlibat pertemuan Pleno (hasil kegiatan panyusunan RKM) adalah perempuan % penduduk yang terlibat dalam Pleno RKM adalah kelompok miskin. 4. Desa/kelurahan sudah mendapat Sertifikat Pelaksanaan Pemicuan Awal CLTS % daftar kesanggupan kontribusi in-kind masyarakat telah terkumpul. 6. Perhitungan RAB dari harga terendah dari minimal 3 toko/suplier. 7. Dokumen RKM sudah dievaluasi oleh Tim Evaluasi RKM dan disetujui oleh DPMU serta disahkan oleh TKK % dana in-cash telah terkumpul (Bukti Rekening). /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 12

22 9. RKM 2 memuat kegiatan promosi dan kampanye kesehatan untuk mendorong percepatan perubahan perilaku SBS dan CTPS Realisasi BLM (Bulan ke 6 12) 1. 90% kegiatan pelatihan yang direncanakan dalam RKM terlaksana % kegiatan penyuluhan, pemicuan dan lain-lain, bidang kesehatan terlaksana sesuai rencana dalam RKM. 3. Ada sistem pemantauan masyarakat untuk perkembangan perilaku CTPS masyarakat. Format pemantauan dapat dilihat pada Buku Kumpulan Format (PT.7.21). 4. Ada sistem pemantauan masyarakat untuk perkembangan penerapan PHS di sekolah sasaran. Format pemantauan dapat dilihat pada Buku Kumpulan Format (PT.7.22) % masyarakat yang ditargetkan dalam RKM mendapat pelayanan air minum dan sanitasi sesuai rencana dalam RKM % kontribusi in-kind masyarakat terealisasi % pembangunan konstruksi sarana air minum dan sanitasi selesai sesuai yang direncanakan dalam RKM dan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan % dana yang diserap dapat dipertanggung jawabkan secara transparan. 9. Terbentuknya Badan Pengelola (BP) sarana penyediaan air minum dan sanitasi untuk keberlanjutan operasional pelayanan Pemeliharaan (Bulan ke 13-14) 1. Ada pertemuan rutin Badan Pengelola (BP). 2. Mekanisme pemeliharaan dan pengoperasian sarana air minum dan sanitasi disepakati oleh warga masyarakat % masyarakat stop buang air besar sembarangan (BABS) % masyarakat menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) % sekolah sasaran dalam RKM mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup sehat (PHS). 6. Peningkatkan akses kepada minimal 50% jiwa masyarakat yang belum mendapatkan akses air minum yang layak. 7. Peningkatkan akses kepada minimal 50% masyarakat yang belum mendapatkan akses sanitasi yang layak Keberlanjutan ( Bulan 14-24) 1. Badan Pengelola menerapkan mekanisme iuran. 2. Ada rencana aksi refleksi kegiatan pendampingan regular/rencana kerja penguatan. /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 13

23 3. Terjadi proses sinkronisasi PJM ProAksi dan RPJM Desa % masyarakat SBS % penduduk menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) % sekolah sasaran dalam RKM mempunyai fasilitas sanitasi yang layak dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS). 7. Ada pengakuan Pemda (sertifikasi) untuk masyarakat yang telah mencapai 100% SBS. 8. Peningkatan akses air minum yang layak terhadap minimal 70% masyarakat yang belum mendapatkan akses. 9. Peningkatan akses sanitasi yang layak terhadap minimal 70% masyarakat yang belum mendapatkan akses. /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 14

24 BAB 3. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU Sistem Informasi Manajemen (SIM) Terpadu Pamsimas (Integrated Management Information System) terdiri dari : Sistem Informasi Manajemen (regular) dan Pemantauan Keberlanjutan. SIM regular dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan siklus program mulai dari proses persiapan/perencanaan sampai dengan serah terima pekerjaan. Pengumpulan data untuk SIM regular dilakukan oleh Fasilitator regular dan Konsultan. Sementara pemantauan keberlanjutan berlangsung setelah pekerjaan diserahterimakan dan dilakukan oleh Fasilitator Keberlanjutan. Berisi informasi mengenai proses dan dampak yang terjadi dari pelaksanaan program Pamsimas di tingkat masyarakat. Pelaporan SIM Terpadu dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 3.1 Pelaporan SIM Terpadu (IMIS) SIM Terpadu SIM Regular SIM Keberlanjutan SIM Regular (Modul 1 s/d 4) SIM HID (Modul 5) SIM Regular Modul 6 Pemda SIM Regular Modul 7 Tahap Keberlanjutan SIM Pemantauan Keberlanjutan 3.1 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM) Pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah sistem yang mampu menghasilkan keluaran informasi dengan menggunakan masukan data tertentu, yang disertai oleh berbagai proses terkait untuk memenuhi tujuan dalam suatu kegiatan pengelolaan. /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 15

25 SIM Pamsimas adalah sistem yang direncanakan untuk memantau dan mengevaluasi capaian pelaksanaan dari Program Pamsimas di lapangan melalui mekanisme pengelolaan data dan informasi yang terpadu dan terbuka. SIM yang baik harus memenuhi syarat fleksibilitas, efektif dan efisien. Keluaran data dan informasi yang dihasilkan akan dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Pamsimas Prinsip 1. Tepat waktu dan berkala. Pemutakhiran data SIM Pamsimas harus dilaksanakan tepat waktu dan berkala setiap bulan, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan untuk memberikan masukan bagi peningkatan atau perbaikan kualitas kegiatan selanjutnya. 2. Sistematis. Pemutakhiran data SIM Pamsimas dilaksanakan secara sistematis dan berjenjang mulai dari tingkat desa sampai dengan jenjang sub-ordinat di atasnya. 3. Dapat dipercaya dan diandalkan. Hasil pemutakhiran data SIM Pamsimas akan digunakan sebagai referensi dalam pengukuran indikator kinerja program serta penyusunan strategi lebih lanjut. Proses validasi serta verifikasi oleh pelaku dalam pemutakhiran data akan disertakan dalam proses ini, untuk mendapatkan tingkat akurasi data dan informasi yang lebih baik Tujuan Tujuan dari diadakannya SIM dalam Pamsimas ini adalah: 1. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam penilaian keseluruhan kegiatan dan pencapaian tujuan Pamsimas, baik jangka pendek maupun jangka panjang. 2. Menyediakan informasi yang diperlukan dalam perencanaan, pengendalian, evaluasi, dan penyempurnaan pengelolaan Pamsimas secara berkelanjutan. 3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan terkait dengan permasalahan terkait pelaksanaan Pamsimas dan dampak-dampaknya. 4. Menyediakan pengelolaan data yang baku untuk merekam kemajuan kuantitatif terhadap pelaksanaan program di lapangan secara berjenjang Ketentuan Umum 1. SIM Pamsimas merupakan bagian dari sistem pemantauan dan evaluasi melalui pengelolaan data dan informasi yang terpadu. 2. SIM Pamsimas adalah satu-satunya sumber laporan kuantitatif mengenai kemajuan kegiatan Pamsimas. 3. SIM Pamsimas dilakukan secara menyeluruh dan berjenjang, penilaian kualitas dan verifikasi serta validasi data dilakukan mulai dari tingkatan koordinasi yang paling bawah: Desa/Kelurahan, Kab/Kota, Propinsi dan Nasional. /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 16

26 3.1.5 Kerangka dan Struktur Data SIM SIM Pamsimas dikembangkan dengan mengacu pada dokumen resmi program seperti: a. Data lokasi program dari Provinsi, Kabupaten/Kota sampai tingkat Desa/Kelurahan. b. Pagu untuk masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota. c. Indikator Capaian Kunci (sesuai Pedoman Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat (VIM) dan Pedoman Pengelolaan Program (PMM)). d. Siklus Program berdasarkan Pedoman Pamsimas e. Struktur Organisasi Pamsimas f. Master Schedule. g. Kumpulan data (Glossary). Data data di atas selanjutnya menjadi dasar dalam pengembangan format isian (log book) sebagai dasar untuk memperoleh data di tingkat desa atau kelurahan. Gambar 3.2 Struktur Pengelolaan Data dari Daerah ke Pusat Website PAMSIMAS SIM PAMSIMAS Kerangka Pemantauan PAMSIMAS & Atribut Pelaporan SIM Tk. Propinsi SIM Tk. Propinsi SIM Tk. Propinsi SIM Tk. Propinsi SIM Tk. Kota/Kab SIM Tk. Kota/Kab SIM Tk. Kota/Kab SIM Tk. Kota/Kab SIM Tk. Desa/Kec SIM Tk. Desa/Kec SIM Tk. Desa/Kec SIM Tk. Desa/Kec /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 17

27 Gambar 3.3 Pelaporan SIM Pamsimas Modul Pelaporan 1. Informasi Umum 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Pengelolaan Dana 4. Pelaksanaan (Reguler) 5. Pelaksanaan (HID) 6. Pemerintah Daerah 7. Tahap/Siklus Keberlanjutan Dari gambar di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Informasi Umum. Berisi informasi umum untuk setiap lokasi program Pamsimas, seperti data umum wilayah, data kependudukan, data pagu proyek dan sebagainya. 2. Pemberdayaan Masyarakat Berisi informasi tahapan perencanaan tingkat masyarakat desa/kelurahan yang menjadi sasaran program Pamsimas. 3. Pengelolaan Dana Berisi informasi mengenai alokasi dana yang terserap untuk program Pamsimas di masing masing desa/kelurahan. 4. Pelaksanaan (Reguler) Berisi informasi mengenai pelaksanaan program dan kemajuan pekerjaan fisik di desa/kelurahan. 5. Pelaksanaan (HID) Berisi informasi mengenai pelaksanaan program di desa/kelurahan yang mendapatkan dana Hibah Insentif Desa (HID) 6. Pemerintah Daerah Berisi informasi mengenai kegiatan peningkatan kapasitas Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pengarusutamaan AMPL berbasis masyarakat. 7. Tahap/Siklus Keberlanjutan Berisi informasi mengenai kegiatan penguatan terhadap hasil-hasil dari kegiatan regular. Tahap/siklus keberlanjutan dilakukan pada bulan 14 s.d Metode Pelaporan SIM Secara aktif, metode pelaporan SIM akan dilakukan melalui kegiatan-kegiatan berikut: 1. Pengumpulan data dan informasi di lapangan. Metode ini dilaksanakan di tingkat Desa/Kelurahan, Kabupaten/Kota dan Provinsi secara langsung terhadap proses yang terjadi di lapangan, berdasarkan isian Logbook dan dilakukakan sesuai siklus yang berjalan. Proses pengumpulan data harus /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 18

28 disertai oleh data pendukung yang sesuai dengan tahapan kegiatannya (contoh: Berita Acara Kegiatan, Daftar Peserta Pertemuan, dan lain-lain). 2. Pengumpulan data dan informasi ke sub-ordinat di atasnya. Metode ini dilaksanakan secara berkala dan berjenjang, rutin untuk setiap bulan. Untuk menjamin kualitas data yang didapat, validasi dan verifikasi data akan dilakukan di setiap tingkat. 3. Verifikasi dan validasi data dan informasi. Metode ini diberlakukan secara berjenjang untuk menjaga kualitas data dan informasi yang dikumpulkan, umpan-balik pengecekan akurasi data berdasarkan fakta kegiatan di lapangan, konsistensi isi dan struktur data terhadap pemutakhiran yang dilakukan sebelumnya, serta untuk menelusuri kemungkinan adanya anomali data. Untuk proses verifikasi pada tingkat kab/kota dilakukan oleh DMAC, verifikasi tingkat provinsi dilakukan oleh TA SIM Prov, sementara untuk proses validasi dilakukan oleh TL PMAC. Verifikasi terhadap data juga dilakukan pada saat hari SIM. 4. Penyajian data dan informasi ke dalam SIM Pamsimas berbasis Web. Metode ini dilaksanakan dengan menginput data serta informasi pada aplikasi SIM Pamsimas yang berbasis web Alur Pelaporan Untuk dapat menghasilkan laporan aplikasi SIM Pamsimas yang optimal perlu tahapan pelaporan dari tingkat desa/kelurahan, kabupaten/kota, provinsi sampai pusat sebagai berikut : No. LANGKAH / KEGIATAN URAIAN HASIL PELAKU 1. Tingkat Desa/ Kelurahan a) TFM melakukan pengumpulan data dan informasi langsung dari lapangan terkait proses dan hasil proses kegiatan di masing-masing desa/kelurahan Log Book / Format isian terisi sesuai kemajuan di lapangan sesuai dengan siklusnya TFM b) Proses pengumpulan data dengan melakukan pengisian log book / format isian sesuai siklus yang berjalan. Log book modul 1 s/d 4 diisi oleh TFM Reguler dan replikasi, modul 5 oleh FM HID, modul 6 diisi oleh LGF, sementara Log book modul 7 diisi oleh TFM Keberlanjutan. c) Log book selanjutnya dilaporkan kepada DMAC selambatnya tanggal 25 setiap bulannya d) Log Book yang telah di verifikasi oleh DMAC dan diinput ke dalam aplikasi harus dikembalikan ke TFM /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 19

29 No. LANGKAH / KEGIATAN URAIAN HASIL PELAKU e) Log book adalah dokumen proyek, maka harus dikembalikan ke DPMU apabila TFM selesai/ berhenti bertugas 2. Tingkat Kabupaten /Kota a) DMAC melakukan konsolidasi pengumpulan data dan informasi dari tim Fasilitator termasuk verifikasi dan validasi data berdasarkan realisasi di Desa/Kelurahan a) Data terinput ke aplikasi SIM pada web Pamsimas DMAC. Operator Kab b) Data diinput oleh operator ke aplikasi SIM pada web Pamsimas paling lambat tanggal 30 setiap bulannya 3. Tingkat Wilayah/ Provinsi a) TA SIM Prov melakukan verifikasi terhadap data aplikasi SIM (Kota/Kabupaten di wilayah kerjanya) pada web Pamsimas paling lambat tanggal 5 setiap bulannya b) TL PMAC melakukan validasi terhadap data aplikasi SIM a) Data Provinsi/ wilayah sudah terverifikasi dan tervalidasi TA SIM Prov, TL PMAC 4. Tingkat Pusat a) TA SIM CMAC melakukan validasi paling lambat tanggal 7 setiap bulannya terhadap data yang telah diverifikasi sebelumnya oleh TA SIM Prov 5 Website a) TA SIM CMAC membuat arsip data SIM status akhir bulan tersebut dan ditayangkan di website proyek paling lambat tanggal 10 setiap bulannya a) Data SIM seluruh provinsi/ wilayah tervalidasi Arsip data SIM yang sudah tervalidasi dan terverifikasi tayang di website Pamsimas TIM SIM CMAC Tim SIM CMAC /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 20

30 Alur dan Jadwal Perbaikan Data DMAC 6 5 Mulai untuk PMAC Mulai untuk CMAC 8 10 Website Arsip SIM Langkah Tanggal PMAC mengirimkan umpan balik ke DMAC untuk memperbaiki data DMAC mengirimkan hasil perbaikan kembali ke PMAC 5 6 CMAC mengirimkan umpan balik ke PMAC untuk memperbaiki data PMAC mengirimkan hasil perbaikan kembali ke CMAC PMAC melakukan verifikasi SIM di web Pamsimas CMAC melakukan validasi di web Pamsimas CMAC menyiapkan Arsip SIM di web Pamsimas /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 21

31 Tanggung jawab validasi/verifikasi di tingkat DMAC No Pelaku Data SIM 1 DMAC Pemberdayaan Modul 2, 3, 7 2 DMAC Infrastruktur Modul 4, 5, 7 3 DMAC - Kesehatan Modul 1, 2, 4, 5, 7 4 Bappeda Kab/Kota Modul 6 Hari SIM/ MIS Day Untuk menjamin terlaksananya kegiatan pelaporan SIM secara berkesinambungan dan tepat waktu, maka setiap hari tanggal 5 setiap bulan ditentukan sebagai hari khusus untuk melengkapi laporan SIM bagi TA SIM PROV di tingkat provinsi, Database Operator di tingkat Kabupaten/Kota dan Fasilitator Masyarakat di tingkat desa, termasuk proses verifikasi dan validasi oleh masingmasing penanggung jawab. Pada hari ini seluruh pihak terkait diwajibkan untuk melakukan pengisian dan pelaporan data SIM tanpa melakukan kegiatan-kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan kegiatan SIM. /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 22

32 Gambar 3.4 Alur Pelaporan SIM PAMSIMAS Output / Pelaporan Pelaporan dari hasil pemantauan dan evaluasi melalui SIM Pamsimas ditampilkan secara berkala setiap bulannya di website Pamsimas. Laporan hasil pemantauan dan evaluasi melalui SIM yang akan ditampilkan di dalam website Pamsimas adalah : a. Progres Tahapan/Quick Status b. Key Performance Indicator (KPI) c. Atribut pemantauan berdasarkan siklus kegiatan output terkait komponen Pamsimas yang dikelompokkan mulai dari Desa, kabupaten, provinsi dan Nasional d. Profil Desa, kab/kota, Provinsi dan Nasional e. Informasi lain yang dibutuhkan yang dapat dipantau secara realtime Log Book/Format isian dan Glossary SIM Pamsimas secara lengkap dan rinci dapat dilihat pada Prosedur Operasional Baku (POB) SIM Pamsimas /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 23

33 3.2 PEMANTAUAN KEBERLANJUTAN Ketentuan Umum 1. Kegiatan Pemantauan keberlanjutan dilakukan oleh masyarakat didampingi oleh Fasilitator Masyarakat Keberlanjutan (FMK) dan DPMU. 2. Pelaksanaan Pemantauan keberlanjutan bertumpu pada kegiatan diskusi yang menggunakan MPA/PHAST di masyarakat. 3. Pemantauan keberlanjutan ditinjau dari 6 (enam) variabel keberlanjutan yang meliputi: Efektivitas Kesinambungan; Efektivitas Penggunaan; Ketanggapan program terhadap kebutuhan masyarakat; Kesetaraan dalam pengelolaan pelayanan; Partisipasi melalui pemberdayaan; dan Perilaku Hidup Sehat. 4. Sarana air minum masyarakat dapat disebut berkelanjutan bila para penggunanya menjaga sarana tetap berfungsi dan memenuhi tingkat kepuasannya. Sarana digunakan dengan efektif bila mudah dijangkau dan digunakan oleh sebagian besar masyarakat sasaran dengan memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan, serta tanpa ada pengecualian/ pembedaan terhadap kelompok tertentu. 5. Program sanitasi berkelanjutan bila para penggunanya menjaga sarana sanitasi individual (jamban keluarga) tetap terpelihara dan digunakan, serta pembangunan sarana baru terus berlanjut hingga cakupan yang dijadikan target dapat tercapai. Pemantauan Keberlanjutan dalam Pamsimas dilakukan berdasarkan kerangka analisis proses dan dampak program seperti terlihat pada gambar berikut: /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 24

34 Kerangka Analisis Proses dan Dampak* C Ketanggapan program terhadap kebutuhan masyarakat Demand-responsive services A Efektivitas Kesinambungan Effectively sustained services E Partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan User participation with empowerment in service establishment and operation B Efektivitas Penggunaan Effectively used services D Kesetaraan dalam pengelolaan Equitable sharing of Burdens and benefits Keadaan saat penilaian Faktor Luar F Dukungan Kelembagaan Institutional support for gender -and poverty - sensitive, demand-responsive G Dukungan Kebijakan Policy support for gender -and poverty - sensitive, demand-responsive Proses masyarakat dan lembaga saat pembangunan pelayanan * Berdasarkan Kerangka Analysis Methodology for Participatory Assessment (MPA), dikutip dari Sustainability Planning and Monitoring in Community Water Supply and Sanitation: Nilanjana Mukherjee and Christine van Wijk, WSP-IRC, Kerangka analisis proses dan dampak di atas menunjukkan hubungan antar variabel (A, B, C, D, E, F, dan G). Masyarakat dikatakan telah menjaga keberlanjutan sarana air minum dan sanitasi tergantung kepada: Tingkat dimana semua masyarakat (perempuan dan laki-laki, kaya dan miskin, dan juga kelompok umur yang berbeda) mempunyai akses dan menggunakan sarana tersebut. Tingkat dimana sarana air minum atau sanitasi sesuai dengan demand semua masyarakat (perempuan dan laki-laki baik kaya ataupun miskin). Cara-cara dimana beban dan manfaat dari perencanaan, pembangunan dan pemanfaatan sarana air minum dan sanitasi dibagi secara setara di antara semua komponen masyarakat (perempuan dan laki-laki baik kaya ataupun miskin). /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 25

35 Tingkat partisipasi pengguna yang memperhatikan aspek gender dan kemiskinan dalam pembangunan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi. Bentuk dukungan lingkungan kelembagaan yang memberikan kemudahan bagi partisipasi masyarakat (perempuan dan laki-laki baik kaya ataupun miskin) dalam pembangunan dan penggunaan sarana air minum dan sanitasi. Dukungan kebijakan atau bentuk sektor kebijakan dalam program memberikan kemudahan bagi partisipasi masyarakat (perempuan dan laki-laki baik kaya ataupun miskin) dalam pembangunan dan penggunaan sarana air minum dan sanitasi. Pemantauan keberlanjutan dalam Pamsimas dilakukan dalam 3 Tahap yaitu: Tahap 1 Identifikasi Masalah dan Analisis. Situasi Tahap 2 Setelah Program Pamsimas (kegiatan fisik dan non-fisik) Selesai Tahap 3 Satu Tahun Setelah Program Selesai Kerangka Pemantauan keberlanjutan program Pamsimas dapat dilihat pada Tabel sebagai berikut: /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 26

36 Tabel 3.1 Kerangka Pemantauan Keberlanjutan Program Pamsimas Apa yang Dimonitor? Tahap 1 IMAS (Situasi Awal) Waktu Pelaksanaan Pemantauan Tahap 2 Setelah Program Selesai Tahap 3 1 Tahun Setelah Program Selesai A. Efektivitas Kesinambungan (terhadap sarana air minum/ sanitasi yang ada sebelum program) (terhadap sarana air minum/ sanitasi yang dibangun program) A1 Kualitas sistem A1 Bagaimana kualitas sistem? A1 Kualitas sistem sarana air minum dan sanitasi yang sudah terbangun, apakah sesuai dengan konstruksi di DED? A2 Efektivitas keberfungsian A2 Bagaimana keberfungsiannya? A2 Bagaimana pemeriksaan kualitas air, serta apakah masyarakat mengetahui hasilnya? A3 Efektivitas keuangan A3 Bagaimana efektivitas keuangannya? A3 Apakah iuran masyarakat sudah mulai berjalan sesuai rencana? A4 Efektivitas pengelolaan B. Efektivitas Penggunaan A4 Bagaimana efektivitas pengelolaannya? A4 Keanggotaan BPS? Relevansinya dengan pelatihan? Keseimbangan gender? Pelibatan orang miskin? (terhadap sarana yang sudah terbangun dari program dan digunakan selama 1 tahun) A1 Kualitas sarana setelah 1 tahun digunakan. A2 Keberfungsian sarana menurut masyarakat setelah 1 tahun digunakan. A3 Efektivitas pendanaan untuk operasional dan pemeliharaan setelah 1 tahun digunakan. A4 Efektivitas pengelolaan pelayanan setelah 1 tahun beroperasi. B1 Akses terhadap sarana B2 Penggunaan air /kebiasaan buang air B3 Penggunaan higienis Akses masyarakat terhadap sarana air minum dan sanitasi sebelum program. Pola penggunaan sarana air minum dan sanitasi yang higienis. Mengevaluasi apakah peningkatan akses masyarakat terhadap sarana yang terbangun sesuai dengan yang direncanakan. Akses masyarakat terhadap sarana air minum dan sanitasi yang dibangun oleh Program. Pola penggunaan sarana air minum dan sanitasi yang dibangun oleh Program. C. Ketanggapan Program terhadap Kebutuhan Masyarakat Hak suara dan pilihan masyarakat dalam pengambilan keputusan di proyek/program air minum dan sanitasi yang masuk desa/kelurahan sebelumnya Bagaimana program diusulkan? Oleh siapa? Siapa yang menentukan jenis teknologi/ rancangan sarana? Siapa yang menentukan tingkat layanan sarana yang disediakan? Bagaimana lokasi sarana air minum dan sanitasi ditentukan? Bagaimana kebutuhan dari pengguna (wanita/pria, miskin/non-miskin) dipenuhi? Analisis manfaat terhadap biaya yang dikeluarkan oleh pengguna (menurut wanita, pria, miskin, kaya). /,%-2%3%-! 4%+3%1( &%- / +%/.0%- 27

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR u KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kualitas maupun kuantitas. Namun masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang belum mendapatkan air bersih

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Ir. Mochammad Natsir, M.Sc NIP

KATA PENGANTAR. Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Ir. Mochammad Natsir, M.Sc NIP KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kualitas maupun kuantitas. Namun masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang belum mendapatkan air bersih yang

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Mei 2012. Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP.110020173

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Mei 2012. Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP.110020173 KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah peri-urban yang mana masyarakatnya berpenghasilan rendah, pemukiman

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM PROGRAM PAMSIMAS III I. LATAR BELAKANG

GAMBARAN UMUM PROGRAM PAMSIMAS III I. LATAR BELAKANG GAMBARAN UMUM PROGRAM PAMSIMAS III I. LATAR BELAKANG Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk melanjutkan keberhasilan capaian target Millennium Development Goals sektor Air Minum dan Sanitasi (WSS-MDG),

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG PROGRAM PAMSIMAS III

LATAR BELAKANG PROGRAM PAMSIMAS III LATAR BELAKANG PROGRAM PAMSIMAS III Program PAMSIMAS III [2016 2019] merupakan kelanjutan program PAMSIMAS I [2008 2012] dan PAMSIMAS II [2013 2016] Dalam RPJMN 2015-2019, Pemerintah Indonesia telah mengambil

Lebih terperinci

Kerangka Acuan Fasilitator Masyarakat Program Pamsimas II TA 2013

Kerangka Acuan Fasilitator Masyarakat Program Pamsimas II TA 2013 Kerangka Acuan Fasilitator Masyarakat Program Pamsimas II TA 2013 Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat II (PAMSIMAS II) 1. Latar Belakang Program Pamsimas II merupakan kelanjutan

Lebih terperinci

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) MEKANISME PELAPORAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAMSIMAS

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) MEKANISME PELAPORAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAMSIMAS PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) MEKANISME PELAPORAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAMSIMAS 1. LATAR BELAKANG Mengingat PAMSIMAS merupakan program yang dilaksanakan dalam jangka waktu yang cukup panjang

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, April 2016 DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA. Dr. Ir. Andreas Suhono, M.Sc. NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, April 2016 DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA. Dr. Ir. Andreas Suhono, M.Sc. NIP KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat RPJPN 2005 2025 dan RPJM 2015-2019, Pemerintah melalui program pembangunan nasional Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019, menetapkan bahwa pada tahun 2019,

Lebih terperinci

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Salah satu program andalan Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi perdesaan dengan pendekatan berbasis masyarakat adalah Program Pamsimas. Pelaksanaan Program Pamsimas

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya berpenghasilan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Dengan demikian diharapkan seluruh kegiatan Paket HKP dapat berjalan dengan baik dalam pengelolaan SPAMS Desa yang berkelanjutan.

KATA PENGANTAR. Dengan demikian diharapkan seluruh kegiatan Paket HKP dapat berjalan dengan baik dalam pengelolaan SPAMS Desa yang berkelanjutan. KATA PENGANTAR Salah satu program andalan Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi perdesaan dengan pendekatan berbasis masyarakat adalah Program Pamsimas. Pelaksanaan Program Pamsimas

Lebih terperinci

PAMSIMAS 2012 KATA SAMBUTAN

PAMSIMAS 2012 KATA SAMBUTAN KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di perdesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah peri-urban yang mana masyarakatnya berpenghasilan rendah, pemukiman

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP .$+0 +$0 #!"# KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya

Lebih terperinci

Pelaksanaan program Pamsimas menggunakan pendekatan

Pelaksanaan program Pamsimas menggunakan pendekatan Bagaimana Kegiatan Dilaksanakan? Siswa-siswi SDN Kwangsan 02 di Kec. Jumapolo Kab. Karanganyar Jawa Tengah melakukan demo PHBS dalam rangkaian program Pamsimas. Pelaksanaan program Pamsimas menggunakan

Lebih terperinci

Kelompok seperti inilah yang menjadi target grup program Pamsimas

Kelompok seperti inilah yang menjadi target grup program Pamsimas program sejenis dalam 2 tahun terakhir. Konfirmasi akhir desa/kelurahan sasaran ditentukan oleh kriteria respon dan kesediaan masyarakat untuk berkontribusi sebesar minimal 20 % (minimal 16% in kind dan

Lebih terperinci

K AT A P E N G AN T AR

K AT A P E N G AN T AR KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan kontinyu. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan air

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TINGKAT MASYARAKAT

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TINGKAT MASYARAKAT PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TINGKAT MASYARAKAT KATA PENGANTAR ( Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan kontinu. Namun

Lebih terperinci

PAMSIMAS PEDOMAN PELAKSANAAN DI TINGKAT MASYARAKAT. Desember 2006

PAMSIMAS PEDOMAN PELAKSANAAN DI TINGKAT MASYARAKAT. Desember 2006 PEDOMAN PELAKSANAAN PAMSIMAS DI TINGKAT MASYARAKAT Desember 2006 Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Departemen Pekerjaan Umum Departemen Kesehatan Departemen Dalam Negeri The World Bank DAFTAR ISI

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya berpenghasilan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Dengan demikian diharapkan seluruh kegiatan Paket HKP dapat berjalan dengan baik dalam pengelolaan SPAMS Desa yang berkelanjutan.

KATA PENGANTAR. Dengan demikian diharapkan seluruh kegiatan Paket HKP dapat berjalan dengan baik dalam pengelolaan SPAMS Desa yang berkelanjutan. KATA PENGANTAR Salah satu program andalan Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi perdesaan dengan pendekatan berbasis masyarakat adalah Program Pamsimas. Pelaksanaan Program Pamsimas

Lebih terperinci

warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah Akses Universal Tahun 2019

warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah Akses Universal Tahun 2019 meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan dan meningkatkan

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya berpenghasilan

Lebih terperinci

Kerangka Acuan Kerja

Kerangka Acuan Kerja Kerangka Acuan Kerja Pemandu Pelatihan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota Program Pamsimas II TRAINING DEVELOPMENT AND PROJECT MANAGEMENT SERVICES TO CENTRAL PROJECT MANAGEMENT UNIT [CPMU] 1. Latar Belakang

Lebih terperinci

PAMSIMAS II 2013 KATA PENGANTAR (

PAMSIMAS II 2013 KATA PENGANTAR ( KATA PENGANTAR ( Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan kontinu. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan air

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir, Msc. NIP.

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir, Msc. NIP. KATA PENGANTAR Salah satu program andalan Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi perdesaan dengan pendekatan berbasis masyarakat adalah Program Pamsimas. Pelaksanaan Program Pamsimas

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir, M.Sc. NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir, M.Sc. NIP KATA PENGANTAR Salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi adalah melalui program Pamsimas. Program ini merupakan program andalan Pemerintah di dalam penyediaan air

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PEMILIHAN DESA SASARAN PROGRAM PAMSIMAS

PETUNJUK TEKNIS PEMILIHAN DESA SASARAN PROGRAM PAMSIMAS PETUNJUK TEKNIS PEMILIHAN DESA SASARAN PROGRAM PAMSIMAS KATA PENGANTAR Salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi adalah melalui Program Pamsimas. Program ini merupakan

Lebih terperinci

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR (

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR ( KATA PENGANTAR ( Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan terus menerus. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, April 2016 DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA. Dr. Ir. Andreas Suhono, M.Sc. NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, April 2016 DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA. Dr. Ir. Andreas Suhono, M.Sc. NIP KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat RPJPN 2005 2025 dan RPJM 2015-2019, Pemerintah melalui program pembangunan nasional Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019, menetapkan bahwa pada tahun 2019,

Lebih terperinci

Lampiran: Surat CPMU Nomor : UM ca/Pamsimas/60 Tanggal : 10 April Revisi BAB 3. PROSES PEMILIHAN DESA HID 3.

Lampiran: Surat CPMU Nomor : UM ca/Pamsimas/60 Tanggal : 10 April Revisi BAB 3. PROSES PEMILIHAN DESA HID 3. Lampiran: Surat CPMU Nomor : UM.01.13.ca/Pamsimas/60 Tanggal : 10 April 2013 Revisi BAB 3. PROSES PEMILIHAN DESA HID 3.1 KETENTUAN UMUM Proses pemilihan desa secara resmi dimulai setelah CPMU mengeluarkan

Lebih terperinci

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TA 2015

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TA 2015 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TA 2015 Oleh: Ketua CPMU Pamsimas DISAMPAIKAN DALAM ACARA RAPAT KOORDINASI PROGRAM PAMSIMAS REGIONAL BARAT BATAM, 27 30 SEPTEMBER 2015 KPI Program Pamsimas OUTLINE

Lebih terperinci

PAMSIMAS 2013 KATA SAMBUTAN

PAMSIMAS 2013 KATA SAMBUTAN KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah peri-urban yang mana masyarakatnya berpenghasilan rendah, pemukiman

Lebih terperinci

PROGRAM PENGUATAN KEBERLANJUTAN UNTUK STBM KABUPATEN/KOTA DAN MASYARAKAT

PROGRAM PENGUATAN KEBERLANJUTAN UNTUK STBM KABUPATEN/KOTA DAN MASYARAKAT PROGRAM PENGUATAN KEBERLANJUTAN UNTUK STBM KABUPATEN/KOTA DAN MASYARAKAT PAMSIMAS II: Komponen Kesehatan Direktur Penyehatan Lingkungan Disampaikan Pada Rapat Koordinasi Regional 3 Denpasar, Bali 29 Sept

Lebih terperinci

PNPM MANDIRI PERDESAAN

PNPM MANDIRI PERDESAAN PNPM MANDIRI PERDESAAN Oleh : DIREKTUR JENDERAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KEMENTERIAN DALAM NEGERI PNPM MANDIRI PERDESAAN Merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan kemiskinan dan pengangguran

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KEGIATAN TRAINING OF TRAINER (TOT) STBM BAGI KOORDINATOR STBM PROVINSI DAN FASILITATOR STBM KABUPATEN/KOTA PROGRAM PAMSIMAS II TA 2014

KERANGKA ACUAN KEGIATAN TRAINING OF TRAINER (TOT) STBM BAGI KOORDINATOR STBM PROVINSI DAN FASILITATOR STBM KABUPATEN/KOTA PROGRAM PAMSIMAS II TA 2014 KERANGKA ACUAN KEGIATAN TRAINING OF TRAINER (TOT) BAGI KOORDINATOR PROVINSI DAN FASILITATOR KABUPATEN/KOTA PROGRAM PAMSIMAS II TA 2014 1. Latar Belakang Program Pamsimas II merupakan kelanjutan dari Program

Lebih terperinci

ROMS - 6 SULAWESI TENGAH. GORONTALO, SULAWESI UTARA, MALUKU, MALUKU UTARA

ROMS - 6 SULAWESI TENGAH. GORONTALO, SULAWESI UTARA, MALUKU, MALUKU UTARA ROMS - 6 SULAWESI TENGAH. GORONTALO, SULAWESI UTARA, MALUKU, MALUKU UTARA Progres T-1 Sulawesi Tengah = 10 Kabupaten (T-1 52 Desa dari 72 Desa) Gorontalo = 4 Kabupaten (T-1 20 Desa dari 36 Desa) Sulawesi

Lebih terperinci

2.3. Keberlanjutan Program Konsep Keberlanjutan (Sustainability) Partisipasi Masyarakat

2.3. Keberlanjutan Program Konsep Keberlanjutan (Sustainability) Partisipasi Masyarakat DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii PERNYATAAN... iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN... iv KATA PENGANTAR... v INTISARI... vii ABSTRACT... viii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR...

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN BANTUAN (SPPB) BLM APBN. Pada hari ini... tanggal... bulan... tahun dua ribu, kami yang bertanda tangan di bawah ini :

SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN BANTUAN (SPPB) BLM APBN. Pada hari ini... tanggal... bulan... tahun dua ribu, kami yang bertanda tangan di bawah ini : PT-2.3-04-A SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN BANTUAN (SPPB) BLM APBN Nomor : Tanggal : Pada hari ini... tanggal... bulan... tahun dua ribu, kami yang bertanda tangan di bawah ini : I. Nama : Jabatan : Pejabat

Lebih terperinci

Terms of Reference Proyek Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi

Terms of Reference Proyek Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi Terms of Reference Proyek Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi 1. Gambaran Umum: Latar Belakang: AQUA berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium dan Rencana Pembangunan

Lebih terperinci

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SEMARANG

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SEMARANG BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, Menimbang

Lebih terperinci

: [i] adanya inginan untuk meningkatkan kondisi air minum

: [i] adanya inginan untuk meningkatkan kondisi air minum Anak-anak usia sekolah di Nusa Tenggara Timur harus rela berjalan berkilo-kilo guna mendapatkan air minum untuk kebutuhan keluarga. Selain itu, pemerintah juga mempunyai komitmen global MDG (Millennium

Lebih terperinci

Buku-buku ini merupakan penyempurnaan buku-buku tahun lalu, dan banyak manfaat dapat dipetik, antara lain:

Buku-buku ini merupakan penyempurnaan buku-buku tahun lalu, dan banyak manfaat dapat dipetik, antara lain: PAMSIMAS 2012 KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan kontinu. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan

Lebih terperinci

URAIAN KEGIATAN R E N C A N A K E R J A P A M S I M A S T A H U N A N G G A R A N PELAKSANA JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES

URAIAN KEGIATAN R E N C A N A K E R J A P A M S I M A S T A H U N A N G G A R A N PELAKSANA JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES R E N C A N A K E R J A P A M S I M A S T A H U N A N G G A R A N 2 0 1 5 URAIAN KEGIATAN I 1.1 TINGKAT PUSAT KOMPONEN 1: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN DAERAH 1 Temu Karya Penguatan

Lebih terperinci

B u k u 8 D i s t r i c t C o o r d i n a t o r 1

B u k u 8 D i s t r i c t C o o r d i n a t o r 1 B u k u 8 D i s t r i c t C o o r d i n a t o r 1 TEMA SUB TEMA : Monev dan Pelaporan : Pelaksanaan Monitoring dan Uji Petik TUJUAN : Peserta dapat menjelaskan : TUJUAN 1. Prinsip pelaksanaan uji petik

Lebih terperinci

URUSAN WAJIB & PILIHAN (Psl 11)

URUSAN WAJIB & PILIHAN (Psl 11) UU NO. 23 TAHUN 2014 DESENTRALISASI OTONOMI DAERAH URUSAN WAJIB & PILIHAN (Psl 11) PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN URUSAN WAJIB terkait PD (psl 12 ayat1 ) a) Pendidikan b) Kesehatan c) Pekerjaan Umum & Penataan

Lebih terperinci

PENCETAKAN dan PENGGUNAAN POSTER DAN SPANDUK

PENCETAKAN dan PENGGUNAAN POSTER DAN SPANDUK PETUNJUK PENCETAKAN dan PENGGUNAAN POSTER DAN SPANDUK MEDIA SOSIALISASI PROGRAM PAMSIMAS TAHUN 2015 Petunjuk Pencetakan dan Penggunaan Poster dan Spanduk Media Sosialisasi PAMSIMAS II 1 DAFTAR ISI 1. Latar

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 30 TAHUN TENTANG STRATEGI DAERAH SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT KABUPATEN SUMEDANG

PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 30 TAHUN TENTANG STRATEGI DAERAH SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT KABUPATEN SUMEDANG PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 30 TAHUN 22010 TENTANG STRATEGI DAERAH SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT KABUPATEN SUMEDANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMEDANG, Menimbang : a. bahwa tantangan

Lebih terperinci

Konsep Program Hibah Air Minum Perdesaan Sumber Dana APBN Murni TA 2016

Konsep Program Hibah Air Minum Perdesaan Sumber Dana APBN Murni TA 2016 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Konsep Program Hibah Air Minum Perdesaan Sumber Dana APBN Murni TA 2016 Bali, 1 September 2015 Latar Belakang Tujuan Lingkup

Lebih terperinci

JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN Bogor, 18 s.d 27 Maret 2014

JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN Bogor, 18 s.d 27 Maret 2014 JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN 2014 Bogor, 18 s.d 27 Maret 2014 PENGANTAR Yang dimaksud dengan FASILITATOR MASYARAKAT BARU dalam konteks ini adalah: Fasilitator Masyarakat atau Calon Fasilitator

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA Menteri Negara Perumahan Rakyat. Perumahan. Pemukiman. Pedoman.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA Menteri Negara Perumahan Rakyat. Perumahan. Pemukiman. Pedoman. No.369, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA Menteri Negara Perumahan Rakyat. Perumahan. Pemukiman. Pedoman. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor 05/PERMEN/M/2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) MEKANISME PELAPORAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAMSIMAS

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) MEKANISME PELAPORAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAMSIMAS PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) MEKANISME PELAPORAN DATA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAMSIMAS 1. LATAR BELAKANG Mengingat PAMSIMAS merupakan program yang dilaksanakan dalam jangka waktu yang cukup panjang

Lebih terperinci

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU UJI PETIK

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU UJI PETIK PROSEDUR OPERASIONAL BAKU UJI PETIK PROGRAM PAMSIMAS II 2014 DAFTAR ISI A. Pendahuluan... 1 B. Maksud dan Tujuan... 1 C. Prinsip Uji Petik... 1 D. Pelaku Uji Petik... 2 E. Siklus Kegiatan Uji Petik...

Lebih terperinci

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Salah satu program andalan Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi perdesaan dengan pendekatan berbasis masyarakat adalah Program Pamsimas. Pelaksanaan Program Pamsimas

Lebih terperinci

BAB VI PEMANTAUAN DAN EVALUASI

BAB VI PEMANTAUAN DAN EVALUASI BAB VI PEMANTAUAN DAN EVALUASI Proses monitoring dan evaluasi merupakan pengendalian yakni bagian tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tujuan yang hendak dicapai. Monitoring atau pemantauan dapat mempermudah

Lebih terperinci

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BULUKUMBA NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUKUMBA, Menimbang

Lebih terperinci

30 DIMANA DILAKSANAKAN? 3 SAMBUTAN DAN KATA PENGANTAR 6 HIDUP SEHAT DAN SEJAHTERA DENGAN AIR MINUM DAN SANI- TASI BERKUALITAS

30 DIMANA DILAKSANAKAN? 3 SAMBUTAN DAN KATA PENGANTAR 6 HIDUP SEHAT DAN SEJAHTERA DENGAN AIR MINUM DAN SANI- TASI BERKUALITAS Daftar Isi 3 SAMBUTAN DAN KATA PENGANTAR 30 DIMANA DILAKSANAKAN? 18 APA ITU PAMSIMAS? Tujuan Sasaran Sasaran Lokasi 6 HIDUP SEHAT DAN SEJAHTERA DENGAN AIR MINUM DAN SANI- TASI BERKUALITAS 36 LOKASI PROGRAM

Lebih terperinci

BAB V STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI

BAB V STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI STRATEGI SANITASI KABUPATEN 2013-2017 BAB V STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI Monitoring evaluasi merupakan pengendalian yakni bagian tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tujuan yang akan dicapai. Monitoring

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 05/PERMEN/M/2009

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 05/PERMEN/M/2009 MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 05/PERMEN/M/2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERUMAHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. setinggi-tingginya (Sistem Kesehatan Nasional, 2009). Salah satu upaya. program nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

BAB I PENDAHULUAN. setinggi-tingginya (Sistem Kesehatan Nasional, 2009). Salah satu upaya. program nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup

Lebih terperinci

KEBERLANJUTAN DESA PASCA

KEBERLANJUTAN DESA PASCA KEBERLANJUTAN DESA PASCA 1. Status Keberfungsian Desa Pasca Provinsi Jumlah Desa Pasca Berfungsi Status Keberfungsian Berfungsi Sebagian Tidak Berfungsi Jawa Barat 427 395 26 6 Banten 229 172 52 5 Kalimantan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR ( Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir. M.Sc Nip

KATA PENGANTAR ( Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir. M.Sc Nip KATA PENGANTAR ( Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan terus menerus. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan

Lebih terperinci

AGENDA PROGRAM PAMSIMAS KOMPONEN 2 KESEHATAN TAHUN 2015

AGENDA PROGRAM PAMSIMAS KOMPONEN 2 KESEHATAN TAHUN 2015 AGENDA PROGRAM PAMSIMAS KOMPONEN 2 KESEHATAN TAHUN 2015 DISAMPAIKAN PADA RAKORNAS PROGRAM PAMSIMAS II TAHUN 2014 DENPASAR, BALI 3-6 DESEMBER 2014 EKO SAPUTRO Waka CPMU Pamsimas Ditjen PP&PL PENDEKATAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komponen pengembangan kapasitas (Capacity Building) merupakan salah satu pilar program PNPM Mandiri Perkotaan, karena program ini yang meyakini bahwa pembelajaran merupakan

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL EVALUASI RENCANA KERJA MASYARAKAT (SOP EVALUASI RKM) PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat)

STANDAR OPERASIONAL EVALUASI RENCANA KERJA MASYARAKAT (SOP EVALUASI RKM) PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) STANDAR OPERASIONAL EVALUASI RENCANA KERJA MASYARAKAT (SOP EVALUASI RKM) PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) SEPTEMBER 2016 DAFTAR ISI I. Umum... 1 II. Pelaku Dan Prinsip

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN TINGKAT MASYARAKAT

KERANGKA ACUAN PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN TINGKAT MASYARAKAT KERANGKA ACUAN PELATIHAN PROMOSI KESEHATAN TINGKAT MASYARAKAT I. PENDAHULUAN Pembangunan yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia adalah tercapainya bangsa yang maju dan mandiri, sejahtera lahir dan bathin.

Lebih terperinci

B A B V I PEMANTAUAN DAN EVALUASI

B A B V I PEMANTAUAN DAN EVALUASI B A B V I PEMANTAUAN DAN EVALUASI Paparan bab ini tidak menjelaskan tentang kegiatan pemantauan dan evaluasi sanitasi tetapi hanya memuat tentang strategi untuk melakukan pemantauan dan evaluasi dengan

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

KERANGKA ACUAN KEGIATAN KERANGKA ACUAN KEGIATAN DEKLARASI OPEN DEFICATION FREE (ODF) PILAR-1 : STOP BABS SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DESA SUNGAI MELAYU BARU KEC. SUNGAI MELAYU BARU A. LATAR BELAKANG A.1. Dasar Hukum

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Tata Kelola Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN Murni TA 2016

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA. Tata Kelola Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN Murni TA 2016 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Tata Kelola Program Hibah Air Minum Perkotaan APBN Murni TA 2016 1 Program Hibah Air Minum APBN Tahun 2016 Latar Belakang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI ACEH TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK Proses monitoring dan evaluasi merupakan pengendalian yakni bagian tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tujuan yang hendak dicapai. Monitoring atau pemantauan

Lebih terperinci

BAB 4 STRATEGI SEKTOR SANITASI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BAB 4 STRATEGI SEKTOR SANITASI KABUPATEN GUNUNGKIDUL BAB 4 STRATEGI SEKTOR SANITASI KABUPATEN GUNUNGKIDUL 4.1 SASARAN DAN ARAHAN PENAHAPAN PENCAPAIAN Sasaran Sektor Sanitasi yang hendak dicapai oleh Kabupaten Gunungkidul adalah sebagai berikut : - Meningkatkan

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH SALINAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG GERAKAN BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN NOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA Ibu Nomor : UM.01.11.ca/Pamsimas/12 Jakarta, 1 Februari 2012 Lampiran : 1 (satu) set Kepada Yth: (Daftar Terlampir) di T e m p a t KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA D I R E K T

Lebih terperinci

STRATEGI PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PNPM

STRATEGI PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PNPM STRATEGI PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PNPM Deputi Meneg PPN/Kepala Kepala Bappenas Bidang Kemiskinan, Ketenagakerjaan, dan UKM Rakornas Gubernur dan Bupati/Walikota dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TA 2015

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TA 2015 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAMSIMAS II TA 2015 Oleh: Ketua CPMU Pamsimas DISAMPAIKAN DALAM ACARA RAPAT KOORDINASI PROGRAM PAMSIMAS REGIONAL II MAKASSAR, 04 07 NOVEMBER 2015 KPI Program Pamsimas OUTLINE

Lebih terperinci

JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN Palembang, 25 Maret s.d 3 April 2014

JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN Palembang, 25 Maret s.d 3 April 2014 JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN 2014 Palembang, 25 Maret s.d 3 April 2014 PENGANTAR Yang dimaksud dengan FASILITATOR MASYARAKAT BARU dalam konteks ini adalah: Fasilitator Masyarakat atau Calon

Lebih terperinci

SOP Pengukuran Kinerja Pembukuan

SOP Pengukuran Kinerja Pembukuan SOP Pengukuran Kinerja Pembukuan Pendahuluan Salah satu factor kunci sukses dan keberlanjutan organisasi adalah adanya system pelaporan keuangan dan monitoring yang kuat. Tanpa hal tersebut sulit untuk

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 27 A TAHUN 2009 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN,

BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 27 A TAHUN 2009 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN, BUPATI MADIUN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 27 A TAHUN 2009 TENTANG PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor : 08/PERMEN/M/2006

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor : 08/PERMEN/M/2006 MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor : 08/PERMEN/M/2006 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN STIMULAN UNTUK PERUMAHAN SWADAYA BAGI MASYARAKAT

Lebih terperinci

PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI TENTANG

PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI TENTANG FORMAT PERJANJIAN KERJASAMA Logo Pemda PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI Nomor: Nomor: TENTANG PELAKSANAAN

Lebih terperinci

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : 10 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : 10 TAHUN 2012 TENTANG GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR : 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBANGUNAN AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN

Lebih terperinci

JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN Surabaya, Maret 2014

JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN Surabaya, Maret 2014 JADWAL PELATIHAN FM BARU PAMSIMAS II TAHUN 2014 Surabaya, 14 23 Maret 2014 PENGANTAR Yang dimaksud dengan FASILITATOR MASYARAKAT BARU dalam konteks ini adalah: Fasilitator Masyarakat atau Calon Fasilitator

Lebih terperinci

MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK

MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK BAB VI MONITORING DAN EVALUASI CAPAIAN SSK 6.1 Strategi Monitoring dan Evaluasi Kabupaten Banyumas Pada Bab sebelumnya yakni Bab Strategi dan Rencana Program

Lebih terperinci

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI

BAB VI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI BAB VI MONITORING DAN EVALUASI SANITASI Proses monitoring dan evaluasi merupakan pengendalian yakni bagian tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan tujuan yang hendak dicapai. Monitoring atau pemantauan

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya berpenghasilan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir. M.Sc NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Mei 2015 Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ir. Mochammad Natsir. M.Sc NIP KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan kontinu. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan air

Lebih terperinci

TATA CARA PENGGUNAAN DANA PROGRAM/KEGIATAN TUGAS PEMBANTUAN (TP) DAN URUSAN BERSAMA (UB) PNPM MANDIRI PERDESAAN T.A. 2010

TATA CARA PENGGUNAAN DANA PROGRAM/KEGIATAN TUGAS PEMBANTUAN (TP) DAN URUSAN BERSAMA (UB) PNPM MANDIRI PERDESAAN T.A. 2010 Lampiran II Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 414.2/753/PMD Tanggal : 19 Pebruari 2010 TATA CARA PENGGUNAAN DANA PROGRAM/KEGIATAN TUGAS PEMBANTUAN (TP) DAN URUSAN BERSAMA (UB) PNPM MANDIRI PERDESAAN T.A.

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR PAMSIMAS 2016

KATA PENGANTAR PAMSIMAS 2016 PAMSIMAS 2016 KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan terus menerus. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya berpenghasilan

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor : 08/PERMEN/M/2006

MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor : 08/PERMEN/M/2006 MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT Nomor : 08/PERMEN/M/2006 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN STIMULAN UNTUK PERUMAHAN SWADAYA BAGI MASYARAKAT

Lebih terperinci

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR

PAMSIMAS 2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan kontinu. Namun masih banyak Indonesia yang belum mendapatkan air bersih yang

Lebih terperinci

KEY PERFORMANCE INDIKATOR NSUP IDB

KEY PERFORMANCE INDIKATOR NSUP IDB KEY PERFORMANCE INDIKATOR NSUP IDB 2016-2020 NO INDIKATOR SATUAN TARGET KINERJA (TAHUN) 2016 2017 2018 2019 2020 STRATEGI OPERASIONAL KOMPONEN PENDUKUNG PENCAPAIAN TARGET 2 Key Performance Indicator NSUP-IDB

Lebih terperinci

MEDIA KOMUNIKASI PAMSIMAS 2011 DICETAK DI TIAP PROPINSI

MEDIA KOMUNIKASI PAMSIMAS 2011 DICETAK DI TIAP PROPINSI MEDIA KOMUNIKASI PAMSIMAS 2011 DICETAK DI TIAP PROPINSI Poster 1 A Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Segera Cair. Sub Dana BLM cair jika dana tunai swadaya masyarakat minimal 4% dan kontribusi APBD

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Pebruari Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah pinggiran kota (peri-urban) yang mana masyarakatnya berpenghasilan

Lebih terperinci

Panduan Evaluasi Kinerja Personil ROMS dan Fasilitator PROGRAM PAMSIMAS II

Panduan Evaluasi Kinerja Personil ROMS dan Fasilitator PROGRAM PAMSIMAS II Panduan Evaluasi Kinerja Personil ROMS dan Fasilitator PROGRAM PAMSIMAS II A. Latar Belakang Program Pamsimas dalam pelaksanaan kegiatannya didukung oleh para tenaga pelaksana/konsultan mulai dari tingkat

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN APLIKASI MODUL 7.3 KEBERLANJUTAN

PANDUAN PENGISIAN APLIKASI MODUL 7.3 KEBERLANJUTAN PANDUAN PENGISIAN APLIKASI MODUL 7.3 KEBERLANJUTAN Data Keberlanjutan merupakan informasi kondisi desa Pamsimas yang telah dilaksanakan pada tahuntahun sebelumnya, dimulai dari tahun 2008, yang dilaporkan

Lebih terperinci

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) PELAKSANAAN MIS DAY (Hari SIM) PAMSIMAS

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) PELAKSANAAN MIS DAY (Hari SIM) PAMSIMAS PROSEDUR OPERASIONAL BAKU (POB) PELAKSANAAN MIS DAY (Hari SIM) PAMSIMAS 1. LATAR BELAKANG PELAKSANAAN MIS DAY 1.1 KETERLAMBATAN UPDATE DATA SIM Sejak program PAMSIMAS dijalankan yang dimulai sejak tahun

Lebih terperinci

JADWAL PELATIHAN FM BARU GELOMBANG III - PAMSIMAS II JULI 2014 DI DENPASAR - BALI

JADWAL PELATIHAN FM BARU GELOMBANG III - PAMSIMAS II JULI 2014 DI DENPASAR - BALI JADWAL PELATIHAN FM BARU GELOMBANG III - PAMSIMAS II 10 21 JULI 2014 DI DENPASAR - BALI HARI I (KAMIS, 10 JULI 2014) 14.00 15.30 Registrasi Peserta & Check In Panitia Orientasi Pelatihan (2 JPL) 15.30

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang. BPS Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

PENDAHULUAN. Bab Latar Belakang. BPS Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Bab - 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sanitasi merupakan salah satu pelayanan dasar yang kurang mendapatkan perhatian dan belum menjadi prioritas pembangunan di daerah. Dari berbagai kajian terungkap

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Agustus 2016 DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA. Dr. Ir. Andreas Suhono, M.Sc. NIP

KATA PENGANTAR. Jakarta, Agustus 2016 DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA. Dr. Ir. Andreas Suhono, M.Sc. NIP KATA PENGANTAR Air sebagai kebutuhan utama kehidupan, seharusnya dapat terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau, dan terus menerus. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan

Lebih terperinci