PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013"

Transkripsi

1 No. 50/08/33/Th. VIII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 145,04 RIBU TON, CABAI RAWIT 85,36 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 419,47 RIBU TON A. CABAI BESAR Produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2013 sebesar 145,04 ribu ton. Dibandingkan tahun 2012, terjadi peningkatan produksi sebesar 14,91 ribu ton (11,46 persen). Kenaikan ini disebabkan kenaikan produktivitas sebesar 0,61 ton per hektar (10,70 persen) dan peningkatan luas panen sebesar 156 hektar (0,69 persen) dibandingkan tahun B. CABAI RAWIT Produksi cabai rawit segar dengan tangkai tahun 2013 sebesar 85,36 ribu ton. Dibandingkan tahun 2012, terjadi kenaikan produksi sebesar 364 ton (0,43 persen). Kenaikan ini disebabkan kenaikan produktivitas sebesar 0,03 ton per hektar (0,61 persen), meskipun luas panen mengalami penurunan seluas 29 hektar (0,18 persen) dibandingkan tahun C. BAWANG MERAH Produksi umbi bawang merah dengan daun tahun 2013 sebesar 419,47 ribu ton. Dibandingkan tahun 2012, produksi meningkat sebesar 37,66 ribu ton (9,86 persen). Peningkatan disebabkan meningkatnya produktivitas sebesar 0,77 ton per hektar (7,21 persen) dan peningkatan luas panen seluas 887 hektar (2,48 persen) dibandingkan tahun PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura, pasal 1 menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan hortikultura adalah segala hal yang berkaitan dengan buah, sayuran, bahan obat nabati, dan florikultura (tanaman hias). Data produksi tanaman hortikultura yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) ini hanya mencakup produksi dari tiga komoditas strategis yaitu cabai besar, cabai rawit dan bawang merah. Data produksi yang disajikan merupakan angka tetap yang dikumpulkan dari laporan per bulan dalam tahun Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus

2 2. METODOLOGI PENGUMPULAN DATA HORTIKULTURA Pengumpulan data produksi dan luas panen hortikultura dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD)/Mantri Tani/Petugas Pengumpul Data Tingkat Kecamatan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dengan metode perkiraan pengamatan lapang. Pengumpulan data menggunakan daftar register kecamatan dan daftar isian Statistik Pertanian Hortikultura (SPH). Daftar nama kecamatan yang digunakan keadaan pada bulan Desember 2012 dengan jumlah kecamatan di Jawa Tengah sebanyak 573 kecamatan. Pemeriksaan kelengkapan dan kebenaran isian dokumen SPH dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Hasilnya diserahkan kepada BPS Kabupaten/Kota untuk diolah. Validasi data dilakukan dalam forum sinkronisasi hasil pencatatan dan pengolahan baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun tingkat nasional. 3. PRODUKSI CABAI BESAR Produksi cabai besar di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 sebesar 145,04 ribu ton, mengalami peningkatan sebesar 14,91 ribu ton (11,46 persen) dibandingkan tahun Peningkatan produksi cabai besar tahun 2013 tersebut terjadi di 7 (tujuh) kabupaten potensi cabai besar di Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Magelang, Brebes, Temanggung, Banjarnegara, Semarang, Rembang dan Wonosobo) sebesar 4,37 ribu ton dan di 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota lainnya mengalami kenaikan sebesar 10,54 ribu ton. Gambar 1 Perkembangan Produksi Cabai Besar Provinsi Jawa Tengah, Tahun Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus 2014

3 Pada tahun 2013, sebesar 68,91 persen produksi cabai besar dihasilkan oleh 7 (tujuh) kabupaten potensi di Provinsi Jawa Tengah, sedangkan 31,09 persen tersebar di kabupaten/kota lain. Dalam periode tahun , produksi tertinggi di 7 (tujuh) kabupaten potensi terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 99,95 ribu ton dan di 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota bukan potensi juga terjadi tahun 2013 sebesar 45,09 ribu ton. Luas panen tertinggi di 7 (tujuh) kabupaten potensi terjadi pada tahun 2012 yaitu seluas 15,06 ribu hektar dan di 28 (dua puluh delapan) kabupaten/kota bukan potensi, luas panen tertinggi pada tahun 2011 sebesar 9,47 ribu hektar. Produktivitas tertinggi di 7 (tujuh) kabupaten potensi dan di 28 (dua puluh delapan) terjadi pada tahun 2013 masingmasing sebesar 6,66 ton per hektar dan 6,34 ton per hektar. Perkembangan data ini disajikan pada Tabel 1. Kenaikan terbesar produksi cabai besar tahun 2013 terjadi di Kabupaten Temanggung dan Blora, masing-masing sebesar 9,79 ribu ton dan 6,32 ribu ton. Sementara itu penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Magelang, masing-masing sebesar 4,21 ribu ton dan 2,83 ribu ton. Tabel 1 Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Cabai Besar Provinsi Jawa Tengah, Tahun Uraian Perkembangan Absolut % Absolut % Produksi (ton) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 7 Kab. Potensi , ,58 28 Kab./Kota Bukan Potensi , ,49 Provinsi Jawa Tengah , ,46 Luas Panen (Ha) 7 Kab. Potensi , ,26 28 Kab./Kota Bukan Potensi , ,55 Provinsi Jawa Tengah , ,69 Produktivitas (ton/ha) 7 Kab. Potensi 6,03 6,35 6,66 0,31 5,20 0,31 4,85 28 Kab./Kota Bukan Potensi 4,31 4,52 5,75 0,21 4,89 1,23 27,25 Provinsi Jawa Tengah 5,31 5,73 6,34 0,43 8,02 0,61 10,70 Keterangan: - Bentuk hasil produksi cabai besar adalah buah segar dengan tangkai - Cabai besar terdiri dari cabai merah besar, cabai hijau besar, cabai merah keriting cabai hijau keriting Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus

4 Perkembangan produksi cabai besar per triwulan dari tahun 2011 sampai tahun 2013, disajikan pada Tabel 2. Pada periode tahun , peningkatan terjadi pada triwulan II sebesar 5,19 ribu ton (15,81 persen), triwulan III sebesar 6,45 ribu ton (20,48 persen) dan triwulan IV sebesar 5,01 ribu ton (25,41 persen), sedangkan penurunan produksi terjadi pada triwulan I sebesar 1,74 ribu ton (3,77 persen). Pada tahun 2013, panen raya produksi cabai besar di Provinsi Jawa Tengah terjadi pada triwulan I yaitu mencapai 44,38 ribu ton, sama dengan tahun sebelumnya (tahun 2012), sedangkan tahun 2011 produksi tertinggi cabai besar terjadi pada triwulan III. Pola produksi cabai besar sejalan dengan pola luas panennya. Tabel 2 Perkembangan Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Cabai Besar Menurut Triwulan Provinsi Jawa Tengah, Tahun Uraian Perkembangan Absolut % Absolut % Produksi (ton) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Triwulan I , ,77 Triwulan II , ,81 Triwulan III , ,48 Triwulan IV , ,41 Luas Panen (ha) Triwulan I , ,20 Triwulan II , ,67 Triwulan III , ,73 Triwulan IV , ,30 Produktivitas (ton/ha) Triwulan I 3,31 4,78 5,24 1,47 44,33 0,46 9,60 Triwulan II 3,87 3,99 4,95 0,12 3,18 0,96 24,09 Triwulan III 4,22 4,03 4,63-0,19-4,52 0,61 15,03 Triwulan IV 4,04 3,52 4,47-0,52-12,95 0,95 27,07 Keterangan: - Bentuk hasil produksi cabai besar adalah buah segar dengan tangkai - Cabai besar terdiri dari cabai merah besar, cabai hijau besar, cabai merah keriting cabai hijau keriting Perkembangan luas panen cabai besar pada periode menunjukkan pola yang sedikit berbeda. Pola luas panen cabai besar pada tahun 2013 menunjukkan penurunan luas panen pada triwulan II kemudian mengalami peningkatan pada triwulan III dan kembali mengalami penurunan pada IV. Hal ini berbeda dengan pola luas panen pada tahun 2012 menunjukkan penurunan dari triwulan II sampai triwulan IV, sedangkan pada tahun 2011 menunjukkan peningkatan pada triwulan II dan triwulan III, meskipun mengalami penurunan pada triwulan IV. 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus 2014

5 Gambar 2 Pola Luas Panen Cabai Besar Provinsi Jawa Tengah, Tahun PRODUKSI CABAI RAWIT Produksi cabai rawit di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 mencapai 85,36 ribu ton, mengalami peningkatan sebanyak 364 ton (0,43 persen) dibandingkan tahun Kenaikan produksi cabai rawit dari tahun 2012 ke tahun 2013 terjadi di 30 (tiga puluh) kabupaten/kota bukan potensi sebesar 8,03 ribu ton (31,17 persen) sedangkan di 5 (lima) kabupaten potensi yaitu Kabupaten Banjarnegara, Magelang, Boyolali, Rembang dan Brebes terjadi penurunan sebesar 7,66 ribu ton (12,93 persen). Gambar 3 Perkembangan Produksi Cabai Rawit Provinsi Jawa Tengah, Tahun Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus

6 Produksi cabai rawit di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 sebesar 60,43 persen berada di 5 (lima) kabupaten potensi dan 39,57 persen di kabupaten/kota lain. Produksi cabai rawit tertinggi di 5 (lima) kabupaten potensi terjadi pada tahun 2012 yaitu sebesar 59,24 ribu ton, sedangkan di 30 (tiga puluh) kabupaten/kota bukan potensi terjadi tahun 2011 sebesar 33,81 ribu ton. Luas panen tertinggi pada tahun 2012, di 5 (lima) kabupaten potensi seluas 8,99 ribu hektar dan di 30 (tiga puluh) kabupaten/kota bukan potensi terjadi pada tahun 2011 dan 2013 seluas 7,95 ribu hektar. Produktivitas tertinggi di 5 (lima) kabupaten potensi terjadi pada tahun 2012 sebesar 6,59 ton per hektar, sedangkan di 30 (tiga puluh) kabupaten/kota bukan potensi pada tahun 2011 dan 2013 sebesar 4,25 ton per hektar. Perkembangan data ini disajikan pada Tabel 3. Kenaikan terbesar produksi cabai rawit tahun 2013 terjadi di Kabupaten Temanggung dan Brebes, masing-masing sebesar 3,57 ribu ton dan 1,90 ribu ton. Sementara itu penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Banjarnegara, masing-masing sebesar 4,93 ribu ton dan 1,88 ribu ton. Tabel 3 Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Cabai Rawit Provinsi Jawa Tengah, Tahun Uraian Perkembangan Absolut % Absolut % Produksi (ton) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 5 Kab. Potensi , ,93 30 Kab./Kota Bukan Potensi , ,17 Provinsi Jawa Tengah , ,43 Luas Panen (Ha) 5 Kab. Potensi , ,65 30 Kab./Kota Bukan Potensi , ,38 Provinsi Jawa Tengah , ,18 Produktivitas (ton/ha) 5 Kab. Potensi 5,09 6,59 6,28 1,50 29,41-0,31-4,69 30 Kab./Kota Bukan Potensi 4,25 3,58 4,25-0,68-15,92 0,67 18,83 Provinsi Jawa Tengah 4,62 5,25 5,28 0,63 13,64 0,03 0,61 Keterangan: - Bentuk hasil produksi cabai rawit adalah buah segar dengan tangkai - Cabai rawit terdiri dari cabai rawit merah dan cabai rawit hijau 6 Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus 2014

7 Perkembangan produksi cabai rawit per triwulan dari tahun 2011 sampai tahun 2013 disajikan pada Tabel 4. Pada periode tahun , peningkatan terjadi dari triwulan III sampai dengan triwulan IV. Peningkatan tertinggi pada triwulan IV yaitu sebesar 5,67 ribu ton (50,43 persen). Berbeda pada triwulan I dan II, produksi cabai rawit mengalami penurunan yaitu sebesar 2,53 ribu ton (17,61 persen) dan 6,09 ribu ton (17,83 persen). Pada tahun 2013, panen raya produksi cabai rawit di Provinsi Jawa Tengah terjadi pada triwulan III yaitu mencapai 28,54 ribu ton, berbeda pada tahun 2012 produksi tertinggi cabai rawit terjadi pada triwulan II. Pola produksi cabai rawit sejalan dengan pola luas panennya. Tabel 4 Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Cabai Rawit Menurut Triwulan Provinsi Jawa Tengah, Tahun Produksi (ton) Uraian Perkembangan Absolut % Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Triwulan I ,086 39, ,61 Triwulan II ,324 81, ,83 Triwulan III , ,12 Triwulan IV , ,43 Luas Panen (ha) Triwulan I ,143 28, ,84 Triwulan II ,504 19, ,08 Triwulan III , ,21 Triwulan IV , ,95 Produktivitas (ton/ha) Triwulan I 2,59 2,81 2,36 0,22 8,49-0,45-16,07 Triwulan II 2,46 3,73 3,70 1,27 51,57-0,03-0,90 Triwulan III 2,90 3,57 3,80 0,67 22,96 0,23 6,50 Triwulan IV 2,67 2,97 3,36 0,30 11,08 0,39 13,15 Keterangan: - Bentuk hasil produksi cabai rawit adalah buah segar dengan tangkai - Cabai rawit terdiri dari cabai rawit merah dan cabai rawit hijau Pola luas panen cabai rawit pada tahun 2013 menunjukkan peningkatan luas panen dari triwulan I ke triwulan II, kemudian mengalami penurunan sampai triwulan IV. Hal ini sama dengan pola luas panen pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2011 menunjukkan pola luas panen yang berbeda yaitu mengalami peningkatan mulai triwulan I sampai triwulan III dan turun pada triwulan IV (Gambar 4). Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus

8 Gambar 4 Pola Luas Panen Cabai Rawit Provinsi Jawa Tengah, Tahun PRODUKSI BAWANG MERAH Produksi bawang merah di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 sebesar 419,47 ribu ton, mengalami peningkatan sebesar 37,66 ribu ton (9,86 persen) dibandingkan pada tahun Peningkatan produksi tersebut disebabkan meningkatnya luas panen di kabupaten potensi (Kabupaten Brebes) sebesar 1,78 ribu hektar (7,69 persen), meskipun di 34 (tiga puluh empat) kabupaten/kota lainnya terjadi penurunan sebesar 892 hektar atau sebesar 7,03 persen (Gambar 5). Gambar 5 Perkembangan Produksi Bawang Merah Provinsi Jawa Tengah, Tahun Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus 2014

9 Persentase produksi bawang merah Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 untuk Kabupaten Brebes dan 34 (tiga puluh empat) kabupaten/kota lainnya masing-masing sebesar 72,65 persen dan 25,35 persen. Selama periode , produksi dan luas panen tertinggi di Kabupaten Brebes dicapai pada tahun 2013, dimana produksi mencapai 304,76 ribu ton dan luas panen mencapai 24,91 ribu hektar. Produksi tertinggi di 34 (tiga puluh empat) kabupaten/kota lainnya dicapai pada tahun 2012, dimana produksi mencapai 122,81 ribu ton dan luas panen tertinggi dicapai tahun 2012 mencapai 12,70 ribu hektar. Sementara produktivitas tertinggi untuk Kabupaten Brebes dan 34 (tiga puluh empat) kabupaten/kota lainnya dicapai pada tahun 2013 yaitu masing-masing sebesar 12,23 ton per hektar dan 9,72 ton per hektar. Kenaikan terbesar produksi bawang merah tahun 2013 terjadi di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal, masing-masing sebesar 45,76 ribu ton dan 6,81 ribu ton. Sementara itu penurunan terbesar terjadi di Kabupaten Demak dan Kabupaten Pati, masing-masing sebesar 8,20 ribu ton dan 4,34 ribu ton. Tabel 5 Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Bawang Merah Provinsi Jawa Tengah, Tahun Perkembangan Uraian Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (ton) Kab. Brebes , ,67 34 Kab./Kota lainnya , ,59 Jawa Tengah , ,86 Luas Panen (ha) Kab. Brebes , ,69 34 Kab./Kota lainnya , ,03 Jawa Tengah , ,48 Produktivitas (ton/ha) Kab. Brebes 11,64 11,20 12,23-0,44-3,81 1,04 9,26 34 Kab./Kota lainnya 7,95 9,67 9,72 1,73 21,74 0,04 0,46 Jawa Tengah 10,42 10,66 11,43 0,23 2,23 0,77 7,21 Keterangan: Bentuk hasil produksi bawang merah adalah umbi kering panen dengan daun Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus

10 Perkembangan produksi bawang merah per triwulan dari tahun 2011 ke tahun 2013 ditunjukkan pada Tabel 6. Pada periode , peningkatan produksi terjadi pada triwulan I, III dan IV masing-masing sebesar 14,53 ribu ton (14,60 persen), 10,82 ribu ton (9,76 persen) dan 26,38 ribu ton (40,27 persen), sedangkan penurunan produksi terjadi pada triwulan II sebesar 14,07 ribu ton (13,28 persen). Pada periode tahun , panen raya produksi bawang merah di Provinsi Jawa Tengah terjadi pada triwulan III. Kondisi berbeda pada saat produksi terendah, pada tahun tahun 2013 terjadi pada triwulan II sedangkan pada tahun 2012 produksi terendah bawang merah terjadi pada triwulan IV dan pada tahun 2011 terjadi pada triwulan I. Tabel 6 Perkembangan Produksi, Luas Panen, dan Produktivitas Bawang Merah Menurut Triwulan Provinsi Jawa Tengah, Tahun Perkembangan Uraian Absolut (%) Absolut (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Produksi (ton) Triwulan I , ,60 Triwulan II , ,28 Triwulan III , ,76 Triwulan IV , ,27 Luas Panen (Ha) Triwulan I , ,18 Triwulan II , ,73 Triwulan III , ,61 Triwulan IV , ,86 Produktivitas (ton/ha) Triwulan I 10,11 9,59 10,75-0,52-5,18 1,17 12,16 Triwulan II 9,94 10,66 10,71 0,72 7,22 0,06 0,52 Triwulan III 11,60 11,86 12,45 0,26 2,24 0,58 4,92 Triwulan IV 9,92 10,63 11,84 0,71 7,17 1,22 11,45 Keterangan: bentuk hasil produksi bawang merah adalah umbi kering panen dengan daun Pola luas panen bawang merah Provinsi Jawa Tengah pada periode mengalami perubahan (Gambar 6). Pada tahun 2013 menunjukkan luas panen tertinggi terjadi pada triwulan I, menurun pada triwulan II kemudian meningkat pada triwulan III dan menurun kembali pada triwulan IV. Pada tahun 2012, pola luas panen berubah, mulai dari triwulan I sampai triwulan IV mengalami penurunan dan luas panen terendah terjadi pada 10 Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus 2014

11 triwulan IV. Pada tahun 2011, luas panen terendah terjadi pada triwulan I, meningkat pada triwulan II dan mengalami penurunan pada triwulan III sampai triwulan IV. Gambar 6 Pola Luas Panen Bawang Merah Provinsi Jawa Tengah, Tahun ### --- Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus

12 Tabel 7 Perkembangan Produksi Cabai Besar Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Tahun (Ton) Cabai Besar Kabupaten/Kota Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) 1 Cilacap 345,2 441,0 95,8 27,75 2 Banyumas 318,7 261,3-57,4-18,01 3 Purbalingga 491,6 824,5 332,9 67,72 4 Banjarnegara , , ,0 8,97 5 Kebumen 2.150, , ,3-51,71 6 Purworejo 1.480, ,7-277,4-18,74 7 Wonosobo 8.170, ,1 348,0 4,26 8 Magelang , , ,8-10,59 9 Boyolali 1.269, ,5 450,7 35,49 10 Klaten 1.239,0 955,8-283,2-22,86 11 Sukoharjo 247,0 141,8-105,2-42,59 12 Wonogiri 370,3 954,5 584,2 157,76 13 Karanganyar 1.616, ,2 766,3 47,39 14 Sragen 580, , ,3 214,79 15 Grobogan 1.320, ,3-250,0-18,94 16 Blora 6.281, , ,0 100,59 17 Rembang 9.223, , ,8-45,63 18 Pati 1.993, ,4-256,4-12,86 19 Kudus 58,7 98,1 39,4 67,12 20 Jepara 38,6 44,9 6,3 16,32 21 Demak 2.860, ,4 386,3 13,51 22 Semarang 9.893, ,2 345,2 3,49 23 Temanggung , , ,2 67,35 24 Kendal 817, ,2 588,0 71,95 25 Batang 1.941, ,1-179,0-9,22 26 Pekalongan 197,6 164,5-33,1-16,75 27 Pemalang 4.300, , ,5 46,24 28 Tegal 4.593, ,9 320,7 6,98 29 Brebes , ,8-84,8-0,54 30 Kota Magelang 0,0 0,0 0,0 0,00 31 Kota Surakarta 0,0 0,0 0,0 0,00 32 Kota Salatiga 3,9 3,6-0,3-7,69 33 Kota Semarang 34,9 0,9-34,0-97,42 34 Kota Pekalongan 0,0 0,0 0,0 0,00 35 Kota Tegal 0,0 0,0 0,0 0,00 Jawa Tengah , , ,1 11,46 12 Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus 2014

13 Tabel 8 Perkembangan Produksi Cabai Rawit Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Tahun (Ton) Cabai Rawit Kabupaten/Kota Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) 1 Cilacap 186,7 223,5 36,8 19,71 2 Banyumas 190,9 116,4-74,5-39,03 3 Purbalingga 523,3 480,2-43,1-8,24 4 Banjarnegara 8.135, , ,0-23,06 5 Kebumen 934,5 630,7-303,8-32,51 6 Purworejo 815,6 360,5-455,1-55,80 7 Wonosobo 6.316, ,4 993,4 15,73 8 Magelang 7.660, , ,1-16,72 9 Boyolali , , ,8-17,13 10 Klaten 1.047, ,7 64,1 6,12 11 Sukoharjo 0,0 0,0 0,0 0,00 12 Wonogiri 1.080, , ,2 127,78 13 Karanganyar 476,1 653,3 177,2 37,22 14 Sragen 102,4 35,5-66,9-65,33 15 Grobogan 1.830, ,1-160,0-8,74 16 Blora 977, , ,7 111,39 17 Rembang 8.062, , ,0-18,37 18 Pati 35,9 25,6-10,3-28,69 19 Kudus 3,4 19,0 15,6 458,82 20 Jepara 42,5 97,6 55,1 129,65 21 Demak 304,4 231,7-72,7-23,88 22 Semarang 2.347, ,1 681,0 29,01 23 Temanggung 3.508, , ,9 101,72 24 Kendal 1.557, , ,6 72,79 25 Batang 913,0 494,4-418,6-45,85 26 Pekalongan 100,9 52,0-48,9-48,46 27 Pemalang 2.007, ,2 281,8 14,04 28 Tegal 350,0 455,3 105,3 30,09 29 Brebes 6.628, , ,9 28,69 30 Kota Magelang 0,0 0,0 0,0 0,00 31 Kota Surakarta 0,0 0,0 0,0 0,00 32 Kota Salatiga 85,2 197,9 112,7 132,28 33 Kota Semarang 15,9 1,2-14,7-92,45 34 Kota Pekalongan 0,0 0,0 0,0 0,00 35 Kota Tegal 0,0 0,0 0,0 0,00 Jawa Tengah , ,9 363,8 0,43 Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus

14 Tabel 9 Perkembangan Produksi Bawang Merah Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, Tahun (Ton) Bawang Merah Kabupaten/Kota Absolut % (1) (2) (3) (4) (5) 1 Cilacap 3,2 0,0-3,2-100,00 2 Banyumas 21,7 15,2-6,5-29,95 3 Purbalingga 0,0 0,0 0,0 0,00 4 Banjarnegara 1,4 0,0-1,4-100,00 5 Kebumen 4,0 4,0 0,0 0,00 6 Purworejo 0,0 0,0 0,0 0,00 7 Wonosobo 49,9 28,5-21,4-42,89 8 Magelang 93,8 103,1 9,3 9,91 9 Boyolali 3.012, ,1-733,8-24,36 10 Klaten 0,0 15,0 15,0 100,00 11 Sukoharjo 121,5 84,5-37,0-30,45 12 Wonogiri 206,0 186,4-19,6-9,51 13 Karanganyar 1.409,1 968,5-440,6-31,27 14 Sragen 433,4 282,6-150,8-34,79 15 Grobogan 1.923, ,3 990,1 51,48 16 Blora 769, ,8 333,3 43,31 17 Rembang 524,5 702,4 177,9 33,92 18 Pati , , ,9-16,71 19 Kudus 0,0 0,0 0,0 0,00 20 Jepara 21,0 0,0-21,0-100,00 21 Demak , , ,8-21,03 22 Semarang 185,4 99,0-86,4-46,60 23 Temanggung 6.693, ,6-183,6-2,74 24 Kendal , ,9 468,2 2,39 25 Batang 0,0 143,6 143,6 100,00 26 Pekalongan 40,0 7,5-32,5-81,25 27 Pemalang 4.662, , ,5-57,86 28 Tegal , , ,5 43,21 29 Brebes , , ,0 17,67 30 Kota Magelang 0,0 0,0 0,0 0,00 31 Kota Surakarta 0,0 0,0 0,0 0,00 32 Kota Salatiga 0,0 0,0 0,0 0,00 33 Kota Semarang 0,0 0,0 0,0 0,00 34 Kota Pekalongan 0,0 0,0 0,0 0,00 35 Kota Tegal 2.316, ,5-58,4-2,52 Jawa Tengah , , ,5 9,86 14 Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Tengah No. 50/08/33/Th.VIII, 4 Agustus 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PROVINSI JAWA TENGAH

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PROVINSI JAWA TENGAH No. 56/08/33 Th.IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PROVINSI JAWA TENGAH PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 167,79 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 107,95 RIBU TON,

Lebih terperinci

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 48/08/73/Th. VIII, 3 Agustus 2015 ANGKA TETAP PRODUKSI HORTIKULTURA KOMODITAS STRATEGIS NASIONAL TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT DAN BAWANG MERAH DI SULAWESI

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 No. 46/08/34/Th.XVI, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 17,13 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3,23 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH MALUKU UTARA TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH MALUKU UTARA TAHUN 2014 No. 46/08/82/Th.XIV, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH MALUKU UTARA TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 4.130 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 5.174 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 No. 5/8/19/Th.XII, 4 Agustus 214 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 213 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 3.635,6 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3.35,7 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR TON A.

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA No.43/8/34/Th.XV,1 Agustus 213 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 212, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 16,46 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 2,32 RIBU TON,

Lebih terperinci

No. 05/08/81 Th. III, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 1.890,6 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 2.917,6 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 542,9

Lebih terperinci

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN BPS PROVINSI SULAWESI SELATAN No. 45/08/73 Th. XVII, 4 Agustus 2014 ANGKA TETAP PRODUKSI HORTIKULTURA KOMODITAS STRATEGIS NASIONAL TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT DAN BAWANG MERAH DI SULAWESI

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 46/08/75/TH. IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 Produksi Cabai Besar Sebesar 3.012 Kwintal, Cabai Rawit Sebesar 117.719 Kwintal, Dan Bawang Merah Sebesar

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH No. 46/8/15/Th.IX, 3 Agustus 215 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 214, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 36.715 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 6.764 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 4.836 TON

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 54/8/52/Th.IX, 3 Agustus 215 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 214 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 2,65 RIBU TON, CABAI

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2013 No. 42/08/14/Th. XV, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 9,09 RIBU TON DAN CABAI RAWIT SEBESAR 6,42 RIBU TON A. CABAI BESAR Produksi cabai besar

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 No. 46/8/13/Th.XVII, 4 Agustus 214 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 213 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 6.981 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 7.12 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 42.791 TON

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2014 No. 41/08/14/Th.XVI, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2014 TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 9.355 TON, DAN CABAI RAWIT SEBESAR 6.253 TON A. CABAI BESAR Produksi cabai besar

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN No. 46/8/16/Th. XVII, 3 Agustus 215 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 214 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 14,8 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3,87 RIBU

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 53/08/19/Th.XIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 3.686,00 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3.099,80 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 46/08/34/Th.XVII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 17,76 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3,17 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No.55/08/64/Th.XVIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 6.774,20 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 6.268,40

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, BAWANG MERAH, DAN MANGGA PROVINSI ACEH TAHUN 2011

PRODUKSI CABAI BESAR, BAWANG MERAH, DAN MANGGA PROVINSI ACEH TAHUN 2011 No.36/8/12/I, 1 Agustus 212 PRODUKSI CABAI BESAR, BAWANG MERAH, DAN MANGGA PROVINSI ACEH TAHUN 211 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 3.179 KUINTAL, BAWANG MERAH SEBESAR 26.4 KUINTAL, DAN MANGGA SEBESAR 27.544

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 No.50/08/71/Th.VIII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 2.826 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 8.461 TON DAN BAWANG MERAH SEBESAR 1.354 TON

Lebih terperinci

No.46/08/17/Th IV, 03 Agustus 2015

No.46/08/17/Th IV, 03 Agustus 2015 No.46/08/17/Th IV, 03 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 46.166,70 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 8.918,30 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH No. 45/08/Th.XIX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 7.418 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3.606 TON DAN BAWANG MERAH SEBESAR 474 TON A.

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014 BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 46/08/32/Th. XVII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2014 TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 253.296 TON, CABAI

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT 2013 PROVINSI KEPULAUAN RIAU

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT 2013 PROVINSI KEPULAUAN RIAU BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI KEPULAUAN RIAU PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT 2013 PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 58/08/21/Th. VIII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 1.852 TON DAN CABAI RAWIT

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT No. 55/08/21/Th. VIII, 1 Agustus 2013 PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2012, PRODUKSI CABAI BESAR BESAR 2.235 TON DAN CABAI RAWIT SEBESAR 1.023 TON A. CABAI BESAR Produksi cabai besar segar dengan

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 43/08/91/Th. IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 272 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 749 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 6 TON A. CABAI

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 39/08/THXVIII.3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 501.893 KUINTAL, CABAI RAWIT SEBESAR 528.704 KUINTAL, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 54/08/51/Th. III, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 20,35 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 28,44 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH No. 45/08/63/Th.XVII, 1 Agustus 2013 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2012, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 5.448 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 2.192 TON A. CABAI BESAR Produksi cabai

Lebih terperinci

BPS PROVINSI LAMPUNG

BPS PROVINSI LAMPUNG BPS PROVINSI LAMPUNG No. 13/08/18/Th.II, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 35,23 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 13,34 RIBU TON, DAN

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT DAN BAWANG MERAH

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT DAN BAWANG MERAH No. 39/8/36/Th.VIII, 4 Agustus 214 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT DAN BAWANG MERAH TAHUN 213, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 58,41 RIBU KUINTAL, CABAI RAWIT SEBESAR 42,31 RIBU KUINTAL DAN BAWANG MERAH

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No.50/08/71/Th.IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 5.451 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 8.486 TON DAN BAWANG MERAH SEBESAR 1.242 TON

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI ACEH No.32/08/TH XVII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI ACEH TAHUN 2013 TAHUN 2013, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 424.272 KUINTAL,

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 No. 45/08/Th.XVIII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 5.094 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 2.624 TON A. CABAI BESAR Produksi cabai besar

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 BPS PROVINSI SUMATERA UTARA No. 50/08/12/Th. XVIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 147.810 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 33.896 TON,

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 32,26 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 15,00 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 943 TON

PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 32,26 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 15,00 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 943 TON BPS PROVINSI LAMPUNG No. 11/18/Th.III 2015, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 32,26 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 15,00 RIBU TON,

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 BPS PROVINSI SULAWESI BARAT No. 47/08/76/Th. IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 1.277 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 2.287

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT KALIMANTAN BARAT

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT KALIMANTAN BARAT No. 47/08/61/Th. XVIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT KALIMANTAN BARAT TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 2.199 TON DAN CABAI RAWIT SEBESAR 4.562 TON A. CABAI BESAR Produksi

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT No. 45/08/61/Th.XVI, 1 Agustus 2013 PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT TAHUN 2012, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 2.103 TON DAN CABAI RAWIT SEBESAR 5.472 TON A. CABAI BESAR Produksi cabai besar segar dengan

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 No. 12/08/62/Th. VIII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 1.013 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3.884 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR 56 TON

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No.56/08/64/Th.XVIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, DAN CABAI RAWIT TAHUN 2014 PROVINSI KALIMANTAN UTARA PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 1.234 TON, DAN CABAI RAWIT SEBESAR

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH No. 12/07/62/Th.IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2014, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 944 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 4.116 TON, DAN BAWANG

Lebih terperinci

A. CABAI BESAR C. BAWANG MERAH

A. CABAI BESAR C. BAWANG MERAH No. 44/08/94/ Th. III, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 Produksi Cabai Besar Sebesar 3.089 Ton, Cabai Rawit Sebesar 3.649 Ton, Dan Bawang Merah Sebesar 718

Lebih terperinci

TABEL 4.1. TINGKAT KONSUMSI PANGAN NASIONAL BERDASARKAN POLA PANGAN HARAPAN

TABEL 4.1. TINGKAT KONSUMSI PANGAN NASIONAL BERDASARKAN POLA PANGAN HARAPAN TABEL 4.1. TINGKAT KONSUMSI PANGAN NASIONAL BERDASARKAN POLA PANGAN HARAPAN No Kelompok Pola Harapan Nasional Gram/hari2) Energi (kkal) %AKG 2) 1 Padi-padian 275 1000 50.0 25.0 2 Umbi-umbian 100 120 6.0

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2011: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,93 PERSEN

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2011: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,93 PERSEN No. 62/11/33/Th.V, 07 November 2011 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2011: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,93 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Agustus 2011 mencapai 16,92 juta

Lebih terperinci

LUAS TANAM, LUAS PANEN DAN PREDIKSI PANEN PADI TAHUN 2016 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH

LUAS TANAM, LUAS PANEN DAN PREDIKSI PANEN PADI TAHUN 2016 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH LUAS TANAM, LUAS PANEN DAN PREDIKSI PANEN PADI TAHUN 2016 DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI JAWA TENGAH OUT LINE 1. CAPAIAN PRODUKSI 2. SASARAN LUAS TANAM DAN LUAS PANEN 3. CAPAIAN

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT KALIMANTAN BARAT

PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT KALIMANTAN BARAT No. 47/8/61/Th. XVII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR DAN CABAI RAWIT KALIMANTAN BARAT TAHUN 2013, PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 2.848 TON DAN CABAI RAWIT SEBESAR 5.620 TON A. CABAI BESAR Produksi cabai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah dipahami. Apabila

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi mengikuti pola yang tidak selalu mudah dipahami. Apabila BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengangguran merupakan masalah yang sangat kompleks karena mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi mengikuti pola yang

Lebih terperinci

Keadaan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah April 2015

Keadaan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah April 2015 KATA PENGANTAR Sektor pertanian merupakan sektor yang vital dalam perekonomian Jawa Tengah. Sebagian masyarakat Jawa Tengah memiliki mata pencaharian di bidang pertanian. Peningkatan kualitas dan kuantitas

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH No.31 /05/33/Th.VIII, 05 Mei 2014 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH FEBRUARI 2014: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,45 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Februari 2014 yang sebesar 17,72

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH No.69 /11/33/Th.VII, 06 November 2013 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2013: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 6,02 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Agustus 2013 mencapai 16,99

Lebih terperinci

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU BULAN : KABUPATEN/KOTA IUD MOW MOP KDM IMPL STK PILL JML PPM PB % 1 Banyumas 748 34 3 790 684 2,379 1,165 5,803 57,379 10.11 2 Purbalingga 141 51 10 139 228

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH No.70 /11/33/Th.VIII, 05 November 2014 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2014: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,68 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Agustus 2014 yang sebesar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. turun, ditambah lagi naiknya harga benih, pupuk, pestisida dan obat-obatan

BAB I PENDAHULUAN. turun, ditambah lagi naiknya harga benih, pupuk, pestisida dan obat-obatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pertanian merupakan salah satu basis perekonomian Indonesia. Jika mengingat bahwa Indonesia adalah negara agraris, maka pembangunan pertanian akan memberikan

Lebih terperinci

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU BULAN : KABUPATEN/KOTA IUD MOW MOP KDM IMPL STK PILL JML PPM PB % 1 Banyumas 447 60 8 364 478 2.632 629 4.618 57.379 8,05 2 Purbalingga 87 145 33 174 119 1.137

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Demikian Buku KEADAAN TANAMAN PANGAN JAWA TENGAH kami susun dan semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya.

KATA PENGANTAR. Demikian Buku KEADAAN TANAMAN PANGAN JAWA TENGAH kami susun dan semoga dapat digunakan sebagaimana mestinya. KATA PENGANTAR Sektor pertanian merupakan sektor yang vital dalam perekonomian Jawa Tengah. Sebagian masyarakat Jawa Tengah memiliki mata pencaharian di bidang pertanian. Peningkatan kualitas dan kuantitas

Lebih terperinci

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH

KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH No. 66/11/33/Th.VI, 05 November 2012 KEADAAN KETENAGAKERJAAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2012: TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA SEBESAR 5,63 PERSEN Jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah Agustus 2012 mencapai 17,09

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Tembakau merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia. Menurut Rachmat dan Sri (2009) sejak tahun

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Tembakau merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia. Menurut Rachmat dan Sri (2009) sejak tahun I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Tembakau merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia. Menurut Rachmat dan Sri (2009) sejak tahun 2000-an kondisi agribisnis tembakau di dunia cenderung

Lebih terperinci

PROVINSI JAWA TENGAH. Data Agregat per K b t /K t

PROVINSI JAWA TENGAH. Data Agregat per K b t /K t PROVINSI JAWA TENGAH Data Agregat per K b t /K t PROVINSI JAWA TENGAH Penutup Penyelenggaraan Sensus Penduduk 2010 merupakan hajatan besar bangsa yang hasilnya sangat penting dalam rangka perencanaan pembangunan.

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 05/01/33/Th.II, 2 Januari 2008 KONDISI KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2007 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Tengah pada Agustus 2007 adalah

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 56 TAHUN 201256 TAHUN 2012 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU BAGIAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU

ASPEK : PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU INDIKATOR : HASIL PEROLEHAN PESERTA KB BARU BULAN : KABUPATEN/KOTA IUD MOW MOP KDM IMPL STK PILL JML PPM PB % 1 Banyumas 728 112 20 1,955 2,178 2,627 1,802 9,422 57,379 16.42 2 Purbalingga 70 50 11 471

Lebih terperinci

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP)

HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP) No. 74/12/33 Th.VII, 2 Desember 2013 HASIL SENSUS PERTANIAN 2013 (ANGKA TETAP) RUMAH TANGGA PETANI GUREM JAWA TENGAH TAHUN 2013 SEBANYAK 3,31 JUTA RUMAH TANGGA, TURUN 28,46 PERSEN DARI TAHUN 2003 Jumlah

Lebih terperinci

BAB 3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH KAB/KOTA DI JAWA TENGAH

BAB 3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH KAB/KOTA DI JAWA TENGAH BAB 3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN KEUANGAN DAERAH KAB/KOTA DI JAWA TENGAH 3.1 Keadaan Geografis dan Pemerintahan Propinsi Jawa Tengah adalah salah satu propinsi yang terletak di pulau Jawa dengan luas

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu Provinsi di Jawa, letaknya diapit

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu Provinsi di Jawa, letaknya diapit BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Kondisi Fisik Daerah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu Provinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua Provinsi besar, yaitu

Lebih terperinci

PRODUKSI PADI DAN PALAWIJA JAW A TENGAH 1996-2011 ISSN : 0854-6932 No. Publikasi : 33531.1204 Katalog BPS : 5203007.33 Ukuran Buku : 21 cm x 28 cm Jumlah Halaman : 245 halaman Naskah : Bidang Statistik

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 05/12/33/Th.III, 1 Desember 2009 KONDISI KETENAGAKERJAAN DAN PENGANGGURAN JAWA TENGAH AGUSTUS 2009 Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) dilaksanakan dua kali dalam setahun,

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 78 TAHUN 2013 TAHUN 2012 TENTANG PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU BAGIAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

PENEMPATAN TENAGA KERJA. A. Jumlah Pencari Kerja di Prov. Jateng Per Kab./Kota Tahun 2016

PENEMPATAN TENAGA KERJA. A. Jumlah Pencari Kerja di Prov. Jateng Per Kab./Kota Tahun 2016 PENEMPATAN TENAGA KERJA A. Jumlah Pencari Kerja di Prov. Jateng Per Kab./Kota Tahun 2016 NO KAB./KOTA L P JUMLAH 1 KABUPATEN REMBANG 820 530 1.350 2 KOTA MAGELANG 238 292 530 3 KABUPATEN WONOGIRI 2.861

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 27 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 27 TAHUN 2015 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 27 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU BAGIAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 71 A TAHUN 201356 TAHUN 2012 TENTANG ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU BAGIAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan kekhasan daerah

BAB I PENDAHULUAN. terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan kekhasan daerah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah pokok dalam pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan kekhasan daerah yang bersangkutan dengan

Lebih terperinci

KONDISI UMUM PROVINSI JAWA TENGAH

KONDISI UMUM PROVINSI JAWA TENGAH KONDISI UMUM PROVINSI JAWA TENGAH Kondisi umum Provinsi Jawa Tengah ditinjau dari aspek pemerintahan, wilayah, kependudukan dan ketenagakerjaan antara lain sebagai berikut : A. Administrasi Pemerintah,

Lebih terperinci

Gambar 1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah,

Gambar 1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Tengah, No.26/04/33/Th.XI, 17 April 2017 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2016 IPM Jawa Tengah Tahun 2016 Pembangunan manusia di Jawa Tengah pada tahun 2016 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dan Jusuf Kalla, Indonesia mempunyai strategi pembangunan yang

BAB 1 PENDAHULUAN. dan Jusuf Kalla, Indonesia mempunyai strategi pembangunan yang BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Indonesia mempunyai strategi pembangunan yang dinamakan dengan nawacita.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor. pembangunan suatu negara (Maharani dan Sri, 2014).

BAB I PENDAHULUAN. meningkat. Kemampuan yang meningkat ini disebabkan karena faktor-faktor. pembangunan suatu negara (Maharani dan Sri, 2014). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makroekonomi jangka panjang. Dari satu periode ke periode berikutnya kemampuan suatu negara untuk

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR : 561.4/69/2010 TENTANG UPAH MINIMUM PADA 35 (TIGA PULUH LIMA) KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2011 GUBERNUR JAWA TENGAH, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK Hasil Pendaftaran (Listing) Usaha/Perusahaan Provinsi Jawa Tengah Sensus Ekonomi 2016 No. 37/05/33 Th. XI, 24 Mei 2017 BERITA RESMI STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI JAWA TENGAH Hasil Pendaftaran

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM

BAB IV GAMBARAN UMUM BAB IV GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Provinsi Jawa Tengah 1. Peta Provinsi Jawa Tengah Sumber : Jawa Tengah Dalam Angka Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah 2. Kondisi Geografis Jawa Tengah merupakan

Lebih terperinci

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015 No.1/3307/BRS/11/2016 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015 Pembangunan manusia di Wonosobo pada tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia

Lebih terperinci

BPS PROVINSI JAWA TENGAH

BPS PROVINSI JAWA TENGAH BPS PROVINSI JAWA TENGAH No. 08/05/33/Th.I, 15 Mei 2007 TINGKAT PENGANGGURAN DI JAWA TENGAH MENURUN 0,1% Tingkat Penganguran Terbuka di Jawa Tengah pada Februari 2007 adalah 8,10%. Angka ini 0,10% lebih

Lebih terperinci

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015 No.42/06/33/Th.X, 15 Juni 2016 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TAHUN 2015 IPM Jawa Tengah Tahun 2015 Pembangunan manusia di Jawa Tengah pada tahun 2015 terus mengalami kemajuan yang ditandai dengan terus

Lebih terperinci

Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah

Gambar 4.1 Peta Provinsi Jawa Tengah 36 BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI JAWA TENGAH 4.1 Kondisi Geografis Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di tengah Pulau Jawa. Secara geografis, Provinsi Jawa Tengah terletak

Lebih terperinci

PENEMPATAN TENAGA KERJA

PENEMPATAN TENAGA KERJA PENEMPATAN TENAGA KERJA A. Jumlah Pencari Kerja di Prov. Jateng Per Kab./Kota Tahun 2015 NO. KAB./KOTA 2015 *) L P JUMLAH 1 KABUPATEN SEMARANG 3,999 8,817 12816 2 KABUPATEN REMBANG 1,098 803 1901 3 KOTA.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber-sumber yang ada

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber-sumber yang ada BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber-sumber yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara

Lebih terperinci

KEGIATAN PADA BIDANG REHABILITASI SOSIAL TAHUN 2017 DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH

KEGIATAN PADA BIDANG REHABILITASI SOSIAL TAHUN 2017 DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH KEGIATAN PADA BIDANG REHABILITASI SOSIAL TAHUN 2017 DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH No Program Anggaran Sub Sasaran Lokasi 1. Program Rp. 1.000.000.000 Pelayanan dan Sosial Kesejahteraan Sosial Penyandang

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No.46/08 /72/Th.XVIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 58.116 KUINTAL, CABAI RAWIT SEBESAR 125.200 KUINTAL,DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK A. Gambaran Umum Objek/Subjek Penelitian 1. Batas Administrasi. Gambar 4.1: Peta Wilayah Jawa Tengah Jawa Tengah sebagai salah satu Provinsi di Jawa, letaknya diapit oleh dua

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. cepat, sementara beberapa daerah lain mengalami pertumbuhan yang lambat.

I. PENDAHULUAN. cepat, sementara beberapa daerah lain mengalami pertumbuhan yang lambat. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tolok ukur keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi dan semakin kecilnya ketimpangan pendapatan antar penduduk, antar daerah dan antar sektor. Akan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Data Penelitian No Kabupaten Y X1 X2 X3 1 Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab.

Lampiran 1. Data Penelitian No Kabupaten Y X1 X2 X3 1 Kab. Cilacap Kab. Banyumas Kab. LAMPIRAN Lampiran 1. Data Penelitian No Kabupaten Y X1 X2 X3 1 Kab. Cilacap 15.24 6.68 22.78 1676090 2 Kab. Banyumas 18.44 5.45 21.18 1605580 3 Kab. Purbalingga 20.53 5.63 21.56 879880 4 Kab. Banjarnegara

Lebih terperinci

KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 561.4/52/2008 TENTANG UPAH MINIMUM PADA 35 (TIGA PULUH LIMA) KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009

KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 561.4/52/2008 TENTANG UPAH MINIMUM PADA 35 (TIGA PULUH LIMA) KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009 KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 561.4/52/2008 TENTANG UPAH MINIMUM PADA 35 (TIGA PULUH LIMA) KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009 GUBERNUR JAWA TENGAH, Membaca : Surat Kepala Dinas Tenaga

Lebih terperinci

RUANG LINGKUP KERJA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI JAWA TENGAH

RUANG LINGKUP KERJA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI JAWA TENGAH RUANG LINGKUP KERJA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI JAWA TENGAH Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah

Lebih terperinci

TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KABUPATEN KENDAL. 0 Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kabupaten Kendal

TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KABUPATEN KENDAL. 0 Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LP2KD) Kabupaten Kendal LP2KD Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Kendal TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KABUPATEN KENDAL TAHUN 2012 0 Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH,

GUBERNUR JAWA TENGAH, GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 5 wsm 2^17 TENTANG ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU BAGIAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas mengenai gambaran persebaran IPM dan komponen-komponen penyususn IPM di Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya dilakukan pemodelan dengan menggunakan

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURANGUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 53 TARUN 2116 PERUBAHANPERATURANGUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 63 TAHUN2015 KEBUTUHAN DAN HARGAECERAN TERTINGGI PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIANDI

Lebih terperinci

KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DERAH

KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DERAH KEMENTERIAN DALAM NEGERI DIREKTORAT JENDERAL BINA KEUANGAN DERAH TARGET INDIKATOR LKPD YANG OPINI WTP Dalam Perpres No 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 telah ditetapkan prioritas nasional pencapaian

Lebih terperinci

BOKS PERKEMBANGAN KINERJA BPR MERGER DI JAWA TENGAH

BOKS PERKEMBANGAN KINERJA BPR MERGER DI JAWA TENGAH BOKS PERKEMBANGAN KINERJA BPR MERGER DI JAWA TENGAH 1. Perkembangan Jumlah BPR Merger Sejak paket kebijakan bidang perbankan digulirkan pada bulan Oktober 1988 atau yang dikenal dengan Pakto 88, jumlah

Lebih terperinci

EVALUASI DAERAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENARGETAN BERBASIS WILAYAH

EVALUASI DAERAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENARGETAN BERBASIS WILAYAH EVALUASI DAERAH PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENARGETAN BERBASIS WILAYAH Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Penanganan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah Surakarta, 9 Februari 2016 Kemiskinan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Beras merupakan komoditi yang penting bagi Indonesia. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Beras merupakan komoditi yang penting bagi Indonesia. Hal ini 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Beras merupakan komoditi yang penting bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan fungsi beras sebagai makanan pokok bagi hampir seluruh penduduk. Pentingnya keberadaan beras

Lebih terperinci