Sistem pengumpulan telur

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Sistem pengumpulan telur"

Transkripsi

1 Sistem pengumpulan telur Fleksibel, effisien dan lembut untuk telur

2 Sistem pengumpulan telur Investasi yang menguntungkan! Sistem pengumpulan telur merupakan peran penting dalam kesuksesan manajemen peternakan ayam petelur, baik sistem pemeliharaan di ruang bebas atau didalam kandang. Tiga alasan pokok menggunakan sistem ini adalah: 4 Hemat waktu dan biaya tenaga kerja 4 Produksi telur yang berkualitas tinggi seperti telur yang bersih dan tidak retak 4 Perhitungan jumlah telur yang dihasilkan sangat akurat baik pertingkat, perbaris ataupun perkandang Sistem pengumpulan telur dari Big Dutchman dapat memenuhi banyak persyaratan, diantaranya: 4 Telur disalurkan secara lembut 4 Sangat handal 4 Mudah dioperasikan Berdasarkan ukuran peternakan, desain kandang dan kebutuhan pelanggan, Big Dutchman menyediakan berbagai sistem pengumpulan telur. Sistem ini termasuk Elevator, sistem pengangkat, alat pembawa telur berbentuk belokan, jeruji dan lurus, sistem pengumpulan bertingkat, meja pengumpulan bermotor dan manual. Sebelum sistem pengumpulan telur dipasang, berikut ini adalah pertanyaan penting sebagai pertimbangan untuk memilih sistem yang tepat: 4 Apakah ada perbedaan tinggi permukaan tanah di ladang peternakan atau apakah kandang dibangun di ketinggian yang berbeda? 4 Berapa besar kapasitas sistem penge pakan dan mesin pemilah? 4 Apakah anda ingin agar telur dikumpulkan per kelompok atau secara bersamaan? Silahkan hubungi kami, guna mendapatkan solusi terbaik akan kebutuhan anda. Sistem pengumpulan telur untuk sistem kandang produksi Elevator ST Cocok untuk sistem yang pendek dan transportasi telur yang aman Dengan sistem Elevator ST (Standard) telur akan dipindahkan ke rantai Elevator menu rut sistem yang sudah ditentukan. Dengan demikian tidak ada telur yang terkumpul di tempat yang sudah penuh. Apabila umur ayam berbeda-beda, maka sistem Elevator ST dapat digunakan per baris ataupun per kelompok. Agar kemampuan penyaluran dengan kemampuan bertelur sesuai, maka sabuk transportasi telur dan rantai Elevator harus dioperasikan secara terpisah. Dengan sistem Elevator ST telur akan ditransport dengan sistem penakaran ke rantai Elevator. Rantai Elevator mengangkut telur menuju kisi-kisi yang dibawah dimana rantai berubah dan kemudian mengangkut telur ke atas sampai pada ketinggian luncur yang diinginkan, dimana telur diangkut ke sabuk yang melintang. Ketinggian perpindahan telur dapat diatur secara fleksibel, ketinggian standarnya adalah 2,10 m (Q 210). Dengan demikian ketinggian ruang dibawahnya dijamin dapat mencapai 1,95 m. Untuk penggunaan meja pengumpulan manual (tanpa motor penggerak) maka ketinggian yang dianjurkan adalah 80 cm (Q 80). 4 Kapasitas pengumpulan > sampai telur perjam dan perelevator 4 Semua baris kandang dapat diakses secara bebas > tidak ada halangan karena adanya sistem pengumpulan melintang 4 Tidak membutuhkan banyak ruang didaerah akhir 4 Cocok untuk semua jenis kandang Teknologi yang canggih dan handal Telur ditransfer melintasi sabuk yang melintang dengan roda berjari-jari (opsional) > untuk mencegah benturan antara telur yang keluar dari Elevator dengan telur yang berada di sistem pengumpulan yang melintang. 2 komponen roda takaran yang sudah dipatenkan yaitu roda takaran dengan bagian dalamnya terbuat dari plastik keras dan bibir luarnya terbungkus dengan bahan lembut dan fleksibel > menghindari keretakan pada telur. Tingkat rantai Elevator diperkuat dengan kawat gigi tambahan yang terbuat dari plastik yang ringan dan fleksibel > Telur disalurkan dengan aman dari roda takaran > Telur diterima secara lembut, tidak menyebabkan telur rusak

3 EggCellent Pengumpulan telur berkapasitas besar, kebutuhan pemeliharaan yang minimum Sistem Elevator EggCellent yang dikembangkan oleh Big Dutchman berbeda dari sistem lain karena pengumpulan telurnya yang berkapasitas besar dan kebutuhan akan pemeliharaan mudah disesuaikan. Tentu saja tanpa mengabaikan keamanan dalam penyaluran telur itu sendiri. Perpindahan telur dilakukan dari sabuk melintang ke sabuk vertikal terlebih dahulu. Semua itu dilakukan tanpa memerlukan takaran tambahan, dimana telur disalurkan sepanjang rantai Elevator tanpa sistem seleksi. Agar kemampuan penyaluran dengan kemampuan bertelur sesuai, maka sabuk transporasi telur dan rantai Elevator harus dioperasikan secara terpisah. Setiap tingkat mempunyai jeruji dan rantai Elevator sendiri; Sistem seleksi menjamin pembagian telur yang merata di rantai Elevator. Perpindahan yang aman dari rantai Elevator (sedang dalam proses pendaftaran hak paten) ke sistem pengumpulan melintang. 4 Kapasitas pengumpulan yang tinggi > mencapai telur perjam dan per Elevator 4 Pengumpulan telur yang bersamaan sampai 8 tingkat 4 Tidak membutuhkan unit takaran > kebutuhan akan pemeliharaan minim 4 Jeruji transportasi sekaligus berfungsi membersikan > cangkang telur tipis dan partikel kotoran tidak jatuh di rantai Elevator 4 Semua baris kandang dapat diakses dengan mudah > tidak ada halangan karena adanya sistem pengumpulan yang melintang 4 Cocok untuk semua jenis kandang 4 Pemasangan dan penyetelannya mudah

4 EggStar Pengumpulan telur berkapasitas besar, pembagian telur yang optimal di rantai Elevator Pada di sistem Elevator EggStar telur ditransport dari sabuk transportasi lurus ke jeruji transportasi terlebih dahulu. Yang baru disini adalah, hanya disetiap jeruji transportasi yang terisi yaitu dijari-jari yang kedua. Dari situ, akan diteruskan ke rantai Elevator yang tepat, di mana hanya di setiap rantai kedua yang dipakai. Dengan adanya pengatur kecepatan dari jeruji transportasi dan rantai Elevator, tidak ada telur yang masuk ke tingkat yang sudah ditempati. Selain itu telur selalu akan ditransport ke arah yang sama sampai di ketinggian yang diingin kan dari sistem transportasi pengumpulan yang melintang > penyaluran telur yang aman dan lembut. Perpindahan telur dapat dilakukan pada setiap ketinggian, ketinggian standarnya adalah 2,10 m (Q 210). Untuk menjamin ketinggian rata-rata ruang dibawahnya dapat mencapai 1,95 m. Bila kandang ditempati oleh ayam dari kelompok umur yang berbeda, telur juga dapat dikumpulkan perbaris atau perke lompok sama seperti sistem EggCellent. Agar kemampuan penyaluran dengan kemampuan bertelur sesuai, maka sabuk transportasi telur dan rantai Elevator harus dioperasikan secara terpisah. Keranjang penampung di bawah jeruji trans portasi berfungsi untuk menampung partikel kotoran dan cangkang tipis > telur tetap bersih. Sistem seleksi yang stabil terbuat dari stainless stell untuk menjamin penyaluran telur merata di seluruh rantai Elevator yang lebar. Setiap tingkat mempunyai jeruji transportasi dan rantai Elevator tersendiri. 4 Kapasitas pengumpulan telur yang besar > mencapai telur perjam dan per Elevator 4 Pengumpulan telur yang bersamaan sampai 8 tingkat 4 Penyaluran telur di waktu yang sama tanpa penyimpangan arah transportasi > penyaluran telur sangat lembut 4 Sistem transportasi memakai jeruji yang berfungsi menjaga kebersihan > cangkang telur tipis dan partikel kotoran tidak jatuh di rantai Elevator 4 Semua baris kandang dapat diakses dengan mudah > tidak ada halangan karena sistem pengumpulan yang melintang 4 Cocok untuk semua jenis kandang 4 Pemasangan dan penyetelannya mudah

5 Sistem Pengangkat Hanya untuk penyaluran telur, tidak membutuhkan banyak ruang di area akhir Pada sistem pengangkat, telur dikumpulkan secara bersamaan dari semua baris. Fitur utama sistem pengangkat ini adalah alat pembawa melintang bergerak ke setiap tingkat untuk mengumpulkan telur. Setelah telur dari semua tingkat terkumpul, alat pengangkat akan naik ke posisi siaga. Sistem pengangkat ini merupakan solusi yang baik dan ekonomis terutama untuk unit-unit kecil atau peternakan pribadi, dan untuk telur yang tidak dikumpulkan secara berkelompok. Penyaluran telur sangat lembut maka telur tidak gampang pecah karena hanya melibatkan satu penyalur yaitu dari sabuk transportasi lurus menuju sabuk melintang. Agar kemampuan transportasi dengan kemam puan mesin sortir sesuai secara optimal, maka pengatur frekuensi harus dipasang. Ini untuk menjamin pengatur kecepatan sabuk lurus sampai 4 m/menit antara 25 dan 60 Hz. 4 Telur disalurkan dengan aman, karena telur hanya satu kali pindah sabuk, dari sabuk lurus ke sabuk melintang 4 Semua baris kandang dapat diakses secara bebas, karena sistem pengangkat bergerak naik diposisi siaga setelah pengumpulan telur selesai > sistem pengumpulan melintang tidak menghalangi saat inspeksi putaran 4 Tidak membutuhkan banyak ruang di area akhir 4 Dapat dikombinasikan dengan semua sabuk transportasi melintang yang lebarnya berbeda-beda Telur disalurkan dari sabuk lurus ke sabuk melintang Dengan sistem pengendalian yang diran cang khusus, sabuk yang lurus memanjang dapat dibalik sebelum sabuk yang melintang bergerak ke tingkat berikutnya. Telur yang terletak diposisi penyaluran kritis, dapat dipindahkan ke posisi yang aman. Sistem alat pengangkat terhubung ke jeruji atau kurva pembawa dengan lebar 350, 500 atau 750 mm. Perbedaan ketinggian dapat diatur dengan cara unit teleskopik. Sabuk melintang di posisi siaga MultiTier: Pengumpulan telur berkapasitas besar, kebutuhan akan pemeliharaan yang minimum MultiTier cocok untuk peternakan besar, karena telur dikumpulkan dari semua barisan dan tingkatan secara bersamaan. Hanya satu perpindahan yaitu dari penyaluran lurus ke penyaluran melintang sehingga menjamin keamanan penyaluran telur. Dengan saluran berbentuk V, telur tidak memiliki kontak dengan sisi saluran > distribusi telur yang merata. Bagian bawah yang berlobang memastikan kalancaran sabuk penyalur hanya membutuhkan sedikit tenaga penggerak. Jika telur dikumpulkan berkelompok sabuk melintang dapat mencapai kecepatan 4 m/menit. Bila pengumpulan telur dilakukan dari beberapa kandang secara bersamaan, kecepatan sabuk yang lurus dapat diatur frekuensinya antara 6 sampai 90 Hz (opsional). Namun sistem ini agak sulit mengakses baris kandang. 4 Teknik konstruksi yang mudah dan handal, biaya pemeliharaan yang rendah 4 Kapasitas pengumpulan yang besar 4 Penyaluran telur yang aman 4 Solusi yang hemat biaya 4 Cocok untuk jarak penyaluran yang panjang (sampai 200 m per unit motor penggerak)

6 Sistem pengumpulan telur untuk sistem produksi ayam di atas lantai Hal lain dalam peternakan ayam petelur dan manajemen peternakan ayam broiler breeder, dimana menggunakan satu atau dua tingkat sarang untuk mengeram, sistem pengumpulan telur yang dibutuhkan sangatlah berbeda. Untuk pengaturan sarang ayam, kami memiliki alat pembawa yang lurus, berjeruji dan alat pembawa berbentuk kurva. Elevator dan sistem pengangkat dirancang terutama untuk pengumpulan telur bertingkat, namun dapat juga digunakan untuk produksi ayam diatas lantai. Jika telur dikumpulkan manual, kami sarankan menggunakan meja pengumpul manual. Di samping itu, meja dengan motor penggerak sangat cocok untuk tempat eraman ayam ganda bertingkat satu. Dibawah nama EEGO, Big Dutchman telah menyusun sistem pengumpulan telur yang berbeda-beda. Sangat ekonomis dan hemat ruang terutama untuk kandang dengan lubang kotoran dan sarang ayam ganda dengan dua tingkat. Alat pembawa yang lurus Hemat ruang, untuk sarang tanpa pengaturan Alat pembawa berbentuk lurus adalah solusi standar yang digunakan apabila ada keterbatasan ruang antara sarang ayam dengan pengumpul telur melintang. Sistem ini bekerja dengan sudut kemiringan 50 dan tersedia dalam dua ukuran lebar yaitu 350 mm dan 500 mm. Alat pembawa lurus ini digerakkan oleh motor yang terpisah agar kecepatan pengumpulan lebih fleksibel. Kami sarankan adanya pengatur frekuensi sabuk telur memanjang (opsional). Alat pembawa yang berbentuk jeruji dan kurva Penyaluran telur yang fleksibel Alat pembawa jeruji sering digunakan sebagai cara lain dalam produksi ayam petelur yaitu sebagai alat penyambung dari sarang ayam ke pengumpulan yang melintang. Namun, alat ini hanya dapat digunakan untuk arah yang lurus. Di sisi lain, alat pembawa berbentuk kurva sering digunakan sebagai alat pembawa melin tang karena sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan tipe atau situasi kandang. Bahan inti sistem ini adalah rantai yang digalvanis atau dilapisi plastik, yang terdiri dari dua rantai luar dari besi keras dengan jeruji yang dilas. Untuk sistem transportasi standard, rantai berjalan dengan jeruji-jeruji melintang yang berada di satu tingkat. Ini artinya: 4 Telur disalurkan secara aman ke rantai penyalur 4 Tidak ada telur yang menumpuk disepanjang jari-jari dalam kurva Jarak sabuk jeruji melintang memungkinkan sudut kemiringan sampai 20. Standar di bagian belokan untuk instalasi tersedia 180, 90 dan 45. Ketinggian yang diinginkan dapat diatur. Rantai penyalur dilindungi oleh profil keamanan berwarna merah dikedua sisinya.

7 Alat Pengangkat Transportasi perpindahan telur hanya dilakukan satu kali Sistem angkat digunakan untuk sarang ayam bertingkat. Telur dikumpulkan per tingkat dari semua baris secara bersamaan. Sistem angkat ini adalah unit pengumpulan telur yang dirancang khusus untuk penyaluran telur yang aman karena telur dipindahkan hanya sekali. Unit produksi sepenuhnya dapat diakses karena ketika pengumpulan telur selesai, sistem angkat bergerak naik menuju posisi siaga dimana dapat berada di ketinggian > 2 m. lain sistem ini adalah hanya membutuhkan sedikit ruang di area akhir. Meja dengan dan tanpa motor penggerak Pengumpulan telur manual Meja dengan motor penggerak dirancang untuk kelancaran yang maksimum selama pengumpulan telur karena tidak ada titik transfer. Sabuk transport telur berjalan memanjang diatas meja dimana tidak membutuhkan motor tambahan. Meja pengumpul telur manual (tanpa motor penggerak) terutama digunakan untuk peternakan kecil atau sudah merencanakan beberapa kandang tetapi belum selesai. Dalam hal ini, meja pengumpul telur manual digunakan sampai dapat diganti dengan sistem pengumpul telur melintang dengan orang yang melakukan pengepakan. EGGO Sistem pengumpul telur yang ringkas untuk sarang ganda dengan dua tingkat Motor penggerak untuk sabuk lurus (1 tingkat, 500 mm) Motor penggerak untuk sabuk penyaluran telur yang lurus (2 tingkat, 500 mm) Jeruji pembawa bermotor Meja pengumpulan manual x 700 mm 2 alat pembawa berbentuk kurva dengan motor penggerak yang terpisah Meja dengan motor penggerak Meja pengumpulan manual EGGO II EGGO II dirancang untuk pengumpulan manual. Telur dikumpulkan dari tiap tingkat sarang ayam di satu meja pengumpul. Pengumpulan dapat dilakukan baik disisi kiri maupun kanan. Ketinggian pengumpulan dapat diatur. EGGO VI EGGO VI dapat digunakan untuk penyaluran ke meja pengumpu l an manual dan orang yang melakukan pengepakan dengan alat pembawa berbentuk kurva selebar 400 mm dimana dapat langsung terhubung dengan orang yang melakukan pengepakan.

8 Alat pembawa berbentuk kurva Penyaluran telur melintang yang dibuat khusus Pengaturan bangunan yang berbeda-beda dengan ketinggian tanah/lahan yang berbeda sering memerlukan penyelesaian/ disain yang berbeda pula. Kapasitas alat pembawa ditentukan oleh kecepatan alat pembawa dan efektifitas kelebaran alat pembawa berbentuk kurva. Dengan sistem MultiTier kelebaran alat pembawa berbentuk kurva dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Dengan Elevator dan sistem angkat, dapat mengurangi keefektifan lebar sampai dengan mm di daerah perpindahan. Dengan kecepatan penyaluran dari 6,5m/menit hasil dibawah ini dapat dicapai dengan lebar sabuk berjalan yang berbeda: Lebar Kapasitas transport MultiTier Elevator/Lift 200 mm telur/jam 350 mm telur/jam 500 mm telur/jam 750 mm telur/jam Sistem manajemen yang inovatif untuk pengumpulan telur EggCam Sistem penghitungan yang sangat akurat Sistem penghitungan dari Big Dutchman dapat mencatat setiap telur. Hal ini dimungkinkan dengan teknologi kamera yang inovatif dengan pengolahan gambar terpadu dalam sensor. EggCam dapat menangkap sempurna jalur area penyaluran dengan resolusi tinggi sehingga mampu merekam setiap telur. EggCam dapat dipasang disepanjang sabuk telur ditiap tingkat atau ditiap sabuk melintang. Sistem ini bekerja sampai dengan 14 cm lebar kain atau sabuk jeruji dan sampai 35cm lebar jeruji alat pembawa untuk sistem produksi diatas lantai. Rangkaian produk Big Dutchman ini termasuk sistem penghitungan telur lainnya. Silahkan hubungi kami, guna mendapatkan solusi terbaik akan kebutuhan anda. 4 Pencatatan yang akurat untuk semua telur 4 Dengan sistem manajemen amacs, operator dapat dengan mudah mengambil dan menganalisa data dari semua EggCams yang dipasang dari waktu ke waktu 4 Dengan cahaya Infra-Red, EggCam tetap dapat bekerja dalam ruang yang gelap Jerman: Big Dutchman International GmbH Postfach Vechta Tel. +49(0) Fax Amerika Serikat: Big Dutchman, Inc. Tel Brasil: Big Dutchman (Brasil) Ltda. Tel Rusia: OOO Big Dutchman Tel Wilayah Asia dan Pasifik: BD Agriculture (Malaysia) Sdn. Bhd. Tel Cina: Big Dutchman (Tianjin) Livestock Equipment Co., Ltd. Tel Spesifikasi teknis dapat berubah sewaktu-waktu. id 3/2014

AugerMatic. Sistem pakan untuk pertumbuhan unggas yang sukses

AugerMatic. Sistem pakan untuk pertumbuhan unggas yang sukses AugerMatic Sistem pakan untuk pertumbuhan unggas yang sukses AugerMatic dengan sistem pakan serbaguna ini Sebuah sistem pakan untuk pertumbuhan unggas harus memenuhi standar yang sangat tinggi tergantung

Lebih terperinci

Silo, Spiral dan Auger

Silo, Spiral dan Auger Silo, Spiral dan Auger Sistem penyimpanan dan transportasi pakan Silo adalah tempat penyimpanan pakan higienis Big Dutchman menawarkan kepada anda silo untuk menyimpan pakan ternak dengan material bagian

Lebih terperinci

Sistem pasokan air minum

Sistem pasokan air minum Sistem pasokan air minum Untuk ayam ternak dan ayam pedaging Sistem pasokan air minum untuk air minum yang bersih dalam jumlah yang sesuai Pasokan air minum yang bersih sangat penting untuk meningkatkan

Lebih terperinci

ViperTouch. Sistem komputer yang fleksibel untuk mengatur iklim dan produksi kandang unggas Anda

ViperTouch. Sistem komputer yang fleksibel untuk mengatur iklim dan produksi kandang unggas Anda ViperTouch Sistem komputer yang fleksibel untuk mengatur iklim dan produksi kandang unggas Anda ViperTouch Membuat yang baik menjadi lebih baik yang berarti kesempurnaan! 4 Komputer iklim dan produksi

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 14. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar mesin sortasi buah manggis hasil rancangan dapat dilihat dalam Bak penampung mutu super Bak penampung mutu 1 Unit pengolahan citra Mangkuk dan sistem transportasi

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi

BAB II PEMBAHASAN MATERI. digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi 5 BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat

Lebih terperinci

SISTEM MEKANIK MESIN SORTASI MANGGIS

SISTEM MEKANIK MESIN SORTASI MANGGIS SISTEM MEKANIK MESIN SORTASI MANGGIS Perancangan dan pembuatan mekanik mesin sortasi manggis telah selesai dilakukan. Mesin sortasi manggis ini terdiri dari rangka mesin, unit penggerak, unit pengangkut,

Lebih terperinci

PENGARUH PROFIL POROS PENGGERAK TERHADAP GERAKAN SABUK DALAM SUATU SISTEM BAN BERJALAN. Ishak Nandika G., Adri Maldi S.

PENGARUH PROFIL POROS PENGGERAK TERHADAP GERAKAN SABUK DALAM SUATU SISTEM BAN BERJALAN. Ishak Nandika G., Adri Maldi S. PENGARUH PROFIL POROS PENGGERAK TERHADAP GERAKAN SABUK DALAM SUATU SISTEM BAN BERJALAN Ishak Nandika G., Adri Maldi S. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profil sudut ketirusan

Lebih terperinci

Spesifikasi kereb beton untuk jalan

Spesifikasi kereb beton untuk jalan Standar Nasional Indonesia Spesifikasi kereb beton untuk jalan ICS 91.100.30 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata... iii Pendahuluan...iv 1 Ruang lingkup...1 2 Acuan normatif...1

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN 17 BAB IV METODE PENELITIAN A. Studi Literatur Penelitian ini mengambil sumber dari jurnal jurnal dan segala referensi yang mendukung guna kebutuhan penelitian. Sumber yang diambil adalah sumber yang berkaitan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Conveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam proses industri. Conveyor dapat mengangkut bahan produksi setengah jadi maupun hasil produksi

Lebih terperinci

PEKERJAAN PERAKITAN JEMBATAN RANGKA BAJA

PEKERJAAN PERAKITAN JEMBATAN RANGKA BAJA PEKERJAAN PERAKITAN JEMBATAN RANGKA BAJA 1. Umum Secara umum metode perakitan jembatan rangka baja ada empat metode, yaitu metode perancah, metode semi kantilever dan metode kantilever serta metode sistem

Lebih terperinci

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH Proses pembuatan rangka pada mesin pemipih dan pemotong adonan mie harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut meliputi gambar kerja, bahan,

Lebih terperinci

Konveyor check in adalah interface antara penumpang dan sistem penanganan bagasi. Konveyor ini didesain untuk menjamin kapasitas loading yang mudah.

Konveyor check in adalah interface antara penumpang dan sistem penanganan bagasi. Konveyor ini didesain untuk menjamin kapasitas loading yang mudah. Check-in Pendahuluan check in adalah interface antara penumpang dan sistem penanganan bagasi. ini didesain untuk menjamin kapasitas loading yang mudah. check in bisa dipasok dalam satu, dua, tiga atau

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah

BAB II PEMBAHASAN MATERI. industri, tempat penyimpanan dan pembongkaran muatan dan sebagainya. Jumlah BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindahan bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang dugunakan untuk memindahkan muatan dilokasi pabrik, lokasi konstruksi, lokasi industri,

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN 36 HASIL DAN PEMBAHASAN Dasar Pemilihan Bucket Elevator sebagai Mesin Pemindah Bahan Dasar pemilihan mesin pemindah bahan secara umum selain didasarkan pada sifat-sifat bahan yang berpengaruh terhadap

Lebih terperinci

Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya

Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya Robot Bergerak Penjejak Jalur Bertenaga Sel Surya Indar Sugiarto, Dharmawan Anugrah, Hany Ferdinando Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra Email: indi@petra.ac.id,

Lebih terperinci

PUN M ALAT PEMOTONG MODEL JARI Panduan Keselamatan dan Pengoperasian

PUN M ALAT PEMOTONG MODEL JARI Panduan Keselamatan dan Pengoperasian PUN M ALAT PEMOTONG MODEL JARI 300-600 - 900 Panduan Keselamatan dan Pengoperasian Hanya untuk MEMOTONG material sabuk termoplastik. Penggunaan alat ini secara TIDAK BENAR ATAU TIDAK AMAN dapat mengakibatkan

Lebih terperinci

SISTEM PABRIKASI PADA PELAKSANAAN STRUKTUR FEROSEMEN Ir. Rislan Syarief M.Arch. Iai* ABSTRAK

SISTEM PABRIKASI PADA PELAKSANAAN STRUKTUR FEROSEMEN Ir. Rislan Syarief M.Arch. Iai* ABSTRAK SISTEM PABRIKASI PADA PELAKSANAAN STRUKTUR FEROSEMEN Ir. Rislan Syarief M.Arch. Iai* ABSTRAK Konstruksi ferosemen merupakan struktur konstruksi tipis dan sangat mudah mengerjakannya. Dalam penelitian ini

Lebih terperinci

TOUCAN SERIES Aerial work platforms

TOUCAN SERIES Aerial work platforms TOUCAN SERIES Aerial work platforms www.jlg.com 2 Kinerja lebih tinggi yang terjangkau. JLG membantu Anda mengatasi tantangan ruang pengoperasian yang sempit dengan Toucan Series, mast lift vertikal yang

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM METROLOGI INDUSTRI MODUL 5 : PROFIL PROYEKTOR. Disusun Oleh : JOSSY KOLATA ( ) KELOMPOK 5

LAPORAN PRAKTIKUM METROLOGI INDUSTRI MODUL 5 : PROFIL PROYEKTOR. Disusun Oleh : JOSSY KOLATA ( ) KELOMPOK 5 LAPORAN PRAKTIKUM METROLOGI INDUSTRI MODUL 5 : PROFIL PROYEKTOR Disusun Oleh : JOSSY KOLATA (1007121681) KELOMPOK 5 LABORATORIUM PENGUKURAN PROGRAM STUDI SARJANA JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Klasifikasi Pesawat Pengangkat Banyak jenis perlengkapan pengangkat yang tersedia membuatnya sulit digolongkan secara tepat. Penggolongan ini masih dipersulit lagi oleh kenyataan

Lebih terperinci

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Alur Penelitian Penelitian tugas akhir ini terdiri dari beberapa tahapan-tahapan proses yang akan dilakukan, seperti terlihat pada gambar 4.1. Gambar 4.1 Diagram alur penelitian.

Lebih terperinci

Panduan Keselamatan dan Pengoperasian

Panduan Keselamatan dan Pengoperasian PUN M Alat Pemotong Berbentuk Jari Manual 300-600 - 900 Panduan Keselamatan dan Pengoperasian Hanya untuk memotong material belt termoplastik. PERINGATAN Penggunaan alat ini secara TIDAK BENAR ATAU TIDAK

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. lokasi konstruksi, lokasi industri, tempat penyimpanan, bongkaran muatan dan

TINJAUAN PUSTAKA. lokasi konstruksi, lokasi industri, tempat penyimpanan, bongkaran muatan dan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan mesin yang digunakan untuk memindahkan muatan dari lokasi satu ke lokasi yang lainnya, misalnya

Lebih terperinci

Sambungan pada pengering. Daftar Isi. Catatan saat pemasangan

Sambungan pada pengering. Daftar Isi. Catatan saat pemasangan Daftar Isi Sambungan pada pengering Catatan saat pemasangan Opsi pemasangan Petunjuk keselamatan... 1 Sambungan pada pengering... 2 Catatan saat pemasangan... 3 Opsi pemasangan... 4 Catatan saat pemasangan...

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN MATERI

BAB II PEMBAHASAN MATERI BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan satu diantara peralatan mesinyang digunakan untuk memindahkan muatan di lokasi atau area pabrik, lokasi konstruksi, tempat

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS 3.1 Perencanaan Alat Bab ini akan menjelaskan tentang pembuatan model sistem buka-tutup atap louvre otomatis, yaitu mengenai konstruksi atau rangka utama

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN Konstruksi Mesin Secara keseluruhan mesin kepras tebu tipe rotari terdiri dari beberapa bagian utama yaitu bagian rangka utama, bagian coulter, unit pisau dan transmisi daya (Gambar

Lebih terperinci

BAB III KABEL BAWAH TANAH

BAB III KABEL BAWAH TANAH BAB III 1. TUJUAN Buku pedoman ini membahas tata cara pemasangan kabel bawah tanah dengan tujuan untuk memperoleh mutu pekerjaan yang baik dan seragam dalam cara pemasangan serta peralatan yang digunakan.

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Konstruksi Prototipe Manipulator Manipulator telah berhasil dimodifikasi sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan. Dimensi tinggi manipulator 1153 mm dengan lebar maksimum

Lebih terperinci

Perancangan Mesin Pengangkut Produk Bertenaga Listrik (Electric Low Loader) PT. Bakrie Building Industries BAB III

Perancangan Mesin Pengangkut Produk Bertenaga Listrik (Electric Low Loader) PT. Bakrie Building Industries BAB III BAB III PERANCANGAN MESIN PENGANGKUT PRODUK BERTENAGA LISTRIK (ELECTRIC LOW LOADER) PT. BAKRIE BUILDING INDUSTRIES 3.1 Latar Belakang Perancangan Mesin Dalam rangka menunjang peningkatan efisiensi produksi

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. PEMBUATAN DAN PERAKITAN ALAT Pembuatan alat dilakukan berdasarkan rancangan yang telah dilakukan. Gambar rancangan alat secara keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 5.1. 1 3

Lebih terperinci

BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX

BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX BAB 3 REVERSE ENGINEERING GEARBOX 3.1 Mencari Informasi Teknik Komponen Gearbox Langkah awal dalam proses RE adalah mencari informasi mengenai komponen yang akan di-re, dalam hal ini komponen gearbox traktor

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI 4.1 Spesifikasi FSM based PLC Spesifikasi dari FSM based PLC adalah sebagai berikut : 1. memiliki 7 buah masukan. 2. memiliki 8 buah keluaran. 3. menggunakan catu daya 5

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN BAGIAN BAGIAN CONVEYOR Dalam pabrik pengolahan CPO dengan kapasitas 60 ton/jam TBS sangat dibutuhkan peran bunch scrapper conveyor yang berfungsi sebagai pengangkut janjangan

Lebih terperinci

BAB 7 KESIMPULAN & SARAN

BAB 7 KESIMPULAN & SARAN Bab 7 Kesimpulan dan Saran 7-1 BAB 7 KESIMPULAN & SARAN 7.1. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diberikan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut : 1. Fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam Lab.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manual material handling (MMH) dapat diartikan sebagai tugas pemindahan barang, aliran material, produk akhir atau benda-benda lain yang menggunakan manusia sebagai

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Overhead Crane Overhead Crane merupakan gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI MESIN PEMBERSIH SAMPAH BOX CULVERT

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI MESIN PEMBERSIH SAMPAH BOX CULVERT PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI MESIN PEMBERSIH SAMPAH BOX CULVERT Oleh: Ainur Rafiq (6607040004) M Wahyu Nor P. (6607040025) Teknik Desain & Manufaktur Politekneik Perkapalan Negeri Surabaya ITS LATAR

Lebih terperinci

MS-MANIPULATOR DI INSTALASI RADIOMETALURGI DAN PERMASALAHANNYA

MS-MANIPULATOR DI INSTALASI RADIOMETALURGI DAN PERMASALAHANNYA MS-MANIPULATOR DI INSTALASI RADIOMETALURGI DAN PERMASALAHANNYA Antonio Gogo Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN ABSTRAK MS-MANIPULATOR DI INSTALASI RADIOMETALURGI DAN PERMASALAHANNYA. Tulisan ini

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAAN 4.1 PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPLING Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada truk dan jenis lainnya dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder

Lebih terperinci

Didesain agar nyaman dan tahan lama.

Didesain agar nyaman dan tahan lama. Didesain agar nyaman dan tahan lama. Inter IKEA Systems B.V. 2015 Sebagian besar dari kita menghabiskan banyak waktu di meja, baik saat bekerja di kantor maupun di rumah. Itulah mengapa ruang kerja yang

Lebih terperinci

6.4. Runway End Safety Area (RESA)

6.4. Runway End Safety Area (RESA) b. Dalam jarak 60 m dari garis tengah precision approach runway kategori I, dengan nomor kode 3 atau 4; atau c. Dalam jarak 45 m dari garis tengah dari sebuah precision approach runway kategori I, dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1. TINJAUAN PUSTAKA Potato peeler atau alat pengupas kulit kentang adalah alat bantu yang digunakan untuk mengupas kulit kentang, alat pengupas kulit kentang yang

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Nokia Wireless Plug-in Car Handsfree (HF-6W) Edisi 1 ID

Buku Petunjuk Nokia Wireless Plug-in Car Handsfree (HF-6W) Edisi 1 ID 9239331_HF6W_2_id.fm Page 1 Thursday, April 28, 2005 9:41 AM Buku Petunjuk Nokia Wireless Plug-in Car Handsfree (HF-6W) Edisi 1 ID 9239331_HF6W_2_id.fm Page 2 Thursday, April 28, 2005 9:41 AM PERNYATAAN

Lebih terperinci

BAB III TEORI PENUNJANG. penggerak frekuensi variable. KONE Minispace TM

BAB III TEORI PENUNJANG. penggerak frekuensi variable. KONE Minispace TM BAB III TEORI PENUNJANG 3.1. KONE MiniSpace TM KONE Minispace TM adalah lift dengan pengimbang menggunakan EcoDisc, motor sinkronisasi tanpa perseneling yang digerakkan oleh suatu penggerak frekuensi variable.

Lebih terperinci

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN 17 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN A. Studi Literatur Penelitian ini mengambil sumber dari jurnal-jurnal pendukung kebutuhan penelitian. Jurnal yang digunakan berkaitan dengan pengaruh gerusan lokal terhdadap

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas tentang solusi dari permasalahan yang diberikan dalami tugas kerja praktik yaitu tentang instalasi dan cara kerja dari penyambung track electric dan alat pemantau

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR 3.1 Flowchart Perencanaan Pembuatan Mesin Pemotong Umbi Proses Perancangan mesin pemotong umbi seperti yang terlihat pada gambar 3.1 berikut ini: Mulai mm Studi Literatur

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Dasar Steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri makanan kita, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran,daya, pemanasan

Lebih terperinci

Memasang Moto Mod Catatan: 360 CAMERA Perhatian:

Memasang Moto Mod Catatan: 360 CAMERA Perhatian: 360 CAMERA Memasang Moto Mod Sejajarkan lensa kamera di belakang ponsel Anda dengan 360 Camera, dan lalu sejajarkan kedua sisi dan bawah ponsel dengan Moto Mod hingga menyatu sempurna. Catatan: Pastikan

Lebih terperinci

Menggantung dengan banyak cara

Menggantung dengan banyak cara PANDUAN PEMBELIAN VIDGA Gorden dan sistem gantung panel DESAIN David Wahl INFORMASI TAMBAHAN Pastikan Anda mengukur jendela dengan akurat sebelum mulai merencanakan. Ikuti tips kami dalam panduan ini.

Lebih terperinci

IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN B. DESAIN FUNGSIONAL

IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN B. DESAIN FUNGSIONAL IV. PENDEKATAN DESAIN A. KRITERIA DESAIN Perancangan atau desain mesin pencacah serasah tebu ini dimaksudkan untuk mencacah serasah yang ada di lahan tebu yang dapat ditarik oleh traktor dengan daya 110-200

Lebih terperinci

PENINGKATAN UNJUK KERJA TABLE TOP CHAIN CONVEYOR DENGAN MENGGUNAKAN PRESSLESS COMBINER CONVEYOR

PENINGKATAN UNJUK KERJA TABLE TOP CHAIN CONVEYOR DENGAN MENGGUNAKAN PRESSLESS COMBINER CONVEYOR PENINGKATAN UNJUK KERJA TABLE TOP CHAIN CONVEYOR DENGAN MENGGUNAKAN PRESSLESS COMBINER CONVEYOR Willyanto Anggono 1), Stefanus Ongkodjojo 2), Sonny Wijaya 3) Product Innovation and Development Centre Petra

Lebih terperinci

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB III PROSES PERANCANGAN BAB III PROSES PERANCANGAN 3.1 aftar Periksa. aftar periksa merupakan daftar dari parameter-parameter yang ada dalam sebuah perancangan. Pada tahapan pertama proses perancangan ini akan dikumpulkan ide-ide

Lebih terperinci

MESIN PENGGURDI DAN PENGEBOR

MESIN PENGGURDI DAN PENGEBOR Presentasi Proses Produksi 2 MESIN PENGGURDI DAN PENGEBOR MESIN PENGGURDIAN Mesin Penggurdian adalah membuat lobang dalam sebuah obyek dengan menekankan sebuah gurdi berputar kepadanya. Hal yang sama dapat

Lebih terperinci

METODE PELAKSANAAN Pekerjaan Bekisting Raka Pratama

METODE PELAKSANAAN Pekerjaan Bekisting Raka Pratama METODE PELAKSANAAN Pekerjaan Bekisting Raka Pratama 1. Pekerjaan Bekisting Kolom 1.1. Bahan: Kayu Suri 6/12 Plywood FF 4 x 8 x 15 mm Balok ganjal Minyak Bekisting Paku 5, 7, 10 cm 1.2. Alat-alat: Gergaji/

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN BAB IV METODE PENELITIAN A. Studi Literatur Penelitian ini mengambil sumber dari jurnal-jurnal pendukung kebutuhan penelitian. Jurnal yang digunakan berkaitan dengan pengaruh gerusan lokal terhadap perbedaan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Bab ini menjelaskan pengujian serta analisis dari mesin yang telah dibuat. Tujuan pengujian ini adalah mengetahui kinerja dari mesin yang telah dibuat serta mengetahui tingkat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Singkat Alat Alat pembuat mie merupakan alat yang berfungsi menekan campuran tepung, telur dan bahan-bahan pembuatan mie yang telah dicampur menjadi adonan basah kemudian

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2011 hingga bulan November 2011. Desain, pembuatan model dan prototipe rangka unit penebar pupuk dilaksanakan

Lebih terperinci

Lembar Latihan. Lembar Jawaban.

Lembar Latihan. Lembar Jawaban. DAFTAR ISI Daftar Isi Pendahuluan.. Tujuan Umum Pembelajaran.. Petunjuk Penggunaan Modul.. Kegiatan Belajar 1 : Penggambaran Diagram Rangkaian.. 1.1 Diagram Alir Mata Rantai Kontrol. 1.2 Tata Letak Rangkaian.

Lebih terperinci

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan 1. Keergonomisan Fasilitas Fisik Kursi Setrika di Simply Fresh Laundry Fasilitas fisik kursi setrika di Simply Fresh Laundry saat ini belum ergonomis. Hal ini

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN 4.1 Review PT. Union Jaya Pratama PT Union Jaya Pratama merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan kasur busa. Hasil produksi dikelompokkan menjadi 3 jenis berdasarkan

Lebih terperinci

Alat pengangkat baterai tegangan tinggi untuk PHEV (F30 BMW)

Alat pengangkat baterai tegangan tinggi untuk PHEV (F30 BMW) Alat pengangkat baterai tegangan tinggi untuk PHEV (F30 BMW) Sebelum alat pengangkat beban ini pertama kali dipakai harap membaca pedoman pemakaian ini dengan saksama. Anda akan memperoleh petunjuk penting

Lebih terperinci

IV. ANALISA PERANCANGAN

IV. ANALISA PERANCANGAN IV. ANALISA PERANCANGAN Mesin penanam dan pemupuk jagung menggunakan traktor tangan sebagai sumber tenaga tarik dan diintegrasikan bersama dengan alat pembuat guludan dan alat pengolah tanah (rotary tiller).

Lebih terperinci

IV. PENDEKATAN DESAIN

IV. PENDEKATAN DESAIN IV. PENDEKATAN DESAIN A. Kriteria Desain Alat pengupas kulit ari kacang tanah ini dirancang untuk memudahkan pengupasan kulit ari kacang tanah. Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa proses pengupasan

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK 1. Yang dimaksud dengan instalasi tenaga listrik ialah : Instalasi dari pusat pembangkit sampai rumah-rumah konsumen. 2. Tujuan komisioning suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perencanaan mesin adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perencanaan mesin adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perencanaan mesin adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu atau sekelompok manusia guna memperoleh suatu alat yang bermanfaat bagi kemajuan manusia dan

Lebih terperinci

BAB I RANGKA PEMBAGI UTAMA

BAB I RANGKA PEMBAGI UTAMA BAB I 1. TUJUAN Pedoman ini membahas tata cara instalasi perangkat di ruangan Rangka Pembagi Utama, seperti : Rangka Pembagi Utama (RPU), perlengkapan Cable Chamber, Blok Terminal Rangka Pembagi Utama

Lebih terperinci

BAB III UJI LABORATORIUM. Pengujian bahan yang akan diuji merupakan bangunan yang terdiri dari 3

BAB III UJI LABORATORIUM. Pengujian bahan yang akan diuji merupakan bangunan yang terdiri dari 3 BAB III UJI LABORATORIUM 3.1. Benda Uji Pengujian bahan yang akan diuji merupakan bangunan yang terdiri dari 3 dimensi, tiga lantai yaitu dinding penumpu yang menahan beban gempa dan dinding yang menahan

Lebih terperinci

Penyiapan Mesin Tetas

Penyiapan Mesin Tetas Dian Maharso Yuwono Pemeliharaan unggas secara intensif memerlukan bibit dalam jumlah yang relatif banyak, sehingga penetasan dengan mesin semakin diperlukan. Penetasan telur unggas (ayam, itik, puyuh,

Lebih terperinci

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DOMO Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun. Bacalah buku petunjuk pengoperasian

Lebih terperinci

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Bab ini menjelaskan tentang spesifikasi sistem yang digunakan dari hasil penelitian, prosedur penggunaan alat, dan evaluasi sistem dari data yang di dapat. 4.1 Spesifikasi

Lebih terperinci

BAB IV MESIN SEKRAP. Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010/2011. Pengertian Mesin Sekrap

BAB IV MESIN SEKRAP. Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010/2011. Pengertian Mesin Sekrap BAB IV MESIN SEKRAP 4.1 Pengertian Mesin Sekrap Mesin sekrap adalah suatu mesin perkakas dengan gerakan utama lurus bolak- balik secara vertikal maupun horizontal. Mesin sekrap mempunyai gerak utama bolak-balik

Lebih terperinci

Sambungan dan Hubungan Konstruksi Kayu

Sambungan dan Hubungan Konstruksi Kayu Sambungan Kayu Konstruksi kayu merupakan bagian dari konstruksi bangunan gedung. Sambungan dan hubungan kayu merupakan pengetahuan dasar mengenai konstruksi kayu yang sangat membantu dalam penggambaran

Lebih terperinci

Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi. Isi Paket CATATAN: Indonesia

Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi. Isi Paket CATATAN: Indonesia 500024701G Peringatan Sebelum Melakukan Instalasi Segera matikan Kamera Jaringan bila terdeteksi adanya asap dan bau yang tidak biasa. Jangan menempatkan Kamera Jaringan di permukaan yang tidak stabil.

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN MATERI

BAB II PEMBAHASAN MATERI BAB II PEMBAHASAN MATERI Mesin pengangkat yang dimaksud adalah seperangkat alat yang digunakan untuk mengangkat, memindahkan serta menurunkan suatu benda ke tempat lain dengan jangkauan operasi terbatas.

Lebih terperinci

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR: KM. 44 TAHUN 2010 STANDAR SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA a. bahwa dalam Pasal 197 Peraturan

Lebih terperinci

BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI

BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI BAB VI PERAWATAN DI INDUSTRI Tenaga kerja, material dan perawatan adalah bagian dari industri yang membutuhkan biaya cukup besar. Setiap mesin akan membutuhkan perawatan dan perbaikan meskipun telah dirancang

Lebih terperinci

Katalog Sistem Teknis Kotak

Katalog Sistem Teknis Kotak Katalog Sistem Teknis Kotak Terminal KL 1 4 6 5 3 7 2 Housing kecil dengan persetujuan yang berlaku di seluruh dunia dan tersedia secara langsung dalam berbagai dimensi standar. Aksesori sistem yang praktis

Lebih terperinci

BAB IV MESIN BUBUT. Gambar 2. Pembubut mesin tugas berat.

BAB IV MESIN BUBUT. Gambar 2. Pembubut mesin tugas berat. BAB IV MESIN BUBUT Penggolongan Mesin Bubut A. Pembubut Kecepatan F. Pembubut Turet 1. Pengerjaan Kayu 1. Horisontal 2. Pemusingan Logam a. Jenis ram 3. Pemolesan b. Jenis sadel B. Pembubut Mesin 2. Vertikal

Lebih terperinci

Bab VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS

Bab VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS Bab VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS 7.1 Uraian Umum Dalam setiap proyek konstruksi, metode pelaksanaan konstruksi merupakan salah satu proses pelaksanaan konstruksi yang harus direncanakan sebelumnya. Untuk

Lebih terperinci

TRANSPORTASI VERTIKAL ESKALATOR TRAVELATOR

TRANSPORTASI VERTIKAL ESKALATOR TRAVELATOR UTILITAS 02 TRANSPORTASI VERTIKAL ESKALATOR TRAVELATOR PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR UNIVERSITAS GUNADARMA Veronika Widi Prabawasari Transportasi Vertikal adalah Moda transportasi digunakan untuk mengangkut

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perencanaan Tata Letak Fasilitas 2.1.1 Pengertian Perencanaan Fasilitas Perencanaan tata letak fasilitas termasuk kedalam bagian dari perancangan tata letak pabrik. Perencanaan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN CONTAINER DAN CONVEYOR ROKOK

BAB III PERANCANGAN CONTAINER DAN CONVEYOR ROKOK BAB III PERANCANGAN CONTAINER DAN CONVEYOR ROKOK Pada bab ini akan dijelaskan tentang pembuatan perancangan container dan conveyor rokok, yang merupakan bagian dari mesin vending rokok type conveyor-elevator.

Lebih terperinci

BAB II PEMBAHASAN MATERI. dalam setiap industri modern. Desain mesin pemindah bahan yang beragam

BAB II PEMBAHASAN MATERI. dalam setiap industri modern. Desain mesin pemindah bahan yang beragam BAB II PEMBAHASAN MATERI 2.1 Mesin Pemindah Bahan Mesin pemindah bahan merupakan bagian terpadu perlengkapan mekanis dalam setiap industri modern. Desain mesin pemindah bahan yang beragam disebabkan oleh

Lebih terperinci

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK 7.1 Pelaksanaan Pekerjaan Balok Balok adalah batang dengan empat persegi panjang yang dipasang secara horizontal. Hal hal yang perlu diketahui

Lebih terperinci

PRAKARYA. by F. Denie Wahana

PRAKARYA. by F. Denie Wahana PRAKARYA by F. Denie Wahana (Produk Sederhana dengan Teknologi) Kompetensi Inti (KI) 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,

Lebih terperinci

REKAYASA JALAN REL. MODUL 5 : Bantalan PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

REKAYASA JALAN REL. MODUL 5 : Bantalan PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL REKAYASA JALAN REL MODUL 5 : Bantalan OUTPUT : Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi bantalan dalam konstruksi jalan rel Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan tipe bantalan serta penggunaan yang tepat sesuai

Lebih terperinci

3. METODE PENELITIAN

3. METODE PENELITIAN 3. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Kegiatan penelitian dilaksanakan selama 8 bulan, dimulai bulan Agustus 2010 sampai dengan Maret 2011. Penelitian dilakukan di dua tempat, yaitu (1)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjaun Umum Jembatan adalah suatu struktur yang melintasi suatu rintangan baik rintangan alam atau buatan manusia (sungai, jurang, persimpangan, teluk dan rintangan lain) dan

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Fisik Pelet Daun Indigofera sp. Pelet daun Indigofera sp. yang dihasilkan pada penelitian tahap pertama memiliki ukuran pelet 3, 5 dan 8 mm. Berdasarkan hasil pengamatan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2013.

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2013. III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2013. Penelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu tahap pembuatan alat yang dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pelat dasar kolom mempunyai dua fungsi dasar : 1. Mentransfer beban dari kolom menuju ke fondasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pelat dasar kolom mempunyai dua fungsi dasar : 1. Mentransfer beban dari kolom menuju ke fondasi. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pelat Dasar Kolom Pelat dasar kolom mempunyai dua fungsi dasar : 1. Mentransfer beban dari kolom menuju ke fondasi. Beban beban ini termasuk beban aksial searah gravitasi, geser,

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. Rancangan Ring Transducer

HASIL DAN PEMBAHASAN. Rancangan Ring Transducer HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan Ring Transducer Hasil rancangbangun sensor tahanan pemotongan berupa ring transducer yang ditunjukkan pada Gambar 60. Salah satu sisi ring dipasang dua buah strain gage yaitu

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK

PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK PEDOMAN PEMERIKSAAN (KOMISIONING) INSTALASI TENAGA LISTRIK Pedoman Umum 1. Yang dimaksud dengan instalasi tenaga listrik ialah : Instalasi dari pusat pembangkit sampai rumah-rumah konsumen. 2. Tujuan komisioning

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. blok diagram dari sistem yang akan di realisasikan.

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. blok diagram dari sistem yang akan di realisasikan. 33 BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI 3.1 Perancangan Diagram Blok Sistem Dalam perancangan ini menggunakan tiga buah PLC untuk mengatur seluruh sistem. PLC pertama mengatur pergerakan wesel-wesel sedangkan

Lebih terperinci

BAB VI MESIN FRIS DAN PEMOTONG FRIS

BAB VI MESIN FRIS DAN PEMOTONG FRIS BAB VI MESIN FRIS DAN PEMOTONG FRIS Mesin fris melepaskan logam ketika benda kerja dihantarkan terhadap suatu pemotong berputar seperti terlihat pada gambar 2. Gambar 2. Operasi fris sederhana. Pemotong

Lebih terperinci