PERAN HUMAS RUMAH SAKIT TELOGOREJO DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF DI HADAPAN MASYARAKAT TUGAS AKHIR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERAN HUMAS RUMAH SAKIT TELOGOREJO DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF DI HADAPAN MASYARAKAT TUGAS AKHIR"

Transkripsi

1 PERAN HUMAS RUMAH SAKIT TELOGOREJO DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF DI HADAPAN MASYARAKAT TUGAS AKHIR Diajukan sebagai syaratuntuk memperoleh gelar Ahli Madya Program Studi Diploma III Humas Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro DISUSUN OLEH : ERIKA CICIK ALVIONITA DESI D0C PROGRAM DIII KEHUMASAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

2 ABSTRAKSI Latar belakang Rumah sakit merupakan salah satu lembaga yang kesehariannya harus bertatap muka dengan orang banyak. Sehingga cara dan bagaimana proses keluarga rumah sakit menangani pelanggan sangat penting. Masyarakat yang menentukan rumah sakit bias dikatakan baik atau tidak dalam menangani pelanggan. Salah seorang pelanggan Rumah Sakit Telogorejo yang bernama Ibu Ariyani complaint mengenai pelayanan salah seorang dokter yang berinisial LS yang tidak menyenangkan. Di surat pembaca Ibu Ariyani menjelaskan bahwa ketika sedang memerikasakan anaknya, dokter berinisial LS menangani pasien dengan wajah tidak menyenangkan. Hal ini yang mendasari saya mengambil judul peran humas rumah sakit telogorejo dalam meningkatkan citra positif di hadapan masyarakat. Metoda penelitian Metode penelitian kualitatif adalah metode untuk menyelidiki objek yang tidak dapat diukur dengan angka angka ataupun ukuran lain yang bersifat eksak. Penelitian kualitatif juga bisa diartikan sebagai riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penelitian kualitatif lebih subjektif dari pada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi terutama individu dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup focus. Teknik pengumpulan data kualitatif ini dengan menggunakan interview (wawancara) Hasil penelitian Kegiatan internal humas Rumah Sakit Telogorejo meliputi program menjaga hubungan baik dengan dokter, kegiatan press release, kegiatan advertorial, laporan bulanan, dan menganalisis dan mengkliping berita. Kegiatan ekternal humas Rumah Sakit Telogorejo meliputi kegiatan Indonesia tersenyum, seminar kesehatan, kegiatan donor darah, dan pengobatan gratis. Peran humas dalam menangani yaitu humas tidak berwenang dalam menangani complaint dari pasien, keluarga pasien, dan masyarakat umum. Humas juga tidak bertanggung jawab menyelesaikan masalah perusahaan.. Kesimpulan dan saran Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa programprogram yang dilakukan Humas Rumah Sakit Telogorejo sudah efektif. Setiap kegiatan yang diadakan Rumah Sakit Telogorejo mendapat respon baik dari masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang melebihi prediksi Humas. Saran yang diberikan lebih aktif dalam menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan kepada karyawan sehingga seluruh karyawan mengetahui kegiatan apa saja yang akan diselenggarakan pihak Humas.

3 ABSTRACT Background The hospital is one of the agencies who daily have to come face to face with people. So that means and how the hospital family is very important to deal with customers. Community hospital bias that determines whether or not to say in dealing with customers. One customer Telogorejo Hospital named Mrs. Ariyani complaint about the service one of the doctors who had the initials LS unpleasant. In letters to the mother Ariyani memerikasakan explained that while his son, a doctor with the initials LS patients deal with unpleasant face. It is the underlying I took the title role of public relations in the hospital Telogorejo enhance the positive image before the public. Method of research Qualitative research method is a method to investigate objects that can not be measured with numbers - numbers or other measures that are exact. Qualitative research can also be interpreted as the research is descriptive and tend to use inductive analysis approach. Qualitative research more subjective than quantitative research or survey and using very different methods of collecting information, especially individuals in the use of in-depth interviews and focus groups. This qualitative data collection techniques using the interview (interview) The results Internal public relations activities include program Telogorejo Hospital maintain good relationships with physicians, activities press releases, advertorial activities, monthly reports, and analyzes and news clipping. External public relations activities Telogorejo Hospital includes Indonesia smile, health seminars, blood donation and free medical treatment. The role of public relations in dealing with the public relations is not authorized to deal with complaint of the patient, family members, and the general public. PR is also not responsible for firm resolve.. Conclusions and suggestions Based on research conducted can be concluded that the programs conducted Hospital Public Relations Telogorejo been effective. Every event held Telogorejo Hospital received good response from the community seen from the number of participants exceeds the predictions of Public Relations. Advice given more active in informing the activities to be carried out to employees so that all employees know what activities are to be held the PR.

4 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada zaman sekarang ini semakin banyak perusahaan atau Instansi yang berkembang, baik bergerak dibidang profit maupun non profit. Mereka selalu melakukan berbagai cara agar perusahaan atau instansinya dapat dikenal oleh khalayak luas. Hal ini sebenarnya dilakukan agar perusahaan atau instansi mendapat image positif dimata khalayak luas sehingga dapat berkembang sesuai harapan masing masing. Namun terdapat faktor yang mempengaruhi image suatu perusahaan atau instansi, salah satunya adalah nama baik atau reputasi. Keberadaan Rumah Sakit merupakan hal yang penting bagi masyarakat, karena kesehatan adalah kebutuhan utama dalam kehidupan sehari hari meskipun datang kerumah sakit merupakan hal yang terpaksa karena tidak ada orang yang dengan senang hati datang ke rumah sakit. Rumah Sakit adalah sebuah instansi umum yang memberikan layananan kesehatan kepada masyarakat secara komersial. Di dalamnya tersedia tenaga medis, non medis dan para medis yang saling mendukung dalam memberikan pelayanan kepada pasiennya. Ditunjang pula oleh fasilitas seperti unit gawat darurat, radiologi, laboratorium, farmasi, dan fasilitas lain yang menjadikan pelayanan lebih berkualitas. Membahas citra rumah sakit kadang membuat perbedaan mengenai citra rumah sakit itu sendiri di mata masyarakat yang kebanyakan menemui banyak komentar. Suasana, kebersihan dan kenyamanan kurang diperhatikan. Banyak dokter yang tidak memberi penjelasan yang cukup kepada pasien, akibatnya pasien merasa kurang disegani. Ada juga dokter yang terlalu banyak pasien sehingga dalam proses pemeriksaan, dokter memeriksa pasien dengan cepat dan tidak akurat. Banyak dokter dan perawat tidak memberikan layanan yang baik dengan memperlihatkan muka

5 (judes, acuh, cuek, sombong, tidak sopan). Antara dokter dinilai saling melindungi pada kasus yang dinilai merugikan pasien. Contoh kasus yang terjadi di Rumah Sakit besar di Indonesia : 1. RS Siloam Gleaneagles (Tanggerang) dilaporkan ke polisi oleh Ade Irma Effendy (37), Dr.Antonius, dokter ahli kandungan Rumah sakit, di laporkan terkait dengan dugaan mal praktek yang dilakukan rumah sakit itu. Karena Pasien (Ade) mengalami keguguran setelah ditangani dan diberi obat oleh pihak rumah sakit. Ade menduga, RS Siloam melakukan mal praktek. 2. Kasus prita yang sama juga terkait tentang ada dugaan mal praktek namun pihak dari Manajemen Humas RS OMNI, Jika dari awal Kasus ini tidak Diblow Up Maka Citra OMNI Tidak Akan Terpuruk Seperti Ini dari Segi Bisnis Sangat Tidak Menguntungkan OMNI justru balik melaporkan bukan memberikan klarifikasi yang benar. Dalam hal ini Peran humas rumah sakit kurang baik dan tidak mendukung dalam layanan masyarakat di anggap tidak peduli antar sesama. Sebaliknya, Citra rumah sakit di luar negeri lebih baik. Seperti dalam memeberikan diagnosa dokter lebih akurat, suasana rumah sakit nyaman, modern, bersih, indah, penataan ruang rapi dan tidak berkesan rumah sakit. Hal ini Dokter dinilai lebih komunikatif dan para perawatnya ramah dan sopan dalam melayani pasien. Untuk itu dalam menangani perbaikan dan meningkatkan citra rumah sakit lebih bagus lagi, peran humas disarankan melakukan fungsi strategi yang lebih mengedepankan pelayanan dari fungsi rumah sakit yang sebenarnya, yaitu menilai sikap dan persepsi dari setiap kelompok masyarakat terhadap rumah sakit untuk memahami aspirasi dan harapan mereka selama mendapatkan pelayanan. Selanjutnya Humas merencanakan dan melaksanakan suatu progra dan komunikasikan kepada masyarakat untuk mendapatkan pengertian, penerimaan, minat dan dukungan dari seluruh kelompok masyarakat.

6 Keberadaan Humas dalam sebuah perusahaan atau instansi dapat menjadi jembatan penghubung antara lembaga tersebut dengan publiknya. Pada dasarnya tujuan humas adalah untuk menciptakan, memelihara dan membina hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak yakni perusahaan dengan publiknya. Humas berperan dalam penjelasan atau pembelaan terhadap pandangan yang kurang baik dari publiknya terhadap lembaga tersebut, dengan cara menyajikan berbagai data, fakta dan informasi yang sebenarnya. Rumah Sakit merupakan tempat untuk melayani publik terutama pasien yang dilayani oleh para medis sesuai dengan kebutuhan pasien. Sebuah Rumah Sakit dikatakan berhasil apabila Rumah Sakit tersebut mampu memberikan pelayanan yang baik. Pelayanan pasien di Rumah Sakit tidak hanya dilakukan oleh sekelompok dokter saja, tetapi juga pelayanan dari bagian paramedik, penunjang medis, dan non medis. Pada intinya, semua unsur tersebut harus bekerja sama untuk mencapai pelayanan yang optimal. Rumah Sakit Telogorejo ini di bawah departement patient support and communications. Rumah Sakit Telogorejo merupakan salah satu rumah sakit yang menggunakan peran humas untuk melakukan komunikasi dengan khalayak umum. Peran Humas berfungsi meningkatkan citra positif rumah sakit untuk memperlancar kegiatan humas dan mempermudah pekerjaan Humas di Rumah Sakit Telogorejo, humas membutuhkan kerjasama dengan unit unit lain. Rumah Sakit Telogorejo merupakan salah satu penyedia layanan jasa kesehatan masyarakat yang sudah seharusnya memperhatikan kualitas pelayanan yang menjadi pelayanan penting dari setiap Rumah Sakit. Karena citra akan terbetuk melalui kualitas pelayanannya. Semakin baik pelayanan yang diberikan semakin baik pula citra Rumah Sakit di hadapan publik. Begitu pula sebaliknya bila pelayanan yang diberikan buruk, maka akan berdampak negatif pada Rumah Sakit tersebut.

7 Saat ini semakin banyak timbulnya persaingan dalam pemenuhan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kota Semarang. Hal ini mendorong Rumah Sakit Telogorejo Semarang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan rasa kepuasan. Salah satu upaya pelayanan yang diberikan adalah melalui customer service yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dan siap sedia membantu masyarakat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai informasi pelayanan yang ada di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Selain itu Rumah Sakit Telogorejo mengadakan beberapa kegiatan seperti kegiatan donor darah, kegiatan bakti sosial, kegiatan, pengobatan gratis, dan kegiatan seminar kanker gratis. Rumah Sakit Telogorejo Semarang merupakan salah satu rumah sakit swasta besar di Kota Semarang. Rumah Sakit Telogorejo menyediakan pelayanan dan keperawatan berstandar internasional sesuai dengan misi Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Pelayanan rumah sakit menjadi salah satu penentu kesembuhan pasien. Berbagai upaya pun dilakukan Rumah Sakit Telogorejo untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Di antaranya adalah perbaikan sarana, prasarana, dan juga sumber daya manusia (SDM). Direktur Rumah Sakit Telogorejo dokter Imelda Tandiyo mengatakan bahwa untuk memenuhi persyaratan rumah sakit berstandar internasional tidaklah mudah. Kementrian Kesehatan menyerahkan penilaian tersebut pada sebuah badan independen yang disebut Joint Commission International (JCI). Segala prosedur pelayanan masuk dalam penilaian JCI. Mulai dari pasien masuk sampai dengan keluar. Selain itu, kompetensi SDM juga tak luput dari penilaian. Tidak sebatas pada layanan medik tetapi juga keselamatan pasien dan rumah sakit dalam setiap kondisi. Misalnya saja penguasaan dalam hal fire safety. Penilaian yang dilakukan termasuk dalam hal pemberian dan penyimpanan obat. Rumah Sakit Telogorejo menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit berprestasi dalam pelayanan kesehatan. Hal itu tertera dalam Kepmenkes RI No 1623/Menkes/SK/XI/2010. Rumah Sakit yang memiliki

8 keunggulan layanan jantung dan otak itu dinyatakan terakreditasi dengan nilai tertinggi untuk 16 pelayanan. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Visi Rumah Sakit Telogorejo Semarang adalah menjadi rumah sakit berkeunggulan, bertaraf internasional dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal. Misi Rumah Sakit Telogorejo Semarang adalah memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dengan mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan, serta mencerminkan unit sosioekonomi yang mandiri. Rumah Sakit Telogorejo Semarang didirikan 1952, sebagai rumah sakit swasta tipe utama dengan beberapa keunggulan yaitu : 1. Terletak di pusat Kota Semarang sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya. 2. Bangunan cukup representative. 3. Fasilitas peralatan medik dan penunjang yang lengkap dan modern. 4. Mempunyai bidang spesialisasi pelayanan yang cukup lengkap. Untuk melaksanakan tugasnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, Rumah Sakit Telogorejo Semarang berusaha meningkatkan mutu pelayanan yang dapat memenuhi harapan pasien sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Pelayanan bagian rawat inap yang menjadi unggulan pelayanan Rumah Sakit Telogorejo Semarang, diharapkan menjadi pelayanan yang dapat menjadi sumber pendapatan utama bagi rumah sakit dengan jumlah kunjungan yang meningkat dari tahun ke tahun, namun pada kenyataannya jumlah kunjungan pasien bagian rawat inap mengalami penurunan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya mutu pelayanan yang diberikan sehingga belum dapat memuaskan pelanggan. Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan, Rumah Sakit Telogorejo Semarang menerapkan upaya upaya seperti :

9 1. Upaya organisasional, dengan cara restrukturisasi organisasi RS Telogorejo Semarang merupakan struktur organisasi matriks, dengan pengorganisasian staf medik fungsional (SMF) yang memungkinkan terjadinya bentuk kerja sama dengan fungsi fungsi lain dalam kegiatan di unit pelayanan dan pembentukan tim peningkatan mutu pelayanan atau Gugus Kendali Mutu (GKM), sehingga berdampak pada kemudahan koordinasi antar pejabat struktural dan fungsional dalam memberikan pelayanan terbaik pada pasien. 2. Manajemen dengan cara peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur RS Telogorejo Semarang tentang pengelolaan SDM RS, penambahan jumlah perawat sehingga beban kerja perawat tidak terlalu tinggi dan menyusun perencanaan stratejik. Dengan perencanaan berdasarkan pada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman organisasi maka RSU Telogorejo Semarang dapat meningkatkan pelayanan dalam rangka memuaskan pelanggan dan mampu bersaing dengan rumah sakit swasta lain di Kota Semarang. 3. Upaya teknis fungsional perawat dengan cara perbaikan atau revisi standard operating procedure (SOP) pelayanan asuhan keperawatan dan penambahan jumlah SOP sesuai dengan kebutuhan, sehingga perawat dalam menjalankan tugas memiliki prosedur atau peraturan yang harus dipatuhi. 4. Upaya teknis personal perawat dengan cara mengadakan pelatihan Adi Layanan, sehingga dalam memberikan pelayanan perawat mampu memberikan pelayanan bermutu terhadap pasien. Namun pada kenyataannya kompetensi interpersonal perawat bagian rawat inap masih banyak dikeluhkan oleh pasien. Berdasarkan hal tersebut perlu disusun kembali upaya peningkatan kompetensi interpersonal perawat. Keluhan pasien akan pelayanan perawat di bagian rawat inap sangat dipengaruhi oleh kompetensi interpesonal perawat, sehingga kompetensi interpersonal perawat masih menjadi masalah yang harus segera ditangani manajemen Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Keluhan pasien kalau tidak segera ditangani dan berlangsung terus menerus dalam

10 jangka waktu yang lama, akan mengakibatkan menurunnya jumlah kunjungan pasien bagian rawat inap, menurunnya jumlah kunjungan ulang pasien dan rendahnya persepsi pasien terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Sehubungan hal untuk meningkatkan mutu pelayanan bagian rawat inap Rumah Sakit Telogorejo Semarang diperlukan adanya perencanaan peningkatan kompetensi interpersonal perawat bagian rawat inap untuk mencapai harapan pelanggan akan pelayanan perawat yang ramah, sabar, perhatian, sopan dan tanggap. Humas dibantu oleh unit Customer service untuk menangani complaint pelanggan. Selain itu tugas utama customer service adalah memberikan pelayanan dan informasi kepada pelanggan. Di Radar Semarang 9 April 2012, seorang pelanggan Rumah Sakit Telogorejo yaitu Ibu Ariyani complaint mengenai pelayanan salah seorang Dokter berinisial LS yang tidak menyenangkan. Di surat pembaca Ibu Ariyani mengatakan bahwa ketika ia sedang memerikasakan anaknya yang masih berumur 1 tahun 3 bulan dokter rumah Sakit Telogorejo dengan inisial LS tersebut menangani pasien dengan wajah cemberut, tidak senyum, terkesan cuek berbeda dengan suster yang ramah ramah. Disinilah tugas customer center yaitu untuk menanggapi masalah surat pembaca, setelah ditanggapi kemudian hasilnya diberikan pihak Humas Rumah Sakit Telogorejo untuk dipublikasikan Perumusan Masalah Sebagai salah satu rumah sakit besar di Semarang, Rumah Sakit Telogorejo berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien, keluarga pasien, dan masyarakat umum. Ini merupakan salah satu peran humas Rumah Sakit Telogorejo. Banyak kasus yang terjadi di Rumah Sakit. Sebab yang paling sering terjadi adalah kurang ramahnya pelayanan rumah sakit kepada pasien. Ini merupakan masalah yang sepele tetapi bila tidak ditindak lanjuti rumah sakit bisa kehilangan pelanggannya. Banyaknya berita berita yang kurang baik di rumah sakit mengenai pelayanan para

11 dokter dan perawatnya membuat masyarakat lebih selektif dalam memilih rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Mengingat persaingan cukup tinggi sebab tidak hanya ada satu rumah sakit saja. Apalagi Rumah Sakit Telogorejo merupakan rumah sakit berstandar internasional, mutu pelayanan sangat penting. Karena itu peran humas juga penting untuk memenuhi mutu pelayanan dengan standar internasional rumah sakit. Humas tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa ada bantuan dari unit unit lain di rumas sakit. Sehingga peran humas untuk meningkatkan citra positif tidak hanya antara humas dengan publik saja tetapi antara humas dengan seluruh keluarga rumah sakit juga harus terjaga untuk membantu meningkatkan citra positif rumah sakit. Melalui uraian diatas mendorong penulis untuk meneliti tentang bagaimana peran Humas Rumah Sakit Telogorejo Semarang dalam meningkatkan citra positif di hadapan masyarakat? 1.3. Tujuan Berdasakan latar belakang dan permasalahan, maka tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran Humas Rumah Sakit Telogorejo Semarang dalam meningkatkan citra positif di hadapan masyarakat.

12 TEMUAN PENELITIAN 3.1. Peran humas dalam kegiatan internal Rumah Sakit Telogorejo Dalam menjalankan fungsi internal, Humas Rumah Sakit Telogorejo melakukan berbagai macam kegiatan internal. Kegiatan kegiatan internal humas bertujuan menjalin komunikasi dan relasi yang baik antar publik internal rumah sakit telogorejo Kegiatan internal humas 1. Program menjaga hubungan baik dengan dokter Adapun kartu kartu ucapan dikirim kepada para dokter yaitu kartu ucapan selamat ulang tahun dan kartu ucapan selamat hari raya. Selain memberikan kartu ucapan, Humas rumah Sakit Telogorejo juga mengirimkan kalender dan bulletin setiap akhir tahun. Kalender tersebut berisikan atau menggambarkan tentang profil Rumah Sakit Telogorejo secara singkat dan pelayanan pelayanan kesehatan serta alat alat medis yang dimiliki oleh Rumah Sakit Telogorejo. Selain sebagai wujud perhatian terhadap para dokter, kalender ini secara tidak langsung juga merupakan media promosi yang dilakukan Humas. Sedangkan bulletin berisikan tentang artikel yang ditulis sendiri oleh para dokter serta kegiatan kegiatan yang dilakukan dan prestasi prestasi media yang telah diraih oleh Rumah Sakit Telogorejo. 2. Kegiatan press release Press Release adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh Humas suatu organisasi atau perusahaan yanag disampaikan kepada pengelola pers atau redaksi media massa untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut. Humas rumah sakit telogorejo dalam menyampaikan informasi atau berita yang berupa press release dan ditujukan kepada media massa atau surat kabar seperti Suara Merdeka,

13 Radar Semarang, Jawa Pos, dan Wawasan melalui faximile dan . Press release dibuat apabila rumah sakit menyelenggarakan event atau acara misalnya acara kegiatan donor darah, parenting class, seminar kesehatan, penyuluhan, dan pengumuman tentang produk atau jasa baru di Rumah Sakit. Pembuatan press release berisi mengenai surat permohonan ijin pemuatan di media cetak atau surat kabar. Tujuan dari press release tersebut yaitu untuk memberitahukan sesuatu kepada publik baik itu berita, artikel, atau kegiatan rumah sakit, sehingga publik menjadi tahu apa saja event atau acara yang akan diselenggarakan di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Humas Rumah Sakit Telogorejo bertanggung jawab dalam pembuatan press release mengenai kegiatan Rumah Sakit Telogorejo yang akan dilakukan kemudian dipublikasikan di surat kabar khususnya suara merdeka setiap satu bulan dua kali. Rumah Sakit Telogorejo sudah bekerjasama dengan suara merdeka sehingga semua kegiatan dan event Telogorejo selalu dicantumkan didalam bahan beritanya. Press release merupakan media internal perusahaan yang berisi tentang kegiatan dan segala sesuatu yang telah dilakukan oleh Rumah Sakit Telogorejo dan bertujuan untuk memberikan informasi. Selain bertujuan memberitahu kepada publik, melalui press release juga dapat menumbuhkan citra positif rumah sakit di hadapan masyarakat. Contoh press release yang telah dibuat oleh humas rumah sakit telogorejo yaitu Press Release seminar kanker dengan tema Mengatasi Keluhan dengan Relaksasi dan Terapi Warna., Press release Parenting Class dengan tema Baby Blues Syndrome (Stress setelah melahirkan), Press release Press release parenting class dengan tema Tips tips keberhasilan menyusui, dll. 3. Kegiatan advertorial Advertorial merupakan bentuk periklanan yang disajikan dengan bahasa jurnalistik. Advertorial berasal dari dua kata dalam bahasa inggris advertising dan editorial. Periklanan (Editorial) adalah penyajian materi secara persuasif kepada publik melalui media massa dengan tujuan untuk mempromosikan barang atau jasa. Editorial adalah pernyataan tentang opini yang merupakan sikap resmi dari redaksi.

14 Advertorial merupakan salah satu bentuk periklanan yang ada di media massa dengan menggunakan gaya bahasa jurnalistik. Tujuan utama dari advertorial adalah untuk memperkenalkan serta mempromosikan kegiatan, produk, atau jasa dari perusahaan kepada khalayaknya. Fungsi utama dari advertorial adalah untuk pendamping, penerjemah, sekaligus penafsir iklan yang terdapat di media massa. Humas Rumah Sakit Telogorejo membuat iklan advertorial mengenai jasa atau produk yang dipromosikan melalui media cetak yaitu surat kabar seperti Suara Merdeka, Harian Wawasan, Jawa Pos, dan Radar Semarang. Salah satu bentuk iklan jasa berupa advertorial yang dipromosikan Rumah Sakit Telogorejo yaitu Pentingnya Rehabilitasi Jantung yang dimuat di Suara Merdeka Minggu, 18 Maret Di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, program rehabilitasi jantung merupakan fasilitas yang disediakan rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan rehabilitasi jantung, dengan aktivitas untuk memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sosial agar pasien dapat menjalani hidup secara normal. Program rehabilitasi ini dapat membantu pasien menjalani kehidupan yang baik di masyarakat setelah serangan jantung atau pembedahan jantung. 4. Laporan bulanan Humas setiap bulan berkewajiban membuat laporan bulanan yang berisi mengenai kegiatan Public Relations, media promosi, dan publikasi media. Setiap kegiatan atau acara yang diselanggarakan oleh Rumah Sakit Telogorejo, Humas wajib melaporkan. Kegiatan public relations berisi mengenai nama kegiatan yang diselenggarakan, tanggal, tempat, dan pembicara di dalam kegiatan tersebut. Media promosi yaitu media yang digunakan untuk mempromosikan acara atau kegiatan Humas seperti jumlah brosur, jumlah poster, dan biaya untuk menggandakan media tersebut. Dan publikasi media berisi mengenai nama media atau media cetak yang meliput atau memuat berita mengenai Rumah Sakit Telogorejo baik yang berjenis berita maupun advertorial, serta mencantumkan tanggal publikasi media tersebut.

15 5. Mengalisis dan mengkliping berita Kegiatan analisis atau resume berita adalah suatu kegiatan memeriksa kembali pemberitaan media mengenai kegiatan atau segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah Sakit Telogoerejo dan para competitornya. Kegiatan ini masih berkaitan dengan kegiatan kliping berita dan dilakukan dengan urutan prosedur mengecek isi atau inti berita yang dimuat di surat kabar, kemudian melakukan input hasil pengecekan tersebut dalam bentuk data/ resume ke dalam komputer. Mengkliping berita adalah salah satu tugas yang cukup penting bagi seorang humas. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Humas setiap hari terutama pagi hari. Semua pemberitaan di media tentang Rumah Sakit Telogoorejo selalu dirangkum untuk dianalisis. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk monitoring media dan bertujuan untuk mengevaluasi informasi atau berita apa saja yang beredar di masyarakat sehingga Rumah Sakit Telogorejo bisa mengontrol pemberitaan dan melakukan kegiatan - kegiatan yang sesuai untuk mempertahankan atau bahkan memperbaiki citra baik di mata publik Komunikasi internal humas 1. Komunikasi antara humas dengan karyawan Seringkali kasus terjadi antara humas dengan karyawan adalah adanya kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kesalah pahaman yang terjadi diakibatkan oleh informasi atau pesan yang disampaikan acapkali disalahartikan, yaitu didengar secara semu dan cepat dilupakan. Informasi harus selalu diberikan kepada karyawan, baik itu informaasi mengenai program program baru di rumah sakit ataupun informasi penyelenggaraaan event, serta sosialisasi pelatihan untuk para karyaan (perawat), akan tetapi kerapkali informasi yang disampaikan kepada karyawan tidak diterima dengan baik sehingga munculnya kesalahpahaman informasi yang diterima oleh karyawan.

16 2. Rapat manajemen dan karyawan Rapat manajemen karyawan merupakan media komunikasi yang biasa dilakukan oleh para karyawan. Dari hasil wawancara, menurut Humas Rumah Sakit Telogorejo, rapat dilaksanakan tergantung kebutuhan dan biasanya setiap hari atau tiga kali seminggu karena banyaknya kebutuhan untuk rumah sakit. Tujuan rapat yaitu agar dapat memberikan kesempatan kepada pimpinan untuk berbicara secara langsung kepada karyawannya mengenai kebijaksanaan, produk, metode, dan masalah internal baru. Dengan melakukan rapat rutin, karyawan dapat memberikan aspirasinya melalui ide, gagasan, dan pendapatnya yang akan disampaikan kepada atasan (pimpinan). 3. Sistem informasi melalui telepon Untuk memberikan informasi kepada karyawan tentang sosialisasi, pengumuman ataupun jadal rapat, Rumah Sakit Telogorejo menggunakan telepon untuk menyampakan informasi kepada karyawan. Melalui telepon diharapkan informasi yang akan disampaikan dapat berjalan dengan cepat dan jelas, tetapi kenyataannya masih sering informasi yang disampaikan masih belum bisa diterima dengan baik oleh para penerima. Komunikasi melalui telepon digunakan apabila informasi yang disampaikan mendadak sehingga membutuhkan aktu yang cepat. Dalam penyampaian informasi kepada karyawan bukan merupakan tugas Humas karena yang bertanggung jawab menyampaikan informasi adalah pihak yang mengadakan rapat. 4. Majalah internal Humas Rumah Sakit Telogorejo membuat majalah internal yang berisi berita berita internal Telogorejo. Ada pula tips tips dari dokter, penemuan penemuan yang berhubungan dengan kesehatan, profil dokter Rumah Sakit Telogorejo, berita mengenai segala sesuatu yang telah di capai oleh Rumah Sakit Telogorejo. Majalah

17 ini diperuntukan pasien yang menjalani rawat inap dan karyawan Rumah Sakit Telogorejo, agar mereka dapat lebih tahu tentang Rumah Sakit Telogorejo tidak hanya segala sesuatu yang bersifat promosi. 5. Papan pengumuman di lingkungan Rumah Sakit Telogorejo Melalui media komunikasi yang berupa papan pengumuman merupakan salah satu komunikasi yang murah dan efektif, karena apabila ditempatkan dan diawasi secara layak maka papan pengumuman banyak menarik perhatian karyawan dan khalayak. Di Rumah Sakit Telogorejo papan pengumuman diletakkan di tempat yang strategis yaitu di tempat yang sering dilewati oleh banyak orang baik karyawan maupun khlayak. Tujuannya agar lebih mudah dilihat dan dibaca. Papan pengumuman di letakan di samping lift, dekat informasi, di sekitar rawat inap dan rawat jalan. Papan pengumuman diganti oleh humas sesuai tanggal pencopotan atau setelah kegiatan yang diumumkan telah dilaksanakan. Informasi yang ditempel di papan pengumuman meliputi daftar jadwal praktek dokter, acara yang akan diselenggarakan Rumah Sakit Telogorejo, artikel kesehatan, dan program program baru Rumah Sakit Telogorejo. Dengan begitu karyawan bisa membaca dan mengetahui kegiatan Humas. Dan ketika pengunjung bertanya mengenai isi pengumuman tersebut karyawan dapat menjelaskan Peran humas dalam kegiatan eksternal Rumah Sakit Telogorejo Humas Rumah Sakit Telogorejo selain berperan dalam kegiatan internal rumah sakit, Humas juga berperan dalam kegiatan eksternal rumah sakit. Adapun beberapa kegiatan eksternal humas yang berguna untuk meningkatkan citra positif rumah sakit seperti yang dikemukakan ketika wawancara yaitu: Kegiatan Indonesia Tersenyum, Kegiatan Bakti Sosial, Seminar Kesehatan, Kegiatan Donor Darah, Pengobatan Gratis, Merayakan Ulang Tahun Pasien. Seminar kanker gratis yang diadakan satu bulan sekali biasanya pada tanggal 25 di ruang rapat anyelir 4.

18 Kegiatan eksternal humas 1. Kegiatan indonesia tersenyum Rumah Sakit Telogorejo memberikan operasi gratis untuk balita dengan kondisi cacat dari lahir. Pasien Indonesia Tersenyum ini adalah orang orang yang kurang mampu yang tidak punya cukup biaya. Humas bertugas membantu pasien untuk mendapatkan operasi gratis ini. Pasien harus di surve dan wajib mengumpulkan data data yang telah ditentukan. Seluruh data data yang diperlukan dikumpulkan ke ruangan humas, kemudian humas mengirimkan ke Jakarta. Contoh kegiatan Indonesia Tersenyum yang pernah dilakukan oleh rumah sakit telogorejo adalah operasi bibir sumbing dan hernia gratis bekerjasama dengan acara Jalinan Kasih RCTI. Dalam hal ini rumah sakit telogorejo berperan sebagai pelaksana kegiatan. 2. Kegiatan bakti sosial Rumah Sakit Telogorejo memiliki citra sebagai rumah sakit komersial. Untuk menghapus asumsi tersebut, humas mengadakan bakti sosial yang dilakukan secara rutin setiap satu bulan sekali. Dengan cara inilah diharapkan citra rumah sakit telogorejo dapat berubah sebagai rumah sakit yang bersifat sosial kemanusiaan. Contoh kegiatan bakti sosial yang rutin diadakan adalah Senam Lansia khusus bagi komnitas Lansia Rumah Sakit Telogorejo. Selain itu ada kegiatan seminar kanker gratis setiap satu bulan sekali di ruang rapat anyelir 4 ditujukan kepada masyarakat yang terkena penyakit kanker agar lebih termotivasi karena dengan narasumber suvervivor kanker. Dengan mendaftar melalui ekstensen humas atau dating lansung ke Rumah Sakit Telogorejo. 3. Seminar kesehatan Humas bekerjasama dengan surat kabar sehingga informasi mengenai seminar kesehatan dapat diterima oleh masyarakat. Humas bertugas memilih tema tema yang menarik kemudian satu minggu sebelum seminar, humas mempublikasikan ke media

19 massa agar masyarakat mengertahui kegiatan tersebut. Cara mendaftar penyuluhan ini melalui ekstensen humas. Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan seminar harus mendaftarkan diri dengan menhubungi pihak humas. Kemudian humas mencatat seluruh peserta dan membuat daftar hadirnya. Selain itu humas juga bertugas mencari sponsor, konsumsi, publikasi, dan dokumentasi. Dalam kegiatan ini humas dibantu oleh marketing sehingga kegiatan akan lebih maksimal. Contoh kegiatan seminar di rumah sakit telogorejo yaitu kegiatan seminar kanker gratis yang diadakan setiap bulan dengan pembicara Ibu Naning yang merupakan survivor kanker. 4. Kegiatan donor darah Kegiatan donor darah dilakukan oleh humas dilakukan oleh humas rumah sakit telogorejo yang bekerjasama dengan PMI cabang kota Semarang. Humas berperan sebagai penyedia tempat dan sarana lain yang mendukung kegiatan tersebut seperti daftar pendonor darah, souvenir bagi para pendonor, serta snack untuk petugas PMI. Donor darah dilakukan setiap satu bulan sekali pada pukul sampai di lobby rumah sakit telogorejo atau ruang tunggu rumah sakit telogorejo. Untuk memperlancar proses pelaksanaan, humas melakukan publikasi ke media massa satu minggu sebelum acara donor dilakukan dan mengabari calon peserta donor darah tiga hari sebelumnya melalui telepon atau mengirim sms. Data nomor telepon diambil dari daftar hadir kegiatan donor darah sebelumnya. Kegiatan donor darah merupakan salah satu wujud kerjasama humas dengan public eksternalnya yaitu PMI cabang Kota Semarang secara khusus dan masyarakat Semarang secara umum dalam memfasilitasi siapa saja yang akan menyumbangkan darahnya demi kemanusiaan. Selain itu kegiatan donor darah juga merupakan wujud pencapaian tujuan PR karena dengan kegiatan donor darah berarti rumah sakit telogorejo telah membantu PMI sebagai salah satu stakeholder eksternal dalam pengadaan darah guna keperluan persediaan darah di bank darah PMI.

20 5. Pengobatan gratis Pengobatan gratis secara rutin dilakukan setiap satu tahun sekali dalam rangka menyambut HUT RS Telogorejo, yaitu pada tanggal 25 November. Acara ini merupakan wujud pelayanan sosial rumah sakit telogorejo kepada masyarakat luas. Kegiatan ini diperuntukan bagi seluruh masyarakat luas tanpa dipungut biaya apapun. Humas selalu mengadakan event atau kegiatan untuk masyarakat bahkan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan ada kegiatan yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Banyak kegiatan atau event yang diselenggarakan Humas Rumah Sakit Telogorejo mendapat respon positif dari masyarakat Komunikasi eksternal humas 1. Merayakan ulang tahun pasien Setiap hari humas memeriksa daftar ulang tahun pasien rawat inap di dalam data base pasien masuk atau disebut Terra Medic. Saat pasien rawat inap yang sedang dirawat di RS Telogorejo bertepatan dengan hari ulang tahunnya, pada hari itu juga humas RS Telogorejo merayakan ulang tahun pasien tersebut dengan mendatangi kamar dengan memberikan sepotong kue tart beserta kartu ucapan. Kegiatan seperti ini menunjukkan perhatian RS Telogorejo kepada pelanggannya. Kemudian humas mengambil gambar dan gambar tersebut dijadikan kartu ucapan yang akan diberikan saat pasien pulang dari rumah sakit telogorejo. 2. Menjalin hubungan baik dengan wartawan Rumah Sakit Telogorejo merupakan salah satu Rumah Sakit yang aktif yang sering mengadakan kegiatan atau event. Sehingga untuk mempublikasikan setiap kegiatan atau event Telogorejo membutuhkan kerjasama dengan wartawan. Disini humas bertugas menghubungi wartawan. Selain itu humas juga harus membina hubungan baik dengan wartawan agar berita yang beredar bernilai positif. humas menghubungi beberapa wartawan untuk mengambil liputan kegiatan atau event yang

Dengan key informan dari pihak gereja (Ibu Ninik Sindoro)

Dengan key informan dari pihak gereja (Ibu Ninik Sindoro) 1 Daftar pertanyaan wawancara Dengan key informan dari pihak gereja (Ibu Ninik Sindoro) selaku koordinator kegiatan OperasiKasih 1. Sudah berapa lama bekerja menjadi koordinator kegiatan OperasiKasih?

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Namun seiring berkembangnya zaman, rumah sakit pada era globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. Namun seiring berkembangnya zaman, rumah sakit pada era globalisasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit merupakan sebuah institusi perawatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Namun seiring berkembangnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Rumah sakit merupakan salah satu unit usaha yang memberikan pelayanan jasa kesehatan. Keberhasilan sebuah rumah sakit dinilai dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan 7 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan suatu institusi di mana segenap lapisan masyarakat bisa datang untuk memperoleh upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Upaya

Lebih terperinci

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014 KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014 1. Latar Belakang Perubahan lingkungan dalam dunia perumahsakitan dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan pesat khususnya lingkungan eksternal (Kemajuan teknologi,

Lebih terperinci

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik An ounce of prevention is worth a pound of cure Pencegahan kecil mempunyai nilai yang sama dengan pengobatan yang banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, karena selain memiliki fungsi sebagai pelayanan, rumah sakit juga menjalankan fungsi pendidikan,

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 15 Tahun : 2010 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Lebih terperinci

MEMBANGUN KAPASITAS DAN KAPABILITAS UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN. Compliance for QPS standard

MEMBANGUN KAPASITAS DAN KAPABILITAS UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN. Compliance for QPS standard MEMBANGUN KAPASITAS DAN KAPABILITAS UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN Compliance for QPS standard Dr. Hermanto Nurya, MM Direktur Eka Hospital BSD Jakarta 19 November 2013 Jaringan Layanan Eka

Lebih terperinci

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt Press Release Implementasi Standar Akreditasi Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan & Keselamatan Pasien RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang, merupakan rumah sakit

Lebih terperinci

TINJAUAN TATA LAKSANA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI SISTEM ASURANSI KESEHATAN DI RSUD PROF. DR. WZ. JOHANNES KUPANG TAHUN 2009

TINJAUAN TATA LAKSANA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI SISTEM ASURANSI KESEHATAN DI RSUD PROF. DR. WZ. JOHANNES KUPANG TAHUN 2009 TINJAUAN TATA LAKSANA PELAYANAN KESEHATAN MELALUI SISTEM ASURANSI KESEHATAN DI RSUD PROF. DR. WZ. JOHANNES KUPANG TAHUN 2009 Felix Kasim, Aurelia Maria Liliweri Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sarana pelayanan kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan

Lebih terperinci

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG OUTLINE PENDAHULUAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNDANG-UNDANG TUGAS & WEWENANG PERAWAT PENDELEGASIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. Pada November 1999, the American Hospital Asosiation (AHA) Board of

BAB I PENDAHULUAN. rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. Pada November 1999, the American Hospital Asosiation (AHA) Board of BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang yang mendasari latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian. A. Latar Belakang Pada November 1999, the American Hospital

Lebih terperinci

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) A. Aplikasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Jama ah Haji Memasuki usianya yang ke-20 tahun

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN KESEHATAN DASAR DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN RI NOMOR 9/SP/SETWAPRES/D-5/TUPEG/11/2011 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni

MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT. Henni Djuhaeni 1 MANAJEMEN PELAYANAN MEDIK DI RUMAH SAKIT Henni Djuhaeni I. Pendahuluan Pelayanan medik khususnya medik spesialistik merupakan salah satu Ciri dari Rumah Sakit yang membedakan antara Rumah Sakit dengan

Lebih terperinci

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK Sri Rezki Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Pontianak ABSTRAK Latar Belakang: Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan

Lebih terperinci

Pengertian Kepuasan Konsumen

Pengertian Kepuasan Konsumen Kepuasan Konsumen 1. Pengertian Kepuasan Konsumen Swan, et at. (1980) dalam bukunya Fandy Tjiptono, 2004 mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai evaluasi secara sadar atau penilaian kognitif menyangkut

Lebih terperinci

Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014)

Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014) Anna Ngatmira,SPd,MKM ( Jogjakarta, 25 November 2014) Joint Commission International (JCI) International Patient Safety Goals (IPSG) Care of Patients ( COP ) Prevention & Control of Infections (PCI) Facility

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Jumlah Rumah Sakit Di Indonesia Tahun 2014 Sumber : www.sirs.buk.depkes.go.id BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan Rumah Sakit khususnya rumah sakit privat di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Menurut informasi yang didapatkan dari website Kementrian Kesehatan RI

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih terperinci

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN STANDAR

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

STUDI TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA

STUDI TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA ejournal Administrasi Negara, 2013, 1 (2): 788-801 ISSN 0000-0000, ejournal.ip.fisip-unmul.org Copyright 2013 STUDI TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, - 1 - PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RA. BASOENI KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DP.01.07 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI Tesis Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata 2 Program Studi Manajemen

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG

BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG BAB IV ANALISIS DATA DAN RANCANGAN PROSEDUR PENGELOLAAN OBAT/ALAT KESEHATAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MYRIA PALEMBANG Instalasi Farmasi Rumah Sakit Myria Palembang merupakan Bagian Pelayanan Instalasi

Lebih terperinci

dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang

dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang 2 dapat berakibat pada keterlambatan penanganan medis terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Rekam medis kertas yang digunakan dalam pelayanan medis tidak selalu mampu

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IDI KABUPATEN ACEH TIMUR ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA, BUPATI ACEH

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Segmentation, Targetting, dan Positioning Segmentation Segmentasi geografi Pelanggan yang berasal di daerah Bandung dan sekitarnya Segmentasi Demografi: Untuk segmentasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembuahan dalam kandungan sampai umur lanjut (GBHN, 1999). yang terus berkembang (Depkes RI, 1999).

BAB I PENDAHULUAN. pembuahan dalam kandungan sampai umur lanjut (GBHN, 1999). yang terus berkembang (Depkes RI, 1999). BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan kesehatan diarahkan kepada peningkatan mutu sumber daya manusia dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang memberikan

Lebih terperinci

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA 17 /PER/M.

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA 17 /PER/M. MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 17 /PER/M. KOMINFO/03/2009 TENTANG DISEMINASI INFORMASI NASIONAL OLEH PEMERINTAH,

Lebih terperinci

LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT

LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT LAPORAN SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT INFORMASI PUBLIK PUSAT HUBUNGAN MASYARAKAT 2014 ANALISA PROSEDUR PELAYANAN INFORMASI Dari survei yang telah dilakukan oleh Tim Pelayanan Informasi Publik Kementerian

Lebih terperinci

PROSES PENANGANAN SURAT MASUK OLEH SEKRETARIS PADA PT TRILLION GLORY INTERNATIONAL. Oleh: Asmara Soedomo dan Yulianthiyas

PROSES PENANGANAN SURAT MASUK OLEH SEKRETARIS PADA PT TRILLION GLORY INTERNATIONAL. Oleh: Asmara Soedomo dan Yulianthiyas PROSES PENANGANAN SURAT MASUK OLEH SEKRETARIS PADA PT TRILLION GLORY INTERNATIONAL Oleh: Asmara Soedomo dan Yulianthiyas Abstract: This research is to find out the process of letter-in handling in PT Trillion

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam era informasi sekarang ini, penggunaan Sistem Informasi (SI)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam era informasi sekarang ini, penggunaan Sistem Informasi (SI) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era informasi sekarang ini, penggunaan Sistem Informasi (SI) tidak lagi menjadi sesuatu yang luar biasa, terutama bagi perusahaan. Untuk menghadapi persaingan

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi )

TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi ) TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi ) Balita yang sehat dan cerdas adalah idaman bagi setiap orang. Namun apa yang terjadi jika balita menderita gizi buruk?. Di samping dampak

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo)

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK. (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) PENGARUH FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN PADA MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK (Studi pada Karyawan Puskesmas di Kecamatan Gatak Sukoharjo) SKRIPSI Disusun Untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Persyaratan Guna Meraih

Lebih terperinci

RUMAH SAKIT KHUSUS DUREN SAWIT PROVINSI DKI JAKARTA BIDANG KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT KHUSUS DUREN SAWIT PROVINSI DKI JAKARTA BIDANG KEPERAWATAN PROVINSI DKI JAKARTA BIDANG KEPERAWATAN VISI VISI DAN MISI BIDANG KEPERAWATAN Memberikan pelayanan asuhan keperawatan yang profesional dengan pendekatan biopisiko-sosio-spritual (holistik dan komprehensif)

Lebih terperinci

EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT-OBATAN SKRIPSI

EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT-OBATAN SKRIPSI EVALUASI PELAKSANAAN SISTEM DAN PROSEDUR AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT-OBATAN (Kasus Pada Rumah Sakit Umum Daerah Ibnu Sina Kabupaten Gresik) SKRIPSI Diajukan oleh : EDITH IRMA AMANDA 0613010058/FE/EA Kepada

Lebih terperinci

PENGGUNAAN DATA DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN. dr. TOGAR SIALLAGAN, MM KEPALA GRUP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

PENGGUNAAN DATA DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN. dr. TOGAR SIALLAGAN, MM KEPALA GRUP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENGGUNAAN DATA DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KESEHATAN dr. TOGAR SIALLAGAN, MM KEPALA GRUP PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Latar Belakang PT Askes menjadi BPJS Kesehatan: UU No. 24 BPJS tahun 2011, pasal 12 tentang

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.413, 2012 KEMENTERIAN KESEHATAN. Akreditasi. Rumah Sakit. Penyelenggaraan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 012 TAHUN 2012 TENTANG AKREDITASI

Lebih terperinci

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN panduan praktis Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN 07 02 panduan praktis Program Rujuk Balik Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari

BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari 16 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keselamatan Pasien (Patient Safety) merupakan isu global dan nasional bagi rumah sakit, komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasar dari

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS STRATEGI PENANGANAN KELUHAN ATM DALAM RANGKA PENINGKATAN KEPUASAN. A. Faktor-faktor Penyebab Nasabah di PT. Bank BNI Syariah Cabang

BAB IV ANALISIS STRATEGI PENANGANAN KELUHAN ATM DALAM RANGKA PENINGKATAN KEPUASAN. A. Faktor-faktor Penyebab Nasabah di PT. Bank BNI Syariah Cabang BAB IV ANALISIS STRATEGI PENANGANAN KELUHAN ATM DALAM RANGKA PENINGKATAN KEPUASAN A. Faktor-faktor Penyebab Nasabah di PT. Bank BNI Syariah Cabang Surabaya Mengalami Keluhan ATM Keluhan pelanggan merupakan

Lebih terperinci

ANALISIS STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK PADA PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU RIFKY FERRIDILLAH & FEBRI YULIANI

ANALISIS STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK PADA PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU RIFKY FERRIDILLAH & FEBRI YULIANI ANALISIS STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK PADA PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU RIFKY FERRIDILLAH & FEBRI YULIANI Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas

Lebih terperinci

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG BUPATI MALANG, BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAWANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut:

Jika Anda diperlakukan secara tidak adil atau hak Anda dilanggar, hubungi nomor bebas pulsa berikut: Apakah Anda Datang Ke Amerika untuk Bekerja Sementara atau Belajar? Kami percaya bahwa Anda akan mendapatkan pengalaman yang berharga. Tetapi, apabila Anda mendapatkan masalah, Anda memiliki hak dan Anda

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Yayasan ini bernama Yayasan Gedhe Nusantara atau Gedhe Foundation (dalam bahasa Inggris) dan selanjutnya dalam Anggaran

Lebih terperinci

BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY

BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY BERBAGAI MEDIA PUBLIC RELATIONS MATERI PERKULIAHAN KE-9 : PUBLIC RELATIONS IN LIBRARY DIRANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER OLEH : NAMA : NUNING KURNIASIH, S.SOS., M.HUM. NIP. 197606252000122001 DEPARTEMEN ILMU

Lebih terperinci

Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas

Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas Mendengarkan Masyarakat yang Terkena Dampak Proyek-Proyek Bantuan ADB Apa yang dimaksud dengan Mekanisme Akuntabilitas ADB? Pada bulan Mei 2003, Asian Development

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM UNTUK MENENTUKAN JENIS KACAMATA BAGI PENDERITA GANGGUAN LENSA MATA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN SISTEM UNTUK MENENTUKAN JENIS KACAMATA BAGI PENDERITA GANGGUAN LENSA MATA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI PERANCANGAN SISTEM UNTUK MENENTUKAN JENIS KACAMATA BAGI PENDERITA GANGGUAN LENSA MATA BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh Bima Setiawan 11.11.4642 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA

Lebih terperinci

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai Peraturan Tentang 1. Kategorisasi Pegawai 1.1. Pegawai dibagi dalam kategori sebagai berikut : a. Pegawai Tetap b. Pegawai Tidak Tetap 1.2. Pegawai Tetap adalah pegawai yang diangkat Lembaga untuk bekerja

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 2009 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 2009 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2011 2009 TENTANG PELAKSANAAN WAJIB LAPOR PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan pasar ritel terus berkembang sebagai akibat dari perubahan pada berbagai bidang. Pasar ritel yang terus bertumbuh secara nasional tidak hanya menguntungkan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

BERITA NEGARA. KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA No.959, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Organisasi. Tata Kerja. Rumah Sakit Pengayoman. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan sehat fisik, mental, dan sosial, bukan semata-mata keadaan tanpa penyakit atau kelemahan. Definisi

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR: 12 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 4.1 Profile Binus Center Balikpapan Di era globalisasi yang ketat dengan persaingan bisnis, keberhasilan suatu perusahaan sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia

Lebih terperinci

PELAYANAN GIZI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN BAGIAN GIZI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH

PELAYANAN GIZI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN BAGIAN GIZI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH PELAYANAN GIZI RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN BAGIAN GIZI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH Secara fungsi : melaksanakan 2 kegiatan pokok pelayanan gizi di RSIJ yaitu kegiatan asuhan gizi ranap dan rawat

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

2013-2017 MEURAXA RENCANA STRATEGIS RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH RSUD KOTA BANDA ACEH

2013-2017 MEURAXA RENCANA STRATEGIS RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH RSUD KOTA BANDA ACEH 2013-2017 RENCANA STRATEGIS RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i DAFTAR TABEL ii Bab I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Landasan Hukum... 3 1.3

Lebih terperinci

dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan

dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan dr. H R Dedi Kuswenda, MKes Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Ditjen Bina Upaya Kesehatan Dasar Hukum Pengertian Akreditasi Maksud dan Tujuan Akreditasi Proses Akreditasi Undang-Undang Republik Indonesia

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Kepuasan Pelanggan Bagi bisnis, kepuasan pelanggan dipandang sebagai salah satu dimensi kinerja pasar. Penigkatan kepuasan pelanggan berpotensi mengarah

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PROSEDUR KOMUNIKASI DAN KONSULTASI

PROSEDUR KOMUNIKASI DAN KONSULTASI PROSEDUR KOMUNIKASI DAN No. Dokumen : PT-KITSBS-17 Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum & Fas 2. Abdan Syakuro PLT

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK

PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUS NEGARA NOMOR : 63/KEP/M.PAN/7/2003 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN PELAYANAN PUBLIK MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan

Lebih terperinci

PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI TIGA KOTA DI INDONESIA

PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI TIGA KOTA DI INDONESIA MAKARA, KESEHATAN, VOL. 13, NO. 1, JUNI 2009: 22-26 PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TERHADAP PELAYANAN APOTEK DI TIGA KOTA DI INDONESIA Rini Sasanti Handayani 1, Raharni 1, Retno Gitawati 2 1. Puslitbang Sistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi di dunia ini, banyak sekali perubahan dari

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi di dunia ini, banyak sekali perubahan dari 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki era globalisasi di dunia ini, banyak sekali perubahan dari lingkungan serta perilaku manusia yang ada di dunia ini, bisa dilihat semakin banyak sekali tuntutan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal.

BAB 1 PENDAHULUAN. masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pusat perbelanjaan merupakan istilah yang tak asing lagi, terlebih bagi masyarakat ibukota. Pusat perbelanjaan sering disebut juga dengan sebutan Mal. Mal merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2013 TENTANG BADAN PENGAWAS RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2013 TENTANG BADAN PENGAWAS RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2013 TENTANG BADAN PENGAWAS RUMAH SAKIT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimasa depan adalah masyarakat dengan perilaku hidup sehat, memiliki

BAB I PENDAHULUAN. dimasa depan adalah masyarakat dengan perilaku hidup sehat, memiliki BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam visi Indonesia Sehat tahun 2010, maka gambaran masyarakat dimasa depan adalah masyarakat dengan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi ini masyarakat cenderung menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Pengukur mutu sebuah pelayanan dapat dilihat secara subjektif dan objektif.

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENGURUS ASPAPI

TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENGURUS ASPAPI TUGAS POKOK DAN FUNGSI PENGURUS ASPAPI Pengurus ASPAPI mempunyai tugas, pokok dan fungsi melaksanakan pengelolaan, pembinaan, pengembangan Ilmu Administrasi Perkantoran dan SDM A. Tugas Pokok dan Fungsi

Lebih terperinci

Standar Pelayanan [SP]

Standar Pelayanan [SP] Standar Pelayanan [SP] Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2013 KATA PENGANTAR Pusbindiklatren mengemban fungsi sebagai pembina perencana dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjadi terganggu akibat aktivitas yang tidak seimbang. Pola makan yang salah

BAB I PENDAHULUAN. menjadi terganggu akibat aktivitas yang tidak seimbang. Pola makan yang salah BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Terus berkembangnya jaman menuntut masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang serba cepat dan praktis, hal ini menyebabkan pola hidup masyarakat

Lebih terperinci

- 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG

- 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG - 1 - GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN GUBERNUR KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN Merry Marshella Sipahutar 1087013 Perumahan merupakan kebutuhan utama bagi manusia di dalam kehidupan untuk berlindung

Lebih terperinci

PRINSIP PRIVASI UNILEVER

PRINSIP PRIVASI UNILEVER PRINSIP PRIVASI UNILEVER Unilever menerapkan kebijakan tentang privasi secara khusus. Lima prinsip berikut melandasi pendekatan kami dalam menghormati privasi Anda. 1. Kami menghargai kepercayaan yang

Lebih terperinci

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan (S.Pd)

Lebih terperinci

PELAKSANAAN TUGAS INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR DI PUSKESMAS PERKOTAAN RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI

PELAKSANAAN TUGAS INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR DI PUSKESMAS PERKOTAAN RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI 1 PELAKSANAAN TUGAS INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR DI PUSKESMAS PERKOTAAN RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI (Studi Di Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi) Disusun Oleh : Agus Darmawan Pane, 10.10.002.74201.020,

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

Manfaat SMS untuk Usaha, Kegiatan dan Layanan

Manfaat SMS untuk Usaha, Kegiatan dan Layanan Manfaat SMS untuk Usaha, Kegiatan dan Layanan Artikel singkat. Ditulis oleh Yudi Silo Wardono Programmer Gili-SMS Website : http://www.yusiwa.com SMS SMS bukanlah hal baru, setiap orang yang memiliki HP

Lebih terperinci

MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN

MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MANAJEMEN RESIKO DALAM PELAYANAN KESEHATAN: KONSEP DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes Dosen FK UNSRI BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT KEDOKTERAN KOMUNITAS (IKM/IKK) FAKULTAS KEDOKTERAN

Lebih terperinci

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA STRATEGIS BISNIS DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN DENGAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004

KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/25/M.PAN/2/2004 KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : KEP/5/M.PAN//00 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN INSTANSI PEMERINTAH MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA,

Lebih terperinci

ANALISIS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS DENGAN METODE FRAMEWORK FOR THE APPLICATION OF SYSTEM THINGKING

ANALISIS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS DENGAN METODE FRAMEWORK FOR THE APPLICATION OF SYSTEM THINGKING ANALISIS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS DENGAN METODE FRAMEWORK FOR THE APPLICATION OF SYSTEM THINGKING (FAST) DI DINAS KESEHATAN KOTA SALATIGA NASKAH PUBLIKASI Memenuhi Salah Satu Syarat

Lebih terperinci

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG Dalam bagian ini akan disampaikan faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok yang dilihat dari faktor intern yakni: (1) motivasi

Lebih terperinci

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PUBLIKASI STANDAR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PUBLIKASI STANDAR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PUBLIKASI STANDAR PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KANTOR PELAYANAN TERPADU PERIZINAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Laporan kegiatan pelaksanaan Publikasi

Lebih terperinci

BABI PENDAHULUAN. dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada arus

BABI PENDAHULUAN. dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada arus BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Pengelolaan industri dewasa ini memberikan tantangan yang lebih besar dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada

Lebih terperinci

7 KRITERIA MEDIA KOMUNIKASI K3-LH YANG EFEKTIF. Diadaptasi dari Buku Psychology of Safety Handbook, E. Scott Geller

7 KRITERIA MEDIA KOMUNIKASI K3-LH YANG EFEKTIF. Diadaptasi dari Buku Psychology of Safety Handbook, E. Scott Geller 7 KRITERIA MEDIA KOMUNIKASI K3-LH YANG EFEKTIF Diadaptasi dari Buku Psychology of Safety Handbook, E. Scott Geller Persembahan untuk Anda Slidebook ini dipersembahkan untuk Anda semua, para penggiat Kampanye

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG STANDAR LAYANAN INFORMASI PERTAHANAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTAHANAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA PENYALAH GUNA, KORBAN PENYALAHGUNAAN, DAN PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci