PERAN HUMAS RUMAH SAKIT TELOGOREJO DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF DI HADAPAN MASYARAKAT TUGAS AKHIR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERAN HUMAS RUMAH SAKIT TELOGOREJO DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF DI HADAPAN MASYARAKAT TUGAS AKHIR"

Transkripsi

1 PERAN HUMAS RUMAH SAKIT TELOGOREJO DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF DI HADAPAN MASYARAKAT TUGAS AKHIR Diajukan sebagai syaratuntuk memperoleh gelar Ahli Madya Program Studi Diploma III Humas Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Diponegoro DISUSUN OLEH : ERIKA CICIK ALVIONITA DESI D0C PROGRAM DIII KEHUMASAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012

2 ABSTRAKSI Latar belakang Rumah sakit merupakan salah satu lembaga yang kesehariannya harus bertatap muka dengan orang banyak. Sehingga cara dan bagaimana proses keluarga rumah sakit menangani pelanggan sangat penting. Masyarakat yang menentukan rumah sakit bias dikatakan baik atau tidak dalam menangani pelanggan. Salah seorang pelanggan Rumah Sakit Telogorejo yang bernama Ibu Ariyani complaint mengenai pelayanan salah seorang dokter yang berinisial LS yang tidak menyenangkan. Di surat pembaca Ibu Ariyani menjelaskan bahwa ketika sedang memerikasakan anaknya, dokter berinisial LS menangani pasien dengan wajah tidak menyenangkan. Hal ini yang mendasari saya mengambil judul peran humas rumah sakit telogorejo dalam meningkatkan citra positif di hadapan masyarakat. Metoda penelitian Metode penelitian kualitatif adalah metode untuk menyelidiki objek yang tidak dapat diukur dengan angka angka ataupun ukuran lain yang bersifat eksak. Penelitian kualitatif juga bisa diartikan sebagai riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penelitian kualitatif lebih subjektif dari pada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi terutama individu dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup focus. Teknik pengumpulan data kualitatif ini dengan menggunakan interview (wawancara) Hasil penelitian Kegiatan internal humas Rumah Sakit Telogorejo meliputi program menjaga hubungan baik dengan dokter, kegiatan press release, kegiatan advertorial, laporan bulanan, dan menganalisis dan mengkliping berita. Kegiatan ekternal humas Rumah Sakit Telogorejo meliputi kegiatan Indonesia tersenyum, seminar kesehatan, kegiatan donor darah, dan pengobatan gratis. Peran humas dalam menangani yaitu humas tidak berwenang dalam menangani complaint dari pasien, keluarga pasien, dan masyarakat umum. Humas juga tidak bertanggung jawab menyelesaikan masalah perusahaan.. Kesimpulan dan saran Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa programprogram yang dilakukan Humas Rumah Sakit Telogorejo sudah efektif. Setiap kegiatan yang diadakan Rumah Sakit Telogorejo mendapat respon baik dari masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang melebihi prediksi Humas. Saran yang diberikan lebih aktif dalam menginformasikan kegiatan yang akan dilakukan kepada karyawan sehingga seluruh karyawan mengetahui kegiatan apa saja yang akan diselenggarakan pihak Humas.

3 ABSTRACT Background The hospital is one of the agencies who daily have to come face to face with people. So that means and how the hospital family is very important to deal with customers. Community hospital bias that determines whether or not to say in dealing with customers. One customer Telogorejo Hospital named Mrs. Ariyani complaint about the service one of the doctors who had the initials LS unpleasant. In letters to the mother Ariyani memerikasakan explained that while his son, a doctor with the initials LS patients deal with unpleasant face. It is the underlying I took the title role of public relations in the hospital Telogorejo enhance the positive image before the public. Method of research Qualitative research method is a method to investigate objects that can not be measured with numbers - numbers or other measures that are exact. Qualitative research can also be interpreted as the research is descriptive and tend to use inductive analysis approach. Qualitative research more subjective than quantitative research or survey and using very different methods of collecting information, especially individuals in the use of in-depth interviews and focus groups. This qualitative data collection techniques using the interview (interview) The results Internal public relations activities include program Telogorejo Hospital maintain good relationships with physicians, activities press releases, advertorial activities, monthly reports, and analyzes and news clipping. External public relations activities Telogorejo Hospital includes Indonesia smile, health seminars, blood donation and free medical treatment. The role of public relations in dealing with the public relations is not authorized to deal with complaint of the patient, family members, and the general public. PR is also not responsible for firm resolve.. Conclusions and suggestions Based on research conducted can be concluded that the programs conducted Hospital Public Relations Telogorejo been effective. Every event held Telogorejo Hospital received good response from the community seen from the number of participants exceeds the predictions of Public Relations. Advice given more active in informing the activities to be carried out to employees so that all employees know what activities are to be held the PR.

4 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada zaman sekarang ini semakin banyak perusahaan atau Instansi yang berkembang, baik bergerak dibidang profit maupun non profit. Mereka selalu melakukan berbagai cara agar perusahaan atau instansinya dapat dikenal oleh khalayak luas. Hal ini sebenarnya dilakukan agar perusahaan atau instansi mendapat image positif dimata khalayak luas sehingga dapat berkembang sesuai harapan masing masing. Namun terdapat faktor yang mempengaruhi image suatu perusahaan atau instansi, salah satunya adalah nama baik atau reputasi. Keberadaan Rumah Sakit merupakan hal yang penting bagi masyarakat, karena kesehatan adalah kebutuhan utama dalam kehidupan sehari hari meskipun datang kerumah sakit merupakan hal yang terpaksa karena tidak ada orang yang dengan senang hati datang ke rumah sakit. Rumah Sakit adalah sebuah instansi umum yang memberikan layananan kesehatan kepada masyarakat secara komersial. Di dalamnya tersedia tenaga medis, non medis dan para medis yang saling mendukung dalam memberikan pelayanan kepada pasiennya. Ditunjang pula oleh fasilitas seperti unit gawat darurat, radiologi, laboratorium, farmasi, dan fasilitas lain yang menjadikan pelayanan lebih berkualitas. Membahas citra rumah sakit kadang membuat perbedaan mengenai citra rumah sakit itu sendiri di mata masyarakat yang kebanyakan menemui banyak komentar. Suasana, kebersihan dan kenyamanan kurang diperhatikan. Banyak dokter yang tidak memberi penjelasan yang cukup kepada pasien, akibatnya pasien merasa kurang disegani. Ada juga dokter yang terlalu banyak pasien sehingga dalam proses pemeriksaan, dokter memeriksa pasien dengan cepat dan tidak akurat. Banyak dokter dan perawat tidak memberikan layanan yang baik dengan memperlihatkan muka

5 (judes, acuh, cuek, sombong, tidak sopan). Antara dokter dinilai saling melindungi pada kasus yang dinilai merugikan pasien. Contoh kasus yang terjadi di Rumah Sakit besar di Indonesia : 1. RS Siloam Gleaneagles (Tanggerang) dilaporkan ke polisi oleh Ade Irma Effendy (37), Dr.Antonius, dokter ahli kandungan Rumah sakit, di laporkan terkait dengan dugaan mal praktek yang dilakukan rumah sakit itu. Karena Pasien (Ade) mengalami keguguran setelah ditangani dan diberi obat oleh pihak rumah sakit. Ade menduga, RS Siloam melakukan mal praktek. 2. Kasus prita yang sama juga terkait tentang ada dugaan mal praktek namun pihak dari Manajemen Humas RS OMNI, Jika dari awal Kasus ini tidak Diblow Up Maka Citra OMNI Tidak Akan Terpuruk Seperti Ini dari Segi Bisnis Sangat Tidak Menguntungkan OMNI justru balik melaporkan bukan memberikan klarifikasi yang benar. Dalam hal ini Peran humas rumah sakit kurang baik dan tidak mendukung dalam layanan masyarakat di anggap tidak peduli antar sesama. Sebaliknya, Citra rumah sakit di luar negeri lebih baik. Seperti dalam memeberikan diagnosa dokter lebih akurat, suasana rumah sakit nyaman, modern, bersih, indah, penataan ruang rapi dan tidak berkesan rumah sakit. Hal ini Dokter dinilai lebih komunikatif dan para perawatnya ramah dan sopan dalam melayani pasien. Untuk itu dalam menangani perbaikan dan meningkatkan citra rumah sakit lebih bagus lagi, peran humas disarankan melakukan fungsi strategi yang lebih mengedepankan pelayanan dari fungsi rumah sakit yang sebenarnya, yaitu menilai sikap dan persepsi dari setiap kelompok masyarakat terhadap rumah sakit untuk memahami aspirasi dan harapan mereka selama mendapatkan pelayanan. Selanjutnya Humas merencanakan dan melaksanakan suatu progra dan komunikasikan kepada masyarakat untuk mendapatkan pengertian, penerimaan, minat dan dukungan dari seluruh kelompok masyarakat.

6 Keberadaan Humas dalam sebuah perusahaan atau instansi dapat menjadi jembatan penghubung antara lembaga tersebut dengan publiknya. Pada dasarnya tujuan humas adalah untuk menciptakan, memelihara dan membina hubungan yang harmonis antara kedua belah pihak yakni perusahaan dengan publiknya. Humas berperan dalam penjelasan atau pembelaan terhadap pandangan yang kurang baik dari publiknya terhadap lembaga tersebut, dengan cara menyajikan berbagai data, fakta dan informasi yang sebenarnya. Rumah Sakit merupakan tempat untuk melayani publik terutama pasien yang dilayani oleh para medis sesuai dengan kebutuhan pasien. Sebuah Rumah Sakit dikatakan berhasil apabila Rumah Sakit tersebut mampu memberikan pelayanan yang baik. Pelayanan pasien di Rumah Sakit tidak hanya dilakukan oleh sekelompok dokter saja, tetapi juga pelayanan dari bagian paramedik, penunjang medis, dan non medis. Pada intinya, semua unsur tersebut harus bekerja sama untuk mencapai pelayanan yang optimal. Rumah Sakit Telogorejo ini di bawah departement patient support and communications. Rumah Sakit Telogorejo merupakan salah satu rumah sakit yang menggunakan peran humas untuk melakukan komunikasi dengan khalayak umum. Peran Humas berfungsi meningkatkan citra positif rumah sakit untuk memperlancar kegiatan humas dan mempermudah pekerjaan Humas di Rumah Sakit Telogorejo, humas membutuhkan kerjasama dengan unit unit lain. Rumah Sakit Telogorejo merupakan salah satu penyedia layanan jasa kesehatan masyarakat yang sudah seharusnya memperhatikan kualitas pelayanan yang menjadi pelayanan penting dari setiap Rumah Sakit. Karena citra akan terbetuk melalui kualitas pelayanannya. Semakin baik pelayanan yang diberikan semakin baik pula citra Rumah Sakit di hadapan publik. Begitu pula sebaliknya bila pelayanan yang diberikan buruk, maka akan berdampak negatif pada Rumah Sakit tersebut.

7 Saat ini semakin banyak timbulnya persaingan dalam pemenuhan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kota Semarang. Hal ini mendorong Rumah Sakit Telogorejo Semarang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan rasa kepuasan. Salah satu upaya pelayanan yang diberikan adalah melalui customer service yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dan siap sedia membantu masyarakat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai informasi pelayanan yang ada di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Selain itu Rumah Sakit Telogorejo mengadakan beberapa kegiatan seperti kegiatan donor darah, kegiatan bakti sosial, kegiatan, pengobatan gratis, dan kegiatan seminar kanker gratis. Rumah Sakit Telogorejo Semarang merupakan salah satu rumah sakit swasta besar di Kota Semarang. Rumah Sakit Telogorejo menyediakan pelayanan dan keperawatan berstandar internasional sesuai dengan misi Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Pelayanan rumah sakit menjadi salah satu penentu kesembuhan pasien. Berbagai upaya pun dilakukan Rumah Sakit Telogorejo untuk bisa meningkatkan kualitas pelayanan. Di antaranya adalah perbaikan sarana, prasarana, dan juga sumber daya manusia (SDM). Direktur Rumah Sakit Telogorejo dokter Imelda Tandiyo mengatakan bahwa untuk memenuhi persyaratan rumah sakit berstandar internasional tidaklah mudah. Kementrian Kesehatan menyerahkan penilaian tersebut pada sebuah badan independen yang disebut Joint Commission International (JCI). Segala prosedur pelayanan masuk dalam penilaian JCI. Mulai dari pasien masuk sampai dengan keluar. Selain itu, kompetensi SDM juga tak luput dari penilaian. Tidak sebatas pada layanan medik tetapi juga keselamatan pasien dan rumah sakit dalam setiap kondisi. Misalnya saja penguasaan dalam hal fire safety. Penilaian yang dilakukan termasuk dalam hal pemberian dan penyimpanan obat. Rumah Sakit Telogorejo menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit berprestasi dalam pelayanan kesehatan. Hal itu tertera dalam Kepmenkes RI No 1623/Menkes/SK/XI/2010. Rumah Sakit yang memiliki

8 keunggulan layanan jantung dan otak itu dinyatakan terakreditasi dengan nilai tertinggi untuk 16 pelayanan. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Visi Rumah Sakit Telogorejo Semarang adalah menjadi rumah sakit berkeunggulan, bertaraf internasional dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal. Misi Rumah Sakit Telogorejo Semarang adalah memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dengan mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan, serta mencerminkan unit sosioekonomi yang mandiri. Rumah Sakit Telogorejo Semarang didirikan 1952, sebagai rumah sakit swasta tipe utama dengan beberapa keunggulan yaitu : 1. Terletak di pusat Kota Semarang sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya. 2. Bangunan cukup representative. 3. Fasilitas peralatan medik dan penunjang yang lengkap dan modern. 4. Mempunyai bidang spesialisasi pelayanan yang cukup lengkap. Untuk melaksanakan tugasnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, Rumah Sakit Telogorejo Semarang berusaha meningkatkan mutu pelayanan yang dapat memenuhi harapan pasien sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Pelayanan bagian rawat inap yang menjadi unggulan pelayanan Rumah Sakit Telogorejo Semarang, diharapkan menjadi pelayanan yang dapat menjadi sumber pendapatan utama bagi rumah sakit dengan jumlah kunjungan yang meningkat dari tahun ke tahun, namun pada kenyataannya jumlah kunjungan pasien bagian rawat inap mengalami penurunan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya mutu pelayanan yang diberikan sehingga belum dapat memuaskan pelanggan. Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan, Rumah Sakit Telogorejo Semarang menerapkan upaya upaya seperti :

9 1. Upaya organisasional, dengan cara restrukturisasi organisasi RS Telogorejo Semarang merupakan struktur organisasi matriks, dengan pengorganisasian staf medik fungsional (SMF) yang memungkinkan terjadinya bentuk kerja sama dengan fungsi fungsi lain dalam kegiatan di unit pelayanan dan pembentukan tim peningkatan mutu pelayanan atau Gugus Kendali Mutu (GKM), sehingga berdampak pada kemudahan koordinasi antar pejabat struktural dan fungsional dalam memberikan pelayanan terbaik pada pasien. 2. Manajemen dengan cara peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang diatur dalam Surat Keputusan Direktur RS Telogorejo Semarang tentang pengelolaan SDM RS, penambahan jumlah perawat sehingga beban kerja perawat tidak terlalu tinggi dan menyusun perencanaan stratejik. Dengan perencanaan berdasarkan pada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman organisasi maka RSU Telogorejo Semarang dapat meningkatkan pelayanan dalam rangka memuaskan pelanggan dan mampu bersaing dengan rumah sakit swasta lain di Kota Semarang. 3. Upaya teknis fungsional perawat dengan cara perbaikan atau revisi standard operating procedure (SOP) pelayanan asuhan keperawatan dan penambahan jumlah SOP sesuai dengan kebutuhan, sehingga perawat dalam menjalankan tugas memiliki prosedur atau peraturan yang harus dipatuhi. 4. Upaya teknis personal perawat dengan cara mengadakan pelatihan Adi Layanan, sehingga dalam memberikan pelayanan perawat mampu memberikan pelayanan bermutu terhadap pasien. Namun pada kenyataannya kompetensi interpersonal perawat bagian rawat inap masih banyak dikeluhkan oleh pasien. Berdasarkan hal tersebut perlu disusun kembali upaya peningkatan kompetensi interpersonal perawat. Keluhan pasien akan pelayanan perawat di bagian rawat inap sangat dipengaruhi oleh kompetensi interpesonal perawat, sehingga kompetensi interpersonal perawat masih menjadi masalah yang harus segera ditangani manajemen Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Keluhan pasien kalau tidak segera ditangani dan berlangsung terus menerus dalam

10 jangka waktu yang lama, akan mengakibatkan menurunnya jumlah kunjungan pasien bagian rawat inap, menurunnya jumlah kunjungan ulang pasien dan rendahnya persepsi pasien terhadap mutu pelayanan rumah sakit. Sehubungan hal untuk meningkatkan mutu pelayanan bagian rawat inap Rumah Sakit Telogorejo Semarang diperlukan adanya perencanaan peningkatan kompetensi interpersonal perawat bagian rawat inap untuk mencapai harapan pelanggan akan pelayanan perawat yang ramah, sabar, perhatian, sopan dan tanggap. Humas dibantu oleh unit Customer service untuk menangani complaint pelanggan. Selain itu tugas utama customer service adalah memberikan pelayanan dan informasi kepada pelanggan. Di Radar Semarang 9 April 2012, seorang pelanggan Rumah Sakit Telogorejo yaitu Ibu Ariyani complaint mengenai pelayanan salah seorang Dokter berinisial LS yang tidak menyenangkan. Di surat pembaca Ibu Ariyani mengatakan bahwa ketika ia sedang memerikasakan anaknya yang masih berumur 1 tahun 3 bulan dokter rumah Sakit Telogorejo dengan inisial LS tersebut menangani pasien dengan wajah cemberut, tidak senyum, terkesan cuek berbeda dengan suster yang ramah ramah. Disinilah tugas customer center yaitu untuk menanggapi masalah surat pembaca, setelah ditanggapi kemudian hasilnya diberikan pihak Humas Rumah Sakit Telogorejo untuk dipublikasikan Perumusan Masalah Sebagai salah satu rumah sakit besar di Semarang, Rumah Sakit Telogorejo berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien, keluarga pasien, dan masyarakat umum. Ini merupakan salah satu peran humas Rumah Sakit Telogorejo. Banyak kasus yang terjadi di Rumah Sakit. Sebab yang paling sering terjadi adalah kurang ramahnya pelayanan rumah sakit kepada pasien. Ini merupakan masalah yang sepele tetapi bila tidak ditindak lanjuti rumah sakit bisa kehilangan pelanggannya. Banyaknya berita berita yang kurang baik di rumah sakit mengenai pelayanan para

11 dokter dan perawatnya membuat masyarakat lebih selektif dalam memilih rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Mengingat persaingan cukup tinggi sebab tidak hanya ada satu rumah sakit saja. Apalagi Rumah Sakit Telogorejo merupakan rumah sakit berstandar internasional, mutu pelayanan sangat penting. Karena itu peran humas juga penting untuk memenuhi mutu pelayanan dengan standar internasional rumah sakit. Humas tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa ada bantuan dari unit unit lain di rumas sakit. Sehingga peran humas untuk meningkatkan citra positif tidak hanya antara humas dengan publik saja tetapi antara humas dengan seluruh keluarga rumah sakit juga harus terjaga untuk membantu meningkatkan citra positif rumah sakit. Melalui uraian diatas mendorong penulis untuk meneliti tentang bagaimana peran Humas Rumah Sakit Telogorejo Semarang dalam meningkatkan citra positif di hadapan masyarakat? 1.3. Tujuan Berdasakan latar belakang dan permasalahan, maka tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran Humas Rumah Sakit Telogorejo Semarang dalam meningkatkan citra positif di hadapan masyarakat.

12 TEMUAN PENELITIAN 3.1. Peran humas dalam kegiatan internal Rumah Sakit Telogorejo Dalam menjalankan fungsi internal, Humas Rumah Sakit Telogorejo melakukan berbagai macam kegiatan internal. Kegiatan kegiatan internal humas bertujuan menjalin komunikasi dan relasi yang baik antar publik internal rumah sakit telogorejo Kegiatan internal humas 1. Program menjaga hubungan baik dengan dokter Adapun kartu kartu ucapan dikirim kepada para dokter yaitu kartu ucapan selamat ulang tahun dan kartu ucapan selamat hari raya. Selain memberikan kartu ucapan, Humas rumah Sakit Telogorejo juga mengirimkan kalender dan bulletin setiap akhir tahun. Kalender tersebut berisikan atau menggambarkan tentang profil Rumah Sakit Telogorejo secara singkat dan pelayanan pelayanan kesehatan serta alat alat medis yang dimiliki oleh Rumah Sakit Telogorejo. Selain sebagai wujud perhatian terhadap para dokter, kalender ini secara tidak langsung juga merupakan media promosi yang dilakukan Humas. Sedangkan bulletin berisikan tentang artikel yang ditulis sendiri oleh para dokter serta kegiatan kegiatan yang dilakukan dan prestasi prestasi media yang telah diraih oleh Rumah Sakit Telogorejo. 2. Kegiatan press release Press Release adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh Humas suatu organisasi atau perusahaan yanag disampaikan kepada pengelola pers atau redaksi media massa untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut. Humas rumah sakit telogorejo dalam menyampaikan informasi atau berita yang berupa press release dan ditujukan kepada media massa atau surat kabar seperti Suara Merdeka,

13 Radar Semarang, Jawa Pos, dan Wawasan melalui faximile dan . Press release dibuat apabila rumah sakit menyelenggarakan event atau acara misalnya acara kegiatan donor darah, parenting class, seminar kesehatan, penyuluhan, dan pengumuman tentang produk atau jasa baru di Rumah Sakit. Pembuatan press release berisi mengenai surat permohonan ijin pemuatan di media cetak atau surat kabar. Tujuan dari press release tersebut yaitu untuk memberitahukan sesuatu kepada publik baik itu berita, artikel, atau kegiatan rumah sakit, sehingga publik menjadi tahu apa saja event atau acara yang akan diselenggarakan di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Humas Rumah Sakit Telogorejo bertanggung jawab dalam pembuatan press release mengenai kegiatan Rumah Sakit Telogorejo yang akan dilakukan kemudian dipublikasikan di surat kabar khususnya suara merdeka setiap satu bulan dua kali. Rumah Sakit Telogorejo sudah bekerjasama dengan suara merdeka sehingga semua kegiatan dan event Telogorejo selalu dicantumkan didalam bahan beritanya. Press release merupakan media internal perusahaan yang berisi tentang kegiatan dan segala sesuatu yang telah dilakukan oleh Rumah Sakit Telogorejo dan bertujuan untuk memberikan informasi. Selain bertujuan memberitahu kepada publik, melalui press release juga dapat menumbuhkan citra positif rumah sakit di hadapan masyarakat. Contoh press release yang telah dibuat oleh humas rumah sakit telogorejo yaitu Press Release seminar kanker dengan tema Mengatasi Keluhan dengan Relaksasi dan Terapi Warna., Press release Parenting Class dengan tema Baby Blues Syndrome (Stress setelah melahirkan), Press release Press release parenting class dengan tema Tips tips keberhasilan menyusui, dll. 3. Kegiatan advertorial Advertorial merupakan bentuk periklanan yang disajikan dengan bahasa jurnalistik. Advertorial berasal dari dua kata dalam bahasa inggris advertising dan editorial. Periklanan (Editorial) adalah penyajian materi secara persuasif kepada publik melalui media massa dengan tujuan untuk mempromosikan barang atau jasa. Editorial adalah pernyataan tentang opini yang merupakan sikap resmi dari redaksi.

14 Advertorial merupakan salah satu bentuk periklanan yang ada di media massa dengan menggunakan gaya bahasa jurnalistik. Tujuan utama dari advertorial adalah untuk memperkenalkan serta mempromosikan kegiatan, produk, atau jasa dari perusahaan kepada khalayaknya. Fungsi utama dari advertorial adalah untuk pendamping, penerjemah, sekaligus penafsir iklan yang terdapat di media massa. Humas Rumah Sakit Telogorejo membuat iklan advertorial mengenai jasa atau produk yang dipromosikan melalui media cetak yaitu surat kabar seperti Suara Merdeka, Harian Wawasan, Jawa Pos, dan Radar Semarang. Salah satu bentuk iklan jasa berupa advertorial yang dipromosikan Rumah Sakit Telogorejo yaitu Pentingnya Rehabilitasi Jantung yang dimuat di Suara Merdeka Minggu, 18 Maret Di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, program rehabilitasi jantung merupakan fasilitas yang disediakan rumah sakit untuk pasien yang membutuhkan rehabilitasi jantung, dengan aktivitas untuk memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sosial agar pasien dapat menjalani hidup secara normal. Program rehabilitasi ini dapat membantu pasien menjalani kehidupan yang baik di masyarakat setelah serangan jantung atau pembedahan jantung. 4. Laporan bulanan Humas setiap bulan berkewajiban membuat laporan bulanan yang berisi mengenai kegiatan Public Relations, media promosi, dan publikasi media. Setiap kegiatan atau acara yang diselanggarakan oleh Rumah Sakit Telogorejo, Humas wajib melaporkan. Kegiatan public relations berisi mengenai nama kegiatan yang diselenggarakan, tanggal, tempat, dan pembicara di dalam kegiatan tersebut. Media promosi yaitu media yang digunakan untuk mempromosikan acara atau kegiatan Humas seperti jumlah brosur, jumlah poster, dan biaya untuk menggandakan media tersebut. Dan publikasi media berisi mengenai nama media atau media cetak yang meliput atau memuat berita mengenai Rumah Sakit Telogorejo baik yang berjenis berita maupun advertorial, serta mencantumkan tanggal publikasi media tersebut.

15 5. Mengalisis dan mengkliping berita Kegiatan analisis atau resume berita adalah suatu kegiatan memeriksa kembali pemberitaan media mengenai kegiatan atau segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah Sakit Telogoerejo dan para competitornya. Kegiatan ini masih berkaitan dengan kegiatan kliping berita dan dilakukan dengan urutan prosedur mengecek isi atau inti berita yang dimuat di surat kabar, kemudian melakukan input hasil pengecekan tersebut dalam bentuk data/ resume ke dalam komputer. Mengkliping berita adalah salah satu tugas yang cukup penting bagi seorang humas. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Humas setiap hari terutama pagi hari. Semua pemberitaan di media tentang Rumah Sakit Telogoorejo selalu dirangkum untuk dianalisis. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk monitoring media dan bertujuan untuk mengevaluasi informasi atau berita apa saja yang beredar di masyarakat sehingga Rumah Sakit Telogorejo bisa mengontrol pemberitaan dan melakukan kegiatan - kegiatan yang sesuai untuk mempertahankan atau bahkan memperbaiki citra baik di mata publik Komunikasi internal humas 1. Komunikasi antara humas dengan karyawan Seringkali kasus terjadi antara humas dengan karyawan adalah adanya kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kesalah pahaman yang terjadi diakibatkan oleh informasi atau pesan yang disampaikan acapkali disalahartikan, yaitu didengar secara semu dan cepat dilupakan. Informasi harus selalu diberikan kepada karyawan, baik itu informaasi mengenai program program baru di rumah sakit ataupun informasi penyelenggaraaan event, serta sosialisasi pelatihan untuk para karyaan (perawat), akan tetapi kerapkali informasi yang disampaikan kepada karyawan tidak diterima dengan baik sehingga munculnya kesalahpahaman informasi yang diterima oleh karyawan.

16 2. Rapat manajemen dan karyawan Rapat manajemen karyawan merupakan media komunikasi yang biasa dilakukan oleh para karyawan. Dari hasil wawancara, menurut Humas Rumah Sakit Telogorejo, rapat dilaksanakan tergantung kebutuhan dan biasanya setiap hari atau tiga kali seminggu karena banyaknya kebutuhan untuk rumah sakit. Tujuan rapat yaitu agar dapat memberikan kesempatan kepada pimpinan untuk berbicara secara langsung kepada karyawannya mengenai kebijaksanaan, produk, metode, dan masalah internal baru. Dengan melakukan rapat rutin, karyawan dapat memberikan aspirasinya melalui ide, gagasan, dan pendapatnya yang akan disampaikan kepada atasan (pimpinan). 3. Sistem informasi melalui telepon Untuk memberikan informasi kepada karyawan tentang sosialisasi, pengumuman ataupun jadal rapat, Rumah Sakit Telogorejo menggunakan telepon untuk menyampakan informasi kepada karyawan. Melalui telepon diharapkan informasi yang akan disampaikan dapat berjalan dengan cepat dan jelas, tetapi kenyataannya masih sering informasi yang disampaikan masih belum bisa diterima dengan baik oleh para penerima. Komunikasi melalui telepon digunakan apabila informasi yang disampaikan mendadak sehingga membutuhkan aktu yang cepat. Dalam penyampaian informasi kepada karyawan bukan merupakan tugas Humas karena yang bertanggung jawab menyampaikan informasi adalah pihak yang mengadakan rapat. 4. Majalah internal Humas Rumah Sakit Telogorejo membuat majalah internal yang berisi berita berita internal Telogorejo. Ada pula tips tips dari dokter, penemuan penemuan yang berhubungan dengan kesehatan, profil dokter Rumah Sakit Telogorejo, berita mengenai segala sesuatu yang telah di capai oleh Rumah Sakit Telogorejo. Majalah

17 ini diperuntukan pasien yang menjalani rawat inap dan karyawan Rumah Sakit Telogorejo, agar mereka dapat lebih tahu tentang Rumah Sakit Telogorejo tidak hanya segala sesuatu yang bersifat promosi. 5. Papan pengumuman di lingkungan Rumah Sakit Telogorejo Melalui media komunikasi yang berupa papan pengumuman merupakan salah satu komunikasi yang murah dan efektif, karena apabila ditempatkan dan diawasi secara layak maka papan pengumuman banyak menarik perhatian karyawan dan khalayak. Di Rumah Sakit Telogorejo papan pengumuman diletakkan di tempat yang strategis yaitu di tempat yang sering dilewati oleh banyak orang baik karyawan maupun khlayak. Tujuannya agar lebih mudah dilihat dan dibaca. Papan pengumuman di letakan di samping lift, dekat informasi, di sekitar rawat inap dan rawat jalan. Papan pengumuman diganti oleh humas sesuai tanggal pencopotan atau setelah kegiatan yang diumumkan telah dilaksanakan. Informasi yang ditempel di papan pengumuman meliputi daftar jadwal praktek dokter, acara yang akan diselenggarakan Rumah Sakit Telogorejo, artikel kesehatan, dan program program baru Rumah Sakit Telogorejo. Dengan begitu karyawan bisa membaca dan mengetahui kegiatan Humas. Dan ketika pengunjung bertanya mengenai isi pengumuman tersebut karyawan dapat menjelaskan Peran humas dalam kegiatan eksternal Rumah Sakit Telogorejo Humas Rumah Sakit Telogorejo selain berperan dalam kegiatan internal rumah sakit, Humas juga berperan dalam kegiatan eksternal rumah sakit. Adapun beberapa kegiatan eksternal humas yang berguna untuk meningkatkan citra positif rumah sakit seperti yang dikemukakan ketika wawancara yaitu: Kegiatan Indonesia Tersenyum, Kegiatan Bakti Sosial, Seminar Kesehatan, Kegiatan Donor Darah, Pengobatan Gratis, Merayakan Ulang Tahun Pasien. Seminar kanker gratis yang diadakan satu bulan sekali biasanya pada tanggal 25 di ruang rapat anyelir 4.

18 Kegiatan eksternal humas 1. Kegiatan indonesia tersenyum Rumah Sakit Telogorejo memberikan operasi gratis untuk balita dengan kondisi cacat dari lahir. Pasien Indonesia Tersenyum ini adalah orang orang yang kurang mampu yang tidak punya cukup biaya. Humas bertugas membantu pasien untuk mendapatkan operasi gratis ini. Pasien harus di surve dan wajib mengumpulkan data data yang telah ditentukan. Seluruh data data yang diperlukan dikumpulkan ke ruangan humas, kemudian humas mengirimkan ke Jakarta. Contoh kegiatan Indonesia Tersenyum yang pernah dilakukan oleh rumah sakit telogorejo adalah operasi bibir sumbing dan hernia gratis bekerjasama dengan acara Jalinan Kasih RCTI. Dalam hal ini rumah sakit telogorejo berperan sebagai pelaksana kegiatan. 2. Kegiatan bakti sosial Rumah Sakit Telogorejo memiliki citra sebagai rumah sakit komersial. Untuk menghapus asumsi tersebut, humas mengadakan bakti sosial yang dilakukan secara rutin setiap satu bulan sekali. Dengan cara inilah diharapkan citra rumah sakit telogorejo dapat berubah sebagai rumah sakit yang bersifat sosial kemanusiaan. Contoh kegiatan bakti sosial yang rutin diadakan adalah Senam Lansia khusus bagi komnitas Lansia Rumah Sakit Telogorejo. Selain itu ada kegiatan seminar kanker gratis setiap satu bulan sekali di ruang rapat anyelir 4 ditujukan kepada masyarakat yang terkena penyakit kanker agar lebih termotivasi karena dengan narasumber suvervivor kanker. Dengan mendaftar melalui ekstensen humas atau dating lansung ke Rumah Sakit Telogorejo. 3. Seminar kesehatan Humas bekerjasama dengan surat kabar sehingga informasi mengenai seminar kesehatan dapat diterima oleh masyarakat. Humas bertugas memilih tema tema yang menarik kemudian satu minggu sebelum seminar, humas mempublikasikan ke media

19 massa agar masyarakat mengertahui kegiatan tersebut. Cara mendaftar penyuluhan ini melalui ekstensen humas. Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan seminar harus mendaftarkan diri dengan menhubungi pihak humas. Kemudian humas mencatat seluruh peserta dan membuat daftar hadirnya. Selain itu humas juga bertugas mencari sponsor, konsumsi, publikasi, dan dokumentasi. Dalam kegiatan ini humas dibantu oleh marketing sehingga kegiatan akan lebih maksimal. Contoh kegiatan seminar di rumah sakit telogorejo yaitu kegiatan seminar kanker gratis yang diadakan setiap bulan dengan pembicara Ibu Naning yang merupakan survivor kanker. 4. Kegiatan donor darah Kegiatan donor darah dilakukan oleh humas dilakukan oleh humas rumah sakit telogorejo yang bekerjasama dengan PMI cabang kota Semarang. Humas berperan sebagai penyedia tempat dan sarana lain yang mendukung kegiatan tersebut seperti daftar pendonor darah, souvenir bagi para pendonor, serta snack untuk petugas PMI. Donor darah dilakukan setiap satu bulan sekali pada pukul sampai di lobby rumah sakit telogorejo atau ruang tunggu rumah sakit telogorejo. Untuk memperlancar proses pelaksanaan, humas melakukan publikasi ke media massa satu minggu sebelum acara donor dilakukan dan mengabari calon peserta donor darah tiga hari sebelumnya melalui telepon atau mengirim sms. Data nomor telepon diambil dari daftar hadir kegiatan donor darah sebelumnya. Kegiatan donor darah merupakan salah satu wujud kerjasama humas dengan public eksternalnya yaitu PMI cabang Kota Semarang secara khusus dan masyarakat Semarang secara umum dalam memfasilitasi siapa saja yang akan menyumbangkan darahnya demi kemanusiaan. Selain itu kegiatan donor darah juga merupakan wujud pencapaian tujuan PR karena dengan kegiatan donor darah berarti rumah sakit telogorejo telah membantu PMI sebagai salah satu stakeholder eksternal dalam pengadaan darah guna keperluan persediaan darah di bank darah PMI.

20 5. Pengobatan gratis Pengobatan gratis secara rutin dilakukan setiap satu tahun sekali dalam rangka menyambut HUT RS Telogorejo, yaitu pada tanggal 25 November. Acara ini merupakan wujud pelayanan sosial rumah sakit telogorejo kepada masyarakat luas. Kegiatan ini diperuntukan bagi seluruh masyarakat luas tanpa dipungut biaya apapun. Humas selalu mengadakan event atau kegiatan untuk masyarakat bahkan kegiatan tersebut rutin dilaksanakan ada kegiatan yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Banyak kegiatan atau event yang diselenggarakan Humas Rumah Sakit Telogorejo mendapat respon positif dari masyarakat Komunikasi eksternal humas 1. Merayakan ulang tahun pasien Setiap hari humas memeriksa daftar ulang tahun pasien rawat inap di dalam data base pasien masuk atau disebut Terra Medic. Saat pasien rawat inap yang sedang dirawat di RS Telogorejo bertepatan dengan hari ulang tahunnya, pada hari itu juga humas RS Telogorejo merayakan ulang tahun pasien tersebut dengan mendatangi kamar dengan memberikan sepotong kue tart beserta kartu ucapan. Kegiatan seperti ini menunjukkan perhatian RS Telogorejo kepada pelanggannya. Kemudian humas mengambil gambar dan gambar tersebut dijadikan kartu ucapan yang akan diberikan saat pasien pulang dari rumah sakit telogorejo. 2. Menjalin hubungan baik dengan wartawan Rumah Sakit Telogorejo merupakan salah satu Rumah Sakit yang aktif yang sering mengadakan kegiatan atau event. Sehingga untuk mempublikasikan setiap kegiatan atau event Telogorejo membutuhkan kerjasama dengan wartawan. Disini humas bertugas menghubungi wartawan. Selain itu humas juga harus membina hubungan baik dengan wartawan agar berita yang beredar bernilai positif. humas menghubungi beberapa wartawan untuk mengambil liputan kegiatan atau event yang

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Sales and Marketing

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Sales and Marketing BAB 4 HASIL PENELITIAN 4.1 Penyajian Data Penelitian 4.1.1 Wawancara 4.1.1.1 Wawancara terhadap Public Relations Executive dan Director of Sales and Marketing Ketika penulis mengajukan pertanyaan tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan itu sendiri, seperti acara workshop

BAB I PENDAHULUAN. yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan itu sendiri, seperti acara workshop BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Komunikasi di instansi pemerintahan umumnya berisi tentang acara kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan itu sendiri, seperti acara workshop

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pada perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini, semakin

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pada perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini, semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pada perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini, semakin membawa kita kedalam perkembangan berkomunikasi yang baik, oleh sebab itu maka setiap perusahaan

Lebih terperinci

ABSTRAK TINJAUAN TATALAKSANA REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KEPOLISIAN PUSAT RADEN SAID SUKANTO DI JAKARTA TAHUN 2010

ABSTRAK TINJAUAN TATALAKSANA REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KEPOLISIAN PUSAT RADEN SAID SUKANTO DI JAKARTA TAHUN 2010 ABSTRAK TINJAUAN TATALAKSANA REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KEPOLISIAN PUSAT RADEN SAID SUKANTO DI JAKARTA TAHUN 2010 Rony Falty Sibagariang. Pembimbing I : DR. Felix Kasim, dr., M.Kes. Rekam Medis

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat saat

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat saat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan perbankan di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat saat ini. Bank merupakan lembaga keuangan yang berfungsi menyalurkan dana kepada masyarakat, khususnya

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Komunikasi berasal dari Bahasa inggris yaitu Communication dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Komunikasi berasal dari Bahasa inggris yaitu Communication dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Komunikasi Komunikasi berasal dari Bahasa inggris yaitu Communication dan dalam Bahasa latin berasal dari kata Communicatus yang artinya berbagi atau menjadi milik bersama.

Lebih terperinci

Lampiran 1: Panduan Wawancara Pemilik

Lampiran 1: Panduan Wawancara Pemilik Lampiran 1: Panduan Wawancara a. Hasrat atas tanggung jawab 1. Sesesorang yang merintis usaha sendiri umumnya bertanggung jawab tinggi terhadap usahanya. Bagaimanakah cara Anda bertanggung jawab pada keberlangsungan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hubungan Masyarakat 2.1.1 Pengertian Hubungan Masyarakat (Public Relations) Public relations adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan berkelanjutan melalui organisasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Puskesmas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima

Lebih terperinci

MANAJEMEN MUTU (KEPUASAN PELANGGAN)_AEP NURUL HIDAYAH_(RKM )_REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN_POLITEKNIK TEDC BANDUNG

MANAJEMEN MUTU (KEPUASAN PELANGGAN)_AEP NURUL HIDAYAH_(RKM )_REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN_POLITEKNIK TEDC BANDUNG BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembangnya jumlah rumah sakit menjadikan masyarakat memiliki banyak pilihan untuk menentukan rumah sakit mana yang akan mereka pilih. Masyarakat akan memilih rumah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG DRAFT PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, disingkat BKKBN,

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, disingkat BKKBN, BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, disingkat BKKBN, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. asing lagi. Terbukti beberapa hotel berbintang tidak melewatkan sosok Public

BAB 1 PENDAHULUAN. asing lagi. Terbukti beberapa hotel berbintang tidak melewatkan sosok Public BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Public Relations dalam dunia perhotelan telah menjadi hal yang tidak asing lagi. Terbukti beberapa hotel berbintang tidak melewatkan sosok Public Relations sebagai

Lebih terperinci

Dengan key informan dari pihak gereja (Ibu Ninik Sindoro)

Dengan key informan dari pihak gereja (Ibu Ninik Sindoro) 1 Daftar pertanyaan wawancara Dengan key informan dari pihak gereja (Ibu Ninik Sindoro) selaku koordinator kegiatan OperasiKasih 1. Sudah berapa lama bekerja menjadi koordinator kegiatan OperasiKasih?

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya komunikasi adalah unsur pokok dalam suatu organisasi karena

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya komunikasi adalah unsur pokok dalam suatu organisasi karena BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya komunikasi adalah unsur pokok dalam suatu organisasi karena didalam organisasi terdapat interaksi sosial yang dilandasi adanya pertukaran makna

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KARANGANYAR

BAB III DESKRIPSI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KARANGANYAR BAB III DESKRIPSI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KARANGANYAR A. Gambaran Umum Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) 5. Sejarah Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar

Lebih terperinci

BAB III PENYAJIAN DATA. memeberikan informasi kepada Publik Internal. Hubungan Masyarakat (Wawancara, selasa, 11 Februari 2014), Humas

BAB III PENYAJIAN DATA. memeberikan informasi kepada Publik Internal. Hubungan Masyarakat (Wawancara, selasa, 11 Februari 2014), Humas BAB III PENYAJIAN DATA A.Peran humas pemerintah Kota Pekanbaru dalam memeberikan informasi kepada Publik Internal. Bapak Azhar,S.sos.M.PA sebagai Kepala Sub bagian Penerangan Hubungan Masyarakat (Wawancara,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang signifikan bagi

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang signifikan bagi BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang signifikan bagi segala hal khususnya dalam dunia kerja. Kemajuan ini dianggap sebagai salah satu cara perusahaan, instansi,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan primer yang dimiliki oleh setiap

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan primer yang dimiliki oleh setiap BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan primer yang dimiliki oleh setiap manusia. Dimana kebutuhan tersebut sangat mutlak untuk dipenuhi. Apabila tidak dipenuhi,

Lebih terperinci

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Peran Humas BKKBN Provinsi Jawa Tengah Dalam Mencapai Target Sasaran Indikator Kinerja Januari-Juni Tahun 2010 Tugas Akhir Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dengan tingginya standar tingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. Dengan tingginya standar tingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dengan tingginya standar tingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi masyarakat serta makin tingginya kesadaran masyarakat akan masalah kesehatan membuat setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Rumah sakit sebagai institusi yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan mengalami perubahan yang cepat perkembangannya, dari yang berfungsi sebagai rumah sakit sosial

Lebih terperinci

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN SKRIPSI

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN SKRIPSI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM AMAL SEHAT SRAGEN SKRIPSI Oleh : MUTTI ATUN HAFSAH K 100 050 213 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tidak hanya terbatas pada pelayanannya saja (Kuncoro,2000).

BAB I PENDAHULUAN. tidak hanya terbatas pada pelayanannya saja (Kuncoro,2000). 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesatnya pertumbuhan ekonomi serta tantangan era perdagangan menyebabkan semakin ketatnya kompetisi dalam dunia bisnis, begitu juga dengan bisnis dalam pelayanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kesembuhan dan pemulihan status kesehatan. Bersama dengan itu klien sekarang

BAB I PENDAHULUAN. kesembuhan dan pemulihan status kesehatan. Bersama dengan itu klien sekarang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pelayanan kesehatan tidak terlepas dari sejarah kehidupan bangsa. Dampak perkembangan zaman dan pembangunan dewasa ini juga menjadi faktor peningkatan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kepuasan menurut Kamus Bahasa Indonesia (2005) adalah puas ; merasa

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kepuasan menurut Kamus Bahasa Indonesia (2005) adalah puas ; merasa BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kepuasan Pasien 2.1.1. Definisi Kepuasan Kepuasan menurut Kamus Bahasa Indonesia (2005) adalah puas ; merasa senang; perihal (hal yang bersiap puas, kesenangan, kelegaan dan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. kinerja sumber daya manusia tepatnya pada staf medis fungsional di. Instalasi Gawat Darurat adalah berupa uraian pembagian tugas (job

BAB V PENUTUP. kinerja sumber daya manusia tepatnya pada staf medis fungsional di. Instalasi Gawat Darurat adalah berupa uraian pembagian tugas (job 234 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Dari analisis data maka dapat di simpulkan bahwa beban kerja dan kualitas kinerja sumber daya manusia tepatnya pada staf medis fungsional di Instalasi Gawat Darurat adalah

Lebih terperinci

SUMMARY TUGAS AKHIR STRATEGI PUBLIC RELATIONS RRI SEMARANG UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SIARAN

SUMMARY TUGAS AKHIR STRATEGI PUBLIC RELATIONS RRI SEMARANG UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SIARAN SUMMARY TUGAS AKHIR STRATEGI PUBLIC RELATIONS RRI SEMARANG UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SIARAN NAMA : JOKO NUGROHO P NIM : D0C005055 DIII PUBLIC RELATIONS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN DAMPAKNYA PADA LOYALITAS PELANGGAN

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN DAMPAKNYA PADA LOYALITAS PELANGGAN PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DAN DAMPAKNYA PADA LOYALITAS PELANGGAN (Suatu survey pada Pelanggan Bengkel Mobil Non Members Tunas Toyota,Tbk Cabang Gatot Subroto, Bandung) SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seluruh dunia. World Health Organization (WHO) telah mencanangkan World

BAB I PENDAHULUAN. seluruh dunia. World Health Organization (WHO) telah mencanangkan World BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Patient Safety dewasa ini menjadi spirit dalam pelayanan rumah sakit di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) telah mencanangkan World Alliance for Patient

Lebih terperinci

PEDOMAN WAWANCARA PEMBERDAYAAN HUMAS DALAM RANGKA MEMBANGUN CITRA SMK N 4 YOGYAKARTA

PEDOMAN WAWANCARA PEMBERDAYAAN HUMAS DALAM RANGKA MEMBANGUN CITRA SMK N 4 YOGYAKARTA PEDOMAN WAWANCARA PEMBERDAYAAN HUMAS DALAM RANGKA MEMBANGUN CITRA SMK N 4 YOGYAKARTA A. Gambaran Umum SMK N 4 Yogyakarta Bagaimana sejarah singkat berdirinya SMK N 4 Yogyakarta? Bagaimana visi dan misi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang diinginkan oleh pelanggan pelanggan tersebut. Marketing Public Relation. Secara umum Marketing Public Relation

BAB I PENDAHULUAN. yang diinginkan oleh pelanggan pelanggan tersebut. Marketing Public Relation. Secara umum Marketing Public Relation 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu peran humas adalah dapat berkomunikasi dengan baik dan bisa mewujudkan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pelanggan, usaha untuk memberikan

Lebih terperinci

PROSES EVALUASI PROGRAM MEDIA RELATIONS PADA AKTIVITAS PRESS CONFERENCE DI PT. TELEVISI TRANSFORMASI INDONESIA (TRANS TV)

PROSES EVALUASI PROGRAM MEDIA RELATIONS PADA AKTIVITAS PRESS CONFERENCE DI PT. TELEVISI TRANSFORMASI INDONESIA (TRANS TV) PROSES EVALUASI PROGRAM MEDIA RELATIONS PADA AKTIVITAS PRESS CONFERENCE DI PT. TELEVISI TRANSFORMASI INDONESIA (TRANS TV) Sebastian Lintang Kusuma Sumirat/Ike Devi Sulistyaningtyas PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, peran seorang Public Relations (PR) dalam sebuah organisasi atau perusahaan menjadi semakin penting. Menurut Cutlip (2009:6), PR adalah fungsi

Lebih terperinci

KUESIONER HARAPAN. Nama : Umur : Pendidikan terakhir : Pekerjaan : Agama : A. Bukti fisik langsung

KUESIONER HARAPAN. Nama : Umur : Pendidikan terakhir : Pekerjaan : Agama : A. Bukti fisik langsung 48 Terima kasih atas kepercayaan anda untuk menggunakan jasa Rumah sakit Sartika Asih Bandung. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan RS Sartika Asih, kami sangat mengharapkan partisipasi anda untuk turut

Lebih terperinci

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH INTERVIEW) (INFORMAN 1)

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH INTERVIEW) (INFORMAN 1) PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM (IN-DEPTH INTERVIEW) (INFORMAN 1) I. Jadwal Wawancara 1. Tanggal / Hari : 25 april 2009 2. Waktu Mulai dan Selesai : II. Identitas Informan 1. Jenis Kelamin : 2. Usia : 3. Jabatan

Lebih terperinci

Konsep Public Relations

Konsep Public Relations Konsep Public Relations di Universitas Negeri dan Universitas Swasta (Studi Kasus di Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Universitas Sanata Dharma

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan masyarakat. Rumah Sakit merupakan tempat yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan masyarakat. Rumah Sakit merupakan tempat yang sangat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rumah Sakit merupakan layanan jasa yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Rumah Sakit merupakan tempat yang sangat komplek, terdapat ratusan

Lebih terperinci

TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PERAWATAN PASIEN ICU DI INSTALASI RAWAT INTENSIF RSUP DR.

TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PERAWATAN PASIEN ICU DI INSTALASI RAWAT INTENSIF RSUP DR. TINGKAT KEPUASAN KELUARGA PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PERAWATAN PASIEN ICU DI INSTALASI RAWAT INTENSIF RSUP DR. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian

Lebih terperinci

SURVEY KEPUASAN PASIEN RS PREMIER BINTARO 2016

SURVEY KEPUASAN PASIEN RS PREMIER BINTARO 2016 SURVEY KEPUASAN PASIEN RS PREMIER BINTARO 2016 Kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan jika terlebih dahulu memberikan pelayanan yang memuaskan. -anonim- Dalam pelayanan publik, kepuasan pelanggan memiliki

Lebih terperinci

TRANSKIP WAWANCARA. Lokasi/Tempat : Divisi Corporate Communications PT. Garuda Indonesia

TRANSKIP WAWANCARA. Lokasi/Tempat : Divisi Corporate Communications PT. Garuda Indonesia L1 TRANSKIP WAWANCARA Nama : Adhi Pratama Jabatan : Public Relations Lokasi/Tempat : Divisi Corporate Communications PT. Garuda Indonesia (Persero), tbk Tanggal : 10 Mei 2011 Tipe : Face Two Face (F2F)

Lebih terperinci

JURNAL VISIKES - Vol. 10 / No. 1 / April 2011

JURNAL VISIKES - Vol. 10 / No. 1 / April 2011 AKURASI KODE DIAGNOSIS UTAMA PADA RM 1 DOKUMEN REKAM MEDIS RUANG KARMEL DAN KARAKTERISTIK PETUGAS KODING RAWAT INAP RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS PERIODE DESEMBER 2009 Hetty Rahayu*), Dyah Ernawati**),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan-kebutuhan baru sebagai kebutuhan dasar mutu layanan. Salah satu

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan-kebutuhan baru sebagai kebutuhan dasar mutu layanan. Salah satu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan zaman, yang semakin maju menyebabkan kebutuhan manusia pun terus berkembang. Dewasa ini masyarakat mulai memasukkan kebutuhan-kebutuhan baru

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI Oleh : MEILINA DYAH EKAWATI K 100 050 204 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. berguna untuk menelaah data yang telah diperoleh peneliti dari informan

BAB IV ANALISIS DATA. berguna untuk menelaah data yang telah diperoleh peneliti dari informan 66 BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian Analisis data adalah bagian dari tahap penelitian kualitatif yang berguna untuk menelaah data yang telah diperoleh peneliti dari informan maupun dari lapangan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. makhluk hidup ini selalu melakukan komunikasi antar sesamanya. Manusia dalam

BAB I PENDAHULUAN. makhluk hidup ini selalu melakukan komunikasi antar sesamanya. Manusia dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah suatu hal atau kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup. Komunikasi dilakukan oleh manusia, hewan, dan makhluk hidup

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bagian ini, penulis akan membahas mengenai definisi Public Relations

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bagian ini, penulis akan membahas mengenai definisi Public Relations BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Public Relations Pada bagian ini, penulis akan membahas mengenai definisi Public Relations yang dipakai dalam penelitian ini. Berikut pendapat para ahli mengenai definisi

Lebih terperinci

FORM CHECKLIST KELENGKAPAN REKAM MEDIS RS. SIAGA RAYA- JAKARTA SELATAN

FORM CHECKLIST KELENGKAPAN REKAM MEDIS RS. SIAGA RAYA- JAKARTA SELATAN FORM CHECKLIST KELENGKAPAN REKAM MEDIS RS. SIAGA RAYA- JAKARTA SELATAN Lampiran 6 No. No. RM IDENTITAS PASIEN Nama TTL JK Pekerjaan SP Agama Ayah Ibu Alamat anamnesis diagnosis Tindakan/ Pengobatan Dokter/

Lebih terperinci

PERAN PUBLIC RELATIONS PT.MNC SKY VISION DALAM PROGRAM CSR (STUDI KASUS KEGIATAN AKSI DONOR DARAH)

PERAN PUBLIC RELATIONS PT.MNC SKY VISION DALAM PROGRAM CSR (STUDI KASUS KEGIATAN AKSI DONOR DARAH) PERAN PUBLIC RELATIONS PT.MNC SKY VISION DALAM PROGRAM CSR (STUDI KASUS KEGIATAN AKSI DONOR DARAH) Nama Penulis: Martinus Agung Budyatma Nama Dosen: Muhammad Adi Pribadi, S.E., M.Comm., MIB Abstract The

Lebih terperinci

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014 KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2014 1. Latar Belakang Perubahan lingkungan dalam dunia perumahsakitan dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan pesat khususnya lingkungan eksternal (Kemajuan teknologi,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. pelayanan kepada masyarakat dalam lingkup lokal maupun internasional.

BAB 1 PENDAHULUAN. pelayanan kepada masyarakat dalam lingkup lokal maupun internasional. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan haruslah memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam lingkup lokal maupun internasional. Berdasarkan hal tersebut,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Hak atas kesehatan ini dilindungi oleh konstitusi, seperti : tercantum

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Hak atas kesehatan ini dilindungi oleh konstitusi, seperti : tercantum BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kesehatan adalah merupakan hak dan investasi bagi semua warga negara Indonesia. Hak atas kesehatan ini dilindungi oleh konstitusi, seperti : tercantum dalam

Lebih terperinci

ABSTRAK TATALAKSANA FARMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN CIANJUR

ABSTRAK TATALAKSANA FARMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN CIANJUR ABSTRAK TATALAKSANA FARMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN CIANJUR Yulianty Scarshera, 0610190, pembimbing I Dr. Felix Kasim, dr. M.kes dan pembimbing II Dra. Rosnaeni Apt. Pelayanan kesehatan adalah

Lebih terperinci

Naskah Publikasi. Untuk memenuhi sebagai persyaratan guna mencapai gelar S-1 Ilmu Komunikasi WARTINI L

Naskah Publikasi. Untuk memenuhi sebagai persyaratan guna mencapai gelar S-1 Ilmu Komunikasi WARTINI L STRATEGI HUMAS PEMKAB BOYOLALI DALAM MENINGKATKAN CITRA PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF MEDIA RELATIONS HUMAS PEMKAB BOYOLALI DALAM MENINGKATKAN CITRA PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT DAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT 2.1 Rumah Sakit 2.1.1 Definisi Rumah Sakit Menurut Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009, rumah sakit adalah Institusi pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

Studi Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan RSUD Takalar

Studi Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan RSUD Takalar Biocelebes, Desember 2010, hlm. 98-103 ISSN: 1978-6417 Vol. 4 No. 2 Studi Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan RSUD Takalar Fitriah Handayani 1) dan Diah Mutiarasari 2)

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH, LEMBAGA TEKNIS DAERAH,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kepuasan Pasien 1. Pengertian Kepuasan Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan antara persepsi terhadap kinerja atau hasil suatu produk

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 26 TAHUN 2013

PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 26 TAHUN 2013 PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 26 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 15 Tahun : 2010 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang 102 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pelayanan di bidang kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu sarana pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan adalah faktor terpenting bagi setiap orang dalam menjalankan kehidupan keseharian. Masyarakat sekarang, khususnya yang tinggal di sekitar ibukota senang mengkonsumsi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DAN SERTIFIKASI BIDANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PONTIANAK,

Lebih terperinci

RINGKASAN INFORMASI PRODUK COMM CLASSY CARE

RINGKASAN INFORMASI PRODUK COMM CLASSY CARE RINGKASAN INFORMASI PRODUK COMM CLASSY CARE Nama Produk Jenis Produk Penerbit Deskripsi Produk DEFINISI COMM CLASSY CARE Asuransi Tambahan PT Commonwealth Life Adalah produk asuransi tambahan yang memberikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan satu sama lain dalam kehidupannya.louis Forsdale 1 mengatakan

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan satu sama lain dalam kehidupannya.louis Forsdale 1 mengatakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan salah satu proses bagi manusia untuk saling berhubungan satu sama lain dalam kehidupannya.louis Forsdale 1 mengatakan bahwa komunikasi adalah suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagian masyarakat menyatakan bahwa mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. sebagian masyarakat menyatakan bahwa mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mutu pelayanan RS adalah suatu topik yang senantiasa merupakan isu yang hampir selalu hangat dibahas pada berbagai seminar di media massa. Bahkan sebagian masyarakat

Lebih terperinci

PERSETUJUAN UMUM PELAYANAN KESEHATAN ( GENERAL CONSENT )

PERSETUJUAN UMUM PELAYANAN KESEHATAN ( GENERAL CONSENT ) LAMPIRAN-LAMPIRAN LAMPIRAN 1 PERSETUJUAN UMUM PELAYANAN KESEHATAN ( GENERAL CONSENT ) Pengertian : Persetujuan Umum Pelayanan Kesehatan ( General Consent for Treatment) adalah persetujuan yang diberikanoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bila sakitnya ringan, cukup membeli obat di warung, bisa sembuh kembali. 1

BAB I PENDAHULUAN. Bila sakitnya ringan, cukup membeli obat di warung, bisa sembuh kembali. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Organisasi kerap dilukiskan sebagai suatu organisme hidup. Karena itu organisasi dipandang berdasarkan berdasarkan siklus hidup satu organisme. Ada saat kelahiran,

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 39 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN INTERNAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BLAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 39 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN INTERNAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BLAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 39 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN INTERNAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BLAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANYUWANGI,

Lebih terperinci

Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si

Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si Dasar-dasar PR Oemi abdul rahman Dasar-dasar PR M. Assumpta rumanti, OSF Effective PR Scott M. Cultip Hand book of PR Robert L. Heath Hubungan masyarakat; prinsip, kasus

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya

BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya BAB II TINJAUAN UMUM RUMAH SAKIT 2.1. Definisi Rumah Sakit Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan dengan memberdayakan berbagai kesatuan personel terlatih

Lebih terperinci

Studi Deskriptif Tentang Kegiatan Humas Pemerintah Terhadap Citra Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara

Studi Deskriptif Tentang Kegiatan Humas Pemerintah Terhadap Citra Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara Studi Deskriptif Tentang Kegiatan Humas Pemerintah Terhadap Citra Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sumatera Utara Sihar Pangondian Lumbantobing 090922006 Abstrak Jenis penelitian adalah jenis

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. salah satunya adalah sektor jasa yang mampu menciptakan kesempatan kerja lebih

BAB 1 PENDAHULUAN. salah satunya adalah sektor jasa yang mampu menciptakan kesempatan kerja lebih BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, persaingan jasa menjadi semakin ketat. Banyak peluang bisnis yang muncul dari berbagai sektor, salah satunya

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Mess Bintara KKO, kelak menjadi sebuah Rumkit yang kemudian menjadi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Mess Bintara KKO, kelak menjadi sebuah Rumkit yang kemudian menjadi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Berawal dari sebuah klinik kecil di Cilandak yang terletak di Jalan Raya Cilandak KKO, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang menempati suatu ruang

Lebih terperinci

Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Kepuasan Pelayanan Rawat Jalan Semarang Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Kepuasan Pelayanan Rawat Jalan Semarang Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Pelayanan Rawat Jalan Semarang Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang *) **) Aulia Nur Hidayati *), Chriswardani Suryawati **), Ayun Sriatmi

Lebih terperinci

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik

Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik Integrated Care for Better Health Integrasi Layanan untuk Kesehatan Yang Lebih Baik An ounce of prevention is worth a pound of cure Pencegahan kecil mempunyai nilai yang sama dengan pengobatan yang banyak

Lebih terperinci

C:/Datafile_2002/Undang-2/KepMenKes/Kepmenkes_228_MENKES_SK_III_2002. doc (Sri PC per 8/9/02 1:44 PM)

C:/Datafile_2002/Undang-2/KepMenKes/Kepmenkes_228_MENKES_SK_III_2002. doc (Sri PC per 8/9/02 1:44 PM) KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 228/MENKES/SK/III/2002 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL RUMAH SAKIT YANG WAJIB DILAKSANAKAN DAERAH Menimbang: a. bahwa untuk kemudahan

Lebih terperinci

I. PENDAHULAN. Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang

I. PENDAHULAN. Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang 1 I. PENDAHULAN 1.1 Latar Belakang Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang memiliki misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Terdapat strategi baru bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan dan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Terdapat strategi baru bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan dan untuk 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Terdapat strategi baru bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan dan untuk menggali pembelian ulang pelanggan, yaitu dengan memfokuskan pada kepuasan

Lebih terperinci

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan umum membutuhkan keberadaan suatu sistem informasi yang akurat dan handal, serta cukup memadai untuk meningkatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan pusat latihan tenaga kesehatan, serta untuk penelitian biososial.

BAB I PENDAHULUAN. merupakan pusat latihan tenaga kesehatan, serta untuk penelitian biososial. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut WHO, rumah sakit adalah suatu bagian menyeluruh dari organisasi sosial dan medis berfungsi memberikan pelayanan kesehatan yang lengkap kepada masyarakat, baik

Lebih terperinci

BAB 4 JASA PELAYANAN KEPADA KONSUMEN

BAB 4 JASA PELAYANAN KEPADA KONSUMEN BAB 4 JASA PELAYANAN KEPADA KONSUMEN Dalam menjalankan bisnis eceran dalam hal ini secara khusus adalah dalam pengelolaan toko, ada dua prinsip dasar yang dapat diterapkan yaitu menerapkan pelayanan khusus

Lebih terperinci

RANCANGAN MODEL SISTEM INFORMASI REGISTRASI PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM

RANCANGAN MODEL SISTEM INFORMASI REGISTRASI PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM RANCANGAN MODEL SISTEM INFORMASI REGISTRASI PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM Yanti Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara yanti@binus.edu ABSTRAK Tujuan rancang modelsistem informasi registrasi

Lebih terperinci

PEMBUATAN MEDIA INTERNAL PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH GEMA WANA RESUME. Disusun oleh : Dewi Susanti D0C007023

PEMBUATAN MEDIA INTERNAL PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH GEMA WANA RESUME. Disusun oleh : Dewi Susanti D0C007023 PEMBUATAN MEDIA INTERNAL PERUSAHAAN PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH GEMA WANA RESUME Disusun oleh : Dewi Susanti D0C007023 PROGRAM DIPLOMA III PUBLIC RELATIONS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan. mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi

BAB I PENDAHULUAN. public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan. mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, baik itu yang berorientasi sosial apalagi profit, keberadaan public relations sangat penting. Pengertian public relations

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. senjata persaingan tetapi sudah menjadi tiket yang harus dibayar untuk

BAB I PENDAHULUAN. senjata persaingan tetapi sudah menjadi tiket yang harus dibayar untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, kualitas pelayanan semakin mendapatkan banyak perhatian bagi perusahaan. Hal ini disebabkan kualitas pelayanan kini tidak saja menjadi satusatunya senjata

Lebih terperinci

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2011

KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2011 KETENTUAN PERSI AWARDS IHMA 2011 1. Latar Belakang Perubahan lingkungan dalam dunia perumahsakitan dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan pesat khususnya lingkungan eksternal (Kemajuan teknologi,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Namun seiring berkembangnya zaman, rumah sakit pada era globalisasi

BAB I PENDAHULUAN. Namun seiring berkembangnya zaman, rumah sakit pada era globalisasi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah sakit merupakan sebuah institusi perawatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Namun seiring berkembangnya

Lebih terperinci

AUDIT KLINIS DI RUMAH SAKIT IMO 725 Manajemen Unit Kerja 5 2 SKS. Semester 7 Dr.Noor Yulia

AUDIT KLINIS DI RUMAH SAKIT IMO 725 Manajemen Unit Kerja 5 2 SKS. Semester 7 Dr.Noor Yulia AUDIT KLINIS DI RUMAH SAKIT IMO 725 Manajemen Unit Kerja 5 2 SKS Semester 7 Dr.Noor Yulia CIRI DAN MANFAAT AUDIT KLINIS Pertemuan 4 PELAYANAN MEDIS Pelayanan medis harus disediakan dan diberikan kepada

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan 1. Dari penelitian yang telah dilakukan terlihat bahwa perkembangan layanan secara besar-besaran sedang terjadi pada tubuh PLN, khususnya PLN Distribusi Jaya. Perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR : 13 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALINGPING

PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR : 13 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALINGPING PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR : 13 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALINGPING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN, Menimbang : a. bahwa hak

Lebih terperinci

KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RUANGAN RAWAT INAP BANGSAL PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SEKADAU.

KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RUANGAN RAWAT INAP BANGSAL PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SEKADAU. KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI RUANGAN RAWAT INAP BANGSAL PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SEKADAU Email: teresiandam@yahoo.com Oleh: Teresia Ndam Program Studi Ilmu Administrasi Negara

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 24 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO Menimbang : Mengingat : 1.

Lebih terperinci

MARKETING PUBLIC RELATIONS

MARKETING PUBLIC RELATIONS MARKETING PUBLIC RELATIONS Iman Mulyana Dwi Suwandi www.e iman.uni.cc Seri Manajemen Pemasaran Halaman 2 Istilah marketing public relations dikemukakan pertama kali oleh Thomas L. Harris yang memberikan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Proses Promosi Jasa Penginapan pada Hotel The Majesty Bandung

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Proses Promosi Jasa Penginapan pada Hotel The Majesty Bandung BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Promosi Jasa Penginapan pada Hotel The Majesty Bandung Hotel The Majesty Bandung merupakan salah satu properti yang dikelola oleh PT. BIRD (Best Image Hotels & Residences),

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 17 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 51.A TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Krisis merupakan hal yang tidak diharapkan oleh setiap organisasi atau perusahaan. Dampak dari sebuah krisis dapat berpengaruh buruk bagi perusahaan. Salah satu dampak negatif

Lebih terperinci

Bisma, Vol 1, No. 8, Desember 2016 KEPUASAN KONSUMEN PADA DIVISI SERVICE PT ANZON AUTO PLAZA DI PONTIANAK

Bisma, Vol 1, No. 8, Desember 2016 KEPUASAN KONSUMEN PADA DIVISI SERVICE PT ANZON AUTO PLAZA DI PONTIANAK KEPUASAN KONSUMEN PADA DIVISI SERVICE PT ANZON AUTO PLAZA DI PONTIANAK Septia Elsa Email: Septiaelsa@yahoo.com Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah

Lebih terperinci