MENGENAL PE;MBEBASAN VI~A\ BAGI P.~M~C?.~NG PASPOR DIPLQ - ATU< DAN DINAS Pemerintah Republ.ik Indonesia" name="description"> MENGENAL PE;MBEBASAN VI~A\ BAGI P.~M~C?.~NG PASPOR DIPLQ - ATU< DAN DINAS Pemerintah Republ.ik Indonesia"> MENGENAL PE;MBEBASAN VI~A\ BAGI P.~M~C?.~NG PASPOR DIPLQ - ATU< DAN DINAS">

D:AN. DEWAN MENTERl SE"BIA DAN. fv1gnt~neg :'> MENGENAL PE;MBEBASAN VI~A\ BAGI P.~M~C?.~NG PASPOR DIPLQ - ATU< DAN DINAS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "D:AN. DEWAN MENTERl SE"BIA DAN. fv1gnt~neg :'> MENGENAL PE;MBEBASAN VI~A\ BAGI P.~M~C?.~NG PASPOR DIPLQ - ATU< DAN DINAS"
MENGENAL PE;MBEBASAN VI~A\ BAGI P.~M~C?.~NG PASPOR DIPLQ - ATU< DAN DINAS.pdf" class="btn bg-purple-seance" href="#" target="_blank" style="margin-top: 10px; display: none;"> Download Document

Transkripsi

1 PERSETUJUAN ANTARA PEMER~NTAH REPU~~II:< ~NDONESIA D:AN. DEWAN MENTERl SE"BIA DAN. fv1gnt~neg :'> MENGENAL PE;MBEBASAN VI~A\ BAGI P.~M~C?.~NG PASPOR DIPLQ - ATU< DAN DINAS Pemerintah Republ.ik Indonesia dan P~vvan rvtenteri Serbia dar:l Montenegro (se(anjutnya disebut. sebagai pafa '" iha~) b~~maksud ~eningk~tkan,,~bungan b,ilateralnya deng~n narap~n un.tuk m~rnper!ancar p~rj~larian warga negara kedua pihak, telah menyetujui hal-hal s~~~g~i ber,i~~t : ' Pa~~J1 Warga nf3gar~ sa lah satu. Pihak yang me.meg_~fl9 p~spgr f.t1pfqm,atik dan dinas yang berla.ku dibcbas!<~n dari persyar~t.an v~~a rp~s!j~ ke1~ar q~n transit melalu! whayah Negara. Pihak lain dan di~~nk&n untul.< Mggal 9 i sa.na paling lan1a 14 hari. -- Masa berl.aku pasp~>r warga negara para.p~ak. pa'j n~ kurang e,r~am bulan sebelum Il)emasuki wilayah pihak yan~ la.in. Pa!i. 12 Warga n~f}.~ra dar~ satu Pihak, pemegang pasp,_9,i di.p~o~.~tlk.dan gi_ry,as yang berlaku.dan anggota misi diplomati.k atau pos ko:n~~ler y~ng terletak di wilayah Negara Pihak lain.dan ~nggota keluarganya yan.g m~~l!j?ak~r:'.b ~t._g ian dari keluarga yang memegang pa~por dipl~mat* ~~n.d,in~ s dih ~l)sk~n rnemperoleh visa masuk dari n~ara yan9 r:nenerimc:j, ~er~en,t4an dengan tugasn,y.a pada misi-misi dif:)lomatik. dan konsl:jier, _dlsebut di at~s boleh secara bebas meninggalkan atau memasuki 1layah,negara.Pihak :)t~ng lain tanpa keharusan rnernperoleh visa selama izin :tinggal mereka :nasih berlaku. Ket~ntuan ini j~ga berlaku bagi seluruh anggota ofganisasi irternasional dari salah satu Pihak yang adalah pemegang pa~pqr ~ip lomat!k dan dinas yang masih berlaku.

2 Pasal3 Warganegara dari para Pihak merujuk pada pasal 1 dan 2 dari Persetujuan ini boleh memasuki atau meninggalkan wilayah Negara Pihak lainnya pada setiap lintas perbatasan yang ditentukan sebagai jalur internasional, apabila mereka memenuhi syarat-syarat yang diperlukan yang diatur oleh hukum nasional dari para Pihak berkenaan dengan masuk, perpindahan atau tinggalnya orang asing. Pasal4 Berdasarkan Persetujuan ini, warga negara salah satu Pihak diwajibkan untuk menghormati hukum dan peraturan perundangan yang berlaku di wilayah negara dari pihak lain. Pasal5 Persetujuan in! tidak akan membatasi hak dari pejabat yang berwenang dari para Pihak untuk menolak masuk atau tinggal bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas dari Pihak yang lain merujuk pada pasal 1 dan 2 Persetujuan, asalkan orang-orang itu dianggap persona non grata tanpa memberikan alasan-alasan keputusannya. Pasal6 1. Para Pihak melakukan pertukaran melalui saluran diplomatik, contoh paspor diplomatik atau dinas yang berlaku yang tunduk pada ketentuanketentuan Persetujuan ini tidak lebih dari 30 hari sebelum masa berlakunya Persetujuan ini. 2. Jika paspor diplomatik, dinas atau khusus yang baru diperkenalkan atau dalam hal paspor - paspor yang berlaku akan diganti, maka para Pihak akan menyampaikan contoh paspornya melalui saluran diplomatik tidak lebih dari 30 hari sebelum paspor tersebut secara resmi diberlakukan. Pasal7 Dalam hal warganegara satu Pihak kehilangan paspornya di wilayah Pihak lain, ia harus memberitahu pejabat-pejabat yang berwenang negara tuan rumah untuk mengambil tindakan yang diperlukan. Misi Diplomatik atau Konsulat yang terkait akan menerbitkan paspor baru atau dokumen perjalanan terhadap warganegaranya dan memberitahu pejabat-pejabat yang berwenang Pemerintah setempat.

3 Pasal8 Dalam hal adanya ketidaksepakatan yang timbul dari pelaksanaan dan penafsiran Persetujuan ini akan diselesaikan melalui saluran diplomatik. Pasal9 Persetujuan ini akan berlaku enam puluh (60) hari sejak tanggal penerimaan pemberitahuan terakhir di mana para Pihak saling memberitahukan melalui saluran diplomatik bahwa seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan nasional bagi berlakunya Persetujuan ini telah dipenuhi. Pasal10 Salah satu Pihak dapat menangguhkan seluruh atau sebagian pelaksanaan Persetujuan ini karena alasan keamanan atau ketertiban atau untuk melindungi kesehatan masyarakat. Melalui saluran diplomatik, para Pihak harus saling memberitahukan segera mengenai penangguhan tersebut di atas atau kelanjutan untuk melaksanakan Persetujuan ini. Pasal11 Persetujuan ini akan tetap berlaku selama lima (5) tahun dan dapat diperbaharui lagi untuk masa lima tahun berikutnya atas dasar kesepakatan bersama secara tertulis. Masing-masing Pihak boleh mengakhiri Persetujuan ini setiap saat dengan memberitahukan Pihak lain melaui saluran-saluran diplomatik dan Persetjuan ini akan berhenti berlaku enam puluh (60) hari sejak tanggal penerimaan pemberitahuan tersebut. Sebagai bukti, yang bertanda tangan, menandatangani Persetujuan ini. DIBUAT di Jakarta pada hari ini tanggal dua puluh tiga bulan Oktober tahun dua ribu tiga dalam dua rangkap dalam bahasa Indonesia, Serbia dan lnggris, seluruh naskah mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dalam hal terdapat perbedaan penafsiran, naskah bahasa lnggris yang berlaku. UNTUK PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA Signed Dr. N. Hassan Wirajuda Menteri Luar Negeri UNTUK DEWAN MENTERI SERBIA DAN MONTEr IEGRO Signed Goran Svilanovic Menteri Luar Negeri

4 CIIOPA3YM 113MEn Y BJIA,[(E PEIIYEJII1KE llli,[(ohe311je l1 CABET A MI1HI1CT AP A CPEHJE l1 QPHE rope 0 YKH,[(AH> Y BI13A 3A HOCI10QE,2U1IIJIOMA TCKHX 11 CJIY)l{EEIDIX IIACOlllA Bna):(a Peny6JIHKe 11H):(OHe3Hje H CaBeT MHHHCTapa Cp6Hje H QpHe rope ():(a.jbe y TeKcTy crpahe yrobophhn;e ), y )l(ejbh,ua,ua.jbe yhanpe~yjy 6HnaTepanHe o,uhoce, a y QHJDY onakiiiabalba rrytobalba,up)l(abjbaha crpaha yrosophhn;a, crropa3ymene cy ce o cne,uenem: llrrah 1. ~)l(abjbahh 6HJIO Koje O,U crpaha yrobophhqa KOjH cy HOCHOIJ;H Ba)l{eflHX,UHIIJIOMaTCKHX nacoiiia HJIH CJiy)l{6eHHX IIaCOIIIa 6Hne H3y3eTH 0):( rrph6ab.jbalba BH3e 3a yna3ak, H3Jia3aK HJIH rpah3ht rrpeko TepHTOpHje,upyre CTpaHe yrobophhij;e H MOry,ua 6opaBe Ha IbeHOj TepHTOpHjH HajBHIIIe,UO 14 ( qerphaect ),uaha. PoK Ba)l{elba rracoiiia _up)l{ab.jbaha cbake crpahe yrobophhn;e Mopa 6HTH HajMalbe 6 (IIIecT) Meceu;H rrpe ynacka Ha TepHTOpHjy,upyre crpahe yrobophhij;e. ~)l{ab.jbahh 6HJIO KOje O,U C1]JaHa yrobophhij;a HOCHOIJ;H, Ba)l{ellHX,UHITJIOMaTCKHX HJIH CJiy)l{6eHHX IIaCOIIIa, KOjH cy Ha TepHTOpHjH,Up)l{aBe ):(pyre CTpaHe yrobophhij;e qjiahobh OC06a,UHIIJIOMaTCKOr HJIH KOH3ynapHOr rrpe,uctabhhiiitba, KaO H qjiahobh lbhxobhx IIOpO,UHIJ;a KOjH ca lbhma )I{HBe y 3aje~HJ1qKQM ~OMallHHCTBY, HOCHOUH ~HTIJIOMaTCKHX HJIH CJiy)l{6eHHX naco rna IIpHJIHKOM ynacka Ha TepHTOpHjy,Up)l(aBe IIpHjeMa pa,uh rrpey3hmalba _uy)i{hocth rrph6ab.jbajy yna3hy BH3Y Te _up)l(abe. ITo npey3hmalb y ):(y)i{hocth y,uhiijiomatckom HJIH KOH3ynapHOM rrpe):(ctabhhiiitby, OBa JIHIJ;a MOry HecMeTaHo H 6e3 rrph6as.jbalba BH3e,ua HarryiiiTajy H yna3e Ha TepHTOpHjy _up)l{abe,upyre crpahe yrobophhn;e, ykonhko cy,uo3bone 6opaBKa joiii Ba)l(ene. O,upe,u6a osor qjiaha o,uhoch ce 11 Ha qnahobe Me~yHapo,uHHX oprahh3an;hja 6HJIO Koje O,U CTpaHa yrobophhij;a KOjH cy HOCHOIJ;H Ba)l(eDHX,UHITJIOMaTCKHX HJIH cny)l{6ehhx rracorna.

5 ).W)I(aBJbaHI1 CTpaHa yroboph11ij;a H3 qji OBOr CIIOpa3yMa MOry yn11 11JII1 HarryCTI1TI1 Tep11TOp11jy,Llp)l(aBe,Llpyre CTpaHe yroboph11ij;e, Ha CBaKOM rpahi1qhom rrpena3y OTBopeHoM 3a Me~yHapo,n;HI1 rrythi1qki1 cao6pahaj, y3 11crrylhaBalhe rrotpe6hi1x ycnoba YTBp~eHI1X HaiJ;I10HaJIHI1M 3aKoHo,n;aBCTBOM CTPaHa yroboph11ij;a y norne,n;y ynacka, KpeTalha 11n11 6opaBKa CTPaHau;a. ):W)I(aBJbaHI1 o6e CTPaHe yroboph11ij;e 3a BpeMe cbor 6opaBKa Ha Tep11TOp11jl1,n;pyre CTPaHe yroboph11ij;e,n;y)i(hi1 cy,n;a IIOIIITyjy 3aKoHe 11,n;pyre nporrhce Te CTPaHe yroboph11u;e. 0Baj crropa3ym He orpahhqaba npabo CTPaHa yroboph11ij;a,n;a 3a6paHe yna3ak 11JIH OTKa)l(y 6opaBaK HOC110IJ;11Ma,[(11IIJIOMaTCKI1X HJII1 CJIY)I(6eHI1X rracoiiia,n;pyre CTPaHe yrobophhu:e H3 qahoba 1. H 2. obor crropa3yma, ykojihko ce Ta JIHU:a cmatpajy Herro)l(eJbHI1Ma (personae non grata), He HaBo,nehH pa3nore 3a,ll;OHOIIIelhe TaKBe O,n;JiyKe. CTPaHe yrobophhu;e he,n;hrrnomatckhm rrytem pa3mehhti1 o6pacu;e Ba)l(enl1x,ll;HIIJIOMaTCKHX 11JIH CJIY)I(6eHHX rracorna Ha KOje Ce O,[(HOCe o,n;pe,n;6e OBOr crropa3yma, HajKaCHHje TPH,n;eceT (30),n;aHa rrpe cryrralba obor crropa3yma Ha CHary. Y cnyqajy YBO~elha HOBHX,ll;HIIJIOMaTCKHX HJIH CJiy)l(6eHHX rracorna, O,ll;HOCHO H3MeHe rroctojen11x, CTPaHe yrobophhu:e tie pa3mehi1th lhi1xobe y3opke,[(11iijiomatcki1m nytem, HajKaCHI1je TJJI1,[(eCT (30),[(aHa npe noqetka Ih11XOBe rrp11mehe. AKo,n;p)l(aBJbaHI1H je,n;he o,n; ctpaha yrobophhu;a 113ry611 rracorn Ha TepHTOp11jH,n;pyre ctpahe yroboph11u;e, o6abecthne lhehe Ha,n;Jie)I(He oprahe pa,n;11 rrpe,n;y311malba o,n;robapajynhx Mepa. ~HIIJIOMaTCKO MJIH KOH3yJiapHO rrpe,n;ctabhi1iiitbo 11JIM KOH3yJiaT M3,n;ane HOBI1 IIaCOIII MJIM rrythm JII1CT CBOjMM,n;p)l(aBJbaHMMa H o6abectmne o ToMe Ha)];Jie)I(He oprahe,n;pyre CTPaHe yroboph11qe.

6 CnopoBH KOjH HacTaHy ycne,n; nphmehe H TYMaqeiDa Cnopa3YMa pernabahe ce,ll;hnjiomatckhm nytem. 0Baj cnopa3ym ctyna Ha chary rne3,n;ecetor (60),n;aHa o,n;,naha nphjema nocne,nlher o6abernteida KojHM cy c1pahe yrobophhn;e o6abecthjie je,nha,n;pyry,nmnnomatckmm nytem,na cy McnyiDeHM ycnobm ytbp~ehh Han;MoHarrHHM 3aKOHO,L(aBCTBOM CTpaHa yrobophhqa 3a CTynaiDe CnOpa3yMa Ha CHary. CBaKa c1paha yrobophhjj;a MO)I(e nphspemeho, y u;enmhm HJIM,nenHMHqHo, o6yctabmtm nphmehy OBOr CnOpa3yMa 113 pa3jiora 6e36e,nHOCTH H 3aiiiTHTe jabhor pe,na H 3,n;paBJba, Y3 npetxo,nhy HOTM<)?MKaJJ;Mjy 0 TOMe,npyre C1paHe yrobophhjj;e, ~MriJIOM8TCKHM nytem 0 nomeeytoj o6yctabm HJIH,[{a.JbOj nphmehm obor cnopa3)'ma. llrrah 11. Cnopa3yM OCTaje Ha CHa3H 3a nepho,[{ 0,[{ net ( 5) ro,nmha H MO)I(e 6HTH npo,ny)l(eh 3a Hape,nHH nepho,n o,n; net ( 5) ro,nmha y3 o6oc1pahy carnachoct y IIMCMeHoj <J?opMH. CBaKa CTpaHa yrobophhjj;a MO)l(e OTKa3aTM Ba)l(efbe OBOr cnopa3yma, C TMM,na 0 OTKa3Y o6abecth,[{mnjiomatckmm nytem,npyry C1paHy yrosophhl(y. Y TOM cnyqajy cnopa3ym npectaje,na Ba)l(M rne3,necet (60),n;aHa o,n; nphjema o6aserntelha o TOMe. Y notbp,ny qera cy,lj;ojienotnmcahm, notnmcajim OBaj cnopa3ym. CaqMIDeHo y I)aKapTH,,naHa 23. OKTo6pa ro,nmhe, y,nsa ophrmharrha nphmepka Ha MH,noHe)l(aHCKOM, cpnckom, 11 ehrneckom je3mky. CBH TeKCTOBH cy no,rije,nhako Bepo,nocTojHH. Y cnyqajy,npyraq11jer TyMaqelha 611he Mepo,naBaH ehrjieckh TeKCT. 3A BJIA~Y PEITYEJI11KE 11H,[(OHE3HJE,, Sig1ned,[(pH. XacaH F.a;pajy,ra MMHHCTap 3a cnojbhe nocjiobe 3A CABET MI1Hl1CT AP A (;PEHJE V QPHE rope Sig1ned ropah CBMJiaHOBMn MMHMCTap cnojbhmx TIOCJIOBa

7 AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE COUNCIL OF MINISTERS OF SERBIA MONTENEGRO ON VISA EXEMPTION FOR HOLDERS OF DIPLOMATIC AND OFFICIAL PASSPORTS The Government of the Republic of Indonesia and the Council of Ministers of Serbia and Montenegro (hereinafter referred to as the contracting Parties), wishing to promote their bilateral relations and with a view to facilitating the travel of citizens of the two contracting Parties, have agreed as follows: Article 1 Citizens of one contracting Party, who are holders of valid diplomatic or official passports, shall be exempted from a visa requirement for entry into, exit from and transit through the territory of the State of the other contracting Party and shall be allowed to stay there for maximum period of (fourteen} 14 days. The duration of passport validity of citizen of contracting Parties shall be at least (six) 6 months before entering on the territory of other contracting Party. Article 2 Citizen of one contracting Party, holders of valid diplomatic or official passports, and members of the diplomatic mission or consular posts located in the territory of the State of other contracting Party and member of their families forming part of their household who hold diplomatic or official passports shall be required to obtain an entry visa of the receiving State. Upon assumption of their duties in diplomatic or consular missions, above mentioned persons may freely leave and enter the territory of the State of other contracting Party without visa requirement, as far as their stay permit still -valid. This provision shab also apply to all the members of the international.organizations of one contracting Party, who are holders of valid diplomatic or official passport. Article 3 Citizens of the contracting Parties referred to in Articles 1 and 2 of this Agreement may enter or leave the territory of State of the other contracting Party at any border crossing designated for international traffic, if they fulfill necessary conditions prescribed by national laws of the contracti;1g Parties with respect to the entry, movement or stay of foreigners.

8 Article 4 Under this Agreement, citizens of either contracting Party shall be obliged to observe the laws and regulations in force in the territory of the State of the other contracting Party. Article 5 This Agreement shall not restrict the right of the competent authorities of the Parties to refuse the entry or leave to stay to the holders of diplomatic or official passports of the other contracting Party referred to in Articles 1 and 2 of this Agreement, provided that those persons are considered as personae non grata, without providing reasons for their dec~sion. Article 6 1. The contracting Parties shall exchange, through diplomatic channels, specimens of their valid diplomatic or official passports subject to the provis~ons of this Agreemen~ :1ot later than thirty (30) days before entry into force of this Agreement. 2. If new diplomatic. official, or special passports are introduced, or the existing ones are changed, the contracting Parties shall exchange their specimen through diplomatic channets not later than thirty (30) days before they have been formally introduced. Article 7 If citizen of one contracting Party loses his, her passport in the territory of other contracting Party; he, she shall inform the authorities concerned of the host country for appropriate action. The Diplomatic Mission or Consulate concerned will issue a fresh passport or travel document to its citizen and inform the concerned authorities of the local Government. Article 8 Disagreement ansmg out of the implementation and interpretation of this Agreement shall be settled through diplomatic channels. Article 9 This Agreement shall enter into force sixty (60) days from date of the receipt of the last notification in which the contracting Parties have informed each other through diplomatic channels that conditions prescribed by their national laws for entry into force of this Agreement, have been fulfilled.

9 Article 10 Either contracting Party may suspend, entirely or partially, the execution of this Agreement for security reasons or to protect pubi,c order or health. Through the diplomatic channels, the contracting Partie$ shall promptly notify one another of said suspension or resumption to imp!ement this Agreement. Artlde 11 This Agreement shall remain in force a pet~od of five (5) years and may be renewed for further periods of fi've (5) by mutual consent in writing. Each contracting Party may termjnate jt an; time by informing the other contracting Party thereof through diplomatic ehannelt.. and dlfi) Agreement shall cease to be in force sixty (60) days from ttre date a! the reeeipt for such notifications. In witness whereof, the w~dersigned have eigned this Agreement DONE at J ~ :-:2 c.r~ tr~~ \tioo'ty-trlird day o! Od~er i:. ~ t~.,~ ::~~ : tv.c Ulousand Qnd three ~r df..e;p!~~..e~ ~ in Indonesian, Se~:.an ~..fitt r ~nen ~anguages, all be.in,g e<;~ali.~ ~uthemie.. In case! of anr divergei'c. o# inte r~:trete4ion' the Eng Ill tma.n~" ~tsva~! FOR TKE GOVERNMENT OF 'TriE REPUBLIC OF INDONESIA FOR THE COU 'C!L OF MINISTERS OF SERRtA AND MONTENEGRO Sig1ned ~. t.. I. - Sig1ned Dr. N. Hassan Wirajuda Minister for Foreign Affairs :~ _, ran Syi[e~Jt:..,it of Foreign Affairs

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di 2. Login ke Business Internet Banking.

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di  2. Login ke Business Internet Banking. Petunjuk GetRate 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. 3. Masukkan data data yang diminta pada halaman Security Logon. 4. Anda akan masuk ke halaman Internet

Lebih terperinci

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN Merry Marshella Sipahutar 1087013 Perumahan merupakan kebutuhan utama bagi manusia di dalam kehidupan untuk berlindung

Lebih terperinci

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK 1. Name of Insured : Nama Tertanggung 3. Address : Alamat Email : 5. Credit Card

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENGESAHAN FINAL ACTS OF THE PLENIPOTENTIARY CONFERENCE, GUADALAJARA, 2010 (AKTA-AKTA AKHIR KONFERENSI YANG BERKUASA PENUH, GUADALAJARA, 2010) DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Indonesia: Law on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (Law No. 1 of 2006)

Indonesia: Law on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters (Law No. 1 of 2006) The Asian Development Bank and the Organisation for Economic Co-operation and Development do not guarantee the accuracy of this document and accept no responsibility whatsoever for any consequences of

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR 2 TAHUN 2014 NUMBER 2 2014

www.indolaw.org NOMOR 2 TAHUN 2014 NUMBER 2 2014 www.indolaw.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 NUMBER 2 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS ABOUT

Lebih terperinci

MENGINGAT bahwa CBM adalah lembaga pembangunan intemasional non-pemerintah yang bersifat non sektarian, non-politik dan nirlaba.

MENGINGAT bahwa CBM adalah lembaga pembangunan intemasional non-pemerintah yang bersifat non sektarian, non-politik dan nirlaba. ' MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN CHRISTOFFEL BLINDENMISSION OF GERMANY TENTANG KERJASAMA DALAM PROGRAMPENCEGAHANKECACATANDANPEMBERDAYAAN PENY ANDANG

Lebih terperinci

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF

THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF THE WORLD HEALTH ORGANIZATION QUALITY OF LIFE (WHOQOL) -BREF The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF World Health Organization 2004 All rights reserved. Publications of the World Health

Lebih terperinci

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Kelautan Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON adalah skema pelaporan sukarela dan rahasia. REPCON memungkinkan siapapun yang memiliki perhatian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL CONVENTION FOR THE SUPPRESSION OF ACTS OF NUCLEAR TERRORISM (KONVENSI INTERNASIONAL PENANGGULANGAN TINDAKAN TERORISME

Lebih terperinci

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Indonesian Medical Council. Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Indonesian Medical Council. Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA Indonesian Medical Council Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter JENIS SURAT TANDA REGISTRASI (STR) STR dokter Surat Tanda Registrasi (STR), merupakan dokumen hukum/tanda bukti

Lebih terperinci

SERVICE CONTRACT AGREEMENT PERJANJIAN BERLANGGANAN JASA INTERNET SERVICE LAYANAN INTERNET BETWEEN ANTARA AND DAN PT. HIPERNET INDODATA. No:..

SERVICE CONTRACT AGREEMENT PERJANJIAN BERLANGGANAN JASA INTERNET SERVICE LAYANAN INTERNET BETWEEN ANTARA AND DAN PT. HIPERNET INDODATA. No:.. SERVICE CONTRACT AGREEMENT PERJANJIAN BERLANGGANAN JASA INTERNET SERVICE LAYANAN INTERNET BETWEEN ANTARA AND DAN PT. HIPERNET INDODATA No:.. Initial : Hyper... : Page 1 of 9 PERJANJIAN BERLANGGANAN JASA

Lebih terperinci

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented:

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented: PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi IAS 29 Financial i Reporting in Hyperinflationary Economies Presented: Dwi Martani 1 Latar Belakang Laporan keuangan biaya historis dalam kondisi i

Lebih terperinci

GENERAL TERMS AND CONDITIONS OF SALE SAPTA PERMATA

GENERAL TERMS AND CONDITIONS OF SALE SAPTA PERMATA 1. GENERAL 1.1 Unless expressly agreed otherwise in writing, these Terms and Conditions shall apply to every legal relationship between PT. Sapta Permata (Company Tax No. 02.175.761.2-631.000), further

Lebih terperinci

Issuing Airline: Lion Air Issued Date: Monday, 09 Nov, 2015

Issuing Airline: Lion Air Issued Date: Monday, 09 Nov, 2015 eticket Itinerary / Receipt This is an eticket itinerary. To enter the airport and for check-in, you must present this itinerary receipt along with Official Government issued photo identification such

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN PROTOCOL TO PREVENT, SUPPRESS AND PUNISH TRAFFICKING IN PERSONS, ESPECIALLY WOMEN AND CHILDREN, SUPPLEMENTING THE

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

HAK ANAK ANGKAT DARI ORANG TUA ANGKAT DALAM HUKUM ISLAM (Studi Pada Pengadilan Agama Medan)

HAK ANAK ANGKAT DARI ORANG TUA ANGKAT DALAM HUKUM ISLAM (Studi Pada Pengadilan Agama Medan) HAK ANAK ANGKAT DARI ORANG TUA ANGKAT DALAM HUKUM ISLAM (Studi Pada Pengadilan Agama Medan) TESIS Oleh : TRESNA HARIADI NIM : 027011065 PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER KENOTARIATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Lebih terperinci

Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah

Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah IES Bulletin Maret 2012 KPMG Hadibroto Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah Hal- hal untuk diketahui pasangan dengan NPWP Terpisah Q & A berikut bertujuan untuk menyediakan informasi perpajakan

Lebih terperinci

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail. A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.com INDONESIAN PASSIVES With the Prefix di- Rumah itu akan dijual.

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR 17 TAHUN 2014 NUMBER 17, 2014

www.indolaw.org NOMOR 17 TAHUN 2014 NUMBER 17, 2014 www.indolaw.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2014 NUMBER 17, 2014 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH,

Lebih terperinci

Notice from PT. Mead Johnson Indonesia to its Suppliers: Pemberitahuan dari PT Mead Johnson Indonesia kepada para Pemasoknya:

Notice from PT. Mead Johnson Indonesia to its Suppliers: Pemberitahuan dari PT Mead Johnson Indonesia kepada para Pemasoknya: STANDARD TERMS AND CONDITIONS STANDAR KETENTUAN-KETENTUAN DAN SYARAT- SYARAT Notice from PT. Mead Johnson Indonesia to its Suppliers: Pemberitahuan dari PT Mead Johnson Indonesia kepada para Pemasoknya:

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Visiting Indonesia. Topic: VISA APPLICATION

Visiting Indonesia. Topic: VISA APPLICATION Visiting Indonesia Topic: VISA APPLICATION Visa application for Israeli citizens is based on Indonesia s Foreign Policy whereby the approval of visas for Israeli citizens is given by the Indonesian Immigration

Lebih terperinci

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN Diajukan oleh : RIKKI GUNAWAN GIRSANG N P

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN STOCKHOLM CONVENTION ON PERSISTENT ORGANIC POLLUTANTS (KONVENSI STOCKHOLM TENTANG BAHAN PENCEMAR ORGANIK YANG PERSISTEN)

Lebih terperinci

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT INDONESIA TRANSPORT & INFRASTRUCTURE TBK

PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT INDONESIA TRANSPORT & INFRASTRUCTURE TBK PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT INDONESIA TRANSPORT & INFRASTRUCTURE TBK Direksi PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk ( Perseroan ), dengan ini memberitahukan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PENGESAHAN PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK ISLAM PAKISTAN TENTANG KEGIATAN KERJA SAMA DI BIDANG PERTAHANAN

Lebih terperinci

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG Oleh: ADHYARANI PRISSILIA ADIWASONO NIM : 232007002 KERTAS

Lebih terperinci

Association of. The English Version is translated by Sworn Translator & Reviewed of Melli Darsa & Co. 2

Association of. The English Version is translated by Sworn Translator & Reviewed of Melli Darsa & Co. 2 ANGGARAN DASAR (ARTICLES OF ASSOCIATION) PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. Dual Language The English Version is translated by Sworn Translator & Reviewed of Melli Darsa & Co. 1 Kronologis Perubahan Anggaran

Lebih terperinci

Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged

Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged Advancing the health of Indonesia s poor and disadvantaged Memajukan kesehatan penduduk miskin dan tidak mampu di Indonesia Indonesia s diverse geography, large and growing population and decentralised

Lebih terperinci

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc)

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) We can show how an action is done by using dengan with an adjective. Examples: Mereka bebas. Minuman keras dijual dengan

Lebih terperinci

Syarat dan ketentuan pembukaan rekening Terms and conditions of account opening

Syarat dan ketentuan pembukaan rekening Terms and conditions of account opening Syarat dan ketentuan pembukaan rekening Terms and conditions of account opening Syarat dan Ketentuan ini merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Syarat dan Ketentuan yang tercantum

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010

PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010 PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33/M-DAG/PER/8/2010 TENTANG SURAT KETERANGAN ASAL (CERTIFICATE OF ORIGIN) UNTUK BARANG EKSPOR INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

Republik Indonesia dan Republik Portugal, selanjutnya disebut sebagai "Para Pihak" dan masing-masing disebut sebagai "Pihak".

Republik Indonesia dan Republik Portugal, selanjutnya disebut sebagai Para Pihak dan masing-masing disebut sebagai Pihak. \ I~~ ".. "'~~ ~\: -- 811 i.@. / \ ~.1 11 \ "'~ ~ REPUBLIK INDONESIA PERJANJIAN ANT ARA REPUBLIK INDONESIA DAN REPUBLIK PORTUGAL TENT ANG PEMBEBASAN VISA TINGGAL JANGKA PENDEK UNTUK PEMEGANG PASPOR DIPLOMATIK,

Lebih terperinci

EMERGENCY SAFEGUARD MEASURES (ESM) SEBAGAI JARING PENGAMAN KEBIJAKAN LIBERALISASI SEKTOR JASA Oleh : Tim Perbankan dan Enquiry Point

EMERGENCY SAFEGUARD MEASURES (ESM) SEBAGAI JARING PENGAMAN KEBIJAKAN LIBERALISASI SEKTOR JASA Oleh : Tim Perbankan dan Enquiry Point EMERGENCY SAFEGUARD MEASURES (ESM) SEBAGAI JARING PENGAMAN KEBIJAKAN LIBERALISASI SEKTOR JASA Oleh : Tim Perbankan dan Enquiry Point Pendahuluan Apabila perkembangan negosiasi perdagangan sektor jasa dalam

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR 11 TAHUN 2014 NUMBER 11 OF 2014

www.indolaw.org NOMOR 11 TAHUN 2014 NUMBER 11 OF 2014 www.indolaw.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 NUMBER 11 OF 2014 TENTANG KEINSINYURAN ABOUT ENGINEERING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BY THE GRACE

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR 40 TAHUN 2014 NUMBER 40 2014

www.indolaw.org NOMOR 40 TAHUN 2014 NUMBER 40 2014 www.indolaw.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 NUMBER 40 2014 TENTANG PERASURANSIAN ABOUT INSURANCE DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BY THE GRACE

Lebih terperinci

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PELAYANAN KESEHAT TAN YANGG BERMUTU MENURUT PASAL 5 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 BERKAITAN DENGAN KEKECEWAAN PASIEN TERHADAP PERILAKU DOKTER Diajukan oleh : ELLEN

Lebih terperinci

PENDIRIAN DAN PEMBUBARAN ORGANISASI INTERNASIONAL OAI 2013 ILMU ADMINISTRASI NEGARA UTAMI DEWI

PENDIRIAN DAN PEMBUBARAN ORGANISASI INTERNASIONAL OAI 2013 ILMU ADMINISTRASI NEGARA UTAMI DEWI PENDIRIAN DAN PEMBUBARAN ORGANISASI INTERNASIONAL OAI 2013 ILMU ADMINISTRASI NEGARA UTAMI DEWI PENDIRIAN Prasayarat berdirinya organisasi internasional adalah adanya keinginan yang sama yang jelas-jelas

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA. MENGAKUI hubungan bersahabat yang terjalin antara kedua negara;

REPUBLIK INDONESIA. MENGAKUI hubungan bersahabat yang terjalin antara kedua negara; REPUBLIK INDONESIA PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK AZERBAIJAN MENGENAI PEMBEBASAN VISA BAGI PEMEGANG PASPOR DIPLOMATIK DAN PASPOR DINAS Pemerintah Republik Indonesia

Lebih terperinci

Secara umum, intrusi adalah ketika seseorang mencoba untuk menembus, penyalahgunaan, atau memanfaatkan sistem anda. Lebih khusus lagi, kebijakan

Secara umum, intrusi adalah ketika seseorang mencoba untuk menembus, penyalahgunaan, atau memanfaatkan sistem anda. Lebih khusus lagi, kebijakan Secara umum, intrusi adalah ketika seseorang mencoba untuk menembus, penyalahgunaan, atau memanfaatkan sistem anda. Lebih khusus lagi, kebijakan keamanan organisasi mendefinisikan apa yang merupakan upaya

Lebih terperinci

APLIKASI INFO TEMPAT KOS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS BERBASIS WEB DAN ANDROID WEB-BASED AND ANDROID-BASED APPLICATION OF BOARDING HOUSE USING GOOGLE MAPS

APLIKASI INFO TEMPAT KOS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS BERBASIS WEB DAN ANDROID WEB-BASED AND ANDROID-BASED APPLICATION OF BOARDING HOUSE USING GOOGLE MAPS APLIKASI INFO TEMPAT KOS MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS BERBASIS WEB DAN ANDROID WEB-BASED AND ANDROID-BASED APPLICATION OF BOARDING HOUSE USING GOOGLE MAPS Jesica Theodora Samosir Prodi D3 Manajemen Informatika,

Lebih terperinci

Formulir Aplikasi Layanan DBS etax Pay DBS etax Pay Service Application Form.

Formulir Aplikasi Layanan DBS etax Pay DBS etax Pay Service Application Form. Kepada / To: GTS Cash Management DBS Bank Tower, 33 rd Floor Ciputra World 1, Jalan. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta 12940, Indonesia Kami dengan ini mengajukan permohonan untuk dapat menggunakan Layanan

Lebih terperinci

A. PERSYARATAN DAN KETENTUAN - UMUM A. TERMS AND CONDITIONS - GENERAL

A. PERSYARATAN DAN KETENTUAN - UMUM A. TERMS AND CONDITIONS - GENERAL A. PERSYARATAN DAN KETENTUAN - UMUM A. TERMS AND CONDITIONS - GENERAL Persyaratan dan ketentuan berikut ini ("Persyaratan dan Ketentuan") mengatur hubungan antara PT. CIMB Securities Indonesia ("CIMB")

Lebih terperinci

Peraturan mengenai kompetisi dan program bonus di Perusahaan Master Services Inc. Regulations for contests and bonus programs carrying

Peraturan mengenai kompetisi dan program bonus di Perusahaan Master Services Inc. Regulations for contests and bonus programs carrying Peraturan mengenai kompetisi dan program bonus di Perusahaan Master Regulations for contests and bonus programs carrying mfxbroker.com 1. DEFINITIONS 1.1. Stimulating campaigns are an aggregate of the

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG PEDOMAN PERJALANAN DINAS LUAR NEGERI BAGI PEJABAT/PEGAWAI DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI, PEMERINTAH DAERAH DAN PIMPINAN SERTA ANGGOTA

Lebih terperinci

Persyaratan dan Ketentuan Umum. General Terms and Conditions. Section I. Definition and Interpretation. Bagian I. Definisi dan Interpretasi

Persyaratan dan Ketentuan Umum. General Terms and Conditions. Section I. Definition and Interpretation. Bagian I. Definisi dan Interpretasi Persyaratan dan Ketentuan Umum Bagian I. Definisi dan Interpretasi 1. Definisi Dalam Persyaratan dan Ketentuan ini, dan kecuali tautan kalimatnya mensyaratkan lain, istilah-istilah berikut ini memiliki

Lebih terperinci

Lampiran A BIAYA & PEMBAYARAN

Lampiran A BIAYA & PEMBAYARAN Kineria streaming agreement schedules v.july2013 Lampiran A BIAYA & PEMBAYARAN Pola Bagi Hasil untuk penayangan film dalam situs Kineria antara kedua belah pihak yang bertanda tangan di kontrak ini (Movie

Lebih terperinci

Section A - Our Banking Relationships 1. Terms of our relationship 2. Prerequisites for using any product 3. Reassessment

Section A - Our Banking Relationships 1. Terms of our relationship 2. Prerequisites for using any product 3. Reassessment Daftar Isi Table of Contents Syarat dan Ketentuan Umum sc.com/id Booklet syarat dan ketentuan ini dibuat dalam 2 (dua) bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Apabila terdapat ketidak-konsistenan,

Lebih terperinci

Alexa SSH Brute Force Defense Tool

Alexa SSH Brute Force Defense Tool Alexa SSH Brute Force Defense Tool Kali ini saya akan membahas tentang tool yang bernama Alexa,tapi bukan alexa traffic rank lho.. hehe, alexa yang ini beda jauh dengan alexa traffic rank karena ini fungsinya

Lebih terperinci

KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA

KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA KAJIAN YURIDIS PEREDARAN MATA UANG ASING DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA DAN MALAYSIA Disusun Oleh : SIGAP DHARMA APRIDHIKA E1A008014 SKRIPSI Untuk memenuhi salah satu pra-syarat memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR 28 TAHUN 2014 NUMBER 28, 2014

www.indolaw.org NOMOR 28 TAHUN 2014 NUMBER 28, 2014 www.indolaw.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 NUMBER 28, 2014 TENTANG HAK CIPTA ABOUT COPYRIGHT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BY THE GRACE OF

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP)

STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) DAFTAR ISI: STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) Hal 1. Penanganan Bisnis Baru (New Business).( 2 5 ) I. Prospect / Calon Nasabah II. Presentasi Mengenai Fungsi dan Peranan Pialang Asuransi III. Risk Survey/Collecting

Lebih terperinci

Apa itu Liberty Reserve?

Apa itu Liberty Reserve? Apa itu Liberty Reserve? Liberty Reserve merupakan suatu sistem pembayaran (payment system) yang digunakan oleh orangorang di internet. Liberty Reserve ini terintegrasi dengan suatu metode pembayaran dalam

Lebih terperinci

BAB 8 RENCANA TES PENERIMAAN

BAB 8 RENCANA TES PENERIMAAN BAB 8 RENCANA TES PENERIMAAN 8.1. PENDAHULUAN Tujuan dari penerimaan adalah mendapatkan pernyataan tertulis dari user bahwa produk (dalam hal ini sistem) yang dikirim sesuai dengan yang dijanjikan. Mendapatkan

Lebih terperinci

Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education

Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education Cambridge International Examinations Cambridge International General Certifi cate of Secondary Education BAHASA INDONESIA 0538/01 Paper 1 Reading and Understanding For Examination from 2016 SPECIMEN MARK

Lebih terperinci

LOSS PREVENTION POLICY DATE ISSUED : February 2000 AND PROCEDURE GUIDE DATE REVISED :

LOSS PREVENTION POLICY DATE ISSUED : February 2000 AND PROCEDURE GUIDE DATE REVISED : KEBIJAKSANAAN : Kecelakaan dan cedera yang berkenaan dengan penggunaan kendaraan bermotor dan alat pengangkutan lainnya harus dicegah. RUANG LINGKUP : Semua peralatan pengangkutan yang dioperasikan di

Lebih terperinci

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK PERU MENGENAI

PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK PERU MENGENAI PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK PERU MENGENAI PEMBEBASAN VISA BAGI PEMEGANG PASPOR DIPLOMATIK, PASPOR DINAS ATAU PASPOR SPESIAL Pemerintah Republik Indonesia dan

Lebih terperinci

Toraja Experience Tour 3 Hari 2 Malam

Toraja Experience Tour 3 Hari 2 Malam Toraja Experience Tour 3 Hari 2 Malam Hari 01 : Tiba di Makassar Tana Toraja (LD). Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pagi hari, dijemput dan langsung menuju Toraja (perjalanan ditempuh ± sekitar

Lebih terperinci

INFORMASI PENGISIAN APLIKASI ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER

INFORMASI PENGISIAN APLIKASI ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER INFORMASI PENGISIAN APLIKASI ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER INDONESIA MONITORING COMMITTEE 2012 Dapat diunduh dari situs IMC, http://imc.or.id/ SYARAT ASEAN CHARTERED PROFESSIONAL ENGINEER (ACPE)

Lebih terperinci

PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA

PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA i TESIS PROBLEMATIKA PENENTUAN AMBANG BATAS PARLEMEN (PARLIAMENTARY THRESHOLD) UNTUK PEMILIHAN UMUM DEWAN PERWAKILANRAKYAT REPUBLIK INDONESIA HIRONIMUS BAO WOLO No. Mhs.: 135201993/PS/MIH PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI

SKRIPSI ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI SKRIPSI ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI Diajukan oleh : KLANSINA IRENE DUWIRI NPM : 07 05 09701 Program Studi Program Kekhususan : Ilmu Hukum : Peradilan dan Penyelesaian Sengketa

Lebih terperinci

This Agreement shall be effective as of the date Perjanjian ini akan berlaku sejak tanggal efektif

This Agreement shall be effective as of the date Perjanjian ini akan berlaku sejak tanggal efektif PURCHASE AGREEMENT Number: This PURCHASE AGREEMENT (the "Agreement") is made effective this day of, 20, by and between PT. CARGILL INDONESIA, [Business Unit located at branch office ] (hereafter "Cargill")

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET TESIS IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET ROSALIA ARUM KUMALASANTI No. Mhs. : 135302014/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM GENERAL TERMS AND CONDITIONS

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM GENERAL TERMS AND CONDITIONS I. DEFINISI UMUM Dalam syarat dan ketentuan umum ( Syarat dan Ketentuan ) ini yang dimaksud dengan: 1. Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu adalah alat yang berupa Kartu Kredit, Kartu Debet, Kartu

Lebih terperinci

PT APPLE INDONESIA PURCHASE AGREEMENT PURCHASE ORDER TERMS AND CONDITIONS

PT APPLE INDONESIA PURCHASE AGREEMENT PURCHASE ORDER TERMS AND CONDITIONS PT APPLE INDONESIA PURCHASE AGREEMENT PURCHASE ORDER TERMS AND CONDITIONS THIS PURCHASE AGREEMENT (the "Agreement") sets forth the terms and conditions that apply to all purchases of goods and services

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA REGARDING COPYRIGHT WITH THE MERCY CF GOD ALMIGHTY

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA REGARDING COPYRIGHT WITH THE MERCY CF GOD ALMIGHTY UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA DENGAN RAH MAT TUHAN YANe MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INOCNESIA Mp.nimbang: a. bahwa Indonesia adalah negara yang rnerniliki keanekaragaman

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PENYERAHAN DATA DOKUMEN NASABAH TERHADAP PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK (STUDI KASUS: P.T. RASYA JAYA SEJAHTERA)

IMPLEMENTASI PENYERAHAN DATA DOKUMEN NASABAH TERHADAP PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK (STUDI KASUS: P.T. RASYA JAYA SEJAHTERA) IMPLEMENTASI PENYERAHAN DATA DOKUMEN NASABAH TERHADAP PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK (STUDI KASUS: P.T. RASYA JAYA SEJAHTERA) Oleh Ivana Bunga Wahyuni I Wayan Wiryawan Anak Agung Sri Indrawati Hukum

Lebih terperinci

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Latar belakang Situasi yang selalu berubah yang dihadapi pustakawan: pergantian pimpinan, perubahan peraturan, lingkungan pemustaka,

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR PM.13 TAHUN 2012 PM.13 NUMBER IN 2012

www.indolaw.org NOMOR PM.13 TAHUN 2012 PM.13 NUMBER IN 2012 www.indolaw.org PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA MINISTER OF TRANSPORTATION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR PM.13 TAHUN 2012 PM.13 NUMBER IN 2012 TENTANG PENDAFTARAN DAN KEBANGSAAN KAPAL

Lebih terperinci

HP CUSTOMER TERMS: SUPPORT KETENTUAN PELANGGAN ATAS DUKUNGAN HP

HP CUSTOMER TERMS: SUPPORT KETENTUAN PELANGGAN ATAS DUKUNGAN HP HP CUSTOMER TERMS: SUPPORT KETENTUAN PELANGGAN ATAS DUKUNGAN HP 1. Parties. These terms represent the agreement ( Agreement ) that governs the purchase of support services from the Hewlett-Packard Company

Lebih terperinci

TANGGUNG JAWAB PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH TERHADAP PEMBUATAN AKTA JUAL BELI BERDASARKAN KUASA MUTLAK

TANGGUNG JAWAB PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH TERHADAP PEMBUATAN AKTA JUAL BELI BERDASARKAN KUASA MUTLAK 0 JURNAL TANGGUNG JAWAB PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH TERHADAP PEMBUATAN AKTA JUAL BELI BERDASARKAN KUASA MUTLAK Disusun Oleh : SUDJATMIKO ADJI KURNIAWAN 106010200111008 PROGRAM STUDI MAGISTER KENOTARIATAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 35 Undang-undang Nomor 19 Tahun

Lebih terperinci

A N A L I S I S K E B I J A K A N P E N A N G G U L A N G A N K E M I S K I N A N K A B U P A T E N K U T A I K A R T A N E G A R A

A N A L I S I S K E B I J A K A N P E N A N G G U L A N G A N K E M I S K I N A N K A B U P A T E N K U T A I K A R T A N E G A R A e J o u r n a l A d m i n i s t r a t i v e R e f o r m, 2 0 1 3, 1 ( 3 ) : 656-677 I S S N 2 338-7637, a r. m i a n. f i s i p - u n m u l. a c. i d Љ C o p y r i g h t 2 0 1 3 A N A L I S I S K E B I

Lebih terperinci

POTENSI PRODUK UNGGULAN DAERAH BERBASIS INDIKASI GEOGRAFIS

POTENSI PRODUK UNGGULAN DAERAH BERBASIS INDIKASI GEOGRAFIS POTENSI PRODUK UNGGULAN DAERAH BERBASIS INDIKASI GEOGRAFIS 1 OLEH : DJULAEKA FH UNIV. TRUNOJOYO MADURA (TIM SENTRA HKI UTM) PRODUK UNGGULAN --- KOMODITAS UNGGULAN ESENSI PRODUK = HASIL OLAHAN BAHAN BAKU/KOMODITAS

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN REPUBLIK SINGAPURA TENTANG PENETAPAN GARIS BATAS LAUT WILAYAH KEDUA NEGARA DI BAGIAN BARAT

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1996 TENTANG PERAIRAN INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: 1. bahwa berdasarkan kenyataan sejarah dan cara pandang

Lebih terperinci

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pembahasan tentang pronoun mencakup beberapa topic yaitu: Personal, possessive and reflexive pronouns Personal, possessive and reflexive pronoun menjelaskan tentang kata

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK

SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK SYARAT DAN KETENTUAN ( SYARAT ) UNTUK PROGRAM UPGRADE STATUS HILTON HHONORS GOLD KAWASAN ASIA PASIFIK Istilah-istilah berikut mengandung arti seperti tertera dibawah ini kecuali konteks menyatakan lain:

Lebih terperinci

RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka)

RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka) JITEKGJ 2012. 9 (2) :46-50 dumal clan Teknologi terbitka.n di Jakarta Kedokteran Gigi FKG LIPDM (B) ABSTRAK RASA SAK1T DALAM PERAWATAN ORTODONTI (Kajian Pustaka) Pricillia Priska Sianita *StaiDepartemen

Lebih terperinci

Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan?

Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan? INDONESIAN Bagaimana jika Anda kurang setuju atas suatu keputusan? Jika Anda kurang setuju atas keputusan tentang hak-hak Anda, Anda berhak untuk meminta peninjauan kembali keputusan tersebut. Anda dapat

Lebih terperinci

Panduan Penggunaan Aplikasi Allianz EAZy Claim / Allianz EAZy Claim Application User Manual

Panduan Penggunaan Aplikasi Allianz EAZy Claim / Allianz EAZy Claim Application User Manual Panduan Penggunaan Aplikasi Allianz EAZy Claim / Allianz EAZy Claim Application User Manual I. Pendahuluan / Introduction PT. Asuransi Allianz Life Indonesia dengan bangga mempersembahkan Allianz eazy

Lebih terperinci

LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1999 NUMBER 42 OF 1999 TENTANG

LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1999 NUMBER 42 OF 1999 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 1999 NUMBER 42 OF 1999 TENTANG ON JAMINAN FIDUSIA FIDUCIARY DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MEMORANDUM ANTARA KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG DAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG KERJA SAMA DAN PERTUKARAN DI BIDANG PERTAHANAN

MEMORANDUM ANTARA KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG DAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG KERJA SAMA DAN PERTUKARAN DI BIDANG PERTAHANAN MEMORANDUM ANTARA KEMENTERIAN PERTAHANAN JEPANG DAN KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG KERJA SAMA DAN PERTUKARAN DI BIDANG PERTAHANAN Kementerian Kementerian Pertahanan Jepang dan Pertahanan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

www.betterwork.org/indonesia a PABRIK GARMEN Better Work Indonesia Betterworkindo PANDUAN KONSTRUKSI International Labour Organization

www.betterwork.org/indonesia a PABRIK GARMEN Better Work Indonesia Betterworkindo PANDUAN KONSTRUKSI International Labour Organization www.betterwork.org/indonesia a Better Work Indonesia Betterworkindo PABRIK GARMEN PANDUAN KONSTRUKSI Better Better Work Work Indonesia Indonesia didanai funded oleh: by : International Labour Organization

Lebih terperinci

BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL*

BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL* BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL* Oleh: Abdul Bari Azed 1. Kami menyambut baik pelaksanaan seminar ten tang Penegakan Hukum

Lebih terperinci

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc)

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) In Unit 1 we learned how make a passive sentence in this way: Uang itu diambil oleh Rina. But we can only do that if the Actor is a third person. (as with Rina

Lebih terperinci

PROCEDURE FOR OBTAINING A RESIDENCE VISA (KITAS, KITAP) (SPONSORED BY YOUR INDONESIAN SPOUSE) Source: Living in Indonesia Expat Forum

PROCEDURE FOR OBTAINING A RESIDENCE VISA (KITAS, KITAP) (SPONSORED BY YOUR INDONESIAN SPOUSE) Source: Living in Indonesia Expat Forum PROCEDURE FOR OBTAINING A RESIDENCE VISA (KITAS, KITAP) (SPONSORED BY YOUR INDONESIAN SPOUSE) Source: Living in Indonesia Expat Forum This article is a compilation of information found at the "Living in

Lebih terperinci

Bentuk Permohonan Izin Prinsip/Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal Application form for Principle License / Investment Expansion Principle License

Bentuk Permohonan Izin Prinsip/Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal Application form for Principle License / Investment Expansion Principle License LAMPIRAN I-A PERATURAN KEPALA BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN DAN TATA CARA PERIZINAN DAN NONPERIZINAN PENANAMAN MODAL REGULATION OF THE CHAIRMAN

Lebih terperinci

PERSETUJUAN ANT ARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGARIA MENGENAI PEMBEBASAN VISA BAGI PEMEGANG PASPOR DIPLOMATIK DAN DINAS

PERSETUJUAN ANT ARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGARIA MENGENAI PEMBEBASAN VISA BAGI PEMEGANG PASPOR DIPLOMATIK DAN DINAS PERSETUJUAN ANT ARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH HONGARIA MENGENAI PEMBEBASAN VISA BAGI PEMEGANG PASPOR DIPLOMATIK DAN DINAS Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Hongaria, selanjutnya

Lebih terperinci

INDONESIAN EARTHQUAKE STANDARD POLICY POLIS STANDAR ASURANSI GEMPA BUMI INDONESIA

INDONESIAN EARTHQUAKE STANDARD POLICY POLIS STANDAR ASURANSI GEMPA BUMI INDONESIA POLIS STANDAR ASURANSI GEMPA BUMI INDONESIA Bahwa Tertanggung telah mengajukan suatu permohonan tertulis yang menjadi dasar dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Polis ini, Penanggung akan memberikan

Lebih terperinci

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054 PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET LAPORAN TUGAS AKHIR Dibuat sebagai Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi

Lebih terperinci

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 A. MENJALANKAN PROGRAM MYOB ACCOUNTING Setelah yakin komputer Saudara dipasang dan diinstal Software MYOB Accounting Plus versi 13, maka ada 2

Lebih terperinci