DAFTAR ISI. Tahun Pelajaran 2012/

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DAFTAR ISI. Tahun Pelajaran 2012/"

Transkripsi

1 PEDOMAN PENGISIAN DAN PENULISAN BLANGKO IJAZAH DAN SKHUAMBN MI, MTs, MA KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH 2013

2

3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1 B. Pengertian C. Tujuan.. 1 D. Ruang Lingkup E. Sasaran.. 2 F. Jenis-jenis Blangko Ijazah dan SKHUAMBN Tahun Pelajaran 2012/ BAB II PETUNJUK PENGISIAN DAN PENULISAN BLANGKO IJAZAH... 4 A. Petunjuk Umum Penulisan Blangko Ijazah... 4 B. Petunjuk Khusus Penulisan Blangko Ijazah Halaman Depan 4 C. Petunjuk Khusus Penulisan Blangko Ijazah Halaman Belakang 7 BAB III PETUNJUK PENGISIAN BLANGKO SKHUAMBN... 9 A. Petunjuk Umum... 9 B. Petunjuk Khusus Penulisan dan Pengisian Blangko SKHUAMBN... 9 BAB IV PENUTUP LAMPIRAN I. Kode Provinsi dan Kabupaten/Kota II. Kode Provinsi III. Contoh Blangko Ijazah yang Sudah Diisi IV. Contoh Blangko SKHUAMBN yang Sudah Diisi ii

4 PEDOMAN PENGISIAN DAN PENULISAN BLANGKO IJAZAH DAN SKHUAMBN MI, MTs, MA BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Ijazah dan Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional ( SKHUAMBN) merupakan salah satu dokumen negara yang diperoleh peserta didik setelah menyelesaikan satuan pendidikan tertentu. Karena itu, kebenaran data dan informasi yang tercantum di dalamnya mutlak diperlukan. Ijazah dan SKHUAMBN diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Berdasarkan hal-hal tersebut, perlu adanya petunjuk pengisian dan penulisan blangko ijazah dan SKHUAMBN sebagai pedoman dalam pengelolaannya di madrasah. Diharapkan dengan adanya pedoman ini, dapat meningkatkan ketepatan, kebenaran dalam pengisian blangko ijazah dan SKHUAMBN, serta dapat meminimalisasi kesalahan dalam penulisan, sehingga penggunaan blangko menjadi lebih efisien. B. PENGERTIAN 1. Ijazah adalah surat pernyataan resmi dan sah yang menerangkan bahwa pemegangnya telah tamat belajar pada suatu jenjang pendidikan tertentu untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dapat juga dipergunakan dalam penentuan jenjang kepegawaian. 2. SKHUAMBN adalah surat pernyataan resmi dan sah yang menyatakan bahwa peserta didik telah mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional. 1

5 C. TUJUAN Buku Pedoman ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut: 1. Memberikan petunjuk secara umum tentang pengisian blangko Ijazah dan SKHUAMBN. 2. Memberikan petunjuk secara khusus tentang penulisan blangko Ijazah dan SKHUAMBN. 3. Memberikan contoh tentang penulisan blangko Ijazah dan SKHUAMBN untuk menghindari kesalahan. D. RUANG LINGKUP 1. Pedoman ini memuat jenis blangko ijazah dan SKHUAMBN, sistem pengkodean, petunjuk umum dan petunjuk khusus pengisian serta contoh blangko ijazah dan SKHUAMBN yang telah diisi. 2. Pedoman pengisian ijazah dan SKHUAMBN khusus pada satuan pendidikan (madrasah) di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. E. SASARAN 1. Pejabat atau petugas di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan panitia penyelenggara ujian yang ditunjuk untuk mengelola blangko ijazah dan SKHUAMBN. 2. Para kepala madrasah, guru dan petugas yang ditunjuk dalam pengelolaan blangko ijazah dan SKHUAMBN. F. JENIS-JENIS BLANGKO IJAZAH DAN SKHUAMBN 1. Jenis Blangko Ijazah terdiri atas : a. Blangko Ijazah tingkat Madrasah Ibtidaiyah; b. Blangko Ijazah tingkat Madrasah Tsanawiyah; c. Blangko Ijazah tingkat Madrasah Aliyah: 1) Program IPA 2) Program IPS 3) Program Bahasa 4) Program Keagamaan 2

6 2. Jenis Blangko SKHUAMBN terdiri atas : a. Blangko SKHUAMBN untuk Madrasah Ibtidaiyah; b. Blangko SKHUAMBN untuk Madrasah Tsanawiyah; c. Blangko SKHUAMBN untuk Madrasah Aliyah. 1) Program IPA 2) Program IPS 3) Program Bahasa 4) Program Keagamaan Semua jenis ijazah dibuat sesuai dengan ketentuan, sehingga adaptif dengan struktur kurikulum yang berlaku di madrasah tingkat dasar dan menengah. 3

7 BAB II PETUNJUK PENGISIAN DAN PENULISAN BLANGKO IJAZAH A. Petunjuk Umum Penulisan Blangko Ijazah 1. Yang berhak menulis dan mengisi Blangko Ijazah ialah Kepala Madrasah atau petugas yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah. 2. Pengisian dan Penulisan Blangko Ijazah Madrasah harus jelas dan rapi dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur/tidak mudah terhapus. 3. Yang berhak menandatangani dan menerbitkan Ijazah ialah Kepala Madrasah asal peserta didik yang sedang menjabat, tidak dapat ditandatangani oleh pelaksana tugas (Plt.) atau pelaksana harian (Plh.) Kepala Madrasah. 4. Dalam penulisan harus dihindari adanya kesalahan. Jika terjadi kesalahan tulisan, tidak boleh dicoret, di tip-ex atau ditimpa. Ijazah yang salah disilang dengan tinta warna hitam dari kedua sudut yang berlawanan, sebagai pernyataan blangko ijazah tersebut tidak sah lagi. Contoh: ijazah 5. Stempel Madrasah menggunakan tinta warna ungu dibubuhkan di antara pasfoto dan tanda tangan stempel harus menyentuh pasfoto. 6. Kode Provinsi dan Kabupaten/Kota adalah sesuai dengan indeks yang dikeluarkan Ditjen Pendidikan Islam, sebagaimana terlampir dalam lampiran I. B. Petunjuk Khusus Penulisan dan Pengisian Ijazah Halaman Depan 1. Diisi berturut-turut dengan kode jenis satuan pendidikan pada madrasah Penyelenggara, kode provinsi dan kabupaten/kota, klasifikasi surat Kemenag, nomor urut ijazah yang keluarkan oleh madrasah asal peserta didik, tahun pelaksanaan ujian nasional atau ujian madrasah. Contoh : MI. /01. /PP.01.1/0001/2013 Untuk MI di Provinsi Aceh MTs. /02. /PP.01.1/0001/2013 Untuk MTs di Provinsi Sumut MA. /03. /PP.01.1/0001/2013 Untuk MA di Provinsi Sumbar 4

8 Penjelasan MI. MTs. MA. : Singkatan satuan pendidikan madrasah dan nomor surat keluar dan tahun terbit ijazah pada madrasah tersebut. 01. : Kode Provinsi dan Kode Kabupaten/Kota. 02. : Kode Provinsi dan kode kabupaten/kota sesuai dengan kode A butir 6. PP.01.1 : Klasifikasi Surat Kementerian Agama untuk Bidang Pendidikan dan Pengajaran khususnya ijazah. 01. Untuk evaluasi dan ijazah 01.1 Untuk surat-surat yang berkenaan dengan evaluasi/ujian dan ijazah dari tingkat RA/BA, Madrasah, Diniyah, Pondok Pesantren sampai Perguruan Tinggi : nomor urut ijazah diatur dan diberikan oleh madrasah negeri/swasta yang berhak menerbitkan ijazah dimulai dari nomor 1 (satu) dengan diawali angka 0 (nol) sesuai dengan jumlah siswa yang berhak memperoleh ijazah : Tahun pelaksanaan Ujian Nasional dan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional serta Ujian Madrasah. 2. Diisi nama Madrasah yang berhak mengeluarkan ijazah sesuai dengan nomenklatur madrasah yang bersangkutan. Contoh : MA Negeri 13 Jakarta (untuk madrasah negeri) MA Nurul Huda (untuk madrasah swasta) 3. Diisi dengan nama pemegang/pemilik ijazah, ditulis dengan huruf kapital secara jelas dan tebal. Untuk MI sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/ kenal lahir/ bukti kelahiran yang sah. Untuk MTs dan MA, sesuai dengan yang tercantum pada ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan pada ijazah sebelumnya. Contoh : FATKHUL MANAN 5

9 4. Diisi dengan tempat, tanggal, bulan dan tahun kelahiran pemilik ijazah. Untuk MI sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/kenal lahir/bukti kelahiran yang sah, untuk MTs dan MA, sesuai dengan yang tercantum pada ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan pada ijazah/sttb sebelumnya. Contoh : Jakarta, 14 Oktober Diisi dengan nama orang tua pemegang ijazah Untuk MI sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/kenal lahir/bukti kelahiran yang sah. Untuk MTs dan MA, sesuai dengan yang tercantum pada ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan pada ijazah sebelumnya. Contoh : Ahmad Iskandar 6. Diisi dengan nomor induk pemilik ijazah sesuai dengan nomor yang tercantum pada Buku Induk di madrasah yang bersangkutan. Contoh : Diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional. Disesuaikan dengan nomor peserta Ujian Nasional. 8. Diisi tempat, tanggal, bulan, dan tahun penerbitan ijazah, adalah nama kabupaten/kota tempat penerbitan, diikuti tanggal penerbitan ijazah (disesuaikan dengan tanggal pengumuman hasil Ujian Nasional). Contoh : Jakarta, Nama kepala madrasah yang berwenang mengeluarkan dan menandatangani ijazah, dan dibubuhkan tanda tangannya. Bagi kepala madrasah yang pegawai negeri sipil mengisi NIP, sedangkan bagi kepala madrasah yang bukan PNS diisi tanda garis/strip ( ) Contoh : a. untuk yang PNS : Drs. H. Lukman Hakim, M.Pd. NIP b. untuk yang bukan PNS : Drs. H. Muhammad Sholeh, M.Pd. NIP Ditempel foto terbaru pemegang ijazah berukuran 3x4 hitam-putih atau berwarna menghadap ke depan. 11. Dibubuhkan cap tiga jari tengah siswa (telunjuk, jari tengah, jari manis) tangan kiri pemegang ijazah. 6

10 12. Dibubuhkan stempel yang harus menyentuh pasfoto. Stempel yang digunakan adalah stempel madrasah asal peserta didik C. Petunjuk Khusus Penulisan Ijazah Halaman Belakang 1. Ditulis nama pemilik ijazah dengan huruf kapital. Untuk MI, sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/kenal lahir/bukti kelahiran lain yang sah. Untuk MTs dan MA, sesuai dengan yang tercantum pada ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan pada ijazah sebelumnya. Contoh: BASSAM RAHMANA 2. Diisi tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahiran pemilik ijazah. Untuk MI sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/kenal lahir/bukti kelahiran yang sah, untuk MTs dan MA, sesuai dengan yang tercantum pada ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan ijazah. Contoh: Mataram, 17 Agustus Diisi dengan nomor induk pemilik ijazah sesuai dengan nomor yang tercantum pada Buku Induk Madrasah yang bersangkutan. Contoh : Diisi dengan nomor peserta Ujian Nasional. Disesuaikan dengan nomor peserta Ujian Nasional. Pengisian nilai rata-rata rapor : a. MI dari semester 7, 8, 9, 10, dan 11 b. MTs dari semester 1, 2, 3, 4, dan 5 c. MA dari semester 3, 4, dan 5 Pengisian nilai mata pelajaran pada ujian madrasah terdiri atas : 5. Pengisian nilai rata-rata rapor diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan dua desimal di belakang koma. 6. Pengisian nilai ujian madrasah diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan dua desimal di belakang koma. 7. Pengisian nilai madrasah diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan dua desimal di belakang koma. 8. Pengisian nilai rata-rata diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan dua desimal di belakang koma. 7

11 Pengisian nilai mata pelajaran pada ujian nasional terdiri atas : 9. Pengisian nilai madrasah diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan dua desimal di belakang koma. 10. Pengisian nilai ujian nasional diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan dua desimal di belakang koma. 11. Pengisian nilai akhir diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan satu desimal di belakang koma dengan pembulatan. 12. Pengisian nilai rata-rata diisi dengan rentang nilai 0 10 dengan satu desimal di belakang koma dengan pembulatan. 13. Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan ijazah adalah nama kabupaten/kota tempat penerbitan, diikuti dengan tanggal dan bulan penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan Ujian Nasional. 14. Nama kepala madrasah yang berwenang mengeluarkan dan menandatangani ijazah, dan dibubuhkan tanda tangannya. Bagi kepala Madrasah yang pegawai negeri sipil mengisi NIP, sedangkan bagi kepala madrasah yang bukan PNS diisi tanda garis/strip ( ) Contoh : a. untuk yang PNS : Dr. H. Kafa Billah M.Pd. NIP b. untuk yang bukan PNS : Dr. H. Romzi Farras, M.A NIP Tanda tangan kepala madrasah asal peserta didik. 8

12 BAB III PETUNJUK PENGISIAN DAN PENULISAN BLANGKO SKHUAMBN A. Petunjuk Umum 1. Yang berhak menulis dan mengisi blangko SKHUAMBN ialah Kepala Madrasah Penyelenggara Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional atau petugas yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah. 2. Pengisian dan Penulisan Blangko SKHUAMBN harus jelas dan rapi dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur/tidak mudah terhapus. 3. Yang berhak menandatangani dan menerbitkan SKHUAMBN ialah Kepala Madrasah Penyelenggara. 4. Dalam penulisan harus dihindari adanya kesalahan. Jika terjadi kesalahan tulisan tidak boleh dicoret, di tip-ex atau ditimpa. SKHUAMBN yang salah disilang dengan tinta warna hitam dari kedua sudut yang berlawanan, sebagai pernyataan blangko SKHUAMBN tersebut tidak sah digunakan. Contoh: SKHU AMBN 5. Stempel madrasah menggunakan tinta warna ungu dibubuhkan di antara pasfoto dan tanda tangan kepala madrasah, stempel harus menyentuh pasfoto. 6. Kode Provinsi adalah sesuai dengan indeks yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, sebagaimana terlampir dalam lampiran II. B. Petunjuk Khusus Penulisan dan Pengisian SKHUAMBN 1. Penomoran SKHUAMBN berdasarkan blangko SKHUAMBN yang diterbitkan oleh MI, MTs, dan MA penyelenggara adalah dengan kode Provinsi sebagaimana urutan dalam huruf A angka 6 (lampiran II), diikuti dengan nomor urut madrasah penyelenggara 9

13 Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MI, MTs, dan MA yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, dan diakhiri dengan Tahun Penerbitan SKHUAMBN. Contoh: 09/01/ adalah kode Provinsi DKI Jakarta adalah nomor urut madrasah penyelenggara UAMBN pada provinsi tersebut adalah tahun penerbitan SKHUAMBN 2. Diisi nama Madrasah Penyelenggara Ujian, yang berhak mengeluarkan SKHUAMBN sesuai dengan nomenklatur madrasah yang bersangkutan. Contoh : MI Negeri 13 Jakarta (untuk madrasah negeri), MI Nurul Huda (untuk madrasah swasta) 3. Diisi dengan nama pemegang/pemilik SKHUAMBN, ditulis dengan huruf kapital secara jelas dan tebal sesuai dengan yang tercantum ijazah/sttb/stl yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan pada ijazah/sttb/stl sebelumnya. Contoh : MUHAMMAD FIKRI 4. Diisi dengan tempat, tanggal, bulan, dan tahun kelahiran pemilik SKHUAMBN, sesuai dengan yang tercantum pada ijazah/sttb/stl yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan pada ijazah/sttb/stl sebelumnya. Contoh : Jakarta, 14 Oktober Diisi dengan nama orang tua pemegang SKHUAMBN Untuk MI sesuai dengan yang tercantum pada akte kelahiran/kenal lahir/bukti kelahiran yang sah. Untuk MTs dan MA, sesuai dengan yang tercantum pada ijazah/sttb yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya atau akte/dokumen kelahiran yang sah apabila terdapat kekeliruan penulisan pada ijazah/sttb sebelumnya. Contoh : H. M. Faisal Akbar 6. Diisi dengan nama dan alamat madrasah tempat siswa belajar, sesuai dengan nomenklatur madrasah yang berlaku. Untuk MI, MTs, atau MA yang menggabung diisi sesuai dengan dokumen nomenklatur madrasah penyelenggara. 10

14 Contoh : MTs Negeri 13 Jakarta (untuk madrasah negeri) MTs Nurul Huda (untuk madrasah swasta). 7. Diisi dengan nomor induk pemilik SKHUAMBN sesuai dengan nomor induk yang tercantum pada Buku Induk di Madrasah yang bersangkutan. Contoh : Diisi nilai mata pelajaran dan jumlah nilai Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional dengan angka dua digit di belakang koma dan ditulis dengan huruf sebagai penyebutan nilai angka. 9. Diisi tempat, tanggal, bulan, dan tahun penerbitan SKHUAMBN, adalah nama kabupaten/kota tempat penerbitan. Contoh : Jakarta, 24 Mei Nama kepala madrasah penyelenggara ujian yang berwenang mengeluarkan dan menandatangani SKHUAMBN, dan dibubuhkan tanda tangannya. Bagi kepala madrasah yang pegawai negeri sipil mengisi NIP, sedang bagi kepala madrasah yang bukan PNS diisi tanda garis/strip ( ) Contoh : a. untuk yang PNS : Dr. H. Lukman Hakim, M.Pd. NIP b. untuk yang bukan PNS : Dr. H. Muhammad Sholeh, M.Pd. NIP Tanda tangan kepala madrasah penyelenggara. 12. MI nomor Blangko SKHUAMBN, sudah tercetak pada blangko. 11

15 BAB IV PENUTUP Pedoman Pengisian Blangko Ijazah dan SKHUAMBN untuk MI, MTs dan MA tahun 2013 ini merupakan rambu-rambu dan pedoman bagi para petugas pengelola blangko Ijazah dan SKHUAMBN di satuan pendidikan (madrasah) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama. Dengan diterbitkannya buku ini, diharapkan proses pengisian serta penulisan blangko ijazah dan SKHUAMBN dapat berjalan lancar dan dapat terhindar dari kesalahan. 12

16 LAMPIRAN I KODE PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 16 Tahun

17 1. Provinsi Aceh (01) 1.1. Kabupaten Aceh Selatan Kabupaten Aceh Tenggara Kabupaten Aceh Timur Kabupaten Aceh Tengah Kabupaten Aceh Barat Kabupaten Aceh Besar Kabupaten Pidie Kabupaten Aceh Utara Kabupaten Simeuleu Kabupaten Aceh Singkil Kabupaten Bireuen Kota Banda Aceh Kota Sabang Kota Langsa Kota Lhokseumawe Kabupaten Nagan Raya Kabupaten Aceh Tamiang Kabupaten Gayo Luwes Kabupaten Bener Meriah Kabupaten Aceh Jaya Kabupaten Aceh Barat Daya Kabupaten Pidie Jaya Kota Subulussalam Provinsi Sumatera Utara (02) 2.1. Kabupaten Nias Kabupaten Tapanuli Selatan Kabupaten Tapanuli Utara Kabupaten Tapanuli Tengah Kabupaten Labuhan Batu Kabupaten Asahan Kabupaten Simalungun Kabupaten Dairi Kabupaten Karo Kabupaten Deli Serdang Kabupaten Langkat Kabupaten Toba Samosir Kabupaten Mandailing Natal Kota Sibolga Kota Tanjung Balai Kota Pematang Siantar Kota Tebing Tinggi Kota Medan Kota Binjai Kota Padang Sidempuan Kabupaten Pakpak Barat Kabupaten Serdang Bedagai Kabupaten Humbang Hasundutan Kabupaten Nias Selatan Kabupaten Samosir 25 15

18 3. Provinsi Sumatera Barat (03) 3.1. Kabupaten Pesisir Selatan Kabupaten Solok Kabupaten Sawah LuntoSijunjung Kabupaten Tanah Datar Kabupaten Padang Pariaman Kabupaten Agam Kabupaten 50 Koto Kabupaten Pasaman Kabupaten Kepulauan Mentawai Kota Padang Kota Solok Kota Sawahlunto Kota Padang Panjang Kota Bukit Tinggi Kota Payakumbuh Kabupaten Pasaman Barat Kabupaten Solok Selatan Kabupaten Darmasraya Kota Pariaman Provinsi Riau (04) 4.1. Kota Pekan Baru Kabupaten Indragiri Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Kota Dumai Kabupaten Kampar Kabupaten Bengkalis Kabupaten Kuantan Sengingi Kabupaten Pelelawan Kabupaten Siak Kabupaten Rokan Hulu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Jambi (05) 5.1. Kabupaten Kerinci Kabupaten Sarolangon kabupaten Batanghari Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kabupaten Bungo Kabupaten Merangin Kabupaaten Muara Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur Kabupaten Tebo Kota Jambi Provinsi Sumatera Selatan (06) Kabupaten Ogan Komering Ulu 01 Kabupaten Ogan Komerig Ilir 02 Kabupaten Muara Enim 03 Kabupaten Lahat 04 Kabupaten Musi Rawas 05 Kabupaten Musi Banyuasin 06 Kota Palembang 07 16

19 Kota Prabumulih 08 Kota Pagar Alam 09 Kota Lubuk Linggau 10 Kabupaten Banyuasin 11 Kabupaten Ogan Ilir 12 Kabupaten OKU Timur 13 Kabupaten OKU Selatan Provinsi Bengkulu (07) 7.1. Kabupaten Bengkulu Selatan Kabupaten Rejang Lebong Kabupaten Bengkulu Utara Kota Bengkulu Kabupaten Kaur Kabupaten Seluma Kabupaten Kepahiang Kabupaten Lebong Kabupaten Muko-Muko Provinsi Lampung (08) 8.1. Kabupaten Lampung Selatan Kabupaten Lampung Tengah Kabupaten Lampung Utara Kabupaten Lampung Barat Kabupaten Tulang Bawang Kabupaten Tanggamus Kabupaten Lampung Timur Kabupaten Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro Kabupaten Pesawaran Provinsi DKI Jakarta (09) 9.1. Kota Jakarta Selatan Kota Jakarta Timur Kota Jakarta Pusat Kota Jakarta Barat Kota Jakarta Utara Kabupaten Kepulauan Seribu Provinsi Jawa Barat (10) Kabupaten Bogor Kabupaten Sukabumi Kabupaten Cianjur Kabupaten Bandung Kabupaten Garut Kabupaten Tasikmalaya Kabupaten Ciamis Kabupaten Kuningan Kabupaten Cirebon Kabupaten Majalengka Kabupaten Sumedang Kabupaten Indramayu Kabupaten Subang Kabupaten Purwakarta Kabupaten Karawang 15 17

20 Kabupaten Bekasi Kota Bogor Kota Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Bekasi Kota Depok Kota Tasikmalaya Kota Cimahi Kota Banjar Provinsi Jawa Tengah (11) Kabupaten Cilacap Kabupaten Banyumas Kabupaten Purbalingga Kabupaten Banjamegara Kabupaten Kebumen Kabupaten Purworejo Kabupaten Wonosobo Kabupaten Magelang Kabupaten Boyolali Kabupaten Klaten Kabupaten Sukoharjo Kabupaten Wonogiri Kabupaten Karanganyar Kabupaten Sragen Kabupaten Grobogan Kabupaten Blora Kabupaten Rembang Kabupaten Pati Kabupaten Kudus Kabupaten Jepara Kabupaten Demak Kabupaten Semarang Kabupaten Temanggung Kabupaten Kendal Kabupaten Batang Kabupaten Pekalongan Kabupaten Pemalang Kabupaten Tegal Kabupaten Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal Provinsi D.I. Yogyakarta (12) Kabupaten Kulon Progo Kabupaten Bantul Kabupaten Gunung Kidul Kabupaten Sleman Kota Yogyakarta 05 18

21 13. Provinsi Jawa Timur (13) Kabupaten Pacitan Kabupaten Ponorogo Kabupaten Trenggalek Kabupaten Tulungagung Kabupaten Blitar Kabupaten Kediri Kabupaten Malang Kabupaten Lumajang Kabupaten Jember Kabupaten Banyuwangi Kabupaten Bondowoso Kabupaten Situbondo Kabupaten Probolinggo Kabupaten Pasuruan Kabupaten Sidoarjo Kabupaten Mojokerto Kabupaten.lombang Kabupaten Nganjuk Kabupaten Madiun Kabupaten Magetan Kabupaten Ngawi Kabupaten Bojonegoro Kabupaten Tuban Kabupaten Lamongan Kabupaten Gresik Kabupaten Bangkalan Kabupaten Sampang Kabupaten Pamekasan Kabupaten Sumenep Kota Kediri Kota Blitar Kota Malang Kota Probolinggo Kota Pasuruan Kota Mojokerto Kota Madiun Kota Surabaya Kota Batu Provinsi Kalimantan Barat (14) Kabupaten Sambas Kabupaten Pontianak Kabupaten Sanggau Kabupaten Ketapang Kabupaten Sintang Kabupaten Kapuas Hulu Kabupaten Bengkayang Kabupaten Landak Kota Pontianak Kota Singkawang Kabupaten Sekadu Kabupaten Melawi 12 19

22 15. Provinsi Kalimantan Tengah (15) Kabupaten Kota Waringin Barat Kabupaten Kota Waringin Timur Kabupaten Kapuas Kabupaten Barito Selatan Kabupaten Barito Utara Kota Palangkaraya Kabupaten Pulang Pisau Kabupaten Sukamara Kabupaten Lamandau Kabupaten Seruyan Kabupaten Katingan Kabupaten Gunung Mas Kabupaten Barito Timur Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Timur (16) Kabupaten Pasir Kabupaten Kutai Kertanegara Kabupaten Berau Kabupaten Bulongan Kabupaten Kutai Barat Kabupaten Kutai Timur Kabupaten Malinau Kabupaten Nunukan Kota Balikpapan Kota Samarinda Kota Tarakan Kabupaten Bontang Kabupaten Penajam Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Selatan (17) Kabupaten Tanah Laut Kabupaten Kota Baru Kabupaten Banjar Kabupaten Barito Kuala Kabupaten Tapin Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kabupaten Tabalong Kota Banjarmasin Kota Banjar Baru Kabupaten Balangan Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Bali (18) Kabupaten Jembrana Kabupaten Tabanan Kabupaten Badung Kabupaten Gianyar Kabupaten Klungkung Kabupaten Karangasem Kabupaten Buleleng 07 20

23 18.8. Kota Denpasar Provinsi Nusa Tenggara Barat (19) Kabupaten Lombok Barat Kabupaten Lombok Tengah Kabupaten Lombok Timur Kabupaten Sumbawa Kabupaten Dompu Kabupaten Bima Kota Mataram Kota Bima Kota Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (20) Kabupaten Sumba Barat Kabupaten Sumba Timur Kabupaten Kupang Kabupaten Timor Tengah Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara Kabupaten Belu Kabupaten Alor Kabupaten Flores Timur Kabupaten Sikka Kabupaten Ende Kabupaten Ngada Kabupaten Monggarai Kabupaten Lembata Kota Kupang Kabupaten Manggarai Barat Kabupaten Rote Provinsi Sulawesi Selatan (21) Kabupaten Selayar Kabupaten Bulukumba Kabupaten Bantaeng Kabupaten Jeneponto Kabupaten Takalar Kabupaten Gowa Kabupaten Sinjai Kabupaten Bone Kabupaten Maros Kabupaten Pangkajene & Kepulauan Kabupaten Barru Kabupaten Soppeng Kabupaten Wajo Kabupaten Sidereng Rappang Kabupaten Pinrang Kabupaten Enrekang Kabupaten Luwu Kabupaten Tana Toraja Kabupaten Luwu Utara Kota Makassar Kota Pare-Pare Kota Palopo Kabupaten Luwu Timur 23 21

24 22. Provinsi Sulawesi Tengah (22) 22.1 Kabupaten Banggai Kabupaten Poso Kabupaten Donggala Kabupaten Toli-Toli Kabupaten Banggai Kepulauan Kabupaten Morowali Kabupaten Buol Kota Palu Kabupate Parigi Moutong Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Utara (23) Kabupaten Bolaang Mongondow Kota Tomohon Kabupaten Kepulauan Sangihe Kota Manado Kota Bitung Provinsi Sulawesi Tenggara (24) Kabupaten Buton Kabupaten Munna Kabupaten Kolaka Utara Kabupaten Kolaka Kota Kendari Kota Bau-Bau Kabupaten Konawe Kabupaten Konawe Selatan Kabupaten Bombana Kabupaten Wakatobi Kabupaten Konawe Utara Kabupaten Buton Utara Provinsi Maluku (25) Kabupaten Buru Kabupaten Maluku Tenggara Kabupaten Maluku Tengah Kabupaten Seram Bagian Barat Kota Ambon Kabupaten Kepulauan Aru Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Papua (26) Kabupaten Merauke Kabupaten Jaya Wijaya Kabupaten Jayapura Kabupaten Puncak Jaya Kabupaten Yapen Waropen Kabupaten Biak Numfor Kabupaten Paniai Kabupaten Nabire Kabupaten Mimika Kota Jayapura Kabupaten Keerom 11 22

25 Kabupaten Sarmi Kabupaten Waropen Kabupaten Yahukimo Kabupaten Tolikora Kabupaten Bofendidul Kabupaten Mapi Kabupaten Asmat Kabupaten Pegunungan Bintang Kabupaten Supiori Provinsi Maluku Utara (27) KotaTernate Kabupaten Halmahera Utara Kabupaten Halmahera Tengah Kabupaten Halmahera Selatan Kabupaten Halmahera Timur Kabupaten Halmahera Barat Kabupaten Kepulauan Sula Kabupaten Tidore Kepulauan Provinsi Banten (28) Kabupaten Pandeglang Kabupaten Lebak Kabupaten Tangerang Kabupaten Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Provinsi Bangka Belitung (29) 9.1. Kota Pangkal Pinang Kabupaten Bangka Induk Kabupaten Bangka Tengah Kabupaten Bangka Selatan Kabupaten Bangka Barat Kabupaten Belitung Induk Kabupaten Belitung Timur Provinsi Gorontalo (30) Kabupaten Boalemo Kabupaten Gorontalo Kota Gorontalo Provinsi Sulawesi Barat (31) Kabupaten Polman Kabupaten Mamasa Kabupaten Majene Kabupaten Mamuju Kabupaten Mamuju Utara Provinsi Kepulauan Riau (32) 32.1 Kabupaten Kepulauan Riau Kota Batam Kabupaten Karimun Kabupaten Natuna KotaTanjung Pinang 05 23

26 32.6. Kabupaten Lingga Provinsi Papua Barat (33) 33.1 Kabupaten Fakfak Kabupaten Sorong Kabupaten Manokwari Kota Sorong Kabupaten Raja Ampat Kabupaten Sorong Selatan Kabupaten Kaimana Kabupaten Teluk Bintuni Kabupaten Teluk Wondaina 09 24

27 LAMPIRAN II KODE PROVINSI

28 1. Provinsi Aceh Provinsi Sumatera Utara Provinsi Sumatera Barat Provinsi Riau Provinsi Jambi Provinsi Sumatera Selatan Provinsi Bengkulu Provinsi Lampung Provinsi DKI Jakarta Provinsi Jawa Barat Provinsi Jawa Tengah Provinsi DI Yogyakarta Provinsi Jawa Timur Provinsi Kalimantan Barat Provinsi Kalimantan Tengah Provinsi kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Selatan Provinsi Bali Provinsi Nusa Tenggara Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur Provinsi Sulawesi Selatan Provinsi Sulawesi Tengah Provinsi Sulawesi Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Provinsi Maluku Provinsi Papua Provinsi Maluku Utara Provinsi Banten Provinsi Bangka Belitung Provinsi Gorontalo Provinsi Sulawesi Barat Provinsi Kepulauan Riau Provinsi Papua Barat 33 25

29 LAMPIRAN III CONTOH BLANGKO IJAZAH MI, MTs, DAN MA YANG SUDAH DIISI

30 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH IBTIDAIYAH Nomor :. 1 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Ibtidaiyah menerangkan bahwa : nama : 3.. tempat dan tanggal lahir : 4.. nama orang tua : 5.. nomor induk :.. 6 nomor peserta :.. 7 LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah NIP. MI

31 Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH IBTIDAIYAH : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : 1 : 2 : 3 : 4 No. I UJIAN MADRASAH Mata Pelajaran Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah *) 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/ Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Matematika 6. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan II MUATAN LOKAL Rata-Rata 8... *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. Mata Pelajaran Madrasah Ujian Nasional Akhir *) III UJIAN NASIONAL 1. Bahasa Indonesia Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Rata-Rata *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional NIP

32 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH IBTIDAIYAH Nomor : MI.02/02.18/PP.01.1/010/2013 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Ibtidaiyah.... menerangkan bahwa : nama : FATKHUL MANAN... tempat dan tanggal lahir : Medan, 2 Juni nama orang tua : AHMAD ISKANDAR..... nomor induk : nomor peserta : LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah Medan,.. 8 Juni Abdul Fatah, S.Pd.I.... NIP MI

33 DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH IBTIDAIYAH Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : FATKHUL MANAN.. : Medan, 2 Juni : : No. Mata Pelajaran Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah *) I UJIAN MADRASAH 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih...8, , ,00... d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Matematika 6. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya dan Keterampilan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan II MUATAN LOKAL Rata-Rata...8,30... *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. Mata Pelajaran Madrasah Ujian Nasional Akhir *) III UJIAN NASIONAL 1. Bahasa Indonesia Matematika...8, , , Ilmu Pengetahuan Alam Rata-Rata...7,6... *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional...Medan,.. 8 Juni Abdul Fatah, S.Pd.I... NIP

34 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH TSANAWIYAH Nomor :. 1 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Tsanawiyah menerangkan bahwa : nama : 3.. tempat dan tanggal lahir : 4.. nama orang tua : 5.. nomor induk :.. 6 nomor peserta :.. 7 LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah NIP.... MTs

35 Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta No. I UJIAN MADRASAH Mata Pelajaran DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH TSANAWIYAH : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : 1 : 2 : 3 : 4 Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah*) 1. Pendidikan Agama a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Bahasa Inggris Matematika 7. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan II 11. Pilihan a. Keterampilan b. Teknologi Informasi dan Komunikasi MUATAN LOKAL Rata-Rata... 8 *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. Mata Pelajaran Madrasah Ujian Nasional Akhir *) III UJIAN NASIONAL 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Rata-Rata *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional NIP

36 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH TSANAWIYAH Nomor : MTs.003/03.04/PP.01.1/0026/2013 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Tsanawiyah... Tanjung Emas... menerangkan bahwa : Negeri nama : SITI KHADIJAH.. tempat dan tanggal lahir : Tanah Datar, 14 September nama orang tua : Usman Effendi.... nomor induk : nomor peserta : LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah... Tanah Datar,... 1 Juni Drs. H. Zainuri Ahmad.... NIP MTs

37 Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta No. I UJIAN MADRASAH Mata Pelajaran DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH TSANAWIYAH : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : SITI KHADIJAH. : Tanah Datar, 14 September : : Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah*) 1. Pendidikan Agama a. Al-Qur an-hadis...8, , ,00... b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Bahasa Inggris Matematika 7. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan II 11. Pilihan a. Keterampilan b. Teknologi Informasi dan Komunikasi MUATAN LOKAL Rata-Rata...8,00... *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. Mata Pelajaran Madrasah Ujian Nasional Akhir *) III UJIAN NASIONAL 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris...9, , , Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Rata-Rata *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional...8, Tanah Datar,... 1 Juni Drs. H. Zainuri Ahmad... NIP

38 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH ALIYAH PROGRAM : ILMU PENGETAHUAN ALAM Nomor :. 1 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Aliyah menerangkan bahwa : 2 nama :.. 3 tempat dan tanggal lahir : 4.. nama orang tua :.. 5 nomor induk :.. 6 nomor peserta :.. 7 LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah NIP.... MA

39 Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta No. I UJIAN MADRASAH Mata Pelajaran DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH ALIYAH Program : Ilmu Pengetahuan Alam : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : 1 : 2 : 3 : 4 Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah *) 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Bahasa Inggris 6. Matematika Fisika Kimia Biologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah... Rata-Rata... 8 No. Mata Pelajaran Sekolah III UJIAN NASIONAL Ujian Nasional Akhir *) 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Biologi *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional Rata-Rata NIP

40 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH ALIYAH PROGRAM : ILMU PENGETAHUAN ALAM TAHUN PELAJARAN 2011/2013 Nomor : MA.010/09.01/PP.01.1/0126/2013 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Aliyah... Negeri 4 Jakarta.. menerangkan bahwa : nama : ABDUL SALAM.... tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 31 Agustus nama orang tua : Moh. Fauzie Halizain... nomor induk : nomor peserta : LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna Jakarta, 24 Mei 2013 cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah... Hj. Komariah, S.Pd.. NIP MA

41 Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta No. I UJIAN MADRASAH Mata Pelajaran DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH ALIYAH Program : Ilmu Pengetahuan Alam : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : ABDUL SALAM... : Jakarta, 31 Agustus : : Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah *) 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab...8, , , Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Biologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah Rata-Rata...8,00... No. Mata Pelajaran Sekolah III UJIAN NASIONAL Ujian Nasional Akhir *) 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika...8, , , Kimia Biologi Rata-Rata *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional...8,2... Jakarta, 24 Mei 2013 Hj. Komariah, S.Pd.. NIP

42 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH ALIYAH PROGRAM : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Nomor :. 1 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Aliyah menerangkan bahwa : nama : 3.. tempat dan tanggal lahir : 4.. nama orang tua : 5.. nomor induk : 6.. nomor peserta : 7.. LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah NIP... MA

43 Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta No. I UJIAN MADRASAH Mata Pelajaran DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH ALIYAH Program : Ilmu Pengetahuan Sosial : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : 1 : 2 : 3 : 4 Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah*) 1. Pendidikan Agama a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. III UJIAN NASIONAL Mata Pelajaran Rata-Rata... 8 Madrasah Ujian Nasional Akhir *) 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ekonomi Sosiologi Geografi Rata-Rata *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional NIP

44 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH ALIYAH PROGRAM : ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TAHUN PELAJARAN 2011/2013 Nomor : MA.015/13.37/PP.01.1/0020/2013 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Aliyah... Al Huda... Surabaya.. menerangkan bahwa : nama : MUHAMMAD SALMAN AL FARISI.. tempat dan tanggal lahir : Surabaya, 30 Agustus nama orang tua : Moh. Sholehuddin.... nomor induk : nomor peserta : LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna Surabaya..., 24 Mei 2013 cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah...dra. Hj. Siti Maemunah, M.Pd.... NIP MA

45 Kurikulum Nama Tempat dan Tanggal Lahir Nomor Induk Nomor Peserta No. I UJIAN MADRASAH Mata Pelajaran DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH ALIYAH Program : Ilmu Pengetahuan Sosial : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) : MUHAMMAD SALMAN AL FARISI.. : Surabaya, 30 Agustus : : Rata-Rata Rapor Ujian Madrasah Madrasah*) 1. Pendidikan Agama a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Bahasa Inggris Matematika Sejarah...8, , , Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. III UJIAN NASIONAL Mata Pelajaran Rata-Rata...8,50... Madrasah Ujian Nasional Akhir *) 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ekonomi...8, , , Sosiologi Geografi Rata-Rata *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional...8,4... Surabaya, 24 Mei Dra. Hj. Siti Maemunah, M.Pd.. NIP

46 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH ALIYAH PROGRAM : BAHASA Nomor :. Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Aliyah menerangkan bahwa : nama : 3.. tempat dan tanggal lahir : 4.. nama orang tua : 5.. nomor induk : 6.. nomor peserta : 7.. LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 1 pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah NIP... MA

47 DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH ALIYAH Program : Bahasa Kurikulum : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Nama : 1 Tempat dan Tanggal Lahir : 2 Nomor Induk : 3 Nomor Peserta : 4 No. Mata Pelajaran Rata-Rata Ujian Madrasah Madrasah *) Rapor I UJIAN MADRASAH 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Bahasa Inggris Bahasa 7. Matematika Sastra Indonesia 9. Antropologi Sejarah 11. Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan Rata-Rata... 8 *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. Mata Pelajaran Madrasah Ujian Nasional Akhir *) III UJIAN NASIONAL 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Antropologi Bahasa Rata-Rata *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional NIP.. 43

48 KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH ALIYAH PROGRAM : BAHASA Nomor : MA.003/03.14/PP.01.1/0081/2013 Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Madrasah Aliyah... Negeri.... Bukit Tinggi.. menerangkan bahwa : nama : SITI FATIMAH.... tempat dan tanggal lahir : Bukit Tinggi, 4 Januari nama orang tua : Moh. Irfan..... nomor induk : nomor peserta : LULUS dari satuan pendidikan berdasarkan hasil Ujian Nasional dan Ujian Madrasah serta telah memenuhi seluruh kriteria sesuai dengan peraturan perundang-undangan. pasfoto 3x4 hitam putih atau berwarna Bukit Tinggi, 24 Mei 2013 cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik ijazah Drs. H. Syamsidar, M.Ag. NIP MA

49 DAFTAR NILAI UJIAN MADRASAH ALIYAH Program : Bahasa Kurikulum : Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Nama : SITI FATIMAH... Tempat dan Tanggal Lahir : Bukit Tinggi, 4 Januari Nomor Induk : Nomor Peserta : No. Mata Pelajaran Rata-Rata Ujian Madrasah Madrasah *) Rapor I UJIAN MADRASAH 1. Pendidikan Agama Islam a. Al-Qur an-hadis b. Akidah-Akhlak c. Fikih d. Sejarah Kebudayaan Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia...8, , , Bahasa Arab Bahasa Inggris Bahasa Matematika Sastra Indonesia Antropologi Sejarah Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan *) Madrasah = 40% Rata-Rata Rapor + 60% Ujian Madrasah No. III UJIAN NASIONAL Mata Pelajaran Rata-Rata...8,00... Madrasah Ujian Nasional Akhir *) 1. Bahasa Indonesia Bahasa Inggris...8, , , Matematika Sastra Indonesia Antropologi Bahasa Rata-Rata...8,2... *) Akhir = 40% Madrasah + 60% Ujian Nasional Bukit Tinggi, 24 Mei 2013 Drs. H. Syamsidar, M.Ag.. NIP

KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara

KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara KABUPATEN - KOTA YANG MENGIRIM BUKU SLHD 2011 SESUAI JADWAL PENGIRIMAN 6 APRIL 2012 REGIONAL PROVINSI KABUPATEN/KOTA JUMLAH Bali Nusa Tenggara 2 Bali Kabupaten Badung 1 Kabupaten Bangli 1 Kabupaten Buleleng

Lebih terperinci

C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN)

C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) C. REKOMENDASI PUPUK N, P, DAN K PADA LAHAN SAWAH SPESIFIK LOKASI (PER KECAMATAN) DAFTAR ISI No. 01. Propinsi Nangroe Aceh Darussalam 10 / 136 23 1. Kabupaten Aceh Selatan 14 24 2. Kabupaten Aceh Sungkil

Lebih terperinci

DAERAH JUMLAH PROPINSI (A)

DAERAH JUMLAH PROPINSI (A) RINCIAN DANA KONTINJENSI UNTUK BANTUAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH YANG MENGALAMI SURPLUS MARJINAL SETELAH PENGALIHAN PERSONIL, PERALATAN, PEMBIAYAAN DAN DOKUMEN (P3D) Lampiran I NO DAERAH JUMLAH PROPINSI

Lebih terperinci

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 33/PMK.07/2011 TENTANG : ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN

Lebih terperinci

LAMPIRAN XIX PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XIX PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 1 Provinsi Sumatera Utara 39.666.323 2 Provinsi Sumatera Barat 41.853.286

Lebih terperinci

KAWASAN PERKEBUNAN. di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014

KAWASAN PERKEBUNAN. di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014 KAWASAN PERKEBUNAN di sampaikan pada roundtable pengembangan kawasan Makasar, 27 Februari 2014 FOKUS KOMODITI 1. Tebu 2. Karet 3. Kakao 4. Kopi (Arabika dan Robusta) 5. Lada 6. Pala 7. Sagu KAWASAN TEBU

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Utara 4 4 BNN Kab. Aceh Besar 5 Aceh 5 BNN Kab. Aceh Barat 6 6 BNN Kab. Subulussalam 7 7 BNN Kab.

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016)

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) NO PER 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Besar 4 4 BNN Kab. Aceh Barat

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA NO PROVINSI DK KABUPATEN JUMLAH PESERTA JML PESERTA PROVINSI 1 A C E H 1 Kab. Aceh Besar 30 180 2 Kab. Aceh Jaya 30 3 Kab. Bireuen 30 4 Kab. Pidie 30 5 Kota Banda Aceh 30 6 6 Kota Lhokseumawe 30 2 BANGKA

Lebih terperinci

NO. JUMLAH PENCA BERAT NO. JUMLAH PENCA BERAT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA

NO. JUMLAH PENCA BERAT NO. JUMLAH PENCA BERAT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA POPULASI PENCA LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 31/HUK/2010 TANGGAL : 26 APRIL 2010 TENTANG : PENETAPAN NAMA-NAMA PENYANDANG CACAT BERAT PENERIMA BANTUAN DANA JAMINAN SOSIAL TAHUN 2010 NO.

Lebih terperinci

RINCIAN ALOKASI TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DALAM APBN T.A. 2018

RINCIAN ALOKASI TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DALAM APBN T.A. 2018 RINCIAN ALOKASI TRANSFER KE DAERAH DAN DESA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA DALAM APBN T.A. BAGI HASIL DAK N FISIK TOTAL ALOKASI UMUM TA PROFESI DESA TA I Provinsi Aceh 126.402.087 76.537.898 19.292.417 396.906.382

Lebih terperinci

TARGET PROGRES BULANAN PROGRAM PAMSIMAS II TAHUN 2014

TARGET PROGRES BULANAN PROGRAM PAMSIMAS II TAHUN 2014 ROMS - 1 (kumulatif) 216 212 4 4 212 2 0 214 0 0 214 2 0 1 Nanggroe Aceh Darussalam 16 16 0 0 16 0 0 16 0 0 16 0 0 1 Aceh Besar 4 4 0 0 4 0 0 4 0 0 4 0 0 2 Pidie 4 4 0 0 4 0 0 4 0 0 4 0 0 3 Bireuen 8 8

Lebih terperinci

PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016

PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 PENGAJUAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Besar 4 4 BNN Kab. Aceh Barat 5 Aceh 5 BNN Kab. Subulussalam

Lebih terperinci

Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya

Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya Nomor Propinsi/Kabupaten/Kota Jumlah T-15 T-17 T-19 Jumlah biaya 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Nanggroe Aceh Drslm 30 17 11 2 Rp 4,971,210,858.00 1 Kab. Pidie 3 3 - - Rp 504,893,559.00 2 Kab. Aceh Utara 6 5 1 - Rp

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Utara 4 4 BNN Kab. Aceh Besar 5 Aceh 5 BNN Kab. Aceh Barat 6 6 BNN Kab. Subulussalam 7 7 BNN Kab.

Lebih terperinci

KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012

KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012 KABUPATEN KOTA YANG SUDAH MENGIRIM BUKU SLHD 2011 PER 20 APRIL 2012 NAMA DAERAH Kabupaten Kota Total Bali NT 19 2 21 Bali 7 1 8 Kabupaten Badung 1 1 Kabupaten Bangli 1 1 Kabupaten Buleleng 1 1 Kabupaten

Lebih terperinci

Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014

Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014 Daftar Instansi Pemerintah Daerah Yang Mendapatkan Formasi Khusus Tenaga Dokter PTT 2014 Keadaan sampai dengan 12 Agustus 2014 NO WILAYAH KERJA KANTOR REGIONAL I YOGYAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH Pemerintah

Lebih terperinci

LAMPIRAN XV PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XV PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 RINCIAN DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PANAS BUMI MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten NAD (Nangroe Aceh Darussalam) Aceh Barat 246.087 Aceh Besar 15.652 Aceh Jaya 110.251 Aceh Singkil 3162.965 Aceh Tamiang 9919.959 Aceh Timur 5466.242 Kota Banda Aceh

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI Manual Prosedur Edisi Pertama September 2013 1 Banten Banten Banten 1. Barat 2. Barat Daya 3. Besar 4. Jaya 5. Selatan 6. Singkil 7. Tamiang 8. Tengah 9. Tenggara 10.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa guna mendukung

Lebih terperinci

RINCIANALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2007, TAHUN ANGGARAN 2008, DAN TAHUN ANGGARAN 2009 YANG DIALOKASIKAN DALAM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

Lebih terperinci

TRIWULAN IV (Oktober-Desember 2014)

TRIWULAN IV (Oktober-Desember 2014) Total 33 JAWA TENGAH 2 3375 KOTA PEKALONGAN 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 100,00 Sangat Mendukung 14 RIAU 1 1471 KOTA PEKAN BARU 2 2 0 2 2 2 2 2 2 2 95,00 Sangat Mendukung 21 KEPULAUAN RIAU 1 2171 KOTA BATAM 2 1

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar (Perbatasan) No Provinsi No Kabupaten / Kota Status 1 Sambas Perbatasan 2 Bengkayang Perbatasan 1 Kalimantan Barat

Lebih terperinci

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMP TAHUN 2012

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMP TAHUN 2012 KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMP TAHUN 2012 No Provinsi Kab/Kota 1 Nanggro Aceh Darussalam Kab. Aceh Jaya Kab. Aceh Nagan Raya Kab. Aceh Singkil Kab. Aceh Tenggara

Lebih terperinci

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1105 ACEH BARAT 1105 ACEH BARAT

Lebih terperinci

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab.

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab. ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882,904.00 2 Kab. Bangka DBH SDA 57,289,532,092.00 3 Kab. Bangka DAU

Lebih terperinci

Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality)

Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) Code Propinsi/Kabupaten/Kota (Province/Regency/Municipality) 1100 Prov. Dista Aceh 1100 Prov. Dista Aceh 1105 Kab. Aceh Barat 1105 Kab. Aceh Barat 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1101 Kab. Aceh Selatan 1102 Kab. Aceh Tenggara

Lebih terperinci

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012

KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012 KAB/KOTA PRIORITAS SASARAN DIKLAT GURU PENGEMBANG MATEMATIKA JENJANG SMK TAHUN 2012 No. Provinsi Kab/Kota 1 Provinsi Nangroe Aceh Kab. Aceh Barat Darussalam Kab. Aceh Barat Daya Kab. Aceh Jaya Kab. Aceh

Lebih terperinci

Jumlah No. Provinsi/ Kabupaten Halaman Kabupaten Kecamatan 11. Provinsi Jawa Tengah 34 / 548

Jumlah No. Provinsi/ Kabupaten Halaman Kabupaten Kecamatan 11. Provinsi Jawa Tengah 34 / 548 4. Kota Bekasi 23 109 5. Kota Bekasi 10 110 6. Kabupaten Purwakarta 17 111 7. Kabupaten Bandung 43 112 8. Kodya Cimahi 3 113 9. Kabupaten Sumedang 26 114 10. Kabupaten Garut 39 115 11. Kabupaten Majalengka

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 kd_ prov PROVINSI kd_ kota KOTA/KABUPATEN NILAI FASILITASI NILAI OUTPUT NILAI AKHIR 35 JAWA TIMUR 3501 KAB. PACITAN 90,2 100,0

Lebih terperinci

PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS BUMI TAHUN ANGGARAN 2007

PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS BUMI TAHUN ANGGARAN 2007 PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS BUMI TAHUN ANGGARAN 2007 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 PMK.07/2007 TENTANG PENETAPAN

Lebih terperinci

DAERAH PENGHASIL DAN RENCANA PENERIMAAN SEKTOR PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2003

DAERAH PENGHASIL DAN RENCANA PENERIMAAN SEKTOR PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2003 I Nanggroe Aceh Darusallam 27,000,000 1,201,858,630 1,228,858,630 27,000,000 30,670,630 0 1,085,445,000 0 85,743,000 1 Kab. Nagan Raya KK 0 309,348,000 309,348,000 0 0 0 309,348,000 0 0 2 Kab. Aceh Barat

Lebih terperinci

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003

LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003 LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : 517 K/81/MEM/2003 TANGGAL : 14 April 2003 DAERAH PENGHASIL DAN DASAR PENGHITUNGAN BAGIAN DAERAH PENGHASIL SEKTOR PERTAMBANGAN UMUM UNTUK

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA FASILITASI PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 PROVINSI KOTA/KABUPATEN P P M Pelatihan Sosiali sasi RLF MK Infrastruktur LOCAL GOV'T BLM NILAI KINERJA

Lebih terperinci

ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN No Daerah DBH CHT

ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN No Daerah DBH CHT 2012, No.885 4 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 141/PMK.07/2012 TENTANG ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2010 ALOKASI KURANG BAYAR DANA

Lebih terperinci

Nama Penyedia Alamat Penyedia Lokasi Pabrik (Provinsi) Merk : PT. LAMBANG JAYA : JL. RAYA HAJIMENA KM 14 NO. 165 NATAR - LAMPUNG SELATAN - LAMPUNG

Nama Penyedia Alamat Penyedia Lokasi Pabrik (Provinsi) Merk : PT. LAMBANG JAYA : JL. RAYA HAJIMENA KM 14 NO. 165 NATAR - LAMPUNG SELATAN - LAMPUNG Nama Penyedia Alamat Penyedia Lokasi Pabrik (Provinsi) Merk : PT. LAMBANG JAYA : JL. RAYA HAJIMENA KM 14 NO. 165 NATAR - LAMPUNG SELATAN - LAMPUNG : INDO JARWO TRANSPLANTER - LJ-RTP2040 Periode : Januari

Lebih terperinci

RINCIAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH

RINCIAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH 5 2012, No.1235 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 197/PMK.07/2012 TENTANG ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 RINCIAN ALOKASI DEFINITIF

Lebih terperinci

RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012

RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46/PMK.07/2012 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (T) Daftar Daerah T [LEMBAGA PENGELOLA DANA PENDIDIKAN] DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar () No 6 7 Provinsi

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO. DK KABUPATEN/KOTA 1 DKI 1 Kota Jakarta Selatan 50 250 2 Kota Jakarta Barat 50 3 Kota Jakarta Timur 50 4 Kota Jakarta

Lebih terperinci

Lampiran 1 Nomor : 7569 /D.3.2/07/2017 Tanggal : 26 Juli Daftar Undangan

Lampiran 1 Nomor : 7569 /D.3.2/07/2017 Tanggal : 26 Juli Daftar Undangan Lampiran 1 Nomor : 7569 /D.3.2/07/2017 Tanggal : 26 Juli 2017 Daftar Undangan 1. Kepala Badan Pengembangan SDM Kabupaten Banjarnegara 2. Kepala Badan Pengembangan SDM Kabupaten Banyumas 3. Kepala Badan

Lebih terperinci

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 212 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 KEMENTERIAN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 1 IKHTISAR MENURUT SATKER

Lebih terperinci

LAMPIRAN XVII PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XVII PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 Pendidikan Kesehatan dan KB Perumahan, Air Minum, dan Kedaulatan Pangan

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI KKG PAI KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO 1 DKI JAKARTA 6 630 1 Jakarta Pusat 110 2 Jakarta Utara 110 3 Jakarta Barat 110 4 Jakarta Selatan 135 5 Jakarta Timur 135

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN, AGUS D.W. MARTOWARDOJO.

MENTERI KEUANGAN, AGUS D.W. MARTOWARDOJO. LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR /PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI KURANG BAYAR DAN BAGI HASIL PAJAK DAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2009 DAN TAHUN ANGGARAN 2010 YANG DIALOKASIKAN

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH DAN JUMLAH PIUTANG AWAL DANA PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011

DAFTAR DAERAH DAN JUMLAH PIUTANG AWAL DANA PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH TAHUN ANGGARAN 2011 6 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor 5/PMK.07/2014 TENTANG PENYELESAIAN PIUTANG PEMERINTAH KEPADA PEMERINTAH DAERAH ATAS SISA DANA PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DAERAH

Lebih terperinci

Rekap Progress Quick Status 2015 Tingkat Kelurahan/Desa Reguler Tahun 2015 dana APBN Status: 17 November 2015

Rekap Progress Quick Status 2015 Tingkat Kelurahan/Desa Reguler Tahun 2015 dana APBN Status: 17 November 2015 Rekap Progress Quick Status 2015 Tingkat Kelurahan/ Reguler Tahun 2015 dana APBN Status: 17 vember 2015 T1 T2 T3 SPM SP2D Nasional 1449 1304 1279 867 818 120 113 20.99 1442 7 1 NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.39/MEN/2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR KEP.32/MEN/2010 TENTANG PENETAPAN KAWASAN MINAPOLITAN

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota 1 2 3 4 1. Aceh 12 5 1 Kabupaten Aceh Barat Aceh 2 Kabupaten Nagan Raya Aceh 3 Kabupaten

Lebih terperinci

Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019)

Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019) Daftar Daerah yang Melaksanakan Pilkada Serentak Tahun 2018 (Masa Jabatan Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah Berakhir Tahun 2018 dan Tahun 2019) No Provinsi Akhir Masa Jabatan 1. Sumut 17-06-2018 2. Sumsel

Lebih terperinci

B. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota Wilayah Indonesia Barat

B. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota Wilayah Indonesia Barat LAMPIRAN UNDANGAN (PEMERINTAH DAERAH) A. Sekretaris Daerah Provinsi Wilayah Barat 1. Sekretaris Daerah Provinsi Aceh 2. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara 3. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATEN TRIWULAN-II 2014 KINERJA OUTPUT PROGRAM PERIODE : APRIL-JUNI 2014 PROVINSI KOTA/KABUPATEN PARTS MISKIN PARTS PERP PEMILU BKM REALISASI DDUB TRIDAYA SELESAI KUALITAS INFRA

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013

PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013 PERKEMBANGAN REALISASI ANGGARAN SATKER LINGKUP BKP PER 11 NOVEMBER 2013 SATKER PAGU REALISASI % DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN PROVINSI DKI JAKARTA 3,025,650,000 2,207,781,900 72.97 BADAN KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014

NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014 NAMA SATKER LINGKUP BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2014 NO NAMA SATKER BADAN KETAHANAN PANGAN, KEMENTERIAN PERTANIAN DKI JAKARTA 1 DINAS KELAUTAN DAN PERTANIAN PROVINSI DKI JAKARTA

Lebih terperinci

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Katalog Plasma Nutfah Tanaman Pangan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Jl. Tentara Pelajar No.3 A, Bogor 16111 Tel. 0251-337975 Fax. 0251-338820 E-mail.

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar () No Provinsi Kabupaten / Kota Status Sambas Bengkayang 1 Kalimantan Barat Sanggau Sintang Kapuas Hulu Nunukan 2

Lebih terperinci

Daftar Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T)

Daftar Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) Page 1 of 7 Daftar Daerah, Terdepan dan Terluar (3T) Daftar Daerah, Terdepan dan Terluar No Provinsi Kabupaten / Kota Status 1 Kalimantan Barat 2 Kalimantan Timur 3 Sulawesi Utara 4 Nusa Tenggara Timur

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 275/KMK

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 275/KMK KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 275/KMK.06/4 TANGGAL 31 MEI 4 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI DAN GAS ALAM TAHUN ANGGARAN 4

Lebih terperinci

Lampiran 1 Nomor : 7570 /D.3.2/07/2017 Tanggal : 26 Juli Daftar Undangan

Lampiran 1 Nomor : 7570 /D.3.2/07/2017 Tanggal : 26 Juli Daftar Undangan Lampiran 1 Nomor : 7570 /D.3.2/07/2017 Tanggal : 26 Juli 2017 Daftar Undangan 1. Kepala Badan Pengembangan SDM Kabupaten Aceh Barat 2. Kepala Badan Pengembangan SDM Kabupaten Aceh Barat Daya 3. Kepala

Lebih terperinci

PETA KAPASITAS FISKAL KABUPATEN/KOTA

PETA KAPASITAS FISKAL KABUPATEN/KOTA Provinsi Nangroe Aceh Darussalam 1 Kab. Aceh Barat 0,3460 Rendah 2 Kab. Aceh Besar 0,3684 Rendah 3 Kab. Aceh Selatan 0,4836 Rendah 4 Kab. Aceh Singkil 5 Kab. Aceh Tengah 6 Kab. Aceh Tenggara 0,5461 Sedang

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA No BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

Nama Propinsi dan Kabupaten Susenas 2001 Propinsi Kabupaten Nama Propinsi/Kabupaten Prop. Dista Aceh Kab. Simeulue Kab.

Nama Propinsi dan Kabupaten Susenas 2001 Propinsi Kabupaten Nama Propinsi/Kabupaten Prop. Dista Aceh Kab. Simeulue Kab. Nama Propinsi dan Kabupaten Susenas 2001 Propinsi Kabupaten Nama Propinsi/Kabupaten 11 00 Prop. Dista Aceh 11 01 Kab. Simeulue 11 02 Kab. Aceh Singkil 11 03 Kab. Aceh Selatan 11 04 Kab. Aceh Tenggara 11

Lebih terperinci

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 No 1 Kab. Aceh Selatan 2 Kab. Aceh Singkil 3 Kab. Aceh Tengah

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 TENTANG PENETAPAN SIMPUL JARINGAN TRANSPORTASI JALAN UNTUK TERMINAL PENUMPANG TIPE A DI SELURUH INDONESIA DIREKTUR JENDERAL

Lebih terperinci

RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 178/PMK.07/2016 TENTANG : RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/ KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2016 RINCIAN DANA BAGI

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN LOKASI

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN LOKASI 2013, No.1161 4 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

Tabel 2 Perkembangan dan Proyeksi Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Tertinggal KODE KABUPATEN

Tabel 2 Perkembangan dan Proyeksi Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Tertinggal KODE KABUPATEN 1101 Simeulue 62,52 62,70 62,75 62,84 62,91 62,98 63,05 63,12 63,21 63,29 63,38 63,46 63,55 63,63 63,72 1102 Aceh Singkil 63,16 64,00 64,27 64,46 64,69 64,92 65,10 65,28 65,58 65,89 66,19 66,49 66,79 67,10

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 451/KMK.07/2001 TENTANG PENETAPAN RINCIAN JUMLAH DANA KONTINJENSI UNTUK BANTUAN KEPADA PEMERINTAH DAERAH YANG MENGALAMI SURPLUS MARJINAL SETELAH PENGALIHAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 211 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 DEPARTEMEN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 SEMULA SETELAH 1 IKHTISAR

Lebih terperinci

DAFTAR PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH AKHIR JABATAN AKHIR JABATAN

DAFTAR PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH AKHIR JABATAN AKHIR JABATAN DAFTAR PEMILU KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA 1 Jambi 3/8/2010 2 Kalimantan Tengah 4/8/2010 5/6/2010 3 Kalimantan Selatan 5/8/2010 4 Sulawesi Utara 13/08/2010 5 Sumatera Barat

Lebih terperinci

UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011

UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011 UNDANGAN PEMASUKAN PENAWARAN Nomor : 005/PAN-PPBJ/KPAN/III/2011 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Komisi Penanggulangan AIDS Nasional mengundang calon penyedia barang/jasa guna berpartisipasi mengajukan penawaran

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA JALAN IMAM BONJOL NO. 29 JAKARTA

KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA JALAN IMAM BONJOL NO. 29 JAKARTA KOMISI PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA JALAN IMAM BONJOL NO. 29 JAKARTA TELP. 31937223 FAX. 3157759 PENGUMUMAN E-LELANG ITEMIZED KATALOG PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR TAHUN 2018 NOMOR : 12/PENGUMUMAN-BP/Katalog/IV/2018

Lebih terperinci

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 Berikut Informasi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah dikeluarkan masing-masing Regional atau Kabupaten

Lebih terperinci

PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI BAGI NELAYAN

PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI BAGI NELAYAN PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI BAGI NELAYAN NO Provinsi No Kabupaten/Kota 1 Aceh 12,991 7,812 1 Kab. Aceh Barat 175 139 2 Kab. Aceh Besar 278 230 3 Kab. Aceh Selatan 1,881 1,261 4 Kab. Aceh Singkil 754

Lebih terperinci

RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2017

RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2017 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 43/PMK.07/2017 TENTANG : RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/ KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2017 RINCIAN DANA BAGI

Lebih terperinci

LAMPIRAN XI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 RINCIAN DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM DAN I Provinsi Aceh 9.206.521-9.206.521

Lebih terperinci

DAFTAR PERKIRAAN PRODUKSI HASIL HUTAN DAN RENCANA LUAS AREAL

DAFTAR PERKIRAAN PRODUKSI HASIL HUTAN DAN RENCANA LUAS AREAL Lampiran Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6301/Kpts-VI/2002 Tanggal : 13 Juni 2002 DAFTAR PERKIRAAN PRODUKSI HASIL HUTAN DAN RENCANA LUAS AREAL YANG AKAN DITERBITKAN IZINNYA TAHUN 2002 NO. PROPINSI

Lebih terperinci

2011, Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara R

2011, Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara R BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA 615, 2011 KEMENTERIAN KEUANGAN. DBH. Pajak. Cukai. Tahun Anggaran 2011 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 161/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI KURANG BAYAR

Lebih terperinci

Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki / Unit

Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki / Unit Nama Penyedia : PT Suzuki Indomobil Sales Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 19 - Pulogadung, Jakarta Merk : Suzuki Type : DT 15A Periode : 1 Januari 2016-31 Desember 2016 Ongkos Kirim Mesin Tempel OBM Suzuki

Lebih terperinci

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH

ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2011 NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JUMLAH LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 96/PMK.07/2011 TENTANG : PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 33/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL

DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL LAMPIRAN A1 : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 09/PRT/M/2009 TANGGAL : 17 APRIL 2009 DAFTAR DAERAH PENERIMA ALOKASI DANA STIMULUS FISKAL NO PROVINSI KABUPATEN/KOTA KET 1 N A D KABUPATEN ACEH TIMUR

Lebih terperinci

REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015

REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015 REKAPITULASI REALISASI ANGGARAN PER SATKER PER KEWENANGAN TAHUN ANGGARAN 2015 KONDISI PER TANGGAL 4 JULI 2015 No. SATKER PAGU ANGGARAN (RP.) REALISASI (RP.) % 1 019032 DINAS KELAUTAN, PERTANIAN DAN KETAHANAN

Lebih terperinci

PNBP PSDH DR IIUPH

PNBP PSDH DR IIUPH NO KABUPATEN PENGHASIL I Provinsi NAD 1 Kab. Aceh Pidie 45,191,594.95 93,844,410.59 0.00 2 Kab. Aceh Utara 57,595,868.62 115,391,211.08 0.00 3 Kab. Aceh Timur 135,159,630.33 564,872,995.78 0.00 4 Kab.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN PENETAPAN ALOKASI DANA STIMULAN

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 12 APRIL 2016)

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 12 APRIL 2016) DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 12 APRIL 2016) NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA 1 PROV. MALUKU UTARA 2 PROV.

Lebih terperinci

Lampiran Surat No : KL /BIII.1/1022/2017. Kepada Yth :

Lampiran Surat No : KL /BIII.1/1022/2017. Kepada Yth : Lampiran Surat No : KL.01.01.01/BIII.1/1022/2017 Kepada Yth : Provinsi Banten 1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten 2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak 3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang

Lebih terperinci

Sifat : dilaksanakan pada. Nomor 4r5/K7u/Yljr/2an. NPHD paling lambat. NPHD pa.ling lambat. Jakarta, I {guatus 20 1?

Sifat : dilaksanakan pada. Nomor 4r5/K7u/Yljr/2an. NPHD paling lambat. NPHD pa.ling lambat. Jakarta, I {guatus 20 1? KOMISI PEMIUHAN UMTJfi REPTJBUK INDOIIESIA Nomor 4r5/K7u/Yljr/2an Sifat : Perihal : Ralat Surat Ketua KPU Nomor 436 I KPU lvll / 2Ol7 Jakarta, I {guatus 20 1? Kepada Yth. 1. Ketua KPU Provinsi; 2. Ketua

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA No BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

Pariwisata. Sentra DAK REGULER. dan Pertanian. dan. Kawasan. Kedaulatan Berencana Pariwisata Pariwisata. Pariwisata.

Pariwisata. Sentra DAK REGULER. dan Pertanian. dan. Kawasan. Kedaulatan Berencana Pariwisata Pariwisata. Pariwisata. RINCIAN ALOKASI DANA ALOKASI KHUSUS () FISIK MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TA 2017 RINCIAN ALOKASI DANA ALOKASI KHUSUS () FISIK MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TA 2017 (dalam jutaan rupiah) Nama Kelautan

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS

DATA DASAR PUSKESMAS DATA DASAR PUSKESMAS DATA KONDISI PUSKESMAS, PUSTU DAN POLINDES DATA KONDISI KENDARAAN DI PUSKESMAS DATA TENAGA DI PUSKESMAS (Keadaan Akhir Desember 2011) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA,

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 243/PMK.07/2010 TENTANG : ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2010

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 243/PMK.07/2010 TENTANG : ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2010 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 243/PMK.07/2010 TENTANG : ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2010 ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/241/2016 TENTANG DATA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PER AKHIR DESEMBER TAHUN 2015

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/241/2016 TENTANG DATA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PER AKHIR DESEMBER TAHUN 2015 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/241/2016 TENTANG DATA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PER AKHIR DESEMBER TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK

Lebih terperinci

2011, No Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Negara Republik Indone

2011, No Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Negara Republik Indone No.10, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Dana Bagi Hasil. SDA. Minyak dan Gas Bumi.2008 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 05/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI KURANG

Lebih terperinci

2016, No Cukai Hasil Tembakau untuk provinsi/kabupaten/kota yang diusulkan oleh Gubernur kepada Menteri Keuangan ditetapkan dengan Peraturan Me

2016, No Cukai Hasil Tembakau untuk provinsi/kabupaten/kota yang diusulkan oleh Gubernur kepada Menteri Keuangan ditetapkan dengan Peraturan Me BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.461, 2016 KEMENKEU. Dana. Bagi Hasil. Cukai Hasil Tembakau. Rincian. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47/PMK.07/2016 TENTANG RINCIAN DANA BAGI HASIL

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N :

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA M E M U T U S K A N : KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2001 TANGGAL 31 DESEMBER 2001 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN DAERAH KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2002 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 5 FEBRUARI 2016)

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 5 FEBRUARI 2016) DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 5 FEBRUARI 2016) NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA 1 PROV. MALUKU UTARA 2 PROV.

Lebih terperinci

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 275 / KMK.06 / 2004 TENTANG

SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 275 / KMK.06 / 2004 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 275 / KMK.06 / 2004 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN JUMLAH DANA BAGIAN DAERAH DARI SUMBER DAYA ALAM MINYAK BUMI

Lebih terperinci

2011, No.11 2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran

2011, No.11 2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran No.11, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Dana Bagi Hasil. SDA. Pertambangan Umum. 2007 2009. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI

Lebih terperinci

Lampiran Surat Nomor : 331/KN.320/J/07/2016 Tanggal : 14 Juli 2016

Lampiran Surat Nomor : 331/KN.320/J/07/2016 Tanggal : 14 Juli 2016 Provinsi Bali 1. Kabupaten Badung 2. Kabupaten Bangli 3. Kabupaten Buleleng 4. Kabupaten Gianyar 5. Kabupaten Jembrana 6. Kabupaten Karangasem 7. Kabupaten Klungkung 8. Kabupaten Tabanan 9. Kota Denpasar

Lebih terperinci