Maria Luise Viana Amri**, Faridah Aini*, Rosalina* Program Studi Keperawatan-STIKES Ngudi Waluyo Ungaran

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Maria Luise Viana Amri**, Faridah Aini*, Rosalina* Program Studi Keperawatan-STIKES Ngudi Waluyo Ungaran"

Transkripsi

1 PENGARUH TERAPI GUIDED IMAGERY AND MUSIC (GIM) TERHADAP SKALA NYERI LUKA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA (SC) DI RSUD ENDE Maria Luise Viana Amri**, Faridah Aini*, Rosalina* Program Studi Keperawatan-STIKES Ngudi Waluyo Ungaran ABSTRAK Nyeri adalah masalah yang paling mendominasi pada post operasi sectio caesarea (SC). Terapi guided imagery and music (GIM) dapat menimbulkan relaksasi dengan pelepasan endorfin untuk mengurangi nyeri. GIM merupakan tindakan mandiri perawat yang mengombinasikan bimbingan imajinasi dan musik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi GIM terhadap skala nyeri luka pasien post operasi SC di RSUD Ende. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Populasi adalah pasien post operasi SC di RSUD Ende. Sampel diambil menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel 28 orang (14 responden kelompok kontrol dan 14 responden kelompok intervensi). Variabel independen adalah terapi GIM dan variabel dependen adalah skala nyeri luka. Skala nyeri luka diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil uji Wilcoxon Test pada kelompok kontrol adalah p value = 1,000 (α = 0,05) dan pada kelompok intervensi p value = 0,000 (α = 0,05), sedangkan hasil uji Mann Whitney pada kedua kelompok adalah p value = 0,000 (α = 0,05). Dari hasil penelitian ini terbukti terapi GIM dapat mempengaruhi skala nyeri luka pasien post operasi SC di RSUD Ende. Saran dari peneliti terapi GIM direkomendasikan sebagai intervensi mandiri perawat untuk mengurangi nyeri luka post operasi SC. Kata kunci: Terapi GIM, skala nyeri luka. ABSTRACT Pain is the most dominating issue in post-sectio caesareas (SC). Guided imagery and music (GIM) therapy can make relaxation and the release of endorphins to reduce pain. GIM therapy is one of the nursing intervention which combine guided imagery and music. The purpose of this study is to determine the effect of GIM therapy on wound pain scale of post sectio caesarea patients at RSUD Ende. The design was quasy experiment with nonequivalent control group design. Population patient of post SC at RSUD Ende. Samples were taken by purposive sampling based on inclusi and exclusi criteria. There were 28 samples (14 respondents as the control group and 14 respondents as the intervention group). Independent variable was GIM therapy and dependent variable was wound pain scale. The wound pain scale was measured by Numeric Rating Scale (NRS). The analysis result of Wilcoxon Test in the control group p = 1,000 (α = 0,05), and the intervention group p = 0,000 (α = 0,05), while the result of Mann Whitney Test of both group p = 0,000 (α = 0,05). The result of this study indicate that GIM therapy has proven to reduce wound pain scale of post-sc patient at RSUD Ende. GIM therapy is recommended for independent nursing intervention to reduce post-sc pain. Keywords: GIM therapy, wound pain scale. *Dosen Program Studi Keperawatan STIKES Ngudi Waluyo Ungaran **Mahasiswa Program Studi Keperawatan STIKES Ngudi Waluyo Ungaran dan perawat RSUD Ende - NTT

2 PENDAHULUAN Sectio caesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut (Mochtar, 1998 dalam Jitowiyono & Weni, 2012). Masalah paling umum terjadi post operasi SC adalah nyeri karena kerusakan kontinuitas jaringan yang disebabkan pelepasan mediator kimia yang kemudian mengaktivasi nosiseptor dan memulai transmisi nosiseptif (Whalley, et al. 2008). Nyeri yang tidak teratasi dapat mengakibatkan berbagai masalah pada ibu, yaitu Activity Daily Living (ADL) dan mobilisasi ibu menjadi terbatas karena adanya peningkatan intensitas nyeri apabila ibu bergerak. Dampak terhadap bayi yaitu dalam pemberian ASI, sebagai makanan terbaik dan mempunyai banyak manfaat bagi bayi tidak dapat diberikan secara optimal (Purwandari, 2009 dalam Kristiani & Latifah, 2013). Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan dua cara yaitu farmakologis dan non farmakologis. Secara farmakologis dengan menggunakan obat analgesik, sedangkan non farmakologis dapat diberikan terapi guided imagery and music (GIM). Terapi GIM merupakan gabungan antara terapi imajinasi dan musik. Menurut penciptanya sendiri, Helen L. Bonny (1990) yang dikutip dalam Djohan (2006) GIM adalah proses yang terjadi ketika imajinasi yang ditimbulkan selama mendengarkan musik. Hasil studi pendahuluan tanggal 05 Juni 2015 kepada kepala ruangan nifas I RSUD Ende didapatkan, umumnya pasien post SC yang mengalami nyeri penanganan berfokus pada farmakologis yaitu pemberian analgesik. Sedangkan untuk terapi non farmakologis yang diajarkan adalah menarik nafas dalam, akan tetapi untuk terapi GIM belum pernah diterapkan dalam mengatasi nyeri post SC. Terapi GIM sudah diteliti sebelumnya oleh Falupi (2014). Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian Falupi adalah sesi terapi, dimana pada penelitian sebelumnya terapi dilakukan 3 kali selama 3 hari sedangkan pada penelitian ini dilakukan 1 kali terapi. Hal ini sesuai teori yang dikemukakan Djohan, (2006) yaitu terapi GIM dapat dilakukan dengan sesi yang lebih pendek dan dimodifikasi sesuai kondisi yang dihadapi. Perbedaan lainnya adalah pada penelitian sebelumnya kedua kelompok tetap diberikan terapi farmakologis berupa obat analgesik non opoid dan selanjutnya diberikan terapi GIM hanya pada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada penelitian ini kedua kelompok tidak dipengaruhi terapi analgesik dan hanya diberikan terapi GIM pada kelompok intervensi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh terapi GIM terhadap skala nyeri luka post operasi SC di RSUD Ende. Manfaat penelitian ini diharapkan setelah mengetahui dan mempelajari terapi GIM dapat menjadi salah satu intervensi mandiri keperawatan dalam mengatasi nyeri pasien post SC. BAHAN dan CARA Desain penelitian ini quasi eksperimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa terapi GIM, sedangkan kontrol tidak. Kedua kelompok diawali dengan pengukuran skala nyeri (pre tes), dan setelah diberikan perlakukan, kembali dilakukan pengukuran skala nyeri (pos tes). Penelitian dilakukan RSUD Ende khususnya di 2 ruangan nifas yaitu nifas I, II dan nifas III. Waktu penelitian tanggal Agustus Populasi pada penelitian pasien post operasi sectio cesarea. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah pasien operasi SC pertama kali, berusia tahun, dengan anastesi spinal, post operasi SC pada hari ke 2, tepatnya setelah 4 jam

3 pemberian analgesik selesai, yang bersedia menjadi responden. Sedangkan kriteria eksklusi pasien post operasi SC yang mengalami keterbatasan fisik maupun mental yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik (tuna rungu, tuna grahita), gangguan kejiwaan, kegawatdaruratan, mengalami komplikasi, penurunan kesadaran, dan dengan skala nyeri luka berat yaitu Instrumen penelitian adalah prosedur terapi GIM dan numeric pain scale (NPS). Alat yang digunakan adalah satu buah alat pemutar musik berupa mp3, satu buah earphone, jam, buku dan balpoint. Sampel dipilih secara selangseling. Peneliti menjelaskan pada pasien tentang tujuan, manfaat, prosedur penelitian dan menanyakan kesediaan menjadi responden dan yang bersedia menandatangani informed consent. Skala nyeri luka pre tes pada kedua kelompok diukur dengan menggunakan NPS. Setelah itu kelompok intervensi diberikan terapi GIM: selama 20 menit. Sedangkan kelompok kontrol tidak tetapi tetap mendapatkan asuhan keperawatan sesuai standar ruangan. Pengukuran skala nyeri post tes pada kelompok intervensi dilakukan 10 menit setelah diberikan terapi GIM sedangkan kelompok kontrol diukur skala nyeri luka 30 menit setelah pengukuran skala nyeri luka pre tes. Analisa skala nyeri luka pasien post operasi SC sebelum dan sesudah terapi GIM pada kedua kelompok, dengan data disajikan dalam bentuk numerik yang dijelaskan dengan median, nilai minimal dan maksimal pada confidence interval (CI) 95%. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi GIM terhadap skala nyeri luka pasien post operasi SC di RSUD Ende. Dalam analisa perlu dilakukan uji normalitas data menggunakan Saphiro Wilk dan hasilnya data tidak berdistribusi normal. Lalu dilakukan uji homogenitas data dengan Mann Whitney hasilnya kedua kelompok data pre test mempunyai varians homogen, sehingga kedua kelompok bisa dibandingkan. HASIL 1. Tabel 1 Gambaran Skala Nyeri Luka Sebelum dan Sesudah Diberikan Terapi GIM Pada Kelompok Kontrol dan Intervensi di RSUD Ende. Skala nyeri luka Kelompok intervensi Kelompok kontrol Pre Post Pre Post tes tes tes tes Median Min Max CI 95 % 5,6499-6,4929 3,8800-4,5486 5,4743-6,2399 5,4743-6,2399 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan skala nyeri luka sebelum diberikan terapi GIM pada kelompok intervensi paling rendah sebesar 5, paling tinggi sebesar 7, dan median 6 sedangkan pada kelompok kontrol paling rendah sebesar 5, paling tinggi 7, dan median 6. Skala nyeri luka setelah diberikan terapi GIM pada kelompok intervensi paling rendah sebesar 3, paling tinggi sebesar 5, dan median 4 sedangkan pada kelompok kontrol paling rendah sebesar 5, paling tinggi 7, dan median Tabel 3 Perbedaan Skala Nyeri Luka Sebelum dan Sesudah Diberikan Terapi GIM Pada Kelompok Intervensi dan Kontrol di RSUD Ende. Mean Rank Uji Wilcoxon Signed Rank Test Kelompok intervensi Kelompok kontrol Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah 0,00 7,50 0,00 0,000 Z -3,557 0,00 P value 0,000 1,000 Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui hasil analisis data pada kelompok intervensi menggunakan didapatkan p value = 0,000 (α = 0,05), sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan skala nyeri luka post

4 operasi SC sebelum dan sesudah pemberian terapi GIM. Hasil analisis data pada kelompok kontrol juga didapatkan p value = 1,000 (α = 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan skala nyeri luka post operasi SC di RSUD Ende sebelum dan sesudah penelitian. 3.Tabel 5. Pengaruh Terapi GIM Terhadap Skala Nyeri Luka Pasien Post Opersi SC di RSUD Ende. Variabel N Mean Rank Skala Nyeri Post test 14 8,07 Kelompok Intervensi Skala Nyeri Post test Kelompok Kontrol 14 20,93 Z p value -4,309 0,000 Berdasarkan tabel 5 terlihat hasil analisis data menggunakan Mann Whitney Test didapatkan p value = 0,000 (α = 0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan terapi GIM terhadap skala nyeri luka pasien post operasi SC di RSUD Ende. PEMBAHASAN 1. Skala Nyeri Luka Post Operasi SC Sebelum dan Sesudah Dilakukan Terapi GIM Pada Kelompok Kontrol dan Intervensi. Nyeri pasca operasi merupakan efek samping perlengketan jaringan akibat operasi yang dikarenakan adanya luka sebagai akibat terputusnya continuitas jaringan (Dongoes, 2002 dalam Jitowiyono & Weni, 2012). Pada saat sel saraf rusak, maka terbentuklah zat-zat kimia seperti bradikinin, serotonin dan enzim proteotik. Kemudian zat-zat tersebut merangsang dan merusak ujung saraf reseptor nyeri dan rangsangan tersebut akan dihantarkan ke hypothalamus melalui saraf asenden sehingga individu mengalami nyeri. Andarmoyo (2013), mengungkapkan proses atau mekanisme nyeri akan melalui beberapa tahapan yaitu: (1) stimulus, jika terjadi maka stimulasi itu akan diubah menjadi impuls saraf pada saraf afren primer, (2) transduksi adalah proses rangsangan yang mengganggu sehingga menimbulkan aktivitas listrik yang akan diterima ujung-ujung saraf, dimana terjadi perubahan patofisiologis karena mediatormediator kimia yang keluar menimbulkan nyeri, (3) transmisi merupakan proses penerusan impuls nyeri dari nosiseptor saraf perifer melewati cornu dorsalis dan corda spinalis menuju korteks serebri, (4) modulasi adalah proses pengendalian internal oleh sistem saraf, dapat meningkatkan atau mengurangi penerusan impuls nyeri melalui endorfin yang dikeluarkan oleh sel otak dan neuron di spinalis. Hasil penelitian didapatkan responden pada kelompok intervensi dan kontrol saat pre test mempunyai skala nyeri luka rata-rata sama yaitu dari 5-7. Dalam penelitian ini responden pada kelompok kontrol berusia antara tahun, dengan jumlah responden terbanyak berusia 33 tahun, 3 orang dan 34 tahun, 3 orang. Sedangkan pada kelompok intervensi berusia tahun, dengan jumlah responden terbanyak berusia 27 tahun 3 orang. Hal ini sesuai dalam teori yang dikemukakan oleh Prawirohardjo, S (2005), masa reproduksi sehat yaitu usia tahun, sedangkan faktor resiko kehamilan sering terjadi antara usia < 20 tahun dan > 35 tahun. Responden baik kelompok kontrol maupun intervensi memiliki memiliki skala nyeri yang tidak sama yaitu dari 5-7. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan Kozier et al. (2010) yang menjelaskan nyeri merupakan sensasi yang tidak menyenangkan dan sangat individual dan tidak dapat dibagi dengan orang lain. Potter & Perry (2005) juga menjelaskan bahwa tidak ada individu yang mengalami nyeri yang sama dan tidak ada dua kejadian nyeri yang sama menghasilkan respons atau perasaan yang identik pada seorang individu. Hasil penelitian, kedua kelompok tidak ada skala nyeri luka 8 atau lebih. Skala nyeri pre test pada kedua kelompok responden berkisar 5-7. Dalam

5 penelitian ini bahkan ada 3 responden pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol yang mengalami skala nyeri luka 5. Menurut peneliti hal ini disebabkan pengukuran skala nyeri pre test dilakukan tidak langsung pada hari pertama post operasi SC namun pada hari ke dua. Hal ini dipengaruhi proses adaptasi responden terhadap nyeri yang dirasakan. Dalam teorinya. Potter & Perry (2005) mengungkapkan individu pada usia dewasa lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru yang akan mempengaruhi respon responden terhadap tingkat kecemasan, dimana kecemasan berbanding lurus dengan skala nyeri. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Falupi, dkk (2014) pada pasien post SC, dimana pengukuran skala nyeri pre test responden dilakukan 7 jam post SC dan hasilnya sebagian besar mengalami nyeri dengan intensitas 9. Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa skala nyeri sesudah diberikan terapi GIM pada kelompok kontrol berada pada rentang skala 5-7. Sedangkan kelompok intervensi berada pada skala 3-4. Hal ini menunjukkan pada kelompok kontrol tidak ada seorang responden pun yang mengalami perubahan skala nyeri luka. Pada kelompok intervensi sebagian besar responden mengalami perubahan skala nyeri sebesar 2, hanya 2 orang responden mengalami perubahan sebesar Perbedaan Skala Nyeri Luka Pasien Post Operasi SC Sebelum dan Sesudah Diberikan GIM Pada Kelompok Intervensi dan Kontrol Dalam uji Wilcoxon Signed Rank Test pada skala nyeri pre dan post kelompok intervensi menunjukkan p value = 0,000 (α = 0,05), sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan skala nyeri luka pada pasien post operasi SC di RSUD Ende sebelum dan setelah diberikan terapi GIM, sedangkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test pada skala nyeri pre dan post kelompok kontrol menunjukkan p value = 1,000 (α = 0,05), sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan skala nyeri luka post operasi SC di RSUD Ende sebelum dan sesudah penelitian pada kelompok kontrol. Beberapa faktor mungkin mempengaruhi terjadinya perbedaan skala nyeri luka pada kelompok intervensi pasien post operasi SC sebelum dan diantaranya usia, lingkungan, tingkat pendidikan dan koping individu. Dalam penelitian ini yang menjadi responden kelompok intervensi berusia antara tahun. Responden berada pada usia dewasa awal. Dalam teorinya Black dan Jane (2014) mengatakan bahwa usia dapat mengubah persepsi dan pengalaman nyeri. Menurut persepsi orang dewasa nyeri dapat berarti kelemahan, kegagalan atau kehilangan kontrol. Usia berkaitan dengan pengalaman dan kematangan jiwa, sehingga pada usia dewasa lebih cepat beradaptasi terhadap tingkat kecemasan, dimana kecemasan ini berbanding lurus dengan intensitas nyeri. Faktor lingkungan, seperti fasilitas ruangan juga berbeda-beda, dimana di ruang nifas kelas I dan II memiliki fasilitas dan tingkat kenyamanan yang lebih baik dibandingkan nifas III. Walaupun demikian pada saat melakukan terapi GIM di ruang nifas III, peneliti meminta bantuan bidan atau perawat ruangan untuk meminta keluarga keluar ruangan hingga terapi selesai diberikan. Hal ini yang membuat skala nyeri antara responden di ruangan nifas I dan II tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nifas III. Short (2003) dalam Falupi (2015) menjelaskan GIM dilakukan di ruangan yang tenang dan kondusif di rumah sakit, akan tetapi ada beberapa keadaan yang dapat mengganggu dalam proses pelaksanaan GIM, seperti interupsi dari orang maupun staf dan suara-suara mengganggu lainnya. Responden akan mudah berkonsenterasi terhadap apa yang disampaikan terapis jika suasana nyaman. Dalam penelitian ini tingkat pendidikan kelompok intervensi sebagian besar adalah perguruan tinggi 10

6 orang (71,43%). Beberapa penelitian menunjukkan tidak ada hubungannya tingkat pendidikan dengan nyeri pasien namun berpengaruh dalam proses penyerapan informasi. Faucett, et. al. (1994) dalam Kristiani & Latifah (2013) pada 543 pasien pasca bedah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dan tingkat pendidikan. Harsono (2009), tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang mendukung peningkatan pengetahuan yang berkaitan dengan daya serap informasi. Tingkat pengetahuan yang cukup membuat responden dapat menerima dan memahami penjelasan yang diberikan sehingga dapat melakukan terapi sesuai dengan yang diinstruksikan. Koping individu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi skala nyeri luka. Penelitian oleh Novita, (2012) menyebutkan ada perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi standar pada pasien post operasi ORIF di ruang rawat nginap RSUDAM propinsi Lampung dengan p value < 0,05. Penelitian oleh Branon, Feist & Updegraff (2013) dalam Falupi (2014), GIM dapat mengurangi nyeri, kesemasan, kesedihan, dan kehilangan, stres dan burnout situasi, trauma, pemikiran negatif, kenangan lama dan membebani yang perlu diselesaikan. Nyeri pasca operasi merupakan efek samping yang terjadi setelah menjalani operasi, disebabkan perlengketan jaringan akibat operasi dikarenakan luka akibat terputusnya continuitas jaringan (Dongoes, 2002 dalam Jitowiyono & Weni, 2012). Pada saat sel saraf rusak karena trauma jaringan akibat operasi, maka terbentuklah zat-zat kimia seperti bradikinin, serotonin dan enzim proteotik. Kemudian zat-zat tersebut merangsang dan merusak ujung saraf reseptor nyeri dan rangsangan tersebut akan dihantarkan ke hypothalamus melalui saraf asenden sehingga individu mengalami nyeri. Selain dihantarkan ke hypotalamus nyeri dapat menurunkan stimulasi terhadap reseptor mekanik sensitive pada termosensitif sehingga dapat juga menyebabkan atau mengalami nyeri Skala nyeri luka pasien post operasi pada kelompok kontrol dapat dipengaruhi faktor koping individu, dimana pada kelompok kontrol tidak diberikan terapi non farmakologis dalam hal ini terapi GIM, yang dapat meningkatkan koping sehingga mengurangi skala nyeri. Selain itu pengukuran skala nyeri pada pre dan post test kelompok kontrol hanya berselang 30 menit, dimana dalam waktu singkat responden tidak mengalami penurunan nyeri walaupun sedikit. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Black dan Jane (2014), yang menjelaskan nyeri pasien dapat diatasi dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Terapi farmakologis mengahambat produksi prostaglandin atau pelepasan serotinin, menggantikannya dengan efek menurunkan atau meredakan nyeri pada neurotransmiter. Sedangkan terapi non farmakologis merupakan intervensi fisik dan kognitif-perilaku, dimana terapi GIM dapat mengubah persepsi responden terhadap nyeri yang dirasakan. 3. Pengaruh Terapi GIM Terhadap Skala Nyeri Luka Pasien Post Operasi SC di RSUD Ende. Hasil uji Mann Whitney Test menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi GIM terhadap skala nyeri luka pasien post operasi SC di RSUD Ende. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p value = 0,000 (α = 0,05), disimpulkan ada pengaruh pemberian terapi GIM terhadap skala nyeri luka pasien post operasi SC di RSUD Ende. Pada penelitian ini kelompok intervensi diberikan perlakuan berupa terapi GIM sedangkan kelompok kontrol tidak. Penurunan skala nyeri luka tampak terjadi pada kelompok intervensi. Hal yang sama dikemukakan Branon, Feist & Updegraff (2013) dalam Falupi (2014), GIM dapat mengurangi nyeri, kesemasan,

7 kesedihan, dan kehilangan, stres dan burnout situasi, trauma, pemikiran negatif, kenangan lama dan membebani yang perlu diselesaikan. Terapi GIM merupakan tindakan mandiri seorang perawat dalam mengatasi respon nyeri pasien. Terapi GIM merupakan gabungan antara guided imagery dengan terapi musik yang dalam pelaksanaannya, perawat membimbing pasien berimajinasi sambil mendengarkan musik memberikan rasa rileks pada seseorang sehingga dapat mengurangi nyeri. Terapi GIM dilakukan dalam 4 tahap yang pertama tahap prelude, dilakukan 10 menit, karena pada fase awal pasien sering mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi dan rileksasi sehingga peneliti membutuhkan waktu yang lebih lama. Selama masa prelude, perhatian pasien lebih fokus pada apa yang diucapkan peneliti. Peneliti meminta pasien untuk tidur atau duduk dengan posisis yang nyaman dan rileks. Fase ini mulai dapat menciptakan rasa nyaman dan relaksasi pada pasien meskipun pasien tampak lebih rileks pada fase selanjutnya. Fase induction berlangsung 2 menit. Secara umum pada fase ini perawat memberikan sugesti verbal untuk merilekskan tubuh pasien, mengurangi ketegangan sehingga mencapai efek positif tertentu. Fase music-imagery experience, pasien mendengarkan musik sambil berimajinasi hal yang menyenangkan. Fase ini berlangsung selama 3 menit. Mekanisme fisiologi yang tepat belum ditemukan, namun beberapa teori termasuk distraksi, pelepasan opoid endogen, atau disasosiasi terlibat di dalamnya. Alur auditori berintraksi dengan sistem opiat endogen dibeberapa fosi di dalam otak, termasuk hipotalamus dan sistem limbik. Area ini diketahui memproyeksikan grisea periventrikel (PVG), yang mengakibatkan adanya mekanisme yang berkontribusi pada penurunan atau peredaan nyeri melalui aktivitas pada cerebral maupun respon medula spinalis yang diatur oleh serat desendens dari nukleus rafi dan lokus sereleus. Menurunnya nyeri dicapai melalui respon fisiologis terhadap relaksasi yang diatur oleh hipotalamus. Fase postlude berlangsung 5 menit saat musik selesai perawat membimbing pasien secara perlahan untuk kembali pada kondisi normal. Perawat memberikan sugesti positif kepada pasien yang membuat tubuh pasien lebih rileks dan segar, kemudian diikuti dengan proses hitungan beberapa detik untuk membawa pasien kembali membuka mata. Secara umum terapi GIM mempengaruhi proses internal di dalam tubuh. Proses timbulnya nyeri post operasi SC pada hari pertama setelah disebabkan nosiseptor mekanik akibat sayatan benda tajam. Namun pada post operasi SC hari ke dua nyeri yang timbul lebih disebabkan nosiseptor polimodal, yang berespon terhadap semua jenis rangsangan yang merusak, seperti prostaglandin dari sel rusak, bradikinin dari plasma, histamin dari sel mast, serotonin dari trombosit, dan substansi P dari ujung saraf nyeri. Kemudian terjadi proses transmisi atau proses penerusan impuls nyeri dari nosiseptor saraf perifer melewati cornu dorsalis dan corda spinalis menuju korteks serebri. Serabut saraf perifer (misal reseptor nyeri) berakhir di sini dan serabut traktus sensori asenden berawal di sini. Transmisi nyeri terjadi melalui serabut saraf aferen C yang peka terhadap nyeri tumpul dan lama yang disebut second pain/slow pain. Jalur nyeri lambat diaktifkan oleh zat-zat kimia, terutama bradikinin, suatu zat yang dalam keadaan normal inaktif dan diaktifkan oleh enzimenzim yang dikeluarkan ke dalam CES oleh jaringan yang rusak, tidak hanya membangkitkan nyeri tetapi juga berperan dalam respon peradangan terhadap cidera jaringan. Saat pasien diberikan terapi GIM, terjadi proses modulasi dalam tubuh, oleh sistem saraf yang dapat mengurangi penerusan impuls nyeri. Hambatan terjadi melalui sistem analgesia endogen yang melibatkan endorfin yang dikeluarkan oleh sel otak dan neuron di spinalis. Endorfin

8 memiliki efek relaksasi pada tubuh dengan cara menghambat transmisi substansi zat kimia yang dikeluarkan dari jaringan yang cedera, sehingga membuat koping pasien menjadi meningkat dan emosi pasien menjadi positif. Pasien post SC akan menjadi tenang dan rileks sehingga tidak berfokus pada nyeri. Setelah terjadi peningkatan koping dan pasien lebih rileks, persepsi yang dirasakan pasien merupakan hasil interaksi sistem saraf sensori, informasi kognitif (korteks serebri) dan pengalaman emosional (hipokampus dan amigdala). Dimana pada penelitian ini persepsi pasien yang muncul setelah diberikan terapi GIM adalah skala nyeri luka menjadi berkurang. Faktor lingkungan dan tingkat pendidikan juga mempengaruhi terlaksananya terapi GIM. 4. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini tentunya memiliki keterbatasan yaitu: Peneliti tidak dapat mengontrol variabel perancu seperti perhatian dan daya konsentrasi masingmasing responden yang mempengaruhi pelaksanaan terapi GIM. KESIMPULAN dan SARAN A. Kesimpulan Ada pengaruh signifikan terapi GIM terhadap skala nyeri luka pasien post operasi SC di RSUD Ende B. Saran Setelah mengetahui terapi GIM dapat mempengaruhi skala nyeri luka maka peneliti merekomendasikan GIM sebagai intervensi mandiri dalam mengatasi nyeri pasien post SC. Bagi peneliti selanjutnya dapat membuat improvisasi manfaat terapi GIM yang tidak hanya digunakan untuk skala nyeri saja namun indikator lainnya seperti kecemasan, kualitas tidur, tekanan darah, stres maupun burnout situasi. DAFTAR PUSTAKA Andarmoyo, S. (2013). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media. Black, J. M & Jane H. W. (2014). Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis Untuk Hasil yang Diharapkan. Terjemahan: dr. Rizal Azari Nampira, dkk. Singapura: Elsevier. Djohan. (2006). Terapi Musik: Teori Dan Aplikasi. Jogyakarta: Galangpress. Falupi. (2014). Konsep Guided Imagery And Music (Gim). Kuliah Ners. (Online), (http://www.journal.unair.ac.id/file rpdf/pmnjf44cf97a9full.doc), diakses 6 Juni Harsono. (2009). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensitas Nyeri Pasca Bedah Abdomen dalam Konteks Asuhan Keperawatan Di RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. (online), (http://www.lib.ui.ac.id/file?file= digital/ TESIS0605%20Har%20N09f- Faktor-faktor-HA.pdf), diakses 15 April Jitowiyono, S & Weni, K. (2012). Asuhan Keperawatan Post Operasi dengan Pendekatan Nanda, Nic, Noc. Jogyakarta: Nuha Medika. Kozizer, et al. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses dan Praktik, Edisi 7, Vol. 1. Jakarta: EGC. Kristiani, D & Latifah, L. (2013). Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik Terhadap Skala Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Cesarea di RSUD Banyumas. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. Sripsi. Banyumas: UNSOED. Novita, D. (2012). Pengaruh Terapi Musik Terhadap Nyeri Post Operasi Open Reduction and Internal Fixation

9 (ORIF) di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan. (online). (http://www.lib.ui.ac.id/file?file=di gital/ t Pengaruhterapi.pdf ), diakses 21 April Potter, P. A & Perry A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, Praktik. Jakarta: EGC (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, Praktik. Jakarta: EGC. Prawirohardjo, S. (2005). Ilmu kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Whalley, et al. (2008). Panduan Praktis Bagi Calon Ibu: Kehamilan dan Persalinan. Jakarta: PT Buana Ilmu Populer.

BAB V PEMBAHASAN. terhadap intensitas nyeri ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Surakarta

BAB V PEMBAHASAN. terhadap intensitas nyeri ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Surakarta BAB V PEMBAHASAN A. Analisis Univariat Penelitian dengan judul Perbedaan terapi musik dan relaksasi terhadap intensitas nyeri ibu nifas post sectio caesarea di RSUD Surakarta telah dilaksanakan pada bulan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membuka dinding perut dan dinding uterus (Sarwono, 2005). Sectio caesarea

BAB I PENDAHULUAN. membuka dinding perut dan dinding uterus (Sarwono, 2005). Sectio caesarea BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Operasi atau pembedahan merupakan salah satu bentuk terapi pengobatan dan merupakan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap integritas tubuh dan jiwa

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPRES HANGAT DI SUPRA PUBIK TERHADAP PEMULIHAN KANDUNG KEMIH PASCA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD BATANG

PENGARUH KOMPRES HANGAT DI SUPRA PUBIK TERHADAP PEMULIHAN KANDUNG KEMIH PASCA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD BATANG PENGARUH KOMPRES HANGAT DI SUPRA PUBIK TERHADAP PEMULIHAN KANDUNG KEMIH PASCA PEMBEDAHAN DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD BATANG Skripsi ARI WIJAYANTO NIM : 11.0758.S TAUFIK NIM : 11.0787. S PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN

PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Oleh : Isa Khasani dan Nisa Amriyah Abstrak Sectio caesarea merupakan salah satu pembedahan

Lebih terperinci

EFEKTIFITAS STIMULASI KULIT DENGAN TEKNIK KOMPRES HANGAT DAN DINGIN TERHADAP PENURUNAN PERSEPSI NYERI KALA I FASE AKTIF PERSALINAN FISIOLOGIS

EFEKTIFITAS STIMULASI KULIT DENGAN TEKNIK KOMPRES HANGAT DAN DINGIN TERHADAP PENURUNAN PERSEPSI NYERI KALA I FASE AKTIF PERSALINAN FISIOLOGIS EFEKTIFITAS STIMULASI KULIT DENGAN TEKNIK KOMPRES HANGAT DAN DINGIN TERHADAP PENURUNAN PERSEPSI NYERI KALA I FASE AKTIF PERSALINAN FISIOLOGIS Zulfa Khusniyah 1, Hajar Dewi Rizqi 1 Prodi S1 Keperawatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial (Brunner & Suddarth, 2002).

BAB I PENDAHULUAN. dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial (Brunner & Suddarth, 2002). 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial (Brunner & Suddarth, 2002). Nyeri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. eksperiment dengan pretest posttest group design. Rancangan penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. eksperiment dengan pretest posttest group design. Rancangan penelitian ini BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan pretest posttest group design. Rancangan penelitian ini terdapat kelompok

Lebih terperinci

PERBEDAAN TERAPI IMAJINASI TERPIMPIN DENGAN MENDENGARKAN MUSIK KERONCONG TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST

PERBEDAAN TERAPI IMAJINASI TERPIMPIN DENGAN MENDENGARKAN MUSIK KERONCONG TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST PERBEDAAN TERAPI IMAJINASI TERPIMPIN DENGAN MENDENGARKAN MUSIK KERONCONG TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI HERNIA DI RSUD WILAYAH KABUPATEN PEKALONGAN Skripsi DIAN APRIANTO NIM : 08.0263.S

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuat sayatan serta diakhiri dengan penutupan dan penjahitan

Lebih terperinci

ARTIKEL EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG CEMPAKA RSUD UNGARAN

ARTIKEL EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG CEMPAKA RSUD UNGARAN ARTIKEL EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG CEMPAKA RSUD UNGARAN OLEH : NOVANA AYU DWI PRIHWIDHIARTI 010214A102 PROGRAM

Lebih terperinci

1.1PENGERTIAN NYERI 1.2 MEKANISME NYERI

1.1PENGERTIAN NYERI 1.2 MEKANISME NYERI 1.1PENGERTIAN NYERI Nyeri merupakan sensasi yang terlokalisasi berupa ketidaknyamanan, kesedihan dan penderitaan yang dihasilkan oleh stimulasi pada akhiran saraf tertentu. Nyeri terjadi sebagai mekanisme

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tindakan operasi seksio sesaria menurut Sarwono (2008) dalam buku Ilmu

BAB I PENDAHULUAN. Tindakan operasi seksio sesaria menurut Sarwono (2008) dalam buku Ilmu BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tindakan operasi seksio sesaria menurut Sarwono (2008) dalam buku Ilmu Kebidanan merupakan proses persalinan dimana janin dilahirkan melalui insisi pada dinding perut

Lebih terperinci

Clinical Science Session Pain

Clinical Science Session Pain Clinical Science Session Pain Disusun oleh : Nurlina Wardhani 1301-1214-0658 William Reinaldi 1301-1214-0503 Preseptor : Arnengsih, dr., Sp.KFR BAGIAN ILMU KESEHATAN FISIK DAN REHABILITASI FAKULTAS KEDOKTERAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data Global Status Report on Road Safety yang. dikeluarkan WHO.Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data Global Status Report on Road Safety yang. dikeluarkan WHO.Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut data Global Status Report on Road Safety yang dikeluarkan WHO.Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. Maslow (1970) mengatakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bayi yang dilakukan dengan cara insisi pada dinding abdomen ibu (WHO,

BAB I PENDAHULUAN. bayi yang dilakukan dengan cara insisi pada dinding abdomen ibu (WHO, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan bedah untuk melahirkan bayi yang dilakukan dengan cara insisi pada dinding abdomen ibu (WHO, 2010). Sebanyak 18.5 juta SC dilakukan

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI POST OPERASI DI RUMAH SAKIT Dr.OEN SURAKARTA

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI POST OPERASI DI RUMAH SAKIT Dr.OEN SURAKARTA PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI POST OPERASI DI RUMAH SAKIT Dr.OEN SURAKARTA Oleh : Diyono 1 Sriyani Mugiarsih 2 Budi Herminto 3 Abstract Background. Pain is an unpleasant sensory

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyelamatkan ibu maupun bayinya. kejadian SC di Cina, Mexico, Brazil lebih dari 35%. Angka kejadian terus

BAB I PENDAHULUAN. menyelamatkan ibu maupun bayinya. kejadian SC di Cina, Mexico, Brazil lebih dari 35%. Angka kejadian terus 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses persalinan merupakan suatu proses kompleks untuk menyelamatkan ibu maupun bayinya dengan menggunakan berbagai macam metode seperti persalinan pervaginam,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 52 Jombang. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. dalam layanan pilihan utama masyarakat di Kabupaten Jombang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 52 Jombang. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. dalam layanan pilihan utama masyarakat di Kabupaten Jombang BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang yang berlokasi di Jl. KH. Wahid Hasyim 52 Jombang.

Lebih terperinci

PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN PATI

PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN PATI PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP PENURUNAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI DESA SIDOHARJO KECAMATAN PATI Rofli Marlinda *)Rosalina, S.Kp.,M.Kes **), Puji Purwaningsih, S.Kep., Ns **) *) Mahasiswa PSIK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan, dengan prioritas utama pada upaya peningkatan kualitas pelayanan

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan, dengan prioritas utama pada upaya peningkatan kualitas pelayanan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pengaruh Teknik Relaksasi...,Bayu Purnomo Aji,Fakultas Ilmu Kesehatan UMP,2017

BAB I PENDAHULUAN. Pengaruh Teknik Relaksasi...,Bayu Purnomo Aji,Fakultas Ilmu Kesehatan UMP,2017 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemasangan kateter merupakan tindakan keperawataan dengan cara memasukkan kateter ke dalam kandung kemih melalui uretra yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Lokasi Penelitian RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan berada di wilayah Kota Pekalongan namun kepemilikannya adalah milik Pemerintah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penjahitan luka (Sustyowati, dkk, 2010). Potter & Perry (2005) menyebutkan bahwa menghadapi pembedahan pasien akan mengalami

BAB I PENDAHULUAN. penjahitan luka (Sustyowati, dkk, 2010). Potter & Perry (2005) menyebutkan bahwa menghadapi pembedahan pasien akan mengalami BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembedahan merupakan tindakan pengobatan yang menggunakan teknik invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani melalui sayatan yang diakhiri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. experiment menggunakan pendekatan pre-post test design with control group.

BAB III METODE PENELITIAN. experiment menggunakan pendekatan pre-post test design with control group. BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitative dengan metode quasy experiment menggunakan pendekatan pre-post test design with control group. Penelitian

Lebih terperinci

PERBEDAAN INTENSITAS NYERI PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN MASASE PUNGGUNG DENGAN TEKNIK EFFLUERAGE

PERBEDAAN INTENSITAS NYERI PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN MASASE PUNGGUNG DENGAN TEKNIK EFFLUERAGE PERBEDAAN INTENSITAS NYERI PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN MASASE PUNGGUNG DENGAN TEKNIK EFFLUERAGE DI WILAYAH PUSKESMAS SALAMAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2015 Devida Safitri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan benar. Diberikan melalui

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan benar. Diberikan melalui BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Instalasi gawat darurat merupakan salah satu unit di rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan benar. Diberikan melalui standart tim kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Wahyuningsih (2005), terapi Intravena adalah suatu

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Wahyuningsih (2005), terapi Intravena adalah suatu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terapi intravena adalah suatu cara dari pengobatan untuk memasukan obat atau vitamin ke dalam tubuh pasien (Darmawan, 2008). Sedangkan menurut Wahyuningsih (2005), terapi

Lebih terperinci

PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN PADA TERAPI LATIHAN PASIF MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN LUKA BAKAR DERAJAT II DI RSUP SANGLAH DENPASAR

PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN PADA TERAPI LATIHAN PASIF MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN LUKA BAKAR DERAJAT II DI RSUP SANGLAH DENPASAR PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN PADA TERAPI LATIHAN PASIF MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN LUKA BAKAR DERAJAT II DI RSUP SANGLAH DENPASAR Kadek Agustini Aryani RSUP Sanglah Denpasar Program

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. menunjukkan penurunan bila dibandingkan dengan rata-rata tingkat

BAB V PEMBAHASAN. menunjukkan penurunan bila dibandingkan dengan rata-rata tingkat BAB V PEMBAHASAN A. Tingkat Dismenorea Pada Kelompok Eksperimen Sebelum dan Setelah Diberi Terapi Musik Klasik Mozart Berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai rata-rata tingkat dismenorea sebelum

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasy

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasy BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Experiment meggunakan pendekatan two group pre-test and posttestt design yang terdiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Masa ini merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Masa ini merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai oleh perubahan

Lebih terperinci

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Siti Romadoni, Aryadi, Desy Rukiyati PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang Rumah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (2010) dikutip dalam Andarmoyo (2013) menyatakan bahwa nyeri merupakan

BAB I PENDAHULUAN. (2010) dikutip dalam Andarmoyo (2013) menyatakan bahwa nyeri merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nyeri merupakan bentuk ketidaknyamanan yang bersifat sangat individual dan tidak dapat dibagi dengan orang lain. Tamsuri (2007) mendefenisikan nyeri sebagai suatu keadaan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni

BAB IV PEMBAHASAN. Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni digilib.uns.ac.id BAB IV PEMBAHASAN A. Pembahasan Berdasarkan uji hasil olah data descriptive tingkat kecemasan di kedua kelompok yakni kelompok intervensi hypnobirthing dan kelompok kontrol didapatkan

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI SAAT PERAWATAN LUKA DI RSUD MAJALENGKA TAHUN 2014

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI SAAT PERAWATAN LUKA DI RSUD MAJALENGKA TAHUN 2014 PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMI SAAT PERAWATAN LUKA DI RSUD MAJALENGKA TAHUN 2014 Oleh: Tresna Komalasari ABSTRAK Teknik relaksasi dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millennium (MDG s)

BAB I PENDAHULUAN. target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millennium (MDG s) 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan

Lebih terperinci

PENGARUH MENDENGAR MUROTTAL AL-QUR AN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN PASCA OPERASI APENDISITIS

PENGARUH MENDENGAR MUROTTAL AL-QUR AN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN PASCA OPERASI APENDISITIS PENGARUH MENDENGAR MUROTTAL AL-QUR AN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN PASCA OPERASI APENDISITIS Imelda Rahmayunia Kartika e-mail: syeirha_girl@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Aloei Saboe Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Aloei Saboe Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota 55 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe merupakan Rumah Sakit Umum (RSU) terbesar yang

Lebih terperinci

PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Dewi Winahyu. *) Dera Alfiyanti **), Achmad Solekhan ***)

Lebih terperinci

TERAPI INMAJINASI TERBIMBING MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN SECTIO CESAREAN TERAPHY GUIDED IMAGERY DECREASING PAIN TO PATIENT WITH SECTIO CESAREAN

TERAPI INMAJINASI TERBIMBING MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN SECTIO CESAREAN TERAPHY GUIDED IMAGERY DECREASING PAIN TO PATIENT WITH SECTIO CESAREAN Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1, No. 1, Januari 2015 TERAPI INMAJINASI TERBIMBING MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN SECTIO CESAREAN TERAPHY GUIDED IMAGERY DECREASING PAIN TO PATIENT WITH SECTIO CESAREAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sectio caesaera adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Angka sectio caesarea terus meningkat dari insidensi 3-4%

Lebih terperinci

TERAPI BERMAIN : GAMES PENGARUHI TINGKAT ADAPTASI PSIKOLOGIS ANAK USIA SEKOLAH

TERAPI BERMAIN : GAMES PENGARUHI TINGKAT ADAPTASI PSIKOLOGIS ANAK USIA SEKOLAH TERAPI BERMAIN : GAMES PENGARUHI TINGKAT ADAPTASI PSIKOLOGIS ANAK USIA SEKOLAH (Games Therapy Towards to Psychologic Adaptation in School Age Children) Retno Twistiandayani*, Siti Mahmudah** * Program

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN

BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN A. Pembahasan Pada bab ini penulis akan membahas tentang kesenjangan teori dan proses asuhan keperawatan yang dilakukan pada tanggal 7-9 Agustus 2014 di Ruang Prabu Kresna

Lebih terperinci

STRATEGI KOPING DAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI DI RUANG RINDU B2A RSUP H. ADAM MALIK MEDAN

STRATEGI KOPING DAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI DI RUANG RINDU B2A RSUP H. ADAM MALIK MEDAN STRATEGI KOPING DAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI DI RUANG RINDU B2A RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Nurhafizah* Erniyati** *Mahasiswa Fakultas Keperawatan USU **Dosen Departemen Keperawatan Maternitas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Nyeri dalam persalinan merupakan hal yang normal sebagai warning system yang menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah tiba. Nyeri dalam persalinan timbul akibat kontraksi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Group Pre-Test Post-Test Desain Tanpa Kelompok Control dimana desain

BAB III METODE PENELITIAN. Group Pre-Test Post-Test Desain Tanpa Kelompok Control dimana desain 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pre-Test Post-Test Desain Tanpa Kelompok Control dimana desain penelitian ini termasuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Operasi atau pembedahan merupakan semua tindak pengobatan yang. akan ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini umumnya dilakukan dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. Operasi atau pembedahan merupakan semua tindak pengobatan yang. akan ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini umumnya dilakukan dengan BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Operasi atau pembedahan merupakan semua tindak pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Pembukaan bagian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian quasy experimental, control group pre test post test design. Jenis

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian quasy experimental, control group pre test post test design. Jenis 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian quasy experimental, control group pre test post test design. Jenis penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (21,8%) diantaranya persalinan dengan Sectio Caesarea (Hutapea, H, 1976).

BAB I PENDAHULUAN. (21,8%) diantaranya persalinan dengan Sectio Caesarea (Hutapea, H, 1976). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak dua dekade terakhir ini telah terjadi kecenderungan operasi sesar (SC) semakin diminati orang. Angka kejadian operasi sesar di Amerika Serikat meningkat dari 5,5%

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGINARY TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMY DI RS DR. MOEWARDI SURAKARTA

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGINARY TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMY DI RS DR. MOEWARDI SURAKARTA PENGARUH TEKNIK RELAKSASI GUIDED IMAGINARY TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI LAPARATOMY DI RS DR. MOEWARDI SURAKARTA Yuntafiur Rosida & Yuli Widyastuti STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta

Lebih terperinci

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM SPONTAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM SPONTAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM SPONTAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Rista Apriana 1, Priharyanti Wulandari 2, Novita Putri Aristika 3 Program Studi Ilmu

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING TERHADAP TINGKAT INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI HERNIA DI RUANG BOUGENVIL RSUD Dr.SOESELO SLAWI KABUPATEN TEGAL Tri Adhi Prasetia 1), Susi Muryani

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Semenjak tahun 2000, angka kejadian penyakit tidak menular semakin

BAB I PENDAHULUAN. Semenjak tahun 2000, angka kejadian penyakit tidak menular semakin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Semenjak tahun 2000, angka kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat yaitu berupa penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, diabetes, dan penyakit saluran

Lebih terperinci

Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Nyeri Pasien Post Seksio Sesaria Di Rsi Sunan Kudus Kabupaten Kudus Tahun 2016

Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Nyeri Pasien Post Seksio Sesaria Di Rsi Sunan Kudus Kabupaten Kudus Tahun 2016 Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Nyeri Pasien Post Seksio Sesaria Di Rsi Sunan Kudus Kabupaten Kudus Tahun 2016 Heny Siswanti 1*, Ummi Kulsum 2* 1,2 Program Studi Keperawatan STIKES Muhammadiyah Kudus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan Sectio Caesaria (SC) adalah sekitar 10 % sampai 15 %, dari semua

BAB I PENDAHULUAN. dengan Sectio Caesaria (SC) adalah sekitar 10 % sampai 15 %, dari semua BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Badan kesehatan dunia memperkirakan bahwa angka persalinan dengan Sectio Caesaria (SC) adalah sekitar 10 % sampai 15 %, dari semua proses persalinan negara negara berkembang.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berkedudukan di jalan Prof. Dr. H. Aloei Saboe Nomor 91 RT 1 RW 4 Kelurahan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. berkedudukan di jalan Prof. Dr. H. Aloei Saboe Nomor 91 RT 1 RW 4 Kelurahan 46 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo berkedudukan di jalan Prof. Dr. H.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan rancangan penelitian pre-test and post-test with control group. Penelitian ini menggunakan

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT DISMENORE PADA KARYAWATI BIMBINGAN BELAJAR QUANTUM KIDS PONTIANAK

NASKAH PUBLIKASI PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT DISMENORE PADA KARYAWATI BIMBINGAN BELAJAR QUANTUM KIDS PONTIANAK NASKAH PUBLIKASI PENGARUH TERAPI RELAKSASI NAPAS DALAM TERHADAP TINGKAT DISMENORE PADA KARYAWATI BIMBINGAN BELAJAR QUANTUM KIDS PONTIANAK DWI NANDA YANI NIM I31112031 Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

Guntur Prasetya*) Maria Suryani**) Mamat Supriyono***)

Guntur Prasetya*) Maria Suryani**) Mamat Supriyono***) PERBEDAAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN PERAWATAN LUKA ULKUS DIABETIK SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Guntur Prasetya*) Maria Suryani**) Mamat Supriyono***)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Meningkatkan derajat kesehatan yang adil dan merata seperti ditingkatkan melalui sikap respontif dan efektif dalam melakukan suatu tindakan untuk memberi kenyamanan

Lebih terperinci

Dio Angga Dewa, 2012, Pembimbing 1 : Jo Suherman,dr.,MS.,AIF. Pembimbing 2 : Jeanny Ervie Ladi, dr., M.Kes.

Dio Angga Dewa, 2012, Pembimbing 1 : Jo Suherman,dr.,MS.,AIF. Pembimbing 2 : Jeanny Ervie Ladi, dr., M.Kes. ABSTRAK PENGARUH MUSIK ROCK TERHADAP WAKTU REAKSI SEDERHANA Dio Angga Dewa, 2012, Pembimbing 1 : Jo Suherman,dr.,MS.,AIF. Pembimbing 2 : Jeanny Ervie Ladi, dr., M.Kes. Data dari National Highway Traffic

Lebih terperinci

INFOKES, VOL. 3 NO. 1 Februari 2013 ISSN :

INFOKES, VOL. 3 NO. 1 Februari 2013 ISSN : TERDAPAT PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI UMUM DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Oleh: Satriyo Agung, Annisa Andriyani, Dewi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO), ada sebanyak 234,2 juta

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO), ada sebanyak 234,2 juta 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Operasi atau pembedahan merupakan tindakan pengobatan dengan cara membuka atau menampilkan bagian dalam tubuh yang akan ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Kerangka konsep pada penelitian ini menggambarkan perbedaan pengaruh musik klasik Mozart dan instrumental modern Kitaro terhadap tingkat kecemasan ibu hamil

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seksio sesarea merupakan suatu teknik kelahiran perabdomen karena tidak dapat bersalin secara normal, sehingga dilakukan insisi di dinding abdomen (laparotomi) dan dinding

Lebih terperinci

PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST OPERASI SECTIOCAESAREA DENGAN ANESTESI SPINALDI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN

PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST OPERASI SECTIOCAESAREA DENGAN ANESTESI SPINALDI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN PENGARUH AMBULASI DINI TERHADAP WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST OPERASI SECTIOCAESAREA DENGAN ANESTESI SPINALDI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Skripsi KUKUH WIJAYANTO NIM : 08.0287.S LUKMAN HAKIM NIM :

Lebih terperinci

ABSTRAK PERBANDINGAN WAKTU TOLERANSI NYERI PADA MUSIK YANG DISUKAI DAN MUSIK RELAKSASI

ABSTRAK PERBANDINGAN WAKTU TOLERANSI NYERI PADA MUSIK YANG DISUKAI DAN MUSIK RELAKSASI ABSTRAK PERBANDINGAN WAKTU TOLERANSI NYERI PADA MUSIK YANG DISUKAI DAN MUSIK RELAKSASI Nabilla Martasujana, 1210199 Pembimbing I : Ellya Rosa Delima, dr., M.Kes. Pembimbing II : Dr. Iwan Budiman, dr.,

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. Penelitian yang berjudul Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur an. terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif telah dilakukan pada bulan

BAB V PEMBAHASAN. Penelitian yang berjudul Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur an. terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif telah dilakukan pada bulan BAB V PEMBAHASAN A. Karateristik Responden Penelitian yang berjudul Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur an terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif telah dilakukan pada bulan Februari sampai bulan April

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang banyak dialami oleh manusia. Meskipun bukan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang banyak dialami oleh manusia. Meskipun bukan merupakan 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Penyakit gastrointestinal (saluran pencernaan) merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh manusia. Meskipun bukan merupakan penyebab terbanyak kematian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Sayatan atau luka yang dihasilkan

BAB I PENDAHULUAN. diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Sayatan atau luka yang dihasilkan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani dan pada umumnya

Lebih terperinci

Resa Nirmala Jona *), Sri Widodo **), Shobirun ***)

Resa Nirmala Jona *), Sri Widodo **), Shobirun ***) PERBEDAAN EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN YANG MENGALAMI FRAKTUR DENGAN NYERI SEDANG Resa Nirmala Jona *), Sri Widodo **), Shobirun

Lebih terperinci

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI) Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Stase Keperawatan Dasar Profesi

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI) Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Stase Keperawatan Dasar Profesi LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN (NYERI) Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Stase Keperawatan Dasar Profesi Di Susun Oleh: EKO BUDIARTO NIM : 2016131022 PROGRAM PROFESI NERS

Lebih terperinci

LEMBAR METODOLOGI PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN FASE AKTIF KALA I MELALUI TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL

LEMBAR METODOLOGI PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN FASE AKTIF KALA I MELALUI TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL LEMBAR METODOLOGI PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN FASE AKTIF KALA I MELALUI TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL Nova Arikhman 1* 1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ceria Buana Lubuk Basung, Sumatera Barat 26123,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, dan dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, dan dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, dan dengan pendekatan pretest-posttest

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kurang dari 24 jam tanpa komplikasi baik bagi ibu maupun bagi janin (Prawirohardjo,

BAB I PENDAHULUAN. kurang dari 24 jam tanpa komplikasi baik bagi ibu maupun bagi janin (Prawirohardjo, BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal. Persalinan adalah pelepasan dan pengeluaran produk konsepsi (janin, air ketuban, plasenta dan selaput

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Kerangka konsep merupakan istilah khusus untuk menggambarkan secara tepat fenomena yang hendak diteliti dari suatu masalah yang menarik perhatian. 28 Penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang digunakan yaitu tahun. Penelitian ini menggunakan. tiap panti tersebut mengalami hipertensi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang digunakan yaitu tahun. Penelitian ini menggunakan. tiap panti tersebut mengalami hipertensi. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Partisipan Penelitian Partisipan pada penelitian ini yaitu para lanjut usia (lansia) yang ada di Panti Wredha Salib Putih Salatiga sebagai kelompok

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. perineum pada ibu postpartum di RSUD Surakarta. A. Tingkat Nyeri Jahitan Perineum Sebelum Diberi Aromaterapi Lavender

BAB V PEMBAHASAN. perineum pada ibu postpartum di RSUD Surakarta. A. Tingkat Nyeri Jahitan Perineum Sebelum Diberi Aromaterapi Lavender digilib.uns.ac.id BAB V PEMBAHASAN Pada bab ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan hasil penelitian mengenai pengaruh aromaterapi lavender secara inhalasi terhadap nyeri jahitan perineum pada ibu

Lebih terperinci

Eva Marvia, Nia Firdianty, IGA Mirah Adhi Staf Pengajar STIKES Mataram ABSTRAK

Eva Marvia, Nia Firdianty, IGA Mirah Adhi Staf Pengajar STIKES Mataram ABSTRAK PERBEDAAN PENGARUH TERAPI KOMPRES HANGAT DAN TEKNIK SLOW- STROKE BACK MASSAGE TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA YANG MENGALAMI PENYAKIT OSTEOARHRITIS DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PUSPAKARMA

Lebih terperinci

SKRIPSI OLEH: Oktaviani De Rosari Deor NRP: FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

SKRIPSI OLEH: Oktaviani De Rosari Deor NRP: FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DENGAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP SKALA INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK LOMBOK

Lebih terperinci

PENGARUH NAFAS DALAM MENGGUNAKAN PERNAFASAN DIAFRAGMA TERHADAP NYERI SAAT PERAWATAN LUKA PASIEN POST OPERASI DI RUMAH SAKIT SARI ASIH SERANG

PENGARUH NAFAS DALAM MENGGUNAKAN PERNAFASAN DIAFRAGMA TERHADAP NYERI SAAT PERAWATAN LUKA PASIEN POST OPERASI DI RUMAH SAKIT SARI ASIH SERANG PENGARUH NAFAS DALAM MENGGUNAKAN PERNAFASAN DIAFRAGMA TERHADAP NYERI SAAT PERAWATAN LUKA PASIEN POST OPERASI DI RUMAH SAKIT SARI ASIH SERANG 2013 Armi STIKes Widya Dharma Husada Tangerang, Indonesia Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. International for the Study of Pain (IASP) nyeri merupakan pengalaman yang

BAB I PENDAHULUAN. International for the Study of Pain (IASP) nyeri merupakan pengalaman yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nyeri adalah sensasi yang sangat tidak menyenangkan dan sangat individual yang tidak dapat dibagi dengan orang lain. Menurut The International for the Study of Pain

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Persalinan 1. Definisi Persalinan Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan lahir spontan dengan presentase belakang kepala, tanpa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan prioritas tertinggi dalam Hirarki Maslow, dan untuk manusia

BAB I PENDAHULUAN. merupakan prioritas tertinggi dalam Hirarki Maslow, dan untuk manusia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar fisiologis yang merupakan prioritas tertinggi dalam Hirarki Maslow, dan untuk manusia dapat bertahan hidup. Juga menurut Maslow

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada zaman modern ini banyak ibu yang memilih melakukan persalinan dengan operasi atau sectio caesarea hal ini disebabkan karena ibu memandang persalinan dengan sectio

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. patologis kadang membutuhkan tindakan pembedahan (sectio caesarea).

BAB I PENDAHULUAN. patologis kadang membutuhkan tindakan pembedahan (sectio caesarea). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persalinan bisa terjadi secara fisiologis maupun patologis. Persalinan patologis kadang membutuhkan tindakan pembedahan (sectio caesarea). Sectio Caesarea didefinisikan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. membuatya semakin parah. Ambang batas nyeri yang dapat ditoleransi seseorang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. membuatya semakin parah. Ambang batas nyeri yang dapat ditoleransi seseorang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Analgetika adalah zat yang bisa mengurangi rasa nyeri tanpa mengurangi kesadaran (Tjay dan Rahardja, 2015). Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yang mengganggu,

Lebih terperinci

PENGARUH TEKNIK BIRTHBALL TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I DI BPS HERANOVITA KABUPATEN ACEH UTARA

PENGARUH TEKNIK BIRTHBALL TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I DI BPS HERANOVITA KABUPATEN ACEH UTARA PENGARUH TEKNIK BIRTHBALL TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I DI BPS HERANOVITA KABUPATEN ACEH UTARA Sinopsis Rencana Tesis Oleh : Husna Maulida, SST BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Angka Kematian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang diambil merupakan jenis penelitian kuantitatif yaitu quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post test control

Lebih terperinci

PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP RESPON KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG SERUNI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JOMBANG

PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP RESPON KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG SERUNI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JOMBANG PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP RESPON KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENJALANI HOSPITALISASI DI RUANG SERUNI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JOMBANG (THE INFLUENCE OF PLAYING THERAPY AGAINST PRA SCHOOL

Lebih terperinci

TERAPI PIJAT OKSITOSIN MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM. Sarwinanti STIKES Aisyiyah Yogyakarta

TERAPI PIJAT OKSITOSIN MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM. Sarwinanti STIKES Aisyiyah Yogyakarta TERAPI PIJAT OKSITOSIN MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM Sarwinanti STIKES Aisyiyah Yogyakarta Email: sarwinantisyamsudin@yahoo.com Abstract: The purpose of this study was to know the effect

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 61 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Analisis Univariat a. Usia Responden Pasien Pasca Bedah Transurethral Resection Prostate Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Berikut

Lebih terperinci

ARTIKEL EFEKTIFITAS HIDROTERAPI RENDAM HANGAT DALAM PENURUNAN SKALA NYERI EKSTREMITAS PADA PENDERITA ARTRITIS GOUT DI DESA SIDOMULYO

ARTIKEL EFEKTIFITAS HIDROTERAPI RENDAM HANGAT DALAM PENURUNAN SKALA NYERI EKSTREMITAS PADA PENDERITA ARTRITIS GOUT DI DESA SIDOMULYO ARTIKEL EFEKTIFITAS HIDROTERAPI RENDAM HANGAT DALAM PENURUNAN SKALA NYERI EKSTREMITAS PADA PENDERITA ARTRITIS GOUT DI DESA SIDOMULYO OLEH: NOVIAS DWITA ARTHIANI 010214B015 PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEKOLAH

Lebih terperinci

Abstrak. Abstract. Kata Kunci: Hipertensi, musik klasik, relaksasi autogenik

Abstrak. Abstract. Kata Kunci: Hipertensi, musik klasik, relaksasi autogenik PERBANDINGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI SETELAH DILAKUKAN TERAPI MUSIK KLASIK DAN RELAKSASI AUTOGENIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG 1 Dewi Ismarina, 2* Herliawati,

Lebih terperinci

Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut

Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut Konsep kenyamanan Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut didukung oleh Kolcaba yang mengatakan

Lebih terperinci

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI OPERASIONAL BAB III KERANGKA KONSEP, HIPOTESIS DAN DEFINISI OPERASIONAL A. Kerangka Konsep Kombinasi pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis lebih optimal untuk mengurangi nyeri pascabedah (Registered Nurses s

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. progresif. Perubahan serviks ini memungkinkan keluarnya janin dan produk

BAB I PENDAHULUAN. progresif. Perubahan serviks ini memungkinkan keluarnya janin dan produk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persalinan atau partus merupakan proses fisiologis terjadinya kontraksi uterus secara teratur yang menghasilkan penipisan dan pembukaan serviks secara progresif. Perubahan

Lebih terperinci

PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN. Liva Maita STIKes Hangtuah Pekanbaru, Indonesia

PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN. Liva Maita STIKes Hangtuah Pekanbaru, Indonesia PENGARUH DEEP BACK MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN Liva Maita STIKes Hangtuah Pekanbaru, Indonesia email : livamaita@gmail.com Abstract: Labor pain occurs because of the contraction, if not

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPS NY.MUJIYATI,

PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPS NY.MUJIYATI, PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPS NY.MUJIYATI, Amd.Keb DESA JOTO SANUR KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2013 Nepi Vilanti Eka Ratnasari*, Lilin

Lebih terperinci