ANALISA HUBUNGAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA JUAL MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. LANGKAT NUSANTARA KEPONG PKS PADANG BRAHRANG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISA HUBUNGAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA JUAL MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. LANGKAT NUSANTARA KEPONG PKS PADANG BRAHRANG"

Transkripsi

1 ANALISA HUBUNGAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA JUAL MINYAK KELAPA SAWIT PADA PT. LANGKAT NUSANTARA KEPONG PKS PADANG BRAHRANG Lina Arliana Nur Kadim, SE., MM Program Studi D3- Komputerisasi Akuntansi STMIK Kaputama Binjai Jl. Veteran No. 4A-9A, Binjai, 20714, Indonesia www. Kaputama.ac.id // ABSTRACT This study discusses the relationship analysis of factors affecting the selling price of palm oil in the PT. Langkat Nusantara Kepong Padang Brahrang as one of the companies engaged in trade is by way of purchase and sale of the goods of the earth such as palm oil and crude oil is processed into CPO (Crude Palm Oil). Goals to be achieved in this research is to gain a clear picture of how to determine the selling price used by the firm. The method used was the literature review, observation, and interviews with relevant parties. In determining the selling price, the company must consider the goal of obtaining a profit that is appropriate and expected, so that the company can survive in difficult conditions and be able to compete. In this thesis, the author tries to recalculate the costs incurred by the company which the author count is composed of raw material prices, labor costs, overhead costs and selling prices. The cost factor is the main factor in determining the selling price, because it is the minimum that must be met perusahann in the sale price. Keywords: Factors Affecting The Selling Prices. 1. Pendahuluan Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel).pt. Langkat Nusantara Kepong merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan.salah satunya minyak kelapa sawit dan inti sawit (karnel). Dalam pemasaran hasil pengolahan minyak dari bahan mentah berupa TBS (Tandan Buah Segar), harus melalui beberapa proses tahapan seperti penyortiran dan perebusan terlebih dahulu. Namun, dalam pengelolahan ini ada beberapa faktor faktor yang mempengaruhi harga jual minyak dan permasalahan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan tersebut salah satunya ialah biaya produksi yang mendukung proses pengolahan bahan mentah. Mengingat penjualan dari produk yang dihasilkan merupakan sumber pendapatan utama bagi perusahaan, perusahaan dituntut untuk antisifatif terhadap segala kemungkinan yang terjadi dalam persaingan salah satunya dalam penentuan harga jual. Berawal dari sinilah peneliti tertarik untuk mempelajari dan mengkaji serta melakukan analisa kelemahan beberapa faktor yang terkait dalam memproduksi minyak kelapa sawit di perusahaan PT. Langkat Nusantara Kepong PKS Padang Brahrang. Karena penentuan harga jual pada umumnya merupakan pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan perusahaan, maka penanganan atas penetapan harga jual yang terjadi dipasar harus dapat menutupi biaya yang bersangkutan dengan hasil produk. Sehingga perusahaan mampu meminimalkan harga produksi dan mampu menghasilkan laba yang dikehendaki oleh perusahaan. 2. Landasan Teori 2.1. Pengertian Harga Jual Penetapan harga jual yang tepat adalah salah satu faktor penting bagi perusahaan.kurang berarti jika sebuah perusahaan dapat memproduksi barang sangat baik namun tidak dapat menetapan harga jual dengan tepat untuk barang produksinya.harga jual adalah nilai tukar suatu barang jasa, yaitu jumlah uang yang pembeli sanggup membayar kepada penjual untuk suatu barang tertentu.selain itu harga jual adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya, Swastha dan Irwan (2009; h.241). Sedangkan harga jual dalam pengertian lain adalah satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang atau jasa yang akan berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan, Fandi Tjiptono (2008; h.152). Adapun defenisi harga jual adalah jumlah moneter yang dibebankan oleh suatu unit kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa yang dijual atau diserahkan, Supriono (2008; h.332). Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa harga jual yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai akhir barang yang merupakan penjumlahan dari biaya biaya produksi dan biaya lain untuk memproduksi suatu barang Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 49

2 ditambah dengan sejumlah keuntungan yang diinginkan. Gambar 1 Penentuan Harga Jual 2.2. Faktor-Faktor yang perlu dipertimbangkan Dalam Penentuan Harga Jual: Menurut Kotler dan Amstrong dalam buku strategi pemasaran Fandi Tjiptono (2010; h.152).secara umum ada dua faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan harga jual, yaitu faktor internal perusahaan dan lingkungan eksternal. 1. Sifat pasar dan permintaan Setiap perusahaan perlu memahami sifat pasar memperhatikan sifat pasar dan permintaan yang dihadapinya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan monopolistik, obligasi, atau monopoli. Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah elastisitas permintaan. 2. Persaingan Kekuatan pokok yang mempengaruhi persaingan dalam suatu industri ada lima, yaitu persaingan dalam industri yang bersangkutan, produk subtitusi, pemasok, pelanggan dan ancaman pendatang baru. Informasi informasi yang dibutuhkan untuk menganalisa karakteristik persaingan yang dihadapi antara lain: a. Jumlah perusahaan dalam industri b. Ukuran relatif setiap anggota dalam industri c. Diferensiasi produk d. Kemudahan untuk memasuki industri tersebut. 3. Unsur-unsur eksternal lainnya Selain faktor-faktor tersebut, perusahaan juga perlu memperhatikan faktor kondisi ekonomi (inflasi, boom atau resensi, tingkat bunga).kebijakan dan peraturan pemerintah dan aspek sosial (kepedulian terhadap lingkungan). Gambar 2. Faktor-Faktor Penentu Harga Jual 2.3. Faktor Internal Perusahaan 1. Tujuan pemasaran Perusahaan faktor utama yang menentukan dalam penetapan harga jual adalah tujuan pemasaran. Tujuan tersebut bisa berupa maksimisasi laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar, menciptakan kepemimpinan dalam kualitas, mengatasi persaingan, melaksanakan tanggung jawab sosial dan lain lain. 2. Strategi bauran pemasaran (marketing mix) Harga hanyalah salah satu komponen dari bauran pemasaran. Oleh karena itu, harga perlu dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran lainnya, yaitu produk, distribusi dan promosi. 3. Biaya Biaya merupakan faktor yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu, setiap perusahaan pasti menaruh perhatian pada aspek struktur biaya (tetap dan variabel), serta jenis jenis biaya lainnya. 4. Organisasi Manajemen perlu memutuskan siapa didalam organisasi yang harus menetapkan harga Hipotesis dan Hasil Korelasi Sederhana Analisa korelasi sederhana atau korelasi bivariate digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Dalam perhitungan korelasi akan didapat koefesien korelasi yang menunjukan keeratan hubungan antar dua variabel tersebut. Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai 0 atau 0 sampai 1. Jika nilai koefisien korelasinya semakin mendekati 1 atau -1, maka hubungan antara dua variabelnya akan semakin erat. Tetapi jika mendekati 0, maka hubungannya lemah. Kriteria pengujian hipotesis korelasi bivariate adalah: 1. Terima Ho dan tolak Ha, jika nilai signifikan (sig) α 2. Terima Ha dan tolak Ho, jika nilai signifikan (sig) < α Dimana: Ho = Hipotesis awal Ha = Hipotesis akhir sig = signifikan α = alpha Jika nilai signifikan (sig) < α maka hasilnya adalah Ho ditolak.tidak ada hubungan sebelum atau sesudah adanya perlakuan yang diberikan terhadap sampel.namun sebaliknya, jika nilai signifikan (sig) α maka hasilnya adalah Ha diterima.ada hubungan sebelum atau sesudah adanya perlakuan yang diberikan terhadap sampel Faktor Lingkungan Eksternal Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 50

3 2.6. Prosedur Sistem Berjalan PT. Langkat Nusantara Kepong selama ini belum pernah melakukan perhitungan harga pokok produksi.dalam menentukan harga jual, perusahaan hanya berdasarkan harga yang ada dipasaran, tidak pernah mengetahui berapa biaya yang telah dikorbankan untuk suatu produk. Perusahaan dapat mengetaui apakah memperoleh keuntungan atau kerugian setelah akhir bulan, yaitu dengan cara sebagai berikut: Gambar 3 Biaya Produksi CPO Bulan April Spesifikasi Sistem Berjalan 3.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen yang Digunakan 1. Dokumen Masukan a. Surat Pengantar TBS (Tandan Buah Segar) Bukti yang digunakan dan dibuat untuk melaporkan pembelian TBS yang diterima perusahaan, setelah dilakukan pengecekan dari faktur: Gambar 4 Surat Pengantar TBS (Tandan Buah Segar) 2. Dokumen Pengeluaran a. Order (Penjualan) Dokumen ini digunakan oleh bagian penjualan untuk melakukan transaksi atas penjualan CPO kepada coustemer yang telah memesan. Gambar 5 Tanda Terima Penyerahan 4. Permasalahan PT. Langkat Nusantara Kepong melakukan perhitungan harga pokok produksi hanya berdasarkan harga yang ada di pasaran, perusahaan tidak membuat rincian dari proses perhitungan biaya produksi seperti perhitungan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Sehingga penjualan minyak kelapa sawit tidak sesuai dengan biaya yang dibebankan oleh perusahaan. Dimana hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ho : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead berhubungan signifikan terhadap harga jual. Ha : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead tidak berhubungan signifikan terhadap harga jual. Kriteria keputusan: Jika nilai signifikasi < 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Jika nilai signifikasi < 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima Alternatif Pemecahan Masalah Sebaiknya perusahaan membuat rincian atas biaya produksi mulai dari perhitungan biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Agar perhitungan biaya produksi yang telah dibebankan oleh perusahaan, sesuai dengan hasil laporan biaya produksinya. Serta dapat membuat perencanaan dan pengendalian terhadap biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk masa yang akan datang Prosedur Sistem Usulan Data yang digunakan untuk menganalisis hubungan yang mempengaruhi harga jual minyak kelapa sawit pada PT. Langkat Nusantara Kepong menggunakan program SPSS 18 dengan analisis korelasi, analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan setiap variabel dengan menggunakan uji korelasi bivariate/product Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 51

4 moment pearson. Berikut ini adalah daftar harga beli bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead dan harga jual produk periode oktober 2010 sampai april 2013: Tabel 1 : Harga Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Overhead dan Harga Jual Periode Bulan Oktober 2010 sampai April 2013 No Bulan Harga Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Harga Jual 1 Oct-10 7,467,522,335 73,580,593,181 14,074,594, ,182,426,069 2 Nov-10 7,944,760, ,137,459,342 26,585,345, ,644,183,800 3 Dec-10 12,195,407, ,267,482,680 40,749,302, ,152,213,200 4 Jan-11 7,437,771, ,940,070,751 47,630,215, ,540,368,770 5 Feb-11 8,890,338, ,468,494,393 65,234,629, ,485,976,425 6 Mar-11 12,932,304,750 1,424,406,249, ,432,989,269 1,056,230,878,750 7 Apr-11 11,847,036,250 1,441,895,369, ,984,121,026 1,183,159,594,800 8 May-11 16,990,305,150 2,004,497,201, ,839,987,612 1,369,552,647,377 9 Jun-11 15,262,336,557 2,121,313,489, ,288,016,909 1,416,882,569, Jul-11 14,205,043,800 2,188,016,462, ,959,452,470 1,661,866,804, Aug-11 11,158,930,396 2,370,076,493, ,048,382,724 1,370,656,070, Sep-11 13,667,511,159 2,657,881,200, ,026,175,072 1,358,807,214, Oct-11 19,305,317,400 3,244,744,777,441 72,102,791,931 1,335,580,360, Nov-11 11,343,201, ,781,024,484 19,968,316, ,379,595, Dec-11 10,435,194, ,183,978,277 32,282,110,899 1,097,722,951, Jan-12 7,036,291, ,492,544,395 32,540,959, ,634,384, Feb-12 7,541,493, ,004,211,693 35,314,336, ,443,757, Mar-12 7,554,329, ,602,947,959 43,856,338,518 1,166,905,770, Apr-12 10,065,547, ,390,490,931 62,209,932,687 1,258,365,595, May-12 13,416,743, ,403,938,217 80,563,526,856 1,789,489,886, Jun-12 13,229,631,030 1,165,750,173,272 90,241,517,574 1,541,202,084, Jul-12 12,843,157,250 1,386,396,604,341 94,920,437,880 1,550,992,817, Aug-12 14,437,415,700 1,521,021,107,126 96,127,122,137 1,533,536,845, Sep-12 11,547,663,750 1,606,872,369,520 97,463,370,000 1,552,632,609, Oct-12 10,449,889,059 88,151,528,142 6,906,539,603 1,449,970,810, Nov-12 8,442,195, ,478,139,504 12,157,015,214 1,217,021,708, Dec-12 10,295,369, ,171,344,212 21,227,729,352 1,336,774,190, Jan-13 10,305,209, ,217,176,657 36,772,148,186 1,129,254,031, Feb-13 11,616,220, ,527,956,160 36,414,588,915 1,341,315,882, Mar-13 11,442,434, ,375,263,286 45,560,578,689 1,266,693,267, Apr-13 11,170,252, ,007,661,254 48,477,509,584 1,338,484,521,600 Berdasarkan data diatas terlihat bahwa harga beli bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead dan harga jual produk berfluktuasi dari bulan Oktober 2010 sampai bulan April Hal ini mengindikasikan bahwa setiap bulannya aktivitas produksi perusahaan selalu berubah-ubah. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis statistik dengan menggunakan model korelasi. Analisis data dimulai dengan mengolah data menggunakan microsoft excel, selanjutnya dengan menggunakan software SPSS. Berikut ini ditampilkan data statistik secara umum dari seluruh data yang digunakan pada tabel 2 berikut: Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 52

5 Tabel 2 : STATISTIK DESKRIPTIF Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Harga Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Harga Jual Valid N (listwise) 31 Berdasarkan tabel diatas, dapat dijelaskan bahwa: Rata-rata harga bahan baku adalah dengan standar deviasi Nilai maksimum adalah dan nilai minimum Dapat disimpulkan bahwa data cukup berfariatif dan menyebar antara nilai minimum dan maksimumnya serta penyebaran data berdistribusi normal karena nilai mean lebih besar dari standar deviasinya. Rata-rata biaya tenaga kerja adalah dengan standar deviasi Nilai maksimum adalah dan nilai minimum Dapat disimpulkan bahwa data cukup homogen dan menyebar antara nilai minimum dan maksimum serta penyebaran data berdistribusi normal karena nilai mean lebih besar dari standar deviasinya. Rata-rata biaya overhead adalah dengan standar deviasi Nilai maksimum adalah dan nilai minimum Dapat disimpulkan bahwa data cukup homogen dan menyebar antara nilai minimum dan maksimum serta penyebaran data berdistribusi normal karena nilai mean lebih besar dari standar deviasinya. Rata-rata harga jual adalah dengan standar deviasi Nilai maksimum adalah dan nilai minimum Dapat disimpulkan bahwa data cukup berfariatif dan menyebar antara nilai minimum dan maksimumnya serta penyebaran data berdistribusi normal karena nilai mean lebih besar dari standar deviasinya.jumlah sampel adalah sebanyak 31 buah diperoleh dari bulan Oktober 2010 sampai dengan April Spesifikasi Sistem Usulan Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukkan Berikut ini data yang ada pada PT. Langkat Nusantara Kepong Padang Brahrang berupa data harga bahan baku,biaya tenaga kerja, biaya overhead dan harga jual produk adalah sebagai berikut: Tabel 3 : Harga Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Overhead dan Harga Jual Periode Bulan Oktober 2010 sampai April 2013 No Bulan Harga Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Harga Jual 1 Oct-10 7,467,522,335 73,580,593,181 14,074,594, ,182,426,069 2 Nov-10 7,944,760, ,137,459,342 26,585,345, ,644,183,800 3 Dec-10 12,195,407, ,267,482,680 40,749,302, ,152,213,200 4 Jan-11 7,437,771, ,940,070,751 47,630,215, ,540,368,770 5 Feb-11 8,890,338, ,468,494,393 65,234,629, ,485,976,425 6 Mar-11 12,932,304,750 1,424,406,249, ,432,989,269 1,056,230,878,750 7 Apr-11 11,847,036,250 1,441,895,369, ,984,121,026 1,183,159,594,800 8 May-11 16,990,305,150 2,004,497,201, ,839,987,612 1,369,552,647,377 9 Jun-11 15,262,336,557 2,121,313,489, ,288,016,909 1,416,882,569, Jul-11 14,205,043,800 2,188,016,462, ,959,452,470 1,661,866,804, Aug-11 11,158,930,396 2,370,076,493, ,048,382,724 1,370,656,070, Sep-11 13,667,511,159 2,657,881,200, ,026,175,072 1,358,807,214, Oct-11 19,305,317,400 3,244,744,777,441 72,102,791,931 1,335,580,360,370 Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 53

6 14 Nov-11 11,343,201, ,781,024,484 19,968,316, ,379,595, Dec-11 10,435,194, ,183,978,277 32,282,110,899 1,097,722,951, Jan-12 7,036,291, ,492,544,395 32,540,959, ,634,384, Feb-12 7,541,493, ,004,211,693 35,314,336, ,443,757, Mar-12 7,554,329, ,602,947,959 43,856,338,518 1,166,905,770, Apr-12 10,065,547, ,390,490,931 62,209,932,687 1,258,365,595, May-12 13,416,743, ,403,938,217 80,563,526,856 1,789,489,886, Jun-12 13,229,631,030 1,165,750,173,272 90,241,517,574 1,541,202,084, Jul-12 12,843,157,250 1,386,396,604,341 94,920,437,880 1,550,992,817, Aug-12 14,437,415,700 1,521,021,107,126 96,127,122,137 1,533,536,845, Sep-12 11,547,663,750 1,606,872,369,520 97,463,370,000 1,552,632,609, Oct-12 10,449,889,059 88,151,528,142 6,906,539,603 1,449,970,810, Nov-12 8,442,195, ,478,139,504 12,157,015,214 1,217,021,708, Dec-12 10,295,369, ,171,344,212 21,227,729,352 1,336,774,190, Jan-13 10,305,209, ,217,176,657 36,772,148,186 1,129,254,031, Feb-13 11,616,220, ,527,956,160 36,414,588,915 1,341,315,882, Mar-13 11,442,434, ,375,263,286 45,560,578,689 1,266,693,267, Apr-13 11,170,252, ,007,661,254 48,477,509,584 1,338,484,521,600 Gambar 7 : Tampilan Langkah Corelate Biaya Tenaga Kerja dengan Harga Jual Gambar 6 : Tampilan Langkah Corelate Harga Bahan Baku dengan Harga Jual Gambar 8 : Tampilan Langkah Corelate Biaya Overhead dengan Harga Jual Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 54

7 Gambar 9 : Tampilan Bivariate Corelations Options Harga Jual Correlations Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran Untuk mengetahui tinggi rendahnya korelasi antar variabel tersebut digunakan pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi dalam Sugiyono (2008; 183) sebagai berikut: Tabel 4: Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Tabel 5 : Hubungan Harga Bahan Baku dengan Harga Jual Correlations **. Correlation is significant at the 0.01 level (2- tailed). 1. Menentukan Hipotesis a. Ho : Hubungan antara variabel harga bahan baku dengan harga jual tidak signifikan b. Ha : Hubungan antara variabel harga bahan baku dengan harga jual signifikan 2. Kriteria Pengambilan Keputusan a. Jika signifikansi < 0,05 hubungan semua variabel signifikan b. Jika signifikansi > 0,05 hubungan semua variabel tidak signifikan 3. Kesimpulan Berdasarkan tabel 5 dapat di lihat dari hasil perhitungan, maka diketahui korelasi antara variabel harga bahan baku dengan harga jual menunjukan angka sebesar 0.627; angka ini menunjukan adanya korelasi yang kuat dan searah karena berada pada interval , dimana mempunyai makna jika variabel bebas besar maka variabel terikat juga besar. Angka signifikansi juga menunjukan bahwa sig 0,000 < 0,05 yang artinya harga bahan baku berhubungan signifikan dengan harga jual. Tabel 6 : Hubungan Biaya Tenaga Kerja dengan **. Correlation is significant at the 0.01 level (2- tailed). 1. Menentukan Hipotesis a. Ho : Hubungan antara biaya tenaga kerja dengan harga jual tidak signifikan b. Ha : Hubungan antara variabel biaya tenaga kerja dengan harga jual signifikan 2. Kriteria Pengambilan Keputusan a. Jika signifikansi < 0,05 hubungan semua variabel signifikan b. Jika signifikansi > 0,05 hubungan semua variabel tidak signifikan. 3. Kesimpulan Berdasarkan tabel 6 dapat di lihat dari hasil perhitungan, maka diketahui korelasi antara variabel biaya tenaga kerja dengan harga jual menunjukan angka sebesar 0.526; angka ini menunjukan adanya korelasi yang sedang dan searah karena berada pada interval , dimana mempunyai makna jika variabel bebas besar maka variabel terikat juga besar. Angka signifikansi juga menunjukan bahwa sig 0,002< 0,05 yang artinya biaya tenaga kerja berhubungan signifikan dengan harga jual Tabel 7. Hubungan Biaya Overhead dengan Harga Jual Correlations **. Correlation is significant at the 0.01 level (2- tailed). 1. Menentukan Hipotesis a. Ho : Hubungan antara biaya overhead dengan harga jual tidak signifikan b. Ha : Hubungan antara variabel biaya overhead dengan harga jual signifikan 2. Kriteria Pengambilan Keputusan a. Jika signifikansi < 0,05 hubungan semua variabel signifikan b. Jika signifikansi > 0,05 hubungan semua variabel tidak signifikan Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 55

8 3. Kesimpulan Berdasarkan tabel 7 dapat di lihat dari hasil perhitungan, maka diketahui korelasi antara variabel biaya overhead dengan harga jual menunjukan angka sebesar 0.511; angka ini menunjukan adanya korelasi yang sedang dan searah karena berada pada interval , dimana mempunyai makna jika variabel bebas besar maka variabel terikat juga besar. Angka signifikansi juga menunjukan bahwa sig 0,003< 0,05 yang artinya biaya overhead berhubungan signifikan dengan harga jual. Tabel 8 : Hubungan Harga Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, Biaya Overhead dengan Harga Jual Correlations memiliki hubungan yang signifikan dengan harga jual. 5. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan dalam babbab sebelumnya maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil uji korelasi, maka diketahui korelasi antara variabel harga bahan baku dengan harga jual menunjukan adanya korelasi yang kuat dan signifikan, dimana mempunyai makna jika variabel bebas besar maka variabel terikat juga besar. 2. Hasil uji korelasi, maka diketahui korelasi antara variabel biaya tenaga kerja dengan harga jual menunjukan adanya korelasi yang kuat dan signifikan, dimana mempunyai makna jika variabel bebas besar maka variabel terikat juga besar. 3. Hasil uji korelasi, maka diketahui korelasi antara variabel biaya overhead dengan harga jual menunjukan adanya korelasi yang kuat dan dan signifikan, dimana mempunyai makna jika variabel bebas besar maka variabel terikat juga besar. 4. Variabel independen yang memiliki hubungan paling kuat dengan harga jual adalah harga bahan baku. **.Correlation is significant at the 0.01 level(2- tailed). 6. Daftar Pustaka [1] Sumiati, Murti dan Jhon Soeptihanto, Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan, Edisi II,Penerbit Liberty, Yogyakarta 2008; h.60. [2] Dwi dan Rika,Analisis Lapaoran Keuangan, Edisi IV, Liberty, Yogyakarta, 2007; h.52. [3] Assauri, Sofyan, Manajemen Produksi, Penerbit FE-UI, Jakarta, 2007; h.7. [4] Partadidireja, Ace, Pengantar Ekonomi, BPFE-UGM, Yogyakarta, 2008; h.21. [5] Mulyadi, Akuntansi Biaya, Edisi 5, FE UGM, Yogyakarta, [6] Raiborn, A. Cecily, Akuntansi Biaya: Dasar & Perkembangannya, SalembaEmpat, Jakarta, Menentukan Hipotesis a. Ho : Hubungan antara harga bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead dengan harga jual tidak signifikan b. Ha : Hubungan antara variabel antara harga bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead dengan harga jual signifikan 2. Kriteria Pengambilan Keputusan a. Jika signifikansi < 0,05 hubungan semua variabel signifikan b. Jika signifikansi > 0,05 hubungan semua variabel tidak signifikan 3. Kesimpulan Tabel di atas merupakan hasil korelasi yang digunakan untuk mengukur kuat lemahnya hubungan antara satu variabel bebas dan satu variabel terikat secara bersamaan. Hasil pengujian menunjukan bahwa harga bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead memiliki hubungan yang kuat dengan harga jual. Angka signifikansi juga menunjukan < dari 0,05 yang artinya harga bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead Analisa Hubungan Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual Minyak Kelapa Sawit Pada 56

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1)

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1) KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU Trisna Anggreini 1) Abstract. The purpose of this research are acessing the correlation of attitudes

Lebih terperinci

Satuan (orang, Paket, pcs, dll.) Satuan Jumlah. Satuan (hari, bulan, kali, dll.) Frekuen si. (hari, bulan, kali, dll.)

Satuan (orang, Paket, pcs, dll.) Satuan Jumlah. Satuan (hari, bulan, kali, dll.) Frekuen si. (hari, bulan, kali, dll.) LAMPIRAN C Nama Organisasi:. Perjanjian Hibah: Judul Proyek: Periode Proyek: PENGELUARAN PROGRAM: Paket, pcs, Frekuen si Proyek Mitra Penerima Hibah Donor Lain TOTAL 1 Kegiatan Pengembangan Organisasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org

Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org Uji Validitas dan Reliabilitas Raharjo Raharjo@gmail.com http://raharjo.ppknunj.org Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI BIAYA POKOK UNTUK MEMPRODUKSI CPO DI PKS TANAH PUTIH. Oleh AHMAD FAUZI LUBIS 07 118 039

SISTEM INFORMASI BIAYA POKOK UNTUK MEMPRODUKSI CPO DI PKS TANAH PUTIH. Oleh AHMAD FAUZI LUBIS 07 118 039 SISTEM INFORMASI BIAYA POKOK UNTUK MEMPRODUKSI CPO DI PKS TANAH PUTIH Oleh AHMAD FAUZI LUBIS 07 118 039 FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2011 SISTEM INFORMASI BIAYA POKOK UNTUK MEMPRODUKSI

Lebih terperinci

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta

Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pemasaran Perumahan pada PT. Anugerah Bangun Cipta Anton 1, Hendra 2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 Email : Anton_hwang@yahoo.com

Lebih terperinci

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com

APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS. HENDRY admin teorionline.net Phone : 021-834 14694 / email : klik.statistik@gmail.com APLIKASI REGRESI SEDERHANA DENGAN SPSS HENDRY admin teorionline.net Phone : 02-834 4694 / email : klik.statistik@gmail.com Tentang Regresi Sederhana Analisis regresi merupakan salah satu teknik analisis

Lebih terperinci

LAPORAN May 2015KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND

LAPORAN May 2015KINERJA BULANAN - PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN - PANIN Rp CASH FUND 10-Mar-2004 Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen pasar

Lebih terperinci

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com

Wahyu Setyawan. Pendahuluan. Lisensi Dokumen: Abstrak. Wahyu.gtx21@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Uji Korelasi Wahyu Setyawan Wahyu.gtx1@gmail.com http://wahyu-setyawan.blogspot.com Lisensi Dokumen: m Seluruh dokumen di StatistikaPendidikan.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas

Lebih terperinci

Ifa Atiyah Nur Alimah

Ifa Atiyah Nur Alimah ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR 6T ( TEPAT SASARAN,TEPAT JUMLAH,TEPAT HARGA,TEPAT WAKTU,TEPAT KUALITAS,TEPAT ADMINISTRASI) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL

Lebih terperinci

PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN CHEZ MOKA COFFEE SHOP THE INFLUENCE OF PROMOTION COST TO SALES VOLUME OF CHEZ MOKA COFFEE SHOP

PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN CHEZ MOKA COFFEE SHOP THE INFLUENCE OF PROMOTION COST TO SALES VOLUME OF CHEZ MOKA COFFEE SHOP PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN CHEZ MOKA COFFEE SHOP THE INFLUENCE OF PROMOTION COST TO SALES VOLUME OF CHEZ MOKA COFFEE SHOP Ignasius Yenglie Moy 1, Farah Alfanur 2 1,2 Prodi S1, Manajemen

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN

BAB V HASIL PENELITIAN 1 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Statistik Deskriptif Penelitian ini menggunakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, baik perusahaan dibidang keuangan maupun bidang non-keuangan sebagai sampel

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto 37 BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi peristiwa. Studi peristiwa menurut Jogiyanto (2010) merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa

Lebih terperinci

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING

BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING BAB II PENENTUAN HARGA JUAL DENGAN PENDEKATAN VARIABEL COSTING II.1. Harga Jual Penentuan harga jual suatu produk atau jasa merupakan salah satu keputusan penting manajemen karena harga yang ditetapkan

Lebih terperinci

PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN

PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA RUMAH SAKIT UMUM HERNA MEDAN Oleh Hormaingat Damanik, SE., MM & Asima Kristina Fakultas Ekonomi Universitas Darma Agung Abstract Fix assets

Lebih terperinci

ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. BANGUN TENERA RIAU PEKANBARU. Riani Sukma Wijaya 1. Abstract

ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. BANGUN TENERA RIAU PEKANBARU. Riani Sukma Wijaya 1. Abstract ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. BANGUN TENERA RIAU PEKANBARU Riani Sukma Wijaya 1 Abstract The purpose of this study was to determine the treatment performed freight classification on

Lebih terperinci

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma

UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0. Disusun oleh: Andryan Setyadharma UJI ASUMSI KLASIK DENGAN SPSS 16.0 Disusun oleh: Andryan Setyadharma FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010 1. MENGAPA UJI ASUMSI KLASIK PENTING? Model regresi linier berganda (multiple regression)

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi konseptual, Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Definisi Konseptual Menurut teori teori yang di uraikan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK FURNITURE

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK FURNITURE ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PRODUK FURNITURE ( Studi kasus pada PT. Hanin Designs Indonesia - Indonesian Legal Wood) Oleh: Utcik Anita Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1.1. Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen. a. Analisis Uji Validitas Instrumen kategori cukup yaitu pada interval 50-57 dengan nilai rata-rata 55. BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang penulis peroleh selama mengadakan penelitian, maka pada bab ini akan dianalisa dengan

Lebih terperinci

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR ANALYSIS RELATIONSHIP OF SOCIOECONOMIC CHARACTERISTICS ON CHARACTERISTICS

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 3.1.1 Definisi Konseptual Kepemimpinan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan kinerja organisasi

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Jenis dan Ruang Lingkup Penelitian Penelitian atas Pengukuran profitabilitas perusahaan ini adalah jenis penelitian komparatif yakni penelitian yang dilakukan dengan maksud

Lebih terperinci

E-book Statistika Gratis... Statistical Data Analyst. Penyajian Data Statistik

E-book Statistika Gratis... Statistical Data Analyst. Penyajian Data Statistik Penyajian Data Statistik Pada penulisan kedua tentang Statistika Elementer ini, penulis akan memberikan bahasan mengenai Penyajian Data Statistik kepada para pembaca untuk mengetahui bentuk penyajian data

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem, Pengendalian Intern, Pembelian, Kinerja Keuangan. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci : Sistem, Pengendalian Intern, Pembelian, Kinerja Keuangan. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jaman, pihak manajemen perusahaan melakukan perubahan sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mengatasi perubahan, manajemen harus bisa menyusun strategi dan kebijakan perusahaan

Lebih terperinci

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera)

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera) Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit (Studi kasus BPR Arthaguna Sejahtera) 1 Ferry Yudhy I., SE 2 DR. E. Susy Suhendra 1 Pasca Sarjana Manajemen Perbankan Universitas Gunadarma

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN

LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 LAMPIRAN 1 UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN 83 84 Nama : Kelas/No. Absen : Petunjuk Pengisian Angket: Berilah tanda check ( ) pada kolom S (Selalu), SR (Sering), J (Jarang), TP (Tidak Pernah) sesuai dengan

Lebih terperinci

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread.

Kata kunci : harga saham, volume perdagangan, ukuran perusahaan, bid ask spread. PENGARUH HARGA SAHAM, VOLUME PERDAGANGAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP BID-ASK SPREAD PADA PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Viri Anggraini (virianggraini@ymail.com)

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Desain Penelitian Penelitian Jenis dan Metode Unit Analisis Time Horizon Penelitian T-1 Asosiatif/survey Organisasi-Departemen

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR HUBUNGAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DENGANKELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Neni Sugiatni, Jumailiyah, dan Baiq Rohiyatun Administrasi pendidikan, FIP IKIP Mataram Email :Baiqnenysugiatni@gmail.com

Lebih terperinci

PENGARUH DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPATU FUTSAL SPECS DI KOTA BANDUNG

PENGARUH DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPATU FUTSAL SPECS DI KOTA BANDUNG PENGARUH DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SEPATU FUTSAL SPECS DI KOTA BANDUNG Albertus Agastya M Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom

Lebih terperinci

LAMPIRAN Statistics Umur

LAMPIRAN Statistics Umur LAMPIRAN Statistics Umur Pendidikan Pekerjaan Kolesterol Kalsium Natrium IMT N Valid 212 212 212 212 212 212 212 Missing 0 0 0 0 0 0 0 Mean 49.06 3.71 4.61 128.70 290.70 294.91 26.660 Std. Deviation 2.939

Lebih terperinci

Perbedaan Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Dan Manajemen Terhadap Mata Kuliah Dasar Dasar Akuntansi

Perbedaan Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Dan Manajemen Terhadap Mata Kuliah Dasar Dasar Akuntansi Perbedaan Pemahaman Mahasiswa Akuntansi Dan Manajemen Terhadap Mata Kuliah Dasar Dasar Akuntansi Novan Adriansyah (adriansyah_novan@yahoo.com) Betri Sirajuddin (betri.sirajuddin@facebook.com) Jurusan Akuntansi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Responden Dalam gambaran umum mengenai responden ini akan disajikan data yang telah diperolah dari penelitian yang telah dilakukan pada 95 orang responden.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan ekonomi regional dan internasional yang dapat menunjang sekaligus dapat berdampak

BAB I PENDAHULUAN. dengan ekonomi regional dan internasional yang dapat menunjang sekaligus dapat berdampak BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia menuju masyarakat yang makmur dan berkeadilan perlu adanya pembangunan ekonomi yang seimbang.

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya.

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DALAM MENETAPKAN HARGA JUAL BETON PADA PT INDO BETON PALEMBANG

ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DALAM MENETAPKAN HARGA JUAL BETON PADA PT INDO BETON PALEMBANG ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DALAM MENETAPKAN HARGA JUAL BETON PADA PT INDO BETON PALEMBANG Nurul Isnani (Isnaninurul@gmail.com) Rizal Effendi (Rizaleffendi31@yahoo.co.id) Akuntansi S1 STIE

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

LAMPIRAN A STANDARISASI SIMPLISIA HASIL PERHITUNGAN SUSUT PENGERINGAN SERBUK Hasil susut pengeringan daun alpukat

LAMPIRAN A STANDARISASI SIMPLISIA HASIL PERHITUNGAN SUSUT PENGERINGAN SERBUK Hasil susut pengeringan daun alpukat LAMPIRAN A STANDARISASI SIMPLISIA HASIL PERHITUNGAN SUSUT PENGERINGAN SERBUK Replikasi Hasil susut pengeringan daun alpukat Hasil susut pengeringan daun belimbing manis 1 5,30 % 6,60% 2 5,20 % 6,80% 3

Lebih terperinci

LAPORAN November KINERJA 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND

LAPORAN November KINERJA 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND LAPORAN BULANAN PANIN Rp CASH FUND LAPORAN November 2014 BULANAN - PANIN Rp CASH FUND Panin Rp Cash Fund bertujuan untuk memberikan hasil yang relatif stabil melalui penempatan terutama pada instrumen

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 No. 17/03/34/Th.XVII, 2 Maret 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Februari 2015, NTP

Lebih terperinci

I. U M U M. TATA CARA PANEN.

I. U M U M. TATA CARA PANEN. LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 17/Permentan/OT.140/2/2010 TANGGAL : 5 Pebruari 2010 TENTANG : PEDOMAN PENETAPAN HARGA PEMBELIAN TANDA BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT PRODUKSI PEKEBUN TATA

Lebih terperinci

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan

PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan PENGARUH JAM PELAJARAN KOSONG TERHADAP KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SMAN 1 REJOTANGAN TAHUN 2013 Oleh : Supriadi Guru SMAN 1 Rejotangan ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan besarnya pengaruh

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA)

PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) PENGARUH ACCOUNT REPRESENTATIVE (AR) TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (KPP PRATAMA SIDOARJO UTARA) Febri Alfiansyah Universitas Negeri Surabaya E-mail: febri_alfiansyah@rocketmail.com Abstract

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG ORBITH VOL. 9 NO. 3 NOVEMBER 2013 : 228 235 ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN PRODUK, HARGA, LOKASI TERHADAP MINAT BELI ULANG Oleh : Bambang Sarjono Staf Pengajar Jurusan Elektro Politeknik Negeri Semarang

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan Marwa Halim 1), Chalvin Eko 2) STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail : marwa127@yahoo.com

Lebih terperinci

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina Unitas, Vol. H. Secapramana 9, No. 1, September 2000 - Pebruari 2001, 30-43 MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina H. Secapramana Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Abstrak Strategi pemasaran

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I

PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN JASA FOTO COPY TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN FE UPI Y.A.I Siti Aisyah Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Jakarta email:

Lebih terperinci

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics

GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics GET FILE='D:\albert\data47 OK.sav'. DESCRIPTIVES VARIABLES=TOperAC seperac /STATISTICS=MEAN STDDEV MIN MAX. Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation TOperAC 47 988.47 2376.52 1802.6366

Lebih terperinci

Tata ruang Indonesia

Tata ruang Indonesia Tata ruang Indonesia Luas 190,994,685 Ha Hutan Produksi Kawasan Non-hutan Hutan Produksi Terbatas Hutan konservasi Hutan dilindungi Sumber: Statistik Kehutanan Indonesia 2008, Departemen Kehutanan Indonesia

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti

Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Perancangan Sistem Penjualan Online pada Mebel Isti Abstrak : Final report entitled " Online Sales System Design at Furniture Isti " was held in February and June aim of this thesis is to design a system

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok

Lebih terperinci

PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG

PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA PRODUK PAKAIAN 3SECOND DI SHOWROOM JAVA MALL SEMARANG PAULA TIERA PANGESTIKA B11.2009.01862 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Di dunia

Lebih terperinci

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA

KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA KORELASI DAN REGRESI LINIER SEDERHANA 1. Pendahuluan Istilah "regresi" pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton pada tahun 1886. Galton menemukan adanya tendensi bahwa orang tua yang memiliki

Lebih terperinci

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH Endang Tri Wahyuni A.: Pengaruh Faktor Syariah, Tingkat Keuntungan Bagi 269 PENGARUH FAKTOR SYARIAH, TINGKAT KEUNTUNGAN BAGI HASIL, DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN PERBANKAN SYARIAH

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP SOFTWARE CLIPPER PADA PT. PRIMAJASA Suryanto 1 e-mail : Suryanto1865@yahoo.com Diterima :20 Juli 2010 /Disetujui : 12 Agustus 2010 ABSTRACT Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS

TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS TEKNIK PENGUJIAN VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENGUJIAN VALIDITAS MENGGUNAKAN EXCEL Berikut ini adalah contoh pengujian validitas konstruk, yang digunakan untuk menilai apakah data hasil angket/kuisioner

Lebih terperinci

LAPORAN PROGRAM DEJAVATO PEDULI TAHUN 2014

LAPORAN PROGRAM DEJAVATO PEDULI TAHUN 2014 LAPORAN PROGRAM DEJAVATO PEDULI TAHUN 2014 Dejavato ikut berperan serta dalam kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan khususnya yang menghadapi situasi sulit, bencana alam, dan kondisi darurat

Lebih terperinci

AKUNTANSI BIAYA MODUL 3 HARGA POKOK PENJUALAN & IKHTISAR RUGI LABA

AKUNTANSI BIAYA MODUL 3 HARGA POKOK PENJUALAN & IKHTISAR RUGI LABA AKUNTANSI BIAYA MODUL 3 HARGA POKOK PENJUALAN & IKHTISAR RUGI LABA Oleh Ir. Betrianis, MSi Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia DEPOK 2006 TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat di kembangkan adalah industri air minum isi ulang.

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat di kembangkan adalah industri air minum isi ulang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, karena terletak didaerah khatulistiwa sehingga daerah ini disinari matahari setiap harinya dan suhu

Lebih terperinci

BAB III METODE TRIMMING PADA ANALISIS JALUR

BAB III METODE TRIMMING PADA ANALISIS JALUR 36 BAB III METODE TRIMMING PADA ANALISIS JALUR 3.1 Analisis Jalur Analisis jalur yang dikenal sebagai path analysis dikembangkan pertama tahun 1920-an oleh seorang ahli genetika yaitu Sewall Wright (Riduwan

Lebih terperinci

TINJAUAN ATAS PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK PRODUK CACAT DAN PRODUK RUSAK PADA PT INDO PACIFIC

TINJAUAN ATAS PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK PRODUK CACAT DAN PRODUK RUSAK PADA PT INDO PACIFIC PROCEEDINGS Perkembangan Peran Akuntansi Dalam Bisnis Yang Profesional TINJAUAN ATAS PERLAKUAN AKUNTANSI UNTUK PRODUK CACAT DAN PRODUK RUSAK PADA PT INDO PACIFIC Abstract 570 066. Shinta Dewi Herawati

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x DAFTAR ISI ABSTRAK. i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...ix DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian...... 1 1.2. Identifikasi Masalah....

Lebih terperinci

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA

MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA MODUL REGRESI LINIER SEDERHANA Tujuan Praktikum: Membantu mahasiswa memahami materi Pegambilan keputusan dari suatu kasus dengan menggunakan kaidah dan persamaan I. Pendahuluan Di dalam analisa ekonomi

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN PENJUALAN TERHADAP LABA PERUSAHAAN

ANALISIS PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN PENJUALAN TERHADAP LABA PERUSAHAAN ANALISIS PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN PENJUALAN TERHADAP LABA PERUSAHAAN (Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar) ARTIKEL PUBLIKASI ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BB 3 METODE PENELITIN 3.1 Desain/Kerangka Penelitian Berdasarkan dari uraian latar belakang, perumusan masalah, dan teori-teori yang telah dijelaskan sebelumnya, maka kerangka pemikiran dari penelitian

Lebih terperinci

INDUSTRI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INDONESIA In House Training Profil Bisnis Industri Kelapa Sawit Indonesia Medan, 30-31 Mei 2011

INDUSTRI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INDONESIA In House Training Profil Bisnis Industri Kelapa Sawit Indonesia Medan, 30-31 Mei 2011 INDUSTRI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT INDONESIA In House Training Profil Bisnis Industri Kelapa Sawit Indonesia Medan, 30-31 Mei 2011 Ignatius Ery Kurniawan PT. MITRA MEDIA NUSANTARA 2011 KEMENTERIAN KEUANGAN

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks UNIVERSITAS TARUMANAGARA Fakultas : Ekonomi Jurusan/Program : S1 Akuntansi Mata kuliah : Manajemen Pemasaran Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks NO MINGG U POKOK BAHASAN TINJAUAN INSTRUKSIONAL

Lebih terperinci

KARTU BIMBINGAN PENELITIAN

KARTU BIMBINGAN PENELITIAN Lampiran 1 KARTU BIMBIGA PEELITIA Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Pembangunan asional Veteran Jakarta Tahun 2011 Peneliti Judul : Linda Wattimena : Hubungan Tingkat

Lebih terperinci

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013

ROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MURIA KUDUS TAHUN 2013 i ADAPTASI MODEL DELONE DAN MCLEAN YANG DIMODIFIKASI GUNA MENGUJI KEBERHASILAN APLIKASI OPERASIONAL PERBANKAN BAGI INDIVIDU PENGGUNA SISTEM INFORMASI (STUDI KASUS PADA PD.BPR BKK DI KABUPATEN PATI) Skripsi

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN A. Validitas a. Pengertian Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Jadi pengujian validitas itu mengacu pada

Lebih terperinci

ANALISIS EFEKTIFITAS SIAP-PSB ONLINE DAN KINERJA PANITIA TERHADAP KEPUASAN USER DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA

ANALISIS EFEKTIFITAS SIAP-PSB ONLINE DAN KINERJA PANITIA TERHADAP KEPUASAN USER DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA ANALISIS EFEKTIFITAS SIAP-PSB ONLINE DAN KINERJA PANITIA TERHADAP KEPUASAN USER DI WILAYAH DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA Setia Wardani, Abidarin Rosidi, Hanif Al Fatta Magister Teknik Informatika STMIK

Lebih terperinci

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi Bab1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi manajemen, menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Uji Asumsi. Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Uji Asumsi Sebelum melakukan analisis dengan menggunakan analisis regresi, terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi terhadap data penelitian. Uji asumsi yang dilakukan

Lebih terperinci

Designing Competency Model

Designing Competency Model Designing Competency Model Problems To Be Addressed Competency model can answer the problems of human resource required profiles both in terms of skills, knowledge and characteristics in order to support

Lebih terperinci

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR

CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA SATU JALUR Data Sampel I Data Sampel II Data Sampel III 5 4 7 9 8 5 9 4 6 CONTOH DATA YANG DIANALISIS DENGAN ANAVA DUA JALUR Kategori Data Sampel I Data Sampel

Lebih terperinci

MEGA LINK AGGRESSIVE FUND

MEGA LINK AGGRESSIVE FUND Mega Link Aggressive Fund (MLAF) bertujuan memberikan imbal hasil jangka panjang kepada investor dalam bentuk total return (dari apresiasi harga efek maupun deviden) dengan investasi terutama pada saham-saham

Lebih terperinci

BELAJAR SPSS. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menginstal terlebih dahulu software SPSS

BELAJAR SPSS. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara menginstal terlebih dahulu software SPSS BELAJAR SPSS SPSS merupakan software statistik yang paling populer, fasilitasnya sangat lengkap dibandingkan dengan software lainnya, penggunaannya pun cukup mudah. Langkah pertama yang harus dilakukan

Lebih terperinci

PENGARUH PENDAPATAN PER KAPITA, HARGA, KURS DOLLAR AMERIKA SERIKAT DAN CADANGAN DEVISA TERHADAP IMPOR MINYAK BUMI INDONESIA

PENGARUH PENDAPATAN PER KAPITA, HARGA, KURS DOLLAR AMERIKA SERIKAT DAN CADANGAN DEVISA TERHADAP IMPOR MINYAK BUMI INDONESIA E-Jurnal EP Unud, 4 [5] :422-433 ISSN: 2303-0178 PENGARUH PENDAPATAN PER KAPITA, HARGA, KURS DOLLAR AMERIKA SERIKAT DAN CADANGAN DEVISA TERHADAP IMPOR MINYAK BUMI INDONESIA Ni Wayan Jesni Umantari 1 Ida

Lebih terperinci

Designing Training Program

Designing Training Program Designing Training Program Problems To Be Addressed Many companies in Indonesia pay a great attention in training and development of their Human Resources. The companies expect that their Human Resources

Lebih terperinci

Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen

Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen Angket Uji Coba Instrumen Data Hasil Uji Coba instrumen A. Angket Uji Coba Instrumen Penelitian PENGARUH KONSEP DIRI, PRAKTEK INDUSTRI DAN INFORMASI DUNIA KERJA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Meriana STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, telp. 061-4567111, fax. 061-4527548 email : meriana@yahoo.com Abstrak PT. Pima Dina Lestari adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

PENDEKATAN MODEL MATEMATIS UNTUK MENENTUKAN PERSENTASE MARKUP HARGA JUAL PRODUK

PENDEKATAN MODEL MATEMATIS UNTUK MENENTUKAN PERSENTASE MARKUP HARGA JUAL PRODUK PENDEKATAN MODEL MATEMATIS UNTUK MENENTUKAN PERSENTASE MARKUP HARGA JUAL PRODUK Oviliani Yenty Yuliana Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas Kristen Petra Siana Halim Dosen Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... iii. KATA PENGANTAR iv. DAFTAR ISI vi. DAFTAR GAMBAR ix. DAFTAR TABEL x. I.1. Latar Belakang Masalah..

DAFTAR ISI. ABSTRAKSI... iii. KATA PENGANTAR iv. DAFTAR ISI vi. DAFTAR GAMBAR ix. DAFTAR TABEL x. I.1. Latar Belakang Masalah.. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengembangan produk untuk menumbuhkan minat beli konsumen dalam kaitannya dengan kualitas produk Oli S.P.C. di P.T.

Lebih terperinci

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS KAS TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Satria Pratama (satriapratama582@gmail.com) Dinnul Alfian Akbar (dinnul_alfian_akbar@yahoo.com)

Lebih terperinci

Full service integrated securities company

Full service integrated securities company PT Trimegah Securities Tbk Paparan Publik / Public Expose IDX - TRIM Bloomberg TRIM IJ 25 Juni 2009 The Sultan - Jakarta Agenda 1. Profil Perusahaan 2. Kegiatan Usaha 3. Kinerja Keuangan 4. Rencana Usaha

Lebih terperinci

PENGARUH TRANSAKSI PIHAK-PIHAK ISTIMEWA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN. Fransiska Jenjang Sri Lestari

PENGARUH TRANSAKSI PIHAK-PIHAK ISTIMEWA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN. Fransiska Jenjang Sri Lestari PENGARUH TRANSAKSI PIHAK-PIHAK ISTIMEWA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN Fransiska Jenjang Sri Lestari Prgram Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jalan Babarsari 43-44,

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS)

ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS) ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS) Dr. Widayat, SE. MM. Outline Apa analisis faktor? Syarat dan asumsi yang diperlukan? Bagaimana caranya? Aplikasi analisis faktor Factor Analysis Prosedur analisis yang

Lebih terperinci

4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen. Tujuan Intruksional Khusus:

4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen. Tujuan Intruksional Khusus: 108 4.3.10. Pokok Bahasan 10: Pengamatan Panen Tujuan Intruksional Khusus: Setelah mengikuti course content ini mahasiswa dapat menjelaskan kriteria, komponen dan cara panen tanaman semusim dan tahunan

Lebih terperinci

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS

PENGARUH TERHADAP GKAPAN DI BURSA OLEH FAKULTAS BISNIS PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCEE DAN KONDISI KEUANGAN TERHADAP LUAS PENGUNG GKAPAN SUKARELA PADAA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : STEVEN TANSIL TAN 3203009100

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta

BAB III METODE PENELITIAN. Dr H Abdul Moeloek Propinsi Lampung. Obyek penelitian ini adalah pasien peserta BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lingkup penelitian ini mempelajari analisis mutu dan pengaruhnya terhadap keputusan pasien BPJS ASKES memilih layanan kesehatan di Rumah Sakit Dr

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN BRAND IMAGE PADA RUMAH MAKAN AYAM GORENG

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN BRAND IMAGE PADA RUMAH MAKAN AYAM GORENG ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN BRAND IMAGE PADA RUMAH MAKAN AYAM GORENG The Effect of Service Quality on Customer Satisfaction and Brand Image at Fried Chicken Restaurant

Lebih terperinci

SKRIPSI SESUDAH R OLEH

SKRIPSI SESUDAH R OLEH SKRIPSI ANALISIS DAMPAK ABNORMAL RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PENGUMUMAN MERGER DAN D AKUISISI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR R DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH : ADINDA PUSPITA 070503065 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci