BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH"

Transkripsi

1

2 BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH 4.1. Strategi dan Tiga Agenda Utama Strategi pembangunan daerah disusun dengan memperhatikan dua hal yakni permasalahan nyata yang dihadapi oleh Kota Samarinda dan visi dan misi pembangunan Kota Samarinda dalam lima tahun ke depan. Permasalahan Kota Samarinda yang utama dapat dilihat dari persoalan infrastruktur, lingkungan hidup dan akhirnya terkait pula dengan tata kelola pemerintahan. Munculnya tiga persoalan utama Kota tersebut dapat berdampak terhadap pertumbuhan kota dan masyarakat di Kota Samarinda. Sebagai ibukota propinsi, seperti juga kota-kota besar lainnya di Indonesia, persoalan infrastruktur menjadi masalah di semua bidang. Infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan beserta dengan drainasenya sangat penting untuk dibenahi. Sebagai ibukota propinsi, Kota Samarinda menjadi pusat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah yang cukup besar, sehingga perlu menyediakan sarana tidak hanya bagi masyarakat kota tersebut, tetapi juga masyarakat propinsi secara keseluruhan. Pada masa mendatang, bukan suatu yang tidak mungkin, Kota Samarinda akan menjadi kota metropolitan baru di wilayah utara Indonesia. Sehingga perlu dipersiapkan sejak saat ini, bila tidak, ketika kondisi itu sudah datang, berbagai persoalan akan menjadi beban yang tidak terelakkan bagi masyarakatnya. Pembangunan infrastruktur tersebut, meskipun sepintas lalu memang hanya terlihat sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan rakyat atau masyarakat. Tetapi bila dikaji lebih jauh, sesungguhnya tidak hanya itu, pembangunan infrastruktur tersebut juga sangat penting guna meningkatkan 63

3 perekonomian daerah. Dengan meningkatnya infrastruktur jalan, jembatan dan sungai, berarti sarana transportasi masyarakat akan lebih mudah. Hal itu akan berdampak terhadap semakin mudah berlangsungnya kegiatan dunia usaha, termasuk memudahkan distribusi berbagai komoditi yang diusahakan masyarakat. Pada akhirnya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan sungai akan meningkatkan ekonomi masyarakat dan tentu secara langsung atau tidak langsung akan berdampak terhadap perekonomian Kota Samarinda. Seandainya pembangunan infrastruktur sungai dapat dibangun menjadi baik, bukan tidak mungkin akan menjadi sarana transportasi yang baik tetapi lebih murah dibanding trasportasi darat. Bahkan, sarana transportasi air tersebut dapat lebih dikembangkan menjadi salah satu sarana wisata bagi Kota Samarinda. Tentunya, hal itu juga menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakatdan pemerintah kota. Perbaikan infrastruktur tersebut juga juga terkait langsung dengan infrastruktur pengelolaan sungai. Karena saluran drainase jalan tentunya akan terus mengalir kesungai, sebelum menuju lautan lepas. Apalagi secara umum diketahui, sungai merupakan salah satu sarana transportasi penting di pulau Kalimantan. Drainase atau saluran air yang dibangun bersamaan dengan pembangunan infrastruktur tersebut akan mendukung daya tahan infrastruktur yang sudah dibangun dengan biaya yang tentu cukup besar. Selain itu, sekaligus akan menjadi sarana pengendali banjir yang cukup efektif bagi masyarakat kota. Semakin lama daya tahan infrastruktur, berarti pula suatu penghematan terhadap anggaran,hingga anggaran itu dapat dimanfaatkan untuk bidang lain. Pentingnya pembangunan infrastruktur di Kota Samarinda, ternyata tidak hanya penting pada infrastruktur dasar tersebut, tetapi juga sangat 64

4 diperlukan di bidang-bidang lain, terutama bidang pendidikan dan kesehatan. Kedua bidang tersebut merupakan sarana utama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kemajuan suatu bangsa, termasuk kota, sangat dipengaruhi tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakatnya. Sebagai suatu kota besar, merupakan suatu keharusan memiliki masyarakat yang berpendidikan dan sehat. Dengan semakin banyak masyarakat yang berpendidikan, tentu banyak hal yang dapat dikerjakan masyarakat itu demi kemajuan kota dan masyarakatnya. Masalah pendidikan dan kesehatan umumnya akan menimbulkan kesenjangan ketika suatu wilayah menjadi berkembang. Berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan Kota Samarinda, Propinsi Kalimantan Timur, bahkan untuk tingkat nasional dapat muncul dari masyarakat Samarinda yang memiliki pendidikan cukup. Minimal, masyarakat Kota Samarinda dapat melakukan hal-hal yang dibutuhkan bagi kepentingan kota dan propinsi tersebut secara bersama-sama. Kegiatan tersebut tentunya juga terkait dengan pertumbuhan ekonomi kota Samarinda dan propinsi Kalimantan Timur. Namun tentu sama-sama disadari, tidak mungkin seseorang, meskipun berpendidikan, melakukan sesuatu, apalagi hal-hal yang besar, bila kondisinya tidak sehat. Karena itu pembangunan infrastruktur kesehatan menjadi sangat penting, sebagai sarana penunjang utama pembangunan masyarakat. Hidup sehat merupakan salah satu faktor utama guna meraih berbagai faktor lainnya. Dengan semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi suatu kota atau daerah, persoalan yang diperkirakan muncul menyangkut lingkungan hidup. Dengan semakin pesatnya industri dan tingginya pendapatan perkapita penduduk, secara langsung tingkat konsumsi dan kebutuhan barang tersier 65

5 akan naik. Hal itu sangat mungkin mempengaruhi kualitas lingkungan hidup suatu wilayah. Tentu bukan sesuatu yang baru bila di kota-kota metropolitan terjadi permasalahan lingkungan hidup yang cukup berat. Kota metropolitan dapat menjadi kota metropolitan, baik udara, air, bahkan juga lahan atau tanah. Air sungai sudah tidak layak dipergunakan, jangankan untuk dikonsumsi, untuk mandi dan mencuci saja sudah meragukan, karena limbah industri dan domestik dibuang ke sungai-sungai tersebut tanpa kontrol. Pembangunan pemukiman yang menjadi trend di kota besar dapat menyebabkan drainase terabaikan. Sempadan sungai (tepi sungai) sering menjadi bagian dari bangunan, sehingga lebar sungai menyempit. akibatnya, saat musim hujan, banjir tidak terelakkan. Apalagi bila pembangunan tersebut terpaksa harus mengorbankan hutan kota, tentu timbulnya banjir dan longsor menjadi suatu hal yang wajar. Melihat berbagai kenyataan itu, bukan berarti suatu kota dan daerah tidak boleh membangun. Tetapi demi pembangunan Kota Samarinda yang berkelanjutan, perlu adanya pelaksanaan manajemen terpadu, baik dari sisi infrastruktur dasar, pendidikan dan kesehatan, maupun persoalan lingkungan hidup, baik air, udara dan darat. Manajemen ini merupakan usaha untuk mengelola berbagai bidang tersebut agar pembangunan tetap dapat dilakukan, tetapi juga selalu menjaga keharmonisan antara pembangunan dengan alam dan ekosistemnya. Seandainya hal itu dapat dilakukan, yang beruntung tentu manusia, masyarakat dan pemerintahan Kota Samarinda. Semua itu, akan menguntungkan dari sisi ekonomis dan juga kesejahteraan masyarakat. Guna mewujudkan berbagai langkah tersebut, diperlukan tata kelola pemerintahan atau manajemen pemerintahan. Dalam melaksanakan pemerintahan, perlu dilakukan penyusunan program yang tertata dengan baik, 66

6 mulai dari jenis program, waktu pelaksanaan, sasaran dan target yang ingin diraih. Dengan manajemen pemerintahan yang baik, tentu diharapkan, program pembangunan yang dilaksanakan juga baik dan tidak membawa dampak negatif terhadap masyarakat dan lingkungan hidup atau minimal dampak yang mungkin terjadi dapat dieliminir sedemikian rupa, sehingga tidak merugikan masyarakat dan lingkungan hidup. Dengan memperhatikan berbagai permasalahan strategis tersebut dan dengan memperhatikan visi dan misi Kota Samarinda lima tahun ke depan sebagaimana telah dijelaskan dalam bagian sebelumnya maka strategi pembangunan Kota Samarinda adalah sebagai berikut ini Strategi Pembangunan Kota Samarinda Terdapat tiga strategi pokok pembangunan Kota Samarinda yang ditempuh dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah. Tiga strategi pokok ini mencerminkan perhatian terhadap pengembangan kapasitas penyelenggaraan pembangunan daerah, pengembangan sumber daya lokal yang memiliki kompetensi inti dalam menghadapi persaingan antar daerah, dan pengembangan ekonomi berdasarkan jalur ganda yakni sekaligus berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. 1. Strategi pengembangan kebersamaan dalam pembangunan daerah yang berbasis pada semangat otonomi daerah. Strategi pengembangan kebersamaan ini dimaksudkan untuk rekonsiliasi berbagai kekuatan yang mempengaruhi proses pembangunan Kota Samarinda. Pengembangan kebersamaan dimaksudkan pula terjadi dalam seluruh proses pembangunan daerah yang meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban pembangunan 67

7 daerah. Kebersamaan dalam seluruh proses pembangunan daerah ini diharapkan dapat memacu terjadinya tanggung jawab bersama dalam pembangunan daerah sehingga kesejahteraan yang tercipta dapat membawa maslahat bersama bagi masyarakat Samarinda. Pada saat yang bersamaan kebersamaan dalam proses pembangunan ini juga diharapkan membawa kesadaran bersama dari seluruh elemen yang ada bahwa terganggunya proses pembangunan pada dasarnya membawa akibat buruk bagi semua lapisan dan elemen masyarakat di Kota Samarinda. Semangat otonomi daerah tetap menjadi landasan bersama dalam proses pembangunan daerah karena konflik yang terjadi dan akibat yang ditimbulkan sebaiknya disadari sebagai persoalan lokal yang harus diselesaikan pada tingkat lokal pula. Dengan demikian apabila komponen lokal mampu membangun kebersamaan melalui mekanisme yang disediakan dalam penyelenggaraan otonomi daerah maka hal tersebut dapat disetarakan dengan keberhasilan membangun kapasitas penyelenggaraan otonomi daerah yang berbasis lokal. Kapasitas ini tentu merupakan modal yang sangat berharga bagi keberhasilan pelaksanaan dua strategi berikutnya. Pada saat yang sama, lemahnya kapasitas pembangunan daerah juga berarti akan berkontribusi kuat pada kegagalan pelaksanaan dua strategi berikutnya. Oleh karena itu, penekanan pada strategi pertama ini perlu dilakukan secara sungguhsungguh oleh semua komponen masyarakat dan penyelenggara pemerintahan daerah Kota Samarinda. 2. Strategi pengembangan potensi lokal yang berdaya saing secara berkelanjutan. Dalam era otonomi daerah dewasa ini terdapat peluang untuk mengembangkan daerah masing-masing berdasarkan prakarsa dan aspirasi masyarakat setempat dengan mempertimbangkan kondisi potensi lokal setempat. Peluang seperti ini pada akhirnya memunculkan kompetisi 68

8 antar daerah untuk mencapai kepuasan optimum dalam pembangunan daerah. Kepuasan optimum ini berarti nilai-nilai ideal yang paling dikehendaki oleh masyarakat sebuah daerah otonomi. Karena setiap daerah otonom memiliki preferensi nilai yang berbeda serta sumber daya yang terbatas untuk semua daerah maka kompetisi antar daerah menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Dengan adanya kompetisi ini maka akan muncul sebuah daerah yang memenangkan kompetisi dengan merebut sebagian besar sumber daya luar daerah yang tersedia dan akan muncul pula sebuah daerah yang tampil kurang meyakinkan sehingga gagal merebut sebagian besar sumber daya luar yang tersedia. Arti penting memperoleh sumber daya luar bagi pembangunan menjadi tak terelakkan guna mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya internal sebuah daerah. Untuk memenangkan kompetisi antar daerah pada dasarnya sebuah daerah harus mendayagunakan potensi lokalnya masing-masing. Potensi lokal ini ada yang bersifat kompetitif jika potensi yang sama tersebut juga dimiliki oleh daerah lain sehingga untuk memenangkan kompetisi harus bersaing dengan dengan daerah lainnya. Potensi lokal juga ada yang bersifat komparatif jika potensi tersebut tidak atau jarang sekali dimiliki oleh daerah lainnya. Baik potensi lokal yang bersifat kompetitif maupun komparatif merupakan potensi yang harus dikembangkan untuk mencapai kemakmuran bersama. Eksplorasi dan eksploitasi potensi lokal ini perlu dilakukan secara bersungguh-sungguh guna memperoleh daya saing yang tinggi jika berhadapan dengan daerah lainnya. Dengan kemampuan daya saing yang baik ini maka strategi pembangunan berikutnya dapat dilaksanakan dengan berhasil. Dengan kemampuan daya saing ini pula, Kota Samarinda menjadi memiliki daya tarik investasi yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, kemampuan mengelola potensi lokal yang berdaya saing seringkali bersifat jangka pendek dan bersifat temporer. Jika hal ini yang 69

9 terjadi maka kemampuan daya saing juga bersifat jangka pendek. Kondisi ini seringkali terjadi dalam iklim kompetisi yang baik karena dua sebab. Pertama, karena tidak ada upaya menjaga daya saing secara berkelanjutan. Kedua, karena daerah lain sebagai kompetitor juga terus berusaha mengembangkan daya saingnya sampai berhasil menarik investasi yang lebih baik. Dengan memperhatikan hal ini serta upaya mencapai visi dan misi Kota Samarinda yang tidak bersifat temporer maka diperlukan upaya yang sungguh-sungguh pula untuk mencapai daya saing yang berkelanjutan. Untuk itu, perlu dieksplorasi lebih mendalam tentang komptensi inti Kota Samarinda sehingga tampak dengan jelas pengembangan potensi lokal yang berdaya saing secara berkelanjutan. Dengan demikian hasil akhirnya adalah kemakmuran masyarakat Kota Samarinda yang berkelanjutan pula. 3. Strategi jalur ganda (dual track strategy). Strategi jalur ganda berarti penggunaan strategi pertumbuhan ekonomi secara bersamaan dengan penggunaan strategi pemerataan pembangunan. Strategi ini berarti menggabungkan dua strategi konvensional tersebut dengan upaya mencapai hasil gabungan dari dua strategi tersebut. Penggunaan salah satu strategi tersebut umumnya masih disertai dengan kelemahan pada satu sisi. Penggunaan strategi pertumbuhan ekonomi umumnya diikuti dengan naiknya PDRB dan Pendapatan per Kapita Penduduk namun hasilnya akhirnya adalah ketimpangan antar wilayah dan antar penduduk terjadi. Ketimpangan ini terjadi karena gagalnya asumsi trickle down effect sebagai mekanisme pemerataan dalam strategi pertumbuhan ekonomi. Di masa depan, penggunaan strategi tunggal pertumbuhan ekonomi telah ditinggalkan karena telah mengabaikan aspek keadilan dan pemenuhan hak-hak dasar rakyat baik dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik. Namun demikian, strategi pertumbuhan ekonomi tetap dipergunakan untuk 70

10 memperbesar kue ekonomi namun dilaksanakan secara berkualitas dengan memperhatikan pemerataan dan pemenuhan hak-hak dasar rakyat. Adapun hak-hak dasar rakyat yang harus dipenuhi meliputi: (1) Hak rakyat untuk memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan; (2) Hak rakyat untuk memperoleh perlindungan hukum; (3) Hak rakyat untuk memperoleh rasa aman; (4) Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan hidup (sandang, pangan, papan) yang terjangkau; (5) Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pendidikan; (6) Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan kesehatan; (7) Hak rakyat untuk memperoleh keadilan; (8) Hak rakyat untuk berpartisipasi dalam politik dan perubahan; (9) Hak rakyat untuk berinovasi; serta (10) Hak rakyat untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Penggunaan strategi jalur ganda ini dimaksudkan untuk mencapai kemakmuran yang berkeadilan dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dan pemerataan hasil pembangunan dan dengan tanpa mengabaikan penguatan landasan pembangunan ekonomi Tiga Agenda Utama Pembangunan Kota Samarinda Dengan berdasarkan pada visi, misi dan strategi pembangunan daerah sebagaimana dijelaskan sebelumnya, selanjutnya disusunlah tiga agenda utama pembangunan Kota Samarinda. Agenda pembangunan ini juga mengacu pada apa yang telah dirumuskan dalam RPJM Nasional Hal ini dilakukan untuk menjamin sinkronisasi agenda pembangunan jangka menengah antar susunan pemerintahan. Adapun agenda pembangunan Kota Samarinda dalam lima tahun mendatang ini meliputi: 71

11 1. Meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Samarinda yang lebih baik. Bagi pemerintah Kota Samarinda, sasaran penurunan jumlah penduduk miskin serta terciptanya lapangan kerja menjadi salah satu agenda utama. Penurunan jumlah penduduk miskin sangat terkait dengan penciptaan lapangan kerja yang mampu mengurangi pengangguran terbuka. Kemiskinn dan pengangguran dapat dikurangi dengan strategi pembangunan ekonomi yang berkualitas dan berdimensi pemerataan. Strategi ini dapat dicapai melalui penciptaan lingkungan usaha yang sehat dan iklim investasi yang baik. Pengentasan kemiskinan sangat terkait dengan kualitas hidup, semakin banyak masyarakat miskin di suatu kota atau wilayah, dapat dipastikan secara rata-rata kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut secara umum juga berada pada kondisi kurang baik. Karena dengan kondisi hidup yang relatif miskin, masyarakat akan sulit meningkatkan kualitas hidup mereka. Sasaran lain yang ingin dicapai dalam agenda ini meliputi terjadinya pemerataan antara penduduk pendatang dengan penduduk asli. Seandainya hal ini tidak menjadi prioritas akan dapat membawa dampak di kemudian hari, bahkan dapat berkembang menjadi peristiwa yang berujung pada masalah disintegrasi bangsa. Peristiwa di berbagai daerah lain di tanah air, tentunya dapat menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah Kota Samarinda untuk menentukan antisipasi lebih awal. 2. Meningkatkan Kota Samarinda yang lebih aman dan damai. Persoalan keamanan, rasa aman dan damai di tengah masyarakat menjadi salah satu syarat keberhasilan pembangunan, baik secara nasional, regional, maupun daerah. Bagi Kota Samarinda, penekanan terciptnya rasa aman dan damai menjadi sesuatu yang penting. Aman dan 72

12 damai bagi Kota Samarinda terkait dengan konteks pembangan ekonomi dan investasi. Lebih dari itu, masalah ini menyangkut hubungan antara sesama pendatang dan antara pendatang dengan pendudik asli. Dengan adanya usaha menciptakan rasa aman dan damai, perkembangan ekonomi Kota Samarinda akan semakin mudah, karena investor tidak khawatir menanamkan investasinya di Kota Samarinda. Karena mereka akan merasa yakin, tidak akan terjadi masalah apapun terhadap investasi mereka di kota yang aman dan damai. Seandainya hal itu terwujud, tentunya pertumbuhan ekonomi yang diharapkan masyarakat dan pemerintah akan terwujud lebih cepat dari yang dibayangkan. 3. Meningkatkan Kota Samarinda yang lebih adil dan demokratis. Sasaran yang hendak dicapai dalam agenda ini adalah terciptanya kepastian hukum dalam berbagai kehidupan di Kota Samarinda terutama yang berkenaan dengan ruang lingkup otonomi daerah yang dimiliki. Kepastian hukum yang memadai dapat mendorong perlindungan hukum bagi anggota masyarakat dari pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota masyarakat lainnya. Kepastian hukum di Kota Samarinda berkenaan dengan regulasi daerah dalam berbagai bentuknya yang benar-benar mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat Kota Samarinda. Hal ini perlu dilakukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat pada mekanisme hukum yang berlaku sehingga Daerah Samarinda dijalankan berdasarkan prinsip negara hukum. Kepastian hukum juga sangat dibutuhkan bagi iklim investasi yang sehat di daerah yang tanpa ini semuanya maka daya tarik investasi menjadi berkurang dan resiko investasi menjadi meningkat. Kepastian hukum ini tercermin dari kualitas Peraturan Daerah, Peraturan Walikota dan berbagai produk hukum daerah serta regulasi yang dihasilkan. Kepastian hukum juga 73

13 ditentukan dari pelaksanaan peraturan dan regulasi tersebut secara adil berlaku kepada siapapun di Kota Samarinda. Sasaran berikutnya adalah terselenggaranya Pemerintahan Kota Samarinda secara demokratis. Lembaga pemerintahan daerah yang demokratis tercermin dari kualitas demokrasi di DPRD, Pemerintah Daerah dan Hubungan antara masyarakat dengan penyelenggara pemerintahan daerah. Proses penyelesaian konflik secara melembaga dalam proses demokrasi yang sehat merupakan agenda penting bagi Kota Samarinda sehingga mengurangi kadar konflik yang telah lama terjadi sekaligus meningkatkan kadar pembangunan ekonomi Prioritas Pembangunan Kota Samarinda Guna mewujudkan pelaksanaan strategi pembangunan Kota Samarinda, sehingga dapat merealisasikan tiga agenda utama pembangunan Kota Samarinda, perlu diterapkan prioritas pembangunan kota yang menjadi jantung pembangunan Wilayah Kalimantan Timur tersebut sebagai berikut: 1. Terwujudnya pemanfaatan ruang kota dengan fungsinya, bersamaan dengan terwujudnya peningkatan fasilitas perhubungan, peningkatan pariwisata, penataan manajemen pertanahan, peningkatan penanganan sungai dan drainase, serta peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan air bersih. 2. Terwujudnya pengembangan industri dan perdagangan yang kompetitif. 3. Terwujudnya pengembangan agribisnis terpadu bersamaan dengan terwujudnya peningkatan investasi dan ekspor non migas, pengembangan usaha mikro dan usaha kecil menengah serta koperasi, termasuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). 74

14 4. Terwujudnya peningkatan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, bersamaan dengan terwujudnya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, bersamaan dengan peningkatan kualitas ketaqwaan kehidupan beragama dalam masyarakat dan peningkatan pembinaan olahraga, kepemudaan dan perempuan. 5. Terwujudnya peningkatan tata pengelolaan pemerintahan yang baik (good governance) dalam pelayanan administrasi umum dan peningkatan pemberdayaan pelaku pembangunan. 6. Terwujudnya peningkatan lingkungan hidup dan kebersihan kota, bersamaan dengan peningkatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. 75

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tapin tahun 2013-2017 selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Lebih terperinci

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun

BAB 2 PERENCANAAN KINERJA. 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun BAB 2 PERENCANAAN KINERJA 2.1 RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) berdasarkan amanat dari Peraturan Daerah

Lebih terperinci

BAB 2 PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

BAB 2 PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA BAB 2 PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA 2.1 RPJMD Tahun 2008-2013 Pemerintah Kabupaten Bogor telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi,

Rencana Pembangunan Jangka Menengah strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, BAB VI. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien.

Lebih terperinci

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 Visi Berdasarkan kondisi Kabupaten Lamongan saat ini, tantangan yang dihadapi dalam dua puluh tahun mendatang, dan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki, maka visi Kabupaten

Lebih terperinci

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG Misi untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, beriman dan berkualitas tinggi merupakan prasyarat mutlak untuk dapat mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera. Sumberdaya manusia yang

Lebih terperinci

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1 Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Untuk Masing masing Misi Arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Lamongan tahun

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

BAB IV VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN -62- BAB IV VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2005-2025 4.1. Visi Pembangunan Daerah Berdasarkan kondisi Kabupaten Bangkalan sampai saat ini, isuisu strategis dan dengan memperhitungkan

Lebih terperinci

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH A. VISI DAN MISI Kebijakan Pemerintahan Daerah telah termuat dalam Peraturan Daerah Nomor 015 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Lebih terperinci

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 2018 Visi Terwujudnya Kudus Yang Semakin Sejahtera Visi tersebut mengandung kata kunci yang dapat diuraikan sebagai berikut: Semakin sejahtera mengandung makna lebih

Lebih terperinci

Agenda dan Prioritas Pembangunan Jawa Timur

Agenda dan Prioritas Pembangunan Jawa Timur IV Agenda dan Prioritas Pembangunan Jawa Timur IV.1 Agenda Pembangunan Berdasarkan visi, misi, dan strategi pembangunan, serta permasalahan pembangunan yang telah diuraikan sebelumnya, maka disusun sembilan

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Visi dan misi merupakan visualisasi dari apa yang ingin dicapai oleh Kota Sorong dalam 5 (lima) tahun mendatang melalui Walikota dan Wakil Walikota terpilih untuk periode

Lebih terperinci

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BAB IV VISI DAN MISI DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA Pembangunan adalah suatu orientasi dan kegiatan usaha yang tanpa akhir. Development is not a static concept. It is continuously changing. Atau bisa

Lebih terperinci

BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN

BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN BAB IV VISI DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2005-2025 4.1 VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2005-2025 Mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional, Rencana

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Perumusan visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan menegaskan tentang kondisi Kota Palembang yang diinginkan dan akan dicapai dalam lima tahun mendatang (2013-2018).

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF. Halaman ii

RINGKASAN EKSEKUTIF. Halaman ii RINGKASAN EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kabupaten Kubu Raya merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja yang dilaksanakan serta sebagai alat kendali dan penilaian

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi Terwujudnya Masyarakat Bengkulu Utara yang Mandiri, Maju, dan Bermartabat Visi pembangunan Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2011-2016 tersebut di atas sebagai

Lebih terperinci

BAB VI KEBIJAKAN UMUM

BAB VI KEBIJAKAN UMUM BAB VI KEBIJAKAN UMUM Visi sekaligus tujuan pembangunan jangka menengah Kota Semarang tahun 2005-2010 adalah SEMARANG KOTA METROPOLITAN YANG RELIGIUS BERBASIS PERDAGANGAN DAN JASA sebagai landasan bagi

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi didefinisikan sebagai suatu kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dalam suatu periode perencanaan berdasarkan pada situasi dan kondisi saat ini.

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 08 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2007-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN A. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN A. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN 2011-2016 A. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN TAHUN 2011-2016 Visi Pembangunan Jangka Menengah secara hirarki adalah suatu kondisi yang akan dicapai dalam rangka merealisir keadaan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Bab ini berisikan visi misi Kabupaten Banyuwangi tahun 2010-2015, berikut penjelasannya. Visi misi ini merupakan perwujudan dari visi misi pasangan H. Abdullah Azwar

Lebih terperinci

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN BAB V. PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih yang disampaikan pada waktu pemilihan kepala daerah (Pemilukada)

Lebih terperinci

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Universitas Palangka Raya

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamandau bekerjasama dengan Lembaga Penelitian Universitas Palangka Raya 1.1. Latar Belakang Strategi pembangunan ekonomi bangsa yang tidak tepat pada masa lalu ditambah dengan krisis ekonomi berkepanjangan, menimbulkan berbagai persoalan ekonomi bagi bangsa Indonesia. Mulai

Lebih terperinci

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) A. Visi dan Misi 1. Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sleman 2010-2015 menetapkan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN I. VISI Pembangunan di Kabupaten Flores Timur pada tahap kedua RPJPD atau RPJMD tahun 2005-2010 menuntut perhatian lebih, tidak hanya untuk menghadapi permasalahan

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS ISU STRATEGIS DAERAH

BAB 4 ANALISIS ISU STRATEGIS DAERAH BAB 4 ANALISIS ISU STRATEGIS DAERAH Perencanaan dan implementasi pelaksanaan rencana pembangunan kota tahun 2011-2015 akan dipengaruhi oleh lingkungan strategis yang diperkirakan akan terjadi dalam 5 (lima)

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, DAN 5.1. VISI Dalam rangka mewujudkan pembangunan jangka panjang sebagaimana tercantum di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Pekanbaru 2005-2025, Visi Kota Pekanbaru

Lebih terperinci

RPJM PROVINSI JAWA TIMUR (1) Visi Terwujudnya Jawa Timur yang Makmur dan Berakhlak dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

RPJM PROVINSI JAWA TIMUR (1) Visi Terwujudnya Jawa Timur yang Makmur dan Berakhlak dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia LEVEL : VISI MISI LEVEL : ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN RPJM PROVINSI JAWA TIMUR Visi Terwujudnya Jawa Timur yang Makmur dan Berakhlak dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Misi 1) Meningkatkan

Lebih terperinci

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN Visi dan misi merupakan gambaran apa yang ingin dicapai Kota Surabaya pada akhir periode kepemimpinan walikota dan wakil walikota terpilih, yaitu: V.1

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. VISI PEMBANGUNAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

BAB 7 KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

BAB 7 KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB 7 KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH 7.1 Kebijakan Umum Perumusan arah kebijakan dan program pembangunan daerah bertujuan untuk menggambarkan keterkaitan antara bidang urusan pemerintahan

Lebih terperinci

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 BAB V VISI, MISI, DAN V - 1 Revisi RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 5.1. VISI Dalam rangka mewujudkan pembangunan jangka panjang sebagaimana tercantum di dalam

Lebih terperinci

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN 3.1 Arah Kebijakan Ekonomi Daerah 3.1.1 Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2011 dan Perkiraan Tahun 2012 Kerangka Ekonomi Daerah dan Pembiayaan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI DAN TUJUAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK TAHUN

BAB V VISI, MISI DAN TUJUAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK TAHUN BAB V VISI, MISI DAN TUJUAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SOLOK TAHUN 2011-2015 5.1. Visi Paradigma pembangunan moderen yang dipandang paling efektif dan dikembangkan di banyak kawasan untuk merebut peluang dan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJM-D) KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2008-2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa agar perencanaan pembangunan daerah konsisten, sejalan

Lebih terperinci

Walikota dan Wakil Walikota Samarinda. Periode

Walikota dan Wakil Walikota Samarinda. Periode VISI, MISI dan AGENDA PRIORITAS Walikota dan Wakil Walikota Samarinda Periode 2016-2021 1 INDIKATOR MAKRO KOTA SAMARINDA TARGET TAHAP 3 RPJPD KOTA SAMARINDA 2005-2025 PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS KOTA

Lebih terperinci

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SEMARANG Untuk memberikan arahan pada pelaksanaan pembangunan daerah, maka daerah memiliki visi, misi serta prioritas yang terjabarkan dalam dokumen perencanaannya. Bagi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SITUBONDO NOMOR 06 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2005-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Visi TERWUJUDNYA KOTA JAMBI SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA BERBASIS MASYARAKAT YANG BERAKHLAK DAN BERBUDAYA. Misi

Visi TERWUJUDNYA KOTA JAMBI SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA BERBASIS MASYARAKAT YANG BERAKHLAK DAN BERBUDAYA. Misi BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH 2.1. VISI MISI Visi dan Misi yang telah dirumuskan dan dijelaskan tujuan serta sasarannya perlu dipertegas dengan bagaimana upaya atau cara untuk mencapai tujuan dan

Lebih terperinci

5.1. VISI MEWUJUDKAN KARAKTERISTIK KABUPATEN ENDE DENGAN MEMBANGUN DARI DESA DAN KELURAHAN MENUJU MASYARAKAT YANG MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERKEADILAN

5.1. VISI MEWUJUDKAN KARAKTERISTIK KABUPATEN ENDE DENGAN MEMBANGUN DARI DESA DAN KELURAHAN MENUJU MASYARAKAT YANG MANDIRI, SEJAHTERA DAN BERKEADILAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Mengacu kepada arah pembangunan jangka panjang daerah, serta memerhatikan kondisi riil, permasalahan, dan isu-isu strategis, dirumuskan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala daerah dan

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala daerah dan BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi Visi pembangunan daerah dalam RPJMD adalah visi Kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih yang disampaikan pada waktu pemilihan kepala daerah (pilkada).

Lebih terperinci

BAB III VISI, MISI DAN NILAI

BAB III VISI, MISI DAN NILAI BAB III VISI, MISI DAN NILAI VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SIAK Dalam suatu institusi pemerintahan modern, perumusan visi dalam pelaksanaan pembangunan mempunyai arti yang sangat penting mengingat semakin

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... ii BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum... 1 B. Gambaran Umum 1. Kondisi Geografis dan Demografis... 4 2. Perkembangan Indikator Pembangunan Jawa Barat...

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi didefinisikan sebagai suatu kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dalam suatu periode perencanaan berdasarkan pada situasi dan kondisi saat ini.

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS A. Permasalahan Pembangunan Dari kondisi umum daerah sebagaimana diuraikan pada Bab II, dapat diidentifikasi permasalahan daerah sebagai berikut : 1. Masih tingginya angka

Lebih terperinci

BAB V VISI DAN MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI DAN MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI DAN MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi Pembangunan Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sesuai dengan amanat UUD 1945, maka pemerintahan daerah diharapkan dapat mengatur dan

Lebih terperinci

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH 4.1. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan, peluang yang ada di Kota Jambi, dan mempertimbangkan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah

Lebih terperinci

BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH Strategi pembangun daerah adalah kebijakan dalam mengimplementasikan program kepala daerah, sebagai payung pada perumusan program dan kegiatan pembangunan di dalam mewujdkan

Lebih terperinci

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH

BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH BAB IV VISI DAN MISI DAERAH 4.1 VISI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Bengkulu Tengah yang Lebih Maju, Sejahtera, Demokratis, Berkeadilan, Damai dan Agamis 1. Maju, yang diukur dengan : (a) meningkatnya investasi;

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS IIV.1 Permasalahan Pembangunan Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini dan permasalahan yang diperkirakan terjadi lima tahun ke depan perlu mendapat

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH

SEKILAS TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH Malang 2014 SEKILAS TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH 1 Penjabaran dari Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman kepada RPJPD Provinsi Jawa Timur dengan memperhatikan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

BAB III VISI, DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

BAB III VISI, DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN BAB III VISI, DAN MISI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2005-2025 3.1. Visi Ada beberapa unsur yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun visi dan misi daerah, yaitu mandat dan perubahan-perubahan yang terjadi

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Otonomi daerah adalah hak dan wewenang daerah untuk mengatur dan

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Otonomi daerah adalah hak dan wewenang daerah untuk mengatur dan 16 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Otonomi daerah adalah hak dan wewenang daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Urusan rumah tangga sendiri ialah urusan yang lahir atas dasar prakarsa

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 VISI Dalam periode Tahun 2013-2018, Visi Pembangunan adalah Terwujudnya yang Sejahtera, Berkeadilan, Mandiri, Berwawasan Lingkungan dan Berakhlak Mulia. Sehingga

Lebih terperinci

BAB VII P E N U T U P

BAB VII P E N U T U P BAB VII P E N U T U P Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Akhir Tahun 2012 diharapkan dapat memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja, baik makro maupun mikro dalam penyelenggaraan

Lebih terperinci

1 ( atau

1  (  atau VISI - MISI JANGKA PANJANG DAERAH KABUPATEN SUMEDANG (Perda No. 2 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005-2025) 1.1. VISI DAERAH Berdasarkan kondisi sampai dengan

Lebih terperinci

Terwujudnya Pemerintahan yang Baik dan Bersih Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera

Terwujudnya Pemerintahan yang Baik dan Bersih Menuju Masyarakat Maju dan Sejahtera BAB - V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Visi Misi Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan rangkaian kegiatan pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan,

Lebih terperinci

MATRIK TAHAPAN RPJP KABUPATEN SEMARANG TAHUN

MATRIK TAHAPAN RPJP KABUPATEN SEMARANG TAHUN MATRIK TAHAPAN RPJP KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2005-2025 TAHAPAN I (2005-2009) TAHAPAN I (2010-2014) TAHAPAN II (2015-2019) TAHAPAN IV (2020-2024) 1. Meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Kabupaten

Lebih terperinci

Terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral.

Terwujudnya Kota Mojokerto sebagai Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral. Visi Pemerintah 2014-2019 adalah : Terwujudnya Service City yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Bermoral. Perumusan dan penjelasan terhadap visi di maksud, menghasilkan pokok-pokok visi yang diterjemahkan

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5 VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi Pembangunan di Kabupaten Murung Raya pada tahap ketiga RPJP Daerah atau RPJM Daerah tahun 2013-2018 menuntut perhatian lebih, tidak hanya untuk menghadapi permasalahan

Lebih terperinci

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH. hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan selama periode tertentu.

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH. hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan selama periode tertentu. BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH Prioritas dan sasaran pembangunan merupakan penetapan target atau hasil yang diharapkan dari program dan kegiatan selama periode tertentu. Penetapan prioritas

Lebih terperinci

Kebijakan Pemerintah Daerah VII-2

Kebijakan Pemerintah Daerah VII-2 Penyampaian LKPJ Walikota Bandung Tahun 2012, merupakan wujud akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan ketentuan pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah

Lebih terperinci

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi : Terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih menuju maju dan sejahtera Misi I : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel

Lebih terperinci

TERWUJUDNYAMASYARAKAT KABUPATEN PASAMAN YANGMAJU DAN BERKEADILAN

TERWUJUDNYAMASYARAKAT KABUPATEN PASAMAN YANGMAJU DAN BERKEADILAN TERWUJUDNYAMASYARAKAT KABUPATEN PASAMAN YANGMAJU DAN BERKEADILAN Untuk memberikan gambaran yang jelas pada visi tersebut, berikut ada 2 (dua) kalimat kunci yang perlu dijelaskan, sebagai berikut : Masyarakat

Lebih terperinci

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN Pembangunan Daerah adalah pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014, pencapaian tujuan pembangunan nasional diprioritaskan untuk terwujudnya Indonesia

Lebih terperinci

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KOTA SORONG PERIODE

VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KOTA SORONG PERIODE VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KOTA SORONG PERIODE 2017-2022 Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Sorong Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, MM & dr. Hj. Pahima Iskandar A. LATAR BELAKANG Kebijakan pemerintah

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013-

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi 2017 adalah : Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- ACEH TAMIANG SEJAHTERA DAN MADANI MELALUI PENINGKATAN PRASARANA DAN SARANA

Lebih terperinci

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah

4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah 4.2 Strategi dan Kebijakan Pembangunan Daerah Mencermati isu-isu strategis diatas maka strategi dan kebijakan pembangunan Tahun 2014 per masing-masing isu strategis adalah sebagaimana tersebut pada Tabel

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN - 115 - BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi dan Misi, Tujuan dan Sasaran perlu dipertegas dengan upaya atau cara untuk mencapainya melalui strategi pembangunan daerah dan arah kebijakan yang diambil

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi Sesuai dengan Permendagri 54/2010, visi dalam RPJMD ini adalah gambaran tentang kondisi Provinsi Sulawesi Selatan yang diharapkan terwujud/tercapai pada akhir

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi Desa Jatilor saat ini, dan terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Desa), maka untuk pembangunan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAGIAN PERTAMA PRIORITAS NASIONAL DAN BAB 1 PENDAHULUAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA

DAFTAR ISI BAGIAN PERTAMA PRIORITAS NASIONAL DAN BAB 1 PENDAHULUAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i BAGIAN PERTAMA PRIORITAS NASIONAL BAB 1 PENDAHULUAN... 1-1 BAB 2 PRIORITAS NASIONAL DAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA.... 2-1 A. PRIORITAS NASIONAL 2.1 PRIORITAS NASIONAL 1: REFORMASI

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH 5.1 VISI Visi Kabupaten Bintan Tahun 2011-2015 adalah sebagai berikut : Menuju Bintan Yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya A. Bintan Yang Maju : Bahwa

Lebih terperinci

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI

Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. VISI PEMBANGUNAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG WALIKOTA TANGERANG Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kota Tangerang Tahun 2012 Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan kewenangan kepada

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Pembangunan Daerah Dalam kampanye yang telah disampaikan, platform bupati terpilih di antaranya sebagai berikut: a. Visi : Terwujudnya kesejahteraan masyarakat

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, khususnya dalam Pasal 1, angka 12 disebutkankan

Lebih terperinci

Bab VI TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH KOTA TIDORE KEPULAUAN. 6.1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kota Tidore Kepulauan

Bab VI TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH KOTA TIDORE KEPULAUAN. 6.1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kota Tidore Kepulauan Bab VI TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH KOTA TIDORE KEPULAUAN 6.1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Kota Tidore Kepulauan Tujuan penataan ruang wilayah Kota adalah Terwujudnya Kota Tidore

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA 6 BAB II PERENCANAAN KINERJA Laporan Kinerja Kabupaten Purbalingga Tahun mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk

Lebih terperinci

VISI DAN MISI CALON BUPATI DAN CALON WAKIL BUPATI PEMALANG PERIODE

VISI DAN MISI CALON BUPATI DAN CALON WAKIL BUPATI PEMALANG PERIODE VISI DAN MISI CALON BUPATI DAN CALON WAKIL BUPATI PEMALANG PERIODE 2016-2021 VISI : TERWUJUDNYA PEMALANG HEBAT YANG BERDAULAT, BERJATIDIRI, MANDIRI DAN SEJAHTERA MISI : 1. Menjunjung tinggi kedaulatan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN 5.1. Visi BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa tahun 2011-2015 merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Kesatuan

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. VISI Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan, adapun visi Kabupaten Simeulue yang ditetapkan untuk tahun 2012

Lebih terperinci

VISI MISI DAN PROGRAM IR. DJAMALUDDIN MAKNUN, MP DR. MASJKUR, SP., M.SI CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI GOWA PERIODE

VISI MISI DAN PROGRAM IR. DJAMALUDDIN MAKNUN, MP DR. MASJKUR, SP., M.SI CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI GOWA PERIODE VISI MISI DAN PROGRAM IR. DJAMALUDDIN MAKNUN, MP DR. MASJKUR, SP., M.SI CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI GOWA PERIODE 2015 2020 Isu Isu Strategis Issue- issue strategis dan yang mendesak untuk diselesaikan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Hukum B. Gambaran Umum Daerah 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Kondisi Demografi 3. Status Pembangunan Manusia 4. Kondisi Ekonomi a. Potensi Unggulan

Lebih terperinci

MENUJU BANGKA BERMARTABAT

MENUJU BANGKA BERMARTABAT MENUJU BANGKA BERMARTABAT TARMIZI SAAT BUPATI BANGKA DISAMPAIKAN PADA FORUM RENSTRA SKPD NOVILLA HOTEL, 21-22 MEI 2014 11/22/2016 1 MENGAPA HARUS BANGKA BERMARTABAT? 11/22/2016 2 POSISI BANGKA DALAM PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 65.095.787.348 29.550.471.790 13.569.606.845 2.844.103.829 111.059.969.812 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 64.772.302.460

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.583.925.475 29.611.683.617 8.624.554.612 766.706.038 105.586.869.742 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.571.946.166

Lebih terperinci

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kemajuan yang diperoleh Bangsa Indonesia selama tiga dasawarsa pembangunan ternyata masih menyisakan berbagai ketimpangan, antara lain berupa kesenjangan pendapatan dan

Lebih terperinci

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH A. VISI DAN MISI Penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Wonosobo tahun 2013 periode tahun kedua dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Lebih terperinci

PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN DAN PENGGERAK UTAMA PEMBANGUNAN DAERAH

PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN DAN PENGGERAK UTAMA PEMBANGUNAN DAERAH BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN DAN PENGGERAK UTAMA PEMBANGUNAN DAERAH 5.1. Visi Visi Kabupaten Sintang 2011-2015, tidak terlepas dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Pemerintah Kabupaten

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkapita sebuah negara meningkat untuk periode jangka panjang dengan syarat, jumlah

BAB I PENDAHULUAN. perkapita sebuah negara meningkat untuk periode jangka panjang dengan syarat, jumlah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ekonomi adalah proses yang dapat menyebabkan pendapatan perkapita sebuah

Lebih terperinci

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH Penyelenggaraan otonomi daerah sebagai wujud implementasi Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, memunculkan berbagai konsekuensi berupa peluang,

Lebih terperinci