PANDUAN PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN SKS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PANDUAN PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN SKS"

Transkripsi

1 PANDUAN PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN SKS (SATUAN KREDIT SEMESTER) TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010 Nama Sekolah : SMAN 10 Melati Samarinda Alamat Sekolah : Jl.H.A.M.M. Rifaddin Kel.Harapan Baru Kec. Samarinda Seberang Kode pos No. Telp/Fax : Telp. (0541 ) Website : Kota/Kabupaten : Samarinda Provinsi : Kalimantan Timur DINAS PENDIDIKAN KOTA SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2009

2 PANDUAN PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN SKS (SATUAN KREDIT SEMESTER) TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010 Direvisi pada : Hari Kamis, tanggal 4 Juni 2009 Anggota Tim Revisi : 1. Arif Imam S, S.Pd 7. Marwata, S.Pd 2. Agus Gazali, M.SI 8. Fathur Rachim, S.Kom 3. Dra. Sumarti, M.Psi 9. Umul Laili, S.Pd 4. Dra. Etty Wahyunani 10. Dewi Masitoh, S.Pd 5. Suyanto, S.Pd 11. Subakri, S.Pd 6. Atik Sri Rahayu, S.Pd

3 PEMERINTAH KOTA SAMARINDA DINAS PENDNDIKAN SMAN 10 MELATI SAMARINDA Alamat : Jl. H.A.M.M. Rifaddin No. 1 Samarinda Seberang Tlp/Fax : (0541) Kode Pos website : PANDUAN PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN SKS SMAN 10 MELATI SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2009/2010 Pasal 1 Dasar Hukum 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 12 ayat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 11 ayat 2 dan 3, Pasal 16 ayat 5, serta pasal 49 ayat Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi. 4. Depdiknas Ditjen Pembinaan SMA, Ditjen Manajemen Dikdasmen, tentang profil sekolah Kategori Mandiri SMA ( Panduan ). 5. Surat Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Nomor : 564.a/C4/MN/2007, tentang Penetapan SMAN 10 Melati Samarinda sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). 6. Depdiknas Ditjen Pembinaan Manajemen Dikdasmen, tentang Panduan Penyelenggaraan RSBI tahun Surat Rekomendasi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur Nomor : 419/1529/v/2008 Pasal 2 Pengertian Sistem Kredit Semester 1. Kredit adalah suatu penghargaan secara kuantitatif atas kegiatan akademik. 2. Sistem kredit adalah sistem penghargaan terhadap beban studi, beban kerja guru, dan beban penyelenggaraan program yang dinyatakan dalam kredit. 3. Semester adalah waktu terpendek untuk menyatakan lamanya suatu program pendidikan untuk suatu jenjang. Satu semester setara dengan minggu kerja. Penyelenggaraan program pendididkan selama satu semester merupakan pendidikan yang bulat, yang berarti sejak proses pendidikan dalam semester itu dinilai dan berakhir dengan evaluasi. 4. Sistem Satuan Kredit Semester adalah Sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 2

4 5. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah sistem penghargaan terhadap kegiatan akademik yang menggunakan satuan waktu semester. 6. Dalam pelaksanaan sistem kredit semester digunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan besarnya beban studi kegiatan akademik siswa dan besarnya usaha kegiatan akademik oleh guru. 7. Setiap mata pelajaran dan kegiatan akademik lainnya ditetapkan harga sks-nya yang menyatakan bobot mata pelajaran dan kegiatan akademik tersebut. 8. Penyelenggaraan pendidikan dalam waktu semester terdiri atas kegiatan belajar mengajar dalam bentuk tatap muka, tugas terstruktur dan mandiri. 9. Yang disebut 1 sks adalah a. 45 menit pembelajaran tatap muka terjadwal oleh guru. b. 45 menit tugas terstruktur. c. 45 menit tugas mandiri tidak terstruktur. Pasal 3 Beban Studi 1. Beban studi adalah sejumlah sks yang dibebankan kepada siswa disesuikan dengan program studi yang diambil. 2. Beban studi untuk program IPA, IPS dan Bahasa adalah minimal 120 sks. Pasal 4 Lama Studi 1. Lama studi adalah batas waktu yang digunakan siswa menyelesaikan kegitaan program pendidikan. 2. Lama studi untuk program IPA, IPS dan Bahasa adalah 2 sampai 5 tahun. Pasal 5 Struktur Kurikulum 1. Stuktur kurikulum yang digunakan SMA Negeri 10 Melati mengacu pada kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan sistem sks (satuan kredit semester). 2. Distribusi Mata Pelajaran per program studi dengan bobot sksnya adalah sebagai berikut I. PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Kelompok Mata Pelajaran Jumlah Jumlah MPDU : Pendidikan Agama 12 6 Pendidikan Kewarganegaraan 12 6 Bahasa Indonesia 18 9 Bahasa Inggris 18 9 Matematika Dasar 12 6 Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan 6 3 Seni Budaya 6 3 Sub Jumlah MPWP : Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 3

5 Kelompok Mata Pelajaran Jumlah Jumlah Matematika lanjutan (HL/SL) 36 20/10 Fisika (HL/SL) 36 20/10 Biologi (HL/SL) 36 20/10 Kimia(HL/SL) 36 20/10 Sub Jumlah MPP : TIK 12 6 Muatan Lokal 12 6 Pengembangan Diri 12 6 Sub Jumlah Total Jam II. PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Kelompok Mata Pelajaran Jumlah Jam Jumlah SKS MPDU : Pendidikan Agama 12 6 Pendidikan Kewarganegaraan 12 6 Bahasa Indonesia (A/B) 18 9 Bahasa Inggris (A/B) 18 9 Matematika Dasar 12 6 Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan 6 3 Seni Budaya 6 3 Sub Jumlah MPWP : Sejarah (HL/SL) 36 20/10 Geografi (HL/SL) 36 20/10 Ekonomi (HL/SL) 36 20/10 Sosiologi (HL/SL) 36 20/10 Sub Jumlah MPP : TIK 12 6 Muatan Lokal 12 6 Pengembangan Diri 12 6 Sub Jumlah Total Jam III. PROGRAM STUDI BAHASA Kelompok Mata Pelajaran Jumlah Jam Jumlah SKS MPDU : Pendidikan Agama 12 6 Pendidikan Kewarganegaraan 12 6 Bahasa Indonesia (A/B) 18 9 Bahasa Inggris (A/B) 18 9 Matematika Dasar 12 6 Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (kebugaran) 6 3 Seni Budaya 6 3 Sub Jumlah Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 4

6 MPWP : Sastra Indonesia (HL/SL) 36 20/10 Sastra Inggris (HL/SL) 36 20/10 Bahasa Asing Lainnya (HL/SL) 36 20/10 Antropologi (HL/SL) 36 20/10 Sub Jumlah MPP : TIK 12 6 Muatan Lokal 12 6 Pengembangan Diri 12 6 Sub Jumlah Total Jam Pasal 6 Penjurusan 1. Penentuan penjurusan program studi dilakukan mulai awal semester Kriteria Penjurusan program studi dipertimbangkan atas dasar hasil tes bakat dan minat (psikotes), nilai raport, nilai Ujian Nasional dan hasil tes seleksi akademik calon siswa baru. 3. Kriteria prestasi akademik siswa dengan ketentuan sebagai berikut : A. Program studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) : jika memiliki nilai rata-rata raport, UN dan tes seleksi akademik minimal 70 untuk mata pelajaran-mata pelajaran Matematika dan IPA. B. Program studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : jika memiliki nilai rata-rata raport, UN dan tes seleksi akademik minimal 70 untuk mata pelajaran-mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPS. C. Program studi Bahasa: jika memiliki nilai rata-rata raport, UN dan tes seleksi akademik minimal 70 untuk mata pelajaran-mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. D. Jika siswa tidak memenuhi ketiga syarat di atas, maka penjurusan dapat dilakukan melalui pertimbangan dari guru Bimbingan dan Konseling (hasil tes bakat dan minat). 4. Siswa diberi kesempatan untuk pindah program studi (multi-entry-multi-exit) apabila ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. 5. Batas waktu untuk pindah program studi paling lambat 1 (satu) Minggu setelah penerimaan nilai tengah semester Siswa yang pindah jurusan wajib difasilitasi oleh sekolah untuk dapat menyesuaikan dengan jurusan yang baru. Pasal 7 Pembelajaran Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 5

7 1. Pembelajaran dibedakan menjadi pembelajaran tatap muka, tugas (terstruktur dan tidak terstruktur), program semester pendek, pemanfaatan perpustakaan, penggunaan laboratorium terjadwal, moving kelas, dan konsultasi mata pelajaran. 2. Pembelajaran tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara langsung antara guru dengan siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. 3. Pembelajaran/tugas terstruktur yaitu kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh guru untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh guru. Misalnya tugas menyelesaikan soal-soal latihan yang terdapat di modul, tugas menganalisis suatu masalah yang disampaikan oleh guru. Tugas terstruktur dapat dilaksanakan di dalam kelas setelah pembelajaran tatap muka 4. Pembelajaran/tugas mandiri (tidak terstruktur) yaitu kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran yang dirancang oleh guru untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh siswa. Misalnya tugas membaca buku referensi diperpustakaan atau di internet, tugas membuat project penelitian/ penelitian ilmiah, dan lain-lain. 5. Program semester pendek. a. Adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan antara semester genap dan semester ganjil tahun pembelajaran berikutnya. b. Program semester pendek hanya diberikan kesempatan kepada siswa yang belum lulus pada mata pelajaran yang ditempuh sebelumnya (remidi) dengan nilai kurang dari 60. c. Nilai maksimum peserta program semester pendek adalah 60. d. Peserta semester pendek wajib mendaftarkan diri ke BAAS melalui guru wali. e. Guru mata pelajaran wajib memberikan layanan semester pendek jika terdapat siswa yang terdaftar sebagai peserta semester pendek. f. Jumlah pertemuan 6 jam tatap muka tiap 2 sks mata pelajaran. g. Biaya pelaksanaan program semester pendek dibebankan kepada orang tua yang besarnya diatur oleh sekolah melalui rapat dewan guru. 6. Pemanfaatan perpustakaan adalah pembelajaran dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan. 7. Penggunaan laboratorium terjadwal adalah pembelajaran yang menggunakan fasilitas laboratorium untuk kegiatan praktikum sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. 8. Moving kelas adalah pembelajaran yang dilakukan dengan sistem pindah kelas sesuai dengan jadwal dan ruang mata pelajaran yang sudah ditentukan. 9. Konsultasi mata pelajaran yaitu kegiatan konsultasi antara guru mata pelajaran dengan siswa untuk memecahkan masalah / kesulitan siswa pada mata pelajaran yang bersangkutan. Pasal 8 Layanan Siswa Cerdas Istimewa (CI) 1. Siswa cedas istimewa (CI) adalah siswa yang mempunyai perbedaan secara intelektual, ketertarikan serta kebutuhan di atas rerata siswa seumurnya. Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 6

8 2. Layanan siswa cerdas istimewa adalah layanan pendidikan khusus bagi siswa yang telah diidentifikasi memiliki prestasi sangat memuaskan, dan oleh psikolog telah diidentifikasi memiliki kemampuan intelektual umum pada taraf cerdas, memiliki kreativitas dan keterikatan terhadap tugas di atas rata-rata, untuk dapat menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar mereka. 3. Syarat-syarat untuk mengikuti layanan siswa cerdas istimewa adalah : a. Nilai raport SMP tiap semester dengan rata-rata 7,5 dengan nilai matematika dan IPA minimal 7,5 b. Nilai UN Matematika, IPA minimal 8 c. Nilai test seleksi calon siswa baru dengan rata-rata 7,5 d. Memiliki Intelligence quotient (IQ) minimal 130.(Suverior) e. Memiliki Task Commitment (TC) dan Creativity Quations (CQ) di atas rata-rata. 4. Program akselerasi individual mata pelajaran atau subject aceceleration adalah program akselerasi yang dilaksanakan secara individual dan diterapkan pada situasi kelas regular. 5. Program akselerasi individual mata pelajaran hanya dapat diikuti oleh kelompok siswa cerdas istimewa (CI) dan atau kelompok siswa yang memiliki IPK minimal 3,5. 6. Proses belajar mengajar siswa peserta akselerasi individual mata pelajaran dilaksanakan dengan cara siswa tetap tinggal bersama teman sekelasnya dalam kelas inklusi, tetapi siswa diberi kesempatan untuk melakukan aselerasi individual untuk mata pelajaran yang dia minati. 7. Mata pelajaran yang dapat diakselerasi adalah Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pasal 9 Bimbingan Akademik Dan Konseling 1. Guru Wali adalah guru yang bertugas membantu siswa mengembangkan potensinya sehingga memperoleh hasil yang optimal dan dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 2. Tugas dan kewajiban Guru Wali adalah sebagai berikut: a. Membantu siswa menyusun rencana studinya dan memberikan pertimbangan kepada siswa dalam memilih mata pelajaran yang diambil untuk semerter yang akan datang. b. Memberikan pertimbangan kepada siswa mengenai jumlah sks yang dapat diambil. c. Mendorong siswa bekerja dan belajar secara teratur dan terus menerus serta menanamkan kepada siswa tentang pentingnya disiplin diri sendiri dan kemampuan mengenai potensinya sendiri. d. Memberikan saran dan keterangan lain atau rekomendasi tentang siswa bimbingannya untuk dibimbing kepada pihak-pihak yang dianggap perlu. e. Menyampaikan peringatan kepada siswa bimbingannya yang berprestasi kurang/menurun. f. Membantu mengatasi/ memecahkan segala permasalahan yang dihadapi siswa yang sekiranya dapat mengganggu kelancaran belajar g. Mengkoordinir siswa dalam kegiatan non akdemik, seperti upacara bendera, senam kesegaran jasmani, kebersihan kelas dan lingkungan. h. Input data nilai dari guru mata pelajaran yang selanjutnya diserahkan ke BAAS dalam bentuk softcopy untuk dibuatkan KHS Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 7

9 3. Selain Guru Wali, tugas pembimbing juga dilaksanakan oleh unit bimbingan konseling yang telah ditunjuk oleh kepala sekolah. Pasal 10 Perencanaan dan Penentuan Beban Studi Semester 1. Perencanan studi adalah penyusunan rancangan studi oleh siswa dengan bimbingan guru wali sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perencanan studi mencakup perencanan studi dalam satu semester dan perencanan studi sampai siswa selesai studi. 2. Beban studi semester adalah jumlah sks yang diambil siswa dalam satu semester. 3. Beban studi semester satu ditetapkan sebanyak paket yang ditawarkan oleh sekolah. 4. Beban studi semester berikutnya ditentukan atas dasar kualitas belajar siswa pada semester sebelumnya yang dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP) yang tercantum pada Kartu Hasil Studi (KHS) siswa yang bersangkutan. Jumlah SKS yang bisa Indeks Prestasi (IP) diambil IP < 2,00 2,00 IP < 2,75 2,75 IP < 3,50 IP 3, atau lebih 5. Berdasarkan kemajuan prestasi siswa, Guru Wali dapat mengambil keputusan menambah atau mengurangi jumlah SKS beban studi termasuk jika mata pelajaran yang diambil ternyata kurang atau lebih besar dari SKS normal, dan posisi siswa berada pada semester akhir sehingga dapat berpengaruh terhadap waktu penyelesaian studi siswa yang bersangkutan. Pasal 11 Registrasi Akademik 1. Registrasi Akademik adalah pelayanan bagi siswa untuk memperoleh hak ijin mengikuti kegiatan pembelajaran pada semester tertentu yang dilakukan pada awal semester dengan ketentuan bahwa siswa tersebut telah memenuhi kewajiban administrasi. 2. Registrasi Akademik meliputi kegiatan sebagai berikut: a. Konsultasi rencana studi dengan guru wali. b. Pengisian dan pengesahan Kartu Rencana Studi (KRS) oleh siswa bersama guru wali dan Waka Kurikulum. 3. Layanan registrasi akademik dilakukan di SMAN 10 Melati oleh guru wali dan bagian akademik. 4. Seorang siswa dapat didaftarkan sebagai peserta dalam suatu mata pelajaran apabila: a. Telah memenuhi persyaratan bagi mata pelajaran yang bersangkutan. b. Telah mendapat persetujuan dari guru wali. 5. Mata pelajaran bersyarat hanya dapat ditempuh oleh siswa jika telah mengikuti mata pelajaran yang memenuhi persyaratan dengan prestasi minimal C. Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 8

10 6. Pengisian KRS dapat dilakukan mulai awal kegiataan registrasi akademik dan paling lambat tanggal yang ditetapkan dalam kalender akademik. 7. KRS dibuat rangkap tiga. Satu lembar untuk siswa yang bersangkutan, satu lembar untuk guru wali, dan satu lembar untuk bagian akademik. Pasal 12 Proses Hasil Studi Semester 1. Setiap guru wajib menyerahkan langsung nilai akhir siswa yang dimuat dalam Daftar Peserta Nilai Akhir (DPNA) yang dimuat rangkap tiga, batas penyetoran paling lambat satu minggu setelah mata pelajaran yang dibina diujikan kepada sub bagian akademik. 2. Data nilai yang kurang lengkap karena siswa tidak mengikuti pelajaran dengan tertib maka dinyatakan dengan nilai E. 3. Siswa dinyatakan lulus menempuh suatu mata pelajaran apabila minimal mencapai nilai C dengan IPK minimal 2, Kartu Hasil Studi (KHS) yang diproses adalah siswa yang terdaftar secara sah sebagai peserta mata pelajaran yang bersangkutan dan mata pelajaran yang tercantum dalam KHS adalah mata pelajaran yang sudah direncanakan dan diikuti sesuai dengan KRSnya. Setiap mata pelajaran yang telah diikuti siswa meskipun telah diberi nilai oleh guru, tetapi mata pelajaran yang dimaksud tidak terdaftar dalam KRS, maka siswa yang telah menempuh mata pelajaran tersebut nilainya tetap tidak diperhitungkan, dan siswa yang bersangkutan dianggap belum menempuh mata pelajaraan tersebut. 5. KHS diberikan kepada siswa pada tanggal yang ditetapkan dalam Kalender akademik. 6. KHS dibuat rangkap tiga. Satu lembar KHS untuk siswa yang bersangkutan, satu lembar untuk guru wali, dan satu lembar untuk bagian akademik. Pasal 13 Pengertian Evaluasi Hasil Belajar 1. Evaluasi adalah bagian integral dari proses belajar mengajar yang dimaksud untuk mengukur taraf kemampuan siswa, yang ditetapkan bagi mata pelajaran yang bersangkutan dan program pendidikan yang dijalani. 2. Evaluasi keberhasilan proses pendidikan adalah sebagai berikut: a. Keberhasilan proses penyelenggaraan acara pendidikan meliputi evaluasi adanya program, cara penyelenggaraan pendidikan dan kesenian dengan tujuan serta keikutsertaan pengajar dan siswa dalam kegiataan pendidikan. b. Keberhasilan usaha belajar siswa dilakukan dengan mendapat informasi mengenai sejauh mana siswa terlah mencapai tujuan-tujuan yang dirumuskan dari kurikulum melalui penyenggaraan ujian, pemberian tugas dan sejenisnya. 1. Jenis ujian Pasal 14 Jenis dan Bentuk Ujian Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/2010 9

11 a. Tugas Terstruktur b. Ulangan Harian c. Ujian Tengah Semester d. Ujian Akhir Semester e. Ujian Nasional 2. Ujian dapat dilaksanakan dalam berbagai cara seperti ujian tertulis, ujian lisan, ujian dalam bentuk pemberian tugas, ujian praktik, dan sebagainya. Pasal 15 Syarat Mengikuti Ujian 1. Siswa diperkenankan mengikuti ujian apabila memenuhi syarat berikut: a. Mengikuti kegiataan pembelajaran sedikitnya 80% dari jumlah tatap muka pembelajaran yang diberikan oleh pengajar, kecuali bagi siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan alasan yang sah (sakit / ijin) dan telah mengikuti kegiatan belajar sedikitnya 50 %. b. Menyelesaikan syarat-syarat administrasi ujian. 2. Siswa yang berhalangan mengikuti ujian diberikan kesempatan menempuh ujian susulan dengan persyaratan sebagai berikut : a. Mempunyai alasan sah, yang ditujukan kepada Kepala Sekolah secara tertulis. b. Ujian susulan dilaksanakan selambat-lambatnya satu minggu setelah masa ujian tengah semester maupun ujian semester dilaksanakan. Pasal 16 Penilaian Ujian Mata Pelajaran 1. Penilaian adalah suatu proses penentuan klasifikasi hasil belajar yang dicapai oleh siswa peserta ujian. Penilaian terdiri atas penilaian untuk setiap jenis ujian, dan penilaian untuk suatu mata pelajaran. 2. Nilai akhir dari suatu mata pelajaran adalah rata-rata atau perhitungan dari semua nilai yang dikumpulkan siswa selama satu semester, yaitu : kehadiran (5%), keaktifan di kelas (10%), tugas/praktikum (15%), nilai ulangan harian (20%), nilai mid semester (20%) dan nilai ujian semester (30%) serta nilai ekstra point jika ada. 3. Nilai ekstra point diberikan bagi siswa yang memperoleh juara dalam lomba akademik maupun non akademik untuk menutupi kekurangan nilai mata pelajaran yang diperlukan, setelah mendapat rekomendasi dari guru pembimbing lomba dan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Nilai maksimum ekstrapoint adalah sebagai berikut : o Juara Tingkat Internasional = 50 point. o Juara Tingkat Nasional = 30 point. o Juara Tingkat Propinsi = 25 point o Juara Tingkat Kota = 20 point 4. Untuk penilaian hasil ujian mata pelajaran dapat dinyatakan dengan angka mutu (rentang nilai), nilai huruf (nilai prestasi) dan nilai bobot (konversi). 5. Angka mutu untuk tiap ujian yang diberikan kepada kelompok siswa dalam satu kelas untuk mata pelajaran, mempunyai rentangan 0 sampai 100. Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

12 Konversi Nilai Predikat (Huruf) Rentang Nilai (Angka) Bobot A ,00 B ,70 B ,30 B ,00 C ,70 C ,30 C ,00 D ,70 E < Skor lulus minimal C. 7. Siswa yang telah lulus dapat mengulang mata pelajaran pada semester berikutnya jika menghendaki perbaikan nilai dari yang diperoleh sebelumnya. 8. Nilai yang dianggap sah bagi siswa yang mengulang mata pelajaran yang telah lulus adalah nilai terakhir yang diperoleh. Pasal 17 Indeks Prestasi 1. Indeks Prestasi (IP) adalah tingkat keberhasilan studi yang dicapai oleh siswa dari semua kegiatan akademik yang diikuti siswa tersebut dalam jangka tertentu, yang dinyatakan dalam bentuk bilangan. 2. Indeks Prestasi terdiri atas Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). 3. Untuk menghitung Indeks Prestasi (IP), angka mutu harus diubah menjadi nilai bobot. 4. Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah tingkat keberhasilan studi yang dicapai oleh siswa dari semua kegiatan akademik dalam satu semester, Rumus IP Semester Keterangan : : = Jumlah IP Semester = P.N P = SKS P N = Nillai Bobot 5. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah tingkat keberhasilan studi yang dicapai oleh siswa dari semua kegiatan akademik selama mengikuti pendidikan. Rumus IPK IPK = NB.Pm Pm Keterangan : NB = Nilai Bobot masing-masing mata pelajaran yang telah ditempuh Pm = Jumlah sks masing-masing mata pelajaran yang telah ditempuh Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

13 Pasal 18 Evaluasi Keberhasilan Studi dan Sanksi 1. Penilaian kemajuan siswa dilkukan oleh sekolah setiap pertengahan semester dan akhir semester. 2. Penilaian keberhasilan studi bagi siswa masing-masing jurusan dilakukan oleh sekolah dengan persyaratan sebagai berikut : a. Nilai minimal C. b. IPK 2,00 dari jumlah SKS yang telah ditempuh. c. Lulus ujian sekolah dan ujian nasional. 3. Apabila dalam waktu yang telah ditentukan siswa tidak dapat menyelesaikan program studinya, maka siswa yang bersangkutan dinyatakan gugur atau DO. Pasal 19 Kriteria Kelulusan 1. Predikat kelulusan tiap siswa didasarkan pada Kartu Hasil Studi (KHS) siswa. 2. Indeks Prestasi Kumulatif sebagai dasar penentuan predikat kelulusan adalah : a. 3,50 < IPK < 4,00 Predikat Cumlaude b. 3,00 < IPK < 3,50 Predikat Sangat Memuaskan c. 2,00 < IPK < 3,00 Predikat Memuaskan 3. Predikat Cumlaude diberikan kepada siswa dengan persyaratan siswa tersebut tidak pernah mengulang suatu mata pelajaran yang bersangkutan dan tidak boleh ada nilai C. ==**== Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

14 Lampiran 1 PEMERINTAH KOTA SAMARINDA DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMAN 10 MELATI SAMARINDA Alamat : Jl. H.A.M.M. Rifaddin No. 1 Samarinda Seberang Tlp/Fax : (0541) Kode Pos website : KARTU RENCANA STUDI (KRS) Nama :... Semester :... NIS :... Tahun Pembelajaran :... Program/Jurusan :... Guru Wali :... Rombel :... No Kode Mata Pelajaran Kredit Guru Pengajar Jadwal Hari, Jam Jumlah Kredit yang diambil Keterangan : 1. Kartu ini harus dibawa waktu ujian 2. Mata Pelajaran harus sesuai dengan yang ditawarkan sekolah. 3. Dibuat rangkap 3, Untuk Siswa, Guru Wali dan BAAS. Guru Wali, Samarinda,... Siswa, Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

15 Lampiran 2. KARTU HASIL STUDI (KHS) Nama Siswa : Program : Nomor Induk : Semester : Nama Sekolah : Tahun Pelajaran : No Mata Pelajaran Kode SKS Nilai Hasil Belajar Pengetahuan dan Praktik Sikap Angka Bobot Huruf SKS x Bobot Predikat JUMLAH Keterangan : Tanda blok hitam pada Pengetahuan dan Praktik menunjukkan bahwa aspek tersebut sangat tipis ( tidak dominan ) untuk dinilai secara mandiri Indeks Prestasi semester (IPs) = Untuk semester berikutnya Anda dapat mengambil maksimal :.. sks Pengembangan Diri : Ketidakhadiran : No Jenis Kegiatan Nilai No Alasan Ketidakhadiran Lama 1 Sakit 2 Ijin 3 Tanpa Keterangan Catatan Guru Wali : Kepribadian : No Aspek yang dinilai Keterangan 1 Kelakuan 2 Kerajinan/Kedisiplinan 3 Kerapihan 4 Kebersihan Samarinda, Mengetahui Orang Tua / Wali Guru Wali, Kepala Sekolah, Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

16 Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

17 Lampiran 3 DISTRIBUSI JUMLAH SKS TIAP SEMESTER 1. Jurusan IPA Kelompok Mata Pelajaran SKS sem.1 sem.2 sem.3 sem.4 sem.5 sem.6 MPDU : Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Dasar Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (kebugaran) Seni Budaya MPWP : Matematika lanjutan (HL/SL) 20/10 5/3 5/3 6/3 4/1 Fisika (HL/SL) 20/10 3/2 4/2 2/2 3/2 5/2 3/- Biologi (HL/SL) 20/10 3/2 2/2 3/2 4/2 5/2 3/- Kimia(HL/SL) 20/10 2/2 4/2 3/2 3/2 5/2 3/- MPP : TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri Total Dua di antara MPWP berada pada HL. Materi pembelajaran untuk kelompok High Level (HL) terdiri dari materi pembelajaran kelompok Standar Level (SL) ditambah dengan pengayaan (enrichment). 2. Jurusan IPS Kelompok Mata Pelajaran SKS sem.1 sem.2 sem.3 sem.4 sem.5 sem.6 MPDU : Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Dasar Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (kebugaran) Seni Budaya MPWP : Sejarah (HL/SL) 20/10 2/1 2/2 4/2 4/2 4/2 4/1 Geografi (HL/SL) 20/10 2/2 2/2 4/1 4/2 4/2 4/1 Ekonomi (HL/SL) 20/10 2/1 2/2 4/2 4/2 4/2 4/1 Sosiologi (HL/SL) 20/10 2/2 2/2 4/1 4/2 4/2 4/1 MPP : TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri Total Dua di antara MPWP berada pada HL. Materi pembelajaran untuk kelompok High Level (HL) terdiri dari materi pembelajaran kelompok Standar Level (SL) ditambah dengan pengayaan (enrichment). Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

18 3. Jurusan Bahasa MPDU : Kelompok Mata Pelajaran SKS sem.1 sem.2 sem.3 sem.4 sem.5 sem.6 Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Dasar Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (kebugaran) Seni Budaya MPWP : Sastra Indonesia (HL/SL) 20/10 2/1 2/2 4/2 4/2 4/2 4/1 Sastra Inggris (HL/SL) 20/10 2/2 2/2 4/1 4/2 4/2 4/1 Bahasa Asing Lainnya (HL/SL) 20/10 2/1 2/2 4/2 4/2 4/2 4/1 Antropologi (HL/SL) 20/10 2/2 2/2 4/1 4/2 4/2 4/1 MPP : TIK Muatan Lokal Pengembangan Diri Total Dua di antara MPWP berada pada HL. Materi pembelajaran untuk kelompok High Level (HL) terdiri dari materi pembelajaran kelompok Standar Level (SL) ditambah dengan pengayaan (enrichment). Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

19 Lampiran 4 DAFTAR KODE MATA PELAJARAN DAN BOBOT SKS MATA PELAJARAN DASAR UMUM ( MPDU ) MATA PELAJARAN WAJIB PROGRAM ( MPWP ) 1. Jurusan IPA KODE MATA PELAJARAN SKS KODE MATA PELAJARAN SKS MPDU 101 Pendidikan Agama 1 2 MPWP 101 Matematika Lanjut 1 (SL) Pendidikan Agama Matematika Lanjut 2 (SL) Pendidikan Agama Matematika Lanjut 3 (SL) 3 MPDU 201 Kewarganegaraan Matematika Lanjut 4 (SL) Kewarganegaraan Matematika Lanjut 1 (HL) Kewarganegaraan Matematika Lanjut 2 (HL) 5 MPDU 301 Bahasa Indonesia Matematika Lanjut 3 (HL) Bahasa Indonesia Matematika Lanjut 4 (HL) Bahasa Indonesia 3 2 MPWP 201 Fisika 1 (SL) Bahasa Indonesia Fisika 2 (SL) 2 MPDU 401 Bahasa Inggris Fisika 3 (SL) Bahasa Inggris Fisika 4 (SL) Bahasa Inggris Fisika 5 (SL) Bahasa Inggris Fisika 1 (HL) 3 MPDU 501 Matematika Dasar Fisika 2 (HL) Matematika Dasar Fisika 3 (HL) 2 MPDU 601 Penjaskes Fisika 4 (HL) Penjaskes Fisika 5 (HL) Penjaskes Fisika 6 (HL) 3 MPDU 701 Seni Budaya 1 1 MPWP 301 Kimia 1 (SL) Seni Budaya Kimia 2 (SL) Seni Budaya Kimia 3 (SL) Kimia 4 (SL) Kimia 5 (SL) Kimia 1 (HL) 2 MATA PELAJARAN PILIHAN ( MPP ) 307 Kimia 2 (HL) Kimia 3 (HL) 3 KODE MATA PELAJARAN SKS 309 Kimia 4 (HL) 3 MPP 101 TIK Kimia 5 (HL) TIK Kimia 6 (HL) TIK 3 2 MPWP 401 Biologi 1 (SL) 2 MPP 201 Mulok Biologi 2 (SL) Mulok Biologi 3 (SL) 2 MPP 301 Pengembangan Diri Biologi 4 (SL) Pengembangan Diri Biologi 5 (SL) Pengembangan Diri Biologi 1 (HL) Pengembangan Diri Biologi 2 (HL) Pengembangan Diri Biologi 3 (HL) Pengembangan Diri Biologi 4 (HL) Biologi 5 (HL) Biologi 6 (HL) 3 Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

20 MATA PELAJARAN WAJIB PROGRAM ( MPWP ) MATA PELAJARAN WAJIB PROGRAM ( MPWP ) 2. Jurusan IPS 2. Jurusan Bahasa KODE MATA PELAJARAN SKS KODE MATA PELAJARAN SKS MPWP 501 Sejarah 1 (SL) 1 MPWP 901 Sastra Indonesia 1 (SL) Sejarah 2 (SL) Sastra Indonesia 2 (SL) Sejarah 3 (SL) Sastra Indonesia 3 (SL) Sejarah 4 (SL) Sastra Indonesia 4 (SL) Sejarah 5 (SL) Sastra Indonesia 5 (SL) Sejarah 6 (SL) Sastra Indonesia 6 (SL) Sejarah 1 (HL) Sastra Indonesia 1 (HL) Sejarah 2 (HL) Sastra Indonesia 2 (HL) Sejarah 3 (HL) Sastra Indonesia 3 (HL) Sejarah 4 (HL) Sastra Indonesia 4 (HL) Sejarah 5 (HL) Sastra Indonesia 5 (HL) Sejarah 6 (HL) Sastra Indonesia 6 (HL) 4 MPWP 601 Geografi 1 (SL) 2 MPWP 1001 Sastra Inggris 1 (SL) Geografi 2 (SL) Sastra Inggris 2 (SL) Geografi 3 (SL) Sastra Inggris 3 (SL) Geografi 4 (SL) Sastra Inggris 4 (SL) Geografi 5 (SL) Sastra Inggris 5 (SL) Geografi 6 (SL) Sastra Inggris 6 (SL) Geografi 1 (HL) Sastra Inggris 1 (HL) Geografi 2 (HL) Sastra Inggris 2 (HL) Geografi 3 (HL) Sastra Inggris 3 (HL) Geografi 4 (HL) Sastra Inggris 4 (HL) Geografi 5 (HL) Sastra Inggrisi 5 (HL) Geografi 6 (HL) Sastra Inggris 6 (HL) 4 MPWP 701 Ekonomi 1 (SL) 1 MPWP 1101 Bahasa Jepang 1 (SL) Ekonomi 2 (SL) Bahasa Jepang 2 (SL) Ekonomi 3 (SL) Bahasa Jepang 3 (SL) Ekonomi 4 (SL) Bahasa Jepang 4 (SL) Ekonomi 5 (SL) Bahasa Jepang 5 (SL) Ekonomi 6 (SL) Bahasa Jepang 6 (SL) Ekonomi 1 (HL) Bahasa Jepang 1 (HL) Ekonomi 2 (HL) Bahasa Jepang 2 (HL) Ekonomi 3 (H) Bahasa Jepang 3 (H) Ekonomi 4 (HL) Bahasa Jepang 4 (HL) Ekonomi 5 (HL) Bahasa Jepang 5 (HL) Ekonomi 6 (HL) Bahasa Jepang 6 (HL) 4 MPWP 801 Sosiologi 1 (SL) 2 MPWP 1201 Antropologi 1 (SL) Sosiologi 2 (SL) Antropologi 2 (SL) Sosiologi 3 (SL) Antropologi 3 (SL) Sosiologi 4 (SL) Antropologi 4 (SL) Sosiologi 5 (SL) Antropologi 5 (SL) Sosiologi 6 (SL) Antropologi 6 (SL) Sosiologi 1 (HL) Antropologi 1 (HL) Sosiologi 2 (HL) Antropologi 2 (HL) Sosiologi 3 (HL) Antropologi 3 (HL) Sosiologi 4 (HL) Antropologi 4 (HL) Sosiologi 5 (HL) Antropologi 5 (HL) Sosiologi 6 (HL) Antropologi 6 (HL) 4 Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

21 Lampiran 5 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BAB V PESERTA DIDIK Pasal Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak : b. mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya; f. menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Pasal 11 (1) Beban belajar untuk SMP/MTs/SMPLB, atau bentuk lain yang sederajat dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). (2) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori standar dapat dinyatakan dalam satuan kredit semester. (3) Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. (4) Beban belajar minimal dan maksimal bagi satuan pendidikan yang menerapkan sistem SKS ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usul dari BSNP. Pasal 16 (5) Model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (4) sekurang-kurangnya meliputi model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem paket dan model kurikulum tingkat satuan pendidikan apabila menggunakan sistem kredit semester. Pasal 49 Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

22 (1) Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BAB III BEBAN BELAJAR Satuan pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket atau sistem kredit semester. Kedua sistem tersebut dipilih berdasarkan jenjang dan kategori satuan pendidikan yang bersangkutan. Satuan pendidikan SD/MI/SDLB melaksanakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket. Satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK kategori standar menggunakan sistem paket atau dapat menggunakan sistem kredit semester. Satuan pendidikan SMA/MA/SMALB dan SMK/MAK kategori mandiri menggunakan sistem kredit semester.... Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.... Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur terdiri dari: 1. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SD/MI/SDLB maksimum 40% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. 2. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMP/MTs/SMPLB maksimum 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan. Waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur bagi peserta didik pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.... Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem kredit semester dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur. Panduan tentang sistem kredit semester diuraikan secara khusus dalam dokumen tersendiri. Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

23 BAB II PROFIL SEKOLAH KATEGORI MANDIRI 1. Dasar penerapan Satuan Kredit Semester adalah: a. Kecepatan belajar siswa tidak sama b. Potensi belajar siswa tidak sama c. Minat siswa terhadap mata pelajaran tidak sama d. Siswa akan sukses bila belajar sesuai dengan potensi dan minatnya. e. Siswa dapat menyelesaikan studi selama 5 semester dan bisa lebih dari 6 semester 2. Kurikulum Sistem Kredit Semeter adalah: a. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar disusun menjadi satuan kredit semester, yaitu 120 SKS b. Mata pelajaran: 1). Wajib/Pokok untuk seluruh peserta didik 2). Pilihan Paket, sebagai dasar untuk mendukung bidang kemampuan yang akan dipilih di perguruan tunggi. 3). Pilihan Bebas, sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. 4). Kelompok MP Pilihan Paket, meliputi berbagai bidang kemampuan yang diperlukan peserta didik untuk melanjutkan ke pendidikan lebih lanjut, yang mencakup: a). Program akademik: Teknik, Ilmu kesehatan, Sains, Ekonomi, Ilmu Sosial, Bahasa, Hukum, dan sebagainya b). Program profesional: Politeknik. c. Beban belajar siswa dinyatakan dengan satuan kredit semester (SKS), yaitu 16 sampai 27 SKS per semester. Kecepatan belajar normal adalah 20 SKS per semester. d. Satu SKS untuk mata pelajaran teori terdiri atas: 1). 45 menit tatap muka 2). 25 menit penugasan akademik terstruktur dan 20 menit kegiatan akademik mandiri tidak terstruktur e. Satu SKS pelajaran praktikum terdiri atas 2 sampai 3 jam praktek di laboratorium atau bengkel f. Mata pelajaran pilihan ditawarkan mulai semester 2 3. Beban Belajar: a. Semester 1 dan 2 sebanyak 20 SKS b. Semester 3 dan seterusnya bisa 16 SKS sampai 28 SKS sesuai dengan prestasi yang dicapai pada semester sebelumya c. Dimungkinkan siswa lulus kurang dari 6 (enam) semester d. Pemilihan mata pelajaran sesuai dengan potensi, minat, dan kecepatan belajar siswa melalui bimbingan dari penasehat akademik siswa Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

24 4. Pembelajaran: a. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan pendekatan tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Oleh karena itu siswa didorong untuk dapat belajar secara mandiri. b. Menerapkan pengelolaan pembelajaran dengan sistem siswa pindah ruang kelas (moving class). Untuk itu diperlukan kelas mata pelajaran. c. Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran. e. Jadwal pemanfaatan laboratorium untuk kegiataan di luar jadwal rutin f. Pemanfaatan perpustakaan g. Penasehat akademik mendeteksi potensi siswa, bisa dengan tes bakat disertai data prestasi belajar. h. Ada program remedi sepanjang semester (tidak ada batasan frekuensi pelaksanaan remedi dalam satu semester sehingga diperlukan perangkat pendukung untuk pelaksanan remedi antara lain dalam bentuk modul pembelajaran mandiri yang disiapkan oleh guru) i. Menerapkan pembelajaran berbasis TIK 5. Penilaian: a. Bentuk penilaian: tugas-tugas, ujian midsemester dan ujian semester b. Penilaian menggunakan acuan kriteria dengan kategori A, B, C, dan D c. Konversi skor menjadi grade, dan konversi grade menjadi skala 4 d. Lulus minimum mencapai nilai C e. Syarat lulus dari sekolah indeks prestasi minimum 2,00 6. Administrasi Akademik: a. Setiap siswa di bawah bimbingan penasehat akademik membuat rencana studi, kemudian bisa direvisi atas dasar prestasi yang dicapai siswa b. Administrasi data prestasi siswa c. Mata kuliah pilihan ditawarkan setelah semester 3 Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

25 Lampiran 6 Panduan SKS SMAN 10 Melati Samarinda 2009/

Halimatus Sa diyah Universitas Negeri Malang

Halimatus Sa diyah Universitas Negeri Malang IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DENGAN SISTEM KREDIT SEMESETER DI SMA NEGERI 2 MALANG TAHUN AJARAN 2011/2012 Halimatus Sa diyah Universitas Negeri Malang Email:

Lebih terperinci

Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA A. Landasan 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Than 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 12, 35, 37, dan 38; 2. Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan

Lebih terperinci

RINTISAN SEKOLAH KATEGORI MANDIRI (SMA) Oleh : H. Karso Lektor Kepala FPMIPA UPI

RINTISAN SEKOLAH KATEGORI MANDIRI (SMA) Oleh : H. Karso Lektor Kepala FPMIPA UPI RINTISAN SEKOLAH KATEGORI MANDIRI (SMA) Oleh : H. Karso Lektor Kepala FPMIPA UPI A. Pendahuluan Lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan

Lebih terperinci

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA Departemen Pendidikan Nasional LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester, guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik (semua

Lebih terperinci

KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA

KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 Peraturan Akademik DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA : Jl. Raya Solo Jogya Km 13, Pucangan, Kartasura, ( 0271 ) 780593

Lebih terperinci

PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH Badan Standar Nasional Pendidikan 2010 KATA PENGANTAR Segala

Lebih terperinci

Introduction. Nursyamsuddin

Introduction. Nursyamsuddin Oleh Nursyamsuddin Introduction Lahir di Purwakarta, 7 Oktober 1967 SD, SMP, SMA di Purwakarta S-1 Fisika di Jakarta S-2 Magister Manajemen dan Magister Pendidikan di Jakarta Berkeluarga; 2 orang putra

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN REKTOR TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. Pedoman Akademik 1 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 375/H23/DT/2007 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU

BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU PANDUAN UMUM DAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN NOMOR : 351/H23/DT/2009 TGL 31 AGUSTUS 2009 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam

Lebih terperinci

BAB II SISTEM PENDIDIKAN

BAB II SISTEM PENDIDIKAN BAB II SISTEM PENDIDIKAN A. PENGERTIAN DASAR Sistem Kredit Semester atau disingkat SKS adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester atau disingkat sks untuk

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Jalan Prof.dr. HR. Boenjamin No. 708 Kotak Pos 115 Purwokerto 53122 Telp (0281) 635292 hunting Faks. 631802 PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS JENDERAL

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS MODEL KONTINYU PADA PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS MODEL KONTINYU PADA PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS MODEL KONTINYU PADA PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Dasar Hukum Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang

Lebih terperinci

BAB II SISTEM PENDIDIKAN

BAB II SISTEM PENDIDIKAN BAB II SISTEM PENDIDIKAN 1. Perkuliahan dan Ujian Universitas Islam Indonesia Yogyakarta dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS). Dalam sistem ini, beban

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Tim Penyusun

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Tim Penyusun Kata Pengantar Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib

Lebih terperinci

BIODATA CALON PESERTA DIDIK SMA Negeri 1 Cianjur

BIODATA CALON PESERTA DIDIK SMA Negeri 1 Cianjur BIODATA CALON PESERTA DIDIK SMA Negeri 1 Cianjur No. Registrasi (diisi petugas) : Diterima di kelas (diisi petugas) : Titimangsa (diisi petugas) : 1 NO INDUK (siswa baru kosongkan) : 2 N I S N : 3 NIK

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK. Peraturan akademik yang berlaku di Program Magister Pendidikan Kimia adalah sebagai berikut:

PERATURAN AKADEMIK. Peraturan akademik yang berlaku di Program Magister Pendidikan Kimia adalah sebagai berikut: PERATURAN AKADEMIK Peraturan akademik yang berlaku di Program Magister Pendidikan Kimia adalah sebagai berikut: PERATURAN AKADEMIK PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS JAMBI BAB I KETENTUAN

Lebih terperinci

INFORNASI AKADEMIK SMA NEGERI 78 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

INFORNASI AKADEMIK SMA NEGERI 78 TAHUN PELAJARAN 2014/2015 A. Layanan Akademik SMA Negerri 78 Jakarta INFORNASI AKADEMIK SMA NEGERI 78 TAHUN PELAJARAN 0/05. Kelas Reguler a. Menggunakan Kurikulum 0. b. Proses Pembelajaran menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS)

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011. Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011. Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011 Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA Jl. Palabuhanratu Km.29 Desa/Kec.Warungkiara Telp/Fax (0266)320248 Website:

Lebih terperinci

PERATURAN UMUM AKADEMIK

PERATURAN UMUM AKADEMIK 1 PERATURAN UMUM AKADEMIK A. PROGRAM PENDIDIKAN DI STTN Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir-BATAN Yogyakarta menyelenggarakan Pendidikan Program D-IV. Program Diploma IV STTN merupakan pendidikan profesional

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK KTSP G-78. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMA Negeri 78 Jakarta dengan Menerapkan Sistem Paket dan Rintisan SKS

PERATURAN AKADEMIK KTSP G-78. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMA Negeri 78 Jakarta dengan Menerapkan Sistem Paket dan Rintisan SKS PERATURAN AKADEMIK KTSP G-78 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMA Negeri 78 Jakarta dengan Menerapkan Sistem Paket dan Rintisan SKS PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS DKI JAKARTA DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA KTSP DAN IMPLEMENTASINYA Disampaikan pada WORKSHOP KURIKULUM KTSP SMA MUHAMMADIYAH PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA Tanggal 4-5 Agustus 2006 Oleh : Drs. Marsigit MA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KTSP DAN

Lebih terperinci

PEMBUKAAN PENGANTAR KEPALA SEKOLAH AGENDA MENJELANG UNBK UJIAN PRAKTEK, USBN, UNBK DAN SNMPTN

PEMBUKAAN PENGANTAR KEPALA SEKOLAH AGENDA MENJELANG UNBK UJIAN PRAKTEK, USBN, UNBK DAN SNMPTN PEMBUKAAN PENGANTAR KEPALA SEKOLAH AGENDA MENJELANG UNBK UJIAN PRAKTEK, USBN, UNBK DAN SNMPTN AGENDA MENJELANG UNBK NO BULAN TANGGAL KETERANGAN 1 JANUARI 24-26 TRY OUT 2 2 FEBRUARI 1-3 TRY OUT 3 6-13 UJIAN

Lebih terperinci

PERATURAN SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA No. 283/ BAAK.31/ STIKI/ P/ VI/ tentang PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

PERATURAN SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA No. 283/ BAAK.31/ STIKI/ P/ VI/ tentang PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Menimbang : 1. PERATURAN SEKOLAH TINGGI INFORMATIKA & KOMPUTER INDONESIA No. 283/ BAAK.31/ STIKI/ P/ VI/ 2009 tentang PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Bahwa partisipasi dari segenap anggota Sivitas Akademika

Lebih terperinci

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS DIPONEGORO SPMI-UNDIP SM 04. 03 08 SEMARANG 2011 SPMI-UNDIP Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal Disetujui

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor 1 Tahun 2006 Tentang ADENDUM PERATURAN AKADEMIK

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor 1 Tahun 2006 Tentang ADENDUM PERATURAN AKADEMIK KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor 1 Tahun 2006 Tentang ADENDUM PERATURAN AKADEMIK Menimbang : Mengingat : a. Bahwa peraturan pelaksanaan akademik Pendidikan Tinggi Program

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SERANG DINAS PENDIDIKAN

PEMERINTAH KOTA SERANG DINAS PENDIDIKAN SURAT KEPUTUSAN KEPALA NOMOR : 422 / 042 / SMPN 19 Tentang PERATURAN AKADEMIK A. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN 1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran. 2. Satu Tahun Pelajaran dibagi

Lebih terperinci

IV. PERATURAN AKADEMIK

IV. PERATURAN AKADEMIK IV. PERATURAN AKADEMIK A. SISTEM KREDIT Kegiatan Pendidikan di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dilaksanakan dengan sistem kredit dan waktu penyelenggaraannya diatur dengan sistem semester. Dalam

Lebih terperinci

BIDANG KURIKULUM (www.sman48-jkt.sch.id) Sugiyanta (SMAN 48 Jakarta) /

BIDANG KURIKULUM (www.sman48-jkt.sch.id) Sugiyanta (SMAN 48 Jakarta) / BIDANG KURIKULUM (www.sman48-jkt.sch.id) Sugiyanta (SMAN 48 Jakarta) sgifis48@gmail.com 08128533491/0817804183 Tujuan Umum : Mewujudkan Visi dan Misi SMAN 48 Tujuan Khusus : Meningkatkan Pencapaian Kompetensi

Lebih terperinci

Menimbang: Mengingat:

Menimbang: Mengingat: KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR NOMOR : 1073/H36/PP/2010 TENTANG PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR REKTOR UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR, Menimbang:

Lebih terperinci

HAYAT AL RAKHA

HAYAT AL RAKHA PROPOSAL PENELITIAN PENERAPAN SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN KELULUSAN PESERTA DIDIK HAYAT AL RAKHA 5215062168 JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

BIDANG AKADEMIK. Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi. Tahun Disampaikan dalam Sosialisasi Pedoman Perilaku dan Sistem Perkuliahan

BIDANG AKADEMIK. Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi. Tahun Disampaikan dalam Sosialisasi Pedoman Perilaku dan Sistem Perkuliahan BIDANG AKADEMIK Disampaikan dalam Sosialisasi Pedoman Perilaku dan Sistem Perkuliahan Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Tahun 2009 Tim Akademik Prodi Pendidikan Ekonomi dan Koperasi Navik Istikomah,

Lebih terperinci

DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2 DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 5 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA PENYUSUNAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Departemen Pendidikan Nasional Materi 2 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN Sosialisasi KTSP LINGKUP SNP 1. Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah kriteria minimal

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA

PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA Alamat : Jln K.H.Agussalim Polewali Telp. 0428-22031, email:sman3polewali@yahoo.co.id KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI 3 POLEWALI NOMOR

Lebih terperinci

Pengertian Dasar Sistem Kredit Semester a. Program Studi. b. Kurikulum. c. Sistem Kredit Semester. d. Semester. e. Satuan Kredit Semester

Pengertian Dasar Sistem Kredit Semester a. Program Studi. b. Kurikulum. c. Sistem Kredit Semester. d. Semester. e. Satuan Kredit Semester Pengertian Dasar Sistem Kredit Semester a. Program Studi Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan

Lebih terperinci

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK)

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK) STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK) KOMPONEN DURASI WAKTU (Jam) A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 192 2. Pendidikan Kewarganegaraan 192 3. Bahasa Indonesia 192 4. Bahasa Inggris 440 5. Matematika

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap satuan pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi, sudah pasti ingin mempunyai peserta didik dan lulusan yang berprestasi

Lebih terperinci

Model Penyelenggaraan Peminatan di SMA

Model Penyelenggaraan Peminatan di SMA Model Penyelenggaraan Peminatan di SMA 2015,Direktorat Pembinaan SMA i Model Penyelenggaraan Peminatan di SMA KATA PENGANTAR Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun pelajaran 2013/2014 telah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2014 TENTANG PEMINATAN PADA PENDIDIKAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2014 TENTANG PEMINATAN PADA PENDIDIKAN MENENGAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2014 TENTANG PEMINATAN PADA PENDIDIKAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

SMP NEGERI 1 SEMARAPURA Jalan Teratai, Semarapura Kelod, Klungkung Website:

SMP NEGERI 1 SEMARAPURA Jalan Teratai, Semarapura Kelod, Klungkung   Website: PERATURAN AKADEMIK SMP NEGERI 1 SEMARAPURA TAHUN PELAJARAN 2016 /2017 Digunakan untuk kalangan sendiri SMP NEGERI 1 SEMARAPURA Jalan Teratai, Semarapura Kelod, Klungkung Email: smpsatusemarapura@ymail.com

Lebih terperinci

Departemen Pendidikan Nasional. Sosialisasi KTSP

Departemen Pendidikan Nasional. Sosialisasi KTSP Departemen Pendidikan Nasional PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SD/MI LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) Setiap akhir semester, guru menelaah hasil pencapaian belajar setiap peserta didik

Lebih terperinci

IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Puskur Balitbang 1

IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Puskur Balitbang 1 IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 1 PENGERTIAN KURIKULUM (Pasal 1 UU No. 0 Tahun 00) Seperangkat rencana & pengaturan SNP Tujuan

Lebih terperinci

SELAMAT DATANG PADA ACARA SOSIALISASI UN DAN SNMPTN TAHUN 2015

SELAMAT DATANG PADA ACARA SOSIALISASI UN DAN SNMPTN TAHUN 2015 SELAMAT DATANG PADA ACARA SOSIALISASI UN DAN SNMPTN TAHUN 2015 SMA LABORATORIUM (PERCONTOHAN) UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 31 JANUARI 2015 GD. KESENIAN DAN KEBUDAYAAN - UPI SUSUNAN ACARA No Waktu Acara

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare.

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib

Lebih terperinci

2013, No.71 2 Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 T

2013, No.71 2 Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 T LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.71, 2013 PENDIDIKAN. Standar Nasional Pendidikan. Warga Negara. Masyarakat. Pemerintah. Perubahan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK BIDANG PENDIDIKAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MURIA KUDUS

PERATURAN AKADEMIK BIDANG PENDIDIKAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MURIA KUDUS PERATURAN AKADEMIK BIDANG PENDIDIKAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MURIA KUDUS Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus 2016 BAB I PENGERTIAN UMUM Pasal 1 Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan: (1)

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK STIKOM DINAMIKA BANGSA TAHUN

PERATURAN AKADEMIK STIKOM DINAMIKA BANGSA TAHUN PERATURAN AKADEMIK STIKOM DINAMIKA BANGSA TAHUN 2007-2013 JAMBI 2007 KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER (STIKOM) DINAMIKA BANGSA JAMBI Nomor : 102/SK/STIKOMDB/VII/07 Tentang PERATURAN AKADEMIK

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA KENDARI DINAS PENDIDIKAN NASIONAL

PEMERINTAH KOTA KENDARI DINAS PENDIDIKAN NASIONAL A. PENILAIAN KELAS X PEMERINTAH KOTA KENDARI DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMA NEGERI 1 KENDARI Jln. Mayjen Soetoyo No.102 Telp/Fax : (0401) 3121 814 - NPSN 40402619, NSS 300123010102 Web-site : www.sman1kendari.sch.id,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2007 TENTANG UJIAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH/SEKOLAH MENENGAH PERTAMA LUAR BIASA (SMP/MTs/SMPLB),

Lebih terperinci

SOSIALISASI PANDUAN AKADEMIK PROGRAM STUDI AKUNTANSI FE - UST TAHUN AKADEMIK 2015/2016

SOSIALISASI PANDUAN AKADEMIK PROGRAM STUDI AKUNTANSI FE - UST TAHUN AKADEMIK 2015/2016 SOSIALISASI PANDUAN AKADEMIK PROGRAM STUDI AKUNTANSI FE - UST TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Akreditasi B Unggulan TAMANSISWA Nasional 2018 Asia Tenggara 2028 1. PENDIDIKAN 2. PENELITIAN 3. PENGABDIAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Model Penyelenggaraan Peminatan Kurikulum 2013 di SMA KATA PENGANTAR. 2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah ii

Model Penyelenggaraan Peminatan Kurikulum 2013 di SMA KATA PENGANTAR. 2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah ii KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Tujuan... 3 C. Ruang Lingkup... 3 BAB II JUDUL BAB II... 4 A. Pengertian Peminatan,

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor Tahun 006 tentang STANDAR ISI (SI) Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum.

Lebih terperinci

PERATURAN KEGIATAN AKADEMIK. Bagian Pertama Kurikulum

PERATURAN KEGIATAN AKADEMIK. Bagian Pertama Kurikulum PERATURAN KEGIATAN AKADEMIK Bagian Pertama Kurikulum Pasal 1 (1) Mata kuliah yang tercantum dalam pedoman ini adalah mata kuliah yang telah disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku secara Nasional Pendidikan

Lebih terperinci

DATA PEMINATAN PESERTA DIDIK KELAS X

DATA PEMINATAN PESERTA DIDIK KELAS X SOP.BK.09.12.07 DATA PEMINATAN PESERTA DIDIK KELAS X TAHUN PELAJARAN 2013/2014 PEMERINTAH KOTA TANGERANG DINAS PENDIDIKAN SMAN 12 KOTA TANGERANG 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 696A/SK/R/UI/2008

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 696A/SK/R/UI/2008 KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 696A/SK/R/UI/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM VOKASI UNIVERSITAS INDONESIA REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA Menimbang: a bahwa telah terjadi ketidakseragaman

Lebih terperinci

BAB I KETENTUAN UMUM

BAB I KETENTUAN UMUM BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Direktur ini yang dimaksud dengan: 1. Politeknik STMI Jakarta adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang menyelenggarakan

Lebih terperinci

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL () KELAS X 3 Bahasa Indonesia 65 B 5 Matematika 60 B 6 Fisika 60 B 7 Biologi 60 B 8 Kimia 60 B 9 Sejarah 65 B 10 Geografi 65 B 11 Ekonomi 65 B 12 Sosiologi 65 B 13 Kesenian

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BREBES SMA NEGERI 1 BUMIAYU website :

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BREBES SMA NEGERI 1 BUMIAYU   website : Digunakan Untuk Kalangan Sendiri DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BREBES SMA NEGERI 1 BUMIAYU Email : smansa_bumiayu@yahoo.co.id website : www.smansa-bumiayu.sch.id 1 PENGESAHAN Peraturan Akademik SMA Negeri

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOMOR: 01 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOMOR: 01 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOMOR: 01 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN AKADEMIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA REKTOR UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendukung

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR TAHUN 006 TANGGAL 3 MEI 006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN Pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL (UN) UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) DAN UJIAN SEKOLAH (US)

UJIAN NASIONAL (UN) UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) DAN UJIAN SEKOLAH (US) UJIAN NASIONAL (UN) UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) DAN UJIAN SEKOLAH (US) DASAR HUKUM US,USBN,UN PERMENDIKBUD NO. 53 TAHUN 2015 TENTANG PENILAIAN HASIL BELAJAR OLEH PENDIDIK DAN SATUAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PERATURAN SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Nomor : 800/ 303 /2010

PERATURAN SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Nomor : 800/ 303 /2010 PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMEN DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Jalan Kemakmuran 51 Telp. (0287) 551094 Karanganyar KEBUMEN 54364 Nomor : 800/ 303 /2010 Tentang PERATURAN AKADEMIK

Lebih terperinci

Lampiran SK Rektor No. 297/SK/K01/PP/2009. Peraturan Akademik Institut Teknologi Bandung

Lampiran SK Rektor No. 297/SK/K01/PP/2009. Peraturan Akademik Institut Teknologi Bandung Lampiran SK Rektor No. 297/SK/K01/PP/2009 Peraturan Akademik Peraturan Akademik - halaman 2 dari 43 halaman Daftar Isi 1. PROGRAM PENDIDIKAN...5 Pasal 1.1 Jenis dan Tahapan Program Pendidikan...5 Pasal

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR 9 Tahun 2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR 9 Tahun 2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG NOMOR 9 Tahun 2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN HASIL BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS NEGERI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL PROGRAM PAKET A/ULA, PROGRAM PAKET B/WUSTHA, PROGRAM PAKET C, DAN PROGRAM PAKET C KEJURUAN

Lebih terperinci

Lampiran SK Rektor No. 153/SK/K01/PP/2006. Peraturan Akademik Institut Teknologi Bandung

Lampiran SK Rektor No. 153/SK/K01/PP/2006. Peraturan Akademik Institut Teknologi Bandung Lampiran SK Rektor No. 153/SK/K01/PP/2006 Peraturan Akademik Peraturan Akademik - halaman 2 dari 44 halaman Daftar Isi 1. PROGRAM PENDIDIKAN...5 Pasal 1.1 Jenis dan Tahapan Program Pendidikan...5 Pasal

Lebih terperinci

BAB IV PERATURAN AKADEMIK

BAB IV PERATURAN AKADEMIK BAB IV PERATURAN AKADEMIK 4.1 Sistem Semester Sistem Semester adalah sistem penyelengaraan program pendidikan dengan menggunakan satuan waktu terkecil setengah tahun yang disebut satu semester. Semester

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA No. : UGM/FA/115/UM/01/39. Tentang

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA No. : UGM/FA/115/UM/01/39. Tentang KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA No. : UGM/FA/115/UM/01/39 Tentang PERATURAN AKADEMIK PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Dekan Fakultas

Lebih terperinci

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA SEKOLAH TINGGI MULTI MEDIA YOGYAKARTA 2015 STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL SEKOLAH TINGGI

Lebih terperinci

Ditetapkan di : Inderalaya Pada tanggal : 27 Agustus 2012 D e k a n, dto.

Ditetapkan di : Inderalaya Pada tanggal : 27 Agustus 2012 D e k a n, dto. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN U N I V E RS I T AS SRI W I J A Y A FAKULTAS HUKUM Program Studi S1, S2, M.Kn dan S3 Jalan Raya Palembang - Prabumulih Km. 32 Indralaya, Ogan Ilir, 30661 Telepon (0711)

Lebih terperinci

PANDUAN ADMINISTRASI AKADEMIK PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

PANDUAN ADMINISTRASI AKADEMIK PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA UNIVERSITAS SYIAH KUALA PANDUAN ADMINISTRASI AKADEMIK PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA UNIVERSITAS SYIAH KUALA Tim Perumus UNIVERSITAS SYIAH KUALA Darussalam, Banda Aceh 2010 i ii iii iv DASAR HUKUM ACUAN 1. Undang-undang Republik

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK SMAN 1 KENDARI BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN AKADEMIK SMAN 1 KENDARI BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 PERATURAN AKADEMIK SMAN 1 KENDARI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur persyaratan kehadiran, ketentuan ulangan, remidial, kenaikkan kelas, kelulusan, dan

Lebih terperinci

Penyelenggaraan Pendidikan Berdasarkan. Sistem Kredit

Penyelenggaraan Pendidikan Berdasarkan. Sistem Kredit Penyelenggaraan Pendidikan Berdasarkan A. Pengertian Umum Sistem Kredit 1. Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satu kredit semesrter (SKS) untuk menyatakan beban

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN Nomor : 18371/H4/PP.25/2011 Tanggal : 07 Oktober 2011

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN Nomor : 18371/H4/PP.25/2011 Tanggal : 07 Oktober 2011 KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN Nomor : 18371/H4/PP.25/2011 Tanggal : 07 Oktober 2011 PEDOMAN PENYELENGGARAAN PROGRAM MAGISTER (S2) PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN 2011 PENGANTAR Program

Lebih terperinci

1. Ujian. a. Maksud dan Tujuan Penyelenggaraan Ujian. Maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian adalah:

1. Ujian. a. Maksud dan Tujuan Penyelenggaraan Ujian. Maksud dan tujuan penyelenggaraan ujian adalah: Jumat, 15 November 2013 Admin 11607 kali EVALUASI Evaluasi keberhasilan proses pendidikan ada dua hal: (a) keberhasilan proses penyelenggaraan acara pendidikan dan (b) keberhasilan usaha belajar mahasiswa.

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN IKIP MATARAM

PERATURAN AKADEMIK INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN IKIP MATARAM PERATURAN AKADEMIK INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN IKIP MATARAM 2013 i INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM IKIP MATARAM Alamat : Jln. Pemuda No. 59 A Mataram, Telp/Fax (0370) 632082 SURAT

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 3 BAB III BEBAN BELAJAR 17. BAB IV KALENDER PENDIDIKAN 20 A. Alokasi Waktu 20 B. Penentapan Kalender Pendidikan 21

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 3 BAB III BEBAN BELAJAR 17. BAB IV KALENDER PENDIDIKAN 20 A. Alokasi Waktu 20 B. Penentapan Kalender Pendidikan 21 DAFTAR ISI DAFTAR ISI PERMENDIKNAS NO TAHUN 006 TENTANG SI i 1 BAB I PENDAHULUAN 3 BAB II KERANGKA DASAR DAN STRUKTUR KURIKULUM 4 A. Kerangka dasar Kurikulum 4 B. Struktur Kurikulum Pendidikan Umum 6 C.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK, PENYELENGGARAAN UJIAN NASIONAL,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 35 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 35 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 35 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 39 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

FIL PENGANTAR ILMU KOMPUTER. SISTEM AKADEMIK di FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FIL PENGANTAR ILMU KOMPUTER. SISTEM AKADEMIK di FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA FIL-150013 PENGANTAR ILMU KOMPUTER SISTEM AKADEMIK di FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA SISTEM AKADEMIK di FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA Landasan Undang-undang No. 12 / 2012 tentang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1425/UM/01/39. Tentang PERATURAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA S2 (MAGISTER)

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1425/UM/01/39. Tentang PERATURAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA S2 (MAGISTER) KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS GADJAH MADA Nomor UGM/FA/1425/UM/01/39 Tentang PERATURAN AKADEMIK PROGRAM PASCASARJANA S2 (MAGISTER) Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Menimbang

Lebih terperinci

KURIKULUM PRODI DIII KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG. A. Kompetensi

KURIKULUM PRODI DIII KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG. A. Kompetensi KURIKULUM PRODI DIII KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG A. Kompetensi Kurikulum yang diterapkan di STIKES Muhammadiyah Gombong adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan tujuan agar mahasiswa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS PENYELENGGARA

Lebih terperinci

PANDUAN LAYANAN KELAS INTERNASIONAL

PANDUAN LAYANAN KELAS INTERNASIONAL PANDUAN LAYANAN KELAS INTERNASIONAL 1 A. Latar Belakang Tujuan pendidikan menengah umum adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan

Lebih terperinci

PROSEDUR MUTU PELAKSANAAN DAN EVALUASI PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) No. Revisi 01

PROSEDUR MUTU PELAKSANAAN DAN EVALUASI PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) No. Revisi 01 Rektor: (024)8508081 Fax (024)8508082, Purek I: (024) 85080 1 dari 12 September 22 1. TUJUAN Prosedur ini ditetapkan untuk menjamin terselenggaranya kegiatan Praktik Kerja Lapangan () sebagai bagian proses

Lebih terperinci

Kasi. Kurikulum dan Penilaian SMP dan SMA BID. SMP dan SMA DISDIK PROV. DKI JAKARTA

Kasi. Kurikulum dan Penilaian SMP dan SMA BID. SMP dan SMA DISDIK PROV. DKI JAKARTA 23 DESEMBER 2017 di SMAN 42 Jakarta 1. Korwas SMA DKI 2. Ketua MGMP Prov. DKI 3. Tim Pengembang Kurikulum SMA DKI 4. Koord. Wakil Kepala SMA Bid. Kurikulum Kasi. Kurikulum dan Penilaian SMP dan SMA BID.

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL. SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, DAN SMK 2007/2008

UJIAN NASIONAL. SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, DAN SMK 2007/2008 UJIAN NASIONAL SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, DAN SMK 2007/2008 SUMBER BAHAN 1. UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas Pasal 58 Ayat (2) 2. PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Permen No 34/2007

Lebih terperinci

PROSEDUR PELAKSANAAN KULIAH DAN PRAKTIKUM

PROSEDUR PELAKSANAAN KULIAH DAN PRAKTIKUM SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2008 DEPARTEMEN MANAJEMEN SUMERDAYA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR PROSEDUR PELAKSANAAN KULIAH DAN NO. DOKUMEN : POB-MSP-FPIK-03 REVISI :

Lebih terperinci

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015

PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNJANI PROGRAM SARJANA DAN DIPLOMA-3 TAHUN 2015 Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) dilakukan secara online melalui web

Lebih terperinci

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Materi Minimal dan Tingkat Kompetensi Minimal, untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal Memuat : 1. Kerangka Dasar Kurikulum

Lebih terperinci

INFORMASI PENDAFTARAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN AKADEMIK 2007/2008

INFORMASI PENDAFTARAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN AKADEMIK 2007/2008 INFORMASI PENDAFTARAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN AKADEMIK 2007/2008 SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung 40154 Telepon:

Lebih terperinci

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1 PENYUSUNAN KTSP Sosialisasi KTSP 1 LANDASAN UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG EKUIVALENSI KEGIATAN PEMBELAJARAN/PEMBIMBINGAN BAGI GURU YANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 013/SK/R/UI/2006 TENTANG PENATAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM EKSTENSI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS INDONESIA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 013/SK/R/UI/2006 TENTANG PENATAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM EKSTENSI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS INDONESIA KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR: 013/SK/R/UI/2006 TENTANG PENATAAN PENYELENGGARAAN PROGRAM EKSTENSI DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS INDONESIA REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA Menimbang : a bahwa pada

Lebih terperinci