PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KECAMATAN KABUPATEN JEMBER (STUDI KASUS KECAMATAN PAKUSARI)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KECAMATAN KABUPATEN JEMBER (STUDI KASUS KECAMATAN PAKUSARI)"

Transkripsi

1 Jurnal ISEI Jember, Volume 2 Nomor 2, Oktober 2012 PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KECAMATAN KABUPATEN JEMBER (STUDI KASUS KECAMATAN PAKUSARI) (EFFECT OF MOTIVATION ON EMPLOYEES PERFORMANCE DISTRICT DISTRICT JEMBER CASE STUDY PAKUSARI DISTRICT) Sudarsih Staf Pengajar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Jember Telp /HP Abstract The aim of the study is recoqnizo motivation the effect of some factors in the variables to the performance of the workers. There are 25 respondent at the sample of this study. Consus method is used to collect those samples to analyze the data, we used linier regression. Analysis of the result shewed simultancously enviroument factor and motivation factor variablehave siqnificant effect to the workersperformance. Partially each variable also has siqnificant relatoin to the workers perfomance wherees, enviorement variable has more effect to the performance than motivation variable Keywords : environment, motivation, performance 1. Pendahuluan Tidak seorangpun mengerjakan sesuatu tanpa alasan atau motif dan bila seseorang datang ke suatu tempat maka mereka'datang dengan maksud dan tujuan. Orang tidak selalu mengetahui apa yang mendorong atau menarik mereka bertindak berdasarkan motif mereka, apabila mereka merasakan ketidaknyamanan dan kekurangan sesuatu, atau adanya kebutuhan yang harus mereka penuhi maka mereka bekerja keras untuk mengurangi ketidaknyamanan itu atau untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menurut teori etimologi ilmu yang mempelajari asal-usul dan perkembangan sejarah bahasa, motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata movere yang berarti menggerakkan atau to move. Menggerakkan merupakan proses pemberian motivasi kerja kepada para pegawai sehingga mereka mau bekerja dengan semangat kerja yang tinggi. Untuk dapat memotivasi seseorang terlebih dahulu diperlukan pemahaman tentang bagaimana proses terbentuknya motivasi. Seperti halnya dalam sebuah organisasi atau perusahaan setiap pegawai mempunyai keinginan-keinginan tertentu yang diharapkan akan dipenuhi oleh organisasi, disamping itu organisasi juga mengharapkan pegawainya untuk melakukan jenisjenis perilaku tertentu guna mencapai tujuan- tujuan tertentu pula. Motivasi sendiri merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam menentukan perilaku seseorang, termasuk perilaku kerja. 259

2 Sudarsih, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Motivasi merupakan fungsi dari berbagai macam variabel yang saling mempengaruhi, itu merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri manusia atau suatu proses psikologis. Sering sekali kita beranggapan bahwa seseorang yang kelihatan sibuk adalah orang yang tinggi motivasinya. Padahal mungkin saja ia pegawai yang sering melarikan diri dari kekurangtenangan psikologis. Sebaliknya sekelompok orang yang berbincang-bincang sering pula kita anggap sebagai kelompok orang yang kurang atau bahkan tidak mempunyai motivasi. Pendeknya kita sering menghubungkan motivasi hanya dengan tindakan atau perilaku yang tampak nyata. Pada prinsipnya seseorang karyawan termotivasi untuk melaksanakan tugas-tugasnya tergantung dari kuatnya motif yang mempengaruhinya. Karyawan adalah manusia, dan manusia adalah mahkluk yang mempunyai kebutuhan yang banyak sekali. Kebutuhankebutuhan ini membangkitkan motif yang mendasari aktivitas individu. Namun demikian seseorang akan bertindak atau berlaku menurut cara-cara tertentu yang mengarah ke arah pemuasan kebutuhannya yang didasarkan pada motif yang lebih berpengaruh pada saat itu. Motivasi sebagai daya dorong dalam diri seseorang akan membuat seseorang tersebut berusaha untuk melakukan suatu tindakan atau kegiatan dengan baik berhasil, orongan tersebut berasal dari dalam dirinya atau dari luar dirinya( Handoko 2011: 120). Dimana ada dua faktor yang menurut Herzberg bila diperhatikan dapat memotivasi karyawan untuk berprestasi tinggi. Pertama, faktor yang membuat orang merasa puas (satisfiers) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan kedua, faktor yang membuat orang tidak puas (dissatisfiers) yang berkaitan dengan suasana pekerjaan. Satisfiers disebut juga dengan motivators (pendorong) dan dissatisfiers disebut dengan faktor hygiene (lingkungan). Kinerja adalah hasil karya seseorang yang pada gilirannya akan menentukan apakah seseorang akan bekerja, melaksanakan tugas atau berprestasi lebih baik. Kinerja merupakan sarana penentu bagi tercapainya tujuan organisasi, sehingga perlu diusahakan adanya peningkatan kinerja dalam suatu organisasi. Dalam melaksanakan setiap tugas atau pekerjaannya, karyawan dipacu untuk membuat prestasi yang tinggi atau bekerja lebih baik sehingga diharapkan organisasi mampu bergerak dengan cepat mencapai tujuan yang ditetapkan. Kinerja organisasi dipengaruh oleh faktorfaktor motivasi. Beberapa faktor aktor motivasi yang mempengaruhi kinerja pada organisasi antara lain faktor lingkungan dan faktor pendorong. Motivasi akan dapat mendorong individu dalam menghadapi tantangan hidup sehingga mencapai kesuksesan. Membangun motivasi pada setiap individu diperlukan kondisi seperti pengakuan dan penghargaan atas pekerjaan, proporsi pembagian tugas maupun tanggung jawab terhadap tugas yang akan memudahkan dalam upaya pencapaian (Achievement) yang dihadapkan beragam kondisi lingkungan yang tidak saja harus dihadapi tetapi juga harus diantisipasi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (a) pengaruh antara faktor lingkungan (hygiene) dan faktor pendorong (motivator) secara simultan maupun parsial terhadap kinerja karyawan Kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember; dan (b) faktor manakah dari variabel lingkungan dan variabel pendorong (motivator) yang paling besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan Kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember. 260

3 Jurnal ISEI Jember, Volume 2 Nomor 2, Oktober Metode Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember yang berjumlah sebanyak 25 orang yang bertindak sebagai sampel. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen dan variabel dependen yang diukur dengan skala likert. Definisi operasional masing- masing variael penelitian tersebut adalah sebagai berikut : Variabel independen atau variabel bebas faktor motivasi adalah suatu proses dimana perilaku karyawan dapat digerakkan dan diarahkan agar dapat menimbulkan semangat atau dorongan kerja karyawan untuk dapat mencapai tujuan organisasi. Dalam variabel faktor motivasi terdapat 2 hal yaitu : a. Faktor lingkungan (Xi), dengan indikator meliputi : 1) Hubungan dengan atasan 2) Hidup pribadi 3) Kondisi kerja 4) Kebijaksanaan administrasi dan organisasi 5) Keamanan b. Faktor pendorong (X2), dengan indikator meliputi: 1) Pengakuan atau penghargaan 2) Pekerjaan itu sendiri 3) Kemajuan 4) Tanggung jawab 5) Prestasi Variabel Kinerja Kinerja karyawan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah suatu hasil kerja dari para kaiyawan yang sesuai dengan harapan atau gambaran pekerjaan yang telah diberikan kepada karyawan. Indikator-indikator yang digunakan untuk mengetahui kinerja karyawan (Y) dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Mutu kerja 2) Kejujuran karyawan 3) Inisiatif 4) Kenadiran 5) Sikap 6) Kerjasama 7) Keandalan 8) Pengetahuan tentang pekerjaan 9) Tanggung jawab 10) Pemanfaatan waktu 261

4 Sudarsih, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Instrumen yang digunakan untuk penggalian data adalah kuesioner. Untuk menguji kuesioner perlu dilakukan : Uji Validitas Validitas menujukkan ketepatan atau sejauhmana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur.. Pengukuran terhadap tingkat kesahihan (validitas) kuesioner dengan menggunakan teknik korelasi Person's Product Momen t. Adapun menurut Sugiono (2001:182) rumus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut : rxy = n {n X12( )2 (n 2( Y1)2)} di mana: n = jumlah data observasi X = variabel bebas Y = variabel terikat r = Koefisien korelasi 1. Jika r hasil positif, serta r hasil > r tabel maka butir atau variabel tersebut valid. 2. Jika r hasil negatif, serta r hasil < r tabel maka butir atau variabel tersebut tidak valid. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Suatu alat pengukur disebut reliabel, jika alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama ( Umar, 2003 : 198) Cara mencari reliabilitas untuk keseluruhan alat ukur ialah dengan menggunakan metode alpha. Metode alpha yang digunakan yaitu metode Cronbach, adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut: dimana : = koefisien reliabilitas r = koefisien rata-rata korelasi antar variabel k = Jumlah variabel independent dalam persamaan Tabel 1. Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas No. Jumlah Butir Pertanyaan Reliabilitas 1 5 0, , , , , , , ,97 Sumber: Robert L. Ebel dan David A Frisbie, dalam Nurahman (2002:24) 262

5 Jurnal ISEI Jember, Volume 2 Nomor 2, Oktober 2012 Setelah memperoleh nilai, selanjurnya membandingkan nilai tersebut dengan angka kritis reliabilitas. Adapun pedoman yang dapat dipakai untuk menunjukkan Pngaruh antara jumlah butir pertanyaan dengan reliabilitas instrumen adalah sebagai berikut: Tabel 1 : Alat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel terikat kinerja (Y) dengan dua atau lebih variabel bebas faktor lingkungan (X1) dan faktor pendorong (X2), dapat digunakan rumus sebagai berikut (Hasan, 2002 :117): Y = a + blx1+b2x2 + e keterangan: Y = kinerja karyawan A = konstanta b = koefisien regresi X1 = faktor lingkungan X2 = faktor pendorong e = variabel pengganggu 3. Hasil Penelitian dan Pembahasan 3.1 Uji Validitas Dalam penelitian ini digunakan uji validitas dengan rumus korelasi Pearson produet moment, dimana dalam uji ini setiap pertanyaan akan dikorelasikan dengan skor total, kemudian dibandingkan dengan angka kritis pada taraf signifikan 5% dan pada baris df (degree of freedom) N-2, yaitu 25-2 = 23. Sehingga diperoleh nilai 0,413. Adapun hasil pengolahan uji validitas adalah sebagai berikut: Tabel 2: Pengukuran Analisis Validitas Butir Kuesioner Faktor Lingkungan (X1) pada taraf signifikansi 5 % Item Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan Pertanyaan 1 0,875 0,413 Valid Pertanyaan 2 0,619 0,413 Valid Pertanyaan 3 0,683 0,413 Valid Pertanyaan 4 0,844 0,413 Valid Pertanyaan 5 0,928 0,413 Valid Sumber: Data diolah, 2011 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kelima butir pertanyaan tersebut merupakan butir-butir pertanyaan yang valid, dimana diketahui nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel

6 Sudarsih, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Tabel 3. Pengukuran Analisis Validitas Butir Kuesioner Faktor Pendorong (X2) Pada Taraf Signifikansi 5% Item Pertanyaan r hitung r tabel Keterangan Pertanyaan 1 0,861 0,413 Valid Pertanyaan 2 0,932 0,413 Valid Pertanyaan 3 0,888 0,413 Valid Pertanyaan 4 0,791 0,413 Valid Pertanyaan 5 0,734 0,413 Valid Sumber: Data diolah, 2011 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kelima butir pertanyaan tersebut merupakan butir-butir pertanyaan yang valid, dimana juga diketahui nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel. Berdasarkan hasil analisis validitas kuesioner dari kedua faktor diatas, yaitu faktor lingkungan dan faktor pendorong diketahui keduanya memiliki butir- butir pertanyaan yang valid. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r hitung yang lebih besar daripada r tabel. Tabel 4. Pengukuran Analisis Validitas Butir Kuesioner Faktor kinerja (Y) Pada Taraf Signifikansi 5% Item pertanyaan r hitung r tabel Keteranngan Pertanyaan 1 0,710 0,413 Valid Pertanyaan 2 0,565 0,413 Valid Pertanyaan 3 0,773 0,413 Valid Pertanyaan 4 0,519 0,413 Valid Pertanyaan 5 0,788 0,413 Valid Pertanyaan 6 0, ,413 Valid Pertanyaan 7 0,782 0,413 Valid Pertanyaan 8 0,491 0,413 Valid Pertanyaan 9 0,602 0,413 Valid Pertanyaan 10 0, ,413 Valid - Sumber : Data diolah, 2011 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa kesepuluh butir pertanyaan dari faktor kineija tersebut merupakan butir-butir pertanyaan yang valid, dimana diketahui nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel. 3.2 Uji Reliabilitas Pengujian reliabilitas dari setiap pertanyaan dalam kuisioner penelitian ini menggunakan rumus Standardized Item Alpha. Setelah diperoleh nilai alpha, kemudian dibandingkan dengan angka kritis pada tabel alpha. Dalam penelitian ini jumlah butir pertanyaan adalah sepuluh maka angka kritis untuk mengukur instrumen pertanyaan adalah 0,33. Sehingga dapat dikatakan reliabel apabila nilai alpha lebih besar dari angka kritis. 264

7 Jurnal ISEI Jember, Volume 2 Nomor 2, Oktober 2012 Tabel 5. Reliabilitas Instrumen Pertanyaan No Variabel Nilai α Reliabilitas Keterangan 1 Y 0,8546 0,33 Reliabel 2 X1 0,8543 0,33 Reliabel 3 X2 0,8944 0,33 Reliabel, Sumber: Data diolah, 2011 Dari pengujian reliabilitas diatas maka dapat disimpulkan bahwa instrumen pertanyaan yang digunakan telah reliabel, dimana nilai α dari ketiga variabel diatas lebih besar dari angka kritis. 3.3 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independent faktor lingkungan (X1) dan faktor pendorong (X2) terhadap variabel dependent kinerja (Y). Adapun hasil analisis tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6. Hasil Analisis Pengolahan Data Regresi R R Square Adjusted R Square Standart Eror 0, ,826 1,46 Sumber: Data diolah,2011 Dari tabel diatas diperoleh nilai R Square adalah sebesar 0,84. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel bebas (X) secara simultan terhadap variabel terikat (Y) yaitu sebesar 84%, sedangkan sisanya yaitu sebesar 16% dipengaruhi faktor-faktor lain diluar model penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini diperoleh nilai F hitung sebesar 57,826 dan kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan nilai F tabel, dan F tabel dapat dicari dengan perhitungan n-k-1, dimana n adalah jumlah responden sedangkan k merupakan jumah variabel bebas dalam penelitian. Dari perhitungan n-k-1 yaitu = 22, maka dari F tabel dengan df (2;22) dengan taraf signifikansi 5% diperoleh angka F tabel sebesar 3,443. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapat bahwa nilai F hitung > nilai F tabel, sehingga bisa dikatakan bahwa pengaruh yang terjadi antara faktor lingkungan dan faktor pendorong terhadap kinerja karyawan Kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember adalah signifikan. Dalam perhitungan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial, digunakan cara yaitu dengan membandingkan antara t hitung dengan t tabel. Untuk mencari t tabel adalah dengan memperhatikan nilai df yang diperoleh dari perhitungan n - k - 1, maka diperoleh d/ : = 22, dan pengujian dilakukan dengan tingkat signifikansi 5% yaitu pada #(22;0,05) diperoleh nilai t tabel sebesar 2,

8 Sudarsih, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Tabel 7 Hasil Uji t Variabel t hitung t tabel Kesimpulan X1 4,085 2,074 Signifikan X2 2,862 2,074 Signifikan Sumber : Data diolah, 2011 Dari tabel diatas maka dapat diketahui bahwa faktor lingkungan (Xi) dan faktor pendorong (X2) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), terbukti dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (t hitung > t tabel). Selanjurnya untuk mengetahui besarnya kontribusi atau besarnya sumbangan dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat maka dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 8. Kontribusi Pengaruh Dari Variabel Xi dan X2 No. Variabel Besarnya Sumbangan 1 X1 0,694 2 X2 0,372 Sumber : Data diolah, 2011 Dari tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Pengaruh faktor lingkungan (X1) terhadap kinerja karyawan Kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi parsial untuk variabel lingkungan (X1) adalah sebesar 0,694 artinya apabila variabel ini ditingkatkan sebesar 1 satuan kegiatan, maka kinerja akan meningkat sebesar 69,4%. b) Pengaruh faktor pendorong (X2) terhadap kinerja karyawan Kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember, dari hasil analisis dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi parsial untuk faktor pendorong (X2) adalah sebesar 0,372 artinya apabila variabel ini ditingkatkan sebesar 1 satuan kegiatan, maka kinerja akan meningkat sebesar 37,2%. Berdasarkan hasil analisis diatas maka dapat diketahui bahwa faktor lingkungan (X1) merupakan variabel yang memiliki pengarah paling besar pengaruhnya bila dibandingkan faktor pendorong (X2). Dengan demikian diketahui bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, 4. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: a) Dari hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa variabel faktor lingkungan (X1) dan faktor pendorong (X2) secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel kineija (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel yaitu 57,826 > 3,443, dengan siqnifakansi 0,000 pada level 5%. Dan dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai R sebesar 0,917 berarti dari kedua variabel bebas mempunyai pengaruh yang positif dan searah terhadap variabel kinerja (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel faktor motivasi 266

9 Jurnal ISEI Jember, Volume 2 Nomor 2, Oktober 2012 (X) secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (Y) Kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember. b) Sedangkan berdasarkan hasil analisis secara parsial diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan antara faktor lingkungan dan faktor pendorong dengan kinerja karyawan kecamatan Pakusari di Kabupaten Jember masing-masing untuk faktor lingkungan (X1) sebesar 0,569 dan faktor pendorong (X2) sebesar 0,398, dengan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan besar kontribusi atau sumbangan antara kedua variabel bebas diketahui bahwa faktor lingkungan (X1) memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kinerja karyawan. Saran-saran yang dapat diberikan dari hasil penelitian dan analisis adalah sebagai berikut: a) Berdasarkan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa faktor lingkungan memiliki pengaruh yang paling besar, oleh sebab itu hal tersebut perlu dijaga dan diperhatikan agar motivasi karyawan dapat berfungsi. Faktor-faktor tersebut diantaranya hubungan dengan atasan, kondisi kerja, kebijaksanaan administrasi dan organisasi, hidup pribadi dan keamanan. Karena faktor-faktor tersebut merupakan landasan atau berperan sebagai dasar terbentuknya motivasi kerja bagi para karyawan. Selain itu apabila memungkinkan juga perlu peningkatan atau perbaikan terhadap faktor-faktor lingkungan hal ini karena dapat mencegah atau mengurangi ketidakpuasan kerja karyawan. b) Faktor pendorong juga harus diperhatikan oleh setelah faktor lingkungan terpenuhi yang diharapkan dapat memotivasi karyawan agar kinerja karyawan dapat meningkat, seperti misal memberikan pengakuan ataupun penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja dengan baik. Karena apabila faktor ini dapat terpenuhi maka akan dapat mengarahkan karyawan untuk melaksanakan keinginan dan tujuan sesuai dengan apa yang diharapkan. 267

10 Sudarsih, Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Daftar Pustaka Amirullah dan Rindyah Hanafi, Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu. Arikunto,Suhaemi Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta Handoko.T Manajemen Personalian dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE UGM. Hariandja, M. Tua Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Grasindo. Hasan, M. Iqbal Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia. Nurohman Analisis Pengaruh Persepsi Gender Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Indonesia Jember: Jember: Universitas Jember Robbins, Stephen P Perilaku Organisasi : Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Jilid II. Jakarta: PT. Prenhalindo. Sondang, P. Siagian, Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta Sugiono Metoe Penelitian Bisnis. Bandung. Afabta Umar, Husein Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama 268

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Jenis penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Jenis penelitian yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research. Jenis penelitian yang

Lebih terperinci

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan data dalam menguji validitas dan reliabilitas faktor-faktor dan variabel penelitian Kepuasan Kerja karyawan ini dilakukan memakai

Lebih terperinci

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO. Ahmad Mustakim PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN ALAM WISATA RESTO Ahmad Mustakim 10213444 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Seorang pemimpin juga merupakan merupakan salah satu cara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Variabel Bebas Variabel bebas (X) dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dan penelitian kualitatif (Sugiyono, 2003: 13-14).

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dan penelitian kualitatif (Sugiyono, 2003: 13-14). BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Terdapat beberapa jenis penelitian, antara lain yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif (Sugiyono, 2003: 13-14).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro.

BAB III METODE PENELITIAN. yang mengkonsumsi produk minuman Teh Botol Sosro. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Ruang Lingkup Penelitian Lokasi penelitian merupakan suatu tempat dimana peneliti akan memperoleh atau mencari suatu data yang berasal dari responden yang akan diteliti oleh

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL PEMBAHASAN 4.1 Analisis Profil Responden 4.1.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk melihat gambaran secara umum data yang telah dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan 43 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan Rekan Sekerja terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Sosial Provinsi Riau. Yaitu untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel yaitu mengubah konsep-konsep yang masih berupa abstrak dengan kata-kata yang menggambarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang.

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek dari penelitian ini adalah pengguna sepatu Converse, dan lokasi dilakukannya penelitian adalah di Kota Semarang. 3.2 Populasi dan Sampel

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel penelitian, Definisi Operasional dan pengukuran Variabel 3.1.1 Variabel penelitian Ada dua jenis variabel utama dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat (dependent

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan penulis di Ma had Putri Sunan Ampel Al-Ali

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan penulis di Ma had Putri Sunan Ampel Al-Ali BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan penulis di Ma had Putri Sunan Ampel Al-Ali Fakultas Ekonomi Angkatan 2013 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara variabel-variabel (hubungan sebab-akibat). Permasalahan

BAB III METODE PENELITIAN. hubungan antara variabel-variabel (hubungan sebab-akibat). Permasalahan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Jenis penelitian ini adalah experimental studies, yaitu suatu penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis tentang adanya hubungan antara variabel-variabel

Lebih terperinci

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Umum Responden 5.1.1 Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan jenis kelamin, responden dapat dikelompokkan sebagai berikut : Tabel 5.1 Gambaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan suatu penelitian sangat perlu dilakukan perencanaan dan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melakukan suatu penelitian sangat perlu dilakukan perencanaan dan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam melakukan suatu penelitian sangat perlu dilakukan perencanaan dan pelaksanaan penelitian, agar penelitian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik

Lebih terperinci

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin, 51 BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan disajikan deskripsi tentang deskripsi responden dan analisis kuantitaif data penelitian. Identitas responden meliputi jenis kelamin,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tentang manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi yang relevan

BAB III METODE PENELITIAN. tentang manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi yang relevan 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data 3.1.1 Penelitian Kepustakaan. Studi kepustakaan, yaitu dengan mendapatkan berbagai literatur dan referensi tentang manajemen sumber daya manusia

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Deskriptif Karakteristik Responden Pada bab ini akan membahas semua data yang dikumpulkan dari responden dalam penelitian, sehingga dapat diketahui bagaimana

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 3.2 Metode Penelitian Pendekatan

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan tingkat eksplanasi, adalah tingkat

BAB 4 METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan tingkat eksplanasi, adalah tingkat BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitiaan Rancangan penelitian yang digunakan tingkat eksplanasi, adalah tingkat penjelasan, yaitu bagaimana variabel-variabel yang diteliti itu akan menjelaskan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan

BAB III METODE PENELITIAN. berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper dan 25 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sumber Data Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan data primer. Data primer merupakan data yang diperoleh secara

Lebih terperinci

MOTIVASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. SIGMA UTAMA PALEMBANG. Reva Maria Valianti *) Abstrak

MOTIVASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. SIGMA UTAMA PALEMBANG. Reva Maria Valianti *) Abstrak MOTIVASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. SIGMA UTAMA PALEMBANG Reva Maria Valianti *) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap efektivitas

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Surakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan responden (sampel) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Statistik Deskriptif Pengumpulan data pada penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Wilayah Surakarta

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang

BAB III METODE PENELITIAN. maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan sebelumnya maka yang menjadi objek penelitian ini adalah kinerja dan pelayanan yang pada kantor

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian Memotivasi karyawan dianggap penting karena motivasi terkait dengan kinerja karyawan. Motivasi bisa mengakibatkan kepuasan dan ketidakpuasan karyawan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. (Persero) Kantor Cabang Syariah Malang Jl. Bandung No. 40 Malang

BAB III METODE PENELITIAN. (Persero) Kantor Cabang Syariah Malang Jl. Bandung No. 40 Malang BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian akan dilaksanakan di PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Kantor Cabang Syariah Malang Jl. Bandung No. 40 Malang 65119 Dengan pertimbangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jepara. Penelitian dimulai dari bulan Oktober 2013. 3.2 Teknik Pengumpulan

Lebih terperinci

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG

PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG PENGARUH MOTIVASI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) CABANG CIBINONG Oleh : Fitri Zakiyah (10208526) Latar Belakang Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Semen Tonasa Pangkep. Penulis akan melakukan penelitian dengan mendatangi langsung lokasi obyek penelitian untuk

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1

BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. pada saat penelitian berlangsung. Terdapat 3 karakteristik responden yang. Tabel 5.1 1 BAB V ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakterisitik Responden Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar sebanyak 100 orang yang penulis temui

Lebih terperinci

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas

Pembahasan. 4.1 Uji Validitas BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam bab ini peneliti akan menguraikan dan menganalisis data dari hasil penelitian yang dilakukan tentang Efektivitas Kegiatan Sarasehan di Radio Sky 90,50 FM Bandung terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam penelitian dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Pada bab ini menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam penelitian dengan BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam penelitian dengan melalui 4 tahap yang dapat dilihat pada Gambar 3.1 Gambar 3.1 Tahap Analisa Penelitian 3.1 Tahap Pendahuluan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemimpin. Setiap pemimpin perlu memiliki aspek-aspek kepribadian yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. pemimpin. Setiap pemimpin perlu memiliki aspek-aspek kepribadian yang dapat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kepemimpinan yang efektif sangat dipengaruhi oleh kepribadian pemimpin. Setiap pemimpin perlu memiliki aspek-aspek kepribadian yang dapat menunjang usahanya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang tidak terlalu menitikberatkan pada kedalaman data, yang penting dapat merekam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. faktor yang mempengaruhinya adalah persepsi siswa mengenai proses belajar

BAB III METODE PENELITIAN. faktor yang mempengaruhinya adalah persepsi siswa mengenai proses belajar BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan subjek penelitian Objek penelitian merupakan sasaran dari penelitian yang akan dilaksanakan. Objek dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa dengan faktor

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini hubungan antara variabel bersifat sebab-akibat serta

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini hubungan antara variabel bersifat sebab-akibat serta III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Tipe Penelitian Dalam penelitian ini hubungan antara variabel bersifat sebab-akibat serta penelitian ini juga bermaksud untuk menguji hipotesis antara kepemimpinan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: suatu keputusan pembelian.

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: suatu keputusan pembelian. BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tahapan Pelaksanaan Penelitian Di dalam penelitian ini terdapat tahapan pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu sebagai berikut: 1. Peneliti melakukan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan desain atau suatu proses yang memberikan arahan atau petunjuk secara sistematis kepada peneliti dalam melakukan proses penelitian.

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan teori motivasi Maslow terhadap kinerja

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan teori motivasi Maslow terhadap kinerja 25 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan sebuah tinjauan teori motivasi Maslow terhadap kinerja karyawan pada PT. CPB Tanjung Bintang. Objek penelitian yang menjadi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah keseluruhan objek atau keseluruhan individu yang akan diteliti.

III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah keseluruhan objek atau keseluruhan individu yang akan diteliti. III. METODE PENELITIAN 3.1 Populasi Penelitian Populasi adalah keseluruhan objek atau keseluruhan individu yang akan diteliti. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah karyawan divisi usaha

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya 44 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek yang akan diteliti yaitu mengenai Situasi Pembelian Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bandung. Dalam penelitian ini terdapat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Uji Instrumen Data Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur yang dipergunakan untuk mengukur apa yang diukur. Adapun caranya adalah dengan mengkorelasikan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yang bersifat descriptive research. Descriptive Research bertujuan menguji hipotesis penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa responden yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pada Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. di Jalan Raya Kepanjen Pakisaji KM.4 Kepanjen Malang.

BAB III METODE PENELITIAN. di Jalan Raya Kepanjen Pakisaji KM.4 Kepanjen Malang. 39 BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan pada Kantor Pajak Pratama yang tepatnya berada di Jalan Raya Kepanjen Pakisaji KM.4 Kepanjen Malang. 1.2 Jenis Dan Pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. karena data diperoleh dari hasil pengamatan langsung di Bank Muamalat

BAB III METODE PENELITIAN. karena data diperoleh dari hasil pengamatan langsung di Bank Muamalat 50 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang diguanakan dalam penelitian ini adalah data primer dan skunder. 3.1.1 Jenis penelitian Penelitian ini merupakan penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. seharusnya.berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya,

BAB III METODE PENELITIAN. seharusnya.berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, 1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Dalam suatu penelitian, objek merupakan hal yang sangat penting untuk ditetapkan. agar penelitian yang dilakukan lebih terarah pada sasaran yang seharusnya.berdasarkan

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. bebas (X) dengan variabel terikat (Y) yang menggunakan rumus statistik. Dengan

BAB II METODE PENELITIAN. bebas (X) dengan variabel terikat (Y) yang menggunakan rumus statistik. Dengan BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan analisis data kuantitatif, dengan maksud untuk mencari pengaruh antara variabel bebas

Lebih terperinci

PENGARUH KOMUNIKASI, KONFLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI

PENGARUH KOMUNIKASI, KONFLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI 703 PENGARUH KOMUNIKASI, KONFLIK DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI I Putu Antonius Hadi Wibowo 1 Made Yuniari 2 Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia e-mail: Antoniushadiw@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ini dapat diketahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Unit

BAB III METODE PENELITIAN. ini dapat diketahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Unit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Dengan penelitian asosiatif ini dapat diketahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kabupaten Bengkalis. Jl. Simp. Rangau Km.3 Duri. Sedangkan waktu penelitian. Jenis data dalam penelitian ini berupa :

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kabupaten Bengkalis. Jl. Simp. Rangau Km.3 Duri. Sedangkan waktu penelitian. Jenis data dalam penelitian ini berupa : 81 BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi pada PT. Petro Papua Energi Duri Kabupaten Bengkalis. Jl. Simp. Rangau Km.3 Duri. Sedangkan waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI. dipertimbangkan oleh para manajer dengan cermat diantaranya adalah

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI. dipertimbangkan oleh para manajer dengan cermat diantaranya adalah BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Pelatihan pada PT. MASWANDI Seperti disebutkan sebelumnya, dalam pelaksanaan pelatihan pada PT. MASWANDI perlu diadakannya pertanyaan-pertanyaan yang harus

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian yang dipilih oleh penulis dalam penelitian ini adalah auditor-auditor yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) Big Four (PricewaterhouseCoopers,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Dieng Computer Square Malang yang terletak

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Dieng Computer Square Malang yang terletak BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Dieng Computer Square Malang yang terletak di Kota Malang Raya tepatnya di Jl. Raya Langsep No.2 Malang Barat/Sukun. Alasan peneliti

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui

BAB IV ANALISIS DATA. dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui BAB IV ANALISIS DATA A. Pengujian Hipotesis Sebelum menjabarkan tentang analisis data dalam bentuk perhitungan dengan menggunakan bantuan program SPSS, sebagaimana telah diketahui hipotesapenelitian sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, maka jenis penelitian ini adalah penelitian sensus atau survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember)

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember) PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Jember) Eta Setyawan Suseno Djamhur Hamid Ika Ruhana Fakultas Ilmu Administrasi Universitas

Lebih terperinci

VERONIKA SELVIATI. Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

VERONIKA SELVIATI. Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI BIDANG PENDAPATAN, BIDANG ANGGARAN DAN PERBENDAHARAAN DPPKAD KOTA TANJUNGPINANG VERONIKA SELVIATI Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting

BAB III METODE PENELITIAN. Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Penetapan Obyek Penelitian Didalam suatu penelitian, obyek penelitian merupakan hal yang sangat penting untuk ditetapkan agar penelitian tersebut terarah pada sasaran yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dari hasil pengamatan langsung di BMT NU Sejahtera cabang Kendal.

BAB III METODE PENELITIAN. dari hasil pengamatan langsung di BMT NU Sejahtera cabang Kendal. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Penelitian Jenis ini masuk kategori penelitian lapangan, karena data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung di BMT NU Sejahtera cabang Kendal.

Lebih terperinci

BAB 4 MOTEDI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian penjelas (explanatory research) karena

BAB 4 MOTEDI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian penjelas (explanatory research) karena BAB 4 MOTEDI PENELITIAN 4.1.Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian penjelas (explanatory research) karena menjelaskan hubungan kausal antara variabel tertentu melalui pengujian hipotesis

Lebih terperinci

C. Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi

C. Teknik Pengambilan Sampel dan Populasi 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek / Subyek Penelitian Obyek dalam penelitian ini adalah Goa Jlamprong yang berada di Desa Mojo, Gunung Kidul Yogyakarta dan Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di PT. Matahari Department Store

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di PT. Matahari Department Store BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di PT. Matahari Department Store Kudus dan mengambil obyek penelitian pada konsumen yang melakukan pembelian di PT. Matahari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel

BAB III METODE PENELITIAN. pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel 32 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif Sugiyono (2009:206) menyatakan bahwa statistik deskriptif adalah

Lebih terperinci

Pendahuluan. Arief et al., Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa pada...

Pendahuluan. Arief et al., Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa pada... 1 Pengaruh Motivasi dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan pada Best Finance Indonesia Kabupaten Jember (The Influence of Motivation and Career Development of Emplyee Performance at Best Finance

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN OBJEK PENELITIAN. dilakukan. Sementara itu, variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE DAN OBJEK PENELITIAN. dilakukan. Sementara itu, variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah 56 BAB III METODE DAN OBJEK PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian adalah sumber diperolehnya data penelitian yang dilakukan. Sementara itu, variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. 3.1.1 Data Primer Merupakan suatu data yang didapat dari sumber

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Akar Daya Mandiri yang berlokasi di Jalan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Akar Daya Mandiri yang berlokasi di Jalan III. METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di CV. Akar Daya Mandiri yang berlokasi di Jalan Pangeran Emir M. Noor No.4A Bandar Lampung mulai bulan Juli 2011. B. Jenis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 2.1. Jenis dan Sumber Data a. Data Primer Dalam penelitian ini data primer yang diambil langsung dari pelatihan otomotif pada UPT BLK Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Lebih terperinci

Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Jasa Pengiriman Barang TIKI Di Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu. : Difa Dasa Putri NPM :

Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Jasa Pengiriman Barang TIKI Di Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu. : Difa Dasa Putri NPM : Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Jasa Pengiriman Barang TIKI Di Perumahan Bumi Bekasi Baru, Rawalumbu Nama : Difa Dasa Putri NPM : 12211073 Dosen Pembimbing : Reni Diah Kusumawati, SE, MMSI

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis pada bab ini dilakukan dari hasil kuisioner yang telah dikumpulkan. Responden dalam penelitian ini adalah pelanggan yang memiliki hubungan kerja dalam pemanfaatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan, salah satunya adalah berdasarkan fungsi variable, yaitu : 1. Variable dependen (dependent variable)

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan, salah satunya adalah berdasarkan fungsi variable, yaitu : 1. Variable dependen (dependent variable) BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1 Variabel Penelitian Menurut Nur Indriantoro dan bambang supomo (2002 : 63), variable penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan

Lebih terperinci

BAB 4 METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode observasional, yaitu

BAB 4 METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode observasional, yaitu 32 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode observasional, yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti. Sedangkan desain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan demikian penelitian ini di kategorikan sebagai explanatory research.

BAB III METODE PENELITIAN. Dengan demikian penelitian ini di kategorikan sebagai explanatory research. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan koesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Dengan demikian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan pada PT.Capella Dinamik Nusantara yang

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini dilakukan pada PT.Capella Dinamik Nusantara yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan pada PT.Capella Dinamik Nusantara yang berlokasi di Jl. Tengku Umar Selatpanjang Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, penulis menggunakan analisis SPSS. Uji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Kerangka Pemikiran B. Definisi Operasional C. Hipotesis D. Metode Penelitian...

BAB III METODE PENELITIAN. A. Kerangka Pemikiran B. Definisi Operasional C. Hipotesis D. Metode Penelitian... BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran... 28 B. Definisi Operasional... 28 C. Hipotesis... 29 D. Metode Penelitian... 29 E. Analisa Data... 31 BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ),

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini data yang dianaisis adalah Fasilitas belajar (X 1 ), disiplin belajar (X 2 ) dan Hasil belajar Pengukuran Dasar Survey.(Y). berdasarkan pengelohan data, maka

Lebih terperinci

Pengaruh Faktor Faktor Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PTPN X Kebun Ajung Gayasan Jember

Pengaruh Faktor Faktor Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PTPN X Kebun Ajung Gayasan Jember Pengaruh Faktor Faktor Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PTPN X Kebun Ajung Gayasan Jember (Influence Factor - Factor Motivation Work Against Employee Performance In PTPN X Kebun Ajung Gayasan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. sebab-akibat antara variable-variabel dalam penelitian ini, yaitu antara munculnya

BAB 3 METODE PENELITIAN. sebab-akibat antara variable-variabel dalam penelitian ini, yaitu antara munculnya 23 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian Kausal, yaitu hubungan sebab-akibat antara variable-variabel dalam penelitian ini, yaitu antara munculnya

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya

BAB II METODE PENELITIAN. karyawan. Data yang digunakan berupa jawaban responden yang pada dasarnya BAB II METODE PENELITIAN 2.1 Bentuk Penelitian Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier dengan maksud mencari pengaruh antara variabel independent (X) yaitu gaya kepemimpinan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian. Dalam penelitian ini subjeknya adalah nasabah yang menerima fasilitas

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian. Dalam penelitian ini subjeknya adalah nasabah yang menerima fasilitas BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah responden yang terlibat langsung di dalam penelitian. Dalam penelitian ini subjeknya adalah nasabah

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK, TEMPAT, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMSUM GALAXY SATRIO

PENGARUH KUALITAS PRODUK, TEMPAT, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMSUM GALAXY SATRIO PENGARUH KUALITAS PRODUK, TEMPAT, DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIMSUM GALAXY SATRIO Nama : Isnaen Reza Saputra NPM : 13211740 Jurusan : Manajemen Pembimbing : Sri Kurniasih Agustin, SE., MM Latar

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu populasi. Pada survei tidak ada

METODE PENELITIAN. distribusi dan hubungan antar variabel dalam suatu populasi. Pada survei tidak ada III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Untuk penelitian di Hotel Mini Lampung, penulis menggunakan jenis penelitian survei. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif verifikatif yang digunakan untuk mengetahui nilai variabel X yakni keunggulan asosiasi merek,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diperoleh dari penyebaran kuesioner pada konsumen. 56 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden 1. Tempat dan Waktu Penelitian Pada bab ini, penulis melakukan analisis secara keseluruhan mengenai pengaruh citra merek dan kepercayaan merek

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kuantitatif yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang memandang realitas/gejala/fenomena

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Obyek/subyek Penelitian 1. Obyek Penelitian Obyek penelitian ini dilakukan pada Kantor Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Yogyakarta. Kantor ini penulis pilih untuk menjadikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil uji itas dan Reliabilitas Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi syarat-syarat alat ukur yang baik, sehingga mengahasilkan

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN BAB II METODE PENELITIAN 2.1Bentuk Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan analisa kuantitatif yang menggambarkan kenyataan

Lebih terperinci

(Studi kasus : Tenaga kerja non edukatif di Universitas Widyatama)

(Studi kasus : Tenaga kerja non edukatif di Universitas Widyatama) PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KARYAWAN DARI TENAGA KERJA NON EDUKATIF TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KEUNGGULAN BERSAING DI SEBUAH PERGURUAN TINGGI (Studi kasus : Tenaga kerja non edukatif di Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yang rasional, empiris, dan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yang rasional, empiris, dan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Menurut Sugiyono (2005;01), Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, dan penelitian

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR 66 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian pada BPR CHANDRA MUKTI ARTHA CABANG WONOSARI yang beralamat di Jalan Wonosari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Adapun jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (Field Research) yang dilakukan didalam masyarakat yang sebenarnya untuk menemukan

Lebih terperinci