ONE AGENCY, ONE INNOVATION melalui KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2015

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ONE AGENCY, ONE INNOVATION melalui KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2015"

Transkripsi

1 KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI ONE AGENCY, ONE INNOVATION melalui KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2015 No PERBANDINGAN KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK Keterangan Thn 2014 (Inovator) Thn 2015 (Inovator) 1. Terdaftar dari K/L dan Pemda Desk Evaluation oleh Tim Evaluator (Akademisi) 3. Presentasi dan wawancara di hadapan Tim Panel Independen Mystery Shopping

2 DAFTAR TOP 99 INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2015 JUDUL INOVASI / INSTANSI JUDUL INOVASI / INSTANSI JUDUL INOVASI / INSTANSI JUDUL INOVASI / INSTANSI 1. Aplikasi Android Data Kepri di Ujung Jari, BPS 34. Layanan Tujuh Menit (LANTUM), Kem Agraria & Tata 58. Pengesahan Badan Hukum Versi AHU Online, Kem 78. Sistem Informasi Ketahanan Industri, Kem- 2. ATM Samsat Jatim Merubah Kantor Menjadi Mesin, Ruang - BPN Hukum-HAM Perindustrian Provinsi Jawa Timur 35. Lembaga Perlindungan Perempuan Anak dan Remaja 59. Pro Investasi (Implementasi PTSP), Kab Boyolali 79. Sistem Inti Plasma di Kawasan Kampung Benih 3. Ayo Kerja, Provinsi Jawa Timur (LP-PAR), Kota Pekalongan 60. Pengembangan Unit Perinatologi Dalam Upaya Patin Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat 4. Balee Inong (Rumah Perempuan), Kota Banda Aceh 36. ManKin TerLayani pegawai on-line, Provinsi Jawa Barat Menurunkan Kematian Bayi di RSUD Lasinrang, 80. Sistem Layanan Informasi Terpadu SILaT SMKN 5. Bantuan Stimulan Bedah Rumah Bagi Masyarakat 37. Memanfaatkan Facebook Untuk Percepatan Pelayanan Kabupaten Pinrang 1 Nglipar, Kabupaten Gunungkidul Berpenghasilan Rendah, Kabupaten Luwu Timur Publik, Kabupaten Aceh Tengah 61. Penggunaan Media Online sabilulungan.go.id Untuk 81. Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu 6. BAPETEN Licensing Information System for Export and 38. Mendorong Pemerintahan Berbasis Pendekatan Transparansi dan Akuntabilitas Penyaluran Dana (SPGDT) / Call Center 119 Dinas Kesehatan, Import (BALIS EXIM) Online,BAPETEN Kolaboratif Dalam Era Informasi Dengan Menggunakan Hibah dan Bantuan Sosial, Kota Bandung Kabupaten Boyolali 7. Beasiswa Pendidikan Aceh Jaya Cerdas Tahun 2014, Sistem Informasi Geografis Petik, Kabupaten Sinjai 62. Penggunaan Simulator Risiko Karies (Gigi Berlubang) 82. Sistem Pencarian Kode Klasifikasi Statistik Kabupaten Aceh Jaya 39. Meningkatkan Pelaksanaan Lelang yang Efisien, Melalui Pendekatan Interpersonal Dlm Pelaksanaan Berbasis Web (SPKOnline), BPS 8. Campus Social Responsibility,Kota Surabaya Kompetitif dan Adil Melalui Pelaksanaan e-auction, Upaya Pengembangan dan Inov Program di Poli Gigi 83. Sistem Pengendalian Inflasi, Prov Kalteng 9. Cegah Kanker Serviks,Perempuan Senyum, Kab Badung Kementerian Keuangan Puskes Rawat Inap Sungai Pinyuh, Kab Mempawah 84. Sistem Penilaian Prestasi Kerja Online Kem 10. Dari Lahan Kritis Menuju Hutan Kota Impian, Kota 40. Menjemput Impian Wajib Pajak Dengan Layanan 63. Peningkatan Partisipasi Pemangku Kepentingan Perindustrian, Kementerian Perindustrian Banda Aceh Delivery Service Km.0 Km.15 = 0, Prov Jawa Timur Dalam Penempatan Tenaga Kerja Melalui Forum 85. Sistem Percepatan Penyerapan Anggaran, 11. E-Health, Kota Surabaya 41. Model Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Komunikasi BBLKI Serang & Stakeholders, Kem- Provinsi Kalimantan Tengah 12. Emas Hitam Dibalik Tumpukan Sampah, Kota Malang Puskesmas Kampus, Kota Palembang Ketenagakerjaan 86. SMART POL PP ( Sarana Masyarakat Berpartisipasi 13. E-Samsat Jatim Layanan Tanpa Batas Jarak, Ruang 42. ODHALINK, Kabupaten Pasuruan 64. Penyimpangan Positif Badan Perpustakaan, Arsip Aktif Mendukung Tugas SATPOL PP), Prov Jateng dan Waktu, Provinsi Jawa Timur 43. One Stop Service Toilet SMKN 3 Wonosari (Pelayanan dan Dokumentasi Kota Lubuklinggau dalam upaya 87. SMS Gateway Sebagai Inovasi Pelayanan Publik 14. Gebrakan SUSI Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Terpadu bagi Siswa, Guru dan Karyawan Putri Dalam peningkatan Sumber daya manusia melalui program melalui Otomasi Informasi Pelayanan Perizinan Angka Kematian Bayi (AKB), Kabupaten Lumajang Meningkatkan Kepedulian Terhadap Kesehatan BLC (Broadband Learning Center), Kot Lubuklinggau dan Pengendalian Penanaman Modal, Kota 15. Gempungan Di Buruan Urang Lembur, Kabupaten Reproduksi di SMKN 3 Wonosari), Kab Gunungkidul 65. Percepatan Penurunan AKI dan AKB Melalui Pekalongan Purwakarta 44. Paket Kebijakan Investasi Kabupaten Pinrang (PaKSi Kolaborasi Program Contra War (Contraceptive For 88. SMS Sehat Bagi Masyarakat Jambi, Provinsi Jambi 16. Gender Infrastruktur PU, Kementerian PU dan PR Pinrang), Kabupaten Pinrang Women At Risk) dan Sutera Emas (Surveilans 89. Spots (Sistem Perizinan Online dan Tracking 17. GERBANG SERASAN, Kabupaten Muara Enim 45. Payment Point Drive Thru PBB-P2, Kab Banyuwangi Epidemiologi Terpadu Berbasis Masyarakat) di System), Kabupaten Siak 18. HoT (HOSPITAL on TABLET), Modifikasi Rekam Medis 46. Pelayanan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Tanpa Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang 90. SWAT Solid Waste Transportation (Sistem Elektronik Rawat Inap Menggunakan Tablet di RS Paru Dinding di RSUD Wates, Kabupaten Kulonprogo 66. Program Kartu Insentif Anak dan Sistem Relasi Mana-jemen Pengangkutan Sampah), Kota Jember, Provinsi Jawa Timur 47. Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat, Kabupaten Pencatatan Kelahiran, Kota Surakarta Surabaya 19. ICT based VALEMO, Kota Malang Lampung Selatan 67. Program Pengendalian Malaria melalui Sistem 91. Tabungan Emas Hijau Untuk Meningkatkan 20. Inovasi GE.LA.TIK Badung Sampah Plastik, Musibah 48.Pelayanan Kios 3 in 1 Untuk Pencari Kerja Dalam EDAT, Kabupaten Teluk Bintuni Kualitas Layanan PAUD dan ABK Kecamatan Membawa Berkah, Kabupaten Badung Rangka Mengurangi Jumlah Pengangguran, 68. Prolanis OSS Pengelolaan Hipertensi dan Diabetes Ponjong, Kabupaten Gunungkidul 21. Inovasi Pala Sambutan Untuk Mendukung Rehabilitasi Kementerian Ketenagakerjaan Melitus di Pusk Talagabodas, Kot Bandung Kebun Pala Rakyat Yang Terserang Penyakit, 49. Pelayanan Maternal Penderita HIV Positif (AIDS) di 69. Pusat Pelayanan Informasi dan Pengaduan (PINDU) 92. Taman Budaya Jambi, Provinsi Jambi Kabupaten Aceh Selatan RSUD Kardinah dalam Mendukung Program MDG S, Menguatkan Budaya Pelayanan Prima, Kab Pinrang 93. Taman Pintar, Science Center Sebagai Sarana 22. INTAN, Kem Agraria & Tata Ruang - BPN Kota Tegal 70. Reformasi Pengelolaan Pusat Informasi dan Literasi Sains Masyarakat, Kota Yogyakarta 23. IPLT Terkelola Warga Bahagia, Kota Banda Aceh 50. Pelayanan Online Berbasis Aplikasi Web, Kem Agraria & Konseling Remaja, Kabupaten Bandung Barat 94. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Wisata 24. JOGJAPLAN, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tata Ruang - BPN 71. Reformasi Sistem Pelayanan Yang Bersifat Represif Edukasi Talangagung Kepanjen, Kab Malang 25. Katresna Sadaya - Gerakan Masyarakat Peduli 51. Pelayanan Pendidikan Melalui Sekolah Indonesia Menjadi Humanis, Kota Bontang 95. Transparansi Informasi Pembayaran Melalui e- Kesehatan Ibu dan Anak, Kota Bandung Terbuka Johor Bahru (SITJB), Kementerian Luar Negeri 72. Rumah Pajak untuk Anak mengajak Anak Kenal dan SP2D, Kota Banda Aceh 26. Ketuk Pintu Rumah Kantor Pertanahan Kabupaten 52. Pelayanan Penjangkauan (Outreaching) Melayani Cinta Pajak sejak Dini, Kementerian Keuangan 96. Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) untuk Kepulauan Selayar, Kem Agraria & Tata Ruang - BPN Penya-ndang Disabilitas di Lingkungan Masyarakat, 73. SAKINA (Stop Angka Kematian Ibu Anak), Kab meningkatkan pelayanan masyarakat sesuai asas 27. KEUR Hanya 26 Menit Menuju Resolusi Keselamatan Kementerian Sosial Banyuwangi tata kelola pemerintahan, Kota Surakarta Berlalu lintas, Kota Denpasar 53. Pelayanan Prima Bankable, Kabupaten Aceh Jaya 74. Satu Meja Beres Perkara, Layanan Pendaftaran dan 97. Unit Pelaksana Teknis-Pekerjaan Umum Tingkat 28. Klinik Koperasi dan UMKM, Provinsi Jawa Timur 54. Pemanfaatan Aset Terbengkalai Solusi Peningkatan Penjaminan Terpadu (LP2T) Pada Pelayanan Rawat Kecamatan (UPT-PU Kecamatan) di Kabupaten 29. Klinik Lansia Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi Kreatifitas Pejabat Fungsi-onal Penggerak Sawadaya Jalan RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan Penajam Paser Utara Sebagai Solusi Penyelesaian 30. Klinik Pelayanan Perizinan (KLIPPER), Kota Masyarakat, Kem Desa, PDT, & Transmigrasi 75. Sijariemas Sebagai Upaya Akselerasi Penyelamatan Infrastruktur Daerah, Kab Penajam Paser Utara Yogyakarta 55. Program Rumah Sejahtera, Kab Hulu Sungai Selatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Kabupaten Karawang 98. UPTPK : Kantornya Orang Miskin di Kab Sragen 31. Lahir Procot Pulang Bawa Akte, Kabupaten Banyuwangi 56. Pendataan Kemiskinan dengan Metode Analisis 76. SIPADU STIS: Sistem Komputerisasi Pelayanan Proses 99. Yogyakarta Emergency Services (Yes) 118 Sebagai 32. Layanan Bus Sekolah Gratis Asa Kasea, Kabupaten Kemiskinan Partisipatif (Pendataan dari Si Miskin, oleh Administrasi Perkuliahan Menuju STIS Berstandar Upaya Penanganan Kasus Kegawatdaruratan Pakpak Bharat Si Miskin dan untuk Si Miskin), Kabupaten Gunungkidul Internasional, BPS Medis Terpadu Yang Terjadi di Wilayah Kota 33. Layanan Rakyat Istimewa Untuk Sertipikasi Tanah 57. Pengembangan Potensi Pertanian di Badung Utara 77. Sistem Informasi Monitoring dan Pengendalian Yogyakarta Dengan Penjaminan 24 Jam Pertama, (LARIS), Kem Agraria & Tata Ruang - BPN (Asparagus Ditanam Ekonomi Mapan), Kab Badung Pembangunan Daerah (SIMP2D), Provinsi Kalteng Kota Yogyakarta TOP 40 INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2015 Inovasi Inovasi Inovasi Inovasi 11. HoT (HOSPITAL on TABLET),Modifikasi 21. ODHALINK, Rekam Medis Elektronik Rawat Inap Kabupaten Pasuruan Menggunakan Tablet di RS Paru Jember, Prov Jawa Timur 1. LayananTujuhMenit (LANTUM), KantorPertanahanKota SurabayaII, Kementerian AgrariadanTata Ruang /BPN 2. PelayananPenjangkauan (Outreaching) Melayani Penyandang Disabilitas di Lingkungan Masyarakat, Kementerian Sosial 12. Sistem Inti Plasma di Kawasan Kampung Benih Patin Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat 22. Paket Kebijakan Investasi (PaKSi), Kabupaten Pinrang 31. KEUR Hanya26Menit MenujuResolusi Keselamatan Berlalu lintas, Kota Denpasar 32. Lembaga Perlindungan Perempuan Anak dan Remaja (LP-PAR), Kota Pekalongan 3. Pengesahan Badan Hukum Versi AHU Online, Kementerian Hukum dan HAM 4. Pelayanan Kios 3 in 1 Untuk Pencari Kerja Dalam Rangka Mengurangi Jumlah Pengangguran, Kementerian Ketenagakerjaan 5. INTAN, Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang /BPN 13. UPTPK : Kantornya Orang Miskin, Kabupaten Sragen 14. Pengembangan Potensi Pertanian di Badung Utara (Asparagus Ditanam Ekonomi Mapan), Kabupaten Badung 15. Program Pengendalian Malaria Kabupaten Teluk Bintuni melalui Sistem EDAT (Kab Teluk Bintuni) 6. JOGJAPLAN,Pemerintah DIY 16. UPT - Pekerjaan Umum Tingkat Kecamatan Sebagai Solusi Penyelesaian Infrastruktur Daerah, Kab. Penajam Paser Utara 7. ATM SAMSAT JATIM Merubah Kantor Menjadi Mesin, Provinsi Jawa Timur 8. Sistem Pengendalian Inflasi, Provinsi Kalimantan Tengah 17. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)Sampah Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen, Kabupaten Malang 18. Lahir Procot Pulang Bawa Akte, Kabupaten Banyuwangi 9. Taman Budaya, Provinsi Jambi 19. Gebrakan SUSI Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Kabupaten Lumajang 10. Ayo Kerja,Provinsi Jawa Timur 20. Inovasi Pala Sambutan Untuk Mendukung Rehabilitasi Kebun Pala Rakyat Yang Terserang Penyakit, Kabupaten Aceh Selatan 23. Inovasi GE.LA.TIK Badung Sampah Plastik, Musibah MembawaBerkah, Kabupaten Badung 24. SAKINA (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak), Kabupaten Banyuwangi 25. Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat, Kabupaten Lampung Selatan 26. Pro Investasi (Implementasi PTSP), Kabupaten Boyolali 27. Gempungan Di Buruan Urang Lembur, Kabupaten Purwakarta 28. Pengembangan Unit Perinatologi Dalam Upaya Menurunkan Kematian Bayi di RSUD Lasinrang, Kabupaten Pinrang 33. Program Kartu Insentif Anak dan Sistem Relasi Pencatatan Kelahiran, Kota Surakarta 34. Penyimpangan Positif Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Lubuklinggau dalam upaya peningkatan SDM melalui program BLC (Broadband Learning Center) 35. Klinik Lansia Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi 36. Model Pelayanan Kesehatan Tradisional Integrasi di Puskesmas Kampus, Kota Palembang 37. DariLahanKritisMenuju HutanKota Impian, Kota Banda Aceh 38. Penggunaan Media Online sabilulungan.go.id Untuk Transparansi dan Akuntabilitas Penyaluran Dana Hibah dan Bantuan Sosial, Kota Bandung 29. E-Health, Kota Surabaya 39. Klinik Pelayanan Perizinan (KLIPPER), Kota Yogyakarta 30. Emas Hitam Dibalik Tumpukan Sampah, Kota Malang 40. Pelayanan Maternal Penderita HIV Positif (AIDS) di RSUD Kardinah dalam Mendukung Program MDG S, Kota Tegal 2

3 1. Prof. Drs. Komaruddin, MA 2. Prof. Deddy T. Tikson, M.Sc, Ph.D 3. Prof.Dr.Ida Bagus Wyasa Putra,S.H., M.Hum 4. Dr. Hardi Warsono, MT 5. Dr. Gabriel Lele, S.IP, M.Si. 6. Dr. Agus Kusnadi, S.H., M.Hum 7. Susi Dwi Harjanti, S.H.,LLM.,Ph.D. 8. Dr. Lina Miftahul Jannah, M.Si 9. Dr. Hartoyo, M.Si. 10.Oskar Vitiano, S.E. M.PPM. 1. Prof. Dr. JB Kristiadi 2. Prof. Dr. Eko Prasojo 3. Prof. Dr. R. Siti Zuhro 4. Indah Suksmaningsih (YLKI) 5. Neneng Goenadi (QA RB) 6. Bambang Setiawan (Kompas) 7. Dadan S. Suharmawijaya (JPIP) 8. Nurjaman ( SCTV ) 3

4 PRESENTASI KEMENTERIAN Sosial Hukum dan HAM Agraria dan Tata Ruang / BPN PRESENTASI GUBERNUR Antara lain: Kalteng Jatim DIY 4

5 PRESENTASI Bupati Walikota Antara lain: Antara lain: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi TOP 25 INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN

6 3 INOVASI KEMENTERIAN 1. Layanan Tujuh Menit (LANTUM), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN 2. Pelayanan Penjangkauan (Outreaching) Melayani Penyandang Disabilitas di Lingkungan Masyarakat, Kementerian Sosial 3. Pengesahan Badan Hukum Versi AHU Online, Kementerian Hukum dan HAM 5 INOVASI PROVINSI 1. Ayo Kerja, Provinsi Jawa Timur 2. ATM SAMSAT JATIM, Merubah Kantor Menjadi Mesin, Provinsi Jawa Timur 3. JOGJAPLAN, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 4. Sistem Pengendalian Inflasi Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah 5. Taman Budaya Jambi, Provinsi Jambi 6

7 10 INOVASI KABUPATEN 1. Asparagus Ditanam Ekonomi Mapan, Kab. Badung, Prov. Bali 2. Gebrakan SUSI Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Kab. Lumajang, Prov. Jatim 3. Inovasi Pala Sambutan Untuk Mendukung Rehabilitasi Kebun Pala Rakyat Yang Terserang Penyakit, Kab. Aceh Selatan, Prov. Aceh 4. Lahir Procot Pulang Bawa Akte, Kab. Banyuwangi, Prov. Jatim 5. ODHALINK, Kab. Pasuruan, Prov. Jatim 10 INOVASI KABUPATEN (lanjutan ) 6. Paket Kebijakan Investasi (PaKSi), Kab. Pinrang, Prov. Sulsel 7. Program Pengendalian Malaria melalui Sistem EDAT, Kab. Teluk Bintuni, Prov. Papua Barat 8. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Wisata Edukasi Talangagung Kepanjen, Kab. Malang, Prov. Jatim 9. Kantornya Orang Miskin, Kab. Sragen, Prov. Jateng 10.UPT-PU Kecamatan Sebagai Solusi Penyelesaian Infrastruktur Daerah, Kab. Penajam Paser Utara, Prov. Kaltim 7

8 7 INOVASI KOTA 1. E-Health, Kota Surabaya, Prov. Jatim 2. Emas Hitam Dibalik Tumpukan Sampah, Kota Malang, Prov. Jatim 3. KEUR Hanya 26 Menit Menuju Resolusi Keselamatan Berlalu lintas, Kota Denpasar, Prov. Bali 4. Klinik Lansia Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi, Prov. Jambi 5. Lembaga Perlindungan Perempuan Anak dan Remaja (LP-PAR), Kota Pekalongan, Prov. Jateng 6. Penyimpangan Positif dalam upaya peningkatan SDM melalui program Broadband Learning Center, Kota Lubuklinggau, Prov. Sumsel 7. Program Kartu Insentif Anak dan Sistem Relasi Pencatatan Kelahiran, Kota Surakarta, Prov. Jateng BUKU TOP 99 & TOP 25 TAHUN

9 MOTTO Melayani dengan HATI, Sepenuh HATI, Dengan HATI-HATI, dan Tidak sesuka HATI 9

KEMENTERIAN (9 kementerian: 16 inovasi)

KEMENTERIAN (9 kementerian: 16 inovasi) KEMENTERIAN (9 kementerian: 16 inovasi) I. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN: 1. INTAN, Kantor Pertanahan Kabupaten Pemalang. 2. Ketuk Pintu Rumah, Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Selayar. 3.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. D. Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. D. Tujuan Lampiran I Surat Edaran Nomor : / /ORG Tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (entebenovik) Tahun 2015 di lingkup Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PENILAIAN KABUPATEN/KOTA PEDULI HAK ASASI MANUSIA

PERKEMBANGAN PENILAIAN KABUPATEN/KOTA PEDULI HAK ASASI MANUSIA PERKEMBANGAN PENILAIAN KABUPATEN/KOTA PEDULI HAK ASASI MANUSIA ARRY ARDANTA SIGIT Direktur Kerja Sama Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA PERATURAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH DALAM PERSPEKTIF OTONOMI, GLOBALISASI & PERWUJUDAN GOOD GOVERNANCE

PEMERINTAH DAERAH DALAM PERSPEKTIF OTONOMI, GLOBALISASI & PERWUJUDAN GOOD GOVERNANCE GUBERNUR JAWA TIMUR 1 DEMOKRATISASI PEMERINTAH DAERAH DALAM PERSPEKTIF OTONOMI, GLOBALISASI & PERWUJUDAN GOOD GOVERNANCE 2 3 PERLINDUNGAN HAM GLOBALISASI OTONOMI DAERAH ( PEMDA ) - UU No. 32 Th. 2004 -

Lebih terperinci

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2017 BAGIAN ORGANISASI SETDA KABUPATEN INDRAMAYU 2016

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2017 BAGIAN ORGANISASI SETDA KABUPATEN INDRAMAYU 2016 PERANGKAT DAERAH TAHUN 2017 BAGIAN ORGANISASI SETDA 2016 DAERAH ========================================== SEKRETARIS DAERAH JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN PEMERINTAHAN ASISTEN EKONOMI, PEMBANGUNAN, DAN KESEJAHTERAAN

Lebih terperinci

Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas

Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Nama Inovasi Kolaborasi Program Contra War dan Sutera Emas Produk Inovasi Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Dengan Metode Kolaborasi Program

Lebih terperinci

SAMBUTAN BUPATI MALANG PADA ACARA HARI KONTRASEPSI SE-DUNIA DAN HARI KELUARGA XXIII KABUPATEN MALANG TAHUN 2016 TANGGAL : 27 SEPTEMBER

SAMBUTAN BUPATI MALANG PADA ACARA HARI KONTRASEPSI SE-DUNIA DAN HARI KELUARGA XXIII KABUPATEN MALANG TAHUN 2016 TANGGAL : 27 SEPTEMBER BUPATI MALANG SAMBUTAN BUPATI MALANG PADA ACARA HARI KONTRASEPSI SE-DUNIA DAN HARI KELUARGA XXIII KABUPATEN MALANG TAHUN 2016 TANGGAL : 27 SEPTEMBER 2016 Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Prioritas Misi Prioritas Meningkatkan infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah 2 1 jalan dan jembatan Kondisi jalan provinsi mantap

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan

Lebih terperinci

J A T I M UNTUK PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH BAIK DI JAWA TIMUR

J A T I M UNTUK PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH BAIK DI JAWA TIMUR J A T I M UNTUK PELAYANAN PUBLIK YANG LEBIH BAIK DI JAWA TIMUR Gambaran umum tantangan Kami mengundang pemerintah daerah dan masyarakat untuk urun ide cara meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan,

Lebih terperinci

Isu Strategis Kota Surakarta

Isu Strategis Kota Surakarta Isu Strategis Kota Surakarta 2015-2019 (Kompilasi Lintas Bidang) Perwujudan dari pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang telah diserahkan ke Daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Sinkronisasi

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS DAN PERIZINAN SARANA PELAYANAN

Lebih terperinci

Notulensi Pertemuan. Kegiatan Narasumber Paparan/Pertanyaan Tanggapan/Masukan

Notulensi Pertemuan. Kegiatan Narasumber Paparan/Pertanyaan Tanggapan/Masukan Notulensi Pertemuan Kegiatan : DISKUSI ANUGERAH PANGRIPTA NUSANTARA TAHAP III KAB. SIAK Tempat : Ruang Rapat Utama I Tanggal : 13 April 2015 Kegiatan Narasumber Paparan/Pertanyaan Tanggapan/Masukan Pembukaan

Lebih terperinci

Oleh : DIREKTUR JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Oleh : DIREKTUR JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI Oleh : DIREKTUR JENDERAL BINA ADMINISTRASI KEWILAYAHAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI PADA ACARA INTERNATIONAL BUSINESS INTEGRITY CONFERENCE 2016 JAKARTA 2016 Arah Kebijakan dan Strategi dalam RPJMN 2015-2019

Lebih terperinci

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG ` DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG CATATAN STRATEGIS DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BANTUL TERHADAP LAPORAN KETERANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA MALANG TAHUN

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA MALANG TAHUN SALINAN NOMOR 28, 2014 PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2013 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang:

Lebih terperinci

Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Indonesia Tahun 2015 Top 99 Indonesia Public Service Innovations 2015

Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Indonesia Tahun 2015 Top 99 Indonesia Public Service Innovations 2015 Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Indonesia Tahun 2015 Top 99 Indonesia Public Service Innovations 2015 Copy Right : Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Hak Cipta dilindungi

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PENYELENGGARAAN KAB /KOTA SEHAT (KKS) KOTA PINTAR TERINTEGRASI KONAS IAKMI 3 November 2016 DIREKTUR KESEHATAN LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI MENUJU INDONESIA

Lebih terperinci

D I N A S BIDANG PELAYANAN KESEHATAN BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT BIDANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT SEKSI GIZI MASYARAKAT

D I N A S BIDANG PELAYANAN KESEHATAN BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT BIDANG PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT SEKSI GIZI MASYARAKAT NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SERANG DAN ASET PROGRAM DAN EVALUASI PELAYANAN KESEHATAN KESEHATAN MASYARAKAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT

Lebih terperinci

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI BAGAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH LAMPIRAN 1 BUPATI BANYUWANGI WAKIL BUPATI BANYUWANGI DAERAH STAF AHLI KELOMPOK JABATAN ASISTEN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN ASISTEN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN DAN

Lebih terperinci

BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VIII PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Pada bab ini akan disampaikan seluruh program dalam RPJMD 2013-2017 baik yang bersifat Program Unggulan maupun program dalam rangka penyelenggaraan Standar Pelayanan

Lebih terperinci

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan

6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan BAB - VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Strategi adalah langkah-langkah berisikan program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi, yang dirumuskan dengan kriterianya

Lebih terperinci

KET. Lampiran 2 : MATRIKS ANGGARAN RPJMD KAB. KOLAKA TAHUN No AGENDA PROGRAM

KET. Lampiran 2 : MATRIKS ANGGARAN RPJMD KAB. KOLAKA TAHUN No AGENDA PROGRAM Lampiran 2 : MATRIKS ANGGARAN RPJMD KAB. KOLAKA TAHUN 2009-2014 No AGENDA PROGRAM Pagu Indikatif Tahunan dan Satu Tahun Transisi (%) 2009 2010 2011 2012 2013 2014 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Meningkatkan Kualitas

Lebih terperinci

GRAFIK KECENDERUNGAN CAKUPAN IBU HAMIL MENDAPAT 90 TABLET TAMBAH DARAH (Fe3) DI INDONESIA TAHUN

GRAFIK KECENDERUNGAN CAKUPAN IBU HAMIL MENDAPAT 90 TABLET TAMBAH DARAH (Fe3) DI INDONESIA TAHUN GRAFIK KECENDERUNGAN CAKUPAN IBU HAMIL MENDAPAT 90 TABLET TAMBAH DARAH (Fe3) DI INDONESIA TAHUN 2005-2014 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 83.3 85.0 82.0 85.1 60.0 64.5 68.7 71.2 57.5 48.1 2005 2006 2007

Lebih terperinci

Inovasi Ayo Kerja Provinsi Jawa Timur

Inovasi Ayo Kerja Provinsi Jawa Timur Inovasi Ayo Kerja Provinsi Jawa Timur Penggagas/Inovator Nama Editor : Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi & Kependudukan Provinsi Jawa Timur : A.A. Sri Astiti Permasalahan Ketenagakerjaan di Jawa Timur Jawa

Lebih terperinci

POIN DAN GRADE JABATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

POIN DAN GRADE JABATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR : 49 TAHUN 2013 TANGGAL : 31 DESEMBER 2013 POIN DAN GRADE JABATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI 1. SEKRETARIAT DAERAH Sekretaris Daerah 7000 15c

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2013 IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2013 IKHTISAR EKSEKUTIF IKHTISAR EKSEKUTIF Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( LAKIP ) Kabupaten Pemalang Tahun 2013 merupakan laporan pertanggungjawaban kinerja Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam mencapai sasaran

Lebih terperinci

Dinas Kesehatan balita 4 Program Perencanaan Penanggulangan

Dinas Kesehatan balita 4 Program Perencanaan Penanggulangan 1 Menanggulangi kemiskinan secara 1 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan terpadu dan berkelanjutan Sembilan Tahun 2 Program pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin, RSUD Dr. Soeroto 3 Program

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS NIP KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan

Lebih terperinci

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG

Lebih terperinci

cukup, dan 11 indikator kinerja bernilai kurang.

cukup, dan 11 indikator kinerja bernilai kurang. BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengukuran dari Revisi Pernetapan Kinerja Pemerintah Kota Magelang Tahun 2014 menunjukkan bahwa dari capaian 6 misi dapat disajikan data sebagai berikut:

Lebih terperinci

Notulensi Pertemuan. Pemaparan APN. Kepala Bappeda Prov. Kalimantan Selatan

Notulensi Pertemuan. Pemaparan APN. Kepala Bappeda Prov. Kalimantan Selatan Notulensi Pertemuan Kegiatan : DISKUSI ANUGERAH PANGRIPTA NUSANTARA TAHAP III KALIMANTAN SELATAN Tempat : Ruang Rapat Utama Tanggal : 10 April 2015 Pembukaan Kegiatan Narasumber Paparan/Pertanyaan Tanggapan/Masukan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah

Lebih terperinci

PROFIL KABUPATEN SAMPANG (2014) Tahun berdiri Jumlah penduduk Luas Wilayah km 2

PROFIL KABUPATEN SAMPANG (2014) Tahun berdiri Jumlah penduduk Luas Wilayah km 2 PROFIL KABUPATEN SAMPANG (2014) Tahun berdiri Jumlah penduduk 883.282 Luas Wilayah 1.233 km 2 Skor IGI I. 4,02 Anggaran pendidikan per siswa II. 408.885 rupiah per tahun III. Kota Yogyakarta KABUPATEN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP KATA PENGANTAR Keberhasilan pembangunan kesehatan membutuhkan perencanaan yang baik yang didasarkan pada data dan informasi kesehatan yang tepat dan akurat serta berkualitas, sehingga dapat menggambarkan

Lebih terperinci

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA

Kode Lap. Tanggal Halaman Prog.Id. : 09 Maret 2015 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 018 KEMENTERIAN PERTANIAN ESELON I : 04 DITJEN HORTIKULTURA BELANJA MELALUI KPPN DAN BUN UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 212 KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA : 18 KEMENTERIAN PERTANIAN : 4 DITJEN HORTIKULTURA : LRBEB 1b : 9 Maret 215 : 1 1 IKHTISAR MENURUT SATKER

Lebih terperinci

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. 1. Menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan;

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH. 1. Menanggulangi kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan; BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH VII.1 Program Pembangunan Daerah Berdasarkan visi, misi serta tujuan yang telah ditetapkan, maka upaya pencapaiannya dijabarkan secara sistematik melalui

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013-

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi 2017 adalah : Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- ACEH TAMIANG SEJAHTERA DAN MADANI MELALUI PENINGKATAN PRASARANA DAN SARANA

Lebih terperinci

4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/18/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis Kementerian dan

4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/18/M.PAN/11/2008 tentang Pedoman Organisasi Unit Pelaksana Teknis Kementerian dan MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA

Lebih terperinci

ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia :

ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia : ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN 2015 Estimasi Jumlah Penduduk Indonesia : 255.461.686 Sumber : Pusdatin, 2015 ESTIMASI JUMLAH PENDUDUK PROVINSI BANTEN TAHUN 2015 Estimasi Jumlah Penduduk Banten

Lebih terperinci

GUBERNUR GORONTALO, KEPUTUSAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 277 / 02/ VII / 2013

GUBERNUR GORONTALO, KEPUTUSAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 277 / 02/ VII / 2013 GUBERNUR GORONTALO KEPUTUSAN GUBERNUR GORONTALO NOMOR 277 / 02/ VII / 2013 TENTANG PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO TAHUN 2012-2017 GUBERNUR GORONTALO, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2015 merupakan tahun keempat pelaksanaan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2011-2016.

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2016

PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2016 PERJANJIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2016 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) (4) 1 Menurunnya angka 1 Angka Kemiskinan (%) 10-10,22 kemiskinan 2 Pendapatan per kapita

Lebih terperinci

Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan. Disampaikan dalam Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013

Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan. Disampaikan dalam Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013 Deputi Bidang SDM dan Kebudayaan Disampaikan dalam Penutupan Pra-Musrenbangnas 2013 Jakarta, 29 April 2013 SISTEMATIKA 1. Arah Kebijakan Prioritas Nasional 2. Isu-isu Penting dalam Prioritas Nasional (PN)

Lebih terperinci

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN

BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN A. Kebijakan Umum BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN Pembangunan jangka menengah Kabupaten Pati diupayakan untuk mendukung kebijakan pembangunan nasional yang pro poor, pro job, pro growth

Lebih terperinci

ANALISIS PROSES BELAJAR MENGAJAR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUARAN PENDIDIKAN SMA (BALI & DIY)

ANALISIS PROSES BELAJAR MENGAJAR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUARAN PENDIDIKAN SMA (BALI & DIY) ANALISIS PROSES BELAJAR MENGAJAR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUARAN PENDIDIKAN SMA (BALI & DIY) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Jakarta, 2014 LATAR BELAKANG Ringkasan Hasil Akhir UN-SMA/MA

Lebih terperinci

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH A. VISI DAN MISI Penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Wonosobo tahun 2012 merupakan periode tahun kedua dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Lebih terperinci

VISI BATAM MODERN VISI TERWUJUDNYA BATAM SEBAGAI KOTA INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN JASA YANG BERDAYA SAING, HARMONIS, PRODUKTIF DAN INOVATIF

VISI BATAM MODERN VISI TERWUJUDNYA BATAM SEBAGAI KOTA INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN JASA YANG BERDAYA SAING, HARMONIS, PRODUKTIF DAN INOVATIF Visi - Misi & Rencana Aksi VISI TERWUJUDNYA BATAM SEBAGAI KOTA INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN JASA YANG BERDAYA SAING, HARMONIS, PRODUKTIF DAN INOVATIF VISI MENUJU MASYARAKAT MADANI, MODERN DAN SEJAHTERA BATAM

Lebih terperinci

BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N

BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N Assalamu alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, pada tanggal 9 Januari 2012 Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Anggaran

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 821 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN SERANG DITERBITKAN OLEH BAGIAN ORGANISASI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT BUPATI GARUT LD. 7 2012 R PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 8 TAHUN 2008 TENTANG DINAS DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 8 TAHUN 2008 TENTANG DINAS DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 8 TAHUN 2008 TENTANG DINAS DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan

Lebih terperinci

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro)

POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro) POTRET PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR (Indikator Makro) Pusat Data dan Statistik Pendidikan - Kebudayaan Setjen, Kemendikbud Jakarta, 2015 DAFTAR ISI A. Dua Konsep Pembahasan B. Potret IPM 2013 1. Nasional

Lebih terperinci

BAB 10 PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN

BAB 10 PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN BAB 10 PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10.1 PEDOMAN TRANSISI Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Demak Tahun 2011-2016 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1 Visi Visi didefinisikan sebagai suatu kondisi ideal masa depan yang ingin dicapai dalam suatu periode perencanaan berdasarkan pada situasi dan kondisi saat ini.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN

Lebih terperinci

Nilai Capaian Kinerja 1. Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan

Nilai Capaian Kinerja 1. Tersedianya dokumen perencanaan pembangunan RINGKASAN EKSEKUTIF Penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan secara langsung didasarkan pada Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Secara khusus penyelenggaraan Pemerintah

Lebih terperinci

BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Rencana Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Ambon Tahun 2014 memuat program kegiatan yang diarahkan sepenuhnya bagi pencapaian prioritas tahun 2014. Lebih

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS

BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS BAB VIII INDIKASI PROGRAM PRIORITAS Pembangunan yang diprioritaskan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang mendesak yang memberikan dampak luas bagi masyarakat, sebagai berikut : 8.1. Indikasi Program

Lebih terperinci

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 PRIORITAS PEMBANGUNAN 2017 Meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah

Lebih terperinci

Tentang Top 9 Inovasi Pelayanan Publik

Tentang Top 9 Inovasi Pelayanan Publik Tentang Top 9 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB menjadikan 2014 sebagai Tahun Inovasi Pelayanan Publik. Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik merupakan implementasi dari gerakan One Agency One Innovation.

Lebih terperinci

Walikota dan Wakil Walikota Samarinda. Periode

Walikota dan Wakil Walikota Samarinda. Periode VISI, MISI dan AGENDA PRIORITAS Walikota dan Wakil Walikota Samarinda Periode 2016-2021 1 INDIKATOR MAKRO KOTA SAMARINDA TARGET TAHAP 3 RPJPD KOTA SAMARINDA 2005-2025 PERMASALAHAN DAN ISU STRATEGIS KOTA

Lebih terperinci

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 15 TAHUN 2015

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 15 TAHUN 2015 SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR

DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang II. Dasar Hukum III. Gambaran Umum 1. Kondisi Geografis Daerah 2. Gambaran Umum Demografis 3. Kondisi Ekonomi BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN TABEL 6.1 STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi : Terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih menuju maju dan sejahtera Misi I : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKALONGAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA PEKALONGAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKALONGAN PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PEKALONGAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa penanaman modal merupakan

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Lampiran PK NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET (1) (2) (3) (4) 1. 2. 3. Terwujudnya masyarakat yang toleran, rukun dan damai

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN BAB V VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN 5.1 Visi 2014-2018 adalah : Visi pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2014-2018 TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONDOWOSO YANG BERIMAN, BERDAYA, DAN BERMARTABAT SECARA BERKELANJUTAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Angka kematian ibu dan bayi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting, karena angka tersebut masih tinggi di Indonesia. Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi

Lebih terperinci

Strategi dan Arah Kebijakan

Strategi dan Arah Kebijakan dan Dalam rangka pencapaian visi dan misi yang diuraikan dalam tujuan dan sasaran, penyusunan strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan. adalah langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH A. VISI DAN MISI Penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Wonosobo tahun 2013 periode tahun kedua dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUBANG NOMOR : 7 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUBANG NOMOR : 7 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN DAERAH NOMOR : 7 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BAGIAN ORGANISASI SETDA TAHUN 2008 PEMERINTAH PERATURAN DAERAH NOMOR : 7 TAHUN 2008

Lebih terperinci

REKAPITULASI BELANJA MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2011 BELANJA PEGAWAI

REKAPITULASI BELANJA MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2011 BELANJA PEGAWAI LAMPIRAN IV : PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR : 9 TAHUN 2010 TANGGAL : 30 DESEMBER 2010 REKAPITULASI BELANJA MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2011

Lebih terperinci

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur 1. Visi dan Misi Provinsi Jawa Timur Visi Provinsi Jawa Timur : Terwujudnya Jawa Timur Makmur dan Berakhlak dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia Misi Provinsi

Lebih terperinci

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA BIMA PERATURAN WALIKOTA BIMA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH KOTA BIMA TAHUN

WALIKOTA BIMA PERATURAN WALIKOTA BIMA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH KOTA BIMA TAHUN WALIKOTA BIMA PERATURAN WALIKOTA BIMA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH KOTA BIMA TAHUN 2014-2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BIMA, Menimbang : a. bahwa Indikator

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam upaya mewujudkan Misi maka strategi dan arah kebijakan yang akan dilaksanakan tahun 2011-2016 adalah sebagai berikut. 6.1. MISI 1 : MENINGKATKAN PENEGAKAN SUPREMASI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 03 Tahun : 2008 Seri : D

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 03 Tahun : 2008 Seri : D c. bahwa atas dasar pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pembentukan, Susunan, Kedudukan, dan Tugas Lembaga Teknis Daerah; LEMBARAN DAERAH

Lebih terperinci

KABUPATEN ACEH TENGAH PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

KABUPATEN ACEH TENGAH PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN ACEH TENGAH PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2016 LAMPIRAN PERJANJIAN KINERJA KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2016 No Sasaran Strategis Indikator Kinerja

Lebih terperinci

RANGKUMAN KESEPAKATAN DALAM KEBERLANGSUNGAN PROGRAM PENYELAMATAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN BOGOR PASCA PENDAMPINGAN PROGRAM EMAS.

RANGKUMAN KESEPAKATAN DALAM KEBERLANGSUNGAN PROGRAM PENYELAMATAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN BOGOR PASCA PENDAMPINGAN PROGRAM EMAS. RANGKUMAN KESEPAKATAN DALAM KEBERLANGSUNGAN PROGRAM PENYELAMATAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN BOGOR PASCA PENDAMPINGAN PROGRAM EMAS. POKJA PENYELAMATAN IBU DAN BAYI BARU LAHIR KABUPATEN BOGOR BOGOR,

Lebih terperinci

Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesia. Oleh Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesia. Oleh Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesia Oleh Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc, Ph.D Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Masalah Merokok di Indonesia Situasi Terkini Penyakit Terkait Rokok di Indonesia

Lebih terperinci

TANGGAL : 9 OKTOBER 2014 TENTANG : PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG

TANGGAL : 9 OKTOBER 2014 TENTANG : PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LAMPIRAN III PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 64 TAHUN 2014-1- TANGGAL : 9 OKTOBER 2014 TENTANG : PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PANGKALPINANG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PANGKALPINANG, PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI PERANGKAT PEMERINTAH

Lebih terperinci

SINERGI PROGRAM-PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN PUSAT DAN DAERAH

SINERGI PROGRAM-PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN PUSAT DAN DAERAH SINERGI PROGRAM-PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN PUSAT DAN DAERAH Oleh : KETUA ASOSIASI PEMERINTAH PROVINSI SELURUH INDONESIA (APPSI) Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH Disampaikan pada Acara MUSRENBANGNAS

Lebih terperinci

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB VII KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH Untuk mewujudkan misi pembangunan daerah Kabupaten Sintang yang selaras dengan strategi kebijakan, maka dibutuhkan adanya kebijakan umum dan program

Lebih terperinci

Peran ORI dalam penyelesaian laporan/pengaduan dan pengawasan implementasi UU Pelayanan Publik

Peran ORI dalam penyelesaian laporan/pengaduan dan pengawasan implementasi UU Pelayanan Publik Peran ORI dalam penyelesaian laporan/pengaduan dan pengawasan implementasi UU Pelayanan Publik Oleh : Budi Santoso, SH, LL.M (Ombudsman RI Bid.Penyelesaian Laporan/Pengaduan) Jakarta, 24 Juli 2013 Rekapitulasi

Lebih terperinci

Tabel 8.1 Indikasi Rencana Program Prioritas yang disertai Kebutuhan Pendanaan RPJMD Kabupaten Jembrana

Tabel 8.1 Indikasi Rencana Program Prioritas yang disertai Kebutuhan Pendanaan RPJMD Kabupaten Jembrana Tabel 8.1 Indikasi Rencana Prioritas yang disertai Kebutuhan Pendanaan RPJMD Kabupaten Jembrana dan Prioritas pada Capaian dan Kerangka Pendanaan Prioritas 1 : Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Lebih terperinci

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI PERDESAAN MELALUI PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP)

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI PERDESAAN MELALUI PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) KEMENTERIAN DALAM NEGERI POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH DI PERDESAAN MELALUI PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP) W. Sigit Pudjianto Direktur Pengembangan Ekonomi Daerah Jakarta,

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

Disampaikan Oleh : KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SEMILOKA DALAM RANGKA ANNUAL SCIENTIFIC MEETING 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UGM

Disampaikan Oleh : KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SEMILOKA DALAM RANGKA ANNUAL SCIENTIFIC MEETING 2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UGM DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH (INSENTIF FINANCIAL DAN NON FINANCIAL) DALAM RANGKA PEMERATAAN DAN RETENSI DOKTER DAN DOKTER SPESIALIS DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Disampaikan Oleh : KEPALA DINAS KESEHATAN

Lebih terperinci

BAB IV PRIORITAS DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015

BAB IV PRIORITAS DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 BAB IV PRIORITAS DAN STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 A. TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Lebih terperinci

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2012

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 2012 Halaman : DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN ANGGARAN 0 Formulir DPPA-SKPD. Urusan Pemerintah Organisasi :.0. - OTONOMI

Lebih terperinci

REKAPITULASI USULAN PROGRAM/KEGIATAN TAHUN Fungsi, Urusan, Program dan Kegiatan Indikatif. Pagu Indikatif (Rp) 01 FUNGSI : PELAYANAN UMUM

REKAPITULASI USULAN PROGRAM/KEGIATAN TAHUN Fungsi, Urusan, Program dan Kegiatan Indikatif. Pagu Indikatif (Rp) 01 FUNGSI : PELAYANAN UMUM REKAPITULASI USULAN PROGRAM/KEGIATAN TAHUN 2010 No 01 FUNGSI : PELAYANAN UMUM 63.811.994.753 01 1 06 URUSAN : PERENCANAAN PEMBANGUNAN 1.749.914.583 SKPD : BAPPEDA 1.749.914.583 408.323.750 57.865.500 3

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

BAB I PENDAHULUAN. pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Kemajuan teknologi informasi yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 130 TAHUN 2016 T E N T A N G POLA KOORDINASI PERANGKAT DAERAH

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 130 TAHUN 2016 T E N T A N G POLA KOORDINASI PERANGKAT DAERAH WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 130 TAHUN 2016 T E N T A N G POLA KOORDINASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci