Moch. Setyadji, Busron Masduki, Didiek Herhady, Bangun Wasito Pusat Penelitian Nuklir Yogyakarta

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Moch. Setyadji, Busron Masduki, Didiek Herhady, Bangun Wasito Pusat Penelitian Nuklir Yogyakarta"

Transkripsi

1 ID1135 Presiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II ISSN PEBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 SIMULASI PERHITUNGAN KOERSIEN PERPrNDAHAN MASSA DAN DIFUSIVITAS EFEKTIF AKSIAL URANIUM PADA PEMISAHAN URANIUM DARI HASIL BELAH DENGAN CARA PERTUKARAN ION ABSTRAK Moch. Setyadji, Busron Masduki, Didiek Herhady, Bangun Wasito Pusat Penelitian Nuklir Yogyakarta SIMULASI PERHITUNGAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA DAN DIFUSIVITAS EFEKTIF AKSIAL URANIUM PADA PEMISAHAN URANIUM DARI HASIL BELAH DENGAN CARA PERTUKARAAN ION. Telah dilakukan perhitungan harga koefisien perpindahan massa (k L a) dan koefisien difusivitas efektif aksial (D e ) uranium pada pemisahan uranium dari hasil belah menggunakan model kolom penukar ion. Pada proses pemisahan ini perpindahan massa uranium terjadi dalam fase cair dan fase padat. Perhitungan model matematisnya dimulai dengan penyusunan neraca massa pada elemen volum kolom penukar ion yang dapat dianggap mewakili/mendekati peristiwa tersebut di atas. Persamaan-persamaan yang didapat (berbentuk persamaan diferensial simultan) diselesaikan secara analisis numerik. Penyelesaiannya diawali dengan memprediksi harga k L a guna memperoleh harga konsentrasi uranium sebagai fungsi jarak dan waktu, C A1 (x,t) dan X A 'i(x,t). Hasil perhitungan konsentrasi uranium dan prediksi harga k L a ini dipergunakan untuk perhitungan harga D e dan konsentrasi uranium dalam fase cair, C^x.t) dan konsentrasi uranium dalam fase padat, X A2 (x,t). Kemudian harga konsentrasi uranium dari perhitungan terakhir dibandingkan dengan hasil dari perhitungan sebelumnya. Harga k L a dan D s dapat diterima apabila selisih antara konsentrasi uranium keluar kolom dari hasil kedua perhitungan di atas dalam batas toleransi yang memberikan harga sum of squares of errors (SSE) minimum (mendekati nol). Dari perhitungan, pada kecepatan alir superfisial - cm/menit, diperoleh harga k L a berkisar antara 15,15 -,5 per menit dan D e berkisar antara 9,1117.1" - 1,1. 1" 3 cm 2 /menit. Harga SSE dan ralat relatif rata-rata pada kondisi di atas berkisar antara 2, " 9-3,915.1" 9 dan 11,51%-25,91%. ABSTRACT CALCULATION SIMULATION OF MASS TRANSFER COEFFICIENT AND AXIAL EFFECTIVE DIFFUSIVITY OF URANIUM IN THE SEPARATION OF URANIUM FROM FISSION PRODUCTS BY ION EXCHANGE METHOD. A mass transfer coefficient (k L a) and an axial effective diffusivity (DJ of U in the separation of U from fission products using ion exchange method have been calculated. In this separation process, mass transfer of uranium occurs in the liquid and solid phases. Mathematical model calculation is started by setting up mass balances on an element volume in the ion exchange column which can be assumed to have a similarity to the above process. The set up differential equations (in the form of simultaneous differential equations) are then solved using numerical analysis method. It is started by predicting the k L a value to obtain the uranium concentrations as a function of distance and time, C A1 (x,t) and X A1 (x,t). Both the resulted concentrations of uranium and the predicted k L a are used to calculate D e and concentrations of uranium in the liquid, C A2 (x,t) and solid phases, X A2 (x,t). The resulted concentrations of uranium are then compared with the concentrations of uranium in the previous calculation. Both the k L a and De values can be accepted if the difference between the concentrations resulted from both the two calculations are similar or nearly equal, i.e.the concentration difference performed by sum of squares of errors (SSE) is minimum (nearly zenv). For the superficial lineair velocity of about - cm/minute the results from the calculations are k L a = 15,15 -,5 per minute and De = 9,1117-W - 1,1.1' 3 cm 2 /minute. The sum of squares of errors and the average relative error on the condition above are about ' 9-3,915.1' 9 and 11,51% - 25,91%. PENDAHULUAN proses/operasi maupun perancangan alat pemisah itu sendiri. Pada industri nuklir, Peristiwa perpindahan massa dari fase peristiwa perpindahan massa tersebut banyak padat ke fase cair atau dari fase cair ke fase terjadi pada proses pelarutan, ekstraksi padat, merupakan salah satu masalah yang {leaching) dan adsorpsi/penukar ion.' 11 sering dijumpai, baik dalam industri kimia Misalnya pada pengolahan limbah radioaktif maupun industri nuklir. Permasalahan tersebut cair tahap akhir, pemungutan kembali berkaitan dengan penentuan kondisi optimum uranium dan plutonium dari bahan bakar 293

2 Presiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II PEBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 ISSN bekas (proses purex) dan proses-proses lainnya. Pada proses pengambilan kembali uranium dan plutonium dari bahan bakar bekas, setelah bahan bakar bekas tersebut dilarutkan dalam asam nitrat, proses berikutnya adalah proses ekstraksi dan praktisi (siklus I), dilanjutkan dengan pemurnian masing-masing elemen berat pada siklus II. Perlu dilakukan penelitian perhitungan harga koefisien perpindahan massa (k L a) uranium dan koefisien difusivitas efektif aksial (De) pada proses pemisahan uranium dari hasil belah menggunakan model bahan isian didalam kolom penukar ion. [2) Mekanisme peristiwa pertukaran ion (adsorpsi) tersebut melalui tiga tahap, yaitu difusi pada lapisan film cairan, difusi pada butir padatan dan reaksi kimia. Difusi pada butir padatan terjadi pada pori-pori padatan tersebut, dimana uranium akan mendifusi melalui pori-pori masuk kedalam butiran resin, kemudian terjadi reaksi kimia (pertukaran ion). Difusi pada butiran padatan dan reaksi kimia berlangsung sangat cepat, sehingga secara keseluruhan, tidak mengontrol perpindahan massa. Dalam hal ini kecepatan perpindahan massa secara keseluruhan, dikontrol oleh perpindahan massa pada lapisan film cairan. 11 ' 31 Dengan berhasilnya penelitian ini, maka akan diperoleh manfaat bagi ilmu pengetahuan yaitu bertambahnya data tentang model matematis pada proses pertukaran ion, harga k L a dan De uranium pada proses pemisahan uranium dari hasil belah serta pengaruh keduanya yang dapat digunakan untuk tambahan data perancangan alat pemisah dan scale up alat pemisah yang diperlukan dengan lebih baik. l2] TEORI Penyusunan neraca massa uranium dalam fase cair pada elemen volum A.AZ tanpa difusi efektif aksial. Rate of input - Rate of out put- Rate of React = Rate of Ace. A.v.C 3 A - {(A.v.C a A ) + k L.a.A.AZ(C A - C AS )} = A.AZ.e.dC A /dt Z Z+AZ Persamaan dibagi A.AZ, dan diambil AZ-», maka: 3 lim [(v.c A - v.c 3 A )/ AZ] + k L.a.(C A -C AS ) = - e dc A /dt AZ-> Z+AZ Z Z+AZ dc A /dz + (k L.a)/v (C A - C AS ) = - e/v dc A /dt A = (n/) x D 2 in out Neraca massa uranium pada fase padat: Rate of Input - Rate of Out = Rate of Accumulation A.AZ.kL.a.(C A - C AS ) - = A. AZ.p B. dx A /dt dx A /dt = k L.a/ p B (C A - C AS ), karena C AS = H.X A, maka diperoleh PD simultan : dc A /dz + k L.a/v (C A - H.XA) = - e/v dc A /dt (1) dx A /dt = k L.a/p B (C A - H.X A ) (2) dengan keadaan batas lc : t= ; Z 3 ; C A = ; X A = BC : t> ; Z= ; C A =C A ; X A =X A Persamaan Diferensial (PD) diatas diselesaikan secara numeris menggunakan metode Finite Difference cara eksplisit, sebagai berikut:' ' 51 dc A /dz = (C i+1j - C MJ )/(2. AZ) (3) d 2 C A /dz 2 = (C M j - 2C,j + C WJ )/ AZ 2 () dc A /dt = (C ij+1 -C ij )/At (5) dx A /dt = (X ij+1 -X,j)/ At (6) Substitusi persamaan (3), (5) dan (6) ke persamaan (1) dan (2), diperoleh : C jj+1 = v.at/(2.e.az).c i. 1i + (1 + k L.a. At/e).C fj - v. At/(2.e. AZ^.Cjlu + (M- At/e).H.X u (7) X ijt1 = (k L.a. t/p B ).C g + (1 - k L.a. At/ B.H).X U () Jika modulus: K = v.at/(2.e. AZ) (9) L = k L.a.At/e (1) M = k L.a. At/p B (11) persamaan (7) dan () menjadi: C IJt1 = K.C MJ + (1-L).C g - K.C MJ + L.H.X M () 29

3 ISSN Prosiding Pesentasi tlmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II PEBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 = M.C,j + (1-M.H).Xy (13) Persamaan () beriaku untuk harga i=1 s/d. i=n-1, sedangkan persamaan (13) beriaku untuk i= s/d. i=n. Untuk i=, persamaan neraca massanya sebagai berikut: A.v.C A - { A.v.(C J + C,j)n + M A AZ/2.(C J - H.X J )} = A.A272.e.{C OJ+ i-coj)/at C O j*i = {- v. At/(AZ.e) - k L.a.At/e + 1}.C oj - v.at/(az.e).cij + k L.a. At/e.H.Xoj + 2.v. At/(AZ.e).C A (1) Substitusi persamaan (9), (1) dan (11) kedalam persamaan (1), menjadi : Qyj = (-2.K-L+1).C j - 2.K.C,j + LH.Xoj +.K.CA...(15) Persamaan neraca massa untuk i=n, sebagai berikut: C Nj )/2 - { A.v.(C Nij + k L.a.A.A2/2.(C Nj - C Nj+1 = 2.K.CN.U + (1-L-2.K).C NJ + L.H.X Nj () Jika harga-harga v, At, AZ, e dan p B diketahui, maka dengan menggunakan persamaan-persamaan (), (13), (15), dan (), untuk harga k _.a tertentu, dapat dihitung distribusi konsentrasi uranium pada fase air (C A ) dan konsentrasi uranium pada fase padat (X A ) sebagai fungsi posisi dan waktu. Penyusunan neraca massa uranium pada elemen volum kolom penukar ion, jika difusi kearah aksial tidak diabaikan. Z+AZ V Sc s in 1 >i- "X" ' W out Hukum Fick: N A = -De.dC A /dz C A s = H.X A A = (n/) x D 2 A.v.C A s + N A.A> - {(A.v.C/ + N A.A a ) + k,..a.a.az(c A - C AS)} Z Z Z+AZ Z+AZ = A.AZ.e.dC A /dt lim [(v.c A 3 - V.CA 1 )/ AZ + (N A 3 - N A 3 )/ AZ) + k^.a. (C A - AZ-* Z+AZ Z Z+AZ Z v.dc A /dz - De.d 2 C A /dz 2 + k u.a (C A - H.X A ) = - e dc A /dt Neraca massa uranium pada fase padat: A.AZ.k L.a.(C A - C AS ) - = A. AZ. B. dx A /dt dx A /dt = k L.a/p B (C A -H.X A ) diperoleh PD simultan: dc A/dt = We.dC A/dZ - De/e.d 2 C A«Z 2 + k,..a/e (C A - H.XA) (17) dx A /dt = k L.a/p B (C A -H.X A ) (1) Apabila PD diatas diselesaikan secara numeris menggunakan metode Finite Difference cara eksplisit seperti pada perhitungan di atas, maka didapatkan : X ij+1 = O.Cy + (1 - O.H).X,j (19) C 1,, = (2.L - M + 2.K + 1).C + (- 2.K - 2.L).C,j + M.H.XOJ () Cy., = (K + L).C,,j + (K - L).C MJ + (1 - M - 2.P).C U + M.H.X U (21) CNJ., = (21-2.K).C N.,j + ( K - M).C NJ + M.H.X N (22) dengan K = De.At/(e. AZ 2 ) L = v. At/(2.e. AZ) M = k L.a. At/e = k L.a.At/p B Apabila PD simultan pada persamaan (17) dan (1) diselesaikan secara numeris dengan metoda finite difference cara impiisit, dengan pendekatan sebagai berikut : dc A /dz = (C i+1j+1 - C, 1j+] )/(2. AZ) (23) d 2 C A /dz 2 = (C MJ+1-2C ij+1 + C Wjt1 )/ AZ 2 (2) dc A /dt= (C ij+1 -CyVAt (25) dx A /dt = (X ij+1 - X M )/At (26) diperoleh: X y+1 = O.C^ + (1 - O.H).X^ (27) (-1-L/2-K-M/2)C, j+l + (1-K)C 1JM = -(2.K.CA + L/2.H.Xo, j+1 + M/2.C j (2) (1+K)C MJ+1 + (-2-L-M).C (j + (1-K).CV 1iK1 = - (LH.X ij+1 + M.C U ) (29) (1+K).C N+1j+1 + (-1-K-L/2-M/2).C Njt1 = - (L/2.H.X Nj+1 + M/2.C N,j) (3) dengan : K = v. AZ/(2.De) L = k L a. AZ 2 /De M = e. AZ 2 /(De.At) O = k L.a. At/p B 295

4 Prosiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II PEBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 ISSN Jika harga-harga v, At, AZ, e dan p B diketahui, maka dengan menggunakan persamaan-persamaan (27), (2), (29), dan (3), untuk harga k,_a dan De tertentu, dapat dihitung distribusi konsentrasi uranium pada fase air (C A ) dan konsentrasi uranium pada fase padat (X A ) sebagai fungsi posisi dan waktu. Dengan mengubah-ubah harga k L a dan De, maka akan diperoleh harga C A dan X A yang sesuai dengan harga C A dan X A hasil perhitungan dari persamaan (), (13), (15) dan (). Harga k L a dan De yang terbaik adalah yang memberikan sum of squares of errors (SSE) yang minimum, artinya bahwa : SSE = S [ (C A ) hrtung - (C A ) data ] 2 adalah minimum. TATA KERJA 1. Penyusunan model matematis dengan dan tanpa pengaruh difusi efektif aksial. Dalam penyusunan model matematis yang kiranya dapat mewakili peristiwa adsorpsi diatas, diambil beberapa anggapan sebagai berikut: 1.1. Butiran resin terdistribusi merata dalam kolom Aliran larutan dalam tumpukan resin mengikuti pola aliran sumbat (plug flow) Perpindahan massa uranium berlangsung dari cairan kepadatan. 1.. Proses isotermal Konsentrasi uranium dalam satu butiran resin homogen Yang mengontrol adalah perpindahan massa pada lapisan film cairan dipermukaan butir (perpindahan massa didalam butir padatan dan reaksi kimia tidak berpengaruh). 2. Penyelesaian model matematis (Persamaan Diferensial simultan) secara numeris. 3. Pembuatan program (simulasi komputasi) HASIL DAN BAHASAN berbentuk persamaan diferensial simultan, seperti ditunjukkan pada persamaan (1), (2), (17) dan (1). Tabel 1, 2 dan 3 menunjukkan bahwa pada harga v (kecepatan linier superfisial) tertentu, semakin lama waktu operasi semakin besar konsentrasi uranium di dalam bahan isian sepanjang kolom (X A ). Hal ini dikarenakan semakin lama waktu operasi, semakin banyak uranium yang bereaksi dengan gugus fungsional di dalam bahan isian. Pengaruh waktu operasi ini juga dapat dilihat pada tabel, 5 dan 6. Dari data tersebut tampak bahwa dengan waktu operasi semakin lama, konsentrasi uranium keluar kolom (C A ) semakin besar. Hal ini disebabkan oleh kemampuan daya serap bahan isian yang semakin berkurang, yang akhirnya mencapai tingkat kejenuhan. Pengaruh kecepatan alir superfisial terhadap harga k L a dan De dapat diiihat pada tabel, 5 dan 6. Makin besar harga v, semakin besar pula harga k L a. Hal ini disebabkan oleh turbulensi larutan yang semakin besar. Sedangkan pengaruh harga v terhadap perubahan harga De sangat kecil. Pada kebanyakan proses, pengaruh difusi efektif kearah aksial (De) sering diabaikan karena harganya relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan harga k L a (koefisien perpindahan massa volumetris), terutama untuk proses yang bekerja pada daerah turbulen.namun demikian untuk perhitunganperhitunga yang lebih teliti, ada baiknya harga De tersebut tidak diabaikan, terutama untuk proses-proses yang bekerja pada daerah laminer. Tabel 1. Hubungan antara waktu dan distribusi konsentrasi pada kolom isian. Kecepatan linier superfisial = cm/menit Konsentrasi uranium dalam umpan =,1 g/cm 3 Konsentrasi uranium keluar kolom saat awal = g/cm 3 Koefisien perpindahan massa = 15,5 per menit Dari hasil penyusunan model matematis, tampak bahwa harga koefisien perpindahan massa (k L a) dan koefisien difusivitas efektif aksial (De) uranium pada pemisahan uranium dari hasil belah menggunakan model kolom pertukaran ion dapat ditentukan dengan cara perhitungan. Model matematis pada peristiwa di atas =1,1 6,19361 X1" 1 2,91957x1"" 1,15753 X1" 1 3,99275 X1" X1' 5,7256 X 1" 2 2, X1' 2 1,51 X1' 2 3,7916 X1" 3 1, X1" 3,97977x1^ 296

5 ISSN Prosiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II PEBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 =,1,9966 x 1"* 6,15275x1" 3,572x1"* 1,725266x1"* X 1" 5,99695 x1" 2,1726 X1" 2 2,6559 X1" 2 1,3157 X1" 2 6,25113 X1O J 3,37 X 1" 3 = 3,1 1,191 X1" 3 9,2757x1"* 9,13221x1"* 7,137x1"* 5,7361x1^, x1" 2 5,771 X1" 2,691 x1" 2,37753 x 1" 2 3,39 X 1' 2 2,51313 X1' 2 = 3,1 1,2177 X1" 3,5957x1"* 6,39915 X1" 1 3,91715x1"* 2,72391 X 1" 1,99695 X 1" 2,966 X1" 2,5993 x1" 2 2,26652 X 1" 2 1,6552 X1" 2 1,65 X1" 2 =,1 1,1761 X1" 3 1,62 X1' 3 1,396 x1 J 9,3735x1^,5566x1"*, X 1~ 2 5,3 x 1' 2 5,1667 x1 3,95329 X 1' 2,5239 x1" 2 3,137 X1' 2 =,1 1,251 x1 J 9,7996x1"*,651113X1"* 6,37773 X1"*,56155 X1O"*,99977 X1' 2 5,19226 X1" 2,7715 X1" 2,5227 x1" 2 2,625 X1" 2 1,991135x1" 2 = 5,1 1,57 x1 J 1,7 X1" 3 1,69x1^ 1,1679 X1" 3 9,5511x1"*, X 1' 2 5,521 X 1" 2 5,35 x1'! 5,3763 x1" 2 5,19 x1" 2,6991 X 1" J = 5,1 1,195 X1" 3 1,111 X1" 3 9,65x1"*,33X1"* 6,6929x1"*,99977 X 1' X1' 2 5,32226 X1" 2,1 X1" 2 3,9613 X 1" 2 3,669 X1' 2 Tabel 2. Hubungan antara waktu dan distribusi konsentrasi pada kolom isian Kecepatan linier superfisial = 3 cm/menit Konsentrasi uranium dalam umpan =,1 g/cm 3 Konsentrasi uranium keluar kolom saat awal = g/cm 3 Koefisien perpindahan massa = 17,5 per menit Tabel 3 Hubungan antara waktu dan distribusi konsentrasi pada kolom isian Kecepatan linier superfisial = cm/menit Konsentrasi uranium dalam umpan =,1 g/cm 3 Konsentrasi uranium keluar kolom saat awal = g/cm 3 Koefisien perpindahan massa =,5 per menit = 5,1 6,397x1"* 3,36637 x 1"* 1,5326x1"* 6,5957 X1" 5 3,221 XIO',57117 x1' 2 2, X1' 2 1,115 x1" 2,66952 X1' X1" 3,729 X1-3 = = 1,1 7,77671x1"*,721x1"* 2,565676x1"* 1,131X1"* 6, X 1" 5,927 X1" 2 3,33377 X 1" 2 1,3999 X1" 2 9,1999 x1 J 3,635 X 1" 3 1, X1" 3 = 1,1,72335x1"* 6,256x1^ 3,9976x1"* 2,13695x1"* 1,33x1"*,96333 x1" a 3,921 X1" 2 2, X1" 2 1,55137 X1" 2 7,671511x1"*,375 X1 2 =,1 9,677 X1"*,313X1"* 6,5263x1"*,17193x1"* 2,7616 X1"*,9951 X1" 2,76326 x 1' 2 3,536 x1" 2 2, X1" 2 1,6992 x1" 2 1,2 xio" 2 = = 15,1 9,762 X1",356763x1"* 6,77 X 1"",297x1"* 2,9377 X1", X 1" 2,69327 X1" 2 3,77297 X1" 2 2,7661 X 1" 2 1,717 X1" 2 1, X1" 2 297

6 Prosiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II PEBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 ISSN = = ,11962 x1 J 9,7663 X 1" 1,361 X1" 1 6,32 X1" 1,21571 X1" 1 MENU,1 1,1773 X1" 3 9,92 x1 Jl 9,719 X1**,66x1"* 6,6557x1" XA (gce/g resin),99965 X 1" 2,99557 X 1" 2,52276 x1" 2 3, x1" 2 2,7967 x1 2 2,21797 x1* 2 XA (gce/gresin),99977 X Iff 2 5,7511x1*,7319 x1' 2,52366 x1' 2 3,71 X1' 2 2,96222 x1" 2 Tabel. Hubungan antara waktu dan konsentrasi Kecepatan linier superfisial = cm/menit bahan isian = cm Konsentrasi uranium dalam umpan =,1 g/cm 3 Konsentrasi uranium keluar kolom saat awal = g/cm 3 Konstante Henry =,2 g bahan isian/cm 3 larutan () 1,, 3,, 5, CA- HITUNG,5,567,213,61,765 CA-DATA,172,93,272,51,669 Untuk data di atas diperoleh hasil: RALAT(%) 7,3 39, 13,31 1, 5,61 Koefisien perpindahan massa, k _a = 15,15 per menit Koefisien difusivitas efektif aksial, De = 9,1117 x 1" cm 2 /menit Sum of squares of errors, SSE = 3,915 x1" 9 Ralat relatif rata-rata, RREL = 25,91 % Tabel 5. Hubungan antara waktu dan konsentrasi Kecepatan linier superfisial = 3 cm/menit bahan isian = cm Konsentrasi uranium dalam umpan =,1 g/cm 3 Konsentrasi uranium keluar kolom saat awal = g/cm 3 Konstante Henry =,2 g bahan isian/cm 3 larutan () 1,, 3,, 5, CA- HITUNG,361,256,59,65,962 CA-DATA,626,276,5761,5,9551 RALAT (%) ,19 2, 3,17,5 Untuk data di atas diperoleh hasil: Koefisien perpindahan massa, k^a = 17,617 per menit Koefisien difusivitas efektif aksial, De = 1,11 x1" 3 cm 2 /menit Sum of squares of errors, SSE = 2,25117 x 1' 9 Ralat relatif rata-rata, RREL = 11,51 % Tabel 6. Hubungan antara waktu dan konsentrasi Kecepatan linier superfisial = cm/menit bahan isian = cm Konsentrasi uranium dalam umpan =,1 g/cm 3 Konsentrasi uranium keluar kolom saat awal = g/cm 3 Konstante Henry =,2 g bahan isian/cm larutan () 5, 1, 15,, 25, CA- HITUNG,15,966,266,35,66 CA-DATA,32,13,293,21,6655 RALAT (%) 53, 25,67,36,29 3,9 Untuk data di atas diperoleh hasil: Koefisien perpindahan massa, k L a =,5 per menit Koefisien difusivitas efektif aksial, De = 1,1 xio^crrrvmenit Sum of squares of errors, SSE = 2,7162 x 1" 9 Ralat relatif rata-rata, RREL = 1,97 % SIMPULAN 1 Harga koefisien perpindahan massa (k L a) dan koefisien difusivitas efektif aksial (De) uranium pada pemisahan uranium dari hasil belah menggunakan model kolom pertukaran ion, dapat ditentukan dengan cara simulasi komputasi. Model matematis pada peristiwa di atas berupa 29

7 ISSN Prosiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II PEBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 persamaan berikut: diferen sial simultan sebagai TANYA JAWAB dc A /dz + l^.a/v (C A - H.X A ) = - e/v dc A /dt dc A /dt = v/e.dc A /dz - De/e.d 2 C A /dz 2 + k L.a/e (C A -H.X A ) dx A /dt=ku.a/p B (C A -H.X A ) dengan keadaan batas IC : t= ; Z 3 ; C A = ; X A = BC : t> ; Z= ; C A =C A O ; X A =X A 2. Dari perhitungan, pada kecepatan alir superfisial - cm/menit, diperoleh harga k,a berkisar antara 15,15 -,5 permenitdan De berkisar antara 9,1117 1" - 1,1 1' 3 cm 2 /menit. 3. Untuk perhitungan-perhitungan yang lebih teliti, ada baiknya harga De tersebut tidak diabaikan, terutama untuk proses-proses yang bekerja pada daerah laminer. DAFTAR PUSTAKA [1]. LONG, J.T., "Engineering for Nuclear Fuel Reprocessing", pp , American Nuclear Society, California (197). [2]. BROADKEYR.S. AND HERSHEY, H.C., "Transport Phenomena" A Unified Approach, McGraw-Hill International Editions, Singapore (19). [3]. PERRY, R.H., "Perry's Chemical Engineers'Hand Book", 6 ed., McGraw Hill International Editions, New York (19). []. MICKLEY, H.S., SHERWOOD, T.S. AND REED, C.E., "Applied Matematics in Chemical Engineering", Tata McGraw Hill Publishing Company, Ltd., New Delhi (1975). [5]. SEDIAWAN, W.B., "Model-Model Matematis Dan Simulasi Komputer Dalam Transfer Massa", PAU., Universitas GadjahMada(199). [6]. EMELEUS, HJ., " Comprehensive Inorganic Chemistry", vol, p.66, Pergamon Press, New York, [7]. FLAGG, J.F., "Chemical Processing of Reactor Fuels", pp , Academic Press, New York (1961). 1. Fathurrachman Tidak terlihat jelas penggunaan resinnya, apakah kation atau anion. Hal ini berpengaruh terhadap keasaman larutan yang dipakai. Dalam simulasi itu yang tampak hanya logam uraniumnya saja yang terserap, tidak ada yang lain. Bagaimana bila ada pengotor yang terikut, apakah diabaikan? M.Setyadji Agar uranium dapat terpisah dari hasi! belah Zr, Ru, Nb (kation), salah satu cara adalah dengan mengubah UO ++ 2 menjadi ion komplek negatif (anion) misalnya dengan menambah pengompleks sulfat atau karbonat. Dalam hal ini berarti resinnya anion. Pada penelitian ini dianggap tidak ada pengotor dalam umpan karena umpan yang digunakan sudah melalui proses siklus I yang meliputi pelarutan, ekstraksi pelarut dan reekstraksi. Yang tersisa (dianggap sebgaai pengotor) hanya hasi! belah yang sukar dipisahkan pada siklus I (Ru, Zr dan Nb). Namun demikian untuk kondisi umpan yang lain tidak menjadi masalah, karena yang menentukan adalah besarnya harga konstanta Henry (H) yang besarnya: C A s = H * X A Kondisi setimbang antara uranium dalam larutan dan uranium dalam padatan dicari melalui penelitian pendahuluan. 2. Mainar Sjahminan Mohon penjelasan kenapa terjadi daerah turbulensi. Apakah metoda yang digunakan pada penukar ion ini (fixed bed atau resin berjalan)? M.Setyadji Yang menentukan aliran berada pada daerah laminer atau turbulen adalah besarnya bilangan Reynolds: Re = (D p v p)l]i (Dp = diameter partike) padatan, v = kecepatan linier superfisial) Jika Re < 1,, daerah laminer Re > 1,, daerah turbulen 299

8 Prosiding Pesentasi llmiah Daur Bahan Bakar Nuklir II PBBN-BATAN Jakarta, 19- Nopember 1996 ISSN Untuk aliran dalam pipa kosong, aliran turbulen terjadi pada Re > 21. Yang digunakan adalah Fixed bed. 3. Sugondo Simulasi tersebut berlaku untuk sampel panas atau dingin? Mohon dijelaskan pada perencanaan simulasi. M.Setyadji Simulasi berlaku untuk sampei panas maupun dingin karena yang dilihat adalah konsentrasi U dalam umpan. Birsam Tunjukkan di mana letak SSE minimum yang mendekati nol. M.Setyadji Pada tabel, 5 dan 6 terlihat bahwa untuk kecepatan lenier superfisial - cm/menit didapatkan harga SSE berkisar antara " " 9. 3

E K U I L I B R I U M ISSN : Vol. 11. No. 2. Halaman : Juli 2012

E K U I L I B R I U M ISSN : Vol. 11. No. 2. Halaman : Juli 2012 E K U I L I B R I U M ISSN : 1412-9124 Vol. 11. No. 2. Halaman : 57 61 Juli 2012 PENGARUH LAJU ALIR PELARUT DAN TINGGI TUMPUKAN BAHAN TERHADAP NILAI KOEFISIEN TRANSFER MASSA VOLUMETRIS (k c a) PADA PROSES

Lebih terperinci

Before UTS. Kode Mata Kuliah :

Before UTS. Kode Mata Kuliah : Before UTS Kode Mata Kuliah : 2045330 Bobot : 3 SKS Pertemuan Materi Submateri 1 2 3 4 Konsep dasar perpindahan massa difusional Difusi molekuler dalam keadaan tetap Difusi melalui non stagnan film 1.

Lebih terperinci

PEMODELAN SISTEM EKSTRAKSI PADAT CAIR TIPE UNGGUN TETAP

PEMODELAN SISTEM EKSTRAKSI PADAT CAIR TIPE UNGGUN TETAP Prosiding Seminar Nasional ISSN : 1410-5667 FUNDMENTL DN PLIKSI TEKNIK KIMI 00 Surabaya, 31 Oktober 1 November 00 PEMODELN SISTEM EKSTRKSI PDT CIR TIPE UNGGUN TETP Mahreni dan Sri Mulyani Jurusan Teknik

Lebih terperinci

PENENTUAN DIFUSIFITAS AKSIAL ZIRKONIUM PADA PROSES PERTUKARAN ION DENGAN RESIN DOWEX 50W-X8

PENENTUAN DIFUSIFITAS AKSIAL ZIRKONIUM PADA PROSES PERTUKARAN ION DENGAN RESIN DOWEX 50W-X8 PROSIDING SEMINAR Yogyakarta, 26 September 212 PENENTUAN DIFUSIFITAS AKSIAL ZIRKONIUM PADA PROSES PERTUKARAN ION DENGAN RESIN DOWEX 5W-X8 Tri Handini, Suprihati, Sri Sukmajaya, BATAN Yogyakarta handini@batan.go.id

Lebih terperinci

ALAT TRANSFER MASSA ABSORBER DAN STRIPPER

ALAT TRANSFER MASSA ABSORBER DAN STRIPPER PMD D3 Sperisa Distantina ALAT TRANSFER MASSA ABSORBER DAN STRIPPER Silabi D3 Teknik Kimia: 1. Prinsip dasar alat transfer massa absorber dan stripper. 2. Variabel-variabel proses alat absorber dan stripper.

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN (RP) / GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) E-LEARNING MATA KULIAH FENOMENA TRANSPORT

RENCANA PEMBELAJARAN (RP) / GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) E-LEARNING MATA KULIAH FENOMENA TRANSPORT RENCANA PEMBELAJARAN (RP) / GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP) E-LEARNING MATA KULIAH FENOMENA TRANSPORT JURUSAN TEKNIK MATERIAL DAN METALURGI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH

Lebih terperinci

PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH

PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH Ign. Djoko Sardjono, Herry Poernomo Puslitbang Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta ABSTRAK PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca

Lebih terperinci

Penurunan Bikarbonat Dalam Air Umpan Boiler Dengan Degasifier

Penurunan Bikarbonat Dalam Air Umpan Boiler Dengan Degasifier Penurunan Bikarbonat Dalam Air Umpan Boiler Dengan Degasifier Ir Bambang Soeswanto MT Teknik Kimia - Politeknik Negeri Bandung Jl Gegerkalong Hilir Ciwaruga, Bandung 40012 Telp/fax : (022) 2016 403 Email

Lebih terperinci

Ngatijo, dkk. ISSN Ngatijo, Pranjono, Banawa Sri Galuh dan M.M. Lilis Windaryati P2TBDU BATAN

Ngatijo, dkk. ISSN Ngatijo, Pranjono, Banawa Sri Galuh dan M.M. Lilis Windaryati P2TBDU BATAN 181 PENGARUH WAKTU KNTAK DAN PERBANDINGAN FASA RGANIK DENGAN FASA AIR PADA EKSTRAKSI URANIUM DALAM LIMBAH CAIR MENGGUNAKAN EKSTRAKTAN DI-2-ETIL HEKSIL PHSPHAT Ngatijo, Pranjono, Banawa Sri Galuh dan M.M.

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN OTK di bidang Teknik Kimia?

BAB I. PENDAHULUAN OTK di bidang Teknik Kimia? BAB I. PENDAHULUAN OTK di bidang Teknik Kimia? Aplikasi dasar-dasar ilmu pengetahuan alam yang dirangkai dengan dasar ekonomi dan hubungan masyarakat pada bidang yang berkaitan Iangsung dengan proses dan

Lebih terperinci

PEMODELAN PENGERINGAN SLAB CABAI SECARA FLUIDISASI

PEMODELAN PENGERINGAN SLAB CABAI SECARA FLUIDISASI PEMODELAN PENGERINGAN SLAB CABAI SECARA FLUIDISASI Bregas Siswahyono Tatag Sembodo dan Fadilah Jurusan Teknik Kimia FT-UNS Jl. Ir. Sutami 6A Surakarta 5716 telp./fax 71-611 e-mail: bregas@uns.ac.id Abstract

Lebih terperinci

Koefisien Transfer Massa pada Ekstraksi Biji Pala dengan Pelarut Etanol

Koefisien Transfer Massa pada Ekstraksi Biji Pala dengan Pelarut Etanol Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan ISSN 1693 4393 Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya lam Indonesia Yogyakarta, 22 Februari 2011 Koefisien Transfer Massa pada Ekstraksi

Lebih terperinci

PERMODELAN PERPINDAHAN MASSA PADA PROSES PENGERINGAN LIMBAH PADAT INDUSTRI TAPIOKA DI DALAM TRAY DRYER

PERMODELAN PERPINDAHAN MASSA PADA PROSES PENGERINGAN LIMBAH PADAT INDUSTRI TAPIOKA DI DALAM TRAY DRYER SKRIPSI RK 1583 PERMODELAN PERPINDAHAN MASSA PADA PROSES PENGERINGAN LIMBAH PADAT INDUSTRI TAPIOKA DI DALAM TRAY DRYER AULIA AGUS KURNIADY NRP 2303 109 016 NIDIA RACHMA SETIYAJAYANTRI NRP 2306 100 614

Lebih terperinci

PREPARASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR EFLUEN PROSES PENGOLAHAN KIMIA UNTUK UMPAN PROSES EVAPORASI

PREPARASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR EFLUEN PROSES PENGOLAHAN KIMIA UNTUK UMPAN PROSES EVAPORASI PREPARASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR EFLUEN PROSES PENGOLAHAN KIMIA UNTUK UMPAN PROSES EVAPORASI Endro Kismolo, Tri Suyatno, Nurimaniwathy -BATAN, Yogyakarta Email : ptapb@batan.go.id ABSTRAK PREPARASI LIMBAH

Lebih terperinci

B T A CH C H R EAC EA T C OR

B T A CH C H R EAC EA T C OR BATCH REACTOR PENDAHULUAN Dalam teknik kimia, Reaktor adalah suatu jantung dari suatu proses kimia. Reaktor kimia merupakan suatu bejana tempat berlangsungnya reaksi kimia. Rancangan dari reaktor ini tergantung

Lebih terperinci

Prosiding Matematika ISSN:

Prosiding Matematika ISSN: Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Model Matematika Konsentrasi Zat Pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk yang Disusun Seri Mathematical Model of Concentration of The Substance In CSTR Compiled Series

Lebih terperinci

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN SAPI MENGGUNAKAN KOLOM FIXED BED SECARA KONTINYU

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN SAPI MENGGUNAKAN KOLOM FIXED BED SECARA KONTINYU E K U I L I B R I U M ISSN : 1412-9124 Vol. 11. No. 2. Halaman : 67 72 Juli 2012 PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KOTORAN SAPI MENGGUNAKAN KOLOM FIXED BED SECARA KONTINYU Paryanto *, Fawaidzdurahman,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. limbah organik dengan proses anaerobic digestion. Proses anaerobic digestion

BAB I PENDAHULUAN. limbah organik dengan proses anaerobic digestion. Proses anaerobic digestion BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat dan keterbatasan persediaan energi yang tak terbarukan menyebabkan pemanfaatan energi yang tak terbarukan harus diimbangi

Lebih terperinci

ANALISIS NUMERIK PROFIL SEDIMENTASI PASIR PADA PERTEMUAN DUA SUNGAI BERBANTUAN SOFTWARE FLUENT. Arif Fatahillah 9

ANALISIS NUMERIK PROFIL SEDIMENTASI PASIR PADA PERTEMUAN DUA SUNGAI BERBANTUAN SOFTWARE FLUENT. Arif Fatahillah 9 ANALISIS NUMERIK PROFIL SEDIMENTASI PASIR PADA PERTEMUAN DUA SUNGAI BERBANTUAN SOFTWARE FLUENT Arif Fatahillah 9 fatahillah767@gmail.com Abstrak. Pasir merupakan salah satu material yang sangat berguna

Lebih terperinci

STUDI TENTANG KONSTANTA LAJU PERPINDAHAN MASA-KESELURUHAN (K L a) H2S PADA PENYISIHAN NH 3 DAN DENGAN STRIPPING -UDARA KOLOM JEJAL.

STUDI TENTANG KONSTANTA LAJU PERPINDAHAN MASA-KESELURUHAN (K L a) H2S PADA PENYISIHAN NH 3 DAN DENGAN STRIPPING -UDARA KOLOM JEJAL. No. Urut : 108 / S2-TL / RPL / 1998 STUDI TENTANG KONSTANTA LAJU PERPINDAHAN MASA-KESELURUHAN (K L a) H2S PADA PENYISIHAN NH 3 DAN DENGAN STRIPPING -UDARA KOLOM JEJAL Testis Magister Okb: ANTUN HIDAYAT

Lebih terperinci

KAJIAN DESALINASI LARUTAN SIMULASI TETES SECARA EKSKLUSI ION

KAJIAN DESALINASI LARUTAN SIMULASI TETES SECARA EKSKLUSI ION KAJIAN DESALINASI LARUTAN SIMULASI TETES SECARA EKSKLUSI ION T 547.781 0465 BUN ABSTRAK Proses desalinasi merupakan salah satu tahap utama pada pengolahan tetes menjadi gula cair ataupun dalam mempersiapkan

Lebih terperinci

MODEL ABSORPSI MULTIKOMPONEN GAS ASAM DALAM LARUTAN K 2 CO 3 DENGAN PROMOTOR MDEA PADA PACKED COLUMN

MODEL ABSORPSI MULTIKOMPONEN GAS ASAM DALAM LARUTAN K 2 CO 3 DENGAN PROMOTOR MDEA PADA PACKED COLUMN MODEL ABSORPSI MULTIKOMPONEN GAS ASAM DALAM LARUTAN K 2 CO 3 DENGAN PROMOTOR MDEA PADA PACKED COLUMN NURUL ANGGRAHENY D NRP 2308100505, DESSY WULANSARI NRP 2308100541, Dosen Pembimbing : Prof.Dr.Ir.Ali

Lebih terperinci

Model Difusi Zat Warna Secang Pada Kulit Tersamak

Model Difusi Zat Warna Secang Pada Kulit Tersamak PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA KIMIA DAN PROSES 2004 ISSN : 1411-4216 Model Difusi Zat Warna Secang Pada Kulit Tersamak Iswahyuni, Bidhari Pidhatika, R. B. Seno Wulung Jurusan Teknologi Proses Pengolahan

Lebih terperinci

KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR UMPAN PROSES EVAPORASI

KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR UMPAN PROSES EVAPORASI KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR UMPAN PROSES EVAPORASI Endro Kismolo, Nurimaniwathy, Tri Suyatno BATAN, Babarsari Yogyakarta 55281 E-mail :ptapb@batan.go.id ABSTRAK KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF

Lebih terperinci

FENOMENA PERPINDAHAN. LUQMAN BUCHORI, ST, MT JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP

FENOMENA PERPINDAHAN. LUQMAN BUCHORI, ST, MT  JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP FENOMENA PERPINDAHAN LUQMAN BUCHORI, ST, MT luqman_buchori@yahoo.com luqmanbuchori@undip.ac.id JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP Peristiwa Perpindahan : Perpindahan Momentum Neraca momentum Perpindahan

Lebih terperinci

Simulasi Perpindahan Panas pada Lapisan Tengah Pelat Menggunakan Metode Elemen Hingga

Simulasi Perpindahan Panas pada Lapisan Tengah Pelat Menggunakan Metode Elemen Hingga JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 4, No.2, (2015) 2337-3520 (2301-928X Print) A-13 Simulasi Perpindahan Panas pada Lapisan Tengah Pelat Menggunakan Metode Elemen Hingga Vimala Rachmawati dan Kamiran Jurusan

Lebih terperinci

STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION

STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION Iis Haryati, dan Boybul Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN, Kawasan Puspiptek Gd 20, Serpong, 15313 Email untuk korespondensi:

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PROGRAM PERHITUNGAN KOEFISIEN DIFUSI MATERIAL DALAM REKAYASA PERMUKAAN

PENGEMBANGAN PROGRAM PERHITUNGAN KOEFISIEN DIFUSI MATERIAL DALAM REKAYASA PERMUKAAN PENGEMBANGAN PROGRAM PERHITUNGAN KOEFISIEN DIFUSI MATERIAL DALAM REKAYASA PERMUKAAN DEVELOPMENT PROGRAM FOR CALCULATION OF MATERIAL DIFFUSION COEFFICIENT IN SURFACE ENGINEERING Jan Setiawan Pusat Teknologi

Lebih terperinci

PROSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI YELLOW CAKE MENGGUNAKAN AIR HANGAT DAN ASAM NITRAT

PROSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI YELLOW CAKE MENGGUNAKAN AIR HANGAT DAN ASAM NITRAT ISSN 1979-2409 Proses Re-Ekstraksi Uranium Hasil Ekstraksi Yellow Cake Menggunakan Air Hangat dan Asam Nitrat (Torowati, Pranjono, Rahmiati dan MM. Lilis Windaryati) PRSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI

Lebih terperinci

Ion Exchange. Shinta Rosalia Dewi

Ion Exchange. Shinta Rosalia Dewi Ion Exchange Shinta Rosalia Dewi RESIN PARTICLE AND BEADS Pertukaran ion Adsorpsi, dan pertukaran ion adalah proses sorpsi, dimana komponen tertentu dari fase cairan, yang disebut zat terlarut, ditransfer

Lebih terperinci

PENGARUH POLUTAN ORGANIK TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA VOLUMETRIK OKSIGEN AIR PADA KOLOM GELEMBUNG

PENGARUH POLUTAN ORGANIK TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA VOLUMETRIK OKSIGEN AIR PADA KOLOM GELEMBUNG PENGARUH POLUTAN ORGANIK TERHADAP KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA VOLUMETRIK OKSIGEN AIR PADA KOLOM GELEMBUNG Firra Rosariawari Staf Pengajar Jurusan Teknik Lingkungan/UPN Veteran Jatim ABSTRACT Mass Transfer

Lebih terperinci

Pemodelan Numerik Reaksi Enzimatik Imobilisasi

Pemodelan Numerik Reaksi Enzimatik Imobilisasi Jurnal Teknologi Proses Media Publikasi Karya Ilmiah Teknik Kimia 4() Juli 5 : 8 5 ISSN 4-784 Pemodelan Numerik Reaksi Enzimatik Imobilisasi Zuhrina Masyithah Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik

Lebih terperinci

KROMATOGRAFI. Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan

KROMATOGRAFI. Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan KROMATOGRAFI Defenisi Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan

Lebih terperinci

PRARANCANGAN SISTEM LOADING DAN UNLOADING PADA KOLOM PENUKAR ION PENGOLAH LIMBAH RADIOAKTIF

PRARANCANGAN SISTEM LOADING DAN UNLOADING PADA KOLOM PENUKAR ION PENGOLAH LIMBAH RADIOAKTIF PRARANCANGAN SISTEM LOADING DAN UNLOADING PADA KOLOM PENUKAR ION PENGOLAH LIMBAH RADIOAKTIF Husen Zamroni, R. Sumarbagiono, Subiarto, Wasito Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ABSTRAK PRARANCANGAN SISTEM

Lebih terperinci

PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM

PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM Torowati Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang ABSTRAK PENGARUH KANDUNGAN URANIUM

Lebih terperinci

KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI MINYAK IKAN GATUL DENGAN PELARUT N-HEXANE

KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA PADA EKSTRAKSI MINYAK IKAN GATUL DENGAN PELARUT N-HEXANE KOEFISIEN PERPINHN MSS P EKSTRKSI MINYK IKN GTUL ENGN PELRUT N-HEXNE Setiyadi dan Ery Susiany R Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala SURBY b s t r a k Salah satu faktor

Lebih terperinci

MAKALAH ALAT INDUSTRI KIMIA ABSORPSI

MAKALAH ALAT INDUSTRI KIMIA ABSORPSI MAKALAH ALAT INDUSTRI KIMIA ABSORPSI Disusun Oleh : Kelompok II Salam Ali 09220140004 Sri Dewi Anggrayani 09220140010 Andi Nabilla Musriah 09220140014 Syahrizal Sukara 09220140015 JURUSAN TEKNIK KIMIA

Lebih terperinci

UJI EFEKTIFITAS CANGKANG TELUR DALAM MENGADSORBSI ION Fe DENGAN PROSES BATCH. Faisol Asip, Ridha Mardhiah, Husna

UJI EFEKTIFITAS CANGKANG TELUR DALAM MENGADSORBSI ION Fe DENGAN PROSES BATCH. Faisol Asip, Ridha Mardhiah, Husna UJI EFEKTIFITAS CANGKANG TELUR DALAM MENGADSORBSI ION Fe DENGAN PROSES BATCH Faisol Asip, Ridha Mardhiah, Husna Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Jl.Raya Palembang Prabumulih Km.32,

Lebih terperinci

KOEFISIEN TRANSFER MASSA VOLUMETRIS (Kca) PADA EKSTRAKSI GLUKOMANAN DARI UMBI ILES-ILES

KOEFISIEN TRANSFER MASSA VOLUMETRIS (Kca) PADA EKSTRAKSI GLUKOMANAN DARI UMBI ILES-ILES KOEFISIEN TRANSFER MASSA VOLUMETRIS (Kca) PADA EKSTRAKSI GLUKOMANAN DARI UMBI ILES-ILES Fadilah 1, Sperisa Distantina 1, Kalma Prihani 2, Wibiana Wulan N 2 1 Staf Pengajar Teknik Kimia FT UNS 2 Mahasiswa

Lebih terperinci

Wusana Agung Wibowo. Prof. Dr. Herri Susanto

Wusana Agung Wibowo. Prof. Dr. Herri Susanto Wusana Agung Wibowo Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Dr. Herri Susanto Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung, 20 Oktober 2009 Gasifikasi biomassa Permasalahan Kondensasi tar Kelarutan sebagian

Lebih terperinci

REAKTOR KIMIA NON KINETIK KINETIK BALANCE R. YIELD R. STOIC EQUILIBRIUM R. EQUIL R. GIBBS CSTR R. PLUG R.BATCH

REAKTOR KIMIA NON KINETIK KINETIK BALANCE R. YIELD R. STOIC EQUILIBRIUM R. EQUIL R. GIBBS CSTR R. PLUG R.BATCH TUTORIAL 3 REAKTOR REAKTOR KIMIA NON KINETIK BALANCE R. YIELD R. STOIC EQUILIBRIUM R. EQUIL R. GIBBS KINETIK CSTR R. PLUG R.BATCH MODEL REAKTOR ASPEN Non Kinetik Kinetik Non kinetik : - Pemodelan Simulasi

Lebih terperinci

PENENTUAN FRAKSI BAKAR PELAT ELEMEN BAKAR UJI DENGAN ORIGEN2. Kadarusmanto, Purwadi, Endang Susilowati

PENENTUAN FRAKSI BAKAR PELAT ELEMEN BAKAR UJI DENGAN ORIGEN2. Kadarusmanto, Purwadi, Endang Susilowati PENENTUAN FRAKSI BAKAR PELAT ELEMEN BAKAR UJI DENGAN ORIGEN2 Kadarusmanto, Purwadi, Endang Susilowati ABSTRAK PENENTUAN FRAKSI BAKAR PELAT ELEMEN BAKAR UJI DENGAN ORIGEN2. Elemen bakar merupakan salah

Lebih terperinci

ISSN (Media Cetak) ISSN (Media Online) Implementasi Metode Eliminasi Gauss Pada Rangkaian Listrik Menggunakan Matlab

ISSN (Media Cetak) ISSN (Media Online) Implementasi Metode Eliminasi Gauss Pada Rangkaian Listrik Menggunakan Matlab JITEKH, Vol, No, Tahun 27, -5 ISSN 28-577(Media Cetak) ISSN 2549-4 (Media Online) Implementasi Metode Eliminasi Gauss Pada Rangkaian Listrik Menggunakan Matlab Silmi, Rina Anugrahwaty 2 Staff Pengajar

Lebih terperinci

KOLOM BERPACKING ( H E T P )

KOLOM BERPACKING ( H E T P ) PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 1 KOLOM BERPACKING ( H E T P ) LABORATORIUM RISET DAN OPERASI TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNIK KIMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UPN VETERAN JAWA TIMUR SURABAYA

Lebih terperinci

MIGRASI ZIRKONIUM PADA PROSES DESORPSI DALAM TUMPUKAN DIAM RESIN ANION DOWEX-1X8

MIGRASI ZIRKONIUM PADA PROSES DESORPSI DALAM TUMPUKAN DIAM RESIN ANION DOWEX-1X8 Migrasi Zirkonium Pada Proses Desorpsi Dalam Tumpukan Diam Resin Anion Dowex-x8 MIGRASI ZIRKONIUM PADA PROSES DESORPSI DALAM TUMPUKAN DIAM RESIN ANION DOWEX-X8 Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan

Lebih terperinci

KAJIAN KINETIKA KIMIA MODEL MATEMATIK REDUKSI KADMIUM MELALUI LAJU REAKSI, KONSTANTE DAN ORDE REAKSI DALAM PROSES ELEKTROKIMIA ABSTRAK ABSTRACT

KAJIAN KINETIKA KIMIA MODEL MATEMATIK REDUKSI KADMIUM MELALUI LAJU REAKSI, KONSTANTE DAN ORDE REAKSI DALAM PROSES ELEKTROKIMIA ABSTRAK ABSTRACT ISSN 1410-6957 KAJIAN KINETIKA KIMIA MODEL MATEMATIK REDUKSI KADMIUM MELALUI LAJU REAKSI, KONSTANTE DAN ORDE REAKSI DALAM PROSES ELEKTROKIMIA Pustek Akselerator dan Proses Bahan-BATAN, Yogyakarta Jl. Babarsari

Lebih terperinci

TUTORIAL III REAKTOR

TUTORIAL III REAKTOR TUTORIAL III REAKTOR REAKTOR KIMIA NON KINETIK KINETIK BALANCE EQUILIBRIUM CSTR R. YIELD R. EQUIL R. PLUG R. STOIC R. GIBBS R. BATCH REAKTOR EQUILIBRIUM BASED R-Equil Menghitung berdasarkan kesetimbangan

Lebih terperinci

NATURAL EVAPORATOR UNTUK PENGOLAHAN

NATURAL EVAPORATOR UNTUK PENGOLAHAN NATURAL EVAPORATOR UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR Widiatmo Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif ABSTRAK NATURAL EVAPORATOR UNTUK PENGOLAHAN LlMBAH CAIR. Telah dipelajari operasi pengolahan limbah

Lebih terperinci

ANALISIS STRUKTUR BALOK NON PRISMATIS MENGGUNAKAN METODE PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION

ANALISIS STRUKTUR BALOK NON PRISMATIS MENGGUNAKAN METODE PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION ANALISIS STRUKTUR BALOK NON PRISMATIS MENGGUNAKAN METODE PERSAMAAN SLOPE DEFLECTION Agus Setiawan Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Binus University Jl. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah,

Lebih terperinci

STUDI PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA SUSUNAN SILINDER VERTIKAL DALAM REAKTOR NUKLIR ATAU PENUKAR PANAS MENGGUNAKAN PROGAM CFD

STUDI PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA SUSUNAN SILINDER VERTIKAL DALAM REAKTOR NUKLIR ATAU PENUKAR PANAS MENGGUNAKAN PROGAM CFD STUDI PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI PADA SUSUNAN SILINDER VERTIKAL DALAM REAKTOR NUKLIR ATAU PENUKAR PANAS MENGGUNAKAN PROGAM CFD Agus Waluyo 1, Nathanel P. Tandian 2 dan Efrizon Umar 3 1 Magister Rekayasa

Lebih terperinci

PEMISAHAN DAN PEROLEHAN KEMBALI Cr(VI) DARI ALIRAN LIMBAH ELEKTROPLATING DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR EMULSI TESIS MAGIS'1'ER. .

PEMISAHAN DAN PEROLEHAN KEMBALI Cr(VI) DARI ALIRAN LIMBAH ELEKTROPLATING DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR EMULSI TESIS MAGIS'1'ER. . hinta S No.: 129/S2-TL./TPL/1999 PEMISAHAN DAN PEROLEHAN KEMBALI Cr(VI) DARI ALIRAN LIMBAH ELEKTROPLATING DENGAN TEKNIK MEMBRAN CAIR EMULSI TESIS MAGIS'1'ER. Oleh Indah NIM25397032 BIDANG KHUSUS TEKNOLOGt

Lebih terperinci

PENGANTAR TRANSFER MASSA

PENGANTAR TRANSFER MASSA MD D3 Sperisa Distantina ENGNTR TRNSFER MSS Transfer massa merupakan salah satu hemical Engineering Tools, yang merupakan konsep-konsep atau prinsip-prinsip seorang TK dalam menyelesaikan tugasnya. hemical

Lebih terperinci

PENGOLAHAN LOGAM BERAT DARI LIMBAH CAIR DENGAN TANNIN. Djarot S. Wisnubroto Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif

PENGOLAHAN LOGAM BERAT DARI LIMBAH CAIR DENGAN TANNIN. Djarot S. Wisnubroto Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif PENGOLAHAN LOGAM BERAT DARI LIMBAH CAIR DENGAN TANNIN Djarot S. Wisnubroto Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif ABSTRAK PENGOLAHAN LOGAM BERAT DARI LIMBAH CAIR DENGAN TANNIN. Telah dilakukan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 7 WETTED WALL COLUMN

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 7 WETTED WALL COLUMN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA II MODUL 7 WETTED WALL COLUMN LABORATORIUM RISET DAN OPERASI TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNIK KIMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UPN VETERAN JAWA TIMUR SURABAYA I. TUJUAN

Lebih terperinci

OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT

OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT ISSN 1979-2409 Optimalisasi Proses Pemekatan Larutan UNH Pada Seksi 600 Pilot Conversion Plant (Iwan Setiawan, Noor Yudhi) OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT

Lebih terperinci

SIMULASI PROSES EVAPORASI BLACK LIQUOR DALAM FALLING FILM EVAPORATOR DENGAN ADANYA ALIRAN UDARA

SIMULASI PROSES EVAPORASI BLACK LIQUOR DALAM FALLING FILM EVAPORATOR DENGAN ADANYA ALIRAN UDARA Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011 SIMULASI PROSES EVAPORASI BLACK LIQUOR DALAM FALLIN FILM EVAPORATOR DENAN ADANYA ALIRAN UDARA Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

Matematika Terapan dan Pemodelan (RK 1441): Konsep Dasar Pemodelan

Matematika Terapan dan Pemodelan (RK 1441): Konsep Dasar Pemodelan Matematika Terapan dan Pemodelan (RK 1441): Konsep Dasar Pemodelan Dr. Heru Setyawan Jurusan Teknik Kimia FTI ITS http://www.its.ac.id/personal/material.php?id=heru che Materi Pokok Formulasi matematika

Lebih terperinci

Simulasi Aplikasi Kendali Multi-Model pada Plant Kolom Distilasi ABSTRAK

Simulasi Aplikasi Kendali Multi-Model pada Plant Kolom Distilasi ABSTRAK Simulasi Aplikasi Kendali Multi-Model pada Plant Kolom Distilasi Galih Aria Imandita / 0322146 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung

Lebih terperinci

Perancangan Proses Kimia PERANCANGAN

Perancangan Proses Kimia PERANCANGAN Perancangan Proses Kimia PERANCANGAN SISTEM/ JARINGAN REAKTOR 1 Rancangan Kuliah Section 2 1. Dasar dasar Penggunaan CHEMCAD/HYSYS 2. Perancangan Sistem/jaringan Reaktor 3. Tugas 1 dan Pembahasannya 4.

Lebih terperinci

KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADA PROES EKSTRAKSI KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI )

KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADA PROES EKSTRAKSI KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI ) Reaktor, Vol. 1 No. 4, Desember 009, Hal. 3-38 KOEFISIEN TRANSFER MASSA PADA PROES EKSTRAKSI KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNI ) Faleh Setia Budi *) dan Setia Budi Sasongko Jurusan Teknik Kimia, Fakultas

Lebih terperinci

Materi kuliah OTK 3 Sperisa Distantina EKSTRAKSI CAIR-CAIR

Materi kuliah OTK 3 Sperisa Distantina EKSTRAKSI CAIR-CAIR Materi kuliah OTK 3 perisa istantina EKTRKI CIR-CIR Peserta kuliah harus membawa: 1. kertas grafik milimeter 2. pensil/ballpoint berwarna 3. penggaris Pustaka: Foust,.., 1960, Principles of Unit Operation,

Lebih terperinci

Pemungutan Uranium Dalam Limbah Uranium Cair Menggunakan Amonium Karbonat

Pemungutan Uranium Dalam Limbah Uranium Cair Menggunakan Amonium Karbonat No.04 / Tahun II Oktober 2009 ISSN 1979-2409 Torowati, Noor Yudhi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN ABSTRAK PEMUNGUTAN URANIUM DALAM LIMBAH URANIUM CAIR MENGGUNAKAN AMONIUM KARBONAT. Percobaan

Lebih terperinci

ANALISIS SUB-BULUH PADA MODEL REAKTOR SUSUNAN BAHAN BAKAR BUJURSANGKAR ATAU HEKSAGONAL

ANALISIS SUB-BULUH PADA MODEL REAKTOR SUSUNAN BAHAN BAKAR BUJURSANGKAR ATAU HEKSAGONAL ANALISIS SUB-BULUH PADA MODEL REAKTOR SUSUNAN BAHAN BAKAR BUJURSANGKAR ATAU HEKSAGONAL ABSTRAK Analisis sub-buluh merupakan salah satu metode untuk menganalisis aspek termohidrolik pada reaktor atau penukar

Lebih terperinci

SOLUSI ANALITIK MASALAH KONDUKSI PANAS PADA TABUNG

SOLUSI ANALITIK MASALAH KONDUKSI PANAS PADA TABUNG Jurnal LOG!K@, Jilid 6, No. 1, 2016, Hal. 11-22 ISSN 1978 8568 SOLUSI ANALITIK MASALAH KONDUKSI PANAS PADA TABUNG Afo Rakaiwa dan Suma inna Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas

Lebih terperinci

PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT

PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT Aditiya Yolanda Wibowo, Ardian Putra Laboratorium Fisika Bumi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas Kampus Unand,

Lebih terperinci

Analisis Fisiko Kimia

Analisis Fisiko Kimia Analisis Fisiko Kimia KROMATOGRAFI Oleh : Dr. Harmita DEFINISI Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase,

Lebih terperinci

STRUKTUR MODUL MK REKAYASA PROSES (4 SKS)

STRUKTUR MODUL MK REKAYASA PROSES (4 SKS) STRUKTUR MODUL MK REKAYASA PROSES (4 SKS) Sifat Fisik & Kimia Mekanika Fluida Thermodinamika Sifat Fisik & Kimia Pindah Panas & Massa Efisiensi energy Material Handling Scale up product Bahan Baku Produk

Lebih terperinci

PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER

PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER Oleh Denni Alfiansyah 1031210146-3A JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG MALANG 2012 PENGOLAHAN AIR SUNGAI UNTUK BOILER Air yang digunakan pada proses pengolahan

Lebih terperinci

PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR RINGKASAN Daur bahan bakar nuklir merupakan rangkaian proses yang terdiri dari penambangan bijih uranium, pemurnian, konversi, pengayaan uranium dan konversi ulang menjadi

Lebih terperinci

KONTRAK PERKULIAHAN. Dosen Pengasuh : Yuli Darni, S.T., M.T.

KONTRAK PERKULIAHAN. Dosen Pengasuh : Yuli Darni, S.T., M.T. KONTRAK PERKULIAHAN Mata kuliah : Proses Industri Kimia Dosen Pengasuh : Yuli Darni, S.T., M.T. JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVWERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2009 KONTRAK PERKULIAHAN Mata Kuliah

Lebih terperinci

SIMULASI PROSES EVAPORASI NIRA DALAM FALLING FILM EVAPORATOR DENGAN ADANYA ALIRAN UDARA

SIMULASI PROSES EVAPORASI NIRA DALAM FALLING FILM EVAPORATOR DENGAN ADANYA ALIRAN UDARA SIMUASI PROSES EVAPORASI NIRA DAAM FAING FIM EVAPORATOR DENGAN ADANYA AIRAN UDARA Oleh : Ratih Triwulandari 2308 100 509 Riswanti Zawawi 2308 100 538 Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Kusno Budhikarjono, MT Dr.

Lebih terperinci

Menentukan Distribusi Temperatur dengan Menggunakan Metode Crank Nicholson

Menentukan Distribusi Temperatur dengan Menggunakan Metode Crank Nicholson Jurnal Penelitian Sains Volume 13 Nomer 2(B) 13204 Menentukan Distribusi Temperatur dengan Menggunakan Metode Crank Nicholson Siti Sailah Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan,

Lebih terperinci

Aplikasi Persamaan Bessel Orde Nol Pada Persamaan Panas Dua dimensi

Aplikasi Persamaan Bessel Orde Nol Pada Persamaan Panas Dua dimensi JURNAL FOURIER Oktober 2013, Vol. 2, No. 2, 113-123 ISSN 2252-763X Aplikasi Persamaan Bessel Orde Nol Pada Persamaan Panas Dua dimensi Annisa Eki Mulyati dan Sugiyanto Program Studi Matematika Fakultas

Lebih terperinci

PENGAMBILAN AIR DARI SISTEM ISOPROPIL ALKOHOL AIR DENGAN DISTILASI ADSORPTIF MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM DAN SILIKA GEL

PENGAMBILAN AIR DARI SISTEM ISOPROPIL ALKOHOL AIR DENGAN DISTILASI ADSORPTIF MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM DAN SILIKA GEL 1 PENGAMBILAN AIR DARI SISTEM ISOPROPIL ALKOHOL AIR DENGAN DISTILASI ADSORPTIF MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM DAN SILIKA GEL Mona Silvia (L2C004248) dan Ragil Darmawan SAC (L2C004264) Jurusan Teknik Kimia, Fakultas

Lebih terperinci

PERHITUNGAN KEBUTUHAN COOLING TOWER PADA RANCANG BANGUN UNTAI UJI SISTEM KENDALI REAKTOR RISET

PERHITUNGAN KEBUTUHAN COOLING TOWER PADA RANCANG BANGUN UNTAI UJI SISTEM KENDALI REAKTOR RISET PERHITUNGAN KEBUTUHAN COOLING TOWER PADA RANCANG BANGUN UNTAI UJI SISTEM KENDALI REAKTOR RISET ABSTRAK Muhammad Awwaluddin, Puji Santosa, Suwardiyono Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir BATAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN

Lebih terperinci

Simulasi Pengontrolan Plant Kolom Distilasi Menggunakan UPC (Unified Predictive Control) ABSTRAK

Simulasi Pengontrolan Plant Kolom Distilasi Menggunakan UPC (Unified Predictive Control) ABSTRAK Simulasi Pengontrolan Plant Kolom Distilasi Menggunakan UPC (Unified Predictive Control) ABSTRAK Hermadi Gunawan / 0322060 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha Jl. Prof.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Zirkonium (Zr) merupakan unsur golongan IVB bersama-sama dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. Zirkonium (Zr) merupakan unsur golongan IVB bersama-sama dengan BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Zirkonium (Zr) merupakan unsur golongan IVB bersama-sama dengan titanium (Ti) dan Hafnium (Hf). Zirkonium memiliki nomor atom 40 dengan berat atom 91,22 g/mol dan konfigurasi

Lebih terperinci

PENGARUH RASIO ASAM SULFAT TERHADAP ASAM NITRAT PADA SINTESIS NITROBENZENA DALAM CSTR

PENGARUH RASIO ASAM SULFAT TERHADAP ASAM NITRAT PADA SINTESIS NITROBENZENA DALAM CSTR PENGRUH RSIO SM SULFT TERHDP SM NITRT PD SINTESIS NITROBENZEN DLM CSTR Rudy gustriyanto 1), Lanny Sapei ), Reny Setiawan 3), Gabriella Rosaline 4) 1),),3),4) Teknik Kimia, Universitas Surabaya Jl. Raya

Lebih terperinci

(Ahmadi, 2008) Pada larutan K2CO 3 ditambahkan promotor asam borat, mekanisme yang terjadi sebagai berikut:

(Ahmadi, 2008) Pada larutan K2CO 3 ditambahkan promotor asam borat, mekanisme yang terjadi sebagai berikut: MODEL ABSORPSI MULTIKOMPONEN DALAM LARUTAN K 2 CO 3 DENGAN PROMOTOR ASAM BORAT PADA PACKED COLUMN Fanny Anastasia (2308.100.607) Eka Yeni Rahayu (2308.100.609) Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Ali Altway,

Lebih terperinci

PERHITUNGAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA PADA PUROLITE SEBAGAI RESIN PENUKAR ION

PERHITUNGAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA PADA PUROLITE SEBAGAI RESIN PENUKAR ION PERHITUNGAN KOEFISIEN PERPINDAHAN MASSA PADA PUROLITE SEBAGAI RESIN PENUKAR ION Hadiatni Rita P., Gracy Apprisiani W., dan Syarif Rahman Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Surabaya Abstrak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Mandalam & Palsson (1998) ada 3 persyaratan dasar untuk kultur mikroalga fotoautotropik berdensitas tinggi yang tumbuh dalam fotobioreaktor tertutup. Pertama adalah

Lebih terperinci

PENYELESAIAN MODEL DISTRIBUSI SUHU BUMI DI SEKITAR SUMUR PANAS BUMI DENGAN METODE KOEFISIEN TAK TENTU. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.

PENYELESAIAN MODEL DISTRIBUSI SUHU BUMI DI SEKITAR SUMUR PANAS BUMI DENGAN METODE KOEFISIEN TAK TENTU. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. PENYELESAIAN MODEL DISTRIBUSI SUHU BUMI DI SEKITAR SUMUR PANAS BUMI DENGAN METODE KOEFISIEN TAK TENTU Lutfiyatun Niswah 1, Widowati 2, Djuwandi 3 1,2,3 Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl.

Lebih terperinci

Kata kunci: fluida, impeller, pengadukan, sekat, vorteks.

Kata kunci: fluida, impeller, pengadukan, sekat, vorteks. ABSTRAK Pengadukan (agitation) merupakan suatu operasi yang menimbulkan gerakan pada suatu bahan (fluida) di dalam sebuah tangki, yang mana gerakannya membentuk suatu pola sirkulasi. Salah satu sistem

Lebih terperinci

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4 HASIL DAN PEMBAHASAN 27 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Alat Penukar Panas Alat penukar panas yang dirancang merupakan tipe pipa ganda dengan arah aliran fluida berlawanan. Alat penukar panas difungsikan sebagai pengganti peran

Lebih terperinci

FENOMENA PERPINDAHAN. LUQMAN BUCHORI, ST, MT JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP

FENOMENA PERPINDAHAN. LUQMAN BUCHORI, ST, MT JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP FENOMENA PERPINDAHAN LUQMAN BUCHORI, ST, MT luqman_buchori@yahoo.com JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP Peristiwa Perpindahan : Perpindahan Momentum Neraca momentum Perpindahan Energy (Panas) Neraca

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK SOLUSI PERSAMAAN STURM-LIOUVILLE

PENERAPAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK SOLUSI PERSAMAAN STURM-LIOUVILLE PENERAPAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK SOLUSI PERSAMAAN STURM-LIOUVILLE Viska Noviantri Mathematics & Statistics Department, School of Computer Science, Binus University Jln. K.H. Syahdan No. 9, Palmerah,

Lebih terperinci

KLASIFIKASI PADATAN MENGGUNAKAN ALIRAN FLUIDA

KLASIFIKASI PADATAN MENGGUNAKAN ALIRAN FLUIDA Yogyakarta, 3 November 212 KLASIFIKASI PADATAN MENGGUNAKAN ALIRAN FLUIDA Ir. Adullah Kuntaarsa, MT, Ir. Drs. Priyo Waspodo US, MSc, Christine Charismawaty Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri

Lebih terperinci

SIMULASI ALIRAN PANAS PADA SILINDER YANG BERGERAK. Rico D.P. Siahaan, Santo, Vito A. Putra, M. F. Yusuf, Irwan A Dharmawan

SIMULASI ALIRAN PANAS PADA SILINDER YANG BERGERAK. Rico D.P. Siahaan, Santo, Vito A. Putra, M. F. Yusuf, Irwan A Dharmawan SIMULASI ALIRAN PANAS PADA SILINDER YANG BERGERAK Rico D.P. Siahaan, Santo, Vito A. Putra, M. F. Yusuf, Irwan A Dharmawan ABSTRAK SIMULASI ALIRAN PANAS PADA SILINDER YANG BERGERAK. Aliran panas pada pelat

Lebih terperinci

MODEL POLA LAJU ALIRAN FLUIDA DENGAN LUAS PENAMPANG YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA

MODEL POLA LAJU ALIRAN FLUIDA DENGAN LUAS PENAMPANG YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA MODEL POLA LAJU ALIRAN FLUIDA DENGAN LUAS PENAMPANG YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE BEDA HINGGA Vira Marselly, Defrianto, Rahmi Dewi Mahasiswa Program S1 Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

PENGARUH KANDUNGAN Ca PADA CaO-ZEOLIT TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI NITROGEN

PENGARUH KANDUNGAN Ca PADA CaO-ZEOLIT TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI NITROGEN MAKARA, TEKNOLOGI, VOL. 6, NO. 2, AGUSTUS 22 PENGARUH KANDUNGAN Ca PADA CaO-ZEOLIT TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI NITROGEN M. Nasikin, Tania Surya Utami dan Agustina TP Siahaan Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia,

Lebih terperinci

PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI

PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI Herlan Martono, Wati, Nurokhim Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ABSTRAK PENENTUAN

Lebih terperinci

Percobaan 6 DISTRIBUSI ZAT TERLARUT ANTARA DUA JENIS PELARUT YANG BERCAMPUR. Lab. Kimia Fisika Jurusan Kimia Universitas Negeri Semarang

Percobaan 6 DISTRIBUSI ZAT TERLARUT ANTARA DUA JENIS PELARUT YANG BERCAMPUR. Lab. Kimia Fisika Jurusan Kimia Universitas Negeri Semarang Percobaan 6 DISTRIBUSI ZAT TERLARUT ANTARA DUA JENIS PELARUT YANG BERCAMPUR Candra Tri Kurnianingsih Lab. Kimia Fisika Jurusan Kimia Universitas Negeri Semarang Gedung D8 Lt 2 Sekaran Gunungpati Semarang,

Lebih terperinci

BAB V. CONTINUOUS CONTACT

BAB V. CONTINUOUS CONTACT BAB V. CONTINUOUS CONTACT Operasi pemisahan continuous contact secara prinsip berbeda dengan stage wise contact. Pada operasi pemisahan ini, kecepatan perpindahan massa berlangsung saat kedua fasa tersebut

Lebih terperinci

Kajian Pola Aliran Berayun dalam Kolom Bersekat

Kajian Pola Aliran Berayun dalam Kolom Bersekat 105 Deny Supriharti dan Amir usin / Jurnal Teknologi Proses 5(2) Juli 2006: 100 104 Jurnal Teknologi Proses Media Publikasi Karya Ilmiah Teknik Kimia 5(2) Juli 2006: 105 111 ISSN 1412-7814 Kajian Pola

Lebih terperinci

ANALISIS KINERJA COOLANT PADA RADIATOR

ANALISIS KINERJA COOLANT PADA RADIATOR ANALISIS KINERJA COOLANT PADA RADIATOR Alexander Clifford, Abrar Riza dan Steven Darmawan Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara e-mail: Alexander.clifford@hotmail.co.id Abstract:

Lebih terperinci

Bab II Pemodelan. Gambar 2.1: Pembuluh Darah. (Sumber:

Bab II Pemodelan. Gambar 2.1: Pembuluh Darah. (Sumber: Bab II Pemodelan Bab ini berisi tentang penyusunan model untuk menjelaskan proses penyebaran konsentrasi oksigen di jaringan. Penyusunan model ini meliputi tinjauan fisis pembuluh kapiler, pemodelan daerah

Lebih terperinci

BAB III DAUR ULANG PLUTONIUM DAN AKTINIDA MINOR PADA BWR BERBAHAN BAKAR THORIUM

BAB III DAUR ULANG PLUTONIUM DAN AKTINIDA MINOR PADA BWR BERBAHAN BAKAR THORIUM BAB III DAUR ULANG PLUTONIUM DAN AKTINIDA MINOR PADA BWR BERBAHAN BAKAR THORIUM 3.1. Siklus Bahan Bakar Nuklir Siklus bahan bakar nuklir (nuclear fuel cycle) adalah rangkaian kegiatan yang meliputi pemanfaatan

Lebih terperinci

Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Katalis Pada Proses Esterifikasi Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (DALMs) Menjadi Biodiesel

Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Katalis Pada Proses Esterifikasi Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (DALMs) Menjadi Biodiesel Pengaruh Suhu dan Konsentrasi Katalis Pada Proses Esterifikasi Distilat Asam Lemak Minyak Sawit (DALMs) Menjadi Biodiesel Rismawati Rasyid Jurusan Teknik Kimia, Universitas Muslim Indonesia, Makassar Abstrak

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 RANCANGAN OBSTACLE Pola kecepatan dan jenis aliran di dalam reaktor kolom gelembung sangat berpengaruh terhadap laju reaksi pembentukan biodiesel. Kecepatan aliran yang tinggi

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. FeO. CO Fe CO 2. Fe 3 O 4. Fe 2 O 3. Gambar 2.1. Skema arah pergerakan gas CO dan reduksi

BAB II DASAR TEORI. FeO. CO Fe CO 2. Fe 3 O 4. Fe 2 O 3. Gambar 2.1. Skema arah pergerakan gas CO dan reduksi BAB II DASAR TEORI Pengujian reduksi langsung ini didasari oleh beberapa teori yang mendukungnya. Berikut ini adalah dasar-dasar teori mengenai reduksi langsung yang mendasari penelitian ini. 2.1. ADSORPSI

Lebih terperinci