Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VII, Nomor 12/Desember 2013"

Transkripsi

1 DESEMBER 2013

2 Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VII, Nomor 12/Desember 2013 Ukuran Buku : 20,5 cm x 29,0 cm Desain grafis: Sehusman, SP Penanggung Jawab: Ir. M. Tassim Billah, MSc Redaktur : Ir. Dewa Ngakan Cakrabawa, MM Penyunting/Editor: Ir. Sabarella, MSi Penulis Artikel : Ir. Efi Respati, MSi Ir. Wieta B. Komalasari, MSi Widyawati Megawati Manurung, SP Sehusman, SP Yani Supriyati, SE Sekretaris: Heri Dwi Martono Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kanpus Kementan, Gedung D, Lantai IV, Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan, Jakarta Telp./Fax (021) , Website : atau

3 KATA PENGANTAR Dalam rangka menyediakan data indikator makro sektor pertanian serta hasil analisisnya, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian pada tahun 2013 kembali menerbitkan Buletin Bulanan. Buletin Bulanan Indikator Makro Sektor Pertanian Volume VII Nomor 12/Desember 2013 ini berisi data dan analisis deskriptif indikator ekspor dan impor komoditas pertanian bulan Agustus-September 2013, Indeks Harga Konsumen (IHK) perkotaan dan inflasi bulan Nopember 2013, Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Oktober-Nopember Data ekspor-impor yang dipublikasikan telah disesuaikan dengan klasifikasi kode HS (Harmony System) berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) Data yang disajikan dalam buletin ini bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Besar harapan kami bahwa Buletin ini dapat bermanfaat bagi para pengguna data baik di lingkup maupun pengguna lainnya. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna perbaikan buletin ini di masa mendatang. Jakarta, Desember 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

4 DAFTAR ISI Halaman BAB I. PENJELASAN UMUM Ekspor Impor Indeks Harga Konsumen/Inflasi Nilai Tukar Petani (NTP)...3 BAB II. EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Sub Sektor Tanaman Pangan Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Sub Sektor Hortikultura Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Sub Sektor Perkebunan Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Sub Sektor Peternakan BAB III. INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DAN LAJU INFLASI Perkembangan IHK Gabungan 66 Kota di Indonesia Bulan Nopember Perkembangan IHK Gabungan 66 Kota di Indonesia untuk Kelompok Bahan Makanan Andil Sub Kelompok Terhadap Inflasi Kelompok Bahan Makanan BAB IV. NILAI TUKAR PETANI (NTP) Perkembangan Indeks Harga yang Diterima (IT), Indeks Harga yang Dibayar (IB) dan Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional dan Sub Sektor 2010 Nopember Perkembangan Nilai Tukar Petani Nasional Bulan Oktober Nopember Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional Sektor Pertanian Sempit (tanpa sub sektor Perikanan) Bulan Oktober Nopember Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) Nilai Tukar Petani (NTP) Perbandingan IT, IB dan NTP Antar Provinsi di Indonesia Upah Buruh Tani... 34

5 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan BAB I. PENJELASAN UMUM Buletin Bulanan edisi Volume VII Nomor 12, Desember 2013 ini menyajikan keragaan data makro sektor pertanian yang meliputi: 1. Ekspor impor komoditas pertanian bulan Agustus September Indeks harga konsumen (IHK) gabungan 66 Kota di Indonesia dan inflasi bulan Nopember Nilai tukar petani nasional dan beberapa provinsi di Indonesia bulan Oktober Nopember Ekspor Impor Data ekspor impor komoditas pertanian adalah data ekspor impor yang berasal dari kode HS 10 digit yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan sudah berstatus angka tetap. Kode HS mengacu pada klasifikasi sesuai Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) Cakupan kode HS komoditas pertanian merupakan kesepakatan hasil koordinasi dengan instansi terkait lingkup. Penyajian data perkembangan ekspor impor komoditas pertanian ini dititikberatkan pada kelompok komoditas baik segar maupun olahan yang mencerminkan peranan masing-masing sub sektor terhadap sektor pertanian secara keseluruhan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Data perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan laju inflasi/deflasi bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Penyajian perkembangan IHK dan laju inflasi lebih dititikberatkan pada kelompok bahan makanan yang mencerminkan peranan komoditas utama sektor pertanian dalam tingkat inflasi secara nasional. Sejak bulan Juni 2008, Indeks Harga Konsumen (IHK) dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil Survei Biaya Hidup (SBH) di 66 kota tahun 2007 yang mencakup sekitar komoditas. IHK gabungan 66 kota ini merupakan hasil perhitungan dari Volume VII, Nomor 12/Desember

6 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian gabungan indeks masing-masing kota yang ditimbang dengan banyaknya rumahtangga di kota bersangkutan. IHK dihitung dengan menggunakan formula Laspeyres yang dikembangkan dan dikelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu: Bahan makanan yang terdiri dari padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya, daging dan hasil-hasilnya, ikan segar, ikan diawetkan, telur, susu dan hasil-hasilnya, sayursayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, bumbu-bumbuan, lemak dan minyak serta bahan makanan lainnya. Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang terdiri dari makanan jadi, minuman yang tidak beralkohol dan tembakau dan minuman beralkohol. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang terdiri dari biaya tempat tinggal, bahan bakar, penerangan dan air, perlengkapan rumah tangga dan penyelenggaraan rumah tangga. Sandang yang terdiri dari sandang laki-laki, sandang wanita, sandang anak-anak, barang pribadi dan sandang lain. Kesehatan yang terdiri dari jasa kesehatan, obat-obatan, jasa perawatan jasmani, perawatan jasmani dan kosmetika. Pendidikan, rekreasi dan olahraga yang terdiri dari jasa pendidikan, kursuskursus/pelatihan, perlengkapan/peralatan pendidikan, rekreasi dan olahraga. Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang terdiri dari transportasi, komunikasi pengiriman, sarana dan penunjang transportasi dan jasa keuangan. Persentase (%) perubahan IHK (Laju inflasi/deflasi) bulanan diperoleh dari : ln ln 1 x 100 ln 1 Dimana : In = Indeks bulan n; In-1 = Indeks bulan n-1 Persentase (%) perubahan IHK dalam satu tahun dihitung dengan menggunakan metode point to to point. 2 Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

7 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan 1.3. Nilai Tukar Petani (NTP) Data perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks harga yang dibayar petani (IB) disusun berdasarkan data hasil survei bulanan statistik harga konsumen di pasar pedesaan yang dilaksanakan setiap bulan. Indeks harga yang diterima petani (IT) bersumber dari hasil survei harga di tingkat produsen (farm gate) yang dilaksanakan setiap bulan. IT dan IB tersebut dihitung dengan menggunakan formula Laspeyres yang dikembangkan. NTP merupakan rasio antara IT dengan IB yang dinyatakan dalam persentase. NTP IT IB x100% Volume VII, Nomor 12/Desember

8 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 4 Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

9 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan BAB II. EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN 2.1. Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Sektor Pertanian Volume ekspor komoditas pertanian pada bulan September 2013 dibandingkan dengan bulan Agustus 2013, mengalami peningkatan sebesar 20,40% yaitu dari 2,30 juta ton menjadi 2,76 juta ton. Peningkatan volume ekspor ini disebabkan karena meningkatnya volume ekspor semua sub sektor. Seiring dengan peningkatan volume ekspor, nilai ekspor komoditas pertanian pada bulan September 2013 juga mengalami peningkatan dari US$ 2,09 milyar menjadi US$ 2,54 milyar atau naik sebesar 21,73%. Volume impor komoditas pertanian Indonesia pada bulan September 2013 mengalami sedikit penurunan dibandingkan bulan Agustus 2013 sebesar 7,71% yakni dari 1,20 juta ton menjadi 1,11 juta ton. Namun sebaliknya dari sisi nilai impor naik sebesar 6,99% yakni dari US$ 875,67 juta menjadi US$ 936,83 juta. Peningkatan nilai impor komoditas pertanian tersebut disebabkan oleh naiknya nilai sub sektor hortikultura, perkebunan dan peternakan. Berdasarkan selisih angka ekspor dan impor, maka pada bulan September 2013 neraca perdagangan komoditas pertanian Indonesia mengalami surplus dari sisi volume sebesar 1,65 juta ton, demikian juga dari sisi nilai mengalami surplus sebesar US$ 1,60 milyar. Surplus nilai neraca perdagangan komoditas pertanian bulan September 2013 menunjukkan peningkatan cukup signifikan sebesar 32,37% dibandingkan bulan Agustus Demikian pula, dari sisi volume, mengalami kenaikan surplus sangat signifikan yaitu sebesar 51,36%. Meningkatnya neraca perdagangan sub sektor pertanian ini disebabkan karena penurunan impor yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan ekspornya. Perkembangan ekspor - impor komoditas pertanian Indonesia menurut sub sektor periode bulan Agustus-September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 2.1. Volume VII, Nomor 12/Desember

10 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Tabel 2.1. Ekspor-impor pertanian Indonesia menurut sub sektor, Agustus - September 2013 No Sub Sektor Agustus September Pertumb. (%) Sep thd Agustus Kumulatif Januari-Sep 1 Tanaman Pangan Volume (Kg) - Ekspor 9,287,079 33,571, ,270,262 - Impor 938,430, ,919, ,144,690,622 - Neraca -929,143, ,347, ,998,420,360 Nilai (US$) - Ekspor 7,331,014 20,836, ,582,375 - Impor 391,462, ,113, ,977,555,480 - Neraca -384,131, ,277, ,872,973,105 2 Hortikultura Volume (Kg) - Ekspor 26,887,922 47,001, ,057,311 - Impor 108,543, ,805, ,210,397,503 - Neraca -81,655,682-71,804, ,340,192 Nilai (US$) - Ekspor 28,374,430 45,895, ,518,754 - Impor 107,682, ,185, ,180,491,875 - Neraca -79,307,957-73,290, ,973,121 3 Perkebunan Volume (Kg) - Ekspor 2,248,829,467 2,669,153, ,345,955,885 - Impor 63,379, ,490, ,049,183,934 - Neraca 2,185,449,739 2,493,663, ,296,771,951 Nilai (US$) - Ekspor 2,018,127,135 2,428,450, ,390,249,829 - Impor 143,871, ,311, ,951,173,626 - Neraca 1,874,255,583 2,140,138, ,439,076,203 4 Peternakan Volume (Kg) - Ekspor 12,903,596 16,976, ,144,084 - Impor 93,913, ,158, ,695,701 - Neraca -81,009,941-86,181, ,551,617 Nilai (US$) - Ekspor 34,133,557 46,429, ,794,835 - Impor 232,649, ,224, ,067,750,574 - Neraca -198,516, ,794, ,665,955,739 PERTANIAN Volume (Kg) - Ekspor 2,297,908,064 2,766,703, ,890,427,542 - Impor 1,204,267,047 1,111,374, ,261,967,760 - Neraca 1,093,641,017 1,655,329, ,628,459,782 Nilai (US$) - Ekspor 2,087,966,136 2,541,610, ,200,145,793 - Impor 875,665, ,835, ,176,971,555 - Neraca 1,212,300,176 1,604,775, ,023,174,238 Sumber: BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

11 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan 2.2. Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Komoditas Sub Sektor Tanaman Pangan Volume ekspor sub sektor tanaman pangan pada bulan September 2013 mencapai 33,57 ribu ton atau naik 261,49% dibandingkan bulan Agustus Demikian pula nilai ekspor komoditas sub sektor tanaman pangan mengalami peningkatan sebesar 184,22%, yakni dari US$ 7,33 juta menjadi US$ 20,84 juta. Komoditas ekspor utama sub sektor tanaman pangan sekaligus penyumbang ekspor terbesar sub sektor ini pada bulan Agustus 2013 adalah gandum/meslin olahan yang mencapai US$ 6,41 juta. Komoditas berikutnya yang menyumbang nilai ekspor tanaman pangan cukup besar adalah kacang hijau yang mencapai US$ 5,91 juta, ubi kayu olahan sebesar US$ 4,84 juta, serta kacang tanah olahan sebesar US$ 1,14 juta. Ekspor komoditas sub sektor tanaman pangan bulan Agustus-September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 2.2. Tabel 2.2. Ekspor komoditas sub sektor tanaman pangan, Agustus September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September No Komoditas Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Beras 64, ,289 21,010 23, , ,534 2 Beras olahan 32,583 8,282 18,200 3, ,844 99,379 3 Gandum, Meslin , ,439 92,024 4 Gandum, Meslin olahan 4,661,594 2,502,015 13,270,147 6,409, ,481,651 33,320,875 5 Jagung 74,550 35,812 89,775 52, ,390,216 9,100,154 6 Jagung olahan 97,719 46,374 39,336 15, ,493, ,205 7 Kacang tanah 112, ,923 68,020 68, ,075,442 1,489,002 8 Kacang tanah olahan 151, , ,050 1,136, ,074,150 8,040,815 9 Kedele 14,500 1, ,800 46, , , , Kedele olahan 705, , , , ,961,261 11,183, Kacang Hijau 1,652,460 1,776,084 5,883,669 5,909, ,420,438 8,723, Ubi jalar 577, , , , ,121,661 6,157, Ubi kayu 102,671 92,142 1,215, ,954 1, ,300,602 3,257, Ubi kayu olahan 230, ,507 10,668,700 4,835,967 4, , ,551,651 15,410, Tanaman Pangan Lainnya 808, , , , ,648,083 5,749,384 Total 9,287,079 7,331,014 33,571,806 20,836, ,270, ,582,375 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Perkembangan nilai impor komoditas sub sektor tanaman pangan pada bulan September 2013 mengalami penurunan sebesar 24,36% dibandingkan bulan Agustus 2013, yakni dari US$ 391,46 juta menjadi US$ 296,11 juta. Demikian pula dari sisi volume impor komoditas tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 23,92% yakni dari 938,43 juta ton, menjadi 713,92 juta ton. Pada bulan September 2013, komoditas utama Volume VII, Nomor 12/Desember

12 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian impor sub sektor ini adalah gandum/meslin segar yang mencapai US$ 158,30 juta, jagung segar sebesar US$ 33,95 juta dan beras sebesar US$ 26,99 juta. Perkembangan impor komoditas sub sektor tanaman pangan bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 2.3. Tabel 2.3. Impor komoditas sub sektor tanaman pangan, Agustus - September 2013 Pertumbuhan Agustus September No Komoditas (%) Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Beras 35,817,772 19,132,455 50,778,040 26,996, ,485, ,328,226 2 Beras olahan ,161 35,053 3 Gandum, Meslin 542,256, ,725, ,533, ,300, ,898,734,987 1,830,446,903 4 Gandum, Meslin olahan 18,400,540 11,429,029 29,877,529 18,294, ,564, ,561,221 5 Jagung 182,696,023 53,738, ,902,118 33,948, ,915,410, ,137,365 6 Jagung olahan 638, ,534 1,098, , ,216,568 3,291,547 7 Kacang tanah 19,978,868 22,751,882 16,527,205 19,201, ,402, ,566,899 8 Kacang tanah olahan 36,783 82, , , ,187,072 3,283,968 9 Kedele 101,804,890 64,970,808 20,263,801 13,084, ,212,494, ,522, Kedele olahan 939, ,002 3,130,311 3,409, ,531,633 21,152, Kacang Hijau 14,739,576 14,984,295 8,646,034 8,176, ,976,054 80,897, Ubi jalar ,085 31, Ubi kayu ,798 38, Ubi kayu olahan 16,558,300 8,577,731 18,279,750 9,341, ,334,479 93,775, Tanaman Pangan Lainnya 4,562,727 2,926,002 7,778,565 4,519, ,219,630 31,486,093 Total 938,430, ,462, ,919, ,113, ,144,690,622 3,977,555,480 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Berdasarkan realisasi ekspor dan impor tersebut, maka neraca perdagangan sub sektor tanaman pangan pada bulan September 2013 menunjukkan posisi defisit sebesar US$ 275,28 juta dan mengalami penurunan defisit sebesar 28,34% dibandingkan bulan Agustus Pada bulan September 2013, defisit neraca perdagangan terbesar terjadi pada komoditas gandum/meslin segar yang mencapai US$ 158,29 juta, disusul kemudian oleh jagung segar dengan defisit neraca perdagangan sebesar US$ 33,89 juta, beras sebesar US$ 26,97 juta dan kacang tanah sebesar US$ 19,13 juta. Neraca perdagangan komoditas sub sektor tanaman pangan periode bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

13 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan Tabel 2.4. Neraca perdagangan komoditas sub sektor tanaman pangan, Agustus - September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September No Komoditas Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Beras -35,753,312-19,020,166-50,757,030-26,972, ,618, ,455,692 2 Beras olahan 32,583 8,282 18,200 3, ,683 64,326 3 Gandum, Meslin -542,256, ,725, ,532, ,297, ,898,715,548-1,830,354,879 4 Gandum, Meslin olahan -13,738,946-8,927,014-16,607,382-11,885, ,083, ,240,346 5 Jagung -182,621,473-53,702, ,812,343-33,896, ,909,020, ,037,211 6 Jagung olahan -541, ,160-1,059, , ,722,854-2,626,342 7 Kacang tanah -19,865,894-22,612,959-16,459,185-19,132, ,327, ,077,897 8 Kacang tanah olahan 114, , , , ,887,078 4,756,847 9 Kedele -101,790,390-64,969,530-20,120,001-13,037, ,211,772, ,100, Kedele olahan -233, ,307-2,481,591-2,569, ,570,372-9,969, Kacang Hijau -13,087,116-13,208,211-2,762,365-2,266, ,555,616-72,173, Ubi jalar 577, , , , ,100,576 6,125, Ubi kayu 102,671 92,142 1,215, , ,199,804 3,218, Ubi kayu olahan -16,327,700-8,421,224-7,611,050-4,505, ,782,828-78,365, Tanaman Pangan Lainnya -3,754,291-2,369,406-7,503,141-4,412, ,571,547-25,736,708 Total -929,143, ,131, ,347, ,277, ,998,420,360-3,872,973,105 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Komoditas Sub Sektor Hortikultura Total nilai ekspor sub sektor hortikultura pada bulan September 2013 adalah US$ 45,89 juta atau mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 61,75% dibandingkan bulan Agustus Demikian pula, dari sisi volume ekspor mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 74,80%, yaitu dari 26,88 ribu ton menjadi 47,00 ribu ton. Komoditas sub sektor hortikultura yang mempunyai nilai ekspor terbesar pada bulan September 2013 adalah nenas sebesar US$ 16,14 juta, jahe sebesar US$ 5,07 juta, kubis segar sebesar US$ 3,00 juta serta cabe sebesar US$ 2,37 juta. Perkembangan ekspor komoditas hortikultura periode bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 2.5. Volume VII, Nomor 12/Desember

14 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Tabel 2.5. Ekspor komoditas sub sektor hortikultura, Agustus - September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September Kumulatif Jan - Sep No Komoditas Sep thd Ags Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) A. SAYURAN 1 Kentang 1) 402, , , , ,233,167 2,875,522 2 Bawang bombay 1) 87,998 55, ,297 73, ,164,758 1,177,486 3 Bawang merah 1) 27,000 54,264 1,220,725 1,025,754 4, , ,250,975 1,081,373 4 Bawang putih 1) 124, , , , ,342,858 2,454,110 5 Tomat 1) 160, , , , ,087,904 2,398,773 6 Bunga kol dan brokoli segar 830 1,758 27,960 9,508 3, ,419 12,201 7 Kubis segar 5,604,146 1,387,469 13,577,079 3,003, ,679,814 10,453,578 8 Terung 161, , , , ,002,683 1,042,782 9 Kacang kapri segar dan beku - - 1,207 3, ,408 78, Jamur dan cendawan 452, , , , ,524,391 9,504, Cabe 1) 603, , ,701 2,368, ,642,620 18,367,734 B BUAH-BUAHAN 13 Pisang segar 24,768 35, ,875 81, ,563, , Nenas 1) 12,112,857 10,769,922 17,390,795 16,138, ,814, ,757, Mangga 36,203 49,027 34,133 48, , , Manggis 20,280 13,550 8,224 5, ,129,790 4,031, Jeruk 1) 37,608 21,735 54,640 81, ,434,292 1,039, Anggur 1) 55,709 1,197,714 47, , ,963 10,434, Apel 1) 8,920 9, ,767 69, Pir 1) ,919 83, Lengkeng 1) ,142 3,213 C TANAMAN HIAS 24 Anggrek 2,063 22,119 3,325 35, , , Krisan 6,214 78,325 8,652 99, , , Tanaman hidup lainnya 257,910 1,087, ,424 1,304, ,928,311 10,373,187 D TANAMAN BIOFARMAKA 27 Jahe 3,843,128 2,179,336 7,327,105 5,076, ,109,876 10,209, Turmeric (Curcuma) 242, , , , ,948 1,070,705 E HORTIKULTURA LAINNYA 2,614,607 8,359,141 4,164,469 13,503, ,353, ,774,712 Total 26,887,922 28,374,430 47,001,405 45,895, ,057, ,518,754 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: 1 ) wujud segar dan olahan Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Nilai impor komoditas sub sektor hortikultura pada bulan September 2013 mengalami peningkatan sebesar 10,68% dibandingkan bulan Agustus 2013, yakni dari US$ 107,68 juta menjadi US$119,18 juta. Demikian pula, dari sisi volume mengalami peningkatan sebesar 9,45%, yaitu dari 108,54 ribu ton menjadi 118,81 ribu ton. Realisasi nilai impor yang cukup besar pada bulan September 2013 adalah bawang putih (US$ 33,26 juta), pir (US$ 10,91 juta), anggur (US$ 9,71 juta), apel (US$ 9,38 juta), kentang (US$ 8,39 juta), jeruk (US$ 8,16 juta), lengkeng (US$ 4,28 juta), bawang bombay (US$ 2,31 juta), serta cabe (US$ 2,04 juta) Perkembangan impor komoditas sub sektor hortikultura bulan Agustus - September 2013 disajikan pada Tabel Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

15 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan Tabel 2.6. Impor komoditas sub sektor hortikultura, Agustus - September 2013 SAYURAN Pertumbuhan (%) Agustus September Kumulatif Jan - Sep Sep thd Ags Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) Kentang 1) 7,539,438 6,177,481 10,686,852 8,389, ,087,448 61,144,103 Bawang bombay 1) 3,344,090 2,854,999 2,616,292 2,315, ,335,004 25,028,101 Bawang merah 1) 3,626,935 1,704,100 3,373,786 1,639, ,325,560 33,643,918 Bawang putih 1) 41,898,993 37,410,701 38,051,101 33,261, ,406, ,797,570 Tomat 1) 463, , , , ,411,578 9,222,321 Bunga kol dan brokoli segar 116, ,270 61, , , ,616 Kubis segar 37,568 57, , , , ,475 Terung Kacang kapri segar dan beku 403, , , , ,935,527 9,001,309 Jamur dan cendawan 170, , , , ,136,958 4,658,110 Cabe 1) 1,910,425 2,118,309 1,606,236 2,045, ,756,288 18,815,436 BUAH-BUAHAN Pisang segar 20,020 9,163 39,671 22, , ,679 Nenas 1) ,257 46,152 11, , , ,261 Mangga ,200 96, ,200 96,552 Manggis Jeruk 1) 3,243,409 4,444,191 5,947,387 8,164, ,745, ,622,391 Anggur 1) 3,785,705 8,771,947 3,570,699 9,713, ,658,685 76,598,860 Apel 1) 6,871,865 9,299,317 6,770,424 9,386, ,640, ,212,308 Pir 1) 6,686,113 5,685,029 12,589,986 10,914, ,843,865 87,344,730 Lengkeng 1) 10,788,120 12,731,240 3,585,324 4,283, ,446,627 52,642,066 TANAMAN HIAS Anggrek ,897 36,127 Krisan , ,496 46,916 Tanaman hidup lainnya 483, , , , ,160,281 5,850,616 TANAMAN BIOFARMAKA Jahe 164, , , , ,432,774 5,182,173 Turmeric (Curcuma) 5,565 56,655 66,700 91,051 1, , ,546 HORTIKULTURA LAINNYA 16,982,903 14,683,260 26,971,251 25,706, ,617, ,607,691 Total 108,543, ,682, ,805, ,185, ,210,397,503 1,180,491,875 er Komoditas : BPS, diolah Pusdatin angan: 1 ) wujud segar dan olahan Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Pada bulan September 2013, neraca perdagangan sub sektor hortikultura mengalami defisit US$ 73,29 juta dan mengalami penurunan defisit sebesar 7,59% dibandingkan bulan Agustus Komoditas yang mengalami defisit neraca perdagangan yang cukup besar yakni bawang putih (US$ 33,03 juta), pir (US$ 10,91 juta), apel (US$ 9,38 juta) dan anggur (US$ 8,78 juta). Komoditas hortikultura yang mengalami surplus terbesar adalah nenas (US$ 16,09 juta) berikutnya adalah jahe (US$ 4,83 juta). Perkembangan neraca perdagangan komoditas sub sektor hortikultura bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 2.7. Volume VII, Nomor 12/Desember

16 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Tabel 2.7. Neraca perdagangan komoditas sub sektor hortikultura, Agustus - September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September Kumulatif Jan - Sep No Komoditas Sep thd Ags Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) A. SAYURAN 1 Kentang 1) -7,137,354-5,938,645-10,133,152-7,941, ,854,281-58,268,581 2 Bawang bombay 1) -3,256,092-2,799,728-2,499,995-2,241, ,170,246-23,850,615 3 Bawang merah 1) -3,599,935-1,649,836-2,153, , ,074,585-32,562,545 4 Bawang putih 1) -41,774,592-37,106,353-37,914,332-33,033, ,063, ,343,460 5 Tomat 1) -302, , , , ,323,674-6,823,548 6 Bunga kol dan brokoli segar -116, ,512-33, , , ,415 7 Kubis segar 5,566,578 1,329,935 13,372,517 2,839, ,156,753 9,852,103 8 Lobak Cina 1) 161, , , , ,002,683 1,042,782 9 Kacang kapri segar dan beku -403, , , , ,844,119-8,922, Jamur dan cendawan 282, ,103 73, , ,387,433 4,846, Cabe 1) -1,306,672-1,152, , , ,113, ,702 B BUAH-BUAHAN 13 Pisang segar 4,748 26, ,204 59,169 2, ,477, , Nenas 1) 12,112,581 10,769,428 17,358,538 16,092, ,577, ,458, Mangga 36,203 49, , , , Manggis 20,280 13,550 8,224 5, ,129,790 4,031, Jeruk 1) -3,205,801-4,422,456-5,892,747-8,082, ,311, ,583, Anggur 1) -3,729,996-7,574,233-3,523,069-8,781, ,245,722-66,163, Apel 1) -6,862,945-9,289,382-6,769,507-9,385, ,567, ,142, Pir 1) -6,686,113-5,685,029-12,589,986-10,914, ,771,946-87,261, Lengkeng 1) -10,788,120-12,731,240-3,585,324-4,283, ,444,485-52,638,853 C TANAMAN HIAS 24 Anggrek 2,063 22,119 3,325 35, , , Krisan 6,214 78,325 8,172 89, , , Tanaman hidup lainnya -225, , , , ,231,970 4,522,571 D TANAMAN BIOFARMAKA 27 Jahe 3,678,200 1,972,249 7,063,085 4,829, ,677,102 5,027, Turmeric (Curcuma) 237, , ,807 99, , ,159 E HORTIKULTURA LAINNYA -14,368,296-6,324,119-22,806,782-12,203, ,263, ,832,979 Total -81,655,682-79,307,957-71,804,581-73,290, ,340, ,973,121 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: 1 ) wujud segar dan olahan Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Komoditas Sub Sektor Perkebunan Selama bulan Agustus - September 2013, volume ekspor komoditas perkebunan mengalami peningkatan sebesar 18,69% yaitu dari 2,25 juta ton menjadi 2,67 juta ton. Demikian juga dari sisi nilainya mengalami peningkatan sebesar 20,33% yakni dari US$ 2,02 milyar menjadi US$ 2,43 milyar. Peningkatan volume ekspor pada periode ini dipengaruhi oleh meningkatnya volume ekspor karet, kopi, kakao yang cukup dominan diekspor. Pada bulan September 2013, komoditas yang mempunyai realisasi ekspor terbesar yakni minyak sawit mencapai US$ 1,36 milyar, disusul kemudian oleh komoditas karet sebesar US$ 525,91 juta. Komoditas andalan ekspor sub sektor perkebunan lainnya 12 Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

17 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan adalah kopi sebesar US$ 133,69 juta, kakao sebesar US$ 105,49 juta, kelapa sebesar US$ 66,43 juta, dan lada sebesar US$ 57,92 juta. Perkembangan ekspor sub sektor perkebunan bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 2.8. Tabel 2.8. Ekspor komoditas sub sektor perkebunan, Agustus - September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September No Komoditas Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Kelapa 71,622,798 34,447, ,792,607 66,431, ,159, ,166,175 2 Karet 207,205, ,522, ,104, ,909, ,999,572,307 5,267,905,746 3 Minyak sawit 1,786,957,471 1,213,775,847 1,953,408,806 1,362,381, ,573,358,321 12,631,039,730 4 Kopi 51,366, ,764,482 66,891, ,688, ,493, ,897,538 5 Teh 4,223,013 8,815,935 6,385,983 13,324, ,155, ,954,489 6 Lada 5,704,184 39,050,787 8,043,150 57,552, ,610, ,783,240 7 Tembakau 2,175,535 15,104,676 2,574,277 10,920, ,094, ,682,223 8 Kakao 29,857,728 82,050,503 37,999, ,489, ,863, ,748,370 9 Kapas 1,555,792 2,311,980 2,976,565 4,474, ,755,820 35,760, Cassiavera (kayu manis) 3,286,070 4,549,083 4,295,037 6,146, ,650,416 51,868, Kemiri 28,528,101 1,890,080 6,771, ,662 (76) (73) 92,688,320 7,891, Gula tebu 41,896,137 5,587,273 73,556,267 9,291, ,154,124 38,159, Pinang 6,909,625 5,062,249 24,374,058 16,855, ,266, ,919, Jambu mete 439,120 1,963,536 4,605,558 7,636, ,880,478 44,038, Minyak atsiri 251,545 4,880, ,010 5,867, ,063,785 54,473, Gambir 1,021,823 2,251,713 1,092,506 2,227, ,724,850 26,439, Lainnya 5,828,085 14,098, ,797,694 99,734, ,463, ,521,096 Total 2,248,829,467 2,018,127,135 2,669,153,784 2,428,450, ,345,955,885 21,390,249,829 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Indonesia masih melakukan impor beberapa komoditas perkebunan, walaupun dalam proporsi yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan realisasi ekspornya. Impor komoditas perkebunan bulan Agustus - September 2013 mengalami peningkatan cukup signifikan dari sisi volume sebesar 176,89%, dan dari sisi nilai naik sebesar 100,40%. Pada bulan September 2013, volume impor komoditas perkebunan mencapai 175,49 ribu ton atau setara dengan US$ 288,31 juta, dimana yang dominan diimpor oleh Indonesia adalah kapas, tembakau, gula tebu dan kakao. Realisasi impor kapas pada bulan September 2013 mencapai 66,78 ribu ton atau setara dengan US$ 137,07 juta, disusul kemudian oleh tembakau sebesar 17,31 ribu ton atau setara dengan US$ 79,49 juta, gula tebu sebesar 64,87 ribu ton atau setara dengan US$ 28,25 juta, dan kakao sebesar 6,40 ribu ton atau setara US$ 18,46 juta. Perkembangan impor sub sektor perkebunan bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 2.9. Volume VII, Nomor 12/Desember

18 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Tabel 2.9. Impor komoditas sub sektor perkebunan, Agustus - September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September No Komoditas Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Kelapa 2,170,458 1,656, , , ,037,068 3,085,956 2 Karet 2,124,476 3,924,627 1,702,688 3,741, ,306,900 37,362,002 3 Minyak sawit 7,192,653 5,490,351 9,712,058 7,243, ,240,835 34,216,658 4 Kopi 41, , ,555 1,027, ,343,024 34,737,801 5 Teh 1,334,172 2,095,096 1,973,100 2,695, ,557,846 23,356,982 6 Lada 47, ,519 47, , ,527 2,737,504 7 Tembakau 8,289,253 39,920,508 17,314,354 79,489, ,345, ,578,029 8 Kakao 3,936,282 10,758,037 6,402,011 18,460, ,318, ,599,524 9 Kapas 33,502,428 70,828,784 66,783, ,070, ,313,704 1,020,651, Cassiavera (kayu manis) 75, ,000 14,500 44, ,601 2,184, Kemiri 21, ,403 82, , ,635 1,559, Gula tebu 1,140, ,183 64,868,250 28,254, ,733, ,225, Pinang ,007 38, Jambu mete 272,103 1,182, , , ,801,223 11,019, Minyak atsiri 150,059 2,960, ,562 3,140, ,580,929 25,445, Gambir ,006 3, Lainnya 3,083,139 3,339,041 5,637,804 5,242, ,190,587 42,370,310 Total 63,379, ,871, ,490, ,311, ,049,183,934 1,951,173,626 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Komoditas perkebunan merupakan komoditas andalan ekspor Indonesia, karena dari waktu ke waktu neraca perdagangan komoditas perkebunan hampir selalu mengalami surplus. Surplus neraca perdagangan pada bulan September 2013 sebesar US$ 2,14 milyar, mengalami peningkatan baik dari sisi nilai sebesar 14,19% dan volume sebesar 14,10% dibanding bulan Agustus Selama periode bulan September 2013, surplus neraca perdagangan yang terbesar adalah komoditas minyak sawit mencapai US$ 1,36 milyar, disusul oleh komoditas karet sebesar US$ 522,17 juta, kopi sebesar US$ 132,66 juta, kakao sebesar US$ 87,03 juta, kelapa sebesar US$ 66,17 dan lada sebesar US$ 57,19 juta. Sementara, komoditas yang mengalami defisit neraca perdagangan pada bulan September 2013 adalah kapas yang mencapai US$ 132,59 juta, tembakau sebesar US$ 68,57 juta dan gula tebu sebesar US$ 18,96 juta. Neraca perdagangan sub sektor perkebunan bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

19 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan Tabel Neraca perdagangan komoditas sub sektor perkebunan, Agustus - September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September No Komoditas Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Kelapa 69,452,340 32,791, ,533,080 66,175, ,122, ,080,219 2 Karet 205,081, ,597, ,401, ,168, ,982,265,407 5,230,543,744 3 Minyak sawit 1,779,764,818 1,208,285,496 1,943,696,748 1,355,138, ,528,117,486 12,596,823,072 4 Kopi 51,325, ,562,951 66,581, ,660, ,150, ,159,737 5 Teh 2,888,841 6,720,839 4,412,883 10,628, ,598,095 96,597,507 6 Lada 5,656,946 38,724,268 7,995,488 57,190, ,337, ,045,736 7 Tembakau -6,113,718-24,815,832-14,740,077-68,568, ,251, ,895,806 8 Kakao 25,921,446 71,292,466 31,597,955 87,029, ,544, ,148,846 9 Kapas -31,946,636-68,516,804-63,806, ,596, ,557, ,891, Cassiavera (kayu manis) 3,211,070 4,264,083 4,280,537 6,101, ,883,815 49,684, Kemiri 28,507,076 1,672,677 6,689, , ,362,685 6,332, Gula tebu 40,756,046 4,902,090 8,688,017-18,963, ,420,435-68,065, Pinang 6,909,623 5,062,243 24,374,057 16,855, ,218, ,880, Jambu mete 167, ,531 4,422,783 6,695, ,079,255 33,019, Minyak atsiri 101,486 1,919, ,448 2,727, ,856 29,027, Gambir 1,021,823 2,251,713 1,092,506 2,227, ,723,844 26,436, Lainnya 2,744,946 10,759, ,159,890 94,492, ,272, ,150,786 Total 2,185,449,739 1,874,255,583 2,493,663,137 2,140,138, ,296,771,951 19,439,076,203 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Komoditas Sub Sektor Peternakan Nilai ekspor sub sektor peternakan pada bulan September 2013 dibandingkan dengan bulan Agustus 2013 mengalami peningkatan sebesar 36,02% yakni dari US$ 34,13 juta menjadi US$ 46,43 juta. Demikian pula, dari sisi volume ekspor naik dari 12,90 ribu ton menjadi 16,98 ribu ton atau naik 31,57%. Komoditas ekspor utama sub sektor peternakan pada bulan September 2013 adalah komoditas kulit dan jangat yang mencapai US$ 10,85 juta, disusul kemudian oleh babi hidup sebesar US$ 6,58 juta, lemak sebesar US$ 6,32 juta, susu dan kepala susu sebesar US$ 5,23 juta, serta daging kodok sebesar US$ 1,97 juta. Perkembangan ekspor komoditas sub sektor peternakan bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel Volume VII, Nomor 12/Desember

20 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Tabel Ekspor komoditas sub sektor peternakan, Agustus - September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September No Komoditas Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Sapi hidup Kerbau hidup Babi hidup 3,219,891 6,569,606 3,198,940 6,583, ,242,424 48,310,978 4 Primata hidup ,400 5 Kelinci hidup 172,175 70, ,620 (100) , ,094 6 Binatang melata hidup 35, ,515 34, , ,523 1,919,822 7 Burung hidup , , ,150 8 Daging dan jeroan lembu ,688 5,017 9 Daging biri-biri atau kambing Daging ayam , Daging bebek Daging binatang melata 54,961 30,096 55,310 40, , , Daging kodok 171,226 1,053, ,440 1,972, ,462,017 14,084, Susu dan kepala susu 2,879,663 5,748,886 2,781,401 5,229, ,632,811 53,131, Yogurt 49,272 48, , , , , Mentega 494, ,593 1,199,800 1,473, ,196,371 12,765, Keju dan dadih susu 20,950 75,346 73, , ,632,811 53,131, Telur unggas , Madu alam , ,472 15, , ,805 2,305, Bulu babi Bulu unggas 115, , , , ,411,646 2,966, Lemak 4,597,546 3,887,737 7,653,267 6,322, ,282,000 48,938, Makanan olahan lain 503, , , , ,555,926 6,660, Obat hewan 20, ,209 36,616 1,502, ,433 9,959, Kulit dan jangat 382,721 7,745, ,384 10,853, ,761,155 97,050, Wol 153, , , , Lainnya 31,948 7,039,378 70,365 10,623, ,302,835 47,725,688 Total 12,903,596 34,133,557 16,976,792 46,429, ,144, ,794,835 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Perkembangan nilai impor sub sektor peternakan bulan September 2013 dibandingkan bulan Agustus 2013 mengalami peningkatan sebesar 0,25%, demikian juga dari sisi volume naik sebesar 9,84%. Pada bulan September 2013, realisasi impor komoditas peternakan mencapai 103,16 ribu ton atau setara US$ 233,22 juta. Nilai impor terbesar terjadi pada komoditas susu dan kepala susu yang mencapai US$ 75,41 juta, diikuti oleh makanan olahan lain sebesar US$ 46,82 juta, kulit dan jangat sebesar US$ 36,59 juta, mentega sebesar US$ 34,51 juta, daging dan jeroan lembu sebesar US$ 11,67 juta, serta sapi hidup sebesar US$ 8,36 juta. Perkembangan impor komoditas sub sektor peternakan bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

21 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Buletin Bulanan Tabel Impor komoditas sub sektor peternakan, Agustus - September 2013 Pertumbuhan Agustus September No Komoditas (%) Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Sapi hidup 17,401,730 40,859,559 3,530,543 8,364, ,638, ,008,683 2 Kerbau hidup ,914 2,914,211 3 Babi hidup Primata hidup Kelinci hidup ,717 6 Binatang melata hidup , ,815 38,471 7 Burung hidup 621 6,848 1,791 30, , ,163 8 Daging dan jeroan lembu 2,526,905 11,273,162 2,593,275 11,666, ,366, ,677,685 9 Daging biri-biri atau kambing 18, ,728 38, , ,428 6,523, Daging ayam 20, ,419 14,911 45, ,267 1,009, Daging bebek ,276 1,539, Daging binatang melata Daging kodok Susu dan kepala susu 16,690,476 72,393,737 17,326,760 75,408, ,195, ,001, Yogurt 0 0 2,938 17, , , Mentega 9,888,426 26,986,656 13,079,552 34,515, ,284, ,374, Keju dan dadih susu 1,345,651 6,645,838 1,221,321 5,650, ,107,268 71,390, Telur unggas 99, , ,373 1,581, ,251,943 7,042, Madu alam 121, , , , ,679,156 6,719, Bulu babi 65, ,682 71, , ,892 7,199, Bulu unggas 469,685 6,047, ,729 3,133, ,678,105 40,013, Lemak 223, , , , ,835,858 6,504, Makanan olahan lain 40,303,682 32,572,380 57,453,072 46,815, ,324, ,389, Obat hewan 93,706 3,608, ,753 3,506, ,046,014 38,990, Kulit dan jangat 4,122,767 28,169,799 5,222,972 36,588, ,029, ,247, Wol 79, , ,622 2,063, ,045,096 12,222, Lainnya 441, , ,939 1,308, ,016,755 10,462,184 Total 93,913, ,649, ,158, ,224, ,695,701 2,067,750,574 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI 2012 Neraca perdagangan sub sektor peternakan pada periode bulan Agustus - September 2013 mengalami penurunan defisit dari sisi nilai sebesar 5,90%, namun sebaliknya mengalami peningkatan dari sisi volume sebesar 6,38%. Pada bulan September 2013, defisit neraca perdagangan komoditas peternakan mencapai US$ 186,79 ribu. Defisit neraca perdagangan terbesar terjadi pada komoditas susu dan kepala susu yang mencapai US$ 70,18 juta, disusul makanan olahan lain sebesar US$ 46,22 juta, mentega sebesar US$ 33,04 juta, kulit dan jangat sebesar US$ 25,77 juta, daging dan jeroan lembu sebesar US$ 11,67 ribu serta sapi hidup sebesar US$ 8,36 juta. Sementara, surplus neraca perdagangan terbesar di bulan September 2013 dialami komoditas babi hidup sebesar US$ 6,58 juta, lemak sebesar US$ 5,36 juta, dan daging kodok sebesar US$ 1,97 juta. Neraca perdagangan sub sektor peternakan bulan Agustus - September 2013 secara rinci disajikan pada Tabel Volume VII, Nomor 12/Desember

22 Buletin Bulanan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Tabel Neraca perdagangan komoditas sub sektor peternakan, Agustus September 2013 Pertumbuhan (%) Agustus September No Komoditas Sep thd Ags Kumulatif Jan - Sep Volume (Kg) Nilai (US$) Volume (Kg) Nilai (US$) Volume Nilai Volume (Kg) Nilai (US$) 1 Sapi hidup -17,401,730-40,859,559-3,530,543-8,364, ,638, ,008,683 2 Kerbau hidup ,914-2,914,211 3 Babi hidup 3,219,891 6,569,606 3,198,940 6,583, ,242,424 48,310,978 4 Primata hidup ,400 5 Kelinci hidup 172,175 70, , , ,377 6 Binatang melata hidup 35, ,515 34, , ,708 1,881,351 7 Burung hidup ,352-1,557 31, , ,013 8 Daging dan jeroan lembu -2,526,692-11,273,009-2,593,106-11,666, ,363, ,672,668 9 Daging biri-biri atau kambing -18, ,728-38, , ,165-6,522, Daging ayam -20, ,419-14,911-45, ,807-1,008, Daging bebek ,276-1,539, Daging binatang melata 54,961 30,096 55,310 40, , , Daging kodok 171,226 1,053, ,440 1,972, ,462,017 14,084, Susu dan kepala susu -13,810,813-66,644,851-14,545,359-70,178, ,562, ,870, Yogurt 49,272 48, , , , , Mentega -9,394,420-26,426,063-11,879,752-33,041, ,087, ,609, Keju dan dadih susu -1,324,701-6,570,492-1,147,706-5,401, ,525,543-18,259, Telur unggas -99, , ,373-1,581, ,251,543-7,039, Madu alam -120, , , , ,511,351-4,413, Bulu babi -65, ,682-71, , ,892-7,199, Bulu unggas -354,107-5,835, ,312-2,794, ,266,459-37,047, Lemak 4,373,745 3,360,329 7,215,208 5,357, ,446,142 42,434, Makanan olahan lain -39,799,922-32,105,359-56,841,332-46,219, ,768, ,728, Obat hewan -73,608-3,399,046-79,137-2,003, ,581-29,031, Kulit dan jangat -3,740,046-20,424,177-4,640,588-25,735, ,268, ,197, Wol 73, , ,622-2,063, ,540-11,237, Lainnya -409,259 6,265, ,574 9,314, ,319,590 37,263,504 Total -81,009, ,516,043-86,181, ,794, ,551,617-1,665,955,739 Sumber : BPS, diolah Pusdatin Keterangan: Cakupan kode HS yang digunakan sesuai dengan BTKI Volume VII, Nomor 12/Desember 2013

23 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian BAB III. INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DAN LAJU INFLASI Buletin Bulanan 3.1. Perkembangan IHK Gabungan 66 Kota di Indonesia Bulan Nopember 2013 Perkembangan IHK umum gabungan 66 kota pada bulan Nopember 2013 secara umum menunjukkan inflasi sebesar 0,12% atau mengalami kenaikan Indeks harga Konsumen (IHK) dari 145,87% pada bulan Oktober 2013 menjadi 146,04% pada bulan Nopember Kelompok penyusun IHK umum gabungan 66 kota terdiri dari 7 kelompok, yaitu: (1) bahan makanan; (2) makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau; (3) perumahan, air, listrik dan bahan bakar; (4) sandang; (5) kesehatan; (6) pendidikan, rekreasi dan olahraga; serta (7) transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Hampir semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,27%, kelompok perumahan,air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,68%, kelompok kesehatan sebesar 0,34%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,11% dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02%. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi atau penurunan harga yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,47% dan kelompok sandang sebesar 0,03%. Apabila dilihat selama periode tahun ini (Januari-Nopember 2013) lebih dikenal dengan istilah inflasi tahun kalender terjadi inflasi umum sebesar 7,79% dan tingkat inflasi year on year (Nopember 2013 terhadap Nopember 2012) sebesar 8,37%. Terjadinya inflasi tahun kalender tersebut disebabkan semua kelompok penyusun IHK mengalami kenaikan yaitu kelompok bahan makanan sebesar 10,48%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 6,67%, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 5,75%, kelompok sandang sebesar 0,35%, kelompok kesehatan sebesar 3,53%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 3,85% dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 14,72%. Sedangkan untuk tingkat inflasi year on year (Nopember 2013 terhadap Nopember 2012) semua kelompok IHK juga mengalami kenaikan harga yaitu kelompok Bahan makanan sebesar 12,24%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 6.98%, kelompok perumahan, air, lisrik, gas & bahan bakar sebesar 5,94%, kelompok sandang sebesar 0,59%, kelompok kesehatan sebesar 3,72%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 3,90% Volume VII, Nomor 12/Desember

KATA PENGANTAR. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

KATA PENGANTAR. Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc. SEPTEMBER 2013 KATA PENGANTAR Dalam rangka menyediakan data indikator makro sektor pertanian serta hasil analisisnya, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian pada tahun 2013 kembali menerbitkan Buletin

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc. JUNI 2013 KATA PENGANTAR Dalam rangka menyediakan data indikator makro sektor pertanian serta hasil analisisnya, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian pada tahun 2013 kembali menerbitkan. Indikator

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc.

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ir. M. Tassim Billah, MSc. OKTOBER 2013 KATA PENGANTAR Dalam rangka menyediakan data indikator makro sektor pertanian serta hasil analisisnya, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian pada tahun 2013 kembali menerbitkan Buletin

Lebih terperinci

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 12/Desember 2014

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 12/Desember 2014 DESEMBER 2014 Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 12/Desember 2014 Ukuran Buku : 20,5 cm x 29,0 cm Desain grafis: Sehusman, SP Penanggung Jawab: Ir. M. Tassim Billah, MSc

Lebih terperinci

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 3/Maret 2014

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 3/Maret 2014 MARET 2014 Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 3/Maret 2014 Ukuran Buku : 20,5 cm x 29,0 cm Desain grafis: Sehusman, SP Penanggung Jawab: Ir. M. Tassim Billah, MSc Redaktur

Lebih terperinci

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 9/September 2014

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 9/September 2014 SEPTEMBER 2014 Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 9/September 2014 Ukuran Buku : 20,5 cm x 29,0 cm Desain grafis: Sehusman, SP Penanggung Jawab: Ir. M. Tassim Billah, MSc

Lebih terperinci

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 8/Agustus 2014

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 8/Agustus 2014 AGUSTSU 2014 Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 8/Agustus 2014 Ukuran Buku : 20,5 cm x 29,0 cm Desain grafis: Sehusman, SP Penanggung Jawab: Ir. M. Tassim Billah, MSc Redaktur

Lebih terperinci

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume IX, Nomor 3/Maret 2015

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume IX, Nomor 3/Maret 2015 MARET 2015 Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume IX, Nomor 3/Maret 2015 Ukuran Buku : 20,5 cm x 29,0 cm Desain grafis: Sehusman, SP Penanggung Jawab: Ir. M. Tassim Billah, MSc Redaktur

Lebih terperinci

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 4/April 2014

Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 4/April 2014 APRIL 2014 Buletin Bulanan INDIKATOR MAKRO SEKTOR PERTANIAN Volume VIII, Nomor 4/April 2014 Ukuran Buku : 20,5 cm x 29,0 cm Desain grafis: Sehusman, SP Penanggung Jawab: Ir. M. Tassim Billah, MSc Redaktur

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume VI Nomor 1 Tahun 2014 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN SEKRETARIAT JENDERAL - KEMENTERIAN PERTANIAN 2014 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume V Nomor 4 Tahun 2013 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume V Nomor 2 Tahun 2013 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume V Nomor 3 Tahun 2013 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN SEKRETARIAT JENDERAL, KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume VI Nomor 2 Tahun 2014 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN SEKRETARIAT JENDERAL - KEMENTERIAN PERTANIAN 2014 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume VI Nomor 4 Tahun 2014 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN SEKRETARIAT JENDERAL - KEMENTERIAN PERTANIAN 2014 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR

Lebih terperinci

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN

EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN Volume VII Nomor 1 Tahun 2015 BULETIN TRIWULANAN EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN SEKRETARIAT JENDERAL - KEMENTERIAN PERTANIAN 2015 Buletin Triwulanan EKSPOR IMPOR

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Ir. M. Tassim Billah, M.Sc.

KATA PENGANTAR. Ir. M. Tassim Billah, M.Sc. KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan pelayanan data dan informasi, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) menerbitkan Buku Saku Statistik Makro Triwulanan. Buku Saku Volume V No. 4 Tahun

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA DESEMBER 2015 INFLASI 0,90 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA DESEMBER 2015 INFLASI 0,90 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA DESEMBER 2015 INFLASI 0,90 PERSEN No. 01/01/33/16/Th.VIII, 10 Januari 2016 Pada bulan Desember 2015 Kota Blora terjadi inflasi 0,90 persen dengan Indeks

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN MEI 2016 INFLASI 0,16 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN MEI 2016 INFLASI 0,16 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN MEI 2016 INFLASI 0,16 PERSEN No.07/06/3311/Th.III, 15 Juni 2016 Bulan Mei 2016, Kabupaten Sukoharjo mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN MARET 2015 INFLASI 0,03 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN MARET 2015 INFLASI 0,03 PERSEN BPS KABUPATEN KEBUMEN No. 06/06/33/05/Th. VI, 01 April 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN MARET 2015 INFLASI 0,03 PERSEN Pada Bulan Maret 2015 di Kota Kebumen terjadi

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS KOTA TASIKMALAYA No. 02/02/33/79/Th.XVI, 1 FEBRUARI 2013 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA TASIKMALAYA JANUARI 2013 JANUARI 2013 KOTA TASIKMALAYA INFLASI 1,15 PERSEN

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/12/Th. XVII, 1 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI MARET 2016 INFLASI 0,15 PERSEN Pada Maret 2016 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar 0,15

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI BADAN PUSAT STATISTIK BPS PROVINSI PAPUA BARAT No. 45/10/91 Th. VIII, 01 Oktober 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI Pada bulan 2014, Kota Manokwari mengalami deflasi sebesar

Lebih terperinci

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Di Kabupaten Kendal Bulan April 2016 DEFLASI 0,41 Persen Bulan April 2016 di Kabupaten Kendal terjadi deflasii 0,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN BOYOLALI

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN BOYOLALI BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN BOYOLALI No. 04/33/09/Th.III, 10 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN BOYOLALI Bulan Maret 2016 Inflasi 0,42 persen Pada bulan Maret

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN KENDAL PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN KENDAL BULAN OKTOBER 2015 DEFLASI 0,18 PERSEN

BPS KABUPATEN KENDAL PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN KENDAL BULAN OKTOBER 2015 DEFLASI 0,18 PERSEN BPS KABUPATEN KENDAL PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN KENDAL BULAN OKTOBER 2015 DEFLASI 0,18 PERSEN Bulan Oktober 2015 di Kabupaten Kendal terjadi deflasi 0,18 persen dengan Indeks

Lebih terperinci

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Di Kabupaten Kendal Bulan Pebruari 2016 DEFLASI 0,20 Persen Bulan Pebruari 2016 di Kabupaten Kendal terjadi deflasi 0,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)

Lebih terperinci

DATA MENCERDASKAN BANGSA

DATA MENCERDASKAN BANGSA PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2014 TERJADI INFLASI SEBESAR 1,23 PERSEN Januari 2014 IHK Karawang mengalami kenaikan indeks. IHK dari 141,08 di Bulan Desember 2013 menjadi 142,82 di

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/10/3327/2015. 5 November 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Oktober 2015 Inflasi 0,14 persen Pada, Kabupaten

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN JUNI 2016 INFLASI 0,24 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN JUNI 2016 INFLASI 0,24 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN JUNI 2016 INFLASI 0,24 PERSEN No.08/07/3311/Th.III, 14 Juli 2016 Bulan Juni 2016, Kabupaten Sukoharjo mengalami inflasi sebesar 0,24 persen

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN KENDAL

BPS KABUPATEN KENDAL BPS KABUPATEN KENDAL PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN KENDAL BULAN APRIL 2015 INFLASI 0,19 PERSEN Bulan April 2015 di Kabupaten Kendal terjadi inflasi 0,19 persen dengan Indeks Harga

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA JUNI 2016 INFLASI 0,22 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA JUNI 2016 INFLASI 0,22 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA JUNI 2016 INFLASI PERSEN No. 07/07/33/16/Th.VIII, 11 Juli 2016 Pada bulan Juni 2016 Kota Blora terjadi inflasi persen dengan Indeks Harga Konsumen

Lebih terperinci

No. 01/3307/2017, 9 Mei 2017

No. 01/3307/2017, 9 Mei 2017 No. 01/3307/2017, 9 Mei 2017 Pada bulan April 2017 Wonosobo mengalami inflasi sebesar 0,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,27. Inflasi April 2017 lebih tinggi dibandingkan Maret 2017

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI SULAWESI BARAT a No. 52/09/76/Th. X, 1 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI AGUSTUS 2016 MAMUJU DEFLASI -0,79 PERSEN Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 82 kota di

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI No. 07/1107/TH.III, 1 Agustus PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JULI INFLASI 0,41 PERSEN Pada bulan Juli di Kota Meulaboh terjadi inflasi sebesar 0,41 persen, di Kota Banda Aceh terjadi inflasi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI SULAWESI BARAT a No. 23/05/76/Th. VIII, 2 Mei 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI APRIL 2014 MAMUJU INFLASI 0,10 PERSEN Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 82 kota di Indonesia

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA JANUARI 2016 INFLASI 0,28 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA JANUARI 2016 INFLASI 0,28 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA JANUARI 2016 INFLASI 0,28 PERSEN No. 02/02/33/16/Th.VIII, 10 Februari 2016 Pada bulan Januari 2016 Kota Blora terjadi inflasi 0,28 persen dengan Indeks

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,07 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,07 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA SEPTEMBER 2016 INFLASI PERSEN No. 10/10/33/16/Th.VIII, 4 Oktober 2016 Pada bulan September 2016 Kota Blora terjadi inflasi persen dengan Indeks Harga

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/DEFLASI KOTA BLORA FEBRUARI 2016 DEFLASI 0,25 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/DEFLASI KOTA BLORA FEBRUARI 2016 DEFLASI 0,25 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/DEFLASI KOTA BLORA FEBRUARI 2016 DEFLASI 0,25 PERSEN No. 03/03/33/16/Th.VIII, 10 Maret 2016 Pada bulan Februari 2016 Kota Blora terjadi deflasi 0,25 persen dengan Indeks

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN KOTA PEKALONGAN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN KOTA PEKALONGAN BADAN PUSAT STATISTIK KOTA PEKALONGAN No. 11/Desember/3375/Tahun V, 7 Desember 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN KOTA PEKALONGAN BULAN NOVEMBER KOTA PEKALONGAN INFLASI 0,49 PERSEN Pada November 2016,

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/07/3327/2015. 5 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juni 2015 Inflasi 0,62 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Deflasi Di Kabupaten Kendal Bulan Maret 2017 DEFLASI 0,43 Persen Bulan Maret 2017 di Kabupaten Kendal terjadi deflasi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA AGUSTUS 2017 DEFLASI 0,21 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA AGUSTUS 2017 DEFLASI 0,21 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA AGUSTUS 2017 DEFLASI 0,21 PERSEN No. 09/09/33/16/Th.IX, 7 September 2017 Pada bulan Agustus 2017 Kota Blora terjadi deflasi 0,21 persen dengan Indeks

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BOGOR OKTOBER PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN Inflasi Kota Bogor September sebesar 0,09 persen Inflasi pada bulan September di Kota Bogor relatif cukup rendah yakni hanya

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 15/3373/4/08/16/Th.VIII, 8 Agustus 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN JULI 2016 INFLASI 1,01 Bertepatan dengan hari raya Idul Fitri 1437 H, perkembangan harga

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KEDIRI OKTOBER 2014 INFLASI 0,32 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KEDIRI OKTOBER 2014 INFLASI 0,32 PERSEN BADAN PUSAT STATISTIK KOTA KEDIRI No. 12/11/3571/Th.XV, 3 November 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA KEDIRI OKTOBER 2014 INFLASI 0,32 PERSEN Pada bulan Oktober 2014 Kota Kediri mengalami

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/12/Th. XVII, 1 Maret 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI FEBRUARI 2016 DEFLASI 0,03 PERSEN Pada Februari 2016 di Kota Bekasi terjadi deflasi sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI ACEH No. 40/09/TH.XIX, 1 September PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan di Kota Banda Aceh terjadi deflasi sebesar 0,35 persen, Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 0,49 persen,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI ACEH No. 32/06/11/TH.XVIII, 1 Juli PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 1,20 persen, Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 1,03 persen,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/12/Th. XVII, 3 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,26 PERSEN Pada September 2016 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/07/Th. XVII, 1 JULI 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JUNI 2015 INFLASI 0,43 PERSEN Pada Juni 2015 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar 0,43 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/10/Th. XVII, 1 Oktober 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2015 DEFLASI 0,38 PERSEN Pada 2015 di Kota Bekasi terjadi deflasi sebesar 0,38

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/12/Th. XVII, 2 Oktober 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2017 INFLASI 0,26 PERSEN Pada September 2017 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA MAGELANG BULAN AGUSTUS 2016 DEFLASI 0.48 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA MAGELANG BULAN AGUSTUS 2016 DEFLASI 0.48 PERSEN No.01/09/Th. III, 05 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA MAGELANG BULAN AGUSTUS 2016 DEFLASI 0.48 PERSEN Kota Magelang pada bulan Agustus 2016 mengalami deflasi 0,48 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 9/08/9171 Th. XIX, 1 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG AGUSTUS 2016 INFLASI 1,27 PERSEN Pada bulan Agustus 2016 Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 1,27 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 3/02/9171 Th. XIX, 1 Maret 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG FEBRUARI 2016 INFLASI 0,10 PERSEN Pada bulan Februari 2016 Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dengan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PURBALINGGA BULAN AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,26 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PURBALINGGA BULAN AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,26 PERSEN No. 15/08/3303/Th.I, 1 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PURBALINGGA BULAN AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,26 PERSEN di Purbalingga terjadi deflasi sebesar 0,26 persen dengan Indeks Harga

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS KOTA TASIKMALAYA No. 05/05/32/78/Th.XIX, 2 Mei 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI APRIL 2016 KOTA TASIKMALAYA DEFLASI 0,32 PERSEN Bulan April 2016 Kota Tasikmalaya

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 01/3373/4/01/17/Th.IX, 5 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN DESEMBER 2016 INFLASI 0,20 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada

Lebih terperinci

Pada bulan Agustus Perkembangan harga berbagai komoditas sangat bervariasi. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Magelang, pada bulan Agustus te

Pada bulan Agustus Perkembangan harga berbagai komoditas sangat bervariasi. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Magelang, pada bulan Agustus te BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN MAGELANG No.01/03/33.08/Th. III, 9 September PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN MAGELANG BULAN AGUSTUS DEFLASI 0,22 PERSEN Bulan Agustus di Kabupaten

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI ACEH No.39/09/TH.XVI, 2 September PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan Agustus di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 1,04 persen dan di Kota Lhokseumawe inflasi sebesar

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK Juli Bulan Juni di Kota Depok terjadi inflasi sebesar 0.36 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 118.75 persen. Dari 7 (tujuh) kelompok tercatat lima kelompok

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA JULI 2016 INFLASI 1,03 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA JULI 2016 INFLASI 1,03 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/ INFLASI KOTA BLORA JULI 2016 INFLASI 1,03 PERSEN No. 08/08/33/16/Th.VIII, 15 Agustus 2016 Pada bulan Juli 2016 Kota Blora terjadi inflasi 1,03 persen dengan Indeks Harga

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/09/Th. XVII, 1 September 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI AGUSTUS 2015 INFLASI 0,82 PERSEN Pada 2015 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar 0,82

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN FEBRUARI 2017 INFLASI 0,41 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN FEBRUARI 2017 INFLASI 0,41 PERSEN No.03/03/3311/Th.IV, 13 Maret 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN FEBRUARI 2017 INFLASI 0,41 PERSEN Bulan Februari 2017, Kabupaten Sukoharjo mengalami inflasi sebesar 0,41

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 8/07/9171 Th. XIX, 1 Agustus PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG JULI INFLASI 1,15 PERSEN Pada bulan Juli Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 1,15 persen dengan indeks harga konsumen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 03/08/Th. XVII, 3 AGUSTUS 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JULI 2015 INFLASI 0,81 PERSEN Pada Juli 2015 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar 0,81

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 5/04/9171 Th. XIX, 2 Mei 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG APRIL 2016 DEFLASI 0,44 PERSEN Pada bulan April 2016 Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,44 persen dengan indeks

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/08/3327/2015. 5 Agustus 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juli 2015 Inflasi 0,93 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 4/03/9171 Th. XIX, 1 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG MARET 2016 DEFLASI 0,14 PERSEN Pada bulan Maret 2016 Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,14 persen dengan

Lebih terperinci

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Di Kabupaten Kendal Bulan Juni 2016 INFLASI 0,38 Persen Bulan Juni 2016 di Kabupaten Kendal terjadi inflasi 0,38 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 11/3373/4/06/17/Th.IX, 6 Juni 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN MEI 2017 INFLASI 0,57 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada bulan di

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN MARET 2016 INFLASI 0,48 PERSEN No.05/04/3311/Th.III, 15 April 2016 Bulan Maret 2016, Kabupaten Sukoharjo mengalami Inflasi sebesar 0,48 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN APRIL 2016 DEFLASI 0,27 PERSEN No.06/05/3311/Th.III, 12 Mei 2016 Bulan April 2016, Kabupaten Sukoharjo mengalami deflasi sebesar 0,27 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/12/Th. XVII, 4 September 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI AGUSTUS 2017 DEFLASI 0,10 PERSEN Pada Agustus 2017 di Kota Bekasi terjadi deflasi sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JULI 2015 INFLASI 0,92 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JULI 2015 INFLASI 0,92 PERSEN BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.019/08/2015, 18 Agustus 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JULI 2015 INFLASI 0,92 PERSEN Pada Juli 2015 terjadi inflasi sebesar 0,92 persen

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS KOTA TASIKMALAYA No. 01/09/32/78/Th.XIX, 2 Oktober 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI SEPTEMBER 2017 KOTA TASIKMALAYA INFLASI 0,24 PERSEN Bulan 2017 Kota Tasikmalaya

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN TEMANGGUNG PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA TEMANGGUNG BULAN AGUSTUS 2015 INFLASI 0,53 PERSEN No.09/09/3323/Th.III, 14 September 2015 Pada Agustus 2015 Kota Temanggung mengalami

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 6/05/9171 Th. XIX, 1 Juni PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG MEI DEFLASI 0,92 PERSEN Pada bulan Mei Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,92 persen dengan indeks harga konsumen

Lebih terperinci

\\http:brebeskab.bps.go.id

\\http:brebeskab.bps.go.id No. 11/14/3329/Th. XIII, 5 Nopember 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Bulan Kabupaten Brebes mengalami inflasi sebesar 0,21persen Pada bulan di Kabupaten Brebes terjadi inflasi sebesar 0,21

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA MAGELANG BULAN JANUARI 2017 INFLASI 1.23 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA MAGELANG BULAN JANUARI 2017 INFLASI 1.23 PERSEN No.01/02/Th. IV, 05 Februari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA MAGELANG BULAN JANUARI 2017 INFLASI 1.23 PERSEN Kota Magelang pada bulan Januari 2017 mengalami inflasi 1.23 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 03/3373/4/02/17/Th.IX, 3 Februari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN JANUARI 2017 INFLASI 1,09 Bulan di Kota Salatiga terjadi inflasi sebesar 1,09 persen dengan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN NOVEMBER 2016 INFLASI 0,52 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN NOVEMBER 2016 INFLASI 0,52 PERSEN BPS KABUPATEN KEBUMEN No.22/12/33/05/Th. VII, 1 Desember 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KOTA KEBUMEN BULAN NOVEMBER 2016 INFLASI 0,52 PERSEN Pada bulan November 2016 terjadi inflasi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,54 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,54 PERSEN BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.032/09/2016, 16 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI AGUSTUS 2016 DEFLASI 0,54 PERSEN Pada Agustus 2016 terjadi deflasi sebesar 0,54

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 09/3373/4/05/17/Th.IX, 4 Mei 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN APRIL 2017 INFLASI 0,22 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN BPS KABUPATEN GROBOGAN No. 3315.018/07/2015, 14 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA PURWODADI JUNI 2015 INFLASI 0,69 PERSEN Pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,69 persen dengan

Lebih terperinci

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL

WARTA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) BPS KABUPATEN KENDAL Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Di Kabupaten Kendal Bulan Juli 2016 INFLASI 1,03 Persen Bulan Juli 2016 di Kabupaten Kendal terjadi inflasi 1,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.04/07/3327/2014. 5 Juli 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juni 2014 Inflasi 0,66 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/11/Th. XVII, 2 November 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI OKTOBER 2015 DEFLASI 0,32 PERSEN Pada 2015 di Kota Bekasi terjadi deflasi sebesar 0,32 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 19/3373/4/10/16/Th.VIII, 5 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,10 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 05/3373/4/03/17/Th.IX, 2 Maret 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN FEBRUARI 2017 INFLASI 0,43 Bulan di Kota Salatiga terjadi inflasi sebesar 0,43 persen dengan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.04/08/3327/2014. 5 Agustus 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juli 2014 Inflasi 0,77 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI ACEH No. 28/06/TH.XVIII, 1 Juni PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 0,51 persen, Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 0,37 persen,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI BADAN PUSAT STATISTIK BPS PROVINSI PAPUA BARAT No. 55/10/91 Th. IX, 01 Oktober 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI Pada bulan 2015, Kota Manokwari mengalami inflasi sebesar 0,38

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/05/3327/2015. 5 Mei 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan April 2015 Inflasi 0,17 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA + No. 13/3373/4/07/17/Th.IX, 4 Juli 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/LAJU INFLASI KOTA SALATIGA BULAN JUNI 2017 INFLASI 0,53 Perkembangan harga kebutuhan secara umum di Kota Salatiga pada bulan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BEKASI No. 01/12/Th. XVII, 3 Januari 2017 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DESEMBER 2016 INFLASI 0,27 PERSEN Pada Desember 2016 di Kota Bekasi terjadi Inflasi sebesar

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA MARET 2017 DEFLASI 0,07 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA MARET 2017 DEFLASI 0,07 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA BLORA MARET 2017 DEFLASI 0,07 PERSEN No. 04/04/33/16/Th.IX, 4 April 2017 Pada bulan Maret 2017 Kota Blora terjadi deflasi 0,07 persen dengan Indeks Harga

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN KARANGANYAR Bulan September 2015 Deflasi 0,46 persen

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN KARANGANYAR Bulan September 2015 Deflasi 0,46 persen No. 09/09/3313/Th.2015, 15 Oktober 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI DI KABUPATEN KARANGANYAR Deflasi 0,46 persen Pada bulan September 2015, di Kabupaten Karanganyar terjadi deflasi 0,46

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI No. 10/10/Th.III, 4 Oktober 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KUDUS BULAN SEPTEMBER 2016 INFLASI 0,04 PERSEN Pada September 2016 di Kudus terjadi inflasi sebesar 0,04 persen dengan Indeks

Lebih terperinci