REDD Abacus SP Buku Panduan Pengguna dan Software. Degi Harja, Sonya Dewi, Meine van Noordwijk, Andree Ekadinata, Arief Rahmanulloh, Feri Johana

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "REDD Abacus SP Buku Panduan Pengguna dan Software. Degi Harja, Sonya Dewi, Meine van Noordwijk, Andree Ekadinata, Arief Rahmanulloh, Feri Johana"

Transkripsi

1 REDD Abacus SP Buku Panduan Pengguna dan Software Degi Harja, Sonya Dewi, Meine van Noordwijk, Andree Ekadinata, Arief Rahmanulloh, Feri Johana

2

3 REDD Abacus SP Buku Panduan Pengguna dan Software Degi Harja, Sonya Dewi, Meine van Noordwijk, Andree Ekadinata, Arief Rahmanulloh, Feri Johana World Agroforestry Centre (ICRAF)

4 Sitasi Harja D, Dewi S, van Noordwijk M, Ekadinata A, Rahmanulloh A, Johana F REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program. 148p. Hak Cipta The World Agroforestry Centre (ICRAF) mempunyai hak cipta untuk publikasi dan halaman webnya namun mendorong duplikasi, tanpa perubahan, dari materi yang bertujuan tidak ekonomi (non-komersial). Diperlukan kutipan yang tepat dalam semua hal. Informasi yang dimiliki oleh orang lain yang memerlukan izin harus ditandai. Informasi yang disediakan oleh ICRAF, berdasarkan pengetahuan yang terbaik, adalah benar namun kami tidak menjamin informasi tersebut dan kami juga tidak bertanggung jawab terhadap kesalahan yang ditimbulkan dari penggunaan informasi tersebut. Link situs yang ICRAF sediakan memiliki kebijakan sendiri yang harus dihormati/dihargai. ICRAF menjaga database pengguna meskipun informasi ini tidak disebarluaskan dan hanya digunakan untuk mengukur kegunaan informasi tersebut. Tanpa pembatasan, silahkan menambah link ke situs kami pada situs anda atau publikasi. ISBN Kontak Degi Harja World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Jalan CIFOR, Situ Gede, Sindang Barang, Bogor [PO Box 161, Bogor 16001, Jawa Barat] Indonesia Tel: Fax: Kompilator: Noordama Tata letak: Riky Mulya H dan desain sampul: Sadewa 2012

5 DAFTAR ISI PENDAHULUAN 1 CARA MENGINSTAL APLIKASI 3 Windows 3 Linux 4 Mac 4 MEMULAI APLIKASI 5 Fungsi Menu Utama REDD Abacus SP 5 Menu Interaksi Pengguna 7 Menu Interaksi Pengguna Terstruktur 9 1. MASUKAN 11 Data Spasial dan Cadangan Karbon 12 Sistem Penggunaan Lahan 13 Unit Perencanaan 18 Matriks Perubahan 22 Cadangan Karbon 32 Data Ekonomi 38 Valuasi Biaya Manfaat 40 Net Present Value (NPV) 42 Biaya-Manfaat dari Konversi Lahan 43 Emisi dari Sumber Lain 45 Emisi dari Gambut 45 Emisi dari Kegiatan Pengelolaan KELUARAN 49 Matriks Emisi 50 Total Biaya Manfaat 54 Matriks Biaya Oportunitas 59 Ringkasan 65 Kurva Abatement Cost 68 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software iii

6 3. SIMULASI SKENARIO 77 Pengaturan Skenario 78 Pengaturan Ulangan 80 Matriks Peluang Perubahan (MPP) 83 Skenario Perubahan Penggunaan Lahan 89 Skenario Dinamik 91 Cadangan Karbon 92 Net Present Value (NPV) 93 Biaya Manfaat dari Konversi Lahan 94 Emisi dari Gambut 95 Emisi dari Kegiatan Pengelolaan 96 Keluaran Simulasi 97 Ringkasan 99 Perubahan Penggunaan Lahan 103 Total Biaya-Manfaat 110 Matriks Opportunity Cost 113 DAFTAR PUSTAKA 119 LAMPIRAN 123 iv REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

7 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Pilihan bahasa 5 Gambar 2.Tampilan menu utama 6 Gambar 3. Tampilan menu interaksi pengguna 8 Gambar 4. Pengaturan bingkai tampilan menu 8 Gambar 5. Tampilan menu terstruktur 9 Gambar 6. Pengaturan menu terstruktur 9 Gambar 7. Langkah awal untuk membuat proyek baru 11 Gambar 8. Tampilan menu masukan 12 Gambar 9. Data spasial dan cadangan karbon 13 Gambar 10. Sistem penggunaan lahan 15 Gambar 11. Impor tabel data dari excel 16 Gambar 12. Tabel daftar sistem penggunaan lahan 17 Gambar 13. Eligibilitas sistem penggunaan lahan 18 Gambar 14. Masukan data unit perencanaan 21 Gambar 15. Membuat unit perencanaan 22 Gambar 16. Matriks perubahan 23 Gambar 17. Pop-up ukuran luasan total 24 Gambar 18. Pop-up validasi fraksi unit perencanaan 25 Gambar 19. Pengaturan interval waktu matriks perubahan 26 Gambar 20. Data matriks perubahan lahan pada excel 26 Gambar 21. Pengaturan data impor dari clipboard pada matriks perubahan 27 Gambar 22. Impor data tabel dari excel 28 Gambar 23. Hasil impor clipboard 29 Gambar 24. Pengaturan tampilan bentuk 30 Gambar 25. Tampilan data bentuk 31 Gambar 26. Penggunaan satuan unit 32 Gambar 27. Siklus perubahan cadangan karbon 33 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software v

8 Gambar 28. Diagram rotasi penanaman karet 36 Gambar 29. Cadangan karbon 37 Gambar 30. Data cadangan karbon tiap lahan per unit perencanaan 38 Gambar 31. Data ekonomi 39 Gambar 32. Valuasi biaya - manfaat 41 Gambar 33. Data Net Present Value (NPV) 43 Gambar 34. Matriks masukan biaya manfaat dan konversi lahan 44 Gambar 35. Mengisi data emisi dari sumber lain 45 Gambar 36. Emisi dari gambut 46 Gambar 37. Emisi dari kegiatan pengelolaan 47 Gambar 38. Akses menu keluaran 49 Gambar 39. Matriks emisi 50 Gambar 40. Matriks emisi sesuai unit perencanaan 51 Gambar 41. Data keluaran matriks emisi bersih 52 Gambar 42. Data keluaran matriks emisi total 53 Gambar 43. Data keluaran matriks sekuestrasi total 54 Gambar 44. Total biaya - manfaat 55 Gambar 45. Matriks keluaran total biaya manfaat tampilan unit perencanaan 56 Gambar 46. Matriks keluaran total biaya tampilan manfaat bersih 57 Gambar 47. Matriks keluaran total biaya tampilan hasil manfaat 58 Gambar 48. Matriks keluaran total biaya 59 Gambar 49. Matriks biaya oportunitas 60 Gambar 50. Keluaran matriks biaya oportunitas tampilan unit perencanaan 61 Gambar 51. Keluaran matriks biaya oportunitas tampilan biaya netto 62 Gambar 52. Keluaran matriks biaya oportunitas hasil positif 63 Gambar 53. Keluaran matriks biaya oportunitas hasil negatif 64 Gambar 54. Akses menu keluaran ringkasan 65 vi REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

9 Gambar 55. Keluaran ringkasan hasil 66 Gambar 56. Ringkasan emisi yang berkaitan dengan manfaat kurang dari ambang biaya 67 Gambar 57. Ringkasan biaya oportunitas 68 Gambar 58. Kurva abatement cost gabungan emisi dan sekuestrasi 69 Gambar 59. Kurva abatement cost tampilan emisi 70 Gambar 60. Kurva abatement cost tampilan sekuestrasi 71 Gambar 61. Menjalankan simulasi skenario 78 Gambar 62. Pengaturan skenario 79 Gambar 63. Sub menu pada pengaturan skenario 79 Gambar 64. Pengaturan pengulangan 80 Gambar 65. Pengaturan jumlah ulangan 81 Gambar 66. Tampilan panel setelah jumlah ulangan dimasukan 82 Gambar 67. Akses matriks peluang perubahan 84 Gambar 68. Nilai matriks peluang perubahan lahan 85 Gambar 69. Pengaturan konversi 86 Gambar 70. Contoh cara mengubah nilai MPP 87 Gambar 71. Memanfaatkan fasilitas salin/copy tabel 88 Gambar 72. Skenario perubahan penggunaan lahan 89 Gambar 73. Skenario perubahan lahan periode ulangan ke-1 90 Gambar 74. Skenario perubahan penggunaan lahan periode ulangan ke-2 91 Gambar 75. Skenario Dinamik 92 Gambar 76. Skenario dinamik cadangan karbon periode ulangan ke-1 93 Gambar 77. Skenario dinamik NPV periode ke-1 94 Gambar 78. Skenario dinamik biaya manfaat dari konversi lahan periode ulangan ke-1 95 Gambar 79. Skenario dinamik emisi dari gambut 96 Gambar 80. Skenario dinamik emisi dari kegiatan pengelolaan 97 Gambar 81. Menu keluaran simulasi 98 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software vii

10 Gambar 82. Sub menu keluaran simulasi 99 Gambar 83. Ringkasan hasil simulasi 100 Gambar 84. Tab emisi yang berkaitan dengan manfaat kurang dari ambang biaya 101 Gambar 85. Ringkasan dari tab total 102 Gambar 86. Ringkasan dari tab kumulatif 103 Gambar 87. Keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan dari tab unit perencanaan 104 Gambar 88. Perubahan penggunaan lahan dari tab keluaran total 105 Gambar 89. Matriks emisi dari tab unit perencanaan periode ulangan ke Gambar 90. Matriks emisi dari tab emisi bersih periode ulangan ke Gambar 91. Matriks emisi dari tab emisi total periode ulangan ke Gambar 92. Matriks emisi dari tab sekuestrasi total periode ulangan ke Gambar 93. Total biaya-manfaat pada tab unit perencanaan periode ulangan ke Gambar 94. Total biaya-manfaat tab biaya manfaat bersih periode ulangan ke Gambar 95. Total biaya-manfaat pada tab manfaat periode ulangan ke Gambar 96. Total biaya-manfaat pada tab biaya periode ulangan ke Gambar 97. Matriks opportunity cost tab unit perencanaan periode ulangan ke Gambar 98. Matriks opportunity cost tab opportunity cost netto periode ulangan ke Gambar 99. Matriks opportunity cost tab opportunity cost positif periode ulangan ke Gambar 100. Matriks opportunity cost tab opportunity cost negatif periode ulangan ke-0_117 Gambar 101. Menyimpan gambar kurva ke format gambar 129 Gambar 102. Pengaturan perbesaran/perkecil kurva 131 Gambar 103. Pengaturan huruf (axis X dan Y) 132 Gambar 104. Pengaturan garis (axis X dan Y) 133 Gambar 105. Dialog pengaturan warna swatches 135 Gambar 106. Dialog pengaturan warna HSB 136 Gambar 107. Dialog pengaturan warna RGB 137 Gambar 108. Pengaturan warna kurva 138 viii REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

11 Gambar 109. Penggunaan label pada kurva 139 Gambar 110. Pengaturan penyesuaian tampilan label 140 Gambar 111. Pengaturan tampilan legenda 141 Gambar 112. Pengaturan garis batas 142 Gambar 113. Dialog pemilihan warna garis model swatches 143 Gambar 114. Pengaturan latar belakang tampilan kurva 144 Gambar 115. Pengaturan tayangan 145 Gambar 116. Kurva abatement cost tampilan biaya positif 146 Gambar 117. Kurva abatement cost tampilan biaya negatif 147 Gambar 118. Garis batas kurva abatement cost 148 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software ix

12 DAFTAR TABEL Tabel 1. Perbedaan private dan social 40 Tabel 2. Sistem penggunaan lahan 123 Tabel 3. Contoh zona pemanfaatan ruang dan asumsi rencana pembangunan yang didapat melalui diskusi para pihak 125 Tabel 4. Lahan tutupan dan cadangan karbon 126 Tabel 5. Estimasi emisi gambut pada berbagai tutupan lahan dan konversi lahan 128 x REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

13 PENDAHULUAN REDD Abacus SP adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk:»» Melakukan estimasi emisi dari perubahan penggunaan lahan dengan memperhatikan keragaman jenis tanah, elevasi, iklim dan karakteristik biofisik lansekap lainnya.»» Melakukan analisa trade-off antara emisi dan keuntungan ekonomi (opportunity cost analysis), membuat kurva abatement cost, memprediksi emisi dan keuntungan ekonomi di masa yang akan datang (Reference Emission Level (REL) projection).»» Melakukan simulasi skenario kegiatan mitigasi dan kebijakan pada unit perencanaan tertentu untuk pengurangan emisi dan melakukan analisa potensi opportunity cost-nya. REDD Abacus SP dapat dipakai sebagai alat untuk:»» Pengembangan rencana tata ruang dan wilayah untuk strategi pengurangan emisi ditingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.»» Pengkajian efisiensi karbon berbasis lahan skala besar.»» Estimasi abatement cost dari emisi berbasis lahan baik pada tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. REDD Abacus SP dapat diunduh dengan bebas dari org/sea/abacus. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 1

14 Spesifikasi Minimum Aplikasi REDD Abacus dapat diinstal pada komputer dengan spesifikasi minimum:»» Ruang hard disk minimum 110 MB dengan Java Virtual Machine (JVM).»» Kapasitas memori minimum (RAM) 256 MB.»» Komputer desktop atau notebook dengan sistem operasi Windows, Linux atau Mac. 2 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

15 CARA MENGINSTAL APLIKASI Ada beberapa tipe paket instalasi di website (atau paket CD yang didistribusikan) untuk setiap sistem operasi (Windows, Linux, dan Mac). Berikut ini adalah instruksi umum untuk masing-masing sistem operasi: Windows»» Pada sistem operasi Windows paket instalasi tersedia dalam dua jenis, yaitu dengan memasukan Java Virtual Machine (JVM) ke dalam paket dan tanpa JVM. Bagi mereka yang tidak terbiasa menggunakan "Java Virtual Machine" disarankan untuk mengunduh JVM dan menginstal Java terlebih dahulu sebelum menginstal perangkat lunak REDD Abacus.»» Perangkat lunak Java dapat diunduh di situs: download/.»» Setelah diunduh, ekstrak file zip kemudian dobel klik file abacus_setup.exe, ikuti instruksi pada prosedur instalasi. Catatan:»» Jika Anda memiliki masalah dengan filenya, silahkan coba menggunakan paket zip tanpa installer.»» Ekstrak file zip, dan gunakan "run_abacus.bat" file untuk menjalankan aplikasi.»» Anda dapat membuat shortcut ke file "run_abacus.bat" dengan mengklik kanan file tersebut, pilih "send to" -> "Desktop (create shortcut)". REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 3

16 Linux Unduh aplikasi REDD Abacus SP yang tersedia untuk sistem operasi Linux. Buka shell dan ketikan cd (change directory) ke direktori dimana anda menginstal. Pada prompt ketik: sh./abacus.bin. Catatan: Anda perlu menginstal Java Virtual Machine (versi 1.6 atau yang lebih baru). Mac Unduh aplikasi REDD Abacus SP yang tersedia untuk Mac, lalu klik dua kali file Abacus. Catatan:»» Membutuhkan Mac OS X 10.0 atau yang lebih baru.»» Installer yang dikompresi harus dikenali oleh Stuffit Expander dan secara otomatis akan diperluas setelah mengunduhnya. Jika tidak diperluas, Anda dapat memperluasnya secara manual menggunakan StuffIt Expander 6.0 atau versi terbaru.»» Jika Anda memiliki masalah pada installer setelah memperluas (expanded), pastikan bahwa installer terkompresi dan gunakan Stuffit Expander. Jika Anda terus memiliki masalah, silakan hubungi dukungan teknis. 4 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

17 MEMULAI APLIKASI Aplikasi REDD Abacus SP memiliki beberapa pilihan bahasa, standarnya berbahasa Inggris. Pengguna dapat menjalankan aplikasi dengan pilihan bahasa Indonesia atau Vietnam. Jika diinstal di sistem operasi Windows maka pilih start > All Program > cari folder REDD Abacus SP > pilih bahasa dengan membuka folder other languages > klik REDD Abacus SP Bahasa. Pilih REDD Abacus SP - Bahasa untuk menjalankan aplikasi berbahasa Indonesia. Gambar 1. Pilihan bahasa Fungsi Menu Utama REDD Abacus SP Pada tab menu terdapat menu berkas, ketika kursor diarahkan ke menu berkas dan diklik kiri maka akan muncul sub menu berkas, seperti pada gambar di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 5

18 Bilah Menu Bilah Alat Gambar 2.Tampilan menu utama Keterangan: 1. Proyek baru Tombol ini berfungsi untuk membuat proyek baru. 2. Buka Proyek Tombol ini berfungsi untuk membuka proyek yang pernah dibuat sebelumnya. 3. Simpan proyek Tombol ini berfungsi untuk menyimpan file proyek yang sudah dibuat. 4. Simpan proyek sebagai Tombol ini berfungsi untuk menyimpan hasil proyek dalam bentuk file lain seperti *.txt, *.xls atau *.car. 6 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

19 5. Simpan keluaran Tombol ini berfungsi untuk menyimpan hasil data keluaran, dapat dalam bentuk file *.txt atau file *.xls. 6. Tutup proyek Tombol ini berfungsi untuk menutup proyek yang sudah kita buat. Sebelum proyek benar-benar ditutup terdapat konfirmasi pilihan apakah proyek benarbenar akan ditutup. Pilih Yes untuk menutupnya, pilih No untuk kembali ke aplikasi. 7. Bantuan Tombol ini berisi informasi panduan cara penggunaan perangkat lunak. 8. Keluar Tombol ini berfungsi untuk menutup aplikasi. Sebelum benar-benar keluar dari aplikasi terdapat konfirmasi pilihan apakah anda yakin akan menutup aplikasi ini. Pilih Yes untuk keluar dari aplikasi, pilih No untuk kembali ke aplikasi. Menu Interaksi Pengguna Tampilan menu utama REDD Abacus SP ketika akan membuat proyek baru terdiri dari 3 menu pilihan utama, yaitu: masukan, keluaran, dan simulasi skenario. Lebih jelasnya lihat gambar 3 berikut. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 7

20 Deskripsi digunakan untuk mendeskripsikan proyek yang akan dibuat sebagai keterangan atau dokumentasi. Bilah menu / (menu bar) Bilah alat / (toolbar) Tombol untuk kembali ke menu sebelumnya. Label digunakan untuk memberikan nama proyek yang akan dibuat. Tiga tombol menu utama yang dapat dipilih ketika pertama kali membuka proyek. Gambar 3. Tampilan menu interaksi pengguna Detach dan Maximize, Detach merupakan tombol untuk memisahkan bingkai menu utama dengan aplikasi, Maximize untuk memaksimalkan bingkai menu utama. Attach merupakan tombol untuk melampirkan bingkai menu utama ke dalam aplikasi. Restore merupakan tombol untuk mengembalikan bingkai maksimum ke dalam ukuran standar. Gambar 4. Pengaturan bingkai tampilan menu 8 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

21 Menu Interaksi Pengguna Terstruktur Tampilan menu terstruktur merupakan cara cepat interaksi pengguna untuk akses ke menu-menu lainnya dalam bentuk bercabang seperti pohon yang akarnya (root) atau intinya dalah nama proyek yang dibuat, lalu di bawahnya terdapat 3 cabang utama yaitu: menu masukan beserta sub menunya, keluaran beserta sub menunya, dan simulasi skenario beserta sub menunya. Lebih jelasnya lihat gambar 5 di bawah ini. Tanda / gambar disamping digunakan untuk mengecilkan tampilan menu terstruktur. Nama proyek sebagai root dari menu model tampilan terstruktur. Sub menu dari menu utama Keluaran, dapat diakses dengan klik kiri +Keluaran -> lalu klik kiri menu keluaran yang akan ditampilkan. Gambar 5. Tampilan menu terstruktur Untuk mengembalikan ke tampilan semula klik kiri Proyek -> lalu pilih gambar restore. klik kiri Tanda/gambar disamping digunakan untuk mengembalikan ke tampilan semula (Restore). Gambar 6. Pengaturan menu terstruktur REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 9

22

23 1. MASUKAN Untuk membuat proyek baru pilih menu berkas > proyek baru > kemudian ketikan nama proyeknya. Contoh: Proyek 1 > lalu klik OK. Gambar 7. Langkah awal untuk membuat proyek baru REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 11

24 Deskripsikan proyek yang akan dibuat lalu tekan tombol masukan. Akses melalui menu tree terstruktur. Gambar 8. Tampilan menu masukan Data Spasial dan Cadangan Karbon Data spasial dan cadangan karbon digunakan untuk menghitung perkiraan matriks emisi. Unit perencanaan/zona pemanfaatan ruang merupakan suatu data spasial yang akan dilapisi dengan data tutupan/penggunaan lahan di suatu wilayah. Zona pemanfaatan ruang ini akan dijadikan sebagai dasar dimana suatu intervensi 12 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

25 kebijakan akan dilaksanakan, sehingga pembuatan unit perencanaan harus dapat dipahami secara optimal oleh semua pihak yang berkepentingan. Berikut adalah langkah-langkah untuk memasukan data spasial dan cadangan karbon yaitu dengan klik kiri menu masukan -> klik data spasial dan cadangan karbon. Sistem Penggunaan Lahan Gambar 9. Data spasial dan cadangan karbon Penggunaan lahan merupakan wujud interaksi antara manusia dengan lingkungan alam. Penggunaan lahan merupakan bentuk upaya manusia memanfaatkan dan mengelola lahan untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial dalam meningkatkan kesejahteraannya. Perubahan penggunaan lahan merupakan gambaran dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh seluruh masyarakat untuk memanfaatkan lahan dan segala yang ada di atasnya menjadi lebih bernilai REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 13

26 secara ekonomi dan sosial untuk jangka pendek maupun jangka panjang, walaupun seringkali berdasarkan pertimbangan waktu dan manfaat akan sangat berkebalikan. Berkaitan dengan upaya pengurangan emisi karbon dari penggunaan lahan maka diperlukan upaya pengendalian alih fungsi lahan yang menitikberatkan secara berkelanjutan dan keuntungan jangka panjang. Tujuan perencanan penggunaan lahan rendah emisi adalah membuat prediksi dan prakiraan perubahan penggunaan lahan dimasa yang akan datang. Kemampuan ini merupakan bentuk perhatian kegiatan perencanaan agar dimasa depan kondisi yang direncanakan akan benar-benar dapat diwujudkan, hal tersebut tentu saja didukung oleh kebijakan dan sumber daya yang dapat disiapkan oleh pemerintah daerah. Untuk kebutuhan perencanaan rendah emisi karbon, penggolongan satuan penggunaan lahan harus dilakukan secara cermat. Pengelompokan tersebut diharapkan dapat dengan akurat melihat kondisi masing-masing daerah. Asas heterogenitas wilayah perlu dilihat secara baik untuk dapat melihat perbedaan karakteristik antar wilayah. Contoh sistem penggunaan lahan dapat dilihat pada lampiran 1. Memasukkan data di Sistem Penggunaan Lahan (SPL): Untuk memasukkan data Sistem Penggunaan Lahan (SPL), dari menu utama klik kiri tombol masukan -> data spasial & cadangan karbon -> sistem penggunaan lahan atau dapat juga diakses dari menu terstruktur (biasanya terdapat di sebelah kiri aplikasi) klik kiri +masukan -> +data spasial & cadangan karbon -> sistem penggunaan lahan. 14 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

27 Gambar 10. Sistem penggunaan lahan Menggunakan fitur impor dari clipboard untuk menyalin data sistem penggunaan lahan dari excel atau spreadsheet ke dalam REDD Abacus SP. Salin data pada excel atau spreadsheet lalu klik kiri tombol impor dari clipboard, tekan Yes. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 15

28 Langkah 2, klik kiri tombol impor dari clipboard. Langkah 1, klik kiri pilih semua data pada excel lalu klik kanan salin tabel. Langkah 3, klik kiri tombol yes Gambar 11. Impor tabel data dari excel Tampilan menu masukan data sistem penggunaan lahan jika pertama kali membuat proyek maka akan ada satu sistem penggunaan lahan yang sudah di definisikan di tabel, ganti nama label sesuai yang diinginkan. Pengguna dapat menambahkan data dengan cara klik tombol tambah data (+) dan klik tombol hapus (-) untuk menghapus data. 16 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

29 Gambar 12. Tabel daftar sistem penggunaan lahan Eligibilitas Eligibilitas daftar sistem penggunaan lahan berkaitan dengan kelayakan perubahan dari mekanisme REDD yang didefinisikan pada buku panduan IPCC. Pilihan eligibilitas digunakan untuk menganalisis keluaran berdasarkan pertimbangan perubahan eligibilitas. Klik tab eligibilitas untuk menampilkannya. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 17

30 Gambar 13. Eligibilitas sistem penggunaan lahan Unit Perencanaan Unit perencanaan bisa sangat beragam tergantung kepada kesepakatan antar pemangku kepentingan, apakah unit perencanaan yang akan dibuat tersebut didasarkan kepada wilayah zona administratif politik (pusat-daerah, propinsi, kabupaten, atau bahkan desa) atau wilayah-wilayah yang memiliki perencanaan fungsional seperti wilayah hutan produksi, HTI, perkebunan dan lain sebagainya. Karena sifatnya yang partisipatif, dalam proses membangun unit perencanaan/ zona pemanfaatan ruang perlu digali informasi sedalam-dalamnya dari pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat mengenai rencana pembangunan suatu 18 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

31 wilayah. Hal ini akan sangat membantu karena pada kenyataannya, proses penentuan zona pemanfaatan ruang tidak akan terlepas dari berbagai asumsiasumsi arah pembangunan terutama rencana pembangunan di masa yang akan datang dengan segala kompleksitasnya. Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah menggali informasi mengenai kantung-kantung konflik sumberdaya alam dan lahan yang terjadi. Informasi ini akan sangat penting dan membantu dalam menentukan arah intervensi kebijakan nantinya setelah diketahui skenario atau strategi apa yang akan digunakan dalam menurunkan emisi dari suatu zona pemanfaatan ruang. Harapannya adalah selain dapat merumuskan strategi penurunan emisi, skenario yang dibangun pada akhirnya nanti juga dapat menjadi acuan atau landasan untuk pendistribusian manfaat sumberdaya alam/lahan yang berkeadilan dan juga dapat digunakan sebagai alat untuk mereduksi atau bahkan sebagai alat penyelesaian konflik atas sumberdaya alam atau tenurial. Proses membangun zona pemanfaatan ruang merupakan tahap awal yang sangat penting, dimana pada tahap-tahap berikutnya zonasi ini akan terus diacu. Pada dasarnya tahapan ini bertujuan untuk membangun unit analisa (zona pemanfaatan ruang) yang akan dijadikan acuan pada tahapan-tahapan berikutnya, selain itu tahapan awal ini juga digunakan sebagai alat inventarisasi pembangunan berbasis lahan yang terdapat pada suatu wilayah, mengidentifikasi sinergi alokasi ruang wilayah dengan kegiatan pembangunan berbasis lahan sektoral dan mengidentifikasikan kebijakan pemanfaatan ruang tertentu baik yang dilakukan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat. Membangun Unit Perencanaan (Zona Pemanfaatan Ruang) Emisi gas rumah kaca dari suatu wilayah dimasa yang akan datang dapat diperkirakan melalui perencanaan pembangunan berbasis lahan yang akan dilaksanakan di wilayah tersebut. Perencanaan pembangunan yang akan dilakukan REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 19

32 pada suatu wilayah lebih lanjut dideskripsikan kedalam zona pemanfaatan ruang. Dalam membangun zona pemanfaatan ruang, terdapat beberapa langkah yang perlu diperhatikan, yaitu:»» Harus dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan yang terkait dengan kegiatan pembangunan yang memanfaatkan lahan.»» Mengintegrasikan antara kegiatan pembangunan sektoral yang berbasis lahan dengan rencana penataan ruang daerah.»» Menggali informasi, data dan fakta secara akurat, up to-date, dan sebanyak mungkin dari berbagai pihak terkait dengan pembangunan yang telah dilakukan, rencana pembangunan kedepan dan informasi relevan lainnya seperti konflik atas sumberdaya alam dan lahan.»» Membangun asumsi yang sedapat mungkin merepresentasikan arah pembangunan yang sebenarnya akan dilakasanakan. Contoh zona pemanfaatan ruang dan asumsi rencana pembangunan dapat dilihat pada lampiran 2. Memasukkan data unit perencanaan: Membuat daftar unit perencanaan atau menyalin semua daftar unit perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya menggunakan excel. Langkah pertama, jika sedang berada di menu utama klik kiri tombol masukan -> data spasial & cadangan karbon -> unit perencanaan atau jika diakses dari menu terstruktur klik kiri +masukan -> +data spasial & cadangan karbon -> unit perencanaan. 20 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

33 Akses ke unit perencanaan dari menu utama Gambar 14. Masukan data unit perencanaan Secara otomatis terdapat satu unit perencanaan yang sudah ada. Pengguna dapat menambah unit perencanaan dengan cara klik tombol tambah (+) dan klik tombol hapus (-) untuk menghapus unit perencanaan, dapat juga menyalin data menggunakan tombol impor dari clipboard. (contoh: salin data dari excel dan klik tombol impor dari clipboard). REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 21

34 Gambar 15. Membuat unit perencanaan Matriks Perubahan Matriks perubahan lahan merupakan salah satu metode dalam menganalisa perubahan tutupan/penggunaan lahan pada dua waktu yang berbeda. Metode ini dapat menganalisa perubahan ditiap-tiap kelas penggunaan/tutupan lahan hingga dapat menunjukkan berapa luasan dari perubahan tersebut. Membuat matriks perubahan penggunaan lahan dengan memilih menu matriks perubahan. Jika sedang berada di menu utama klik kiri tombol masukan -> data spasial & cadangan karbon -> matriks perubahan atau jika diakses dari menu terstruktur klik kiri +masukan -> data spasial & cadangan karbon -> matriks perubahan. 22 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

35 Akses matriks perubahan dari tampilan struktur menu Akses matriks perubahan dari menu utama Gambar 16. Matriks perubahan Kemudian akan muncul Ukuran luasan total belum diisi. Pilih Yes jika akan menggunakan data luasan dari matriks perubahan yang akan diisikan. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 23

36 Gambar 17. Pop-up ukuran luasan total Kemudian akan muncul kembali Fraksi unit perencanaan tidak valid. Tekan Yes untuk menentukan fraksi berdasarkan pada luas unit perencanaan sebelumnya. 24 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

37 Gambar 18. Pop-up validasi fraksi unit perencanaan Langkah selanjutnya memasukan semua data matriks perubahan sistem penggunaan lahan langsung di perangkat lunak abacus, atau dapat juga menyalin matriks perubahan lahan yang sudah dibuat di excel dan disesuaikan dengan unit perencanaan masing-masing, kemudian mengarahkan kursor pada ujung kiri atas kolom yang kosong kemudian klik kanan pada mouse dan pilih tempel (paste). Perlu diingat dan dilihat kembali adalah pada waktu mengakses masukan -> data spasial & cadangan karbon -> matriks perubahan, pada bagian atas terdapat skala waktu yang harus didefinisikan terlebih dahulu seperti pada gambar berikut : REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 25

38 Gambar 19. Pengaturan interval waktu matriks perubahan Isian angka 5 di atas menunjukan bahwa data tutupan/penggunaan lahan memiliki dua referensi waktu yang berbeda dengan perbedaan interval waktu yang berbeda yaitu 5 tahun. Sebagai contoh apabila data tutupan/penggunaan lahan yang digunakan tahun 2005 dan 2010 maka perbedaan interval waktunya adalah 5 tahun. Data matrik perubahan pada excel disalin. Gambar 20. Data matriks perubahan lahan pada excel 26 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

39 Pilih gambar Impor dari clipboard»» Apabila yang disalin hanya data matriknya maka hilangkan centang judul baris dan kolom dan indeks judul.»» Apabila yang disalin adalah data beserta judul baris dan kolomnya maka centang judul baris dan kolom.»» Apabila yang disalin dari excel beserta indeks judul maka centang indeks judul. Pengaturan impor data dengan memilih kotak centang Gambar 21. Pengaturan data impor dari clipboard pada matriks perubahan REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 27

40 Klik tombol impor untuk memindahkan data matriks perubahan sistem penggunaan lahan dari excel atau spreadsheet ke dalam program REDD Abacus SP. Gambar 22. Impor data tabel dari excel 28 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

41 Hasil setelah data diimpor dari excel ke dalam aplikasi Abacus. Gambar 23. Hasil impor clipboard REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 29

42 Untuk merubah tampilan data dari matriks data menjadi tampilan bentuk, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Klik kiri tombol beralih ke tampilan bentuk Gambar 24. Pengaturan tampilan bentuk Tombol beralih ke tampilan bentuk merupakan fungsi untuk merubah tampilan dari tampilan model matriks menjadi tampilan bentuk tabel detail. Contoh tampilan bentuk dapat dilihat pada gambar 25 di bawah ini. 30 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

43 Tombol untuk kembali ke tampilan bentuk matriks Gambar 25. Tampilan data bentuk Tampilan data dalam bentuk dimaksudkan untuk mempermudah membaca data perubahan dari tiap lahan, data yang dibaca lebih spesifik. Misalkan perubahan penggunaan lahan dari wanatani kayu manis ke penggunaan lahan lainnya. Atau sebaliknya dari perubahan lainnya ke wanatani kayu manis. Nilai satuan yang dapat digunakan untuk memasukan data sistem perubahan penggunaan lahan dapat berupa satuan unit fraksi atau hektar. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 31

44 Gambar 26. Penggunaan satuan unit Cadangan Karbon Cadangan karbon adalah kandungan karbon yang tersimpan, baik itu pada permukaan tanah sebagai biomasa tanaman, sisa tanaman yang sudah mati (nekromasa), maupun dalam tanah sebagai bahan organik tanah. Cadangan karbon ini tidak lain adalah unsur kimia karbon (dengan notasi C) dalam bentuk yang tidak tetap. Unsur karbon pada biomasa tanaman yang berbentuk padat dapat berubah menjadi bagian dari udara ketika biomasa tersebut terurai (terdekomposisi), atau sebaliknya dari udara berubah kembali menjadi biomasa tanaman melalui proses fotosintesa. Perubahan wujud karbon ini kemudian menjadi dasar untuk menghitung emisi, dimana sebagian besar unsur karbon (C) yang terurai ke udara biasanya terikat dengan O 2 (oksigen) dan menjadi CO 2 (karbon dioksida). Itulah sebabnya ketika satu hektar hutan menghilang (pohon-pohonnya mati), maka biomasa pohonpohon tersebut cepat atau lambat akan terurai dan unsur karbonnya terikat ke udara menjadi emisi (terlepas dari perdebatan laju dekomposisi kayu yang 32 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

45 bervariasi). Dan ketika satu lahan kosong ditanami tumbuhan, maka akan terjadi proses pengikatan unsur C (karbon) dari udara kembali menjadi biomasa tanaman secara bertahap ketika tanaman tersebut tumbuh besar (sekuestrasi). Ukuran volume tanaman penyusun lahan tersebut kemudian menjadi ukuran jumlah karbon yang tersimpan sebagai biomasa (cadangan karbon). Gambar 27. Siklus perubahan cadangan karbon Semakin besar volume tanaman pada satu lahan, maka semakin besar pula unsur karbon yang tersimpan sebagai biomasa. Dan dapat dipastikan semakin besar pula unsur karbon yang sebelumnya berbentuk CO 2 di udara terserap menjadi biomasa (sekuestrasi). Sehingga efek rumah kaca karena pengaruh unsur CO 2 dapat dikurangi, karena kandungan CO 2 di udara otomatis menjadi berkurang. Namun sebaliknya, efek rumah kaca akan bertambah jika tanaman-tanaman tersebut mati. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 33

46 a. Perubahan Cadangan Karbon Dari penjelasan tersebut di atas, maka jika terjadi perubahan volume tanaman penyusun pada satu lahan, maka dapat dipastikan telah terjadi emisi (jika volumenya berkurang) atau sekuestrasi (jika volumenya bertambah). Dan karena volume tanaman sebanding dengan jumlah karbon yang tersimpan (cadangan karbon), maka perubahan volume tanaman dapat disebut juga sebagai perubahan cadangan karbon. Dalam hal ini, perubahan lahan adalah pemicu terjadinya baik itu emisi maupun sekuestrasi (tergantung perbandingan cadangan karbonnya). Sehingga pengukuran cadangan karbon untuk masing-masing jenis tutupan lahan sangat penting untuk dilakukan agar kita dapat mengetahui apakah satu perubahan tutupan lahan adalah emisi atau sekuestrasi. b. Pengukuran Cadangan Karbon Pengukuran cadangan karbon pada satu tutupan lahan dapat dilakukan dengan melakukan sampling pada sebagian area lahan yang mewakili (misalnya seluas 2000 m 2 ), dengan beberapa ulangan. Kemudian ukur semua tanaman pada area sampling tersebut (DBH dan tingginya jika memungkinkan). Volume tanaman atau besaran biomasanya dapat diestimasi dengan menggunakan persamaan yang sudah dikembangkan oleh beberapa orang diantaranya Chave et al (2005), Kettering et al (2001), Brown et al (1989) atau yang lainya. Persamaan untuk mendapatkan estimasi besaran biomasa tersebut disebut juga persamaan alometri. Cadangan karbon sebenarnya tidak hanya berada pada tanaman hidup (biomasa), tapi juga pada tanaman mati yang belum terurai (nekromasa), dan juga bahan 34 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

47 organik yang terdapat pada permukan tanah dan pada tanah itu sendiri. Pengukuran dan penghitungan cadangan karbon pada bagian-bagian tersebut (pools) secara lebih detil dapat dilihat pada buku Pengukuran Cadangan Karbon: dari tingkat lahan ke bentang lahan terbitan ICRAF (Hairiah et. al 2001). Cadangan karbon beberapa jenis tutupan lahan yang sudah pernah diukur pada lokasi tertentu dapat dilihat pada lampiran 3. Catatan: Pada jenis tutupan lahan yang mempunyai rotasi penanaman kembali setelah jangka waktu tertentu, maka estimasi cadangan karbon yang harus diambil adalah cadangan karbon rata-rata selama satu rotasi tersebut (rata-rata waktu). Misalnya adalah perkebunan karet. Jika rotasi perkebunan karet adalah sekitar 35 tahun, maka rata-rata cadangan karbon untuk satu rotasi adalah setengah dari maksimum cadangan karbon perkebunan karet tersebut pada umur ke-35. Gambar 28 menunjukan contoh diagram untuk rotasi penanaman karet. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 35

48 Gambar 28. Diagram rotasi penanaman karet Gambar di atas merupakan contoh rotasi penanaman karet selama 35 tahun dengan maksimum cadangan karbon terbesar 80 ton/ha. Rata-rata rotasi untuk cadangan karbonnya adalah 40 ton/ha. Jika cadangan karbon maksimum kebun karet adalah 80 ton/ha pada umur 35 tahun, maka rata-rata cadangan karbonnya berdasarkan waktu rotasi adalah 80/2 = 40 ton/ha. Ini karena cadangan karbonnya tidak tetap dari tahun ke tahun (lihat Gambar 28). Dari mulai penanaman (umur 0) cadangan karbonnya akan meningkat sedikit demi sedikit sejalan dengan tumbuhnya tanaman. Dan ketika tanaman tersebut mencapai umur maksimum (sudah tidak produktif lagi untuk karet, atau masa pemanenan untuk tanaman kayu) maka cadangan karbonnya akan kembali menjadi 0 (nol) karena semua tanamannya akan ditebang dan diganti dengan bibit yang baru. 36 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

49 Hal tersebut diatas tidak berlaku untuk jenis tutupan lahan yang dianggap tidak terjadi perubahan cadangan karbon dari tahun ke tahun (atau perubahannya sangat kecil sehingga bisa diabaikan) seperti hutan alami, savanna atau mungkin juga agroforestri kompleks semacam hutan karet. Membuat daftar nilai cadangan karbon dengan memilih cadangan karbon, jika sedang berada di menu utama klik kiri tombol masukan -> data spasial & cadangan karbon -> cadangan karbon atau jika diakses dari menu terstruktur klik +masukan -> +data spasial & cadangan karbon -> cadangan karbon. Lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah ini. Akses ke menu cadangan karbon dari tampilan struktur menu Akses cadangan karbon dari menu utama Gambar 29. Cadangan karbon REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 37

50 Isi nilai cadangan karbon setiap Sistem Penggunaan Lahan (SPL) pada masingmasing kolom dan berdasarkan unit perencanaan masing-masing. Gambar 30. Data cadangan karbon tiap lahan per unit perencanaan Data Ekonomi Data ekonomi merupakan data masukan yang akan mempengaruhi manfaat dan kerugian dari penggunaan perubahan lahan dan pengaruh ekonomi terhadap emisi yang dihasilkan. 38 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

51 Pilih tombol data ekonomi pada data masukan atau dapat diakses dari menu terstruktur di sebelah kiri dengan mengklik tanda + pada data ekonomi. Gambar 31. Data ekonomi REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 39

52 Valuasi Biaya Manfaat Perbedaan antara finansial (private) dan harga ekonomi (social) Tabel 1. Perbedaan private dan social Private Profitability Mencerminkan pasar yang sebenarnya. Hasil nilai bersih diterima oleh operator pengguna lahan, petani. Menunjukan daya saing sistem pertanian yang diberikan teknologi saat ini, nilai keluaran, biaya impor, kebijakan transfer. Harga yang digunakan: harga pasar yang sebenarnya. Social Profitability Mencerminkan efisiensi ekonomi pada skala Nasional. Net atau nilai bersih berpotensial. Mengukur keunggulan komparatif dalam sistem komoditas pertanian. Harga yang digunakan: harga standar dunia. (sumber: Monke and Pearson, 1995) Dari beberapa sumber yang didapatkan perbedaan NPV sosial dan private pada suatu kebijakan, misalnya pajak, subsidi dan pembatasan impor. Private dan NPV sosial dinyatakan dalam $/ha di Abacus. Profitabilitas private biasanya digunakan untuk menilai daya saing dan efisiensi di tingkat petani, oleh karena itu lebih mencerminkan untuk sisi operator lahan. 40 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

53 Klik kiri data ekonomi -> valuasi biaya-manfaat -> klik gambar tambah (+) -> label otomatis Private, dapat diubah atau ditambah menjadi social. Namun tidak bisa dihapus semua, harus ada salah satu pilihan masukan valuasi biaya-manfaat baik mewakili private ataupun social. Gambar 32. Valuasi biaya - manfaat REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 41

54 Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) adalah suatu indikator umum yang digunakan untuk menilai manfaat ekonomi pada kurun waktu tertentu. NPV merupakan akumulasi selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang telah didiskon selama periode waktu tertentu. Perhitungan NPV mengikuti rumus sebagai berikut: NPV = t=n Σ t=0 B t - C t (1 + i) t Dimana Bt adalah pendapatan pada tahun t, Ct adalah biaya pada tahun t, t merujuk kepada waktu dalam tahun dan i merupakan tingkat bunga (%). Perhitungan NPV dengan formula di atas dikenal juga sebagai return to land. Jika hasil perhitungan memperlihatkan NPV di atas nol (positif), maka sistem penggunaan lahan tersebut termasuk layak untuk investasi. Pada sistem dengan NPV yang paling tinggi, maka penggunaan lahan tersebut merupakan sistem paling menguntungkan diantara sistem lain di bentang lahan tersebut. Memasukkan nilai NPV dengan mengklik Masukan -> Data Ekonomi -> Net Present Value (NPV) kemudian memasukan nilai NPV dari setiap Sistem Penggunaan Lahan (SPL) pada masing-masing kolom yang disediakan dan berdasarkan unit perencanan masing-masing, cara mudah yang dapat dilakukan adalah dengan menyalin data yang sudah disiapkan pada excel atau aplikasi spreadsheet lainnya. 42 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

55 Biaya-Manfaat dari Konversi Lahan Gambar 33. Data Net Present Value (NPV) Biaya-manfaat dari konversi lahan menghitung surplus (manfaat) atau kerugian (biaya) yang terjadi pada lahan menggunakan perubahan aktivitas. Melakukan perubahan penggunaan lahan dapat berkontribusi baik maupun buruk terhadap biaya sebagai akibat dari perbedaan NPV. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 43

56 Memasukkan nilai biaya-manfaat dari konversi lahan. Nilai yang dimasukan merupakan nilai manfaat ekonomi ($) yang diperoleh akibat adanya suatu perubahan penggunaan lahan, contohnya apabila ada perubahan penggunaan lahan dari hutan ke non-hutan maka akan terdapat potensi kayu yang nilai ekonominya dapat dihitung, untuk mengisi nilai tersebut yaitu dengan memilih menu biaya-manfaat dari konversi lahan. Untuk aksesnya jika dari menu utama maka klik tombol masukan ->data ekonomi -> biaya manfaat dari konversi lahan. Gambar 34. Matriks masukan biaya manfaat dan konversi lahan 44 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

57 Emisi dari Sumber Lain Emisi dari sumber lain merupakan emisi tambahan untuk setiap perubahan sistem penggunaan lahan. Pada aplikasi Abacus terdapat dua emisi dari sumber lain yang dapat dikalkulasi yaitu emisi dari gambut dan emisi dari kegiatan pengelolaan. Jika terdapat data emisi dari sumber lain maka dapat diisikan pada menu emisi dari sumber lain. Untuk aksesnya jika sedang berada di menu utama klik kiri tombol masukan -> emisi dari sumber lain atau jika diakses dari menu terstruktur klik kiri +masukan -> +emisi dari sumber lain. Emisi dari Gambut Gambar 35. Mengisi data emisi dari sumber lain Emisi tambahan dari gambut difungsikan untuk memasukan data matriks emisi yang dihasilkan berasal dari pernafasan akar dan dekomposisi gambut, dapat dihitung berdasarkan faktor emisi atau data emisi aktual. Centang kotak centang REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 45

58 sertakan emisi dari gambut lalu isi faktor emisi atau emisi aktual dari gambut. Faktor emisi digunakan dengan melibatkan ukuran luasan. Emisi aktual digunakan dengan mengabaikan hitungan luasan dan biasanya digunakan untuk emisi dari kegiatan pengelolaan. (Contoh emisi dari kegiatan pengelolaan yaitu: emisi industri dll). Untuk melihat tampilan masukan emisi dari gambut lihat gambar 36 di bawah ini. Gambar 36. Emisi dari gambut Emisi dari Kegiatan Pengelolaan Emisi tambahan dari kegiatan pengelolaan sama halnya dengan emisi dari gambut, ketika data yang dihasilkan sangat kompleks maka masukan data matriks emisi 46 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

59 dari kegiatan pengelolaan, lalu centang kotak centang sertakan emisi dari kegiatan pengelolaan dan pilih tombol radio emisi aktual lalu pilih satuan unit ton CO 2 -eq/ tahun. Untuk melihat tampilan emisi dari kegiatan pengelolaan lihat gambar 37 di bawah ini. Gambar 37. Emisi dari kegiatan pengelolaan Setelah semua data dimasukan maka REDD Abacus SP akan menghitung hasil kalkulasinya, Untuk melihat hasil penghitungan emisi dapat dilihat pada menu keluaran. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 47

60

61 2. KELUARAN Untuk melihat hasil keluaran dari data-data yang sudah dimasukan maka klik kiri tombol keluaran pada tampilan menu utama tampilan aplikasi atau klik kiri +keluaran pada tampilan menu terstruktur interaksi pengguna (biasanya berada di sebelah kiri aplikasi). Gambar 38. Akses menu keluaran REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 49

62 Matriks Emisi Matriks emisi merupakan keluaran dari perhitungan matriks perubahan lahan yang memiliki tab menu total emisi setiap unit perencanaan, emisi bersih, emisi total, dan sekuestrasi total. Untuk melihat hasil keluarannya klik kiri tombol keluaran -> klik tombol matriks emisi atau pada bingkai menu struktur (sebelah kiri aplikasi) klik kiri +keluaran -> matriks emisi. Gambar 39. Matriks emisi 50 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

63 Keluaran Matriks Emisi Keluaran dari matriks emisi adalah total hasil perhitungan matriks yang terbagi atas tab unit perencanaan, emisi bersih, emisi total, dan sekuestrasi total dengan satuan unit ton CO 2 -eq/tahun atau ton CO 2 -eq/(ha.tahun). Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 40. Matriks emisi sesuai unit perencanaan REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 51

64 Hasil keluaran matriks emisi untuk tab hitungan total emisi bersih. Gambar 41. Data keluaran matriks emisi bersih Keluaran hasil perhitungan matriks emisi tab emisi total dengan satuan unit ton CO 2 -eq/tahun atau ton CO 2 -eq/(ha.tahun). 52 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

65 Gambar 42. Data keluaran matriks emisi total Matriks emisi untuk tab sekuestrasi total merupakan hasil perhitungan total dari perubahan sistem penggunaan lahan. Hasil keluaran sekuestrasi total dapat dilihat pada gambar di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 53

66 Gambar 43. Data keluaran matriks sekuestrasi total Total Biaya Manfaat Keluaran dari total biaya manfaat menunjukkan manfaat biaya total pada tiap transisi penggunaan lahan. Nilai total biaya manfaat dihitung dari nilai NPV dan biaya manfaat dari konversi lahan. Hasil keluaran dapat bernilai positif maupun 54 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

67 negatif bergantung pada keuntungan atau kerugian dari penggunaan perubahan lahan. Untuk melihat total biaya manfaat klik kiri pada tombol keluaran -> total biaya manfaat atau dapat juga diakses melalui menu tampilan terstruktur yang berada di sebelah kiri aplikasi dengan mengklik kiri +keluaran -> klik kiri total biaya manfaat. Gambar 44. Total biaya - manfaat REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 55

68 Total Biaya manfaat terdiri dari hasil perhitungan berdasarkan tab unit perencanaan, biaya manfaat bersih, manfaat dan biaya yang memiliki satuan unit $ atau $/ha. Nilai dari total biaya manfaat dapat bernilai positif atau negatif tergantung manfaat atau kerugian dari perubahan penggunaan lahan. Hasil matriks total biaya manfaat dari tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar 45. Gambar 45. Matriks keluaran total biaya manfaat tampilan unit perencanaan 56 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

69 Biaya manfaat bersih merupakan hasil perhitungan bersih manfaat dari setiap perubahan sistem penggunaan lahan. Hasil keluarannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 46. Matriks keluaran total biaya tampilan manfaat bersih Total biaya manfaat pada tab manfaat menghasilkan perhitungan yang hanya menampilkan nilai manfaat dari sistem perubahan lahan. Jika terdapat nilai kerugian (negatif) maka tidak akan ditampilkan dan diberi nilai 0. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 57

70 Gambar 47. Matriks keluaran total biaya tampilan hasil manfaat Total biaya manfaat pada tab biaya menghasilkan keluaran biaya dari setiap perubahan sistem penggunaan lahan. Satuan unit yang dapat digunakan adalah $/ ha atau $. 58 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

71 Gambar 48. Matriks keluaran total biaya Matriks Biaya Oportunitas Konsep Biaya Oportunitas ini digunakan dalam menghitung tingkat kompensasi untuk menghindari emisi karbon dari perubahan penggunaan lahan yang disebut sebagai abatement cost. Untuk melihat keluaran matriks biaya oportunitas klik REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 59

72 kiri tombol keluaran -> matriks biaya oportunitas atau dapat diakses dengan menggunakan tampilan terstruktur (di sisi sebelah kiri aplikasi) klik kiri +keluaran -> matriks biaya oportunitas. Gambar 49. Matriks biaya oportunitas Pada tampilan keluaran matriks biaya oportunitas pengguna dapat lebih mudah melihat hasil keluaran yang dibagi berdasarkan tab unit perencanaan, biaya oportunitas netto, biaya oportunitas positif, dan biaya oportunitas negatif. Lebih jelasnya keluaran matriks biaya oportunitas untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 60 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

73 Gambar 50. Keluaran matriks biaya oportunitas tampilan unit perencanaan Matriks biaya oportunitas netto merupakan keluaran berat bersih dari keseluruhan hasil kalkulasi biaya oportunitas. Data keluaran biaya oportunitas netto dapat dilihat pada gambar di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 61

74 Gambar 51. Keluaran matriks biaya oportunitas tampilan biaya netto Matriks biaya oportunitas positif merupakan hasil keluaran pada matriks biaya oportunitas yang hanya menampilkan hasil perhitungan bernilai positif. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. 62 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

75 Gambar 52. Keluaran matriks biaya oportunitas hasil positif Kebalikannya, matriks biaya oportunitas negatif merupakan hasil keluaran pada matriks biaya oportunitas yang hanya menampilkan hasil perhitungan bernilai negatif. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 63

76 Gambar 53. Keluaran matriks biaya oportunitas hasil negatif 64 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

77 Ringkasan Untuk melihat semua ringkasan total hasil keluaran setiap variabel dapat memilih tombol ringkasan. Tombol ringkasan dapat dipilih dengan memilih tombol yang ada pada menu aplikasi, klik kiri tombol keluaran -> ringkasan, atau pada tampilan struktur sebelah kiri aplikasi klik kiri +keluaran -> ringkasan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. Tampilan aplikasi dalam bentuk terstruktur Gambar 54. Akses menu keluaran ringkasan Di dalam menu keluaran terdapat tab menu ringkasan, yaitu kumpulan keseluruhan total dari hasil perhitungan emisi berdasarkan variabel dan nilai totalnya. Tampilan keluaran ringkasan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 65

78 Gambar 55. Keluaran ringkasan hasil Pada menu ringkasan terdapat juga tab menu data keluaran emisi yang berkaitan dengan manfaat kurang dari ambang biaya yang berfungsi untuk melihat emisi dan biaya oportunitas dari perubahan lahan dengan batas biaya per jangka waktu beberapa tahun. Isi atribut pada tabel terdiri dari unit perencanaan, penggunaan lahan sebelumnya, penggunaan lahan baru, hasil emisi, biaya oportunitas, dan pemenuhan eligibilitas. Batas biaya dapat diperbaharui dengan mengklik tombol perbaharui dan ganti nilainya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. 66 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

79 Gambar 56. Ringkasan emisi yang berkaitan dengan manfaat kurang dari ambang biaya Ringkasan dari tab biaya oportunitas dapat diatur tampilan keluarannya sesuai kebutuhan pengguna. Pilih unit perencanaan untuk menampilkan keluaran berdasarkan unit perencanaan, pilih variabel yang akan ditampilkan, pilih satuan unit yang akan ditampilkan untuk data keluaran. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 67

80 Gambar 57. Ringkasan biaya oportunitas Kurva Abatement Cost Konsep Biaya oportunitas digunakan dalam menghitung tingkat kompensasi untuk menghindari emisi karbon dari perubahan penggunaan lahan yang disebut sebagai abatement cost. Keuntungan ekonomi dalam hal ini diukur dengan NPV (Net Present Value) dari suatu sistem penggunaan lahan tertentu, yang pada dasarnya merupakan profit dari praktek budidaya tertentu. Idealnya dalam perhitungan Biaya oportunitas dimasukkan analisa ekonomi yang lebih luas daripada sekedar analisa profit, dipertimbangkan keterkaitan antara sektor lahan dengan sektor lainnya serta keterkaitan/ketergantungan antara satu daerah dengan daerah lain. 68 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

81 Abatement cost ($/ton CO 2 -eq), dirumuskan sebagai berikut : (NPV (pada t2)- NPV (pada t1)) 3,67 (Cadangan karbon (pada t2)- Cadangan karbon (pada t1)) Gambar keseluruhan kurva emisi dan sekuestrasi pada kurva abatement cost dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 58. Kurva abatement cost gabungan emisi dan sekuestrasi REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 69

82 Tampilan kurva abatement cost untuk emisi. Ceklist hanya bagian sekuestrasi untuk menampilkan kurva emisi Gambar 59. Kurva abatement cost tampilan emisi 70 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

83 Tampilan kurva abatement cost untuk sekuestrasi. Ceklist hanya bagian sekuestrasi untuk menampilkan kurva sekuestrasi 5 Gambar 60. Kurva abatement cost tampilan sekuestrasi REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 71

84 Fungsi bilah alat (toolbar) pada kurva abatement cost Keterangan: 1. Simpan gambar Tombol simpan gambar berfungsi untuk menyimpan gambar kurva dengan pilihan format png, jpg, bmp, atau gif. Untuk mendapatkan kualitas gambar kurva yang bagus simpan gambar dalam format BMP (ukuran file dan pikselnya lebih besar). Lebih jelasnya lihat pada lampiran Salin gambar Klik gambar seperti disamping lalu tempel atau paste kan ke dalam aplikasi lain. Misalkan: klik gambar salin gambar lalu ditempel atau di paste ke dalam aplikasi paint. Lebih jelasnya lihat pada lampiran Perbesar Grafik dapat diperbesar secara langsung dengan mengklik tombol perbesar. Lebih jelasnya lihat pada lampiran REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

85 4. Perkecil Grafik dapat diperkecil secara langsung dengan mengklik tombol perkecil. Lebih jelasnya lihat pada lampiran Perbesaran Untuk mengatur besaran sesuai yang kita inputkan gunakan perbesaran, maka akan muncul kotak dialog pengaturan perbesaran. Dapat diatur dengan memilih ukuran rasio persentase atau dapat mengatur ukuran lebar dan tinggi gambar kurva dengan satuan piksel. Dapat juga disesuaikan dengan bingkai. Lebih jelasnya lihat pada lampiran Format bagan Warna grafik, gaya garis dan ukuran font dapat disesuaikan dengan mengklik tombol grafik format bagan. Penggunaan lebih lanjut tentang format bagan dapat dilihat di lampiran 4. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 73

86 7. Pengaturan tayangan Dialog pengaturan tayangan menampilkan pilihan untuk:»» Apakah anda hanya ingin menampilkan elemen yang hanya memenuhi persyaratan (transisi yang memenuhi syarat dan unit perencanaan).»» Pilih unit Valuasi biaya- manfaat untuk ditampilkan pada grafik.»» Unit sumbu X dapat dipilih untuk satuan emisi rata-rata (ton CO 2 -eq/ha.tahun) atau unit emisi total per-tahun (ton CO 2 -eq/ tahun). Anda juga dapat menyesuaikan rentang unit.»» Unit sumbu Y dapat dipilih baik pada skala logaritmik (standarnya) atau skala normal. Anda juga dapat menyesuaikan rentang unit. 8. Kotak centang emisi dan sekuestrasi Anda dapat memilih unsur nilai yang akan ditampilkan dengan mencentang kotak centang tersebut. Emisi (sumbu x positif) dan sekuestrasi (sumbu x negatif). Penjelasan dan contohnya dapat dilihat pada lampiran Biaya positif dan Biaya negatif Biaya positif untuk menampilkan NPV positif (sumbu Y positif) dan biaya negatif untuk menampilkan NPV negatif (sumbu Y negatif). Lebih jelasnya lihat pada lampiran REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

87 10. Tunjukkan garis batas Mengatur tampilan garis ambang batas. Nilai ambang batas dapat dimodifikasi dengan mengklik kanan garis horizontal (standarnya garis merah putus-putus) dan klik kanan atur batas pada pop-up menu, atau anda bisa langsung menggeser garis horizontal (OpCost threshold) ke atas dan ke bawah. Untuk menghilangkan tampilan garis batas klik kanan pada garis batas lalu pilih sembunyikan garis batas. Lebih jelasnya lihat pada lampiran Legenda bagan Tombol legenda bagan digunakan untuk menampilkan legenda dari kurva. Penjelasan dan contohnya dapat dilihat pada lampiran 4. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 75

88

89 3. SIMULASI SKENARIO REL atau Reference Emission Level, yaitu acuan jumlah emisi dalam jangka waktu tertentu dihitung dari emisi akibat perubahan penggunaan lahan. Penurunan emisi kemudian akan dihitung secara relatif dari acuan jumlah emisi tersebut (REL). Selain REL dikenal juga RL atau Reference Level, yang merupakan acuan emisi netto yang dihitung dari pengurangan antara emisi dengan sekuestrasi, antara REL dan RL seringkali digunakan secara bersama-sama namun mengandung pengertian yang berbeda. Data yang dibutuhkan untuk menghitung REL adalah data peta perubahan penggunaan lahan pada jangka waktu tertentu (berupa matriks perubahan penggunaan lahan) dan data cadangan karbon untuk setiap sistem penggunaan lahan pada data peta tersebut. Pastikan semua data yang dibutuhkan sudah disiapkan dan dimasukan ke dalam program REDD Abacus SP. Langkah ini mengenai input data dan proses mendapatkan angka emisi, yang akan dilakukan kemudian adalah melakukan perhitungan nilai emisi untuk masa yang akan datang menggunakan data input sebelumnya tersebut. Untuk memulai simulasi skenario akses simulasi dengan klik kiri tombol simulasi skenario dari menu utama, atau klik kiri +simulasi skenario pada menu struktur yang berada di sisi kiri aplikasi. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 77

90 Gambar 61. Menjalankan simulasi skenario Pengaturan Skenario Untuk memulai simulasi yang pertama kali dilakukan adalah pengaturan skenario. Akses dengan memilih menu simulasi skenario -> pengaturan skenario. Jika diakses dari daftar menu struktur (biasanya terletak disebelah kiri aplikasi), klik +simulasi skenario, maka akan keluar sub menu dari simulasi skenario. Klik tanda + pada pengaturan skenario. 78 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

91 Gambar 62. Pengaturan skenario Tampilan pengaturan skenario ketika sudah dipilih. Gambar 63. Sub menu pada pengaturan skenario REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 79

92 Jika cabang menu di bawah simulasi skenario dan pengaturan skenario dibuka maka akan terlihat seperti pada gambar 63 di atas. Terdapat 3 pilihan menu untuk mengatur skenario dan 1 pilihan skenario dinamik. Jika ingin melakukan simulasi skenario maka tahap awal adalah harus mengisi pengaturan ulangan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk melakukan perhitungan nilai emisi pada masa yang akan datang menggunakan data input sebelumnya. Pengaturan Ulangan Untuk memulai membangun REL harus melalui menu ini terlebih dahulu. Pada bagian ini akan dibangkitkan skenario matriks sesuai dengan jumlah ulangan yang diatur. Gambar 64. Pengaturan pengulangan 80 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

93 Pilih tombol pengaturan ulangan untuk menampilkan dialog masukan pengaturan jumlah ulangan seperti yang terlihat pada gambar 65 di bawah ini. Gambar 65. Pengaturan jumlah ulangan Jumlah ulangan menunjukan berapa tahun kedepan simulasi akan dibangkitkan. Ulangan yang dimaksud disini adalah ulangan dari interval tahun perubahan lahan yang digunakan sebagai inisial skenario. Interval perubahan penggunaan lahan ini dimasukan pada bagian masukan matriks perubahan sistem penggunaan lahan sebelumnya. Contohnya, jika intervalnya adalah 5 tahun, maka dengan jumlah ulangan sebanyak 4 kali, akan dibangkitkan skenario untuk 20 tahun ke depan (4x5 tahun). Tambahan: Pengguna bisa menampilkan proyek baru berdasarkan pengaturan periode ulangan dan juga dapat memodifikasinya dengan cara klik kanan pada salah satu REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 81

94 baris (periode ulangan), lalu pilih Tampilkan Proyek. Maka akan keluar pop-up Beberapa elemen ulangan akan keluar sebagai proyek tersendiri klik yes untuk menampilkan proyek baru atau no jika tidak jadi menampilkan proyek baru. Proyek baru berdasarkan pengaturan ulangan dapat dimodifikasi kembali. Lebih jelasnya lihat pada gambar 66. Gambar tampilan panel setelah jumlah ulangan dimasukan. Langkah 1. Klik kanan pada salah satu baris periode ulangan. Langkah 1. Klik kanan pada salah satu baris periode ulangan. Gambar 66. Tampilan panel setelah jumlah ulangan dimasukan 82 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

95 Ketika jumlah ulangan dimasukan, maka secara otomatis skenario akan dibangkitkan dan simulasi langsung dijalankan. Hasil perhitungan emisinya dapat langsung dilihat pada tabel seperti terlihat pada gambar 66 di atas. Hasil simulasi tersebut adalah hasil dengan asumsi kondisi menurut sejarah perubahan penggunaan lahan sebelumnya dan tanpa ada perubahan kebijakan ketika simulasi ini dijalankan. Matriks Peluang Perubahan (MPP) Untuk menterjemahkan skenario ke dalam perubahan lahan dilakukan dengan melakukan proses modifikasi pada komponen. Untuk merubahnya klik simulasi skenario -> pengaturan skenario -> matriks peluang perubahan (MPP). Nilai yang muncul pada setiap kotak MPP memperlihatkan peluang yang muncul dari perubahan penggunaan lahan satu ke perubahan penggunaan yang lain. Matriks peluang ini dibangkitkan dari matriks perubahan sistem pengunaan lahan yang digunakan sebagai dasar perhitungan emisi pada masa sebelumnya. Dengan asumsi bahwa perubahan yang kemudian akan terjadi kembali akan sama persis peluangnya (percepatannya) untuk masing-masing sistem penggunaan lahan tersebut secara linier. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 83

96 Gambar 67. Akses matriks peluang perubahan 84 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

97 Nilai matriks peluang perubahan Gambar 68. Nilai matriks peluang perubahan lahan Beberapa catatan yang harus diperhatikan sebelum melakukan pengaturan perubahan pada MPP adalah:»» Jumlah nilai peluang pada satu baris harus sama dengan 1 (satu).»» Nilai peluang pada sel-sel diagonal (berwarna kuning) adalah peluang tidak terjadinya perubahan pada sistem penggunaan lahan yang bersangkutan. Contohnya: jika nilai peluang belukar pada sel diagonalnya adalah , REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 85

98 maka luasan belukar yang akan tetap menjadi belukar adalah bagian (atau sekitar 95,63%) dari luasan sebelumnya. Sehingga jika nilainya adalah 1 (satu), maka tidak akan terjadi perubahan sama sekali dari sistem penggunaan lahan yang bersangkutan ke penggunaan lahan lainnya. Untuk memodifikasi MPP dapat dilakukan dengan dua cara : 1. Melakukannya pada program REDD Abacus SP, yaitu dengan :»» Mengubah nilainya secara langsung dan memasukan nilai baru menyesuaikan dengan skenario.»» Lakukan klik kanan pada jenis penggunaan lahan yang dimaksud, selanjutnya memilih atur tidak ada konversi. Hal ini dilakukan untuk menetapkan bahwa jenis penggunaan lahan terpilih tidak akan mengalami perubahan penggunaan lahan dimasa yang akan datang atau penggunaan lahan tersebut akan tetap secara jumlah. Gambar 69. Pengaturan konversi Klik kanan pada daftar sistem penggunaan lahan kelapa sawit lalu klik atur tidak ada konversi. 86 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

99 Klik kanan pada daftar sistem penggunaan lahan kelapa sawit lalu klik atur tidak ada konversi. Gambar 70. Contoh cara mengubah nilai MPP Skenario dari gambar 70 dapat diartikan mempertahankan kelapa sawit (tetap) dan merehabilitasi lahan-lahan seperti lahan kosong, rumput, dan belukar menjadi hutan dengan cara bertahap. Cara bertahap yang dimaksud adalah misalnya pada periode ulangan ke-1 (5 tahun kedepan) akan menjadi wanatani (kopi dan karet), ulangan ke-2 (10 tahun kedepan) akan menjadi hutan sekunder dengan kerapatan rendah, ulangan ke-3 dan ke-4 (15 dan 20 tahun kedepan) akan menjadi hutan sekunder dengan kerapatan tinggi. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 87

100 2. Menggunakan fungsi salin tabel kemudian tempel fungsi salin tabel tersebut di excel worksheet. Langkah selanjutnya adalah melakukan modifikasi MPP sesuai dengan skenario yang telah dibuat. Cara ini lebih mudah dilakukan mengingat seringkali muncul berbagai skenario yang lebih kompleks dan cukup memudahkan apabila modifikasi-modifikasi tersebut dilakukan di dalam spreadsheet, kemudian salin kembali hasil modifikasi MPP tersebut ke dalam REDD Abacus SP. Hal penting yang perlu diperhatikan yaitu memilih semua nilainya saja tanpa item jenis penggunaan lahannya, dimana jenis penggunaan lahan-nya masih tersimpan di REDD Abacus SP. Gambar 71. Memanfaatkan fasilitas salin/copy tabel 88 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

101 Skenario Perubahan Penggunaan Lahan Pada bagian ini terdapat matriks skenario dengan fungsi yang hampir sama dengan MPP, namun menggunakan pangaturan luas lahan secara langsung. Tapi ada beberapa catatan yang harus diperhatikan karena ada beberapa konsep yang berbeda dengan MPP (dalam hal ini disarankan untuk menggunakan MPP sebagai prioritas, kecuali konsepnya dapat dimengerti dengan baik). Gambar 72. Skenario perubahan penggunaan lahan REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 89

102 Matriks skenario perubahan penggunaan lahan periode ulangan ke-1 unit perencanaan 1. Gambar 73. Skenario perubahan lahan periode ulangan ke-1 90 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

103 Matriks skenario perubahan penggunaan lahan periode ulangan ke-2 unit perencanaan 1. Gambar 74. Skenario perubahan penggunaan lahan periode ulangan ke-2 Skenario Dinamik Skenario Dinamik digunakan untuk mengubah nilai masukan tiap-tiap periode ulangan yang sesuai dengan pengaturan jumlah ulangan. Untuk aksesnya klik simulasi skenario ->pengaturan skenario -> skenario dinamik. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 91

104 Gambar 75. Skenario Dinamik Cadangan Karbon Pada skenario dinamik nilai cadangan karbon pada setiap sistem penggunaan lahan dapat diubah berdasarkan pengaturan periode ulangan yang sudah ditentukan sebelumnya. Misalkan pengguna melakukan pengaturan ulangan 4, maka nilai pada cadangan karbon dapat diubah sebanyak 4 periode ulangan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. 92 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

105 Net Present Value (NPV) Gambar 76. Skenario dinamik cadangan karbon periode ulangan ke-1 Sama halnya dengan skenario dinamik cadangan karbon, nilai NPV dari sistem penggunaan lahan dapat diubah berdasarkan pengaturan periode ulangan yang sudah ditentukan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 93

106 Gambar 77. Skenario dinamik NPV periode ke-1 Biaya Manfaat dari Konversi Lahan Nilai biaya manfaat dari konversi lahan dari sistem penggunaan lahan dapat diubah ketentuannya berdasarkan pengaturan periode ulangan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. 94 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

107 Gambar 78. Skenario dinamik biaya manfaat dari konversi lahan periode ulangan ke-1 Emisi dari Gambut Pengguna dapat mengubah nilai matriks pada emisi dari sumber lain terutama emisi dari gambut. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 95

108 Gambar 79. Skenario dinamik emisi dari gambut Emisi dari Kegiatan Pengelolaan Pengguna dapat mengubah nilai matriks pada emisi dari kegiatan pengelolaan untuk memperkirakan skenario beberapa tahun ke depan. 96 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

109 Gambar 80. Skenario dinamik emisi dari kegiatan pengelolaan Keluaran Simulasi Menu keluaran simulasi berfungsi untuk menampilkan hasil data simulasi dari data yang dimasukan ke dalam menu pengaturan skenario. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 97

110 Untuk aksesnya dapat melalui menu utama klik kiri tombol simulasi skenario -> keluaran simulasi -> atau (pada menu struktur yang berada di sisi kiri aplikasi) klik +simulasi skenario -> +keluaran simulasi, lebih jelasnya lihat gambar 81 di bawah ini. Gambar 81. Menu keluaran simulasi Menu keluaran simulasi menampilkan keluaran sub menu yang dapat dipilih dan menampilkan data keluaran dari pengaturan simulasi, terdiri dari menu keluaran simulasi berupa semua data ringkasan, perubahan penggunaan lahan, matriks emisi, total biaya - manfaat, dan matriks opportunity cost. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 82 di bawah ini. 98 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

111 Gambar 82. Sub menu keluaran simulasi Ringkasan Ringkasan dari keluaran simulasi yang lebih lengkap dapat diakses melalui menu utama klik kiri tombol simulasi skenario -> keluaran simulasi -> ringkasan atau (pada menu struktur yang berada di sisi kiri aplikasi) klik kiri +simulasi skenario -> +keluaran simulasi -> ringkasan. Hasil keluaran dari tab ringkasan dapat dilihat pada gambar 83 di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 99

112 Gambar 83. Ringkasan hasil simulasi Dari menu keluaran tab ringkasan dapat diatur tampilannya berdasarkan unit perencanaan atau berdasarkan sistem penggunaan lahan. Jika yang dipilih berdasarkan unit perencanaan maka variabel dapat diubah berdasarkan net emisi, emisi atau sekuestrasi. Pengaturan unit dapat diubah satuannya yaitu bisa menggunakan satuan ton CO 2 -eq/tahun atau ton CO 2 -eq/ha.tahun. Hasil keluaran yang dihasilkan dapat berupa hasil kumulatif yaitu dengan mencentang kotak centang kumulatif, dapat juga mencentang kotak centang hanya yang memenuhi eligibilitas untuk menampilkan sistem penggunaan lahan yang memenuhi eligibilitas saja. Tab emisi yang berkaitan dengan manfaat kurang dari ambang biaya menghasilkan keluaran berupa periode iterasi dan emisi yang dapat dihindari oleh batas biaya. Batas biaya dengan satuan $/ton CO 2 -eq dapat diatur dan diperbaharui nilainya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 84 di bawah ini. 100 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

113 Gambar 84. Tab emisi yang berkaitan dengan manfaat kurang dari ambang biaya Tab total dari menu ringkasan menghasilkan keluaran berupa nilai total emisi, lebih jelasnya lihat gambar 85 di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 101

114 Gambar 85. Ringkasan dari tab total Tab kumulatif dari menu ringkasan memperlihatkan tabel keluaran yang sama namun dengan hasil kumulatif pada ulangan sebelumnya. Nilai emisi pada tabel ini dapat langsung dipakai sebagai nilai REL. Lebih jelasnya lihat gambar 86 di bawah ini. 102 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

115 Gambar 86. Ringkasan dari tab kumulatif Gambar 86 menunjukan salah satu contoh tabel ringkasan hasil simulasi yang akan digunakan untuk membuat Reference Level (RL). untuk menghitung nilai nett emisinya yaitu dengan mengurangkan nilai baris emisi dengan sekuestrasinya sehingga akan mendapatkan baris paling bawah. Jika dilihat pada gambar maka untuk mendapatkan nilai net emisi per ha (baris no 9 yang dilingkari merah) adalah emisi per ha (baris no 1 yang dilingkari merah) dikurangi sekuestrasi per ha luasan (baris no 3 yang dilingkari merah). Perubahan Penggunaan Lahan Keluaran simulasi dari perubahan penggunaan lahan menghasilkan keluaran matriks emisi berdasarkan peride ulangan yang telah diatur pada pengaturan skenario. Untuk melihat hasil keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan dari tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar 87 di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 103

116 Gambar 87. Keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan dari tab unit perencanaan Keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan total dapat dilihat dengan memilih tab total dari menu perubahan penggunaan lahan. Lebih jelasnya untuk melihat tampilan keluaran simulasi menu perubahan penggunaan lahan dari tab total dapat dilihat pada gambar 88 di bawah ini. 104 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

117 Gambar 88. Perubahan penggunaan lahan dari tab keluaran total Matriks Emisi Keluaran dari matriks emisi hasil pengaturan skenario menampilkan tab keluaran berdasarkan tab unit perencanaan, tab emisi bersih, tab emisi total, dan tab sekuestrasi total. Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dan perubahan per periode ulangannya dapat dilihat pada gambar 89 di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 105

118 Gambar 89. Matriks emisi dari tab unit perencanaan periode ulangan ke-0 Tab menu emisi bersih dari matriks emisi untuk menampilkan keluaran matriks emisi bersih dan perubahannya per periode dapat dilihat pada gambar 90 di bawah ini. 106 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

119 Gambar 90. Matriks emisi dari tab emisi bersih periode ulangan ke-0 Tab menu emisi total untuk menampilkan keluaran matriks emisi total dan perubahannya per periode dapat dilihat pada gambar 91 di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 107

120 Gambar 91. Matriks emisi dari tab emisi total periode ulangan ke-0 Tab menu sekuestrasi total untuk menampilkan keluaran matriks sekuestrasi total dan perubahannya per periode dapat dilihat pada gambar 92 di bawah ini. 108 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

121 Gambar 92. Matriks emisi dari tab sekuestrasi total periode ulangan ke-0 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 109

122 Total Biaya-Manfaat Keluaran dari total biaya-manfaat hasil pengaturan skenario menampilkan tab keluaran berdasarkan tab unit perencanaan, tab biaya-manfaat bersih, tab manfaat, dan tab biaya. Keluaran matriks total biaya manfaat untuk tab unit perencanaan dan perubahan per periode ulangannya dapat dilihat pada gambar 93 di bawah ini. Gambar 93. Total biaya-manfaat pada tab unit perencanaan periode ulangan ke REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

123 Tab biaya manfaat bersih menampilkan keseluruhan biaya total analisis finansial dari setiap perubahan penggunaan lahan. Gambar 94. Total biaya-manfaat tab biaya manfaat bersih periode ulangan ke-0 Tab menu manfaat menampilkan data yang hasilnya positif yang merupakan manfaat dari perubahan penggunaan lahan. Lebih jelasnya lihat gambar 95 di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 111

124 Gambar 95. Total biaya-manfaat pada tab manfaat periode ulangan ke-0 Tab menu biaya menampilkan data yang hasilnya adalah biaya yang harus dikeluarkan ketika dilakukan perubahan penggunaan lahan. Lebih jelasnya lihat gambar 96 di bawah ini. 112 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

125 Gambar 96. Total biaya-manfaat pada tab biaya periode ulangan ke-0 Matriks Opportunity Cost Keluaran simulasi matriks opportunity cost pada pada unit perencanaan1 dari setiap perubahan penggunaan lahan tampilan tab unit perencanaan. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 113

126 Gambar 97. Matriks opportunity cost tab unit perencanaan periode ulangan ke REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

127 Tab opportunity cost netto menampilkan keluaran biaya oportunitas bersih. Gambar 98. Matriks opportunity cost tab opportunity cost netto periode ulangan ke-0 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 115

128 Keluaran matriks opportunity cost pada tab opportunity cost positif hanya menampilkan nilai positif. Gambar 99. Matriks opportunity cost tab opportunity cost positif periode ulangan ke REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

129 Keluaran matriks opportunity cost pada tab opportunity cost negatif hanya menampilkan nilai negatif. Gambar 100. Matriks opportunity cost tab opportunity cost negatif periode ulangan ke-0 Jika sudah memasukkan data, melihat hasil keluaran dan menjalankan simulasi skenario, jangan lupa sebelum keluar dari proyek dan keluar menutup aplikasi disarankan untuk menyimpan proyek yang sudah dibuat dengan mengklik berkas -> simpan proyek. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 117

130

131 DAFTAR PUSTAKA Agus F, Hairiah K, Sandra V, van Noordwijk M Chapter 5 Carbon Measurement of Land Uses: Estimating the Opportunity costs of REDD+ A training manual. Washington, USA: World Bank Institute. Agus F, Wahyunto, Dariah A, Runtunuwu E, Susanti E, Supriatna W Emission Reduction Options for Peatlands in the Kubu Raya and Pontianak Districts, West Kalimantan, Indonesia. Journal of Oil Palm Research, 24: Angelsen, A How Do We Set the Reference Levels for REDD Payments? In A. Angelsen, ed., Moving Ahead with REDD: Issues, Options and Implications. Bogor, Indonesia: Center for International Forestry Research (CIFOR). Angelsen, A What will REDD cost? Presentation Rainforest Foundation Norway (RFN). 18 June. Cairns M A, Brown S, Helmer E H and Bumgardner G A,1997. Root biomass allocation in the world s upland forests. Oecologia, 111: Dewi S, van Noordwijk M and Ekadinata A Does carbon emission to the atmosphere pay? Abatement cost curves for three provinces in Indonesia. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre ICRAF, SEA Regional Office. Ekadinata A, Rahmanulloh A, Pambudhi F, Ibrahim I, van Noordwijk M, Sofiyuddin M, Sardjono MA, Rahayu S, Dewi S, Budidarsono S and Said Z Carbon Emissions from Land Use, Land Use Change and Forestry (LULUCF) in Berau District East Kalimantan, Indonesia. Bogor, Indonesia: World Agroforestry Center (ICRAF) Southeast Asia Regional Program. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 119

132 Hairiah K, Sitompul SM, van Noordwijk M and Palm CA Methods for sampling carbon stocks above and below ground. ASB Lecture Note 4B. Bogor, Indonesia. International Centre for Research in Agroforestry, SEA Regional Research Programme. 23p. Hairiah K, Subekti R Petunjuk praktis Pengukuran karbon tersimpan di berbagai macam penggunaan lahan. World Agroforestry Centre, ICRAF Southeast Asia. ISBN p. Hairiah K, Dewi S, Agus F, van Noordwijk M, Rahayu S, Velarde SJ Measuring Carbon Stocks Across Land Use Systems: A Manual. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre (ICRAF), SEA Regional Office, Brawijaya University and ICALRRD (Indonesian Center for Agricultural Land Resources Research and Development. Intergovernmental Panel on Climate Change [IPCC], Good Practice Guidance for Land Use, Land Use Change and Forestry. Chapter 3 & 4. Intergovermental Panel on Climate Change [IPCC] IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories. Prepared by The National Greenhouse Gas Inventories Programme, Eggleston H.S., Buendia, L., Miwa, K.,Ngara, T. and Tanabe, K. (eds.). Published by IGES Japan. Intergovernmental Panel on Climate Change [IPCC] Revised 1996 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories Workbook (Volume 2). Mokany K, Raison J R, and Prokushkin AS, Critical analysis of root shoot ratios in terrestrial biomes. Glob. Change Biol. 12: Monke, E. A. and S. R. Pearson The Policy Analysis Matrix for Agricultural Development. Cornell University Press. Ithaca and London. Murty D, Kirschbaum MUF, McMurtrie RE, McGilvray H Does conversion of forest to agriculture land change soil carbon and nitrogen? A review of the literature. Global Change Biology 8, REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

133 Page, S.E., F. Siegert, J.O. Rieley, H.V. Boehm, A. Jayak, and S. Limin, The amount of carbon released from peat and forest fires in Indonesia during NATURE, VOL 420, Pagiola S, B Bosquet Estimating the Costs of REDD+ at the Country Level. Version 2.2, Forest Carbon Partnership Facility World Bank. Washington D.C. 22p. Parish, F., A. Sirin, D. Charman, H. Joosten, T. Minayeva, M. Silvius, and L. Stringer (Eds.) Assessment on Peatlands, Biodiversity and Climate Change: Main Report. Global Environment Centre, Kuala Lumpur and Wetlands International, Wageningen. Sitompul SM, Hairiah K, van Noordwijk M and Palm CA Carbon stocks of tropical land use systems as part of the global C balance: effects of forest conversion and options for clean development activities. ASB Lecture Note 4A. Bogor, Indonesia. ICRAF SEA Regional Research Programme. 49p. Stern N The economics of climate change: The Stern review. Cambridge, UK: Cambridge University Press. Swallow BM, van Noordwijk M, Dewi S, Murdiyarso D, White D, Gockowski J, Hyman G, Budidarsono S, Robiglio V, Meadu V, Eka Dinata A, Agus F, Hairiah K, Mbile P, Sonwa DJ, Weise S Opportunities for Avoided Deforestation with Sustainable Benefits: An interim report of the ASB partnership for the Tropical Forest Margins. Nairobi: ASB Partnership for the Tropical Forest Margins. Working Paper 42. van Noordwijk M, Tata HL, Ekadinata A, and Mulyoutami E Component D: Oppurtunity costs of emission reduction. In: Tata HL, van Noordwijk M, eds. Human livelihoods, ecosystem services and the habitat of the Sumatra orang utan: rapid assessment in Batang Toru and Tripa. Bogor, Indonesia: World Agroforestry Center (ICRAF) Southeast Asia Regional Office. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 121

134 van Noordwijk, M., Dewi S., Suyanto, Minang P., White D., Robiglio V., Hoang MH., Ekadinata A, Mulia R., and Harja D Abatement cost curves relating past greenhouse gas emissions to the economic gains they allowed. Project Report. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre ICRAF, SEA Regional Office. 82 p. Wahyunto, Ritung S, Subagjo H Peta Luas Sebaran Lahan Gambut dan Kandungan Karbon di Pulau Sumatera Bogor, Indonesia: Wetlands International, Indonesia Program and Rapid assessment in Tripa and Batang Toru 117 Wildlife Habitat Canada. White D, Borner J, Gockowski J Profits from Land Uses. In: White D and Minang P, eds. Estimating the opportunity costs of REDD+ A training manual. Washington, USA: World Bank Institute. White D and Minang P, eds Estimating the opportunity costs of REDD+ A training manual. Washington, USA: World Bank Institute. Widayati A, Ekadinata A, Johana F, and Said Z Component C: Consequences of land use change for carbon emissions. In: van Noordwijk M. and Tata HL, eds. Human Livelihoods, ecosystem services and the habitat of the Sumatra orang utan: rapid assessment in Batang Toru and Tripa. Bogor. Indonesia: World Agroforestry Center (ICRAF) Southeast Asia Regional Office. World Agroforestry Center Analysis of Land Use and Cover Trajectory (ALUCT). World Agroforestry Center Perencanaan Penggunaan Lahan untuk Mendukung Pembangunan Rendah Emisi Karbon. 122 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

135 LAMPIRAN Lampiran 1 Berikut ini beberapa contoh sistem penggunaan lahan, data penggunaan lahan ini nantinya dimanfaatkan untuk menentukan cadangan karbon dan nilai ekonomi dari masing-masing penggunaan lahan. Tabel di bawah ini memberikan contoh beberapa sistem penggunaan lahan. Tabel 2. Sistem penggunaan lahan No. Penggunaan Lahan Keterangan 1 Wanatani kayu manis Wanatani/campur sari berbagai jenis pohon dengan tanaman utama berupa kayu manis. 2 Perkebunan kayu manis Perkebunan yang hanya ditanami satu jenis tanaman (kayu manis). 3 Lahan kosong Area lahan yang belum dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas dan merupakan tanah terbuka. 4 Wanatani kopi Wanatani/campur sari berbagai jenis pohon dengan tanaman utama berupa kopi. 5 Rerumputan Dominasi tanaman rumput pendek pada suatu bentang lahan. 6 Hutan sekunder kerapatan tinggi Hutan yang sudah dirambah dengan kerapatan kayu yang masih tinggi. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 123

136 7 Hutan sekunder kerapatan rendah Hutan yang sudah dirambah dengan kerapatan kayu keras yang sudah jarang. 8 Kelapa sawit Perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh perusahaan dan oleh masyarakat. 9 Tanaman semusim Area lahan yang dimanfaatkan untuk berbagai komoditas tanaman semusim. 10 Sawah Area lahan yang dimanfaatkan untuk tanaman padi. 11 Wanatani karet Wanatani/campur sari berbagai jenis pohon dengan tanaman utama berupa karet. 12 Perkebunan karet Perkebunan yang hanya ditanami satu jenis tanaman (karet). 13 Pemukiman Semua bentuk penggunaan yang menandai adanya fasilitas pemukiman (tempat tinggal, gedung, perkantoran, area industri). 14 Belukar Sisa-sisa pohon dan rerumputan yang merupakan sisa aktifitas penebangan hutan atau terjadinya pertumbuhan kembali dari lahan kosong-rumput menjadi lahan bervegetasi. 15 Hutan primer Hutan alami yang belum ditebang atau dirambah. 16 Perkebunan akasia Perkebunan yang hanya ditanami satu jenis tanaman (akasia). 124 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

137 Lampiran 2 Tabel 3. Contoh zona pemanfaatan ruang dan asumsi rencana pembangunan yang didapat melalui diskusi para pihak. No. Zona Pemanfaatan 1 Area Tambang (AT) 2 Hutan Produksi (HP) 3 Hutan Produksi Terbatas (HPT) 4 Hutan Tanaman Industri (HTI) Luas (ha) Asumsi Pemanfaatan / Perubahan Penggunaan Lahan (1) Semua area yang sudah diberikan ijin kuasa pertambangan (KP) akan diubah menjadi lahan terbuka untuk kepentingan pertambangan. (2) Proses konversi terjadi sepanjang tahun disertai dengan rehabilitasi / reklamasi lahan. (3) Pada area pertambangan gas tidak disertai dengan kegiatan reklamasi lahan Pada kawasan HP yang belum dibebani hak akan dimanfaatkan sebagai area kegiatan kehutanan kemasyarakatan dan alternatif sebagai kawasan wisata Pada kawasan HP yang belum dibebani hak akan dimanfaatkan sebagai area kegiatan kehutanan kemasyarakatan dan alternatif sebagai kawasan wisata Semua tutupan lahan yang ada akan dikonversi menjadi Akasia (Acacia Sp.), kecuali pemukiman masyarakat, sawit dan area pertanian serta perkebunan masyarakat. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 125

138 Lampiran 3 Cadangan karbon beberapa jenis tutupan lahan yang sudah pernah diukur pada lokasi tertentu dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Lahan tutupan dan cadangan karbon No. Jenis Tutupan Lahan Cadangan Karbon (ton/ha) 1 Hutan Lahan Kering Primer Hutan Lahan Kering Sekunder Hutan Mangrove Primer Hutan Rawa Primer Hutan Tanaman 64 6 Semak Belukar 15 7 Perkebunan 63 8 Permukiman 1 9 Tanah Terbuka 0 10 Rumput Air 0 12 Hutan Mangrove Sekunder Hutan Rawa Sekunder Belukar Rawa Pertanian Lahan Kering 8 16 Pertanian Lahan Kering Campur REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

139 17 Sawah 5 18 Tambak 0 19 Bandara/Pelabuhan 5 20 Transmigrasi Pertambangan 0 22 Rawa 0 (sumber: Badan Planologi Kehutanan/Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan) Nilai-nilai pada tabel ini hanya berdasarkan estimasi cadangan karbon pada pohon atau tanaman penyusunnya. Cadangan karbon pada tabel di atas adalah bukan nilai mutlak. Nilai-nilai tersebut dapat berubah sesuai dengan ketersediaan data, atau bahkan dapat disesuaikan dengan nilai terbaru berdasarkan pada pengukuran cadangan karbon pada lokasi dimana analisa perubahan lahan dilakukan. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 127

140 Lampiran 4 Tabel 5. Estimasi emisi gambut pada berbagai tutupan lahan dan konversi lahan Hutan Primer Hutan Sekunder Hutan Mangrove Primer Hutan Rawa Primer Hutan Tanaman Semak/Belukar Perkebunan Permukiman Tanah Terbuka/Kosong Rumput Air Hutan Mangrove Sekunder Hutan Rawa Sekunder Belukar Rawa Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Kering Campur Sawah Tambak Bandara Transmigrasi Pertambangan Rawa Hutan Primer Hutan Sekunder Hutan Mangrove Primer Hutan Rawa Primer Hutan Tanaman Semak/Belukar Perkebunan Permukiman Tanah Terbuka/Kosong Rumput Air Hutan Mangrove Sekunder Hutan Rawa Sekunder Belukar Rawa Pertanian Lahan Kering Pertanian Lahan Kering Campur Sawah Tambak Bandara Transmigrasi Pertambangan Rawa Estimasi emisi gambut dihitung berdasarkan rata-rata selama 25 tahun (sumber: Agus et. al, 2012) 128 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

141 Lampiran 5 1. Fungsi menyimpan gambar kurva Gambar paling kiri merupakan fungsi untuk menyimpan gambar kurva dengan pilihan format png, jpg, bmp, atau gif. Untuk lebih jelasnya cara menyimpan gambar dari kurva abatement cost dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 101. Menyimpan gambar kurva ke format gambar REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 129

142 2. Fungsi untuk menyalin gambar ke media lain klik gambar yang dilingkari merah lalu tempel atau paste kan ke dalam aplikasi lain. Misalkan: klik gambar salin gambar lalu ditempel atau di paste ke dalam aplikasi paint. 3. Pengaturan perbesar dan perkecil gambar kurva Perbesaran Perbesar Perkecil Terdiri dari tiga gambar, yaitu perbesaran, perbesar, perkecil. Untuk mengatur besaran atau mengecilkan sesuai yang kita inputkan gunakan perbesaran. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini. 130 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

143 Gambar 102. Pengaturan perbesaran/perkecil kurva Pilih perbesar atau perkecil untuk merubahnya secara otomatis. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 131

144 4. Format bagan Format bagan berfungsi untuk mengatur tampilan kurva abatement cost, diantaranya mengatur Aksis X, Aksis Y, Warna kurva, Label, Legenda, Batas, dan Latar Belakang. Untuk menggunakan format bagan klik kiri gambar yang dilingkari merah seperti pada gambar bawah ini. Tampilan pengaturan format bagan aksis X dan Y (menu utama -> huruf) Mengatur tampilan huruf dari garis X (horizontal) atau garis Y (vertikal), dapat diatur jenis tulisan dan ukurannya dan pemberian warna. Hasil pengaturan dapat dilihat di bagan preview. Gambar 103. Pengaturan huruf (axis X dan Y) 132 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

145 Tampilan pengaturan format bagan aksis X dan Y (menu utama -> garis) Mengatur tampilan garis pada menu utama dari garis X (horizontal) atau Y (vertikal), dapat diatur ukuran garisnya dengan satuan pixel, format garis, dan warna Gambar 104. Pengaturan garis (axis X dan Y) Keterangan: Format Garis : definisi format yang menggunakan pola nilai array, dipisahkan oleh titik koma (jika kosong dari format garis standar yang digunakan). Aturannya adalah sebagai berikut: REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 133

146 Misalnya:»» Satu nilai yaitu "10", berarti garis putus-putus dengan panjang 10 pixel untuk kedua jalur dan jarak ruas. Contoh:»» Dua nilai yaitu "10; 5", berarti garis putus-putus dengan panjang 10 pixel segmen garis dan 5 piksel panjang jarak ruas. Contoh:»» Lebih dari dua nilai yaitu "10; 5; 2; 5", berarti garis putus-putus dengan dua urutan garis jarak ruas dengan panjang masing-masing 10 dan 5 pixel, diikuti oleh 2 dan 5 segmen dasbor pixel. Contoh: Jenis Dialog Pengaturan Model Warna (Swatches, HSB, RGB) Untuk mengubah pengaturan warna baik pada huruf maupun garis terdapat 3 jenis model pewarnaan yaitu model swatches, HSB, dan RGB. Pengaturan warna tipe swatches Tipe warna swatches menerapkan blok warna yang sudah tersedia dalam satu paket, hanya tinggal pilih dan gunakan. Model penempatannya seperti palette untuk melukis. 134 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

147 Gambar 105. Dialog pengaturan warna swatches Pengaturan pewarnaan tipe HSB Tipe pewarnaan HSB terdiri dari 3 bagian yaitu: Hue (H), Saturation (S), Brightness (B). Pengertian Hue merupakan karakteristik warna berdasar cahaya yang dipantulkan oleh objek, dalam warna dilihat dari ukurannya mengikuti tingkatan 0 sampai 359. Sebagai contoh, pada tingkat 0 adalah warna Merah, 60 adalah warna Kuning, untuk warna Hijau pada tingkatan 120, sedangkan pada 180 adalah warna Cyan. Untuk tingkat 240 merupakan warna Biru, serta 300 adalah warna Magenta. Saturation/Chroma adalah tingkatan warna berdasarkan ketajamannya berfungsi untuk mendefinisikan warna suatu objek cenderung murni atau cenderung kotor REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 135

148 (gray). Saturation mengikuti persentase yang berkisar dari 0% sampai 100% sebagai warna paling tajam. Brightness adalah tingkatan warna berdasarkan pencampuran dengan unsur warna Putih sebagai unsur warna yang memunculkan kesan warna terang atau gelap. Nilai koreksi warna pada Brightness/Lightness berkisar antara 0 untuk warna paling gelap dan 100 untuk warna paling terang. Gambar 106. Dialog pengaturan warna HSB 136 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

149 Pengaturan pewarnaan tipe RGB RGB adalah suatu tipe pewarnaan yang terdiri atas 3 buah warna utama : merah (Red), hijau (Green), dan biru (Blue), yang ditambahkan dengan berbagai cara untuk menghasilkan bermacam-macam warna. Kelebihan model warna ini adalah gambar mudah disalin/ dipindah ke alat lain tanpa harus dikonversi ke model warna lain, karena cukup banyak peralatan yang memakai model warna ini. Kelemahannya adalah tidak bisa dicetak sempurna dengan printer, karena kebanyakan printer menggunakan model warna CMYK, sehingga harus diubah terlebih dahulu. RGB merupakan model warna aditif, yaitu ketiga berkas cahaya yang ditambahkan bersama-sama, dengan menambahkan panjang gelombang, untuk membuat spektrum warna akhir. Model warna direpresentasi dengan nilai komponennya, seperti dalam RGB (r, g, b) masing-masing nilai antara 0 hingga 255 sesuai dengan urusan masing-masing yaitu pertama Red, kedua Green dan ketiga adalah nilai Blue dengan demikian masing-masing komponen ada 256 tingkat. Apabila dikombinasikan maka ada 256 x 256 x 256 atau kombinasi warna RGB yang dapat dibentuk. Gambar 107. Dialog pengaturan warna RGB REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 137

150 Pengaturan warna Pengaturan warna didefinisikan sebagai pola pengaturan bentuk warna, setiap warna akan mewakili warna zonasi pada kurva. Anda dapat mendefinisikan sebanyak mungkin warna sebagai pembeda tiap zona. Untuk menambahkannya klik + (tambah) untuk menambah warna, dan (hapus) untuk menghapus warna. Template warna secara otomatis tersedia sebagai menu dropdown pilih di bawah pilihan warna. Menghapus warna Untuk mengatur garis dan pemberian warna Menambah warna Template warna untuk memilih paket warna yang sudah ditentukan Gambar 108. Pengaturan warna kurva 138 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

151 Menambahkan label Bagan grafik kurva merepresentasikan satu perubahan penggunaan lahan. Garis horizontal (x) menjelaskan nilai emisi dan Garis vertikal (y) menjelaskan nilai biaya peluang. Kurva transisi dapat dianalisa dengan mudah melalui bagan. Pemberian label dapat digunakan untuk menandai dan membandingkan kurva yang mengalami perubahan pengunaan lahan. Untuk membuat label, klik kiri pada kurva yang akan dilabelkan lalu pilih tambah label, untuk menghapusnya klik kanan label yang sudah dibuat lalu hapus tabel. Label Klik kiri pada bagan maka akan muncul gambar tambah Label Gambar 109. Penggunaan label pada kurva Pada format bagan, pengaturan label dapat diubah warna huruf dan bentuknya seperti pada gambar di bawah ini. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 139

152 Memilih jenis huruf label dan ukurannya Memberikan efek pada huruf Memilih warna huruf Gambar 110. Pengaturan penyesuaian tampilan label Pengaturan legenda Legenda merupakan keterangan dari data unit perencanaan. Pada format Bagan legenda dapat diatur jenis tulisannya maupun warna dari tulisan legendanya. 140 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

153 Memilih jenis huruf legenda dan ukurannya Memberikan efek pada legenda Memilih warna legenda Legenda Gambar 111. Pengaturan tampilan legenda Pengaturan batas Pengaturan batas digunakan untuk merubah tampilan penggunaan batas. Pengaturan dapat berupa tulisan, warna, huruf dan garisnya. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini untuk pengaturan garis batas. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 141

154 Untuk mengatur ukuran garis dalam satuan pixel Mengatur bentuk format garis yang menggunakan pola nilai array Mengatur warna garis yang dapat dipilih menggunakan dialog pemilih warna Gambar 112. Pengaturan garis batas Keterangan: Gambar dialog pemilihan warna garis akan muncul ketika blok warna pada pilihan warna garis dipilih. 142 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

155 Gambar 113. Dialog pemilihan warna garis model swatches Latar belakang Warna dasar latar belakang kurva abatement cost berwarna putih namun pada menu bagan warna latar belakang tampilan kurva abatement cost dapat diubah sesuai keinginan. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 143

156 Gambar 114. Pengaturan latar belakang tampilan kurva Pengaturan tayangan Pengaturan tayangan digunakan untuk mengatur tampilan pada kurva abatement cost. Untuk aksesnya pilih pengaturan tayangan seperti pada gambar yang dilingkari merah di bawah ini. 144 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

157 Gambar 115. Pengaturan tayangan Fungsi lainnya Fungsi lainnya yang dapat membantu mempermudah menganalisis bagan kurva abatement cost adalah tombol biaya positif, biaya negatif, tunjukkan garis batas, dan legenda bagan. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini, yang dilingkari merah adalah fungsi untuk mempermudah pembacaan dan analisis data pada kurva. REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 145

158 Biaya positif Biaya positif berfungsi untuk menampilkan kurva biaya positif saja. Untuk melihat kurva biaya positif klik kiri tombol biaya positif. Sebagai contoh gambar di bawah ini menampilkan biaya positif dari gabungan kurva emisi dan sekuestrasi. Gambar 116. Kurva abatement cost tampilan biaya positif 146 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

159 Biaya negatif Biaya negatif berfungsi untuk menampilkan kurva biaya negatif. Untuk melihat kurva biaya negatif klik kiri tombol biaya negatif. Sebagai contoh gambar di bawah ini menampilkan biaya negatif dari gabungan kurva emisi dan sekuestrasi. Gambar 117. Kurva abatement cost tampilan biaya negatif REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software 147

160 Garis batas Garis batas digunakan untuk membatasi nilai garis batas emisi dan nilai garis batas biaya oportunitas dari hasil perubahan penggunaan lahan. Untuk melihat kurva biaya dengan garis batas klik kiri tombol garis batas. Pemberian garis batas dengan memberikan nilai atur batas 14 Gambar 118. Garis batas kurva abatement cost Legenda bagan Legenda bagan digunakan untuk melihat keterangan unit bagan. Tombol legenda bagan dapat diaktifkan dengan menekan tombol bagan. Gambar tampilan legenda bagan ketika diklik. 148 REDD Abacus SP - Buku Panduan Pengguna dan Software

-eq/(ha.tahun). Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

-eq/(ha.tahun). Keluaran matriks emisi untuk tab unit perencanaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Keluaran Matriks Emisi Keluaran dari matriks emisi adalah total hasil perhitungan matriks yang terbagi atas tab unit perencanaan, emisi bersih, emisi total, dan sekuestrasi total dengan satuan unit ton

Lebih terperinci

MANUAL APLIKASI KARTU TANDA ANGGOTA ONLINE ASOSIASI GAPENSI TAHUN 2011

MANUAL APLIKASI KARTU TANDA ANGGOTA ONLINE ASOSIASI GAPENSI TAHUN 2011 MANUAL APLIKASI KARTU TANDA ANGGOTA ONLINE ASOSIASI GAPENSI TAHUN 2011 1. Tujuan dan Sasaran Manual ini dibuat sebagai padoman bagi para petugas operator / database KTA GAPENSI didalam menggunakan aplikasi

Lebih terperinci

Temuan Foto Sampul: Lanskap di Kutai Barat (kiri), Desa Batu Majang di Kabupaten Kutai Barat (kanan) / Subekti Rahayu

Temuan Foto Sampul: Lanskap di Kutai Barat (kiri), Desa Batu Majang di Kabupaten Kutai Barat (kanan) / Subekti Rahayu BRIEF No. 36 Perancangan Aksi Mitigasi Untuk Mendukung Rencana Pembangunan Rendah Emisi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur Indonesia adalah salah satu negara yang telah berkomitmen untuk mengurangi

Lebih terperinci

Fungsi Library EX-word TextLoader

Fungsi Library EX-word TextLoader EW-ID2000 Kamus Elektronik EX-word Fungsi Library EX-word TextLoader Pedoman Pemakaian Pendahuluan Pedoman Pemakaian ini menjelaskan cara menggunakan software EX-word TextLoader dan fungsi Library Kamus

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN z KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN PENGGUNAAN WEBSITE DAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN 1. PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Gambar 87. Keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan dari tab unit perencanaan

Gambar 87. Keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan dari tab unit perencanaan Gambar 87. Keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan dari tab unit perencanaan Keluaran simulasi perubahan penggunaan lahan total dapat dilihat dengan memilih tab total dari menu perubahan penggunaan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) STUDI KELAYAKAN USAHA UMKM - KOPERASI

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) STUDI KELAYAKAN USAHA UMKM - KOPERASI PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) STUDI KELAYAKAN USAHA UMKM - KOPERASI Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI 2010 Hak cipta dilindungi

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS APLIKASI DATA ENTRY LAPORAN BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN KREDIT BANK PERKREDITAN RAKYAT

PETUNJUK TEKNIS APLIKASI DATA ENTRY LAPORAN BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN KREDIT BANK PERKREDITAN RAKYAT Lampiran 2 Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/ 21 /DKBU tanggal 10 Agustus 2009 PETUNJUK TEKNIS APLIKASI DATA ENTRY LAPORAN BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN KREDIT BANK PERKREDITAN RAKYAT DIREKTORAT KREDIT BPR

Lebih terperinci

Gambar 1 - Graphical User Interface (GUI) dbookpro

Gambar 1 - Graphical User Interface (GUI) dbookpro PENGANTAR DBOOK PRO UNTUK PENGGUNA TINGKAT LANJUT dbookpro adalah perangkat lunak yang bisa digunakan untuk membuat buku teks elektronik interaktif atau e-textbook. E-textbook bisa dibuat dengan memasukkan

Lebih terperinci

I. PROSES INSTALASI APLIKASI PIN PPSPM

I. PROSES INSTALASI APLIKASI PIN PPSPM I. PROSES INSTALASI APLIKASI PIN PPSPM Setup Aplikasi Injeksi PIN PPSPM terdiri dari satu paket installer dengan nama file setuppinppspm.exe Untuk menginstal aplikasi ini cukup dobel klik pada file installer

Lebih terperinci

SIPP Online. User Manual SIPP Online

SIPP Online. User Manual SIPP Online PETUNJUK PENGGUNAAN : Aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Perusahaan (SIPP) Online BPJS Ketenagakerjaan, adalah : aplikasi untuk pengelolaan laporan mutasi data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Buku ini

Lebih terperinci

MANUAL PENGGUNAAN APLIKASI Penilaian. Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR)

MANUAL PENGGUNAAN APLIKASI Penilaian. Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR) MANUAL PENGGUNAAN APLIKASI Penilaian Mandiri Kualitas Data Rutin (PMKDR) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 Manual Penggunaan Aplikasi PMKDR Page 1 A. Tahap Persiapan Manual Penggunaan

Lebih terperinci

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN

Daftar Isi PETUNJUK PEMAKAIAN APLIKASI NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 1 Daftar Isi BAB 1... 3 PENDAHULUAN... 3 1.1 ALUR KERJA SI-NPP... 3 BAB 2... 4 MENJALANKAN APLIKASI SI-NPP... 4 2.1 MASUK KE APLIKASI SI-NPP... 4 2.2 MENU DALAM APLIKASI (NPP)... 4 2.2.1 Menu Informasi...

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER

LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER LAPORAN PRAKTEK SISTEM OPERASI JARINGAN KOMPUTER JOB I Instalasi Sistem Operasi Windows Server 2008 Di susun oleh: Nama : Winda Rizky Putri NIM : 3.33.10.1.21 Kelas : TK 3B PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

Lebih terperinci

Panduan Instalasi Galileo Desktop Versi 2.5

Panduan Instalasi Galileo Desktop Versi 2.5 Panduan Instalasi Galileo Desktop Versi 2.5 Persiapan : Ada beberapa file yang diperlukan sebelum kita melakukan instalasi Galileo Desktop Versi 2.5, berikut data file & Tahapan instalasinya : 1 2 3 4

Lebih terperinci

PANDUAN INSTALASI PERANGKAT LUNAK

PANDUAN INSTALASI PERANGKAT LUNAK UPRIGHT V-ROUTING PANDUAN INSTALASI PERANGKAT LUNAK Jl. Hasyim Ashari 29-29A Jakarta Pusat 10150 Indonesia Phone: 62-21-6316923 Fax: 62-21-6316920 support@uprightdecision.com www.uprightdecision.com Daftar

Lebih terperinci

Aplikasi SI Kemiskinan Daerah V.1. USER MANUAL APLIKASI SI Kemiskinan Daerah V.1 BAPPEDA JAKARTA

Aplikasi SI Kemiskinan Daerah V.1. USER MANUAL APLIKASI SI Kemiskinan Daerah V.1 BAPPEDA JAKARTA USER MANUAL APLIKASI SI Kemiskinan Daerah V.1 BAPPEDA JAKARTA 1 Sistem Informasi Kemiskinan dibangun dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan dalam penanggulangan kemiskinan secara

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI (Evaluation Phase dan Deployment Phase)

BAB V IMPLEMENTASI (Evaluation Phase dan Deployment Phase) BAB V IMPLEMENTASI (Evaluation Phase dan Deployment Phase) 5.1 Lingkungan Implementasi Implementasi merupakan tahapan dimana hasil perancangan yang telah dibangun mulai diterapkan pada kondisi yang menyerupai

Lebih terperinci

1.1 Memulai Access 2007

1.1 Memulai Access 2007 Microsoft Access 2007 1.1 Memulai Access 2007 Microsoft Access 2007 yang untuk selanjutnya disingkat Access 2007 adalah program aplikasi database yang populer dan banyak digunakan saat ini. Dengan Access

Lebih terperinci

PETUNJUK OPERASIONAL WEBFORM GA

PETUNJUK OPERASIONAL WEBFORM GA PETUNJUK OPERASIONAL WEBFORM GA Daftar Isi MEMULAI APLIKASI...2 LOGIN...2 MENU...4 NEW...5 BROWSE...15 N E W...16 E D I T...16 D E L E T E...17 APPROVE...17 S E N D...18 DOWNLOAD...19 UPLOAD...20 REFERENCE...21

Lebih terperinci

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan)

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Created by http://www.tellmemore.cjb.net Page 1 of 9 Manual Book 1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Microsoft Windows 95 8

Lebih terperinci

INSTALASI JAVA SDK DAN NETBEANS

INSTALASI JAVA SDK DAN NETBEANS INSTALASI JAVA SDK DAN NETBEANS Java SDK dan NetBeans diperlukan jika anda hendak mulai bermain-main dengan bahasa pemrograman Java. Java SDK adalah platform dasar Java yang diperlukan agar PC anda bisa

Lebih terperinci

Cara Gampang Install Senayan di Local Host Windows Oleh Happy Chandraleka, S.T.

Cara Gampang Install Senayan di Local Host Windows Oleh Happy Chandraleka, S.T. Cara Gampang Install Senayan di Local Host Windows Oleh Happy Chandraleka, S.T. cakrabirawa@mail.ru Dalam dunia perpustakaan, ada sebuah program yang telah dikenal luas dalam membantu tugas-tugas pengelolaan

Lebih terperinci

Petunjuk Praktis Penggunaan Microsoft Excel 2003

Petunjuk Praktis Penggunaan Microsoft Excel 2003 Petunjuk Praktis Penggunaan Microsoft Excel 2003 Oleh : Rino A Nugroho, S.Sos,M.T.I Ada beberapa aplikasi perkantoran yang diciptakan oleh Microsoft. Aplikasi ini di jadikan dalam satu program yang bernama

Lebih terperinci

Panduan Penggunaan dan Akses

Panduan Penggunaan dan Akses ProQuest Panduan Penggunaan dan Akses Cara Masuk Ke ProQuest ProQuest dapat di akses melalui website universitas, ataupun melalui URL http://search.proquest.com Untuk akses didalam universitas, dapat langsung

Lebih terperinci

Microsoft Internet Explorer 7 atau versi diatas (direkomendasikan) Mozilla FireFox 3.6 atau versi diatas (direkomendasikan)

Microsoft Internet Explorer 7 atau versi diatas (direkomendasikan) Mozilla FireFox 3.6 atau versi diatas (direkomendasikan) Cara Input Kasus Pada etb Manager e-tb Manager merupakan sistem berbasis web, oleh karena itu memerlukan penjelajah jaringan (web browser) untuk dapat menggunakan. Banyak terdapat program penjelajah jaringan

Lebih terperinci

Menyelaraskan penurunan emisi ke dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan pada tingkat nasional dan sub nasional di Indonesia

Menyelaraskan penurunan emisi ke dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan pada tingkat nasional dan sub nasional di Indonesia BRIEF NO. 32 Menyelaraskan penurunan emisi ke dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan pada tingkat nasional dan sub nasional di Indonesia Konteks 1. Indonesia merupakan penghasil emisi karbon

Lebih terperinci

CARA INSTALL DAN REMOVE APLIKASI. Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman repo.slemankab.go.id

CARA INSTALL DAN REMOVE APLIKASI. Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman repo.slemankab.go.id CARA INSTALL DAN REMOVE APLIKASI Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman cara menginstal dan remove/uninstall aplikasi ada beberapa cara yang akan dijelaskan dalam panduan ini terutama adalah linux yang menggunakan

Lebih terperinci

SPK Alat. Input SPK. Program. Proyek Dalam. tersebut yang. akan muncul. master Daftar Proyek. saja yang ada dalam. akan muncul.

SPK Alat. Input SPK. Program. Proyek Dalam. tersebut yang. akan muncul. master Daftar Proyek. saja yang ada dalam. akan muncul. Input SPK Alat Program Input SPK Alat berfungsi untuk mengisikan data SPK Alat ke dalam database. Sebelum melakukan penginputan SPK Alat, terlebih dahulu harus disiapkan dokumen-dokumen pendukung, seperti:

Lebih terperinci

Tips penting. N91 dan N91 8GB umum. Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Manajemen File

Tips penting. N91 dan N91 8GB umum. Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Manajemen File Tips penting N91 dan N91 8GB umum Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Nokia PC Suite dioptimalkan untuk manajemen data pada Memori telepon [C:]. Nokia PC Suite dianjurkan untuk mengelola kontak,

Lebih terperinci

Pra Instalasi. A. Pastikan Komputer anda menggunakan Sistem Operasi bertipe 32- bit. Cara cek tipe operasi komputer anda sebagai berikut ini:

Pra Instalasi. A. Pastikan Komputer anda menggunakan Sistem Operasi bertipe 32- bit. Cara cek tipe operasi komputer anda sebagai berikut ini: Pra Instalasi A. Pastikan Komputer anda menggunakan Sistem Operasi bertipe 32- bit. Cara cek tipe operasi komputer anda sebagai berikut ini: 1. Silahkan buka start (disebelah kiri bawah menu) atau klik,

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGOPERASIAN. Aplikasi e-procurement Untuk Penyedia Barang/Jasa Versi 1.0

PEDOMAN PENGOPERASIAN. Aplikasi e-procurement Untuk Penyedia Barang/Jasa Versi 1.0 PEDOMAN PENGOPERASIAN Aplikasi e-procurement Untuk Penyedia Barang/Jasa Versi 1.0 Aplikasi Sistem e-procurement PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) DAFTAR ISI : I PENDAHULUAN... 1 1. Tujuan... 3 2. Alur

Lebih terperinci

Panduan untuk Sekolah

Panduan untuk Sekolah Panduan untuk Sekolah Tahapan pengisian data SMA/MA 1. Memasukkan daftar kelas 2. Memasukkan kurikulum Memasukkan mata pelajaran Memasukkan KKM 3. Memasukkan daftar siswa 4. Memasukkan daftar nilai 5.

Lebih terperinci

SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN

SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN SISTEM VERIFIKASI DAN VALIDASI (VERVAL) PROSES PEMBELAJARAN Sistem "Verifikasi dan Validasi Data Proses Pembelajaran" dimaksudkan untuk memastikan konsistensi proses belajar mengajar (PBM) dengan acuan

Lebih terperinci

YLSA. (Yayasan Lembaga SABDA) SABDA) SABD A) [SABDA. Tim SABDA

YLSA. (Yayasan Lembaga SABDA) SABDA) SABD A) [SABDA. Tim SABDA YLSA SABD A) (Yayasan Lembaga SABDA) SABDA) Petunjuk 4.x] Instalasi [SABDA Tim SABDA Langkah-langkah Instalasi Software SABDA: 1. Jika Anda menggunakan CD SABDA Masukkan CD SABDA pada CD/DVD drive, atau

Lebih terperinci

PANDUAN/TATA CARA PENGGUNAAN APLIKASI KEANGGOTAAN HPJI

PANDUAN/TATA CARA PENGGUNAAN APLIKASI KEANGGOTAAN HPJI PANDUAN/TATA CARA PENGGUNAAN APLIKASI KEANGGOTAAN HPJI Halaman Login Website keanggotaan HPJI (http://www.hpji.or.id/keanggotaan) dapat diakses dengan terlebih dahulu melakukan login dengan akun yang telah

Lebih terperinci

STEP BY STEP INSTALLASI SOFTWARE PPOB ARINDO LOKET BARU

STEP BY STEP INSTALLASI SOFTWARE PPOB ARINDO LOKET BARU STEP BY STEP INSTALLASI SOFTWARE PPOB ARINDO LOKET BARU 1. Download File Setup.exe dari http://www.bakoelppob.com atau klik disini. Jika melalui website bakoelppob, silahkan klik seperti gambar di bawah.

Lebih terperinci

MANUAL PENGGUNAAN ASN TOOL BOX

MANUAL PENGGUNAAN ASN TOOL BOX MANUAL PENGGUNAAN ASN TOOL BOX VERSI QUICK ILUSTRATION APRIL 2015 Aplikasi ASN Tool Box merupakan aplikasi yang digunakan oleh AGEN Allianz Indonesia untuk melakukan kegiatan pejualan secara efektif dan

Lebih terperinci

PANDUAN PENDAFTARAN SPAN-PTKIN 2015

PANDUAN PENDAFTARAN SPAN-PTKIN 2015 PANDUAN PENDAFTARAN SPAN-PTKIN 2015 PANITIA PELAKSANA SPAN-PTKIN 2015 DAFTAR ISI 1. Panduan Untuk Sekolah... 1 1.1. Pendaftaran Sekolah... 1 1.2. Login Sekolah... 5 1.3. Mengisi Jurusan dan Jumlah Siswa

Lebih terperinci

http://bp2dk.id/source/sidekaapp1.3.zip atau http://lppm.uajy.ac.id/source/assets%20v1.3.zip Double Click pada xampp-win32-5.6.

http://bp2dk.id/source/sidekaapp1.3.zip atau http://lppm.uajy.ac.id/source/assets%20v1.3.zip Double Click pada xampp-win32-5.6. Panduan Instalasi Aplikasi SIDeKa 1. Instalasi Web Server menggunakan XAMPP. Di Windows Web Server diperlukan untuk menjalankan aplikasi SIDeKa, karena aplikasi ini dibangun berbasis web (Web Base). Step

Lebih terperinci

PANDUAN PENGGUNA ELISA

PANDUAN PENGGUNA ELISA UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN PENGGUNA ELISA (UNTUK DOSEN) UNIT PENGEMBANGAN BAHAN KULIAH BERBASIS TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI GEDUNG PUSAT UGM SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA 2011 DAFTAR

Lebih terperinci

Tampilan Perangkat PC, Laptop, Netbook, Tablet

Tampilan Perangkat PC, Laptop, Netbook, Tablet I. APLIKASI SIM PERENCANAAN Aplikasi SIM Perencanaan Pembangunan Daerah ini merupakan langkah lanjutan aplikasi yang berjalan menggunakan web browser dan tidak perlu mengintalnya terlebih dahulu, sehingga

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI

LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI Laporan ini berisi Kata Pengantar dan Ringkasan Eksekutif. Terjemahan lengkap laporan dalam Bahasa Indonesia akan diterbitkan pada waktunya. LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI Pendefinisian

Lebih terperinci

BlackBerry Internet Service. Versi: 4.5.1. Panduan Pengguna

BlackBerry Internet Service. Versi: 4.5.1. Panduan Pengguna BlackBerry Internet Service Versi: 4.5.1 Panduan Pengguna Diterbitkan: 2014-01-08 SWD-20140108163043169 Daftar Isi 1 Persiapan... 7 Tentang paket layanan pengiriman pesan untuk BlackBerry Internet Service...

Lebih terperinci

Sainstech. Dalam. Membuat. Tahap 2: Total Siswa. Jul. Mei. Mar. Feb. Apr. Jun PLC. Rata rata

Sainstech. Dalam. Membuat. Tahap 2: Total Siswa. Jul. Mei. Mar. Feb. Apr. Jun PLC. Rata rata Sainstech Unisma Bekasi Pertemuan 8 (Grafik 2 y axis dan link antar sheet) Bagian 1 : Membuat Grafik dengan 2 y axis Penjelasan singkat : Dalam latihan ini akan dilakukan pembuatan grafik yang menampilkan

Lebih terperinci

SILOG PEMILU. Buku Panduan. Sistem Informasi Logistik Pemilu] Komisi Pemilihan Umum

SILOG PEMILU. Buku Panduan. Sistem Informasi Logistik Pemilu] Komisi Pemilihan Umum SILOG PEMILU 2013 Buku Panduan Sistem Informasi Logistik Pemilu Komisi Pemilihan Umum [PETUNJUK PENGGUNAAN] SISTEM INFORMASI LOGISTIK KPU OPERATOR KPU PROVINSI [Dokumen ini ditujukan untuk membantu operator

Lebih terperinci

Tutorial Opsi Biner GDMFX di MT4

Tutorial Opsi Biner GDMFX di MT4 Tutorial Opsi Biner GDMFX di MT4 CARA MENDAFTAR AKUN OPSI BINER 1. Mendaftar untuk akun demo atau nyata di situs web kami. Masukkan Nama Depan, Nama Belakang, Email, Negara, dan Nomor Telepon Anda. Lalu,

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING PRODUK BARANG/JASA PEMERINTAH PPK

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING PRODUK BARANG/JASA PEMERINTAH PPK PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING PRODUK BARANG/JASA PEMERINTAH PPK Update 12 Februari 2015 Daftar Isi 1 Pendahuluan... 2 1.1 Alur Proses e- Purchasing Produk Barang/Jasa Pemerintah Dalam Aplikasi

Lebih terperinci

Daftar Isi. 6.1.1 Langkah-langkah untuk sorting data :... 7. 6.2 Filtering Data... 8. 6.2.1 Langkah 1 untuk filtering data :... 8

Daftar Isi. 6.1.1 Langkah-langkah untuk sorting data :... 7. 6.2 Filtering Data... 8. 6.2.1 Langkah 1 untuk filtering data :... 8 Daftar Isi Daftar Isi... i 1 Pendahuluan... 1 2 Alur Sistem PDDIKTI... 1 3 Persiapan Generate Data Awal... 2 4 Cara Masuk Ke Aplikasi... 5 5 Cara Keluar Dari Aplikasi... 7 6 Cara Sorting Dan Filtering

Lebih terperinci

ide.yunianto@ugm.ac.id

ide.yunianto@ugm.ac.id Zotero PANDUAN ZOTERO Zotero merupakan salah satu reference management tools yang sangat berguna bagi mahasiswa maupun peneliti untuk mengelola referensi yang digunakan dalam penelitian. Secara garis besar,

Lebih terperinci

SISTEM AKADEMIK YARSI. Modul Pelatihan Dosen. Syarifu Adam syarifu.adam@optimaconsultant.com Ext. 1504

SISTEM AKADEMIK YARSI. Modul Pelatihan Dosen. Syarifu Adam syarifu.adam@optimaconsultant.com Ext. 1504 SISTEM AKADEMIK YARSI Modul Pelatihan Dosen Syarifu Adam syarifu.adam@optimaconsultant.com Ext. 1504 Daftar Isi Contents I. Login... 2 II. Kalender Akademik... 3 III. Menu Penilaian... 4 III.1 Input Nilai...

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI PILKADA TAHUN 2015

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI PILKADA TAHUN 2015 PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI PILKADA TAHUN 2015 Untuk PESERTA PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, SERTA WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA TAHUN 2015 PENDAHULUAN Manual ini berisi

Lebih terperinci

BAB IX MEMBUAT MENU DENGAN FORM DESIGN

BAB IX MEMBUAT MENU DENGAN FORM DESIGN BAB IX MEMBUAT MENU DENGAN FORM DESIGN 9.1. Membuat Menu dengan Form Design Selain membuat menu dengan menggunakan fasilitas Switchboard Manager seperti yang telah dibahas pada bab sebelumnya, Anda juga

Lebih terperinci

MANUAL APLIKASI RKAKL v. 7.2 oleh : Yudhi wijaya yudhi.tc@gmail.com http://ptakendari.net

MANUAL APLIKASI RKAKL v. 7.2 oleh : Yudhi wijaya yudhi.tc@gmail.com http://ptakendari.net MANUAL APLIKASI RKAKL v. 7.2 oleh : Yudhi wijaya yudhi.tc@gmail.com http://ptakendari.net UNTUK KALANGAN SENDIRI DI LINGKUNGAN PENGADILAN TINGGI AGAMA KENDARI TAHUN 2011 Dalam rangka Penyusunan Rencana

Lebih terperinci

MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR 05 EDISI III - 2005 MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR

MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR 05 EDISI III - 2005 MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR SEBAR 05 MENGOPERASIKAN PERANGKAT LUNAK LEMBAR Edisi III - 2005 EDISI III - 2005 MATA MATA DIKLAT: KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) PROGRAM KEAHLIAN:

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN

KEMENTERIAN KEUANGAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Petunjuk Penggunaan Aplikasi TRPNBP Versi 4.2 KEMENTERIAN KEUANGAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN Tim Pembangunan Aplikasi Target dan Realisasi PNBP Subdit TIP - Direktorat Sisitem Penganggaran - Ditjen

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2010. Kepala Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kementerian Kesehatan RI

KATA PENGANTAR. Jakarta, Juni 2010. Kepala Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kementerian Kesehatan RI 1 KATA PENGANTAR Dalam rangka mendukung prioritas pembangunan nasional bidang kesehatan sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2010-2014 yaitu untuk meningkatkan akses dan

Lebih terperinci

UPLOAD WEB. Upload web ke hosting gratis di byethost.com. Create by: Heru W drupalsolo.isgreat.org

UPLOAD WEB. Upload web ke hosting gratis di byethost.com. Create by: Heru W drupalsolo.isgreat.org Upload web ke hosting gratis di byethost.com UPLOAD WEB Upload adalah proses mengirim data (umumnya berbentuk berkas) dari komputer pribadi ke suatu sistem seperti server web, FTP server atau sistem serupa

Lebih terperinci

PROGRAM KOPERASI SIMPAN PINJAM

PROGRAM KOPERASI SIMPAN PINJAM PROGRAM KOPERASI SIMPAN PINJAM Merupakan program untuk mencatat transaksi pinjaman, angsuran, simpanan, dan accounting pada koperasi simpan pinjam. Feature yang terdapat pada program Sistem Informasi Koperasi

Lebih terperinci

MANUAL BOOK APLIKASI COMPLETE MEDICAL SOFTWARE MANAGEMENT (CMSM) MODUL RADIOLOGI

MANUAL BOOK APLIKASI COMPLETE MEDICAL SOFTWARE MANAGEMENT (CMSM) MODUL RADIOLOGI MANUAL BOOK APLIKASI COMPLETE MEDICAL SOFTWARE MANAGEMENT (CMSM) MODUL RADIOLOGI 2014 www.sistemrumahsakit.com DAFTAR ISI A. MENU PEMERIKSAAN... 4 B. MENU HASIL PEMERIKSAAN... 14 C. MENU TARIF RADIOLOGI...

Lebih terperinci

Kebutuhan Sistem. Cara Mendapatkan BlankOn. Endi Dwi Kristianto endidwikristianto@engineer.com http://endidwikristianto.blogspot.com.

Kebutuhan Sistem. Cara Mendapatkan BlankOn. Endi Dwi Kristianto endidwikristianto@engineer.com http://endidwikristianto.blogspot.com. Instalasi Linux BlankOn 7 Pattimura Endi Dwi Kristianto endidwikristianto@engineer.com http://endidwikristianto.blogspot.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING ALAT BERAT PENYEDIA

PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING ALAT BERAT PENYEDIA PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI e- PURCHASING ALAT BERAT PENYEDIA I. PENDAHULUAN Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang efisien dan efektif merupakan salah satu bagian yang penting dalam perbaikan pengelolaan

Lebih terperinci

Petunjuk Teknis Instalasi ODBC dan Instalasi SIKI

Petunjuk Teknis Instalasi ODBC dan Instalasi SIKI Petunjuk Teknis Instalasi ODBC dan Instalasi SIKI Langkah 1 dari 23: Langkah Instalasi ODBC dan Install SIKI dilakukan setelah selesai langkah Instal MySQL dan Penempatan File Database SIKI (baca : Juknis

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN SISTEM PENERBITAN API (ANGKA PENGENAL IMPORTIR) SECARA ELEKTRONIK KEMENTERIAN PERDAGANGAN COPYRIGHT @2012. Versi 1.0

PENGEMBANGAN SISTEM PENERBITAN API (ANGKA PENGENAL IMPORTIR) SECARA ELEKTRONIK KEMENTERIAN PERDAGANGAN COPYRIGHT @2012. Versi 1.0 User Manual PENGEMBANGAN SISTEM PENERBITAN API (ANGKA PENGENAL IMPORTIR) SECARA ELEKTRONIK KEMENTERIAN PERDAGANGAN COPYRIGHT @2012 Versi 1.0 i Daftar Isi Daftar Isi Pendahuluan... 1 Tujuan Penulisan Dokumen...

Lebih terperinci

Panduan Pengguna VPS FXPRIMUS

Panduan Pengguna VPS FXPRIMUS 1.1 Tinjauan Umum Panduan Pengguna VPS FXPRIMUS FXPRIMUS menawarkan bagi penggunanya kemampuan untuk menjalankan MetaTrader di awan Linux kami yang terspesialisasi. Setiap MetaTrader berjalan di dalam

Lebih terperinci

APLIKASI PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI. Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. User : Administrator

APLIKASI PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI. Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral. User : Administrator APLIKASI PENILAIAN PRESTASI KERJA PEGAWAI Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral User : Administrator I. Pendahuluan Sistem informasi penilaian prestasi kerja pegawai merupakan suatu sistem informasi

Lebih terperinci

Insani Ning Arum insani_arum@yahoo.com http://insani-arum.blogspot.com

Insani Ning Arum insani_arum@yahoo.com http://insani-arum.blogspot.com Instalasi Windows XP pada VM VirtualBox Insani Ning Arum insani_arum@yahoo.com http://insani-arum.blogspot.com Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2007 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com

Lebih terperinci

PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI

PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI 1 DAFTAR ISI PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI...1 BAB 1. ADMINISTRATOR SEKOLAH...1 1.1. Login...1 1.2. Menu & Informasi Sekolah...2 1.3. Struktur Pengeluaran...10 1.4. Rencana Pengeluaran...12

Lebih terperinci

UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA

UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA UNIVERSITAS GADJAH MADA PANDUAN ELISA UNTUK DOSEN PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN GEDUNG PUSAT SAYAP SELATAN LANTAI 3 RUANG S3-45 YOGYAKARTA 2012 DAFTAR ISI PENGANTAR... 1 MEMULAI... 2 Mendaftar elisa...

Lebih terperinci

PANDUAN SINGKAT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PELAPORAN (SIMPEL)

PANDUAN SINGKAT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PELAPORAN (SIMPEL) PANDUAN SINGKAT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PELAPORAN (SIMPEL) SIMPEL merupakan layanan informasi berupa laporan keuangan dan akademik yang dimiliki oleh setiap fakultas sesuai data akademik dan keuangan

Lebih terperinci

Aplikasi Lelang Email (ALE) Versi 1.0

Aplikasi Lelang Email (ALE) Versi 1.0 Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Aplikasi Lelang Email (ALE) Versi 1.0 PANDUAN PENGGUNAAN (User s Guide) UNTUK PESERTA

Lebih terperinci

Mengatur Tampilan AutoCAD

Mengatur Tampilan AutoCAD Mengatur Tampilan AutoCAD Untuk berinteraksi dengan sebuah program, Anda pasti akan disuguhkan dengan sebuah tampilan (interface) program tersebut. Ini tentunya untuk memudahkan Anda sebagai user dalam

Lebih terperinci

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang.

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Penentuan Posisi 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Nokia, Nokia Connecting People, Nseries, dan N81 adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Nama produk dan

Lebih terperinci

Dokumentasi Aplikasi RUP

Dokumentasi Aplikasi RUP Dokumentasi Aplikasi RUP Daftar Isi Login... 1 Logout... 1 Ganti Profile... 2 Melihat Kode Satuan Kerja... 4 Unduh / Download File RUP... 5 Unggah File RUP... 7 Tambah Member... 9 Reset password... 10

Lebih terperinci

DESKTOP ICON DAN KOSTUMISASI

DESKTOP ICON DAN KOSTUMISASI DESKTOP ICON DAN KOSTUMISASI Bagian pertama dari proyek untuk mempercantik dan menambah fungsional desktop adalah dengan melakukan kostumisasi desktop dan ikon. Dengan menggunakan software-software free

Lebih terperinci

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang No. 5, Agustus 2002 Warta Kebijakan C I F O R - C e n t e r f o r I n t e r n a t i o n a l F o r e s t r y R e s e a r c h Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan

Lebih terperinci

PAYMENT POINT ONLINE BANK BRI PANDUAN TEKNIS INSTALASI DAN PENGGUNAAN APLIKASI PAYMENT POINT

PAYMENT POINT ONLINE BANK BRI PANDUAN TEKNIS INSTALASI DAN PENGGUNAAN APLIKASI PAYMENT POINT PAYMENT POINT ONLINE BANK BRI PANDUAN TEKNIS INSTALASI DAN PENGGUNAAN APLIKASI PAYMENT POINT A. INSTALASI APLIKASIBARU LANGKAH 1 : Download Installer Aplikasi di website dengan alamat http://www.mitrapln.com/download/ppob_bri.exe

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN E-LEARNING (Untuk Siswa)

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN E-LEARNING (Untuk Siswa) LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN E-LEARNING (Untuk Siswa) Akses ke dalam Portal e-learning PLN User/Siswa dapat melakukan akses ke dalam Portal e-learning melalui 2 (dua) jaringan komputer: 1. Akses melalui

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.1 Analisa Masalah Proses editing video sebelum adanya teknologi Multimedia, membutuhkan ruang dan waktu yang sangat besar. Belum lagi biaya yang cukup besar pula

Lebih terperinci

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL SIDAK (Sistem Informasi DAK)

BUKU PETUNJUK OPERASIONAL SIDAK (Sistem Informasi DAK) BUKU PETUNJUK OPERASIONAL SIDAK (Sistem Informasi DAK) Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Daftar Isi Daftar Isi...I A. AKSES SIDAK...1 B. MENU

Lebih terperinci

Software User Manual. Portal Akademik. Panduan Bagi Administrator

Software User Manual. Portal Akademik. Panduan Bagi Administrator Software User Manual Portal Akademik Panduan Bagi Administrator DAFTAR ISI DAFTAR ISI 2 1. Pendahuluan 3 1.1 Tentang Portal Akademik 3 1.2 Tentang Dokumen 3 2. Petunjuk Penggunaan 4 2.1 Login 4 2.2 Halaman

Lebih terperinci

BAGIAN 1 TINGKATAN PEMAKAI... 3 1.1. MAHASISWA... 3 BAGIAN 2 FASILITAS UTAMA... 4

BAGIAN 1 TINGKATAN PEMAKAI... 3 1.1. MAHASISWA... 3 BAGIAN 2 FASILITAS UTAMA... 4 Daftar Isi BAGIAN 1 TINGKATAN PEMAKAI... 3 1.1. MAHASISWA... 3 BAGIAN 2 FASILITAS UTAMA... 4 2.1. HALAMAN DEPAN... 4 2.1.1. Berita dan Pengumuman... 5 2.1.2. Jadwal Kuliah... 5 2.1.3. Forum... 7 2.1.4.

Lebih terperinci

User Manual. Sistem Informasi ABK 15 April 2011. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan

User Manual. Sistem Informasi ABK 15 April 2011. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan. Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan User Manual Sistem Informasi ABK 15 April 2011 Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 DAFTAR GAMBAR... 4 HISTORY DOKUMEN... 6

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN PROPOSAL LOMBA TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI PERKOTAAN

PANDUAN PENGISIAN PROPOSAL LOMBA TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI PERKOTAAN PANDUAN PENGISIAN PROPOSAL LOMBA TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI PERKOTAAN Daftar Layar Login Registrasi Lupa Username dan Password Masukkan Data Profil Informasi

Lebih terperinci

CMS Joomla. Materi Kuliah Rekayasa Web Universitas Budi Luhur. A. Pengenalan Joomla

CMS Joomla. Materi Kuliah Rekayasa Web Universitas Budi Luhur. A. Pengenalan Joomla CMS Joomla A. Pengenalan Joomla Joomla merupakan sebuah CMS open source yang digunakan untuk membuat website dan aplikasi online lainnya (seperti forum, toko online) secara cepat dan mudah. Dengan menggunakan

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Fitur Sinkronisasi PDDIKTI. Daftar Isi

Buku Petunjuk Fitur Sinkronisasi PDDIKTI. Daftar Isi Daftar Isi Daftar Isi... i I. Pendahuluan... 1 II. Sinkronisasi Online... 1 1. Langkah-langkah sinkronisasi online... 1 III. Sinkronisasi Offline... 3 1. Langkah-langkah sinkronisasi offline... 3 Halaman

Lebih terperinci

Pindahkan slide 2 ke slide 5 dengan cara klik slide 2, lalu tekan Ctrl + X (atau pada

Pindahkan slide 2 ke slide 5 dengan cara klik slide 2, lalu tekan Ctrl + X (atau pada 2.9 Bekerja dengan Tampilan Slide Sorter Klik View Pilih Slide Sorter Pindahkan slide 2 ke slide 5 dengan cara klik slide 2, lalu tekan Ctrl + X (atau pada ribbon Home dalam group Clipboard, klik cut)

Lebih terperinci

Auditor. Pendahuluan

Auditor. Pendahuluan Daftar Isi Pendahuluan... 1 1.1. Auditor... 2 Memulai Aplikasi... 3 2.1. Akses ke dalam SPSE... 3 Penjelasan Fungsi dan Fitur... 5 3.1. Menu Home... 5 3.2. Menu Log Akses... 11 3.3. Menu Ganti Password...

Lebih terperinci

Aplikasi KRS Online. User Manual Level Dosen. Versi 2.0 27 Desember 2011

Aplikasi KRS Online. User Manual Level Dosen. Versi 2.0 27 Desember 2011 Aplikasi KRS Online User Manual Level Dosen Versi 2.0 27 Desember 2011 MODUL DOSEN DCISTEM UNPAD 2011 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 DAFTAR GAMBAR... 3 PENDAHULUAN... 4 MEMULAI APLIKASI KRS ONLINE... 4 Proses

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Manajemen pelayanan publik di era otonomi daerah semakin mempermudah ruang gerak masing-masing daerah untuk melakukan upaya perbaikan layanan. Pengalaman beberapa

Lebih terperinci

Social Feeds. Panduan Pengguna. Versi: 2.0

Social Feeds. Panduan Pengguna. Versi: 2.0 Social Feeds Panduan Pengguna Versi: 2.0 SWD-1525056-0614121842-039 Daftar Isi Tentang aplikasi Umpan Sosial... 2 Umpan aplikasi sosial... 3 Melihat item umpan menurut aplikasi sosial... 3 Melihat item

Lebih terperinci

Petunjuk Singkat Instalasi Software WAYout

Petunjuk Singkat Instalasi Software WAYout Petunjuk Singkat Instalasi Software WAYout Terima kasih karena Anda telah memilih Software WAYout untuk keperluan komputerisasi, silahkan lanjutkan proses instalasi Software dengan mengikuti petunjuk berikut.

Lebih terperinci

Tutorial Spektra Accounting System

Tutorial Spektra Accounting System Tutorial Spektra Accounting System Requirements Aplikasi 1. Windows XP Service Pack 2. Jika tidak Windows XP Service Pack 2, maka jalankan file "install\windowsinstaller-kb893803-v2-x86.exe" dan "install\dotnetfx.exe".

Lebih terperinci

4 Langkah Mudah Kemitraan SPBU Pertamina

4 Langkah Mudah Kemitraan SPBU Pertamina BAB JUDUL 1 4 Langkah Mudah Kemitraan SPBU Pertamina Application User Guideline OVERVIEW User Manual Aplikasi Management Registrasi Online SPBU ini disusun untuk memudahkan pengguna dalam mengisi Aplikasi

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGOPERASIAN APLIKASI MPO MODUL UPLOAD DATA DUKUNG

PETUNJUK PENGOPERASIAN APLIKASI MPO MODUL UPLOAD DATA DUKUNG PETUNJUK PENGOPERASIAN APLIKASI MPO MODUL UPLOAD DATA DUKUNG Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian A MODUL UPLOAD DATA DUKUNG REALISASI KEUANGAN (SCAN SP2D) Untuk upload data dukung realisasi

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN APLIKASI PELAPORAN GRATIFIKASI SECARA ONLINE

BUKU PANDUAN APLIKASI PELAPORAN GRATIFIKASI SECARA ONLINE BUKU PANDUAN APLIKASI PELAPORAN GRATIFIKASI SECARA ONLINE Gambar1Tampilan Alur Pelaporan A. MENU PELAPOR Setiap Aparatur Kementerian Kesehatan wajib melaporkan Gratifikasi yang diterima kepada Komisi Pemberantasan

Lebih terperinci

ACCURATE 4 QUICK START

ACCURATE 4 QUICK START ACCURATE 4 QUICK START 1. DATA PERUSAHAAN YANG PERLU DIPERSIAPKAN Sebelum membuat database ACCURATE 4, data perusahaan yang perlu Anda siapkan adalah sbb : Daftar Kas dan Bank beserta jumlahnya masing-masing.

Lebih terperinci

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint.

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. MATA TATARAN : PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. B. Peserta dapat mengaplikasikan bahan ajar dalam

Lebih terperinci

PERENCANAAN ENERGI TERPADU DENGAN SOFTWARE LEAP (LONG-RANGE ENERGY ALTERNATIVES PLANNING)

PERENCANAAN ENERGI TERPADU DENGAN SOFTWARE LEAP (LONG-RANGE ENERGY ALTERNATIVES PLANNING) ORBITH VOL. 9 NO. 3 NOVEMBER 2013 : 160 167 PERENCANAAN ENERGI TERPADU DENGAN SOFTWARE LEAP (LONG-RANGE ENERGY ALTERNATIVES PLANNING) Oleh : Yusnan Badruzzaman Staff Pengajar Teknik Elektro Politeknik

Lebih terperinci