BAB I PENDAHULUAN. para profesional bisnis masa depan. Dari motto tersebut, Universitas Widyatama

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. para profesional bisnis masa depan. Dari motto tersebut, Universitas Widyatama"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Widyatama memiliki sebuah motto yaitu friendly campus for future business pro atau yang bisa diartikan sebagai kampus yang bersahabat bagi para profesional bisnis masa depan. Dari motto tersebut, Universitas Widyatama memiliki kewajiban untuk memfasilitasi mahasiswa agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang profesional di dalam dunia bisnis. Seperti yang dijelaskan dalam buku profil Universitas Widyatama, hal tersebut dapat diwujudkan dengan proses pembelajaran kurikulum berbasis kompetensi dengan nuansa bisnis. Hal ini berarti seluruh program studi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang dapat menjawab kebutuhan dunia bisnis dan menjadikan para lulusan menjadi para pelaku bisnis yang profesional dengan menggunakan metode perkuliahan bernuansa bisnis. Kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu hal yang penting di Universitas Widyatama dan menjadi sasaran yang harus dimiliki oleh lulusan Universitas Widyatama. Hal tersebut terbukti dengan adanya syarat memiliki nilai TOEFL (Test of English as a Foreign Language) minimal 450 sebagai salah satu syarat sidang bagi calon lulusan Universitas Widyatama. Sebagai salah satu cara untuk menghasilkan lulusan Universitas Widyatama yang mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja dan mampu berkomunikasi dalam dunia kerja internasional, Universitas Widyatama membentuk pusat studi yang dapat menunjang proses pembelajaran bahasa Inggris mahasiswa yaitu Self Access Centre (SAC). Self Access Centre (SAC) memiliki program tes simulasi TOEIC setiap satu semester yang bertujuan untuk

2 memperkenalkan TOEIC dan mengukur kemampuan dan tingkat kesiapan mahasiswamahasiswi Universitas Widyatama dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris di dunia kerja pada umumnya dan khususnya di dunia bisnis internasional. Hal tersebut sesuai dengan motto Universitas Widyatama yang menggambarkan mahasiswa Universitas Widyatama sebagai calon profesional bisnis di masa depan. Sifat TOEIC di Universitas Widyatama terhadap TOEFL yang merupakan tes wajib bagi setiap calon lulusan mahasiswa Universitas Widyatama adalah sebagai pelengkap karena walaupun terdapat kesamaan dalam bentuk tes namun kedua tes tersebut memiliki perbedaan masing-masing yang bisa saling melengkapi sehingga membantu para mahasiswa untuk mampu berkomunikasi dalam dunia kerja internasional. Test of English for International Communication (TOEIC) merupakan tes keahlian berbahasa Inggris di dunia kerja atau dunia bisnis internasional. TOEIC mengukur kemampuan mendengarkan (listening) dan membaca (reading). Dalam perkembangannya, TOEIC juga mengukur kemampuan berbicara (speaking) dan menulis (writing). Educational Testing Service (ETS) dalam salah satu artikel di di tahun 2010 menyatakan bahwa di tahun 2010, tes TOEIC digunakan oleh perusahaan, institusi, maupun organisasi sebagai salah satu alat ukur dalam menyeleksi pegawai untuk penempatan kerja, promosi jabatan, dan mengetahui kemampuan mahasiswa dan pekerja dalam menggunakan Bahasa Inggris. SAC telah menyelenggarakan empat kali tes simulasi TOEIC pada bulan November 2009, April 2010, November 2010, dan Maret 2011 yang diikuti sekitar 130 hingga 135 peserta tes tiap periodenya. Peserta tes merupakan mahasiswamahasiswi Universitas Widyatama dari semua fakultas kecuali fakultas desain dan ada pula mahasiswa non-bahasa Inggris dari beberapa Universitas lain seperti Universitas Padjadjaran dan Universitas Pendidikan Indonesia. Sebelum tes, diadakan workshop

3 TOEIC yang di dalamnya berisi pengenalan mengenai TOEIC dan strategi menghadapi soal tes. Dari kuesioner yang dibagikan pada tes simulasi TOEIC bulan November 2010 dan Maret 2011, peserta tes yang mengisi kuesioner sebagian besar beranggapan bahwa tingkat kesulitan keseluruhan materi tes simulasi TOEIC berada pada tingkat sedang. Khusus pada tingkat kesulitan materi tes simulasi TOEIC listening comprehension, peserta tes juga sebagian besar memberikan nilai sedang. Berdasarkan data kuesioner tersebut penulis mendapatkan gambaran mengenai persepsi peserta tes terhadap tingkat kesulitan. Sedangkan, berdasarkan data hasil tes TOEIC yang telah diolah, penulis mendapatkan gambaran mengenai kemampuan Bahasa Inggris peserta tes yang sebagian besar merupakan mahasiswa. Pada data hasil tes, penulis menemukan bahwa pada bagian listening comprehension, jenis soal berkategori sedang paling banyak ditemukan pada bagian Short Conversations. Sebagaimana halnya penulis juga menemukan bahwa persepsi peserta tes yang sebagian besar mengatakan bahwa tingkat kesulitan soal listening comprehension itu berada pada tingkat sedang. Hal tersebut yang membuat penulis memilih hasil data pada bagian Short Conversation untuk diteliti. Berdasarkan gambaran-gambaran tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa data hasil tes simulasi TOEIC menjadi sebuah penelitian yang berjudul Problematika Short Conversations dalam Tes Simulasi TOEIC yang Dihadapi oleh Peserta Tes: Satu Studi Kasus pada Tes Simulasi TOEIC Periode November 2010 dan Maret 2011 di Universitas Widyatama. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis akan mengidentifikasikan masalah-masalah sebagai berikut:

4 1. Adakah kaitan persepsi peserta tes mengenai tingkat kesulitan tes dengan hasil tes? 2. Soal dengan unsur percakapan apa yang diujikan pada bagian Short Conversations dalam tes simulasi TOEIC listening comprehension yang tergolong kategori sukar, sedang, dan mudah? 3. Kata-kata apa saja yang menjadi petunjuk tekstual (textual clues) yang digunakan peserta tes dalam memilih jawabannya? 1.3 Batasan Masalah Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu Problematika Short Conversations dalam Tes Simulasi TOEIC yang Dihadapi oleh Peserta Tes: Satu Studi Kasus pada Tes Simulasi TOEIC Periode November 2010 dan Maret 2011 di Universitas Widyatama, maka data penelitian berasal dari hasil tes simulasi TOEIC di Universitas Widyatama. Data hasil tes diambil dari data hasil tes Short Conversations periode November 2010 dan Maret 2011 di Universitas Widyatama. Penulis menggabungkan dua periode tes tidak dengan tujuan membandingkan antara periode yang satu dengan yang lain namun karena dua periode tersebut menggunakan jenis soal yang sama. Masalah yang diteliti yaitu dibatasi pada hasil tes simulasi TOEIC pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension yang diselenggarakan oleh SAC pada 2 periode tes dengan jenis soal yang sama. Penulis hanya memilih salah satu bagian dalam TOEIC listening comprehension yaitu Short Conversations untuk diteliti agar pembahasan lebih mendalam. Pada data hasil tes bagian listening comprehension, penulis menemukan bahwa jenis soal berkategori sedang paling banyak ditemukan pada bagian Short Conversations. Sebagaimana halnya penulis juga menemukan bahwa persepsi peserta tes yang sebagian besar mengatakan bahwa tingkat kesulitan soal listening comprehension itu berada pada

5 tingkat sedang. Hal-hal tersebut yang membuat penulis memilih hasil data pada bagian Short Conversation untuk diteliti. Selain data hasil tes simulasi, penulis juga mengambil data kuesioner tentang persepsi tingkat kesulitan tes simulasi TOEIC periode November 2010 dan Maret Masalah yang diteliti dari data kuesioner tersebut dibatasi pada persepsi peserta tes mengenai tingkat kesulitan keseluruhan materi tes simulasi TOEIC pada umumnya, khususnya pada tingkat kesulitan materi tes simulasi TOEIC listening comprehension dan kaitannya dengan hasil tes simulasi. Data kuesioner dan data hasil tes yang dianalisa akan menunjukkan bagaimana peserta tes dapat menggunakan petunjuk tekstual (textual clues) untuk dapat memahami percakapan. 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1. Untuk mengetahui adanya kaitan persepsi peserta tes mengenai tingkat kesulitan tes dengan hasil tes. 2. Untuk mengidentifikasi unsur percakapan yang diujikan pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension yang tergolong kategori sukar, sedang, dan mudah bagi peserta tes. 3. Untuk mengetahui kata-kata apa saja yang menjadi petunjuk tekstual (textual clues) yang digunakan peserta tes dalam memilih jawabannya. Berdasarkan tujuan di atas, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peserta tes agar dapat mengantisipasi jawaban soal, khususnya pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension. Peserta tes diharapkan dapat mengantisipasi jawaban soal dengan cara memahami unsur percakapan yang diujikan pada bagian Short

6 Conversations dan strategi khusus yang harus digunakan. Penelitian ini juga diharapkan bermanfaat sebagai bahan masukan dalam pengembangan materi pelatihan TOEIC dan juga bermanfaat untuk Self Access Centre (SAC) sebagai penyelenggara workshop dan tes simulasi, diharapkan penelitian ini menjadi bahan masukan dalam pengembangan materi workshop. 1.5 Objek dan Metode Penelitian Objek penelitian skripsi ini adalah menganalisa kaitan hasil tes simulasi TOEIC dengan persepsi peserta tes mengenai tingkat kesulitan keseluruhan materi tes simulasi TOEIC pada umumnya dan khususnya pada tingkat kesulitan materi tes simulasi TOEIC listening comprehension. Fokus penelitian ini adalah pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension periode November 2010 dan Maret Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Menurut Arikunto (2005: 250), analisis deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Arikunto (2002: 10) juga menjelaskan bahwa penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga pemahaman akan kesimpulan penelitian akan lebih baik apabila juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar, atau tampilan lain. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang terdiri dari banyak bentuk, baik survey maupun eksperimen. Pada penelitian ini, survey dilakukan dengan menggunakan data hasil tes dan juga kuesioner yang dihitung

7 dengan menggunakan rumus-rumus untuk mendapatkan jumlah angka dan persentase dari responden yang memilih tiap kolom pilihan jawaban kuesioner sehingga didapat gambaran mengenai tingkat kesulitan keseluruhan materi tes simulasi TOEIC pada umumnya dan khususnya pada tingkat kesulitan materi tes simulasi TOEIC listening comprehension. Jadi, secara sederhana metode deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada dengan menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Sesuai dengan yang dijelaskan Arikunto (2002: 12) Dari analisis dan tampilan data tersebut peneliti membuat interpretasi dalam bentuk narasi yang menunjukkan kualitas dari gejala atau fenomena yang menjadi objek penelitian. Dalam pengumpulan sumber data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua instrumen yaitu data kuesioner tentang persepsi tingkat kesulitan tes simulasi TOEIC dan data hasil tes simulasi TOEIC pada bulan November 2010 dan Maret 2011 dengan jenis soal yang sama. Peserta tes merupakan mahasiswa-mahasiswi Universitas Widyatama dari semua fakultas kecuali fakultas desain dan mahasiswa non-bahasa Inggris dari beberapa Universitas lain seperti Universitas Padjadjaran dan Universitas Pendidikan Indonesia. Data kuesioner pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui kaitan persepsi peserta tes dengan hasil tes. Pertanyaan dalam kuesioner terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian mengenai tes TOEIC, bagian mengenai pelaksanaan TOEIC workshop yang diselenggarakan oleh SAC, dan saran untuk pelaksanaan TOEIC workshop tersebut. Penulis hanya mengambil data dari pertanyaan 1 dan 2 dari 11 pertanyaan yang ada pada bagian pertama yaitu bagian mengenai tes TOEIC. Data kuesioner yang penulis gunakan untuk penelitian ini adalah mengenai tingkat kesulitan keseluruhan materi

8 ujian TOEIC dan tingkat kesulitan materi tes listening comprehension. Kuesioner yang menjadi salah satu instrumen pengumpulan data pada penelitian ini jika dipandang dari cara menjawabnya maka termasuk ke dalam jenis kuesioner tertutup. Menurut Arikunto (2002: 129) jenis kuesioner tertutup berarti sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Jika dipandang dari bentuknya maka kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk rating-scale-check list. Menurut Arikunto (2002: 129) kuesioner dengan bentuk rating-scale-check list adalah kuesioner dengan sebuah pernyataan berbentuk tanda check (centang) pada kolomkolom yang menunjukkan tingkatan-tingkatan misalnya mulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju. Pernyataan responden dalam kuesioner tersebut dihitung menggunakan rumus-rumus sehingga penulis mendapatkan jumlah angka dan persentase dari responden yang memilih tiap kolom pilihan jawaban. Sehingga dari data kuesioner, penulis mendapatkan gambaran mengenai persepsi peserta tes tentang tingkat kesulitan tes simulasi TOEIC pada umumnya dan khususnya pada bagian listening comprehension. Instrumen kedua yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah data hasil tes simulasi TOEIC pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension periode November 2010 dan Maret Data hasil tes pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui jenis soal yang yang tergolong easy (mudah), medium (sedang), dan difficult (sukar) dan mengetahui kaitan hasil tes dengan kuesioner. Pada data penelitian mengenai data hasil tes, penulis menggunakan dua periode data hasil tes. Penulis menggunakan dua periode tes tidak dengan tujuan membandingkan antara periode yang satu dengan yang lain namun karena dua periode tersebut menggunakan jenis soal yang sama. Pada data hasil tes, penulis menemukan bahwa pada bagian listening comprehension, jenis soal berkategori sedang paling banyak ditemukan pada bagian Short Conversations. Sebagaimana halnya penulis juga

9 menemukan bahwa persepsi peserta tes yang sebagian besar mengatakan bahwa tingkat kesulitan soal listening comprehension itu berada pada tingkat sedang. Hal tersebut yang membuat penulis memilih hasil data pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension sebagai objek penelitian. Dari data hasil tes, penulis menentukan jumlah peserta yang menjawab benar dan yang menjawab salah, mengidentifikasikan dan mendeskripsikan unsur percakapan yang diujikan pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension, menganalisa jenis soal yang tergolong easy (mudah), medium (sedang), dan difficult (sukar) bagi peserta tes, menganalisa pilihan jawaban yang salah yang menjadi pengecoh bagi peserta tes, mendeskripsikan unsur-unsur yang menjadi pengecoh (distractors) bagi peserta tes dalam menjawab soal, dan menganalisa kata-kata yang menjadi petunjuk tekstual (textual clues) yang digunakan peserta tes sehingga membuat peserta tes memilih jawaban yang salah. Teori yang menjadi landasan untuk menganalisa kasus yang berkaitan dengan Short Conversations adalah teori mengenai Difficulty Index (Indeks Kesukaran) oleh Arikunto (1997) yang digunakan untuk menganalisa hasil tes dan untuk mengetahui jenis soal yang tergolong kategori easy (mudah), medium (sedang), dan difficult (sukar) bagi peserta tes, teori Ellipsis oleh Cutting (2002) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Ellipsis dengan unsur pengecoh Statement within Question, teori Repetition oleh Cutting (2002) dan pembagiannya oleh Paltridge (2000) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Repetition dengan unsur pengecoh Repetition, teori maksim percakapan Grice yang dikutip dari Rees (1992) dan teori pelanggaran maksim relasi (Violating the Relation) oleh Grice yang dikutip dari Cutting (2003) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Violating the Relation dengan unsur pengecoh Words Used Out of Context, teori Homonymy oleh Saeed (1997) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Homonymy

10 dengan unsur pengecoh Similar Sounds, dan teori Member-collection oleh Saeed (1997) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Member-collection dengan unsur pengecoh Wrong Word Association. 1.6 Sistematika Penulisan Skripsi ini dimulai dengan Bab I. Dalam bab ini penulis membahas pendahuluan yang mencakup latar belakang penelitian, identifikasi masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, objek dan metode penelitian, dan sistematika penulisan skripsi ini. Dalam Bab II, penulis membahas tentang kajian pustaka yang berisi tentang landasan teori yang dipakai, dalam hal ini termasuk di dalamnya teori mengenai Difficulty Index (Indeks Kesukaran) oleh Arikunto (1997) yang digunakan untuk menganalisa hasil tes dan untuk mengetahui jenis soal yang tergolong kategori easy (mudah), medium (sedang), dan difficult (sukar) bagi peserta tes, teori Ellipsis oleh Cutting (2002) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Ellipsis dengan unsur pengecoh Statement within Question, teori Repetition oleh Cutting (2002) dan pembagiannya oleh Paltridge (2000) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Repetition dengan unsur pengecoh Repetition, teori maksim percakapan Grice yang dikutip dari Rees (1992) dan teori pelanggaran maksim relasi (Violating the Relation) oleh Grice yang dikutip dari Cutting (2003) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Violating the Relation dengan unsur pengecoh Words Used Out of Context, teori Homonymy oleh Saeed (1997) yang digunakan untuk menganalisa unsur percakapan Homonymy dengan unsur pengecoh Similar Sounds, dan teori Member-collection oleh Saeed (1997) yang digunakan untuk menganalisa

11 unsur percakapan Member-collection dengan unsur pengecoh Wrong Word Association. Dalam Bab III, penulis menganalisa kaitan persepsi peserta pada hasil kuesioner dengan hasil tes. Penulis juga menganalisa hasil tes simulasi TOEIC bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension pada 2 periode tes simulasi TOEIC di bulan November 2010 dan Maret 2011 di Universitas Widyatama dengan jenis soal yang sama, mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur percakapan yang diujikan pada bagian Short Conversations dalam tes listening comprehension, menganalisa jenis soal yang tergolong easy (mudah), medium (sedang), dan difficult (sukar) bagi peserta tes, menganalisa pilihan jawaban yang salah yang menjadi pengecoh (distractors) bagi peserta tes, mendeskripsikan unsur-unsur yang menjadi pengecoh (distractors) bagi peserta tes dalam menjawab soal, dan menganalisa katakata yang menjadi petunjuk tekstual (textual clues) yang digunakan peserta tes dalam memilih jawaban. Hasil analisa yang diuraikan pada Bab III dilanjutkan pada penarikan simpulan dan saran yang dikaji pada Bab IV.

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis dengan menggunakan dua instrumen yaitu data kuesioner

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan analisis dengan menggunakan dua instrumen yaitu data kuesioner BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Berdasarkan analisis dengan menggunakan dua instrumen yaitu data kuesioner dan hasil tes dari simulasi TOEIC Periode November 2010 dan Maret 2011 pada Bab III yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari termasuk dalam dunia kerja, contohnya mitra kerja yang berasal dari negara

BAB I PENDAHULUAN. sehari-hari termasuk dalam dunia kerja, contohnya mitra kerja yang berasal dari negara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dapat kita jumpai dalam aktivitas sehari-hari termasuk dalam dunia kerja, contohnya mitra kerja yang berasal dari negara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Ketrampilan-ketrampilan tersebut

BAB I PENDAHULUAN. bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Ketrampilan-ketrampilan tersebut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam mempelajari bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Seperti halnya bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris juga terdapat

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN SILABUS TOEFL LISTENING UNTUK MAHASISWA NON BAHASA INGGRIS DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS RENDAH

PENGEMBANGAN SILABUS TOEFL LISTENING UNTUK MAHASISWA NON BAHASA INGGRIS DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS RENDAH PENGEMBANGAN SILABUS TOEFL LISTENING UNTUK MAHASISWA NON BAHASA INGGRIS DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS RENDAH Oleh: Maisarah, S.S., M.Si 1 Endang Suciati, M.A 2 Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menambah

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menambah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan era globalisasi, setiap orang diharapkan dapat meneruskan pembangunan di Indonesia. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menambah kualitas sumber

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Tinjauan Terhadap Objek Studi Penelitian English First (EF)

BAB I PENDAHULUAN Tinjauan Terhadap Objek Studi Penelitian English First (EF) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Saat ini belajar Bahasa Inggris bukan hanya suatu kewajiban, melainkan suatu kebutuhan yang tak bisa dihindari lagi. Kesadaran masyarakat akan perlunya

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.636, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Pendidikan Khusus. Keimigrasian. Penyelenggaraan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. diajarkan di universitas khususnya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. diajarkan di universitas khususnya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penguasaan Bahasa Inggris sangat penting bagi seorang mahasiswa, namun sayang masih banyak juga yang belum menyadari perlunya penguasaan Bahasa Inggris yang baik bagi

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PELAYANAN TES TOEFL ITP

MANUAL PROSEDUR PELAYANAN TES TOEFL ITP MANUAL PROSEDUR PELAYANAN TES TOEFL ITP FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013 Manual Prosedur Pelayanan Tes TOEFL ITP Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Kode Dokumen : 01200 07082

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 11 BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat Perusahaan Yayasan Pendidikan dan Latihan The British Institute, lebih dikenal dengan nama TBI adalah sebuah yayasan yang didirikan sejak tahun 1984.

Lebih terperinci

Tip and Trik dalam Menghadapi Ujian TOEFL

Tip and Trik dalam Menghadapi Ujian TOEFL Tip and Trik dalam Menghadapi Ujian TOEFL My opinion from the Headlines of kompas.com: Memang TOEFL itu bervariasi. Sekarang bukan zamannya lagi TOEFL paper based test. Sekarang, dengan kemajuan teknologi,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.879, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKUMHAM. Pendidikan. Pejabat Imigrasi. Penyelenggaraan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2014

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. percakapan yang diujikan pada bagian Short Conversations dalam tes listening

BAB II KAJIAN PUSTAKA. percakapan yang diujikan pada bagian Short Conversations dalam tes listening BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini, penulis menguraikan dua bagian besar yakni kajian mengenai TOEIC dan kajian mengenai teori linguistik yang relevan dengan pembahasan unsur percakapan yang diujikan pada

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 2 Bandar Lampung. pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014.

III. METODE PENELITIAN. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 2 Bandar Lampung. pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014. III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 2 Bandar Lampung pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014. B. Sampel Penelitian Teknik pengambilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, dibutuhkan kemampuan khusus berbahasa Inggris. Test of English as

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, dibutuhkan kemampuan khusus berbahasa Inggris. Test of English as BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi universal pada ruang lingkup internasional. Khususnya di dunia pendidikan, dibutuhkan

Lebih terperinci

MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FKIP UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU

MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FKIP UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU ANALISIS Atni KESULITAN Prawati, Analisis DISKRIMINASI Kesulitan Diskriminasi BUNYI Bunyi Mahasiswa... 43 MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FKIP UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU Atni Prawati Jurusan Pendidikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. TOEFL singkatan dari Test of English as a Foreign Language merupakan hal yang

BAB 1 PENDAHULUAN. TOEFL singkatan dari Test of English as a Foreign Language merupakan hal yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang TOEFL singkatan dari Test of English as a Foreign Language merupakan hal yang terpenting bagi seseorang yang ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi ataupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang memadai sehingga kita dapat memanfaatkannya dalam

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan yang memadai sehingga kita dapat memanfaatkannya dalam BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penelitian Memasuki era globalisasi atau yang lebih dikenal dengan pasar bebas menuntut setiap individu untuk mempersiapkan sumber daya yang handal terutama di bidang

Lebih terperinci

Klasifikasi Skor Kompetensi Bahasa Inggris untuk Penentuan Jenis dan Jumlah Mata Kuliah Bahasa Inggris (Studi Kasus IT Telkom)

Klasifikasi Skor Kompetensi Bahasa Inggris untuk Penentuan Jenis dan Jumlah Mata Kuliah Bahasa Inggris (Studi Kasus IT Telkom) Prosiding SNaPP0: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 089-3590 Klasifikasi Skor Kompetensi Bahasa Inggris untuk Penentuan Jenis dan Jumlah Mata Kuliah Bahasa Inggris (Studi Kasus IT Telkom) Yuliant Sibaroni

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam melakukan penelitian yaitu di Pusdiklat Kemendagri Regional

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam melakukan penelitian yaitu di Pusdiklat Kemendagri Regional 55 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi dalam melakukan penelitian yaitu di Pusdiklat Kemendagri Regional Bandung yang memiliki 2 (dua) gedung kampus

Lebih terperinci

DEVELOPING A SYLLABUS OF TOEFL READING FOR THE STUDENTS OF NON ENGLISH DEPARTMENT UNIPDU JOMBANG

DEVELOPING A SYLLABUS OF TOEFL READING FOR THE STUDENTS OF NON ENGLISH DEPARTMENT UNIPDU JOMBANG DEVELOPING A SYLLABUS OF TOEFL READING FOR THE STUDENTS OF NON ENGLISH DEPARTMENT UNIPDU JOMBANG PENGEMBANGAN SILABUS TOEFL READING UNTUK MAHASISWA PRODI SELAIN BAHASA INGGRIS DI UNIPDU JOMBANG Endang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel dan memiliki delapan belas

BAB I PENDAHULUAN. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel dan memiliki delapan belas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Universitas Negeri Sunan Ampel berdiri pada tahun 1950 dengan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel dan memiliki delapan belas fakultas. Sejak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bahasa Inggris adalah bahasa internasional, sehingga sangat penting untuk dipelajari di masa sekarang ini yang merupakan era globalisasi. Menguasai bahasa

Lebih terperinci

Handbook ini hanya untuk siswa SchoolingMe.com HANDBOOK ESAI LPDP ESAI: RENCANA STUDI

Handbook ini hanya untuk siswa SchoolingMe.com HANDBOOK ESAI LPDP ESAI: RENCANA STUDI 1 HANDBOOK ESAI LPDP ESAI: RENCANA STUDI 2 Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba memberikan panduan bagaimana menulis satu esai lainnya yang juga menjadi salah satu persyaratan mendaftar beasiswa LPDP,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. suatu kebutuhan yang sangat penting untuk saat ini, terlebih lagi bagi para

I. PENDAHULUAN. suatu kebutuhan yang sangat penting untuk saat ini, terlebih lagi bagi para I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memiliki kemampuan dan keterampilan dalam berbahasa Inggris menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting untuk saat ini, terlebih lagi bagi para mahasiswa. Mahasiswa dengan

Lebih terperinci

Analisis Independent Study Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Non-English Department

Analisis Independent Study Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Non-English Department Analisis Independent Study Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Non-English Department Misnadin dan Sriyono Abstrak Artikel ini berusaha mengungkapkan ketertarikan dalam bahasa Inggris

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini menuntut guru untuk selalu berinovasi dan berkreasi. Saat ini, pemerintah mewajibkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang memiliki peranan penting dalam kehidupan. Memasuki era globalisasi, bahasa Inggris telah banyak digunakan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. asing yang ditujukan kepada mereka yang bukan native speaker (Rudman 2011).

BAB II LANDASAN TEORI. asing yang ditujukan kepada mereka yang bukan native speaker (Rudman 2011). BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) TOEFL adalah bentuk tes khusus bahasa Inggris standart sebagai bahasa asing yang ditujukan kepada mereka yang bukan native speaker

Lebih terperinci

2015 PENERAPAN BUKU SAKU BILINGUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PAD A MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN D I SMK NEGERI 6 BAND UNG

2015 PENERAPAN BUKU SAKU BILINGUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PAD A MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN D I SMK NEGERI 6 BAND UNG 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada tahun 2015, Indonesia akan menghadapi persaingan ekonomi global yang ditandai dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini tentu akan mempengaruhi banyak

Lebih terperinci

2. Hasil Penelitian Pemanfaatan Penggunaan Korespondensi

2. Hasil Penelitian Pemanfaatan Penggunaan Korespondensi DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... v UCAPAN TERIMA KASIH.. vii ABSTRAK. ix ABSTRACT... x DAFTAR ISI.. xi DAFTAR TABEL.. xviii DAFTAR BAGAN... xx DAFTAR GRAFIK xxii DAFTAR LAMPIRAN.. xxiii BAB I PENDAHULUAN 1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Untuk kepentingan komunikasi dengan dunia internasional dengan baik,

BAB I PENDAHULUAN. Untuk kepentingan komunikasi dengan dunia internasional dengan baik, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Untuk kepentingan komunikasi dengan dunia internasional dengan baik, kini di Indonesia disamping diajarkan bahasa Indonesia, juga diajarkan bahasa asing seperti bahasa

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu hal yang secara umum dianggap penting

BAB. I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu hal yang secara umum dianggap penting BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu hal yang secara umum dianggap penting dalam kehidupan seseorang. Pendidikan sejatinya bisa didapat dari mana saja dan kapan saja; formal

Lebih terperinci

Tips Lolos ELPT. Begini caranya

Tips Lolos ELPT. Begini caranya Tips Lolos ELPT. Begini caranya UNAIR NEWS Persaingan secara global ke depan akan bergerak semakin cepat. Untuk menghadapi itu semua, mahasiswa juga harus dibekali dengan kemampuan bahasa asing yang baik,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Subyek Penelitian Pada penelitian ingin mengungkap literasi hakikat sains guru-guru biologi SMA yang tidak mengikuti program pendampingan yang diselenggarakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan Pembelajaran. Proses Pembelajaran Evaluasi. Gambar 1.1 Hubungan ketiga komponen dalam pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan Pembelajaran. Proses Pembelajaran Evaluasi. Gambar 1.1 Hubungan ketiga komponen dalam pembelajaran BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam proses pendidikan, kegiatan belajar dan mengajar merupakan dua aspek utama demi tercapainya keberhasilan tujuan pembelajaran; dimana keduanya secara

Lebih terperinci

CURRICULUM VITAE. IDENTITAS DIRI Nama :

CURRICULUM VITAE. IDENTITAS DIRI Nama : CURRICULUM VITAE IDENTITAS DIRI Nama : Irma Rasita Gloria Barus, Dra, MA. Nomor serdos : 101105115210203 NIP/NIK : 19621016 198801 2 001 Tempat dan Tanggal Lahir : Sukabumi, 16 Oktober 1962 Jenis Kelamin

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. metode efektif, dan persiapan yang lebih singkat. E-Learning merupakan salah satu

BAB 1 PENDAHULUAN. metode efektif, dan persiapan yang lebih singkat. E-Learning merupakan salah satu BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan memerlukan cara baru dalam menyediakan pendidikan secara cepat, metode efektif, dan persiapan yang lebih singkat. E-Learning merupakan salah satu solusi

Lebih terperinci

Analisis Independent Study dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Non-English Department

Analisis Independent Study dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Non-English Department Analisis Independent Study dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Non-English Department Misnadin dan Sriyono 1 Jurusan Sastra Inggris, FISIB, Universitas Trunojoyo Madura Abstract This

Lebih terperinci

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI

ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI ANALISIS BUTIR SOAL ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI Marselina Meriyotin, Martono, Christanto Syam PPS, FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak e-mail: marselinameroyotin@gmail.com

Lebih terperinci

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SIL. KORESPONDENSI BAHASA INGGRIS. Silabus

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA SIL. KORESPONDENSI BAHASA INGGRIS. Silabus Silabus Nama Mata Kuliah : Korespondensi Bahasa Inggris Kode Mata Kuliah : PME 228 SKS : 2 (Dua) SKS. 1 SKS Teori, 1 SKS Praktek Dosen : 1. 2.Priadi Surya, Program Studi : Manajemen Pendidikan Mata Kuliah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 3 bagian, yaitu bagian:

BAB I PENDAHULUAN. Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 3 bagian, yaitu bagian: BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seperti yang telah diketahui bahwa indonesia telah memasuki era yang disebut Era Globalisasi. Pada era yang berkembang sekarang ini tidak bisa kita hindari bahwa tuntutan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian secara teratur dan sistematis, mulai dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bagi manusia sangat begitu penting karena dapat meningkatkan kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bagi manusia sangat begitu penting karena dapat meningkatkan kemampuan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dengan menggunakan bahan atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi penelitian bertempat di SMK Pertanian di Lembang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Pertanian di

Lebih terperinci

KURIKULUM OPERASIONAL

KURIKULUM OPERASIONAL KURIKULUM OPERASIONAL Jurusan : Bahasa dan Sastra Inggris Program Studi : Pendidikan Bahasa Inggris Jenjang Pendidikan : Strata Satu (S1) Status Akreditasi : B FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PELITA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pengajaran bahasa Inggris di Indonesia sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, walaupun pada saat itu hanya orang-orang tertentu saja yang berhak mempelajarinya.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dunia menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mempelajari bahasa

BAB 1 PENDAHULUAN. dunia menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mempelajari bahasa BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi seperti sekarang ini, ketergantungan antara negara-negara di dunia menyebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mempelajari bahasa asing

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke universitas

Lebih terperinci

Latar Belakang. Purwokerto, 19 Januari /19/2012

Latar Belakang. Purwokerto, 19 Januari /19/2012 Purwokerto, 19 Januari 2012 Latar Belakang Tuntutan dunia kerja mensyaratkan selain prestasi Akademis, softskill juga hasil sertifikasi. Alumni memberikan masukan untuk pembekalan keterampilan komputer

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis, Sugiyono

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan sempurna

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan sempurna BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bahasa adalah salah satu alat komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat berkomunikasi dengan sempurna dengan orang lain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang memberikan gambaran mengenai (1) ketercakupan dimensi kognitif, (2) konten soal berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Pendekatan Metode dan Teknik Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Pendekatan Metode dan Teknik Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Metode dan Teknik Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dimana pendekatan kuantitatif adalah suatu pendekatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bagi manusia sangat begitu penting karena dapat meningkatkan kemampuan

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bagi manusia sangat begitu penting karena dapat meningkatkan kemampuan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dengan menggunakan bahan atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi berdampak pada sumber daya manusia yang semakin hari semakin dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam segala bidang.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari yakni

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari yakni 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari yakni sebagai alat utama berkomunikasi. Seorang pemakai bahasa dalam penyampaian suatu hal, menginginkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bagi manusia sangat begitu penting karena dapat meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran bagi manusia sangat begitu penting karena dapat meningkatkan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Balakang Masalah Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dengan menggunakan bahan atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran

Lebih terperinci

Purwokerto, 23 Oktober 2012

Purwokerto, 23 Oktober 2012 Purwokerto, 23 Oktober 2012 Tuntutan dunia kerja mensyaratkan selain prestasi Akademis, softskill juga hasil sertifikasi. Alumni memberikan masukan untuk pembekalan keterampilan komputer dalam bentuk sertifikasi.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Reasearch and Development (R&D)atau dengan kata lain penelitian ini akan berfokus pada penelitian terhadap analisa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu 8 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu metode Deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian bukan eksperimen karena tidak

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk lebih memperjelas maksud penelitian ini perlu didefinisikan secara operasional variabel-variabel beberapa istilah: 1. Gaya Belajar Menurut Nasution

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari suatu keadaan yang ada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses pembelajaran merupakan kegiatan integral antara pelajar dan guru

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Proses pembelajaran merupakan kegiatan integral antara pelajar dan guru BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran merupakan kegiatan integral antara pelajar dan guru sebagai pengajar, yang dalam kegiatan ini berlangsung interaksi hubungan antara guru

Lebih terperinci

Pengembangan Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris. Test of English Proficiency, (TOEP)

Pengembangan Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris. Test of English Proficiency, (TOEP) Pengembangan Tes Uji Kompetensi Bahasa Inggris Test of English Proficiency, (TOEP) Latar Belakang Kemajuan teknologi telah memungkinkan terjadinya interaksi antar orang di seluruh dunia nyaris tanpa kendala

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah

BAB I PENDAHULUAN. dan sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Tugas utama seorang pendidik adalah menyelenggarakan kegiatan belajar

BAB 1 PENDAHULUAN. Tugas utama seorang pendidik adalah menyelenggarakan kegiatan belajar 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tugas utama seorang pendidik adalah menyelenggarakan kegiatan belajar dan pembelajaran dengan baik. Seorang pendidik harus melaksanakan kegiatan proses belajar

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN DAN KEEFEKTIFAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP)

PENGEMBANGAN DAN KEEFEKTIFAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) Hibah Penelitian Tim Pascasarjana HPTP Tahap III, 2007 PENGEMBANGAN DAN MULTIMEDIA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) Prof. Dr. Nenden Sri Lengkanawati, M.Pd.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan

BAB I PENDAHULUAN. anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resti Handayani, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resti Handayani, 2013 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama sekolah. Kegiatan belajar mengajar hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan halhal

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. (Computer Based Decision Support System) saat ini berkembang sangat pesat.

BAB 1 PENDAHULUAN. (Computer Based Decision Support System) saat ini berkembang sangat pesat. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Konsep sistem pendukung pengambilan keputusan yang berbasis komputer (Computer Based Decision Support System) saat ini berkembang sangat pesat. Banyak metode yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. memahami dengan benar apa yang mereka baca. Salah satu kegiatan membaca adalah membaca pemahaman.

BAB I PENDAHULUAN. memahami dengan benar apa yang mereka baca. Salah satu kegiatan membaca adalah membaca pemahaman. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan nasional senantiasa harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang terjadi baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Lebih terperinci

sama dengan program studi lain, yaitu merujuk kepada Norma dan Tolok Ukur Undana

sama dengan program studi lain, yaitu merujuk kepada Norma dan Tolok Ukur Undana STANDAR 3. KEMAHASISWAAN DAN LULUSAN 3.1 Sistem Rekrutmen Baru Sistem rekrutmen mahasiswa baru program studi Pendidikan Bahasa Inggris dapat dijelaskan sebagai berikut. Selama dua tahun ini, yang menerima

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian lebih lanjut dari penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian lebih lanjut dari penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 1. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian lebih lanjut dari penelitian kemitraan yang dilakukan Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI. Metode penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kualitatif.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kualitatif. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode dekskriptif kualitatif. Sugiyono (2008:9) mengemukakan bahwa: metode kualitatif adalah metode yang berlandaskan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tulisan. Keterampilan dan kemampuan berbahasa sangat berhubungan erat dengan

BAB I PENDAHULUAN. tulisan. Keterampilan dan kemampuan berbahasa sangat berhubungan erat dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keterampilan berbahasa memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan terampil berbahasa seseorang dapat mengungkapkan ide, pikiran, gagasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. gerak-gerik badaniah yang nyata (Keraf, 1993: 2). Dengan bahasa, setiap orang

BAB I PENDAHULUAN. gerak-gerik badaniah yang nyata (Keraf, 1993: 2). Dengan bahasa, setiap orang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbolsimbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbiter, yang dapat diperkuat dengan gerak-gerik

Lebih terperinci

BAB II. LANDASAN TEORETIS

BAB II. LANDASAN TEORETIS DAFTAR ISI Halaman BAB I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang Masalah 1 B. Identifikasi Masalah 10 C. Rumusan Masalah 12 D. Definisi Operasional 14 E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 20 F. Pola Pikir Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dengan manusia lain. Untuk menjalin hubungan tersebut diperlukan suatu alat komunikasi. Alat komunikasi

Lebih terperinci

BAGIAN I PENDAHULUAN

BAGIAN I PENDAHULUAN BAGIAN I PENDAHULUAN A. VISI DAN MISI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau telah hadir ditengah masysakat

Lebih terperinci

HUBUNGAN TINGKAT KERAJINAN MEMBACA DENGAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN

HUBUNGAN TINGKAT KERAJINAN MEMBACA DENGAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN HUBUNGAN TINGKAT KERAJINAN MEMBACA DENGAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh FIRDA ARIANI NIM 100388201260

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitan deskriptif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena-fenomena

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Devi Lamria Hasibuan, 2013

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Devi Lamria Hasibuan, 2013 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berdasarkan beberapa jurnal pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan beberapa guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri

Lebih terperinci

BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN

BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini Bahasa Inggris sangat penting untuk dipelajari. Sebagai Bahasa Internasional, bahasa Inggris sangat bermanfaat sebagai media komunikasi untuk menyalurkan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang cara-cara yang dapat digunakan untuk merancang rencana pembelajaran yang melatihkan literasi

Lebih terperinci

Desain Sistem TOEFL Prediction Untuk Membantu Persiapan Tes TOEFL

Desain Sistem TOEFL Prediction Untuk Membantu Persiapan Tes TOEFL Desain Sistem TOEFL Prediction Untuk Membantu Persiapan Tes TOEFL Jozua F. Palandi, Zusana E. Pudyastuti Program Studi Teknik Informatika STIKI Malang e-mail: jozuafp@stiki.ac.id, zusanacr@stiki.ac.id

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Design. Quasi Experimental merupakan metode penelitian yang masih terdapat variabel

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Pembelajaran yang

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Pembelajaran yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kegiatan belajar mengajar mereupakan salah satu kunci suksesnya siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Pembelajaran yang ditawarkan pada kurikulum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Departemen Pendidikan Nasional, dalam standar kompetensi dalam Kurikulum 2004,

Lebih terperinci

SASARAN MUTU PROGRAM STUDI SISTIM INFORMASI

SASARAN MUTU PROGRAM STUDI SISTIM INFORMASI Fakultas Vokasi : Manajemen Informatika Tahun : 2015-2016 No. Sasaran Mutu Target Strategi Rencana Pelaksanaan (bulan) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 PIC Keterangan / Tindakan 1. Masa studi mahasiswa 3 (tiga)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah, kebijakan tersebut

BAB I PENDAHULUAN. Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah, kebijakan tersebut 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pergeseran paradigma dalam pendidikan yang semula terpusat menjadi desentralisasi membawa konsekuensi dalam pengelolaan, pendidikan khususnya ditingkat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Inti dari pendidikan di sekolah adalah kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan

BAB I PENDAHULUAN. Inti dari pendidikan di sekolah adalah kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Inti dari pendidikan di sekolah adalah kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar menentukan keberhasilan guru di sekolah dalam melaksanakan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA ITP

SATUAN ACARA PERKULIAHAN JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA ITP SATUAN ACARA PERKULIAHAN JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA ITP Mata kuliah : Bahasa Inggris Kode Mata Kuliah : TIS1613 SKS : 3 Waktu Pertemuan : 16 kali Pertemuan Deskripsi : Tujuan utama dari mata kuliah ini

Lebih terperinci

BAB. I PENDAHULUAN. Penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu syarat untuk menghadapi

BAB. I PENDAHULUAN. Penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu syarat untuk menghadapi BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu syarat untuk menghadapi tuntutan globalisasi. Sebab dengan mengerti bahasa Inggris akan memudahkan akses perkembangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre- experiment. Pre-Experiment yaitu metode penelitian yang hanya menggunakan satu kelas

Lebih terperinci

PROPOSAL UIG ENGLISH SCHOLARSHIP (UTS: INSEARCH GRAMEDIA Scholarship)

PROPOSAL UIG ENGLISH SCHOLARSHIP (UTS: INSEARCH GRAMEDIA Scholarship) PROPOSAL UIG ENGLISH SCHOLARSHIP (UTS: INSEARCH GRAMEDIA Scholarship) School and Office: GRAND WIJAYA CENTER BLOK F83 84 A&B JL. WIJAYA II. KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN +62212950 1009 academicenglish.ac.id

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran mekanisme evolusi berbantuan praktikum menggunakan simulasi kegiatan praktikum (virtual lab) jenis virtual hibrida (hybrid virtual

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tenses yang tepat. Kesulitan ini mungkin disebabkan adanya fakta bahwa

BAB 1 PENDAHULUAN. tenses yang tepat. Kesulitan ini mungkin disebabkan adanya fakta bahwa BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit ketika mempelajari suatu bahasa, dalam konteks ini bahasa Inggris. Kita pun sering kesulitan dalam memilih

Lebih terperinci

SILABUS MATA KULIAH. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 4 September Strategi Pembelajaran 1. Ceramah 2. Diskusi 3. Latihan

SILABUS MATA KULIAH. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 4 September Strategi Pembelajaran 1. Ceramah 2. Diskusi 3. Latihan SILABUS MATA KULIAH Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 4 September 2015 A. Identitas 1. Nama Matakuliah : Bahasa Inggris 2 2. Program Studi : Teknik Industri 3. Fakultas : Teknik 4. Bobot sks : 2 5. Elemen Kompetensi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. untuk memperoleh faktor-faktor dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan

BAB III METODE PENELITIAN. untuk memperoleh faktor-faktor dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah upaya dalam ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh faktor-faktor dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan sistematis untuk mewujudkan

Lebih terperinci