P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010"

Transkripsi

1 PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN MILITER II-10 Semarang yang bersidang di Semarang dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum dibawah ini dalam perkara Terdakwa: Nama lengkap : UNTUNG MARGANA Pangkat/NRP : Kopka / Jabatan : Ta Prov Denma (Sekarang Wadanru Tontai) Kesatuan : Brigif-4 / Dewa Ratna Tempat, tanggal lahir : Sukoharjo, 12 juli 1967 Jenis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Tempat tinggal : Asrama Brigif-4 / Dewa Ratna Slawi Kabupaten Tegal. Terdakwa tidak ditahan Pengadilan Militer II-10 Semarang tersebut diatas; Membaca : Berkas acara pemeriksaan dalam perkara ini Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Dan Brigif-4 / Dewa Ratna selaku Papera Nomor: Kep/13 /IV/2010 tanggal 5 April Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak / 29 / IV / 2010 tanggal 16 April Surat Penetapan dari : a. Kadilmil II-10 Semarang tentang Penunjukan Hakim Nomor : Tap/42/PM.II-10/AD/ V/2009 tanggal 3 Mei b. Hakim Ketua Sidang tentang Hari Sidang Nomor : Tap/42/PM.II-10/AD/V/2009, tanggal 3 Mei Relas penerimaan surat panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi. 5. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini. Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak / 29 / IV / 2010 tanggal 16 April 2010 didepan persidangan yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini. 2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa serta keterangan para Saksi dibawah sumpah di persidangan.

2 2 Memperhatikan : 1. Tuntutan Pidana (Requisitoir) Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim yang pada pokoknya Oditur Militer menyatakan bahwa Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana : Kawin dua kali tanpa ijin Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam : Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi pidana sebagai berikut: a. Penjara selama 12 (dua belas) bulan. b. Menetapkan barang bukti berupa: 1) Barang-barang : - 1 (satu) Stel mukena warna biru bergaris putih. - 1 (satu) lembar sajjadah warna kuning bergambar masjid. Dikembalikan kepada yang berhak. 2) Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy Testimonium Matrimoni (Surat Nikah) An. Fransiskus Xaferius Untung Margana dengan Darti dari Gereja HTBSP Kab. Boyolali tanggal 25 Agustus (dua) lembar foto copy Kutipan Akte nikah An. Untung Margana dengan Sdri. Darti dari KUA Kec. Kemusu, Kab. Boyolali tanggal 2 September Tetap dilekatkan dalam berkas perkara. b. Membayar biaya perkara sebesar Rp (lima ribu rupaih). 2. Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia mengakui kesalahannya dan sangat menyesal berjanji tidak akan berbuat lagi dan oleh karena itu memohon supaya dijatuhi pidana seringan-ringannya. Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan Oditur Militer II-10 Semarang Nomor : Sdak / 29 / IV / 2010 tanggal 16 April 2010 telah didakwa sebagai berikut: Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat sebagaimana tersebut di bawah ini yaitu pada tanggal dua puluh enam bulan Maret tahun 2000 delapan atau setidak-tidaknya dalam tahun 2000 delapan di Perumahan Gripin Jln. Waringin No. 10 RT 05/07 Ds. Pangkah, Kec. Pangkah Kab. Tegal, setidaktidaknya di tempat-tempat lain yang termasuk wewenang Pengadilan Militer II-10 Semarang telah melakukan tindak pidana :

3 3 Barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan-perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut : a. Bahwa Terdakwa menjadi prajurit TNI-AD melalui pendidikan Secata Gambong pada tahun 1987 / 1988 setelah lulus di lantik dengan pangkat Prada dan ditugaskan di Yonif 408 Sragen, dan pada tahun 1999 ditugaskan ke Korem 074 / Warastratama Solo, tiga bulan kemudian pindah ke Kodim 0716 / Boyolali dan pada tahun 2007 ditugaskan ke Brigif-4 / DR sampai saat melkukan perbuatan nyg menjadi perkara ini Terdakwa berpangkat Kopka NRP b. Pada tahun 1991 Terdakwa menikah dengan Sdri. Darti Bin Yahmin (Saksi-1) secara agama Katholik di Gereja HTBSP Maria Boyolali karena Saksi mengikuti Terdakwa beragama Katholik, kemudian pada tanggal 2 September 1996 Saksi menikah ulang dengan Terdakwa secara agama Islam di KUA Kecamatan Kemusu Kab Boyolali di KUA Boyolali sesuai Akta Nikah Nomor 224/06/IX/1996 tanggal 2 September 1996 dan mendapat ijin dari Komandan Kesatuan pada waktu itu Komandan Yonif 408 Sragen dan telah dikaruniai 4 (empat) orang anak, namun yang ketiga dan keempat kembar sudah meninggal dunia. c. Pada tahun 2008 Terdakwa berkenalan dengan Sdri. Nurhayati (Saksi-2) di daerah Slawi, pada saat itu masih sebagai teman biasa namun setelah ada kecocokan Terdakwa dan Saksi-2 merencanakan pernikahan. d. Pada tanggal 26 Maret 2008 sekira pukul Wib Terdakwa menikah lagi secara agama (nikah siri) dengan Saksi-2 di perumahan Gripin Jln. Waringin No. 10 Rt. 05/07 Ds. Pangkah, Kec. Pangkah, Kab. Tegal dan yang menikahkan adalah Saudara. Ropi i (Saksi-3) selaku penghulu dari Desa Bogares Lor Kec. Pangkah Kab. Tegal dan yang bertindak sebagai Saksi pernikahan siri adaah Saudara. Edy Maulana al. Didit (Saksi-4) alamat Ds. Tonggara Rt. 07/03 Kec. Kedung Banteng Kab. Tegal. e. Bahwa Terdakwa pada waktu melaksanakan pernikahan siri terlebih dahulu melaksanakan ijab Kobul yang dipandu oleh Kyai Ropi i (Saksi-3) sebagai penghulu dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai, setelah melangsungkan penikahan diadakan tasyakuran yang dihadiri oleh saudara-saudara Saksi saja dan membagi-bagikan nasi (berkat) ke tetangga di sekitar rumah Saksi kurang lebih 30 (tiga puluh) Kepala Rumah Tangga. f. Bahwa dari pernikahan siri Terdakwa dengan Saksi-2 tersebut mendapat bukti nikah berupa Surat Keterangan telah menikah siri Untung Margana dengan Nurhayati dari kepala Desa Pangkah, Kec. Pangkah, Kab. Tegal tanggal 15 Desember g. Terdakwa mengetahui bahwa pernikahannya yang sudah ada menjadi halangan yang sah baginya karena Terdakwa pada saat melakukan pernikahan dengan Saksi-2 masih terikat pernikahan dan belum cerai dengan istri yang sah yaitu Sdr. Darti

4 4 (Saksi-1) sesuai Undang-undang No. 1 tahun 1974 yang pernikahannya didasarkan pada tanggal 2 sep 1996 di KUA Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali. h. Pada tanggal 17 sep 2009 pukul Wib Saksi-1 dapt sms dari seorang perempuan yang bernama Nurhayati (Saksi-2) yang isinya Saya istrinya pak Untung sehingga mulai saat itu Saksi-1 mengetahui Terdakwa menikah lagi dengan seorang janda beranak 2 (dua) dari desa Tonggara. i. Sehingga Sdri. Darti (Saksi-1) sebagai istri sah Terdakwa menuntut agar masalah tersebut diselesaikan melalui hukum yang berlaku, kemudian atas kejadian perkara ini Saksi-2 meminta diceraikan oleh Terdakwa dan mohon permasalahan tersebut diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Berpendapat bahwa perbutan Terdakwa tersebut telah cukup memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana di rumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam 279 ayat (1) ke-1 KUHP. Menimbang : Bahwa atas dakwaan Oditur Militer tersebut, Terdakwa menerangkan telah mengerti dan membenarkan isi dakwaan Oditur Militer serta mengakui telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya. Menimbang : Bahwa didalam persidangnan Terdakwa tidak bersedia untuk didampingi oleh Penasehat Hukum melainkan dihadapi sendiri perkaranya. Menimbang : Bahwa saksi yang dihadapkan dipersidangan menerangkan dibawah sumpah sebagai berikut : Saksi-1 : Nama lengkap : DARTI Pekerjaan : Wiraswasta Tempat, tanggal lahir : Boyolali, 16 Pebruari 1973 Jenis kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Tempat tinggal : Kampung Dipan desa Kragilan Kec. Mojosongo, Kab. Boyolali Keterangan Saksi-1 di bawah sumpah dalam persidangan pada pokoknya sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 1988 dan ada hubungan suami istri sampai sekarang ini. 2. Bahwa pada tanggal 25 Agustus 1992 Saksi menikah dengan Terdakwa secara Agama Katholik di Gereja HTBSP Maria Boyolali karena Saksi mengikuti Terdakwa yang beragama Katholik, kemudian pada tanggal 2 September 1996 Saksi menikah ulang dengan Terdakwa secara agama Islam di KUA Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali dan memperoleh Kutipan Akta Nikah Nomor : 224/06/IX/1996 tanggal 2 September 1996,

5 5 dan dari pernikahan tersebut saat ini telah dikaruniai 4 (empat) orang, anak pertama bernama Febri Ayu Nurimbani (17 tahun), kedua Nola Nadelia Damaga (12 tahun) namun yang ketiga dan keempat kembar sudah meninggal dunia. 3. Bahwa pada akhir tahun 2007 Saksi mulai curiga terhadap Terdakwa karena jarang pulang ke Boyolali, uang gaji yang diberikan Saksi mulai berkurang, komunikasi sudah mulai susah, dan setiap Saksi hendak ikut ke Brigif-4/DR Slawi selalu tidak diperbolehkan oleh Terdakwa dengan alasan mau pindah kembali ke Minvet Boyolali. 4. Bahwa Saksi tadinya tidak mengetahui kapan dan dimana Terdakwa melaksanakan pernikahan siri, namun pada tanggal 17 September 2009 pukul Wib Saksi dapat sms dari seorang perempuan yang bernama Nur Hayati ( Saksi-2) yang isinya Saya istrinya pak Untung sehingga mulai saat itu Saksi mengetahui Terdakwa menikah lagi dengan seorang janda beranak 2 (dua) dari Desa Tonggara Kab. Tegal. 5. Bahwa keadaan rumah tangga Saksi dengan Terdakwa sudah tidak harmonis sebab Terdakwa sering selingkuh serta pacaran dengan WTS, serta setelah menikah siri dengan Sdri. Nurhayati, keadaan rumah tangga Saksi dengan Terdakwa semakin tidak harmonis serta semakin sulit berkomunikasi. 6. Bahwa Terdakwa menikah dengan Saksi-2 tanpa seijin Saksi maupun kesatuan. 7. Bahwa Saksi memaafkan perbuatan Terdakwa tetapi Saksi tidak mau bersatu lagi/akan mengajukan cerai dengan Terdakwa. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya. Menimbang : Bahwa Saksi telah dipanggil secara sah namun sampai dengan batas waktu yang ditentukan tidak hadir tanpa alasan yang sah dan Oditur tidak sanggup lagi untuk menghadirkan, oleh karenanya maka dengan berpedoman pada pasal 155 UU No. 31 Tahun 1997, keterangannya dalam Berita Acara Permulaan yang disertai dengan Berita Acara Pengambilan Sumpah menurut agamanya masing-masing di Penyidik serta telah disetujui oleh Terdakwa untuk dibacakan keterangannya sebagai berikut : Saksi-2 : Nama lengkap : NURHAYATI Pekerjaan : Wiraswasta Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 30 jan 1975 Jenis kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Tempat tinggal : Desa Tonggara Rt. 07 / 03 Kec. Kedung Banteng Kab. Tegal. Keterangan Saksi-2 di bawah sumpah dalam persidangan pada pokoknya sebagai berikut :

6 6 1. Saksi kenal dengan Terdakwa sejak bulan Januari 2008 di Slawi Kab Tegal karena Terdakwa adalah suami Saksi yang telah menikah secara agama Islam (Siri). 2. Bahwa pada tanggal 26 Maret 2008 Saksi menikah siri dengan Terdakwa di rumah Saksi di desa pangkah Rt. 05/07 Kec. Pagah Kab. Tegal penghulunya adalah seorang Kyai dari desa Bogares yang bertindak sebagai Wali sedangkan bertindak selaku Saksi adalah Sdr. Didit (Saksi-4) kakak kandung Saksi dengan cara Terdakwa mengucapkan ijab qobul dengan mas kawin seperangkat alat sholat, kemudian diadakan tasyakuran yang dihadiri oleh saudara-saudara Saksi saja dengan membagibagikan nasi (berkat) ke tetangga di sekitar rumah Saksi kurang lebih 30 (tiga puluh) Kepala Rumah Tangga. 3. Bahwa pada waktu Saksi menikah siri dengan Terdakwa, status Saksi adalah janda dan mempunyai 2 (dua) orang anak sedangkan Terdakwa telah beristrikan Sdri. Darti (Saksi-1). 4. Bahwa Saksi menikah dengan Terdakwa tanpa seijin Saksi-1 maupun kesatuan Terdakwa. 5. Bahwa dengan adanya pernikahan siri tersebut, kemudian Sdri. Darti (Saksi-1) sebagai istri syah Terdakwa tidak terima dan menuntut agar masalah tersebut diselesaikan melalui hukum yang berlaku, namun Saksi meminta diceraikan oleh Terdakwa dan minta agar permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya Saksi-3 : Nama lengkap : ROPI I Pekerjaan : Perangkat Desa (Lebe) Tempat, tanggal lahir : Tegal, 24 Juni 1955 Jenis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Tempat tinggal : Desa Bogares Lor RT 05 / 01 Kec Pangkah Kab Tegal. Keterangan Saksi-3 di bawah sumpah dalam persidangan pada pokoknya sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa namun tidak ada hubungan keluarga yaitu sebagai kakak iparnya. 2. Bahwa pada bulan Maret 2008 Sdr. Edy Maulana alias Didit (SaksI-4) datang ke rumah Saksi meminta tolong untuk menikahkan adiknya yang bernama Sdri. Nurhayati (Saksi-2) dengan Terdakwa. 3. Bahwa atas permintaan tersebut, 3 (tiga) hari kemudian sekira pukul Wib Saksi bertindak sebagai penghulu menikahkan Saksi-2 dengan Terdakwa di rumah Saksi-2 Desa

7 7 Pangkah RT. 05/07 Kec. Pangkah Kab. Tegal secara siri dan yang bertindak sebagai Saksi adalah Saksi-4 dengan alamat ; Desa Tonggara Rt. 07 / 03 Kec. Kedung Banteng Kab. Tegal, dengan cara T mengucapkan ijab kabul dengan mas kawin seperangkat alat sholat kemudian diadakan tasyakuran yang dihadiri oleh saudara-saudara Saksi saja dan membagi-bagikan nasi (berkat) ke tetangga di sekitar rumah Saksi kurang lebih 30 (tiga puluh) Kepala Rumah Tangga. 4. Bahwa Saksi mengetahui pada waktu Saksi-2 menikah siri dengan Terdakwa tidak ada ijin dari istri syah Terdakwa (Sdri. Darti /Saksi-1) juga tidak ada ijin dari komandan dalam hal ini Komandan Brigif-4/DR sebab menurut Saksi jika Terdakwa meminta ijin kepada istri yang sah maupun komandannya pasti tidak diijinkan. 5. Bahwa menurut Saksi pernikahan siri antara Terdakwa dan Saksi-2 tersebut menurut aturan militer ataupun pegawai negeri tidak dibenarkan dan Saksi dalam hal ini hanya menolong Terdakwa dan Saksi-2 agar tidak terjadi perzinahan. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya. Saksi-4 : Nama lengkap : EDY MAULANA Pekerjaan : Wiraswasta Tempat, tanggal lahir : Tegal, 2 September 1966 Jenis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Tempat tinggal : Desa Tonggara Rt. 07 / 03 Kec. Kedung Banteng Kab. Tegal. Keterangan Saksi-4 di bawah sumpah dalam persidangan pada pokoknya sebagai berikut : 1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa dan ada hubungan keluarga / famili. 2. Bahwa pada bulan Maret 2008 Terdakwa bersama Nur Hayati (Saksi-2) datang ke rumah Saksi untuk meminta ijin akan menikahi adik Saksi, dan Terdakwa berjanji akan menanggung segala resikonya, dan Terdakwa juga minta tolong kepada Saksi untuk mencarikan seorang Kyai (ulama) untuk menikahkan Terdakwa dengan Saksi Bahwa atas permintaan tersebut, keesokan harinya Saksi menghubungi Saudara. Ropi i (Saksi-3) Desa Bogares Lor RT 05 / 01 Kec Pangkah Kab Tegal untuk menikahkan Saksi-2 dengan Terdakwa dan Saksi-3 menyanggupinya. 4. Bahwa tiga hari kemudian pada bulan Maret 2008 sekira pukul Wib Saksi-3 menikahkan Terdakwa dengan Saksi-2 secara siri di rumah Saksi-2 perumahan Gripin, Jl. Waringin No. 10 RT-05/07 Ds. Pangkah Kec. Pangkah Kab. Tegal dengan cara

8 8 Terdakwa mengucapkan ijab Kobul dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan yang bertindak sebagai Saksi pernikahan tersebut adalah Saksi sendiri, setelah melangsungkan pernikahan diadakan tasyakuran yang dihadiri oleh saudarasaudara Saksi saja dan membagi-bagikan nasi (berkat) ke tetangga di sekitar rumah Saksi kurang lebih 30 (tiga puluh) kepala rumah tangga. 5. Bahwa Saksi mengetahui sebelum Terdakwa menikah siri dengan Saksi-2 masih berstatus mempunyai isteri yang sah yang berdomisili di daerah Boyolali, sedangkan Saksi-2 berstatus janda beranak 2 (dua). 5. Bahwa pada waktu Saksi-2 menikah siri dengan Terdakwa tidak ada ijin dari istri yang sah Terdakwa dan juga tidak ada ijin dari Komandan Kesatuan dalam hal ini Dan Brigif-4/ DR. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya. Menimbang : Bahwa didalam persidangan Terdakwa menerangkan sebagai berikut : 1. Bahwa Terdakwa menjadi prajurit TNI-AD melalui pendidikan Secata Gambong TA / 1988, setelah lulus di lantik dengan pangkat Prada dan ditugaskan di Yonif 408 Sragen, setelah melalui berbagai penugasan pada tahun 2007 ditugaskan di Brigif- 4 / DR sampai saat melakukan perbuatan nyg menjadi perkara ini dengan pangkat pangkat Kopka NRP Bahwa Terdakwa selama berdinas pernah melaksanakan tugas operasi militer 2 (dua) kali yaitu di Tim-Tim pada tahun 1989/1990 dan tahun 1993/ Bahwa Pada tahun 1991 Terdakwa menikah dengan Sdri. Darti Bin Yahmin (Saksi-1) secara agama Katholik di Gereja HTBSP Maria Boyolali karena Saksi mengikuti Terdakwa beragama Katholik, kemudian pada tanggal 2 September 1996 Saksi menikah ulang dengan Terdakwa secara agama Islam di KUA Kecamatan Kemusu Kab Boyolali di KUA Boyolali sesuai Akta Nikah Nomor 224/06/IX/1996 tanggal 2 September 1996 dan mendapat ijin dari Komandan Kesatuan pada waktu itu Komandan Yonif 408 Sragen. 4. Bahwa Pada tahun 2008 Terdakwa berkenalan dengan Sdri. Nurhayati (Saksi-2) di daerah Slawi, pada saat itu masih sebagai teman biasa namun setelah ada kecocokan Terdakwa dan Saksi-2 merencanakan pernikahan. 5. Pada tanggal 26 Maret 2008 sekira pukul Wib Terdakwa menikah lagi secara agama (nikah siri) dengan Saksi-2 di perumahan Gripin Jln. Waringin No. 10 Rt. 05/07 Ds. Pangkah, Kec. Pangkah, Kab. Tegal dan yang menikahkan adalah Sdr. Ropi i (Saksi-3) selaku penghulu dari Desa Bogares Lor Kec. Pangkah Kab. Tegal dan yang bertindak sebagai Saksi Sdr. Edy Maulana al. Didit (Saksi-4) alamat Ds. Tonggara Rt. 07/03 Kec. Kedung Banteng Kab. Tegal.

9 9 6. Bahwa pernikahan siri tersebut dilakukan dengan mengucapkan ijab kobul dengan mas kawin seperangkat alat solat dan dari pernikahan tersebut Terdakwa mendapat bukti nikah berupa Surat Keterangan telah menikah siri, kemudian diadakan tasyakuran yang dihadiri oleh saudara-saudara Saksi saja dengan membagi-bagikan nasi (berkat) ke tetangga di sekitar rumah Saksi kurang lebih 30 (tiga puluh) Kepala Rumah Tangga. 6. Bahwa Terdakwa menikah siri dengan Saksi-2 tidak ada ijin dari Komandan Kesatuan dalam hal ini Komandan Brigif-4 / DR maupun Saksi-1 selaku istri yang syah. 7. Bahwa alasan Terdakwa menikah lagi karena Saksi-1 menghianati kehidupan rumah tangganya antara lain sewaktu Terdakwa masih berdinas di Yonif-408 ada teman Terdakwa Serda Catur sering kerumah menemui Saksi-1,untuk menemani nonton sampai malam, dan pada saat Terdakwa berdinas di Kodim Boyolali ada seorang pelajar STM bernama Mulyadi sering bermain kerumah menemui Saksi Bahwa sebelum atau sesudah Terdakwa menikah lagi yaitu nikah siri kehidupan rumah tangga Terdakwa memang tidak harmonis karena Saksi-1 sering tidak mau memberikan pelayanan secara bathin kepada Terdakwa. 9. Bahwa Terdakwa berjanji akan membina rumah tangganya dengan Saksi-1 dan Terdakwa sudah menceraikan Saksi-1. Menimbang : Bahwa dari barang-barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer ke persidangan berupa : 1. Barang-barang : - 1 (satu) Stel mukenah warna biru bergaris putih. - 1 (satu) lembar sajjadah warna kuning bergambar masjid. 2. Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy Testimonium Matrimoni (Surat Nikah) An. Fransiskus Xaferius Untung Margana dengan Darti dari Gereja HTBSP Kab. Boyolali tanggal 25 Agustus (dua) lembar foto copy Kutipan Akte nikah An. Untung Margana dengan Sdri. Darti dari KUA Kec. Kemusu, Kab. Boyolali tanggal 2 September Yang kesemuanya telah diperlihatkan dan dibacakan kepada Terdakwa dan Saksi serta telah diterangkan sebagai barang bukti yang telah dipergunakan oleh Terdakwa untuk melakukan tindak pidana, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain maka oleh karenanya dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan-perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa.

10 10 Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa dan keterangan para Saksi dibawah sumpah dipersidangan serta bukti-bukti dan petunjuk lain dan setelah menghubungkan satu dengan yang lainnya maka diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut : 1. Bahwa benar Terdakwa menjadi prajurit TNI-AD melalui pendidikan Secata Gambong TA / 1988, setelah lulus di lantik dengan pangkat Prada dan ditugaskan di Yonif 408 Sragen, setelah melalui berbagai penugasan pada tahun 2007 ditugaskan di Brigif-4 / DR sampai saat melakukan perbuatan nyg menjadi perkara ini dengan pangkat Kopka NRP Pada benar tahun 1991 Terdakwa menikah dengan Sdri. Darti Bin Yahmin (Saksi-1) secara agama Katholik di Gereja HTBSP Maria Boyolali karena Saksi mengikuti Terdakwa beragama Katholik, kemudian pada tanggal 2 September 1996 Saksi menikah ulang dengan Terdakwa secara agama Islam di KUA Kecamatan Kemusu Kab Boyolali di KUA Boyolali sesuai Akta Nikah Nomor 224/06/IX/1996 tanggal 2 September 1996 dan telah dikaruniai 4 (empat) orang anak, namun yang ketiga dan keempat kembar sudah meninggal dunia. 3. Bahwa benar pada tanggal 26 Maret 2008 sekira pukul Wib. bertempat di perumahan Gripin Jln. Waringin No. 10 Rt. 05/07 Ds. Pangkah, Kec. Pangkah, Kab. Tegal Terdakwa telah menikah lagi dengan Sdri. Nurhayati (Saksi-2) janda beranak 2 (dua) orang tanpa sepengetahuan istrinya (Saksi-1) maupun seijin Atasannya/Komandannya. 4. Bahwa benar perkawinan Terdakwa dengan Saksi-2 hanya dilakukan secara agama/siri dan yang menjadi walinya adalah Kyai Rofi i (Saksi-3) dan selaku Saksi Sdr. Edy Mulyana (Saksi-4) kakak kandung Saksi-2 dan satu lagi dari pihak keluarga Saksi-2 serta mengucapkan ijab kobul dan dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat. 5. Bahwa benar menurut Terdakwa dan para Saksi lainnya yaitu Saksi-3 dan Saksi-4, perkawinan antara Terdakwa dengan Saksi-2 adalah syah dipandang dari hukum agama Islam karena telah dilaksanakan sesuai syariat Islam dan memenuhi rukun nikahnya. 6. Bahwa benar Terdakwa telah mengetahui dan menyadari bahwa dirinya tidak boleh beristri lebih dari satu tanpa memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam ketentuan Nikah Talak dan Rujuk dilingkungan TNI-AD. 7. Bahwa benar status perkawinan Terdakwa dengan Saksi-2 saat ini sudah bercerai karena Terdakwa sudah meninggalkan Saksi-2 dan Saksi-2 tidak keberatan diceraikan oleh Terdakwa apalagi Saksi-2 belum mempunyai anak dengan Terdakwa. 8. Bahwa benar Terdakwa berjanji akan tetap membina rumah tangganya dengan Saksi-1 dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

11 11 Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut : 1. Bahwa Majelis sependapat dengan Tuntutan Oditur Militer mengenai keterbuktian unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan, selanjutnya Majelis akan membuktikan sendiri dalam putusan ini sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap di persidangan. 2. Bahwa mengenai pidana yang dijatuhkan terhadap diri Terdakwa, Majelis akan mempertimbangkan sendiri dalam Putusannya. Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer adalah Dakwaan yang disusun secara tunggal yang mengandung unsurunsur sebagai berikut: Unsur ke-1 Unsur ke-2 Unsur ke-3 : Barang siapa. : Mengadakan perkawinan : Padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu. Menimbang : Bahwa mengenai unsur ke-1 Barang siapa, Majelis Hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : Bahwa yang dimaksud dengan Barang Siapa dalam pengertian KUHP adalah orang atau badan hukum. Sedangkan yang dimaksud dengan orang yaitu seperti dimaksud dalam pasal 2 sampai dengan pasal 9 KUHP, dalam hal ini adalah semua orang Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing yang termasuk dalam syarat-syarat dalam pasal 2 sampai dengan pasal 9 KUHP, termasuk pula anggota Angkatan Perang (Anggota TNI). Bahwa unsur Barang Siapa adalah untuk mengetahui siapa atau siapa saja orangnya yang didakwa atau akan dipertanggungjawabkan karena perbuatannya yang telah dilakukan sebagaimana dirumuskan dalam surat dakwaan. Bahwa dari keterangan Terdakwa dan para Saksi yang hadir di persidangan ataupun yang dibacakan serta barang bukti yang diajukan ke persidangan telah terungkap fakta-fakta sebagai berikut : 1. Bahwa benar, Terdakwa menjadi prajurit TNI-AD melalui pendidikan Secata Gambong TA / 1988, setelah lulus di lantik dengan pangkat Prada 2. Bahwa benar, selanjutnya Terdakwa ditugaskan di Yonif 408 Sragen, setelah melalui berbagai penugasan pada tahun 2007 ditugaskan di Brigif-4 / DR sampai saat melakukan perbuatan nyg menjadi perkara ini dengan pangkat Kopka NRP

12 12 3. Bahwa benar, dengan status kepangkatan Terdakwa tersebut ketika melakukan perbuatan yang didakwakan ini, dan sampai saat ini masih berstatus sebagai militer aktif maka selain diberlakukan ketentuan hukum pidana militer juga dapat diberlakukan ketentuan-ketentuan hukum pidana umum. 4. Bahwa benar, selama pemeriksaan berlangsung ternyata tidak ada orang lain lagi selain Terdakwa atas nama Untung Margana pangkat Kopda Nrp yang diajukan sebagai Terdakwa yang akan dibuktikan perbuatannya. Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa unsur ke-1 Barang siapa telah terpenuhi. Menimbang : Bahwa mengenai unsur ke-2 Mengadakan perkawinan tersebut Majelis mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : Bahwa perkawinan menurut UU No. 1 tahun1974 pasal (1) adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa dalam pasal 2 UU No.1 tahun 1974 menyebutkan perkawinan dianggap sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu. Bahwa dari keterangan Terdakwa maupun para Saksi dibawah sumpah dipersidangan maupun yang dibacakan dari BAP Pendahuluan telah terungkap fakta-fakta sebagai berikut: 1. Bahwa benar pada tanggal 26 Maret 2008 sekira pukul Wib. bertempat di perumahan Gripin Jln. Waringin No. 10 Rt. 05/07 Ds. Pangkah, Kec. Pangkah, Kab. Tegal Terdakwa telah menikah dengan Sdri. Nurhayati (Saksi-2) janda beranak 2 (dua) orang tanpa sepengetahuan istrinya (Saksi-1) maupun seijin Atasannya/Komandannya. 2. Bahwa benar perkawinan Terdakwa dengan Saksi-2 hanya dilakukan secara agama/siri dan yang menjadi walinya adalah Kyai Rofi i (Saksi-3) dan Saksinya Sdr. Edy Mulyana (Saksi-4) kakak kandung Saksi-2 dan satu lagi dari pihak keluarga Saksi-2 serta mengucapkan ijab dan dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat. 3. Bahwa benar perkawinan antara Terdakwa dengan Saksi-2 adalah syah dipandang dari hukum agama Islam karena telah dilaksanakan sesuai syariat Islam dan memenuhi rukun nikahnya. 4. Bahwa benar Terdakwa telah mengetahui dan menyadari bahwa dirinya tidak boleh beristri lebih dari satu tanpa memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam ketentuan Nikah Talak dan Rujuk dilingkungan TNI-AD. Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke-2 : Mengadakan perkawinan telah terpenuhi.

13 13 Menimbang : Bahwa mengenai unsur ke-3 Padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu.tersebut Majelis mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : Kata-kata Padahal diketahui merupakan pengganti kata-kata dengan sengaja berarti jika si Pelaku sebelumnya telah mengetahui adanya penghalang (terikat perkawinan) dari dirinya namun si pelaku tetap saja melakukan (tidak menghindar / memutuskan) perbuatan (melakukan perkawinan) maka berarti si pelaku telah dengan sengaja melakukan perbuatannya. Dengan kata lain berarti si pelaku sebenarnya mengetahui atau menyadari bahwa perkawinan yang telah ada masih mengikat yang karena itu menjadi penghalang baginya untuk kawin lagi namun sipelaku tetap saja melakukan yang baru tersebut. Dan yang dimaksud dengan Perkawinan yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu dapat ditegaskan bahwa dalam pasal 3 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 (UU Perkawinan) pada asasnya seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri dan seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami, seorang pria yang telah mempunyai istri dapat kawin lagi bila hal itu diperbolehkan menurut ajaran agamanya dan untuk itu telah mendapat ijin dari istrinya yang telah ada. Bahwa dari keterangan Terdakwa dan para Saksi di bawah sumpah dipersidangan maupun yang dibacakan dari BAP Pendahuluan telah terungkap fakta-fakta sebagai berikut : 1. Bahwa benar pada tahun 1991 Terdakwa menikah dengan Sdri. Darti Bin Yahmin (Saksi-1) secara agama Katholik di Gereja HTBSP Maria Boyolali karena Saksi mengikuti Terdakwa beragama Katholik, kemudian pada tanggal 2 September 1996 Saksi menikah ulang dengan Terdakwa secara agama Islam di KUA Kecamatan Kemusu Kab Boyolali di KUA Boyolali sesuai Akta Nikah Nomor 224/06/IX/1996 tanggal 2 September 1996 dan telah dikaruniai 4 (empat) orang anak, namun yang ketiga dan keempat kembar sudah meninggal dunia dan ikatan perkawinan tersebut masih berlangsung/belum pernah bercerai. 2. Bahwa benar pada tanggal 26 Maret 2008 sekira pukul Wib. bertempat di perumahan Gripin Jln. Waringin No. 10 Rt. 05/07 Ds. Pangkah, Kec. Pangkah, Kab. Tegal Terdakwa telah menikah lagi dengan Sdri. Nurhayati (Saksi-2) janda beranak 2 (dua) orang tanpa sepengetahuan istrinya (Saksi-1) maupun seijin Atasannya/Komandannya. 3. Bahwa benar Terdakwa pada waktu melaksanakan perkawinan dengan Saksi-2 tersebut mengetahui dan menyadari bahwa Tetrdakwa masih terikat perkawinan dengan Saksi-1dan perkawinan tersebut merupakan penghalang bagi Terdakwa untuk kawin lagi tanpa adanya ijin dari Saksi Bahwa benar Saksi-1 sebagai istri pertama tidak mengetahui Terdakwa melangsungkan pernikahan dengan Saksi-2 dan tidak pernah memberi ijin kepada Terdakwa untuk kawin lagi.

14 14 Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke-3 : Padahal mengetahui perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu telah terpenuhi. Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas yang merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam persidangan, Majelis Hakim berpendapat terdapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana: Barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu. Menimbang : Bahwa dengan demikian Majelis menilai Terdakwa mampu bertanggung jawab dan tidak ada alasan pemaaf maupun alasan pembenar serta dapat mempertanggungjawabkan pidananya, oleh karena Terdakwa bersalah maka ia harus dipidana. Menimbang : `Bahwa sebelum sampai pada saat pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Majelis akan menilai sifat dan hakekat dan akibat dari sifat dan perbuatan Terdakwa serta hal-hal lain yang mempengaruhi, sebagai berikut : 1. Bahwa sifat dari perbuatan Terdakwa yang melakukan pernikahan dengan Saksi-2 (Nurhayati) secara siri menunjukkan bahwa Terdakwa adalah pribadi yang tidak peduli dengan aturan hukum dan menyepelekan ketentuan hukum yang ada. 2. Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut di atas, seharusnya tidak perlu terjadi apalagi Terdakwa seorang anggota TNI, seharusnya melindungi, mengayomi serta menjunjung tinggi kehormatan wanita. 3. Bahwa pada hakekatnya perbuatan Terdakwa tersebut lebih mengutamakan kepuasan nafsu biologisnya daripada menggunakan nalar yang sehat. 4. Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa tersebut telah mengganggu keharmonisan rumah tangganya dan yang lebih utama lagi merusak nama baik kesatuan Terdakwa Brigif-4/DR dimata masyarakat. Menimbang : Bahwa tujuan Majelis tidaklah semata-mata hanya memidana orang-orang yang bersalah melakukan tindak pidana, tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat kembali kejalan yang benar menjadi warga Negara dan Prajurit yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila dan Sapta Marga. Menimbang : Oleh karena itu sebelum Majelis menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu lebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :

15 15 Hal-hal yang meringankan : - Terdakwa berterus terang mengakui perbuatannya dan sangat menyesal. - Terdakwa belum pernah dihukum dan 2 kali melaksanakan tugas operasi militer di Tim-Tim. - Terdakwa telah menceraikan istri keduanya. Hal-hal yang memberatkan : - Perbuatan Terdakwa telah mencemarkan citra TNI-AD khususnya kesatuan Brigif-4 dalam pandangan masyarakat. - Perbuatan Terdakwa dapat merusak disiplin Prajurit lainnya apalagi Terdakwa sebagai petugas Provost seharusnya menjadi contoh yang baik. Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas, Majelis berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum dalam diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa. Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana, maka ia harus dibebani membayar biaya perkara. Menimbang : Bahwa barang bukti dalam perkara ini berupa : 1. Barang-barang : - 1 (satu) Stel mukenah warna biru bergaris putih. - 1 (satu) lembar sajadah warna kuning bergambar masjid. Barang bukti tersebut merupakan barang yang diberikan Terdakwa kepada Saksi-2 sebagai mahar perkawinan Terdakwa dengan Saksi-2, sehingga perlu ditentukan statusnya yaitu dikembalikan kepada pemiliknya. 2. Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy Testimonium Matrimoni (Surat Nikah) An. Fransiskus Xaferius Untung Margana dengan Darti dari Gereja HTBSP Kab. Boyolali tanggal 25 Agustus (dua) lembar foto copy Kutipan Akte nikah An. Untung Margana dengan Sdri. Darti dari KUA Kec. Kemusu, Kab. Boyolali tanggal 2 September Majelis berpendapat bahwa karena barang bukti ini dari semula merupakan kelengkapan administratif berkas perkara Terdakwa sehingga perlu untuk ditentukan statusnya yaitu dilekatkan dalam berkas perkara. Mengingat : Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP dan ketentuan perundangundangan lain yang bersangkutan.

16 16 M E N G A D I L I : 1. Menyatakan : Terdakwa UNTUNG MARGANA KOPKA NRP terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : Mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu 2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan : Pidana penjara selama 6 ( enam ) bulan. 3. Menetapkan barang bukti berupa : a. Surat-surat : - 1 (satu) lembar foto copy Testimonium Matrimoni (Surat Nikah) An. Fransiskus Xaferius Untung Margana dengan Darti dari Gereja HTBSP Kab. Boyolali tanggal 25 Agustus (dua) lembar foto copy Kutipan Akte nikah An. Untung Margana dengan Sdri. Darti dari KUA Kec. Kemusu, Kab. Boyolali tanggal 2 September Tetap diilekatkan dalam berkas perkara. b. Barang-barang : - 1 (satu) Stel mukenah warna biru bergaris putih. - 1 (satu) lembar sajjadah warna kuning bergambar masjid. Dikembalikan pada pemiliknya yaitu Sdri. Nurhayati (Saksi-2) 4. Membabankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam perkara ini sebesar Rp (lima ribu rupiah).

17 17 Demikian diputuskan pada hari ini Rabu tanggal 16 Juni 2010 dalam musyawarah majelis hakim oleh Letnan Kolonel CHK Hariyadi Eko Purnomo, S.H. NRP sebagai Hakim Ketua, serta Mayor CHK (K) Detty Suhardatinah, S.H. NRP dan Mayor CHK Asmawi, S.H. NRP sebagai Hakim Anggota dan diucapkan pada hari yang sama oleh Hakim Ketua di dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut diatas, Oditur Militer Letkol Laut (KH/W) Estiningsih, S.H. M.H. NRP 12189/P dan Panitera Kapten Chk M. Arif Sumarsono, S.H. NRP di hadapan Terdakwa dan umum. Hakim Ketua TTD Hariyadi Eko Purnomo, S.H. Letnan Kolonel Chk NRP Hakim Anggota I TTD Detty Suhardatinah, S.H. Mayor CHK (K) NRP Hakim Anggota II TTD Asmawi, S.H. Mayor CHK NRP Panitera TTD M. Arif Sumarsono, S.H. Kapten Chk NRP Disalin sesuai dengan aslinya oleh Panitera M. Arif Sumarsono, S.H. Kapten Chk NRP

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-15 Kupang yang bersidang di Kupang dalam memeriksa

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA A. Deskripsi Normatif Pengadilan Agama Surabaya Pengadilan Agama Surabaya dibentuk

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN Nomor : Peng/ 04 /PM.II-09/ V /2014 Berdasarkan Pasal 143 jo Pasal 220 ayat (4) Undang-undang

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 )

SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) SOAL SEMESTER GANJIL ( 3.8 ) Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kompetensi Dasar : Pernikahan dalam Islam ( Hukum, hikmah dan ketentuan Nikah) Kelas : XII (duabelas ) Program : IPA IPS I. Pilihlah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014. Tanggal. Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan. Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register

DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014. Tanggal. Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan. Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register PENGADILAN MILITER I-04 PALEMBANG DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014 Nama / Pangkat /Nrp / Nomor Dan Tanggal Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan Amar Putusan Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER 1. Pendahuluan. HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER Oleh: Mayjen TNI Burhan Dahlan, S.H., M.H. Bahwa banyak yang menjadi materi perubahan dalam RUU Peradilan Militer yang akan datang,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Tentara Nasional Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Bengkulu Kelas I A yang mengadili perkara perdata pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA Disusun oleh: ADAM PRASTISTO JATI NPM : 07 05 09661

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 BALIKPAPAN P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

...Humas Kanwil Kemenag Prov. Jabar

...Humas Kanwil Kemenag Prov. Jabar PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2007 TENTANG PENCATATAN NIKAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA Menimbang : bahwa untuk memenuhi tuntutan perkembangan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK. A. Penggabungan Gugatan dalam HIR, RBg

KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK. A. Penggabungan Gugatan dalam HIR, RBg KUMULASI PERMOHONAN ITSBAT NIKAH DENGAN ASAL USUL ANAK (Dalam Persfektif Hukum Positif di Indonesia) Oleh: Drs.H.Abdul MUJIB AY,M.H. (Wakil Ketua PA Tanah Grogot Kalimantan Timur) A. Penggabungan Gugatan

Lebih terperinci

PENERAPAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN SERTA ASAS MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA PENCARI KEADILAN DI PERADILAN AGAMA

PENERAPAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN SERTA ASAS MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA PENCARI KEADILAN DI PERADILAN AGAMA PENERAPAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN SERTA ASAS MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA PENCARI KEADILAN DI PERADILAN AGAMA Oleh : Drs.H. Zainir Surzain., S.H., M.Ag I. PENDAHULUAN Peradilan agama adalah

Lebih terperinci

POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS

POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS POKOK-POKOK PP. No. 10 TAHUN 1983 Jo PP. No. 45 TAHUN 1990 TENTANG IZIN PERKAWINAN DAN PERCERAIAN PNS Pelaporan Perkawinan dan Perceraian: Setiap Perkawinan harus dilaporkan dlm tempo 1 tahun Setiap Perceraian

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011)

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA Nomor : 011 Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) Berhadapan dengan saya, RAFLES DANIEL, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KETENTUAN UMUM Pengertian PASAL 1 1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan jurusita ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa.

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat bukti berupa keterangan saksi sangatlah lazim digunakan dalam penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG 1946 NOMOR 22 TENTANG PENCATATAN NIKAH, NIKAH, TALAK DAN RUJUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

UNDANG-UNDANG 1946 NOMOR 22 TENTANG PENCATATAN NIKAH, NIKAH, TALAK DAN RUJUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. UNDANG-UNDANG 1946 NOMOR 22 TENTANG PENCATATAN NIKAH, NIKAH, TALAK DAN RUJUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Menimbang : 1) bahwa peraturan pencatatan nikah, talak dan rujuk seperti yang diatur di dalam Huwelijksordonnantie

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Wajib Lapor Tindak KDRT 1

Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Rita Serena Kolibonso. S.H., LL.M. Pengantar Dalam beberapa periode, pertanyaan tentang kewajiban lapor dugaan tindak pidana memang sering diangkat oleh kalangan profesi khususnya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM AKTA BUKU NIKAH YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974

JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM AKTA BUKU NIKAH YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 1 JURNAL ILMIAH AKIBAT HUKUM AKTA BUKU NIKAH YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT PERKAWINAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 Oleh : DESFANI AMALIA D1A 009183 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM MATARAM

Lebih terperinci

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009

ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 ALASAN PERCERAIAN DAN PENERAPAN PASAL 76 UU NO.7 TAHUN 1989 YANG DIUBAH OLEH UU NO.3 TAHUN 2006 DAN PERUBAHAN KEDUA OLEH UU NOMOR 50 TAHUN 2009 Oleh Drs. H. Jojo Suharjo ( Wakil Ketua Pengadilan Agama

Lebih terperinci

Lapor Pak Presiden: Oknum TNI Serma Sudigdo Pemodal Besar Ikut Membakar Lahan Cagar Biosfer Giam

Lapor Pak Presiden: Oknum TNI Serma Sudigdo Pemodal Besar Ikut Membakar Lahan Cagar Biosfer Giam KOPI, Pekanbaru - Oknum TNI AD, Serma Sudigdo alias Digdo tersangka pembakar lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang sempat diburu petugas akhirnya berhasil ditangkap. ia ditangkap di Medan, Sumatera

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N NOMOR 4/E, 2006 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa Kota Malang

Lebih terperinci

BAB III PERTIMBANGAN DAN PENETAPAN HAKIM SERTA AKIBAT HUKUM DARI DISPENSASI NIKAH DI BAWAH UMUR AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI PA AMBARAWA

BAB III PERTIMBANGAN DAN PENETAPAN HAKIM SERTA AKIBAT HUKUM DARI DISPENSASI NIKAH DI BAWAH UMUR AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI PA AMBARAWA BAB III PERTIMBANGAN DAN PENETAPAN HAKIM SERTA AKIBAT HUKUM DARI DISPENSASI NIKAH DI BAWAH UMUR AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI PA AMBARAWA A. Gambaran Umum Pengadilan Agama Ambarawa. 1. Sejarah Singkat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN I. UMUM

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN I. UMUM PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2004 TENTANG KEKUASAAN KEHAKIMAN I. UMUM Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA I.A. Prosedur Dan Proses Penyelesaian Perkara Cerai Talak PROSEDUR Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (suami) atau kuasanya : 1. a. Mengajukan

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK

PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK PERATURAN KOMISI INFORMASI NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, KOMISI INFORMASI Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan

BAB I PENDAHULUAN. Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Pria dan wanita diciptakan oleh Tuhan untuk hidup berpasang-pasangan sehingga dapat memperoleh keturunan. Proses tersebut ditempuh melalui suatu lembaga

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA I. UMUM Warga negara merupakan salah satu unsur hakiki dan unsur pokok suatu negara. Status

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Definisi Perkawinan, Perceraian serta akibat-akibat Hukumnya. A.1. Perkawinan Perkawinan amat penting dalam kehidupan manusia, perseorangan, maupun kelompok. Dengan jalan perkawinan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa Negara Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang )

PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA. Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) PENYERAHAN UANG IWADH DALAM PRAKTIK ACARA PERADILAN AGAMA Oleh : Mahruddin Andry ( Pegawai PA. Sidikalang ) Pendahulan. Salah satu alasan perceraian para pencari keadilan dalam berperkara di Pengadilan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

Bahasa Peraturan Perundang-Undangan

Bahasa Peraturan Perundang-Undangan Bahasa Peraturan Perundang-Undangan Bahasa Hukum Bahasa hukum Indonesia adalah bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam bidang hukum, yang mengingat fungsinya mempunyaikarakteristik tersendiri; oleh karena

Lebih terperinci