PENINGKATAN KEMAMPUAN ANAK MENGUCAPKAN SAJAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH BAMBALEMO

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENINGKATAN KEMAMPUAN ANAK MENGUCAPKAN SAJAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH BAMBALEMO"

Transkripsi

1 PENINGKATAN KEMAMPUAN ANAK MENGUCAPKAN SAJAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH BAMBALEMO Haeratul Hassana 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo dalam mengucapkan sajak melalui metode demonstrasi dengan menggunakan model penelitian tindakan. Desain atau model penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah model Kemmis dengan melalui beberapa tahapan penelitian mulai dari observasi pratindakan, tindakan siklus I dan siklus II. Penelitian ini dilaksanakan di TK Ayisiyah Bambalemo Kecamatan Parigi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan anak setelah melalui dua siklus penelitian dengan capaian 75 persen. Pencapaian tersebut telah memenuhi indikator kenerja, sehingga tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahawa kemampuan anak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo dalam mengucapkan sajak dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi. Kata kunci : Kemampuan Sajak, Metode Demonstrasi PENDAHULUAN Fungsi bahasa yang utama adalah sebagai alat komunikasi. Seorang anak belajar bahasa karena didesak oleh kebutuhan berkomunkasi dengan orang-orang di lingkugan sekitarnya. Berdasarkan hal itu, sejak dini anak-anak diarahkan bisa dan mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar untuk berkomunikasi dalam berbagai situasi, seperti; menyapa, mengajukan pertanyaan, mengeluarkan pendapat dan perasaan, serta menjawab pertanyaan. Di dalam proses belajaran di kelas, yang menjadi pijakan atau dasar untuk dipedomani dalam melaksanakan pembelajaran adalah kurikulum. Kurikulum tersebut memuat pokok-pokok bahasan untuk diajarkan pada siswa yang merupakan konvensional bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kurikulum yang disepakati dan menjadi suatu peraturan konvensional bahwa pembelajaran bahasa Indonesia yang ada di sekolah harus berorientasi pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan pembelajarannya dilakukan dengan menggali potensi dan kompotensi berbicara anak. Pada saat pertumbuhan dan perkembangannya, anak mulai memiliki peningkatan produk bahasanya baik segi kuantitasnya maupun kualitasnya, 1 Mahasiswa Program Studi PG PAUD, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. No. Stambuk A

2 ketrampilan berbicara harus dipahami dengan baik termasuk dalam pengucapan sajak bagi siswa. Penjelasan yang dikemukakan di atas, merupakan alasan peneliti untuk melaksanakan penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Anak Mengucapkan Sajak Melalui Metode Demonstrasi pada Anak Kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo. Pada dasarnya anak-anak tersebut dalam berbicara sudah baik tetapi sulit melakukan komunikasi, oleh sebab itu penulis memilih judul tersebut dengan tujuan untuk membantu anak dalam menyimak dan mengucapkan sajak dengan baik, tersusun rapi dan benar. Sastra (dalam sastra anak-anak) adalah bentuk kreasi imajintaif dengan paparan bahasa tertentu yang menggambarkan dunia rekaan, menghadirkan pemahaman dan pengalaman tertentu dan mengandung nilai estetika tertentu yang bisa dibuat oleh orang dewasa ataupun anak-anak. Sejalan dengan pendapat Edraswara, Norton (1993) mengungkapkan bahwa sastra anakanak adalah sastra yang mencerminkan perasaan dan pengalaman anak-anak melalui pandangan mereka. Berbeda dengan pengertian sastra anak yang diungkapkan oleh Norton, Hunt (dalam Witakania:2008) mendefinisikan sastra anak-anak sebagai buku bacaan yang dibaca oleh, yang secara khusus cocok untuk dan secara khusus pula memuaskan sekelompok anak.. Pramuki (2000) mengungkapkan bahwa sastra anak-anak adalah karya sastra (prosa, puisi, dan drama) yang isinya mengenai anak-anak. Sesuai kehidupan, kesenangan, sifat-sifat dan perkembangan anak-anak. Selain itu Wahidin (2009), menyatakan sastra anak sebagai karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak. Dari pendapat-pendapat tentang pengertian sastra anak-anak di atas, dapat dikatakan bahwa sastra adalah suatu karya sastra yang bahasa dan isinya sesuai perkembangan usia dan kehidupan anak. Kata sajak berasal dari bahasa Arab Saj yang bermaksud karangan puisi. Pengertian sajak banyak dikemukakan oleh pakan sastra di antaranya adalah HB. Jasin dalam Weblog (akses Mei 2012), mengemukakan bahwa sajak itu adalah suara hati penyairnya, sajak lahir dari jiwa dan perasaan tetapi sajak yang baik bukanlah hanya permainan kata semata-mata. Selanjutnya Abdul Hadi dalam Weblog (akses Mei 2012) menjelaskan bahwa sajak itu ditulis untuk mencari-kebenaran. Katanya lagi dalam sajak terdapat tanggapan terhadap hidup secara batiniah. Di dalam sajak harus ada gagasan dan keyakinan penyair terhadap kehidupan atau lebih tepat lagi, nilai kemanusiaan. Robertc Pooley dalam Weblog (akses Mei 2012) menyatakan bahwa Orang yang menutup telinga terhadap sajak akan terpencil dari satu wilayah yang penuh harta kekayaan berupa pengertian tentang manusia sedangkan Gerson Poyk dalam Weblog (akses Mei 2012) berpendapat bahwa dunia ini sebenarnya absurd 707

3 sehingga manusia tidak dapat mengerti akan dunia ini sepenuhnya dan tugas penyair tentunya berusah mengisi kehidupan yang penuh misteri kedalam bait sajak mereka. Kemudian Saini KM dalam Weblog (akses Mei 2012) menanggapi sajak sebagai berikut, sebelum tintamu menjadi darah kata-kata akan tetap tinggal bunyi; kebisingan lain di tengah hingar bingar dunia. Sajak itu sekelompok warna kata dalam misteri makna, tugas penyair hanya menulis. Kesusastraan Indonesia dikenal dua istilah yang sering dicampuradukkan, yaitu sajak dan puisi. Istilah puisi berasal dari kata poezie (Belanda). Dalam bahasa Belanda dikenal pula istilah gedicht yang berarti sajak. Dalam bahasa Indonesia (Melayu) hanya dikenal istilah sajak yang berarti poezie maupun gedicht. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo dalam mengucapkan sajak melalui metode demonstrasi. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan dimulai dengan indetifikasi masalah pembelajaran yang ditemui di kelas oleh guru yang melakukan penelitian. Desain atau model penelitian tindakan kelas ini yakni model Kemmis (dalam Ardiana, (2002:5) menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah sebagai bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan. Alur pelaksanaan dalam penelitian tindakan kelas ini menurut Kemmis dan Mc Taggart (dalam Kasbollah 1998:44) adalah dimulai mdari perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi dan refleksi, yang digambarkan sebagai berikut: a b Keterangan: 0 : Orientasi awal 1 : Perencanaan 2 : Pelaksanaan tindakan I 3 : Observasi 4 : Refleksi siklus I 5 : Revisi perencanaan I 6 : Pelaksanaan tindakan II 7 : Observasi siklus II 8 : Refleksi siklus II a : Siklus I b : Siklus II Setting dan subjek penelitian ini dilakukan di kelas B TK Aisyiyah Bambalemo. Berjumlah 20 orang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. 708

4 Perencanaan tindakan yang dilakukan dalam tahap ini adalah: 1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran atau satuan kerja harian yang berhubungan langsung dengan sajak, kemudian menggunakan strategi pembelajaran melalui metode demonstrasi; 2) Memilih atau menentukan tema yang akan diajarkan dan dikembangkan serta dijadikan indikator keberhasilan dalam mengucapkan sajak; 3) Membuat lembar observasi untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengucapkan sajak dan kemampuan guru untuk melihat bagaimana kondisi pembelajaran di lapangan dengan penerapan metode demonstrasi; 4) Melakukan tes untuk melihat prestasi belajar anak setelah diberikan tindakan pada akhir setiap siklus; 5) Menyiapkan media pembelajaran yang berhubungan dengan sajak. Berdasarkan panduan perencanaan yang dibuat, pelaksanaan tindakan dan pengamatan/observasi dilakukan sebagai berikut: kegiatan awal (pembukaan), kegiatan inti dan kegiatan akhir (penutup). Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh melalui hasil observasi, dan data kuantitatif diperoleh dari hasil pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi pengucapan sajak. Adapun cara pengumpulan data pada penelitian ini antara lain; data hasil pembelajaran pada saat mengucapkan sajak dengan menggunakan metode demonstrasi, menggunakan lembar observasi pada akhir pembelajaran pada setiap siklus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk rumus persentase, sebagai berikut (Anas Sudijono, 1991) : P = F x 100 N Keterangan : P = Persentase yang dicapai f = Jumlah Frekuensi n = Jumlah sampel Dengan kriteria analisis dari setiap evaluasi akan diberi simbol bintang tiga (***) untuk menunjukkan kategori baik, bintang dua (**) dengan kategori cukup, dan bintang satu (*) dengan kategori kurang. Sementara untuk analisis data kualitatif dalam penelitian ini, dilakukan sesudah pengumpulan data. Tahap-tahap kegiatan analisis data kualitatif adalah (1) Mereduksi data dan (2) Penyajian data, dan 3) penyimpulan data. Ada dua langkah, prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini; yakni pra tindakan dan pelaksanaan tindakan. Kegiatan pra tindakan dilakukan dengan cara observasi kemampuan awal yaitu suatu kegiatan dimana peneliti merancang suatu pembelajaran pada anak Taman Kanak-Kanak di kelas. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data awal mengenai kemapuan anak mengikuti kegiatan pembelajaran dalam mengucapkan sajak. 709

5 Pelaksanaan observasi dilakukan pada kegiatan penutup dengan terlebih dahulu menyusun nama-nama anak, kemudian dibentuk 3 kelompok mangga kemudian memberikan penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan pembelajaran hari itu, mengucapkan sajak kemudian guru menyebutkan judul sajak yang akan diajarkan, guru mengucapkan cara pengucapan sajak dan diulang sampai tiga kali, kemudian anak menirukan. Untuk menentukan kesiklus I, peneliti berdiskusi dengan teman mengajar tentang temuan-temuan yang diperoleh dan persiapan-persiapan yang tentunya sesuai dengan data-data yang didapatkan berdasarkan tingkat kemampuan anak dalam mengikuti pembelajaran mengucapkan sajak. Kemudian pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat fase yaitu : a) Perencanaan, b) Tindakan, c) Observasi, dan d) Refleksi. HASIL PENELITIAN 1. Pra Tindakan Hasil rekapitulasi pengucapan sajak pada pratindakan terhadap aspek; 1) lafal, 2) intonasi, 3) kelancaran, dan 4) pemahaman, diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, dapat diketahui rata-rata perolehan dan rata-rata persentasi terhadap tiga kategori penilaian, seperti diuraikan berikut ini; terdapat 3 orang anak yang mendapat kategori baik dengan persentasi 15 %, kemudian terdapat 4 orang anak yang mendapat kategori cukup dengan persentasi 20 %, dan terdapat 13 orang anak yang mendapat kategori kurang dengan persentasi 65 %. Setelah diketahui rata-rata perolehan dan rata-rata persentase keseluruhan aspek mengucapkan sajak melalui metode demonstrasi, dapat disimpulkan sementara bahwa kemampuan anak kelas B TK Aisyiyah Bambalemo perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran melalui metode demonstrasi, karena persentase kategori baik yang dijadikan patokan dalam penelitian ini baru mencapai 15 %. Kemudian hasil pengamatan pada pratindakan terhadap aspek intonasi pada tabel 4.2 di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 2 orang anak yang mempunyai intonasi atau nada yang baik dengan persentasi 10 %, kemudian terdapat 3 orang anak yang mempunyai intonasi atau nada yang cukup dengan persentasi 15 %, dan terdapat 15 org anak yang mempunyai intonasi atau nada yang kurang dengan persentasi 75 %. Sementara hasil pengamatan pada pratindakan terhadap aspek kelancaran pada tabel 4.3 di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 4 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak yang baik dengan persentasi 20 %, kemudian terdapat 5 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori cukup dengan persentasi 25 %, dan 710

6 terdapat 11 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori kurang dengan persentasi 55 %. Sementara hasil pengamatan pada pratindakan terhadap aspek kelancaran pada tabel 4.3 di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 4 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak yang baik dengan persentasi 20 %, kemudian terdapat 5 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori cukup dengan persentasi 25 %, dan terdapat 11 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori kurang dengan persentasi 55 %. Untuk Hasil pengamatan pada pratindakan terhadap aspek pemahaman pada tabel 4.4 di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 3 orang anak yang mempunyai pemahaman yang baik dengan persentasi 15 %, kemudian terdapat 3 orang anak yang mempunyai pemahaman yang cukup dengan persentasi 15 %, dan terdapat 14 orang anak yang mempunyai pemahaman yang kurang dengan persentasi 70 %. 2. Siklus I No Kategori Tabel 1 Hasil Rekapitulasi Pengucapan Sajak pada Siklus I Aspek penilaian mengucapkan sajak Lafal Intonasi Kelancaran Pemahaman F % F % F % F % Jumlah Ratarata 1 Baik Cukup Kurang Jumlah % Hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus I terhadap aspek lafal, diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 10 orang anak mempunyai lafal yang baik dengan persentasi 50 %, terdapat 6 orang anak mempunyai lafal yang cukup dengan persentasi 30 %, dan terdapat 4 orang anak yang mempunyai lafal yang kurang dengan persentasi 20 %. Kemudian berdasarkan hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus I terhadap aspek intonasi pada tabel di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 8 orang anak yang mempunyai intonasi atau nada yang baik dengan persentasi 40 %, kemudian terdapat 6 orang anak yang mempunyai intonasi atau nada yang cukup dengan persentasi

7 %, dan terdapat 6 orang anak- yang mempunyai intonasi atau nada yang kurang dengan persentasi 30 %. Sementara hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus I terhadap aspek kelancaran pada tabel di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 9 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak yang baik dengan persentasi 45 %, kemudian terdapat 6 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori cukup dengan persentasi 30 %, dan terdapat 5 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori kurang dengan persentasi 25 %. Sedangkan hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus I terhadap aspek pemahaman pada tabel di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 9 orang anak yang mempunyai pemahaman yang baik dengan persentasi 45 %, kemudian terdapat 6 orang anak yang mempunyai pemahaman yang cukup dengan persentasi 30 %, dan terdapat 5 orang anak mempunyai pemahaman yang kurang dengan persentasi 25 %. Hasil rekapitulasi pengucapan sajak pada siklus I terhadap aspek; 1) lafal, 2) intonasi, 3) kelancaran, dan 4) pemahaman pada tabel di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, dapat diketahui rata-rata perolehan dan rata-rata persentasi terhadap tiga kategori penilaian, seperti diuraikan berikut ini; terdapat 9 orang anak yang mendapat kategori baik dengan persentasi 45 %, kemudian terdapat 6 orang anak yang mendapat kategori cukup dengan persentasi 30 %, dan terdapat 5 orang anak yang mendapat kategori kurang dengan persentasi 25 %. Setelah diketahui rata-rata perolehan dan rata-rata persentase keseluruhan aspek mengucapkan sajak melalui metode demonstrasi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran melalui metode demonstrasi, karena persentase untuk kategori baik baru mencapai 45 %, sehingga perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. 3. Siklus II Tabel 2 Hasil Rekapitulasi Pengucapan Sajak pada Siklus II No Kategori Aspek penilaian mengucapkan sajak Lafal Intonasi Kelancaran Pemahaman Jumlah F % F % F % F % 1 Baik Cukup Kurang Ratarata Jumlah % 712

8 Hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus II terhadap aspek lafal diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 17 orang anak yang mempunyai lafal yang baik dengan persentasi 85 %, terdapat 2 orang anak yang mempunyai lafal yang cukup dengan persentasi 10 %, dan terdapat 1 orang anak yang mempunyai lafal yang kurang dengan persentasi 5 %. Kemudian hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus II terhadap aspek intonasi diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 15 orang anak yang mempunyai intonasi atau nada yang baik dengan persentasi 75 %, kemudian terdapat 3 orang anak yang mempunyai intonasi atau nada yang cukup dengan persentasi 15 %, dan terdapat 2 orang anak yang mempunyai intonasi atau nada yang kurang dengan persentasi 10 %. Hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus II terhadap aspek kelancaran diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 14 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak yang baik dengan persentasi 70 %, kemudian terdapat 2 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori cukup dengan persentasi 10 %, dan terdapat 4 orang anak yang mempunyai kelancaran mengucapkan sajak memperoleh kategori kurang dengan persentasi 20 %. Sementara hasil evaluasi melalui proses pembelajaran pada siklus II terhadap aspek pemahaman diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, terdapat 14 orang anak mempunyai pemahaman yang baik dengan persentasi 70 %, kemudian terdapat 1 orang anak mempunyai pemahaman yang cukup dengan persentasi 5 %, dan terdapat 5 orang anak mempunyai pemahaman yang kurang dengan persentasi 25%. Hasil rekapitulasi pengucapan sajak pada siklus II terhadap empat aspek penilaian; 1) lafal, 2) intonasi, 3) kelancaran, dan 4) pemahaman pada tabel 4.17 di atas diketahui bahwa dari jumlah 20 orang anak yang menjadi subjek penelitian, dapat diketahui rata-rata perolehan dan rata-rata persentasi terhadap tiga kategori penilaian, seperti diuraikan berikut ini; terdapat 15 orang anak yang mendapat kategori baik dengan persentasi 75 %, kemudian terdapat 2 orang anak yang mendapat kategori cukup dengan persentasi 10 %, dan terdapat 3 orang anak yang mendapat kategori kurang dengan persentasi 15 %. Setelah diketahui rata-rata perolehan dan rata-rata persentase keseluruhan aspek mengucapkan sajak melalui metode demonstrasi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo membaca sajak setelah mengikuti proses pembelajaran pada siklus II dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi, karena telah mencapai indikator kinerja yang dijadikan acuan dalam penelitian ini yaitu persentase tertinggi terdapat pada kategori baik sebesar 75 %. Dengan pencapaian persentase 75 % pada kategori baik yang dijadikan 713

9 indikator kinerja dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengucapkan sajak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi. Dengan demikian pernyataan hipotesis tindakan dinyatakan diterima. PEMBAHASAN Pembahasan hasil penelitian ini bersumber dari hasil keseluruhan proses pembelajaran mengucapkan sajak pada kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo mulai dari siklus pertama sampai dengan siklus kedua dan dilanjutkan dengan analisis data dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan. Yang dijadikan acuan keberhasilan adalah kategori baik. Apabila kategori baik telah mencapai 75 % sesuai indikator kinerja, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran mengucapkan sajak telah berhasil dan untuk mengetahui hasilnya dapat dilihat pada hasil analisis. Analisis data mulai dilakukan pada kegiatan pratindakan sampai dengan siklus kedua terdapat empat aspek penilaian yang meliputi; (1) lafal, (2) intonasi, (3) kelancaran, dan (4) pemahaman, dengan melalui tiga kategori peneliaian, yaitu: (1) baik, (2) cukup, dan (3) kurang. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan, diketahui bahawa keberhasilan pada pratindakan baru mencapai 15 %. Setelah dilakukan proses pembelajaran pada siklus pertama, telah mengalami peningkatan dari 15 % pada pratindakan menjadi 45 % setelah dilakukan proses pembelajaran pada siklus pertama. Peningkatan ini diperoleh karena pada proses pembelajaran selalu diberikan penguatan dengan memberikan perbandingan dengan teman-temannya yang telah menunjukkan keberaniannya mengucapkan sajak, sehingga keberanian atau kemauan anak untuk mengucapkan sajak bagi anak yang lain telah termotivasi dengan baik. Keberhasilan pada siklus pertama belum mencapai indikator kinerja sehingga dilanjutkan dengan siklus kedua. Berdasarkan hasil proses pembelajaran pada siklus kedua diketahui bahwa kategori baik telah mencapai 75 %. Pencapaian persentase tersebut telah memenuhi indikator kinerja, sehingga tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Dengan demikian proses pembelajaran bagi anak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo dalam mengucapkan sajak melalui metode demonstrasi hanya dilakukan sebanyak dua siklus. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mulai dari pratindakan sampai dengan siklus kedua dengan menggunakan rumus yang telah ditentukan, diketahui bahawa keberhasilan pada pratindakan baru mencapai 15 %. Setelah dilakukan proses pembelajaran 714

10 pada siklus pertama, telah mengalami peningkatan dari 15 % pada pratindakan menjadi 45 % setelah dilakukan proses pembelajaran pada siklus pertama. Peningkatan ini diperoleh karena pada proses pembelajaran selalu diberikan penguatan dengan memberikan perbandingan dengan teman-temannya yang telah menunjukkan keberaniannya mengucapkan sajak, sehingga keberanian atau kemauan anak untuk mengucapkan sajak bagi anak yang lain telah termotivasi dengan baik. Keberhasilan pada siklus pertama belum mencapai indikator kinerja sehingga dilanjutkan dengan siklus kedua. Berdasarkan hasil proses pembelajaran pada siklus kedua diketahui bahwa kategori baik telah mencapai 75 %. Pencapaian persentase tersebut telah memenuhi indikator kenerja, sehingga tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak kelompok B TK Aisyiyah Bambalemo dalam mengucapkan sajak dapat ditingkatkan melalui metode demonstrasi. DAFTAR PUSTAKA Depdikbud. (1999). Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Faisal, M. (2009). Kajian Bahasa Indonesia SD. Jakarta : Depdiknas. Kasbollah, K. E. S. (1998). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta: Depdikbud Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Sekolah Dasar. Sudjana. (1989). Pendidikan Bahasa dan Sastra Anak. Jakarta: Departemen Pendidikan Bagian Proyek Pengembangan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Sudjono, Anas. (1991). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press. 715

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA KELOMPOK A DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL TOBOLI

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA KELOMPOK A DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL TOBOLI MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA KELOMPOK A DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL TOBOLI Minartin 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah perilaku sosial

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA Suryani 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya minat belajar anak kelompok A TK

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE PALU UTARA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE PALU UTARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE PALU UTARA Rukni 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan fisik

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI PENDEKATAN PAIKEM PADA KELOMPOK B DI TK UMMAHAT DDI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI PENDEKATAN PAIKEM PADA KELOMPOK B DI TK UMMAHAT DDI MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI PENDEKATAN PAIKEM PADA KELOMPOK B DI TK UMMAHAT DDI Ening 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan motorik halus anak dapat

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI PEMBIASAAN DI KELOMPOK B PAUD NEGERI PEMBINA PALU

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI PEMBIASAAN DI KELOMPOK B PAUD NEGERI PEMBINA PALU MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI PEMBIASAAN DI KELOMPOK B PAUD NEGERI PEMBINA PALU Aisan Saniapon 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL HURUF HIJAIYAH MELALUI KARTU HURUF DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT BALAMOA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL HURUF HIJAIYAH MELALUI KARTU HURUF DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT BALAMOA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL HURUF HIJAIYAH MELALUI KARTU HURUF DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT BALAMOA Nikmat 1 ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan anak mengenal

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL KONSEP WAKTU MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE

MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL KONSEP WAKTU MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL KONSEP WAKTU MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK AL-HIDAYAH TALISE Aenar 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya pemahaman anak mengenal waktu.

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL WARNA MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL WARNA MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL WARNA MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) DI KELOMPOK A TK PERTIWI DONGGALA Nirda Pettalolo ABSTRAK Latar belakang dalam penelitian ini adalah kemampuan anak mengenal

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Membaca Puisi Melalui Pendekatan Proses Di Kelas IV SDN 2 Polanto Jaya

Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Membaca Puisi Melalui Pendekatan Proses Di Kelas IV SDN 2 Polanto Jaya Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Membaca Puisi Melalui Pendekatan Proses Di Kelas IV SDN 2 Polanto Jaya I Nyoman Adi Setiawan Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KREATIVITAS MEWARNAI GAMBAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B1 TK NEGERI PEMBINA PALU UTARA

PENINGKATAN KREATIVITAS MEWARNAI GAMBAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B1 TK NEGERI PEMBINA PALU UTARA PENINGKATAN KREATIVITAS MEWARNAI GAMBAR MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B1 TK NEGERI PEMBINA PALU UTARA Asnidar 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kreativitas mewarnai

Lebih terperinci

MENINGKATKAN NILAI-NILAI AGAMA ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA LABUAN PANIMBA

MENINGKATKAN NILAI-NILAI AGAMA ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA LABUAN PANIMBA MENINGKATKAN NILAI-NILAI AGAMA ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA LABUAN PANIMBA Erlina 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah nilai-nilai agama pada anak

Lebih terperinci

MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DI KELOMPOK A TK ALKHAIRAAT TOAYA

MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DI KELOMPOK A TK ALKHAIRAAT TOAYA MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DI KELOMPOK A TK ALKHAIRAAT TOAYA Asria 1 ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apakah melalui penggunaan metode kerja kelompok

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PERILAKU MORAL ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT I KALEKE KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

MENINGKATKAN PERILAKU MORAL ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT I KALEKE KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI MENINGKATKAN PERILAKU MORAL ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT I KALEKE KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI Endang Sunarti 1 ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi Dikelas V SDN 10 Biau

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi Dikelas V SDN 10 Biau Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Dengan Metode Demonstrasi Dikelas V SDN 10 Biau Fatimah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA Noverita Esther Rondonuwu 1 ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah belum maksimalnya hasil belajar

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PENGEMBANGAN MORAL ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK GPID 2 PALU SELATAN

MENINGKATKAN PENGEMBANGAN MORAL ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK GPID 2 PALU SELATAN MENINGKATKAN PENGEMBANGAN MORAL ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK GPID 2 PALU SELATAN Jacoba 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pengembangan moral anak dapat ditingkatkan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK A TK PUTRA BANGSA BERDIKARI KECAMATAN PALOLO

MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK A TK PUTRA BANGSA BERDIKARI KECAMATAN PALOLO MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK A TK PUTRA BANGSA BERDIKARI KECAMATAN PALOLO Arlin Tatenge 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELOMPOK A TK KARYA THAYYIBAH MATANA

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELOMPOK A TK KARYA THAYYIBAH MATANA MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI KELOMPOK A TK KARYA THAYYIBAH MATANA Sutiani 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya perilaku sosial anak di kelompok

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK ALKHAIRAAT SUMARI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK ALKHAIRAAT SUMARI MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK ALKHAIRAAT SUMARI Hijrah 1 ABSTRAK Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apakah melalui penggunaan metode pemberian

Lebih terperinci

Peningkatkan Kemampuan Murid Kelas II SDNNo. 2 Tambu Membaca Permulaan Melalui Metode Global

Peningkatkan Kemampuan Murid Kelas II SDNNo. 2 Tambu Membaca Permulaan Melalui Metode Global Peningkatkan Kemampuan Murid Kelas II SDNNo. 2 Tambu Membaca Permulaan Melalui Metode Global Zainab, Idris, dan Efendi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK PKK KAVAYA MARANA KEC. SINDUE

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK PKK KAVAYA MARANA KEC. SINDUE MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK PKK KAVAYA MARANA KEC. SINDUE Desmayanti 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemandirian halus anak dapat

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT PAKULI

UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT PAKULI UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT PAKULI Adriati 1 ABSTRAK Penelitian dilaksanakan di TK Alkhairaat Pakuli, melibatkan 20 orang anak terdiri atas

Lebih terperinci

MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK DENGAN METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK SION TATURA PALU

MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK DENGAN METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK SION TATURA PALU MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK DENGAN METODE DEMONSTRASI DI KELOMPOK B TK SION TATURA PALU Fin Ostiana Peluru 1 ABSTRAK Latar belakang dalam penelitian ini adalah rendahnya disiplin anak di kelompok B TK Sion

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL ANGKA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK GENERASI BANGSA PALOLO

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL ANGKA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK GENERASI BANGSA PALOLO MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL ANGKA MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK A TK GENERASI BANGSA PALOLO Nuraino 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan anak mengenal

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A TK KARYA THAYYIBAH II SALUMBONE

MENINGKATKAN PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A TK KARYA THAYYIBAH II SALUMBONE MENINGKATKAN PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK KELOMPOK A TK KARYA THAYYIBAH II SALUMBONE Sapni 1 ABSTRAK Permasalahan utama pada penelitian ini yaitu kurangnya penanaman nilai-nilai

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES 2 PARIGIMPUU

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES 2 PARIGIMPUU Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 6 No. 6 ISSN 2354-614X PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS IV SD INPRES 2 PARIGIMPUU Saatima

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS III SDN 18 BALAESANG TANJUNG MEMBACA NYARING MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS III SDN 18 BALAESANG TANJUNG MEMBACA NYARING MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA KELAS III SDN 18 BALAESANG TANJUNG MEMBACA NYARING MELALUI METODE LATIHAN TERBIMBING ¹ Abdul Rauf ² Ali Karim ³ Pratama Bayu Santosa Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DI KELOMPOK B TK PGRI TARIPA

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DI KELOMPOK B TK PGRI TARIPA MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DI KELOMPOK B TK PGRI TARIPA Dian Herawati 1 ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Terdiri beberapa aspek perlakuan dan pengamatan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN NILAI AGAMA PADA ANAK MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK PERTIWI DONGGALA

MENINGKATKAN NILAI AGAMA PADA ANAK MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK PERTIWI DONGGALA MENINGKATKAN NILAI AGAMA PADA ANAK MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK PERTIWI DONGGALA Sumitra 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya nilai anak kelompk B TK Pertiwi Donggala.

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI ALAT BERMAIN BALOK PADA KELOMPOK B DI TK KEMBANG JAYA OMU

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI ALAT BERMAIN BALOK PADA KELOMPOK B DI TK KEMBANG JAYA OMU MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI ALAT BERMAIN BALOK PADA KELOMPOK B DI TK KEMBANG JAYA OMU Yanna 1 ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Terdiri beberapa aspek perlakuan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL CIPTAAN TUHAN MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL CIPTAAN TUHAN MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK MENGENAL CIPTAAN TUHAN MELALUI METODE TANYA JAWAB DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA Rosyanti Lago 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan anak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 21 A. Model Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah Penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan dalam kawasan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT MAKU KEC. DOLO

MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT MAKU KEC. DOLO 1 MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT MAKU KEC. DOLO ULIYATI*) ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya tingkat motorik

Lebih terperinci

Peningkatan Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Siswa Kelas V SDN Uekambuno 2 melalui Metode Diskusi

Peningkatan Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Siswa Kelas V SDN Uekambuno 2 melalui Metode Diskusi Peningkatan Kemampuan Mengungkapkan Pendapat Siswa Kelas V SDN Uekambuno 2 melalui Metode Diskusi Hadijah Lapaga Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI TK SIS ALJUFRI 1 TATURA PALU

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI TK SIS ALJUFRI 1 TATURA PALU MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI TK SIS ALJUFRI 1 TATURA PALU Herni U. Olii 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan kognitif pada anak

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK KELOMPOK B2 TK GAMALIEL PALU

MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK KELOMPOK B2 TK GAMALIEL PALU MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERCOBAAN SAINS SEDERHANA PADA ANAK KELOMPOK B2 TK GAMALIEL PALU Kuswartiningsih 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kreativitas anak kelompok

Lebih terperinci

Peningkatan Kemampuan Siswa Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Lampasio

Peningkatan Kemampuan Siswa Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Lampasio Peningkatan Kemampuan Siswa Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Lampasio Berlian Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini berfokus pada peserta didik SD Negeri 1 Bhakti Negara Kabupaten

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini berfokus pada peserta didik SD Negeri 1 Bhakti Negara Kabupaten BAB III METODE PEELITIA A. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini berfokus pada peserta didik SD egeri 1 Bhakti egara Kabupaten Way Kanan Kelas II yang berjumlah 33 orang terdiri dari laki-laki sebanyak

Lebih terperinci

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR PADA KELOMPOK A TK AL HIDAYAH DOKO V KECAMATAN DOKO KABUPATEN BLITAR TAHUN AJARAN 2014 / 2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA KELOMPOK B DI TK BUNGAMPUTI

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA KELOMPOK B DI TK BUNGAMPUTI MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA KELOMPOK B DI TK BUNGAMPUTI Tum 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kedisiplinan anak dapat ditingkatkan melalui

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA KELOMPOK B TK ANATA PURA PETIMBE

MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA KELOMPOK B TK ANATA PURA PETIMBE MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA KELOMPOK B TK ANATA PURA PETIMBE Nunik 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan interaksi sosial

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Karangsono Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Yang

Lebih terperinci

ARTIKEL. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ( S.Pd ) Pada Jurusan PG PAUD

ARTIKEL. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan ( S.Pd ) Pada Jurusan PG PAUD MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF ABJAD MELALUI KEGIATAN PERMAINAN LEGO BERHURUF PADA ANAK KELOMPOK A TK AL-HIDAYAH TLOGO 2 KECAMATAN KANIGORO KABUPATEN BLITAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ARTIKEL Diajukan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE KARYAWISATA DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT TOAYA VUNTA KABUPATEN DONGGALA FATMAH 1 ABSTRAK

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE KARYAWISATA DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT TOAYA VUNTA KABUPATEN DONGGALA FATMAH 1 ABSTRAK 1 MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI METODE KARYAWISATA DI KELOMPOK B TK AL-KHAIRAAT TOAYA VUNTA KABUPATEN DONGGALA FATMAH 1 ABSTRAK Masalah dalam kajian ini adalah perilaku sosial anak belum berkembang

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK PADA TEMA PEKERJAAN MELALUI MEDIA GAMBAR DI TK AL AMIN WANI II

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK PADA TEMA PEKERJAAN MELALUI MEDIA GAMBAR DI TK AL AMIN WANI II MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ANAK PADA TEMA PEKERJAAN MELALUI MEDIA GAMBAR DI TK AL AMIN WANI II Fitriani Pettalolo 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar halus anak dapat

Lebih terperinci

Peningkatan Ketrampilan Siswa Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Terbimbing Pada Siswa Kelas III SDN Paranonge

Peningkatan Ketrampilan Siswa Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Terbimbing Pada Siswa Kelas III SDN Paranonge Peningkatan Ketrampilan Siswa Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Terbimbing Pada Siswa Kelas III SDN Paranonge Nurina T. Bindas, Sahrudin Barasandji dan Efendi ABSTRAK Permasalahan yang dikaji dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah pencermatan yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PENANAMAN NILAI AGAMA ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK PGRI II KUNGGUMA KECAMATAN LABUAN

MENINGKATKAN PENANAMAN NILAI AGAMA ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK PGRI II KUNGGUMA KECAMATAN LABUAN MENINGKATKAN PENANAMAN NILAI AGAMA ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK B TK PGRI II KUNGGUMA KECAMATAN LABUAN Anifah 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penanaman nilai agama

Lebih terperinci

Stenly, penggunaan media visual untuk meningkatkan hasil belajar penjas tentang budaya hidup sehaat siswa SDN Wuasa Kab. Poso

Stenly, penggunaan media visual untuk meningkatkan hasil belajar penjas tentang budaya hidup sehaat siswa SDN Wuasa Kab. Poso PENGGUNAAN MEDIA VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJAS TENTANG BUDAYA HIDUP SEHAT PADA SISWA KELAS IV SDN WUASA KABUPATEN POSO KECAMATAN LORE UTARA STENLY Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Hakikat penelitian tindakan kelas adalah adanya upaya yang berupa tindakan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL MACAM- MACAM MAKANAN BERGIZI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA KELOMPOK B2 TK BUNDA HATI KUDUS PALU

MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL MACAM- MACAM MAKANAN BERGIZI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA KELOMPOK B2 TK BUNDA HATI KUDUS PALU MENINGKATKAN PEMAHAMAN ANAK MENGENAL MACAM- MACAM MAKANAN BERGIZI MELALUI MEDIA GAMBAR PADA KELOMPOK B2 TK BUNDA HATI KUDUS PALU Marianty 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya kemampuan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI SINGING GAME DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI SINGING GAME DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI SINGING GAME DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DONGGALA Sunarti 1 ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah belum maksimalnya kemampuan berbahasa anak kelompok

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK AISYIYAH PARIGI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK AISYIYAH PARIGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B TK AISYIYAH PARIGI Ulfa 1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui

Lebih terperinci

Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Iii Sdn Pipilogot Pada Materi Penjumlahan Dan Pengurangan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Ahas Weros Popatoon, Dasa Ismaimusa, dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tanggal 12 Oktober Januari Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Palapa kecamatan

BAB III METODE PENELITIAN. tanggal 12 Oktober Januari Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Palapa kecamatan 28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian 3.1.1 Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan selama 4 bulan, mulai tanggal 12 Oktober 2012 30 Januari 2013. 3.1.2 Tempat Penelitian

Lebih terperinci

MENINGKATKAN NILAI-NILAI AKHLAK PADA ANAK MELALUI PEMBIASAAN BERDOA DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT TOAYA

MENINGKATKAN NILAI-NILAI AKHLAK PADA ANAK MELALUI PEMBIASAAN BERDOA DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT TOAYA MENINGKATKAN NILAI-NILAI AKHLAK PADA ANAK MELALUI PEMBIASAAN BERDOA DI KELOMPOK B TK ALKHAIRAAT TOAYA Endang Sari Dewi 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penanaman nilai agama anak

Lebih terperinci

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI KARYA WISATA PADA KELOMPOK B TK KARYA THAIYYIBAH BALE

MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI KARYA WISATA PADA KELOMPOK B TK KARYA THAIYYIBAH BALE MENINGKATKAN PERILAKU SOSIAL ANAK MELALUI KARYA WISATA PADA KELOMPOK B TK KARYA THAIYYIBAH BALE Mustika 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian yaitu kurang berkembangnya ini perilaku sosial anak pada

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN 2354-614X Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana Said Maula, Amran Rede, dan Amiruddin

Lebih terperinci

Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Puisi Melalui Metode Latihan di Kelas V SD Inpres 1 Siney

Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Puisi Melalui Metode Latihan di Kelas V SD Inpres 1 Siney Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Puisi Melalui Metode Latihan di Kelas V SD Inpres 1 Siney Saadia, Ali, dan Efendi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Alat Pernapasan Pada Manusia dan Hewan Kelas V SDN No.

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Alat Pernapasan Pada Manusia dan Hewan Kelas V SDN No. Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains Alat Pernapasan Pada Manusia dan Hewan Kelas V SDN No. 3 Toaya Amaliah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan 35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Motode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode penelitian tindakan kelas dalam bahasa Inggris

Lebih terperinci

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 8 ISSN X. Budianti, Vanny Maria, dan Ratman

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 8 ISSN X. Budianti, Vanny Maria, dan Ratman Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Sains Pada Siswa Kelas IV SDN 3 Labuan Panimba Budianti, Vanny Maria,

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli

Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Penerapan Pendekatan Konstruktivisme Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Tumbuhan Hijau di Kelas V SDN 3 Tolitoli Jeane Santi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Melalui Teknik Pemodelan Siswa Kelas IV SDN 05 Bunobogu

Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Melalui Teknik Pemodelan Siswa Kelas IV SDN 05 Bunobogu Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Melalui Teknik Pemodelan Siswa Kelas IV SDN 05 Bunobogu Yayu M.Binol, Ali Karim, Efendi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode, Desain, dan Alur Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian tindakan

Lebih terperinci

UCAPAN TERIMAKASIH...

UCAPAN TERIMAKASIH... DAFTAR ISI Hal. LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PERSEMBAHAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR ii UCAPAN TERIMAKASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR.. ix DAFTAR DIAGRAM x BAB

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2011-2012, antara bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2012 di SDN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i. KATA PENGANTAR.. ii. UCAPAN TERIMA KASIH...iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL...viii. DAFTAR DIAGRAM..ix. DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI. ABSTRAK. i. KATA PENGANTAR.. ii. UCAPAN TERIMA KASIH...iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL...viii. DAFTAR DIAGRAM..ix. DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI ABSTRAK. i KATA PENGANTAR.. ii UCAPAN TERIMA KASIH...iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL...viii DAFTAR DIAGRAM..ix DAFTAR GAMBAR... x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. diajarkan agar siswa dapat menguasai dan menggunakannya dalam berkomunikasi

I. PENDAHULUAN. diajarkan agar siswa dapat menguasai dan menggunakannya dalam berkomunikasi 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Negara Indonesia diajarkan pada jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menenengah atas. Bahasa Indonesia diajarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Aep Suryana, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Aep Suryana, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) merupakan bagian penting dalam kerangka pengembangan pendidikan nasional yang bertujuan untuk

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF PUISI DENGAN MEDIA IKLAN TELEVISI PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 4 SITUBONDO TAHUN PELAJARAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF PUISI DENGAN MEDIA IKLAN TELEVISI PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 4 SITUBONDO TAHUN PELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF PUISI DENGAN MEDIA IKLAN TELEVISI PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 4 SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2012-2013 Agus Susanto Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting dan Waktu Penelitian Penulis melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Pertama Negeri 9 Bandung, Jalan Semar No. 5 Bandung. Subjek penelitian ini adalah siswa

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. meningkatkan praktek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. meningkatkan praktek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. Rancangan dan Prosedur Penelitian Tujuan utama PTK adalah untuk memperbaiki/ meningkatkan praktek pembelajaran secara berkesinambungan, sedangkan tujuan penyertaan

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Randomayang

Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Randomayang Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Randomayang Siti Hadija Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli

Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Penerapan Pendekatan Paikem Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Energi dan Kegunaanya di Kelas IV SDN 4 Kamalu Tolitoli Samriah Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

Keywords: speaking skill, continous story telling technique, elementary school

Keywords: speaking skill, continous story telling technique, elementary school Meningkatkan Keterampilan Berbicara... (Nirmala Ratna Sari) 157 PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI TEKNIK CERITA BERANTAI SISWA KELAS IV IMPROVING SPEAKING SKILL OF FOURTH GRADE STUDENTS TROUGHOUT

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA PADA SISWA KELAS V SDN 1 LABEAN MELALUI METODE LATIHAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA PADA SISWA KELAS V SDN 1 LABEAN MELALUI METODE LATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENGGUNAKAN KALIMAT TANYA PADA SISWA KELAS V SDN 1 LABEAN MELALUI METODE LATIHAN 1) Mohamad Rifaldi 2) Ali Karim 3) Pratama Bayu Santosa Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGURUTKAN ANGKA 1-20 MELALUI MEDIA BOLA ANGKA PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA CANGGU KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGURUTKAN ANGKA 1-20 MELALUI MEDIA BOLA ANGKA PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA CANGGU KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGURUTKAN ANGKA 1-20 MELALUI MEDIA BOLA ANGKA PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA CANGGU KECAMATAN BADAS KABUPATEN KEDIRI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

DAFTAR ISI Hana Khairesti Fejri, 2012

DAFTAR ISI Hana Khairesti Fejri, 2012 DAFTAR ISI ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH...iii DAFTAR ISI... vii DAFTRA TABEL... xi DAFTAR DIAGRAM... xiv DAFTAR BAGAN... xv DAFTAR LAMPIRAN... xvi BAB 1 PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MANAIKA PADA MATERI PARAFRASE PUISI SISWA KELAS 6 B SDN SEMBORO 01 JEMBER

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MANAIKA PADA MATERI PARAFRASE PUISI SISWA KELAS 6 B SDN SEMBORO 01 JEMBER MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MANAIKA PADA MATERI PARAFRASE PUISI SISWA KELAS 6 B SDN SEMBORO 01 JEMBER Vivien Fidiawati 6 Abstrak. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan

Lebih terperinci

JURNAL PENELITIAN. Oleh: SITI HINDUN M. H. NPM

JURNAL PENELITIAN. Oleh: SITI HINDUN M. H. NPM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DALAM KEGIATAN MENGUCAPKAN KATA MELALUI PERMAINAN GERAK DAN LAGU KEPADA ANAK DIDIK KELOMPOK BERMAIN PAUD MUSLIMAT, TAWANG, PAGERSARI, KEC. KALIDAWIR, KAB. TULUNGAGUNG TAHUN

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK EL. ROY BALEURA KECAMATAN LORE TENGAH

MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK EL. ROY BALEURA KECAMATAN LORE TENGAH MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF PADA KELOMPOK B TK EL. ROY BALEURA KECAMATAN LORE TENGAH Verlis Bagia 1 ABSTRAK Permasalahan utama pada penelitian ini yaitu kurangnya kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 14 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas II SD Negeri Tembok 02, yang merupakan SD yang terdapat di wilayah Kecamatan Limpung yang

Lebih terperinci

UPAYA MENGEMBANGKAN PERILAKU SOPAN MELALUI PEMBIASAAN PADA ANAK KELOMPOK B1 DI TK ALKHAIRAAT TONDO

UPAYA MENGEMBANGKAN PERILAKU SOPAN MELALUI PEMBIASAAN PADA ANAK KELOMPOK B1 DI TK ALKHAIRAAT TONDO UPAYA MENGEMBANGKAN PERILAKU SOPAN MELALUI PEMBIASAAN PADA ANAK KELOMPOK B1 DI TK ALKHAIRAAT TONDO Hasnah 1 ABSTRAK Masalah pada penelitian ini adalah : apakah dengan menggunakan penerapan pembiasaan dapat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Pasundan 3 Bandung yang beralamat di Jalan Kebonjati Nomor 31 Kota Bandung. Lokasi

Lebih terperinci

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda

Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas IV SD Inpres Pedanda Lisna Selfi Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

Peningkatan Kemampuan Siswa Menggunakan Huruf Kapital Melalui Metode Latihan Terbimbing di Kelas IV SD Inpres 1 Sidole

Peningkatan Kemampuan Siswa Menggunakan Huruf Kapital Melalui Metode Latihan Terbimbing di Kelas IV SD Inpres 1 Sidole Peningkatan Kemampuan Siswa Menggunakan Huruf Kapital Melalui Metode Latihan Terbimbing di Kelas IV SD Inpres 1 Sidole Wirda, Yunidar dan Ali Karim Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa Kelas V SD Inpres Salabenda Kecamatan Bunta

Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa Kelas V SD Inpres Salabenda Kecamatan Bunta Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa Kelas V SD Inpres Salabenda Kecamatan Bunta Hanafi Pontoh, Jamaludin, dan Hasdin Mahasiswa Program

Lebih terperinci

Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Terbimbing di Kelas III SD Inpres Kantewu

Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Terbimbing di Kelas III SD Inpres Kantewu Peningkatan Kemampuan Siswa Membaca Nyaring Melalui Metode Latihan Terbimbing di Kelas III SD Inpres Kantewu Yunita Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas

Lebih terperinci

MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DOLO LISTIAWATI*) ABSTRAK

MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DOLO LISTIAWATI*) ABSTRAK 1 MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK MELALUI METODE KERJA KELOMPOK DI KELOMPOK B TK NEGERI PEMBINA DOLO LISTIAWATI*) ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah masih kurangnya tingkat interaksi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian 4.1.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 03 Gumawang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. kehadiran peneliti dan lokasi penelitian, data dan sumber data, instrumen penelitian,

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. kehadiran peneliti dan lokasi penelitian, data dan sumber data, instrumen penelitian, BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS Pada bab metode penelitian ini akan diuraikan mengenai pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti dan lokasi penelitian, data dan sumber data, instrumen

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH. Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk meraih gelar Sarjana S-1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH. Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk meraih gelar Sarjana S-1. Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENERAPAN MEDIA GAMBAR BERKATA KUNCI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 PELEM KECAMATAN GABUS KABUPATEN GROBOGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI ILMIAH

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian secara umum diartikan sebagai cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA KELOMPOK B DI TK AL-KHAIRAAT LOLU

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA KELOMPOK B DI TK AL-KHAIRAAT LOLU MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS PADA KELOMPOK B DI TK AL-KHAIRAAT LOLU Rosyida Labonati 1 ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kurangnya kemampuan motorik

Lebih terperinci

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B PAUD PERMATA HATI POMBEWE KABUPATEN SIGI ABSTRAK

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B PAUD PERMATA HATI POMBEWE KABUPATEN SIGI ABSTRAK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DI KELOMPOK B PAUD PERMATA HATI POMBEWE KABUPATEN SIGI Husnul Khotimah 1, Samsurizal M.Suleman 2, Besse Nirmala 3 ABSTRAK Masalah dari

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi PGPAUD. Oleh :

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada Program Studi PGPAUD. Oleh : MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SMART CARD PADA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK KANAK DHARMA WANITA JANTI KECAMATAN PAPAR KABUPATEN KEDIRI SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan kelas (PTK), artinya penelitian ini berbasis pada masalah di kelas

BAB III METODE PENELITIAN. Tindakan kelas (PTK), artinya penelitian ini berbasis pada masalah di kelas BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penilitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK), artinya penelitian ini berbasis pada masalah di kelas tersebut. Penelitian

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Penerapan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPS Kelas III Mi Al-Hikmah Batu Bota

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Penerapan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPS Kelas III Mi Al-Hikmah Batu Bota Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Penerapan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran IPS Kelas III Mi Al-Hikmah Batu Bota Kasmiati Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A RA KM MIFTAHUL HUDA PULOSARI KECAMATAN PAPAR KABUPATEN KEDIRI

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A RA KM MIFTAHUL HUDA PULOSARI KECAMATAN PAPAR KABUPATEN KEDIRI MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A RA KM MIFTAHUL HUDA PULOSARI KECAMATAN PAPAR KABUPATEN KEDIRI ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna

Lebih terperinci