1. Jelaskan dan gambar tahap-tahap pembelahan mitosis untuk individu yang memiliki. a. AABB; b. AABbCc; c. aabbccdd; d.

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "1. Jelaskan dan gambar tahap-tahap pembelahan mitosis untuk individu yang memiliki. a. AABB; b. AABbCc; c. aabbccdd; d."

Transkripsi

1 1 1. PEMBELAHAN SEL 1. Jelaskan dan gambar tahap-tahap pembelahan mitosis untuk individu yang memiliki kromosom, misal AaBbCC! (A= kromosom metasentrik, B dan C= kromosom akrosentrik). 2. Suatu tanaman membentuk sel telur dan tepung sari. Bagaimana kemungkinan genotipe gamet yang terbentuk jika individunya : a. AABB; b. AABbCc; c. aabbccdd; d. AaBBCcddeEFFgg 3. Tanaman bergenotipe AABbCc melakukan pembelahan mitosis dan meiosis. Jelaskan bagaimana jika A = kromosom telosentrik, B = kromosom akrosentrik, C = kromosom metasentrik, coba Saudara gambarkan sel tanaman tersebut pada fase metafase, anafase dan telofase (untuk mitosis, meisosis I dan meiosis II )! 4. Sebutkan macam (mitosis atau meiosis) dan fase-fase dari sel dalam Gambar di bawah ini : a. b. c. d. e. f.

2 2 5. Jika suatu zigot 4 kromosom, yaitu A, B, c, D yang berpasangan dengan homolognya : a, B, C, D. Bagaimana konsitusi genetik sel somatis dan kemungkinan gamet yang terbentuk? 13. Jelaskan dan gambar tahap-tahap pembelahan mitosis untuk individu yang memiliki kromosom, misalnya AaBbCC (A= kromosom metasentrik, B = kromosom akrosentrik, C = kromosom telosentrik). 14. Jumlah kromosom tanaman jagung 20 (diploid), tentukan berapa jumlah kromosom, kromatid, bivalen dalam masing-masing sel pada fase-fase : a. profase mitosis b. metafase mitosis c. leptonema d. diakinesis e. diplonema f. metafase I g. metafase II h. telofase I i. telofase II 15. Tanaman cabai mempunyai jumlah kromosom 2n = 24 pada sel-sel somatisnya. Berapa jumlah kromosom dalam sel : a. sepal b. embrio biji c. sel induk tepung sari d. tetrad e. endosperm f. aleuron g. stylus h. filamen i. petal j. batang k. Daun l. tabung polen 16. Suatu tanaman bergenotipe AABbGg menyerbuki kepala putik tanaman lain yang bergenotipe AabbGg :

3 3 a. bagaimana kemungkinan genotipe tepung sari yang menyerbuki! b. bagaimana kemungkinan genotipe sel telur yang dibuahi! c. bagaimana kemungkinan genotipe dari : - sel daun tetua betina - embrio hasil pembuahan ada berapa kemungkinan kombinasi - endosperm biji keturunannnya! - sel batang tanaman F 1 (hasil persilangan)

4 4 2. PERSILANGAN MONOHIBRID, DIHIBRID 1. Jika tumbuhan tinggi yang homozigotik (T) disilangkan dengan tumbuhan yang homozigotik untuk sifat pendek (t), bagaimana F 1 dan F 2 nya? bagaimana keturunan dari penyilangan antara F 1 dan P-nya yang tinggi? dan bagaimana persilangan antara F 1 dan P-nya yang pendek? 2. Bila T adalah alel untuk sifat tinggi, dan t untuk pendek, maka bagaimanakah macam gamet yang akan dihasilkan oleh generasi parental dari penyilangan di bawah ini? dan bagaimanakah fenotipe keturunannya? a. Tt x tt b. TT x Tt c. Tt x Tt 3. Tumbuhan yang tinggi disilangkan dengan tumbuhan yang pendek, menghasilkan keturunan yang 50 % tinggi dan 50 % pendek. Bagaimana genotipe tetua dan keturunannya? 4. Bila tumbuhan tinggi pada soal Nomor 3 mengalami penyerbukan sendiri, maka berapa besarkah kemungkinan bahwa keturunannya akan tinggi? dan akan pendek? 5. Daun suatu tanaman Coloeus blumei ada yang berlekuk dalam dan ada yang berlekuk dangkal. Tanaman A dengan lekuk dalam disilangkan dengan tanaman B yang berlekuk dalam heterozigot menghasilkan keturunan: lekuk dalam : lekuk dangkal = 3 : 1. Bila tanaman tadi disilangkan dengan tanaman C yang berlekuk dangkal, maka hasilnya adalah : lekuk dalam : lekuk dangkal = 1 : 1. Carilah genotipe A, B, dan C.

5 5 6. Bentuk tepi daun bergerigi (G) dominan terhadap bentuk daun tepi rata (g), dan warna daun hijau (H) terhadap warna kuning (h), serta warna bunga ungu (U) dominan tidak sempurna terhadap warna putih. Dalam keadaan heterozigot warna bunga akan violet. Tuliskan genotipe tanaman yang berfenotipe : a. Daun bergerigi, hijau, bunga violet (ketiga pasang gen heterozigot) b. Daun bergerigi hijau (homozigot), berbunga violet c. Daun rata, hijau heterozigot, berbunga putih d. Daun rata, hijau heterozigot, berbunga ungu e. Daun rata, hijau, berbunga putih hasil selfing tanaman bergerigi heterozigot hijau, berbunga violet. 7. Berdasarkan No. 9 berikan rasio genotipe dan rasio fenotipe dari hasil persilangan berikut ini : a. Daun bergerigi heterozigot, hijau, berbunga violet x daun bergerigi, hijau heterozigot, berbunga violet. b. Daun bergerigi, hijau, berbunga ungu x daun rata, kuning, berbunga putih. c. Daun rata hijau heterozigot, berbunga violet x daun bergerigi hijau, berbunga violet. 8. Berikan rasio kelas genotipik saja dari setiap hasil testcross di bawah ini : a. AABb b. AaBbCcDDEE c. AaBbCcDdEeFfGGHHII 9. Carilah gamet-gamet yang dibentuk oleh individu-individu dengan genotipe di bawah ini :

6 6 a. AaBBcc c. AaBbccDd b. aabbcc d. AABbccDdEeff 10. Tentukan rasio fenotipik dan rasio genotipik persilangan-persilangan di bawah ini : (bila gen-gen tersebut dominan sempurna) a. AaBbcc x aabbcc c. AaBbccDD x AABbCcdd b. aabbcc x Aabbcc d. AaBBccDd x AabbCCdd 11. Pada sejenis tanaman gen A menyebabkan bunga berwarna merah yang dominan sempurna terhadap warna putih (a). Gen B menyebabkan daun lebar dan alel resesifnya menyebabkan daun kecil. Gen C menghasilkan buah yang masam dan gen c buah yang manis. Carilah rasio fenotipik persilangan-persilangan sebagai berikut : a. aabbcc x aabbcc b. aabbcc x AaBbCC c. AabbCc x AaBbCc 12. Warna batang ungu muda (A) pada tanaman tomat dominan terhadap hijau (a), bentuk daun terbelah (B) dominan terhadap bentuk daun seperti lancip (b). tentukan genotipe masing-masing tetuanya, jika dari hasil persilangannya dihasilkan progeni (keturunan) sebagai berikut :

7 7 Fenotipe Tetua I Fenotipe Tetua II Fenotipe Progeni (Keturunan) a. hijau,terbelah ungu muda, lancip diantaranya ada yang hijau dan lancip b. ungu muda, terbelah ungu muda, lancip diantaranya ada yang hijau, dan lancip c. hijau, terbelah ungu muda, terbelah tidak ada yang hijau, ada yang lancip d. ungu muda, terbelah hijau,lancip diantaranya ada yang hijau, tidak ada daun lancip 13. Tumbuhan yang tinggi (T) dominan terhadap yang pendek (t), buah yang kuning (K) dominan terhadap yang hijau (k), bentuk bulat (B) dominan terhadap berkerut (b) dari hasil persilangan suatu tetua, diperoleh keturunan sbb: 3/8 tinggi, kuning, bulat 3/8 pendek, kuning, bulat 1/8 tinggi, kuning, berkerut 1/8 pendek, kuning, berkerut. Carilah genotipe parentalnya? 14. Tumbuhan yang tinggi, kuning, berkerut disilangkan dengan yang pendek, kuning, bulat menghasilkan keturunan sebagai berikut : ¾ ¼ tinggi, kuning, bulat tinggi, hijau, bulat Carilah genotipe parentalnya? 21. Tumbuhan yang tinggi, kuning, bulat disilangkan dengan yang tinggi, hijau, bulat menghasilkan :

8 8 26 tinggi, kuning, bulat 10 tinggi, kuning, berkerut 8 pendek, kuning, bulat 3 pendek kuning berkerut Carilah genotipe parentalnya?

9 9 3. INTERAKSI GEN 1. Warna bunga dikontrol oleh dua pasang gen. Persilangan tanaman berbunga ungu dengan ungu menghasilkan F 1 semua ungu, dan jika F 1 diselfing menghasilkan % tanaman berwarna bunga putih, % berbunga ungu. a. Jenis interaksi apa yang terjadi? jelaskan b. Tentukan genotipe ungu parental, F 1, dan F 2? c. Jika diketahui tanaman di F 2 yang bergenotipe AABB sebanyak 50 tanaman, tentukan jumlah tanaman yang dihasilkan pada masing-masing kelas fenotipe yang ada? 2. Diumpamakan bentuk daun pada tanaman mawar dikontrol oleh dua pasang gen. Bila tanaman dihibrida disilangkan diperoleh keturunan dengan rasio 338 bergerigi : 150 rata : 112 bergelombang. Bagaimana rasio bentuk daun yang diharapkan dari persilangan sebagai berikut: a. Aabb x AaBB b. AaBb x aabb c. Jika dari hasil persilangan lainnya diperoleh 80 tanaman F 2 homozigot resesif untuk kedua pasang gen, berapa banyak bentuk daun akan diharapkan pada tiap-tiap kelas fenotipe? 3. Di Kebun Percobaan Arjasari telah dilakukan persilangan dua galur kedelai berbunga putih, dihasilkan tanaman F 1 bunga ungu saja. Persilangan secara acak diantara F 1 menghasilkan 212 bunga ungu, 172 berbunga putih. a. apakah terjadi interaksi gen pada persilangan di atas? b. bagaimana kira-kira rasio fenotipik dan F 2 nya?

10 10 c. bagaimana perkiraan genotipe parentalnya? 4. Dua pasang alil menentukan warna umbi bawang. Tanaman dengan warna umbi merah disilangkan secara acak di antara F 1 ditemukan terdiri dari 253 umbi merah, 85 umbi kuning, dan 112 putih a. bagaimana rasio epistasis yang diperoleh dari data tersebut? b. apakah nama interaksi pada peristiwa ini? c. jika di antara keturunan F 2 lainnya dari tetua persilangan yang sama diperoleh 70 umbi bergenotipe heterozigot untuk kedua pasang alil, berapa banyak macam warna umbi akan diharapkan pada tiap-tiap kelas fenotipe. 5. Pada kromosom 3 jagung terdapat gen dominan A 1 dengan gen dominan A 2 pada kromosom 9 menghasilkan aleuron berwarna. Semua kombinasi genetik lainnya menghasilkan aleuron yang tidak berwarna. Dua galur murni tidak berwarna disilangkan untuk memperoleh F 1 yang mempunyai berwarna. a. bagaimana genotipe galur-galur parental dan F 1 nya.? b. proporsi fenotipik bagaimana yang diharapkan di F 2? c. bagaimana rasio genotipik yang ada di antara F 2 yang tidak berwarna? 6. Warna bunga ditentukan oleh dua pasang alil. Persilangan antara dua kedelai F1 berwarna ungu dengan genotipe identik menghasilkan keturunan sebagai berikut : Ungu 312 Kuning 104 Putih 138 a. apakah rasio di atas sesuai dengan hukum mendel? b. tuliskan genotipe parental dan keturunannya?

11 11 7. Warna bulu kelinci dengan genotipe C + C ch disilangkan dengan C ch C ch a. berapa peluang diperoleh chinchinella? b. berapa diperoleh keturunan chincinella dan himalayan? c. berapa peluang diperoleh himalayan d. berapa peluang diperoleh agouti 8. Buah dari Capsella bursapastaris biasanya berbentuk hati dan agak pipih, tetapi kadang-kadang ada yang berbentuk avoid yang dikontrol oleh dua pasang gen. Persilangan antar galur yang berbentuk hati dengan yang berbentuk avoid menghasilkan F 1 berbentuk hati seluruhnya. Persilangan sendiri tanaman F 1 menghasilkan tanaman F 2 dengan buah berbentuk hati sebanyak 96 %. a. bagaimana kira-kira rasio fenotipik yang diperlihatkan F 2 tersebut, b. tipe interaksi apa yang terjadi? c. tulis genotipe F 2 bentuk hati? 9. Tanaman merica yang berbuah coklat disilangkan dengan tanaman yang berbuah kuning, keturunan F 1 semuanya berbuah merah. Interbreed dari F 1 menghasilkan F 2 sebagai berikut : 182 merah 58 coklat 59 kuning 28 hijau Dengan keterangan-keterangan tersebut, jelaskan bagaimana warna buah diturunkan pada tanaman merica!

12 Pada tanaman mawar diadakan persilangan sebagai berikut, tumbuhan yang berwarna merah disilangkan dengan putih, F 1 semuanya berwarna merah, hasil persilangan F 1 menghasilkan tanaman F 2 sebagai berikut : 92 merah 30 cream 41 putih Jelaskan hasil penyilangan tersebut! 11. Pada tanaman Linum usitatissum pohon yang berbunga biru disilangkan dengan pohon yang berbunga biru menghasilkan keturunan sebagai berikut : 65 biru 20 ungu 27 putih Carilah genotipe generasi parentalnya? 12. Pada tanaman Cucurbita pepo, hasil persilangan buah kuning dengan putih menghasilkan keturunan sebagai berikut : 46 putih 35 kuning 13 hijau Carilah genotipe generasi parentalnya?

13 13 4. CHI SQUARE 1. Suatu persilangan yang meliputi gen-gen yang berbeda menghasilkan rasio F1 sebagai 110 : 90. Melalui uji Chi-kuadrat, tentukan probabilitas penyimpangan di atas terhadap dasar rasio yang diharapkan? a. 1 : 1 b. 9 : 7 c. Apakah deviasi/penyimpangan ini masih dapat dipertimbangkan sebagai hal yang nyata? 2. Hasil persilangan yang dilakukan oleh Mendel dengan menggunakan kacang polong diantaranya adalah sebagai berikut : Persilangan Progeni F1 Hipotesis a. Bunga ungu x putih 47 : 40 1 : 1 b. Biji kuning bulat x hijau kisut 31 : 26 : 27 : 26 1 : 1 : 1 : 1 Ujilah masing-masing hasil persilangan di atas, bagaimana kesesuaiannya dengan hipotesis yang dikemukakan? 3. Suatu persilangan yang meliputi gen-gen yang berbeda menghasilkan keturunan F 1 diperoleh rasio keturunan F 2 sebagai berikut : 118 : 39 : 41 : 13. Melalui uji Chi- Square ujilah data-data tersebut dengan rasio 9 : 3 : 3 : 1?

14 14 4. Pesilangan pertama tanaman berbunga ungu dengan merah menghasilkan F 1 semua ungu, dan jika F 1 diselfing menghasilkan keturunan % tanaman berbunga merah, 75 % berbunga ungu dan 6.25 % berbunga putih. Jika dari persilangan kedua dihasilkan 51 berbunga merah, 207 ungu dan 21 putih. Ujilah dengan Chi-square hasil persilangan kedua, dengan rasio pembandingnya adalah persilangan pertama? 5. Pada jagung warna ungu disebabkan oleh gen dominan P dan hijau oleh alil resesifnya. Daun normal disebabkan oleh gen dominan N dan tirus oleh alil resesifnya. Tanaman homozigous hijau normal disilangkan dengan ungu tirus. Testcross dengan F 1 menghasilkan keturunan sebagai berikut : 197 ungu normal, 201 ungu tirus, 199 hijau normal, 203 hijau tirus. Dengan menggunakan uji Chi-square, apakah cocok dengan hipotesis yang Saudara buat? 6. Di KP Arjasari mada musim tanam I telah dilakukan persilangan dua galur kedelai berbunga putih dihasilkan F 1 bunga ungu saja. Persilangan acak di antara F 1 menghasilkan 135 bunga ungu dan 105 bunga putih. Pada musim II dilakukan persilangan kembali dengan materi tanaman pada musim I dan pada F 2 dihasilkan keturunan 212 ungu dan 172 putih. Ujilah hasil persilangan II dengan Chi-square dengan rasio pembandingnya adalah hasil persilangan musim I? Sifat warna bunga dikendalikan oleh dua pasang gen.

15 15 5. SEKS PADA TANAMAN, LINKAGE, DAN CROSSING OVER 1. Tanaman jagung akan berbeda fenotipe pembungaannya dengan perbedaan genotipe sebagai berikut : Bs- Ts- (monocious normal), bsbs Ts- (berstamen), Bs-tsts (berpistil dengan tongkol diujung dan bagian lateral), bsbststs (berpistil diujung). Tentukan rasio genotipe dan fenotipe dari semua kemungkinan persilangan yang bisa dilakukan bila kita mempunyai tetua-tetua yang bergenotipe : BsBststs, BsbsTsts, dan bsbststs. 2. Bagaimana terjadinya tanaman jagung yang monocious menjadi tanaman diocious? 3. Pada tanaman diocious Melandium album kondisi kromosom seks XX (betina) dan XY (jantan). Sifat daun lebar (B) dominan terhadap sifat sempit (b), sedangkan X b letal pada tepung sari. Bagaimana genotipe dan fenotipe hasil persilangan antara tanaman (a) betina heterozigous berdaun lebar dengan jantan berdaun sempit. (b) betina homozigot berdaun lebar dengan jantan berdaun sempit. (c) betina heterozigot daun lebar dengan jantan daun lebar. 4. Pada Drosophila melanogaster gen dominan D dan dichaete (bristles berubah dan sayapnya terlentang waktu istirahat), dalam keadaan homozigot (DD) akan mati, sedangkan alilnya yang resesif adalah normal. Mata merah (W) dominan terhadap mata putih (w) yang terpaut pada kromososm seks. Bagaimana fenotipe dan genotipe hasil persilangan antara betina dichaete mata merah heterozigot dengan jantan dichaete mata putih? 5. Pada tanaman diocious Melandrium album gen l (kuning) terpaut pada kromosom seks dan menyebabkan letal dalam keadaan homogametik pada tanaman betina. Bila dalam keadaan heterogametik menghasilkan bercak hijau kuning. Alilnya yang dominan L

16 16 menyebabkan warna hijau. Bagaimana rasio genotipik dan fenotipik dari persilangan antara tanaman betina berwarna hijau dengan tanaman jantan yang berwarna hijau? 6. Pada unggas, bulu lurik disebabkan oleh gen dominan B yang terpaut seks, dan tidak lurik oleh alil resesifnya (b). Kulit hitam adalah hasil dari gen dominan S dan putih oleh alil resesifnya (s). Rosecomb tergantung pada gen dominan R dan single comb dikawinkan oleh rosecomb jantan tidak lurik, kulit hitam, rose comb dikawinkan dengan ayam betina, lurik kulit hitam, rosecomb menghasilkan keturunan sebagai berikut : 24 jantan lurik, hitam, rosecomb 24 betina tidak lurik, hitam rosecomb 8 jantan lurik, putih, rosecomb 8 betina tidak lurik, putih, rosecomb Bagaimana genotipe kedua induk ayam tersebut? 7. Tanaman tomat dengan bentuk buah bulat (B) dominan terhadap bentuk buah lonjong (b), dan kulit buah halus (H) dominan terhadap kulit buah berkapur (peach) (h). Testcross terhadap individu heterosigous dari pasangan-pasangan alil tersebut menghasilkan filial sbb : Halus bulat 12 Halus lonjong 123 Peach bulat 133 Peach lonjong 12 a. Apakah di F1-nya pasangan alil tersebut linkage dalam kondisi coupling ataukah repulsion?

17 17 b. Hitunglah, berapa persen rekombinasi yang terjadi? c. Berapa jarak gen B H? 8. Pada tanaman jagung, sifat warna aleuron dipengaruhi oleh gen C (berwarna) dan c (tidak bewarna), sedangkan sifat endosperm dipengaruhi oleh gen S (penuh) dan s (keriput). Persilangan CCSS dengan ccss menghasilkan F1 CcSs yang bila disilangkan dengan ccss akan menghasilkan genotipe keturunan sbb : CcSs sebanyak 4032 Ccss sebanyak 149 ccss sebanyak 152 ccss sebanyak 4035 a. Berapa nilai rekombinasi parentalnya? b. Dari nilai rekombinasi di atas, apakah dapat dikatakan bahwa kedua gen tersebut dalam keadaan linkage? c. Jika jawaban (b) adalah ya, sebutkan kondisinya apakah coupling atau repulsion?

18 18 6. CROSSING OVER DAN PEMETAAN KROMOSOM 1. Diketahui gamet yang dihasilkan dari pembelahan meiosis adalah Ab 30%, ab 30%, AB 20%, dan ab 20%. Genotipe tanaman tersebut linkage dalam keadaan repulsion. Berapa jarak antara gen A dan gen B? 2. Dari hasil uji testcross tanaman yang bergenotipe ABC/abc diperoleh keturunan sebagai berikut : 2% AbC/abc, 2% abc/abc, 5% Abc/abc, 3% abc/abc, 4 % abc/abc, 4 % ABc/abc, 40% abc/abc, dan 40% ABC/abc. Hitung jarak antara A B, B C, dan A C. 3. Diketahui jarak antara A B = 11 unit peta (sentimorgan), B-C = 32 unit peta, A-C = 21 unit peta. Coba gambarkan urutan gen yang benar. 4. Genotipe F1 yang memiliki dua gen terpaut PQ/pq disilangkan sesamanya. Pada generasi F2 diperoleh 16 % pq/pq. Hitunglah jarak antara gen P dan Q?. 5. Tanaman jagung mempunyai susunan homozygous resesif untuk gen a (hijau), d (pendek), dan r (daun normal) disilangkan dengan tanaman yang mempunyai homozygous alil dominan A (merah), D (tinggi), dan R (daun bergerigi). Keturunannya di-backcross-kan dengan tanaman homozygous resesif, dan diperoleh keturunan sebagai berikut : merah tinggi bergerigi 265 hijau pendek bergerigi 140 merah pendek bergerigi 24 merah pendek normal l 90 hijau pendek normal 275 merah tinggi normal 120

19 19 hijau tinggi bergerigi 170 hijau tinggi normal 16 a. Tuliskan susunan gen yang benar! b. Berapa jarak antar gen dan gambarkan petanya! c. Berapa nilai interferensinya (jika ada)! 6. Pada jagung, gen-gen an (tongkol anther), br (brachytis), dan f (bergaris halus / fine stripe) semuanya terletak pada satu kromosom. Dari data R.A. Emerson yang diberikan di bawah ini, coba tentukan : a. Susunan gen yang benar! b. Berapa jarak antar gen dan gambarkan petanya! c. Genotipe induk homozygous yang menghasilkan heterozigous Progeni testcross sebagai berikut : f 21 + br br f 339 an an + f 2 an br + 17 an br f 55 Jumlah 879

20 20 7. VARIASI KROMOSOM 1. Satu pasang kromosom, salah satunya mengalami defesiensi atau delesi sedangkan yang lainnya normal. A. B C D G H (defesiensi) A. B C D E F G H (normal) Gambarkan konfigurasi kromosom tersebut pada saat sinapsis! 2. Satu pasang kromosom mengalami inversi perisentris, yaitu satu kromosom dalam susunan normal, dan kromosom homolognya dalam susunan terbalik yang meliputi sentromernya. (lihat gambar). Sentromer terletak pada (normal) (inversi) Suatu pindah silang terjadi di daerah 3 4, tentukan : a. Gambarkan konfigurasi kromosom pada saat sinapsis! b. Gamet-gamet yang terbentuk! 3. Satu pasang kromosom mengalami inversi. Sentromer terletak pada (normal) (inversi) Suatu pindah silang terjadi di daerah 5 6, tentukan : c. Gambarkan konfigurasi kromosom pada saat sinapsis! d. Gamet-gamet yang terbentuk!

21 21 4. Suatu tanaman diploid memiliki kromosom 2n = 24, tentukan jumlah kromosom dan simbol ploidinya : a. Triploid b. Tetraploid c. Haploid d. Hexaplid e. Trisomik f. Tetrasomik g. Monosomik

22 22 8. PEWARISAN POLIGENIK DAN SITOPLASMIK 1. Karakter apa yang biasanya dikendalikan secara poligenik! Kenapa demikian! 2. Suatu persilangan kultivar tanaman tomat homozygot non efektif yang tingginya 50 cm dengan kultivar lainnya menghasilkan keturunan tinggi rata-ratanya 69 cm. Dari 980 tanaman F2 terdapat masing-masing 4 tanaman yang tingginya sama dengan tetuanya. a. Berapa jumlah gen yang terlibat untuk sifat tinggi tersebut? b. Berapa kontribusi tinggi dari setiap alil efektif (gen dominan)? c. Berapa alil efektif yang terdapat pada tanaman yang mempunyai tinggi 64,25 cm? d. Berapa frekuensi dan jumlah tanaman F2 yang memiliki tinggi 73,75 cm? 3. Genotipe A berbuah dengan bobot rata-rata 300 g, sedangkan rata-rata bobot buah genotipe B 900 g. Kedua genotipe tersebut digunakan sebagai tetua persilangan. Ratarata bobot buah F1-nya sebesar 600 g. Pada generasi F2 ternyata masing-masing sebanyak 1/268-nya memiliki bobot buah 200 g dan 1000 g. a. Berapa gen pengendali karakter bobot buah tersebut! b. Berapa gram bobot buah dasar. c. Berapa gram sumbangan setiap alil efektif terhadap bobot buah? d. Tuliskan kelas frekuensi dan kelas bobot buah? e. Tuliskan genotipe-genotipe tetuanya. 4. Dari hasil persilangan dua galur murni tanaman cabai yang berbeda tingginya diperoleh keturunan F1 yang tingginya 36 cm. Dari 1790 tanaman F2 terdapat masingmasing 7 tanaman yang tingginya sama dengan tetuanya. Diketahui pula bahwa sumbangan setiap alil efektif terhadap penambahan tinggi adalah sebesar 4 cm.

23 23 a. Berapa jumlah gen yang terlibat untuk sifat tinggi ini? b. Berapa tinggi masing-masing tetua? c. Berapa alil efektif yang terdapat pada tanaman yang tingginya 44 cm? d. Berapa jumlah tanaman populasi F2 yang mempunyai 3 alil efektif? 5. Kenapa dalam mekanisme pewarisan sitoplasmik tetua betina menentukan karakter/fenotipe keturunannya! Kenapa bukan tetua jantan! Jelaskan! 6. Warna batang pada tanaman Mirabilis jalapa diketahui dikendalikan secara sitoplasmik. Bagaimana keturunan/progeni dari persilangan antara : a. tanaman berwarna hijau dengan variegata b. tanaman berwarna variegata dengan hijau c. tanaman berwarna putih dengan variegata d. tanaman variegata dengan variegata 7. Pada tanaman jagung, karakter mandul jantan dikendalikan secara sitoplasmik-genetik. a. bagaimana konstitusi genetik untuk tanaman mandul jantan dan yang normal! b. Bagaimana bagan persilangan untuk menghasilkan keturunan yang normal? c. Bagaimana bagan persilangan untuk melestarikan tanaman madul jantan tersebut!

24 24 9. GENETIKA POPULASI 1. Apabila frekuensi alil A adalah 0.6 dan alil a adalah 0.4, jawablah pertanyaan berikut ini : a. Hitunglah perbedaan genotipe yang diharapkan pada keturunannya? b. Bila ada keturunan, berapa banyak masing-masing genotipe itu? c. Berapa frekuensi keturunan aa dalam populasi yang menghasilkan suatu persilangan Aa x Aa? d. Berapa frekuensi keturunan aa dalam populasi yang timbul dari persilangan aa x aa? 2. Diketahui gen C pada tanaman Bistin botularia bersifat dominan sempurna dan menyebabkan melanik (batang tertutup warna gelap seperti jelaga), alil resesifnya menyebabkan batang tidak melanik. Pada suatu populasi terdapat 96 % tanaman melanik. a. Berapa frekuensi gen dominan C penyebab melanik? b. Berapa persen tanaman melanik heterozigot dari tanaman melanik yang ada? 3. Diketahui gen resesif tanaman jagung mengatur produksi rambut salmon (sm), sedangkan alil dominannya (Sm) berbentuk liar. Dalam keadaan heterozigot akan berambut setengah salmon. Jika 1000 tanaman jagung diketahui ada 150 tanaman jagung yang berambut setengah salmon dan frekuensi gen Sm = 0.64 dan sm = a. hitunglah jumlah tanaman yang berambut salmon dan tipe liar dalam populasi tersebut? b. Berapa kemungkinan frekuensi genotipe yang ada dalam populasi tersebut?

25 25 c. Jika populasi tersebut dalam keseimbangan Hardy-Weinberg, berapa kemungkinan yang diharapkan pada generasi berikutnya? d. Bila ada 800 tanaman bijinya diambil secara acak dai populasi tersebut, bearapa individu masing-masing genotipe yang diharapkan dalam populasi tersebut? 4. Gen A mengatur batang ungu pada tanaman tomat dan alil resesifnya a menghasilkan batang hijau dalam keadaan homozigot, C mengatur daun terbelah dan c menghasilkan daun utuh. Bila pengamatan fenotipe dalam suatu contoh dari suatu populasi tomat diperoleh : 204 ungu, daun terbelah, 194 ungu daun utuh, 102 hijau daun terbelah, 100 hijau daun utuh, tentukan : a. Frekuensi alil daun terbelah b. Frekuensi alil batang hijau

Suhardi, S.Pt.,MP MONOHIBRID

Suhardi, S.Pt.,MP MONOHIBRID Suhardi, S.Pt.,MP MONOHIBRID TERMINOLOGI P individu tetua F1 keturunan pertama F2 keturunan kedua Gen D gen atau alel dominan Gen d gen atau alel resesif Alel bentuk alternatif suatu gen yang terdapat

Lebih terperinci

Kromosom, DNA, Gen, Non Gen, Basa Nitrogen

Kromosom, DNA, Gen, Non Gen, Basa Nitrogen Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Mata Kuliah : Biologi Umum Kode MK : Bio 612101 Tahun Ajaran : 2014/2015 Pokok Bahasan : Genetika Jani Master, M.Si.

Lebih terperinci

BIOLOGI SET 07 POLA HEREDITAS 2 DAN LATIHAN SBMPTN TOP LEVEL - XII SMA A. TAUTAN/LINKAGE

BIOLOGI SET 07 POLA HEREDITAS 2 DAN LATIHAN SBMPTN TOP LEVEL - XII SMA A. TAUTAN/LINKAGE 07 MATERI DAN LATIHAN SBMPTN TOP LEVEL - XII SMA BIOLOGI SET 07 POLA HEREDITAS 2 A. TAUTAN/LINKAGE Tautan gen merupakan salah satu penyimpangan terhadap hukum Mendel. Pada peristiwa ini, dua gen atau lebih

Lebih terperinci

Definisi Genetika. Genetika Sebelum Mendel. GENETIKA DASAR Pendahuluan dan Genetika Mendel

Definisi Genetika. Genetika Sebelum Mendel. GENETIKA DASAR Pendahuluan dan Genetika Mendel Definisi Genetika GENETIKA DASAR Pendahuluan dan Genetika Mendel Oleh: Dr. Ir. Dirvamena Boer, M.Sc.Agr. HP: 081 385 065 359 e-mail: dirvamenaboer@yahoo.com Fakultas Pertanian, Universitas Haluoleo, Kendari

Lebih terperinci

XII biologi. Kelas PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL I. Kurikulum 2006/2013. A. Pola-Pola Hereditas. Tujuan Pembelajaran

XII biologi. Kelas PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL I. Kurikulum 2006/2013. A. Pola-Pola Hereditas. Tujuan Pembelajaran Kurikulum 2006/2013 Kelas XII biologi PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL I Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan memiliki kemampuan berikut. 1. Mengetahui jenis-jenis penyimpangan

Lebih terperinci

- - PEWARISAN SIFAT - - sbl5gen

- - PEWARISAN SIFAT - - sbl5gen - - PEWARISAN SIFAT - - Modul ini singkron dengan Aplikasi Android, Download melalui Play Store di HP Kamu, ketik di pencarian sbl5gen Jika Kamu kesulitan, Tanyakan ke tentor bagaimana cara downloadnya.

Lebih terperinci

SIMULASI PERCOBAAN MONOHIBRID MENDEL. Tujuan : - Mempelajari segregasi pada saat pembentukan gamet F1

SIMULASI PERCOBAAN MONOHIBRID MENDEL. Tujuan : - Mempelajari segregasi pada saat pembentukan gamet F1 SIMULASI PERCOBAAN MONOHIBRID MENDEL Tujuan : - Mempelajari segregasi pada saat pembentukan gamet F1 - Mempelajari penggabungan acak gamet jantan dan betina dari F1 pada saat pembuahan Pendahuluan Teori

Lebih terperinci

Beberapa pola: AKAN MENJELASKAN... Alel Ganda Gen letal Linkage Crossing over Determinasi Sex

Beberapa pola: AKAN MENJELASKAN... Alel Ganda Gen letal Linkage Crossing over Determinasi Sex Beberapa pola: AKAN MENJELASKAN... Alel Ganda Gen letal Linkage Crossing over Determinasi Sex *Alel Ganda *Sebuah gen memiliki alel lebih dari satu *Golongan darah : *gen I A, I B, I O *Warna Kelinci :

Lebih terperinci

Dasar Selular Reproduksi dan Pewarisan Sifat

Dasar Selular Reproduksi dan Pewarisan Sifat Dasar Selular Reproduksi dan Pewarisan Sifat A. Siklus sel dan siklus hidup organisme B. Prinsip dasar reproduksi dan pewarisan material genetik: mitosis, meiosis dan fertilisasi C.Pola pewarisan sifat:

Lebih terperinci

MENDELISME. Luisa Diana Handoyo, M.Si.

MENDELISME. Luisa Diana Handoyo, M.Si. MENDELISME Luisa Diana Handoyo, M.Si. MENDEL Bapak GENETIKA Pastor Austria yang melakukan percobaan perkawinan silang pertama kali pd tahun 1857 Percobaan pada tanaman ercis/kapri (Pisum sativum), dengan

Lebih terperinci

Pembelahan Sel Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal, SP MSi

Pembelahan Sel Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal, SP MSi Pembelahan Sel Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal, SP MSi Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat menjelaskan mitosis dan meiosis pada tanaman Sub Pokok Bahasan :

Lebih terperinci

Bab PEWARISAN SIFAT. Bab 5 Pewarisan Sifat 93. (Sumber: i31.photobucket)

Bab PEWARISAN SIFAT. Bab 5 Pewarisan Sifat 93. (Sumber: i31.photobucket) Bab 5 PEWARISAN SIFAT (Sumber: i31.photobucket) Perkembangbiakan generatif akan menghasilkan keturunan yang memiliki sifat-sifat dari induknya. Misalnya pada manusia ditemukan adanya perbedaan dan persamaan

Lebih terperinci

Pendahuluan. Pendahuluan. GENETIKA DASAR Teori Kromosom tentang Pewarisan

Pendahuluan. Pendahuluan. GENETIKA DASAR Teori Kromosom tentang Pewarisan GENETIKA DASAR Teori Kromosom tentang Pewarisan Oleh: Dr. Ir. Dirvamena Boer, M.Sc.Agr. HP: 08 385 065 359 e-mail: dirvamenaboer@yahoo.com Fakultas Pertanian, Universitas Haluoleo, Kendari Dipublikasi

Lebih terperinci

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Pewarisan Sifat. meliputi

Untuk mempermudah memahami materi ini, perhatikan peta konsep berikut ini. Pewarisan Sifat. meliputi Bab 5 Pewarisan Sifat Banyak sifat yang dimiliki makhluk hidup yang menurun dari induk kepada keturunannya, sehingga sifat orang tua dapat muncul pada anaknya atau bahkan sifat-sifat tersebut muncul pada

Lebih terperinci

EPISTASI DAN HIPOSTASI Luisa Diana Handoyo, M.Si.

EPISTASI DAN HIPOSTASI Luisa Diana Handoyo, M.Si. EPISTASI DAN HIPOSTASI Luisa Diana Handoyo, M.Si. Selain mengalami berbagai modifikasi fenotipe karena adanya peristiwa aksi gen tertentu, terdapat pula penyimpangan semu terhadap hukum Mendel yang tidak

Lebih terperinci

BAB IV PEWARISAN SIFAT

BAB IV PEWARISAN SIFAT BAB IV PEWARISAN SIFAT Apa yang akan dipelajari? Apakah gen dan kromosom itu? Bagaimanakah bunyi Hukum Mendel? Apa yang dimaksud dengan sifat resesif, dominan, dan intermediat? Faktor-faktor apakah yang

Lebih terperinci

HEREDITAS PERTEMUAN PERTAMA

HEREDITAS PERTEMUAN PERTAMA HEREDITAS PERTEMUAN PERTAMA SUPARMUJI MOEJIE01@GMAIL.COM TUJUAN PEMBELAJARAN Menemukan hipotesa yang diajukan Mendel tentang pewarisan sifat. Menceritakan usaha Mendel menemukan prinsip-prinsip dasar pewarisan

Lebih terperinci

GENETIKA DAN HUKUM MENDEL

GENETIKA DAN HUKUM MENDEL GENETIKA DAN HUKUM MENDEL Pengertian Gen Pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Hunt Morgan, ahli Genetika dan Embriologi Amerika Serikat (1911), yang mengatakan bahwa substansi hereditas yang dinamakan

Lebih terperinci

JURNAL GENETIKA PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL

JURNAL GENETIKA PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL JURNAL GENETIKA PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL A. DASAR-DASAR PEWARISAN MENDEL Seorang biarawan dari Austria, bernama Gregor Johann Mendel, menjelang akhir abad ke-19 melakukan serangkaian percobaan persilangan

Lebih terperinci

PENGANTAR GENETIKA DASAR HUKUM MENDEL ISTILAH DALAM GENETIKA. OLEH Dr. Hasnar Hasjim

PENGANTAR GENETIKA DASAR HUKUM MENDEL ISTILAH DALAM GENETIKA. OLEH Dr. Hasnar Hasjim PENGANTAR GENETIKA DASAR HUKUM MENDEL ISTILAH DALAM GENETIKA OLEH Dr. Hasnar Hasjim 1.PENGANTAR GENETIKA Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat keturunan yang diwariskan kepada anak cucu dan variasi

Lebih terperinci

MODUL E-LEARNING PEWARISAN SIFAT. IPA SMP/MTs KELAS IX ISTIQOMAH

MODUL E-LEARNING PEWARISAN SIFAT. IPA SMP/MTs KELAS IX ISTIQOMAH MODUL E-LEARNING PEWARISAN SIFAT IPA SMP/MTs KELAS IX ISTIQOMAH KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-nya, sehingga dapat menyusun bahan ajar modul

Lebih terperinci

Gambar 1. 7 sifat kontras yang terdapat pada tanaman ercis

Gambar 1. 7 sifat kontras yang terdapat pada tanaman ercis 2. PEWARISAN SIFAT A. SEJARAH PEWARISAN SIFAT Gregor Johann Mendel yang lahir tahun 1822 di Cekoslovakia adalah orang yang pertama kali melakukan mengadakan penelitian dan meletakkan dasar-dasar hereditas.

Lebih terperinci

PELUANG DAN CHI SQUARE

PELUANG DAN CHI SQUARE PELUANG DAN CHI SQUARE Peluang digunakan untuk menjelaskan terjadinya suatu peristiwa yang tidak dapat dipastikan. Peluang merupakan perbandingan antara peristiwa yang diharapkan dengan semua peristiwa

Lebih terperinci

Dasar pewarisan sifat pada ternak Factor-faktor yang mempengaruhi fenotif ternak Genetika populasi

Dasar pewarisan sifat pada ternak Factor-faktor yang mempengaruhi fenotif ternak Genetika populasi Dasar pewarisan sifat pada ternak Factor-faktor yang mempengaruhi fenotif ternak Genetika populasi Apabila kita mengawinkan sapi Bali, maka anaknya yang diharapkan adalah sapi Bali bukan sapi madura. Demikian

Lebih terperinci

PETUNJUK PRAKTIKUM GENETIKA DASAR. Disusun oleh : Dr. Henny Saraswati, M.Biomed PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

PETUNJUK PRAKTIKUM GENETIKA DASAR. Disusun oleh : Dr. Henny Saraswati, M.Biomed PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PETUNJUK PRAKTIKUM GENETIKA DASAR Disusun oleh : Dr. Henny Saraswati, M.Biomed PROGRAM STUDI BIOTEKNOLOGI FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL 2017 2 Petunjuk Praktikum Genetika Dasar TATA

Lebih terperinci

DIKTAT PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XII IPA

DIKTAT PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XII IPA DIKTAT 6 GENETIKA volume 4 PENYIMPANGAN HUKUM MENDELL A. Pendahuluan Kadang kala kita melihat bahwa hasil persilangan yang terjadi tidak lah seperti yang kita harapkan atau tidak seperti apa yang diperkirakan

Lebih terperinci

DASAR FISIOLOGI PEWARISAN SIFAT. Suhardi, S.Pt.,MP

DASAR FISIOLOGI PEWARISAN SIFAT. Suhardi, S.Pt.,MP DASAR FISIOLOGI PEWARISAN SIFAT Suhardi, S.Pt.,MP Gene-tika Genetika: cabang biologi yg berurusan dgn hereditas dan vareasi. Hereditas adalah pewarisan watak dari induk ke keturunannya baik secara biologis

Lebih terperinci

PERBEDAAN MITOSIS DAN MEIOSIS Sel yang aktif membelah melewati suatu siklus yang berlangsung secara teratur dikenal sebagai siklus sel. Siklus sel dibedakan atas dua stadia, yaitu stadium istirahat (interfase)

Lebih terperinci

BAHAN AJAR DASAR-DASAR GENETIKA

BAHAN AJAR DASAR-DASAR GENETIKA BAHAN AJAR DASAR-DASAR GENETIKA OLEH: IR. SUPRIYANTA, MP. JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA 2004 Topik 1 Pendahuluan Dalam bidang biologi, kita mengenal suatu organisme

Lebih terperinci

Simbol untuk suatu gen

Simbol untuk suatu gen P F Fenotip Genotip Istilah Simbol untuk suatu gen Homozigot Heterozigot Pengertian Singkatan dari kata Parental, yang artinya induk Singkatan dari kata Filial, yang artinya keturunan Karakter atau sifat

Lebih terperinci

Hukum Mendel dan Pewarisan Sifat

Hukum Mendel dan Pewarisan Sifat Modul 1 Hukum Mendel dan Pewarisan Sifat Drs. Koesmadji Wirjosoemarto, M.Sc. P PENDAHULUAN engetahuan genetika telah berkembang pesat selama 60 tahun terakhir dalam usaha mengetahui peranan pewarisan sifat

Lebih terperinci

Reproduksi seksual merupakan cara yang paling umum bagi organisma Eukariot untuk menghasilkan turunannya. Reproduksi seksual melibatkan pergantian

Reproduksi seksual merupakan cara yang paling umum bagi organisma Eukariot untuk menghasilkan turunannya. Reproduksi seksual melibatkan pergantian MEIOSIS Reproduksi seksual merupakan cara yang paling umum bagi organisma Eukariot untuk menghasilkan turunannya. Reproduksi seksual melibatkan pergantian generasi sel haploid (membawa sepasang kromosom)

Lebih terperinci

12. Gamet yang dibentuk oleh genotip AaBb dimana gen A dan B berpautan adalah... A. AB, Ab, ab, ab B. AB, Ab C. AB, ab D. AB, ab E.

12. Gamet yang dibentuk oleh genotip AaBb dimana gen A dan B berpautan adalah... A. AB, Ab, ab, ab B. AB, Ab C. AB, ab D. AB, ab E. SOAL HUKUM MENDEL 1. Tanaman ercis memiliki sifat biji bulat (B), biji keriput (b), batang tinggi (R) dan batang pendek (r). Jika tanaman ercis biji bulat batang tinggi heterozigot disilangkan dengan ercis

Lebih terperinci

ANALISIS MEIOSIS PENDAHULUAN

ANALISIS MEIOSIS PENDAHULUAN 1 ANALISIS MEIOSIS PENDAHULUAN Latar Belakang Stadium haploid dari siklus seksual dihasilkan dari proses pembelahan inti yang disebut meiosis. Meiosis berlangsung pada sel-sel yang terdapat di dalam jaringan

Lebih terperinci

6. TAUTAN, PINDAH SILANG, DAN PEMETAAN KROMOSOM

6. TAUTAN, PINDAH SILANG, DAN PEMETAAN KROMOSOM 6. TAUTAN, PINDAH SILANG, DAN PEMETAAN KROMOSOM Tautan adalah peristiwa beberapa gen bukan alel yang terdapat pada satu kromosom yang sama dan tidak memisah secara bebas saat pembentukan gamet. Gen-gen

Lebih terperinci

GENETIKA DASAR Perluasan Analisis Mendelian dan Interaksi Gen

GENETIKA DASAR Perluasan Analisis Mendelian dan Interaksi Gen GENETIKA DASAR Perluasan Analisis Mendelian dan Interaksi Gen Oleh Dr. Ir. Dirvamena Boer, M.Sc.Agr. HP 08 385 065 359 e-mail dirvamenaboer@yahoo.com Fakultas Pertanian, Universitas Haluoleo, Kendari Dipublikasi

Lebih terperinci

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit Untuk Menyelesaikan Masalah-Masalah dalam Hukum Pewarisan Mendel

Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit Untuk Menyelesaikan Masalah-Masalah dalam Hukum Pewarisan Mendel Aplikasi Kombinatorial dan Peluang Diskrit Untuk Menyelesaikan Masalah-Masalah dalam Hukum Pewarisan Mendel Andri Rizki Aminulloh 13506033 Program Studi Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Trustinah (1993) sistematika (taksonomi) kacang tanah diklasifikasikan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Trustinah (1993) sistematika (taksonomi) kacang tanah diklasifikasikan 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Taksonomi dan Morfologi Menurut Trustinah (1993) sistematika (taksonomi) kacang tanah diklasifikasikan sebagai berikut. Kingdom Divisi Sub-divisi Class Ordo Famili Genus Spesies

Lebih terperinci

Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup

Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup Bab 5 Sumber: chromosome6.com Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup Hasil yang harus kamu capai: memahami kelangsungan hidup makhluk hidup. Setelah mempelajari bab ini, kamu harus mampu: mendeskripsikan konsep

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 6. Pewarisan Sifat pada Makhluk HidupLatihan Soal : 3 : 3 : 1 1 : 3 : 3 : 9 1 : 1 : 1 : 1 3 : 3 : 1 : 9

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 6. Pewarisan Sifat pada Makhluk HidupLatihan Soal : 3 : 3 : 1 1 : 3 : 3 : 9 1 : 1 : 1 : 1 3 : 3 : 1 : 9 SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 6. Pewarisan Sifat pada Makhluk HidupLatihan Soal 6.3 1. Bunga berwarna ungu dan berdaun gerigi (UUhh) disilangkan dengan bunga putih berdaun halus (uuhh). Didapatkan keturunan

Lebih terperinci

GENETIKA. Agus Joko Sungkono, S.Pd SMPN 1 MEJAYAN KABUPATEN MADIUN. ajs

GENETIKA. Agus Joko Sungkono, S.Pd SMPN 1 MEJAYAN KABUPATEN MADIUN. ajs GENETIKA Agus Joko Sungkono, S.Pd SMPN 1 MEJAYAN KABUPATEN MADIUN BAGAIMANA DENGAN GOLONGAN TUMBUHAN? Indikator : 1. Mesdeskripsikan materi genetis yang bertanggungjawab dalam pewarisan sifat 2. Membedakan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kacang panjang diklasifikasikan sebagai berikut :

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kacang panjang diklasifikasikan sebagai berikut : II. TINJAUAN PUSTAKA.1 Kacang Panjang.1.1 Klasifikasi Tanaman Kacang Panjang Tanaman kacang panjang diklasifikasikan sebagai berikut : Kerajaan Divisi Kelas Sub kelas Ordo Famili Genus : Plantae : Spermatophyta

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kedelai (Glycine max [L.] Merrill) merupakan salah satu tanaman

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kedelai (Glycine max [L.] Merrill) merupakan salah satu tanaman II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Taksonomi dan Morfologi Tanaman kedelai (Glycine max [L.] Merrill) merupakan salah satu tanaman pangan dari famili Leguminosae yang berumur pendek. Secara

Lebih terperinci

MODUL MATA PELAJARAN IPA

MODUL MATA PELAJARAN IPA KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Pewarisan sifat untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA

Lebih terperinci

Hukum Mendel. Dr. Pratika Yuhyi Hernanda

Hukum Mendel. Dr. Pratika Yuhyi Hernanda Hukum Mendel Dr. Pratika Yuhyi Hernanda Gregory Mendel The father of genetics Mengajar di Brunn Modern School, Vienna, Austria Bagaimana pewarisan sifat itu bekerja? Apa yang sebenarnya diturunkan dari

Lebih terperinci

Sejak kapan manusia mengenal pengetahuan GENETIKA?

Sejak kapan manusia mengenal pengetahuan GENETIKA? GENETIKA Sejak kapan manusia mengenal pengetahuan GENETIKA? Bapak Burik, anaknya tentu Burik Pepatah yang kita jumpai di seluruh dunia. Secara tak sadar mengekspresikan penyebaran pengetahuan genetika

Lebih terperinci

B. Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan singkat dan jelas.

B. Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan singkat dan jelas. 6. Pada setiap DNA, purin dan pirimidin terikat pada gula deoksiribosa dan sebuah fosfat, unit ini disebut. a. nukleolus d. nukleus b. nukleosida e. gula pentosa c. nukleotida 7. Kemampuan DNA memperbanyak

Lebih terperinci

laporan genetika IMITASI PERBANDINGAN GENETIS

laporan genetika IMITASI PERBANDINGAN GENETIS laporan genetika IMITASI PERBANDINGAN GENETIS LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA PERCOBAAN I IMITASI PERBANDINGAN GENETIS NAMA : ENDANG SRI WATI MATARRU NIM : H41112006 KELOMPOK : I (SATU) A HARI/TANGGAL : SELASA/5

Lebih terperinci

Topik 3 Analisis Genetik Hk. Mendel

Topik 3 Analisis Genetik Hk. Mendel Topik 3 Analisis Genetik Hk. Mendel Hukum Mendel yang sering dikonotasikan dengan hukum pewarisan didasarkan pada prinsip-prinsip segregasi (Hk.Mendel I) dan penggabungan kembali (Hk. Mendel II) gen-gen

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hikam (2007), varietas LASS merupakan hasil rakitan kembali varietas

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hikam (2007), varietas LASS merupakan hasil rakitan kembali varietas 9 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deskripsi Jagung Manis LASS Menurut Hikam (2007), varietas LASS merupakan hasil rakitan kembali varietas jagung sintetik bernama Srikandi. Varietas LASS juga merupakan hasil

Lebih terperinci

KOMBINATORIAL DALAM HUKUM PEWARISAN MENDEL

KOMBINATORIAL DALAM HUKUM PEWARISAN MENDEL KOMBINATORIAL DALAM HUKUM PEWARISAN MENDEL Fransisca Cahyono (13509011) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132,

Lebih terperinci

MAKALAH GENETIKA. Mitosis dan Meiosis. Oleh : Nama : Ayu Milad Fauziah NPM : Kelas : H FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

MAKALAH GENETIKA. Mitosis dan Meiosis. Oleh : Nama : Ayu Milad Fauziah NPM : Kelas : H FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN MAKALAH GENETIKA Mitosis dan Meiosis Oleh : Nama : Ayu Milad Fauziah NPM : 200110130216 Kelas : H FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN SUMEDANG 2014 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI..... 2 BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

Kata Kunci. 58 Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas IX. Pewarisan Sifat. Persilangan/ perkawinan. Hereditas pada manusia.

Kata Kunci. 58 Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas IX. Pewarisan Sifat. Persilangan/ perkawinan. Hereditas pada manusia. III Pewarisan Sifat Coba perhatikan wajahmu. Mungkin wajahmu ada kemiripan dengan wajah kedua orang tuamu. Perhatikan pula dengan wajah saudaramu. Apakah mereka juga mirip dengan orang tuamu? Apa yang

Lebih terperinci

Mengatur perkembangan dan metabolisme individu. (pada peristiwa apa peran ini dapat dilihat/terjadi? ).

Mengatur perkembangan dan metabolisme individu. (pada peristiwa apa peran ini dapat dilihat/terjadi? ). HEREDITAS Hubungan antara gen, DNA, Kromosom & Hereditas Pengertian hereditas? Melalui apa sifat diturunkan? Apa itu gen? Bagaimana hubungan antara gen dengan DNA? Bagaimana hubungan antara gen dengan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pemuliaan tanaman adalah suatu metode yang secara sistematik merakit

I. PENDAHULUAN. Pemuliaan tanaman adalah suatu metode yang secara sistematik merakit 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Pemuliaan tanaman adalah suatu metode yang secara sistematik merakit keragaman genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (Makmur,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai telah dibudidayakan sejak abad ke-17 dan telah ditanam di berbagai daerah di

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai telah dibudidayakan sejak abad ke-17 dan telah ditanam di berbagai daerah di II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Klasifikasi tanaman kedelai Kedelai telah dibudidayakan sejak abad ke-17 dan telah ditanam di berbagai daerah di Indonesia. Daerah utama penanaman kedelai

Lebih terperinci

II. Bagaimana sifat diwariskan

II. Bagaimana sifat diwariskan II. Bagaimana sifat diwariskan Gen-gen letaknya pada kromosom ( inti sel). Kromosom dan gen-gennya gennya diwariskan saat fertilisasi. Pada gonad pembentukan sel kelamin ( meiosis) Contoh; Kromosom dalam

Lebih terperinci

Please prepare your mind and ASSALAMUALAIKUM. spirit, because now, we will learn about.

Please prepare your mind and ASSALAMUALAIKUM. spirit, because now, we will learn about. Please prepare your mind and ASSALAMUALAIKUM. spirit, because now, we will learn about. Prinsip-Prinsip Hereditas By Ida Rosiana Ketika Kau bercrmin dan memperhatikan wajahmu dengan seksama, dipastikan

Lebih terperinci

Pola Hereditas. Reproduksi Sel Hukum Mendel Penyimpangan Semu. Intermediet gen berpautan Pindah Silang Gen Terpaut Seks. Gen Letal

Pola Hereditas. Reproduksi Sel Hukum Mendel Penyimpangan Semu. Intermediet gen berpautan Pindah Silang Gen Terpaut Seks. Gen Letal POLA-POLA HEREDITAS Pola Hereditas Reproduksi Sel Hukum Mendel Penyimpangan Semu Hukum Mendel Intermediet gen berpautan Pindah Silang Gen Terpaut Seks Penentuan Jenis Kelamin Gen Letal Monohibrid Dihibrid

Lebih terperinci

PEWARISAN DAN PRINSIP-PRINSIP MENDEL

PEWARISAN DAN PRINSIP-PRINSIP MENDEL FOOD PEWARISAN DAN PRINSIP-PRINSIP MENDEL GREGOR MENDEL (1822-1884) 1884) Tanaman ercis yang digunakan untuk percobaan Mendel Bapak Genetika Melakukan penelitian genetika pada tanaman kapri selama + 8

Lebih terperinci

Penerapan Peluang Diskrit, Pohon, dan Graf dalam Pewarisan Sifat Ilmu Genetika

Penerapan Peluang Diskrit, Pohon, dan Graf dalam Pewarisan Sifat Ilmu Genetika Penerapan Peluang Diskrit, Pohon, dan Graf dalam Pewarisan Sifat Ilmu Genetika Imam Prabowo Karno Hartomo NIM : 13507123 Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung,

Lebih terperinci

MITOSIS DAN MEIOSIS. TUTI NURAINI, SKp., M.Biomed. BIOLOGI KEPERAWATAN 2009

MITOSIS DAN MEIOSIS. TUTI NURAINI, SKp., M.Biomed. BIOLOGI KEPERAWATAN 2009 MITOSIS DAN MEIOSIS TUTI NURAINI, SKp., M.Biomed. BIOLOGI KEPERAWATAN 2009 SIKLUS SEL G1(gap 1): periode setelah mitosis, gen-gen aktif berekspresi S (sintesis): fase sintesis DNA (replikasi), kromosom

Lebih terperinci

Suhardi, S.Pt.,MP. Genetika DALAM PEMULIAAN TERNAK

Suhardi, S.Pt.,MP. Genetika DALAM PEMULIAAN TERNAK Suhardi, S.Pt.,MP Genetika DALAM PEMULIAAN TERNAK Arti Penting Pemuliaan Ternak BIBIT KESEHATAN LINGKUNGAN P A K A N PRODUKTIVITAS TERNAK M A N A J E M E N Problem Utama di Indonesia???? Produktivitas

Lebih terperinci

IIA. MENDELIAN GENETICS

IIA. MENDELIAN GENETICS MK. GENETIKA (Biologi sem 4) IIA. MENDELIAN GENETICS Paramita Cahyaningrum Kuswandi* FMIPA UNY 2012 Email* : paramita@uny.ac.id 2 Introduction I. Monohybrid Cross II. Dihybrid Cross III. Trihybrid Cross

Lebih terperinci

Pertemuan V: Dasar Selular Reproduksi dan Pola Pewarisan Sifat. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011

Pertemuan V: Dasar Selular Reproduksi dan Pola Pewarisan Sifat. Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011 Pertemuan V: Dasar Selular Reproduksi dan Pola Pewarisan Sifat Program Tingkat Persiapan Bersama IPB 2011 Hubungan Antara Pembelahan Sel dan Reproduksi Bagaimana Bintang Laut Diproduksi: Melalui dan Tanpa

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM GENETIKA TANAMAN MATERI INTERAKSI GEN

MODUL PRAKTIKUM GENETIKA TANAMAN MATERI INTERAKSI GEN MODUL PRAKTIKUM GENETIKA TANAMAN 2015 3. MATERI INTERAKSI GEN Setiap gen memiliki pekerjaan sendiri-sendiri untuk menumbuhkan karakter tapi ada beberapa gen yang berinteraksi atau dipengaruhi oleh gen

Lebih terperinci

Luisa Diana Handoyo, M.Si.

Luisa Diana Handoyo, M.Si. Luisa Diana Handoyo, M.Si. Cabang ilmu genetika yang mempelajari gen-gen dalam populasi dan menguraikan secara matematik akibat dari keturunan pada tingkat populasi. Populasi adalah suatu kelompok individu

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Secara morfologi tanaman jagung manis merupakan tanaman berumah satu

II. TINJAUAN PUSTAKA. Secara morfologi tanaman jagung manis merupakan tanaman berumah satu II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi dan Klasifikasi Jagung Manis Secara morfologi tanaman jagung manis merupakan tanaman berumah satu (monoecious) dengan letak bunga jantan terpisah dari bunga betina pada

Lebih terperinci

SET 4 REPRODUKSI SEL 1 (MITOSIS & MEIOSIS)

SET 4 REPRODUKSI SEL 1 (MITOSIS & MEIOSIS) 04 MATERI DAN LATIHAN SBMPTN TOP LEVEL - XII SMA BIOLOGI SET 4 REPRODUKSI SEL 1 (MITOSIS & MEIOSIS) Pembelahan sel dibedakan menjadi secara langsung (amitosis) dan tidak langsung (mitosis dan meiosis).

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. atau tidak. Guza (2008: 8) mengemukakan bahwa Ujian Nasional pada hakekatnya

BAB II KAJIAN TEORI. atau tidak. Guza (2008: 8) mengemukakan bahwa Ujian Nasional pada hakekatnya BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Ujian Nasional Ujian Nasional (UN) merupakan suatu penilaian untuk mengetahui apakah rumusan tujuan pendidikan yang diterjemahkan ke dalam kurikulum dapat dicapai atau tidak. Guza

Lebih terperinci

6. Panjang helaian daun. Daun diukur mulai dari pangkal hingga ujung daun. Notasi : 3. Pendek 5.Sedang 7. Panjang 7. Bentuk daun

6. Panjang helaian daun. Daun diukur mulai dari pangkal hingga ujung daun. Notasi : 3. Pendek 5.Sedang 7. Panjang 7. Bentuk daun LAMPIRAN Lampiran 1. Skoring sifat dan karakter tanaman cabai 1. Tinggi tanaman : Tinggi tanaman diukur mulai dari atas permukaan tanah hingga ujung tanaman yang paling tinggi dan dinyatakan dengan cm.

Lebih terperinci

GENETIKA SEKS. Pewarisan Sifat yang Terpaut Kelamin. SUHARDI, S.Pt.,MP Genetika

GENETIKA SEKS. Pewarisan Sifat yang Terpaut Kelamin. SUHARDI, S.Pt.,MP Genetika GENETIKA SEKS Pewarisan Sifat yang Terpaut Kelamin SUHARDI, S.Pt.,MP Genetika GENETIKA adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah. Beberapa

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA Morfologi Tanaman Cabai

TINJAUAN PUSTAKA Morfologi Tanaman Cabai 3 TINJAUAN PUSTAKA Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) termasuk ke dalam kingdom Plantae, divisi Spermatophyta, kelas Dicotyledoneae, ordo Solanes, famili Solanaceae, dan genus Capsicum. Tanaman ini berasal

Lebih terperinci

PENGUJIAN KESETIMBANGAN HARDY-WEINBERG. Tujuan : Mempelajari kesetimbangan Hardy-Weinberg dengan frekuensi alel dan gen.

PENGUJIAN KESETIMBANGAN HARDY-WEINBERG. Tujuan : Mempelajari kesetimbangan Hardy-Weinberg dengan frekuensi alel dan gen. PENGUJIAN KESETIMBANGAN HARDY-WEINBERG Tujuan : Mempelajari kesetimbangan Hardy-Weinberg dengan frekuensi alel dan gen. PENDAHULUAN Pada tahun 1908, ahli Matematika Inggris G.H. Hardy dan seorang ahli

Lebih terperinci

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 6. Pewarisan Sifat pada Makhluk HidupLatihan Soal 6.2

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 6. Pewarisan Sifat pada Makhluk HidupLatihan Soal 6.2 SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 6. Pewarisan Sifat pada Makhluk HidupLatihan Soal 6.2 1. Kacang Ercis biji bulat dominan terhadap biji lonjong maka genotip untuk kacang ercis biji bulat adalah... B BB dan Bb

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. jenis liar Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai

II. TINJAUAN PUSTAKA. jenis liar Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai 1 II. TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Sistematika Tanaman Kedelai Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman sayuran yang

I. PENDAHULUAN. Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman sayuran yang 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia yang digunakan sebagai sayuran maupun

Lebih terperinci

IIA. MENDELIAN GENETICS

IIA. MENDELIAN GENETICS MK. GENETIKA (Biologi sem 4) IIA. MENDELIAN GENETICS Paramita Cahyaningrum Kuswandi* FMIPA UNY 2015 Email* : paramita@uny.ac.id Introduction I. Monohybrid Cross II. Dihybrid Cross III. Trihybrid Cross

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) berasal dari daratan Cina, yang kemudian

TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) berasal dari daratan Cina, yang kemudian II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Klasifikasi tanaman kedelai Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) berasal dari daratan Cina, yang kemudian tersebar ke daerah Mancuria, Korea, Jepang, Rusia,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. ujung (tassel) pada batang utama dan bunga betina tumbuh terpisah sebagai

II. TINJAUAN PUSTAKA. ujung (tassel) pada batang utama dan bunga betina tumbuh terpisah sebagai II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Botani Jagung Manis Jagung manis adalah tanaman herba monokotil dan tanaman semusim iklim panas. Tanaman ini berumah satu dengan bunga jantan tumbuh sebagai perbungaan ujung (tassel)

Lebih terperinci

SIKLUS & PEMBELAHAN SEL. Suhardi S.Pt.,MP

SIKLUS & PEMBELAHAN SEL. Suhardi S.Pt.,MP SIKLUS & PEMBELAHAN SEL Suhardi S.Pt.,MP Proses reproduksi aseksual dimulai setelah sperma membuahi telur. PEMBELAHAN SEL Amitosis (Pembelahan biner) Pada umumnya bakteri berkembang biak dengan pembelahan

Lebih terperinci

Pokok Bahasan: Pemuliaan untuk Tanaman Menyerbuk Sendiri. Arya Widura R., SP., MSI PS. Agroekoteknologi Universitas Trilogi

Pokok Bahasan: Pemuliaan untuk Tanaman Menyerbuk Sendiri. Arya Widura R., SP., MSI PS. Agroekoteknologi Universitas Trilogi 5 Pokok Bahasan: Pemuliaan untuk Tanaman Menyerbuk Sendiri Arya Widura R., SP., MSI PS. Agroekoteknologi Universitas Trilogi 1. Tanaman menyerbuk sendiri 2. Dasar genetik Pemuliaan Tanaman Menyerbuk Sendiri

Lebih terperinci

Praktikum Genetika. Modul 1 PENDAHULUAN. Di dalam Modul 1 ini akan diberikan 4 (empat) materi praktikum sebagai berikut.

Praktikum Genetika. Modul 1 PENDAHULUAN. Di dalam Modul 1 ini akan diberikan 4 (empat) materi praktikum sebagai berikut. Modul 1 Praktikum Genetika Dr. Ir. M. Yusuf Ir. Ence Darmo J.S., M. Si. PENDAHULUAN Di dalam Modul 1 ini akan diberikan 4 (empat) materi praktikum sebagai berikut. Praktikum 1: Mengenal Keragaman Suatu

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 31 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Efisiensi Keberhasilan Hibridisasi Buatan Keberhasilan suatu hibridisasi buatan dapat dilihat satu minggu setelah dilakukan penyerbukan. Pada hibridisasi buatan kacang tanah,

Lebih terperinci

X. PETA KROMOSOM. X.1. Pembuatan Peta Kromosom-Autosom

X. PETA KROMOSOM. X.1. Pembuatan Peta Kromosom-Autosom X. PETA KROMOSOM Peta kromosom adalah gambar skema sebuah kromosom yang dinyatakan sebagai sebuah garis lurus yang memperlihatkan lokus setiap gen yang terletak pada kromosom tersebut. Jarak antara satu

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai telah dibudidayakan sejak abad ke-17 dan telah ditanam di berbagai

TINJAUAN PUSTAKA. Kedelai telah dibudidayakan sejak abad ke-17 dan telah ditanam di berbagai 13 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tanaman Kedelai 2.1.1 Klasifikasi tanaman kedelai Kedelai telah dibudidayakan sejak abad ke-17 dan telah ditanam di berbagai daerah di Indonesia. Daerah utama penanaman kedelai

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum 17 HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian dimulai bulan November 2009 sampai dengan bulan Mei 2010. Kondisi curah hujan selama penelitian berlangsung berada pada interval 42.9 mm sampai dengan 460.7

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Indonesia sebagai sumber utama protein nabati. Kontribusi kedelai sangat

I. PENDAHULUAN. Indonesia sebagai sumber utama protein nabati. Kontribusi kedelai sangat 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) merupakan salah satu bahan pangan penting di Indonesia sebagai sumber utama protein nabati. Kontribusi kedelai sangat dominan dalam

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Botani Tanaman Kacang Panjang. Menurut Tim Karya Tani Mandiri (2011), susunan klasifikasi kacang panjang

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Botani Tanaman Kacang Panjang. Menurut Tim Karya Tani Mandiri (2011), susunan klasifikasi kacang panjang II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi dan Botani Tanaman Kacang Panjang Menurut Tim Karya Tani Mandiri (2011), susunan klasifikasi kacang panjang secara lengkap adalah sebagai berikut Divisi Kelas Sub kelas

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Morfologi dan Agroekologi Tanaman Kacang Panjang. Kacang panjang merupakan tanaman sayuran polong yang hasilnya dipanen

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Morfologi dan Agroekologi Tanaman Kacang Panjang. Kacang panjang merupakan tanaman sayuran polong yang hasilnya dipanen II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Morfologi dan Agroekologi Tanaman Kacang Panjang Kacang panjang merupakan tanaman sayuran polong yang hasilnya dipanen dalam bentuk polong muda. Kacang panjang banyak ditanam di

Lebih terperinci

REPRODUKSI SEL REPRODUKSI SEL AMITOSIS. Profase I. Pembelahan I. Metafase I. Anafase I MEIOSIS. Telofase I. Interfase. Profase II.

REPRODUKSI SEL REPRODUKSI SEL AMITOSIS. Profase I. Pembelahan I. Metafase I. Anafase I MEIOSIS. Telofase I. Interfase. Profase II. REPRODUKSI SEL AMITOSIS REPRODUKSI SEL Pembelahan I Profase I Metafase I Anafase I Proleptotene Leptotene Zygotene Pachytene Diplotene Diakinesis MEIOSIS Interfase Telofase I Pembelahan II Profase II Metafse

Lebih terperinci

LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 1 A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang benar! 1. Perhatikan gambar berikut ini!

LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 1 A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang benar! 1. Perhatikan gambar berikut ini! LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 1 A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang benar! 1. Perhatikan gambar berikut ini! Pada bagian X terjadi proses... a. pendewasaan sel b.

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Galur Cabai Besar. Pembentukan Populasi F1, F1R, F2, BCP1 dan BCP2 (Hibridisasi / Persilangan Biparental) Analisis Data

BAHAN DAN METODE. Galur Cabai Besar. Pembentukan Populasi F1, F1R, F2, BCP1 dan BCP2 (Hibridisasi / Persilangan Biparental) Analisis Data 17 BAHAN DAN METODE Studi pewarisan ini terdiri dari dua penelitian yang menggunakan galur persilangan berbeda yaitu (1) studi pewarisan persilangan antara cabai besar dengan cabai rawit, (2) studi pewarisan

Lebih terperinci

TINJAUAN GENETIKA. BY Setyo Utomo

TINJAUAN GENETIKA. BY Setyo Utomo TINJAUAN GENETIKA BY Setyo Utomo PENGERTIAN : GENETIKA BERASAL DARI BAHASA YUNANI KUNO :GENETIKOS ATAU GENETIS YANG BERARTI ASLI MERUPAKAN DISIPLIN ILMU BAGIAN BIOLOGI YANG MEMPELAJARI TENTANG SIFAT- SIFAT

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Kuadrat Nilai Tengah Gabungan untuk Variabel Vegetatif dan Generatif

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Kuadrat Nilai Tengah Gabungan untuk Variabel Vegetatif dan Generatif IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Analisis Kuadrat Nilai Tengah Gabungan untuk Variabel Vegetatif dan Generatif Tabel 4 menunjukkan kuadrat nilai tengah pada analisis ragam untuk tinggi tanaman, tinggi tongkol

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu komoditas pangan bergizi tinggi sebagai sumber protein nabati dengan harga terjangkau. Di Indonesia, kedelai banyak

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Kedelai ( Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu tanaman penghasil

I. PENDAHULUAN. Kedelai ( Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu tanaman penghasil I. PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Kedelai ( Glycine max (L.) Merrill) merupakan salah satu tanaman penghasil protein dan lemak nabati yang cukup penting untuk memenuhi nutrisi tubuh manusia. Bagi industri

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. berasal dari kacang tanah menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan.

I. PENDAHULUAN. berasal dari kacang tanah menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan. 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang dan Masalah Pertambahan penduduk dan berkembangnya industri pengolahan makanan yang berasal dari kacang tanah menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan. Kebutuhan kacang

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA 7 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi Ilmiah Tanaman Kedelai Klasifikasi ilmiah tanaman kedelai sebagai berikut: Divisi Subdivisi Kelas Suku Ordo Famili Subfamili Genus Spesies : Magnoliophyta : Angiospermae

Lebih terperinci

Kombinatorial dan Peluang Membantu Penyelesaian Permasalahan Genetik Sederhana

Kombinatorial dan Peluang Membantu Penyelesaian Permasalahan Genetik Sederhana Kombinatorial dan Peluang Membantu Penyelesaian Permasalahan Genetik Sederhana Kevin Alfianto Jangtjik / 13510043 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi

Lebih terperinci