PANTHERA MERAYAKAN KESUKSESAN ATAS UPAYA KONSERVASI HARIMAU SUMATRA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PANTHERA MERAYAKAN KESUKSESAN ATAS UPAYA KONSERVASI HARIMAU SUMATRA"

Transkripsi

1 July 17, 2014 For Immediate Release Contact for Panthera: Susie Weller, (+1) // PANTHERA MERAYAKAN KESUKSESAN ATAS UPAYA KONSERVASI HARIMAU SUMATRA Jakarta, Indonesia 16 Juli 2014 Panthera, Pelopor Organisasi konservasi kucing besar di dunia, pada rapat tahunan Tigers Forever, melaporkan kesuksesan besar dalam upaya penyelamatan harimau liar di berbagai negara. Konservasi jangka panjang di Indonesia adalah salah satu yang disanjung atas kesuksesannya melindungi harimau Sumatra yang terancam punah. Selama bertahun-tahun upaya konservasi ini telah dilakukan, yang terutama adalah hasil kinerja dari Artha Graha Peduli Foundation Tambling Wildlife Nature Conservation, Kementrian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Dewan Nasional Perubahan Iklim. CEO Panthera dan ilmuwan ternama peneliti harimau, Dr. Alan Rabinowitz, membuka acara pemberian penghargaan yang diselenggarakan di Jakarta. Penghargaan ini diberikan atas komitmen jangka panjang dan kerja keras Tambling Wildlife Nature Conservation untuk mengatasi perburuan harimau. Dari hasil data awal yang dipublikasikan tahun lalu, terindikasi bahwa Tambling memiliki populasi harimau terbanyak yang pernah tercatat di pulau Sumatra. Hal ini membuat Tambling menjadi contoh gemilang untuk kesuksesan konservasi harimau, bukan hanya dari Sumatra, tetapi dari seluruh lokasi-lokasi persebaran harimau yang ada. Selain itu juga ada tanda apresiasi kepada Kementerian Perhutanan Indonesia Bapak Dr. (HC) Zulkifli Hasan, Kementerian Lingkungan Hidup Bapak Dr. Balthasar Kambuaya, Pemerintah

2 Provinsi Lampung Bapak Bakhtiar Basri, dan Dewan Nasional Perubahan Iklim Profesor Ir. Rachmat Witoelar, atas komitmen kelembagaan, keterlibatan politik dan diberlakukannya undangundang yang melindungi usaha konservasi. Tentunya ini telah sangat banyak membantu peningkatan jumlah harimau yang ditemukan akhir-akhir ini di Tambling. Dihadapan 250 tamu undangan, Dr. Rabinowitz menyatakan bahwa Malam ini kita memberikan sorotan terhadap upaya-upaya dari pihak yang berada di garis depan dalam melindungi harimau di Asia, khususnya dengan apa yang terjadi di Sumatra, Indonesia. Upaya dari pemerintah Indonesia, Artha Graha Peduli Foundation, bersama dengan para ranger dan ahli konservasi dari Tambling Wildlife Nature Conservation, telah menjadikan Tambling sebagai contoh gemilang atas apa yang dapat kita capai untuk harimau terutama dengan sumber daya, kemauan politik dan komitmen jangka panjang agar ancaman utama terhadap harimau dapat dihentikan. Bapak Tomy Winata, sebagai pendiri Tambling Wildlife Nature Conservation, menyatakan Kesuksesan konservasi Harimau yang kita saksikan di Tambling adalah hasil dari orang-orang yang memiliki komitmen besar, yang bekerja tanpa mengenal lelah dengan kami selama bertahuntahun. Saya ingin secara khusus mengapresiasi dukungan dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Dewan Nasional Perubahan Iklim. Atas koordinasinya dengan para penjaga lokasi, pelatihan ilmiah dan pengawasan dengan rekan kami dari Panthera, dan dukungan pemerintah untuk Harimau Tambling dan lokasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, telah mendukung Tambling mewujudkan potensi konservasi yang ada. Sebagai hasilnya Tambling mampu mempersembahkan kepada harimau sebuah tempat perlindungan dari penganiayaan yang dihadapi satwa kucing ini di berbagai lokasi penyebarannya. Ini adalah permulaan yang baik semata-mata untuk kami semua, untuk melakukan lebih banyak lagi demi melindungi kehidupan satwa liar lainnya yang menjadi kekayaan Indonesia. Sejak berdirinya di tahun 1996, Tambling Wildlife Nature Conservation dikelola secara privat di daerah konservasi seluas 450km2 di kawasan Sumatera Selatan. Sekarang, Tambling tampil sebagai contoh sukses konservasi harimau di Indonesia dan di seluruh dunia. Hal ini dapat tercapai berkat pelatihan yang tegas dan terfokus, patroli penegakan hukum yang ketat dan tidak bertoleransi terhadap perburuan harimau dan mangsanya. Menyadari komitmen dari tim penegak hukum di Tambling, yang terjun secara langsung dalam melindungi dan membesarkan harimau-

3 harimau Sumatra, Dr. Rabinowitz menutup acara penghargaan ini dengan memberikan Sertifikat Penghargaan Konservasi Harimau kepada para ranger. Beliau juga memberikan selamat atas usaha kepahlawanan dan menjadi pemenang sejati dalam usaha konservasi harimau. Bersamaan dengan perburuan satwa liar untuk perdagangan ilegal, harimau adalah satwa yang sangat terancam punah akibat kehilangan habitat, konflik dengan penduduk setempat, dan juga perburuan besar-besaran terhadap mangsa harimau. Di tahun ke-9 ini, program Panthera Tigers Forever secara khusus mengurangi dan menghapuskan ancaman-ancaman yang paling mendesak, khususnya yang berhubungan dengan upaya pengembang-biakan harimau agar mendukung perlindungan jangka panjang. Hari ini, Panthera berfokus penuh terhadap pelaksanaan hukum, teknologi canggih, dan pengukuran serta pengawasan berkala terhadap aktivitas konservasi dan populasi harimau dan mangsanya. Melalui kerjasamanya dengan NGO, penduduk dan pemerintah setempat, Tiger Forever telah berhasil diterapkan di 14 lokasi di 6 negara Asia, dengan tujuan meningkatkan jumlah harimau di lokasi-lokasi utama setidaknya 50% selama periode 10 tahun. Download Panthera s Tigers Forever Brochure, Maps and Other Resources. About Panthera Panthera, dibentuk tahun 2006, dipersembahkan khusus untuk konservasi kucing besar dan ekosistemnya. Memanfaatkan keahlian dari ahli biologi kucing besar, Panthera mengembankan dan menerapkan strategi konservasi terhadap kucing yang paling terancam- harimau, singa, jaguar, macan tutul putih, cheetah, cougar, dan leopard. Menghadirkan upaya yang paling menyeluruh dari organisasi, Panthera bekerjasama dengan organisasi non pemerintah lokal dan internasional, institusi ilmiah, penduduk lokal dan pemerintahan di seluruh dunia. About TWNC Artha Graha Peduli (AGP) mengelola sepenuhnya konservasi Tambling wildlife Nature Conservation, hutan seluas 450km2 di selatan Taman Nasional Bukit Barisan, Indonesia. Tambling adalah tempat perlindungan tetap untuk harimau dan satwa liar lainnya, dan menjadi contoh sukses konservasi di Indonesia dan di seluruh dunia.

M o d u l. ZSL INDONESIA Pelatihan Pemantauan Kawasan HCV. Pengenalan Dasar HCV. DURASI PELATIHAN : 15 menit Materi Kelas

M o d u l. ZSL INDONESIA Pelatihan Pemantauan Kawasan HCV. Pengenalan Dasar HCV. DURASI PELATIHAN : 15 menit Materi Kelas M o d u l 1 ZSL INDONESIA Pelatihan Pemantauan Kawasan HCV Pengenalan Dasar HCV DURASI PELATIHAN : 15 menit Materi Kelas TUJUAN Tujuan Dari Pengenalan Dasar HCV ini adalah agar pihak manajemen dan petugas

Lebih terperinci

Solusi Bisnis: Mewujudkan Deklarasi Heart of Borneo

Solusi Bisnis: Mewujudkan Deklarasi Heart of Borneo BUSINESS REPORT HoB NI 2011 Solusi Bisnis: Mewujudkan Deklarasi Heart of Borneo Fokus pada kehutanan, kelapa sawit dan pertambangan kerjasama dengan PWC Heart of Borneo Jaringan Bisnis Hijau Di WWF kami

Lebih terperinci

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DASAR-DASAR PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DASAR-DASAR PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DASAR-DASAR PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN Menjelaskan Program Penegakan Hukum untuk Pengelolaan Kawasan Konsevasi Perairan BUKU INFORMASI KEMENTERIAN KELAUTAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelestarian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sumber

Lebih terperinci

Analisis Lintas Sektor untuk Kerangka Hukum dan Kebijakan yang Terkait dengan Implementasi REDD+ di Sulawesi Tengah, Indonesia

Analisis Lintas Sektor untuk Kerangka Hukum dan Kebijakan yang Terkait dengan Implementasi REDD+ di Sulawesi Tengah, Indonesia Analisis Lintas Sektor untuk Kerangka Hukum dan Kebijakan yang Terkait dengan Implementasi REDD+ di Sulawesi Tengah, Indonesia UN-REDD P R O G R A M M E Empowered lives. Resilient nations. UNEP Kementerian

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka konservasi sungai, pengembangan

Lebih terperinci

Undang Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang : Konservasi Sumberdaya Alam Hayati Dan Ekosistemnya

Undang Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang : Konservasi Sumberdaya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Undang Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang : Konservasi Sumberdaya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 5 TAHUN 1990 (5/1990) Tanggal : 10 AGUSTUS 1990 (JAKARTA) Sumber :

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN

PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PROGRAM INVESTASI KEHUTANAN REVISI MATRIKS KOMENTAR DAN TANGGAPAN TENTANG RENCANA INVESTASI KEHUTANAN INDONESIA 11 Februari 2013 Isi 1 PENDAHULUAN ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. 2 KOMENTAR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.03/ MEN/2010 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STATUS PERLINDUNGAN JENIS IKAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.03/ MEN/2010 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STATUS PERLINDUNGAN JENIS IKAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.03/ MEN/2010 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STATUS PERLINDUNGAN JENIS IKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KONSULTAN KOMUNIKASI CONSERVATION INTERNATIONAL INDONESIA

KERANGKA ACUAN KONSULTAN KOMUNIKASI CONSERVATION INTERNATIONAL INDONESIA KERANGKA ACUAN KONSULTAN KOMUNIKASI CONSERVATION INTERNATIONAL INDONESIA Nama Organisasi Periode pekerjaan: Conservation International Indonesia Mei : Mendukung pencapaian visi dan misi CI Indonesia melalui

Lebih terperinci

RANCANG TINDAK GLOBAL KEDUA UNTUK SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN UNTUK PANGAN DAN PERTANIAN

RANCANG TINDAK GLOBAL KEDUA UNTUK SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN UNTUK PANGAN DAN PERTANIAN RANCANG TINDAK GLOBAL KEDUA UNTUK SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN UNTUK PANGAN DAN PERTANIAN KOMISI SUMBER DAYA GENETIK UNTUK PANGAN DAN PERTANIAN RANCANG TINDAK GLOBAL KEDUA UNTUK SUMBER DAYA GENETIK TANAMAN

Lebih terperinci

Pertimbangan Teknis Perlindungan Kawasan Nilai Konservasi Tinggi Sungai Besar-Pelang, Kabupaten Ketapang

Pertimbangan Teknis Perlindungan Kawasan Nilai Konservasi Tinggi Sungai Besar-Pelang, Kabupaten Ketapang Pertimbangan Teknis Perlindungan Kawasan Nilai Konservasi Tinggi Sungai Besar-Pelang, Kabupaten Ketapang Hasil survei Nilai Konservasi Tinggi, yang dilakukan Fauna flora International di Kabupaten Ketapang,

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak

Lebih terperinci

BAB 32 PERBAIKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM

BAB 32 PERBAIKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BAB 32 PERBAIKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP Sumber daya alam dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi

Lebih terperinci

Panduan Survei dan Pemantauan Populasi Kera Besar

Panduan Survei dan Pemantauan Populasi Kera Besar Panduan Survei dan Pemantauan Populasi Kera Besar oleh H. Kühl, F. Maisels, M. Ancrenaz & E.A. Williamson Editor Seri : E.A. Williamson Terbitan Tidak Berkala IUCN Spesies Survival Commission No. 36 International

Lebih terperinci

Grand Strategy Marine Conservation Area Networks. Stretegi Utama Jejaring Kawasan Konservasi Laut

Grand Strategy Marine Conservation Area Networks. Stretegi Utama Jejaring Kawasan Konservasi Laut Grand Strategy Marine Conservation Area Networks Stretegi Utama Jejaring Kawasan Konservasi Laut 2006 Penanggungjawab : Yaya Mulyana Penyusun Editor : - Tim Penyusun Strategi Utama Jejaring Kawasan Konservasi

Lebih terperinci

HUTAN-HUTAN INDONESIA: APA YANG DIPERTARUHKAN?

HUTAN-HUTAN INDONESIA: APA YANG DIPERTARUHKAN? 1 HUTAN-HUTAN INDONESIA: APA YANG DIPERTARUHKAN? doc. FWI Simpul Sulawesi 1.1. Hutan Tropis Seratus Juta Hektar Sebagian dari hutan tropis terbesar di dunia terdapat di Indonesia. Dalam hal luasnya, hutan

Lebih terperinci

RENCANA AKSI PENGELOLAAN BATAS WILAYAH NEGARA DAN KAWASAN PERBATASAN TAHUN 2011

RENCANA AKSI PENGELOLAAN BATAS WILAYAH NEGARA DAN KAWASAN PERBATASAN TAHUN 2011 LAMPIRAN I : PERATURAN BNPP NOMOR : 3 TAHUN 2011 TANGGAL : 7 JANUARI 2011 RENCANA AKSI PENGELOLAAN BATAS WILAYAH NEGARA DAN KAWASAN PERBATASAN TAHUN 2011 A. LATAR BELAKANG Penyusunan Rencana Aksi (Renaksi)

Lebih terperinci

Deforestasi oleh SMG/APP dan konflik maut manusia harimau

Deforestasi oleh SMG/APP dan konflik maut manusia harimau Deforestasi oleh SMG/APP dan konflik maut manusia harimau Laporan Investigasi Eyes on the Forest Dipublikasikan pada Januari 2013 Eyes on the Forest (EoF) adalah sebuah koalisi LSM lingkungan hidup di

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa

Lebih terperinci

Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Konservasi dari Perspektif Daerah dan Masyarakat. Studi Kasus Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur

Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Konservasi dari Perspektif Daerah dan Masyarakat. Studi Kasus Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur Forests and Governance Programme No. 5/2005 Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Konservasi dari Perspektif Daerah dan Masyarakat Eddy Mangopo Angi Kebijakan Pemerintah Pusat di Bidang Konservasi dari

Lebih terperinci

RENCANA AKSI GLOBAL SUMBER DAYA GENETIK TERNAK dan DEKLARASI INTERLAKEN

RENCANA AKSI GLOBAL SUMBER DAYA GENETIK TERNAK dan DEKLARASI INTERLAKEN RENCANA AKSI GLOBAL SUMBER DAYA GENETIK TERNAK dan DEKLARASI INTERLAKEN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN Kementerian Pertanian 2011 COMMISSION ON

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG CAGAR BUDAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PERUBAHAN PERUNTUKAN DAN FUNGSI KAWASAN HUTAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PERUBAHAN PERUNTUKAN DAN FUNGSI KAWASAN HUTAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PERUBAHAN PERUNTUKAN DAN FUNGSI KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

Kesepakatan Konservasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi

Kesepakatan Konservasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Departemen Kehutanan dan Perkebunan NATURAL RESOURCES MANAGEMENT PROGRAM Kesepakatan Konservasi Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi September 1999 Sponsored by the US Agency for International

Lebih terperinci