NERACA PERDAGANGAN DAN NERACA PEMBAYARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "NERACA PERDAGANGAN DAN NERACA PEMBAYARAN"

Transkripsi

1 NERACA PERDAGANGAN DAN NERACA PEMBAYARAN 1. Untuk meningkatkan kerjasama ekonomi internasional, terutama menarik lebih banyak investasi asing di Indonesia perlu diusahakan antara lain : a. Membatasi tingkat keungtungan investor b. Menciptakan stabilitas ekonomi dan keamanan c. Menciptakan SDM dengan tingkat upah murah d. Menciptakan SDM dengan tingkat upah tinggi e. Seleksi yang ketat, bertahap dan waspada kepada setiap investasi asing 2. Berikut ini adalah manfaat dan factor pendorong perdagangan international, 1. keinginan memperoleh keuntungan 2. mempercepat alih teknologi 3. karena perbedan factor produksi 4. mendapat devisa 5. perbedaan sumber daya alam 6. memperluas lapangan kerja Yang termasuk manfaat perdagangan internasional adalah.. a. 1, 3 dan 5 b. 1,2 dan 3 c. 2, 4 dan 6 d. 3, 4 dan 5 e. 4, 5 dan 6 3. Berikut ini adalah manfaat dan sebab-sebab perdagangan internasional 1. Dapat memupuk devisa Negara 2. Memperluas lapangan kerja 3. Perbedaan teknologi 4. Keinginan memperoleh keuntungan 5. Mempercepat alih teknologi 6. Perbedaan sumber daya alam Yang termasuk penyebab perdagangan internasional adalah. a. 1, 2 dan 5 b. 2, 3 dan 6 c. 3, 4 dan 5 d. 3, 4 dan 6 e. 4, 5 dan 6 4. Meskipun suatu Negara mempunyai semua keunggulan dari Negara lain, kedua Negara ini tetap dapat melakukan perdagangan internasional karena perbedaan keunggulan komparatif dapat juga memberikan keuntungan. Teori perdagangan diatas dikemukakan oleh : a. Adam Smith b. John Stuart Mill c. David Ricardo d. Hummed an Locke e. Marshall dan Edgeworth 5. Suatu Negara akan memperoleh keuntungan mutlak apabila Negara tersebut dapat menghasilkan produk dengan biaya yang lebih murah dibandingkan Negara lain. Ini merupakan pendapat dari a. David Ricardo 1

2 b. J. Schumpeter c. Alfred Marshall d. Adam Smith e. John Stuart Mill 6. Pertukaran masih mungkin terjadi walaupun satu Negara mempunyai keuntungan pada dua jenis barang. Ini merupakan isi dari teori a. Keunggulan komparatif b. Keunggulan permintaan c. Keunggulan mutlak d. Keunggulan penawaran e. Keunggulan relative 7. Indonesia lebih unggul dalam memproduksi batik dibandingkan Jepang, sedangkan Jepang lebih unggul dibandingkan Indonesia dalam memproduksi TV. Kedua Negara dapat melakukan perdagangan internasional, karena kedua Negara tersebut mempunyai. a. Keuntungan penawaaran b. Keunggulan penawaran c. Keunggulan mutlak d. Keunggulan relative e. Keunggulan komparatif 8. Pertukaran masih mungkin terjadi walupun satu Negara mempunyai keuntungan pada kedua jenis barang. Ini merupakan isi dari teori. a. keunggulan komparatif b. keunggulan penawaran c. keunggulan permintaan d. keunggulan relative e. keunggulan mutlak 9. Perhatikan tabel berikut ini : Produk Minyak Goreng Wol Dasar Tukar Dalam Negeri Indonesia Australia Dari table diatas, besarnya nilai Dasar Tukar Dalam Negeri untuk minyak goreng di Indonesia adalah.. a. 2,5 wol b. 0,4 wol c. 1,2 wol d. 2,0 wol e. 0,5 wol 10. Perhatikan tabel berikut ini : Produk Minyak Goreng Wol Dasar Tukar Dalam Negeri Indonesia Australia Berdasarkan tabel tersebut maka besarnya nilai Dasar Tukar Dalam Negeri untuk wol di Australia adalah.. a. 1,5 minyak goreng 2

3 b. 2,5 minyak goreng c. 0,5 minyak goreng d. 2,0 minyak goreng e. 1,2 minyak goring 11. Perhatikan daftar output per orang per hari! Jenis barang Jepang Indonesia Kain batik Kain liner 4 meter 6 meter 6 meter 10 meter Kesimpulan yang tidak dapat ditarik adalah. a. Indonesia unggul dalam produksi batik liner b. dasar tukar di Indonesia antara batik dan liner = 1 : 1,67 c. dasar tukar di Jepang antara batik dan liner = 1 : 1,5 d. tidak terbuka kemungkinan perdagangan antara kedua Negara e. masih mungkin terbuka perdagangan antara kedua Negara 12. Indonesia lebih unggul dibandingkan Jepang dalam memproduksi batik, sedangkan Jepang lebih unggul dibandingkan Indonesia dalm memproduksi TV. Kedua Negara melakukan perdagangan internasional, karena kedua Negara tersebut mempunyai. a. Keuntungan penawaran b. Keuntungan permintaan c. Keuntungan mutlak d. Keuntungan koparatif e. keuntungan relative 13. Harga barang impor menjadi lebih mahal karena pemerintah telah melaksanakan kebijakan perdagangan dalam bidang.. a. Kuota b. Tariff c. Proteksi d. Larangan ekspor e. Larangan impor 14. Suatu tindakan penetapan harga yang berbeda untuk suatu Negara dengan Negara lainnya disebut kebijakan dalam bidang. a. Diskriminasi harga b. Pemberian subsidi c. Perdagangan bebas d. Politik dagang bebas e. Politik dumping 15. Politik dumping yang dilaksanakan Jepang adalah bertujuan a. Menjual barang di dalam negeri lebih murah dibandingkan membeli barang di dalam negeri b. Menjual barang di dalam negeri lebih mahal dibandingkan menjual barang di luar negeri c. Menjual barang di luar negeri sama murahnya dengan di dalam negeri d. Menjual barang di luar negeri sama mahalnya dengan di dalam negeri e. Menjual barang di luar negeri lebih mahal daripada di dalam negeri 16. Berikut ini adalah beberapa kebijakan perdagangan internasional. 1. memberlakukan kuota untuk barang yang masuk 2. memberikan subsidi kepada perusahaan yang menjual barangnya ke luar negeri 3. mempertinggi bea masuk 3

4 4. mengadakan devaluasi 5. mempertinggi tariff untuk barang-barang yang masuk 6. penyederhanaan birokrasi untuk barang-barang impor kebijakan yang dapat mendorong ekspor adalah. a. 1,2,4 b. 1,3,5 c. 2,3,5 d. 2,4,6 e. 3,5,6 17. Dibawah ini yang termasuk kebijakan kuota adalah a. Mendorong kegiatan ekspor barang dalam negeri b. Memperluas daerah pemasaran khususnya luar negeri c. Membatasi impor suatu barang sampai tariff yang dianggap layak d. Merangsang masuknya investor ke dalam negeri e. Mengurangi ekspor dan mendorong impor 18. Suatu dalam penetapan harga yang berbeda untuk suatu Negara dengan Negara lainnya disebut kebijakan. a. diskriminasi harga b. pemberian subsidi c. perdagangan bebas d. polotik dagang bebas e. politik dumping 19. Alasan-alasan pendukung perdagangan bebas dan perdagangan proteksi adalah sebagai berikut : 1. Melindungi Industri dalam negeri terutama yang baru tumbuh 2. barang dan Jasa yang dikonsumsi masyarakat makin bervariasi 3. Meningkatkan daya saing produk masing-masing Negara 4. Memperluas kesempatan kerja didalam negeri 5. Spesialisasi dapat dikembangkan secara optimal Alas an Negara pendukung perdagangan bebas adalah. a. 1, 2 dan 3 b. 1, 3 dan 4 c. 2, 3 dan 4 d. 2, 3 dan 5 e. 3, 4 dan Berikut ini beberapa kebijakan perdagangan internasional 1. Memberlakukan kuota untuk barang yang masuk 2. memberikan subsidi kepada perusahaan yang menjual barang keluar negeri 3. Mempertinggi bea masuk 4. Mengadakan devaluasi 5. Mempertinggi tariff untuk barang-barang yang masuk 6. Penyederhaan birokrasi untuk barang-barang impor Kebijakan yang dapat mendorong ekspor adalah. a. 1, 2 dan 4 b. 1, 3 dan 5 c. 2, 3 dan 5 d. 2, 4 dan 6 e. 3, 5 dan 6 4

5 21. Saat ini Indonesia menganut system kurs mengambang yang dikendalikan system ini berarti. a. kurs valuta asing sama sekali tidak dikontrol oleh pemerintah b. kurs valuta asing dengan rupiah ditentukan oleh pemerintah c. pemerintah tidak campur tangan tentang naik turunnya kurs valuta asing d. pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan jika kurs mengganggu kegiatan ekonomi e. kurs dibiarkan mengambang sesuai dengan keadaan permintaan dan penawaran 22. Bila kurs mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing di biarkan bebas tarik menarik sesuai kekuatan pasar, disebut. a. kurs terkendali b. kurs mengambang c. kurs valuta asing d. kurs ekspor e. kurs bebas 23. John memiliki uang sebanyak dollar AS. Pada saat dating ke Indonesia diketahui kurs jual 1 US$ Rp ,- dan kurs beli 1 US$ Rp ,-. Selama di Indonesia ia menghabiskan uang sebanyak Rp ,00. Sisa uang dollar yang dimiliki John pada saat ia pulang, Jika diketahui kurs jual 1 US$ Rp dan kurs beli 1US$ Rp ,- adalah.. a US$ b ,03 US$ c ,28 US$ d ,38 US$ e ,08 US$ 24. Yang bukan merupakan komponen dari neraca pembayaran adalah.. a. Neraca perdagangan b. Neraca jasa c. Neraca modal d. Transaksi otonom e. Lalu lintas moneter 25. Berikut ini adalah neraca pembayaran negara X Ekspor = Impor = 700 Neraca perdagangan = 800 Memberikan pinjaman ke luar negeri = Neraca pembayaran Negara X tersebut, surplus atau deficit! a. Surplus b. Deficit 700 c. Surplus 800 d. Deficit 800 e. Seimbang 26. Dampak neraca pembayaran deficit terhadap perekonomian suatu Negara, adalah. a. Cadangan devisa bertambah, sehingga perekonomian menjadi lebih baik b. Cadangan devisa berkurang, sehingga tingkat kemakmuran menurun c. Cadangan devisa berkurang, sehingga perekonomian lebih baik d. Cadangan devisa bertambah, sehingga lapangan kerja menurun e. Cadangan devisa bertambah, sehingga tingkat kemiskinan berkurang 5

6 Fungsi neraca pembayaran adalah sebagai bahan keterangan. a. untuk menetapkan keputusan dalam penerapan pajak ekspor dan impor b. untuk menetapkan baik buruknya hubungan ekonomi dengan suatu Negara c. bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan dalam politik perdagangan internasional d. bagi pihak swasta untuk memanfatkan peluang pasar di luar negeri e. bagi pemerintah untuk menetapkan angka pertumbuhan ekonomi 28. Dibawah ini beberapa pos debit dan pos kredit neraca pembayaran 1. Impor barang dari negara lain 2. Ekspor barang ke Negara lain 3. Penerimaan berbagai transaksi jasa 4. Pembayaran berbagai transaksi jasa 5. Menginvestasi dana di luar negeri 6. Penjualan emas ke penduduk di Negara lain Yang termasuk pos kredit neraca pembayaran adlah. a. 1, 2 dan 3 b. 2, 3 dan 6 c. 1, 3 dan 5 d. 4, 5 dan 6 e. 2, 3 dan Neraca perdagangan Negara X Impor Migas 17 Ekspor Migas 150 Impor non 200 Ekspor Non 250 migas migas Neraca perdagangan Negara X disebut. a. Neraca perdagangn pasif b. Neraca perdagangan surplus c. Neraca perdagangan aktif d. Neraca perdagangan deficit e. Neraca perdagangan timpang 30. Perhatikan bagian neraca pembayaran berikut : 1. Pembelian saham orang luar negeri di Indonesia 2. Ekspor dan Impor barang dagang 3. Transaksi Jasa 4. Penanaman modal orang Indonesia di luar negeri 5. Investasi langsung penduduk luar negeri di Indonesia 6. Hasil dari turisme Yang dikategorikan transaksi berjalan. a. 1, 2 dan 3 b. 1, 3 dan 5 c. 2, 3 dan 4 d. 2, 3 dan 6 e. 4, 5 dan Yang tidak termasuk lembaga dalam pasar modal adalah... a. a. perusahaan efek b. d. reksadana c. b. bursa efek d. e. kustodian e. c. lembaga kliring 32. Salah satu tugas Bapepam adalah... 6

7 a. menjadi perantara perdagangan efek b. memeriksa laporan keuangan perusahaan yang ingin melakukan emisi saham c. menjamin emisi efek bagi perusahaan yang ingin menjual saham d. meningkatkan partisipasi masyarakat di bursa efek e. membina dan mengawasi terhadap bursa efek 33. Yang dimaksud dengan posting dalam akuntansi adalah... a. memindahkan transaksi dari dokumen ke jurnal b. memindahkan transaksi dari jurnal ke buku besar c. memindahkan transaksi dari buku saldo ke kertas kerja d. memindahkan transaksi dari buku besar ke jurnal e. memindahkan transaksi dari buku besar ke neraca sisa 34. Di bawah ini yang bukan langkah pemerintah untuk menekan defisit transaksi berjalan dalam neraca pembayaran adalah... a. mengambil pinjaman dari dalam negeri b. mengambil pinjaman dari luar negeri c. menggunakan cadangan devisa negara d. melunasi utang pemerintah e. mencetak uang baru 35. Bursa yang anggotanya dapat memperdagangkan surat-surat berharga disebut... a. bursa sekuritas b. bursa valuta c. bursa komoditi d. bursa efek e. bursa modal 36. Yang tidak termasuk lembaga dalam pasar modal adalah... a. perusahaan efek b. reksa dana c. bursa efek d. kustodian e. lembaga kliring 37. Tanda penyertaan atau kepemilikan investor dalam suatu perusahaan adalah... a. obligasi b. opsi c. waran d. saham e. right 38. Pihak yang memberikan jasa penitipan efek disebut... a. kustodian b. penasihat investasi c. wali amanat d. pelaksana investasi e. lembaga kliring 39. Pihak yang mewakili investor dalam portofolio investasi kolektif adalah... a. kustodian b. wali amanat c. lembaga kliring d. penasihat investasi e. pelaksana investasi 7

8 40. Tempat bertemunya pembeli dan penjual dana jangka panjang dinamakan... a. bursa valuta asing b. pasar uang c. pasar saham d. bursa berjangka e. pasar modal 41. Pihak yang harus dihubungi jika hendak membeli instrumen di pasar modal adalah... a. kustodian b. Bapepam c. wali amanat d. perusahaan pialang e. lembaga kliring 42. Pihak yang mewakili investor dalam portofolio investasi kolektif adalah... a. kustodian b. penasihat investasi c. wali amanat d. pelaksana investasi e. lembaga kliring 43. Surat berharga yang berisi kontrak antara pemberi pinjaman dan yang diberi pinjaman adalah... a. kustodian b. kupon c. saham d. dividen e. obligasi 44. Salah satu tugas Bapepam adalah... a. perantara perdagangan efek b. memeriksa laporan keuangan perusahaan yang ingin melakukan c. emisi saham d. menjamin emisi efek bagi perusahaan yang ingin menjual saham e. meningkatkan partisipasi masyarakat di bursa efek f. pembinaan dan pengawasan terhadap bursa efek 45. Kapan paling lambat bursa mengumumkan tanggal efektif delisting? a. Lima hari bursa setelah akhir periode perdagangan. b. Lima hari bursa sebelum akhir periode perdagangan. c. Lima hari bursa sejak tanggal pengumuman suspensi. d. Lima hari bursa sebelum tanggal pengumuman suspensi. e. Lima hari bursa setelah tanggal pengumuman suspensi. 46. Delisting harus diajukan ke bursa paling lambat... a. empat puluh hari bursa setelah tanggal delisting b. empat puluh hari bursa sebelum tanggal delisting c. dua puluh hari setelah tanggal suspensi d. dua puluh hari kerja sebelum suspensi e. dua puluh hari kerja sebelum tanggal suspensi 47. Satuan perdagangan saham lot, berarti... a lembar saham b. 100 lembar saham 8

9 c. 500 lembar saham d lembar saham e. 250 lembar saham 48. Berapa kisaran biaya pelaporan transaksi obligasi yang ditetapkan bursa efek? a. 0,001% sampai 0,01% b. 0,001% sampai 0,05% c. 0,005% sampai 0,05% d. 0,005% sampai 0,01% e. 0,005% sampai 0,02% 49. Berikut ini yang bukan tugas legal audit adalah... a. permodalan b. perincian c. UMR d. AMDAL e. pemeriksaan laporan keuangan 50. Di bawah ini yang bukan hambatan tarif membawa pengaruh terhadap berbagai faktor adalah... a. harga barang impor menjadi tinggi b. industri dalam negeri terlindung dari pesaing asing c. konsumen cenderung mencari barang substitusi yang lebih murah d. masyarakat menerima pendapatan tambahan e. pemerintah menerima pendapatan tambahan 51. Neraca pembayaran memiliki beberapa kegunaan, di antaranya... a. menunjukkan infrastruktur suatu negara b. menjadi indikator kinerja perusahaan c. menjadi indikator pengubah perekonomian negara d. melunasi transaksi ekonomi e. mencerminkan keberhasilan transformasi ekonomi 52. Berikut yang bukan negara dengan perekonomian terbuka adalah... a. kebudayaan b. militer c. teknologi d. finansial e. pendidikan 53. Konsep nilai tukar didasarkan pada... a. konsep transaksi b. konsep nominal dan riil c. konsep ekspor dan impor d. konsep alokasi e. konsep paritas (parity) 54. Predatory dumping adalah dumping yang... a. bersifat menetap b. dilakukan terus c. bersifat kontinu d. menjaga persaingan e. bersifat brutal 9

10 55. Berikut yang bukan kinerja ekspor Indonesia menghadapi beberapa kendala adalah... a. ketersediaan bahan baku yang melimpah b. kandungan impor yang tinggi c. terjadinya ekonomi biaya tinggi d. peningkatan persaingan dengan negara lain e. pergerakan nilai tukar 56. Perdagangan internasional membawa manfaat bagi suatu negara untuk... a. menambah pengeluaran negara b. melindungi industri dalam negeri c. mengurangi konsumsi masyarakat d. memajukan efisiensi dalam ekonomi e. mencukupi investasi asing 57. Berikut ini yang bukan istilah dibursa valas adalah... a. foreign currency b. money changer c. foreign exchange d. foreign exchange reserves e. exchange rate 58. Penentu kurs dalam sistem nilai tukar tetap adalah... a. tingkat permintaan di pasar global b. lembaga otoritas moneter c. tingkat permintaan uang domestik d. jumlah penawaran uang domestik e. pergerakan nilai tukar 59. Berikut yang bukan langkah pemerintah dalam menekan neraca pembayaran untuk mengatasi defisit transaksi adalah... a. mengambil pinjaman dari dalam negeri b. mengambil pinjaman dari luar negeri c. menggunakan cadangan devisa negara d. melunasi hutang pemerintah e. mencetak uang baru 60. Tujuan pembatasan impor oleh suatu negara adalah untuk... a. meningkatkan ketergantungan ekonomi b. menambah defisit neraca pembayaran c. melindungi industri dalam negeri d. memajukan investasi ke luar negeri e. mencukupi permintaan pasar luar negeri 61. Absolute quota merupakan jenis kuota yang... a. ditentukan dengan persetujuan negara lain b. ditentukan dengan persetujuan dua negara c. ditentukan sendiri tanpa persetujuan d. ditentukan oleh banyak negara e. ditentukan dengan persetujuan negara donor 62. Berikut ini yang bukan sistem pengawasan devisa adalah... a. pengawasan dengan sistem nilai tukar tetap b. pengawasan dengan sistem nilai tukar bukti ekspor c. pengawasan dengan deklarasi ekonomi d. pengawasan dengan sistem lelang 10

11 e. pengawasan dengan sistem komando 63. Letter of Credit merupakan perjanjian... a. permintaan kredit dalam kondisi tertentu b. permintaan penjualan dalam kondisi tertentu c. permintaan pembelian dalam kondisi tertentu d. permintaan pembayaran dalam kondisi tertentu e. permintaan pasukan dalam kondisi tertentu 64. Berikut ini yang bukan sistem nilai tukar standar emas adalah... a. kurs mint parity b. kurs titik impor emas c. kurs ekspor emas d. kurs valuta asing yang terjadi e. kurs mengambang II. Selesaikanlah soal-soal berikut ini! 1. Menurut pendapat kalian apa peran masyarakat (individu atau perusahaan) dan pemerintah negara lain pada kegiatan ekonomi dalam negeri dan perdagangan internasional? 2. Jelaskan mengenai berbagai jenis kuota impor yang berlaku dalam perdagangan internasional beserta contohnya! 3. Ekspor memiliki beberapa pengertian, jelaskan! 4. Jelaskan mengenai berbagai bentuk tarif yang berlaku dalam perdagangan internasional beserta contohnya! 5. Jelaskan efek negatif yang ditimbulkan dari diberlakukannya hambatan dalam perdagangan internasional! 6. Dari mana saja devisa suatu negara berasal? 7. Jelaskan mengenai struktur neraca pembayaran! 8. Indonesia sudah beberapa kali mengalami pergantian sistem nilai tukar. Jelaskan sistem-sistem nilai tukar yang pernah digunakan di Indonesia! 9. Strategi apa saja yang dapat diambil Indonesia dalam rangka mengembangkan ekspor nonmigas? 10. Faktor-faktor apa yang mendorong terjadinya perdagangan internasional? 11

Wednesday, November 16, 2011 IPS SMP. S. Efiaty, S.Pd. SMP Negeri 5 Yogyakarta S. Efiaty, S.Pd.

Wednesday, November 16, 2011 IPS SMP. S. Efiaty, S.Pd. SMP Negeri 5 Yogyakarta S. Efiaty, S.Pd. Wednesday, November IPS SMP S. Efiaty, S.Pd SMP Negeri 5 Yogyakarta. Bab VIII Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional Perdagangan internasional adalah proses tukar menukar barang atau jasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Uang mempermudah manusia untuk saling memenuhi kebutuhan hidup dengan cara melakukan

Lebih terperinci

BAB VII Perdagangan Internasional

BAB VII Perdagangan Internasional SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN EKONOMI BAB VII Perdagangan Internasional Dr. KARDOYO, M.Pd. AHMAD NURKHIN, S.Pd. M.Si. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga,

BAB I PENDAHULUAN. iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap negara selalu berbeda bila ditinjau dari sumber daya alamnya, iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga, keadaan struktur

Lebih terperinci

NERACA PEMBAYARAN ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA

NERACA PEMBAYARAN ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA NERACA PEMBAYARAN ANDRI HELMI M, SE., MM. SISTEM EKONOMI INDONESIA III. NERACA PEMBAYARAN PENDAHULUAN REKENING NERACA PEMBAYARAN REKENING TRANSAKSI BERJALAN REKENING MODAL KETIDAKSESUAIAN STATISTIK REKENING

Lebih terperinci

SILABUS. Mengkaji referensi untuk mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja, kesempatan kerja dan pengangguran di perpustakaan

SILABUS. Mengkaji referensi untuk mendeskripsikan angkatan kerja, tenaga kerja, kesempatan kerja dan pengangguran di perpustakaan SILABUS Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 LEBAKWANGI Mata Pelajaran : EKONOMI Kelas / Program : XI / Ilmu Sosial Semester : 1 Standar Kompetensi : 1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan

BAB I PENDAHULUAN. sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kinerja ekonomi Indonesia yang mengesankan dalam 30 tahun terakhir sebelum krisis bukan tanpa hambatan. Indonesia mengalami beberapa kelemahan dan kerentanan

Lebih terperinci

Arus Lingkar Pendapatan dalam Perekonomian

Arus Lingkar Pendapatan dalam Perekonomian Arus Lingkar Pendapatan dalam Perekonomian Putri Irene Kanny Thursday, April 28, 2016 Pokok bahasan pertemuan ke-4 Arus lingkar pendapatan dalam perekonomian tertutup dua sektor Arus lingkar pendapatan

Lebih terperinci

Materi Minggu 6. Lalu Lintas Pembayaran Internasional

Materi Minggu 6. Lalu Lintas Pembayaran Internasional E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 43 Materi Minggu 6 Lalu Lintas Pembayaran Internasional 6.1. Gambaran Umum Lalu Lintas Pembayaran Internasional Transaksi-transaksi pembayaran antar daerah tidak

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perekonomian secara umum.

BAB 1 PENDAHULUAN. salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perekonomian secara umum. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai perekonomian terbuka kecil, perkembangan nilai tukar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perekonomian secara umum. Pengaruh nilai tukar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, seperti Indonesia serta dalam era globalisasi sekarang ini, suatu negara tidak terlepas dari kegiatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seberapa besar kontribusi perdagangan internasional yang telah dilakukan bangsa

BAB I PENDAHULUAN. seberapa besar kontribusi perdagangan internasional yang telah dilakukan bangsa BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perekonomian global yang terjadi saat ini sebenarnya merupakan perkembangan dari proses perdagangan internasional. Indonesia yang ikut serta dalam Perdagangan internasional

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Perdagangan Internasional Komposisi dan arah pandangan antara beberapa negara serta bagaimana pengaruhnya terhadap perekonomian

Lebih terperinci

Materi 3 NERACA PEMBAYARAN. 1

Materi 3 NERACA PEMBAYARAN.  1 Materi 3 NERACA PEMBAYARAN http://www.deden08m.com 1 PENDAHULUAN (1) Berita di media masa tentang neraca pembayaran (BOP): fenomena Cina sebagai kekuatan ekonomi dunia yang baru. Ada tiga alasan mempelajari

Lebih terperinci

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI

MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI MATERI PERDAGANGAN LUAR NEGERI A. Definisi Pengertian perdagangan internasional merupakan hubungan kegiatan ekonomi antarnegara yang diwujudkan dengan adanya proses pertukaran barang atau jasa atas dasar

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS Pengertian Perdagangan Internasional

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS Pengertian Perdagangan Internasional BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Perdagangan Internasional Menurut Boediono (2005:10) perdagangan diartika n sebagai proses tukar menukar yang didasarkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Makroekonomi Makroekonomi adalah teori dasar kedua dalam ilmu ekonomi, setelah mikroekonomi. Teori mikroekonomi menganalisis mengenai kegiatan di dalam perekonomian dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan tersebut sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut setiap manusia tidak dapat

Lebih terperinci

I.PENDAHULUAN. antar negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan

I.PENDAHULUAN. antar negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nilai tukar atau kurs merupakan indikator ekonomi yang sangat penting karena pergerakan nilai tukar berpengaruh luas terhadap aspek perekonomian suatu negara. Saat

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi,

BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi, BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA 4.1 Perkembangan Laju Inflasi di Indonesia Tingkat inflasi merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara selain faktor-faktor lainnya seperti

Lebih terperinci

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; Kamus Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris

Lebih terperinci

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia

Kamus Pasar Modal Indonesia. Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal Indonesia Kamus Pasar Modal A Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2

Lebih terperinci

I.PENDAHULUAN. Meningkatnya peran perdagangan internasional dibandingkan dengan. perdagangan domestik merupakan salah satu ciri yang menandai semakin

I.PENDAHULUAN. Meningkatnya peran perdagangan internasional dibandingkan dengan. perdagangan domestik merupakan salah satu ciri yang menandai semakin I.PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Meningkatnya peran perdagangan internasional dibandingkan dengan perdagangan domestik merupakan salah satu ciri yang menandai semakin berkembangnya globalisasi,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. negara atau lintas negara yang mencakup ekspor dan impor. Tambunan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. negara atau lintas negara yang mencakup ekspor dan impor. Tambunan BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional dapat didefinisikan sebagai perdagangan antar negara atau lintas negara yang mencakup ekspor dan

Lebih terperinci

Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark. NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11

Please purchase PDFcamp Printer on  to remove this watermark. NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11 NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11 HAKEKAT TRANSAKSI VALUTA ASING Pasar valuta asing Pasar valuta asing (foreign exchange market / forex) atau disingkat valas merupakan suatu jenis perdagangan atau

Lebih terperinci

68. Mata Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)

68. Mata Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) 68. Mata Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan tuntutan masyarakat di era global serta

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Teori Perdagangan Internasional Ilmu ekonomi internasional mempelajari alokasi sumber daya yang langka guna memenuhi kebutuhan

Lebih terperinci

15. Mata Pelajaran Ekonomi Untuk Paket C Program IPS

15. Mata Pelajaran Ekonomi Untuk Paket C Program IPS 15. Mata Pelajaran Ekonomi Untuk Paket C Program IPS A. Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan tuntutan perubahan pada aspek kehidupan manusia termasuk aspek ekonomi,

Lebih terperinci

BAB I. KONDISI KETENAGAKERJAAN dan DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI. Uji Kompetensi

BAB I. KONDISI KETENAGAKERJAAN dan DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI. Uji Kompetensi BAB I KONDISI KETENAGAKERJAAN dan DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Bila di dalam suatu masyarakat tersedia sejumlah pekerjaan yang cukup, sehingga orang-orang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejak diberlakukannya sistem nilai tukar mengambang penuh/ bebas

BAB I PENDAHULUAN. Sejak diberlakukannya sistem nilai tukar mengambang penuh/ bebas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Sejak diberlakukannya sistem nilai tukar mengambang penuh/ bebas (freely floating system) yang dimulai sejak Agustus 1997, posisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang

Lebih terperinci

Jenis Arus dana Pembangunan. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

Jenis Arus dana Pembangunan. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Jenis Arus dana Pembangunan Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM Neraca Arus Dana (NAD) adalah sistem data finansial yang secara lengkap menggambarkan penggunaan tabungan dan sumber dana lainnya untuk membiayai

Lebih terperinci

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat, berilah tanda (X)

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat, berilah tanda (X) PAKET B Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat, berilah tanda (X) 1. Fungsi Permintaan Qd = -5P + 1700 harga maksimal terjadi pada harga... A. 8500 B. 1700 C. 340 D. 300 E. 5 2. Negara B memiliki

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini akan dibahas mengenai teori yang mendasari penelitian ini dan juga studi yang dilakukan oleh peneliti-peneliti lain yang terkait dengan penelitian ini. Teori ini

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Kurs (Nilai Tukar) a. Pengertian Kurs Beberapa pengertian kurs di kemukakan beberapa tokoh antara lain, menurut Krugman (1999) kurs atau exchange rate adalah

Lebih terperinci

ANALISIS PERBANDINGAN KD-KD KURIKULUM 2006 DENGAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN EKONOMI

ANALISIS PERBANDINGAN KD-KD KURIKULUM 2006 DENGAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN EKONOMI AALISIS PERBADIGA KD-KD KURIKULUM 2006 DEGA KURIKULUM MATA PELAJARA EKOOMI O PERMEDIKAS 2006 PERMEDIKBUD PEJELASA KD KETERAGA KD (KI-3) KD (KI-4) KETERAGA 1 4.1 Mendeskripsikan 3.1 Mendeskripsikan konsep

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah : Mata Pelajaran : Ekonomi Kelas/Program : XI Semester : 1 Standar : 1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dampaknya. Alokasi Waktu : 20 x 45 Dasar 1.1 Mengklasifikasi ketenagakerjaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan

BAB I PENDAHULUAN. berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Era perdagangan bebas saat ini telah meningkatkan interaksi antara Negara berbagai bidang, termasuk di dalam perdagangan internasional. Pemenuhan kebutuhan

Lebih terperinci

Kamus Istilah Pasar Modal

Kamus Istilah Pasar Modal Sumber : www.bapepam.go.id Kamus Istilah Pasar Modal Afiliasi 1 hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; 2 hubungan antara Pihak dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internasional tidak bisa lepas dari hal-hal yang sedang dan akan berlangsung di

BAB I PENDAHULUAN. internasional tidak bisa lepas dari hal-hal yang sedang dan akan berlangsung di BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, keadaan dan perkembangan perdagangan luar negeri serta neraca pembayaran internasional tidak

Lebih terperinci

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode

SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode SEJARAH BANK INDONESIA : MONETER Periode 1983-1997 Cakupan : Halaman 1. Sekilas Sejarah Bank Indonesia di Bidang Moneter Periode 1983-2 1997 2. Arah Kebijakan 1983-1997 5 3. Langkah-Langkah Strategis 1983-1997

Lebih terperinci

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Oleh : Dr. Chairul Anam, SE

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Oleh : Dr. Chairul Anam, SE SISTEM MONETER INTERNASIONAL Oleh : Dr. Chairul Anam, SE PENGERTIAN KURS VALAS VALUTA ASING (FOREX) Valas atau Forex (Foreign Currency) adalah mata uang asing atau alat pembayaran lainnya yang digunakan

Lebih terperinci

Kebutuhan manusia Pengertian kebutuhan Macam-macam kebutuhan

Kebutuhan manusia Pengertian kebutuhan Macam-macam kebutuhan 1. Mengidentifikasi manusia Karakteristik OSN Ekonomi menurut jenjang Tingkat Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Tingkat Nasional Kebutuhan manusia Pengertian Macam-macam 1. Mengidentifikasi manusia Kebutuhan

Lebih terperinci

Investasi. Filosofi Investasi. Menunda/mengurangi konsumsi hari ini untuk mendapatkan keuntungan di masa datang

Investasi. Filosofi Investasi. Menunda/mengurangi konsumsi hari ini untuk mendapatkan keuntungan di masa datang Investasi Filosofi Investasi Menunda/mengurangi konsumsi hari ini untuk mendapatkan keuntungan di masa datang Macam Investasi Investasi Aktiva Berwujud Aktiva Finansial Investasi di Aktiva Berwujud Tanah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia

BAB I PENDAHULUAN. proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki era globalisasi, perekonomian dunia memberikan peluang yang besar bagi berbagai negara untuk saling melakukan hubunga antarnegara, salah satunya dibidang ekomomi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian di Indonesia. Fluktuasi kurs rupiah yang. faktor non ekonomi. Banyak kalangan maupun Bank Indonesia sendiri yang

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian di Indonesia. Fluktuasi kurs rupiah yang. faktor non ekonomi. Banyak kalangan maupun Bank Indonesia sendiri yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada saat krisis keuangan global beberapa tahun belakan ini kurs, inflasi, suku bunga dan jumlah uang beredar seolah tidak lepas dari masalah perekonomian di Indonesia.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak perekonomian nasional. Perdagangan internasional dapat

BAB I PENDAHULUAN. motor penggerak perekonomian nasional. Perdagangan internasional dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perdagangan internasional mempunyai peranan sangat penting sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Perdagangan internasional dapat didefinisikan sebagai

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Produk Domestik Bruto Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu negara sebagai ukuran utama bagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perdagangan internasional berawal dari adanya perbedaan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perdagangan internasional berawal dari adanya perbedaan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan perdagangan internasional berawal dari adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki setiap negara dan keterbukaan untuk melakukan hubungan internasional

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi : 1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Standar Kompetensi : 1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMA. Mata Pelajaran : Ekonomi Kelas / Semester : XI (sebelas) / 1 Standar Kompetensi : 1. Memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang. Oleh. masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang. Oleh. masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang. Oleh karena itu Indonesia harus giat melaksanakan pembangunan disegala bidang. Tujuan utama pembangunan adalah tercapainya

Lebih terperinci

SILABUS OLIMPIADE EKONOMI. : 120 menit tingkat kabupaten/kota dan provinsi. 150 menit tingkat nasional

SILABUS OLIMPIADE EKONOMI. : 120 menit tingkat kabupaten/kota dan provinsi. 150 menit tingkat nasional SILABUS OLIMPIADE EKONOMI Bidang studi Jenjang Alokasi waktu : Ekonomi : SMA/MA : 120 menit tingkat kabupaten/kota dan provinsi 150 menit tingkat nasional Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran 1. Mengidentifikasi

Lebih terperinci

Keseimbangan Ekonomi Empat Sektor. Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM

Keseimbangan Ekonomi Empat Sektor. Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM Keseimbangan Ekonomi Empat Sektor Oleh: Ruly Wiliandri, SE., MM Perekonomian empat sektor adalah perekonomian yg terdiri dari sektor RT, Perusahaan, pemerintah dan sektor LN. Perekonomian empat sektor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kompleksitas sistem pembayaran dalam perdagangan internasional semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang berkembang akhir-akhir ini.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap Negara tentunya membutuhkan negara lain untuk memenuhi

BAB I PENDAHULUAN. Setiap Negara tentunya membutuhkan negara lain untuk memenuhi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap Negara tentunya membutuhkan negara lain untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat negaranya. Kondisi saling membutuhkan ini dikarenakan negara-negara

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang menganut sistem perekonomian terbuka, hal ini ditunjukkan dengan hubungan multilateral dengan beberapa negara lain di dunia. Realisasi dari

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA. Seasoned equity offerings (SEO) merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA. Seasoned equity offerings (SEO) merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESA 2.1 Seasoned Equity Offerings (SEO) Seasoned equity offerings (SEO) merupakan penawaran saham tambahan yang dilakukan perusahaan yang listed di pasar modal,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan. Karena adanya kebutuhan ini, maka

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS. bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan. Karena adanya kebutuhan ini, maka BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori Permintaan Menurut Sugiarto (2002), pengertian permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang atau jasa yang diminta

Lebih terperinci

KEBIJAKAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

KEBIJAKAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL KEBIJAKAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL Rikky Herdiyansyah SP., MSc Pengertian Kebijakan Ek. Internasional Tindakan/ kebijakan ekonomi pemerintah, yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi

Lebih terperinci

LKS PERDAGANGAN INTERNASIONAL VERSI MS. WORD

LKS PERDAGANGAN INTERNASIONAL VERSI MS. WORD LKS PERDAGANGAN INTERNASIONAL- 2016 - VERSI MS. WORD ID Questions Question Image 1 Jika dipersiapkan dengan baik, perdagangan internasional bisa berdampak positip. Berikut ini yang merupakan dampak positip/manfaat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dihasilkannya (Hariyani dan Serfianto, 2010 : 1). Menurut Tri Wibowo dan

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dihasilkannya (Hariyani dan Serfianto, 2010 : 1). Menurut Tri Wibowo dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi perdagangan saat ini, kemajuan suatu negara tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan negara tersebut melakukan ekspor barang dan jasa yang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. terlepas dari kegiatan ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi internasional

I. PENDAHULUAN. terlepas dari kegiatan ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi internasional I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara penganut sistem perekonomian terbuka yang tidak terlepas dari kegiatan ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi internasional yang dilakukan oleh

Lebih terperinci

Materi 2 Pengertian dan Instrumen Pasar Modal. Prof. Dr. DEDEN MULYANA, SE. M.Si.

Materi 2 Pengertian dan Instrumen Pasar Modal. Prof. Dr. DEDEN MULYANA, SE. M.Si. Materi 2 Pengertian dan Instrumen Pasar Modal Prof. Dr. DEDEN MULYANA, SE. M.Si. 2-1 PENGERTIAN & INSTRUMEN PASAR MODAL PENGERTIAN PASAR MODAL - Pasar Perdana - Pasar Sekunder INSTRUMEN PASAR MODAL - Saham

Lebih terperinci

MODUL MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR PERDAGANGAN INTERNASIONAL. Untuk Siswa Kelas XII IPS SMA / MA

MODUL MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR PERDAGANGAN INTERNASIONAL. Untuk Siswa Kelas XII IPS SMA / MA Tiara, S.Pd MODUL MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR PERDAGANGAN INTERNASIONAL Untuk Siswa Kelas XII IPS SMA / MA intentionally left blank MODUL MATA PELAJARAN EKONOMI KOMPETENSI DASAR PERDAGANGAN

Lebih terperinci

Materi Minggu 5. Kebijakan Ekonomi & Perdagangan Internasional Pengertian, Instrumen dan Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional

Materi Minggu 5. Kebijakan Ekonomi & Perdagangan Internasional Pengertian, Instrumen dan Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional E k o n o m i I n t e r n a s i o n a l 35 Materi Minggu 5 Kebijakan Ekonomi & Perdagangan Internasional 5.1. Pengertian, Instrumen dan Tujuan Kebijakan Ekonomi Internasional Kebijakan ekonomi internasional

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun. Bentuk instrumen di pasar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun. Bentuk instrumen di pasar BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pasar Modal 2.1.1 Pengertian Pasar Modal Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut di banding dengan mata uang negara lain. Semakin tinggi nilai tukar mata

BAB I PENDAHULUAN. tersebut di banding dengan mata uang negara lain. Semakin tinggi nilai tukar mata BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu indikator yang menunjukan bahwa perekonomian sebuah negara lebih baik dari negara lain adalah melihat nilai tukar atau kurs mata uang negara tersebut

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN EKONOMI

SILABUS MATA PELAJARAN EKONOMI SILABUS MATA PELAJARAN EKONOMI KURIKULUM SMA NEGERI 3 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012 DINAS PENDIDIKAN KOTA MEDAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 MEDAN Jl. Budi Kemasyarakatan No. 3, Kel. Pulo Brayan Kota,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Aktivitas dalam perdagangan internasional seperti ekspor dan impor sangat

BAB I PENDAHULUAN. Aktivitas dalam perdagangan internasional seperti ekspor dan impor sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Aktivitas dalam perdagangan internasional seperti ekspor dan impor sangat diperlukan terutama untuk negara-negara yang memiliki bentuk perekonomian terbuka.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pasar modal dan industri sekuritas menjadi tolak ukur

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan pasar modal dan industri sekuritas menjadi tolak ukur BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pasar modal dan industri sekuritas menjadi tolak ukur perkembangan perekonomian di sebuah negara. Pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian

Lebih terperinci

Tabel 1 Neraca Pembayaran Indonesia: Ringkasan

Tabel 1 Neraca Pembayaran Indonesia: Ringkasan Tabel 1 Neraca Pembayaran Indonesia: Ringkasan I. Transaksi Berjalan I. Transaksi Berjalan A. Barang 1) A. Barang 1) - Ekspor - Ekspor 1. Nonmigas 1. Barang Dagangan Umum a. Ekspor - Ekspor b. Impor 2.

Lebih terperinci

Transaksi NPI terdiri dari transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial.

Transaksi NPI terdiri dari transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial. BY : DIANA MA RIFAH Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) merupakan statistik yang mencatat transaksi ekonomi antara penduduk Indonesia dengan bukan penduduk pada suatu periode tertentu (biasanya satu tahun).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pada tahun 1997 kondisi perekonomian Indonesia mengalami krisis yang

I. PENDAHULUAN. Pada tahun 1997 kondisi perekonomian Indonesia mengalami krisis yang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tahun 1997 kondisi perekonomian Indonesia mengalami krisis yang hebat, yang berdampak pada semua aktivitas bisnis di sektor riil. Selama dua tiga tahun terakhir

Lebih terperinci

III KERANGKA PEMIKIRAN

III KERANGKA PEMIKIRAN III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Teori Permintaan Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen selama periode tertentu (Pappas & Hirschey

Lebih terperinci

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG

KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG KONSEP PURCHASING POWER PARITY DALAM PENENTUAN KURS MATA UANG Yovita Vivianty Indriadewi Atmadjaja Dosen Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi ABSTRAKSI Salah satu konsep

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. ketentuan yang berlaku (Rinaldy, 2000: 77). Dalam aktivitas ekspor ada beberapa tahapan - tahapan yang

BAB II LANDASAN TEORI. ketentuan yang berlaku (Rinaldy, 2000: 77). Dalam aktivitas ekspor ada beberapa tahapan - tahapan yang BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Ekspor Ekspor adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam keluar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku (Rinaldy, 2000: 77). Dalam aktivitas

Lebih terperinci

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN. Pelaku Kegiatan Ekonomi (Konsumen dan Produsen)

KISI-KISI PENULISAN SOAL USBN. Pelaku Kegiatan Ekonomi (Konsumen dan Produsen) Jenis Sekolah : SMA Mata Pelajaran : Ekonomi Kurikulum : 2013 Alokasi Waktu : 120 menit Jumlah Soal : : 35 Essay : 5 KISI-KISI PENULISAN USBN 1. Memahami dan menguasai biaya peluang Biaya Peluang Disajikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dan liberalisasi perdagangan barang dan jasa semakin tinggi intensitasnya sehingga

BAB 1 PENDAHULUAN. dan liberalisasi perdagangan barang dan jasa semakin tinggi intensitasnya sehingga BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perekonomian dalam perdagangan internasional tidak lepas dari negara yang menganut sistem perekonomian terbuka. Apalagi adanya keterbukaan dan liberalisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. banyak diminati oleh para investor karena saham tersebut sangat liquid. Sahamsaham

BAB I PENDAHULUAN. banyak diminati oleh para investor karena saham tersebut sangat liquid. Sahamsaham 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pasar modal di Indonesia, ada beberapa kelompok saham yang paling banyak diminati oleh para investor karena saham tersebut sangat liquid. Sahamsaham tersebut

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. dapat meningkatkan perekonomian di negaranya masing-masing, dimana bagi

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. dapat meningkatkan perekonomian di negaranya masing-masing, dimana bagi BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsepsi 2.1.1 Teori Perdagangan Internasional Perdagangan internasional adalah proses jual beli baik berupa barang maupun jasa yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Cadangan devisa merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. Cadangan devisa merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Cadangan devisa merupakan salah satu indikator yang sangat penting untuk menunjukan kuat atau lemahnya fundamental perekonomian suatu negara. Selain itu,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang paling umum adalah berupa perdagangan atau transaksi barang.

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi yang paling umum adalah berupa perdagangan atau transaksi barang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hubungan ekonomi antarbangsa dan lintas wilayah negara sudah berlangsung selama berabad-abad. Di masa lampau, bentuk hubungan ekonomi yang paling umum adalah

Lebih terperinci

TABEL 1 NERACA PEMBAYARAN INDONESIA RINGKASAN (Juta USD)

TABEL 1 NERACA PEMBAYARAN INDONESIA RINGKASAN (Juta USD) TABEL 1 INGKASAN UAIAN I. Transaksi Berjalan -3,192-8,149-5,265-7,812-24,418-5,905-9,998-8,529-4,018-28,450 A. Barang 1 3,810 818 3,190 801 8,618 1,628-517 145 4,894 6,149 - Ekspor 48,353 47,538 45,549

Lebih terperinci

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK 2.1 Rupiah Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia (kodenya adalah IDR). Nama ini diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut Indonesia menggunakan

Lebih terperinci

PAKET A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat beri tanda (X)

PAKET A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat beri tanda (X) PAKET A Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat beri tanda (X) 1. Pemerintah akan memberlakukan peraturan untuk penggunaan BBM dengan ketentuan kendaraan bermotor yang dikeluarkan tahun 2005 keatas

Lebih terperinci

SMA JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN XI (SEBELAS) EKONOMI PERDAGANGAN INTERNASIONAL

SMA JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN XI (SEBELAS) EKONOMI PERDAGANGAN INTERNASIONAL JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN SMA XI (SEBELAS) EKONOMI PERDAGANGAN INTERNASIONAL A. Perdagangan Internasional Perdagangan intetnasional adalah peraagangan yang dilakukan antara negara yang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN TRIWULAN PEREKONOMIAN INDONESIA Keberlanjutan ditengah gejolak. Juni 2010

PERKEMBANGAN TRIWULAN PEREKONOMIAN INDONESIA Keberlanjutan ditengah gejolak. Juni 2010 PERKEMBANGAN TRIWULAN PEREKONOMIAN INDONESIA Keberlanjutan ditengah gejolak Juni 2010 viii Ringkasan Eksekutif: Keberlanjutan di tengah gejolak Indonesia terus memantapkan kinerja ekonominya yang kuat,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diakibatkan oleh adanya currency turmoil, yang melanda Thailand dan menyebar

BAB I PENDAHULUAN. diakibatkan oleh adanya currency turmoil, yang melanda Thailand dan menyebar 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Tinggi rendahnya nilai mata uang ditentukan oleh besar kecilnya jumlah penawaran dan permintaan terhadap mata uang tersebut (Hadiwinata, 2004:163). Kurs

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Aricha (2013), perdagangan internasional adalah perdagangan yang

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Menurut Aricha (2013), perdagangan internasional adalah perdagangan yang BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Perdagangan Internasional Menurut Aricha (2013), perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangannya, pasar modal di Indonesia pada saat ini masih

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangannya, pasar modal di Indonesia pada saat ini masih BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangannya, pasar modal di Indonesia pada saat ini masih terbilang baru, apabila dibandingkan dengan pasar modal yang ada di negara yang sudah maju. Pemodal

Lebih terperinci

ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran

ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran 1 ANALISA TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran Tim Penulis Laporan Triwulanan, Bank Indonesia I.1

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 18/8/PBI/2016 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/17/PBI/2013 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI KEPADA BANK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Amerika Serikat. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena

BAB I PENDAHULUAN. Amerika Serikat. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena 1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar belakang masalah Pada tahun 2008 terjadi krisis global dan berlanjut pada krisis nilai tukar. Krisis ekonomi 2008 disebabkan karena adanya resesi ekonomi yang melanda Amerika

Lebih terperinci

BAB IV. Analisis Hasil dan Pembahasan

BAB IV. Analisis Hasil dan Pembahasan BAB IV Analisis Hasil dan Pembahasan A. Penyajian dan Analisis Data Pada bagian ini, penulis akan melakukan analisa atas perlakuan selisih kurs serta pengungkapannya menurut Pedoman Akuntansi Keuangan

Lebih terperinci

BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN BAB 35 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Sejak pertengahan tahun 2006, kondisi ekonomi membaik dari ketidakstabilan ekonomi tahun 2005 dan penyesuaian kebijakan fiskal dan moneter yang

Lebih terperinci

1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah

1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah 1. Penyebab permasalahan pokok ekonomi tentang banyaknya barang dan jasa yang harus diproduksi adalah.. A. Hasil pertanian dari desa banyak dikonsumsi oleh masyarakat perkotaan B. Penggunaan bahan baku

Lebih terperinci

Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia

Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia Andri Helmi M, SE., MM Sistem Ekonomi Indonesia Pemerintah bertugas menjaga stabilitas ekonomi, politik, dan sosial budaya kesejahteraan seluruh masyarakat. Siapa itu pemerintah? Bagaimana stabilitas di

Lebih terperinci

Pengaruh utang luar negeri dan defisit anggaran terhadap kondisi makro ekonomi OLEH: Siti Hanifah NIM.F BAB I PENDAHULUAN

Pengaruh utang luar negeri dan defisit anggaran terhadap kondisi makro ekonomi OLEH: Siti Hanifah NIM.F BAB I PENDAHULUAN Pengaruh utang luar negeri dan defisit anggaran terhadap kondisi makro ekonomi OLEH: Siti Hanifah NIM.F 0102058 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam menyelenggarakan pemerintahan, suatu negara memerlukan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan

I. PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan perekonomian dunia. Hal ini terjadi setelah dianutnya sistem perekonomian terbuka yang dalam aktivitasnya

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 36 / PBI / 2005 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 36 / PBI / 2005 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7 / 36 / PBI / 2005 TENTANG TRANSAKSI SWAP LINDUNG NILAI GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Bank Indonesia mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan

Lebih terperinci