UNGKAPAN VISUAL RANGKAIAN TUMBUH DALAM WUJUD MEDIUM SENI RUPA BERBASIS RUANG DAN WAKTU

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "UNGKAPAN VISUAL RANGKAIAN TUMBUH DALAM WUJUD MEDIUM SENI RUPA BERBASIS RUANG DAN WAKTU"

Transkripsi

1 LAPORAN PENELITIAN UNGKAPAN VISUAL RANGKAIAN TUMBUH DALAM WUJUD MEDIUM SENI RUPA BERBASIS RUANG DAN WAKTU Diajukan kepada : Badan Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Widyatama OLEH : WAHDIAMAN, S.Sn. PROGRAM STUDI DESAIN GRAFIS FAKULTAS DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS WIDYATAMA BANDUNG, FEBRUARI 2009

2 LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR UNGKAPAN VISUAL RANGKAIAN TUMBUH DALAM WUJUD MEDIUM SENI RUPA BERBASIS RUANG DAN WAKTU LAPORAN PENELITIAN OLEH : Wahdiaman, S.Sn. NIK: Bandung, Februari 2009 Diketahui Oleh : Indarsjah Tirtawidjaja, Drs. Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama NIP : Rafael G. Aida Widjaja, S.E.,M.Si. Kepala Bagian PPM Universitas Widyatama NIK : Diterima di Perpustakaan Universitas Widyatama oleh : Lia Amaliawati, S.E.,M.Si. Kepala Unit Pelayanan Teknik Perpustakaan

3 DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR I. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. 1.2 Perumusan dan Pembatasan Masalah Perumusan Masalah Pembatasan Masalah. 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Maksud Penelitian Tujuan Umum Penelitian Tujuan Khusus Penelitian. 1.4 Manfaat Penelitian 1.5 Hipotesis Ruang Lingkup Pembahasan 1.7 Sistematika Penyusunan Laporan II. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Komunikasi. 2.2 Teori Seni. 2.3 Teori Fotografi. 2.4 Teori Multimedia. 2.5 Teori Animasi Teori Biologi

4 III. IV. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Lokasi Penelitian Metode Penelitian Lokasi Penelitian Variabel Penelitian Teknik Pengambilan Sampel Teknik Pengumpulan Data Teknik (Metode) Analisis Data BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan, Pengolahan, Dan Interpretasi Data Pengumpulan Data Pengolahan Data Interpretasi Data Analisa Data V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA 43 LAMPIRAN.. 44

5 ABSTRAK Karya seni adalah sebuah kemungkinan-kemungkinan tentang representasi makna. Seni dilahirkan dari situasi estetik yang dialami dalam keseharian. Dalam persinggungan dengan keseharian yang berulang-ulang dapat mengasah intuisi seorang seniman atau desainer. Penulis mengalami persoalan yang demikian dalam rentang sekian waktu, hingga terdorong untuk merepresentasikan sebuah gagasan tentang yang ditemukannya dalam realitas. Upaya representasi ini didasari kompetensi individual penulis. Keseharian yang ditemui adalah sebuah proses alam tumbuhnya tanaman. Penulis menangkap sebuah pemikiran tentang proses alami itu. Penulis ingin mengembangkan gagasan ini melalui berbagai medium dan format ungkapan seni rupa seperti photography, komputer, beserta elemen-elemennya. Dengan teknologi kamera fotografi telah memungkinkan manusia untuk merekam sebuah peristiwa yang merupakan gambaran realitas yang terjadi. Melalui teknologi fotografi dan komputer untuk pengolahan lebih lanjut, penulis bermaksud untuk membuat sebuah representasi visual yang menggambarkan sebuah proses tumbuh tanaman. Penggabungan dua medium tersebut dengan tujuan untuk memperoleh representasi visual yang ideal dan menunjang konsep penciptaan karya. Rencana wujud akhir dari karya visual ini adalah sebuah film/ movie atau gambar bergerak (animasi) yang memperlihatkan proses tumbuh tanaman. Pengambilan gambar diam dengan menggunakan kamera fotografi menjadi sekuens, yang merekam tahap-tahap tumbuh tanaman. Hasil perekaman tersebut menjadi bahan untuk diolah dengan media komputer untuk menghasilkan gambar bergerak. Kata kunci : sekuens, fotografi, multimedia, animasi, editing

6 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Mahaesa, Allah SWT, bahwasannya penulis telah dapat menyelesaikan penulisan laporan penelitian ini. Laporan penelitian ini merupakan hasil dari kegiatan penelitian yang dilaksanakan dalam Tahun Akademik pada Program Studi Desain Grafis, Fakultas Desain Komunikasi Visual, Universitas Widyatama, Bandung. Kesadaran akan perlunya membudayakan kegiatan penelitian pada perguruan tinggi, menjadi alasan penulis untuk melaksanakan penelitian dengan judul Ungkapan Visual Rangkaian Tumbuh Dalam Wujud Medium Seni Rupa Berbasis Ruang Dan Waktu. Di samping tentunya sebagai sebuah reaksi atas situasi lingkungan yang telah memberi dorongan untuk membuat penelitian. Penelitian ini merupakan upaya untuk membuat sebuah representasi visual yang merupakan bidang kompetensi penulis. Serangkaian eksperimen dan survey lapangan penulis lakukan guna mendapatkan hasil yang optimal. Penulis juga melakukan studi literatur dari berbagai sumber seperti buku, majalah, surat kabar, dan internet, untuk lebih memperkuat sisi teoritisnya. Buku sebagai sumber informasi yang diakui secara keilmuan, internet sebagai sumber informasi yang memiliki daya jelajah lebih luas. Dengan keberadaan laporan penelitian ini, walaupun tidak sempurna, semoga dapat melengkapi khazanah pengetahuan tentang seni rupa khususnya desain komunikasi visual. Dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran bagi yang memiliki minat dalam bidang ini, sebagai titik awal keberangkatan menjelajahi sumber-sumber yang lebih otentik, sebagai pemicu rasa penasaran untuk kemudian menggali lebih dalam. Akhir kata, penulis dengan berbesar hati akan menerima masukan dan saran guna menyempurnakan laporan penelitian ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Bandung, Februari 2009 Penulis

7 UCAPAN TERIMA KASIH Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan oleh mereka sehingga kegiatan penelitian dan penulisan laporan ini dapat terlaksana. Tanpa bantuan mereka penulis tidak akan dapat menyelesaikan penelitian ini. Terima kasih kepada : 1. Bapak Indarsjah Tirtawidjaja, Drs. selaku Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama. 2. Bapak Rudy Farid, Drs. selaku Wakil Dekan Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama. 3. Bapak Budiman, Drs. selaku Ketua Program Studi Desain Grafis Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama. 4. Bapak Tubagus Zufri, M.Ds. selaku Ketua Program Studi Desain Multimedia Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama. 5. Bapak Arus Reka Prasetia, S.E. selaku Sekretaris Program Studi Desain Grafis dan Desain Multimedia Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Widyatama. 6. Ibu Rafael G. Aida Widjaya, S.E. selaku Kepala Bagian PPM Universitas Widyatama yang telah mendukung penelitian ini. 7. Ibu Yachmi Yulvina, S.H. selaku Staf Administrasi PPM Universitas Widyatama yang telah memperlancar administrasi. 8. Bapak H. Oyo dan keluarga, yang telah memberikan izin menggunakan tempatnya untuk melakukan eksperimen. 9. Bapak Gumbira Widjaja, yang telah memberi banyak masukan mengenai tata cara bercocok tanam. 10. Ibu Tjutju Widjaja, S.Sn. yang telah memfasilitasi alat untuk perekaman gambar. 11. Bapak Rudiwan, S.H. yang telah memberikan banyak sekali masukan dan bantuan dalam proses editing. 12. Bapak Edi Purwantoro, Drs. yang telah memberikan banyak masukan dan kontribusi sumber pustaka acuan.

8 13. Sdr. Novri Israr, yang telah membantu proses perekaman gambar. 14. Sdr. Bey Marga, yang telah memberikan masukan dan membantu dalam proses editing. 15. Sdr. Dicky Miftah P. yang telah memberikan bantuan peralatannya. 16. Sdr. Oky Faisal G. yang telah memberikan masukan dalam proses editing. 17. Ibu Oyoh, yang telah membantu merawat tanaman dengan telaten. 18. Rekan-rekan sejawat yang telah memberikan banyak masukan. 19. Ibu Tika Vitalia, yang telah memberikan banyak masukan, dukungan moril dan materil, serta inspirasinya. Serta kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, semoga Tuhan Yang Mahaesa, Allah SWT, membalas kebaikannya.

9 DAFTAR TABEL Tabel Jadwal Penelitian.. 29

10 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 33 Gambar 2 34

11 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seorang desainer atau seniman berangkat dari pemahaman tentang konsep yang terbaca dari pengalaman kedekatannya dengan lingkungan untuk menuangkan gagasannya. Gagasan atau imajinasi merupakan alam kesadaran dari seseorang untuk membayangkan sebuah tempat yang didiami oleh kesamaan-kesamaan yang merupakan kumpulan imaji, untuk kemudian mengalirkan sejumlah gagasan untuk berkarya. Gagasan dari seorang pencipta karya visual dituntut untuk memiliki muatan tidak hanya yang berasal dari citra diri, ekspresi diri maupun sekedar tuntutan komersial, namun mampu membuka ruang demi terciptanya kultur kehidupan yang lebih baik. Muatan-muatan yang ada dalam realitas manusia inilah yang diharapkan tergambar dalam karya-karya visual. Pemikiran dalam seni adalah untuk menghasilkan suatu karya yang mengandung muatan simbolik, metaforik, pengekspresian diri, serta mempunyai kesan dan pesan tertentu. Hal tersebut merupakan gambaran-gambaran tentang realitas dan penerjemahan apa yang dilihat di dunia dalam bentuk karya visual. Hubungan antara manusia dengan kehidupan dan lingkungannya serta keberadaan manusia itu sendirilah yang diasosiasikan seni sebagai karya manusia yang bermuatan dunia. Pola hubungan yang dekat, permainan rasa, intuisi dan eksekusi visual menempatkan karya seni mempunyai keragaman daya-daya dan kapasitas serta kemungkinan-kemungkinan yang dimiliki manusia untuk mengungkapkannya secara simbolik. Seni dikatakan sebagai ungkapan yang bersifat simbolik, karena gejala dan unsur kehadirannya mempunyai petunjuk pada konsep-konsep yang dihidupi oleh komunitas maupun masyarakat tertentu. Hal demikianlah yang membuat sebuah karya seni berpijak pada kekuatan konsep dari simbolisasi secara

12 fenomenologis dan mengakibatkan sebuah karya seni harus mampu mengantarkan orang atau penikmat ke suatu kumpulan makna. Muatan yang biasanya bernilai pada kebenaran, kejujuran, adi luhung, dan seterusnya dianggap memberikan nilai batas pada karya visual. Nilai kesadaran yang seolah-olah ada kekuatan yang mengatasi (transendental) menggerakkan muatan-muatan memiliki benang merah dari semua aktivitas berkaryanya, yaitu hasrat atau keinginan manusia. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa setiap manusia mempunyai pijakan pada hasrat dengan syarat. Dengan demikian, maka setiap karya visual menjadi alat untuk mengatasnamakan seni demi mengejar hasrat manusia. Segala macam keharusan atau ketetapan yang sering muncul pada tuntutan karya visual menimbulkan representasi pada karakteristik visual. Hal inilah yang disebut Derrida sebagai keterbatasan dalam berkarya seni. Padahal batas dapat direpresentasikan sebagai akhir yang memulai sesuatu atau sebaliknya sebagai totalitas. Dengan pengenalan batas pula, maka sebenarnya kita senantiasa berada pada fenomena yang tak terputuskan dan tak menentu dimana terjadi banyak ruang yang bisa diapresiasikan dalam karya visual. Bentuk dan isi yang dipersoalkan tidak menjadi yang lebih penting, karena semua mempunyai kesempatan penafsiran yang sama sesuai dengan sifat menginterpretasi yang sarat dengan ribuan makna. Karya seni adalah sebuah kemungkinan-kemungkinan tentang representasi makna. Seni yang dilahirkan dari situasi estetik tidak serta merta menjadi sebuah tuduhan negatif ketika karya tersebut menyinggung atau masuk kepada norma-norma tertentu dalam masyarakat tanpa ada penggalian makna dari kaidah-kaidah seni. Dalam persinggungan dengan keseharian yang berulang-ulang dapat mengasah intuisi seorang seniman atau desainer. Penulis mengalami persoalan yang demikian dalam rentang sekian waktu, hingga akhirnya merasa tertarik untuk merepresentasikan sebuah gagasan tentang yang ditemukannya dalam realitas. Upaya representasi yang didasari kompetensi individual penulis, dan juga tidak

13 tertutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan pihak tertentu yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan demi terwujudnya sebuah representasi yang layak. Keseharian yang ditemui adalah sebuah proses alam tumbuhnya makhluk hidup, tanaman, yang didorong oleh pengalaman pribadi dalam menekuni kegemaran memelihara tanaman secara langsung. Penulis menangkap sebuah pemikiran tentang proses alami itu, yang dalam nalar penulis ia memiliki suatu nilai yang dapat diangkat dan dibagi dengan orang lain. Penulis ingin mengembangkan gagasan ini melalui berbagai medium dan format ungkapan seni rupa seperti photography, komputer, beserta elemen-elemennya. Pemilihan berbagai medium ini didasari oleh tujuan representasi gagasan yang ideal. Bahwasannya proses alam yang terjadi tidak dapat disaksikan ulang di kemudian hari. Apa yang dilihat oleh manusia hanya terjadi sekali waktu saja, dan kalaupun ada usaha untuk melihat ke sekian kalinya, apa yang dilihatnya itu bukan lagi hal yang sama persis dengan yang terdahulunya. Namun demikian, apa yang telah dilihat oleh manusia akan tersimpan dalam memorinya sepanjang kesadaran dirinya masih ada dan menjadi pengalaman seumur hidupnya. Objek menarik yang dilihat oleh seorang manusia dapat memberi kesan mendalam dan membuat seseorang ingin menyampaikannya kepada orang lain. Dorongan untuk menyampaikan kembali kepada orang lain ini merupakan proses yang didasari oleh pertimbangan tertentu, seperti misalnya karena adanya hal-hal yang positif yang dikandungnya, atau memiliki hikmah dan manfaat yang dapat dijadikan pelajaran di kemudian hari. Dengan fakta seperti itu, penulis memiliki sebuah filosfi yang hampir sama, yaitu keinginan untuk bertutur kepada orang lain. Apa yang hendak dituturkan di sini merupakan pengamatan terhadap penomena yang terjadi di sekeliling penulis. Dalam pandangan penulis, penomena tersebut mampu menggerakkan kesadaran untuk memahami nilai kehidupan dengan ketekunan mengamati apa yang terjadi pada proses tumbuhnya tanaman.

14 Menuturkan kembali dalam bentuk visual merupakan cara yang telah dilakukan oleh pendahulu kita. Seperti kita ketahui, dengan ditemukannya lukisan-lukisan di dalam gua dari jaman pra sejarah telah menjadi bukti manusia memiliki keinginan untuk bertutur secara visual. Namun tentunya, konsep, metode, cara, medium, dan tujuan yang ditempuh oleh manusia pra sejarah akan berbeda dengan yang dilakukan oleh manusia pada jaman modern. Dengan berkembangnya teknologi telah memberi peluang pada manusia untuk memilih suatu metode ataupun medium yang sesuai dengan kebutuhan konsepnya. Dengan teknologi kamera fotografi telah memungkinkan manusia untuk merekam sebuah peristiwa, yang merupakan pengabadian dari suatu momen tertentu. Apa yang terekam merupakan gambaran realitas yang terjadi pada saat tersebut. Rekaman tersebut dapat dilihat kembali pada masa mendatang, meski peristiwa aslinya sendiri tidak dapat diulang kembali. Melalui teknologi fotografi dengan metode perekaman, dan teknologi komputer untuk pengolahan lebih lanjut, penulis bermaksud untuk membuat sebuah representasi visual yang menggambarkan sebuah proses tumbuh tanaman. Penggabungan dua medium tersebut dengan tujuan untuk memperoleh representasi visual yang ideal dan menunjang konsep penciptaan karya. Rencana wujud akhir dari karya visual ini adalah sebuah film/ movie atau gambar bergerak (animasi) yang memperlihatkan proses tumbuh tanaman. Pengambilan gambar diam dengan menggunakan kamera fotografi menjadi sekuens, yang merekam tahap-tahap tumbuh tanaman. Hasil perekaman tersebut menjadi bahan untuk diolah dengan media digital yaitu komputer untuk menghasilkan gambar bergerak (animasi). Penulis berharap bahwa karya visual yang akan dibuat ini, ataupun proses berkaryanya, dapat memberikan manfaat bagi keilmuan, khususnya bidang komunikasi visual. Bahwasannya setiap karya visual yang baik dapat memberi inspirasi dan kontribusi bagi wacana seni rupa, bahkan lebih jauhnya bagi kehidupan real itu sendiri. Semoga kegiatan yang penulis lakukan ini dapat

15 mengajak pembaca untuk berpikir tentang kekuatan alam, kekuatan yang bergerak tanpa bisa terhenti dalam untaian waktu, yang tak bisa kembali. Melalui setitik air kegiatan di antara samudera ini, penulis hendak mengajak pembaca untuk memahami alam, dengan demikian kiranya manusia dapat melakukan tindakan yang tidak membuat kerusakan terhadap alam, serta mendukung ke arah perbaikan-perbaikan sehingga terjaga kelestarian alam yang akan menjadi tempat indah untuk generasi mendatang. 1.2 Perumusan Dan Pembatasan Masalah Perumusan Masalah Pengamatan mendalam terhadap penomena alam yang terjadi di sekeliling penulis menjadi sumber gagasan untuk dituangkan ke dalam medium seni rupa, yang merupakan kompetensi yang dimiliki oleh penulis. Dalam pandangan penulis penomena tersebut mampu memberi kekuatan nilai yang dapat dimaknai. Dari nilai dan makna tersebut dapat diukur kedalaman pemahaman kita terhadap alam. Untuk mencapai representasi visual yang sesuai dengan konsep dan rencana penelitian, diperlukan suatu rumusan guna menunjang keberhasilannya. Dengan melihat latar belakang seperti dipaparkan di atas, maka dapat diidentifikasikan suatu permasalahan dalam penelitian ini sbb : Metode apa yang diperlukan guna menunjang keberhasilan proses penelitian ini? Bagaimana proses tumbuh tanaman yang menjadi objek karya bisa berjalan sesuai dengan rencana dan mendapatkan hasil yang dibutuhkan? Bagaimana rangkaian proses tumbuh tanaman yang menjadi objek karya dapat didokumentasikan secara representatif untuk keperluan visual?

16 1.2.2 Pembatasan Masalah Untuk membatasi permasalahan, maka lingkup kajian yang dijadikan objek penelitian adalah tanaman padi. Dipilihnya tanaman padi karena memiliki makna historis dan filosofis. Secara historis padi adalah tanaman yang paling dekat dengan manusia dalam arti, ia menjadi makanan pokok sebagian besar bangsa di dunia. Dengan hal itu ia mewakili sifat universalitas, dikenal oleh dunia. Selain itu di negeri ini padi telah menjadi sumber pangan utama dan menjadikannya negara agraris. Secara filosofis padi telah menjadi bagian dari kebudayaan manusia. Makna bahasa yang menyertakan padi telah banyak digunakan dalam kesusasteraan. Padi merupakan bagian penting dalam budaya masyarakat Asia Tenggara dan Asia Timur. Masyarakat setempat mengenal filosofi ilmu padi. Sejumlah peribahasa juga melibatkan padi, misalnya padi ditanam tumbuh ilalang ; padi masak, jagung mengupih. 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian Setiap kegiatan penelitian memiliki maksud dan tujuan yang sesuai dengan konsep maupun kebutuhan institusi yang memfasilitasinya. Adapun tujuan dari penelitian ini terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus Maksud Penelitian Maksud dari penelitian ini secara umum adalah : Mewujudkan suatu representasi visual melalui media komunikasi visual berbasis ruang dan waktu. Merefleksikan suatu makna yang diangkat dari penomena alam melalui representasi visual.

17 1.3.2 Tujuan Umum Penelitian ini secara umum ditujukan untuk merealisasikan gagasan yang diangkat dari hasil pengamatan mendalam penulis terhadap penomena alam yang terjadi di sekitar penulis. Melalui penelitian ini penulis mencoba menghayati penomena alam dan merepresentasikannya kepada publik. Bagi peneliti (dosen) dapat meningkatkan produktivitas meneliti dan mengembangkan budaya meneliti (research culture), agar lebih bersikap proaktif, khususnya dalam mencari solusi terhadap suatu permasalahan atau membuka kemungkinan baru dalam bidang keilmuannya Tujuan Khusus Tujuan khusus dari penelitian ini dipaparkan sbb : Dengan dibuatnya sebuah representasi visual melalui media komunikasi visual berbasis ruang dan waktu ini, hasil karyanya diharapkan dapat menjadi bahan untuk mendukung proses karya seni selanjutnya. Di samping hal tersebut di atas, kegiatan penelitian ini juga diharapkan menjadi media bagi peneliti untuk mengekplorasi kemungkinankemungkinan teknis yang berkaitan dengan proses pembuatannya. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis, sebagai upaya meningkatkan kemampuan meneliti dalam bidangnya. Karya yang dibuat dapat memberi sumbangan keilmuan dan dapat menjadi salah satu sumber rujukan untuk kajian yang relevan di masa mendatang. Memberikan gambaran lebih jauh dalam upaya memahami proses berkarya dan karya visualnya, serta dapat memperkaya khazanah seni rupa. Hasil penelitian ini, yang merupakan awal penelusuran dalam mewujudkan karya visual mengingat masih banyaknya keterbatasan, diharapkan dapat membuka jalan

18 pemikiran untuk mengembangkan lebih jauh gagasan representasi visual yang lebih baik lagi di masa mendatang. 1.5 Hipotesis Guna mengetahui kondisi faktual tentang hal-hal tersebut di atas, maka tahap pertama diperlukan penelitian yang akan dilakukan terhadap objek yang menjadi pokok persoalan yaitu tanaman padi. Dari penelitian ini diharapkan diperoleh informasi penting yang dapat digunakan untuk kajian lebih lanjut. Dengan bekal informasi tersebut diharapkan tanaman padi dapat menjadi objek yang memenuhi syarat sebagai sampel dan populasi penelitian. Tahap berikutnya, setelah diperoleh informasi akurat tentang objek yang dijadikan bahan penelitian, maka akan dilanjutkan dengan proses merekam jejak tumbuh tanaman dengan kamera fotografi. Perekaman fotografi dari objek yang mewakili setiap fase pertumbuhan tanaman. Hasil rekaman jejak tumbuh tanaman dari lapangan ini akan menjadi bahan untuk diolah di ruang kerja dengan bantuan alat media digital/ komputer untuk mendapatkan hasil karya visual berupa film/ movie. 1.6 Ruang Lingkup Pembahasan Dalam penelitian ini yang akan menjadi lingkup pembahasan meliputi hal-hal yang saling berkaitan saja dengan topik. Objek penelitian yang dikaji adalah yang merupakan hasil pengolahan penulis sendiri yaitu tanaman padi, tanpa melibatkan objek tanaman padi di luar itu. Apabila dalam prosesnya terdapat bias atau penyimpangan, maka tidak tertutup kemungkinan untuk adanya manipulasi dalam batas tertentu. Hal-hal di luar yang berkaitan dengan penelitian hanya akan menjadi variabel acak semata. Mengingat objek tanaman adalah makhluk hidup yang memiliki proses tumbuh secara linear menurut garis waktu, maka dalam pelaksanaannya sangat dimungkinkan akan adanya gangguan dan hambatan yang akan menjadikannya terdapat banyak variabel. Dalam konteks inilah upaya manipulasi akan diadakan,

19 yang bertujuan demi mencapai kepentingan visualisasi yang telah direncanakan dalam konsep sebelumnya. Proses selanjutnya adalah merekam objek dengan alat kamera fotografi untuk mendapatkan image yang akan menjadi bahan untuk visualisasi rangkaian tumbuh tanaman. Perekaman ini akan dilaksanakan dalam tahap tertentu dimana kondisi tanaman telah memenuhi syarat untuk menjadi bahan visual. Hasil perekaman ini berupa gambar-gambar diam yang selanjutnya akan menjadi frame-frame yang membentuk gambar bergerak setelah diolah dengan menggunakan komputer. 1.7 Sistematika Penyusunan Laporan Sistematika penyusunan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Membahas latar belakang masalah yang menjadi pokok persoalan dan alasan penelitian ini dibuat, perumusan dan pembatasan masalah, maksud dan tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, ruang lingkup pembahasan, dan sistematika penyusunan laporan, yang mejabarkan tentang isi dari penulisan penelitian ini. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menerangkan teori yang berkaitan yang digunakan dalam penyusunan dan penulisan penelitian, di antaranya teori komunikasi, teori seni, teori fotografi, teori multimedia, dan teori biologi. BAB III METODE PENELITIAN Membahas tentang metode yang digunakan dalam penelitian, di antaranya metode dan lokasi penelitian, variabel penelitian, teknik pengambilan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

20 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Membahas tentang hasil penelitian yang bersumber dari data empiris hasil dari observasi dan eksperimentasi. Menjelaskan proses penelitian di lapangan yang berkaitan dengan upaya memperoleh tanaman yang dapat mewakili sampel dan populasi penelitian serta proses pengolahan di ruang kerja (laboratorium) hingga terwujudnya karya akhir (visual). BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berisi tentang kesimpulan yang merupakan hasil telaah dan kajian dari penelitian secara keseluruhan, serta saran untuk perbaikan, baik secara kualitas maupun kuantitas di waktu mendatang.

21 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Setelah mengetahui perumusan dan pembatasan masalah maka diperlukan sebuah pendekatan untuk pemecahan masalah melalui teori-teori. Adapun teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut : 2.1 Teori Komunikasi Secara primer proses komunikasi adalah proses penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan suatu lambang (symbol) sebagai media dan saluran. Lambang ini umumnya berbentuk bahasa, tetapi dalam situasi-situasi tertentu lambang-lambang yang digunakan dapat berupa kial (gesture), yaitu gerak anggota tubuh, gambar, warna, dan sebagainya. Tujuan dari komunikasi itu sendiri adalah mengubah sikap (attitude), opini (opinion), prilaku (behaviour), dan mengubah masyarakat (society). Dengan terlebih dahulu mengetahui sifat-sifat dari komunikan, dan mengetahui efek yang kita kehendaki dari mereka, maka pemilihan cara berkomunikasi sangat penting, karena ini ada kaitannya dengan pemilihan media yang akan digunakan. Komunikator dan komunikan akan memperhatikan pesan komunikasi bila berkaitan dengan kepentingannya. Media yang dipilih dipertimbangkan akan dapat mempresentasikan pesan komunikator dan menjangkau khalayak komunikan. Efek yang diharapkan akan muncul apabila ada kesamaan orientasi dan perilaku dari khalayak tentang pesan yang disampaikan. Menurut Wilbur Schram, jika sebuah pesan dapat disampaikan dengan baik maka harus dapat memenuhi beberapa persyaratan, yaitu : 1. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian komunikan. 2. Pesan harus memperhatikan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga dapat sama-sama mengerti.

22 3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut. 4. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi yang layak baik situasi kelompok dimana komunikan berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki. Tetapi tidaklah mudah untuk melakukan komunikasi secara efektif. Bahkan beberapa ahli komunikasi menyatakan bahwa tidak mungkin seseorang dapat melakukan komunikasi jika terjadi sedikit saja hambatan. Ada banyak hambatan yang dapat merusak sebuah proses komunikasi, di antaranya : a. Gangguan Ada dua jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang menurut sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai gangguan mekanik dan gangguan semantik. 1. Gangguan Mekanik (Mechanical Channel Noise) Gangguan yang disebabkan oleh saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. 2. Gangguan Semantik (Semantic Noise) Gangguan yang berkaitan dengan isi pesan komunikasi yang artinya menjadi rusak. b. Kepentingan Interest atau kepentingan akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan. Orang akan memperhatikan perangsang yang ada hubungannya dengan kepentingannya. Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian saja tetapi juga menentukan daya tanggap, perasaan, pikiran, dan tingkah laku atau pertentangan dalam suatu kepentingan. c. Motivasi Terpendam Motivasi terpendam (motivation) akan mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu yang sesuai baik dengan keinginan, kebutuhan, dan kekurangannya.

23 Semakin sesuai komunikasi dengan motivasi maka semakin besar kemungkinan sebuah komunikasi dapat diterima dengan baik oleh pihak yang bersangkutan. Sebaliknya, komunikan akan mengabaikan suatu komunikasi yang dianggapnya tidak sesuai dengan motivasinya. d. Prasangka Prasangka (prejudice) merupakan salah satu rintangan atau hambatan berat bagi suatu kegiatan komunikasi, hal ini disebabkan orang yang mempunyai prasangka selalu curiga dan menentang komunikator yang hendak melancarkan komunikasi. Sesuatu yang objektif akan dinilai negatif, prasangka bukan saja dapat terjadi terhadap suatu ras, melainkan juga terhadap agama, pendirian politik, kelompok, singkatnya suatu perangsang yang dalam pengalaman pernah memberi kesan yang kurang baik. Hambatan komunikasi pada umumnya mempunyai dua sifat yaitu objektif dan subjektif. Hambatan yang sifatnya objektif adalah gangguan dan halangan terhadap jalannya komunikasi, yang tidak disengaja dibuat oleh pihak lain., tetapi mungkin disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan, misalnya : gangguan cuaca pada gelombang radio. Rintangan dan hambatan yang sifatnya objektif ini mungkin juga disebabkan oleh kurangnya kemampuan berkomunikasi antara komunikator dengan komunikan, cara penyajian yang kurang baik, waktu yang tidak tepat, penggunaan media yang keliru, dan sebagainya. Sedangkan hambatan yang bersifat subjektif adalah hambatan yang disengaja dibuat oleh orang lain, sehingga merupakan gangguan, dan pertentangan terhadap suatu usaha komunikasi. Dasar gangguan dan pertentangan ini biasanya disebabkan karena adanya pertentangan kepentingan, prasangka, tamak, iri hati, apatisme, dan sebagainya. Faktor kepentingan dan prasangka merupakan faktor yang paling berat, karena usaha yang paling sulit bagi seorang komunikator adalah mengadakan komunikasi dengan orang-orang yang jelas tidak menyenangi komunikator, atau penyajian pesan komunikasi yang berlawanan dengan fakta atau isinya yang mengganggu suatu kepentingan.

24 Gangguan dan hambatan tersebut dapat dikurangi jika semua pihak mengetahui cara-cara berkomunikasi dengan baik. Kita dapat berkomunikasi melalui beberapa cara (how to communicate), yaitu : 1. Komunikasi Tatap Muka (Face to Face Communication) Komunikasi tatap muka dipergunakan apabila kita mengharapkan efek perubahan tingkah laku (behaviour change), karena pada saat kita berkomunikasi kita memerlukan umpan balik secara langsung (immediate feedback). Dengan saling melihat, kita sebagai komunikator bisa mengetahui pada saat kita berkomunikasi apakah komunikan memperhatikan kita dan mengerti apa yang kita komunikasikan. Jika umpan baliknya positif, kita akan mempertahankan cara komunikasi yang kita pergunakan dan memeliharanya supaya umpan balik tetap menyenangkan kita. Bila sebaliknya, kita akan dapat mengubah teknik komunikasi kita sehingga komunikasi kita berhasil. 2. Komunikasi Bermedia (Mediated Communication) Komunikasi bermedia (public media dan mass media) pada umumnya banyak digunakan untuk komunikasi informatif, karena tidak begitu ampuh untuk mengubah tingkah laku. Terutama pada media massa, berbagai hasil penelitian menunjukan bahwa media massa kurang sekali keampuhannya dalam mengubah tingkah laku komunikan. Walaupun demikian, tetap ada untung ruginya. Kelemahan komunikasi bermedia adalah tidak persuasif, sebaliknya kekuatannya dapat mencapai komunikan dalam jumlah yang sangat besar. Komunikasi tatap muka kekuatannya ialah dalam hal mengubah tingkah laku komunikan, tetapi kelemahannya ialah bahwa komunikan yang dapat diubah tingkah lakunya itu relatif hanya sedikit saja, sejauh kita bisa berdialog dengannya. Atas dasar itulah, maka kalau kita hendak mengubah tingkah laku sejumlah komunikan, kita harus membaginya menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga kita dapat berdialog dengannya.

Rancang Teknik Fotografi

Rancang Teknik Fotografi Rancang Teknik Fotografi Dalam fotografi juga dibutuhkan adanya rancang konsep, bagaimana suatu pengambilan nanti dilakukan. Apa pun kameranya, jika berdasarkan konsep dan kepekaan terhadap objek dan arah

Lebih terperinci

Apa yang harus dipahami Desainer Grafis?

Apa yang harus dipahami Desainer Grafis? Pertemuan III Apa yang harus dipahami Desainer Grafis? Desainer grafis setidaknya adalah individu menguasai suatu keterampilan dan pemahaman konsep yang luas. Pada lazimnya, desainer bekerja dengan cara

Lebih terperinci

JENIS-JENIS FOTO DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN

JENIS-JENIS FOTO DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN JENIS-JENIS FOTO DAN TEKNIS DASAR PEMOTRETAN Memotret adalah proses kreatifitas yang tidak hanya sekedar membidik obyek yang akan kita rekam dan kemudian menekan tombol shutter pada kamera. Dalam menciptakan

Lebih terperinci

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Johannes Jefria Gultom Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Media sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar dipilih

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam dunia publikasi, fotografi, video dan juga bidang berorientasi visual

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam dunia publikasi, fotografi, video dan juga bidang berorientasi visual BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Photoshop Photoshop merupakan salah satu software yang paling banyak dipakai dalam dunia publikasi, fotografi, video dan juga bidang berorientasi visual lainnya,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dapat merubah pola hidup manusia maupun nilainilai

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dapat merubah pola hidup manusia maupun nilainilai 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dapat merubah pola hidup manusia maupun nilainilai suatu budaya. Seseorang dapat dengan mudah memperoleh sesuatu yang ada dipikirannya

Lebih terperinci

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB 2 DATA DAN ANALISA BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1 Tinjauan Data Orang-orang kreatif membutuhkan wadah, Jakarta sudah memiliki wadah tetapi mereka tidak memiliki awareness yang sangat baik untuk diketahui masyarakat. 2.1.1 Definisi

Lebih terperinci

Mengenal Komposisi, POI, Rule of Third/Nine Point, Golden Mean, dan Framing Agar Foto Lebih Menawan

Mengenal Komposisi, POI, Rule of Third/Nine Point, Golden Mean, dan Framing Agar Foto Lebih Menawan What is Composition in Photography? Mengenal Komposisi, POI, Rule of Third/Nine Point, Golden Mean, dan Framing Agar Foto Lebih Menawan oleh Erwin Rizaldi Professional Photographer Indonesia erizaldi.multiply.com

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Desain Grafis Desain grafis terdiri dari dua buah kata yaitu desain dan grafis, desain merupakan proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dalam penyampaian pesan. Salah satu media audio visual yaitu film.

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dalam penyampaian pesan. Salah satu media audio visual yaitu film. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perfilman di Indonesia akhir-akhir ini berkembang sangat pesat seiring dengan majunya era globalisasi. Hal ini menunjukkan bahwa di Indonesia memiliki orang-orang kreatif

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Publikasi 16 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Publikasi Timothy Samara (2005:10) menyatakan publikasi merupakan sebuah perluasan aplikasi dari dua unsur yaitu teks dan gambar. Perluasan aplikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prio Rionggo, 2014 Proses Penciptaan Desain Poster Dengan Tema Bandung Heritage

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prio Rionggo, 2014 Proses Penciptaan Desain Poster Dengan Tema Bandung Heritage BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desain Komunikasi Visual (DKV) yang sebelumnya popular dengan sebutan Desain Grafis selalu melibatkan unsur-unsur seni rupa (visual) dan disiplin komunikasi, Semenjak

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI BAB III LANDASAN TEORI 3.3 Desain Grafis Menurut Blanchard (1986) mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikasi yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. untuk melakukan pekerjaan antara lain, yaitu: terutama gambar logo dua dimensi.

BAB II LANDASAN TEORI. untuk melakukan pekerjaan antara lain, yaitu: terutama gambar logo dua dimensi. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Corel draw Corel draw adalah editor grafik vector yang dibuat oleh corel, Corel sendiri adalah sebuah perusahaan perangkat lunak yang bermarkas di Ottawa, Kanada. Versi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seluruh Warga Negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang mewajibkan pemerintah menyediakan pendidikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Corel Draw Mernurut Rahmat Widiyanto dalam bukunya Teknik Profesional CorelDraw, definisi dari Corel draw adalah editor grafik vector yang dibuat oleh corel, Corel

Lebih terperinci

BAB II Kaidah Estetika Dan Etika Seni Grafis

BAB II Kaidah Estetika Dan Etika Seni Grafis BAB II Kaidah Estetika Dan Etika Seni Grafis A. Estetika Dalam Grafis Kata estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera perasaan atau taste. Dalam prosesnya Munro mengatakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan salah satu departemen yang berada dibawah naungan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK). Departemen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Setiap penelitian tentu memiliki tujuan. Guna mencapai tujuan tersebut maka diperlukan metode penelitian yang tepat. Karena pada dasarnya metode merupakan

Lebih terperinci

Pelatihan Dasar Fotografi, PPI Goetingen 21 April 2011 [FOTOGRAFI DASAR]

Pelatihan Dasar Fotografi, PPI Goetingen 21 April 2011 [FOTOGRAFI DASAR] Pelatihan Dasar Fotografi, PPI Goetingen 21 April 2011 [FOTOGRAFI DASAR] ANATOMI KAMERA Secara sederhana, kamera adalah sebuah kotak kedap cahaya yang didalamnya terdapat tempat memasang film. Kotak tersebut

Lebih terperinci

BAB III PROSES PENCIPTAAN

BAB III PROSES PENCIPTAAN BAB III PROSES PENCIPTAAN 1. Metode Penciptaan Sebuah proses penggarapan fotografi diawali dari pemahaman atas persoalan atau permasalahan, dan dilanjutkan dengan menggali tentang seluk beluk yang ada

Lebih terperinci

Mengenal Karakter Cahaya Untuk Portraiture Outdoor oleh Erwin Rizaldi, Professional Photographer Indonesia

Mengenal Karakter Cahaya Untuk Portraiture Outdoor oleh Erwin Rizaldi, Professional Photographer Indonesia Lighting Outdoor Photography: Mengenal Karakter Cahaya Untuk Portraiture Outdoor oleh Erwin Rizaldi, Professional Photographer Indonesia Kita semua paham, bahwa cahaya (light) adalah sahabat yang harus

Lebih terperinci

BAB III GAGASAN BERKARYA

BAB III GAGASAN BERKARYA BAB III GAGASAN BERKARYA 3.1 Tafsiran Tema Karya untuk Tugas Akhir ini mempunyai tema besar Ibu, Kamu dan Jarak. Sebuah karya yang sangat personal dan dilatar belakangi dari pengalaman personal saya. Tema

Lebih terperinci

2015 KREATIVITAS BERKARYA FOTOGRAFI KOMUNITAS LUBANG JARUM INDONESIA DI KABUPATEN SUBANG

2015 KREATIVITAS BERKARYA FOTOGRAFI KOMUNITAS LUBANG JARUM INDONESIA DI KABUPATEN SUBANG 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna diantara makhluk ciptaan Allah SWT lainnya karena manusia pada umumnya diberi kelebihan berupa

Lebih terperinci

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL FILM DOKUMENTER KARINDING

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL FILM DOKUMENTER KARINDING BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL FILM DOKUMENTER KARINDING 3.1. STRATEGI KOMUNIKASI Media komunikasi visual, merupakan media yang tepat dan efektif dalam menyampaikan sebuah informasi. Keberhasilan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Miliaran foto yang dibuat setiap tahunnya semakin beragam, foto-foto yang inovatif telah menjadi tantangan penulis untuk menciptakan sesuatu yang lebih berbeda dari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Media cetak dan elekronik merupakan hasil perkembangan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Media cetak dan elekronik merupakan hasil perkembangan teknologi 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media cetak dan elekronik merupakan hasil perkembangan teknologi informasi di dunia. Media telah mengubah fungsi menjadi lebih praktis, dinamis dan mengglobal.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Sebutan ibu mungkin

BAB I PENDAHULUAN. Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Sebutan ibu mungkin 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang. Sebutan ibu mungkin terdengar biasa di telinga, sebutan yang sepintas telah biasa didengar di berbagai tempat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH Dari jaman dahulu komunikasi merupakan salah satu aktifitas yang terpenting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya komunikasi dapat memberikan suatu informasi

Lebih terperinci

Cahaya sebagai media Fotografi. Syarat-syarat fotografi. Cahaya

Cahaya sebagai media Fotografi. Syarat-syarat fotografi. Cahaya Cahaya sebagai media Fotografi Pencahayaan merupakan unsur dasar dari fotografi. Tanpa pencahayaan yang optimal, suatu foto tidak dapat menjadi sebuah karya yang baik. Pengetahuan tentang cahaya mutlak

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita.

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita. BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita. Perkembangan jaman dan teknologi ini juga berimbas kepada proses berkembangnya

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. Pada bab V ini akan disajikan pembahasan pada produk final hasil

BAB V PEMBAHASAN. Pada bab V ini akan disajikan pembahasan pada produk final hasil BAB V PEMBAHASAN Pada bab V ini akan disajikan pembahasan pada produk final hasil pengembangan, di mana wujud akhir dari produk yang dikembangkan setelah direvisi perlu dikaji secara objektif dan tuntas.

Lebih terperinci

1 of 5 11/5/2010 7:37 AM

1 of 5 11/5/2010 7:37 AM 1 of 5 11/5/2010 7:37 AM Meski nirmana dipahami sebagai sebuah bentuk yang tidak berbentuk. Dalam konteks desain komunikasi visual, nirmana memegang peranan penting perihal bagaimana menata dan menyusun

Lebih terperinci

BERINGIN GROUP. Learn, Share and Profit HUMAN INTEREST. A. Pendahuluan

BERINGIN GROUP. Learn, Share and Profit HUMAN INTEREST. A. Pendahuluan HUMAN INTEREST A. Pendahuluan Foto-foto human interest sepertinya selalu menarik untuk dilihat. Nilainilai keseharian manusia dapat terekam melalui fotografi ini. Namun untuk menciptakan karya foto human

Lebih terperinci

KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN 28 KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN Kerangka Pemikiran Pesan tentang penyakit Chikungunya yang dikemas dalam bentuk media video, dirancang untuk mengungkapkan berbagai aspek video yang dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan pesatnya perkembangan informasi di era globalisasi ini, komunikasi menjadi sebuah kegiatan penting. Informasi sangat dibutuhkan dalam mendukung

Lebih terperinci

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kaidah estetika dan etika seni grafis (nirmana) Presented By : Anita Iskhayati, S.Kom NIP

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kaidah estetika dan etika seni grafis (nirmana) Presented By : Anita Iskhayati, S.Kom NIP Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kaidah estetika dan etika seni grafis (nirmana) Presented By : Anita Iskhayati, S.Kom NIP. 198311292010012034 Presented By : Anita Iskhayati, S.Kom NIP. 198311292010012034

Lebih terperinci

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER PEWARNAAN Astrid Lestari Tungadi, S.Kom., M.TI. KOMPONEN WARNA Warna terbentuk dari: 1. Hue (Corak) 2. Intensity (Intensitas) 3. Saturation (Kejenuhan atau Jumlah Putih pada

Lebih terperinci

KONSEP KARYA. Penari: Oil on Canvas, 90 x 60 cm. Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP:

KONSEP KARYA. Penari: Oil on Canvas, 90 x 60 cm. Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP: KONSEP KARYA Penari: Oil on Canvas, 90 x 60 cm Oleh: Zulfi Hendri, S.Pd NIP: 19750525 200112 1002 JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA 2013 0 A. Kajian Sumber

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dan saluran atau media (Sardiman A.M., 2001: 7). Multimedia interaktif

BAB II LANDASAN TEORI. dan saluran atau media (Sardiman A.M., 2001: 7). Multimedia interaktif BAB II LANDASAN TEORI Interaksi berkaitan erat dengan istilah komunikasi. Komunikasi terdiri dari beberapa unsur yang terlibat di dalamnya, yaitu komunikator, komunikan, pesan dan saluran atau media (Sardiman

Lebih terperinci

pergelaran wayang golek. Dalam setiap pergelaran wayang golek, Gending Karatagan berfungsi sebagai tanda dimulainya pergelaran.

pergelaran wayang golek. Dalam setiap pergelaran wayang golek, Gending Karatagan berfungsi sebagai tanda dimulainya pergelaran. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Gending Karatagan wayang adalah gending pembuka pada pergelaran wayang golek. Dalam setiap pergelaran wayang golek, Gending Karatagan berfungsi sebagai tanda dimulainya

Lebih terperinci

2015 KAJIAN VISUAL POSTER FILM DRAMA PENDIDIKAN SUTRADARA RIRI RIZA PRODUKSI MILES FILMS

2015 KAJIAN VISUAL POSTER FILM DRAMA PENDIDIKAN SUTRADARA RIRI RIZA PRODUKSI MILES FILMS BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu fungsi seni adalah sebagai media komunikasi, dimana dalam setiap unsur seni memiliki pesan yang ingin dikomunikasikan kepada penikmatnya, baik tersirat

Lebih terperinci

Definisi, Tujuan, dan Manfaat Desain Grafis

Definisi, Tujuan, dan Manfaat Desain Grafis Definisi, Tujuan, dan Manfaat Desain Grafis 1. Definisi Desain Grafis Desain grafis dapat diartikan sebagai media penyampaian informasi kepada yang membutuhkan (masyarakat) yang disampaikan dalam bentuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai kebutuhan pokok,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengaruh teknologi digital pada intinya tidak merubah fungsi huruf sebagai perangkat komunikasi visual, namun, teknologi computer menyudorkan beragam spectrum dalam

Lebih terperinci

Modul. SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA (SMKM-Atjeh) JURNALISTIK MEDIA ELEKTRONIK (FOTOGRAFI) 1 Kamaruddin Hasan 2

Modul. SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA (SMKM-Atjeh) JURNALISTIK MEDIA ELEKTRONIK (FOTOGRAFI) 1 Kamaruddin Hasan 2 MATERI: 14 Modul SEKOLAH MENULIS DAN KAJIAN MEDIA (SMKM-Atjeh) JURNALISTIK MEDIA ELEKTRONIK (FOTOGRAFI) 1 Kamaruddin Hasan 2 Deskripsi Materi Materi ini memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang teori-teori

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Foto pada umumnya identik dengan kegiatan yang berkaitan dengan pengabadian suatu momen penting. Melalui media foto, kegiatan atau aktivitas akan menjadi lebih bermakna,

Lebih terperinci

III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis

III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA A. Implementasi Teoritis Penulis menyadari bahwa topeng merupakan sebuah bagian peninggalan prasejarah yang sekarang masih mampu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Proses komunikasi dapat diartikan sebagai transfer komunikasi atau

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Proses komunikasi dapat diartikan sebagai transfer komunikasi atau 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Proses komunikasi dapat diartikan sebagai transfer komunikasi atau pesan pesan (message) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Mathias dan Habein (Mathias & Habein, 2000:15), mempelajari huruf kanji

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Mathias dan Habein (Mathias & Habein, 2000:15), mempelajari huruf kanji Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Pembelajaran Kanji Menurut Mathias dan Habein (Mathias & Habein, 2000:15), mempelajari huruf kanji berarti mempelajari bentuk, arti dan cara baca dari sebuah kanji. Kanji

Lebih terperinci

WARNA PERSIAPAN GRAFIKA GRAPHIC DESIGN

WARNA PERSIAPAN GRAFIKA GRAPHIC DESIGN WARNA PERSIAPAN GRAFIKA GRAPHIC DESIGN SMK Negeri 4 Malang Jl. Tanimbar 22 Malang 65117Telp. ( 0341) 353798,Fax (0341) 353798 E-mail : surat@smkn4-mlg.info Definisi Warna Warna adalah salah satu elemen

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan BAB V KONSEP PERANCANGAN A. Ide dan Gagasan Perancangan Penulis akan merancang sebuah metode multimedia interaktif untuk dijadikan media promosi, sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD

Lebih terperinci

I. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran, teknik pembelajaran, taktik pembelajaran, dan model pembelajaran.

I. TINJAUAN PUSTAKA. pembelajaran, teknik pembelajaran, taktik pembelajaran, dan model pembelajaran. I. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Picture and Picture Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna. Istilah-istilah tersebut adalah pendekatan pembelajaran,

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL JUDUL KARYA : Pelebon PENCIPTA : I Kadek Puriartha, S.Sn., M.Sn PAMERAN : Pameran Seni Rupa Truly Bagus II Harmony in Diversity Cullity Gallery, Faculty of Architecture,

Lebih terperinci

Estetika Desain. Oleh: Wisnu Adisukma. Seni ternyata tidak selalu identik dengan keindahan. Argumen

Estetika Desain. Oleh: Wisnu Adisukma. Seni ternyata tidak selalu identik dengan keindahan. Argumen Estetika Desain Oleh: Wisnu Adisukma Seni ternyata tidak selalu identik dengan keindahan. Argumen inilah yang seringkali muncul ketika seseorang melihat sebuah karya seni. Mungkin karena tidak memahami

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. bersamaan dengan pengumpulan data pada penelitian ini. pengamatan lapangan yang sudah direduksi dan di buat kategori-kategorinya

BAB IV ANALISIS DATA. bersamaan dengan pengumpulan data pada penelitian ini. pengamatan lapangan yang sudah direduksi dan di buat kategori-kategorinya 94 BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan penelitian Pada bab ini analisis data ini akan disajikan data yang diperoleh peneliti dari informan dan dari lapangan untuk selanjutnya dikaji lebih lanjut. Analisis data

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi dan kompetensi guru, indikator kompetensi pedagogik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penciptaan Dalam dunia seni khususnya dunia fotografi, seni seolah memiliki sudut pandang lain, yang memiliki daya cipta yang mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bukan hanya cerita khayal atau angan-angan dari pengarangnya, melainkan wujud

BAB I PENDAHULUAN. bukan hanya cerita khayal atau angan-angan dari pengarangnya, melainkan wujud BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sastra merupakan wujud gagasan pengarang dalam memandang lingkungan sosial yang berada di sekelilingnya dengan menggunakan bahasa yang indah. Sastra hadir sebagai hasil

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Media Kartu Bergambar 2.1.1 Pengertian Media Kartu Bergambar Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medium yang secara harfiah berarti perantara. Dengan demikian media dapat

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama SMK : SMK Kristen Salatiga Mata Pelajaran : Produktif Multimedia Standar Kompetensi : Menggabungkan gambar 2D ke dalam sajian Multimedia Kelas / Semester : XI

Lebih terperinci

Komposisi dalam Foto Portrait

Komposisi dalam Foto Portrait Fotografi 2 b@yu widi@ntoro Komposisi dalam Foto Portrait komposisi adalah sebuah proses penggabungan beberapa elemen menjadi satu kesatuan yang utuh Komposisi dalam Fotografi merupakan sebuah proses dimana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Kota berasal dari kata urban yang mengandung pengertian kekotaan dan perkotaan. Kekotaan menyangkut sifat-sifat yang melekat pada kota dalam artian fisikal, sosial,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

BAB I PENDAHULUAN. Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Televisi saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Televisi menampilkan gambar yang menarik dan menghibur, gambar televisi terkadang

Lebih terperinci

MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS JUDUL MAKALAH PENTINGNYA DUKUNGAN MULTIMEDIA DALAM PRESENTASI BISNIS

MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS JUDUL MAKALAH PENTINGNYA DUKUNGAN MULTIMEDIA DALAM PRESENTASI BISNIS 1 MAKALAH KOMUNIKASI BISNIS JUDUL MAKALAH PENTINGNYA DUKUNGAN MULTIMEDIA DALAM PRESENTASI BISNIS oleh: Sahidunzuhri NIM. 14810134027 Angkatan 2014 Siti Lestari NIM. 14604224026 Angkatan 2014 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB III TINJAUANPUSTAKA

BAB III TINJAUANPUSTAKA BAB III TINJAUANPUSTAKA Dalam Bab III,TinjauanPustaka, penulis akan menerangkan tentang penjelasan- penjelasan mendetail beserta sumber-sumber teoritis yang berkaitan dengan Pengerjaan Cover Video Klip

Lebih terperinci

Desain Grafis Untuk Media Promosi Pada Nusantara English Centre

Desain Grafis Untuk Media Promosi Pada Nusantara English Centre Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2015 STMIK STIKOM Bali, 9 10 Oktober 2015 Desain Grafis Untuk Media Promosi Pada Nusantara English Centre Maimunah 1), Yusuf Hadi 2), Sartim 3) STMIK Raharja Jl.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Komunikasi merupakan hal yang paling mendasar dan paling penting dalam interaksi sosial. Manusia berkomunikasi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Komunikasi merupakan hal yang paling mendasar dan paling penting dalam interaksi sosial. Manusia berkomunikasi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Komunikasi merupakan hal yang paling mendasar dan paling penting dalam interaksi sosial. Manusia berkomunikasi sejak dilahirkan didunia, komunikasi tidak hanya berupa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dilatari oleh perasaan terhina, keinginan tidak tercapai, persaingan hidup yang kian ketat membuat kita semakin tertekan dan akhirnya berujung munculnya tindakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini beranjak untuk memahami kontruksi nasionalisme dalam film,

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini beranjak untuk memahami kontruksi nasionalisme dalam film, 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe penelitian Penelitian ini beranjak untuk memahami kontruksi nasionalisme dalam film, menanggapi fenomena sosial tentang nasionalisme yang disinyalir mulai memudar.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kebudayaan dapat diartikan sebagai suatu nilai dan pikiran yang hidup pada sebuah masyarakat, dan dalam suatu nilai, dan pikiran ini berkembang sejumlah

Lebih terperinci

LCC LP3I Balikpapan 20 Maret

LCC LP3I Balikpapan 20 Maret LCC LP3I Balikpapan 20 Maret 2017 Fotografi berasal dari kata photos yang artinya cahaya dan Graphos yang artinya melukis. Jadi Fotografi artinya melukis dengan cahaya. Tanpa cahaya, tidak akan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan

BAB V KESIMPULAN. Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya. telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan 305 BAB V KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, kiranya telah cukup menjawab berbagai permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Penjelasan yang terkait dengan keberadaan seni lukis

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Esai. Esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Esai. Esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang 12 BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Esai Esai adalah sebuah tulisan yang menggambarkan opini si penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya. Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga

Lebih terperinci

PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IKLAN LUX VERSI BANDAR UDARA ATIQAH HASIHOLAN. Ayu Maiza Faradiba. Universitas Paramadina

PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IKLAN LUX VERSI BANDAR UDARA ATIQAH HASIHOLAN. Ayu Maiza Faradiba. Universitas Paramadina PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IKLAN LUX VERSI BANDAR UDARA ATIQAH HASIHOLAN Ayu Maiza Faradiba Universitas Paramadina ABSTRAK Tujuan Penelitian: untuk mengetahui sejauh mana persepsi mahasiswa Universitas

Lebih terperinci

BAB II ORISINALITAS (STATE OF THE ART)

BAB II ORISINALITAS (STATE OF THE ART) BAB II ORISINALITAS (STATE OF THE ART) Kajian tentang poin State of the Art merupakan salah satu bagian terpenting dalam suatu proses penulisan karya ilmiah, mengingat bahwa di poin State of the Art inilah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam pembelajaran. Suatu pembelajaran, ada dua

BAB I PENDAHULUAN. pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam pembelajaran. Suatu pembelajaran, ada dua 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perubahan yang sangat cepat dan dramatis dalam bidang pendidikan merupakan fakta dalam kehidupan siswa. Seiring dengan perubahan dan perkembangan tersebut

Lebih terperinci

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS DI BIDANG FOTOGRAFI OLEH : ARTHA GILANG SAPUTRA

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS DI BIDANG FOTOGRAFI OLEH : ARTHA GILANG SAPUTRA KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS DI BIDANG FOTOGRAFI OLEH : ARTHA GILANG SAPUTRA 11.11.5361 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2011/2012 ABSTRAK Sekarang ini banyak sekali alat fotografi yang sangat mudah dioperasikan.

Lebih terperinci

ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR

ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR Jolanda Srisusana Atmadjaja Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian karya arsitektur dapat dilakukan melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik, dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif sebagai pendukung pembelajaran membaca bagi anak disleksia tingkat sekolah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode, Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Penelitian Dalam melakukan penelitian skripsi tentang kerajinan atau kriya kayu lame di kampung Saradan, penulis menggunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewi Diyanti, 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewi Diyanti, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar adalah suatu proses yang komplek yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Belajar adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh

Lebih terperinci

`PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SIMULASI PADA STANDAR KOMPETENSI DASAR FOTOGRAFI. Reza Bagus A, I Made Wirawan

`PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SIMULASI PADA STANDAR KOMPETENSI DASAR FOTOGRAFI. Reza Bagus A, I Made Wirawan Bagus A, Wirawan; Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Simulasi Pada Standar Kompetensi Dasar Fotografi `PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SIMULASI PADA STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilustrasi merupakan bentuk visual dari teks atau kalimat. Ilustrasi dapat memperjelas teks atau kalimat terutama bagi anak-anak yang belum bisa membaca. Dengan menggambarkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dihargai keberadaannya. Penenelitian tentang tattoo artist bernama Awang yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dihargai keberadaannya. Penenelitian tentang tattoo artist bernama Awang yang 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka Tato merupakan salah satu karya seni rupa dua dimensi yang layak untuk dihargai keberadaannya. Penenelitian tentang tattoo artist bernama Awang yang merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sifat Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Desain Komunikasi Visual. Menurut Jessica Helfand dalam situs

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Desain Komunikasi Visual. Menurut Jessica Helfand dalam situs BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Desain Komunikasi Visual Menurut Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.org, Desain Komunikasi Visual merupakan kombinasi kompleks rata-rata dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN Bab I berisikan pendahuluan penelitian, adapun yang disampaikan pada Bab ini diantaranya, (A) Latar Belakang, (B) Perumusan Masalah, (C) Tujuan Penelitian, (D) Manfaat Penelitian, dan

Lebih terperinci

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Danton Sihombing dalam bukunya yang berjudul, Tipografi dalam Desain Grafis,

BAB 4 KONSEP DESAIN. Menurut Danton Sihombing dalam bukunya yang berjudul, Tipografi dalam Desain Grafis, BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Tipografi Menurut Danton Sihombing dalam bukunya yang berjudul, Tipografi dalam Desain Grafis, proses perancangan dengan menggunakan huruf adalah tahapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khas musik yang dingin, gelap, melankolis, tragis, dan beratmosfir suram. Black

BAB I PENDAHULUAN. khas musik yang dingin, gelap, melankolis, tragis, dan beratmosfir suram. Black BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Black Metal dikenal sebagai salah satu aliran musik yang mempunyai ciri khas musik yang dingin, gelap, melankolis, tragis, dan beratmosfir suram. Black Metal

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam

BAB III LANDASAN TEORI. gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam 8 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Teori Desain Grafis Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis,

Lebih terperinci

DASAR DASAR FOTOGRAFI & TATA CAHAYA

DASAR DASAR FOTOGRAFI & TATA CAHAYA DASAR DASAR FOTOGRAFI & TATA CAHAYA Anita Iskhayati, S.Kom Apa Itu Three-Point Lighting? Three-point lighting (pencahayaan tiga titik) adalah metode standar pencahayaan yang digunakan dalam fotografi,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Membaca Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk mendapatkan pesan yang hendak disampaikan. Seseorang yang sedang membaca berarti berarti

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu objek tertentu. Rene Wellek mengatakan bahwa sastra adalah institusi sosial

BAB 1 PENDAHULUAN. suatu objek tertentu. Rene Wellek mengatakan bahwa sastra adalah institusi sosial BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Rumusan Masalah 1.1.1. Latar Belakang Sastra 1 merupakan curahan hati manusia berupa pengalaman atau pikiran tentang suatu objek tertentu. Rene Wellek mengatakan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran Biologi, siswa dituntut tidak hanya sekedar tahu

I. PENDAHULUAN. Dalam pembelajaran Biologi, siswa dituntut tidak hanya sekedar tahu I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembelajaran Biologi, siswa dituntut tidak hanya sekedar tahu (knowing) ataupun menghafal (memorizing) tetapi dituntut untuk memahami konsep biologi. Untuk kurikulum

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengolahan pesan-pesan untuk tujuan sosial atau komersial, dari individu

Lebih terperinci

PERTEMUAN 7! Hal-Hal yang Perlu Dimiliki Seorang Pewarta Foto. 1. Naluri Berita. 2. Rasa Ingin Tahu. 3. Pantang Menyerah. 4. Perilaku yang Baik

PERTEMUAN 7! Hal-Hal yang Perlu Dimiliki Seorang Pewarta Foto. 1. Naluri Berita. 2. Rasa Ingin Tahu. 3. Pantang Menyerah. 4. Perilaku yang Baik PERTEMUAN 7! Hal-Hal yang Perlu Dimiliki Seorang Pewarta Foto 1. Naluri Berita 2. Rasa Ingin Tahu 3. Pantang Menyerah 4. Perilaku yang Baik 5.Kecepatan 6.Wawasan dan Kreativitas 7. Tanggung Jawab kepada

Lebih terperinci

Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis

Bagan 3.1 Proses Berkarya Penulis A. Pemilihan Ide Pengkaryaan BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN Lingkungan Pribadi Ide Lingkungan Sekitar Kontemplasi Stimulasi Sketsa Karya Proses Berkarya Apresiasi karya Karya Seni Bagan 3.1 Proses

Lebih terperinci

DINAMIKA PEMBELAJARAN

DINAMIKA PEMBELAJARAN DINAMIKA PEMBELAJARAN Kamalasari 1* dan Eli Rohaeti 2 1 LPMP Kalimantan Tengah *Nidya_unpar@yahoo.co.id (0536)3237124 2 Jurdik Kimia FMIPA UNY Abstrak Saat ini pembelajaran yang berkualitas tidak lagi

Lebih terperinci