PEDOMAN PENYELENGGARAAN MUSYAWARAH WILAYAH DAN MUSYAWARAH CABANG PERHIMPINAN KONSELOR VCT HIV INDONESIA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN PENYELENGGARAAN MUSYAWARAH WILAYAH DAN MUSYAWARAH CABANG PERHIMPINAN KONSELOR VCT HIV INDONESIA"

Transkripsi

1 PEDOMAN PENYELENGGARAAN MUSYAWARAH WILAYAH DAN MUSYAWARAH CABANG PERHIMPINAN KONSELOR VCT HIV INDONESIA JAKARTA,

2 DAFTAR ISI 1 1. Latar belakang 2 2. Tujuan Landasan hukum Penyelenggara....4 Muswil Muscab Peserta....4 Muswil Muscab Agenda sidang Pemilihan Ketua.5 PKVHI Wilayah... 6 PKVHI Cabang Pelantikan Pengurus PKVHI Wilayah / Cabang PKVHI Wilayah...9 PKVHI Cabang Pelaporan Kegiatan PKVHI Wilayah/Cabang Lampiran. Protokol Pelantikan Pengurus PKVHI Wilayah/Cabang Naskah Pelantikan...15 Janji Konselor Berita Acara Pelantikan Pengurus PKVHI Wilayah/Cabang Format Laporan Kegiatan Pengurus PKVHI Wilayah/Cabang..19 Format Data Konselor

3 1. LATAR BELAKANG Konselor Konseling dan Tes HIV (KTHIV) adalah orang yang telah mendapatkan pelatihan KTHIV dari instansi berwenang serta menyediakan tenaga dan waktunya untuk memberikan layanan konseling pra dan pasca tes pada pelayanan KTHIV dan memberikan konseling berkelanjutan. Menyadari bahwa Konselor KTHIV mempunyai tanggung jawab dan komitmen yang tinggi dalam pelayanan konseling dan testing maka pada tanggal 20 April 2008 telah dibentuk suatu wadah yang berbentuk Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia yang disingkat dengan PKVHI. Organisasi perhimpunan yang beranggotakan konselor KTHIV yang telah lulus dilatih sesuai standar Kementerian Kesehatan RI dari berbagai latarbelakang pendidikan dan profesi, mempunyai visi menjadi organisasi profesi yang kokoh, dalam upaya pengendalian HIV dan AIDS, dengan tujuan 1. Mengoptimalkan peran organisasi di tingkat nasional, Wilayah dan Cabang. 2. Meningkatkan kemampuan, peran dan partisipasi serta memberikan bantuan hukum kepada anggota terkait upaya pencegahan dan pengendalian HIV- AIDS secara profesional. 3. Mendukung program nasional dengan mewujudkan masyarakat Indonesia yang peduli HIV- AIDS Sebagai organisas formal dan berbadan hukum, PKVHI mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai landasan pedoman organisasi. PKVHI juga telah memiliki struktur organisasi dengan kewenangan tertinggi pada musyawarah nasional (Munas) musyawarah wilayah (muswil) dan musyawarah cabang. PKVHI telah melaksanakan musyawarah Nasional sebanyak 3 kali semenjak berdiri. Namun demikian sampai saat ini belum semua provinsi di Indonesia mempunyai kepengurusan PKVHI wilayah maupun cabang. Sebanyak 25 provinsi sudah memiliki kepengurusan PKVHI wilayah di antaranya ada yang masih belum dilantik. Menurut sejarah pembentukannya, PKVHI wilayah pada awal pembentukan tidak melalui mekanisme musyawarah wilayah. Hal ini disebabkan pertimbangan kebutuhan pelayanan KTHIV maupun pengkordinasian konselor serta kebutuhan perwakilan dalam musyawarah nasional. Sedangkan provinsi lainnya masih dikoordinir oleh dinas kesehatan setempat dengan kerjasama dan kesepakatan pengurus PKVHI Pusat. Pada tingkat kabupaten dan kota saat ini tercatat 6 Kabupaten dan 8 kota. 2

4 Data tentang kepengurusan PKVHI wilayah di sekretariat PKVHI Pusat menunjukkan bahwa sebagian besar status kepengurusan wilayah sudah kadaluwarsa sehingga perlu diperbaharui. Namun untuk memperbaharui status kepengurusan PKVHI wilayah harus melalui mekanisme musyawarah wilayah yang dihadiri oleh perwakilan PKVHI cabang dan kota. Hal ini menjadi kendala bagi sebagian besar PKVHI wilayah karena baru sebagian kecil PKVHI wilayah yang sudah memiliki cabang sehingga mampu menyelenggarakan muswil. Menanggapi situasi kepengurusan perhimpunan Konselor KTHIV di Indonesia, pengurus PKVHI Pusat telah mengeluarkan surat keputusan mengenai status kepengurusan PKVHI wilayah dengan menunjuk koordinator konselor wilayah untuk mengkoordinir konselor dimasing-masing provinsi hingga terlaksananya muswil maupun muscab. Dalam mencapai tujuan tersebut maka dirasakan perlu adanya pedoman penyelenggaraan Muswil dan Muscab. 2. TUJUAN Tujuan pedoman penyelenggaraan musyawarah wilayah dan musyawarah cabang adalah untuk tersedianya standar baku penyelenggaraan Muswil dan Muscab 3. LANDASAN HUKUM Pedoman penyelenggaraan Muswil dan Muscab PKVHI ini disusun dengan berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PKVHI serta Ketetapan Musyawarah Nasional 2014 Padang sebagai berikut: 1. Pasal 12 Anggaran Dasar PKVHI tentang Kewenangan 2. Pasal 13 Anggaran Dasar PKVHI tentang Kepemimpinan 3. Pasal 16 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Musyawarah Wilayah 4. Pasal 17 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Musyawarah Cabang 5. Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Rapat-rapat 6. Pasal 24 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Pengurus Wilayah 7. Pasal 25 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Pengurus Cabang 8. Pasal 26 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Tata Organisasi 9. Pasal 28 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Pendirian Cabang 10. Pasal 30 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Pemilihan Pengurusan 11. Pasal 31 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Persyaratan Pengurusan 12. Pasal 32 Anggaran Rumah Tangga PKVHI tentang Pelantikan Pengurusan. 3

5 4. PENYELENGGARA MUSWIL DAN MUSCAB Penyelenggara Muswil adalah pengurus PKVHI wilayah berkoordinasi dengan pengurus Pusat PKVHI. Bila suatu wilayah belum terbentuk kepengurusan PKVHI wilayahnya maka penyelenggara muswil adalah panitia penyelenggara muswil yang dikoordinir oleh koordinator konselor wilayah berkoordinasi dengan pengurus pusat PKVHI. Penyelenggara Muscab adalah pengurus PKVHI cabang yang berkoordinasi dengan pengurus wilayah dan pusat. Bila suatu kabupaten atau kota belum terbentuk kepengurusan PKVHI cabang atau kota maka penyelenggara muscab adalah panitia penyelenggara muscab yang dikoordinir oleh pengurus wilayah berkoordinasi dengan pengurus pusat. 5. PESERTA MUSWIL DAN MUSCAB Peserta Muswil adalah 1. Penasehat tingkat provinsi 2. Pengurus wilayah bersangkutan. Bila kepengurusan wilayah belum terbentuk, maka akan diwakili oleh koordinator konselor wilayah 3. Pengurus cabang pada wilayah bersangkutan. 4. Peninjau sesuai dengan keputusan pengurus wilayah atau bila kepengurusan wilayah belum terbentuk diwakili oleh koordinator konselor. Peserta Muscab adalah 1. Penasehat tingkat kabupaten atau kota 2. Pengurus kabupaten atau kota bersangkutan. Bila kepengurusan cabang belum terbentuk, maka akan diwakili oleh pengurus wilayah atau koordinator konselor wilayah 3. Konselor di kabupaten atau kota bersangkutan. 4. Peninjau sesuai dengan keputusan pengurus cabang atau kota dan bila kepengurusan cabang atau kota belum terbentuk diwakili oleh pengurus wilayah atau koordinator konselor wilayah. 4

6 6. AGENDA SIDANG MUSWIL DAN MUSCAB Agenda sidang muswil dan muscab terdiri dari: Sidang 1. Dipimpin oleh panitia penyelenggara Muswil atau muscab yang membahas agenda, tata tertib muswil atau muscab, dan pemilihan pimpinan sidang Sidang 2. Dipimpin oleh pimpinan sidang Muswil atau muscab terpilih yang membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan dan tanggapan atas laporan pertanggungjawaban tersebut Sidang 3. Dipimpin oleh pimpinan sidang Muswil atau muscab terpilih yang membahas syarat calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang atau cabang, tata tertib dan mekanisme pemilihan dan pemilihan. 7. PEMILIHAN KETUA PKVHI WILAYAH DAN CABANG 7a. Syarat calon ketua/formatur PKVHI Wilayah 1. Calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang adalah Konselor KTHIV yang telah lulus mengikuti Pelatihan Konselor minimal 3 tahun dan anggota PKVHI aktif yang dibuktikan dengan surat dari pengurus PKVHI cabang 2. Calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang dicalonkan oleh sekurangkurangnya 5 (lima) Pengurus PKVHI cabang 3. Calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang tidak pernah melanggar AD/ART PKVHI. 4. Calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang menyatakan kesediaan di depan Forum muswil PKVHI. 5. Calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang adalah orang yang bersedia dan mampu bekerja menjalankan organisasi selama periode terkait (3 tahun) bertempat di Sekretariat PKVHI wilayah berada. 6. Calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang mampu melanjutkan kerja sama dengan PKVHI pusat, Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan setempat yang merupakan mitra strategis utama PKVHI. 5

7 7b. Syarat calon ketua/formatur PKVHI cabang 1. Calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang adalah Konselor KTHIV yang telah lulus mengikuti Pelatihan Konselor minimal 3 tahun dan anggota PKVHI aktif yang dibuktikan dengan surat dari pengurus PKVHI cabang 2. Calon Formatur/Ketua PKVHI cabang dicalonkan oleh sekurangkurangnya 5 (lima) Pengurus PKVHI cabang. Bila belum terbentuk PKVHI cabang, dicalonkan oleh 5 (lima) konselor aktif yang dibuktikan dengan surat dari pengurus PKVHI wilayah 3. Calon Formatur/Ketua PKVHI cabang tidak pernah melanggar AD/ART PKVHI. 4. Calon Formatur/Ketua PKVHI cabang menyatakan kesediaan di depan Forum musab PKVHI. 5. Calon Formatur/Ketua PKVHI cabang adalah orang yang bersedia dan mampu bekerja menjalankan organisasi selama periode terkait (3 tahun) bertempat di Sekretariat PKVHI cabang berada. 6. Calon Formatur/Ketua PKVHI cabang mampu melanjutkan kerja sama dengan PKVHI Pusat, PKVHI Wilayah, Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan se tempat yang merupakan mitra strategis utama PKVHI. 7c Tata tertib pemilihan Formatur/Ketua PKVHI Wilayah 1. Prosedur pemilihan Formatur/Ketua PKVHI wilayah didahului dengan tahapan pendaftaran usulan nama calon Formatur/Ketua PKVHI Wilayah dari setiap delegasi 2. Pendaftaran usulan nama calon dilakukan dengan sistem satu Cabang hanya memiliki satu suara dan setiap Ketua Delegasi hanya berhak mememilih1 (satu) nama yang akan menjadi calon pada kertas suara dengan cara menuliskan nama yang akan menjadi calon. 3. Orang yang akan menjadi calon Formatur/Ketua PKVHI Wilayah adalah yang memenuhi persyaratan seperti yang tercantum pada butir 7a di atas. 4. Orang yang akan menjadi calon Formatur/Ketua PKVHI Wilayah disahkan dalam forum Muwil oleh Pimpinan Sidang setelah : Dilakukan Verifikasi administrasi terhadap orang yang akan menjadi calon oleh panita pemilihan Pernyataan Kesediaan untuk di usulkan sebagai Calon Formatur/Ketua PKVHI Wilayah. 5. Calon Formatur/Ketua PKVHI Wilayah dapat lebih dari satu orang 6

8 6. Pemilihan calon Formatur/Ketua PKVHI Wilayah dilakukan dengan menggunakan kertas suara yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah Peserta. 7. Kertas suara pemilihan yang sah adalah kertas suara yang disediakan oleh panitia pemilihan dan diberi stempel Panitia. 8. Kertas suara dianggap sah apabila: Pada kertas suara terdapat stempel Panitia Hanya terdapat 1 (satu) nama dan atau nomor urut calon Formatur/Ketua PKVHI Wilayah 9. Pemilihan Formatur/Ketua PKVHI wilayah dilakukan melalui 2 (dua) putaran 10. Pada putaran pertama, pemilihan dilakukan dengan sistem satu orang satu suara (One Man One Vote). Calon yang mendapatkan suara minimal 25% suara peserta utusan delegasi berhak maju pada putaran kedua. Jika tidak terdapat calon yang memenuhi suara minimal tersebut. maka dilakukan pemilihan ulang putaran pertama sampai dengan terdapat calon yang memperoleh suara minimal tersebut. 11. Pada putaran kedua, pemilihan dilakukan dengan sistem satu orang satu suara (One Man One Vote) dan setiap utusan Delegasi hanya berhak memilih 1 (satu) nama calon yang ada di kertas suara dengan cara menuliskan nama calon dan atau nomor urut. 12. Nama dan nomor urut pilihan calon Formatur\Ketua PKVHI Wilayah pada kertas suara di pemilihan putaran kedua sama dengan pada saat di pemilihan putaran pertama. 13. Calon yang mendapatkan suara terbanyak pada pemilihan putaran kedua ditetapkan sebagai Formatur/Ketua PKVHI wilayah 7d. Tata tertib pemilihan Formatur/Ketua PKVHI Cabang 1. Prosedur pemilihan Formatur/Ketua PKVHI Cabang didahului dengan tahapan pendaftaran usulan nama calon Formatur/Ketua PKVHI cabang dari setiap delegasi 2. Delegasi dalam Muscab adalah konselor aktif mewakili unit pelayanan KTHIV se tempat yang dibuktikan dengan surat dari pengurus PKVHI wilayah 3. Pendaftaran usulan nama calon dilakukan dengan sistem satu delegasi hanya memiliki satu suara dan setiap delegasi hanya berhak mememilih1 (satu) nama yang akan menjadi calon pada kertas suara dengan cara menuliskan nama yang akan menjadi calon. 7

9 4. Orang yang akan menjadi calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang adalah yang memenuhi persyaratan seperti yang tercantum pada butir 7b di atas. 5. Orang yang akan menjadi calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang disahkan dalam forum Muscab oleh Pimpinan Sidang setelah : Dilakukan Verifikasi administrasi terhadap orang yang akan menjadi calon oleh panita pemilihan Pernyataan Kesediaan untuk di usulkan sebagai Calon Formatur/Ketua PKVHI cabang. 6. Calon Formatur/Ketua PKVHI cabang bisa lebih dari satu orang 7. Pemilihan calon Formatur/Ketua cabang dilakukan dengan menggunakan kertas suara yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah Peserta. 8. Kertas suara pemilihan yang sah adalah kertas suara yang disediakan oleh panitia pemilihan dan diberi stempel Panitia. 9. Kertas suara dianggap sah apabila: Pada kertas suara terdapat stempel Panitia Hanya terdapat 1 (satu) nama dan atau nomor urut calon Formatur/Ketua PKVHI Cabang 10. Pemilihan Formatur/Ketua PKVHI Cabang dilakukan melalui 2 (dua) putaran 11. Pada putaran pertama, pemilihan dilakukan dengan sistem satu orang satu suara (One Man One Vote). Calon yang mendapatkan suara minimal 25% suara peserta utusan delegasi berhak maju pada putaran kedua. Jika tidak terdapat calon yang memenuhi suara minimal tersebut. maka dilakukan pemilihan ulang putaran pertama sampai dengan terdapat calon yang memperoleh suara minimal tersebut. 12. Pada putaran kedua, pemilihan dilakukan dengan sistem satu orang satu suara (One Man One Vote) dan setiap utusan Delegasi hanya berhak memilih 1 (satu) nama calon yang ada di kertas suara dengan cara menuliskan nama calon dan atau nomor urut. 13. Nama dan nomor urut pilihan calon Formatur\Ketua PKVHI cabang pada kertas suara di pemilihan putaran kedua sama dengan pada saat di pemilihan putaran pertama. 14. Calon yang mendapatkan suara terbanyak pada pemilihan putaran kedua ditetapkan sebagai Formatur/Ketua PKVHI Cabang 8

10 8. PELANTIKAN PENGURUS PKVHI WILAYAH DAN CABANG a. Tahap persiapan 1. Panitia penyelenggara Muswil/Cabang mengirim surat kepada pengurus PKVHI pusat tentang pelantikan. (Tembusan kepada PKVHI wilayah kalau Muscab) 2. Pengurus PKVHI pusat membuat surat jawaban dan meminta laporan resmi hasil muswil/muscab) dan daftar nama pengurus yang akan dilantik sesuai dengan susunan yang ada dalam AD/ART serta dokumen pendukung berupa Biodata pengurus yang akan dilantik dan bukti sebagai konselor KTHIV (sertifikat konselor KTHIV standar kemkes RI) 3. Pengurus PKVHI Wilayah/Cabang menentukan tanggal dan tempat pelantikan serta mengirim undangan pelantikan 4. Pengurus PKVHI pusat membuat SK kepengurusan PKVHI wilayah/cabang yang sudah ditanda tangani ketua umum dengan tanggal sesuai rencana pelantikan 5. Pengurus PKVHI pusat menetapkan perwakilan yang akan hadir dalam pelantikan tersebut dan bila ketua umum PKVHI berhalangan hadir maka akan membuatkan surat tugas kepada yang akan hadir melantik. Bila pelantikan pengurus PKVHI cabang maka pengurus PKVHI wilayah diminta untuk melaksanakan pelantikan atas nama pengurus PKVHI pusat 6. Persiapan teknis lain terkait pelantikan diserahkan kepada masingmasing wilayah, seperti undangan kepada Dinas Kesehatan/ Pemangku kepentingan lainnya, ruangan dan sarana lain b. Protokoler Pelantikan (lihat lampiran) c. Laporan 1. Pengurus PKVHI wilayah maupun cabang yang baru membuat laporan penyelenggaraan pelantikan dan mengirimkannya ke sekretariat PKVHI Pusat (Tembusan kepada PKVHI wilayah bila cabang) 2. Pengurus PKVHI wilayah melampirkan salinan (foto copy) naskah pelantikan yang sudah ditandatangani Ketua. Umum PKVHI/yang mewakili, Ketua Pengurus PKVHI wilayah yang dilantik, dan saksi (Kepala Dinas Kesehatan/yang mewakili) 9

11 9. PELAPORAN KEGIATAN PKVHI WILAYAH/CABANG Pengurus PKVHI wilayah maupun cabang berkewajiban memberikan laporan kegiatan setiap tahun kepada pengurus PKVHI pusat (Pengurus PKVHI cabang memberikan tembusan laporan ke pengurus PKVHI wilayah). Format laporan kegiatan pengurus PKVHI terlampir Selain itu pengurus PKVHI wilayah dan cabang berkewajiban mendata konselor KTHIV di wilayah/cabang serta secara berkala setiap bulan melakukan updating data tersebut. (format data konselor terlampir) Pengiriman data dapat dilakukan secara manual maupun melalui jaringan website 10

12 LAMPIRAN Protokol Upacara Pelantikan Pengurus PKVHI Wilayah/Cabang 1. Pembukaan oleh MC/pembawa Acara MC/Pembawa acara menyambut selamat datang kepada hadirin kemudian membacakan susunan acara pelantikan. 2. Hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Pembawa acara meminta kepada hadirin untuk berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama dipandu oleh diregent dan dapat diiringi music atau music organ/piano. (music dapat diminta pada secretariat PKVHI Pusat) Pembawa acara meminta kepada hadirin untuk kembali duduk. 3. Hadirin menyanyikan lagu Mars PKVHI Pembawa acara meminta kepada hadirin untuk berdiri menyanyikan lagu Mars PKVHI. Lagu Mars PKVHI yang dinyanyikan bersama dipandu oleh diregent dan dapat diiringi music atau music organ/piano. (music dan lirik lagu mars PKVHI dapat diminta pada secretariat PKVHI Pusat) Pembawa acara meminta kepada hadirin untuk kembali duduk. 4. Sambutan Ketua Panitia Ketua Panitia penyelenggara pelantikan pengurus PKVHI wilayah/cabang dalam sambutannya melaporkan persiapan penyelenggaraan pelantikan 5. Pembacaan SK dan nama-mana pengurus sesuai SK yang sudah ditandatangani ketua umum PKVHI oleh Ketua Umum PKVHI/yang mewakili (bila cabang pembacaan dilakukan oleh ketua PKVHI wilayah) Ketua Umum PKVHI/yang mewakili tampil kemuka/panggung/podium kemudian membacakan susunan kepengurusan PKVHI wilayah/cabang dan setiap orang yang namanya dibacakan diminta tampil kemuka/panggung. 11

13 Demi ketertiban pelaksanaan kegiatan ini panitia diminta menyediakan area tempat duduk khusus untuk pengurus PKVHI wilayah/cabang yang akan dilantik. Anggota pengurus PKVHI wilayah/cabang yang akan dilantik berdiri berjejer menghadap hadirin dengan posisi ketua pengurus di sebelah kiri. Ketua PKVHI Wilayah/Cabang bersama seluruh anggota pengurus tetap berdiri untuk kegiatan berikutnya. 6. Pelantikan Pengurus PKVHI Wilayah. Ketua Umum PKVHI/yang mewakili bersama kepala Dinas Kesehatan/yang mewakili tampil kemuka berdiri menghadap pengurus PKVHI wilayah/cabang yang akan dilantik. Petugas dari panitia menyerahkan folder/map yang berisikan naskah pelantikan. (naskah pelantikan terlampir) Ketua Umum PKVHI/yang mewakili membacakannya naskah pelantikan. Ketua Umum PKVHI/yang mewakili, kepala Dinas Kesehatan/yang mewakili dan seluruh pengurus PKVHI wilayah/cabang tetap berdiri untuk kegiatan berikutnya. 7. Penandatanganan naskah pelantikan oleh Ketua Umum PKVHI, Ketua PKVHI Wilayah/cabang, Kepala Dinas Kesehatan (sebagai saksi). Panitia diminta menyediakan meja kecil yang dilengkapi dengan boldpoint/pena. Ketua umum PKVHI/yang mewakili, Ketua PKVHI wilayah/cabang yang baru dilantik, dan kepala dinas kesehatan/yang mewakili sebagai saksi maju ke meja untuk menandatangani berkas naskah pelantikan sebagai bukti yang sah pelantikan telah dilaksanakan. Selesai penandatanganan naskah pelantikan, kepala dinas kesehatan/yang mewakili kembali ke tempat duduknya. Ketua umum PKVHI/yang mewakili bersama pengurus PKVHI wilayah/cabang yang baru dilantik tetap berdiri untuk kegiatan berikutnya. 8. Pembacaan janji konselor dibawah bendera merah putih dan bendera PKVHI. Petugas dari panitia (2 orang) tampil ke depan membawa bendera Merah Putih dan bendera PKVHI kemudian berdiri menyamping di sebelah kanan Ketua PKVHI Wilayah/cabang yang akan dilantik. 12

14 Ketua PKVHI Wilayah/cabang yang akan dilantik memegang ujung bendera PKVHI dan siap mengucapkan janji konselor. Petugas dari panitia tampil kemuka membawa naskah janji konselor untuk diserahkan kepada ketua umum PKVHI yang akan membacakan janji konselor. (naskah janji konselor terlampir) Ketua umum PKVHI/yang mewakili membacakan janji konselor yang akan diikuti oleh seluruh pengurus PKVHI wilayah/cabang yang baru dilantik Setelah pembacaan janji konselor petugas panitia yang membawa bendera kembali Ketua umum PKVHI/yang mewakili bersama pengurus PKVHI wilayah/cabang tetap berdiri untuk kegiatan berikutnya II.9. Pemakaian jaket dan pin PKVHI. Seorang petugas dari panitia maju kedepan membawa jaket dan PKVHI Ketua Umum PKVHI/yang mewakili secara simbolis memberikan jaket kepada ketua PKVHI wilayah/cabang untuk dipakai. Ketua Umum PKVHI/yang mewakili secara simbolis memasang pin PKVHI di dada bagian kiri ketua PKVHI wilayah/cabang. II.10. Pemberian salam kepada pengurus yang baru dilantik. Ketua Umum PKVHI/yang mewakili memberi salam kepada ketua PKVHI wilayah/cabang dan seluruh anggota pengurus Ketua Umum PKVHI/yang mewakili kembali ketempat duduknya diikuti oleh ketua PKVHI wilayah/cabang dan seluruh anggota pengurus. II.11. Sambutan dari pejabat wilayah/cabang ( misalnya, kepala Dinas Kesehatan atau yang mewakili) dan ketua PKVHI Wilayah/Cabang yang baru dilantik. Pembawa acara meminta pejabat wilayah ( misalnya, kepala Dinas Kesehatan atau yang mewakili) tampil ke podium untuk memberikan sambutannya Pembawa acara meminta ketua PKVHI Wilayah/Cabang yang baru dilantik tampil ke podium untuk memberikan sambutannya II.12. Pembacaan doa Pembawa acara meminta kepada orang yang ditugaskan untuk tampil ke depan membacakan doa Pembacaan doa 13

15 II.13. Hadirin menyanyikan lagu Bagimu Negeri Pembawa acara meminta kepada hadirin untuk berdiri menyanyikan lagu Bagimu Negeri. lagu Bagimu Negeri yang dinyanyikan bersama dipandu oleh diregent dan dapat diiringi music atau music organ/piano. (music dapat diminta pada secretariat PKVHI Pusat) Pembawa acara meminta kepada hadirin untuk kembali duduk. II.14. Penutupan Pembawa acara menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara pelantikan Ketua dan pengurus PKVHI wilayah/cabang telah usai dan mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam acara pelantikan. Setelah penutupan acara pelantikan biasanya dilakukan pemotretan foto bersama dan hadirin memberikan salam kepada ketua dan pengurus PKVHI wilayah/cabang yang baru dilantik. 14

16 Lampiran 2a. Naskah Pelantikan (Pelantikan oleh ketua umum PKVHI) NASKAH PELANTIKAN Pada hari ini, saya akan melantik saudara menjadi Pengurus Wilayah PKVHI Periode -, harap saudara jawab dengan jujur pertanyaan berikut: Apakah Saudara telah siap untuk dilantik sebagai Pengurus Wilayah PKVHI periode -?... Selanjutnya ikuti kata-kata saya; Saya Berjanji : bahwa saya sebagai pengurus Wilayah PKVHI, periode - akan senantiasa, menjalankan seluruh amanat yang menjadi tugas-tugas sebagai pimpinan dan pengurus Wilayah PKVHI -, sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga PKVHI, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada organisasi PKVHI, Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa memberikan Rahmat dan Hidayahnya, Amin. Dengan demikian saya telah melantik secara remsi saudara-saudara sebagai pengurus wilayah PKVHI periode -., Pengurus Pusat PKVHI Ketua Umum 15

17 Lampiran 2b. Naskah Pelantikan (Pelantikan atas nama ketua umum PKVHI) NASKAH PELANTIKAN Pada hari ini, atas nama Ketua Umum PKVHI, saya akan melantik saudara menjadi Pengurus Periode -, harap saudara jawab dengan jujur pertanyaan berikut: Apakah Saudara telah siap untuk dilantik sebagai Pengurus Wilayah PKVHI periode -?... Selanjutnya ikuti kata-kata saya; Saya Berjanji : bahwa saya sebagai pengurus Wilayah PKVHI, periode - akan senantiasa, menjalankan seluruh amanat yang menjadi tugas-tugas sebagai pimpinan dan pengurus Wilayah PKVHI, periode -, sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga PKVHI, dan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada organisasi PKVHI, Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa memberikan Rahmat dan Hidayahnya, Amin. Dengan demikian saya atas nama ketua umum PKVHI sesuai dengan ketentuan yang berlaku telah melantik secara remsi saudara-saudara sebagai pengurus wilayah PKVHI PKVHI, periode -., Pengurus Pusat PKVHI Ketua Umum 16

18 Lampiran 3. Janji Konselor JANJI KONSELOR VCT- HIV INDONESIA Dengan berdasarkan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai konselor VCT-HIV INDONESIA ; saya berjanji bahwa saya akan menjalankan tugas saya sebagai konselor VCT HIV dengan mengedepankan rasa kemanusiaan saya berjanji bahwa saya akan selalu menjaga kerahasiaan segala informasi yang berhubungan dengan klien VCT saya akan selalu menjaga martabat pekerjaan saya sebagai koselor VCT HIV Saya berjanji dalam menjalankan pekerjaan saya akan menjunjung tinggi etika konselor saya berjanji untuk selalu menjunjung tinggi hak klien saya berjanji akan selalu menghormati sesama konselor VCT HIV saya berjanji akan menjaga kehormatan perkumpulan konselor VCT HIV Indonesia Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua. Saya ikrarkan janji ini dengan sungguh sungguh dan demi kehormatan saya 17

19 Lampiran 4. Berita Acara Pelantikan BERITA ACARA PELANTIKAN PENGURUS WILAYAH PKVHI PERIODE - Pada hari ini, tanggal bulan tahun pukul bertempat di, telah dilantik Pengurus PKVHI Wilayah periode - sesuai dengan SK Ketua Umum PKVHI NOMOR : / SK / PKVHI / / tentang penetapan Pengurus Wilayah PKVHI Pelantikan dilaksanakan oleh Ketua Umum PKVHI Ketua Pengurus Wilayah PKVHI Periode - Disaksikan oleh ( ) 18

20 Lampiran 5. Format Laporan Kegiatan Pengurus PKVHI Wilayah/Cabang LAPORAN WILAYAH : WAKTU PELAKSANAAN : LOKASI : NO TANGGAL KEGIATAN TIM PELAKSANA CAPAIAN HAMBATAN SUMBER DANA, 201 Ketua PKVHI Wilayah, ( ) 19

21 Lampiran 6. Format Data Konselor PKVHI Wilayah/Cabang Data Layanan KTHIV dan Konselor PKVHI Wilayah Status Kabupaten/Kota Layanan Alamat dan No. Telp Nama Konselor Aktif Non Aktif Penyelenggara/ Tahun Pelatihan Keterangan Catatan: Silahkan menambahkan data layanan yang belum tercakup di atas 20

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PKVHI Disampaikan pada Rapat Kerja PKVHI 2015 Hotel Kawanua Jakarta, 28 April 2015

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PKVHI Disampaikan pada Rapat Kerja PKVHI 2015 Hotel Kawanua Jakarta, 28 April 2015 ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PKVHI 2014-2017 Disampaikan pada Rapat Kerja PKVHI 2015 Hotel Kawanua Jakarta, 28 April 2015 STRUKTUR AD/ART STRUKTUR ANGGARAN DASAR PKVHI Nama, Waktu dan Tempat

Lebih terperinci

Rancangan TATA-TERTIB SIDANG MUNAS VI IKATAN ALUMNI UPN VETERAN YOGYAKARTA

Rancangan TATA-TERTIB SIDANG MUNAS VI IKATAN ALUMNI UPN VETERAN YOGYAKARTA Rancangan TATA-TERTIB SIDANG MUNAS VI IKATAN ALUMNI UPN VETERAN YOGYAKARTA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Musyawarah Nasional VI IAUPNVY 2016 1) Musyawarah Nasional VI Ikatan Alumni UPN Veteran Yogyakarta

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA HISWARA MIGAS INDONESIA MUKADIMAH Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan kenikmatan bagi Bangsa Indonesia dalam kandungan bumi pertiwi Indonesia berupa sumber daya alam

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA BAB I PENGERTIAN Pasal 1 Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia disingkat IAKMI yang dalam bahasa Inggris disebut Indonesia Public Health

Lebih terperinci

KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016.

KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016. KONGRES KEENAM IKATAN ALUMNI PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN STAN (IKANAS STAN) Keputusan Sidang Pleno Tetap Nomor :.../IKANAS/KONGRES-VI/XI/2016 tentang PENETAPAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA NASIONAL IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA ( ILMPI ) PSIKOLOGI BERSATU DEMI NUSANTARA

MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA NASIONAL IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA ( ILMPI ) PSIKOLOGI BERSATU DEMI NUSANTARA ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Status Keanggotaan 1. Anggota ILMPI adalah Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jurusan/Program Studi/Fakultas Psikologi di Indonesia. 2. Keanggotaan ILMPI ditetapkan

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN SENAT MAHASISWA PETERNAKAN INDONESIA (ISMAPETI) HASIL MUNAS XIII Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 MUKADDIMAH

ANGGARAN DASAR IKATAN SENAT MAHASISWA PETERNAKAN INDONESIA (ISMAPETI) HASIL MUNAS XIII Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 MUKADDIMAH HASIL MUNAS XIII Universitas Muhammadiyah Malang 22-24 Januari 2015 ANGGARAN DASAR IKATAN SENAT MAHASISWA PETERNAKAN INDONESIA () MUKADDIMAH Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, sesungguhnya mahasiswa peternakan

Lebih terperinci

ISMKMI Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Indonesian Public Health Student Executive Board Association

ISMKMI Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Indonesian Public Health Student Executive Board Association ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN SENAT MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA BAB I PENGERTIAN Pasal 1 ISMKMI adalah organisasi yang menghimpun Lembaga Eksekutif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat se-indonesia.

Lebih terperinci

ISMKMI Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Association Indonesian Of Public Health Student Organization

ISMKMI Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Association Indonesian Of Public Health Student Organization ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN SENAT MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA BAB I PENGERTIAN Pasal 1 ISMKMI adalah organisasi yang menghimpun lembaga eksekutif Mahasiswa Kesehatan Masyarakat se-indonesia.

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA TURKI

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA TURKI ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA TURKI 2016-2017 MPA PPI TURKI 2016-2017 ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA (PPI) TURKI PERIODE 2016-2017 BAB I SIFAT Pasal 1 1.

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA.

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA. ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II BAB I IKATAN PENSIUNAN PELABUHAN INDONESIA II DAN WILAYAH KERJA Pasal 1 (1) Ikatan Pensiunan Pelabuhan Indonesia II disingkat IKAPENDA sebagaimana

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang Mengingat : : WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 23 TAHUN 2011 LAMPIRAN : 1 (satu) berkas TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMBENTUKAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN PENGURUS LEMBAGA

Lebih terperinci

Musyawarah Nasional XIII Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika Indonesia Central Executive of Indonesian Physics Student s Societies Association

Musyawarah Nasional XIII Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika Indonesia Central Executive of Indonesian Physics Student s Societies Association ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN HIMPUNAN MAHASISWA FISIKA INDONESIA BAB I KEANGGOTAAN IHAMAFI Pasal 1 Keanggotaan IHAMAFI : 1. Mengajukan permohonan menjadi anggota IHAMAFI dan kesediaan untuk menjalankan

Lebih terperinci

SIDANG UMUM HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TELKOM

SIDANG UMUM HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TELKOM ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota HMTI terdiri dari: 1. Anggota Putih HMTI adalah seluruh mahasiswa yang masih dalam masa pendidikan di Jurusan Teknik Industri yang belum mengikuti

Lebih terperinci

MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR

MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI BUMISERAM ( IKAB )MAKASSAR ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI BUMISERAM (IKAB) MAKASSAR JAKARTA, 19 JULI 2009 KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR IKATAN ALUMNI

Lebih terperinci

SALINAN L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 T E N T A N G

SALINAN L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 T E N T A N G 1 SALINAN L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 T E N T A N G TATA CARA PENCALONAN, PEMILIHAN, PENGANGKATAN, PELANTIKAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2014 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PELANTIKAN WAKIL GUBERNUR WAKIL BUPATI, DAN WAKIL WALIKOTA DENGAN

Lebih terperinci

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL RAPAT PLENO PENGURUS PUSAT YANG DIPERLUAS DI BALIKPAPAN, 12 JANUARI 2017

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL RAPAT PLENO PENGURUS PUSAT YANG DIPERLUAS DI BALIKPAPAN, 12 JANUARI 2017 PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN NOTARIS INDONESIA HASIL RAPAT PLENO PENGURUS PUSAT YANG DIPERLUAS DI BALIKPAPAN, 12 JANUARI 2017 1. Beberapa ketentuan dalam Bab II Bagian Kedua Paragraf 1 Pasal

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1009, 2014 KEMENPAN RB. Keprotokolan. Pelaksanaan. Pedoman. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/413/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN SUMPAH/JANJI APOTEKER

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/413/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN SUMPAH/JANJI APOTEKER KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/413/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN SUMPAH/JANJI APOTEKER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PANITIA MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA NASIONAL IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA KE-V TAHUN

PANITIA MUSYAWARAH DAN RAPAT KERJA NASIONAL IKATAN LEMBAGA MAHASISWA PSIKOLOGI INDONESIA KE-V TAHUN ANGGARAN RUMAH TANGGA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Status Keanggotaan 1. Anggota ILMPI adalah Lembaga Eksekutif Mahasiswa Jurusan/Program Studi/Fakultas Psikologi di Indonesia. 2. Keanggotaan ILMPI ditetapkan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PELANTIKAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, SERTA WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1906, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDAGRI. Pelantikan. Wakil Gubernur. Wakil Bupati. Wakil Walikota. Tata Cara. Pencabutan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PELANTIKAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, SERTA WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN PEMUDA TIONGHOA INDONESIA PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR IKATAN PEMUDA TIONGHOA INDONESIA PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR IKATAN PEMUDA TIONGHOA INDONESIA PEMBUKAAN Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa : Bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku yang terpadu menjadi bangsa yang besar adalah anugerah Tuhan

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELANTIKAN KEPALA DAERAH DAN/ATAU WAKIL KEPALA DAERAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI

ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA (AD/ART), PROGRAM KERJA DAN KODE ETIK AHLI GIZI PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) 2015 ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA ( AD/ART ) PERSATUAN AHLI GIZI

Lebih terperinci

BUPATI LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN 1 BUPATI LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 28 Tahun : 2013

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 28 Tahun : 2013 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 28 Tahun : 2013 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN BERITA ACARA PENGUCAPAN SUMPAH / JANJI ANGGOTA PANITIA PEMUNGUTAN SUARA

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TUBAN BERITA ACARA PENGUCAPAN SUMPAH / JANJI ANGGOTA PANITIA PEMUNGUTAN SUARA BERITA ACARA PENGUCAPAN SUMPAH / JANJI ANGGOTA PANITIA PEMUNGUTAN SUARA Pada hari ini, tanggal... bulan Maret tahun Dua Ribu Tiga Belas bertempat di.., saya Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan., berdasarkan

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1052, 2017 KEMENDAGRI. Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2017 TENTANG PENDAFTARAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENCALONAN, PEMILIHAN, PENGANGKATAN, PELANTIKAN, DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA

PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENCALONAN, PEMILIHAN, PENGANGKATAN, PELANTIKAN, DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA BUPATI GUNUNGKIDUL PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENCALONAN, PEMILIHAN, PENGANGKATAN, PELANTIKAN, DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

PENGURUS BESAR IGPKhI SELAKU PIMPINAN MUNAS I IGPKhI Sekretaris Jenderal,

PENGURUS BESAR IGPKhI SELAKU PIMPINAN MUNAS I IGPKhI Sekretaris Jenderal, AD/ART IKATAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS INDONESIA KEPUTUSAN MUNAS I IKATAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS INDONESIA Nomor : 2/MUNAS I/ IGPKhI /I/ 2017 Tentang : ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IGPKhI DENGAN

Lebih terperinci

KETETAPAN MUSYAWARAH ANGGOTA KELUARGA BESAR MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Nomor : 010/ MUSYANGKBMK/ I/ 2017

KETETAPAN MUSYAWARAH ANGGOTA KELUARGA BESAR MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Nomor : 010/ MUSYANGKBMK/ I/ 2017 KETETAPAN MUSYAWARAH ANGGOTA KELUARGA BESAR MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Nomor : 010/ MUSYANGKBMK/ I/ 2017 TENTANG : ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KELUARGA BESAR MAHASISWA

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA INDONESIA (IPeKB INDONESIA) Pasal 1 BAB I ATRIBUT

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA INDONESIA (IPeKB INDONESIA) Pasal 1 BAB I ATRIBUT ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA INDONESIA (IPeKB INDONESIA) BAB I ATRIBUT Pasal 1 1. Lambang organisasi IpeKB Indonesia adalah segi lima warna biru muda yang didalamnya terdapat

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI ANTROPOLOGI INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Nama Organisasi Asosiasi Antropologi Indonesia disingkat AAI selanjutnya disebut AAI. Pasal 2 Makna AAI adalah wadah tunggal

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG TATA TERTIB BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.587, 2015 BPH MIGAS. Komite BPH Migas. Tugas. Wewenang. Pelaksanaan. Pencabutan. PERATURAN BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI NOMOR 05 TAHUN 2015 TENTANG TATA

Lebih terperinci

BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG

BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG BUPATI PACITAN PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA, PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 9 TAHUN 2004 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL (PPNS) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 T E N T A N G

L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 T E N T A N G L E M B A R AN D A E R A H KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 07 TAHUN 2007 T E N T A N G TATA CARA PENCALONAN, PEMILIHAN, PENGANGKATAN, PELANTIKAN DAN PEMBERHENTIAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS) IV FEDERASI SERIKAT PEKERJA PERKAYUAN PERHUTANAN DAN UMUM SELURUH INDONESIA

KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS) IV FEDERASI SERIKAT PEKERJA PERKAYUAN PERHUTANAN DAN UMUM SELURUH INDONESIA KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL (MUNAS) IV FEDERASI SERIKAT PEKERJA PERKAYUAN PERHUTANAN DAN UMUM SELURUH INDONESIA NOMOR : KEP-02/MUNAS.IV/FSPK/VIII/2009 TENTANG PERATURAN TATA TERTIB MUSYAWARAH NASIONAL

Lebih terperinci

BUPATI GUNUNGKIDUL PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

BUPATI GUNUNGKIDUL PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUPATI GUNUNGKIDUL PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 07 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI)

ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI) Peningkatan. dan Pemantapan Solidaritas Mahasiswa Kesehatan Indonesia ANGGARAN RUMAH TANGGA JARINGAN MAHASISWA KESEHATAN INDONESIA (JMKI) BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 Anggota Anggota JMKI adalah lembaga eksekutif

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ====================================================================== ANGGARAN DASAR U-GREEN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG MUKADDIMAH

Lebih terperinci

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society

MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society MASTEL MASYARAKAT TELEMATIKA INDONESIA The Indonesian Infocom Society ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA 2003-2006 ANGGARAN DASAR MASTEL MUKADIMAH Bahwa dengan berkembangnya teknologi, telah terjadi

Lebih terperinci

JAKARTA 11 DESEMBER ANGGARAN 2012 DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

JAKARTA 11 DESEMBER ANGGARAN 2012 DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA 2012 JAKARTA 11 DESEMBER ANGGARAN 2012 DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA DEWAN PENGURUS PUSAT IKATAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA (IPeKB) INDONESIA ASUS [Type the company name] [Pick the date] KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

MUSYAWARAH NASIONAL KEDELAPAN PERSATUAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM KESEHATAN INDONESIA SURABAYA, MEI 2017

MUSYAWARAH NASIONAL KEDELAPAN PERSATUAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM KESEHATAN INDONESIA SURABAYA, MEI 2017 MUSYAWARAH NASIONAL KEDELAPAN SURABAYA, 17-19 MEI 2017 K E P U T U S A N MUSYAWARAH NASIONAL KEDELAPAN ( MUNAS VIII P A T E L K I ) Nomor : 01/MUNAS VIII/5/2017 Tentang PENGESAHAN TATA TERTIB MUNAS VIII

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) IKATAN ALUMNI STATISTIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO (IKALISTA UNDIP)

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) IKATAN ALUMNI STATISTIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO (IKALISTA UNDIP) ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) IKATAN ALUMNI STATISTIKA UNIVERSITAS DIPONEGORO (IKALISTA UNDIP) 1 BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 (1) Anggota Biasa adalah semua orang yang lulus atau pernah kuliah di Jurusan Statistika

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA KERJA PANITIA SELEKSI, PENGANGKATAN DEWAN PENGAWAS DAN DIREKSI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DENGAN

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA

ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA Masyarakat Telematika Indonesia The Indonesian ICT Society ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA Anggaran Dasar MASTEL MUKADIMAH Bahwa dengan berkembangnya teknologi, telah terjadi konvergensi bidang Telekomunikasi,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE

ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE ANGGARAN DASAR IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA PERIODE 2012-2015 MUKADIMAH Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta semangat mewujudkan visi organisasi yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : M.02.PR.08.10 TAHUN 2004 TENTANG TATA CARA PENGANGKATAN ANGGOTA, PEMBERHENTIAN ANGGOTA, SUSUNAN ORGANISASI, TATA KERJA, DAN TATA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1645, 2014 KEMENRISTEK. Keprotokolan. Pedoman. PERATURAN MENTERI RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 PEDOMAN KEPROTOKOLAN DI KEMENTERIAN RISET

Lebih terperinci

BAB I UMUM. Pasal 1. (1) Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar ORARI yang telah disahkan dalam Munas khusus ORARI tahun 2003

BAB I UMUM. Pasal 1. (1) Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar ORARI yang telah disahkan dalam Munas khusus ORARI tahun 2003 BAB I UMUM Pasal 1 (1) Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar ORARI yang telah disahkan dalam Munas khusus ORARI tahun 2003 (2) Anggaran Rumah Tangga ini merupakan penjabaran dan

Lebih terperinci

DPN APPEKNAS ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PENGUSAHA PELAKSANA KONTRAKTOR DAN KONSTRUKSI NASIONAL

DPN APPEKNAS ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PENGUSAHA PELAKSANA KONTRAKTOR DAN KONSTRUKSI NASIONAL DPN APPEKNAS ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI PENGUSAHA PELAKSANA BAB I KEANGGOTAAN Pasal 1 SYARAT MENJADI ANGGOTA Syarat menjadi anggota APPEKNAS, adalah sebagai berikut : 1. Anggota Biasa a. Badan Usaha

Lebih terperinci

2017, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5035); 2. Undang-Undang No

2017, No (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5035); 2. Undang-Undang No No.131, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BNN. Tata Upacara. PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG TATA UPACARA DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPEN-PG

ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPEN-PG ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPEN-PG HIMPEN-PG Alamat Sekretariat JL. PISANG NO. 2 KOMPLEK PERUMAHAN PETROKIMIA GRESIK G R E S I K Telp. (031) 3982200. Pswt 1328, Flexi : (031) 72016311 e-mail : himpen@petrokimia-gresik.com

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH

Lebih terperinci

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman

Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman Pembukaan ANGGARAN DASAR Bab I (Tata Organisasi) 1. Nama, Waktu dan Kedudukan 2. Sifat dan Bentuk 3. Lambang Bab II (Dasar,

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR DEWAN PENGURUS PUSAT IKATAN KELUARGA ALUMNI INSTITUT MANAJEMEN KOPERASI INDONESIA MUKADIMAH

ANGGARAN DASAR DEWAN PENGURUS PUSAT IKATAN KELUARGA ALUMNI INSTITUT MANAJEMEN KOPERASI INDONESIA MUKADIMAH ANGGARAN DASAR DEWAN PENGURUS PUSAT IKATAN KELUARGA ALUMNI INSTITUT MANAJEMEN KOPERASI INDONESIA MUKADIMAH Bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana amanat UUD 1945 tiada lain adalah

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI LAUNDRY INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI LAUNDRY INDONESIA ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI LAUNDRY INDONESIA BAB I LAMBANG, BENDERA, HYMNE DAN MARS ORGANISASI Pasal 1 Lambang 1. Lambang Organisasi berbentuk lingkaran dengan tulisan Asosiasi Laundry Indonesia dan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 11 Tahun : 2007 Seri : E

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 11 Tahun : 2007 Seri : E BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL (Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul) Nomor : 11 Tahun : 2007 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 15 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENCALONAN, PEMILIHAN,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN SILATNAS PGMI Nomor : 04/SK/Silatnas-PGMI/XI/2008. Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PGMI ANGGARAN DASAR

KEPUTUSAN SILATNAS PGMI Nomor : 04/SK/Silatnas-PGMI/XI/2008. Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PGMI ANGGARAN DASAR KEPUTUSAN SILATNAS PGMI Nomor : 04/SK/Silatnas-PGMI/XI/2008 Tentang ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PGMI ANGGARAN DASAR PERSATUAN GURU MADRASAH INDONESIA (PGMI) Bahwa sesungguhnya Islam adalah

Lebih terperinci

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG 1 PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG TATA KERJA DAN POLA HUBUNGAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM, PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI, DAN PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN

Lebih terperinci

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ANDALAS 4 IKATAN KELUARGA ALUMNI FAKULTAS EKONOMI

Lebih terperinci

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION

PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA INDONESIAN LEGAL AID AND HUMAN RIGHTS ASSOCIATION PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA INDONESIA BAB I PERHIMPUNAN WILAYAH Syarat dan Tatacara Pendirian Perhimpunan Wilayah Pasal 1 (1) Perhimpunan Wilayah adalah

Lebih terperinci

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 05 TAHUN 2008 TENTANG TATA KERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM, KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI, DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang :

Lebih terperinci

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMMG ITB

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMMG ITB 0 AD/ART ANGGARAN DASAR MUKADIMAH Mahasiswa Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung adalah bagian dari civitas akademik pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, mahasiswa Teknik

Lebih terperinci

BUPATI TULUNGAGUNG SALINAN PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI TULUNGAGUNG SALINAN PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI TULUNGAGUNG SALINAN PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 04 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA

ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA ANGGARAN DASAR FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA PEMBUKAAN Kegiatan panjat tebing di Indonesia merupakan wujud nyata dari dinamika warga negara Indonesia yang dengan sadar menghimpun dirinya dalam berbagai

Lebih terperinci

BAB III KEANGGOTAAN Pasal 4 Syarat Keanggotaan

BAB III KEANGGOTAAN Pasal 4 Syarat Keanggotaan ANGGARAN RUMAH TANGGA HIMPUNAN PENDIDIK DAN PENELITI BIOLOGI INDONESIA BAB I PEMBUKAAN Pasal 1 Penjelasan Umum (1) Anggaran Rumah Tangga Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia yang selanjutnya

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJARMASIN

WALIKOTA BANJARMASIN WALIKOTA BANJARMASIN PERATURAN DAERAH KOTA BANJARMASIN NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN RUKUN TETANGGA (RT) DAN RUKUN WARGA (RW) DI WILAYAH KOTA BANJARMASIN DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

BUPATI ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUPATI ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 002 TAHUN 2015

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 002 TAHUN 2015 PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 002 TAHUN 2015 Tentang TATA KERJA ORGANISASI KEMAHASISWAAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Dewan

Lebih terperinci

MUSYAWARAH NASIONAL IX HISKI HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI)

MUSYAWARAH NASIONAL IX HISKI HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI) MUSYAWARAH NASIONAL IX HISKI HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA (HISKI) Universitas Pattimura, Ambon 3 Desember 2015 Bertempat di hotel Swiss Bell ANGGARAN DASAR HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GRESIK Menimbang : bahwa sebagai wujud pelaksanaan

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2015 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2015 TENTANG PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

Lebih terperinci

BUPATI LAMPUNG BARAT PROVINSI LAMPUNG

BUPATI LAMPUNG BARAT PROVINSI LAMPUNG SALINAN BUPATI LAMPUNG BARAT PROVINSI LAMPUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LAMPUNG BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR IKATAN DOKTER INDONESIA MUKADDIMAH

ANGGARAN DASAR IKATAN DOKTER INDONESIA MUKADDIMAH ANGGARAN DASAR IKATAN DOKTER INDONESIA MUKADDIMAH Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia telah berhasil merebut kemerdekaan dari kaum penjajah, maka setiap warga negara berkewajiban mengisi

Lebih terperinci

Sekretariat: Gedung Fakultas Farmasi UI, KETETAPAN BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA

Sekretariat: Gedung Fakultas Farmasi UI,   KETETAPAN BADAN PERWAKILAN MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA KETETAPAN BADAN PERWAKILAN MAHASISWA Nomor: 16/TAP/BPM FF UI/X/2015 Tentang PEMILIHAN RAYA LEMBAGA KEMAHASISWAAN Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas

Lebih terperinci

PEDOMAN SUMPAH PERAWAT INDONESIA

PEDOMAN SUMPAH PERAWAT INDONESIA PEDOMAN SUMPAH PERAWAT INDONESIA PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA PENYUSUN DEWAN PENGURUS PUSAT PERSATUAN PERAWAT NASIONAL INDONESIA Sekretariat: Alamat: Jl. Lenteng Agung No. 64 Jagakarsa, Jakarta

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR MEKANIKAL ELEKTRIKAL INDONESIA ( A S K O M E L I N ) BAB I UMUM Pasal 1 DASAR 1. Anggaran Rumah Tangga ini

ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR MEKANIKAL ELEKTRIKAL INDONESIA ( A S K O M E L I N ) BAB I UMUM Pasal 1 DASAR 1. Anggaran Rumah Tangga ini ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI KONTRAKTOR MEKANIKAL ELEKTRIKAL INDONESIA ( A S K O M E L I N ) BAB I UMUM Pasal 1 DASAR 1. Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar yang ditetapkan pada

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1360, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN. Tata Naskah Dinas. Pedoman. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENGELOLA PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012

Lebih terperinci

KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA KEPPRES 76/1993, PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA AKADEMI ILMU PENGETAHUAN INDONESIA Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 76 TAHUN 1993 (76/1993) Tanggal: 18 AGUSTUS 1993 (JAKARTA)

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DI KABUPATEN KENDAL

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DI KABUPATEN KENDAL PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK DI KABUPATEN KENDAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KENDAL, Menimbang

Lebih terperinci

~ 1 ~ BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

~ 1 ~ BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA ~ 1 ~ SALINAN BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KAYONG

Lebih terperinci

TATA TERTIB MUSYAWARAH NASIONAL LUAR BIASA AD/ART

TATA TERTIB MUSYAWARAH NASIONAL LUAR BIASA AD/ART TATA TERTIB MUSYAWARAH NASIONAL LUAR BIASA AD/ART ASOSIASI PENYELENGGARA JASA INTERNET INDONESIA BAB I KETENTUAN UMUM PASAL 1 (1) Berdasarkan satu ketetapan pada Hasil Musyawarah Nasional VIII 20 Mei 2015

Lebih terperinci

PERHIMPUNAN MAHASISWA INDONESIA DI RUSIA

PERHIMPUNAN MAHASISWA INDONESIA DI RUSIA ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA PERHIMPUNAN MAHASISWA INDONESIA Dl RUSIA (Permira) P E M B U K A A N Atas berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Federasi

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.353, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA. Organisasi. Tata Kerja. Majelis Kehormatan Disiplin. Kedokteran PERATURAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016 BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 4 Tahun : 2016 PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA) BANJARANYAR BINA USAHA MANDIRI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS

ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA) BANJARANYAR BINA USAHA MANDIRI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS ANGGARAN RUMAH TANGGA BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA) BANJARANYAR BINA USAHA MANDIRI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 (1) Anggaran Rumah Tangga ini merupakan penjabaran

Lebih terperinci

TENTANG TATA KELOLA KEPENGURUSAN PERHIMPUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI INDIA,

TENTANG TATA KELOLA KEPENGURUSAN PERHIMPUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA DI INDIA, SURAT KEPUTUSAN PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA (PPI) DI INDIA NOMOR : 02/SK/PPI/IX/2014 TENTANG TATA KELOLA KEPENGURUSAN PERHIMPUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR APMMI

ANGGARAN DASAR APMMI ANGGARAN DASAR APMMI November 2000 DAFTAR ISI I. Daftar isi i II. Mukadimah 1 III. Nama, Tempat Kedudukan dan Sekretariat 2 IV. Pendirian 2 V. Visi dan Misi 2 VI. Tujuan 3 VII. Kegiatan 3 VIII. Keanggotan

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2014 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2014 TENTANG MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 77 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PENGHITUNGAN, PENGANGGARAN DALAM APBD, DAN TERTIB ADMINISTRASI PENGAJUAN,

Lebih terperinci

Peraturan Rektor. Universitas Bung Hatta

Peraturan Rektor. Universitas Bung Hatta PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS BUNG HATTA NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEMILIHAN KETUA DAN SEKRETARIS LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, SERTA KEPALA DAN SEKRETARIS PUSAT PENELITIAN DALAM

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG MAHKAMAH MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA

UNDANG-UNDANG DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG MAHKAMAH MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA UNDANG-UNDANG DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG MAHKAMAH MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BADAN PERWAKILAN DESA DESA PADI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO K E P U T U S A N BADAN PERWAKILAN DESA PADI NOMOR : 01 TAHUN 2001 T E N T A N G

BADAN PERWAKILAN DESA DESA PADI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO K E P U T U S A N BADAN PERWAKILAN DESA PADI NOMOR : 01 TAHUN 2001 T E N T A N G BADAN PERWAKILAN DESA DESA PADI KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO K E P U T U S A N BADAN PERWAKILAN DESA PADI NOMOR : 01 TAHUN 2001 T E N T A N G PERATURAN TATA TERTIB BADAN PERWAKILAN DESA PADI Menimbang

Lebih terperinci