BENTUK, ISI DAN TATA CARA PENGISIAN SPTPD, SSPD, SKPDKB, DAN/ATAU SKPDKBT

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BENTUK, ISI DAN TATA CARA PENGISIAN SPTPD, SSPD, SKPDKB, DAN/ATAU SKPDKBT"

Transkripsi

1 SALINAN LAMPIRAN I : PERATURAN BUPATI KARO NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PAJAK DAERAH 1. SPTPD a. SPTPD PAJAK HOTEL Logo SKPD Alamat BENTUK, ISI DAN TATA CARA PENGISIAN SPTPD, SSPD, SKPDKB, DAN/ATAU SKPDKBT SURAT PEMBERITAHUAN MASA PAJAK HOTEL (SPT MASA PH) Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak ke... FORMULIR DPD-01 PERHATIAN : 1. Harap diisi dalam rangkap 2 (dua) ditulis dengan huruf CETAK 2. Beri nomor pada kotak yang tersedia untuk jawaban yang diberikan 3. Setelah diisi dan di tandatangani, harap diserahkan kepada SKPD terkait paling lambat tgl 15 bulan berikutnya untuk masa pajak pelaporan 4. Keterlambatan penyerahan dari tanggal tersebut diatas akan dikenakan denda A.IDENTITAS WAJIB PAJAK NAMA PEMILIK : 3. ALAMAT : No.Tlp. Kode Pos. 4. MERK USAHA : JENIS USAHA : 5. GOLONGAN HOTEL : 6. TARIF DAN JUMLAH KAMAR HOTEL SERTA SEJENISNYA No Golongan Kamar Tarif Jumlah Jasa Penunjang Fasilitas Olahraga dan Hiburan MENGGUNAKAN KAS REGISTER 1. Ya 2. Tidak 8. MENGADAKAN PEMBUKUAN/PENCATATAN 1. Ya 2. Tidak 9. JUMLAH KARYAWAN a) Tetap : Org b) Tidak Tetap : Org B.OMZET DAN PAJAK TERUTANG Omzet dan Pajak Terutang Pembetulan (P) 1. Omzet Penjualan 2. Tarif Pajak Hotel : 10% 3. Pajak Terutang : 10% x Omzet Bulan C. LAMPIRAN 1. Formulir DPD-04A 4. Lembar 2. Faktur Bill Hotel Masa Pajak Bersangkutan Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Masa Hotel Diisi berdasarkan masa pajak bulan pelaporan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Bulan ini s.d. Bulan ini D.PERNYATAAN Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibat termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan diatas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat. Wajib Pajak Kuasa Bintang 5 Bintang 4 Bintan Bintang Melati 2 Losmen Bintang Melati Rumah Kos Melati Motel 1 2 Lain-lain 1 0 Kabanjahe,.20.. (Cap perusahaan jika ada)

2 E.DIISI OLEH DINAS DITERIMA DICATAT DIEDIT DIREKAM RIK.SEDERHANA RIK.LENGKAP BERKAS Tepat Waktu Terlambat Gunting disini No. SPTPD :.. Nama : Alamat : TANDA TERIMA 20. Yang Menerima (..) Tata Cara Pengisian: A. Umum 1. Formulir DPD-01 digunakan sebagai sarana atau media penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Hotel (SPTPD) dari Wajib Pajak kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melakukan pemungutan Pajak Daerah. 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak : Diisi bulan dan tahun masa pajak yang dilaporkan : Diisi jenis Pajak Hotel Tahun dan pembetulan ke berapa 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Nama Pemilik : Diisi nama pemilik hotel yang bersangkutan Alamat : Diisi alamat hotel Telepon : Diisi telepon hotel atau handphone penanggungjawab hotel Kode Pos : Diisi kodepos tempat hotel Merk Usaha : Diisi nama hotel/wisma/rumah kos atau penginapan lainnya Jenis Usaha : Diisi jenis usaha berdasarkan Golong Hotel dokumen perizinan : Diisi klasifikasian hotel berdasarkan kode angka Tarif dan Jumlah Kamar&sejenisnya : - Kolom 1 diisi jenis kamar - Kolom 2 diisi tarif kamar

3 Menggunakan Kas Register Mengadakan Pembukan/Pencatatan Jumlah Karyawan - Kolom 3 diisi jumlah kamar - Kolom 4 diisi jasa penunjang (telpon, fax, laundry dan fasilitas lainnya) - Kolom 5 diisi fasilitas olahraga dan hiburan (spa, massage, pusat kebugaran, karaoke, pub dan lainnya) : Diisi dengan silang Ya atau Tidak : Diisi dengan silang Ya atau Tidak : Diisi jumlah karyawan tetap dan tidak tetap 3. Pengisian Omzet dan Pajak Terutang - Baris 1 diisi omzet penjualan bulan ini dan sampai bulan lalu - Baris 2 diisi besaran tarif pajak hotel - Baris 3 diisi pajak terutang dengan tarif pajak hotel dikali omzet bulan ini 4. Pengisian Lampiran Formulir DPD-04A Faktur Bill Hotel Masa Pajak Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Lembar 5. Pengisian Pernyataan Kabanjahe Wajib Pajak Kuasa 6. Pengisian Diisi oleh Dinas Diterima, Dicatat, Diedit, Direkam, Rik Sederhana, Rik Lengkap dan Berkas Tepat Waktu Terlambat : Diisi tanggal, bulan dan tahun : Diisi tandatangan, nama dan stempel/cap perusahanan jika ada : Diisi dengan paraf dan : tanggal/bulan/tahun : oleh petugas 7. Tanda Terima No.SPTPD : Diisi No.SPTPD NP WPD : Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun (.) : Diisi nama dan tandatangan penerima

4 b. SPTPD PAJAK RESTORAN Logo SKPD Alamat SURAT PEMBERITAHUAN MASA PAJAK RESTORAN (SPT MASA PR) Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak ke... FORMULIR DPD-04 PERHATIAN : 1. Harap diisi dalam rangkap 2 (dua) ditulis dengan huruf CETAK 2. Beri nomor pada kotak yang tersedia untuk jawaban yang diberikan 3. Setelah diisi dan di tandatangani, harap diserahkan kepada SKPD terkait paling lambat tgl 15 bulan berikutnya untuk masa pajak pelaporan 4. Keterlambatan penyerahan dari tanggal tersebut diatas akan dikenakan denda A.IDENTITAS WAJIB PAJAK NAMA PEMILIK : 3. ALAMAT : No.Tlp. Kode Pos. 4. MERK USAHA : JENIS USAHA : 5. GOLONGAN : RESTORAN 6. RESTORAN DAN DATA PENGUNJUNG Jumlah Jumlah No Meja Kursi Jumlah Pengunjung rata-rata per hari MENGGUNAKAN KAS REGISTER 1. Ya 2. Tidak 8. MENGADAKAN PEMBUKUAN/PENCATATAN 1. Ya 2. Tidak 9. JUMLAH KARYAWAN a) Tetap : Org b) Tidak Tetap : Org B.OMZET DAN PAJAK TERUTANG Omzet dan Pajak Terutang Restoran Pub/Bar 1. Omzet Penjualan 2. Tarif Pajak Restoran : 10% 3. Pajak Terutang : 10% x Omzet Pembetulan (P) Diisi berdasarkan masa pajak bulan pelaporan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Bulan ini s.d. Bulan ini C. LAMPIRAN 1. Formulir DPD-04A 4. Lembar 2. Faktur Bill Restoran Masa Pajak Bersangkutan Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Masa Restoran Cafe Rumah Makan D.PERNYATAAN Kedai Kopi Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibat termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan diatas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat Akau Pujasera Lain-lain Kabanjahe,.20.. (Cap perusahaan jika ada) Wajib Pajak Kuasa

5 E.DIISI OLEH DINAS DITERIMA DICATAT DIEDIT DIREKAM RIK.SEDERHANA RIK.LENGKAP BERKAS Tepat Waktu Terlambat Gunting disini No.SPTPD :.. Nama : Alamat : 20. Yang Menerima (..) Tata Cara Pengisian: A. Umum 1. Formulir DPD-04 digunakan sebagai sarana atau media penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Restoran (SPTPD) dari Wajib Pajak kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melakukan pemungutan Pajak Daerah. 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak : Diisi bulan dan tahun masa pajak yang dilaporkan : Diisi jenis Pajak Restoran Tahun dan pembetulan ke berapa 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak NPWPD : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Nama Pemilik : Diis nama pemilik restoran yang bersangkutan Alamat : Diisi alamat restoran Telepon : Diisi telepon restoran atau handphone penanggungjawab restoran Kode Pos : Diisi kodepos tempat restoran Merk Usaha : Diisi nama restoran/rumah makan/cafe/pub/bar/kedai kopi/akau/pujasera/kafetaria/kantin/ warung dan sejenisnya Jenis Usaha : Diisi jenis usaha berdasarkan dokumen perizinan Golong Hotel : Diisi klasifikasian restoran berdasarkan kode angka Restoran dan Data Pengunjung : - Kolom 1 diisi jumlah meja - Kolom 2 diisi jumlah kursi - Kolom 3 diisi jumlah pengunjung rata-rata perhari Menggunakan Kas Register : Diisi dengan silang Ya atau Tidak

6 Mengadakan Pembukan/Pencatatan Jumlah Karyawan : Diisi dengan silang Ya atau Tidak : Diisi jumlah karyawan tetap dan tidak tetap 3. Pengisian Omzet dan Pajak Terutang - Baris 1 diisi omzet penjualan bulan ini dan sampai bulan lalu - Baris 2 diisi besaran tarif pajak restoran - Baris 3 diisi pajak terutang dengan tarif pajak restoran dikali omzet bulan ini 4. Pengisian Lampiran Formulir DPD-04A Faktur Bill Hotel Masa Pajak Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Lembar 5. Pengisian Pernyataan Kabanjahe : Diisi tanggal, bulan dan tahun : Diisi tandatangan, nama dan stempel/cap perusahanan jika ada Wajib Pajak Kuasa 6. Pengisian Diisi oleh Dinas Diterima, Dicatat, Diedit, Direkam, Rik Sederhana, Rik Lengkap dan Berkas Tepat Waktu Terlambat : Diisi dengan paraf dan : tanggal/bulan/tahun : oleh petugas 7. Tanda Terima No.SPTPD : Diisi No.SPTPD Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun (.) : Diisi nama dan tandatangan penerima

7 c. SPTPD PAJAK HIBURAN Logo SKPD Alamat SURAT PEMBERITAHUAN MASA PAJAK HIBURAN (SPT MASA PH) Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak ke... FORMULIR DPD-05 PERHATIAN : 1. Harap diisi dalam rangkap 2 (dua) ditulis dengan huruf CETAK 2. Beri nomor pada kotak yang tersedia untuk jawaban yang diberikan 3. Setelah diisi dan di tandatangani, harap diserahkan kepada SKPD terkait paling lambat tgl 15 bulan berikutnya untuk masa pajak pelaporan 4. Keterlambatan penyerahan dari tanggal tersebut diatas akan dikenakan denda A.IDENTITAS WAJIB PAJAK NAMA PEMILIK : 3. ALAMAT : No.Tlp. Kode Pos. 4. MERK USAHA : JENIS USAHA : B.DATA HIBURAN YANG DISELENGGARAKAN 5. DATA HIBURAN : Film 1. Harga Tanda Masuk yang berlaku : - Kelas...Rp... - Kelas... Rp... (Pertunjukan Film) - Kelas...Rp... - Kelas... Rp... - Kelas...Rp... - Kelas... Rp Jumlah Pertunjukan Rata-rata pada hari biasa :... Kali (Khusus Kesenian, Musik & Tari) Jumlah Pertunjukan Rata-rata pada hari libur/minggu :... Kali 3. Jumlah Meja/Mesin :... Buah (Khusus Billyard&Permainan Ketangkasan) 4. Untuk Panti Pijat, Karaoke dan Mandi Uap : No. Kelas Kamar Jumlah Kamar Tarif (Rp) Rata-rata tamu per hari 5. Jumlah pengunjung perhari :... Orang Tarif/HTM : Rp... (Diskotik, Klab Malam & Olahraga) 6. Apakah perusahaan penyediakan karcis bebas (free) kepada orang tertentu? 1. Ya 2.Tidak 7. Penjualan karcis dengan masa tiket? 1. Ya 2.Tidak 6. MENGGUNAKAN KAS REGISTER 1. Ya 2. Tidak 7. MENGADAKAN PEMBUKUAN/PENCATATAN 1. Ya 2. Tidak 8. JUMLAH KARYAWAN a) Tetap : Org b) Tidak Tetap : Org B.OMZET DAN PAJAK TERUTANG Omzet dan Pajak Terutang 1. Omzet Penjualan 2. Tarif Pajak Hiburan :...% 3. Pajak Terutang : (1 x 2) 0 2 Kesenian & sejenisnya 0 3 Musik & Tari 0 4 Diskotik Pembetulan (P) Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Bulan ini s.d. Bulan ini C. LAMPIRAN 1. Formulir DPD-05A (Kecuali media karcis/bill/faktur) 4. Lembar 2. Faktur Bill Hiburan Masa Pajak Bersangkutan Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Masa Restoran D.PERNYATAAN Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibat termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan diatas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat. Karaoke Klab Malam Bilyard Permainan Ketangkasan Panti Pijat/Mandi Uap Pertandingan Olah Raga Pameran Hiburan lainnya Kabanjahe,.20.. Wajib Pajak Kuasa (Cap perusahaan jika ada)

8 E.DIISI OLEH DINAS DITERIMA DICATAT DIEDIT DIREKAM RIK.SEDERHANA RIK.LENGKAP BERKAS Tepat Waktu Terlambat Gunting disini No.SPTPD :.. Nama : Alamat : 20. Yang Menerima (..) Tata Cara Pengisian : A. Umum 1. Formulir DPD-05 digunakan sebagai sarana atau media penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Hiburan (SPTPD) dari Wajib Pajak kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melakukan pemungutan Pajak Daerah. 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak : Diisi bulan dan tahun masa pajak yang dilaporkan : Diisi jenis Pajak Hiburan Tahun dan pembetulan ke berapa 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak NPWPD : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Nama Pemilik : Diisi nama pemilik hiburan yang bersangkutan Alamat : Diisi alamat hiburan Telepon : Diisi telepon hiburan atau handphone penanggungjawab hiburan Kode Pos : Diisi kodepos tempat hiburan Merk Usaha : Diisi nama usaha hiburan/penyelenggaran hiburan Jenis Usaha : Diisi jenis usaha berdasarkan dokumen perizinan Data Hiburan : Diisi klasifikasian jenis hiburan berdasarkan kode angka Harga Tanda Masuk yang berlaku (Pertunjukan/nonton film) Kelas...Rp... : Diisi kelas pertunjukan dan besarnya harga tiket masuk Jumlah Pertunjukan Rata-rata pada hari biasa... Kali (Kesenian,Musik&Tari) : Diisi rata-rata berapa kali pertunjukan pada hari biasa Jumlah Pertunjukan Rata-rata pada hari libur/minggu... Kali : Diisi rata-rata berapa kali pertunjukan pada hari libur/minggu Jumlah Meja/Mesin... Buah (Khusus Bilyard&Permainan Ketangkasan) : Diisi jumlah Meja/Mesin yang beroperasi Untuk Panti Pijat, Karaoke dan Mandi Uap : - Kolom 1 diisi nomor urut

9 - Kolom 2 diisi klasifikasi kelas kamar menurut fasilitasnya - Kolom 3 diisi banyaknya jumlah kamar - Kolom 4 diisi besarnya tarif masing-masing fasilitas Hiburan - Kolom 5 diisi rata-rata tingkat kunjungan konsumen/tamu/pelanggan dalam perhari Jumlah Pengunjung per hari... Orang : Diisi banyaknya jumlah orang yang mengunjungi Tarif/HTM : Rp.... : Diisi besar tarif/harga tiket masuk bagi pengunjung Diskotik, Klab Malam & Olah raga. Apakah perusahaan menyediakan Karcis bebas (free) orang tertentu : Diisi dengan silang Ya atau Tidak Jika Ya, berapa jumlah yang beredar... Buah : Diisi berapa banyak jumlah karcis bebas (free) yang beredar pada orang tertentu Penjualan karcis dengan masa tiket : Diisi dengan silang Ya atau Tidak Menggunakan Kas Register : Diisi dengan silang Ya atau Tidak Mengadakan Pembukuan/Pencatatn : Diisi dengan silang Ya atau Tidak Jumlah Karyawan Tetap... Orang : Diisi jumlah karyawan tetap Tidak Tetap... Orang : Diisi jumlah karyawan tidak tetap 3. Pengisian Omzet dan Pajak Terutang - Baris 1 diisi omzet penjualan bulan ini dan sampai bulan lalu - Baris 2 diisi besaran tarif pajak Hiburan - Baris 3 diisi pajak terutang dengan tarif pajak hiburan dikali omzet bulan ini 4. Pengisian Lampiran Formulir DPD-05A Faktur Bill Hiburan Masa Pajak Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Lembar 5. Pengisian Pernyataan Kabanjahe : Diisi tanggal, bulan dan tahun : Diisi tandatangan, nama dan stempel/cap perusahanan jika ada Wajib Pajak Kuasa 6. Pengisian Diisi oleh Dinas Diterima, Dicatat, Diedit, Direkam : Diisi dengan paraf dan Rik Sederhana, Rik Lengkap dan : tanggal/bulan/tahun Berkas : oleh petugas Tepat Waktu Terlambat 7. Tanda Terima No.SPTPD : Diisi No. SPTPD NP WPD : Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun (.) : Diisi nama dan tandatangan penerima

10 d. SPTPD PAJAK PENERANGAN JALAN Logo SKPD Alamat SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK PENERANGAN JALAN Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak ke Sosial 4. Lainnya Volt Volt 3. Lainnya 8. DAYA LISTRIK : Watt Watt Watt Watt Watt 6. > 2200 Watt 9. TARIF LISTRIK : Rp.... Per-KWH 10. PENGGUNAAN LISTRIK/TAKSIRAN PENGGUNAAN LISTRIK No. Bulan Jumlah KWH terpakai Keterangan 1. Januari 2. Februari 3. Maret 4. April 5. Mei 6. Juni 7. Juli 8. Agustus 9. September 10. Oktober 11. Nopember B.OMZET DAN PAJAK TERUTANG FORMULIR DPD-07 PERHATIAN : 1. Harap diisi dalam rangkap 2 (dua) ditulis dengan huruf CETAK 2. Beri nomor pada kotak yang tersedia untuk jawaban yang diberikan 3. Setelah diisi dan di tandatangani, harap diserahkan kepada SKPD terkait paling lambat tgl 15 bulan berikutnya untuk masa pajak pelaporan 4. Keterlambatan penyerahan dari tanggal tersebut diatas akan dikenakan denda A.IDENTITAS WAJIB PAJAK NAMA PEMILIK : 3. ALAMAT : No.Tlp. Kode Pos. 4. MERK USAHA : JENIS USAHA : 5. ASAL TENAGA LISTRIK 6. GOLONGAN TARIF : 7. VOLTASE : Omzet dan Pajak Terutang 1. Omzet Penjualan 2. Tarif Pajak Penerangan Jalan : 7% 3. Pajak Terutang : 7% x Omzet Bulan : 1. PLN 2. NON PLN 1. Industri/Bisnis 2. Rumah Tangga Pembetulan (P) Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Bulan ini s.d. Bulan ini C. LAMPIRAN 1. Rekapitulasi rekening listrik pelanggan 4. Lembar 2. Faktur Bill/Kwitansi Penerangan Jalan Masa Pajak Bersangkutan Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Pajak Penerangan Jalan D.PERNYATAAN Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibat termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan diatas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat. Kabanjahe,.20.. Wajib Pajak Kuasa (Cap perusahaan jika ada)

11 E.DIISI OLEH DINAS DITERIMA DICATAT DIEDIT DIREKAM RIK.SEDERHANA RIK.LENGKAP BERKAS Tepat Waktu Terlambat Gunting disini No.SPTPD :.. Nama : Alamat : 20. Yang Menerima (..) Tata Cara Pengisian: A. Umum 1. Formulir DPD-07 digunakan sebagai sarana atau media penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Penerangan Jalan (SPTPD) dari Wajib Pajak kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melakukan pemungutan Pajak Daerah. 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak : Diisi bulan dan tahun masa pajak yang dilaporkan : Diisi jenis Pajak Penerangan Jalan Tahun dan pembetulan ke berapa 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak NPWPD : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Nama Pemilik : Diisi nama pemilik/pengusaha perusahan listrik yang bersangkutan Alamat : Diisi alamat perusahaan listrik Telepon : Diisi telepon perusahaan listrik atau handphone penanggungjawab perusahaan listrik Kode Pos : Diisi kodepos tempat perusahaan listrik Merk Usaha : Diisi nama perusahaan pemungut pajak penerangan jalan Jenis Usaha : Diisi jenis usaha berdasarkan Asal Tenaga Listrik Golongan Tarif Voltase dokumen perizinan sesuai dengan asal tenaga listrik sesuai golongan tarif sesuai dengan voltase pemakaian

12 Daya Listrik Tarif Listrik Per-KWH Penggunaan Listrik/Taksiran Listrik sesuai dengan daya listring terpasang : Diisi besarnya biaya listrik per-kwh : - Kolom 1 diisi no urut - Kolom 2 diisi bulan penggunaan listrik - Kolom 3 diisi jumlah KWH terpakai sesuai dengan bulan bersangkutan - Kolom 4 diisi keterangan 3. Pengisian Omzet dan Pajak Terutang - Baris 1 diisi omzet penjualan bulan ini dan sampai bulan lalu - Baris 2 diisi besaran tarif pajak penerangan jalan - Baris 3 diisi pajak terutang dengan tarif pajak penerangan jalan dikali omzet bulan ini 4. Pengisian Lampiran Rekapitulasi rekening listrik pelanggan Faktur Bill/Kwitansi PPJ Masa Pajak Surat Kuasa Khusus Pengurus SPT Lembar 5. Pengisian Pernyataan Kabanjahe : Diisi tanggal, bulan dan tahun : Diisi tandatangan, nama dan stempel/cap perusahanan jika ada Wajib Pajak Kuasa 6. Pengisian Diisi oleh Dinas Diterima, Dicatat, Diedit, Direkam, Rik Sederhana, Rik Lengkap dan Berkas Tepat Waktu Terlambat : Diisi dengan paraf dan : tanggal/bulan/tahun : oleh petugas 7. Tanda Terima No.SPTPD : Diisi No.SPTPD NP WPD : Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun (.) : Diisi nama dan tandatangan penerima

13 e. SPTPD PAJAK PARKIR Logo SKPD Alamat SURAT PEMBERITAHUAN MASA PAJAK PARKIR (SPT MASA PP) Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak ke... FORMULIR DPD-07 PERHATIAN : 1. Harap diisi dalam rangkap 2 (dua) ditulis dengan huruf CETAK 2. Beri nomor pada kotak yang tersedia untuk jawaban yang diberikan 3. Setelah diisi dan di tandatangani, harap diserahkan kepada SKPD terkait paling lambat tgl 15 bulan berikutnya untuk masa pajak pelaporan 4. Keterlambatan penyerahan dari tanggal tersebut diatas akan dikenakan denda A. IDENTITAS WAJIB PAJAK NAMA PEMILIK : 3. ALAMAT : No.Tlp. Kode Pos. 4. MERK USAHA : JENIS USAHA : B.DATA OBJEK PAJAK PARKIR No. Jenis Tempat Parkir Jenis Kendaraan Tarif Parkir Jumlah Pembayaran Rp.... Rp.... Rp.... Rp.... Keterangan : Jenis Tempat Parkir 0 1 Tempat Pokok Usaha 0 2 Tempat Penitipan Kendaraan 0 3 Tempat Parkir Lainnya Jenis Kendaraan : 1 Kendaraan Roda Empat 2 Kendaraan Roda Dua 3 Kendaraan Lainya C.OMZET DAN PAJAK TERUTANG Omzet dan Pajak Terutang Pembetulan (P) Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Bulan ini s.d. Bulan ini 1. Omzet Penjualan 2. Tarif Pajak Daerah : 25% 3. Pajak Terutang : 25% x Omzet D.PERNYATAAN Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibat termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan diatas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap, jelas dan tidak bersyarat. Kabanjahe,.20.. Wajib Pajak Kuasa (Cap perusahaan jika ada)

14 E.DIISI OLEH DINAS DITERIMA DICATAT DIEDIT DIREKAM RIK.SEDERHANA RIK.LENGKAP BERKAS Tepat Waktu Terlambat Gunting disini No.SPTPD :.. Nama : Alamat : 20. Yang Menerima (..) Tata Cara Pengisian: A. Umum 1. Formulir DPD-07 digunakan sebagai sarana atau media penyampaian Surat Pemberitahuan Masa Pajak Parkir (SPTPD) dari Wajib Pajak kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melakukan pemungutan Pajak Daerah. 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Masa Pajak Pembetulan Masa Pajak 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak NPWPD : Diisi bulan dan tahun masa pajak yang dilaporkan : Diisi jenis Pajak Parkir Tahun dan pembetulan ke berapa : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Nama Pemilik : Diisi nama pemilik parkir yang bersangkutan Alamat : Diisi alamat parkir Telepon : Diisi telepon parkir atau handphone penanggungjawab parkir Kode Pos : Diisi kodepos tempat parkir Merk Usaha : Diisi nama parkir Jenis Usaha : Diisi jenis usaha berdasarkan dokumen perizinan Data Objek Pajak Parkir : - Kolom 1 diisi jenis tempat parkir - Kolom 2 diisi jenis kendaraan - Kolom 3 diisi tarif parkir - Kolom 4 diisi jumlah pembayaran 3. Pengisian Omzet dan Pajak Terutang - Baris 1 diisi omzet penjualan bulan ini dan sampai bulan lalu - Baris 2 diisi besaran tarif pajak parkir - Baris 3 diisi pajak terutang dengan tarif pajak parkir dikali omzet bulan ini

15 4. Pengisian Pernyataan Kabanjahe : Diisi tanggal, bulan dan tahun : Diisi tandatangan, nama dan stempel/cap perusahanan jika ada Wajib Pajak Kuasa 5. Pengisian Diisi oleh Dinas Diterima, Dicatat, Diedit, Direkam, Rik Sederhana, Rik Lengkap dan Berkas Tepat Waktu Terlambat : Diisi dengan paraf dan : tanggal/bulan/tahun : oleh petugas 6. Tanda Terima No.SPTPD : Diisi No.SPTPD NP WPD : Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun (.) : Diisi nama dan tandatangan penerima

16 2. SSPD Logo Pemerintah Daerah NAMA SKPD TANDA BUKTI NOMOR BUKTI : Bendahara Penerimaan SKPD bersangkutan Telah Menerima Uang Sebesar Rp.... Dengan huruf :... Dari Nama : Alamat :... Sebagai Pembayaran :... KODE REKENING x.xx.xx. x. x. x. xx. xx. Jumlah (Rp) JUMLAH Tanggal Diterima Uang : Mengetahui, Bendahara Penerimaan Pembayar/Penyetor Lembar Asli : Untuk Pembayar/Penyetor/Pihak Ketiga Salinan 1 : Untuk Bendahara Penerima/Bendahara Pembantu Salinan 2 : Arsip

17 Tata Cara Pengisian: A. Umum 1. Formulir SSPD/TBP digunakan sebagai sarana atau media pembayaran yang dilakukan oleh wajib pajak atas pungutan pajak daerah yang dikenakan. 2. Formulir dicetak rangkap 3 (tiga) - Lembar ke-1 : untuk Pembayaran/Penyetoran/Pihak Ketiga - Lembar ke-2 : untuk Bendahara Penerima/Bendahara Pembantu - Lembar ke-3 : untuk Arsip 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Tanda Bukti : Diisi bukti pembayaran sesuai nomor registrasi 2. Pengisian Pembayaran Rp.... Dengan Huruf... Nama NPWPD : Diisi besarnya jumlah uang yang telah diterima : Diisi dengan huruf jumlah uang yang diterima : Diisi nama wajib pajak/usaha yang bersangkutan : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Alamat : Diisi alamat wajib pajak daerah/usaha yang bersangkutan Sebagai pembayaran : Diisi uraian pembayaran yang memuatkan nama jenis pungutan pajak daerah dan masa pembayarannya 3. Pengisian Tabel Kode Rekening dan Jumlahnya - Kolom 1 diisi kode rekening sesuai jenis pungutan pajak daerah - Kolom 2 diisi jumlah pembayaran yang disetor 4. Pengisian Pengesahan Tanggal Diterima uang Pembayar/Penyetor Bendahara Penerima : Diisi tanggal diterima bayar : Diisi nama pembayar atau penyetor Wajib Pajak : Diisi nama bendahara penerima dari SKPD bersangkutan

18 3. SKPDKB Logo SKPD Alamat SURAT KETETAPAN PAJAK DAERAH KURANG BAYAR Nomor :... Jenis Pajak :... NAMA :... ALAMAT :... Tanggal Jatuh Tempo :... NO.URUT KETETAPAN PAJAK DAERAH Masa Pajak :... s/d... Uraian Rekening : Pajak Terhutang Kredit Pajak (2a+2b+2c+2d)... a. Pajak yang telah disetor... b. Kompensasi Kelebihan Masa Lalu... c. Lain-lain... d. STP (Pokok) Pajak Kurang/Lebih Bayar (1-2) Tambahan Pajak (4a+4b+4c)... a. Bunga... b. Kenaikan Jumlah yang masih harus dibayar... Catatan Tambahan : Terbilang : PERHATIAN : 1. Harap penyetoran dilakukan melalui Bendahara Penerima atau Kas Daerah dengan menggunakan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) atau Tanda Bukti Pembayaran (TBP). 2. Apabila SKPDKB ini tidak atau kurang dibayar setelah setelah lewat waktu paling lama 30 hari sejak SKPDKB ini diterima dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% perbulan. Kabanjahe, Kepala SKPD NIP Gunting disini No.SKPDKB :.. Nama : Alamat : 20. Yang Menerima (..)

19 Tata Cara Pengisian: A. Umum 1. Formulir SKPDKB digunakan sebagai sarana atau media untuk menyampaikan ketetapan kurang bayar dari Wajib Pajak kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melakukan pemungutan Pajak Daerah setelah dilakukan pemeriksaan atau perbuatan lainnya. 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Nomor : Diisi nomor penerbitan ketetapan pajak daerah kurang bayar Jenis Pajak : Diisi jenis pajak yang diterbitkan ketetapan pajak daerah kurang bayar 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak NPWPD : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Nama : Diisi nama wajib pajak yang dikenakan ketetapan pajak kurang bayar Alamat : Diisi alamat wajib pajak Tanggal Jatuh Tempo : Diisi tanggal jatuh tempo pembayaran ketetapan pajak kurang bayar. 3. Pengisian Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Masa Pajak : Diisi masa pajak kurang bayar Uraian Rekening : Diisi kode rekening jenis pajak yang dikenakan kurang bayar Pajak Terutang Kredit Pajak : Diisi pajak terutang : Diisi penjumlahan dari pajak yang telah disetor, kompensasi kelebihan masa lalu, lain-lain dan STP (Pokok) - Pajak yang telah disetor : Diisi pajak yang telah disetor - Kompensasi Kelebihan Masa Lalu : Diisi kompensasi kelebihan Masa lalu - Lain-Lain : Diisi besarnya lain-lain - STP (Pokok) : Diisi besarnya STP (Pokok) Pajak Kurang/Lebih dibayar Tambahan Pajak : Diisi jumlah pajak kurang atau Lebih bayar : Diisi penjumlahan bunga, kenaikan dan lain-lain - Bunga : Diisi besarnya jumlah bunga - Kenaikan : Diisi besarnya jumlah kenaikan - Lain-lain : Diisi besarnya jumlah lain-lain Jumlah yang masih harus dibayar Catatan Tambahan Terbilang 4. Pengisian Pengesahan Kabanjahe, : Diisi jumlah yang masih harus Dibayar : Diisi catatan tambahan : Diisi dengan bilang atau huruf besarnya ketetapan kurang bayar : Diisi tempat, hari, bulan dan dan tahun dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar : Diisi kepala SKPD Kepala SKPD... : Diisi nama pejabat NIP... : Diisi NIP 5. Tanda Terima No.SKPDKB : Diisi No.SKPDKB NP WPD : Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka (.) : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun : Diisi nama dan tandatangan penerima

20 4. SKPDKBT Logo SKPD Alamat SURAT KETETAPAN PAJAK DAERAH KURANG BAYAR TAMBAHAN Nomor :... Jenis Pajak :... NAMA :... ALAMAT :... Tanggal Jatuh Tempo :... NO.URUT KETETAPAN PAJAK DAERAH Masa Pajak :... s/d... Uraian Rekening : Pajak Terhutang Kredit Pajak (2a+2b+2c+2d)... a. Pajak yang telah disetor... b. Kompensasi Kelebihan Masa Lalu... c. Lain-lain... d. STP (Pokok) Pajak Kurang/Lebih Bayar (1-2) Tambahan Pajak (4a+4b+4c)... a. Bunga... b. Kenaikan Jumlah yang masih harus dibayar... Catatan Tambahan : Terbilang : PERHATIAN : 1. Harap penyetoran dilakukan melalui Bendehara Penerima atau Kas Daerah dengan menggunakan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) atau Tanda Bukti Pembayaran (TBP). 2. Apabila SKPDKBT ini tidak atau kurang dibayar setelah setelah lewat waktu paling lama 30 hari sejak SKPDKBT ini diterima dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% perbulan. Kabanjahe,.20.. Kepala SKPD NIP Gunting disini No.SKPDKBT :.. Nama : Alamat : 20. Yang Menerima (..)

21 Tata Cara Pengisian : A. Umum 1. Formulir SKPDKBT digunakan sebagai sarana atau media untuk menyampaikan ketetapan kurang bayar tambahan dari Wajib Pajak kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melakukan pemungutan Pajak Daerah setelah dilakukan pemeriksaan atau perbuatan lainnya. 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Nomor : Diisi nomor penerbitan ketetapan pajak daerah kurang bayar tambahan Jenis Pajak : Diisi jenis pajak yang diterbitkan ketetapan pajak daerah kurang bayar tambahan 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak NPWPD : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah Nama : Diisi nama wajib pajak yang dikenakan ketetapan pajak kurang bayar tambahan Alamat Tanggal Jatuh Tempo : Diisi alamat wajib pajak : Diisi tanggal jatuh tempo pembayaran ketetapan pajak kurang bayar tambahan 3. Pengisian Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan Masa Pajak : Diisi masa pajak kurang bayar tambahan Uraian Rekening : Diisi kode rekening jenis pajak yang dikenakan kurang bayar tambahan Pajak Terutang : Diisi pajak terutang Kredit Pajak : Diisi penjumlahan dari pajak yang telah disetor, kompensasi kelebihan masa lalu, lain-lain dan STP (Pokok) - Pajak yang telah disetor : Diisi pajak yang telah disetor - Kompensasi Kelebihan Masa Lalu : Diisi kompensasi kelebihan Masa lalu - Lain-Lain : Diisi besarnya lain-lain - STP (Pokok) : Diisi besarnya STP (Pokok) Pajak Kurang/Lebih dibayar : Diisi jumlah pajak kurang atau Lebih bayar Tambahan Pajak : Diisi penjumlahan bunga, kenaikan dan lain-lain - Bunga : Diisi besarnya jumlah bunga - Kenaikan : Diisi besarnya jumlakenaikan - Lain-lain : Diisi besarnya jumlah lain-lain Jumlah yang masih harus dibayar : Diisi jumlah yang masih harus Dibayar Catatan Tambahan : Diisi catatan tambahan Terbilang : Diisi dengan bilangan atau huruf besarnya ketetapan kurang bayar tambahan 4. Pengisian Pengesahan Kabanjahe, : Diisi tempat, hari, bulan dan dan tahun dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar tambahan Kepala SKPD : Diisi kepala SKPD... : Diisi nama pejabat NIP... : Diisi NIP 5. Tanda Terima No.SKPDKB : Diisi No.SKPDKBT NP WPD : Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun (.) : Diisi nama dan tandatangan penerima BUPATI KARO, DR (HC). KENA UKUR KARO JAMBI SURBAKTI

22 LAMPIRAN II : PERATURAN BUPATI KARO NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PAJAK DAERAH 1. PERMOHONAN PEMBETULAN...,...Tahun... Kepada Nomor :... Yth. Kepala SKPD Lampiran :... Alamat SKPD Perihal : Permohonan Pembetulan Di Kabanjahe Dengan Hormat, Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Pemilik/Pengelola :... Alamat :... Bertindak untuk dan atas nama : Nama/Merk Usaha :... Alamat :... Kami mengajukan Surat Permohonan Pembetulan SKPD/SKPDKB/SKPDKBT/STPD) No.... Bulan... Tahun... Jumlah Rp.... Dengan alasan Demikian agar kiranya Bapak dapat menyetujuinya, sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih. Hormat saya,...

23 2. PERMOHONAN PENOLAKAN PEMBETULAN Kop Pemerintah Daerah Kepada Yth.... di... SURAT PERMOHONAN PENOLAKAN PEMBETULAN Nomor :... Setelah kami mempelajari dan mempertimbangkan, dengan ini diberitahukan bahwa Surat Permohonan Penolakan Pembetulan Saudara tertanggal... Nomor... dengan sangat menyesal tidak dapat kami penuhi. Demikian agar Saudara maklum adanya....,...tahun... Kepala SKPD... NIP...

24 3. KEPUTUSAN PEMBETULAN BERDASARKAN PERMOHONAN WAJIB PAJAK Kop BUPATI SURAT KEPUTUSAN KEPALA DAERAH/PEJABAT Nomor :... Tentang PEMBETULAN BERDASARKAN PERMOHONAN WAJIB PAJAK Membaca : Surat Permohonan Nomor... Tanggal... Atas Nama :... Alamat :... Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Menerima Surat Permohonan Nomor... Tanggal... Atas Nama :... Alamat :... Berhubung KEDUA : Memenuhi pembayaran sesuai dengan Surat Ketetapan yang telah dibetulkan sebagaimana terlampir. KETIGA : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan seperlunya Ditetapkan di :... Pada tanggal :... BUPATI /PEJABAT...

25 4. KEPUTUSAN PEMBETULAN SECARA JABATAN Kop BUPATI SURAT KEPUTUSAN KEPALA DAERAH/PEJABAT Nomor :... Tentang PEMBETULAN SECARA JABATAN Membaca : Surat Permohonan Nomor... Tanggal... Atas Nama :... Alamat :... Menimbang : Mengingat : MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Menerima Surat Permohonan Nomor... Tanggal... Atas Nama :... Alamat :... Berhubung KEDUA : Memenuhi pembayaran sesuai dengan Surat Ketetapan yang telah dibetulkan sebagaimana terlampir. KETIGA : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan diadakan pembetulan seperlunya Ditetapkan di :... Pada tanggal :... BUPATI /PEJABAT... BUPATI KARO, DR (HC). KENA UKUR KARO JAMBI SURBAKTI

26 LAMPIRAN III : PERATURAN BUPATI KARO NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PAJAK DAERAH 1. PERMOHONAN ANGSURAN...,... Tahun... Kepada Perihal : Permohonan Angsuran Yth. Kepala SKPD Alamat SKPD Di Kabanjahe Dengan Hormat, Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Pemilik/Pengelola :... Alamat :... Bertindak untuk dan atas nama : Nama/Merk Usaha :... Alamat :... Mengakui masih mempunyai hutang pajak daerah atas SKPD/SKPDKB/SKPDKBT/STPD*)... bulan... berjumlah Rp.... (...) Dengan ini saya mengajukan permohonan agar kiranya hutang pajak daerah tersebut diatas dapat disetor dengan cara angsuran sebanyakan...(...) kali dengan masing-masing tersebut dibawah dan akan lunas seluruhnya paling lambat tanggal... Rincian Angsuran Tanggal Penyetoran Jumlah Angsuran Tgl... Rp.... Tgl... Rp.... Tgl... Rp.... Tgl... Rp.... Alasan pengajuan permohonan angsuran ini : Demikian permohonan saya dengan harapan dapat dipenuhi. Tanda Terima Kepala SKPD Hormat saya,... NIP *) Coret yang tidak perlu

27 2. PERMOHONAN PENUNDAAN PEMBAYARAN...,... Tahun... Kepada Perihal : Permohonan Penundaan Yth. Kepala SKPD Pembayaran Alamat SKPD Di Kabanjahe Dengan Hormat, Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Pemilik/Pengelola :... Alamat :... Bertindak untuk dan atas nama : Nama/Merk Usaha :... Alamat :... Dengan ini saya mengajukan permohonan penundaan pembayaran atas SKPD/SKPDKB/SKPDKBT/STPD*) yang akan jatuh tempo pada tanggal..., agar kiranya tanggal jatuh tempo dapat diperpanjang/ditunda hingga tanggal... Alasan pengajuan permohonan penundaan pembayaran ini : Demikian permohonan saya dengan harapan dapat dipenuhi. Tanda Terima Kepala SKPD Hormat saya,... NIP *) Coret yang tidak perlu BUPATI KARO, DR (HC). KENA UKUR KARO JAMBI SURBAKTI

28 LAMPIRAN IV : PERATURAN BUPATI KARO NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PAJAK DAERAH 1. SURAT PERJANJIAN ANGSURAN Kop Pemerintah Daerah SURAT PERJANJIAN ANGSURAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Pemilik/Pengelola :... Alamat :... Bertindak dan atas nama : Nama :... Alamat : Dengan ini menyatakan, telah menyampaikan permohonan angsuran pembayaran hutang pajak daerah pada tanggal... sebanyak... kali angsuran. Terhadap Surat Ketetapan Pajak yang telah diterima : a. SKPD No.... tgl... Rp.... b. SKPDKB No.... tgl... Rp.... c. SKPDKBT No.... tgl... Rp.... d. STPD No.... tgl... Rp Rp.... Pembayaran angsuran Angsuran Pokok Biaya Adm/ bunga Jumlah Angsuran a. Tgl... Angsuran ke I Rp. Rp. Rp. b. Tgl... Angsuran ke II Rp. Rp. Rp. c. Tgl... Angsuran ke III Rp. Rp. Rp. d. Tgl... Angsuran ke IV Rp. Rp. Rp Rp... Rp... Rp Jika Pernyataan pembayaran pada sub 1 diatas tidak saya penuhi, maka penagihan dilakukan dengan Surat Paksa, tanpa pemberitahuan lebih dahulu....,...tahun... Mengetahui dan menyetujui, Kepala SKPD Yang berjanji,... NIP......

29 2. SURAT PERSETUJUAN PENUNDAAN PEMBAYARAN Kop Pemerintah Daerah SURAT PERSETUJUAN PENUNDAAN PEMBAYARAN Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama Pemilik/Pengelola :... Alamat :... Bertindak dan atas nama : Nama :... Alamat : Dengan ini menyatakan telah menyampaikan permohonan penundaan pembayaran hutang pajak daerah pada tanggal... terhadap SKPD/SKPDKB/SKPDKBT jatuh tempo tanggal Berdasarkan permohonan diatas, maka telah disepakati bahwa pembayaran atas hutang pajak daerah diatas ditunda pembayarannya sampai dengan tanggal Jika pernyataan pembayaran pada sub 2 diatas tidak saya penuhi, maka penagihan dilakukan dengan Surat Paksa, tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Demikian permohonan saya dengan harapan dapat dipenuhi....,...tahun... Mengetahui dan menyetujui, Kepala SKPD Permohon,... NIP......

30 3. SURAT PENOLAKAN ANGSURAN/PENUNDAAN PEMBAYARAN Kop Pemerintah Daerah Kepada Yth.... di... SURAT PENOLAKAN ANGSURAN/PENUNDAAN PEMBAYARAN Nomor :... Setelah kami mempelajari dan mempertimbangkan, dengan ini diberitahukan bahwa Surat Permohonan Angsuran/Penundaan Pembayaran Saudara tertanggal... Nomor... dengan sangat menyesal tidak dapat kami penuhi. Demikian agar Saudara maklum adanya....,...tahun... Kepala SKPD... NIP... BUPATI KARO, DR (HC). KENA UKUR KARO JAMBI SURBAKTI

31 LAMPIRAN VI : PERATURAN BUPATI KARO NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PAJAK DAERAH PERMOHONAN PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK...,...Tahun... Kepada Nomor :... Yth. Bupati Lampiran : Perihal : Permohonan Pengembalian Di Kelebihan Pembayaran Kabanjahe Pajak... Dengan Hormat, Sesuai dengan SK Keberatan/Putusan Banding/Kelebihan Pembayaran atas SPTDPD*) Nomor... tanggal..., kami mohon dengan hormat kepada Kepala Daerah untuk membayar Kelebihan Pembayaran. Nama :... Alamat : Pekerjaan :... Kami mengajukan Surat Permohonan Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak... Berjumlah Rp.... (...) Dengan alasan Demikian agar kiranya Bapak dapat menyetujuinya, sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih. Hormat saya, *) Coret yang tidak perlu... BUPATI KARO, DR (HC). KENA UKUR KARO JAMBI SURBAKTI

32 LAMPIRAN V : PERATURAN BUPATI KARO NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN PAJAK DAERAH BENTUK, ISI DAN TATA CARA PENGISIAN STPD Logo SKPD Alamat SURAT TAGIHAN PAJAK DAERAH Masa Pajak :... Tahun Pajak :... NO.URUT NAMA :... ALAMAT :... Tanggal Jatuh Tempo : Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karo Nomor 03 Tahun 2012, telah dilakukan penelitian dan/atau pemeriksaan atau keterangan lain atas pelaksanaan kewajiban : Kode Rekening :... s/d... Uraian Rekening : Dari penelitian dan atau pemeriksaan tersebut diatas, penghitungan jumlah yang masih harus dibayar adalah sebagai berikut : 1. Pajak yang kurang dibayar Rp Sanksi Administrasi a. Bunga Rp.... b. Denda Rp Jumlah yang masih harus dibayar (1+2a+2b) Rp.... Terbilang : PERHATIAN : 1. Harap penyetoran dilakukan melalui Bendehara Penerima atau Kas Daerah dengan menggunakan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) atau Tanda Bukti Pembayaran (TBP). 2. Apabila STPD ini tidak atau kurang dibayar setelah setelah lewat waktu paling lama 30 hari sejak STPD ini diterima dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% perbulan. Kabanjahe,.20.. Kepala SKPD NIP Gunting disini No.STPD :.. Nama : Alamat : 20. Yang Menerima (..)

33 Tata Cara Pengisian: A. Umum 1. Formulir STPD digunakan sebagai sarana atau media untuk menerbitkan surat tagihan pajak daerah atas tunggakan terhadap jenis pajak tertentu 2. Formulir dicetak rangkap 2 (dua) - Lembar ke-1 : untuk Wajib Pajak yang bersangkutan - Lembar ke-2 : untuk SKPD 3. Ukuran kertas : dicetak (print-out) dalam kertas folio ukuran 8,5 x 13 B. Petunjuk Pengisian 1. Pengisian Judul Nomor Masa Pajak Tahun Pajak 2. Pengisian Identitas Wajib Pajak NPWPD Nama Alamat Tanggal Jatuh Tempo : Diisi nomor penerbitan tagihan pajak daerah : Diisi masa pajak yang bersangkutan : Diisi tahun pajak : Diisi Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah : Diisi nama wajib pajak yang dikenakan tagihan pajak daerah : Diisi alamat wajib pajak : Diisi tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan pajak daerah 3. Pengisian Ketetapan Pajak Daerah dan Jumlahnya Kode Rekening : Diisi jenis kode rekening yang ditagih Urai Rekening : Diisi uraian jenis rekening yang ditagih Pajak yang kurang dibayar : Diisi besarnya jumlah pajak yang kurang dibayar Sanksi Administrasi - Bunga : Diisi besarnya bunga yang dikenakan dalam tagihan - Denda : Diisi besarnya denda yang dikenakan Jumlah yang masih harus dibayar : Diisi jumlah yang masih harus dibayar atau disetor Terbilang : Diisi dengan bilang atau huruf besarnya ketetapan pajak daerah 4. Pengisian Pengesahan Kabanjahe, : Diisi tempat, hari, bulan dan dan tahun dikeluarkan Surat Ketetapan Pajak Daerah Kepala SKPD : Diisi kepala SKPD... : Diisi nama pejabat NIP... : Diisi NIP 5. Tanda Terima No.SKPD : Diisi No. STPD NP WPD : Diisi sesuai huruf B angka 2 Nama : Diisi sesuai huruf B angka 2 Alamat : Diisi sesuai huruf B angka : Diisi lokasi, tanggal, bulan dan tahun (.) : Diisi nama dan tandatangan penerima BUPATI KARO, DR (HC). KENA UKUR KARO JAMBI SURBAKTI

SKRD ( SURAT KETETAPAN RETRIBUSI DAERAH )

SKRD ( SURAT KETETAPAN RETRIBUSI DAERAH ) SALINAN LAMPIRAN I BENTUK, ISI DAN TATA CARA PENGISIAN SKRD : PERATURAN BUPATI KARO NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 TENTANG : PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN RETRIBUSI DAERAH LOGO SKPD ALAMAT NPWRD : SKRD

Lebih terperinci

FORMULIR PENDAFTARAN FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK DAERAH BADAN / PEMILIK USAHA

FORMULIR PENDAFTARAN FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK DAERAH BADAN / PEMILIK USAHA LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BADUNG TENTANG : TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK PARKIR, HIBURAN, DAN PAJAK PENERANGAN JALAN. FORMULIR PENDAFTARAN DATA WAJIB PAJAK DAERAH 1. Nama Usaha : 2. Nama Pemilik /Pengelola

Lebih terperinci

FOMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK HIBURAN

FOMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK HIBURAN 1. FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK LAMPIRAN PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR : TANGGAL : 28 Agustus 2014 FOMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK HIBURAN Yth. Kepada di - PERHATIAN : 1. Harap diisi dalam rangkap

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 85 TAHUN 2012 TANGGAL : 27 NOPEMBER 2012 TENTANG : TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN.

PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 85 TAHUN 2012 TANGGAL : 27 NOPEMBER 2012 TENTANG : TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN. LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BADUNG FORMULIR PENDAFTARAN DATA WAJIB PAJAK DAERAH 1. Nama Usaha : 2. Nama Pemilik /Pengelola : FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK DAERAH BADAN / PEMILIK USAHA 3. Kewarganegaraan

Lebih terperinci

BUPATI MALUKU TENGGARA RANCANGAN PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 1. A TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI MALUKU TENGGARA RANCANGAN PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 1. A TAHUN 2014 TENTANG BUPATI MALUKU TENGGARA RANCANGAN PERATURAN BUPATI MALUKU TENGGARA NOMOR 1. A TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PAJAK HIBURAN DI WILAYAH KABUPATEN MALUKU TENGGARA BUPATI MALUKU TENGGARA, Menimbang

Lebih terperinci

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH LAMPIRAN PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR : 59 Tahun 2014 TANGGAL : 31 Desember 2014 1. FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK Jalan Drs H. Soejoed no 14 A Tlp. (0265) 771032 Fax (0265 )773570 Ciamis FOMULIR PENDAFTARAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK RETRIBUSI BADAN/PEMILIK USAHA

PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK RETRIBUSI BADAN/PEMILIK USAHA PEMERINTAH KOTA JALAN TGK. ABU LAM U NO.7 / TELP/FAX. (0651)-23666 FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK RETRIBUSI BADAN/PEMILIK USAHA Nomor Formulir Kepada Yth,...... di PERHATIAN : 1. Harap diisi dalam rangkap

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 26 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HIBURAN

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 26 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HIBURAN BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 26 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

3. Menggunakan Kas Register 1. Ya 2. Tidak

3. Menggunakan Kas Register 1. Ya 2. Tidak PEMERINTAH KOTA MEDAN DINAS PENDAPATAN DAERAH JL. Raden Saleh No. 2 Medan : Telp.4517556/4539802 SPTPD No. SPTDP Masa Pajak Tahun Pajak : : : (SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK DAERAH) PAJAK HOTEL DAN RESTORAN

Lebih terperinci

BUPATI BULULUKUMBA. PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Nomor : 7 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK HIBURAN

BUPATI BULULUKUMBA. PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Nomor : 7 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK HIBURAN BUPATI BULULUKUMBA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Nomor : 7 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUKUMBA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka memenuhi ketentuan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT, Menimbang : a. bahwa potensi hiburan yang sangat besar di Kabupaten

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, Menimbang Mengingat : : bahwa kemajuan teknologi dan perkembangan era i

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL,

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 07 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa Peraturan Bupati Bantul Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 7 TAHUN 1998 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 7 TAHUN 1998 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 7 TAHUN 1998 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II KUTAI, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkanya

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, Menimbang Mengingat : : a. bahwa kemajuan teknologi dan perkembangan era

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, Menimbang Mengingat : : a. bahwa kemajuan teknologi dan perkembangan era

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEKADAU,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEKADAU, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEKADAU, Menimbang : a. b. c. bahwa dengan telah di tetapkan Undang - Undang Nomor

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. PAJAK. Tata Cara, pengelolaan, pajak, hiburan.

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. PAJAK. Tata Cara, pengelolaan, pajak, hiburan. 1 2016 No.02,2016 BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. PAJAK. Tata Cara, pengelolaan, pajak, hiburan. BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 69 TAHUN 2012 TANGGAL : 4 SEPTEMBER 2012 TENTANG : TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME. FORMULIR PENDAFTARAN

PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR : 69 TAHUN 2012 TANGGAL : 4 SEPTEMBER 2012 TENTANG : TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK REKLAME. FORMULIR PENDAFTARAN LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI BADUNG FORMULIR PENDAFTARAN DATA WAJIB PAJAK DAERAH 1. Nama Usaha : 2. Nama Pemilik /Pengelola : FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK DAERAH BADAN / PEMILIK USAHA 3. Kewarganegaraan

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA TENGAH

BUPATI BANGKA TENGAH BUPATI BANGKA TENGAH SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA TENGAH, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG 4. Undang-undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3686); Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR,

BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR, PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 39 TAHUN : 2012 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 39 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENGELOLAAN PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK HIBURAN, PAJAK PENERANGAN

Lebih terperinci

S K P D (SURAT KETETAPAN PAJAK DAERAH) Masa Pajak :... Tahun :...

S K P D (SURAT KETETAPAN PAJAK DAERAH) Masa Pajak :... Tahun :... S K P D (SURAT KETETAPAN PAJAK DAERAH) Tanggal jatuh tempo : No Ayat Jenis Pajak Daerah Jumlah (Rp) Jumlah Ketetapan Pokok Pajak Jumlah Sanksi : a. Bunga b. Kenaikan Jumlah Keseluruhan Setoran Pajak Daerah

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa pajak hiburan merupakan salah satu sumber

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 04 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG PAJAK HIBURAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 04 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG PAJAK HIBURAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 04 TAHUN 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 04 TAHUN 2007 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURBALINGGA, Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat BUPATI BELITUNG, : a. bahwa

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 10 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 10 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 10 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat BUPATI PACITAN,

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL KABUPATEN PEMALANG I. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENDAFTARAN OBJEK PAJAK BARU HOTEL.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL KABUPATEN PEMALANG I. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENDAFTARAN OBJEK PAJAK BARU HOTEL. LAMPIRAN I : KEPUTUSAN KEPALA DPPKAD KABUPATEN PEMALANG NOMOR : 971.11/1437/DPPKAD TANGGAL : 16 DESEMBER 2013 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL KABUPATEN PEMALANG I. STANDAR OPERASIONAL

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PONTIANAK

PEMERINTAH KABUPATEN PONTIANAK PEMERINTAH KABUPATEN PONTIANAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN PONTIANAK NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PONTIANAK, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR : 14 TAHUN 2004 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR : 14 TAHUN 2004 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKAMARA NOMOR : 14 TAHUN 2004 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA, Menimbang : a. bahwa dengan terbentuknya Kabupaten Sukamara dan

Lebih terperinci

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 33 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PEMUNGUTAN PAJAK TANAH KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TULUNGAGUNG,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 18 TAHUN 2011 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TABALONG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 18 TAHUN 2011 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TABALONG, PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 18 TAHUN 2011 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TABALONG, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 2 ayat

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH LAMPIRAN PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR : 45 Tahun 2014 TANGGAL : 28 Agustus 2014 1. FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK FOMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN Yth. Kepada di - PERHATIAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIREBON

LEMBARAN DAERAH KOTA CIREBON LEMBARAN DAERAH KOTA CIREBON 2 NOMOR 6 TAHUN 2011 SERI B Menimbang PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIREBON, : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian pajak menurut Undang Undang Nomor 16 Tahun keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian pajak menurut Undang Undang Nomor 16 Tahun keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Pajak 1. Pengertian Pajak Tentang pengertian pajak, ada beberapa pendapat dari beberapa ahli antara lain: a. Pengertian pajak menurut Undang Undang Nomor 16 Tahun

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL,

BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, BUPATI BANTUL PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa Peraturan Bupati Bantul Nomor 47

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014 NOMOR 19 PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014 NOMOR 19 PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2014 NOMOR 19 PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN RETRIBUSI PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN MENARA TELEKOMUNIKASI DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 06 TAHUN 2002 T E N T A N G PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 06 TAHUN 2002 T E N T A N G PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 06 TAHUN 2002 T E N T A N G PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang : a. Bahwa dalam rangka pelaksanakan Otonomi Daerah

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK PENERANGAN JALAN BUPATI BANTUL,

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK PENERANGAN JALAN BUPATI BANTUL, PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK PENERANGAN JALAN BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAIRI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DAIRI,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAIRI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DAIRI, PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAIRI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DAIRI, Menimbang : a. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Dairi Nomor 07 Tahun

Lebih terperinci

QANUN KOTA LHOKSEUMAWE NOMOR : 02 TAHUN 2006

QANUN KOTA LHOKSEUMAWE NOMOR : 02 TAHUN 2006 QANUN KOTA LHOKSEUMAWE NOMOR : 02 TAHUN 2006 T E N T A N G PAJAK HOTEL BISMILLAHIRRAHMANNIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA WALIKOTA LHOKSEUMAWE, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Undang

Lebih terperinci

BUPATI TOLITOLI PROVINSI SULAWESI TENGAH

BUPATI TOLITOLI PROVINSI SULAWESI TENGAH SALINAN BUPATI TOLITOLI PROVINSI SULAWESI TENGAH PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 58 C TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI,

Lebih terperinci

: Peraturan Bupati Aceh Barat Daya Nomor :... Tahun 2015 Tanggal : 2015 M

: Peraturan Bupati Aceh Barat Daya Nomor :... Tahun 2015 Tanggal : 2015 M Lampiran I : Peraturan Bupati Aceh Barat Daya A. Bentuk, Isi dan Tata Cara Pengisian SPTPD PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA DINAS PENDAPATAN Jl. Pasar Ikan Lama No. 17 Telp./Fax. (0659) 91722 Email

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG Nomor : 03 Tahun 2014 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK DAERAH

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK PARKIR

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK PARKIR PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK PARKIR Menimbang DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 8 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 8 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 8 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWAKARTA, Menimbang : a. bahwa Pajak Hiburan merupakan salah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 01 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGANJUK,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 01 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGANJUK, 31 JANUARI 2003 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK SERI B 01 PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 01 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGANJUK, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS

PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGGAMUS NOMOR : 15 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGGAMUS, Menimbang : a. bahwa untuk menyelenggarakan

Lebih terperinci

JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI (JDI) HUKUM

JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI (JDI) HUKUM JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI (JDI) HUKUM LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 01 TAHUN 2009 SERI B.1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 01 TAHUN 2009 T E N T A N G PAJAK HOTEL

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 7 TAHUN : 2003 SERI :B PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 7 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HIBURAN DAN TONTONAN

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 7 TAHUN : 2003 SERI :B PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 7 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HIBURAN DAN TONTONAN LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 7 TAHUN : 2003 SERI :B PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 7 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HIBURAN DAN TONTONAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIMAHI Menimbang

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN BUPATI TANAH BUMBU,

BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN BUPATI TANAH BUMBU, BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANAH BUMBU, Menimbang : Mengingat : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HOTEL

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HOTEL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 24 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya Undang-Undang

Lebih terperinci

BIDANG PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH

BIDANG PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH PERATURAN BUPATI KABUPATEN EMPAT LAWANG NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG PAJAK HIBURAN DISUSUN OLEH BIDANG PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH DINAS PENDAPATAN DAERAH w t a -r-x-r x-i-k A nrv-ttmvt T^Tl KT~\ A TV T

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT NOMOR 4 TAHUN 2009

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT NOMOR 4 TAHUN 2009 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT NOMOR 4 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANAH LAUT, Menimbang : a.

Lebih terperinci

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 18 TAHUN

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 18 TAHUN BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK, Menimbang : a. bahwa dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II JEMBRANA NOMOR 5 TAHUN 1998 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II JEMBRANA NOMOR 5 TAHUN 1998 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II JEMBRANA NOMOR 5 TAHUN 1998 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa dengan telah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 21 TAHUN 1997 T E N T A N G PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 21 TAHUN 1997 T E N T A N G PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 21 TAHUN 1997 T E N T A N G PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II KUTAI, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 4 TAHUN : 2003 SERI :B PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 4 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 4 TAHUN : 2003 SERI :B PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 4 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 4 TAHUN : 2003 SERI :B PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 4 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CIMAHI Menimbang : a. bahwa pajak

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR : 14 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIGI,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR : 14 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIGI, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR : 14 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIGI, Menimbang : a. bahwa dengan terbentuknya Kabupaten Sigi menjadi daerah otonom

Lebih terperinci

JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI (JDI) HUKUM

JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI (JDI) HUKUM JARINGAN DOKUMENTASI DAN INFORMASI (JDI) HUKUM LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 19 TAHUN 2009 SERI B.5 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TENGAH NOMOR 19 TAHUN 2009 T E N T A N G PAJAK HIBURAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA Menimbang : a. bahwa berdasarkan pasal 2 ayat ( 2)

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG, PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (2) huruf a Undang- Undang

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG NOMOR 21 TAHUN 2005 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PARIGI MOUTONG, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANGGARAI BARAT,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANGGARAI BARAT, PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MANGGARAI BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 11 TAHUN 2002 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 11 TAHUN 2002 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 11 TAHUN 2002 T E N T A N G PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang : a. Bahwa dalam rangka pelaksanakan Otonomi Daerah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CIAMIS, Menimbang : a. bahwa Pajak Hiburan di Kabupaten Ciamis telah diatur dan ditetapkan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 17 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 17 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 17 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa pajak daerah merupakan salah satu sumber pendapatan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL,

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 8 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2000 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2000 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2000 TAHUN : 2000 NOMOR : 16 SERI : A PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II BANDUNG

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II BANDUNG PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2000 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II BANDUNG PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2000 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II BANDUNG TAHUN : 2000 TAHUN : 2000 NOMOR : 16 S E R I : A PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 11 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH KOTAMADYA

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL

PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL BUPATI KOTAWARINGIN BARAT KEPUTUSAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 17 TAHUN 2003 TENTANG PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL BUPATI KOTAWARINGIN BARAT Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 33 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA,

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 33 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA, SALINAN PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 33 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURAKARTA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN, BUPATI BULUNGAN SALINAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN, PENYETORAN, TEMPAT PEMBAYARAN, ANGSURAN, DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN PAJAK Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2007 NOMOR 1 SERI PERATURAN DAERAH KOTA BOGOR NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG PAJAK HIBURAN

LEMBARAN DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2007 NOMOR 1 SERI PERATURAN DAERAH KOTA BOGOR NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG PAJAK HIBURAN LEMBARAN DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2007 NOMOR 1 SERI PERATURAN DAERAH KOTA BOGOR NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BOGOR, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA WALIKOTA BANDA ACEH,

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA WALIKOTA BANDA ACEH, QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA WALIKOTA BANDA ACEH, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Bantul. Tata, cara, pengelolaan, Pajak Parkir.

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Bantul. Tata, cara, pengelolaan, Pajak Parkir. 1 2015 No.104,2015 BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Bantul. Tata, cara, pengelolaan, Pajak Parkir. BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL,

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 8 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH KHUSUSNYA PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 21 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 21 TAHUN 2017 TENTANG BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 21 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN BUPATI BANTUL, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK SARANG BURUNG WALET

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK SARANG BURUNG WALET BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENGELOLAAN PAJAK SARANG BURUNG WALET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG Menimbang : a. bahwa dengan telah diterbitkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT, 1 RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT, Menimbang : a. bahwa pajak daerah merupakan salah satu

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR dan BUPATI LUWU TIMUR MEMUTUSKAN :

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR dan BUPATI LUWU TIMUR MEMUTUSKAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUWU TIMUR, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 25 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 25 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 25 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang : a. bahwa dengan telah diterbitkan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000

Lebih terperinci

Gubernur Jawa Barat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Gubernur Jawa Barat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 1 Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK DAERAH UNTUK JENIS PUNGUTAN PAJAK

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN (Berita Resmi Kabupaten Sleman) Nomor: 3 Tahun 2011 Seri: C PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2011

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN (Berita Resmi Kabupaten Sleman) Nomor: 3 Tahun 2011 Seri: C PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2011 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN (Berita Resmi Kabupaten Sleman) Nomor: 3 Tahun 2011 Seri: C PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 37 TAHUN 2003

PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 37 TAHUN 2003 PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 37 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PRABUMULIH, Menimbang : a. bahwa dengan telah terbentuknya Kota Prabumulih

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT NOMOR 11 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN WAJO PAJAK HOTEL BUPATI WAJO,

PEMERINTAH KABUPATEN WAJO PAJAK HOTEL BUPATI WAJO, PEMERINTAH KABUPATEN WAJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN WAJO NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI WAJO, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya UU Nomor 28 Tahun

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU,

BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU, BUPATI TANAH BUMBU PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANAH BUMBU, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pendapatan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. PAJAK. Tata Cara, pengelolaan, pajak, sarang burung walet.

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. PAJAK. Tata Cara, pengelolaan, pajak, sarang burung walet. 1 2016 No.01,2016 BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. PAJAK. Tata Cara, pengelolaan, pajak, sarang burung walet. BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 84 TAHUN 2012

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 84 TAHUN 2012 BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 84 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMBETULAN KESALAHAN TULIS, KESALAHAN HITUNG, DAN/ATAU KEKELIRUAN PENERAPAN KETENTUAN TERTENTU DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 8 TAHUN 2002 TENTANG PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG Menimbang Mengingat : : a. bahwa berdasarkan Pasal 2 (2) Huruf C Undang-Undang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BIAK NUMFOR

PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BIAK NUMFOR PEMERINTAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BIAK NUMFOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BIAK NUMFOR NOMOR 8 TAHUN 1998 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR 5 TAHUN 2010

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR 5 TAHUN 2010 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR 5 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK HIBURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BUTON, Menimbang : a. bahwa berhubung

Lebih terperinci