STANDAR PELAYANAN KEPANITERAAN PIDANA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STANDAR PELAYANAN KEPANITERAAN PIDANA"

Transkripsi

1 STANDAR PELAYANAN KEPANITERAAN PIDANA 1. PELAYANAN PERSIDANGAN NO. JENIS PELAYANAN DASAR HUKUM 1. Penerimaan Pelimpahan Berkas. Pasal 137 KUHAP PERSYARATAN - Yang melimpahkan harus Jaksa Penuntut Umum atau petugas kejaksaan yang berstatus PNS yang mendapatkan tugas resmi untuk itu. MEKANISME DAN PROSEDUR - Berkas diserahkan ke kepaniteraan muda pidana JANGKA WAKTU 2 hari Pasal 143 KUHAP - Surat Dakwaan - Diterima dan dicek kelengkapan berkas oleh meja 1 (panitera muda pidana) - Kelengkapan surat penahanan dan masa penahanan yang belum habis. - Bila lengkap berkas diregister ke buku register induk dan di input ke dalam komputer, setelah itu berkas dilimpahkan ke Ketua Pengadilan Negeri untuk penunjukan majelis hakim. - Kelengkapan barang bukti (bila disertai). - Bila tidak lengkap berkas tersebut dikembalikan kembali kepada jaksa atau petugas yang bersangkutan pada hari itu juga. 2. Penunjukan Majelis Hakim dan serta pendistribusian berkas kepada majelis yang ditunjuk. Pasal 152 KUHAP - Berkas yang diterima dari kepaniteraan pidana di cek, dan ditetapkan Majelis Hakimnya oleh Ketua Pengadilan Negeri. - Untuk penetapan Pengganti ditetapkan oleh / Sekretaris pengadilan. - Setelah ditetapkan, berkas perkara tersebut didistribusikan kepada Majelis yang bersangkutan. 3 hari 3. Penetapan hari sidang dan penetapan penahanan (jika ditahan). Pasal 152 KUHAP - Setelah berkas diterima, Majelis Hakim dan Pengganti yang bersangkutan membuat penetapan hari sidang pertama dan penetapan penahanan. 2 hari

2 4. Perkara Pidana harus diputus dan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. 5. Petikan Putusan dan Salinan Putusan - Jika terdakwa ditahan, perkara pidana harus diputus dan diselesaikan oleh pengadilan paling lama 10 hari sebelum masa tahanan habis. - Pengganti harus menyelesaikan dan menyerahkan petikan putusan tersebut kepada Muda Pidana pada hari itu juga atau paling lama hari kerja berikutnya. - pengganti memasukkan penetapan hari sidang pertama dan penahanan ke komputer hari sebelum masa penahanan habis Hari itu juga atau paling lama hari kerja berikutnya - Penyampaian Salinan Putusan kepada jaksa penuntut umum dan ke rutan serta terdakwa atau penasehat hukum. 6. Minutasi dan Pemberkasan perkara - Pengganti menyelesaikan minutasi dan pemberkasan perkara dan diserahkan ke kepaniteraan pidana. 14 hari setelah diputus. 14 hari setelah putusan diucapkan

3 2. PELAYANAN SIDANG BAGI ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM NO. URAIAN DASAR HUKUM 1. Pengadilan menyediakan ruang tunggu dan ruang sidang khusus untuk anak. KOPETENSI PELAKSANAAN 2. Hakim wajib melindungi hak privasi anak dan menyelenggarakan sidang tertutup. Pasal 8 ayat 1 UU RI No. 3 Tahun 1997 tentang peradilan Anak 3. Hakim sidang anak tidak memakai toga. Pasal 6 UU RI No. 3 Tahun 1997 tentang Peradilan Anak 4. Hakim Wajib memastikan adanya pendampingan dari orang tua/wali anak, Penasehat Hukum dan BAPAS. Pasal 8 ayat 1 UU RI No. 3 Tahun 1997 tentang peradilan Anak 5. Jika diperlukan penahanan harus mempertimbangkan kepentingan anak dan tempat penahanan dipisah dari orang dewasa. 3. PELAYANAN SIDANG TINDAK PIDANA RINGAN / TILANG NO. URAIAN DASAR HUKUM 1. Persidangan untuk pelanggaraan lalu lintas diselanggarakan 1 (satu) hari dalam 1 (satu) minggu pada hari tertentu, dalam kondisi tertentu pengadilan dapat menyelenggarakan sidang tilang lebih dari 1 (satu) kali. KOPETENSI PELAKSANAAN 2. Pengadilan melaksanakan sidang tilang di pengadilan pada waktu yang telah ditentukan dan pelanggar dapat datang pada waktu yang telah ditentukan tersebut. 3. Pengadilan memberikan informasi kepada para pelanggar yang akan sidang lalu lintas tersebut didekat ruang sidang. 4. Apabila pelanggar berhalangan hadir dalam persidangan, dapat memberikan surat kuasa kepada orang lain untuk hadir dan bersedia membayar denda melalui jaksa dan mengambil barang buktinya. 5. Apabila pelanggar telah dipanggil dimuka ruang persidangan 3 (tiga) kali tetap tidak hadir maka hakim memutus tanpa hadirnya pelanggar (verstek). 6. Setelah persidangan selesai dan berkas telah diputus tanpa hadirnya pelanggar (verstek), maka berkas perkara tilang tersebut diserahkan pada Kejaksaan Negeri pada hari itu juga.

4 7. Pihak pelanggar yang diputus verstek dapat mengajukan verzet dalam tenggang waktu 7 hari setelah diberitahukan putusan verstek tersebut. STANDAR PELAYANAN KEPANITERAAN PIDANA PENGADILAN NEGERI NO. JENIS PELAYANAN DASAR HUKUM PERSYARATAN MEKANISME DAN PROSEDUR 1. Persetujuan Penggeledahan Badan / Rumah Pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, Pasal 7 ayat (1) huruf d, Pasal 11, Pasal 16, Pasal 18, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 34, Pasal 36, Pasal 125, Pasal 126, Pasal 127 KUHAP. Surat laporan guna memperoleh persetujuan penggeledahan dari penyidik ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri, dengan dilampiri surat-surat : 1) Laporan Polisi. 2) Surat Pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). 3) Surat Perintah Tugas. 4) Surat Perintah Penyidikan. 5) Surat Perintah Penggeledahan Badan / Rumah. 6) Berita Acara Penggeledahan Badan / Rumah. 7) Resume. 1. Surat diserahkan di Kepaniteraan Pidana. 2. Dicatat dalam buku register. 3. Diparaf oleh Muda Pidana. 4. Disposisi oleh WKPN. 5. Diketik oleh staf dan diparaf Muda Pidana. 6. Ditanda tangani oleh WKPN. 7 hari kalender JANGKA KOMPETENSI WAKTU PELAKSANA 3 hari - Staf Pidana - Panmud Pidana - Wakil Ketua PN. 2. Persetujuan Penyitaan Pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, Pasal 7 ayat (1) huruf d, Pasal 11, Pasal 38 ayat (2), Pasal 39, Pasal 40, Pasal 128, Pasal 129, Pasal 130, Pasal 131 KUHAP. Surat laporan guna memperoleh persetujuan penyitaan dari penyidik ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri, dengan dilampiri surat-surat : 1) Laporan Polisi. 2) Surat Pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). 3) Surat Perintah Tugas. 4) Surat Perintah Penyidikan. 5) Surat Perintah Penyitaan 6) Berita Acara Penyitaan 7) Resume 1. Surat diserahkan di Kepaniteraan Pidana. 2. Dicatat dalam buku register. 3. Diparaf oleh Muda Pidana. 4. Disposisi oleh WKPN. 5. Diketik oleh staf dan diparaf Muda Pidana. 6. Ditanda tangani oleh WKPN. 3 hari - Staf Pidana - Panmud Pidana - Wakil Ketua PN.

5 8) Surat Tanda Terima Penerimaan 3. Izin Khusus Penggeledahan Pasal 1 butir 17, 18, Pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, Pasal 7 ayat (1) huruf d, Pasal 9, Pasal 11, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 34 KUHAP. Surat Permintaan Ijin Khusus Penggeledahan dari penyidik ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri, dengan dilampiri surat-surat : 1. Laporan Polisi. 2. Surat Pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). 3. Surat Perintah Tugas. 4. Surat Perintah Penyidikan. 5. Surat Perintah Penggeledahan 6. Resume 1. Surat diserahkan di Kepaniteraan Pidana. 2. Dicatat dalam buku register. 3. Diparaf oleh Muda Pidana. 4. Disposisi oleh WKPN. 5. Diketik oleh staf dan diparaf Muda Pidana. 6. Ditanda tangani oleh WKPN. 3 hari - Staf Pidana - Panmud Pidana - Wakil Ketua PN. 4. Izin Khusus Penyitaan Pasal 1 butir 16, Pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, 2, Pasal 7 ayat (1) huruf d dan e, Pasal 11, Pasal 38 ayat (1), Pasal 39, Pasal 43 KUHAP. Surat Permintaan Ijin Khusus Penyitaan dari penyidik ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri, dengan dilampiri surat-surat : 1. Laporan Polisi. 2. Surat Pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). 3. Surat Perintah Tugas. 4. Surat Perintah Penyidikan. 5. Surat Perintah Penyitaan 6. Resume 1. Surat diserahkan di Kepaniteraan Pidana. 2. Dicatat dalam buku register. 3. Diparaf oleh Muda Pidana. 4. Disposisi oleh WKPN. 5. Diketik oleh staf dan diparaf Muda Pidana. 6. Ditanda tangani oleh WKPN. 3 hari - Staf Pidana - Panmud Pidana - Wakil Ketua PN. 5. Permohonan Perpanjangan Penahanan Pasal 7 ayat (1) huruf d, Pasal 11, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 24, Pasal 25, Pasal 26, Pasal 29 ayat (1), (2), (3) huruf a, KUHAP. Surat Permintaan perpanjangan penahanan dari penyidik ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri, dengan dilampiri surat-surat : 1. Laporan Polisi. 2. Surat Pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). 3. Surat Perintah Tugas. 4. Surat Perintah Penyidikan. 1. Surat diserahkan di Kepaniteraan Pidana. 2. Dicatat dalam buku register. 3. Diparaf oleh Muda Pidana. 4. Disposisi oleh WKPN. 5. Diketik oleh staf dan diparaf Muda Pidana. 6. Ditanda tangani oleh WKPN. 3 hari - Staf Pidana - Panmud Pidana - Wakil Ketua PN.

6 5. Surat Perintah Penahanan (T.4) 6. Resume Penahanan 6. Permohonan atau Pengalihan Penahanan Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, Pasal 26, Pasal 31 KUHAP. Surat permohonan atau pengalihan penahanan dari terdakwa / Keluarga terdakwa atau penasehat hukumnya ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri cq. Hakim Ketua Majelis, dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Surat pernyataan dari terdakwa bahwa ia : tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi atas tindak pidana yang didakwakan dan tidak akan menghilangkan barang bukti. 2. Jaminan uang atau jaminan orang, berdasarkan syarat yang ditentukan. 1. Surat diserahkan melalui bagian umum atau langsung kepada Majelis Hakim. 2. Dicatat dalam buku register. 3. Disposisi oleh KPN. 4. Disposisi oleh 5. Disposisi oleh Wakil 6. Diserahkan kepada Hakim Ketua Majelis. 7. Dipertimbangkan. 4 hari - Staf Bag. Umum - KPN - - Wakil - Hakim Ketua

7 STANDAR PELAYANAN PENGAJUAN UPAYA HUKUM PIDANA PENGADILAN NEGERI NO. JENIS PELAYANAN DASAR HUKUM PERSYARATAN MEKANISME DAN PROSEDUR 1. Pelayanan Administrasi Perkara Banding Pidana BAB XVII Upaya Hukum Biasa Bagian Kesatu Pemeriksaan Tingkat Banding Pasal 233 s/d Pasal 243 KUHAP. Keputusan Ketua R.I. Nomor: 26/KMA/SK/II/2012 tanggal 9 Februari Diajukan pemohon Banding (Terdakwa/Penasehat hukumnya atau Penuntut Umum). - Penasehat Hukum harus membawa surat kuasa dari terdakwa. - Diajukan dalam waktu 7 (tujuh) hari sesudah putusan dijatuhkan, atau setelah putusan diberitahukan kepada terdakwa yang tidak hadir dalam pengucapan putusan. 1. Permohonan Banding diajukan dalam sidang setelah putusan diucapkan dan dicatat dalam Berita Acara Sidang oleh Pengganti yang kemudian melaporkan kepada Muda Pidana, atau Pemohon banding mengajukan permohonan banding dihadapan Muda Pidana atau petugas yang ditunjuk, atau Dalam hal terdakwa berada dalam tahanan, permohonan banding diajukan dihadapan kepala RUTAN, yang kemudian mengirimkan kepada Pengadilan Negeri pemutus perkara JANGKA WAKTU Sesaat setelah sidang perkara tersebut oleh Pengganti 1 hari kerja KOMPETENSI PELAKSANA Pengganti dan Muda Pidana atau petugas yang ditunjuk. Muda Pidana atau petugas yang ditunjuk. Kepala RUTAN tempat terdakwa ditahan dan Panmud Pidana 4. Terhadap permohonan banding yang 1 hari kerja dan telah memenuhi prosedur yang Muda ditetapkan, Pengadilan Negeri Pidana harus membuat Akta Pernyataan Banding yang ditanda-tangani oleh dan Pemohon Banding

8 5. Setiap permohonan banding yang diajukan dalam hal terdakwa ada dalam tahanan, Ketua Pengadilan Negeri harus melaporkan pada Pengadilan Tinggi tentang permohonan tersebut Ketua Pengadilan Negeri dan Muda Pidana. 6. Permohonan Banding tersebut harus diberitahukan kepada termohon banding Sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi, pemohon dan termohon banding wajib diberikan kesempatan untuk mempelajari berkas perkara hari kerja Jurusita Pidana. Muda 8. Pemohon Banding dapat mencabut permohonannya sepanjang perkaranya belum diputus oleh Pengadilan Tinggi--- Sewaktu waktu Keputusan Ketua R.I. Nomor: 26/KMA/SK/II/2012 tanggal 9 Februari Dalam hal permohonan banding sudah dicabut, pemohon tidak boleh mengajukan permohonan banding lagi, kecuali masih dalam tenggang waktu masa pengajuan banding Dalam hal perkara telah diputus oleh Pengadilan Tk. banding, salinan putusan dikirim kepada Pengadilan Negeri untuk diberitahukan kepada terdakwa dan pemberitahuan putusan penuntut umum, yang untuk itu menunjuk Jurusita membuat Akta Pemberitahuan Isi 4 hari kerja Pidana. Jurusita Muda dan

9 Putusan. 2. Pelayanan Administrasi Perkara Kasasi Pidana BAB XVII Upaya Hukum Biasa Bagian Kedua Pemeriksaan Untuk Kasasi Pasal 244 s/d Pasal 258 KUHAP. Keputusan Ketua R.I. Nomor: 26/KMA/SK/II/2012 tanggal 9 Februari Diajukan oleh pemohon Kasasi (Terdakwa/Penasehat hukumnya atau Penuntut Umum). - Penasehat Hukum harus membawa surat kuasa dari terdakwa. - Permohonan Kasasi diajukan dalam waktu selambat-lambatnya 14 hari sesudah putusan dijatuhkan diberitahukan kepada terdakwa/penuntut Umum. - Pemohon Kasasi wajib mengajukan Memori Kasasi. - Permohonan Kasasi yang melewati tenggang waktu tersebut, tidak dapat diterima. 1. Permohonan Kasasi dapat mengajukan permohonan kasasi melalui Pengadilan Negeri pemutus, sesudah putusan Pengadilan diberitahukannya Pemohon kasasi mengajukan permohonan kasasi dihadapan atau petugas yang ditunjuk, yang membuatkan Akta Permohonan kasasi yang ditanda tangani dan Pemohon kasasi Dalam hal terdakwa berada dalam tahanan, permohonan banding diajukan dihadapan kepala RUTAN, yang kemudian mengirimkan kepada Pengadilan Negeri pemutus perkara Selambatlambatnya 14 hari kerja 1 hari kerja dan Muda Ka. RUTAN dan 4. Setiap permohonan kasasi yang diajukan dalam hal terdakwa ada dalam tahanan, Ketua Pengadilan Negeri harus melaporkan kepada R.I. tentang permohonan tersebut Ketua Pengadilan Negeri 5. Pemohon kasasi harus menyerahkan memori kasasi dan tambahan memori kasasi (jika ada) kepada Muda Pidana yang selanjutnya membuat Akta tanda terima memori/tambahan memori kasasi Dalam tenggang waktu 14 hari setelah permohonan kasasi Muda 6. Dalam hal pemohon kasasi adalah 1 hari kerja

10 terdakwa yang kurang memahami hukum, wajib menanyakan alasan ia mengajukan permohonan kasasi dan untuk itu mencatat alasan tersebut memberitahukan tembusan memori kasasi kepada termohon kasasi, dan untuk itu Jurusita membuat Surat Tanda Terima Pemberitahuan tersebut Jurusita dan 8. Termohon kasasi dapat mengajukan Kontra Memori Kasasi, dan untuk itu membuat tanda terima hari kerja 9. Selama perkara kasasi belum diputus oleh R.I., permohonan kasasi dapat dicabut oleh pemohon, dalam hal pencabutan dilakukan oleh Penasehat Hukum Terdakwa, harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari terdakwa, dan panitera membuat Akta pencabutan kasasi yang ditandatangani oleh, pihak yang mencabut dan diketahui oleh Ketua Pengadilan Negeri, dan selanjutnya Akta tersebut dikirim ke R.I Ketua Pengadilan Negeri dan 10. Dalam hal perkara telah diputus, dan salinan putusan kasasi telah diterima oleh Pengadilan Negeri, Pengadilan Negeri wajib memberitahukan salinan putusan kepada terdakwa dan penuntut umum. 7 hari kerja Muda dan Jurusita

11 3. Pelayanan Administrasi Peninjauan Kembali BAB XVII Upaya Hukum Luar Biasa Bagian Kedua Peninjauan Kembali Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap Pasal 263 s/d Pasal 269 KUHAP. - Diajukan oleh terpidana atau ahli warisnya. - Terhadap putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. - Hanya boleh diajukan 1 kali 1. Diajukan oleh terpidana atau Ahli warisnya dan dapat didampingi oleh Kuasa Hukumnya kepada Muda Pidana dan dibuatkan Akta pernyataan Peninjauan Kembali dan dicatat dalam register, Muda Pidana membuat tanda terima. 2. Apabila pemohon kurang memahami hukum, wajib menanyakan dan mencatat alasan-alasan dalam Akta Pernyataan Peninjauan Kembali serta dicatat dalam buku register. 1 hari kerja 1 hari kerja Pidana Petugas ditunjuk. Muda atau yang dan Muda Keputusan Ketua R.I. Nomor: 26/KMA/SK/II/2012 tanggal 9 Februari Ketua Pengadilan wajib menunjuk Majelis Hakim yang tidak memeriksa perkara semula, untuk memeriksa dan memberikan pendapat apakah alasan permohonan peninjauan kembali telah sesuai dengan ketentuan Undangundang. 4. Majelis Hakim memeriksa apakah permohonan Peninjauan Kembali tersebut telah memenuhi persyaratan. Dalam pemeriksaan, terpidana atau ahli warisnya dapat didampingi oleh Penasehat Hukum dan Jaksa dapat menyampaikan pendapat. 30 hari kerja dan Ketua Pengadilan Negeri Majelis Hakim dan Pengganti 5. Permohonan dan Berita Acara Pendapat Majelis Hakim dikirimkan ke Mahkamah Agung. 7 hari kerja Pengganti dan Muda

12 4. Pelayanan Administrasi Grasi UU No. 22 tahun 2002 tentang Grasi UU No. 5 tahun 2010 tentang Perubahan atas UU No. 22 tahun 2002 tentang Grasi Keputusan Ketua R.I. Nomor: 26/KMA/SK/II/2012 tanggal 9 Februari Diajukan oleh terpidana atau kuasa hukumnya atau keluarga terpidana dengan persetujuan terpidana. - Dalam hal terpidana mati, dapat oleh keluarga tanpa persetujuan terpidana. - Permohonan Grasi hanya dapat diajukan 1 kali dan diajukan paling lama dalam jangka waktu 1 tahun sejak putusan mempunyai kekuatan hukum tetap. - Putusan yang dapat diajukan permohonan grasi hanya terhadap putusan berupa pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana penjara minimal 2 tahun. 1. Permohonan Grasi diajukan secara tertulis kepada Presiden R.I. Pengadilan yang memutus perkara pada tingkat pertama. 2. Dalam hal terpidana berada dalam lembaga Lembaga Pemasyarakatan, permohonan grasi dan salinannya dapat disampaikan oleh terpidana melalui Kepala Lembaga Pemasyarakatan tempat terpidana menjalini pidana, dan selanjutnya Kepala Lembaga Pemasyarakatan meneruskan permohonan grasi tersebut kepada Presiden R.I. dan salinannya kepada Pengadilan Negeri pemutus perkara. Sewaktu-waktu 7 hari kerja Kepala Lembaga Pemasyarakatan 3. wajib membuat Akta Penerimaan Salinan Permohonan Grasi atau Akta Penolakan Permohonan Grasi apabila permohonan grasi tidak memenuhi persyaratan. dan Muda 4. Pengadilan Negeri pemutus mengirimkan salinan permohonan grasi dan berkas perkara kepada R.I. 20 hari kerja

13 STANDAR PELAYANAN KEPANITERAAN TIPIKOR PENGADILAN NEGERI NO. JENIS PELAYANAN DASAR HUKUM PERSYARATAN MEKANISME DAN PROSEDUR JANGKA KOMPETENSI WAKTU PELAKSANA 1. Pelimpahan berkas perkara Melalui Kepaniteraan Muda Pidana 6 hari Kejaksaan / Tipikor ke Pengadilan Tindak KPK Pidana Korupsi Pengadilan Negeri 2. Pemberian tanda terima pelimpahan berkas perkara Tipikor 3. Pemberian nomor perkara Tipikor dan seluruh formulir dan dokumen yang dibutuhkan dalam berkas perkara Tipikor Pasal 26 ayat (3) Korupsi Pasal 26 ayat (3) Korupsi Pasal 26 ayat (3) Korupsi 1. Surat Pelimpahan (P-31) 2. Surat Penunjukan Jaksa (P-16A) 3. Surat Perintah Penahanan (T-7) 4. Surat Perpanjangan Pengadilan 5. Berita Acara Penahanan (BA-10) 6. Berita Acara Penerimaan Tersangka (BA-15) 7. Surat Dakwaan (P-29) 8. Surat Perintah Penahanan 9. Surat Perpanjangan Penahanan (T- 4) 10. Penetapan Penggeledahan 11. Penetapan Penyitaan 12. Barang Bukti Melalui Kepaniteraan Muda Pidana Muda Pidana Melalui Kepaniteraan Muda Pidana Petugas Pendaftaran Perkara Tipikor

14 4. Pemerikasaan Berkas Perkara Pasal 26 ayat (3) Korupsi 5. Penunjukan Majelis Hakim Pasal 26 ayat (3) Korupsi Jo. Pasal 12 Peraturan R.I. No. 01 Tahun 6. Penunjukan Pengganti Perkara Tipikor 7. Pemberian berkas perkara Tipikor kepada Ketua Majelis yang telah ditunjuk Pasal 152 ayat (1) KUHAP (UU No. 8 Tahun 1981) Jo. UU RI No. 2 Tahun 1986, yang telah diubah dengan UU RI No. 8 Tahun 2004 tentang Peradilan Umum Pasal 26 ayat (3) Korupsi Jo. Pasal Berkas perkara harus sudah diterima Ketua Majelis Hakim paling lama 3 hari setelah penunjukan Majelis Hakim oleh Ketua PN. Melalui Kepaniteraan Muda Pidana 1 hari / Sekretaris 3 hari KPN / WKPN 1 hari / Sekretaris 1 hari Petugas Pendaftaran Perkara Tipikor

15 8. Proses berkas perkara oleh Ketua Majelis Hakim 12 Peraturan R.I. No. 01 Tahun 2010 Pasal 26 ayat (3) Korupsi Jo. Pasal 12 Peraturan R.I. No. 01 Tahun Mempelajari Perkara Pasal 26 ayat (3) Korupsi Jo. Pasal 12 Peraturan R.I. No. 01 Tahun Penetapan Hari Sidang Pertama Pasal 26 ayat (3) Korupsi Jo. Pasal 12 Peraturan R.I. No. 01 Tahun Ketua Majelis : - Memeriksa berkas dan mempelajari perkara. - Menetapkan sidang pertama, paling lama 7 hari setelah berkas diterima Ketua Majelis Hakim Hakim Anggota : Mempelajari perkara Berkas diterima Pengganti dari Majelis Hakim dan memberikan salinan penetapan hari sidang pertama kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan terdakwa. 7 hari Ketua Majelis Hakim Hakim Anggota 1 hari Pengganti

16 Pemberitahuan Jadwal Sidang Kepada Terdakwa Pasal 26 ayat (3) Korupsi. 12. Menghadirkan para pihak Pasal 26 ayat (3) Korupsi. Para pihak hadir pada Jadwal yang ditentukan untuk Sidang Pertama Jaksa Penuntut Umum memberitahu jadwal persidangan kepada terdakwa dan menghadirkan terdakwa pada hari persidangan yang telah ditentukan. Jaksa Penuntut Umum Ketua Hakim Majelis

STANDAR PELAYANAN PERKARA PIDANA

STANDAR PELAYANAN PERKARA PIDANA STANDAR PELAYANAN PERKARA PIDANA Dasar: Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI No. 026/KMA/SK/II/2012 Tentang Standar Pelayanan Peradilan 1. PELAYANAN PERSIDANGAN a. Pengadilan menyediakan ruang tunggu khusus

Lebih terperinci

1 jam perkara sesuai dengan nomor urut perkara 4. Membuat formulir penetapan Ketua Pengadilan Negeri tentang

1 jam perkara sesuai dengan nomor urut perkara 4. Membuat formulir penetapan Ketua Pengadilan Negeri tentang STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) KEPANITERAAN PIDANA PENGADILAN NEGERI TANAH I. PROSEDUR PENERIMAAN PERKARA 1. Prosedur Penerimaan Perkara Pidana Biasa : PENGADILAN TINGGI SAMARINDA PENGADILAN NEGERI

Lebih terperinci

NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN

NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN S.O.P KEPANITERAAN PIDANA NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN A. PENYELESAIAN PERKARA 1. Pengadilan Negeri menerima pelimpahan berkas perkara dan barang bukti dari Jaksa Penuntut Umum atau

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PIDANA ACARA BIASA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG

STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PIDANA ACARA BIASA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG PENANGANAN PERKARA PIDANA ACARA BIASA 1. Penerimaan berkas perkara Kepaniteraan Pidana (Petugas Meja I) Pedoman Pelaksanaan Tugas Buku II 1 hari 1. Menerima perkara yang dilimpahkan oleh Penuntut Umum

Lebih terperinci

Pelayanan Perkara Pidana

Pelayanan Perkara Pidana Pelayanan Perkara Pidana Pelayanan Perkara Pidana Meja Pertama Menerima perkara pidana, lengkap dengan surat dakwaannya dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara tersebut. Pendaftaran perkara pidana

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PIDANA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PIDANA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PIDANA A. PROSEDUR PENERIMAAN BERKAS PERKARA PIDANA DI PENGADILAN NEGERI NO KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN 1 2 3 4 5 6 7 8 Menerima pelimpahan berkas perkara

Lebih terperinci

STANDART OPERASIONAL KEPANITERAAN

STANDART OPERASIONAL KEPANITERAAN KEPANITERAAN PIDANA: STANDART OPERASIONAL KEPANITERAAN PELAKSANAAN TUGAS DAN ADMINISTRASI 1. Perkara Biasa: Meja Pertama: - Kepaniteraan pidana ada meja 1 (pertama) yang bertugas menerima pelimpahan berkas

Lebih terperinci

ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI SIBOLGA

ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI SIBOLGA ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI SIBOLGA KEPANITERAAN PIDANA NO. KEGIATAN INDIKATOR TARGET / PER BERKAS KETERANGAN Pengadilan Negeri menerima Pelimpahan Tertib adminis pada hari itu juga bekas perkara

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) , Home Page:

PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) , Home Page: PENGADILAN NEGERI ARGA MAKMUR Jln. Jend. Sudirman No. 226 (0737) 521004, 521014 Home Page: http://www.pn-argamakmur.go.id/ ARGA MAKMUR BENGKULU UTARA Standard Operating Procedures DI BAGIAN KEPANITERAAN

Lebih terperinci

1. S O P KEPANITERAAN PIDANA

1. S O P KEPANITERAAN PIDANA 1. S O P KEPANITERAAN PIDANA a. SOP Perkara Pidana Biasa b. SOP Perkara Pidana Singkat c. SOP Perkara Pidana Ringan d. SOP Perkara Pidana Lalu Lintas e. SOP Penerimaan Perkara Pidana Banding f. SOP Penerimaan

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT STANDAR PELAYANAN PERADILAN PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT A. Pendahuluan Guna menjamin pelaksanaan tugas peradilan yang transparan dan memberikan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat pencari keadilan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI BANTUL KELAS I B MANUAL MUTU PENJAMINAN MUTU PENGADILAN

PENGADILAN NEGERI BANTUL KELAS I B MANUAL MUTU PENJAMINAN MUTU PENGADILAN PENGADILAN NEGERI BANTUL KELAS I B MANUAL MUTU PENJAMINAN MUTU PENGADILAN KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI BANTUL NOMOR 24 TAHUN 2017 STANDAR WAKTU PENYELESAIAN PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI BANTUL 2017

Lebih terperinci

SOP PROSEDUR PENYELESAIAN PERKARA PIDANA BIASA

SOP PROSEDUR PENYELESAIAN PERKARA PIDANA BIASA No.SOP 001 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Jl. Letnan Boyak No. 77 Bangkinang Telp /Fax. (0762) 20043 Website: www.pn-bangkinang.go.id Email: pn-bkn@yahoo.com Tgl.Pembuatan 24 April 2014 Tgl.Revisi Tgl.Efektif

Lebih terperinci

SKEMA SOP KEPANITERAAN PIDANA

SKEMA SOP KEPANITERAAN PIDANA SKEMA SOP KEPANITERAAN PIDANA TENGGANG WAKTU PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ACARA PEMERIKSAAN BIASA Kepaniteraan Muda Pidana Menerima dan Memeriksa Kelengkapan Kemudian menginput data pada SIPP, lalu

Lebih terperinci

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA Jaksa Ketua PN Para Pihak Melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui Panitera Pidana Menunjuk Majelis Hakim dalam jangka

Lebih terperinci

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA A. KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara a. Pengadilan Negeri menerima

Lebih terperinci

PENGGUGAT/ KUASANYA. Ketua Pengadilan Negeri menunjuk Majelis Hakim, dan Panitera menunjuk Panitera Pengganti. Kepaniteraan

PENGGUGAT/ KUASANYA. Ketua Pengadilan Negeri menunjuk Majelis Hakim, dan Panitera menunjuk Panitera Pengganti. Kepaniteraan PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI PENGADILAN NEGERI PROSES PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI KEJAKSAAN NEGERI KEPANITERAAN PIDANA PENGGUGAT/ KUASANYA KEPANITERAAN PERDATA Berkas diterima

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN (SPP) DALAM LINGKUNGAN PERADILAN MILITER

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN (SPP) DALAM LINGKUNGAN PERADILAN MILITER STANDAR PELAYANAN PENGADILAN (SPP) DALAM LINGKUNGAN PERADILAN MILITER I. KETENTUAN UMUM A. Tujuan 1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan bagi prajurit TNI dan masyarakat pencari keadilan. 2. Meningkatkan

Lebih terperinci

Staf Panmud Pan/Wapan Persya ratan/ Perleng kapan

Staf Panmud Pan/Wapan Persya ratan/ Perleng kapan PENGADILAN NEGERI BANDUNG KEPANITERAAN TIPIKOR Jalan R. E. Martadinata No. 74-80 Bandung Telepon. 022-423827 Faximile. 022-427945 Website : www.pn-bandung.go.id, Email : info@pn-bandung.go.id. Nomor SOP

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA

PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA DASAR HUKUM PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA Nomor : W12.U26/ 70 / KP.07.01/ 04/2014 Tanggal ditetapkan : 23 April 2014 Tanggal Revisi : STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) Administrasi Penanganan Perkara

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN NEGERI SLAWI

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN NEGERI SLAWI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN NEGERI SLAWI Jl. A. Yani No. 99 Slawi Telp. (0283) 491359 fax(0283) 491854 SLAWI 52412 Email : pn.slawi@yahoo.co.id Website : www.pn-slawi.go.id TAHUN 2016 KATA

Lebih terperinci

TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERSIDANGAN

TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERSIDANGAN TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERSIDANGAN L II.3 TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERSIDANGAN I. PERKARA PERDATA Untuk memeriksa administrasi persidangan, minta beberapa berkas perkara secara sampling

Lebih terperinci

ADMINISTRASI PERKARA KEPANITERAAN PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SIBOLGA

ADMINISTRASI PERKARA KEPANITERAAN PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SIBOLGA ADMINISTRASI PERKARA KEPANITERAAN PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SIBOLGA No. KEGIATAN INDIKATOR TARGET KINERJA KET HARI I II III I I KEPANITERAAN PERKARA DI PENGADILAN NEGERI. Pendaftaran gugatan dan permohonan

Lebih terperinci

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SEKALIMANTAN TENGAH I. PENDAHULUAN Dalam Visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dituangkan dalam Blue Print

Lebih terperinci

MANTAN BOS ADHI KARYA KEMBALI DAPAT POTONGAN HUKUMAN.

MANTAN BOS ADHI KARYA KEMBALI DAPAT POTONGAN HUKUMAN. MANTAN BOS ADHI KARYA KEMBALI DAPAT POTONGAN HUKUMAN www.kompasiana.com Mantan Kepala Divisi Konstruksi VII PT Adhi Karya Wilayah Bali, NTB, NTT, dan Maluku, Imam Wijaya Santosa, kembali mendapat pengurangan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT SOP PENYELESAIAN BERKAS PERKARA GUGATAN

PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT SOP PENYELESAIAN BERKAS PERKARA GUGATAN SOP PENYELESAIAN BERKAS PERKARA GUGATAN Mediator H A K I M KETUA / WAKIL KETUA PENGADILAN NEGERI JAKARTA BARAT 1. Menetapkan Majelis Hakim 2. Menetapkan Hakim Mediasi * Melaporkan Mediasi gagal / berhasil

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PERDATA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG

STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PERDATA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG STANDARD OPERATING PROCEDURES (S.O.P) PENANGANAN PERKARA PERDATA PADA PENGADILAN NEGERI TENGGARONG No TAHAPAN PELAKSANA DASAR 1. Penerimaan berkas perkara Kepaniteraan Perdata (Petugas Meja Pertama) 2.

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG

LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG TAHUN 2016 PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG TAHUN ANGGARAN 2016 i DAFTAR ISI Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii BAB I Pendahuluan...

Lebih terperinci

4. SOP KEPANITERAAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA PENGADILAN NEGERI SEMARANG

4. SOP KEPANITERAAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA PENGADILAN NEGERI SEMARANG 4. SOP KEPANITERAAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA PENGADILAN NEGERI SEMARANG I. Prosedur pendaftaran Akta Perjanjian Bersama dan Surat Keterangan Perkara - Prosedur Pendaftaran Perjanjian Bersama

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN NEGERI RUTENG

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN NEGERI RUTENG STANDAR PELAYANAN PENGADILAN NEGERI RUTENG TAHUN 2012 1 Pengadilan Negeri Ruteng sebagai salah satu Pengadilan Tingkat Pertama, dalam Peradilan Umum menjalankan tugas pokok yaitu menerima, memeriksa dan

Lebih terperinci

SOP ADMINISTRASI PENANGANAN PERKARA PIDANA BIASA

SOP ADMINISTRASI PENANGANAN PERKARA PIDANA BIASA PENGADILAN NEGERI KOLAKA PENGADILAN NEGERI KOLAKA Muda Jl. Pemuda No. 175 Kolaka Nomor SOP W23.U4/ /UM.01.10/XI/2014 Tanggal Pembuatan 21 Nopember 2014 Tanggal Revisi 28 Nopember 2014 Tanggal Efektif Disahkan

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Lampiran: Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor : 353/DJU/SK/HM02.3/3/2015 Tanggal : 24 Maret 2015 PROSEDUR PENGGUNAAN DAN SUPERVISI APLIKASI SISTEM INFORMASI PENELUSURAN PERKARA

Lebih terperinci

PENGANTAR. Sanggau, 31 Desember 2015 Ketua Pengadilan Negeri Sanggau NIP Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Sanggau Tahun

PENGANTAR. Sanggau, 31 Desember 2015 Ketua Pengadilan Negeri Sanggau NIP Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Sanggau Tahun PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kami telah menyusun dan menyelesaikan Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Sanggau Tahun 2015. Laporan tahunan ini merupakan gambaran

Lebih terperinci

PROSES ADMINITRASI PELAYANAN

PROSES ADMINITRASI PELAYANAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT KLAS 1A KHUSUS JALAN BUNGUR BESAR RAYA NO.24,26,28 Kel.Gunung Sahari Selatan Kec.Kemayoran Jakarta Pusat,Telp. (021) 4243900, Fax. (021) 4244050 JAKARTA PUSAT PROSES ADMINITRASI

Lebih terperinci

2017, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Anak yang Berkonflik dengan Hukum yang selanjutnya

2017, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Anak yang Berkonflik dengan Hukum yang selanjutnya LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.49, 2017 HUKUM. Anak. Anak Korban. Perkara. Register. Pedoman. (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6033) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK

Lebih terperinci

V. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) KEPANITERAAN PERDATA

V. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) KEPANITERAAN PERDATA V. STANDARD OPERATING PROCEDURES ( SOP ) KEPANITERAAN PERDATA A. PERKARA Kepaniteraan perdata menerima Pendaftaran gugatan / permohonan dari Pemohon. Biaya perkara ditentukan berdasarkan Surat Keputusan

Lebih terperinci

BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN

BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN PENGGUGAT/KUASA HUKUM Mendaftarkan Gugatan di Meja I MEJA I Pendaftaran Gugatan & Meneliti Kelengkapan Berkas & Menghitung Panjar Biaya Perkara () MAJELIS

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEPANITERAAN DAN KESEKRETARIATAN PERADILAN

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEPANITERAAN DAN KESEKRETARIATAN PERADILAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEPANITERAAN DAN KESEKRETARIATAN PERADILAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK

Lebih terperinci

ALUR PENDAFTARAN GUGATAN PERMOHONAN DI PENGADILAN NEGERI

ALUR PENDAFTARAN GUGATAN PERMOHONAN DI PENGADILAN NEGERI ALUR PENDAFTARAN GUGATAN PERMOHONAN DI PENGADILAN NEGERI LUBUK PAKAM PERMOHAN Meja I Pendaftaran Permohonan &Kelengkapan Berkas & Menghitung Panjar Biaya Perkara Meja II Registrasi Perkara dan Kelengkapannya

Lebih terperinci

BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN

BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN BAGAN ALUR PROSEDUR PENDAFTARAN PERKARA GUGATAN PENGGUGAT/KUASA HUKUM Mendaftarkan Gugatan di Meja I MEJA I Pendaftaran Gugatan & Meneliti Kelengkapan Berkas & Menghitung Panjar Biaya Perkara (1 Hari)

Lebih terperinci

Pengadilan Tinggi.). 7. Berkas perkara yang telah ditetapkan Majelis Panitera Muda Pidana,

Pengadilan Tinggi.). 7. Berkas perkara yang telah ditetapkan Majelis Panitera Muda Pidana, SOP. K. PIDANA / TENGGANG WAKTU PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK, PENGADILAN TINGGI MEDAN, JUMLAH WAKTU 35 HARI/ JIKA TERDAKWA TIDAK DITAHAN WAKTU 59 HARI Berkas perkara diterima Perdata, diteliti

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN REGISTER PERKARA ANAK DAN ANAK KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN REGISTER PERKARA ANAK DAN ANAK KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN REGISTER PERKARA ANAK DAN ANAK KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN PENGADILAN NEGERI KOLAKA PENGADILAN NEGERI KOLAKA Kepaniteraan Perdata Jln. Pemuda No. 175 Kolaka (0405) 2321012 Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PENYELESAIAN

Lebih terperinci

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PASCA SIDANG

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PASCA SIDANG BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PASCA SIDANG Putusan Jurusita Sita Pengganti Mengirim Kutipan kepada Tidak Pihak yang tidak hadir (Pengacaranya) Meminta Putusan ke Meja 3 Salinan hadir atau tidak?

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 394/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 394/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 394/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 764/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 764/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 764/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

STANDAR.OPERASIONAL.PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN

STANDAR.OPERASIONAL.PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN STANDAR.OPERASIONAL.PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA NO. URAIAN KEGIATAN WAKTU PENYELESAIAN KETERANGAN A. PENYELESAIAN PERKARA 1. Pendaftaran gugatan dan permohonan, setelah biaya perkara ditaksir oleh

Lebih terperinci

SOP KEPANITERAAN PIDANA PIDANA BIASA

SOP KEPANITERAAN PIDANA PIDANA BIASA mor SOP : 006.0 Tanggal Pembuatan : 7 Desember 204 Tanggal Revisi : 25 April 205 Jl. Majapit. Biak Tanggal Efektif : 25 April 205 SOP KEPANITERAAN PIDANA PIDANA BIASA Dasar Hukum : Kualifikasi :. PERSEKMA

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia adalah

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PIDANA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PIDANA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR () KEPANITERAAN PIDANA PENGADILAN NEGERI PENGADILAN NEGERI JL. USMAN SALENGKE NO. 0 KABUPATEN GOWA Jl. Usman Salengke. 0. Kab. Gowa Telp. (0) 89 Fax (0) 8089 ADMINISTRASI PENANGANAN

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG

LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG TAHUN 0 PENYUSUNAN LAPORAN TAHUNAN PENGADILAN NEGERI KAYUAGUNG TAHUN ANGGARAN 0 i DAFTAR ISI Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii BAB I Pendahuluan... BAB II

Lebih terperinci

TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERKARA

TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERKARA TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERKARA L II.2 TATA CARA PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PERKARA I. PENGADILAN NEGERI I.1. PERKARA PERDATA A. PROSEDUR PENERIMAAN PERKARA Untuk mengetahui apakah prosedur penerimaan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA. No.711, 2013 MAHKAMAH AGUNG. Penyelesaian. Harta. Kekayaan. Tindak Pidana. Pencucian Uang. Lainnya PERATURAN MAHKAMAH AGUNG

BERITA NEGARA. No.711, 2013 MAHKAMAH AGUNG. Penyelesaian. Harta. Kekayaan. Tindak Pidana. Pencucian Uang. Lainnya PERATURAN MAHKAMAH AGUNG BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.711, 2013 MAHKAMAH AGUNG. Penyelesaian. Harta. Kekayaan. Tindak Pidana. Pencucian Uang. Lainnya PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 01 TAHUN 2013 TENTANG

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 762/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 762/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 762/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

Tugas Pokok dan Fungsi. Andrie Irawan, SH., MH Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Tugas Pokok dan Fungsi. Andrie Irawan, SH., MH Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Tugas Pokok dan Fungsi Andrie Irawan, SH., MH Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto Yogyakarta Struktur Organisasi Ketua Pengadilan Membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang, pelaksanaannya

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN NEGERI JAMBI Jalan Jend. A. Yani No. 16 Telanaipura Kota Jambi J A M B I 2014 a tu E\*J_ PENGESAHAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN TINGKAT PERTAMA (PENGADTLAN

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2002 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN WEWENANG MAHKAMAH KONSTITUSI OLEH MAHKAMAH AGUNG

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2002 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN WEWENANG MAHKAMAH KONSTITUSI OLEH MAHKAMAH AGUNG PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 02 TAHUN 2002 TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN WEWENANG MAHKAMAH KONSTITUSI OLEH MAHKAMAH AGUNG MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Bahwa

Lebih terperinci

DAFTAR ISI PENGANTAR... 2 DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan BAB II Struktur Organisasi (Tupoksi)... 8

DAFTAR ISI PENGANTAR... 2 DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan BAB II Struktur Organisasi (Tupoksi)... 8 DAFTAR ISI PENGANTAR... 2 DAFTAR ISI... 4 BAB I Pendahuluan... 5 BAB II Struktur Organisasi (Tupoksi)... 8 A. Standar Operasional Prosedur (SOP)... 11 - Eselon III... 12 - Eselon IV... 13 - Eselon V...

Lebih terperinci

TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI KELAS I A BALE BANDUNG JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG

TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI KELAS I A BALE BANDUNG JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI KELAS I A BALE BANDUNG JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI PELALAWAN NOMOR : W4 U11/955/OT.10.01/05/2017 T E N T A N G STANDAR PELAYANAN DI PENGADILAN NEGERI PELALAWAN

KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI PELALAWAN NOMOR : W4 U11/955/OT.10.01/05/2017 T E N T A N G STANDAR PELAYANAN DI PENGADILAN NEGERI PELALAWAN KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI PELALAWAN NOMOR : W4 U11/955/OT.10.01/05/2017 T E N T A N G STANDAR PELAYANAN DI PENGADILAN NEGERI PELALAWAN KETUA PENGADILAN NEGERI PELALAWAN Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

ALUR PERADILAN PIDANA

ALUR PERADILAN PIDANA ALUR PERADILAN PIDANA Rangkaian penyelesaian peradilan pidana terdiri atas beberapa tahapan. Suatu proses penyelesaian peradilan dimulai dari adanya suatu peristiwa hukum, misalnya seorang wanita yang

Lebih terperinci

LAMPIRAN: Nomor : W3-Ul/38/OT.01.3/X/2015 Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Padang Tanggal : 1 Oktober 2015 PENGADILAN NEGERI PADANG I.

LAMPIRAN: Nomor : W3-Ul/38/OT.01.3/X/2015 Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Padang Tanggal : 1 Oktober 2015 PENGADILAN NEGERI PADANG I. PENGADILAN NEGERI PADANG LAMPIRAN: Nomor : W3-Ul/38/OT.01.3/X/2015 Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Padang Tanggal : 1 Oktober 2015 I. KETENTUAN UMUM A. Tujuan 1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Jl. Letnan Boyak No. 77 Bangkinang Telp /Fax. (0762) Website:

PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Jl. Letnan Boyak No. 77 Bangkinang Telp /Fax. (0762) Website: No.SOP 001 PENGADILAN NEGERI BANGKINANG Jl. Letnan Boyak No. 77 Bangkinang Telp /Fax. (0762) 20043 Website: www.pn-bangkinang.go.id Email: pn-bkn@yahoo.com Tgl.Pembuatan 24 April 2014 Tgl.Revisi Tgl.Efektif

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT. No AKTIVITAS PROSEDUR WAKTU

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT. No AKTIVITAS PROSEDUR WAKTU 1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN PERDATA PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT No AKTIVITAS PROSEDUR WAKTU 1. Penyelesaian Perkara : Penyelesaian Perkara : Pendaftaran gugatan dan permohonan,

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA f Rapat Finalisasi, 17 November 2016ANCANGAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN PERKARA PELANGGARAN LALU

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Praktek kerja lapangan yang dilakukan oleh Penulis selama kurang lebih 2

BAB V PENUTUP. Praktek kerja lapangan yang dilakukan oleh Penulis selama kurang lebih 2 74 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Praktek kerja lapangan yang dilakukan oleh Penulis selama kurang lebih 2 (dua) bulan ini memberikan dampak dan implikasi besar bagi paradigma berfikir Penulis, serta merupakan

Lebih terperinci

Wewenang Penahanan Berujung OTT

Wewenang Penahanan Berujung OTT Wewenang Penahanan Berujung OTT Kasus OTT oleh KPK baru-baru ini terjadi menimpa Ketua Pengadilan Tinggi Manado. OTT tersebut bermula dari kewenangan menahan terhadap kasus korupsi yang menimpa mantan

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2 TAHUN 1998 TENTANG PERMOHONAN KASASI PERKARA PIDANA YANG TERDAKWANYA BERADA DALAM STATUS TAHANAN

SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2 TAHUN 1998 TENTANG PERMOHONAN KASASI PERKARA PIDANA YANG TERDAKWANYA BERADA DALAM STATUS TAHANAN SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG TENTANG PERMOHONAN KASASI PERKARA PIDANA YANG TERDAKWANYA BERADA DALAM STATUS TAHANAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA Jakarta, 10 September 1998 Nomor : MA.Kumdil.160.IX.K.1998

Lebih terperinci

2011, No b. bahwa Tindak Pidana Korupsi adalah suatu tindak pidana yang pemberantasannya perlu dilakukan secara luar biasa, namun dalam pelaksan

2011, No b. bahwa Tindak Pidana Korupsi adalah suatu tindak pidana yang pemberantasannya perlu dilakukan secara luar biasa, namun dalam pelaksan No.655, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BERSAMA. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Koordinasi. Aparat Penegak Hukum. PERATURAN BERSAMA KETUA MAHKAMAH AGUNG MENTERI HUKUM DAN HAM JAKSA

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2013

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2013 LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2013 PENGADILAN NEGERI SAROLANGUN KOMPLEK PERKANTORAN GUNUNG KEMBANG Telp./Fax : (0745) 91006 Website : www.pn-sarolangun.go.id PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan

Lebih terperinci

STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) PENGADILAN NEGERI DOMPU. Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014

STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) PENGADILAN NEGERI DOMPU. Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014 STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i Standar Operating Procedures Administrasi Penanganan Perkara Perdata... 1 Standar Operating

Lebih terperinci

LAPORAN TAHUNAN 2014 i PENGADILAN NEGERI PASURUAN

LAPORAN TAHUNAN 2014 i PENGADILAN NEGERI PASURUAN PENGADILAN NEGERI PASURUAN PENGADILAN NEGERI PASURUAN Jl. Pahlawan No. 24 Pasuruan Telp. (0343) 421030 Fax.(0343) 421030 www.pn-pasuruan.go.id email pn_kotapasuruan@yahoo.co.id LAPORAN TAHUNAN 2014 i PENGADILAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mendapatkan pengampunan berupa perubahan, peringanan,

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA

PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA DASAR HUKUM PENGADILAN NEGERI BANJARNEGARA Nomor : W12.U26/ 70 / KP.07.01/ 04/2014 Tanggal ditetapkan : 23 April 2014 Tanggal Revisi : STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) Administrasi Penanganan Perkara

Lebih terperinci

Tanggal Efektif Jakarta Pusat PO. BOX 1148 JKT13011 JAT Disahkan oleh SOP TATA CARA PENYELESAIAN KEBERATAN PERKARA GUGATAN SEDERHANA

Tanggal Efektif Jakarta Pusat PO. BOX 1148 JKT13011 JAT Disahkan oleh SOP TATA CARA PENYELESAIAN KEBERATAN PERKARA GUGATAN SEDERHANA Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor SOP Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Tanggal Pembuatan Gedung Bersama Satu Atap Mahkamah Agung RI Tanggal Revisi - Jln. Ahmad Yani Kav. 58 ByPass Tanggal

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2002 TENTANG GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mendapatkan pengampunan berupa perubahan, peringanan,

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN HUKUM

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN HUKUM STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEPANITERAAN HUKUM A. PEMBUATAN LAPORAN KEADAAN PERKARA DAN STATISTIK PERKARA 1 Membuat laporan bulanan keadaan perkara perdata dan pidana serta menempelkan datanya dalam

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI Nomor : W2.U12/1294/KP.04.11/IX/2016 TENTANG

SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI Nomor : W2.U12/1294/KP.04.11/IX/2016 TENTANG SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI Nomor : W2.U12/1294/KP.04.11/IX/2016 TENTANG STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI KETUA PENGADILAN NEGERI GUNUNGSITOLI Membaca

Lebih terperinci

NOMOR 3 TAHUN 1950 TENTANG PERMOHONAN GRASI

NOMOR 3 TAHUN 1950 TENTANG PERMOHONAN GRASI UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1950 TENTANG PERMOHONAN GRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SERIKAT, Menimbang: bahwa perlu diadakan Undang-undang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia adalah

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 108, 2002 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4234) UNDANG-UNDANG REPUBLIK

Lebih terperinci

S.O.P PENYELESAIAN BERKAS PERKARA PIDANA BIASA / ANAK

S.O.P PENYELESAIAN BERKAS PERKARA PIDANA BIASA / ANAK Kecamatan Kemayoran No SOP : W10.U1/01/SOP/HN/2016 Tanggal Pembuatan : 06 Juni 2016 Revisi ke : 00 Tanggal Berlaku : 15 Juli 2016 Disahkan oleh : Ketua pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus S.O.P

Lebih terperinci

Adapun dari sisi materi, perubahan materi buku II Edisi Revisi 2009, dibandingkan dengan Buku II Edisi 2009, adalah sebagai berikut :

Adapun dari sisi materi, perubahan materi buku II Edisi Revisi 2009, dibandingkan dengan Buku II Edisi 2009, adalah sebagai berikut : Perubahan Materi Adapun dari sisi materi, perubahan materi buku II Edisi Revisi 2009, dibandingkan dengan Buku II Edisi 2009, adalah sebagai berikut : 1. Penambahan 1 (satu) poin pada bagian Teknis Administrasi,

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 026/KMA/SK/II/2012 TENTANG STANDAR PELAYANAN PERADILAN Menimbang : Mengingat a. Bahwa untuk membangun kepercayaan

Lebih terperinci

Tanggal Efektif 15 Juli 2016 Website :

Tanggal Efektif 15 Juli 2016 Website : No SOP W10.U1/09/SOP/HN/2016 PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT KELAS I A KHUSUS Tanggal Pembuatan 06 Juni 2016 Jalan Bungur Besar Ra Kav. 24, 26, 28 Kelurahan Gunung Sahari Selatan Kecamatan Kemayoran Tanggal

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM PADA PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

2014, No c. bahwa dalam praktiknya, apabila pengadilan menjatuhkan pidana tambahan pembayaran uang pengganti, sekaligus ditetapkan juga maksimu

2014, No c. bahwa dalam praktiknya, apabila pengadilan menjatuhkan pidana tambahan pembayaran uang pengganti, sekaligus ditetapkan juga maksimu BERITA NEGARA No.2041, 2014 MA. Uang Pengganti. Tipikor. Pidana Tambahan. PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG PIDANA TAMBAHAN UANG PENGGANTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN MEDAN 2011 DAFTAR ISI BAB I PERDATA A. PERDATA UMUM... 1 B. PERDATA KHUSUS 1. PERMOHONAN PERNYATAAN PAILIT DAN PKPU...

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI BALE BANDUNG KELAS 1A JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG

PENGADILAN NEGERI BALE BANDUNG KELAS 1A JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2016 PENGADILAN NEGERI BALE BANDUNG KELAS 1A JL. JAKSA NARANATA BALE ENDAH KABUPATEN BANDUNG PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karunia

Lebih terperinci

PENGADILAN AGAMA NGANJUK K E P A N I T E R A A N JL. Gatot Subroto, Nganjuk

PENGADILAN AGAMA NGANJUK K E P A N I T E R A A N JL. Gatot Subroto, Nganjuk PENGADILAN AGAMA NGANJUK K E P A N I T E R A A N JL. Gatot Subroto, Nganjuk Standar Operasional Prosedur ( S O P ) PENERIMAAN DAN PERMOHONAN KASASI Nomor SOP : W13-A22/22/KP.01/I/2017 Tanggal Pembuatan

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH 1 STANDAR PELAYANAN PERADILAN PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH A. Pendahuluan Guna menjamin pelaksanaan tugas peradilan yang transparan dan memberikan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat pencari keadilan

Lebih terperinci

STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) PROSES PENDAFTARAN DAN PEMERIKSAAN PERKARA DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA

STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) PROSES PENDAFTARAN DAN PEMERIKSAAN PERKARA DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA STANDARD OPERATION PROCEDURE (SOP) PROSES PENDAFTARAN DAN PEMERIKSAAN PERKARA DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA No. JENIS & URAIAN KEGIATAN BATAS WAKTU Jam Hari / Hari Kerja PELAKSANA KEPANITERAAN PERKARA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. Bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

SOP PELIMPAHAN BERKAS PERKARA PIDANA KE MAJELIS HAKIM

SOP PELIMPAHAN BERKAS PERKARA PIDANA KE MAJELIS HAKIM Kepaniteraan Nomor SOP W24.U/01/PID/2/2016 Disahkan Oleh Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar SOP PELIMPAHAN BERKAS PERKARA PIDANA KE MAJELIS HAKIM Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan Ke dua dengan Undang Undang

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 545/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 545/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 545/PID.SUS/2015/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 3, 1997 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 3668) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DRAFT 16 SEPT 2009 PERATURAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENANGANAN PERKARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

W10.U1/10/SOP/HN/2016 Tanggal Pembuatan 06 Juni 2016 Tanggal Revisi 00 Tanggal Efektif 15 Juli 2016 Disahkan Oleh

W10.U1/10/SOP/HN/2016 Tanggal Pembuatan 06 Juni 2016 Tanggal Revisi 00 Tanggal Efektif 15 Juli 2016 Disahkan Oleh Jalan Bungur Besar Raya Kav. 24, 26, 28 Kelurahan Gunung Sahari Selatan Kecamatan Kemayoran Telepon 021-4244404, faximile 021-424400 No SOP W.U1//SOP/HN/2016 Tanggal Pembuatan 06 Juni 2016 Tanggal Revisi

Lebih terperinci