2015 Berdasarkan Hasil Susenas Maret Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Maret 2015

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "2015 Berdasarkan Hasil Susenas Maret Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Maret 2015"

Transkripsi

1 Nomor Katalog: SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Maret p://papuaba barat.bps.go.id 2015 Berdasarkan Hasil Susenas Maret 2015 Berdasarkan Hasil Susenas Maret 2015 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA BARAT

2

3 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 Berdasarkan Hasil Susenas Maret ISBN : No. Publikasi : Katalog BPS : Ukuran Buku Jumlah Halaman : 21 cm x 29 cm : xiii + 75 Halaman aman Naskah Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Papua Barat Gambar Kulit Seksi Statistik Kesejahteraan eraan Rakyat BPS Provinsi Papua Barat Diterbitkan Oleh BPS Provinsi Papua Barat Dicetak Oleh pap aba Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersil tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik.

4 Organisasi Penulisan Penanggung Jawab Editor Penulis : Drs. Simon Sapary, M.Sc : Suryana, M.Si : Arfina Amalia, S.ST Pengolah Data : Arfina Amalia, S.ST Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 iii

5 Kata Pengantar Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas Maret 2015 adalah survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menggunakan pendekatan rumah tangga. Salah satu output yang dihasilkan adalah data dan informasi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga yang dikumpulkan dengan kuesioner VSEN15.KP. Informasi yang disajikan pada buku ini meliputi tingkat dan pola pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu disajikan pula, konsumsi penduduk Provinsi Papua Barat dalam satuan protein dan kalori. Informasi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga sangat bermanfaat khususnya bagi pemerintah yang sedang berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, membangun ketahanan pangan, dan mengendalikan perubahan harga-harga. Dengan terbitnya publikasi ini, semoga dapat memperkecil kesenjangan antara kebutuhan dan penyediaan data di Provinsi Papua Barat. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi positif dalam penerbitan publikasi ini diucapkan terima kasih. /papuabarat.bps.go.id ps.go. Manokwari, 23 Mei 2016 Kepala BPS Provinsi Papua Barat, SIMON SAPARY

6 Ringkasan Publikasi Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 diterbitkan sebagai respon terhadap permintaan data pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga di Provinsi Papua Barat yang mulai meningkat sejak tahun Permintaan data pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga terkait antara lain: 1) pola konsumsi rumah tangga menurut komoditi makanan dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, 2) pola konsumsi rumah tangga menurut komoditi unggulan penyebab inflasi di Provinsi Papua Barat dari Bank Indonesia yang tengah melakukan kajian perekonomian Provinsi Papua Barat, 3) pola konsumsi rumah tangga baik untuk komoditi makanan maupun komoditi non makanan yang digunakan sebagai input dalam penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan pendekatan pengeluaran khususnya pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga. Pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga merupakan variabel proxy yang digunakan sebagai pendekatan pengukuran pendapatan rumah tangga. Karena pendekatan pendapatan rumah tangga cenderung undercover, maka BPS menggunakan informasi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga sebagai pengganti variabel pendapatan. Penggunaan data pengeluaran untuk konsumsi /papuabarat.bps.go.id bps. rumah tangga a cukup luas antara lain: 1) penghitungan persentase penduduk miskin yaitu persentase penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan kurang dari garis kemiskinan, 2) pengukuran ketimpangan pendapatan yang diukur dengan ketimpangan pengeluaran, 3) pengukuran pemenuhan kecukupan gizi khususnya konsumsi kalori dan protein. Publikasi ini menggambarkan: 1) Rata-rata pengeluaran penduduk di Provinsi Papua Barat pada Maret 2015 sebesar Rp ,- per kapita per bulan. Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di perkotaan lebh tinggi daripada di pedesaan yaitu Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 v

7 Rp ,- berbanding Rp ,- 2) Rata-rata pengeluaran penduduk tertinggi di Kabupaten Teluk Bintuni yaitu Rp ,- per kapita per bulan dan terendah di Kabupaten Pegunungan Arfak yaitu Rp ,- per kapita per bulan. 3) Komposisi pengeluaran untuk komoditi non makanan sebesar 50,23 persen lebih besar daripada pengeluaran untuk komoditi makanan yaitu 49,77 persen. Pola konsumsi ini hanya menggambarkan pola konsumsi penduduk Provinsi Papua Barat di perkotaan dengan rasio pengeluaran non makanan dan makanan sebesar 53,29 : 46,71. Sementara konsumsi makanan di daerah perdesaan masih didominasi komoditi makanan yaitu 52,46 persen. 4) Komposisi pengeluaran untuk konsumsi non makanan lebih tinggi daripada untuk konsumsi makanan terdapat di empat kabupaten yaitu Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten aten Manokwari, Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. Lebih dari 80 persen komposisi pengeluaran penduduk di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk konsumsi makanan. 5) Lima komoditi makanan anan dengan konsumsi terbesar adalah: 1) makanan dan minuman jadi, 2) padi-padian, 3) tembakau dan sirih, 4) Ikan dan 5) sayur-sayuran. an. 6) Tiga komoditi non makanan dengan konsumsi terbesar adalah: 1) perumahan dan fasilitasnya, 2) Barang dan Jasa dan 3) Barang tahan lama. papuabarat.bps.go.id at.b 7) Dua komoditi makanan dengan konsumsi paling besar di Provinsi Papua Barat adalah beras dan ikan segar. Rata-rata konsumsi selama Maret 2015 untuk beras sebesar 6,44 Kg atau Rp ,- per kapita per bulan untuk ikan segar sebesar 5,37 Kg atau Rp ,- per kapita per bulan. 8) Ketimpangan pengeluaran penduduk di Provinsi Papua Barat pada Maret 2015 tergolong ketimpangan sedang dengan nilai gini ratio sebesar 0,44. 9) Rata-rata konsumsi kalori (kkal) dan protein (gram) per kapita sehari di Papua Barat adalah 1.832,98 kkal dan 49,69 gram protein. Sumber kalori Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 vi

8 dan protein dibagi menjadi dua yaitu dari makanan yang dimasak di rumah dan makanan dan minuman jadi dengan perbandingan 1.628,44 : 204,54 kkal dan 44,28 : 5,41 gram protein per kapita sehari. 10) Ada tiga kelompok makanan yang menjadi sumber kalori terbanyak di Papua Barat yaitu padi-padian (802,45 kkal), minyak dan kelapa (277,54 kkal), dan makanan dan minuman jadi (204,54 kkal), sedangkan tiga kelompok makanan sumber protein terbanyak yaitu padi-padian (18,87 gram), ikan/cumi/udang/kerang (12,21 gram), dan makanan dan minuman jadi (5,41 gram). 11) Semua kabupaten/kota di Papua Barat belum memenuhi standar kecukupan kalori dan protein menurut WNPG X tahun 2012 yaitu kkal dan 57 gram protein. Kabupaten Manokwari adalah kabupaten tertinggi konsumsi kalori per kapita sehari di Papua Barat yaitu 2.029,95 kkal dan Kota Sorong menjadi kota konsumsi protein tertinggi di Papua Barat yaitu 55,42 gram. 12) Kabupaten terendah konsumsi kalori dan protein per kapita sehari di Papua Barat adalah Kabupaten Maybrat (1391,54 kkal) dan Kabupaten Pegunungan Arfak (28,57 gram). ps.go. Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 vii

9 Daftar Isi ORGANISASI PENULISAN iii KATA PENGANTAR iv RINGKASAN v DAFTAR ISI viii DAFTAR TABEL ix I. PENDAHULUAN Umum Metode Survei Konsep dan Definisi 5 II. ULASAN SINGKAT 2.1 Pengeluaran Konsumsi Penduduk Pola Pengeluaran Maret Rata-rata Konsumsi dan Pengeluaran per Kapita Sebulan Menurut Jenis Bahan Makanan Konsumsi Kalori dan Protein 11 tp:// Konsumsi Kalori dan Protein Maret Konsumsi Kalori dan Protein di Kabupaten/Kota 14 Lampiran A: Tabel-Tabel 15 Lampiran B: Tabel-Tabel 43 Lampiran C : Kuesioner VSEN15.KP 69 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 viii

10 Daftar Tabel Nomor Tabel Judul Halaman 2.1 Persentase Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan untuk Makanan dan Bukan Makanan menurut Kabupaten/Kota, Maret Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan menurut Kabupaten/Kota dan Daerah Tempat Tinggal, Maret Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan (Banyaknya dan Nilai) Beberapa Jenis Makanan di Provinsi Papua Barat, Maret Rata-rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut Makanan yang Dimasak di Rumah, Makanan dan Minuman Jadi, Provinsi Papua a Barat, Maret Rata-rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut Kelompok Makanan Provinsi Papua Barat, Maret Rata-rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari Beberapa Jenis Bahan Makanan Provinsi Papua Barat, Maret Rata-Rata a- Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, Maret puabarat.bps.go.id arat.b.id A.1 Persentase Penduduk Menurut Kabupaten//Kota dan Golongan Pengeluaran Per Kapita Sebulan, Maret A.2 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan (Rupiah) Menurut Kelompok Barang, Maret Kab. Fakfak 17 Kab. Kaimana 18 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 ix

11 Nomor Tabel Judul Halaman A.2 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan (Rupiah) Menurut Kelompok Barang, Maret 2015 Kab. Teluk Wondama 19 Kab. Teluk Bintuni 20 Kab. Manokwari 21 Kab. Sorong Selatan 22 Kab. Sorong 23 Kab. Raja Ampat 24 Kab. Tambraw 25 Kab. Maybrat 26 Kab. Manokwari Selatan 27 Kab.Pegunungan Arfak 28 Kota Sorong 29 A.3 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan (Banyaknya dan Nilai) Beberapa Jenis Bahan Makanan, Maret Kab. Fakfak 30 Kab. Kaimana 31 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 x

12 Nomor Tabel Judul Halaman A.3 Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan (Banyaknya dan Nilai) Beberapa Jenis Bahan Makanan, Maret 2015 Kab. Teluk Wondama 32 Kab. Teluk Bintuni 33 Kab. Manokwari 34 Kab. Sorong Selatan 35 Kab. Sorong 36 Kab. Raja Ampat 37 Kab. Tambraw 38 Kab. Maybrat 39 Kab. Manokwari ari Selatan 40 Kab.Pegunungan Arfak 41 /pa Kota Sorong 42 B.1 Rata-rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) Per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan di Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, Maret Kab. Fakfak 43 Kab. Kaimana 44 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 xi

13 Nomor Tabel Judul Halaman B.1 Rata-rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) Per Kapita Sehari Menurut Kelompok Makanan di Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, Maret 2015 Kab. Teluk Wondama 45 Kab. Teluk Bintuni 46 Kab. Manokwari 47 Kab. Sorong Selatan 48 Kab. Sorong Kab. Raja Ampat Kab. Tambraw Kab. Maybrat Kab. Manokwari Selatan Kab.Pegunungan Arfak Kota Sorong B.2 Rata-rata Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) Per Kapita Sehari Beberapa Jenis Makanan di Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, Maret Kab. Fakfak 56 Kab. Kaimana 57 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 xii

14 Nomor Tabel Judul Halaman B.2 Rata-rata Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) Per Kapita Sehari Beberapa Jenis Makanan di Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, Maret 2015 Kab. Teluk Wondama 58 Kab. Teluk Bintuni 59 Kab. Manokwari 60 Kab. Sorong Selatan 61 Kab. Sorong 62 Kab. Raja Ampat 63 Kab. Tambraw 64 Kab. Maybrat Kab. Manokwari Selatan Kab.Pegunungan Arfak Kota Sorong Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun 2015 xiii

15 I. Pendahuluan 1.1 Umum Sejalan dengan tugas pokok BPS dalam melaksanakan kegiatan pemerintah di bidang statistik, BPS menyelenggarakan pengumpulan data sosial ekonomi melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) setiap tahun. Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada publik, hasil Susenas Maret 2015 di Provinsi Papua Barat telah diterbitkan publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Barat Tahun 2015 pada 1 April Publikasi tersebut menyajikan n potret kondisi sosial ekonomi masyarakat meliputi: kondisi kesehatan, pendidikan, fertilitas, keluarga berencana, ketenagakerjaan, perumahan, dan kondisi sosial ekonomi lainnya. Pada 1 Juni 2016 ini, BPS Provinsi Papua Barat kembali menerbitkan hasil Susenas Maret 2015 dengan judul Analisis Pola Pengeluaran untuk Konsumsi Rumah Tangga Provinsi Papua Barat Tahun Data pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga terkait antara lain: 1) pola konsumsi rumah tangga menurut komoditi makanan dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, 2) pola konsumsi rumah tangga menurut komoditi unggulan n penyebab inflasi di Provinsi Papua Barat dari Bank Indonesia yang tengah melakukan kajian perekonomian Provinsi Papua Barat, 3) pola konsumsi rumah tangga baik untuk komoditi makanan maupun komoditi non makanan yang digunakan sebagai input dalam penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan pendekatan pengeluaran khususnya pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga. http tp:/ p://papuab papuabarat.bps.go.id bps..go. Pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga merupakan variabel proxy yang digunakan sebagai pendekatan pengukuran pendapatan rumah tangga. Karena pendekatan pendapatan rumah tangga cenderung undercover, maka BPS menggunakan informasi pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga sebagai pengganti variabel pendapatan. Penggunaan data pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga cukup luas antara lain: 1) penghitungan persentase penduduk miskin yaitu persentase penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan kurang dari garis kemiskinan, 2) pengukuran ketimpangan pendapatan yang diukur dengan Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

16 ketimpangan pengeluaran, 3) pengukuran pemenuhan kecukupan gizi khususnya konsumsi kalori dan protein. 1.2 Sistematika Penyajian Publikasi ini disusun dalam dua bagian. Bagian pertama, penjelasan terdiri dari penjelasan umum, ruang lingkup, jenis data yang dikumpulkan, konsep dan definisi dan sistematika penyajian. Penjelasan ini bertujuan untuk menginformasikan gambaran umum dari publikasi Analisis Pola Pengeluaran untuk Konsumsi Rumah Tangga Provinsi Papua Barat Tahun 2015 yang meliputi jenis data yang disajikan, tingkatan atau level penyajian data dan keterbatasannya serta konsep dan definisi yang digunakan dalam pelaksanaan Susenas tahun Bagian kedua menyajikan data pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga Provinsi Papua Barat hasil Susenas tahun Penyajian data dikelompokkan menurut kabupaten/kota. 1.3 Metode Survei Ruang Lingkup Pelaksanaan Susenas s 2015 mencakup rumah tangga sampel yang tersebar di seluruh provinsi dan 511 Kab/Kota di Indonesia. Pelaksanaan Susenas Maret 2015 di Provinsi Papua Barat mencakup rumah tangga sampel yang tersebar di 12 kabupaten dan satu kota dengan respon rates sebesar persen 92,90 persen. Data yang disajikan cukup representatif untuk disajikan sampai dengan tingkat kabupaten/kota tetapi tidak dapat dipisahkan menurut daerah tempat tinggal (perkotaan dan perdesaan). Data tidak mencakup rumah tangga yang tinggal dalam blok sensus khusus dan rumah tangga khusus seperti asrama, penjara dan sejenisnya. Semua sampel rumah tangga dicacah dengan menggunakan kuesioner VSEN15.KP Kerangka Sampel pap ps. Kerangka sampel induk atau sampling frame induk kegiatan Susenas, Sakernas, dan SUPAS 2015 adalah sekitar blok sensus (25% populasi) yang ditarik Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

17 secara PPS dengan size rumah tangga SP2010 dari master frame blok sensus. Selanjutnya untuk kegiatan Susenas didefinisikan sebagai berikut: 1) Kerangka sampel tahap pertama adalah daftar blok sensus biasa SP ) Kerangka sampel tahap kedua adalah daftar 25% blok sensus SP2010 yang sudah ada kode stratanya. 25% blok sensus ini disebut sampling frame induk. 3) Kerangka sampel tahap ketiga adalah daftar rumah tangga hasil pemutakhiran di setiap blok sensus terpilih Desain Sampel A. Estimasi Kabupaten/Kota Sampel dipilih dengan metode two stages one phase stratified sampling: Tahap 1: Memilih 25% blok sensus populasi secara Probability Proportional to Size (PPS), dengan size jumlah rumah tangga hasil SP2010 di setiap strata. Tahap 2: Memilih sejumlah n blok sensus sesuai alokasi secara systematic di setiap Tahap3: strata urban/rural per kabupaten/kota per strata kesejahteraan. Memilih 10 rumah tangga hasil pemutakhiran secara systematic sampling dengan implicit stratification menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan KRT. B. Estimasi Provinsi Sampel untuk Susenas estimasi provinsi merupakan subsampel dari Susenas tp: apuabarat.bps.go.id arat ps. estimasi kabupaten/kota dan dipilih menggunakan metode two stages stratified sampling seperti berikut: Tahap 1: Memilih blok sensus secara systematic sampling dari blok sensus estimasi kabupaten/kota sesuai alokasi dan mempertimbangkan distribusi sampel per strata di tingkat kabupaten/kota. Tahap 2: Memilih 10 rumah tangga hasil pemutakhiran secara systematic sampling dengan implicit stratification pendidikan tertinggi yang ditamatkan KRT. Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

18 1.3.4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data Susenas Konsumsi dan Pengeluaran dilaksanakan pada bulan Maret Jumlah sampel rumah tangga untuk estimasi nasional sebanyak rumah tangga dan untuk estimasi Provinsi Papua Barat sebanyak rumah tangga. Pengumpulan data dari rumah tangga terpilih dilaukan melalui wawancara tatap muka antara pencacah dan responden. Keterangan individu ditanyakan kepada individu yang bersangkutan yang menjadi responden. Keterangan tentang rumah tangga dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala rumah tangga, suami/istri kepala rumah tangga atau anggota rumah tangga lain yang mengetahui karakteristik rumah tangga Pengolahan Data Proses pengolahan data meliputi tahap perekaman data, pemeriksaan konsisitensi antar isian dalam kuesioner sampai dengan tahap tabulasi, sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan komputer. Sebelum tahap ini dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan awal atas kelengkapan isian daftar pertanyaan, penyuntingan terhadap isian yang tidak wajar, termasuk hubungan keterkaitan (konsistensi) antara satu jawaban dengan jawaban yang lainnya. Proses perekaman data dilakukan di BPS Kabupaten/Kota. Pada tingkat nasional, dari target rumah tangga sampel, hanya http tp://papuabarat.bps.go.idpappua t.bp rumah tangga a sampel yang dinyatakan bersih dan dapat diolah dengan faktor pengali/ penimbang menggunakan penduduk pertengahan tahun 2015 untuk estimasi kabupaten/kota. Untuk Provinsi Papua Barat, dari target rumah tangga sampel, hanya rumah tangga sampel yang dinyatakan bersih dan dapat diolah dengan penimbang penduduk pertengahan tahun 2015 untuk estimasi 12 kabupaten dan satu kota. Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

19 1.3 Konsep dan Definisi Rumah Tangga Rumah tangga (ruta) dibedakan menjadi ruta biasa dan ruta khusus. Ruta biasa adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik atau sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Ruta biasa umumnya terdiri dari ibu, bapak, dan anak. Termasuk rumah tangga biasa adalah: 1. Seseorang yang menyewa kamar atau sebagian bangunan sensus tetapi makannya diurus sendiri; 2. Keluarga yang tinggal terpisah di dua bangunan sensus tetapi tap makannya dari satu dapur, asal kedua bangunan sensus tersebut masih dalam blok sensus yang sama dianggap sebagai satu ruta; 3. Ruta yang menerima anak kos kurang dari 10 orang dengan makan. Anak yang kos dicatat sebagai anggota ruta; 4. Beberapa orang yang bersama-sama mendiami satu kamar dalam satu bangunan sensus walaupun mengurus makannya nya sendiri-sendiri dianggap satu ruta biasa. Rumah tangga khusus mencakup: 1. Orang-orang yang tinggal di asrama, yaitu suatu tempat tinggal yang pengurusan kebutuhan sehari-harinya diatur oleh suatu yayasan atau badan, misalnya asrama perawat, asrama mahasiswa, asrama TNI (tangsi). Anggota TNI yang tinggal di asrama a bersama keluarganya dan mengurus sendiri kebutuhan sehariharinya bukan ruta khusus; 2. Orang-orang yang tinggal di lembaga pemasyarakatan, panti asuhan, rumah tahanan an dan sejenisnya; 3. Sekelompok orang yang mondok dengan makan (indekos) yang berjumlah lebih besar atau sama dengan 10 orang; Anggota Rumah Tangga Anggota ruta/art adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu ruta (kepala ruta, suami/istri, anak, menantu, cucu, orang tua/ mertua, famili lain, pembantu ruta atau anggota ruta lainnya). Termasuk anggota ruta: 1. Bayi yang baru lahir. /papuabarat.bps.go.id.id Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

20 2. Tamu yang sudah tinggal 6 bulan atau lebih, meskipun belum berniat untuk menetap (pindah datang). Termasuk tamu menginap yang belum tinggal 6 bulan tetapi sudah meninggalkan rumah nya 6 bulan atau lebih. 3. Orang yang tinggal kurang dari 6 bulan tetapi berniat untuk menetap(pindah datang). 4. Pembantu ruta, tukang kebun atau sopir yang tinggal dan makannya bergabung dengan ruta majikan. 5. Orang yang mondok dengan makan (indekos) jumlahnya kurang dari 10 orang. 6. Kepala ruta yang bekerja di tempat lain (luar BS), tidak pulang setiap hari tapi pulang secara periodik (kurang dari 6 bulan) seperti pelaut, pilot, pedagang antar pulau, atau pekerja tambang Rata-rata Pengeluaran Per Kapita Rata-rata Pengeluaran Per Kapita adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga. Konsumsi rumah tangga dibedakan atas konsumsi makanan dan bukan makanan tanpa memperhatikan asal barang dan terbatas pada pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga saja, tidak termasuk konsumsi/pengeluaran untuk keperluan usaha atau yang diberikan kepada pihak lain. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dihitung selama seminggu terakhir, sedangkan konsumsi bukan makanan dihitung sebulan dan setahun terakhir. Baik konsumsi makanan, maupun bukan makanan selanjutnya dikonversikan ke dalam pengeluaran rata-rata sebulan. Angka-angka konsumsi/pengeluaran rata-rata per kapita yang disajikan dalam publikasi ini diperoleh dari hasil bagi jumlah konsumsi seluruh rumah tangga (baik mengonsumsi makanan maupun tidak) terhadap jumlah penduduk. http tp:/ p://papuabarat.bps.go.id papuaba ps. Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

21 II. Pembahasan dan Analisis Pada bab ini akan dibahas mengenai pola pengeluaran hasil pencacahan bulan Maret 2015 menurut kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Pembahasan dirinci menurut sub kelompok makanan untuk nilai rupiah yang dikeluarkan serta beberapa komoditi untuk nilai dan kuantitas yang dikonsumsi. Selain itu, pembahasan pada bab ini juga mencakup mengenai konsumsi kalori dan protein yang dirinci menjadi sumber kalori dan protein dari makanan dimasak di rumah dan makanan minuman jadi. 2.1 Pengeluaran Konsumsi Penduduk Pola Pengeluaran Maret 2015 Dalam ilmu ekonomi, hukum Engel mengatakan bahwa saat pendapatan meningkat, proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk membeli makanan berkurang, bahkan jika pengeluaran aktual untuk makanan meningkat. Hukum ini menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran konsumen untuk produk makanan (dalam persenan) meningkat lebih kecil daripada peningkatan pendapatan. Salah satu penerapan hukum Engle adalah untuk melihat standar hidup suatu negara. Pola pengeluaran merupakan salah satu variabel yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan (ekonomi) penduduk. Seperti yang dikatakan pada hukum Engle bahwa akan terjadi sebuah pergeseran dari proporsi pengeluaran konsumen untuk produk makanan saat pendapatan meningkat, artinya pada titik //papuabarat.bps.go.id puabarat.b ps.g dimana pemenuhan enuhan kebutuhan makanan sudah tercukupi saat pendapatan meningkat maka peningkatan pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang bukan makanan atau disimpan sebagai tabungan/investasi. Tabel 2.1 menyajikan data persentase rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kelompok makanan dan bukan makanan per kabupaten di Provinsi Papua Barat. Secara regional wilayah Provinsi Papua barat, persentase pegeluaran untuk konsumsi makanan sebesar 49,77 persen dan bukan makanan sebesar 50,23 persen. Pada tingkat kabupaten terdapat variasi komposisi pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan yang signifikan. Persentase pengeluaran yang terendah untuk makanan terdapat di Kabupaten Manokwari, yaitu 44,63 persen, sedangkan yang Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

22 tertinggi terdapat di Kabupaten Pegunungan Arfak, yaitu 88,69 persen. Artinya tingkat kesejahteraan penduduk Kabupaten Manokwari lebih tinggi dari kabupaten lainnya, sebaliknya tingkat kesejahteraan penduduk kabupaten Pegunungan Arfak paling rendah di Provinsi Papua Barat. Tabel 2.1 Persentase Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan untuk Makanan dan Bukan Makanan menurut Kabupaten/Kota, Maret 2015 Kabupaten/Kota Konsumsi Konsumsi Bukan Makanan Makanan Total (1) (2) (3) (4) Kab. Fakfak 59,04 40,96 100,00 Kab. Kaimana 52,06 47,94 100,00 Kab. Teluk Wondama 54,80 45,20 100,00 Kab. Teluk Bintuni 46,39 53,61 100,00 Kab. Manokwari 44,63 55,37 100,00 Kab. Sorong Selatan 72,13 27,87 100,00 Kab. Sorong 49,02 50,98 100,00 Kab. Raja Ampat 51,09 48,91 100,00 Kab. Tambraw 67,28 32,72 100,00 Kab. Maybrat 60,20 39,80 100,00 Kab. Manokwari Selatan 62,70 37,30 100,00 Kab. Pegunungan Arfak u8 88,69 11,31 100,00 Kota Sorong 45,84 54,16 100,00 Provinsi Papua Barat 49,77 50,23 100,00 Tiga wilayah dengan persentase pengeluaran untuk makanan terbesar di Papua Barat adalah Kab. Pegunungan Arfak, Kab. Sorong Selatan, dan Kab. Tambraw. Sedangkan tiga wilayah dengan persentase pengeluaran untuk makanan terendah adalah Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, dan Kabupaten Teluk Bintuni. papuabarat.bps.go.id aba ps.g.go Rata-rata pengeluaran per kapita selama sebulan untuk semua kabupaten/kota di Papua Barat ditampilan pada Tabel 2.2. Secara regional wilayah Provinsi Papua Barat, pengeluaran rata-rata per kapita penduduk sebesar Rp ,-. Kabupaten dengan pengeluaran rata-rata per kapita tertinggi adalah Kabupaten Teluk Bintuni sebesar Rp ,-, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Pegunungan Arfak Rp ,-. Dari 13 kabupaten di Papua Barat, empat diantaranya memliki rata-rata pengeluaran perkapita diatas satu juta rupiah yaitu, Kab. Teluk Bintuni, Kab. Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

23 Manokwari, Kab. Sorong Selatan, dan Kota Sorong. Sisanya, sembilan kabupaten berada pada pengeluaran perkapita di bawah satu juta. Tabel 2.2 Rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan menurut Kabupaten/Kota dan Daerah Tempat Tinggal, Maret 2015 Kabupaten/Kota Konsumsi Makanan Konsumsi Bukan Makanan Jumlah (1) (2) (3) (4) Kab. Fakfak Kab. Kaimana Kab. Teluk Wondama Kab. Teluk Bintuni Kab. Manokwari Kab. Sorong Selatan Kab. Sorong Kab. Raja Ampat Kab. Tambraw Kab. Maybrat Kab. Manokwari Selatan Kab. Pegunungan Arfak Kota Sorong Provinsi Papua Barat //papu Rata-rata Konsumsi dan Pengeluaran per Kapita Sebulan menurut Jenis Bahan Makanan Papua Barat merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua dan tp:// abara ps.g.go sebagian besar berbatasan dengan laut dan samudera. Dalam hal jenis bahan makanan yang dikonsumsi ada lima jenis bahan makanan penyumbang terbesar terhadap nilai konsumsi makanan di Papua Barat, kelima jenis bahan itu ialah beras/beras ketan, ikan dan udang segar, telur ayam ras/kampung, minyak kelapa/goreng, dan gula pasir. Rata-rata konsumsi per kapita sebulan untuk komoditi beras/beras ketan adalah 6,442 kg, gula pasir adalah 6,665 ons, ikan dan udang segar adalah 2,665 kg, bawang merah adalah 2,063 ons, telur ayam ras/kampung adalah 5,369 butir, sedangkan pada komoditi daging sapi 0,033 kg, susu bubuk bayi adalah 0,050 kg, jagung pipilan/beras jagung adalah 0,004 kg, dan jagung basah dengan kulit adalah 0,061 kg seperti tersaji Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

24 pada Tabel 2.3. Sebagian besar kabupaten mengonsumsi beras sekitar 6 kg per kapita sebulan, pada tiga kabupaten ada yang mengonsumsi beras di atas 7 kg per kapita sebulan yaitu Kab. Fakfak, Kab. Manokwari, dan Kab. Raja Ampat, sedangkan kabupaten terendah mengonsumsi beras adalah Kabupaen Pagunungan Arfak yaitu 3,273 kg. Sehingga dapat dikatakan bahwa beras adalah jenis bahan makanan yang paling dominan di konsumsi di semua kabupaten/kota Papua Barat. Tabel 2.3 Rata-rata Pengeluaran Perkapita Sebulan (Banyaknya dan Nilai) Beberapa Jenis Makanan di Provinsi Papua Barat, Maret 2015 Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 6, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg 0, Ikan dan udang segar Kg 2, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, p://papuabarat.bps(3) 11. Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 5, Telur itik/manila Butir/Unit 0, Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 2, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 6, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, pa http tp:/ bara ps.g s.go.id Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

25 2.2 Konsumsi Kalori dan Protein Tingkat kecukupan gizi dapat digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan penduduk yang dihitung berdasarkan banyaknya kalori dan protein yang dikonsumsi. Besarnya konsumsi kalori dan protein dihitung dengan mengalikan kuantitas setiap makanan yang dikonsumsi dengan nilai kandungan kalori dan protein setiap jenis makanan kemudian hasilnya dijumlahkan. Menurut hasil Widyakarsa Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) X tahun 2012, standar kecukupan kalori dan protein penduduk Indonesia per kapita sehari masingmasing sebesar kkal dan 57 gram protein Konsumsi Kalori dan Protein Maret 2015 Rata-rata konsumsi kalori dan protein penduduk Papua Barat per kapita sehari hasil Susenas Maret 2015 sebesar 1 832,98 kkal dan 49,69 gram protein (lihat tabel 3.1). Berdasarkan standar kecukupan konsumsi kalori dan protein per kapita sehari maka rata-ratakonsumsi kalori dan protein penduduk Indonesia pada Maret 2015 masih berada di bawah standar kecukupan. upan. Tabel 2.4 Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut Makanan yang Dimasak di Rumah, Makanan dan Minuman Jadi, Provinsi Papua Barat, Maret 2015 Rincian Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Makanan di masak di rumah 1.628,44 44,28 pa abarat.b ps.go. 2. Makanan dan minuman jadi 204,54 5,41 Jumlah 1.832,98 49,69 Pada Tabel 2.4. juga menunjukkan konsumsi kalori dan protein penduduk yang dibedakan menjadi dua yaitu konsumsi makanan dan minuman yang dimasak di rumah serta konsumsi makanan dan minuman jadi. Perubahan pada persentase konsumsi makanan dan minuman jadi dapat mengindikasikan perubahan pola konsumsi yang berkaitan dengan proses modernisasi. Meski demikian, rata-rata konsumsi kalori dan protein di Papua Barat masih lebih banyak didominasi oleh makanan yang dimasak di rumah dibandingkan dengan makanan dan minuman jadi. Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

26 Tabel 2.5. menyajikan rata-rata konsumsi kalori (kkal) dan protein (gram) per kapita sehari menurut kelompok makanan di Provinsi Barat. Untuk padi-padian, konsumsi kalori per kapita sehari adalah 802,45 kkal dan protein sebanyak 18,87 gram,. Kelompok padi-padian ini lah yang menjadi penyuplai sumber kalori dan protein terbesar di Papua Barat. Pada kelompok makanan jenis ikan/udang/cumi/ kerang sebanyak 72,49 kkal konsumsi kalorinya dan 12,21 gram protein per kapita sehari, daging sebanyak 43,61 kkal dan 2,20 gram protein, sayur-sayuran sebanyak 31,10 kkal dan 2,31 gram protein, dan minyak dan kelapa sebanyak 277,54 kkal dan 0,19 gram. Tabel 2.5 Rata-rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut Kelompok Makanan Provinsi Papua Barat, Maret 2015 Begitu pun pada Tabel 2.6 yang menyajikan rata-rata konsumsi kalori dan protein per Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 802,45 18,87 2. Umbi-umbian 124,80 0,74 3. Ikan/udang/cumi/kerang 72,49 12,21 4. Daging 43,61 2,20 5. Telur dan susu 56,39 2,66 6. Sayur-sayuran 31,10 2,31 7. Kacang-kacangan n 25,53 2,58 8. Buah-buahan 40,84 0,48 t.bps.go.id 9. Minyak dan kelapa 277,54 0, Bahan minuman 96,57 0, Bumbu-bumbuan 4,93 0, Konsumsi lainnya 52,20 1, Makanan dan minuman jadi 204,54 5,41 Jumlah 1 832,98 49,69 kapira sehari beberapa jenis bahan makanan yang lebih rinci dari beberapa kelompok makanan dalam Tabel 2.5. Jenis bahan makanan seperti ikan dan udang segar yaitu 67,07 kkal rata-rata konsumsi kalori dan 11,47 gram rata-rata konsumi protein per kapita sehari. Artinya, setiap orang di Papua Barat mendapat kalori sebanyak 67,07 kkal dan protein Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

27 sebanyak 11,47 gram rata-rata sehari adalah dari konsumsi ikan dan udang segar. Tabel 2.6 Rata-rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari Beberapa Jenis Bahan Makanan Provinsi Papua Barat, Maret 2015 Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 777,80 18,20 2. Jagung basah dengan kulit 0,74 0,02 3. Jagung pipilan/ beras jagung 0,41 0,01 4. Ketela pohon/singkong 28,78 0,19 5. Ketela rambat/ubi 26,86 0,25 6. Gaplek 0,01 0,00 7. Ikan dan udang segar 67,07 11,47 8. Ikan dan udang di awetkan 5,43 0,74 9. Daging sapi 2,26 0, Daging ayam ras/kampung 22,74 1, Telur ayam ras/kampung 14,64 1, Telur itik/manila 0,22 0, Susu kental manis 21,62 0, Susu bubuk bayi 6,99 0, Bawang merah 2,41 0, Bawang putih 5,30 0, Cabe merah 0,08 0,00 ps.go 18. Cabe rawit 0,88 0, Tahu 9,78 1, Tempe 13,15 1, Minyak kelapa/goreng 259,32 0, Kelapa 18,22 0, Gula pasir 80,87 0, Gula merah 1,26 0, Konsumsi Kalori dan Protein di Kabupaten/Kota Tabel 2.7 menyajikan rata-rata konsumsi kalori dan protein per kapita sehari menurut kabupaten/kota. Dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat belum ada satupun Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

28 konsumsi per kapita seharinya memenuhi standar kecukupan konsumsi kalori dan protein. Kabupaten Manokwari merupakan kabupaten tertinggi rata-rata konsumsi kalori per kapita seharinya yaitu 2029,95 kkal namun tetap berada di bawah standar kecukupan kalori (2150 kkal). Sedangkan Kabupaten Maybrat merupakan kabupaten dengan rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari terendah di Papua Barat yaitu 1391,54 kkal. Hal ini menunjukkan rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari di Papua Barat belum memenuhi standar kecukupan kalori. Dari Tabel 2.7 juga dapat dilihat bahwa rata-rata konsumsi protein per kapita sehari di semua kabupaten/kota di Papua Barat belum memenuhi standar kecukupan protein (57 gram). Kabupaten Tambraw merupakan daerah terendah dalam rata-rata konsumsi protein per kapita sehari yaitu 29,90 gram. Tabel 2.7 Rata-Rata Konsumsi Kalori (Kkal) dan Protein (Gram) per Kapita Sehari menurut Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, Maret 2015 Kalori Protein abka Kabupaten/Kota Makanan di- Makanan dan Makanan dimasak Makanan dan di rumah minuman jadi masak di rumah minuman jadi (1) (2) (3) (4) (5) Kab. Fakfak 1 534,82 92,29 40,99 2,20 Kab. Kaimana 1 551,28 120,93 41,76 2,99 Kab. Teluk Wondama 1 524,36 210,17 40,65 4,89 Kab. Teluk Bintuni 1 756,04 214,49 50,01 5,39 Kab. Manokwari 1 774,59 255,36 47,36 6,70 Kab. Sorong Selatan 1 846,61 106,12 46,05 2,51 Kab. Sorong 1 721,21 152,48 47,98 3,69 Kab. Raja Ampat 1 631,69 126,26 49,72 2,49 Kab. Tambraw 1 397,54 50,40 29,05 0,86 Kab. Maybrat 1 339,90 51,64 31,05 1,13 Kab. Manokwari Selatan 1 726,28 175,05 41,43 3,82 Kab. Pegunungan Arfak 1 432,86 57,93 27,31 1,25 Kota Sorong 1 559,24 334,53 45,71 9,71 Provinsi Papua Barat 1 628,44 204,54 44,28 5,41 uabka /papua pua abarat.bps.go.id Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

29 Tabel A.1 PERSENTASE PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA DAN GOLONGAN PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN, MARET 2015 Kabupaten/Kota Golongan Pengeluaran per Kapita Sebulan (Rp) Kuintil I Kuintil II Kuintil III Kuintil IV Kuintil V Jumlah (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kab. Fakfak 14,99 24,70 17,85 22,59 19,87 100,00 Kab. Kaimana 4,91 12,69 21,20 22,37 38,83 100,00 Kab. Teluk Wondama 9,46 11,16 12,49 20,10 46,79 100,00 Kab. Teluk Bintuni 1,57 5,18 9,87 19,26 64,11 100,00 Kab. Manokwari 4,07 9,55 12,98 17,14 56,27 100,00 Kab. Sorong Selatan 12,33 10,37 16,76 25,86 34,68 100,00 Kab. Sorong 7,37 13,23 16,99 22,29 40,13 100,00 Kab. Raja Ampat 12,14 10,88 13,77 g1 18,42 44,79 100,00 Kab. Tambraw 52,84 24,44 10,34 7,45 4,92 100,00 Kab. Maybrat 20,33 20,65 25,12 14,98 18,92 100,00 Kab. Manokwari Selatan 15,73 18,10 26,64 15,74 23,78 100,00 Kab. Pegunungan Arfak 25,41 2,98 0,12 0,08 71,40 100,00 Kota Sorong 0,63 12,04 26,26 56,57 100,00 Provinsi Papua Barat 5,90 9,23 13,72 21,12 50,03 100,00 puab4,50 abarat.bps.go.id ara bps Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

30 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Provinsi Papua Barat Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b t.bps.go.id.id 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

31 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Fakfak Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu d Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman t.bps.go.id Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan an dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala tp:/ apuabarat.b 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

32 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Kaimana Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu id Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan an dan fasilitas rumah tangga tp:/ ANANpa t.b 2. Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

33 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Teluk Wondama Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu id Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman n jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN id t.bps.go.id14 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga tp: //papuabarat.b /papua 2. Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

34 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Teluk Bintuni Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran A. MAKANAN (1) (2) 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman t.bps.go.id Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN id 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian,, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

35 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Manokwari Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran A. MAKANAN (1) (2) 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu id Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan an dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala tp:/ papuabarat.b t.bps.go.id 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

36 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Sorong Selatan Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan an dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b t.bps.go.id 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

37 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Sorong Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b t.bps.go.id.id 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

38 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Raja Ampat Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman t.bps.go.id Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan an dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, an, alas kaki, dan tutup kepala tp:/ apuabarat.b a 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

39 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Tambraw Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu id Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN 1. Perumahan an dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala htt ttp://pap papuabarat.b t.bps.go.id 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri 377 JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

40 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Maybrat Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman t.bps.go.id Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian,, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

41 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Manokwari Selatan Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman t.bps.go.id Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN id 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

42 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kab. Pegunungan Arfak Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu id Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b t.bps.go.id 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri 635 JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

43 Tabel A.2 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (RUPIAH) MENURUT KELOMPOK BARANG, MARET 2015 Kota Sorong Kelompok Barang Rata-Rata Pengeluaran (1) (2) A. MAKANAN 1. Padi-padian Umbi-umbian Ikan/udang/cumi/kerang Daging Telur dan susu Sayur-sayuran Kacang-kacangan Buah-buahan Minyak dan kelapa Bahan minuman t.bps.go.id Bumbu-bumbuan Konsumsi lainnya Makanan dan minuman jadi Rokok JUMLAH MAKANAN B. BUKAN MAKANAN ANAN id 1. Perumahan dan fasilitas rumah tangga Aneka barang dan jasa Pakaian, alas kaki, dan tutup kepala papuabarat.b 4. Barang tahan lama Pajak, pungutan, dan asuransi Keperluan pesta dan upacara/kenduri JUMLAH BUKAN MAKANAN JUMLAH Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

44 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Fakfak Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 7, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 2, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg p0 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 3, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 1, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 8, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, barat.bps.go.id a Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

45 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Kaimana Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 5, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 3, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg p0 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 3, Telur itik/manila Butir/Unit 0, Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 1, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 0, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 6, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, barat.bps.go.id a Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

46 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Teluk Wondama Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 5, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg 0, Ikan dan udang segar Kg 3, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg p0 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 3, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 1, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 6, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, barat.bps.go.id a Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

47 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Teluk Bintuni Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 6, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg 0, Ikan dan udang segar Kg 2, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 1, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 6, Telur itik/manila Butir/Unit 0, Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 2, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 7, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

48 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Manokwari Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 7, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 1, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 1, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 7, Telur itik/manila Butir/Unit 0, Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 2, Bawang putih Ons/0.1 Kg 2, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 7, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

49 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Sorong Selatan Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 6, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 3, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 3, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis 397 Grams 1, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 1, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 5, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

50 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Sorong Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 6, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg na na 4. Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na Na 7. Ikan dan udang segar Kg 2, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 1, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 5, Telur itik/manila Butir/Unit 0, Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 2, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 7, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

51 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Raja Ampat Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 7, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg na na 4. Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 4, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 4, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 1, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 0, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 6, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

52 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Tambraw Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 5, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg na Na 4. Ketela pohon/singkong Kg 2, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 0, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 1, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 1, Bawang putih Ons/0.1 Kg 0, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 0, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 3, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

53 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Maybrat Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 6, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 1, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 1, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 1, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 1, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 0, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 6, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

54 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Manokwari Selatan Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 6, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 1, Ketela rambat/ubi Kg 1, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 1, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 5, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 2, Bawang putih Ons/0.1 Kg 1, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 7, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

55 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kab. Pegunungan Arfak Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 3, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg na na 4. Ketela pohon/singkong Kg 1, Ketela rambat/ubi Kg 5, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 0, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 0, Telur itik/manila Butir/Unit na na 13. Susu kental manis Grams 0, Susu bubuk bayi ua397 Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 3, Bawang putih Ons/0.1 Kg 2, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, aba ps.g 19. Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 0, Kelapa Butir/Unit na na 23. Gula pasir Ons/0.1 Kg 6, Gula merah Ons/0.1 Kg na na Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

56 Tabel A.3 RATA-RATA PENGELUARAN PER KAPITA SEBULAN (BANYAKNYA DAN NILAI) BEBERAPA JENIS BAHAN MAKANAN, MARET 2015 Kota Sorong Jenis bahan makanan Satuan Banyaknya Nilai (Rp) (1) (2) (3) (4) 1. Beras/ beras ketan Kg 6, Jagung basah dengan kulit Kg 0, Jagung pipilan/ beras jagung Kg 0, Ketela pohon/singkong Kg 0, Ketela rambat/ubi Kg 0, Gaplek Kg na na 7. Ikan dan udang segar Kg 3, Ikan dan udang di awetkan Ons/0.1 Kg 0, Daging sapi Kg 0, Daging ayam ras/kampung Kg 0, Telur ayam ras/kampung Butir/Unit 6, Telur itik/manila Butir/Unit 0, Susu kental manis 397 Grams 0, Susu bubuk bayi Kg 0, Bawang merah Ons/0.1 Kg 2, Bawang putih Ons/0.1 Kg 2, Cabe merah Kg 0, Cabe rawit Kg 0, Tahu Kg 0, Tempe Kg 0, Minyak kelapa/goreng Liter 1, Kelapa Butir/Unit 0, Gula pasir Ons/0.1 Kg 5, Gula merah Ons/0.1 Kg 0, ps.g Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

57 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Fakfak Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 868,25 20,40 2. Umbi-umbian 58,74 0,42 3. Ikan/udang/cumi/kerang 79,40 13,04 4. Daging 8,05 0,49 5. Telur dan susu 29,96 1,57 6. Sayur-sayuran 24,35 1,83 7. Kacang-kacangan 10,37 1,07 8. Buah-buahan 26,99 0,39 9. Minyak dan kelapa 270,18 0, Bahan minuman 116,94 0, Bumbu-bumbuan 3,78 0, Konsumsi lainnya 37,81 0, Makanan dan minuman jadi 92,29 2,20 Jumlah 1 627,11 43,19 /papuabarat.bps.go.id Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

58 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Kaimana Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 714,48 16,77 2. Umbi-umbian 175,40 0,71 3. Ikan/udang/cumi/kerang 93,64 15,89 4. Daging 40, ,57 5. Telur dan susu 38,52 1,88 6. Sayur-sayuran 21,60 1,62 7. Kacang-kacangan 8,85 0,97 8. Buah-buahan 56,13 0,58 9. Minyak dan kelapa 272,32 0, Bahan minuman 89,54 0, Bumbu-bumbuan 3,00 0, Konsumsi lainnya 37,79 0, Makanan dan minuman jadi 120,93 2,99 Jumlah 1 672,21 44,75 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

59 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Teluk Wondama Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 623,44 14,65 2. Umbi-umbian 202,94 0,83 3. Ikan/udang/cumi/kerang 78,61 14,34 4. Daging 31,36 1,42 5. Telur dan susu 44,85 2,12 6. Sayur-sayuran 34,91 2,86 7. Kacang-kacangan 18,02 1,81 8. Buah-buahan 56,90 0,73 9. Minyak dan kelapa 298,37 0, Bahan minuman 86,56 0, Bumbu-bumbuan 4,98 0, Konsumsi lainnya 43,43 0, Makanan dan minuman jadi 210,17 4,89 Jumlah 1 734,53 45,54 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

60 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Teluk Bintuni Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 811,31 19,09 2. Umbi-umbian 150,59 0,56 3. Ikan/udang/cumi/kerang 82,21 14,22 4. Daging 63,39 2,85 5. Telur dan susu 64,53 3,12 6. Sayur-sayuran 35,23 2,66 7. Kacang-kacangan 38,49 3,92 8. Buah-buahan 69,17 0,91 9. Minyak dan kelapa 261,23 0, Bahan minuman 104,58 0, Bumbu-bumbuan 7,55 0, Konsumsi lainnya 67,75 1, Makanan dan minuman jadi 214,49 5,39 Jumlah 1 970,53 55,40 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

61 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Manokwari Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 919,54 21,68 2. Umbi-umbian 86,04 0,67 3. Ikan/udang/cumi/kerang 51,65 8,54 4. Daging 48,39 2,80 5. Telur dan susu 80,02 3,57 6. Sayur-sayuran 37,86 2,71 7. Kacang-kacangan 39,91 4,21 8. Buah-buahan 32,71 0,40 9. Minyak dan kelapa 297,23 0, Bahan minuman 102,82 0, Bumbu-bumbuan 5,65 0, Konsumsi lainnya 72,78 1, Makanan dan minuman jadi 255,36 6,70 Jumlah 2 029,95 54,06 /papuabarat.bps.go.id Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

62 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Sorong Selatan Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 746,99 17,54 2. Umbi-umbian 347,44 1,24 3. Ikan/udang/cumi/kerang 89,61 15,46 4. Daging 63,89 2,86 5. Telur dan susu 86,32 2,88 6. Sayur-sayuran 24,41 1,81 7. Kacang-kacangan 13,58 1,16 8. Buah-buahan 61,67 0,65 9. Minyak dan kelapa 277,99 0, Bahan minuman 80,69 0, Bumbu-bumbuan 6,66 0, Konsumsi lainnya 47,38 1, Makanan dan minuman jadi 106,12 2,51 Jumlah 1 952,73 48,55 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

63 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Sorong Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 826,50 19,45 2. Umbi-umbian 89,74 0,42 3. Ikan/udang/cumi/kerang 75,07 12,41 4. Daging 52,27 2,64 5. Telur dan susu 60,04 2,91 6. Sayur-sayuran 38,11 2,89 7. Kacang-kacangan 40,48 4,18 8. Buah-buahan 55,60 0,60 9. Minyak dan kelapa 312,75 0, Bahan minuman 114,85 0, Bumbu-bumbuan 8,50 0, Konsumsi lainnya 47,30 0, Makanan dan minuman jadi 152,48 3,69 Jumlah 1 873,70 51,67 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

64 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Raja Ampat Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 879,58 20,61 2. Umbi-umbian 122,32 0,53 3. Ikan/udang/cumi/kerang 118,13 20,47 4. Daging 14,37 0,74 5. Telur dan susu 42,57 2,11 6. Sayur-sayuran 23,45 1,82 7. Kacang-kacangan 12,85 1,23 8. Buah-buahan 31,63 0,32 9. Minyak dan kelapa 255,81 0, Bahan minuman 93,93 0, Bumbu-bumbuan 2,80 0, Konsumsi lainnya 34,24 0, Makanan dan minuman jadi 126,26 2,49 Jumlah 1 757,95 52,21 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

65 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Tambraw Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 655,27 15,34 2. Umbi-umbian 214,01 1,36 3. Ikan/udang/cumi/kerang 23,24 3,84 4. Daging 106,87 3,44 5. Telur dan susu 12,59 0,58 6. Sayur-sayuran 31,29 2,58 7. Kacang-kacangan 5,95 0,37 8. Buah-buahan 49,77 0,52 9. Minyak dan kelapa 229,10 0, Bahan minuman 56,58 0, Bumbu-bumbuan 0,36 0, Konsumsi lainnya 12,53 0, Makanan dan minuman jadi 50,40 0,86 Jumlah 1 447,94 29,90 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

66 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Maybrat Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 781,47 18,30 2. Umbi-umbian 133,65 0,90 3. Ikan/udang/cumi/kerang 35,83 5,76 4. Daging 40,03 1,51 5. Telur dan susu 12,13 0,65 6. Sayur-sayuran 16,96 1,32 7. Kacang-kacangan 13,98 1,14 8. Buah-buahan 28,31 0,29 9. Minyak dan kelapa 167,11 0, Bahan minuman 87,08 0, Bumbu-bumbuan 1,59 0, Konsumsi lainnya 21,75 0, Makanan dan minuman jadi 51,64 1,13 Jumlah 1 391,54 32,18 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

67 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Manokwari Selatan Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 828,86 19,43 2. Umbi-umbian 168,25 1,48 3. Ikan/udang/cumi/kerang 37,12 6,13 4. Daging 54,17 2,41 5. Telur dan susu 38,48 2,12 6. Sayur-sayuran 39,72 3,03 7. Kacang-kacangan 46,73 4,19 8. Buah-buahan 43,71 0,49 9. Minyak dan kelapa 298,53 0, Bahan minuman 115,45 0, Bumbu-bumbuan 1,69 0, Konsumsi lainnya 53,58 1, Makanan dan minuman jadi 175,05 3,82 Jumlah 1 901,33 45,25 pap Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

68 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Pegunungan Arfak Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 399,46 9,38 2. Umbi-umbian 409,31 4,67 3. Ikan/udang/cumi/kerang 8,92 0,96 4. Daging 39,49 1,29 5. Telur dan susu 19,68 0,59 6. Sayur-sayuran 41,58 3,10 7. Kacang-kacangan 19,79 1,39 8. Buah-buahan 29,42 0,31 9. Minyak dan kelapa 178,25 0, Bahan minuman 112,67 1, Bumbu-bumbuan 0,36 0, Konsumsi lainnya 173,94 3, Makanan dan minuman jadi 57,93 1,25 Jumlah 1 490,79 28,57 /papuabarat.bps.go.id Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

69 Tabel B.1 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI MENURUT KELOMPOK MAKANAN DI KA- BUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kota Sorong Kelompok Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Padi-padian 787,92 18,53 2. Umbi-umbian 67,63 0,37 3. Ikan/udang/cumi/kerang 84,03 14,15 4. Daging 44,56 2,59 5. Telur dan susu 64,94 3,31 6. Sayur-sayuran 29,87 2,17 7. Kacang-kacangan 23,32 2,42 8. Buah-buahan 33,24 0,39 9. Minyak dan kelapa 293,87 0, Bahan minuman 83,38 0, Bumbu-bumbuan 5,14 0, Konsumsi lainnya 41,33 0, Makanan dan minuman jadi 334,53 9,71 Jumlah 1893,77 55,42 /papuabarat.bps.go.id Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

70 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Fakfak Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 845,68 19,79 2. Jagung basah dengan kulit 0,11 0,00 3. Jagung pipilan/ beras jagung 0,10 0,00 4. Ketela pohon/singkong 13,10 0,09 5. Ketela rambat/ubi 8,67 0,08 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 73,17 12,13 8. Ikan dan udang di awetkan 6,24 0,92 9. Daging sapi 0,38 0, Daging ayam ras/kampung 7,35 0, Telur ayam ras/kampung 10,27 0, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 8,20 0, Susu bubuk bayi 4,60 0, Bawang merah 1,94 0, Bawang putih 3,82 0, Cabe merah 0,04 0, Cabe rawit 0,52 0, Tahu 4,02 0, Tempe 5,79 0, Minyak kelapa/goreng 249,61 0, Kelapa 20,57 0, Gula pasir 106,91 0, Gula merah 0,87 0,01 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

71 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Kaimana Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 699,04 16,36 2. Jagung basah dengan kulit 0,20 0,01 3. Jagung pipilan/ beras jagung #N/A #N/A 4. Ketela pohon/singkong 34,03 0,22 5. Ketela rambat/ubi 13,02 0,12 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 88,68 15,38 8. Ikan dan udang di awetkan 4,96 0,51 9. Daging sapi 0,53 0, Daging ayam ras/kampung 9,70 0, Telur ayam ras/kampung 9,18 0, Telur itik/manila 0,21 0, Susu kental manis 10,05 0, Susu bubuk bayi 14,43 0, Bawang merah 2,18 0, Bawang putih 4,20 0, Cabe merah 0,03 0, Cabe rawit 0,23 0, Tahu 4,61 0, Tempe 3,61 0, Minyak kelapa/goreng 230,26 0, Kelapa 42,06 0, Gula pasir 80,31 0, Gula merah 0,77 0,01 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

72 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Teluk Wondama Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 605,90 14,18 2. Jagung basah dengan kulit 0,53 0,02 3. Jagung pipilan/ beras jagung 1,27 0,03 4. Ketela pohon/singkong 38,77 0,25 5. Ketela rambat/ubi 19,35 0,18 6. Gaplek 0,10 0,00 7. Ikan dan udang segar 76,05 14,00 8. Ikan dan udang di awetkan 2,55 0,34 9. Daging sapi 0,83 0, Daging ayam ras/kampung 11,76 0, Telur ayam ras/kampung 9,42 0, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 13,38 0, Susu bubuk bayi 10,23 0, Bawang merah 1,78 0, Bawang putih 3,68 0, Cabe merah 0,06 0, Cabe rawit 0,53 0, Tahu 7,18 0, Tempe 8,23 0, Minyak kelapa/goreng 293,09 0, Kelapa 5,29 0, Gula pasir 74,21 0, Gula merah #N/A #N/A Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

73 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Teluk Bintuni Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 782,12 18,30 2. Jagung basah dengan kulit 1,00 0,03 3. Jagung pipilan/ beras jagung 0,24 0,01 4. Ketela pohon/singkong 20,53 0,13 5. Ketela rambat/ubi 15,26 0,14 6. Gaplek 0,07 0,00 7. Ikan dan udang segar 70,78 12,75 8. Ikan dan udang di awetkan 11,43 1,47 9. Daging sapi 1,47 0, Daging ayam ras/kampung 24,32 1, Telur ayam ras/kampung 16,85 1, Telur itik/manila 1,18 0, Susu kental manis 22,96 0, Susu bubuk bayi 5,27 0, Bawang merah 2,42 0, Bawang putih 4,83 0, Cabe merah 0,03 0, Cabe rawit 0,94 0, Tahu 14,26 1, Tempe 22,30 1, Minyak kelapa/goreng 247,39 0, Kelapa 13,84 0, Gula pasir 88,85 0, Gula merah 0,77 0,01 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

74 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Manokwari Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 874,28 20,46 2. Jagung basah dengan kulit 0,15 0,00 3. Jagung pipilan/ beras jagung 0,15 0,00 4. Ketela pohon/singkong 22,39 0,15 5. Ketela rambat/ubi 42,78 0,40 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 47,55 8,08 8. Ikan dan udang di awetkan 4,10 0,46 9. Daging sapi 6,54 0, Daging ayam ras/kampung 29,49 1, Telur ayam ras/kampung 19,84 1, Telur itik/manila 0,20 0, Susu kental manis 38,87 0, Susu bubuk bayi 5,13 0, Bawang merah 2,85 0, Bawang putih 6,47 0, Cabe merah 0,12 0, Cabe rawit 1,57 0, Tahu 17,13 2, Tempe 21,60 1, Minyak kelapa/goreng 278,60 0, Kelapa 18,63 0, Gula pasir 86,21 0, Gula merah 1,80 0,01 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

75 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Sorong Selatan Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 728,26 17,04 2. Jagung basah dengan kulit 0,17 0,01 3. Jagung pipilan/ beras jagung #N/A #N/A 4. Ketela pohon/singkong 35,21 0,23 5. Ketela rambat/ubi 29,85 0,28 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 88,50 15,30 8. Ikan dan udang di awetkan 1,10 0,17 9. Daging sapi 1,53 0, Daging ayam ras/kampung 26,64 1, Telur ayam ras/kampung 9,39 0, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 65,35 1, Susu bubuk bayi 9,01 0, Bawang merah 2,24 0, Bawang putih 5,07 0, Cabe merah 0,10 0, Cabe rawit 0,50 0, Tahu 3,22 0, Tempe 5,07 0, Minyak kelapa/goreng 267,93 0, Kelapa 10,06 0, Gula pasir 64,75 0, Gula merah 0,87 0,01 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

76 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Sorong Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 798,28 18,68 2. Jagung basah dengan kulit 1,66 0,05 3. Jagung pipilan/ beras jagung #N/A #N/A 4. Ketela pohon/singkong 26,80 0,17 5. Ketela rambat/ubi 7,93 0,07 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 60,85 10,25 8. Ikan dan udang di awetkan 14,23 2,16 9. Daging sapi 0,89 0, Daging ayam ras/kampung 32,02 1, Telur ayam ras/kampung 16,17 1, Telur itik/manila 0,76 0, Susu kental manis 20,62 0, Susu bubuk bayi 7,82 0, Bawang merah 2,64 0, Bawang putih 5,34 0, Cabe merah 0,16 0, Cabe rawit 1,23 0, Tahu 16,26 2, Tempe 21,78 1, Minyak kelapa/goreng 284,75 0, Kelapa 28,00 0, Gula pasir 88,72 0, Gula merah 1,20 0,01 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

77 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Raja Ampat Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 872,28 20,41 2. Jagung basah dengan kulit 0,70 0,02 3. Jagung pipilan/ beras jagung #N/A #N/A 4. Ketela pohon/singkong 35,75 0,23 5. Ketela rambat/ubi 16,49 0,16 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 113,45 19,70 8. Ikan dan udang di awetkan 4,68 0,78 9. Daging sapi 0,44 0, Daging ayam ras/kampung 9,18 0, Telur ayam ras/kampung 12,43 1, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 13,33 0, Susu bubuk bayi 10,28 0, Bawang merah 2,15 0, Bawang putih 4,29 0, Cabe merah 0,06 0, Cabe rawit 0,82 0, Tahu 3,91 0, Tempe 6,90 0, Minyak kelapa/goreng 233,43 0, Kelapa 22,38 0, Gula pasir 79,07 0, Gula merah 1,07 0,01 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

78 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Tambraw Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 654,82 15,32 2. Jagung basah dengan kulit 0,23 0,01 3. Jagung pipilan/ beras jagung #N/A #N/A 4. Ketela pohon/singkong 116,44 0,76 5. Ketela rambat/ubi 33,03 3 0,31 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 22,30 3,72 8. Ikan dan udang di awetkan 0,94 0,11 9. Daging sapi 0,35 0, Daging ayam ras/kampung 2,89 0, Telur ayam ras/kampung 4,38 0, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 6,72 0, Susu bubuk bayi 0,29 0, Bawang merah 1,60 0, Bawang putih 2,74 0, Cabe merah 0,02 0, Cabe rawit 1,02 0, Tahu 0,31 0, Tempe 0,55 0, Minyak kelapa/goreng 217,70 0, Kelapa 11,40 0, Gula pasir 47,81 0, Gula merah #N/A #N/A Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

79 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Maybrat Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 778,09 18,21 2. Jagung basah dengan kulit 0,09 0,00 3. Jagung pipilan/ beras jagung 0,96 0,02 4. Ketela pohon/singkong 48,55 0,32 5. Ketela rambat/ubi 27,02 2 0,25 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 34,44 5,63 8. Ikan dan udang di awetkan 1,39 0,13 9. Daging sapi 0,01 0, Daging ayam ras/kampung 8,84 0, Telur ayam ras/kampung 4,89 0, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 3,45 0, Susu bubuk bayi 3,62 0, Bawang merah 1,54 0, Bawang putih 3,37 0, Cabe merah 0,02 0, Cabe rawit 0,62 0, Tahu 3,16 0, Tempe 3,66 0, Minyak kelapa/goreng 166,03 0, Kelapa 1,08 0, Gula pasir 76,19 0, Gula merah #N/A #N/A Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

80 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Manokwari Selatan Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 820,09 19,19 2. Jagung basah dengan kulit 1,35 0,04 3. Jagung pipilan/ beras jagung 1,09 0,03 4. Ketela pohon/singkong 52,11 0,34 5. Ketela rambat/ubi 57,31 0,54 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 33,49 5,75 8. Ikan dan udang di awetkan 3,63 0,38 9. Daging sapi 1,83 0, Daging ayam ras/kampung 20,57 1, Telur ayam ras/kampung 15,49 1, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 8,94 0, Susu bubuk bayi 3,43 0, Bawang merah 2,42 0, Bawang putih 5,40 0, Cabe merah 0,09 0, Cabe rawit 0,67 0, Tahu 14,07 1, Tempe 16,07 1, Minyak kelapa/goreng 277,89 0, Kelapa 20,64 0, Gula pasir 95,89 0, Gula merah 0,31 0,00 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

81 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kab. Pegunungan Arfak Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 395,21 9,25 2. Jagung basah dengan kulit 4,25 0,14 3. Jagung pipilan/ beras jagung #N/A #N/A 4. Ketela pohon/singkong 60,24 0,39 5. Ketela rambat/ubi 226,19 2,13 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 4,19 0,66 8. Ikan dan udang di awetkan 4,72 0,29 9. Daging sapi 0,03 0, Daging ayam ras/kampung 1,80 0, Telur ayam ras/kampung 1,46 0, Telur itik/manila #N/A #N/A 13. Susu kental manis 16,46 0, Susu bubuk bayi 1,67 0, Bawang merah 3,77 0, Bawang putih 7,61 0, Cabe merah 0,01 0, Cabe rawit 0,88 0, Tahu 1,90 0, Tempe 4,83 0, Minyak kelapa/goreng 178,25 0, Kelapa #N/A #N/A 23. Gula pasir 76,79 0, Gula merah #N/A #N/A Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

82 Tabel B.2 RATA-RATA KONSUMSI KALORI (KKAL) DAN PROTEIN (GRAM) PER KAPITA SEHARI BEBERAPA JENIS MAKANAN DI KABU- PATEN/KOTA PROVINSI PAPUA BARAT, MARET 2015 Kota Sorong Jenis Bahan Makanan Kalori Protein (1) (2) (3) 1. Beras/ beras ketan 762,42 17,83 2. Jagung basah dengan kulit 0,87 0,03 3. Jagung pipilan/ beras jagung 0,96 0,02 4. Ketela pohon/singkong 21,06 0,14 5. Ketela rambat/ubi 8,50 0,08 6. Gaplek #N/A #N/A 7. Ikan dan udang segar 79,98 13,53 8. Ikan dan udang di awetkan 4,06 0,62 9. Daging sapi 2,52 0, Daging ayam ras/kampung 32,55 1, Telur ayam ras/kampung 18,68 1, Telur itik/manila 0,08 0, Susu kental manis 17,14 0, Susu bubuk bayi 8,03 0, Bawang merah 2,44 0, Bawang putih 6,00 0, Cabe merah 0,08 0, Cabe rawit 0,71 0, Tahu 9,36 1, Tempe 13,09 1, Minyak kelapa/goreng 276,83 0, Kelapa 17,03 0, Gula pasir 69,75 0, Gula merah 2,11 0,02 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

83 Lampiran B: Kuesioner VSEN15.KP Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

84 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

85 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

86 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

87 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

88 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

89 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

90 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

91 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

92 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

93 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

94 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

95 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

96 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

97 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

98 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

99 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

100 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

101 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

102 Analisis Pola Pengeluaran Untuk Konsumsi Penduduk Provinsi Papua Barat Tahun

Pola Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia 2013

Pola Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia 2013 Katalog BPS: 3201023 ht tp :/ /w w w.b p s. go.i d Pola Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia 2013 BADAN PUSAT STATISTIK Katalog BPS: 3201023 ht tp :/ /w w w.b p s. go.i d Pola Pengeluaran dan Konsumsi

Lebih terperinci

Katalog : 3201023 Pola Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia 2014 BADAN PUSAT STATISTIK Katalog : 3201023 Pola Pengeluaran dan Konsumsi Penduduk Indonesia 2014 POLA PENGELUARAN DAN KONSUMSI PENDUDUK

Lebih terperinci

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 September (Modul)

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 September (Modul) Katalog Datamikro - Badan Pusat Statistik Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 September (Modul) Laporan ditulis pada: November 28, 2016 Kunjungi data katalog kami di: http://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php

Lebih terperinci

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 Maret (KOR)

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 Maret (KOR) Katalog Datamikro - Badan Pusat Statistik Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 Maret (KOR) Laporan ditulis pada: January 28, 2016 Kunjungi data katalog kami di: http://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php

Lebih terperinci

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 Maret (Modul )

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 Maret (Modul ) Katalog Datamikro - Badan Pusat Statistik Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2015 Maret (Modul ) Laporan ditulis pada: January 22, 2016 Kunjungi data katalog kami di: http://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php

Lebih terperinci

Katalog BPS: PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI PENDUDUK SUMATERA SELATAN 2010

Katalog BPS: PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI PENDUDUK SUMATERA SELATAN 2010 Katalog BPS: 3201005.16 PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI PENDUDUK SUMATERA SELATAN 2010 BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA SELATAN 2011 PENGELUARAN UNTUK KONSUMSI PENDUDUK SUMATERA SELATAN 2010 Katalog

Lebih terperinci

BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT

BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT BAB IV DISTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT Pendapatan masyarakat yang merata, sebagai suatu sasaran merupakan masalah yang sulit dicapai, namun jabatan pekerjaan, tingkat pendidikan umum, produktivitas, prospek

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH SEPTEMBER 2013

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH SEPTEMBER 2013 No. 05/01/33/Th. VIII, 2 Januari 2014 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH SEPTEMBER 2013 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2013 MENCAPAI 4,705 JUTA ORANG RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No.07/01/64/Th.XX, 3 Januari 2017 TINGKAT KEMISKINAN DI KALIMANTAN TIMUR SEPTEMBER TAHUN 2016 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk di bawah Garis Kemiskinan) di Kalimantan

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN JAWA BARAT SEPTEMBER 2014

TINGKAT KEMISKINAN JAWA BARAT SEPTEMBER 2014 BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 05 /01/32/Th. XVII, 2 Januari 2015 TINGKAT KEMISKINAN JAWA BARAT SEPTEMBER 2014 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Jawa Barat pada bulan

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA TAHUN 2011

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA TAHUN 2011 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 28/07/31/Th.XIII, 1 Juli 2011 TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA TAHUN 2011 RINGKASAN Garis Kemisknan (GK) tahun 2011 sebesar Rp 355.480 per kapita per bulan, lebih tinggi dibanding

Lebih terperinci

http://papuabarat.bps.go.id http://papuabarat.bps.go.id TINGKAT PENGHUNIAN KAMAR HOTEL PROVINSI PAPUA BARAT 2015 http://papuabarat.bps.go.id BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA BARAT TINGKAT PENGHUNIAN

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No. 08/01/64/Th.XX, 3 Januari 2017 TINGKAT KEMISKINAN DI KALIMANTAN UTARA SEPTEMBER TAHUN 2016 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk di bawah Garis Kemiskinan) di Kalimantan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman iii iv KATA PENGANTAR ORGANISASI PENULISAN

DAFTAR ISI. Halaman iii iv KATA PENGANTAR ORGANISASI PENULISAN DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ORGANISASI PENULISAN DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN II. PENGELUARAN PER KAPITA PER BULAN M. PENGELUARAN MAKANAN DAN BUKAN MAKANAN 3.I Pengeluaran Untuk Makanan 3.2 Pengeluaran Untuk

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH MARET 2016

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH MARET 2016 No. 49/07/33/Th. X, 18 Juli 2016 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH MARET 2016 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2016 MENCAPAI 4,507JUTA ORANG RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012 BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/01/Th. XVI, 2 Januari 2013 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2012 MENCAPAI 28,59 JUTA ORANG Pada bulan September 2012, jumlah penduduk

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MARET 2014

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MARET 2014 No. 07/07/62/Th. VIII, 1 Juli 2014 PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MARET 2014 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan)

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011 BADAN PUSAT STATISTIK No. 06/01/Th. XV, 2 Januari 2012 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2011 MENCAPAI 29,89 JUTA ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan

Lebih terperinci

Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) - Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (Tahunan), 2015

Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) - Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (Tahunan), 2015 BADAN PUSAT STATISTIK Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) - Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (Tahunan), 2015 ABSTRAKSI Salah satu survei yang diselenggarakan oleh BPS secara rutin setiap tahun adalah

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2013

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2013 No. 07/01/62/Th. VIII, 2 Januari 2014 PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2013 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan)

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI BALI MARET 2015

PROFIL KEMISKINAN DI BALI MARET 2015 PROFIL KEMISKINAN DI BALI MARET 2015 No. 63/09/51/Th. IX, 15 September 2015 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2015 MENCAPAI 196,71 RIBU ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per

Lebih terperinci

Statistik Konsumsi Pangan 2012 KATA PENGANTAR

Statistik Konsumsi Pangan 2012 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan pelayanan data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian menerbitkan Buku Statistik Konsumsi Pangan 2012. Buku ini berisi

Lebih terperinci

HASIL PENCACAHAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013 (SPP2013) PROVINSI PAPUA BARAT

HASIL PENCACAHAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013 (SPP2013) PROVINSI PAPUA BARAT Katalog BPS: 5106009.91 HASIL PENCACAHAN SURVEI PENDAPATAN RUMAH TANGGA USAHA PERTANIAN 2013 (SPP2013) PROVINSI PAPUA BARAT BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI PAPUA BARAT Hasil Pencacahan Survei Pendapatan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No. 04/01/64/Th.XVIII, 2 Januari 2015 TINGKAT KEMISKINAN DI KALIMANTAN TIMUR SEPTEMBER TAHUN 2014 * SEPTEMBER 2014 : 6,31% TURUN 0,11% DARI MARET 2014

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK

BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK No. 05/01/53/Th.XX, 3 Januari 2017 PROFIL KEMISKINAN DI NUSA TENGGARA TIMUR September 2016 JUMLAH PENDUDUK MISKIN September 2016 MENCAPAI 1.150,08 RIBU ORANG (22,01 PERSEN) Jumlah

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2014

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2014 No. 07/01/62/Th. IX, 2 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2014 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan)

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU SEPTEMBER 2015

TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU SEPTEMBER 2015 No. 05/01/17/Th. X, 4 Januari 2016 TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU SEPTEMBER 2015 - JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2015 MENCAPAI 322,83 RIBU ORANG (17,16 PERSEN) - TREN KEMISKINAN SEPTEMBER 2015

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2014

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2014 BPS PROVINSI DKI JAKARTA Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2014 sebesar 412,79 ribu orang (4,09 persen). Dibandingkan dengan Maret 2014 (393,98 ribu orang atau 3,92 persen), jumlah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi merupakan proses kenaikan pendapatan perkapita

I. PENDAHULUAN. Pembangunan ekonomi merupakan proses kenaikan pendapatan perkapita 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan ekonomi merupakan proses kenaikan pendapatan perkapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang. Definisi tersebut menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya

Lebih terperinci

LAPORAN SURVEI VOLUME PENJUALAN ECERAN BERAS SEMESTER I KABUPATEN MANOKWARI 2016 ISBN : No. Katalog : 8204001.91 No. Publikasi : 91100. 16. 06 Ukuran Buku : 21,0 cm x 29,7 cm Jumlah Halaman : vii Romawi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI BADAN PUSAT STATISTIK BPS PROVINSI PAPUA BARAT No. 45/10/91 Th. VIII, 01 Oktober 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA MANOKWARI Pada bulan 2014, Kota Manokwari mengalami deflasi sebesar

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MARET 2016

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MARET 2016 No. 07/07/62/Th. X, 18 Juli 2016 PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MARET 2016 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di

Lebih terperinci

PERANAN PERTANIAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA (MODUL 2)

PERANAN PERTANIAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA (MODUL 2) PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN (PTE101002) PERANAN PERTANIAN DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA (MODUL 2) TATIEK KOERNIAWATI ANDAJANI, SP.MP. Dr.Ir. Rini Dwiastuti, MS (Editor) TM3 MATERI PEMBELAJARAN Sektor

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI BALI SEPTEMBER 2013

PROFIL KEMISKINAN DI BALI SEPTEMBER 2013 No. 05/01/51/Th. VIII, 2 Januari 2014 PROFIL KEMISKINAN DI BALI SEPTEMBER 2013 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2013 MENCAPAI 186,53 RIBU ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2015 RINGKASAN

PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2015 RINGKASAN BPS PROVINSI SULAWESI TENGGARA 07/01/Th. X, 4 Januari 2016 PROFIL KEMISKINAN DI SULAWESI TENGGARA SEPTEMBER 2015 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Sulawesi

Lebih terperinci

BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN TINGKAT KEMISKINAN DI SUMATERA SELATAN (KEADAAN SEPTEMBER TAHUN 2015)

BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN TINGKAT KEMISKINAN DI SUMATERA SELATAN (KEADAAN SEPTEMBER TAHUN 2015) BPS PROVINSI SUMATERA SELATAN No.05/01/16 Th. XVIII, 04 Januari 2016 TINGKAT KEMISKINAN DI SUMATERA SELATAN (KEADAAN SEPTEMBER TAHUN ) RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI SULAWESI BARAT a No. 23/05/76/Th. VIII, 2 Mei 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI APRIL 2014 MAMUJU INFLASI 0,10 PERSEN Berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen 82 kota di Indonesia

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI SEPTEMBER 2015

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI SEPTEMBER 2015 No. 05/01/15/Th X, 4 Januari 2016 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI SEPTEMBER 2015 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2015 MENCAPAI 311,56 RIBU ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No. 65/09/64/Th.XVIII,15 September 2015 TINGKAT KEMISKINAN DI KALIMANTAN TIMUR MARET TAHUN 2015 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk di bawah

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2011

PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2011 No. 07/01/62/Th. VI, 2 Januari 2012 PROFIL KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2011 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan)

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2009

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2009 BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK No. 43/07/Th. XII, 1 Juli 2009 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2009 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2013

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2013 No. 04/01/31/Th. XVI/ 2 Januari 2014 TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2013 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2013 sebesar 375,70 ribu orang (3,72 persen).

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2016

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2016 BPS PROVINSI DKI JAKARTA TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2016 No.04/01/31/Th. XIX, 03 Januari 2017 Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2016 sebesar 385,84 ribu orang

Lebih terperinci

SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI

SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI SISTEM KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI A. Pendahuluan Berdasarkan Undang-undang Pangan Nomor: 18 Tahun 2012, ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2014

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2014 BPS PROVINSI SULAWESI BARAT No. 40/07/76/Th.VIII, 1 Juli 2014 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2014 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2014 SEBANYAK 153,9 RIBU JIWA Persentase penduduk miskin

Lebih terperinci

ANALISIS PENGELUARAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PENDUDUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI RIAU TAHUN 2008 DAN 2009

ANALISIS PENGELUARAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PENDUDUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI RIAU TAHUN 2008 DAN 2009 ANALISIS PENGELUARAN DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN PENDUDUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI RIAU TAHUN 2008 DAN 2009 Taryono dan Hendro Ekwarso Fakultas Ekonomi Universitas Riau ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No.58/07/64/Th.XIX, 18 Juli 2016 TINGKAT KEMISKINAN DI KALIMANTAN TIMUR MARET TAHUN 2016 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk di bawah Garis Kemiskinan) di Kalimantan

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI MARET 2015

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI MARET 2015 No.54 /09/15/Th.IX, 15 September 2015 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI MARET 2015 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2015 MENCAPAI 300,71 RIBU ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 06/01/21/Th X, 2 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU, SEPTEMBER 2014 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Provinsi

Lebih terperinci

KEMISKINAN PROVINSI BENGKULU MARET 2016

KEMISKINAN PROVINSI BENGKULU MARET 2016 No. 40/07/17/X, 18 Juli 2016 KEMISKINAN PROVINSI BENGKULU MARET 2016 - JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2016 MENCAPAI 328,61 RIBU ORANG (17,32 PERSEN) - PERSENTASE KEMISKINAN MARET 2016 TURUN JIKA DIBANDINGKAN

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA MARET 2016

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA MARET 2016 BPS PROVINSI DKI JAKARTA No. 30/07/31/Th XVIII, 18 Juli 2016 TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA MARET 2016 Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan Maret 2016 sebesar 384,30 ribu orang (3,75 persen).

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI NUSA TENGGARA TIMUR SEPTEMBER 2015

PROFIL KEMISKINAN DI NUSA TENGGARA TIMUR SEPTEMBER 2015 B A D A N P U S A T S T A T I S T I K No. 05/01/53/Th.XIX, 4 Jan 2016 PROFIL KEMISKINAN DI NUSA TENGGARA TIMUR SEPTEMBER 2015 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2015 MENCAPAI 1.160,53 RIBU ORANG (22,58 PERSEN)

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU SEPTEMBER 2014

TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU SEPTEMBER 2014 No. 05/01/17/IX, 2 Januari 2015 TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU SEPTEMBER 2014 - JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2014 MENCAPAI 316,50 RIBU ORANG - TREN KEMISKINAN SEPTEMBER 2014 MENURUN DIBANDINGKAN

Lebih terperinci

DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014

DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014 DATA STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2014 BADAN KETAHANAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2015 1 Perkembangan Produksi Komoditas Pangan Penting Tahun 2010 2014 Komoditas Produksi Pertahun Pertumbuhan Pertahun

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2007

TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2007 BADAN PUSAT STATISTIK No. 38/07/Th. X, 2 Juli 2007 TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2007 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebesar

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/10/3327/2015. 5 November 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Oktober 2015 Inflasi 0,14 persen Pada, Kabupaten

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI ACEH No. 32/06/11/TH.XVIII, 1 Juli PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan di Kota Banda Aceh terjadi inflasi sebesar 1,20 persen, Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 1,03 persen,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, karena dalam

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, karena dalam 57 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, karena dalam penelitiannya penulis menggunakan data analisis dan interprestasi dari arti

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008 BADAN PUSAT STATISTIK No. 37/07/Th. XI, 1 Juli 2008 PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2008 sebesar

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 06/01/21/Th.VIII, 2 Januari 2013 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU, SEPTEMBER 2012 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No. 07/01/64/Th.XIX, 4 Januari 2016 TINGKAT KEMISKINAN DI KALIMANTAN UTARA SEPTEMBER TAHUN 2015 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk di bawah Garis Kemiskinan) di Kalimantan

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH SEPTEMBER 2016

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH SEPTEMBER 2016 B P S P R O V I N S I A C E H No.04/01/Th.XX, 3 Januari 2017 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH SEPTEMBER 2016 Jumlah Penduduk Miskin Mencapai 841 Ribu Orang RINGKASAN Pada September 2016, jumlah penduduk

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN BALI, MARET 2009

TINGKAT KEMISKINAN BALI, MARET 2009 No. 29/07/51/Th. III, 1 Juli 2009 TINGKAT KEMISKINAN BALI, MARET 2009 Jumlah penduduk miskin di Bali pada bulan Maret 2009 tercatat sebesar 181,7 ribu orang, mengalami penurunan sebesar 33,99 ribu orang

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU MARET 2015 SEBESAR 17,88 PERSEN.

TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU MARET 2015 SEBESAR 17,88 PERSEN. No. 55/09/17/Th.IX, 15 September 2015 TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU MARET 2015 SEBESAR 17,88 PERSEN. Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Provinsi Bengkulu

Lebih terperinci

Konsumsi Consumption

Konsumsi Consumption Konsumsi Consumption Di negara-negara berkembang, pengeluaran untuk keperluan makanan masih merupakan bagian terbesar dari keseluruhan pengeluaran rumahtangga. Sementara di negara-negara maju, pengeluaran

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2015

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2015 BPS PROVINSI DKI JAKARTA Jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta pada bulan September 2015 sebesar 368,67 ribu orang (3,61 persen). Dibandingkan dengan Maret 2015 (398,92 ribu orang atau 3,93 persen), jumlah

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU

BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU BPS PROVINSI KEPULAUAN RIAU No. 125/07/21/Th. III, 1 Juli 2009 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU MARET 2009 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Provinsi

Lebih terperinci

Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), 2015

Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), 2015 BADAN PUSAT STATISTIK Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), 2015 ABSTRAKSI Data ketenagakerjaan yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui sensus dan survei antara lain: Sensus Penduduk

Lebih terperinci

KEMISKINAN PROVINSI SULAWESI UTARA MARET 2015

KEMISKINAN PROVINSI SULAWESI UTARA MARET 2015 No. 64/09/71/Th. IX, 15 September 2015 KEMISKINAN PROVINSI SULAWESI UTARA MARET 2015 Angka-angka kemiskinan yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik ini merupakan angka yang dihasilkan melalui Survei

Lebih terperinci

Katalog BPS: Katalog BPS:

Katalog BPS: Katalog BPS: Katalog BPS: 2204009 Katalog BPS: 2204009 PROFIL MIGRAN HASIL SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL 2011 2012 ISBN : 978-979-064-620-9 Katalog BPS : 2204009 No. Publikasi : 04140.1301 Ukuran Buku : 17,6 cm

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Katalog BPS :

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Katalog BPS : BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Katalog BPS : 9302008.53 KINERJA PEREKONOMIAN NUSA TENGGARA TIMUR 2013 KINERJA PEREKONOMIAN NUSA TENGGARA TIMUR 2013 Anggota Tim Penyusun : Pengarah :

Lebih terperinci

BPSPROVINSI JAWATIMUR

BPSPROVINSI JAWATIMUR BPSPROVINSI JAWATIMUR No. 06/01/35/Th.XIII, 2 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN DI JAWA TIMUR SEPTEMBER 2014 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada bulan September 2014 dibandingkan turun sebesar

Lebih terperinci

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2014 Triwulan 3 (Modul)

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2014 Triwulan 3 (Modul) Katalog Datamikro - Badan Pusat Statistik Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2014 Triwulan 3 (Modul) Laporan ditulis pada: June 18, 2015 Kunjungi data katalog kami di: http://microdata.bps.go.id

Lebih terperinci

No. 09/15/81/Th. XVII, 15 September 2015 Agustus 2007 PROFIL KEMISKINAN DI MALUKU TAHUN 2015 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk yang pengeluaran per bulannya berada di bawah Garis Kemiskinan) di

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Semarang, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA SEMARANG K e p a l a, BADAN PUSAT STATISTIK KOTA SEMARANG.

KATA PENGANTAR. Semarang, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA SEMARANG K e p a l a, BADAN PUSAT STATISTIK KOTA SEMARANG. KATA PENGANTAR Perubahan data Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator ekonomi makro yang penting untuk memberikan gambaran tentang pola konsumsi masyarakat serta dapat menunjukkan keseimbangan

Lebih terperinci

http://papuabarat.bps.go.id INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (METODE BARU) PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2014 Nomor ISSN : 2089-1660 Nomor Publikasi : 91300.15.16 Katalog BPS : 4102002.91 Ukuran Buku : 16,5 x

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN OKTOBER 2015 INFLASI 0,13 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN OKTOBER 2015 INFLASI 0,13 PERSEN No.38/11/3311/Th.II, 12 November 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN OKTOBER 2015 INFLASI 0,13 PERSEN Bulan Oktober 2015, Kabupaten Sukoharjo mengalami Inflasi sebesar 0,13

Lebih terperinci

DRB menurut penggunaan menggambarkan penggunaan barang. dan jasa yang diproduksi oleh berbagai sektor dalam masyarakat.

DRB menurut penggunaan menggambarkan penggunaan barang. dan jasa yang diproduksi oleh berbagai sektor dalam masyarakat. BAB II METODOLOGI P DRB menurut penggunaan menggambarkan penggunaan barang dan jasa yang diproduksi oleh berbagai sektor dalam masyarakat. Penggunaan PDRB tersebut secara garis besar ada dua macam yaitu

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 9/08/9171 Th. XIX, 1 September 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG AGUSTUS 2016 INFLASI 1,27 PERSEN Pada bulan Agustus 2016 Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 1,27 persen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 5/04/9171 Th. XIX, 2 Mei 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG APRIL 2016 DEFLASI 0,44 PERSEN Pada bulan April 2016 Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,44 persen dengan indeks

Lebih terperinci

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2010 Semester 1 (Panel)

Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2010 Semester 1 (Panel) Katalog Datamikro - Badan Pusat Statistik Indonesia - Survei Sosial Ekonomi Nasional 2010 Semester 1 (Panel) Laporan ditulis pada: December 18, 2014 Kunjungi data katalog kami di: http://microdata.bps.go.id

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suatu barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan dasarnya. Seseorang yang melakukan

BAB I PENDAHULUAN. suatu barang dan jasa demi memenuhi kebutuhan dasarnya. Seseorang yang melakukan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam upaya memenuhi kebutuhannya, seseorang akan melakukan sesuatu kegiatan yang disebut konsumsi. Konsumsi merupakan suatu kegiatan menikmati nilai daya guna dari

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH SEPTEMBER 2014

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH SEPTEMBER 2014 B P S P R O V I N S I A C E H No. 4/01/Th.XVIII, 2 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH SEPTEMBER 2014 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2014 MENCAPAI 837 RIBU ORANG RINGKASAN Pada September

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/05/3327/2015. 5 Mei 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan April 2015 Inflasi 0,17 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014

INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014 12 IndikatorKesejahteraanRakyat,2013 INDIKATOR KESEJAHTERAAN RAKYAT NUSA TENGGARA TIMUR 2014 No. ISSN : 0854-9494 No. Publikasi : 53522.1002 No. Katalog : 4102004 Ukuran Buku Jumlah Halaman N a s k a

Lebih terperinci

BPS KABUPATEN KENDAL

BPS KABUPATEN KENDAL BPS KABUPATEN KENDAL PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN KENDAL BULAN APRIL 2015 INFLASI 0,19 PERSEN Bulan April 2015 di Kabupaten Kendal terjadi inflasi 0,19 persen dengan Indeks Harga

Lebih terperinci

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2012

TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2012 No. 04/01/31/Th. XV/ 2 Januari 2013 TINGKAT KEMISKINAN DI DKI JAKARTA SEPTEMBER 2012 RINGKASAN Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di DKI Jakarta pada bulan September

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI ACEH No. 40/09/TH.XIX, 1 September PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI Pada bulan di Kota Banda Aceh terjadi deflasi sebesar 0,35 persen, Kota Lhokseumawe inflasi sebesar 0,49 persen,

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI JAWA TENGAH SEPTEMBER 2015

PROFIL KEMISKINAN DI JAWA TENGAH SEPTEMBER 2015 PROFIL KEMISKINAN DI JAWA TENGAH SEPTEMBER 2015 No. 05/01/33/Th. X, 4 Januari 2016 PERSENTASE PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2015 MENCAPAI 13,32 PERSEN Pada bulan ember 2015, jumlah penduduk miskin (penduduk

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. untuk memperoleh dan menganalisis data yang berhubungan dengan

III. METODOLOGI PENELITIAN. untuk memperoleh dan menganalisis data yang berhubungan dengan 28 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Konsep Dasar Konsep dasar merupakan pengertian mengenai variabel yang akan diteliti untuk memperoleh dan menganalisis data yang berhubungan dengan penelitian. adalah orang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 6/05/9171 Th. XIX, 1 Juni PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG MEI DEFLASI 0,92 PERSEN Pada bulan Mei Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,92 persen dengan indeks harga konsumen

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN MEI 2016 INFLASI 0,16 PERSEN

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN MEI 2016 INFLASI 0,16 PERSEN PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI SUKOHARJO BULAN MEI 2016 INFLASI 0,16 PERSEN No.07/06/3311/Th.III, 15 Juni 2016 Bulan Mei 2016, Kabupaten Sukoharjo mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG No. 4/03/9171 Th. XIX, 1 April 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG MARET 2016 DEFLASI 0,14 PERSEN Pada bulan Maret 2016 Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,14 persen dengan

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI BALI SEPTEMBER 2014

PROFIL KEMISKINAN DI BALI SEPTEMBER 2014 No. 06/01/51/Th. IX, 2 Januari 2015 PROFIL KEMISKINAN DI BALI SEPTEMBER 2014 JUMLAH PENDUDUK MISKIN SEPTEMBER 2014 MENCAPAI 195,95 RIBU ORANG Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK BADAN PUSAT STATISTIK KOTA DEPOK Juli Bulan Juni di Kota Depok terjadi inflasi sebesar 0.36 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 118.75 persen. Dari 7 (tujuh) kelompok tercatat lima kelompok

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI BANTEN MARET 2015

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI BANTEN MARET 2015 No. 44/09/36/Th. IX, 15 September 2015 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI BANTEN MARET 2015 JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2015 MENCAPAI 702,40 RIBU ORANG Pada bulan 2015, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 54/09/61/Th.XVIII, 15 September 2015 TINGKAT KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT MARET 2015 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.02/07/3327/2015. 5 Juli 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juni 2015 Inflasi 0,62 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT MARET 2015

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT MARET 2015 No. 53/09/91/Th.IX, 17 September 2015 PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA BARAT MARET 2015 Jumlah penduduk miskin (Penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan) di Papua Barat kondisi September 2014

Lebih terperinci

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT No. 05/01/61/Th. XVIII, 2 Januari 2015 TINGKAT KEMISKINAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT JANUARI 2015 Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di

Lebih terperinci