SEBUAH MODEL BERBASIS PENGETAHUAN UNTUK PENGENDALIAN FORMASI SISTEM ROBOT MAJEMUK

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SEBUAH MODEL BERBASIS PENGETAHUAN UNTUK PENGENDALIAN FORMASI SISTEM ROBOT MAJEMUK"

Transkripsi

1 ISSN: Terakreditasi DIKTI, SK No: 5/DIKTI/Kep/2 8 SEBUAH MODEL BERBASIS PENGETAHUAN UNTUK PENGENDALIAN FORMASI SISTEM ROBOT MAJEMUK Andi Adriansah Program Studi Teknik Eektro, Fakutas Teknoogi Industri, Universitas Mercu Buana J. Raa Merua Seatan, Kembangan, Jakarta 65, Tp/Fa : e-mai: Abstract Stud of muti-robot sstem has been popuar in recent ears. This sstem is abe to reduce processing time of some processes, the cost and compeit of the sstem. However, muti-robot sstem aso has some probems. One of the probems faced b these sstems is how to contro robots in a certain formation when carring out its functions. Severa methods have been offered to resove the eisting probems. This stud tries to offer a method to sove the probem, b modeing the muti-robot sstems and impement a contro sstem in order to maintain a specific formation. The stud attempted to use a controer based on knowedge base sstem. Mode is deveoped using MATLAB software and simuated to determine the performance. Severa eperiments are conducted to determine the movement of the robot and its abiit to maintain a specific formation. From the eperiments it can be said that the modeing of mutipe-robot sstem has been reiabe. In addition, formation contro actions have aso been running we, athough there shoud be further deveopment. Kewords: formation contro, knowedge based, modeing sstem, muti-robot sstem Abstrak Kajian sistem robot-majemuk teah popuar daam beberapa tahun beakangan ini. Sistem ini mampu untuk mereduksi waktu pengerjaan beberapa proses, biaa dan kompeksitas sistem. Namun, sistem robot-majemuk juga memiiki beberapa masaah. Saah satu masaah ang dihadapi oeh sistem ini adaah bagaimana mengendaikan robot-robot tersebut daam suatu formasi tertentu ketika menjaankan fungsina. Beberapa metode teah ditawarkan untuk meneesaikan probem ang ada. Peneitian ini mencoba menawarkan metoda menawarkan metoda untuk memecahkan masaah tersebut, dengan cara memodekan sistem robot-majemuk dan menerapkan suatu sistem pengendaian agar dapat mempertahankan formasi tertentu. Pada peneitian ini diupaakan untuk menggunakan sistem pengendaian berdasarkan basis pengetahuan (knowedge base). Pemodean diakukan dengan menggunakan perangkat unak MATLAB dan disimuasikan untuk mengetahui performa ang dihasikan. Beberapa percobaan diakukan untuk mengetahui pergerakan robot dan kemampuanna menjaga formasi tertentu. Dari percobaan ang diakukan dapat dikatakan bahwa pemodean sistem robot-majemuk teah dapat diandakan. Seain itu, aksi pengendaian formasi juga teah berjaan dengan baik, waaupun harus ada pengembangan ebih anjut. Kata kunci: basis pengetahuan, pemodean sistem, pengendai formasi, sistem robot-majemuk. PENDAHULUAN Teknoogi dan apikasi robot terus berkembang secara cepat, baik dari sisi kehandaan, jangkauan kemampuan dan bidang apikasina. Di daam teknoogi robot, tergabung beberapa tema-tema peneitian ang juga berkembang, seperti teknoogi sensor, teknoogi motor, teknoogi supai daa, teknoogi teekomunikasi, teknoogi pengendaian dan teknoogi kecerdasan buatan. Perkembangan masing-masing teknoogi tersebut saing menempurnakan untuk mendukung kemajuan teknoogi robot. Oeh karena itu, peneidikan di bidang teknoogi robot menjadi topik ang memiiki daa tarik ang cukup kuat bagi para peneiti []. Pada dekade ini, teah terjadi pergeseran ang signifikan pada bidang fokus peneidikan tentang robot. Para peneiti muai mengarahkan arah peneitianna, dari Sebuah Mode Berbasis Pengetahuan untuk Pengendaian Formasi... (Andi Adriansah)

2 82 ISSN: investigasi sistem robot tungga kepada koordinasi sistem robot majemuk. Sistem robot majemuk adaah suatu sistem dari suatu entitas robot ang bekerja bersama untuk meneesaikan tugas tertentu. Sebagai sebuah topik peneitian, kajian sistem robot majemuk teah meningkat popuaritasna seama tahun-tahun beakangan ini. Menurut data dari Web of Science, seama tahun 26 saja terdapat hampir pubikasi. Beberapa bidang ang termasuk daam kajian sistem robot majemuk, antara ain adaah: distributed inteigence, distributed artificia inteigence, muti-agent sistem dan muti-robot sstem [2]. Perancangan sistem pengendaian robot majemuk ini menggunakan beberapa paradigma ang teah dirumuskan oeh peneiti-peneiti sebeumna [3]-[7]. Setiap paradigma ang ada merupakan sudut pandang ang berbeda sebagai sebuah sousi strategis dari sistem ang akan dirancang. Paradigma ang biasa digunakan untuk membangun sebuah sistem robot majemuk, adaah: bioinspired paradigm, organizationa and socia paradigm, dan knowedge base paradigm. Terdapat beberapa keuntungan potensia dari pengapikasian sistem robot majemuk. Secara umum, pengapikasian sistem robot majemuk dibanding sistem robot tungga adaah menghasikan sistem ang ebih baik daam rangka meneesaikan permasaahan sistem. Jika sebuah sistem diseesaikan dengan cara membagina daam beberapa subsistem secara parae, maka penggunaan sistem robot majemuk akan menghasikan sistem ang dapat mengurangi waktu peneesaian secara keseuruhan. Seain itu, sistem robot majemuk menawarkan kemungkinan untuk meningkatkan keandaan sistem. Sistem robot majemuk dapat menggantikan peran robot ang mengaami kegagaan fungsi. Ha ini tidak dimungkinkan pada sistem robot tungga. Keuntungan ainna, untuk meneesaikan sistem ang ada menggunakan sistem robot tungga membutuhkan pembiaaan ang besar dan sistem ang kompeks. Dengan sistem robot majemuk, sistem ang ada dapat dikerjakan secara bersama dengan menggunakan robot ang murah dan sederhana [3], [5]. Akan tetapi, perancangan sistem robot majemuk memiiki beberapa permasaahan. Penentuan untuk memenej robot keseuruhan adaah sesuatu ha ang tidak mudah dan sederhana. Seain itu, sistem robot majemuk memerukan komunikasi ang anda untuk mengkoordinasikan seuruh robot. Penambahan jumah robot akan makin meningkatkan kompeksitas komunikasi ang ada. Terakhir, sebagaimana robot tungga, sistem robot majemuk juga membutuhkan kemampuan untuk mempresepsikan keadaan dan situasi ang ang dihadapi [2], [7]. Oeh karena itu, peneitian ini berupaa untuk merancang sistem robot majemuk demi mengatasi masaah-masaah ang disebutkan di atas. Perancangan sistem pengendaian diupaakan sesederhana mungkin dibandingkan dengan pengendaian ain ang teah ada agar memudahkan proses perhitungan ang diakukan oeh setiap robot. Perancangan ini difokuskan kepada kemampuan robot untuk bermanuver, berkomunikasi dan berinteraksi antar robot. Pada peneitian ini, teah diakukan beberapa tahap pemodean sehingga tercipta sistem robot-majemuk. Pertama adaah tahap perancangan sistem robot tungga, ang meiputi sistem peokasian dan sistem pergerakanna. Kemudian, dirancang mode sistem formasi sebuah robot-majemuk. Seteah itu, dirancang pengendai agar masingmasing robot dapat menjaga formasi ang teah ditentukan seama pergerakan robot secara keseuruhan. Beberapa simuasi dan eksperimen diakukan untuk menguji efektifitas manuver dan pergerakan seuruh robot. 2. METODE PENELITIAN 2.. Perancangan Robot Tungga Masing-masing robot akan dirancangbangun daam bentuk ingkaran siindris. Robotrobot ini akan digerakkan menggunakan dua buah motor DC untuk dapat meakukan gerakan tertentu. Robot diaokasikan pada sebuah ruang berkoordinat kartesisus XOY, sebagaimana terihat pada Gambar. Prinsip pergerakan robot ang dimodekan menggunakan metoda differentia drive mode. Sistem ini berasaskan 2 (dua) buah motor ang ditempatkan pada aksis bersama dan dikendaikan secara terpisah. Perbedaan kecepatan pada kedua motor tersebut akan menghasikan resutan gaa dan resutan rotasi tertentu ang membuat robot bergerak secara transasi dan rotasi. Pergerakan ini akan mengakibatkan robot akan memiiki kecepatan transasi, v, dan kecepatan rotasi, ω, ang beragam. Kemudian, pendistribusian kecepatan ke masing-masing sumbu XY untuk setiap pasangan kecepatan adaah sesuai persamaan (). TELKOMNIKA Vo. 8, No. 2, Agustus 2 : 8 86

3 TELKOMNIKA ISSN: v v = v cosθ = vsinθ () Y 2r D C O c Gambar. Mode dan Aokasi Robot X Gambar 2. Sistem Pergerakan Robot Tungga Dengan menganggap bahwa posisi robot adaah p c = ( c, c, θ c ), maka posisi robot berikutna akan mengikuti persamaan (2). Proses pergerakan robot tungga diiustrasikan pada Gambar 2. c+ c+ = = + v + v θ = θ + ω c+ c c c (2) 2.2. Perancangan Robot majemuk Seteah didapatkan mode pergerakan robot secara individua, peneitian dianjutkan dengan mengembangkan mode untuk formasi robot dan posisina. Sistem pemformasian ang digunakan adaah sistem eader foower, dimana sebuah robot akan menjadi eader dan beberapa robot ainna akan berperan sebagai foower. Robot foower akan menempati posisi tertentu reatif terhadap robot eader. Gambar 3. Robot-Majemuk daam Formasi V Gambar 4. Mode Formasi Robot-Majemuk Sebuah Mode Berbasis Pengetahuan untuk Pengendaian Formasi... (Andi Adriansah)

4 84 ISSN: Beberapa formasi ang sederhana dicoba terebih dahuu demi mengetahui tingkat kesuitan untuk mempertahakan robot pada posisina masing-masing. Formasi ang teah dikaji pada peneitian ini adaah Formasi V, sebagaimana dapat diihat pada Gambar 3. Secara grafis, formasi V tersebut akan dapat terbentuk, jika antara robot foower berada pada jarak sejauh r dan sudut α dari robot eader, sebagaimana terihat pada Gambar 4. Untuk formasi V, robot foower akan memiiki posisi sesuai persamaan (3), dimana (,, θ ) adaah posisi robot eader dan ( f, f, θ f ) posisi robot foower. f f = + r *cos( α + θ ) = + r *sin( α + θ ) (3) 2.3. Perancangan Pengendai Formasi Kemudian, berdasarkan pergerakan robot, baik robot eader maupun robot foower, akan terjadi perbedaan antara posisi robot foower ang seharusna dengan robot foower ang sebenarna. Perbedaan ang terjadi meiputi perbedaan jarak, dl, dan perbedaan sudut, dθ, sebagaimana diiustrasikan pada Gambar 5. Akhirna, berdasarkan harga-harga perbedaan tersebut, dl, dan dθ, dirancangah aturan pengendaian agar formasi robot-majemuk dapat dipertahankan sebaik mungkin. Sebagaimana dijeaskan pada bagian awa tuisan ini, aturan pengendaian ang dirancang adaah aturan pengendaian berasaskan basis pengetahuan (knowedge base). Basis pengetahuhan adaah suatu sistem peneesaian masaah ang berbasiskan kumpuan pengetahuan (knowedge) spesifik meaui beberapa kaidah-kaidah dan aturan-aturan tertentu. Informasi kumpuan pengetahuan dan kaidah-kaidah tersebut dikodekan daam bahasa pemrograman tertentu untuk dapat diproses secara digita. Saah satu apikasi basis pengetahuan adaah digunakanna sebagai pengendai, dimana masukanna adaah data-data pengendaian dan keuaranna adaah aksi pengendaian. Pada sistem ini, masukan pengendaian basis pengtahuan adaah harga-harga dl, dan dθ, sedangkan keuaranna adaah harga-harga kecepatan masing-masing robot foower, aitu kecepatan inier, v f, dan kecepatan anguer, w f. Kaidah pengendaian dirancang menggunakan sekumpuan IF THEN-ELSE dengan kombinasi harga-harga masukan tertentu sehingga didapat keuaran ang optima Gambar 5. Perbedaan Posisi Robot Foower Gambar 6. Pergerakan Robot-Majemuk: Robot Leader berkecepatan tetap dengan w = TELKOMNIKA Vo. 8, No. 2, Agustus 2 : 8 86

5 TELKOMNIKA ISSN: HASIL DAN PEMBAHASAN Beberapa percobaan teah diakukan untuk menguji performa sistem robot-majemuk dengan formasi V. Percobaan diakukan dengan mensimuasikan hasi perancangan menggunakan perangkat unak MATLAB Versi 7.6 R28a. Percobaan pertama adaah memperihatkan sistem robot majemuk bergerak ke arah tertentu dengan kecepatan iner, v, tetap dan kecepatan anguer, w, robot eader sama dengan no. Pada sisi ain, robot foower ditempatkan pada tempat ang sama dengan formasi ang teah ditentukan. Pergerakan robot diperihatkan pada Gambar 6. Dari Gambar 6 dapat diihat bahwa kedua robot foower berhasi menempatkan posisina tepat pada okasi ang ditentukan, tanpa ada pergeseran sedikitpun. Percobaan berikutna adaah dengan cara memberikan perubahan kecepatan anguer pada robot eader dimana w tidak sama dengan no deta sudut (deg) Gambar 7. Pergerakan Robot-Majemuk: Robot Leader berkecepatan tetap dengan w tidak sama dengan no deta jarak waktu (detik) Gambar 8. Performa Pergerakan Robot-Majemuk: Robot Leader berkecepatan tetap dengan w tidak sama dengan no Gambar 9. Pergerakan Robot-Majemuk: Robot Leader berkecepatan berubah pada waktu tertentu deta sudut (deg) deta jarak waktu (detik) Gambar. Performa Pergerakan Robot- Majemuk: Robot Leader berkecepatan berubah pada waktu tertentu Sebuah Mode Berbasis Pengetahuan untuk Pengendaian Formasi... (Andi Adriansah)

6 86 ISSN: Hasi pergerakan robot dan performana diperihatkan pada Gambar 7 dan Gambar 8. Pada Gambar 7 tampak bahwa sistem mampu mempertahankan formasi, waaupun terjadi perubahan kecepatan anguer pada robot eader. Namun, ketika diihat performana pada Gambar 8, tampak bahwa terjadi pergeseran posisi. Perubahan arah sudut terjadi waaupun sangat keci sekai, terutama pada bagian awa. Demikian juga terjadi perubahan jarak terhadap posisi formasi, terutama seteah robot berjaan cukup ama. Perubahan jarak ini mencapai.6 meter. Percobaan ketiga mencoba menganaisa sistem robot majemuk bergerak ke arah tertentu dengan kecepatan iner, v, tetap dan kecepatan anguer, w, robot eader berubah signifikan pada suatu waktu tertentu. Hasi pergerakan robot dan performana diperihatkan pada Gambar 9 dan Gambar. Dari Gambar 9 tampak bahwa terjadi pergeseran posisi pada robot foower secara signifikan, terutama seteah terjadi perubahan kecepatan anguer pada robot eader. Ha ini ebih tampak jeas pada Gambar, dimana terjadi perubahan arah pergerakan pada detik ke ima, waaupun seteah itu robot mampu mengembaikan kembai arahna. Namun, jarak robot dari formasi cukup jauh, terutama seteah terjadi perubahan kecepatan pada robot eader. Waaupun robot foower berupaa menesuaikan kembai ke posisina, tetap terjadi pergeseran antara. hingga.25 meter. Keadaan ini menunjukkan bahwa perancangan pengendai beum bekerja dengan optima. Diperukan peningkatan aksi pengendaikan ebih anjut untuk memperbaiki keadaanna. 5. SIMPULAN Perancangan sistem pengendaian formasi sistem robot majemuk teah diakukan. Beberapa percobaan terhadap hasi perancangan teah diujikan. Mode robot tungga, robot majemuk dan aksi pengendaian teah dihasikan. Dari simuasi ang diakukan, tampak bahwa pemodean terhadap pergerakan robot, baik robot tungga maupun robot majemuk bekerja secara baik. Aksi pengendaian berasaskan basis pengetahuan, secara umum, teah berfungsi untuk menjaga formasi robot majemuk dengan formasi V. Namun, diketahui bahwa performa aksi pengendaian untuk pergerakan ang ebih kompeks, beum bekerja secara optima. Terjadi pergeseran, baik pergeseran sudut maupun pergeseran jarak antara robot dengan posisi formasina. Masih diperukan perancangan aksi pengendaian ang ebih baik untuk memperbaiki performana. DAFTAR PUSTAKA []. Nehmzow U. Mobie Robotics: Research, Appications and Chaenges. Proceeding of Future Trends in Robotics. Institution of Mechanica Engineer. London. UK. 2: -4. [2]. Parker LE. Distributed Inteigence: Overview of the Fied and its Appication in Muti-Robot Sstems. AAAI Fa Smposium. Caifornia. 27: -6. [3]. Wawera J, Sukhatme GS, Mataric MJ. Coective Construction with Mutipe Robots. Proceeding of the Internationa Conference on Inteigence Robots and Sstems. Switzerand : [4]. Gerke BP and Mataric MJ. A Forma Anasis and Taonom of Task Aocation in Mutirobot Sstems. Internationa Journa of Robotics Research (9): [5]. Vig L and Adams JA. Muti-robot coaition formation. IEEE Transactions on Robotics (4): [6]. Zhang T, Hasanuzzaman Md, Ampornaramveth V, Ueno H. Construction of heterogeneous muti-robot sstem based on knowedge mode. IEEE Internationa Conference on Robotics and Biomimetics (ROBIO) 25: [7]. Meiping S, Guochang G, Rubo Z. Behavior contro of muti-robot using the prior-knowedge based reinforcement earning. Fifth Word Congress on Inteigent Contro and Automation 24. 6: TELKOMNIKA Vo. 8, No. 2, Agustus 2 : 8 86

MANAJEMEN KINERJA. Pokok Bahasan: Proses Manajemen Kinerja

MANAJEMEN KINERJA. Pokok Bahasan: Proses Manajemen Kinerja MANAJEMEN KINERJA Pokok Bahasan: Proses Manajemen Kinerja Manajemen kinerja sebagai proses manajemen Preses manajemen kinerja menurut Wibowo (2007:19) mencakup suatu proses peaksanaan kinerja dan bagaimana

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 71 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pembuatan Basis Data Langkah pertama daam membangun apikasi adaah meakukan instaasi apikasi server yaitu menggunakan SQLite manager yang di insta pada browser Mozia Firefox.

Lebih terperinci

PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG

PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG No. Vo. Thn. XIV Apri 00 ISSN: 84-84 PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG Hendra Gunawan ),Titi Kurniati ),Dedi Arnadi ) )Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipi Universitas Andaas )Mahasiswa

Lebih terperinci

Water Hammer Press Untuk Pengurangan Kadar Air Komoditas Onggok

Water Hammer Press Untuk Pengurangan Kadar Air Komoditas Onggok Water Hammer Press Untuk Pengurangan Kadar Air Komoditas Onggok A. Yudi Eka Risano 1, Indra Mamad Gandidi 2 1,2 Teknik Mesin Konversi Energi, Fakutas Teknik Universitas Lampung J. Prof. Soemantri Brojonegoro

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN BENT MONOCHROMATOR UNTUK PENINGKATAN INTENSITAS NEUTRON PADA SAMPEL HRPD

RANCANG BANGUN BENT MONOCHROMATOR UNTUK PENINGKATAN INTENSITAS NEUTRON PADA SAMPEL HRPD RANCANG BANGUN BENT MONOCHROMATOR UNTUK PENINGKATAN INTENSITAS NEUTRON PADA SAMPEL HRPD Herry Mugirahardjo, Trihardi Priyanto, M. Rifai Musih, A. Ramadhani mugirahardjo@gmai.com Pustek Bahan Industri Nukir

Lebih terperinci

Nomor : 361/UN.3.1.4/PPd/ Maret 2015 Lampiran : 1 (satu) eksemplar : Penyebaran Informasi Beasiswa S2 STAR

Nomor : 361/UN.3.1.4/PPd/ Maret 2015 Lampiran : 1 (satu) eksemplar : Penyebaran Informasi Beasiswa S2 STAR UNIVERSITAS AIRLANGGA Kampus B Jaan Airangga 4 Surabaya 60286 Tep. 01-50642, 506584 Fax. 01-5026288 Website: http://www.fe.unair.ac.id E-mai: fe@unair.ac.id, info@fe.unair.ac.id Nomor : 61/UN..1.4/PPd/2015

Lebih terperinci

PENGATURAN FUNGSI PENYERAPAN DARI MODEL DIFUSI KADAR AIR PENYIMPANAN PADI DENGAN METODE BEDA HINGGA SKEMA IMPLISIT

PENGATURAN FUNGSI PENYERAPAN DARI MODEL DIFUSI KADAR AIR PENYIMPANAN PADI DENGAN METODE BEDA HINGGA SKEMA IMPLISIT JIMT Vo. 12 No. 1 Juni 2015 (Ha. 92 103) Jurna Imiah Matematika dan Terapan ISSN : 2450 766X PENGATURAN FUNGSI PENYERAPAN DARI MODEL DIFUSI KADAR AIR PENYIMPANAN PADI DENGAN METODE BEDA HINGGA SKEMA IMPLISIT

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. utamanya adalah menentukan struktur yang mendasari keterkaitan (korelasi)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. utamanya adalah menentukan struktur yang mendasari keterkaitan (korelasi) BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Anaisis aktor Menurut Hair, et a. (995) anaisis faktor adaah sebuah nama umum yang diberikan kepada sebuah keas dari metode statistika mutivariat yang tujuan utamanya adaah menentukan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI TINGKAT PERUSAHAAN

MENINGKATKAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI TINGKAT PERUSAHAAN MENINGKATKAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DI TINGKAT PERUSAHAAN BUKU PEGANGAN BAGI PELATIH 1 Hak Cipta Kantor Perburuhan Internasiona 2002 Pertama terbit tahun 2002 Pubikasi Kantor Perburuhan Internasiona diindungi

Lebih terperinci

APLIKASI METODE CROSS ENTROPY UNTUK SUPPORT VECTOR MACHINES

APLIKASI METODE CROSS ENTROPY UNTUK SUPPORT VECTOR MACHINES APLIKASI METODE CROSS ENTROPY UNTUK SUPPORT VECTOR MACHINES Tiananda Widyarini, Budi Santosa Jurusan Teknik Industri Institut Teknoogi Sepuuh Nopember (ITS) Surabaya Kampus ITS Sukoio Surabaya 60111 Emai:

Lebih terperinci

Abstrak. Kata-kata kunci: pemodelan transportasi, matriks asal-tujuan, metode estimasi, distribusi perjalanan, pemilihan rute

Abstrak. Kata-kata kunci: pemodelan transportasi, matriks asal-tujuan, metode estimasi, distribusi perjalanan, pemilihan rute PEGARUH JEIS MEODE ESIMASI DALAM ESIMASI MARIKS ASAL UJUA (MA) MEGGUAKA DAA ARUS LALULIAS PADA KODISI PEMILIHA RUE KESEIMBAGA (EQUILIBRIUM ASSIGME) Rusmadi Suyuti Mahasiswa Program S3 Pascasarjana eknik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 42 BAB III METODE PENELITIAN 3. Teknik Peneitian Peneitian dengan metode perbandingan eksperimenta berisikan kegiatan yang direncanakan dan diaksanakan oeh peneiti, maka dapat diperoeh bukti-bukti yang

Lebih terperinci

METODOLOGI PERAMALAN LALU LINTAS PERKOTAAN UNTUK NEGARA BERKEMBANG. Ofyar Z. Tamin

METODOLOGI PERAMALAN LALU LINTAS PERKOTAAN UNTUK NEGARA BERKEMBANG. Ofyar Z. Tamin METODOLOGI PERAMALAN LALU LINTAS PERKOTAAN UNTUK NEGARA BERKEMBANG Ofyar Z. Tamin Seminar Potensi Pemanfaatan Kemampuan Komputer Untuk Rancang Bangun Jaan dan Jembatan di Indonesia, PT PERENTJANA DJAJA,

Lebih terperinci

Sistem Pengenalan Plat Nomor Mobil Dengan Metode Principal Components Analysis

Sistem Pengenalan Plat Nomor Mobil Dengan Metode Principal Components Analysis Sistem Pengenaan Pat Nomor Mobi Dengan Metode Principa Components Anaysis [Resmana Lim, et a.] Sistem Pengenaan Pat Nomor Mobi Dengan Metode Principa Components Anaysis Resmana Lim, Lukman Vendy W. 2,

Lebih terperinci

SIMULASI SMITH CHART UNTUK PENYESUAI IMPEDANS TIPE TRAFO 1/4 λ dan TIPE SINGLE STUB

SIMULASI SMITH CHART UNTUK PENYESUAI IMPEDANS TIPE TRAFO 1/4 λ dan TIPE SINGLE STUB SIMUASI SMITH CHART UNTUK PENYESUAI IMPEDANS TIPE TRAF 1/4 λ dan TIPE SINGE STUB Dewi Panca Wati [1], Imam Santoso [2], Ajub Ajuian Zahra [2] Jurusan Teknik Eektro, Fakutas Teknik, Universitas Diponegoro

Lebih terperinci

OPTIMISASI MULTIOBJEKTIF UNTUK PEMBENTUKAN PORTOFOLIO. Abdul Hoyyi 1, Dwi Ispriyanti 1. Abstract

OPTIMISASI MULTIOBJEKTIF UNTUK PEMBENTUKAN PORTOFOLIO. Abdul Hoyyi 1, Dwi Ispriyanti 1. Abstract Optimisasi (Abdu H) OPTIMISASI MULTIOBJEKTIF UNTUK PEMBENTUKAN PORTOFOLIO Abdu Hoyyi 1, Dwi Ispriyanti 1 1 Staf Pengajar Jurusan Statistika FSM UNDIP Abstract Investing in asset such as stock; besides

Lebih terperinci

Manajemen Kinerja, Manajemen, 2 sks. Umpan Balik

Manajemen Kinerja, Manajemen, 2 sks. Umpan Balik Manajemen Kinerja, Manajemen, 2 sks Umpan Baik POKOK BAHASAN Umpan Baik Pengertian dan penerapan Umpan Baik 360 derajat Kriteria dan keberhasian Umpan Baik 360 derajat Keebihan dan keemahan Umpan Baik

Lebih terperinci

KOMPRESI CITRA MEDIS MENGGUNAKAN DISCRETE WAVELET TRANSFORM (DWT) DAN EMBEDDED ZEROTREE WEVELET(EZW) Jl. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang Semarang

KOMPRESI CITRA MEDIS MENGGUNAKAN DISCRETE WAVELET TRANSFORM (DWT) DAN EMBEDDED ZEROTREE WEVELET(EZW) Jl. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang Semarang KOMPRESI CITRA MEDIS MENGGUNAKAN DISCRETE WAVELET TRANSFORM (DWT) DAN EMBEDDED ZEROTREE WEVELET(EZW) Khairi Anwar 1, Aris Sugiharto dan Priyo Sidik Sasongko 3 1,, 3 Jurusan Matematika FMIPA UNDIP J Prof

Lebih terperinci

PEMANFAATAN FLUKS MAGNETIK SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SOLENOIDA

PEMANFAATAN FLUKS MAGNETIK SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SOLENOIDA PEMANFAATAN FLUKS MAGNETIK SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN SOLENOIDA UTILIZATION OF MAGNETIK FLUX AS A SOURCE OF POWER PLANT BY USING SOLENOID Muhammad Furqon Setiadi 1, Mas

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MODEL GRAVITY (GR) DALAM ESTIMASI MATRIKS ASAL-TUJUAN (MAT) MENGGUNAKAN DATA ARUS LALULINTAS

PENGGUNAAN MODEL GRAVITY (GR) DALAM ESTIMASI MATRIKS ASAL-TUJUAN (MAT) MENGGUNAKAN DATA ARUS LALULINTAS PENGGUNAAN MODEL GRAVITY (GR) DALAM ESTIMASI MATRIKS ASAL-TUJUAN (MAT) MENGGUNAKAN DATA ARUS LALULINTAS Rusmadi Suyuti Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipi Universitas Muhammadiyah Jakarta Jn. Cempaka Putih

Lebih terperinci

Analisis beban pendingin cold storage PT. Sari Tuna Makmur Aertembaga Bitung, Sulawesi Utara

Analisis beban pendingin cold storage PT. Sari Tuna Makmur Aertembaga Bitung, Sulawesi Utara Jurna Imu dan Teknoogi Perikanan Tangkap 2(2): 9-93, Desember 2015 ISSN 2337-4306 Anaisis beban pendingin cod storage PT. Sari Tuna Makmur Aertembaga Bitung, Suawesi Utara Cooing oad anaysis of cod storage

Lebih terperinci

Pengukuran Indeks Bias Minyak Kelapa Sawit dengan Menggunakan Metode Difraksi Fraunhofer Celah Tunggal

Pengukuran Indeks Bias Minyak Kelapa Sawit dengan Menggunakan Metode Difraksi Fraunhofer Celah Tunggal Jurna ILMU DASAR, Vo. 15 No. 2, Jui 2014 : 97-101 97 Pengukuran Indeks Bias Minyak Keapa Sawit dengan Menggunakan Metode Difraksi Fraunhofer Ceah Tungga Pam Cooking Oi Refraction Index Measurement Using

Lebih terperinci

Analisis 9 Saham Sektor Industri di Indonesia Menggunakan Metode SVR

Analisis 9 Saham Sektor Industri di Indonesia Menggunakan Metode SVR Anaisis 9 Saham Sektor Industri di Indonesia Menggunakan Metode SVR Nur Adhi Nugroho1,a, Acep Purqon1,b 1 Laboratorium Fisika Bumi, Keompok Keahian Fisika Bumi dan Sistem Kompeks, Fakutas Matematika dan

Lebih terperinci

PREMI DANA PENSIUN DENGAN METODE ENTRY AGE NORMAL PADA STATUS GABUNGAN BERDASARKAN DISTRIBUSI EKSPONENSIAL

PREMI DANA PENSIUN DENGAN METODE ENTRY AGE NORMAL PADA STATUS GABUNGAN BERDASARKAN DISTRIBUSI EKSPONENSIAL PREMI DANA PENSIUN DENGAN METODE ENTRY AGE NORMAL PADA STATUS GABUNGAN BERDASARKAN DISTRIBUSI EKSPONENSIAL Adhe Afriani 1*, Hasriati 2, Musraini 2 1 Mahasiswa Program S1 Matematika 2 Dosen Jurusan Matematika

Lebih terperinci

Perancangan Job-Person Matching di Bagian Sediaan Non-Betalaktam Departemen Instalasi Produksi Lafiad

Perancangan Job-Person Matching di Bagian Sediaan Non-Betalaktam Departemen Instalasi Produksi Lafiad Jurna Teematika, vo. 9 no. 2, Institut Teknoogi Harapan Bangsa, Bandung ISSN: 1858-2516 Perancangan Job-Person Matching di Bagian Sediaan Non-Betaaktam Departemen Instaasi Produksi Lafiad Devi Puspitarini

Lebih terperinci

MULTICRITERIA DECISION MAKING (MCDM)_3 PRASETYANINGRUM

MULTICRITERIA DECISION MAKING (MCDM)_3 PRASETYANINGRUM MULTICRITERIA DECISION MAKING (MCDM)_3 IRA PRASETYANINGRUM PENDEKATAN KEPUTUSAN KELOMPOK Metoda Dephi Peniaian keompok, diakukan sharing dipandu moderator Masaah Daftar Anggota Ahi Masaah disampaikan ke

Lebih terperinci

PENENTUAN CADANGAN PREMI UNTUK ASURANSI PENDIDIKAN

PENENTUAN CADANGAN PREMI UNTUK ASURANSI PENDIDIKAN E-Jurna atematika Vo. 4 (), Januari 05, pp. 4-9 ISS: 303-75 EETUA CAAGA REI UTUK ASURASI EIIKA ade utri Ariasih, Ketut Jayanegara, I yoman Widana 3, I utu Eka. Kencana 4 Jurusan atematika, Fakutas IA Universitas

Lebih terperinci

BAB V VERIFIKASI PROGRAM

BAB V VERIFIKASI PROGRAM BAB V VERIFIKASI ROGRAM Hasi perhitungan niai beban kritis eastis yang didapat dari program dibandingkan dengan hasi perhitungan manua. Beberapa kasus porta bidang yang digunakan daam verifikasi ini terdapat

Lebih terperinci

YAGI ANTENNA DESIGN FOR WIRELESS LAN 2,4 GHZ

YAGI ANTENNA DESIGN FOR WIRELESS LAN 2,4 GHZ YAGI ANTENNA DESIGN FOR WIRELESS LAN 2,4 GHZ Tito Tuwono,ST, M.Sc Program Studi Teknik Eektro, Fakutas Teknoogi Industri, Universitas Isam Indonesia Jaan Kaiurang km 14,5 jogjakarta 55501 titoyuwono@yahoo.com,

Lebih terperinci

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 38 /ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011

BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 38 /ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011 PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT UNIT LAYANAN PENGADAAN Jaan Sutan Syahrir Nomor 02 No. Tep. (0532) 23759 Pangkaan Bun 74112 BERITA ACARA PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 38 /ULP-POKJA KONSTRUKSI.II/2011

Lebih terperinci

OBJECTIVES PENGANTAR-1

OBJECTIVES PENGANTAR-1 6//0 MINIMALISASI BIAYA MENGGUNAKAN GOLDEN SECTION AND HOOK JEEVES METHODS OBJECTIVES Understand why and where optimization occurs in engineering probem soving. Understand the major eements of the genera

Lebih terperinci

IMLPEMENTASI MINISASI l 1 -l 0 UNTUK RESTORASI CITRA YANG MENGALAMI DEGRADASI OLEH DERAU GAUSSIAN CAMPURAN

IMLPEMENTASI MINISASI l 1 -l 0 UNTUK RESTORASI CITRA YANG MENGALAMI DEGRADASI OLEH DERAU GAUSSIAN CAMPURAN IMLPEMEASI MIISASI 1 - UUK RESORASI CIRA YAG MEGALAMI DEGRADASI OLEH DERAU GAUSSIA CAMPURA Suci Istachoti Jannah 1, Yudhi Purananto, Ruy Soeaiman 3 eknik Informatika, Fakutas eknoogi Informasi, IS emai

Lebih terperinci

Pusat Pengembangan Pendidikan UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta

Pusat Pengembangan Pendidikan UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta KURIKULUM TERPADU Pusat Pengembangan Pendidikan UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta C Hak Cipta Diindungi Undang-Undang Diarang memperbanyak, mencetak, dan menerbitkan sebagian isi atau seuruh buku dengan

Lebih terperinci

Hari ini Anda berkumpul di bandara Int l Soekarno Hatta untuk penerbangan menuju Seoul, Korea.

Hari ini Anda berkumpul di bandara Int l Soekarno Hatta untuk penerbangan menuju Seoul, Korea. WINTER KOREA JEJU ISLAND + ILLUMINATION FESTIVAL Our Pace GEDUNG WISMA KAHA 3th Foor J. KH. Abduah Syafi ie 21C 12840 Jakarta Contact Us +6221 8303 339 tours@kaha.co.id www.kahahoiday.com ITINERARY HARI

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BERPUSAT MAHASISWA

PEMBELAJARAN BERPUSAT MAHASISWA PEMBELAJARAN BERPUSAT MAHASISWA S Pusat Pengembangan Pendidikan UNIVERSITAS GADJAH MADA Yogyakarta C Hak Cipta Diindungi Undang-Undang Diarang memperbanyak, mencetak, dan menerbitkan sebagian isi atau

Lebih terperinci

Jurnal MIPA 37 (2) (2014): Jurnal MIPA.

Jurnal MIPA 37 (2) (2014): Jurnal MIPA. Jurna MIPA 37 () (014): 130-135 Jurna MIPA http://journa.unnes.ac.id/nju/index.php/jm TRANSFER PANAS LUBANG HITAM SCHWARZSCHILD Y Tiandho Triyanta KK Fisika Teori Energi Tinggi dan Instrumentasi, Fakutas

Lebih terperinci

Struktur Baja 2 Kolom tersusun

Struktur Baja 2 Kolom tersusun Struktur Baja Koom tersusun Bagus Eratodi Struktur tersusun prismatis dengan eemen ang dihubungkan oeh peat meintang dan memiku gaa sentris Komponen struktur tersusun dari beberapa eemen ang disatukan

Lebih terperinci

Hari ini berkumpul di Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk penerbangan menuju Tokyo via Singapore.

Hari ini berkumpul di Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk penerbangan menuju Tokyo via Singapore. SUPER SALE TOKYO - OSAKA - SHIRAKAWA - GO + KOBE Our Pace GEDUNG WISMA KAHA 3th Foor J. KH. Abduah Syafi ie 21C 12840 Jakarta Contact Us +6221 8303 339 tours@kaha.co.id www.kahahoiday.com ITINERARY Hari

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembuatan suatu komponen material dan untuk menganalisa kekuatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembuatan suatu komponen material dan untuk menganalisa kekuatan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Jurna Sheet Meta dan Software Abaqus Program ABAQUS merupakan saah satu dari program finite eement system yang ada yang digunakan untuk mensimuasi proses pembuatan suatu komponen

Lebih terperinci

Deret Fourier dan Transformasi Fourier

Deret Fourier dan Transformasi Fourier Bab 6 caku fi58 by khbasar; sem 2-2 Deret Fourier dan Transformasi Fourier 6. Fungsi Periodik Suatu fungsi dikatakan periodik jika niai fungsi tersebut beruang untuk seang besaran tertentu. Secara definisi,

Lebih terperinci

Kata pengantar. Instruksi manual. Terima kasih telah membeli UPS kami, UPS yang aman dan dapat diandalkan, hanya diperlukan sedikit pemeliharaan.

Kata pengantar. Instruksi manual. Terima kasih telah membeli UPS kami, UPS yang aman dan dapat diandalkan, hanya diperlukan sedikit pemeliharaan. BUKU PETUNJUK PEMAKAIAN UPS SE1100 UPS SE2100 UPS SE3100 481-11H0030-110 Kata pengantar Instruksi manua Terima kasih teah membei UPS kami, UPS yang aman dan dapat diandakan, hanya diperukan sedikit pemeiharaan.

Lebih terperinci

PENGARUH KEHILANGAN ALIRAN PENDINGIN SEKUNDER TERHADAP PARAMETER TERMOHIDROLIK TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG

PENGARUH KEHILANGAN ALIRAN PENDINGIN SEKUNDER TERHADAP PARAMETER TERMOHIDROLIK TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG Prosiding Seminar Nasiona Sains dan Teknoogi Nukir PTNBR BATAN Bandung, 3 Juni 009 Tema :Peningkatan Peran Iptek Nukir PENGARUH KEHILANGAN ALIRAN PENDINGIN SEKUNDER TERHADAP PARAMETER TERMOHIDROLIK TERAS

Lebih terperinci

ALTERNATIVE ASSESMENT. (Penilaian Alternatif) LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ALTERNATIVE ASSESMENT. (Penilaian Alternatif) LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS AIRLANGGA ALTERNATIVE ASSESMENT (Peniaian Aternatif) LEMBAGA PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS AIRLANGGA 1 BENTUK UJIAN Tuis In cass Take home Achievement Aptitude Course-based Non course based

Lebih terperinci

Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XII (SNTTM XII) & Lomba Rancang Bangun Mesin Universitas Lampung, Bandar Lampung, Oktober 2013

Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XII (SNTTM XII) & Lomba Rancang Bangun Mesin Universitas Lampung, Bandar Lampung, Oktober 2013 Proceeding Seminar Nasiona Tahunan Teknik Mesin XII (SNTTM XII) & Lomba Rancang Bangun Mesin Universitas Lampung, Bandar Lampung, - Oktober PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN PADA OPERASI PEMOTONGAN MILLING

Lebih terperinci

(b) Tekuk Gambar 7.1. Pembebanan Normal Negatif

(b) Tekuk Gambar 7.1. Pembebanan Normal Negatif BB VII T E K U K N 7.1. Terjadinya Tekukan Tekukan terjadi apabia batang tekan memiiki panjang tertentu yang yang jauh ebih besar dibandingkan dengan penampang intangnya. Perhatikan Gambar 7.1 di bawah,

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI TEMPAT DAN INFORMASI WISATA AIR KLATEN MENGGUNAKAN ALGORITMA DIJKSTRA BERBASIS MOBILE NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN APLIKASI TEMPAT DAN INFORMASI WISATA AIR KLATEN MENGGUNAKAN ALGORITMA DIJKSTRA BERBASIS MOBILE NASKAH PUBLIKASI PERANCANGAN APLIKASI TEMPAT DAN INFORMASI WISATA AIR KLATEN MENGGUNAKAN ALGORITMA DIJKSTRA BERBASIS MOBILE NASKAH PUBLIKASI diajukan oeh Riza Maik 12.11.6418 pada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN

Lebih terperinci

KUAT GESER BAJA KOMPOSIT DENGAN VARIASI TINGGI PENGHUBUNG GESER TIPE-T DITINJAU DARI UJI GESER MURNI

KUAT GESER BAJA KOMPOSIT DENGAN VARIASI TINGGI PENGHUBUNG GESER TIPE-T DITINJAU DARI UJI GESER MURNI Jurna Imiah Teknik Sipi Vo. 11, No. 1, Januari 7 KUAT GESER BAJA KOMPOSIT DENGAN VARIASI TINGGI PENGHUBUNG GESER TIPE-T DITINJAU DARI UJI GESER MURNI Ida Bagus Rai Widiarsa1 dan Putu Deskarta1 Abstrak:

Lebih terperinci

Sub Pokok bahasan pertemuan ke-3. Teori-teori Pembangunan dan. Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi. Pengantar Ekonomi Pembangunan 10/25/16

Sub Pokok bahasan pertemuan ke-3. Teori-teori Pembangunan dan. Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi. Pengantar Ekonomi Pembangunan 10/25/16 Pengantar Ekonomi Pembangunan Teori-teori Pembangunan dan Tahap-Tahap Pertumbuhan Ekonomi Putri Irene Kanny Putri_irene@staff.gunadarma.ac.id 1 Sub Pokok bahasan pertemuan ke-3 Teori pembangunan ekonomi

Lebih terperinci

EKSPRESI KREATIF. Pengantar Hak Cipta dan Hak Terkait untuk Usaha Kecil dan Menengah. Number: 4 WORLD INTELLECTUAL PROPERTY ORGANIZATION

EKSPRESI KREATIF. Pengantar Hak Cipta dan Hak Terkait untuk Usaha Kecil dan Menengah. Number: 4 WORLD INTELLECTUAL PROPERTY ORGANIZATION Inteectua Property for Business Series Number: 4 EKSPRESI KREATIF Pengantar Hak Cipta dan Hak Terkait untuk Usaha Keci dan Menengah. WORLD INTELLECTUAL PROPERTY ORGANIZATION Pubikasi-pubikasi yang tersedia

Lebih terperinci

PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF 3D TATA SURYA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY UNTUK SISWA KELAS 6 SEKOLAH DASAR SANGIRA

PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF 3D TATA SURYA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY UNTUK SISWA KELAS 6 SEKOLAH DASAR SANGIRA VOL 1 No.2 Jui-Desember 2015 PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF 3D TATA SURYA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY UNTUK SISWA KELAS 6 SEKOLAH DASAR SANGIRA 1 Dedynggego, 2 Mohammad, 3 Moh.Affan

Lebih terperinci

R DAFTAR ISI. Kata Pengantar...i. Daftar Isi... ii. A. Banjir, Penyebab dan Dampaknya B. Masalah Kesehatan C. Upaya Sebelum Banjir...

R DAFTAR ISI. Kata Pengantar...i. Daftar Isi... ii. A. Banjir, Penyebab dan Dampaknya B. Masalah Kesehatan C. Upaya Sebelum Banjir... P uji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena dengan perkenannya booket Penangguangan Masaah Kesehatan akibat Bencana Banjir bagi pengeoa tingkat Kabupaten/Kota ini dapat seesai pada waktunya.

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI SISTEM MULTI-ROBOT MENGGUNAKAN XBEE

IMPLEMENTASI SISTEM MULTI-ROBOT MENGGUNAKAN XBEE IMPLEMENTASI SISTEM MULTI-ROBOT MENGGUNAKAN XBEE Andi Adriansyah Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 65 Email: andi@mercubuana.ac.id

Lebih terperinci

PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION

PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION Lisa Yui Kurniawati, dkk, Prediksi Pergerakan Harga Vo. 4, No. 1 Juni 2014 ISSN 2088-2130 PREDIKSI PERGERAKAN HARGA SAHAM MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR REGRESSION Lisa Yui Kurniawati 1*), Handayani Tjandrasa

Lebih terperinci

FIXATION TEST UNTUK PENDIMENSIAN NODE HARDWARE PADA JARINGAN SDH (SYNCHRONOUS DIGITAL HIERARCHY)

FIXATION TEST UNTUK PENDIMENSIAN NODE HARDWARE PADA JARINGAN SDH (SYNCHRONOUS DIGITAL HIERARCHY) UPN Veteran Yogyaarta, 23 Mei 29 FIXATION TEST UNTUK PENDIMENSIAN NODE HARDWARE PADA JARINGAN SDH (SYNCHRONOUS DIGITAL HIERARCHY) M. Zen Samsono Hadi 1), Aries Pratiarso 2), M. Agus Zainuddin 3) Jurusan

Lebih terperinci

ANALISIS PERUBAHAN ARUS LALULINTAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP MATRIK ASAL TUJUAN (Studi Kasus di Kota Bandar Lampung)

ANALISIS PERUBAHAN ARUS LALULINTAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP MATRIK ASAL TUJUAN (Studi Kasus di Kota Bandar Lampung) ANALISIS PERUBAHAN ARUS LALULINTAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP MATRIK ASAL TUJUAN (Studi Kasus di Kota Bandar Lampung) Tas an Junaedi Jurusan Teknik Sipi, Fakutas Teknik UNILA J. Sumantri Brojonegoro No.1

Lebih terperinci

Molekul, Vol. 4. No. 1. Mei, 2009 : 39-47

Molekul, Vol. 4. No. 1. Mei, 2009 : 39-47 Moeku, Vo. 4. No. 1. Mei, 2009 : 39-47 PENGUJIAN DAYA HANTAR LISTRIK AIR TANAH DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR GUNUNG TUGEL KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN PRINSIP JEMBATAN WHEATSTONE Sehah dan Wahyu

Lebih terperinci

PENERAPAN HUNGARIAN INVENTORY CONTROL MODEL UNTUK MANAJEMEN PERSEDIAAN BANTUAN BENCANA GEMPA YANG BERPOTENSI TSUNAMI DI KOTA PADANG

PENERAPAN HUNGARIAN INVENTORY CONTROL MODEL UNTUK MANAJEMEN PERSEDIAAN BANTUAN BENCANA GEMPA YANG BERPOTENSI TSUNAMI DI KOTA PADANG PENERAPAN HUNGARIAN INVENTORY CONTROL MODEL UNTUK MANAJEMEN PERSEDIAAN BANTUAN BENCANA GEMPA YANG BERPOTENSI TSUNAMI DI KOTA PADANG Haiva Wahyu Jurusan Teknik Industri, Fakutas Teknik, Universitas Andaas,

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPOSISI BIODIESEL TERHADAP KINERJA MESIN DAN EMISI GAS BUANG

PENGARUH KOMPOSISI BIODIESEL TERHADAP KINERJA MESIN DAN EMISI GAS BUANG J. Tek. Ling Vo.11 No.3 Ha. 381-387 Jakarta, September 2010 ISSN 1441-318X PENGARUH KOMPOSISI BIODIESEL TERHADAP KINERJA MESIN DAN EMISI GAS BUANG Martin Djamin 1 dan Soni S.Wirawan 2 Peneiti di Pusat

Lebih terperinci

Berkumpul di Bandara Soekarno Hatta untuk penerbangan menuju Hong Kong. Tiba di Hong Kong, Anda akan di antar menuju Shenzhen.

Berkumpul di Bandara Soekarno Hatta untuk penerbangan menuju Hong Kong. Tiba di Hong Kong, Anda akan di antar menuju Shenzhen. HONGKONG SHENZEN MACAU 2017 Our Pace GEDUNG WISMA KAHA 3th Foor J. KH. Abduah Syafi ie 21C 12840 Jakarta Contact Us +6221 8303 339 tours@kaha.co.id www.kahahoiday.com ITINERARY Hari 01 : JAKARTA HONG KONG

Lebih terperinci

Analisis Sistem Pendulum Sederhana Teredam Dengan Simulasi Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi 7.0

Analisis Sistem Pendulum Sederhana Teredam Dengan Simulasi Menggunakan Bahasa Pemrograman Delphi 7.0 naisis Sistem Penduum Sederhana Teredam Dengan Simuasi Menggunaan Bahasa Pemrograman Dephi 7.0 NLISIS SISTEM PENDULUM SEDERHN TEREDM DENGN SIMULSI MENGGUNKN BHS PEMROGRMN DELPHI 7.0 Nuri Mufidah S isia,

Lebih terperinci

ALAT BANTU STUDI KUALITATIF HAMBURAN ELEKTRON-ATOM ABSTRACT PENDAHULUAN

ALAT BANTU STUDI KUALITATIF HAMBURAN ELEKTRON-ATOM ABSTRACT PENDAHULUAN ALAT BANTU STUDI KUALITATIF HAMBURAN ELEKTRON-ATOM Lucky E. Santoso ABSTRACT A graphica user interface appication is deveoped as a too for quaitative study on eectron-atom eastic scattering. The appication

Lebih terperinci

Untuk Menghasilkan Publikasi Yang Berkualitas

Untuk Menghasilkan Publikasi Yang Berkualitas Membangun Peta Jaan Peneitian Untuk Menghasikan Pubikasi Yang Berkuaitas Mauridhi Hery Purnomo Strategic Issues (Engineering): Nationa - Goba Internationa Standard Competence: -Washington Accord (ABET,

Lebih terperinci

RINGKASAN MATERI TEGANGAN DAN TAHANAN LISTRIK

RINGKASAN MATERI TEGANGAN DAN TAHANAN LISTRIK RINGKASAN MATERI TEGANGAN DAN TAHANAN LISTRIK Mata Peajaran : Dasardasar istrik dan eektronika Bahan Kajian : Konsep tegangan dan resistansi Keas/semester : 10/1 Potensi Dasar : Menjeaskan arus, tegangan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI QUALITY OF SERVICE DENGAN METODE HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) PADA PT.KOMUNIKA LIMA DUABELAS

IMPLEMENTASI QUALITY OF SERVICE DENGAN METODE HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) PADA PT.KOMUNIKA LIMA DUABELAS IMPLEMENTASI QUALITY OF SERVICE DENGAN METODE HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) PADA PT.KOMUNIKA LIMA DUABELAS Yunus Arifin Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Imu Komputer, Fakutas Matematika dan

Lebih terperinci

Konsistensi Hambatan Kawat Kumparan Terhadap Hukum Ohm pada Berbagai Medium

Konsistensi Hambatan Kawat Kumparan Terhadap Hukum Ohm pada Berbagai Medium 8 Prosiding Pertemuan Imiah XX HFI Jateng & DIY Konsistensi Hambatan Kawat Kumparan Terhadap Hukum Ohm pada Berbagai Medium Sandi Somantri, Moh. Toifur, Sumaji Program Magister Pendidikan Fisika, Universitas

Lebih terperinci

SOAL LATIHAN 5 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

SOAL LATIHAN 5 TEORI KEJURUAN PEMESINAN SOAL LATIHAN 5 TEORI KEJURUAN PEMESINAN OLEH: TIM PEMESINAN SMK PGRI 1 NGAWI CONTACT PERSON: HOIRI EFENDI, S.Pd. 085749055673 2010 UN Paket: A 2010 D. 1. Gambar perspektif piktoria dari gambar proyeksi

Lebih terperinci

Bab III Studi Kasus Model Double Decrement

Bab III Studi Kasus Model Double Decrement Bab III Sudi Kasus Mode Doube Decremen Pada bab ini, akan dieaskan erebih dahuu mengenai beberapa definisi daam eori Doube Decremen. Seanunya akan dibahas benuk kuanifikasi dependensi daam kasus Doube

Lebih terperinci

Bab III. 3.1.1 Kecepatan relatif dua buah titik pada satu penghubung kaku. Penghubung berputar terhadap satu titik tetap

Bab III. 3.1.1 Kecepatan relatif dua buah titik pada satu penghubung kaku. Penghubung berputar terhadap satu titik tetap Diktat KINEMTIK leh : Ir. Erwin Sulito - Ir. Endi Sutikno ab III KECEPTN RELTIF DN PERCEPTN RELTIF 3.1 KECEPTN RELTIF 3.1.1 Kecepatan relatif dua buah titik pada satu penghubung kaku Penghubung berputar

Lebih terperinci

Penentuan Kedalaman Penutup Lapisan Nikel Di Kecamatan Pomala, Sulawesi Tenggara Dengan Seismik Refraksi

Penentuan Kedalaman Penutup Lapisan Nikel Di Kecamatan Pomala, Sulawesi Tenggara Dengan Seismik Refraksi Penentuan Kedaaman Penutup Lapisan Nike Di Kecamatan Pomaa, Suawesi Tenggara Dengan Seismik Refraksi Eddy Hartantyo dan Suparwoto Laboratorium Geofisika, FMIPA, UGM. Sekip Utara, Buaksumur, Yogyakarta,

Lebih terperinci

PRICE. CHILD Name Of Hotel

PRICE. CHILD Name Of Hotel ONE DAY MEDAN CITY TOUR + MAKAN DURIAN SEPUASNYA Our Pace GEDUNG WISMA KAHA 3th Foor J. KH. Abduah Syafi ie 21C 12840 Jakarta Contact Us +6221 8303 339 tours@kaha.co.id www.kahahoiday.com ITINERARY H-01

Lebih terperinci

Wahyuni et al, Kelelahan Kerja antara Shift I, Shift II, Shift III pada operator...

Wahyuni et al, Kelelahan Kerja antara Shift I, Shift II, Shift III pada operator... Wahyuni et a, Keeahan Kerja antara, I, II pada operator... Keeahan Kerja antara, I, dan II pada Operator Pompa Bensin (Studi pada Stasiun Penisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) di Kabupaten Jember) (The

Lebih terperinci

20. TRANSFORMASI. A. Translasi (Pergeseran) ; T = b. a y. a y. x atau. = b. = b

20. TRANSFORMASI. A. Translasi (Pergeseran) ; T = b. a y. a y. x atau. = b. = b . TRANSFORMASI A. Translasi (Pergeseran) ; T b a + b a atau b a B. Refleksi (Pencerminan). Bila M matriks refleksi berordo, maka: M atau M. Matriks M karena refleksi terhadap sumbu, sumbu, garis, dan garis

Lebih terperinci

KONSUMSI AIR DAN PRODUKSI KARET PADA BERBAGAI SISTEM PENGATURAN JARAK TANAM DALAM KAITANNYA DENGAN KANDUNGAN AIR TANAH

KONSUMSI AIR DAN PRODUKSI KARET PADA BERBAGAI SISTEM PENGATURAN JARAK TANAM DALAM KAITANNYA DENGAN KANDUNGAN AIR TANAH Jurna Peneitian Karet, 2011, 29 (2) : 110-117 Indonesian J. Nat. Rubb. Res. 2011, 29 (2) : 110-117 KONSUMSI AIR DAN PRODUKSI KARET PADA BERBAGAI SISTEM PENGATURAN JARAK TANAM DALAM KAITANNYA DENGAN KANDUNGAN

Lebih terperinci

SIGAP-REDD+: Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan dalam REDD+ Herlina Hartanto, Tomy S. Yulianto dan Taufiq Hidayat

SIGAP-REDD+: Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan dalam REDD+ Herlina Hartanto, Tomy S. Yulianto dan Taufiq Hidayat SIGAP-REDD+: Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan daam REDD+ Herina Hartanto, Tomy S. Yuianto dan Taufiq Hidayat KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN SIGAP-REDD+: Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan

Lebih terperinci

GERAKAN BERJALAN OMNIDIRECTIONAL UNTUK ROBOT HUMANOID PEMAIN BOLA

GERAKAN BERJALAN OMNIDIRECTIONAL UNTUK ROBOT HUMANOID PEMAIN BOLA GERAKAN BERJALAN OMNIDIRECTIONAL UNTUK ROBOT HUMANOID PEMAIN BOLA Disusun oleh : Nama : Christian Hadinata NRP : 0822017 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl.Prof.Drg.Suria Sumantri, MPH No. 65,

Lebih terperinci

WIRELESS SYSTEM QLX-D USER GUIDE. Pengguna panduan Shure Incorporated 27A23617 (Rev. 1)

WIRELESS SYSTEM QLX-D USER GUIDE. Pengguna panduan Shure Incorporated 27A23617 (Rev. 1) WRELESS SYSTEM QLX-D USER GUDE Pengguna panduan 2014 Shure ncorporated 27A23617 (Rev. 1) PETUNJUK PENTNG KESELAMATAN 1. BACA petunjuk ini. 2. SMPAN petunjuk ini. 3. PATUH semua peringatan. 4. KUT semua

Lebih terperinci

Perancangan dan Implementasi Kontroler PID untuk Pengaturan Autonomous Car-Following Car

Perancangan dan Implementasi Kontroler PID untuk Pengaturan Autonomous Car-Following Car JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No., (204) ISSN: 2337-3539 (230-927 Print) E-3 Perancangan dan Implementasi Kontroler PID untuk Pengaturan Autonomous Car-Following Car Andreas Parluhutan Bonor Sinaga dan

Lebih terperinci

JURNAL EVALUASIPROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAANMASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN DALAM PEMBANGUNAN KELURAHAN PAUDEAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG

JURNAL EVALUASIPROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAANMASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN DALAM PEMBANGUNAN KELURAHAN PAUDEAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG JURNAL EVALUASIPROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAANMASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN DALAM PEMBANGUNAN KELURAHAN PAUDEAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG YOHANIS MALIOGHA 110314064 Dosen Pembimbing : 1. Dr. Ir.

Lebih terperinci

PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP USER SATISFACTION WEBSITE LION AIRLINES DAN SRIWIJAYA AIRLINES

PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP USER SATISFACTION WEBSITE LION AIRLINES DAN SRIWIJAYA AIRLINES JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN, (213) 1-22 1 PENGARUH SYSTEM QUALITY, INFORMATION QUALITY, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP USER SATISFACTION WEBSITE LION AIRLINES DAN SRIWIJAYA AIRLINES Wendy Ariesta Wibowo Mahswa

Lebih terperinci

Analisa Simulasi Performansi Penggunaan Orthogonal Frequency Division Multiplexing Pada Sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial

Analisa Simulasi Performansi Penggunaan Orthogonal Frequency Division Multiplexing Pada Sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial 65 Anaisa Simuasi Performansi Penggunaan Orthogona Frequency Division Mutipexing Pada Sistem Digita Video Broadcasting-Terrestria Dian Widi Astuti Teknik Eektro, Universitas Mercu Buana dian_widia1@yahoo.com

Lebih terperinci

19. TRANSFORMASI A. Translasi (Pergeseran) B. Refleksi (Pencerminan) C. Rotasi (Perputaran)

19. TRANSFORMASI A. Translasi (Pergeseran) B. Refleksi (Pencerminan) C. Rotasi (Perputaran) 9. TRANSFORMASI A. Translasi (Pergeseran) ; T = b a b a atau b a B. Refleksi (Pencerminan). Bila M matriks refleksi berordo, maka: M atau M. Matriks M karena refleksi terhadap sumbu, sumbu, garis =, dan

Lebih terperinci

DINAMIKA GUGUR DAUN DAN PRODUKSI BERBAGAI KLON KARET KAITANNYA DENGAN KANDUNGAN AIR TANAH

DINAMIKA GUGUR DAUN DAN PRODUKSI BERBAGAI KLON KARET KAITANNYA DENGAN KANDUNGAN AIR TANAH Jurna Peneitian Karet, 011, 9 () : 10-109 Indonesian J. Nat. Rubb. Res. 011, 9 () : 10-109 DINAMIKA GUGUR DAUN DAN PRODUKSI BERBAGAI KLON KARET KAITANNYA DENGAN KANDUNGAN AIR TANAH Wintering and Yied Dynamics

Lebih terperinci

REGISTRASI CITRA NON-ITERATIF DENGAN PSEUDO-POLAR FOURIER TRANSFORM

REGISTRASI CITRA NON-ITERATIF DENGAN PSEUDO-POLAR FOURIER TRANSFORM REGISTRASI CITRA O-ITERATIF DEGA PSEUDO-POLAR FOURIER TRASFORM Arya Yudhi Wijaya a,, Agus Zaina Arifin a,, Diana Purwitasari a,3 a Program Pasca Sarjana Jurusan Teni Informatia ITS Surabaya 60 arya@if.its.ac.id,

Lebih terperinci

Sistem Aplikasi Pelayanan Masyarakat Kelurahan Menggunakan Visual Basic.Net

Sistem Aplikasi Pelayanan Masyarakat Kelurahan Menggunakan Visual Basic.Net Seminar Nasion Pengapikasi Teematika SINAPTIKA 2010 ISSN 2086-8251 Sistem Apikasi Peay Masyarakat Menggunak Visu Basic.Net Muhammad Faiz 1, Abdusy Syarif 2, Leonard Goeirmto 3 Jurus Teknik Inatika, Fakutas

Lebih terperinci

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana SIMULASI NAVIGASI KENDALI ROBOT OTONOM MENGGUNAKAN PETRI NET

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana SIMULASI NAVIGASI KENDALI ROBOT OTONOM MENGGUNAKAN PETRI NET SIMULASI NAVIGASI KENDALI ROBOT OTONOM MENGGUNAKAN PETRI NET Abstrak - Navigasi adalah salah satu permasalahan penting yang harus diselesaikan dalam pengembangan teknologi robot otomatis bergerak, agar

Lebih terperinci

OPTIMASI PENCAPAIAN TARGET PADA SIMULASI PERENCANAAN JALUR ROBOT BERGERAK DI LINGKUNGAN DINAMIS

OPTIMASI PENCAPAIAN TARGET PADA SIMULASI PERENCANAAN JALUR ROBOT BERGERAK DI LINGKUNGAN DINAMIS OPTIMASI PENCAPAIAN TARGET PADA SIMULASI PERENCANAAN JALUR ROBOT BERGERAK DI LINGKUNGAN DINAMIS Yisti Vita Via Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Lebih terperinci

KULIAH PERTEMUAN 9 Analisa struktur statis tak tentu dengan metode consistent deformations pada balok dan portal

KULIAH PERTEMUAN 9 Analisa struktur statis tak tentu dengan metode consistent deformations pada balok dan portal KULIH PERTEUN 9 naisa struktur statis tak tentu dengan metode consistent deformations pada baok dan porta. Lembar Informasi 1. Kompetensi ahasiswa dapat menghitung reaksi peretakan dan menggambarkan bidang

Lebih terperinci

SIMULASI GERAKAN BERENANG ROBOT IKAN SECARA HORIZONTAL MENGGUNAKAN MUSCLE WIRE. Disusun oleh : Nama : Michael Alexander Yangky NRP :

SIMULASI GERAKAN BERENANG ROBOT IKAN SECARA HORIZONTAL MENGGUNAKAN MUSCLE WIRE. Disusun oleh : Nama : Michael Alexander Yangky NRP : SIMULASI GERAKAN BERENANG ROBOT IKAN SECARA HORIZONTAL MENGGUNAKAN MUSCLE WIRE Disusun oleh : Nama : Michael Alexander Yangky NRP : 0822018 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria

Lebih terperinci

HEALTH SEEKING BEHAVIOR DI KALANGAN MASYARAKAT URBAN DI KOTA YOGYAKARTA ARIS WIDAYATI Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

HEALTH SEEKING BEHAVIOR DI KALANGAN MASYARAKAT URBAN DI KOTA YOGYAKARTA ARIS WIDAYATI Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta JURNAL FARMASI SAINS DAN KOMUNITAS, November 2012, hm. 59-65 Vo. 9 No. 2 ISSN : 1693-5683 HEALTH SEEKING BEHAVIOR DI KALANGAN MASYARAKAT URBAN DI KOTA YOGYAKARTA ARIS WIDAYATI Fakutas Farmasi, Universitas

Lebih terperinci

BAB I ANALISIS VEKTOR

BAB I ANALISIS VEKTOR BAB I ANALISIS VEKTOR A. Deskripsi Materi ini akan membahas tentang pengertian, sifat, operasi dan manipulasi besaran fisik scalar dan vector. Pada pembahasan materi medan elektromagnetik berikutna akan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Pengantar Robotika : AK0223 / 2 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi Pengenalan Tentang Disiplin Ilmu Robotika mengetahui tentang

Lebih terperinci

Petunjuk Kerja Ramah Lingkungan untuk Tukang Bangunan 1

Petunjuk Kerja Ramah Lingkungan untuk Tukang Bangunan 1 Petunjuk Kerja Ramah Lingkungan untuk Tukang Bangunan 1 Petunjuk Kerja Ramah Lingkungan untuk Tukang Bangunan 2 PENGANTAR Buku saku PETUNJUK KERJA RAMAH LINGKUNGAN UNTUK TUKANG BANGUNAN Pembangunan, adaah

Lebih terperinci

TM. II : KONSEP DASAR ANALISIS STRUKTUR

TM. II : KONSEP DASAR ANALISIS STRUKTUR TKS 4008 Analisis Struktur I TM. II : KONSE DASAR ANALISIS STRUKTUR Dr.Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaa endahuluan Analisis struktur adalah suatu proses

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENGANTAR ROBOTIKA KODE / SKS : / 3 SKS

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENGANTAR ROBOTIKA KODE / SKS : / 3 SKS Proses Belajar Mengajar Dosen Mahasiswa Mata Pra Syarat SATUAN ACARA PERKULIAHAN : Menjelaskan, Memberi Contoh, Diskusi, Memberi Tugas : Mendengarkan, Mencatat, Diskusi, Mengerjakan Tugas : Mikrokomputer,

Lebih terperinci

Keseimbangan Robot Humanoid Menggunakan Sensor Gyro GS-12 dan Accelerometer DE-ACCM3D

Keseimbangan Robot Humanoid Menggunakan Sensor Gyro GS-12 dan Accelerometer DE-ACCM3D i Keseimbangan Robot Humanoid Menggunakan Sensor Gyro GS-12 dan Accelerometer DE-ACCM3D Disusun Oleh : Nama : Rezaly Andreas Nrp : 0822010 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha

Lebih terperinci

TE Teknik Numerik Sistem Linear. Bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan Jurusan Teknik Elektro - FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember

TE Teknik Numerik Sistem Linear. Bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan Jurusan Teknik Elektro - FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember TE9467 Teknik Numerik Sistem Linear Bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan Jurusan Teknik Elektro - FTI Institut Teknologi Sepuluh Nopember O U T L I N E OBJEKTIF TEORI 3 CONTOH 4 SIMPULAN 5 LATIHAN OBJEKTIF

Lebih terperinci

PROFIL KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN. A. LINGKUNGAN EKSTERNAL 1. Data Umum Wilayah Kerja

PROFIL KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN. A. LINGKUNGAN EKSTERNAL 1. Data Umum Wilayah Kerja PROFIL BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DI JAYAPURA gunaan Aparatur Negara Nomor 9/M.PAN/5/200 Tahun 200, mempunyai tugas pokok dan fungsi meaksanakan pengawasan produk terapetik, narkotik, psikotropik

Lebih terperinci

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) B-47

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (2014) ISSN: ( Print) B-47 JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 1, (214) ISSN: 2337-3539 (231-9271 Print) B-47 Swing-Up menggunakan Energy Control Method dan Stabilisasi Menggunakan Fuzzy-LQR pada Pendulum Cart System Agus Lesmana,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Gambar Glider (salah satu pendekatan cara terbang burung)

BAB I PENDAHULUAN. Gambar Glider (salah satu pendekatan cara terbang burung) BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Di masa lalu, banyak orang berusaha memahami bagaimana burung dapat mengambang di udara. Mereka ingin tahu bagaimana burung yang lebih berat dari udara dapat mengalahkan

Lebih terperinci

Simulasi dan Rancangbangun Kursi Roda Elektrik dengan Mekanisme Roda Gigi Lurus

Simulasi dan Rancangbangun Kursi Roda Elektrik dengan Mekanisme Roda Gigi Lurus Simulasi dan ancangbangun Kursi oda Elektrik dengan Mekanisme oda Gigi Lurus Department of Mechanical Engineering Hasanuddin University Kampus Unhas Tamalanrea, Jl. P. Kemerdekaan Km 10 Makassar 9045 Phone:

Lebih terperinci