Perpustakaan Sebagai Ruang Inkubasi Bagi Inovasi : Praktek, Tren dan Seperangkat Kemampuan (Kompetensi)*

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Perpustakaan Sebagai Ruang Inkubasi Bagi Inovasi : Praktek, Tren dan Seperangkat Kemampuan (Kompetensi)*"

Transkripsi

1 Perpustakaan Sebagai Ruang Inkubasi Bagi Inovasi : Praktek, Tren dan Seperangkat Kemampuan (Kompetensi)* Xin Li Instruction, Research, and Information Services Division.Cornell University Library,Ithaca, New York, USA Tulisan ini merupakan hasil penelitian dengan tujuan untuk mengetahui transformasi perpustakaan dan pendekatan kreatif yang harus dilakukan agar dapat meningkatkan layanan. Dengan menerapkan konsep bisnis dan menggunakan layanan Cornell University sebagai studi kasus, penelitian ini mengamati perubahan yang terjadi pada kebutuhan pemustaka dan kemampuan perpustakaan untuk melakukan inovasi dan menjawab kebutuhan pemustaka. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa agar dapat tetap memberikan layanan yang relevan bagi pemustakanya, perpustakan Perguruan tinggi seharusnya menerapkan prinsip bisnis, yaitu memenuhi tuntutan pasar. Kemampuan staf serta layanan perpustakaan harus berubah, dari penitikberatan pada koleksi menjadi fokus akan kebutuhan pemustaka. Transformasi peran pepustakaan dalam menunjang pengajaran dan penelitian perpustakaan seiring dengan perkembangan dijital menuntut adanya peningkatan kekuatan perpustakaan Perguruan tinggi, seperti ruang dan koleksi,dan inovasi layanan yang responsive dan menyenangkan. 1.Memahami ruang lingkup kerja perpustakaan Selama berabad-abad, perpustakaan penelitian merupakan bagian integral dari proses pendidikan tinggi. OCLC Environment Scan tahun 2003 menyebutkan bahwa secara sederhana Perpustakaan dan Arsip sering diartikan sebagai sebuah pusat tempat memperoleh materi (bahan) baik yang sulit didapat, langka, mahal maupun unik.ketidak memadainya informasi inilah yang merupakan dasar perpustakaan modern. Keinginan untuk memiliki bangunan tempat menyimpan semua informasi (termasuk dengan segala elemennya) yang berdiri sendiri, disuarakan lebih keras oleh sejumlah negara yang memiliki persoalan akses informasi sama halnya dengan persoalan akses tenaga listrik atau air (De Rosa et a.,2005) Kehadiran internet telah mampu memberikan keleluasan untuk menjelajah dunia informasi bagi penggunanya. Perkembangan ini secara signifikan telah mempengaruhi perilaku pemustaka dan mendorong perpustakaan untuk melakukan transformasi dari perannya yang tradisional dan pasif menjadi kurator konten, penyelenggara, pengirim, dan menjadi lebih aktif dalam menunjang pembelajaran secara total. Sederet layanan perpustakaan baru telah dikembangkan dan diuji cobakan. Perlu diingat juga adanya tuntutan akan peran perpustakaan baru yang sesuai dengan perkembangan era dijital sekarang. Belum lama ini muncul tulisan di sebuah blog yang menyatakan : Hari ini segalanya berubah, yang awalnya merupakan model pembelian menjadi model berlangganan, contohnya adalah NetFlix dan library databases. Artinya, bukankah *Diterjemahkan Secara bebas dari oleh Harkrisyati Kamil hal ini yang dilakukan oleh perpustakaan saat ini? Menyewakan buku, secara fisik maupun dalam format elektronik tetapi apakah gratis? (Rent-a-book, 2005). Ini merupakan sebuah contoh berlangsungnya proses pencarian spirit (jiwa) profesi perpustakaan. Pembahasan tentang misi dan peran perpustakaan saat ini baik umum maupun sedikit berbeda telah banyak dimuat dalam literatur perpustakaan. Lougee (2002), misalnya menyampaikan pandangannya yang cukup menarik perhatian dengan mengemukakan bahwa peran perpustakaan adalah campur aduk dan tidak focus (diffuse library) di abad dijital kini. Bennett (2005) dalam tulisannya mengatakan bahwa keberhasilan perpustakaan riset tidak selalu berarti karena faktor kemudahan maupun seringnya menggunakan perpustakaan tetapi lebih didasarkan pada pengetahuan yang diperoleh pada saat penggunaan materi tersebut. Bila diperluas, maka pandangan ini dapat diartikan bahwa keberhasilan sebuah perpustakaan riset hanya dapat dicapai apabila perpustakaan tersebut mampu membentuk pembelajaran, mengakibatkan terjadinya transformasi pada si pembelajar dan menyediakan landasan sosial untuk inovasi. Disini penting untuk dikemukakan tentang inovasi, mengingat perpustakaan riset saat ini melayani pemustaka dari kalangan generasi yang lebih muda. Mereka adalah generasi yang lebih aktif, memiliki kemampuan mengerjakan beragam tugas dan memiliki penguasaan teknologi lebih baik dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Kelompok ini menciptakan dan menghasilkan gagasan serta produk seperti blog dan karya audio visual, jauh lebih dini bila dibandingkan dengan kemampuan generasi sebelum 32 VISI PUSTAKA Volume 11 Nomor 2 Agustus 2009

2 mereka. Survei tentang remaja dan orangtua yang dilaksanakan oleh Pew Internet and American Life Project ((Pew Internet & American Life Project, 2005) menggambarkan secara jelas bahwa ke depan tren ini akan terus berlanjut dan bahkan akan semakin meningkat dimasa yang akan datang. Perpustakaan harus memfokuskan layanannya yang mampu mengembangkan pembelajaran serta memotivasi tumbuhnya inovasi. Untuk mewujudkannya, maka unit-unit kerja perpustakaan harus terbuka dan mereka bersedia untuk terus melakukan inovasi layanan yang diselenggarakannya. Bila istilah penawaran dan permintaan (supply and demand) dikaitkan dengan perpustakaan riset, pastilah akan menimbulkan kehebohan. Akan tetapi, perpustakaan tidak mempunyai pilihan lain karena saat ini tampaknya perpustakaan terancam dengan meluasnya penggunaan internet dan yang terkait teknologi dijital yang mampu menawarkan kecepatan, demikian juga halnya dengan search engine. Artinya, yang menjadi pertanyaan mendasar adalah Apakah masih perlu menyelenggarakan perpustakaan dan apakah perpustakaan mampu memberikan nilai tambah bagi kualitas hidup penggunanya? Inti dari pertanyaan tersebut adalah tentang kebutuhan pengguna (customer), apa saja yang dapat ditawarkan oleh perpustakaan dan seberapa jauh perpustakaan mampu memberikan kepuasan bagi penggunanya. Dengan mengacu kepada konsep supply and demand, maka yang membedakan perpustakaan dari bisnis lainnya adalah produk dan layanannya. Kejelian untuk mengidentifikasi, mengikuti serta mampu membentuk pangsa pasar akan menentukan baik keberhasilan maupun kegagalan perpustakaan. Ilustrasi berikut ini merupakan contoh pengalaman yang terjadi pada sebuah perpustakaan riset besar dengan menitikberatkan pada divisi layanan umum. Tujuannya adalah memberikan gambaran betapa kompleksnya proses transformasi dan inovasi yang mempengaruhi baik pengguna maupun divisi layanan umum. 2. Menciptakan Ruang Perpustakaan Fungsional Serta Memiliki Nilai Tambah Carlson s (2005), dalam tulisannya mengindikasikan bahwa generasi mahasiswa kini lebih memiliki kecenderungan untuk mengadopsi metode belajar secara berkelompok dan berinteraksi sosial. Sejumlah survey perpustakaan juga mengemukakan bahwa kepuasan pengguna juga ditentukan oleh kondisi fisik perpustakaan. Bagi mereka yang terbiasa hidup di dunia yang serba cepat, sibuk dan hingar-bingar, maka perpustakaan merupakan pilihan yang menawarkan VISI PUSTAKA Volume 11 Nomor 2 Agustus 2009 keunikan tersendiri sebagai tempat persembunyian untuk berpikir, melakukan refleksi dan bersosialisasi. Pengalaman yang memberikan kesempatan seperti dikemukakan, sedemikian kental dan hidup sehingga tidak tidak mungkin diperoleh atau dibandingkan dengan lingkungan yang berbasis online. Dengan memahami isu ini mendorong perpustakaan untuk melakukan renovasi ruang umum perpustakaan. Sejumlah contoh tentang disain ulang ruang perpustakaan dicatat oleh Freeman (2005).Misalnya disain ulang yang dikerjakan di Dartmouth and Medical School telah menghasilkan pandangan yang perlu diperhatikan terkait dengan daya upaya konsep dan perencanaan renovasi tersebut.. Perubahan fisik yang dilakukan di perpustakaan dapat dilihat dengan jelas oleh penggunanya dan memiliki kemampuan untuk mengubah pandangan mereka dari peran tradisional perpustakaan sebagai gudang buku. Disain ulang ini secara menyeluruh mencerminkan transformasi perpustakaan menjadi pusat sosial untuk belajar, berinovasi dan berjejaring. Akan tetapi perlu diingat bahwa bagi pemustaka, ruangan yang bagus dan nyaman saja belumlah cukup untuk menciptakan pengalaman serta pemahaman transformatif. Yang lebih penting lagi adalah terselenggaranya layanan yang dapat menjawab kebutuhan dan berkembang seiring dengan kebutuhan para pemustaka akan pengembangan dan perubahan. Sejak diresmikan, kafe perpustakaan Online yang merupakan bagian dari Cornell telah menjadi tempat populer bagi komunitas Cornell. Selain kafe ini, inovasi lainnya yang lebih baru lagi adalah Cornell Library Collaborative Learning Computer Laboratory, atau lebih dikenal sebagai CL. Kehadiran laboratorium ini merupakan hasil kerjasama para pemangku kepentingan terdiri dari Perpustakaan, Fakultas Teknologi Informasi, Departemen Ilmu Komputer dan Cornell Information Technology. Hwang dan Karnofsky (2005) mengatakan bahwa pembangunan laboratorium ini penting, mengingat bahwa Cornell merupakan salah satu lembaga akademik dunia yang mendirikan laboratorium dengan tujuan utamanya untuk membangun kolaborasi. Laboratorium ini dilengkapi dengan sarana penciptaan kreatif, perangkat keras multi-media dan perangkat lunak, sementara ruangannya didisain agar fleksibel, dapat diubah sesuai lebutuhan dan dapat digunakan untuk pelbagai fungsi. Tempat ini telah dimanfaatkan untuk penyelenggaraan sejumlah pelatihan intensif dan proyek atas dasar kolaborasi misalnya disain computer game dan pengenalan program komputer. Mahasiswa dari berbagai jurusan (keilmuan) melakukan kerjasama dalam menangani sebuah proyek, 33

3 mereka juga memanfaatkan fasilitas yang tersedia dalam menciptakan bahan dan presentasi multimedia. Cosgrave mengungkapkan bahwa akan diperlukan waktu yang lebih lama dan analisa yang lebih banyak untuk mengukur pengaruh keberadaan laboratorium terhadap proses belajar serta inovasi mahasiswa. Data yang dikumpulkan dalam jangka delapan bulan pertama sejak didirikannya laboratorium tersebut mencatat bahwa laboratorium telah dimanfaatkan oleh 8541 pengguna dan tentu saja angka ini merupakan hal yang menarik karena menguatkan pembuktian gagasan pemanfaatan perpustakaan sebagai laboratorium. Sedikit berbeda dengan transformasi peran kafe maupun laboratorium yang dapat dilihat secara kasat mata oleh penggunanya, peranan fasilitas ruang penyimpan koleksi yang terletak diluar kampus ternyata juga memberikan pengaruh penting. Pengembangan fasilitas ini merupakan salah satu karya perencanaan yang dikerjakan dibelakang layar untuk memungkinkan terciptanya transformasi ruang layanan umum. Cornell mendirikan fasilitas diluar kampus (disebut Annex) untuk pertama kalinya pada tahun 1977 dan sejak awal dirancang sebagai gudang penyimpanan dengan layanan yang minimal. Perkembangan selanjutnya adalah didirikannya bangunan baru pada tahun 1998 sebagai fasilitas tambahan. Gedung ini dilengkapi dengan ruang baca ditempat, akses internet nir kabel, komputer, printer, mesin fotokopi dan alat baca koleksi dalam bentuk mikro (microfilm, microfiche). Selain itu juga menyimpan 1,8 juta volume koleksi dan diperkirakan akan mencapai 2,8 juta dalam tahun 2007 dan dalam perjalanan waktu telah membuktikan perubahan peran, yang awalnya sebagai gudang penyimpanan koleksi menjadi pusat layanan yang aktif. Dari catatan diperoleh gambaran bahwa sejak 1998, sebanyak 160,000 koleksi dipinjamkan dan sejak 2002 telah dilayankan 170,000 konten dalam bentuk PDF bagi komunitas penggunanya. Kesemua ini membuktikan semakin meningkatnya peran fasilitas bagi sivitas akademisi Cornell dan lainnya. Pada tahun 2005, tiga bangunan penyimpanan ditambahkan agar dapat menampung koleksi tambahan yang diperkirakan berjumlah 4,8 juta. Ini membuka peluang bagi perpustakaan untuk meluncurkan program kewirausahaan (unit kerja usaha) Langkah-langkah dilakukan oleh perpustakaan adalah mengirimkan koleksi yang tersimpan di kampus ke gedung penyimpanan ini sehingga makin tersedia banyak ruang untuk digunakan pemustaka di kampus pusat. Program selanjutnya adalah meluaskan layanan perpustakaan melampaui batasan perannya yaitu fungsi repositori lintas disiplin yang jelas akan menuntut kerjasama dalam mengembangkan, memiliki, saling berbagi dan melindung karya-karya penelitian. Dengan demikian terjadilah perubahan yaitu konsolidasi bangunan koleksi, gudang penyimpanan, manajemen dan pengiriman yang secara ekonomis akan lebih menguntungkan. Perkembangn ini mirip dengan konvergensi yang telah umum dipraktekan di kalangan pebisnis. Perubahan ini akan membantu perpustakaan-perpustakaan yang terlibat didalamnya agar melakukan penguatan berbagai unit didalamnya untuk menyelenggarakan peningkatan layanan bagi kelompok penggunanya yang beragam yaitu tersedianya lebih banyak lagi konten penelitian, akses yang lebih cepat, lebih banyak ragam pilihan penyampaian (delivery) dan layanan yang inovatif kedepan Studi kasus di atas memperlihatkan terjadinya perubahan layanan umum dari peran tradisional menjadi peran yang jauh lebih penting, tidak sekedar sebagai unit penunjang tetapi memiliki kemampuan membentuk proses belajar. 3. Menyelaraskan Layanan dengan Kebutuhan Tim penelitian pemasaran OCLC (OCLC, 2005) melaporkan bahwa mahasiswa menempati peringkat tertinggi dalam penggunaan perpustakaan dan mereka paling banyak menggunakan beragam sumber perpustakaan baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Carlson mengatakan bahwa pengguna yang merupakan generasi internet adalah mereka yang berharap dapat menentukan pilihannya sendiri tentang jenis pendidikan yang akan dibelinya, apa, dimana dan bagaimana mereka akan belajar. Dalam kehidupannya, kelompok ini dibuai layanan komersial yang menawarkan kenyamanan seprti Netfix dan pilihan yang memukau seperti Starbuck dan akibatnya adalah mereka selalu menuntut harapan tinggi. Mereka ingin tersedianya pilihan. Mereka menginginkan perpustakaan mampu menawarkan layanan yang memiliki nilai tambah bagi kehidupan mereka yang sibuk. Bagi mereka, layanan yang tidak nyaman, lambat dan suasana yang tidak menyenangkan di perpustakaan merupakan hambatan yang tidak dapat ditolerir. Untuk menjawab tuntutan ini maka perlu bagi perpustakaan untuk mendisain ulang paket layanan yang diselenggarakan selama ini. Berikut ini adalah contoh layanan yang dapat dipertimbangkan khususnya ditinjau dari aspek kenyamanan. Selama lima tahun terakhir, selain menyediakan komputer desktop, perpustakaan Cornell juga melengkapi layanannya dengan penyediaan komputer jinjing bagi para peminjam yang tentu saja akan memberikan lebih banyak kenyamanan. Dengan berjalannya waktu semakin banyak pengguna, mahasiswa dan dosen memiliki komputer jinjing pribadi. Kondisi ini mendorong perpustakaan untuk menyediakan lemari penyimpan komputer laptop (lockers) dan soket untuk mengisi daya ulang batere 34 VISI PUSTAKA Volume 11 Nomor 2 Agustus 2009

4 di ruang perpustakaan sehingga pada saat istirahat para pengguna dapat menyimpan dan mengisi ulang batere komputernya. Sejak tahun 2004, perpustakaan Cornell telah menyelenggarkan layanan antar perpustakaan, mengirimkan dari perpustakaan-ke-perpustakaan bagi pelanggannya. Artinya, perpustakaan memberikan kemudahan bagi pelanggannya untuk mengambil koleksi yang akan dipinjamnya di lokasi tertentu dan juga mengembalikan di perpustakaan Cornell manapun sesuai dengan pilihan mereka sendiri. Pada tahun 2005, dilaksanakanlah program percontohan yang berlangsung selama 3 bulan yaitu pengiriman buku ke kantor fakultas. Pinjaman ini nantinya dapat dikembalikan di setiap perpustakaan sesuai dengan pilihan si peminjam. Barubaru ini diluncurkan sebuah program baru lainnya yaitu peminjaman tanpa batas, menawarkan kemudahan bagi para dosen untuk meminjam tanpa batas waktu kecuali ada orang lain yang memerlukannya atau dosen tersebut berhenti dari univesitas secara permanen. Contoh di atas ini menggambarkan bagaimana seharusnya perpustakaan mengantisipasi perubahan yang terjadi disekitranya. Tentu harus diingat bahwa layanan yang diselenggarakan memiliki siklus hidup, maksudnya layanan yang diselenggarakan ini mungkin dalam lima tahun mendatang sudah tidak lagi relevan, karena itu kita perlu selalu mengamati dan menciptakan ulang bentuk layanan yang lebih tepat. Fungsi ini penting dilakukan dan inilah yang disebut hubungan supply and demand. Keberhasilan sebuah organisasi akan ditentukan oleh kemampuannya menyediakan secara konsisten kebutuhan pengguna sebagaimana telah ditargetkannya. 4. Pengalihan Anggaran Untuk Mendukung Perubahan Peran Salah satu aspek yang biasanya menghantui perpustakaan adalah masalah keterbatasan dana dalam rangka menyeimbangkan antara pilihan untuk menyelenggarakan kebutuhan layanan baru sesuai dengan tuntutan kebutuhan pengguna dan pilihan untuk tetap menjalankan layanan tradisional yang ternyata cukup banyak. Bila diamati dengan seksama ternyata muncul peningkatan anggaran yang signifikan dalam pelaksanaan layanan umum. Salah satu diantaranya adalah layanan satelit (layanan satelit) Analog layanan satelit ini bila ditempatkan dalam konteks perusahaan adalah fungsi pemasaran. Pemasaran melibatkan kegiatan-kegiatan untuk mencocokkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan klien dan pada akhirnya akan menghasilkan pemasukan yang cukup besar. Ditinjau dalam konteks perpustakaan penelitian, terselenggaranya layanan layanan satelit merupakan salah satu usaha untuk memahami kebutuhan klien yang muncul (market) dengan tujuan untuk menambah atau mengubah layanan yang telah ada (supply) dengan tujuan memuaskan kebutuhan pengguna. Ukuran keberhasilan disini bukanlah berarti memperoleh keuntungan secara langsung, tetapi salah satu aspek pengetahuan pembelajaran yang bila diterjemahkan adalah tentang kemampuan institusi dimasa mendatang. Fokus daya upaya layanan satelit adalah untuk mencapai kelompok pengguna, menciptakan pencitraan layanan, mengembangkan fondasi pengguna dan menyelaraskan atau meningkatkan layanan yang nantinya dapat memberikan pengaruh yang lebih kuat. Dari data statistik yang terbatas diperoleh gambaran bahwa pada tahun 2005/6 dana yang dikeluarkan oleh Cornell Library Public Service Executive Committee untuk menunjang layanan satelit mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya. Jenis layanan satelit yang dimaksud ini adalah : Menyediakan kios informasi baik untuk mahasiswa baru mapun yang telah lulus Menyelenggarakan orientasi tentang perpustakaan untuk staf universitas Menjadi tuan rumah penerimaan mahasiswa dan dosen baru Menyelenggarakan kegiatan ceramah ilmiah di perpustakaan Menjadi tuan rumah penyelenggaraan diskusi dan forum umum lainnya termasuk pameran teknologi. Semua kegiatan tersebut bukanlah sesuatu yang baru bahkan seharusnya lebih banyak lagi jenis kegiatan lain yang dapat dilakukan oleh perpustakaan. Apabila perpustakaan terus melakukan peran-peran aktif terkait dengan penciptaan pengetahuan belajar, maka layanan satelit pun harus menyesuaikan diri untuk mengikuti perubahan. Dalam praktik kegiatan layanan satelit secara tradisional, biasanya kita akan mengundang pelanggan (customer) datang ke perpustakaan. Pendekatan kini adalah menjadikan perpustakaan bertindak proaktif, mendatangi wilayah pelanggan baik secara fisik maupun elektronik, misalnya penambahan jam layanan di lokasi tertentu sesuai dengan keinginan pengguna, layanan ini menjangkau ruang publik dijital dimana para pengguna biasanya berinteraksi secara virtual. Bila awalnya perpustakaan biasanya menawarkan apa saja yang dapat mereka lakukan, dengan diterapkannya layanan satelit maka akan beralih menjadi layanan yang memperhatikan bagaimana layanan tersebut akan berpengaruh sehingga si pengguna perpustakaan mampu melakukan perubahan-perubahan bermanfaat bagi kehidupannya. Dengan semakin luasnya area yang harus VISI PUSTAKA Volume 11 Nomor 2 Agustus

5 dicakup, tentu saja anggaran penyelenggaraan layanan ini akan semakin membengkak. Pada saat yang bersamaan, layanan satelit mampu memainkan peranan yang lebih penting sebagai konsultan internal bagi perpustakaan. Artinya dapat mengambil peran mirip dengan peran yang dijalankan oleh unit intelejen perusahaan yang inovatif. Unit ini berhubungan langsung dengan para pelanggan dan memiliki posisi yang unik karena secara langsung dapat menghimpun informasi yang terkait pemasaran dan diperoleh langsung dari lapangan. Melalui hubungan interaksi yang dilakukan oleh layanan satelit, maka perpustakaan dapat memanfaatkan data tersebut untuk memvalidasi asumsi atau sebaliknya untuk mewujudkan pengembangan layanan. Bila digabungkan dengan data mining dan analisis, maka layanan satelit akan memiliki fungsi yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan di perpustakaan. Perubahan layanan perpustakaan lain yang dapat diamati adalah peningkatan signifikan pada anggaran perlengkapan di divisi layanan umum. Alasan utamanya peningkatan ini adalah sedemikian cepatnya perubahan daftar perlengkapan dan juga semakin pendeknya jangka keluarnya perlengkapan dengan versi baru. Tampaknya perpustakaan secara konstan meninjau ulang serta melakukan investasi perlengkapan dari generasi terbaru. Walaupun data berikut tidak komprehensif, tetapi dari pengamatan penulis selama 12 bulan terakhir, dapat diketahui penggunaan anggaran perpustakaan untuk perlengkapan berikut ini : Laptop (komputer jinjing) dilengkapi dengan perangkat lunak untuk disain Alat pemindai dengan kualitas grafis yang tersambung dalam jaringan Kamera dijital dengan resolusi tinggi Alat pemindai ukuran besar Color printer Plotter untuk peta Proyektor resolusi tinggi Kamera dijital Kamera video dijital. Multi-region VCD/DVD player. Semua peralatan tersebut dimanfaatkan untuk keperluan umum. masing-masing alat akan membantu proses pengajaran, belajar maupun penelitian secara multi dimensi maupun multi media.meskipun pendek, daftar ini mencerminkan jangkauan frekwensi layanan umum perpustakaan pada abad dijital dan memperlihatkan jalan panjang yang harus ditempuh oleh perpustakaan untuk bertransformasi. Hal ini juga memperlihatkan adanya peluang bagi perpustakaan yang akan tetap dibutuhkan untuk menunjang belajar dan inovasi. 5.Pengembangan Sumber Daya ManusiaYang Berkualitas Untuk Masa Kini dan Mendatang Tantangan lain yang tidak kalah pentingnya bagi perpustakaan dalam proses transformasi adalah pengembangan kemampuan sumber daya manusianya agar berhasil meraih kesuksesan. Tantangan ini tidak kalah pentingnya dengan sektor anggaran. Tuntutan untuk meningkatkan kemampuan di perpustakaan ini dapat dicapai melalui pelatihan dan rikrutmen. Daftar kemampuan berikut ini penting bagi divisi layanan umum. Walaupun bukan berarti bahwa staf perpustakaan belum memilikinya, akan tetapi kemampuan yang dimiliki saat ini harus ditingkatkan agar ke depannya perpustakaan dapat menempati posisi yang lebih baik. Kemampuan tersebut adalah : Layanan satelit/ Pemasaran Walaupun layanan umum perpustakaan telah banyak melakukan pekerjaan yang kreatif dan substantial dalam layanan satelit, tetapi masih perlu penguatan dalam kegiatan pemasarannya. Persepsi tentang perpustakaan dan layanannya dikemukakan komprehensif dalam laporan OCLC. Layanan yang dimaksudkan disini umumnya adalah layanan yang diselenggarakan oleh divisi layanan umum. Mereka yang memiliki kemampuan marketing dapat memanfaatkan hasil temuan tersebut dan membandingkan serta menghubungkannya dengan data lokal. Mereka juga akan mampu mengerjakan promosi jasa perpustakaan secara selektif ditujukan bagi segmen pengguna sesuai dengan target yang telah ditentukan untuk mengubah persepsi tentang perpustakaan, membangun kepercayaan dan pencitraan perpustakaan dengan efektif. Layanan satelit merupakan salah satu sarana yang paling berpengaruh untuk melakukan promosi perpustakaan dan sekaligus juga berfungsi sebagai sarana untuk mengetahui produk yang dihasilkan oleh entitas non perpustakaan. Informasi serupa ini sangat bermanfaat bagi perpustakaan untuk pengambilan keputusan dalam investasi. Data mining and analysis Biasanya divisi layanan umum berinteraksi langsung dengan pengguna.dengan semakin meningkatnya penggunaan sistem berbasis komputer akan memudahkan pengumpulan data. Salah satu topik atau pekerjaan populer di kalangan perpustakaan adalah melakukan evaluasi (kajian) dan kini makin banyak data yang harus diolah dan ketersediaan alat untuk mengumpulkan/mengolah data pun semakin banyak. Pustakawan dituntut untuk mengembangkan kemampuannya terkait dengan penanganan data mining and analysis untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada perilaku pencarian informasi, korelasi serta sebab dan akibatnya. Data mining and analysis merupakan salah satu 36 VISI PUSTAKA Volume 11 Nomor 2 Agustus 2009

6 fungsi yang amat penting bagi keberhasilan industri jasa di abad informasi ini dan tentu saja tidak terkecuali bagi perpustakaan. Perpustakaan memerlukan keahlian yang tinggi dalam bidang tersebut, membentuk sebuah tim yang melakukan peran penelitian dan pengembangan, sejajar dengan organisasi yang paling inovatif. Tim ini akan mengikuti tren dan pola yang berkembang, menciptakan indikator untuk mengukur dampak dan mengarahkan pengembangan layanan perpustakaan. Kewirausahaan Dengan memiliki data pemasaran, langkah selanjutnya adalah mentransformasikan temuan2 tersebut menjadikan peluang. Bagi divisi layanan umum sebuah perpustakaan, melakukan beberapa perubahan layanan atau menjalankan proyek baru secara bersamaan adalah hal yang biasa. Akan tetapi permasalahan yang dihadapi adalah dengan keterbatasan anggaran sementara tuntutan persaingan yang semakin meningkat. Dengan kondisi serupa ini, perpustakaan akan memperoleh keuntungan apabila memiliki kemampuan atau kompetensi kewirausahaan (entrepreneurship). Kompetensi yang dimaksud disini termasuk menciptakan model bisnis, melakukan analisa keuangan, perencanaan program serta melaksanakannya, melakukan negosiasi dan menetapkan keputusan yang mengandung risiko. Perkembangan jasa layanan baru yang dihadapi oleh perpustakaan demikian cepat dan seperti tiada akhirnya. Pembuatan sebuah model bisnis yang ketat, akan membantu perpustakaan membaca potensi sebuah proyek dan juga menghitung risiko yang mungkin akan dihadapi, menentukan prioritas dan anggaran kegiatan. Segala daya upaya ini akan membantu perpustakaan untuk mengembangkan exit strategies secara sistimatis untuk menyelamatkan sumberdayanya yang terbatas. Teknologi Staf perpustakaan yang bertugas di bagian layanan umum memiliki kemampuan baik tentang koleksi dan bahkan kadang-kadang mereka memahami konten kurikulum. Dengan demikian mereka adalah sumber daya yang amat istimewa untuk penelitian yang mendalam. Semua ini dapat lebih ditingkatkan atau diberdayakan dengan menempatkan staf yang memiliki kemampuan teknologi canggih. Dua alasan mengapa hal ini penting dilakukan. Pertama, bagi para pengguna perpustakaan (customer) saat ini, cara/moda memperoleh informasi yang dibutuhkan sama pentingnya dengan kualitas konten itu sendiri. Para pengguna tersebut umumnya memiliki beragam perangkat elektronik pribadi dan bahkan mereka lebih sering mengurungkan keinginannya untuk memperoleh konten yang berkualitas dan sebagi gantinya lebih memilih kenyamanan dalam cara mendapatkan konten tersebut. Staf divisi layanan umum yang menguasai teknologi dapat memperoleh data langsung dari sumbernya untuk menjadikannya layanan berbasis teknologi. Disamping itu, teknologi juga memberikan penghematan yang cukup signifikan bagi sumber daya; misalnya penelitian rujukan yang bernilai dan dilakukan dengan segala daya upaya dan seringkali hanya bermanfaat bagi satu atau dua pelanggan bila dilakukan secara tatap muka, padahal, melalui teknologi baru seperti Wiki, akan mampu menjangkau jauh lebih banyak orang. Artinya hasil penelitian tadi akan lebih bermanfaat bagi kelompok pelanggan dalam jumlah yang lebih besar. Logistik Pengawasan Operasional Sebuah artikel yang cukup kontroversial ditulis oleh Esposito (2006) menggunakan Wal-mart sebagai metaphor untuk pengamatan sebuah proses skala besar. Menurutnya, Apabila Wal-Mart menjalankan atau mengelola sebuah perpustakan maka jumlah perpustakaan akan lebih sedikit tetapi perpustakaan tersebut akan jauh lebih besar. Wal-Mart akan mempelajari keseluruhan rantai pengadaan (supply), mulai dari pengarang sampai jalur yang harus dilalui untuk sampai kepada pembaca atau pengguna perpustakaan untuk mengeluarkan ketidak-efisiensian Bila dimungkinkan, solusinya yang dipilih adalah pemanfaatan teknologi informasi dan bukan dengan penggunaan tenaga kerja dari negara maju yang tentu tinggi biayanya. Ciri khas dari perpustakaan Wall-Mart adalah kemampuannya untuk melakukan penghematan yang diperoleh dengan langkah-langkah konfigurasi ulang rantai pengadaan bukan dengan menetapkan harga terendah, akan tetapi menciptakan suatu kondisi sedemikian rupa sehingga beban biaya dialihkan kepada para pengguna perpustakaan dalam berbagai bentuk. Perdebatan tentang strategi bisnis Wallmarts berlangsung, perushaan tersebut mengelola rantai pengadaan/logistik nyaris sempurna. Pelanggan saat ini lebih menghargai kenyamanan dan kecepatan artinya divisi layanan umum dapat memperoleh keuntungan cukup besar dari keahlian mengawasi logistik dan operasional. Keahlian ini akan membawa perpustakaan menjadi lebih baik dalam keputusan pengaturan alur kerja dan pengawasan berkualitas.penghematan yang diperoleh melalui penghapusan ketidakefisienan serta duplikasi akan mendorong perpustakaan untuk menciptakan layanan baru. Pemahaman tentang aspek hukum Pada umumnya staf yang bertugas di layanan umum memahami masalah hak cipta. Dengan semakin meningkatnya aggregated konten perpustakaan yang dilayankan dalam bentuk digital dan layanan yang berbasis teknologi, juga perubahan peran perpustakaan menjadi produser dan kolaborator pendidikan dan inovasi artinya kemampuan staf untuk menguasai lebih banyak lagi pengetahuan yang berkaitan dengan aspek hukum akan dibutuhkan untuk penanganan manajemen VISI PUSTAKA Volume 11 Nomor 2 Agustus

7 hak cipta dan disain layanan. Keambiguan peristilahan dalam bidang hukum dan potensi bercabangnya layanan yang ditawarkan memungkinkan dikelola dengan lebih baik bila staf memiliki pemahaman dan pengetahuan dalam bidang hukum yang lebih dalam. Pelatihan dan Perekrutan Tentu tidak perlu diungkapkan bahwa kompetensi di atas hanya dapat diperoleh apabila lembaga perpustakaan memiliki unit sumberdaya manusia yang kuat. Pelatihan dan perekrutan membentuk staf yang memiliki kemampuan untuk mewujdjan cetak biru layanan perpustakaan menjadi kenyataan. Seiring dengan berkembangnya perpustakaan menjadi sebuah lembaga yang multi faset dan tenggelam dalam proses pendidikan, maka kebutuhan akan kompetensi dari bidang nontradisional yang selama ini tidak diperhatikan oleh perpustakaan semakin bertambah. Strategi perekrutan staf dengan tuntutan mereka memiliki kemampuan pemasaran jasa yang kuat merupakan tambahan yang amat bernilai bagi perpustakaan. Esposito, J. (2006), What if Wal-mart ran a library?,journal ofelectronic Publishing, Vol. 9 No.1, available at text/text-idx?c=jep;view=text;rgn=main;idno= Freeman, G.T. (2005), The library as place: changes in learning patterns, collections, technology, and use, Library as Place. Rethinking Roles, Rethinking Space, CLIR, Washington, DC. Hwang, S. and Karnofsky, P. (2005), Defining, measuring, and improving collaboration through evaluating the Cornell Library collaborative learning computer laboratory (unpublished Cornell 6. Kesimpulan Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ke depan perpustakaan akan melalukan transformasi ruang buku menjadi ruang manusia.keberadaan teknologi akan mendorong akses dan diseminasi konten. Akan terus terjadi perubahan yang sedemikian banyaknya sama halnya dengan perubahan yang telah terjadi dan ini akan berlangsung dengan cepat dan tanpa dapat diprediksi. Di abad ini dimana informasi yang melimpah ruah, maka strategi paling tepat bagi perpustakaan adalah memahami usaha (ruang lingkup kerjanya), pangsa pasar dan kekuatan lembaganya. References Bennett, S. (2005), Righting the balance, Library as Place. Rethinking Roles, Rethinking Space, CLIR, Washington, DC. Carlson, S. (2005), The net generation goes to college, The Chronicle of Higher Education, 7 October, available at: 07a03401.htm Cosgrave, T. (2005), Collaborative learning, multimedia development, flexibility, available at labmanconference.org/presenters.html De Rosa, C., Dempsey, L. and Wilson, A. (Eds) (2004), The 2003 OCLC Environmental Scan. Pattern Recognition, OCLC, Dublin, OH. 38 VISI PUSTAKA Volume 11 Nomor 2 Agustus 2009

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 174 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah Perpustakaan ITS Surabaya dan Perpustakaan UK Petra Surabaya melakukan pemanfaatan fungsi ruang yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH

BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH BAB IV ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Perpustakaan sebagai media sumber belajar peserta didik berperan penting terhadap mutu pendidikan peserta didik. Implementasi manajemen perpustakaan

Lebih terperinci

PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya)

PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya) PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya) PEMASARAN ONLINE FOR X SMK Copyriht by : Rio Widyatmoko,A.Md.Kom MANFAAT PEMASARAN ONLINE MANFAAT PEMASARAN ONLINE a. Melakukan perubahan dengan cepat.

Lebih terperinci

TUGAS MAKALAH STRATEGI PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN ERA TEKNOLOGI INFORMASI MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN DAN JASA DOSEN : IBU.

TUGAS MAKALAH STRATEGI PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN ERA TEKNOLOGI INFORMASI MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN DAN JASA DOSEN : IBU. TUGAS MAKALAH STRATEGI PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN ERA TEKNOLOGI INFORMASI MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN DAN JASA DOSEN : IBU.UMI OLEH ISMI PUTRI MERDEKA WATI (07540016) PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perpustakaan Umum Yogyakarta: Studi Perpustakaan di Masa Depan. dengan Penekanan pada Fleksibilitas Ruang

BAB I PENDAHULUAN. Perpustakaan Umum Yogyakarta: Studi Perpustakaan di Masa Depan. dengan Penekanan pada Fleksibilitas Ruang BAB I PENDAHULUAN A. Definisi dan pengertian judul 1. Judul Perpustakaan Umum Yogyakarta: Studi Perpustakaan di Masa Depan dengan Penekanan pada Fleksibilitas Ruang 2. Definisi Perpustakaan Umum : Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perpustakaan yang dikenal sebagai pusat informasi berorientasi untuk mendistribusikan informasi kepada pengguna. Salah satu cara dalam mendistribusikan informasi

Lebih terperinci

STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENELITIAN

STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENELITIAN STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENELITIAN BADAN PENJAMINAN MUTU (BAJAMTU) UNIVERSITAS GUNADARMA 2017 STANDAR MUTU PENELITIAN Penelitian yang merupakan dharma kedua dari Tri Dharma Perguruan Tinggi memegang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan bisnis dewasa ini membuat persaingan bisnis menjadi

BAB I PENDAHULUAN. Dalam perkembangan bisnis dewasa ini membuat persaingan bisnis menjadi BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam perkembangan bisnis dewasa ini membuat persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kemajuan dan perkembangan teknologi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat jumlah penduduk yang paling besar di dunia. Menurut Wikipedia, negara Indonesia adalah negara berpenduduk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perpustakaan merupakan salah satu sarana dan sumber belajar yang efektif

BAB I PENDAHULUAN. Perpustakaan merupakan salah satu sarana dan sumber belajar yang efektif BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perpustakaan merupakan salah satu sarana dan sumber belajar yang efektif bagi perluasan pengetahuan melalui informasi yang disuguhkan berupa beraneka bahan bacaan.

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS MASALAH

BAB II ANALISIS MASALAH BAB II ANALISIS MASALAH 2.1 Tinjauan Teori Teori yang akan dibahas pada bab ini ada teori-teori pendukung dan penjelas yang menjadi landasan terhadap judul yang penulis angkat berupa materi ilmu yang bersifat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan dunia bisnis begitu pesat mengakibatkan timbulnya tingkat

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan dunia bisnis begitu pesat mengakibatkan timbulnya tingkat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan dunia bisnis begitu pesat mengakibatkan timbulnya tingkat persaingan ketat antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain. Para pengusaha

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Paradigma pendidikan mengalami perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya perubahan pada

Lebih terperinci

Ekonomi Digital Bukan Sekadar Langkah Strategis

Ekonomi Digital Bukan Sekadar Langkah Strategis DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA http://kominfo.pekalongankota.go.id/ Ekonomi Digital Bukan Sekadar Langkah Strategis Kamis, 10 Maret 2016-14:32:23WIB Diposting oleh : Administrator Kategori : ARSIP BERITA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi membawa konsekuensi dilakukakannya proses pengolahan data

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi membawa konsekuensi dilakukakannya proses pengolahan data BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Kemajuan teknologi informasi yang begitu pesat didukung teknologi komunikasi membawa konsekuensi dilakukakannya proses pengolahan data berbasis teknologi informasi

Lebih terperinci

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI SERVIS STRATEGI & DESIGN 2KA30

MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI SERVIS STRATEGI & DESIGN 2KA30 MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI SERVIS STRATEGI & DESIGN 2KA30 Disusun oleh: Mukhamad Arif Kurniawan (17114619) Richart Wirianto (19114247) Indra Oktamara (15114300) FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN INFORMASI

Lebih terperinci

Minggu-4. Product Knowledge and Price Concepts. Pengembangan Produk Baru (new product development) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

Minggu-4. Product Knowledge and Price Concepts. Pengembangan Produk Baru (new product development) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Product Knowledge and Price Concepts Minggu-4 Pengembangan Produk Baru (new product development) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM Further Information : Mobile : 08122035131 02270704014 ailili1955@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dila Farida Nurfajriah, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dila Farida Nurfajriah, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dewasa ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dunia berkembang sangat pesat dan telah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi.

Lebih terperinci

KOMPETENSI PUSTAKA WAN KHUSUS DI ABAD KE-21 PENGANTAR

KOMPETENSI PUSTAKA WAN KHUSUS DI ABAD KE-21 PENGANTAR KOMPETENSI PUSTAKA WAN KHUSUS DI ABAD KE-21 Dipersiapkan untuk Dewan Asosiasi Pustakawan khusus/sla oleh Komite Khusus mengenai Kompetensi untuk Pustakawan Khusus Joanne Marshall; Linda Moulton; dan Roberta

Lebih terperinci

BIMBINGAN PEMUSTAKA UNTUK MAHASISWA BARU STMIK SURABAYA DI ERA DIGITAL. Deasy Kumalawati Perpustakaan STMIK Surabaya

BIMBINGAN PEMUSTAKA UNTUK MAHASISWA BARU STMIK SURABAYA DI ERA DIGITAL. Deasy Kumalawati Perpustakaan STMIK Surabaya BIMBINGAN PEMUSTAKA UNTUK MAHASISWA BARU STMIK SURABAYA DI ERA DIGITAL Deasy Kumalawati Perpustakaan STMIK Surabaya deasy@stikom.edu ABSTRAK Saat ini perpustakaan sedang berjuang keras untuk melawan suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan yang semakin ketat khususnya pada industri

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan yang semakin ketat khususnya pada industri BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam era persaingan yang semakin ketat khususnya pada industri telekomunikasi dan teknologi informasi, perusahaan perlu untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan melakukan

Lebih terperinci

PEMASARAN PERPUSTAKAAN

PEMASARAN PERPUSTAKAAN PEMASARAN PERPUSTAKAAN Oleh: Ir. Abdul Rahman Saleh, M.Sc. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 1. Pengertian

Lebih terperinci

BAB I BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I BAB 1 PENDAHULUAN BAB I BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran merupakan unsur yang sangat penting dalam pendidikan di Indonesia. Dalam pembelajaran terdapat berbagai macam strategi dan metode yang dapat digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi dunia telah memasuki era globalisasi dengan teknologi informasi yang berkembang pesat. Hal ini membawa perubahan dalam pengelolaan

Lebih terperinci

Perpustakaan Elektronik: Definisi, Karakteristik dan Penanganannya

Perpustakaan Elektronik: Definisi, Karakteristik dan Penanganannya Perpustakaan Elektronik: Definisi, Karakteristik dan Penanganannya A. Ridwan Siregar Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan, dan Kepala Perpustakaan USU Pengantar Perpustakaan elektronik (PE) adalah suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia pustaka artinya kitab, buku. Batasan istilah perpustakaan adalah sebuah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia pustaka artinya kitab, buku. Batasan istilah perpustakaan adalah sebuah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perpustakaan berasal dari kata dasar pustaka. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pustaka artinya kitab, buku. Batasan istilah perpustakaan adalah sebuah

Lebih terperinci

KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 13 Mei 2015

KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 13 Mei 2015 KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 13 Mei 2015 Topik #1 Manajemen Guru Rencana Strategis (RENSTRA) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015-2019 secara eksplisit menyebutkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangannya di perusahaan manufaktur, selain bersaing dalam dunia pasar yang semakin memunculkan teknologi informasi yang canggih, perusahaan juga

Lebih terperinci

Tatyana Dumova Point Park University, USA. Kegunaan Kuis Online : Mengevaluasi Persepsi Mahasiswa

Tatyana Dumova Point Park University, USA. Kegunaan Kuis Online : Mengevaluasi Persepsi Mahasiswa Tatyana Dumova Point Park University, USA Kegunaan Kuis Online : Mengevaluasi Persepsi Mahasiswa Abstrak Fokus studi ini adalah penilaian, komponen penting dari pengajaran dan pembelajaran. Mengkaji kegunaan

Lebih terperinci

Faktor Keberhasilan untuk Keterlibatan Pengguna Akhir Office 365

Faktor Keberhasilan untuk Keterlibatan Pengguna Akhir Office 365 Faktor Keberhasilan untuk Keterlibatan Pengguna Akhir Office 365 Faktor keberhasilan penting yang mempengaruhi penerapan Office 365 serta cara agar berhasil menggunakannya dalam rollout Office 365 akan

Lebih terperinci

TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN BAB XXV MERENCANAKAN KEGIATAN USAHA PENGOLAHAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perpustakaan adalah salah satu media perantara yang penting menyangkut rantai penyebaran informasi. Dalam perkembangan informasi digital peran perpustakaan adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam. mengembangkan produk dan servisnya. Bank diharapkan dapat merespons

BAB I PENDAHULUAN. baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam. mengembangkan produk dan servisnya. Bank diharapkan dapat merespons BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Industri perbankan Indonesia saat ini sedang menghadapi tekanantekanan baik internal maupun eksternal untuk melakukan inovasi dalam mengembangkan produk dan servisnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. layanan yang bagus dipercaya dapat mempengaruhi nilai dan kepuasan nasabah sehingga

BAB I PENDAHULUAN. layanan yang bagus dipercaya dapat mempengaruhi nilai dan kepuasan nasabah sehingga BAB I PENDAHULUAN Selama beberapa dekade terakhir, studi empiris mengenai kualitas layanan menjadi hal yang menarik dalam dunia industri terutama industri jasa. Kunci sukses meraih kemenangan dalam persaingan

Lebih terperinci

JARINGAN INFORMASI IPTEK KESEHATAN Potensi dan Pengalaman USU

JARINGAN INFORMASI IPTEK KESEHATAN Potensi dan Pengalaman USU JARINGAN INFORMASI IPTEK KESEHATAN Potensi dan Pengalaman USU A. Ridwan Siregar Departemen Studi Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera Utara Pendahuluan Kerjasama merupakan suatu fenomena sosial

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu

BAB I PENDAHULUAN. faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan pelanggan pada kondisi pasar yang kompetitif merupakan faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu utama dari bisnis pada

Lebih terperinci

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF BAB 1 RINGKASAN EKSEKUTIF BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF 1.1 Deskripsi Konsep Bisnis Teknologi telah menjadi unsur yang terdapat dalam kehidupan manusia, bahkan hampir di semua aspek kehidupan. Hampir semua

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada lembaga pendidikan khususnya pada tingkat pendidikan menengah

BAB I PENDAHULUAN. pada lembaga pendidikan khususnya pada tingkat pendidikan menengah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberadaan perpustakaan dilingkungan sekolah kurang mendapat perhatian. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya pertumbuhan perpustakaan pada lembaga pendidikan

Lebih terperinci

BAB VII PRODUK Apa itu produk? Barang dan Jasa

BAB VII PRODUK Apa itu produk? Barang dan Jasa BAB VII PRODUK Apa itu produk? Produk adalah sesuatu yang diciptakan untuk tujuan transaksi. Produk memuaskan kebutuhan dan keinginan tertentu dari pelanggan dan memberikan pendapatan pada penjual atau

Lebih terperinci

KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 7 Oktober 2015

KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 7 Oktober 2015 KOPI DARAT Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat 7 Oktober 2015 Topik #10 Wajib Belajar 12 Tahun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Menjawab Daya Saing Nasional Latar Belakang Program Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN PROVINSI

PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN PROVINSI SALINAN PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN PROVINSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di negara manapun di dunia ini termasuk di Indonesia apabila perekonomian bangsa dikelola secara jujur, adil dan profesional, maka pertumbuhan ekonomi akan

Lebih terperinci

2017, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Le

2017, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Le BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.699, 2017 PERPUSNAS. Perpustakaan Kabupaten/Kota. Standar Nasional. PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia membutuhkan orang lain untuk berbagi dan berkomunikasi. Kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. manusia membutuhkan orang lain untuk berbagi dan berkomunikasi. Kebutuhan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan elemen terpenting dalam kehidupan manusia, terlebih lagi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi terutama penggunaan internet saat ini

BAB 1 PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi terutama penggunaan internet saat ini BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu pengetahuan dan teknologi informasi terutama penggunaan internet saat ini berkembang pesat setiap tahunnya. Menurut data Internet World Stats, Indonesia termasuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak akhir abad 20 dan awal abad 21, teknologi web telah mengalami kemajuan yang sangat cepat. Menurut Xiaohua Li (2014) konsep Web 2.0 telah menguasai dunia online.

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan

I. PENDAHULUAN. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan kontribusi terhadap terjadinya revolusi dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Dari ilmu pengetahuan, kita bisa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Dari ilmu pengetahuan, kita bisa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Dari ilmu pengetahuan, kita bisa mempelajari berbagai hal serta mengembangkan diri. Buku yang menuntun kita menjelajah berbagai

Lebih terperinci

1.1 Sejarah Perusahaan ITB School of Business and Management (SBM-ITB)

1.1 Sejarah Perusahaan ITB School of Business and Management (SBM-ITB) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Perusahaan 1.1.1 ITB School of Business and Management (SBM-ITB) ITB mulai merencanakan membuka program bisnis dan manajemen sejak tahun 1970. Pada akhir tahun 1980, Departemen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kita semua menyadari bahwa dalam upaya mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas tinggi demi tercapainya kemajuan suatu bangsa bergantung dan tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. mempunyai peran penting dalam era globalisasi saat ini. Pada era ini diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. mempunyai peran penting dalam era globalisasi saat ini. Pada era ini diperlukan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perguruan tinggi sebagai salah satu penyelenggara layanan pendididikan mempunyai peran penting dalam era globalisasi saat ini. Pada era ini diperlukan sumber daya manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat cepat sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi.

BAB I PENDAHULUAN. sangat cepat sudah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan profesi. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada abad 21 ini manusia betul-betul merasakan apa yang disebut dengan keajaiban Teknologi Informasi atau TI. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki peran yang penting di dalam pemerintahan. Beberapa peran TIK adalah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Pada umumnya para remaja sekarang senang berbelanja tertutama

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Pada umumnya para remaja sekarang senang berbelanja tertutama BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pada umumnya para remaja sekarang senang berbelanja tertutama pada mahasiswa, semakin berkembangnya social media maka banyak yang membuka usaha di social media contohnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cepat dan disertai dengan adanya tantangan tantangan yang semakin luas dan

BAB I PENDAHULUAN. cepat dan disertai dengan adanya tantangan tantangan yang semakin luas dan BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan dunia perbankan yang dewasa ini bergerak semakin cepat dan disertai dengan adanya tantangan tantangan yang semakin luas dan kompleks, mendorong adanya peningkatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diperoleh sebagian besar ditopang oleh sektor jasa. Menurut data yang ada pada tahun

BAB I PENDAHULUAN. diperoleh sebagian besar ditopang oleh sektor jasa. Menurut data yang ada pada tahun BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beberapa tahun terakhir ini, industri dan bisnis sektor jasa di Yogyakarta berkembang dengan pesat. Hal ini terjadi karena bidang jasa memberi kontribusi yang signifikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya teknologi informasi (TI), kini internet bukan lagi sesuatu yang dianggap baru dan mahal. saat ini internet sudah menjadi kebutuhan vital sama

Lebih terperinci

MANFAAT LITERASI INFORMASI UNTUK PROGRAM PENGENALAN PERPUSTAKAAN

MANFAAT LITERASI INFORMASI UNTUK PROGRAM PENGENALAN PERPUSTAKAAN MANFAAT LITERASI INFORMASI UNTUK PROGRAM PENGENALAN PERPUSTAKAAN Bambang Hermawan Pustakawan Universitas Islam Indonesia bambang18hermawan@gmail.com Abstrak Universitas dalam acara pengenalan kampus atau

Lebih terperinci

Universitas Indonesia

Universitas Indonesia 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan merupakan salah satu institusi layanan publik yang memiliki peran sebagai salah satu tempat memperoleh informasi yang kita butuhkan dalam melakukan aktifitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Usaha pemerintah ke arah ini telah dilaksanakan dengan menambah jumlah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Usaha pemerintah ke arah ini telah dilaksanakan dengan menambah jumlah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kualitas pendidikan di era sekarang ini memperoleh prioritas dalam pengembangannya. Pendidikan yang maju perlu ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Sebagaimana

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATAPENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN...1 BAB IIKEANGGOTAAN... 2 BAB IIIHAK DAN KEWAJIBAN... 3 BAB IVPELAYANAN...

DAFTAR ISI. KATAPENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN...1 BAB IIKEANGGOTAAN... 2 BAB IIIHAK DAN KEWAJIBAN... 3 BAB IVPELAYANAN... DAFTAR ISI KATAPENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN......1 BAB IIKEANGGOTAAN... 2 BAB IIIHAK DAN KEWAJIBAN... 3 BAB IVPELAYANAN... 4 BAB VSANKSI DAN TAGIHAN... 8 BAB VIKOLEKSI... 9 BAB VII

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai pusat penghimpun, pengolah dan penyebaran informasi. Pengelolaan perpustakaan pada masa kini semakin menuntut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat kompleks dalam kegiatan pemasaran, sebab dengan perilaku

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat kompleks dalam kegiatan pemasaran, sebab dengan perilaku BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap konsumen sebagai individu yang memiliki berbagai macam kriteria dan kondisi yang berbeda dalam perilakunya sehingga membuat suatu perbedaan yang sangat

Lebih terperinci

Studi pelayanan perpustakaan sekolah menengah atas sebagai sumber belajar (studi kasus di SMA Negeri 7 Surakarta)

Studi pelayanan perpustakaan sekolah menengah atas sebagai sumber belajar (studi kasus di SMA Negeri 7 Surakarta) Studi pelayanan perpustakaan sekolah menengah atas sebagai sumber belajar (studi kasus di SMA Negeri 7 Surakarta) Sri Wahyudi K.8405037 UNIVERSITAS SEBELAS MARET BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Berbagi Pengetahuan Berbagi pengetahuan adalah kegiatan bekerjasama yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar tercapai tujuan individu

Lebih terperinci

KOLEKSI LANGKA. Langka. Disusun oleh: Anang Fitrianto Sapto Nugroho. a.f.s.n

KOLEKSI LANGKA. Langka. Disusun oleh: Anang Fitrianto Sapto Nugroho. a.f.s.n PEMASARAN DAN PROMOSI Pemasaran Koleksi KOLEKSI LANGKA Langka Disusun oleh: Anang Fitrianto Sapto Nugroho a.f.s.n 1 A. DEFINISI KOLEKSI LANGKA Menurut Online Dictionary for Library and Information Science,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan wajah baru yang juga menyediakan berbagai macam ruang, area baca,

BAB I PENDAHULUAN. dengan wajah baru yang juga menyediakan berbagai macam ruang, area baca, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perpustakaan perguruan tinggi saat ini tidak hanya berisi rak buku dan koleksi bahan pustaka namun telah banyak ditemui perpustakaan perguruan tinggi dengan wajah baru

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimana berbagai informasi mudah didapatkan oleh semua orang di. Perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat berimbas pada tantangan

BAB I PENDAHULUAN. dimana berbagai informasi mudah didapatkan oleh semua orang di. Perkembangan IPTEK yang sangat pesat dapat berimbas pada tantangan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini kita telah memasuki abad ke-21. Abad 21 merupakan abad dimana berbagai informasi mudah didapatkan oleh semua orang di penjuru dunia tanpa terkecuali. Batasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan teknologi dan informasi, motiongraph menjadi

BAB I PENDAHULUAN. Seiring perkembangan teknologi dan informasi, motiongraph menjadi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring perkembangan teknologi dan informasi, motiongraph menjadi salah satu aplikasi desain yang dianggap menarik dan praktis, khususnya dalam bidang promosi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan,

BAB I PENDAHULUAN. reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era reformasi yang sedang berjalan atau bahkan sudah memasuki pasca reformasi diindikasikan dengan adanya perombakan di segala bidang kehidupan, politik, moneter, pertahanan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan nasabah akan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan nasabah akan kualitas BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejalan dengan semakin meningkatnya kebutuhan nasabah akan kualitas pelayanan dan produk keuangan perbankan yang semakin hari semakin kompleks maka pihak perbankan

Lebih terperinci

Bab II. Tinjauan Pustaka

Bab II. Tinjauan Pustaka Bab II Tinjauan Pustaka Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tinjauan pustaka yang digunakan dalam pemodelan Customer Relationship Management. Adapun teori yang akan dijelaskan antara lain adalah Customer

Lebih terperinci

PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI PENDAHULUAN Ribuan bahkan jutaan laporan, makalah, artikel majalah, buku yang dihasilkan ilmuwan sedang menunggu di perpustakaan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan

BAB I PENDAHULUAN. khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Restaurant adalah salah satu industri di dunia yang berkembang dengan cepat, khususnya di area perkotaan, sebagai tanggapan terhadap gaya hidup modern dengan fleksibilitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi digital berkaitan erat dengan digitalisasi media. Hal ini mendorong setiap media dan suatu perusahaan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Melalui produk model pembelajaran yang dikembangkan dari hasil Research and Development (R & D), telah memberikan implikasi praktis dan teoritis bagi pengembangan kurikulum/pembelajaran,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pemasaran merupakan sumber kehidupan dari sebuah. perusahaan. Karena kegiatan pemasaran dilaksanakan dengan efisien dan

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan pemasaran merupakan sumber kehidupan dari sebuah. perusahaan. Karena kegiatan pemasaran dilaksanakan dengan efisien dan BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kegiatan pemasaran merupakan sumber kehidupan dari sebuah perusahaan. Karena kegiatan pemasaran dilaksanakan dengan efisien dan efektif akan mendukung berkembangnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diciptakannya dapat dipertahankan selamanya. Hal ini bukanlah tugas yang

BAB I PENDAHULUAN. diciptakannya dapat dipertahankan selamanya. Hal ini bukanlah tugas yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaku pasar pada umumnya menginginkan bahwa pelanggan yang diciptakannya dapat dipertahankan selamanya. Hal ini bukanlah tugas yang mudah mengingat perubahan-perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era modern saat ini perkembangan teknologi informasi semakin pesat dan menimbulkan berbagai dampak, baik dari segi positif maupun negatif. Dampak tersebut membuat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi semakin berkembang dengan cepat dan pesat. Semakin maju kemampuan teknologi maka juga berpengaruh pada

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat ditandai dengan berkembangnya industri dan usaha kecil menengah yang ada di negara tersebut, semakin meningkat maka semakin

Lebih terperinci

BUDAYA LITERASI INFORMASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENULIS KARYA ILMIAH

BUDAYA LITERASI INFORMASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENULIS KARYA ILMIAH BUDAYA LITERASI INFORMASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENULIS KARYA ILMIAH Riskha Arfiyanti Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Abstrak Pendidikan

Lebih terperinci

BAB1 PENDAHULUAN. Zaman globalisasi yang ditandai dengan berbagai kemajuan. disiplin ilmu yang disertai dengan kemajuan sumber informasi dan

BAB1 PENDAHULUAN. Zaman globalisasi yang ditandai dengan berbagai kemajuan. disiplin ilmu yang disertai dengan kemajuan sumber informasi dan BAB1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Zaman globalisasi yang ditandai dengan berbagai kemajuan disiplin ilmu yang disertai dengan kemajuan sumber informasi dan teknologi yang tidak mungkin dapat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Beberapa tahun ini bisnis di bidang usaha makanan mengalami perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Beberapa tahun ini bisnis di bidang usaha makanan mengalami perkembangan BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Beberapa tahun ini bisnis di bidang usaha makanan mengalami perkembangan yang sangat pesat, seiring dengan besarnya kebutuhan masyarakat akan makanan sebagai kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan menginginkan suatu peradaban yang lebih baik dalam arti memiliki

BAB I PENDAHULUAN. dan menginginkan suatu peradaban yang lebih baik dalam arti memiliki BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Teknologi tercipta atas dasar sifat manusia yang selalu bergerak dinamis dan menginginkan suatu peradaban yang lebih baik dalam arti memiliki kemudahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk melayani pasar konsumen. Pemasaran bukan sekedar fungsi bisnis

BAB I PENDAHULUAN. tepat untuk melayani pasar konsumen. Pemasaran bukan sekedar fungsi bisnis BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemasaran merupakan fungsi bisnis untuk mengenali kebutuhan konsumen dan menentukan target market yang dituju serta merancang produk dan program yang tepat untuk

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI

BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI BAB III ANALISIS SWOT DAN ASUMSI-ASUMSI 3.1. Kekuatan 1. STMIK AMIKOM YOGYAKARTA saat ini telah meraih 6 penghargaan dalam bidang penelitian bertaraf internasional, yang dapat meningkatkan reputasi STMIK

Lebih terperinci

KLASTER SKRIPSI BERBASI KARYA PRODI JURNALISTIK UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA

KLASTER SKRIPSI BERBASI KARYA PRODI JURNALISTIK UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA KLASTER SKRIPSI BERBASI KARYA PRODI JURNALISTIK UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA 1. Reporting-Based Project Mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir dalam format ini membuat karya jurnalistik yang dilandaskan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Analisis rantai..., Muhammad Alfan Ihsanuddin, FE UI, Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Analisis rantai..., Muhammad Alfan Ihsanuddin, FE UI, Universitas Indonesia BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar industri teknologi informasi di Indonesia dalam dekade terakhir tumbuh dengan pesat seiring dengan cepatnya perkembangan di bidang teknologi dan tingginya permintaan

Lebih terperinci

BAB VI PENUTUP. Dari hasil pembahasan dan analisis penelitian pada bab sebelumnya dapat

BAB VI PENUTUP. Dari hasil pembahasan dan analisis penelitian pada bab sebelumnya dapat BAB VI PENUTUP A. Simpulan Dari hasil pembahasan dan analisis penelitian pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pencitraan yang dilakukan oleh UPT perpustakaaan UNISSULA menuju world class cyber library

Lebih terperinci

7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap)

7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO (versi lengkap) 7 Prinsip Manajemen Mutu - ISO 9001 2015 (versi lengkap) diterjemahkan oleh: Syahu Sugian O Dokumen ini memperkenalkan tujuh Prinsip Manajemen Mutu. ISO 9000, ISO 9001, dan standar manajemen mutu terkait

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah salah satu bentuk

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah salah satu bentuk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adalah salah satu bentuk amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan Tinggi. Fungsi utama UMY adalah pendidikan, penelitian

Lebih terperinci

Perkembangan dunia kepustakawanan. Pertemuan ke 2

Perkembangan dunia kepustakawanan. Pertemuan ke 2 Perkembangan dunia kepustakawanan Pertemuan ke 2 Pengantar Setiap teknologi baru selalu membawa dua hal: harapan dan kekuatiran Perpustakaan lahir dari era perbukuan Perpustakaan membangun sebuah peradaban

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran Pemasaran adalah proses untuk merencanakan dan melaksanakan perancangan, penetapan harga, promosi, dan distribusi dari ide, barang, dan layanan untuk menimbulkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana. diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana. diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perpustakaan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia dan masyarakat Indonesia yang maju, modern, dan sejajar dengan

BAB I PENDAHULUAN. manusia dan masyarakat Indonesia yang maju, modern, dan sejajar dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tujuan pembangunan nasional Indonesia menyatakan perlunya masyarakat melaksanakan program pembangunan nasional dalam upaya terciptanya kualitas manusia dan

Lebih terperinci

LAMPIRAN LAMPIRAN ARAHAN STRATEGI (STRATEGIC INTENTION) Wawancara dilakukan pada pengguna aplikasi (user) yang berhubungan

LAMPIRAN LAMPIRAN ARAHAN STRATEGI (STRATEGIC INTENTION) Wawancara dilakukan pada pengguna aplikasi (user) yang berhubungan LAMPIRAN LAMPIRAN I. KUISIONER HUBUNGAN LIGHTS-ON DAN PROYEK DENGAN ARAHAN STRATEGI (STRATEGIC INTENTION) Wawancara dilakukan pada pengguna aplikasi (user) yang berhubungan dan staf senior dari departemen

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi yang baik bukanlah sekedar

BAB 1 PENDAHULUAN. kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi yang baik bukanlah sekedar 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkomunikasi merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat lepas dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi yang baik bukanlah sekedar gagasan atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang secara signifikan berlangsung dengan cepat khususnya teknologi internet.

BAB I PENDAHULUAN. yang secara signifikan berlangsung dengan cepat khususnya teknologi internet. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi telah menyebabkan perubahan sosial yang secara signifikan berlangsung dengan cepat khususnya teknologi internet. Ditengah perkembangan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi yang begerak cepat telah dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan

Lebih terperinci