ARTIKEL. Disusun dan Diajukan sebagai Persyaratan Skripsi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Buddha (S.Pd.) Jurusan Dharmacarya

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ARTIKEL. Disusun dan Diajukan sebagai Persyaratan Skripsi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Buddha (S.Pd.) Jurusan Dharmacarya"

Transkripsi

1 PERANAN PENGURUS DAN TENAGA PENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH MINGGU BUDDHA DI VIHARA METTA SERANG ARTIKEL Oleh : SUBROTO YUDIHARJO NIM : Disusun dan Diajukan sebagai Persyaratan Skripsi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Buddha (S.Pd.) Jurusan Dharmacarya SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA TANGERANG BANTEN 2016

2 LEMBAR PERSETUJUAN Artikel dengan judul Peranan Pengurus dan Tenaga Pengajar dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah Minggu Buddha di Vihara Metta Serang telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing skripsi. Tangerang, September 2016 Pembimbing I, Setia Darma, S.H., M.M., M.Pd.B.... NIP Pembimbing II, Warsito, S.H., S.Ag., M.H.... NIP

3 ABSTRACT Subroto Yudiharjo, The role of the Board and Lecturer in Improving Quality of Sunday School Metta Vihara Buddha in Serang. Thesis Study Program Buddhism. Programs Dhammacarya. State College Buddhist Srivijaya. Supervisor I Setia Darma, SH, M.M., M.Pd. B., and Advisor II Warsito, SH, S.Ag., M.H. Keywords: Management, teaching staff, quality. This study aimed to describe the role perngurus and faculty in improving the quality of Sunday School Metta Vihara Buddha in Serang. The role of administrators and faculty at the Vihara Metta is taking care of students and teaching Sunday School Buddha. Purpose of this study to determine the quality of administrators and faculty, in addition to knowing administrators and faculty efforts in improving knowledge of Buddhism. Research on the role of administrators and faculty in improving the quality of Sunday School Buddha Vihara Metta conducted in Serang. The research was conducted from July to September The research method qualitative approach in social situations (social situation) to be certain that the subject of his research is the management, faculty, and its object is the Sunday School students. And the data collected by the data collection techniques of observation, interviews, documentary studies and data analysis techniques in the field. The results showed that the learning provided is still less than the maximum. Administrators and teachers are trying to make a Sunday School activities inculcate noble values for students to improve the quality in him. Administrators and faculty affects students in improving the quality of understanding of Buddhism. Barriers board financially. Efforts administrators and faculty provide useful teachings for students. Kekurangnya understanding of religious teachings of administrators and faculty that has implications for the decline in the quality of teaching religion. The suggestion is for the board should be given the motivation to improve the quality of the more exciting activities. Teaching staff to improve the quality of education that make students interested in Dhamma.

4 1 1. Pendahuluan Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Masyarakat tidak memiliki pengetahuan bukan karena mereka bodoh, melainkan mereka tidak memiliki kesempatan untuk belajar. Kemiskinan sudah menjadi alasan klasik bagi sebagian besar orangtua yang tidak menyekolahkan anak-anaknya. Pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan. Pendidikan yang berkualitas mutlak diperlukan guna menciptakan sumber daya manusia sesuai dengan yang diharapkan. Pendidikan berkualitas hanya dapat diakses oleh anak-anak yang orangtuanya tergolong ekonomi mampu. Dalam pelaksanaannya, pendidikan adalah proses pembelajaran yang berjenjang dan berkesinambungan. a. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, masalah-masalah yang bisa diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Belum diketahuinya kualitas Sekolah Minggu Buddha. 2. Belum diketahuinya peranan pengurus dan tenaga pengajar dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha di Vihara Metta Serang. b. Pembatasan Masalah Berdasarkan masalah tersebut, penulis membatasi masalah pada peranan pengurus dan tenaga pengajar dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha di Vihara Metta Serang.

5 2 c. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana upaya pengurus dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha? 2. Bagaimana upaya tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha? d. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka disusunlah tujuan penelitian sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan upaya pengurus Sekolah Minggu Buddha. 2. Untuk mendeskripsikan upaya tenaga pengajar dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha. e. Kegunaan Penelitian praktis: Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yaitu kegunaan teoritis dan 1. Kegunaan Teoretis Kegunaan teoretis yaitu, sebagai bahan bacaan, sumber informasi, dan referensi bagi semua pihak yang membutuhkan, khususnya bagi orang yang ingin melakukan penelitian ini. Adapun manfaat penulis dalam penelitan ini yaitu :

6 3 a. Untuk menambahkan dan memperdalam pengetahuan tentang pengurus Sekolah Minggu. b. Untuk memberikan motivasi kepada pengurus dan tenaga pengajar Sekolah Minggu. 2. Kegunaan Praktis a. Untuk merealisasikan kegiatan pengurus kepada anak-anak Sekolah Minggu. b. Untuk meningkatkan mutu pengajaran tenaga pengajar lebih maksimal. Pendidikan agama memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran atau kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya. f. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah. Penelitian kualitatif tidak hanya sebagai upaya mendeskripsikan data tetapi deskripsi tersebut hasil dari pengumpulan data melalui wawancara, observasi

7 4 partisipasi, studi dokumen atau dokumentasi. Metode penelitian ini dipilih oleh peneliti untuk mengungkapkan pendapat atau tanggapan pengurus dan tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha yang lebih baik. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang yang terletak di Jl. Raya Kebaharan No. 1, Kota Serang. Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang dipilih sebagai tempat penelitian ini karena sekolah tersebut cukup banyak pelajar agama Buddha. Sedangkan waktu penelitian dimulai dari pembuatan proposal bulan Juli sampai dengan November 2015, pengambilan data bulan Desember 2015 sampai Februari 2016, dan penyusuan laporan bulan Maret sampai dengan Juli Subjek dan Objek Penelitian Penelitian kualitatif lebih tepat disebut sumber data pada situasi sosial (social situation) dengan subjek penelitian adalah pengurus, tenaga pendidik, dan siswa Sekolah Minggu Buddha. Subjek penelitian memiliki kedudukan sentral dalam penelitian karena data tentang gejala atau masalah yang diteliti berada pada subjek penelitian. Peneliti, dalam melakukan penelitian kualitatif mempelajari secara intern situasi sosial yang terjadi pada objek penelitian. Objek penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peran pengurus dan tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha. 2. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah prosedur yang sistematis untuk memperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian kualitatif teknik

8 5 pengumpulan data dapat dilakukann dari berbagai sumber, dan berbagai cara. Data dapat dikumpulkan dengan menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung diberikan datanya kepada peneliti. Metode pengumpulan data sangat erat hubungannya dengan masalah peneliti yang ingin dipecahkan. Masalah memberi arah dan mempengaruhi penentuan metode pengumpulan data. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa metode diantaranya: a) Observasi Peneliti mengamati pengurus dan tenaga pendidik yang sedang melakukan kegiatan, berpartisipasi dalam aktivitas Sekolah Minggu Buddha yang diteliti. Peneliti ikut terlibat dengan kegiatan yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. b) Wawancara Wawancara secara lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan untuk memperoleh informasi dari informan. Jumlah responden yang didapatkan di lapangan setelah melakukan seleksi berdasarkan kriteria subjek penelitian yang telah ditetapkan yaitu 4 orang, 2 orang Pegurus dan 2 orang tenaga pendidik. Wawancara dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan wawancara terstruktur

9 6 ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan peneliti mengumpulkan data dengan mencatatnya. c) Studi Dokumentasi Dalam melaksanakan studi dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, dokumen, peraturan peraturan, notulen, catatan, dan foto. Dalam pengumpulan data penelitian ini dimaksudkan sebagai cara mempelajari dan mencatat bagian yang dianggap penting dari berbagai lokasi penelitian dan pengaruh yang ditujukan untuk memperoleh data langsung maupun dari lembaga yang relevan sebagai pedoman dokumentasi yang memuat garisgaris besar atau kategori yang akan dicari datanya. 3. Teknik Analisis Data Analisis Data yang digunakan Menurut Model Spradley adalah; a. Memilih Situasi Sosial (Place, actor, activity) Peneliti sudah mempunyai tempat tujuan untuk diteliti, lalu memilih aktor atau pelaku yang menjadi sasaran peneliti dan kegiatan apa yang ingin diteliti. Peneliti memilih tempat di Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang dengan melihat keadaan Sekolah Minggu Buddha dengan menilai keadaan siswa, penguru, dan tenaga pengajar yang akan diteliti dengan berbagai kegiatan yang telah ada dalam program Sekolah Minggu Buddha.

10 7 b. Melaksanakan Observasi Partisipan Peneliti ikut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang. Dalam Kegiatan Sekolah Minggu inilah peneliti bisa mencari tahu berbagai masalah yang dihadapi oleh pengurus dan tenaga pengajar. c. Mencatat Hasil Observasi dan Wawancara Setelah mengikuti kegiatan Sekolah Minggu Buddha, peneliti mencatat semua kebutuhan penelitian yang diperlukan dan dibutuhkan dalam penelitian Sekolah Minggu Buddha. Peneliti juga mewawancarai pengurus dan tenaga pengajar dengan menanyakan berbagai kendala yang dihadapi dalam kegiatan maupun pengajaran di Sekolah Minggu Buddha. d. Melakukan Observasi Deskriptif Peneliti menelaah kembali hasil-hasil dalam observasi dan wawancara kemudian, peneliti merangkum semua permasalahan, kendala, solusi, dan hasil yang diharapkan peneliti. e. Melakukan Analisis Data Analisis data terbagi menjadi empat yaitu; 1) Analisis domain (domain analysis) yang memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian. Ditemukan berbagai kategori dari pengurus, tenaga pengurus, dan siswa Sekolah Minggu. Diperoleh dengan hasil wawancara secara lisan.

11 8 2) Analisis taksonomi (taxonomi analysis) dari berbagai macam domain dipilih dan dijabarkan menjadi lebih rinci, untuk mengetahui struktur internalnya. 3) Analisis komponensial (componential analysis) mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengkontraskan antar elemen yang dilakukan dengan wawancara terseleksi. 4) Analisis tema kultural (discovering cultural theme) hubungan di antara domain dengan keseluruhan yang dimasukan ke dalam judul penelitian. g. Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terdapat kondisi di mana pengurus dan tenaga pengajar sumber daya manusia untuk mengajar dan pengajar Sekolah Minggu bukan dari lulusan pendidikan agama akibatnya kualitas pengajaran tidak maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Sekolah Minggu di Vihara Metta sudah rutin dilakukan setiap minggunya, sehingga disimpulkan bahwa pengurus sudah mengorganisir setiap kegiatan dengan baik. Pengurus masih kurang meningkatkan kualitas untuk pembelajaran disebabkan tenaga pengajar bukan dari ahli agama Buddha. Kurikulum Sekolah Minggu sudah berdasarkan dari Jataka, Meditasi, Riwayat Hidup Sang Buddha, dan Pokok-Pokok Dasar Agama Buddha, tetapi tenaga pengajar masih kurang pendalaman yang lebih atas dasar dari ajaran agama Buddha. Tenaga pengajar masih kurang berkompetensi dalam ajaran agama yang lebih mendalam. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terdapat kondisi di mana pengurus dan tenaga pengajar sumber daya manusia untuk mengajar dan pengajar

12 9 Sekolah Minggu bukan dari lulusan pendidikan agama akibatnya kualitas pengajaran tidak maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Sekolah Minggu di Vihara Metta sudah rutin dilakukan setiap minggunya, sehingga disimpulkan bahwa pengurus sudah mengorganisir setiap kegiatan dengan baik. Pengurus masih kurang meningkatkan kualitas untuk pembelajaran disebabkan tenaga pengajar bukan dari ahli agama Buddha. Tenaga pengajar sudah mengajar sesuai kemampuan. Berikut ini hasil penelitian diuraikan sebagai berikut : a. Kegiatan SMB Dilihat dari segi kegiatan setiap bulannya, Sekolah Minggu Buddha sudah terstuktur dengan baik. Peran pengurus untuk kegiatan rutin sudah terealisasikan hanya saja terdapat hambatan finansial ketika membuat kegiatan besar seperti kegiatan setiap tahunnya untuk merayakan tahun baru cina. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan Sekolah Minggu Buddha meliputi; mengenai Buddha Dhamma, Khong Hu cu dan Lo Cu. Memberikan materi dengan cara bermain, bernyanyi, bercerita tentang moral untuk dipraktikan ke dalam kehidupan seharihari.kegiatan lainnya mewarnai gambar-gambar tentang Buddha, Khong Cu, Lo Cu serta membuat prakarya dengan mengenalkan siswa untuk tertarik kepada ajaran Buddha. Ekstrakulikuler olahraga, Keng, Dhammapada, menyanyi, cerdas cermat, kunjungan ke vihara-vihara, dan gathering Sekolah Minggu. Melakukan baksos anak yatim piatu di dekat vihara,memperingati hari-hari besar dan persembayangan seperti kue bulan, bacang.

13 10 Kegiatan Sekolah Minggu Buddha dilakukan untuk pembelajaran yang lebih terstruktur dalam meningkatkan kualitas agama. Kegiatan direncanakan dan dibuat supaya siswa merasakan pemahaman yang mendalam sehingga siswa tidak jenuh. Pengurus lebih memfokuskan kegiatan pada hari persembayangan dan mempraktekkan tata cara persembayangan, dengan begitu siswa akan lebih cepat mengerti. Siswa dituntut untuk menerapkan teori dan praktek dalam kehidupan sehari-hari. b. Peran Pengurusdan Tenaga Pengajar Peran tenaga pengajar untuk menjadikan siswa yang berkeyakinan teguh ke dalam agama Buddha. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengurus dan tenaga pengajar memiliki peran yaitu untuk mengajar anak-anak Sekolah Minggu yang datang ke vihara untuk belajar Dhamma. Mengembangkan kreativitas anakanak, meningkatkan penalaran supaya siswa menjadi kreatif. Membuat, merencanakan, dan melakukan kegiatan untuk kemajuan Sekolah Minggu Buddha. Membuat rencana kegiatan yang mau dilakukan untuk anak-anak Sekolah Minggu dan bisa diterima dari kalangan balita sampai ke anak-anak Sekolah Menengah Atas. Penelitan sudah menggambarkan tentang peran pengurus dan tenaga pengajar yang terlihat di dalam kegiatan yang telah dilakukan. Pengurus sudah bekerja sesuai kemampuan yang bisa dilakukannya dalam berbagai macam kegiatan yang telah dibuat dan tenaga pengajar sudah membimbing siswa dalam pengajaran di dalam kelas sesuai dengan kemampuan pengajar. Pengurus dan tenaga pengajar

14 11 berupaya untuk terus meningkatkan kegiatan dan pengajaran untuk siswa Sekolah Minggu Buddha. c. Hambatan dalam Meningkatkan Kualitas SMB Hambatan tenaga pengajar kurangnya pemahaman ajaran agama Buddha, dikarenakan tenaga pengajar bukanlah tenaga ahli dibidang pendidikan agama Buddha.Hambatan lainnya menunjukkan bahwa anak-anak yang kadang terlalu super aktif dalam kelas, sehingga pembelajaran menjadi kurang kondusif. Kurangnya finansial kegiatan Sekolah Minggu, sehingga kegiatan menjadi kurang maksimal. Hambatan pengurus dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha dari finansial dan dukungan. Pengurus masih terus berupaya untuk mendapatkan ijin kegiatan dan itu yang membuat kegiatan tidak berjalan sesuai rencana pengurus. Terlebih lagi dari segi keuangan yang kurang untuk membuat kegiatan besar. Hambatan tenaga pengajar belum berkompeten di bidang keagamaan, sehingga peningkatan kualitas dalam pengajaran masih kurang pemahaman. Tenaga pengajar harus diberi pelatihan khusus untuk meningkatkan kinerja dalam pemahaman keagamaan. Dalam meningkatkan kualitas kegiatan dibutuhkan ide keterampilan yang cemerlang. Hambatan dalam kegiatan yaitu kurangnya finansial, tenaga pengajar masih kurang meningkatkan kualitas pembelajaran, pengurus masih mempunyai batasan yang kurang mendukung untuk melakukan peningkatan kualitas dalam kegiatan siswa maupun tenaga pengajar.

15 12 d. Upaya Pengurusdan Tenaga Pengajar SMB Upaya pengurus dan tenaga pengajar adalah meningkatkan kinerja pembelajaran supaya bisaditangkap oleh anak-anak.membuat anak-anak lebih bisa memberikan pengertian yang lebihmendalam tentang ajaran Buddha. Melakukan pembelajaran yang membuatanak-anak bersemangat untuk belajar Dhamma. Upaya untuk pendidikan Buddhis tenaga pengajar haruslebih beredukatif dan berinisiatif untuk kemajuan agama Buddha.Melakukan kontribusi ke Kementerian Agama dan SekolahMinggu Pusat untuk membuat kegiatan kemajuan Sekolah Minggu Metta Serang.Memberikan seminar dan pengahayatan Dhamma kepada tenagapengajar dan pengurus untuk memotivasi mereka dalam pengaplikasian pembelajaran kepada anak-anak. Melakukan cara yang membuat kegiatantidak monoton yang cenderung membosankan dan melakukan kerjasama antar pengurus untuk kesuksesan bersama. Meningkatkan kualitas Sekolah Minggudengan melihat anak-anak yang bersemangat dalam kegiatan Sekolah Minggu. Upaya pengurus dan tenaga pengajar memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan mempraktikkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Ditanamkannya nilai-nilai luhur agama dan keyakinan yang membuat siswa tak tergoyahkan. Pengurus dan tenaga pengajar berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga menjadikan Sekolah Minggu Buddha yang berkompetensi di era modernisasi ini. Sekolah Minggu Buddha dituntut menjadi sekolahan yang berpotensi di khalyak umum sesuai Peraturan Pemerintah dan visi misi serta tujuan Sekolah Minggu Buddha itu sendiri. Upaya pengurus sudah

16 13 bekerja dengan sebaik mungkin untuk peningkatan kualitas kegiatas terhadap siswa maupun tenaga pengajar. Pengurus masih harus memperbaiki sistem manajemen yang baik untuk membuat peningkatan kualitas pendidikan. Upaya tenaga pengajar yaitu dengan meningkatkan pengajaran Sekolah Minggu sesuai batas kemampuannya. Tenaga pengajar sudah membuat pengajaran yang membuat anak paham terhadap Dhamma. h. Kesimpulan Kesimpulannya kegiatan Sekolah Minggu menanamkan nilai luhur yang membuat siswa meningkatkan kualitas pada dirinya. Pengurus dan tenaga pengajar mempengaruhi siswa dalam peningkatan kualitas pemahaman ajaran Buddha. Hambatan pengurus dari segi finansial. Upaya pengurus dan tenaga pengajar memberikan ajaran yang bermanfaat untuk siswa. i. Saran Pengurus harus diberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan yang lebih menarik. Tenaga pengajar meningkatkan kualitas pendidikan yang membuat siswa tertarik pada Dhamma. Dalam segi finansial bisa menjual dan membuat produk untuk membantu kegiatan. Siswa harus diberikan ajaran yang memotivasi dirinya untuk kembali lagi ke Vihara.

17 14 j. Daftar Pustaka Depag Sigalovada Sutta. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha, Departemen Agama RI. Nasution, Noehi, M.A.dkk, Drs Materi Pokok Psikologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Dan Universitas Terbuka, Departemen Agama. Soetjipto. Kosasi, Raflis, Drs Profesi Keguruan. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Penerbit PT Rineka Cipta, Anggota Ikapi.

ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG

ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG Oleh: YULI AGUSTINA NIM 0250112010502 Disusun dan Diajukan sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Syarat Yudisium Jurusan Dharmacarya

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE COMPLETE SENTENCE

PENGGUNAAN METODE COMPLETE SENTENCE PENGGUNAAN METODE COMPLETE SENTENCE MELALUI MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SISWA KELAS II SD NEGERI 2 PANJER TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Novi Nirmala Ismayayanti 1,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Dipilihnya LPK DJ Arie School sebagai lokasi penelitian pada penelitian ini ialah karena LPK ini merupakan LPK yang berbasis public speaking yang

Lebih terperinci

PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA TEMA KEGIATAN SEHARI-HARI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA TEMA KEGIATAN SEHARI-HARI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA TEMA KEGIATAN SEHARI-HARI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Ardahani Citra Perwasih PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya (citraperwasih@yahoo.co.id) Mulyani

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah melalui metode kualitatif. Penelitian dengan metode kualitatif ialah penelitian dimana data yang dikumpulkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. 42 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu

Lebih terperinci

Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior

Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior Jurnal Riset Pendidikan ISSN: 2460-1470 Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior STKIP Al Hikmah Surabaya e-mail: kurnia.noviartati@gmail.com Abstrak Guru

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa

Lebih terperinci

Diajukan Oleh: ARISKA DEVIE PRADISTA A

Diajukan Oleh: ARISKA DEVIE PRADISTA A UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (MENCARI PASANGAN) PADA SISWA KELAS VIII E SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Gorontalo yang berstatus

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Gorontalo yang berstatus 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Latar Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Gorontalo yang berstatus sebagai sekolah standar nasional (SSN) dengan objek penelitian yang meliputi: 1) Pengelolaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menyambung yang Terputus dan Menyatukan yang Tercerai), Alfabeta, Bandung, 2009, hlm. 2.

BAB I PENDAHULUAN. Menyambung yang Terputus dan Menyatukan yang Tercerai), Alfabeta, Bandung, 2009, hlm. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan secara historis operasional telah dilaksanakan sejak adanya manusia pertama di muka bumi ini, yaitu sejak Nabi Adam a.s. yang dalam Al-Qur an dinyatakan

Lebih terperinci

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM SISTEM PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 MANIANGPAJO KABUPATEN WAJO Muhammad Ferdhy Asdana Pendidikan Sosiologi FIS-UNM ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI PEMBENTUKKAN KARAKTER SISWA KELAS V SDN NGLETH 1 KOTA KEDIRI

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI PEMBENTUKKAN KARAKTER SISWA KELAS V SDN NGLETH 1 KOTA KEDIRI PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI PEMBENTUKKAN KARAKTER SISWA KELAS V SDN NGLETH 1 KOTA KEDIRI Wahyu Nur Aida Universitas Negeri Malang E-mail: Dandira_z@yahoo.com Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI HAMBATAN-HAMBATAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS III A SEKOLAH INKLUSI SDN GIWANGAN YOGYAKARTA

IDENTIFIKASI HAMBATAN-HAMBATAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS III A SEKOLAH INKLUSI SDN GIWANGAN YOGYAKARTA IDENTIFIKASI HAMBATAN-HAMBATAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS III A SEKOLAH INKLUSI SDN GIWANGAN YOGYAKARTA IDENTIFICATION OF OBSTACLES IN LEARNING TEACHER IN CLASS III A SCHOOL INCLUSION SDN GIWANGAN

Lebih terperinci

Dona Aji Karunia Putra. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ***

Dona Aji Karunia Putra. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta   *** TINGKAT KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH PADA GURU-GURU MI DALAM PROGRAM DUAL MODE SYSTEM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Dona Aji Karunia Putra UIN Syarif Hidayatullah

Lebih terperinci

Yuanis et al., Penerapan Model Quantum Learning...

Yuanis et al., Penerapan Model Quantum Learning... PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKN POKOK BAHASAN GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV SDN JATISARI 01 JEMBER ( The Application Of Quantum Learning

Lebih terperinci

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan Pendidikan Sejarah OLEH:

ARTIKEL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan Pendidikan Sejarah OLEH: Artikel Skripsi METODE DISKUSI SERAP-OPINI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM DI INDONESIA (KD1-3) DALAM MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 3 JOMBANG

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN Oleh: Eti Riana 1, Suhartono 2, Joharman 3 FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret 1 Mahasiswa

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X.1 SMA NEGERI 1 SUKOHARJO SKRIPSI Oleh: WARYANTO K4308061 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Guided Note Taking

Penerapan Model Pembelajaran Guided Note Taking Penerapan Model Pembelajaran Guided Note Taking (GNT) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Pkn Pokok Bahasan Memahami Kebebasan Berorganisasi SDN Sukorambi IV

Lebih terperinci

Joyful Learning Journal

Joyful Learning Journal JLJ 3 (2) (2014) Joyful Learning Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA Yulia Panca

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG Zakariya Firasyan Syah 1, Suripto 2, Ngatman 3 1 Mahasiswa PGSD

Lebih terperinci

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR AL FALAAH SIMO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR AL FALAAH SIMO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR AL FALAAH SIMO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2013/2014 I T A S M U H A M M A D I V E R S U N I YA H S U R A K A R T A NASKAH

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang diinginkan. Kemungkinan guru dalam menyampaikan materi saat proses

BAB I PENDAHULUAN. yang diinginkan. Kemungkinan guru dalam menyampaikan materi saat proses BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pembelajaran tersusun atas sejumlah komponen atau unsur yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Interaksi antara guru dan peserta didik pada saat proses belajar

Lebih terperinci

Negeri 2 Teupah Barat Kabupaten Simeulue Tahun Pelajaran 2014/2015. Oleh: PARIOTO, S.Pd 1 ABSTRAK

Negeri 2 Teupah Barat Kabupaten Simeulue Tahun Pelajaran 2014/2015. Oleh: PARIOTO, S.Pd 1 ABSTRAK 145 Upaya Meningkatkan Kualitas Guru Melalui Konsep Pembelajaran Learning Together Di Sma Negeri 2 Teupah Barat Kabupaten Simeulue Tahun Ajaran 2014/ /2015 Oleh: PARIOTO, S.Pd 1 ABSTRAK Pembelajaran learning

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian lapangan yaitu penelitian di lakukan dalam situasi alamiah akan tetapi di dahului oleh semacam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam Tohirin penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data

Lebih terperinci

Bab 3. Metode Penelitian. 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Bab 3. Metode Penelitian. 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Bab 3 Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, ini sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan

Lebih terperinci

Journal of Mechanical Engineering Learning

Journal of Mechanical Engineering Learning JMEL 3 (1) (2014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel MODEL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PERMESINAN DI SMK

Lebih terperinci

SYAMSUDIN Dr. Hera Heru SS, S.Pd. M.Pd. Prodi BK FKIP UNISRI ABSTRAK

SYAMSUDIN Dr. Hera Heru SS, S.Pd. M.Pd. Prodi BK FKIP UNISRI ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING PADA SISWA KELAS X RPL A SMK NEGERI 2 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SYAMSUDIN 11500039

Lebih terperinci

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA Skripsi Oleh: TRY NESIA NURHEMY X4307053 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

PENERAPAN TEAM TEACHING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP ISLAM AL-MA ARIF 01 SINGOSARI KABUPATEN MALANG

PENERAPAN TEAM TEACHING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP ISLAM AL-MA ARIF 01 SINGOSARI KABUPATEN MALANG PENERAPAN TEAM TEACHING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP ISLAM AL-MA ARIF 01 SINGOSARI KABUPATEN MALANG Yuni Dwi Utami 1 Wahyudi Siswanto 2 E-mail: dee_utami@rocketmail.com Universitas Negeri

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. kesejahteraan lansia yang dilakukan oleh gerakan Aisyiah di Perumnas

BAB II METODE PENELITIAN. kesejahteraan lansia yang dilakukan oleh gerakan Aisyiah di Perumnas 25 BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pembinaan kesejahteraan lansia yang dilakukan oleh gerakan Aisyiah di Perumnas Condong Catur Sleman. Maka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas 1 BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menjamin keberlangsungan pembangunan suatu bangsa. Undang-undang

Lebih terperinci

KESIAPAN SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH SEBELUM PRAKTEK KERJA INDUSTRI ABSTRACT

KESIAPAN SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH SEBELUM PRAKTEK KERJA INDUSTRI ABSTRACT 348 KESIAPAN SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 PAYAKUMBUH SEBELUM PRAKTEK KERJA INDUSTRI (Wahyu Hutria *, Indrati Kusumaningrum **, Iskandar G. Rani *** Email: ayuhutria@gmail.com ABSTRACT Base

Lebih terperinci

HASNAH. SDN 194 Patampanua. abstract

HASNAH. SDN 194 Patampanua. abstract STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY SOSIAL DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TENTANG PENINGGALAN SEJARAH HINDU DI INDONESIA PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS V SDN 194 PATAMPANUA HASNAH SDN 194 Patampanua abstract

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA DI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JULITA

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA DI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JULITA FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA DI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JULITA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL NHT DAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn JURNAL. Oleh ASEP KURNIAWAN Rapani Asmaul Khair

PENERAPAN MODEL NHT DAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn JURNAL. Oleh ASEP KURNIAWAN Rapani Asmaul Khair PENERAPAN MODEL NHT DAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn JURNAL Oleh ASEP KURNIAWAN Rapani Asmaul Khair FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

Lebih terperinci

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PKn Studi Kasus: Siswa Kelas VII B MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN MEDIA COMPACT DISC

PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN MEDIA COMPACT DISC PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN MEDIA COMPACT DISC INTERAKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI SAYIDAN KOTA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015-2016 TESIS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan ialah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan (Ngalim Purwanto,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. mengungkapkan fenomena atau peristiwa sosial tertentu dan pemahaman atau

METODE PENELITIAN. mengungkapkan fenomena atau peristiwa sosial tertentu dan pemahaman atau 78 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menjembatani antara dunia konseptual dengan dunia empirik. Suatu penelitian sosial diharapkan dapat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan.

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif.

Lebih terperinci

ARTIKEL PENELITIAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN

ARTIKEL PENELITIAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN ARTIKEL PENELITIAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKn DI KELAS III SDN 29 GANTING KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Oleh DESMARITA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu suatu pendekatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keharusan dan keberhasilan pendidikan tersebut akan ditentukan oleh beberapa

BAB I PENDAHULUAN. keharusan dan keberhasilan pendidikan tersebut akan ditentukan oleh beberapa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mengingat pentingnya peran pendidikan bagi suatu Negara, maka pemerintah Indonesia berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menciptakan manusia

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MEDIA GRAFIS JURNAL. Oleh AZKA FALAIH RIZQIYANA SARENGAT DARSONO

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MEDIA GRAFIS JURNAL. Oleh AZKA FALAIH RIZQIYANA SARENGAT DARSONO PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MEDIA GRAFIS JURNAL Oleh AZKA FALAIH RIZQIYANA SARENGAT DARSONO FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Ditinjau dari segi metodologi, penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, penelitian kualitatif adalah metode penelitian

Lebih terperinci

(Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama Ariya Metta Tangerang) ARTIKEL SKRIPSI. Oleh: DARIYANTO NIM

(Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama Ariya Metta Tangerang) ARTIKEL SKRIPSI. Oleh: DARIYANTO NIM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA (Studi Kasus di Sekolah Menengah

Lebih terperinci

penekanannya pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa serta keterampilan dalam penerapan matematika. Namun, sampai saat ini masih banyak

penekanannya pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa serta keterampilan dalam penerapan matematika. Namun, sampai saat ini masih banyak BAB I PENDAHULUAN Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis,

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN RANAH AFEKTIF KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL SISWA KELAS V SDN PEKUNCEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN RANAH AFEKTIF KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL SISWA KELAS V SDN PEKUNCEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN RANAH AFEKTIF KEJUJURAN DALAM KEHIDUPAN SOSIAL SISWA KELAS V SDN PEKUNCEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Ana Rukhul Hanifah 1, Suhartono 2, Joharman 3 PGSD

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Sesuai dengan fokus masalah dan tujuan penelitian, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 57 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu fenomena penelitian yang bertujuan

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE REVERSAL

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE REVERSAL UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE REVERSAL QUESTIONS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 012 BATULANGKA KECIL KECAMATAN BANGKINANG

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH DALAM PEMBELAJARAN BOLAVOLI PADA SISWA KELAS XI SMK PGRI 4 KOTA KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015

HUBUNGAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH DALAM PEMBELAJARAN BOLAVOLI PADA SISWA KELAS XI SMK PGRI 4 KOTA KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015 HUBUNGAN MOTIVASI TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS BAWAH DALAM PEMBELAJARAN BOLAVOLI PADA SISWA KELAS XI SMK PGRI 4 KOTA KEDIRI TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna

Lebih terperinci

THE DIFFERENCES OF SOCIAL VALUES OF THE STUDENTS WHO PARTICIPATE SPORTS AND NON SPORTS EXTRACURRICULAR AT STATE HIGH SCHOOL 1 IMOGIRI BANTUL

THE DIFFERENCES OF SOCIAL VALUES OF THE STUDENTS WHO PARTICIPATE SPORTS AND NON SPORTS EXTRACURRICULAR AT STATE HIGH SCHOOL 1 IMOGIRI BANTUL PERBEDAAN NILAI-NILAI SOSIAL PADA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DENGAN PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER NON OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 IMOGIRI BANTUL Oleh Eko Dwi Purnomo

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (5E) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS BIOLOGI SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (5E) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS BIOLOGI SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (5E) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS BIOLOGI SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA SKRIPSI Oleh : LATIF SOFIANA NUGRAHENI K4308096 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

Pendahuluan. Windarto et al., Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif. 1

Pendahuluan. Windarto et al., Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif. 1 Windarto et al., Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif. 1 Pendahuluan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas

Lebih terperinci

Oleh: SINTA KARLINA NIM

Oleh: SINTA KARLINA NIM PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) TERHADAP KEMAHIRAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 13 BATAM TAHUN AJARAN 2015/2016 ARTIKEL

Lebih terperinci

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM STRATEGI MENGAJAR GURU DALAM MENGENALI PERBEDAAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA NEGERI 1 WOTU KABUPATEN LUWU TIMUR Yosiani Iring Pendidikan Sosiologi FIS-UNM

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE GUIDED NOTE TAKING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD

PENGGUNAAN METODE GUIDED NOTE TAKING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD PENGGUNAAN METODE GUIDED NOTE TAKING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD Ahmad Fauzan 1, Tri Saptuti Susiani 2, Suripto 3 FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret Kampus VI Kebumen, Jl. Kepodang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), yaitu meneliti tentang penerapan metode imla pada pembelajaran bahasa Arab.

Lebih terperinci

STUDI TENTANG PROFIL KETERAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PAINAN JURNAL

STUDI TENTANG PROFIL KETERAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PAINAN JURNAL STUDI TENTANG PROFIL KETERAMPILAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 PAINAN JURNAL Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan (Strata 1) NOLA KARMILA SARI NPM: 07060120

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan manusia yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan manusia yang harus diperoleh sejak dini. Dengan memperoleh pendidikan, manusia dapat meningkatkan dirinya

Lebih terperinci

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL. : Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Pemanfaatan Bahan Sisa Kardus Bekas Taman Kanak- Kanak Padang

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL. : Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Pemanfaatan Bahan Sisa Kardus Bekas Taman Kanak- Kanak Padang 0 HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL Judul : Peningkatan Kreativitas Anak Melalui Pemanfaatan Bahan Sisa Kardus Bekas Taman Kanak- Kanak Padang Nama : Khairi Angraini NIM : 2009/51100 Jurusan : Pendidikan Guru

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui konstruksi budaya atas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui konstruksi budaya atas BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui konstruksi budaya atas penggunaan lensa kontak bagi pengguna lensa kontak oleh mahasiswi ini dilaksanakan di Yogyakarta.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya komunikasi dan interaksi global telah menempatkan bahasa

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya komunikasi dan interaksi global telah menempatkan bahasa 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pesatnya komunikasi dan interaksi global telah menempatkan bahasa Inggris sebagai salah satu media yang mutlak kebutuhannya. Tanpa kemampuan berbahasa Inggris

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode dan pendekatan penelitian 1. Metode penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu penelitian lapangan dengan mengumpulkan informasi atau data

Lebih terperinci

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user ii commit to user perpustakaan.uns.ac.id ABSTRACT Ika Larastuti. K2205011. THE IMPLEMENTATION OF BRAINSTORMING ACTIVITIES IN IMPROVING STUDENTS VOCABULARY MASTERY (A CLASSROOM ACTION RESEARCH ON THE EIGHTH

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN BAGI SISWA KELAS V SD

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN BAGI SISWA KELAS V SD PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN BAGI SISWA KELAS V SD Oleh: Imam Syah H.R. 1), Suhartono 2), Warsiti 3) e-mail: imamsyah12@gmail.com Abstract: The using of

Lebih terperinci

Randi Pratama 1 Dinawati Trapsilasiwi 2 Susi Setiawani 3 ABSTRACT

Randi Pratama 1 Dinawati Trapsilasiwi 2 Susi Setiawani 3 ABSTRACT PENERAPAN METODE ROLE PLAYING PADA SUB POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII D SMP NEGERI 1 SILO TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Randi Pratama 1 Dinawati Trapsilasiwi

Lebih terperinci

PENGELOLAAN KARAKTER KEDISIPLINAN DI SD AL-ISLAM 3 GEBANG SURAKARTA

PENGELOLAAN KARAKTER KEDISIPLINAN DI SD AL-ISLAM 3 GEBANG SURAKARTA PENGELOLAAN KARAKTER KEDISIPLINAN DI SD AL-ISLAM 3 GEBANG SURAKARTA Diajukan kepada Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk memenuhi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci:Pendekatan PMR, Ekstrakulikuler, Jenis Kelamin, Hasil Belajar Siswa

ABSTRAK. Kata Kunci:Pendekatan PMR, Ekstrakulikuler, Jenis Kelamin, Hasil Belajar Siswa ABSTRAK Aziz, Taufiqul Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik, Ekstrakulikuler, dan Jenis Kelamin Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Bangun Datar siswa kelas VII SMPN 1 Boyolangu Tulungagung

Lebih terperinci

ABSTRACT. vii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT. vii Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT This research was conducted at the Department of Local Revenue Cimahi which is an element in the field of implementation of the Local Government fund raising to finance regional development whose

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII SMP N 4 GAMPING TAHUN

SKRIPSI PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII SMP N 4 GAMPING TAHUN i PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII SMP N 4 GAMPING TAHUN 2015-2016 SKRIPSI Oleh : YOVIE KISWIDYANTORO NPM. 12144200117 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 23 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah syarat yang mutlak untuk mendapatkan kedalaman dari sebuah masalah, dan juga dapat mengumpulkan segala informasi

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA ANAK KELOMPOK A

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA ANAK KELOMPOK A PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA ANAK KELOMPOK A Nur Oniyah Setiya Diyanti Siti Mahmudah PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya Jalan Teratai No.4 Surabaya (60136).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk

BAB I PENDAHULUAN. tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Selama pendidikan masih ada, maka selama itu pula masalah-masalah tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk membicarakan dan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian implementasi pembelajaran Pendidikan Antikorupsi sebagai faktor pendukung Pendidikan Kewarganegaraan seyogyanya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tugas yang mudah, karena sumber daya manusia yang berkualitas bukan hanya

BAB I PENDAHULUAN. tugas yang mudah, karena sumber daya manusia yang berkualitas bukan hanya 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bukan merupakan tugas yang mudah, karena sumber daya manusia yang berkualitas bukan hanya dilihat

Lebih terperinci

STRATEGI PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH ** Oleh : Nurhayati Djamas

STRATEGI PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH ** Oleh : Nurhayati Djamas STRATEGI PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH ** Oleh : Nurhayati Djamas Latar Belakang 1. Dalam Undang-undang No. 20 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditetapkan, bahwa pendidikan nasional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan, maka tidak salah jika pemerintah senantiasa mengusahakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan, maka tidak salah jika pemerintah senantiasa mengusahakan untuk 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembaharuan pendidikan harus selalu dilakukan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Upaya meningkatkan mutu pendidikan itu diharapkan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Andri Irawan

PENDAHULUAN. Andri Irawan Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Volume 11, Nomor 1, April 2015 Andri Irawan Diterbitkan Oleh: Jurusan Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta KETERAMPILAN GURU

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu proses yang melibatkan unsur-unsur yang diharapkan meningkatkan pendidikan yang berkualitas (Zainal Aqib, 2002 : 79). Guru sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dilahirkan dengan dibekali potensi yang luar biasa oleh Sang Pencipta, baik aspek-aspek yang berkaitan dengan jasmaniah maupun rohaniah. Kenyataannya

Lebih terperinci

Keywords: Creative Problem Solving, process skill, Natural Science

Keywords: Creative Problem Solving, process skill, Natural Science PENERAPAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PLUMBON TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Erlina Widia Santi 1, Kartika Chrysti

Lebih terperinci

MASALAH-MASALAH PESERTA DIDIK PINDAH SEKOLAH KE SMA ADABIAH PADANG. Oleh: Sefriani. Fitria Kasih Yusnetti ABSTRACT

MASALAH-MASALAH PESERTA DIDIK PINDAH SEKOLAH KE SMA ADABIAH PADANG. Oleh: Sefriani. Fitria Kasih Yusnetti ABSTRACT MASALAH-MASALAH PESERTA DIDIK PINDAH SEKOLAH KE SMA ADABIAH PADANG Oleh: Sefriani Fitria Kasih Yusnetti Mahasiswa Bimbingan dan Konseling STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT The problem in this study is

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR JURNAL. Oleh

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR JURNAL. Oleh PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR JURNAL Oleh DIAN ANTIKA ASMAUL KHAIR MUGIADI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Kata Kunci: pendekatan SAVI melalui metode eksperimen, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa

Kata Kunci: pendekatan SAVI melalui metode eksperimen, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa Penerapan Pendekatan SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV melalui Metode Eksperimen Pokok Bahasan Energi Panas dan Bunyi di SD Negeri

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, suatu kondisi, suatu obyek, suatu pemikiran ataupun suatu peristiwa masa sekarang. Tujuan yang ingin dicapai dalam

Lebih terperinci

INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER BUDDHIS DI SD DHARMA PUTRA TANGERANG ARTIKEL SKRIPSI. Oleh AYU MUSTIKA SARI NIM

INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER BUDDHIS DI SD DHARMA PUTRA TANGERANG ARTIKEL SKRIPSI. Oleh AYU MUSTIKA SARI NIM INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER BUDDHIS DI SD DHARMA PUTRA TANGERANG ARTIKEL SKRIPSI Oleh AYU MUSTIKA SARI NIM 0250112010493 SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA TANGERANG BANTEN 2016 PERSETUJUAN

Lebih terperinci

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Abstract

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Abstract MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR LISTRIK DINAMIS DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DISERTAI METODE DEMONSTRASI SISWA KELAS X-2 SMAN 1 PAKUSARI JEMBER TAHUN 2014 1) Kiftiyah, 2) Sutarto,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. produktif. Di sisi lain, pendidikan dipercayai sebagai wahana perluasan akses.

BAB I PENDAHULUAN. produktif. Di sisi lain, pendidikan dipercayai sebagai wahana perluasan akses. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan aspek penting bagi perkembangan sumber daya manusia, sebab pendidikan merupakan wahana atau salah satu instrumen yang digunakan bukan saja

Lebih terperinci

kemajuan. Begitu pula sebaliknya, jika Pendidikan merupakan kebutuhan PENDAHULUAN pendidikan berkualitas buruk, bisa

kemajuan. Begitu pula sebaliknya, jika Pendidikan merupakan kebutuhan PENDAHULUAN pendidikan berkualitas buruk, bisa PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING LEARNING (PSL) DENGAN MEDIA BENDA KONKRET TENTANG BANGUN RUANG DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 7 KUTOSARI TAHUN AJARAN 2015/2016 Slamet Waryanto

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian

Lebih terperinci

Pendahuluan. Kata Kunci: Intensitas Kegiatan Praktikum, Kualitas Kegiatan Praktikum, Hasil Belajar Siswa,

Pendahuluan. Kata Kunci: Intensitas Kegiatan Praktikum, Kualitas Kegiatan Praktikum, Hasil Belajar Siswa, Inventarisasi Guru Biologi di MTs Swasta Se-Kecamatan Jenggawah Jember dan Hubungannya terhadap Hasil Belajar Siswa 1 (The Inventory of Biology Teacher's Competency in Private Madrasah Tsanawiyah Jenggawah

Lebih terperinci

STUDI KORELASI ANTARA MOTIVASI BELAJAR, MEDIA PEMBELAJARAN, KEMAMPUAN AWAL, DENGAN HASIL BELAJAR. Oleh :

STUDI KORELASI ANTARA MOTIVASI BELAJAR, MEDIA PEMBELAJARAN, KEMAMPUAN AWAL, DENGAN HASIL BELAJAR. Oleh : STUDI KORELASI ANTARA MOTIVASI BELAJAR, MEDIA PEMBELAJARAN, KEMAMPUAN AWAL, DENGAN HASIL BELAJAR Oleh : Riyanto MT, Sudjarwo dan Herpratiwi FKIP UNILA, Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung email

Lebih terperinci