ARTIKEL. Disusun dan Diajukan sebagai Persyaratan Skripsi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Buddha (S.Pd.) Jurusan Dharmacarya

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ARTIKEL. Disusun dan Diajukan sebagai Persyaratan Skripsi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Buddha (S.Pd.) Jurusan Dharmacarya"

Transkripsi

1 PERANAN PENGURUS DAN TENAGA PENGAJAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH MINGGU BUDDHA DI VIHARA METTA SERANG ARTIKEL Oleh : SUBROTO YUDIHARJO NIM : Disusun dan Diajukan sebagai Persyaratan Skripsi Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Agama Buddha (S.Pd.) Jurusan Dharmacarya SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA TANGERANG BANTEN 2016

2 LEMBAR PERSETUJUAN Artikel dengan judul Peranan Pengurus dan Tenaga Pengajar dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah Minggu Buddha di Vihara Metta Serang telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing skripsi. Tangerang, September 2016 Pembimbing I, Setia Darma, S.H., M.M., M.Pd.B.... NIP Pembimbing II, Warsito, S.H., S.Ag., M.H.... NIP

3 ABSTRACT Subroto Yudiharjo, The role of the Board and Lecturer in Improving Quality of Sunday School Metta Vihara Buddha in Serang. Thesis Study Program Buddhism. Programs Dhammacarya. State College Buddhist Srivijaya. Supervisor I Setia Darma, SH, M.M., M.Pd. B., and Advisor II Warsito, SH, S.Ag., M.H. Keywords: Management, teaching staff, quality. This study aimed to describe the role perngurus and faculty in improving the quality of Sunday School Metta Vihara Buddha in Serang. The role of administrators and faculty at the Vihara Metta is taking care of students and teaching Sunday School Buddha. Purpose of this study to determine the quality of administrators and faculty, in addition to knowing administrators and faculty efforts in improving knowledge of Buddhism. Research on the role of administrators and faculty in improving the quality of Sunday School Buddha Vihara Metta conducted in Serang. The research was conducted from July to September The research method qualitative approach in social situations (social situation) to be certain that the subject of his research is the management, faculty, and its object is the Sunday School students. And the data collected by the data collection techniques of observation, interviews, documentary studies and data analysis techniques in the field. The results showed that the learning provided is still less than the maximum. Administrators and teachers are trying to make a Sunday School activities inculcate noble values for students to improve the quality in him. Administrators and faculty affects students in improving the quality of understanding of Buddhism. Barriers board financially. Efforts administrators and faculty provide useful teachings for students. Kekurangnya understanding of religious teachings of administrators and faculty that has implications for the decline in the quality of teaching religion. The suggestion is for the board should be given the motivation to improve the quality of the more exciting activities. Teaching staff to improve the quality of education that make students interested in Dhamma.

4 1 1. Pendahuluan Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Masyarakat tidak memiliki pengetahuan bukan karena mereka bodoh, melainkan mereka tidak memiliki kesempatan untuk belajar. Kemiskinan sudah menjadi alasan klasik bagi sebagian besar orangtua yang tidak menyekolahkan anak-anaknya. Pemerintah memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan. Pendidikan yang berkualitas mutlak diperlukan guna menciptakan sumber daya manusia sesuai dengan yang diharapkan. Pendidikan berkualitas hanya dapat diakses oleh anak-anak yang orangtuanya tergolong ekonomi mampu. Dalam pelaksanaannya, pendidikan adalah proses pembelajaran yang berjenjang dan berkesinambungan. a. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, masalah-masalah yang bisa diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Belum diketahuinya kualitas Sekolah Minggu Buddha. 2. Belum diketahuinya peranan pengurus dan tenaga pengajar dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha di Vihara Metta Serang. b. Pembatasan Masalah Berdasarkan masalah tersebut, penulis membatasi masalah pada peranan pengurus dan tenaga pengajar dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha di Vihara Metta Serang.

5 2 c. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana upaya pengurus dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha? 2. Bagaimana upaya tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha? d. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka disusunlah tujuan penelitian sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan upaya pengurus Sekolah Minggu Buddha. 2. Untuk mendeskripsikan upaya tenaga pengajar dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha. e. Kegunaan Penelitian praktis: Penelitian ini mempunyai dua kegunaan yaitu kegunaan teoritis dan 1. Kegunaan Teoretis Kegunaan teoretis yaitu, sebagai bahan bacaan, sumber informasi, dan referensi bagi semua pihak yang membutuhkan, khususnya bagi orang yang ingin melakukan penelitian ini. Adapun manfaat penulis dalam penelitan ini yaitu :

6 3 a. Untuk menambahkan dan memperdalam pengetahuan tentang pengurus Sekolah Minggu. b. Untuk memberikan motivasi kepada pengurus dan tenaga pengajar Sekolah Minggu. 2. Kegunaan Praktis a. Untuk merealisasikan kegiatan pengurus kepada anak-anak Sekolah Minggu. b. Untuk meningkatkan mutu pengajaran tenaga pengajar lebih maksimal. Pendidikan agama memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran atau kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya. f. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah Deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian yang mengungkap situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah. Penelitian kualitatif tidak hanya sebagai upaya mendeskripsikan data tetapi deskripsi tersebut hasil dari pengumpulan data melalui wawancara, observasi

7 4 partisipasi, studi dokumen atau dokumentasi. Metode penelitian ini dipilih oleh peneliti untuk mengungkapkan pendapat atau tanggapan pengurus dan tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha yang lebih baik. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang yang terletak di Jl. Raya Kebaharan No. 1, Kota Serang. Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang dipilih sebagai tempat penelitian ini karena sekolah tersebut cukup banyak pelajar agama Buddha. Sedangkan waktu penelitian dimulai dari pembuatan proposal bulan Juli sampai dengan November 2015, pengambilan data bulan Desember 2015 sampai Februari 2016, dan penyusuan laporan bulan Maret sampai dengan Juli Subjek dan Objek Penelitian Penelitian kualitatif lebih tepat disebut sumber data pada situasi sosial (social situation) dengan subjek penelitian adalah pengurus, tenaga pendidik, dan siswa Sekolah Minggu Buddha. Subjek penelitian memiliki kedudukan sentral dalam penelitian karena data tentang gejala atau masalah yang diteliti berada pada subjek penelitian. Peneliti, dalam melakukan penelitian kualitatif mempelajari secara intern situasi sosial yang terjadi pada objek penelitian. Objek penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peran pengurus dan tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha. 2. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah prosedur yang sistematis untuk memperoleh data yang diperlukan. Dalam penelitian kualitatif teknik

8 5 pengumpulan data dapat dilakukann dari berbagai sumber, dan berbagai cara. Data dapat dikumpulkan dengan menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada peneliti, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung diberikan datanya kepada peneliti. Metode pengumpulan data sangat erat hubungannya dengan masalah peneliti yang ingin dipecahkan. Masalah memberi arah dan mempengaruhi penentuan metode pengumpulan data. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa metode diantaranya: a) Observasi Peneliti mengamati pengurus dan tenaga pendidik yang sedang melakukan kegiatan, berpartisipasi dalam aktivitas Sekolah Minggu Buddha yang diteliti. Peneliti ikut terlibat dengan kegiatan yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak. b) Wawancara Wawancara secara lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan untuk memperoleh informasi dari informan. Jumlah responden yang didapatkan di lapangan setelah melakukan seleksi berdasarkan kriteria subjek penelitian yang telah ditetapkan yaitu 4 orang, 2 orang Pegurus dan 2 orang tenaga pendidik. Wawancara dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dengan wawancara terstruktur

9 6 ini setiap responden diberi pertanyaan yang sama, dan peneliti mengumpulkan data dengan mencatatnya. c) Studi Dokumentasi Dalam melaksanakan studi dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, dokumen, peraturan peraturan, notulen, catatan, dan foto. Dalam pengumpulan data penelitian ini dimaksudkan sebagai cara mempelajari dan mencatat bagian yang dianggap penting dari berbagai lokasi penelitian dan pengaruh yang ditujukan untuk memperoleh data langsung maupun dari lembaga yang relevan sebagai pedoman dokumentasi yang memuat garisgaris besar atau kategori yang akan dicari datanya. 3. Teknik Analisis Data Analisis Data yang digunakan Menurut Model Spradley adalah; a. Memilih Situasi Sosial (Place, actor, activity) Peneliti sudah mempunyai tempat tujuan untuk diteliti, lalu memilih aktor atau pelaku yang menjadi sasaran peneliti dan kegiatan apa yang ingin diteliti. Peneliti memilih tempat di Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang dengan melihat keadaan Sekolah Minggu Buddha dengan menilai keadaan siswa, penguru, dan tenaga pengajar yang akan diteliti dengan berbagai kegiatan yang telah ada dalam program Sekolah Minggu Buddha.

10 7 b. Melaksanakan Observasi Partisipan Peneliti ikut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Minggu Buddha Vihara Metta Serang. Dalam Kegiatan Sekolah Minggu inilah peneliti bisa mencari tahu berbagai masalah yang dihadapi oleh pengurus dan tenaga pengajar. c. Mencatat Hasil Observasi dan Wawancara Setelah mengikuti kegiatan Sekolah Minggu Buddha, peneliti mencatat semua kebutuhan penelitian yang diperlukan dan dibutuhkan dalam penelitian Sekolah Minggu Buddha. Peneliti juga mewawancarai pengurus dan tenaga pengajar dengan menanyakan berbagai kendala yang dihadapi dalam kegiatan maupun pengajaran di Sekolah Minggu Buddha. d. Melakukan Observasi Deskriptif Peneliti menelaah kembali hasil-hasil dalam observasi dan wawancara kemudian, peneliti merangkum semua permasalahan, kendala, solusi, dan hasil yang diharapkan peneliti. e. Melakukan Analisis Data Analisis data terbagi menjadi empat yaitu; 1) Analisis domain (domain analysis) yang memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian. Ditemukan berbagai kategori dari pengurus, tenaga pengurus, dan siswa Sekolah Minggu. Diperoleh dengan hasil wawancara secara lisan.

11 8 2) Analisis taksonomi (taxonomi analysis) dari berbagai macam domain dipilih dan dijabarkan menjadi lebih rinci, untuk mengetahui struktur internalnya. 3) Analisis komponensial (componential analysis) mencari ciri spesifik pada setiap struktur internal dengan cara mengkontraskan antar elemen yang dilakukan dengan wawancara terseleksi. 4) Analisis tema kultural (discovering cultural theme) hubungan di antara domain dengan keseluruhan yang dimasukan ke dalam judul penelitian. g. Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terdapat kondisi di mana pengurus dan tenaga pengajar sumber daya manusia untuk mengajar dan pengajar Sekolah Minggu bukan dari lulusan pendidikan agama akibatnya kualitas pengajaran tidak maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Sekolah Minggu di Vihara Metta sudah rutin dilakukan setiap minggunya, sehingga disimpulkan bahwa pengurus sudah mengorganisir setiap kegiatan dengan baik. Pengurus masih kurang meningkatkan kualitas untuk pembelajaran disebabkan tenaga pengajar bukan dari ahli agama Buddha. Kurikulum Sekolah Minggu sudah berdasarkan dari Jataka, Meditasi, Riwayat Hidup Sang Buddha, dan Pokok-Pokok Dasar Agama Buddha, tetapi tenaga pengajar masih kurang pendalaman yang lebih atas dasar dari ajaran agama Buddha. Tenaga pengajar masih kurang berkompetensi dalam ajaran agama yang lebih mendalam. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi terdapat kondisi di mana pengurus dan tenaga pengajar sumber daya manusia untuk mengajar dan pengajar

12 9 Sekolah Minggu bukan dari lulusan pendidikan agama akibatnya kualitas pengajaran tidak maksimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Sekolah Minggu di Vihara Metta sudah rutin dilakukan setiap minggunya, sehingga disimpulkan bahwa pengurus sudah mengorganisir setiap kegiatan dengan baik. Pengurus masih kurang meningkatkan kualitas untuk pembelajaran disebabkan tenaga pengajar bukan dari ahli agama Buddha. Tenaga pengajar sudah mengajar sesuai kemampuan. Berikut ini hasil penelitian diuraikan sebagai berikut : a. Kegiatan SMB Dilihat dari segi kegiatan setiap bulannya, Sekolah Minggu Buddha sudah terstuktur dengan baik. Peran pengurus untuk kegiatan rutin sudah terealisasikan hanya saja terdapat hambatan finansial ketika membuat kegiatan besar seperti kegiatan setiap tahunnya untuk merayakan tahun baru cina. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan Sekolah Minggu Buddha meliputi; mengenai Buddha Dhamma, Khong Hu cu dan Lo Cu. Memberikan materi dengan cara bermain, bernyanyi, bercerita tentang moral untuk dipraktikan ke dalam kehidupan seharihari.kegiatan lainnya mewarnai gambar-gambar tentang Buddha, Khong Cu, Lo Cu serta membuat prakarya dengan mengenalkan siswa untuk tertarik kepada ajaran Buddha. Ekstrakulikuler olahraga, Keng, Dhammapada, menyanyi, cerdas cermat, kunjungan ke vihara-vihara, dan gathering Sekolah Minggu. Melakukan baksos anak yatim piatu di dekat vihara,memperingati hari-hari besar dan persembayangan seperti kue bulan, bacang.

13 10 Kegiatan Sekolah Minggu Buddha dilakukan untuk pembelajaran yang lebih terstruktur dalam meningkatkan kualitas agama. Kegiatan direncanakan dan dibuat supaya siswa merasakan pemahaman yang mendalam sehingga siswa tidak jenuh. Pengurus lebih memfokuskan kegiatan pada hari persembayangan dan mempraktekkan tata cara persembayangan, dengan begitu siswa akan lebih cepat mengerti. Siswa dituntut untuk menerapkan teori dan praktek dalam kehidupan sehari-hari. b. Peran Pengurusdan Tenaga Pengajar Peran tenaga pengajar untuk menjadikan siswa yang berkeyakinan teguh ke dalam agama Buddha. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pengurus dan tenaga pengajar memiliki peran yaitu untuk mengajar anak-anak Sekolah Minggu yang datang ke vihara untuk belajar Dhamma. Mengembangkan kreativitas anakanak, meningkatkan penalaran supaya siswa menjadi kreatif. Membuat, merencanakan, dan melakukan kegiatan untuk kemajuan Sekolah Minggu Buddha. Membuat rencana kegiatan yang mau dilakukan untuk anak-anak Sekolah Minggu dan bisa diterima dari kalangan balita sampai ke anak-anak Sekolah Menengah Atas. Penelitan sudah menggambarkan tentang peran pengurus dan tenaga pengajar yang terlihat di dalam kegiatan yang telah dilakukan. Pengurus sudah bekerja sesuai kemampuan yang bisa dilakukannya dalam berbagai macam kegiatan yang telah dibuat dan tenaga pengajar sudah membimbing siswa dalam pengajaran di dalam kelas sesuai dengan kemampuan pengajar. Pengurus dan tenaga pengajar

14 11 berupaya untuk terus meningkatkan kegiatan dan pengajaran untuk siswa Sekolah Minggu Buddha. c. Hambatan dalam Meningkatkan Kualitas SMB Hambatan tenaga pengajar kurangnya pemahaman ajaran agama Buddha, dikarenakan tenaga pengajar bukanlah tenaga ahli dibidang pendidikan agama Buddha.Hambatan lainnya menunjukkan bahwa anak-anak yang kadang terlalu super aktif dalam kelas, sehingga pembelajaran menjadi kurang kondusif. Kurangnya finansial kegiatan Sekolah Minggu, sehingga kegiatan menjadi kurang maksimal. Hambatan pengurus dalam meningkatkan kualitas Sekolah Minggu Buddha dari finansial dan dukungan. Pengurus masih terus berupaya untuk mendapatkan ijin kegiatan dan itu yang membuat kegiatan tidak berjalan sesuai rencana pengurus. Terlebih lagi dari segi keuangan yang kurang untuk membuat kegiatan besar. Hambatan tenaga pengajar belum berkompeten di bidang keagamaan, sehingga peningkatan kualitas dalam pengajaran masih kurang pemahaman. Tenaga pengajar harus diberi pelatihan khusus untuk meningkatkan kinerja dalam pemahaman keagamaan. Dalam meningkatkan kualitas kegiatan dibutuhkan ide keterampilan yang cemerlang. Hambatan dalam kegiatan yaitu kurangnya finansial, tenaga pengajar masih kurang meningkatkan kualitas pembelajaran, pengurus masih mempunyai batasan yang kurang mendukung untuk melakukan peningkatan kualitas dalam kegiatan siswa maupun tenaga pengajar.

15 12 d. Upaya Pengurusdan Tenaga Pengajar SMB Upaya pengurus dan tenaga pengajar adalah meningkatkan kinerja pembelajaran supaya bisaditangkap oleh anak-anak.membuat anak-anak lebih bisa memberikan pengertian yang lebihmendalam tentang ajaran Buddha. Melakukan pembelajaran yang membuatanak-anak bersemangat untuk belajar Dhamma. Upaya untuk pendidikan Buddhis tenaga pengajar haruslebih beredukatif dan berinisiatif untuk kemajuan agama Buddha.Melakukan kontribusi ke Kementerian Agama dan SekolahMinggu Pusat untuk membuat kegiatan kemajuan Sekolah Minggu Metta Serang.Memberikan seminar dan pengahayatan Dhamma kepada tenagapengajar dan pengurus untuk memotivasi mereka dalam pengaplikasian pembelajaran kepada anak-anak. Melakukan cara yang membuat kegiatantidak monoton yang cenderung membosankan dan melakukan kerjasama antar pengurus untuk kesuksesan bersama. Meningkatkan kualitas Sekolah Minggudengan melihat anak-anak yang bersemangat dalam kegiatan Sekolah Minggu. Upaya pengurus dan tenaga pengajar memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan mempraktikkannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Ditanamkannya nilai-nilai luhur agama dan keyakinan yang membuat siswa tak tergoyahkan. Pengurus dan tenaga pengajar berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga menjadikan Sekolah Minggu Buddha yang berkompetensi di era modernisasi ini. Sekolah Minggu Buddha dituntut menjadi sekolahan yang berpotensi di khalyak umum sesuai Peraturan Pemerintah dan visi misi serta tujuan Sekolah Minggu Buddha itu sendiri. Upaya pengurus sudah

16 13 bekerja dengan sebaik mungkin untuk peningkatan kualitas kegiatas terhadap siswa maupun tenaga pengajar. Pengurus masih harus memperbaiki sistem manajemen yang baik untuk membuat peningkatan kualitas pendidikan. Upaya tenaga pengajar yaitu dengan meningkatkan pengajaran Sekolah Minggu sesuai batas kemampuannya. Tenaga pengajar sudah membuat pengajaran yang membuat anak paham terhadap Dhamma. h. Kesimpulan Kesimpulannya kegiatan Sekolah Minggu menanamkan nilai luhur yang membuat siswa meningkatkan kualitas pada dirinya. Pengurus dan tenaga pengajar mempengaruhi siswa dalam peningkatan kualitas pemahaman ajaran Buddha. Hambatan pengurus dari segi finansial. Upaya pengurus dan tenaga pengajar memberikan ajaran yang bermanfaat untuk siswa. i. Saran Pengurus harus diberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan yang lebih menarik. Tenaga pengajar meningkatkan kualitas pendidikan yang membuat siswa tertarik pada Dhamma. Dalam segi finansial bisa menjual dan membuat produk untuk membantu kegiatan. Siswa harus diberikan ajaran yang memotivasi dirinya untuk kembali lagi ke Vihara.

17 14 j. Daftar Pustaka Depag Sigalovada Sutta. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha, Departemen Agama RI. Nasution, Noehi, M.A.dkk, Drs Materi Pokok Psikologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Dan Universitas Terbuka, Departemen Agama. Soetjipto. Kosasi, Raflis, Drs Profesi Keguruan. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Penerbit PT Rineka Cipta, Anggota Ikapi.

PERWIRA. Metta Amurwa Bhumi Kusumo 1), Deassyana Taradipa 2), Liza Jayanty 3) 2 Dharmacarya,STABN Sriwijaya

PERWIRA. Metta Amurwa Bhumi Kusumo 1), Deassyana Taradipa 2), Liza Jayanty 3)   2 Dharmacarya,STABN Sriwijaya PERWIRA Metta Amurwa Bhumi Kusumo 1), Deassyana Taradipa 2), Liza Jayanty 3) 1 Dharmacarya, STABN Sriwijaya Email: amurwa.bhumi16@gmail.com 2 Dharmacarya,STABN Sriwijaya Email: deassyanataradipa@yahoo.com

Lebih terperinci

POLA PEMBELAJARAN SEKOLAH MINGGU BUDDHA DI DHAMMA METTA, TANGERANG BANTEN ARTIKEL SKRIPSI

POLA PEMBELAJARAN SEKOLAH MINGGU BUDDHA DI DHAMMA METTA, TANGERANG BANTEN ARTIKEL SKRIPSI POLA PEMBELAJARAN SEKOLAH MINGGU BUDDHA DI DHAMMA METTA, TANGERANG BANTEN ARTIKEL SKRIPSI Oleh: YUNIAWATI NIM 0250113010540 SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA TANGERANG BANTEN 2017 LEMBAR PERSETUJUAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang ada

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang ada BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Analisis data yang digunakan peneliti adalah dengan melakukan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang ada merupakan

Lebih terperinci

ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG

ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG ARTIKEL PENERAPAN SELF ASSESSMENT DI SEKOLAH DASAR DHARMA PUTRA TANGERANG Oleh: YULI AGUSTINA NIM 0250112010502 Disusun dan Diajukan sebagai Salah Satu Persyaratan untuk Syarat Yudisium Jurusan Dharmacarya

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: Kreativitas Guru PAI, Metode Pembelajaran

ABSTRAK. Kata kunci: Kreativitas Guru PAI, Metode Pembelajaran ABSTRAK Skripsi dengan judul Kreativitas Guru PAI dalam Penggunaan Metode Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Materi pada Peserta Didik di SMPN 1 Ngantru ini ditulis oleh Zahro un Nurkumala, NIM.

Lebih terperinci

PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMK NEGERI 4 PEKANBARU JURNAL

PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMK NEGERI 4 PEKANBARU JURNAL PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMK NEGERI 4 PEKANBARU JURNAL Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Ujian Sarjana Guru Memperoleh

Lebih terperinci

MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU PADA SD NEGERI 1 PEUKAN PIDIE KABUPATEN PIDIE

MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU PADA SD NEGERI 1 PEUKAN PIDIE KABUPATEN PIDIE ISSN 2302-0156 5 Pages pp. 224-228 MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU PADA SD NEGERI 1 PEUKAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Nora Feri, 1 Cut Zahri Harun, 2 Nasir Usman 2 1 Magister Administrasi Pendidikan Program Banda

Lebih terperinci

PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 3 KALIBAGOR

PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 3 KALIBAGOR PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK KELAS VII DI SMP NEGERI 3 KALIBAGOR SKRIPSI EKA PRASTIA NURLIANO 1301030023 PENDIDIKAN PANCASILA

Lebih terperinci

PERAN PENYULUH AGAMA BUDDHA DALAM PELAYANAN KEAGAMAAN DI VIHARA RANCAKA DHARMA KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG ARTIKEL SKRIPSI

PERAN PENYULUH AGAMA BUDDHA DALAM PELAYANAN KEAGAMAAN DI VIHARA RANCAKA DHARMA KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG ARTIKEL SKRIPSI PERAN PENYULUH AGAMA BUDDHA DALAM PELAYANAN KEAGAMAAN DI VIHARA RANCAKA DHARMA KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG ARTIKEL SKRIPSI Oleh DWI SRI MUKTI NIM 0250112020505 SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Dipilihnya LPK DJ Arie School sebagai lokasi penelitian pada penelitian ini ialah karena LPK ini merupakan LPK yang berbasis public speaking yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. 42 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dalam setting tertentu

Lebih terperinci

PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA TEMA KEGIATAN SEHARI-HARI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR

PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA TEMA KEGIATAN SEHARI-HARI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR PENERAPAN MEDIA GAMBAR PADA TEMA KEGIATAN SEHARI-HARI UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Ardahani Citra Perwasih PGSD FIP Universitas Negeri Surabaya (citraperwasih@yahoo.co.id) Mulyani

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah melalui metode kualitatif. Penelitian dengan metode kualitatif ialah penelitian dimana data yang dikumpulkan

Lebih terperinci

Pendahuluan. Meliana et al., Penerapan Metode Permainan... 1

Pendahuluan. Meliana et al., Penerapan Metode Permainan... 1 Meliana et al., Penerapan Metode Permainan... 1 Pendahuluan Penerapan Metode Permainan Tebak Kata dengan Media Gambar untuk Meningkatkan dan Hasil Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Perkembangan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: PITRIANI NIM

SKRIPSI. Oleh: PITRIANI NIM UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS V MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING ) PADA MATERI KEBEBASAN BERORGANISASI DI SDN 2 SIDOREJO KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PONOROGO

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Gorontalo yang berstatus

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Gorontalo yang berstatus 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Latar Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Gorontalo yang berstatus sebagai sekolah standar nasional (SSN) dengan objek penelitian yang meliputi: 1) Pengelolaan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN FOOD AND BEVERAGE SERVICE

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN FOOD AND BEVERAGE SERVICE Penerapan Metode Pembelajaran. ( Herningtyas.) 1 PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN FOOD AND BEVERAGE SERVICE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK BUDI MULIA DUA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE COMPLETE SENTENCE

PENGGUNAAN METODE COMPLETE SENTENCE PENGGUNAAN METODE COMPLETE SENTENCE MELALUI MEDIA GAMBAR SERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SISWA KELAS II SD NEGERI 2 PANJER TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Novi Nirmala Ismayayanti 1,

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMELAJARAN IPS MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DI SD NEGERI 03 KOTO KACIAK MANINJAU

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMELAJARAN IPS MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DI SD NEGERI 03 KOTO KACIAK MANINJAU PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMELAJARAN IPS MELALUI METODE PROBLEM SOLVING DI SD NEGERI 03 KOTO KACIAK MANINJAU Desi Fitria 1, Pebriyenni 1, Asrul Thaher 2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Lebih terperinci

Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Matematika materi

Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran Matematika materi ABSTRAK Skripsi dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas V MI Al Irsyad Karangbendo

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR OLEH PENGAWAS DI GUGUS I BALECATUR KECAMATAN GAMPING KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

PELAKSANAAN PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR OLEH PENGAWAS DI GUGUS I BALECATUR KECAMATAN GAMPING KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA ARTIKEL JURNAL PELAKSANAAN PEMBINAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SEKOLAH DASAR OLEH PENGAWAS DI GUGUS I BALECATUR KECAMATAN GAMPING KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS X-9 SMA BATIK I SURAKARTA SKRIPSI Oleh: META NUR INDAH SARI K4308020

Lebih terperinci

RICKY CAHYO PAMUNGKAS A

RICKY CAHYO PAMUNGKAS A PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS X SMK TEKNOSA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian. Hal ini disebabkan penggunaan metode dan pendekatan ini

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian. Hal ini disebabkan penggunaan metode dan pendekatan ini 67 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Teknik Penelitian 1. Metode Penelitian Metode dan pendekatan adalah satu diantara unsur yang harus ada dalam suatu penelitian. Hal ini disebabkan penggunaan metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa

Lebih terperinci

Oleh : Destyana Ayu Wulandari A

Oleh : Destyana Ayu Wulandari A OPTIMALISASI PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI STRATEGI PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIIA SMP N 3 POLOKARTO TAHUN AJARAN 2015/2016 PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat dirasakan oleh setiap warga negara. Dengan adanya pendidikan terjadi

BAB I PENDAHULUAN. dapat dirasakan oleh setiap warga negara. Dengan adanya pendidikan terjadi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Sistematis oleh karena proses

Lebih terperinci

2013 PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA ANAK DIDIK

2013 PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA ANAK DIDIK ABSTRAK Marlina, 2013. Penelitian ini berangkat dari permasalahan kurangnya prestasi belajar siswa pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat SDN Paniis Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang

Lebih terperinci

KAJIAN TENTANG PENDIDIKAN MORAL DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA RAWALO

KAJIAN TENTANG PENDIDIKAN MORAL DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA RAWALO KAJIAN TENTANG PENDIDIKAN MORAL DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA RAWALO Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh : SUGANDA AHMAD SUDIYO 1201030026

Lebih terperinci

Joyful Learning Journal

Joyful Learning Journal JLJ 3 (2) (2014) Joyful Learning Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA Yulia Panca

Lebih terperinci

PENCAPAIAN STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK GURU SEKOLAH DASAR NEGERI NGRUKEMAN KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL

PENCAPAIAN STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK GURU SEKOLAH DASAR NEGERI NGRUKEMAN KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL Pencapaian Standar Kualifikasi... (Septantya Budi Saputra) 53 PENCAPAIAN STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK GURU SEKOLAH DASAR NEGERI NGRUKEMAN KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL TEACHER QUALICATION STANDARD

Lebih terperinci

ABSTRACT. Keywords: Cooperative, Jigsaw, Cultural History of Islam. implementation of model cooperative learning type of jigsaw on the subjects of

ABSTRACT. Keywords: Cooperative, Jigsaw, Cultural History of Islam. implementation of model cooperative learning type of jigsaw on the subjects of ABSTRAK Skripsi dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Peserta Didik Kelas IV MI Nurul Huda Dawuhan Trenggalek ini ditulis

Lebih terperinci

MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN ORANG TUA MURID DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH (STUDI KASUS DI SDITAR RAIHAN BANTUL)

MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN ORANG TUA MURID DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH (STUDI KASUS DI SDITAR RAIHAN BANTUL) MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN ORANG TUA MURID DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH (STUDI KASUS DI SDITAR RAIHAN BANTUL) AGUS FUADI NIM 01735149 Tesis Ditulis Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM

Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM SISTEM PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU SOSIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 MANIANGPAJO KABUPATEN WAJO Muhammad Ferdhy Asdana Pendidikan Sosiologi FIS-UNM ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA UNTUK SISWA KELAS III SD NEGERI PONCOWARNO TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA UNTUK SISWA KELAS III SD NEGERI PONCOWARNO TAHUN AJARAN 2013/2014 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA UNTUK SISWA KELAS III SD NEGERI PONCOWARNO TAHUN AJARAN 2013/2014 Esti Mulyaningsih¹, Kartika Chrysti Suryandari 2, Tri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Manajemen pembelajaran adalah sebuah proses perencanaan, pelaksanaan dan penilaian kegiatan pembelajaran sehingga akan didapatkan sistem pembelajaran

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA, TUGAS ADMINISTRATIF GURU TK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI TK BUDI MULIA DUA CONDONG CATUR YOGYAKARTA

HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA, TUGAS ADMINISTRATIF GURU TK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI TK BUDI MULIA DUA CONDONG CATUR YOGYAKARTA HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA, TUGAS ADMINISTRATIF GURU TK DAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI TK BUDI MULIA DUA CONDONG CATUR YOGYAKARTA SUPASSORN VISUTTIPUN NIM 10703251013 Tesis ditulis untuk memenuhi sebagian

Lebih terperinci

Moleong (2012: 6) mengemukakan pengertian metode penelitian kualitatif sebagai berikut:

Moleong (2012: 6) mengemukakan pengertian metode penelitian kualitatif sebagai berikut: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu suatu proses penelitian dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Ketepatan metode yang digunakan dalam penelitian merupakan alat atau

BAB III METODE PENELITIAN. Ketepatan metode yang digunakan dalam penelitian merupakan alat atau BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Ketepatan metode yang digunakan dalam penelitian merupakan alat atau cara guna menuju berhasilnya suatu penelitian. Metode yang dapat dipergunakan untuk berhasilnya

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BUKU AJAR SEKOLAH MINGGU BUDDHA DENGAN AKTIVITAS BELAJAR MENYENANGKAN BERDASARKAN JATAKA

PENGEMBANGAN BUKU AJAR SEKOLAH MINGGU BUDDHA DENGAN AKTIVITAS BELAJAR MENYENANGKAN BERDASARKAN JATAKA PENGEMBANGAN BUKU AJAR SEKOLAH MINGGU BUDDHA DENGAN AKTIVITAS BELAJAR MENYENANGKAN BERDASARKAN JATAKA Sepilut 1 ), Vonda Karuna Eka Susandy 2 ), Dwi Purnomo 3 ) 1 Dharmacarya, STABN Sriwijaya email : ilutsepi@gmail.com

Lebih terperinci

AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DALAM PRAKTIKUM STUDI KASUS DI LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DALAM PRAKTIKUM STUDI KASUS DI LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DALAM PRAKTIKUM STUDI KASUS DI LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TESIS Diajukan Kepada

Lebih terperinci

Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior

Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior Jurnal Riset Pendidikan ISSN: 2460-1470 Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior STKIP Al Hikmah Surabaya e-mail: kurnia.noviartati@gmail.com Abstrak Guru

Lebih terperinci

Bab 3. Metode Penelitian. 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Bab 3. Metode Penelitian. 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Bab 3 Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, ini sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menyambung yang Terputus dan Menyatukan yang Tercerai), Alfabeta, Bandung, 2009, hlm. 2.

BAB I PENDAHULUAN. Menyambung yang Terputus dan Menyatukan yang Tercerai), Alfabeta, Bandung, 2009, hlm. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan secara historis operasional telah dilaksanakan sejak adanya manusia pertama di muka bumi ini, yaitu sejak Nabi Adam a.s. yang dalam Al-Qur an dinyatakan

Lebih terperinci

Yuanis et al., Penerapan Model Quantum Learning...

Yuanis et al., Penerapan Model Quantum Learning... PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKN POKOK BAHASAN GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV SDN JATISARI 01 JEMBER ( The Application Of Quantum Learning

Lebih terperinci

PROBLEMATIKA KINERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PROBLEMATIKA KINERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG PROBLEMATIKA KINERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG Fitra Febri Annisa 1, Desriyeni 2 Program Studi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas Negeri Padang Email:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian membutuhkan data yang obyektif, pembahasan penelitian dibahas secara teoritis dan empiris. Pembahasan teoritis bersumber pada kepustakaan yang merupakan karangan ahli

Lebih terperinci

Nadia Fitri Yani Adiyalmon, S.Ag, M.Pd Marleni, S.Pd Progam Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT

Nadia Fitri Yani Adiyalmon, S.Ag, M.Pd Marleni, S.Pd Progam Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRACT Peranan Guru Pamong Membimbing Mahasiswa Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat (Studi Tentang Kesiapan Guru Pamong Membimbing Mahasiswa PPL Untuk Praktek Mengajar) Di SMA N Se-Kabupaten Dharmasraya Nadia

Lebih terperinci

Yusliana 1) 1 SDN 18 Lembah Melintang. Keywords: Interest in Learning, Teaching PE, learning model demonstration

Yusliana 1) 1 SDN 18 Lembah Melintang.   Keywords: Interest in Learning, Teaching PE, learning model demonstration UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENJASKES MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI DI KELAS V SDN 18 LEMBAH MELINTANG Yusliana 1) 1 SDN 18 Lembah Melintang Email:

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE

PENERAPAN STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE PENERAPAN STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH MIFTAHUL ULLUM TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA ANAK KELOMPOK B DI TK AL-ISLAM 10 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA ANAK KELOMPOK B DI TK AL-ISLAM 10 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA ANAK KELOMPOK B DI TK AL-ISLAM 10 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE JURNAL. Oleh ENDANG SRI JAYANTI SUWARJO SITI RACHMAH S

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE JURNAL. Oleh ENDANG SRI JAYANTI SUWARJO SITI RACHMAH S PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF NARASI MENGGUNAKAN MODEL CONCEPT SENTENCE JURNAL Oleh ENDANG SRI JAYANTI SUWARJO SITI RACHMAH S FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR

Lebih terperinci

(Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama Ariya Metta Tangerang) ARTIKEL SKRIPSI. Oleh: DARIYANTO NIM

(Studi Kasus di Sekolah Menengah Pertama Ariya Metta Tangerang) ARTIKEL SKRIPSI. Oleh: DARIYANTO NIM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK MENINGKATKAN SIKAP KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA (Studi Kasus di Sekolah Menengah

Lebih terperinci

THE DIFFERENCES OF SOCIAL VALUES OF THE STUDENTS WHO PARTICIPATE SPORTS AND NON SPORTS EXTRACURRICULAR AT STATE HIGH SCHOOL 1 IMOGIRI BANTUL

THE DIFFERENCES OF SOCIAL VALUES OF THE STUDENTS WHO PARTICIPATE SPORTS AND NON SPORTS EXTRACURRICULAR AT STATE HIGH SCHOOL 1 IMOGIRI BANTUL PERBEDAAN NILAI-NILAI SOSIAL PADA PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DENGAN PESERTA DIDIK YANG MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER NON OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 IMOGIRI BANTUL Oleh Eko Dwi Purnomo

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. kesejahteraan lansia yang dilakukan oleh gerakan Aisyiah di Perumnas

BAB II METODE PENELITIAN. kesejahteraan lansia yang dilakukan oleh gerakan Aisyiah di Perumnas 25 BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pembinaan kesejahteraan lansia yang dilakukan oleh gerakan Aisyiah di Perumnas Condong Catur Sleman. Maka

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode adalah salah satu hal yang penting dalam sebuah penelitian, karena metode merupakan jalan ilmiah yang menyangkut cara kerja untuk memahami dan mengktitisi obyek sasaran

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III PENERAPAN METODE DEMONSTRASI PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA SD KELAS III Bainen, Syamsiati, Suryani PGSD, FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak Email : ibu.bainen@yahoo.com Abstrak:

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair And Share (TPS), Guru Al-Quran Hadits, Aktivitas Belajar

ABSTRAK. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair And Share (TPS), Guru Al-Quran Hadits, Aktivitas Belajar ABSTRAK Skripsi dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair And Share (TPS) Guru Al-Quran Hadits Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik di MI Thoriqul Huda Kromasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era globalisasi merupakan era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah menimbulkan persaingan dalam berbagai bidang, yang menuntut masyarakat Indonesia untuk

Lebih terperinci

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PARTISIPASI SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS X.1 SMA NEGERI 1 SUKOHARJO SKRIPSI Oleh: WARYANTO K4308061 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS WARMADEWA LAPORAN TUGAS AKHIR OLEH : NI PUTU DEWI GARDINA RAHAYU

PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS WARMADEWA LAPORAN TUGAS AKHIR OLEH : NI PUTU DEWI GARDINA RAHAYU PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS WARMADEWA LAPORAN TUGAS AKHIR OLEH : NI PUTU DEWI GARDINA RAHAYU 1221503008 PROGRAM STUDI D3 ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN UNGGAH-UNGGUHING BAHASA JAWA SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA KELAS 5 SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI

PEMBELAJARAN UNGGAH-UNGGUHING BAHASA JAWA SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA KELAS 5 SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI PEMBELAJARAN UNGGAH-UNGGUHING BAHASA JAWA SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA KELAS 5 SD MUHAMMADIYAH PK BOYOLALI Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang diinginkan. Kemungkinan guru dalam menyampaikan materi saat proses

BAB I PENDAHULUAN. yang diinginkan. Kemungkinan guru dalam menyampaikan materi saat proses BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pembelajaran tersusun atas sejumlah komponen atau unsur yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Interaksi antara guru dan peserta didik pada saat proses belajar

Lebih terperinci

POLA SELF REGULATED LEARNING SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SEKOLAH DASAR ARIYA METTA KELAS V ARTIKEL SKRIPSI

POLA SELF REGULATED LEARNING SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SEKOLAH DASAR ARIYA METTA KELAS V ARTIKEL SKRIPSI POLA SELF REGULATED LEARNING SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SEKOLAH DASAR ARIYA METTA KELAS V ARTIKEL SKRIPSI Oleh DARMIYANTI NIM 020112010496 SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA

Lebih terperinci

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI PEMBENTUKKAN KARAKTER SISWA KELAS V SDN NGLETH 1 KOTA KEDIRI

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI PEMBENTUKKAN KARAKTER SISWA KELAS V SDN NGLETH 1 KOTA KEDIRI PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI PEMBENTUKKAN KARAKTER SISWA KELAS V SDN NGLETH 1 KOTA KEDIRI Wahyu Nur Aida Universitas Negeri Malang E-mail: Dandira_z@yahoo.com Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui

Lebih terperinci

Diajukan Oleh: ARISKA DEVIE PRADISTA A

Diajukan Oleh: ARISKA DEVIE PRADISTA A UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL TERPADU MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH (MENCARI PASANGAN) PADA SISWA KELAS VIII E SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Lebih terperinci

SYAMSUDIN Dr. Hera Heru SS, S.Pd. M.Pd. Prodi BK FKIP UNISRI ABSTRAK

SYAMSUDIN Dr. Hera Heru SS, S.Pd. M.Pd. Prodi BK FKIP UNISRI ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING PADA SISWA KELAS X RPL A SMK NEGERI 2 KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2014/2015 SYAMSUDIN 11500039

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 47 BAB III METODE PENELITIAN Bagian ini akan membahas tentang (1) Pendekatan dan Rancang Penelitian, (2) Kehadiran Peneliti, (3) Sumber Data Penelitian, (4) Teknik Pengumpulan Data, (5) Analisis Data,

Lebih terperinci

PENGELOLAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK KARYA NASIONAL KUNINGAN TESIS

PENGELOLAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK KARYA NASIONAL KUNINGAN TESIS PENGELOLAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SMK KARYA NASIONAL KUNINGAN TESIS Diajukan Kepada Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Lebih terperinci

Desi Suryaningsih et al., Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan...

Desi Suryaningsih et al., Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan... 1 Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Pada Pokok Bahasan Persamaan Garis Lurus Kelas VIII C SMP Negeri 13 Jember Semester Ganjil Tahun Ajaran

Lebih terperinci

IMPROVING FIFTH GRADER STUDENT S SCIENCE LEARNING ACTIVITY USING MIND MAPPING

IMPROVING FIFTH GRADER STUDENT S SCIENCE LEARNING ACTIVITY USING MIND MAPPING Meningkatkan Aktivitas Belajar... (Wildan Amirudin) 2.547 MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN TEKNIK MIND MAPPING PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V IMPROVING FIFTH GRADER STUDENT S SCIENCE LEARNING

Lebih terperinci

PENGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DRILL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

PENGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DRILL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI Jupe UNS, Vol. 1 No. 3 Hal 1 s/d 10 Erny Susilowati_Penggunaan Metode Pembelajaran Drill Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Akuntansi, Juli 2013 Hal. 1 PENGUNAAN METODE PEMBELAJARAN DRILL SEBAGAI

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS IV SD NEGERI PUCANGAN Oleh: Eti Riana 1, Suhartono 2, Joharman 3 FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret 1 Mahasiswa

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA DI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JULITA

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA DI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JULITA FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI MAHASISWA DI JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JULITA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian

Lebih terperinci

ABSTRAK. spiritual yang ditanamkan pada sekolah di SMPN 1 Bandung dan SMPN 2

ABSTRAK. spiritual yang ditanamkan pada sekolah di SMPN 1 Bandung dan SMPN 2 ABSTRAK Tesis dengan judul Strategi Penanaman Nilai-Nilai Spiritual dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PAI Siswa (Studi Multisitus pada SMPN 1 Bandung dan SMPN 2 Bandung Tulungagung) ini ditulis oleh

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu Waktu penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 23 juni s/d 19 Agustus 2013 2. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini bertempat

Lebih terperinci

Journal of Mechanical Engineering Learning

Journal of Mechanical Engineering Learning JMEL 3 (1) (2014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel MODEL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PERMESINAN DI SMK

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE REVERSAL

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE REVERSAL UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE REVERSAL QUESTIONS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 012 BATULANGKA KECIL KECAMATAN BANGKINANG

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Ditinjau dari segi metodologi, penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, penelitian kualitatif adalah metode penelitian

Lebih terperinci

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BUDI PEKERTI PADA KELAS AKSELERASI DI SMA NEGERI 1 SRAGEN TESIS

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BUDI PEKERTI PADA KELAS AKSELERASI DI SMA NEGERI 1 SRAGEN TESIS PENGELOLAAN PEMBELAJARAN BUDI PEKERTI PADA KELAS AKSELERASI DI SMA NEGERI 1 SRAGEN TESIS Diajukan Kepada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI LEDOK 07 SALATIGA. Tesis

EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI LEDOK 07 SALATIGA. Tesis EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI LEDOK 07 SALATIGA Tesis Diajukan kepada Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Untuk Memperoleh

Lebih terperinci

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta ABSTRACT

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta   ABSTRACT MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS III DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAKE AND GIVE DI SDN 07 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN 1 Asnimar Zain, 1 nurharmi, 2 Yulvia Nora

Lebih terperinci

JURNAL HUBUNGAN PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI. Oleh DWI MARLIAWITA ( )

JURNAL HUBUNGAN PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI. Oleh DWI MARLIAWITA ( ) JURNAL HUBUNGAN PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN BAHASA PADA ANAK USIA DINI Oleh DWI MARLIAWITA (11135417) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

Lebih terperinci

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA

PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA PENERAPAN ACTIVE LEARNING DENGAN SILENT DEMONSTRATION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 14 SURAKARTA Skripsi Oleh: TRY NESIA NURHEMY X4307053 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

BAB II METODE PENELITIAN. research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian

BAB II METODE PENELITIAN. research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah

Lebih terperinci

PENGELOLAAN KELAS YANG DINAMIS SEBAGAI DAYA TARIK MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SAMPANGAN NO. 26 TAHUN 2016

PENGELOLAAN KELAS YANG DINAMIS SEBAGAI DAYA TARIK MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SAMPANGAN NO. 26 TAHUN 2016 PENGELOLAAN KELAS YANG DINAMIS SEBAGAI DAYA TARIK MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI SAMPANGAN NO. 26 TAHUN 2016 Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

PERSEPSI GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON SEBAGAI SEKOLAH RSBI ARTIKEL JURNAL

PERSEPSI GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON SEBAGAI SEKOLAH RSBI ARTIKEL JURNAL PERSEPSI GURU TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH MENEGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON SEBAGAI SEKOLAH RSBI ARTIKEL JURNAL Oleh : Rizki Fachrudin NIM 07101244022 PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan

Lebih terperinci

ARUM MAWAR SARI K

ARUM MAWAR SARI K UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR GULING BELAKANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 MASARAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Lebih terperinci

Pendahuluan. Windarto et al., Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif. 1

Pendahuluan. Windarto et al., Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif. 1 Windarto et al., Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif. 1 Pendahuluan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kegiatan pramuka di gugus depan MIN Sampit dan gugus depan 47-48

BAB III METODE PENELITIAN. kegiatan pramuka di gugus depan MIN Sampit dan gugus depan 47-48 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. 1 Penelitian tentang pembentukan karakter siswa melalui

Lebih terperinci

SUATU TINJAUAN TENTANG PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI SMKN 5 PADANG

SUATU TINJAUAN TENTANG PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI SMKN 5 PADANG SUATU TINJAUAN TENTANG PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI SMKN 5 PADANG Tri Bery Ariani 1, Bakhtaruddin Nst 2 Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci:Pendekatan PMR, Ekstrakulikuler, Jenis Kelamin, Hasil Belajar Siswa

ABSTRAK. Kata Kunci:Pendekatan PMR, Ekstrakulikuler, Jenis Kelamin, Hasil Belajar Siswa ABSTRAK Aziz, Taufiqul Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik, Ekstrakulikuler, dan Jenis Kelamin Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Bangun Datar siswa kelas VII SMPN 1 Boyolangu Tulungagung

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG

PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG PENERAPAN MODEL MIND MAP DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJARAN IPS TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 SRUWENG Zakariya Firasyan Syah 1, Suripto 2, Ngatman 3 1 Mahasiswa PGSD

Lebih terperinci

Negeri 2 Teupah Barat Kabupaten Simeulue Tahun Pelajaran 2014/2015. Oleh: PARIOTO, S.Pd 1 ABSTRAK

Negeri 2 Teupah Barat Kabupaten Simeulue Tahun Pelajaran 2014/2015. Oleh: PARIOTO, S.Pd 1 ABSTRAK 145 Upaya Meningkatkan Kualitas Guru Melalui Konsep Pembelajaran Learning Together Di Sma Negeri 2 Teupah Barat Kabupaten Simeulue Tahun Ajaran 2014/ /2015 Oleh: PARIOTO, S.Pd 1 ABSTRAK Pembelajaran learning

Lebih terperinci

PENGARUH MANAJEMEN PEMBELAJARAN REMIDIAL DENGAN TUGAS BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

PENGARUH MANAJEMEN PEMBELAJARAN REMIDIAL DENGAN TUGAS BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA PENGARUH MANAJEMEN PEMBELAJARAN REMIDIAL DENGAN TUGAS BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR PKN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA (STUDI EKSPERIMEN DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA) PROPOSAL TESIS Diajukan Untuk

Lebih terperinci

: RAMADHAN FUAD SAE PRATAMA K

: RAMADHAN FUAD SAE PRATAMA K UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA BERJALAN DI UDARA MELALUI ALAT BANTU PADA SISWA KELAS X MIPA 1 SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Oleh : RAMADHAN FUAD

Lebih terperinci

KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 WIROSARI GROBOGAN TESIS. Diajukan Kepada :

KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 WIROSARI GROBOGAN TESIS. Diajukan Kepada : i KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 WIROSARI GROBOGAN TESIS Diajukan Kepada : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh

Lebih terperinci

Rahman et al., Penerapan Model Pembelajaran Peta Konsep Pohon Jaringan... 1

Rahman et al., Penerapan Model Pembelajaran Peta Konsep Pohon Jaringan... 1 Rahman et al., Penerapan Model Pembelajaran Peta Konsep Pohon Jaringan... 1 Penerapan Model Pembelajaran Peta Konsep Pohon Jaringan untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran

Lebih terperinci